Kembali ke berita

Rasil News

Radio World Day, Nuim Khaiyath : Radio Akan Tetap Relevan Hingga Akhir Zaman

Admin

Bagikan

Radio World Day, Nuim Khaiyath : Radio Akan Tetap Relevan Hingga Akhir Zaman

Banyuwangi, Rasilnews – Peringatan World Radio Day atau Hari Radio Sedunia kembali menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah, dampak, dan masa depan radio di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Pengamat dan praktisi penyiaran, Bang Nuim Khaiyath yang juga menjadi penyiar radio di Australia ini menilai radio telah berulang kali diprediksi akan “mati”, terutama sejak kehadiran televisi. Namun hingga kini, radio tetap bertahan bahkan menunjukkan daya saingnya.

“Radio dulu dianggap akan hilang ketika televisi muncul. Ternyata tidak. Di Australia, ada penyiar radio yang digaji jutaan dolar per tahun. Di Amerika Serikat bahkan ada yang mencapai puluhan juta dolar,” ujarnya dalam Dialog Topik Berita, Senin (16/02/26).

Menurutnya, radio memiliki keunggulan yang tidak dimiliki media lain, yakni kepraktisan dan kekuatan imajinasi. Radio dapat didengarkan sambil beraktivitas, tanpa mengharuskan pendengarnya terpaku pada layar.

“Radio memberi ruang bagi pendengar untuk membangun gambaran sendiri atas informasi yang diterima,” tambahnya.

Bang Nuim mencontohkan pengalaman profesionalnya saat bekerja di ABC Australia. Program berita pagi yang mengudara sejak pukul 05.00 atau 06.00 waktu setempat memiliki pendengar setia, termasuk kalangan politisi.

“Penyampaiannya lugas, profesional, tidak banyak canda berlebihan. Para penyiar memiliki pengetahuan yang kuat. Karena itu profesi penyiar radio sangat dihargai di sana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya independensi dalam penyiaran. Saat bertugas di Radio Australia, redaksi bekerja dengan prinsip without fear or favour—tanpa rasa takut dan tanpa pilih kasih. Prinsip tersebut menegaskan bahwa informasi yang disiarkan harus berdasarkan kebenaran dan kepentingan publik, tanpa tekanan pihak tertentu.

“Selama berpegang pada kaidah jurnalistik dan independensi, radio akan tetap dipercaya,” katanya.

Pengalaman Bang Nuim diundang ke berbagai negara seperti Kuala Lumpur, Brunei, hingga Teheran untuk memaparkan materi tentang siaran radio lintas batas menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap kualitas penyiaran.

“Pada masanya, Radio Australia mampu menerima hingga 300 ribu surat pendengar dalam setahun,” tegasnya.

Di dalam negeri, dirinya juga pernah diminta memberikan pelatihan kepada penyiar radio serta menyampaikan makalah tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam siaran.

Menurutnya, profesionalisme penyiar tidak hanya menyangkut konten, tetapi juga penggunaan bahasa yang tepat dan santun.

“Radio bukan sekadar medium lama yang bertahan. Ia tetap relevan selama dijalankan dengan integritas, kualitas, dan keberanian menyuarakan kebenaran,” tegasnya.

Di tengah transformasi digital dan maraknya platform media baru, radio dinilai masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Dengan adaptasi teknologi dan penguatan profesionalisme, radio diyakini akan terus mengalir sebagai sumber informasi yang kredibel dan terpercaya,” tutupnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim