Kembali ke berita

Rasil News

Rakyat Takut Ungkap Pendapat, Nuim Khayat: Itu Bukan Demokrasi

Admin

Bagikan

Rakyat Takut Ungkap Pendapat, Nuim Khayat: Itu Bukan Demokrasi

Rakyat Takut Ungkap Pendapat, Nuim Khayat: Itu Bukan Demokrasi

Cibubur, Rasilnews – Baru-baru ini terbit hasil survei Indikator Politik Indonesia menyatakan 62,9 persen responden semakin takut menyampaikan pendapatnya. Penyiar senior, Nuim Khaiyath menilai survei tersebut menunjukkan bahwa Indonesia gagal menjadi negara demokrasi.

Nuim menyebut kasus enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak tanpa diadili adalah bukti bahwa jargon “Indonesia Negara Demokrasi,” “Indonesia Negara Hukum” tidak sesuai dengan realita yang terjadi di negeri ini.

“Itu bukan demokrasi. Barangkali belum ada satu negara di dunia ini yang begitu getol meneriaki kita negara demokrasi, kita negara hukum. Namun ada enam orang Laskar FPI ditembak begitu saja tidak ada ujung pangkalnya. Negara hukum bagaimana ini,” ujar Nuim dalam wawancara Topik Berita Radio Silaturahmi 720 AM, Senin (4/4).

Menurutnya, jika benar-benar mengamalkan sistem pemerintahan demokrasi, seharusnya pada Pemilu 2019, kasus 894 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia diselidiki dan ditindaklanjuti, bukan malah dibiarkan tanpa kejelasan. Oni juga menjadi bukti rusaknya demokrasi di Indonesia.

“Kalau benar-benar demokrasi, ketika perhitungan kertas suara ratusan orang meninggal ketika pemungutan suara dan sebagainya, itu ditelitilah jangan dibiarkan, supaya sesuai bahwa kita negara hukum, negara demokrasi,” kata penyiar kelahiran Medan, Sumatera Utara yang saat ini menetap di Melbeurn, Australia itu.

Sebelumnya, hasil survei Indikator Politik Indonesia menyatakan 62,9 persen responden semakin takut menyampaikan pendapatnya. Mereka yang takut umumnya cemas diproses hukum dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Masyarakat setuju atau sangat setuju dengan pendapat bahwa saat ini masyarakat semakin takut untuk menyatakan pendapatnya,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator, Burhanudin Muhtadi, Ahad (3/4).

Dari hasil survei, hanya 21,4 persen responden yang tidak setuju dengan anggapan bahwa masyarakat kini semakin takut untuk menyatakan pendapat. Ada 15,7 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak mau menjawab.

Kemudian, dari hasil survei yang sama, sebanyak 59,5 persen responden setuju agar UU ITE segera direvisi karena mengancam kebebasan berekspresi.

Lalu ada 33,9 persen responden yang mengetahui dan mengikut perkembangan isu rencana UU ITE ingin direvisi.

Survei dilakukan sepanjang 11-21 Februari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden lewat metode multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

Rakyat Takut Ungkap Pendapat, Nuim Khayat: Itu Bukan Demokrasi · Berita · Radio Silaturahim 720 AM