Kembali ke berita

Artikel

Ramadan, Puncak Amar Makruf Nahi Munkar

Admin

Bagikan

SEBAGAIMANA yang kita pahami bahwa puasa Ramadan hukumnya wajib bagi insan yang beriman, maka meninggalkannya secara sengaja tentu menjadi perbuatan berdosa. Apalagi puasa adalah ibadah spesial yang tidak ada tandingannya dengan menggabungkan tiga jenis kesabaran: sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang dilarang Allah dan sabar terhadap takdir Allah atas rasa lapar dan kesulitan yang ia rasakan selama puasa.

Salah satu keberkahan di bulan Ramadan yang ingin banyak digapai oleh orang beriman adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu serta Allah SWT akan membebaskan para hamba-hamba-Nya dari api neraka di setiap malam Ramadan, yaitu dari awal bulan Ramadan sampai dengan akhir bulan yang telah ditentukan. Ini merupakan satu anugerah yang besar bagi umat Nabi Muhammad ﷺ yang tidak diberikan kepada umat-umat nabi sebelumnya.

Untuk itu, setiap muslim harus bisa menjadikan puasa Ramadan ini sebagai puncak dari pada kegiatan para nabi, yaitu amar ma’ruf nahi munkar. Dengan beragam keutamaan dan dilipat gandakannya pahala amal sholih, bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu kehadirannya untuk dimaksimalkan kebaikan yang ada di dalamnya, termasuk dengan Amar ma’ruf nahi munkar. Para ulama mengajarkan kepada kita bahwa dengan amar makruf nahi munkar akan membawa keselamatan bagi umat, tentu momen bulan Ramadan menjadi penguat agar umat ini bisa memaksimalkannya.

Umat yang berusaha menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, tidak acuh saat ada maksiat di sekitarnya. Akan menjadi bagian dari kelompok yang akan diselamatkan oleh Allah SWT dari beberapa sebab kebinasaan manusia yang perlu kita pahami dan kita hindari. Sebab utama kehancuran umat adalah keengganan melakukan melakukan amar makruf nahi munkar. Jika kita ingin menjadi umat yang mulia, unggul di berbagai bidang, maju dalam banyak hal, jangan kita tinggalkan amar makruf nahi munkar.

Dengan berpuasa menjadi sebuah kesempatan yang tepat untuk memperingatkan kaum muslimin tentang hal-hal yang mungkar dan haram, maksiat dan pelanggaran agama yang dapat merusak kemuliaan Ramadan. Apalagi selama ini masih ada orang yang selama bulan Ramadhan mengisi kegiatan dengan hal-hal yang tidak syar’i. Bahkan dengan kegiatan-kegiatan yang menjurus kepada maksiat, sehingga banyak terjadi kemungkaran dan bertentangan dengan norma-norma agama. Upaya ini tidak cukup dilakukan secara individu maupun sebagian kelompok atau Organisasi Massa Islam. Namun juga harus melibatkan peran serta negara.

Negara yang kemerdekaannya didukung penuh oleh perjuangan umat Islam ini harus berperan aktif menciptakan kondusifitas Ramadan. Melalui aparatur pemerintah dan keamanannya harus ada tindak lanjut untuk memberi peringatan tegas dan penutupan tempat-tempat yang menjadi sumber maksiat, seperti tempat produksi dan penjualan minuman keras, tempat hiburan malam, lokalisasi pelacuran, diskotik dan sejenisnya.

Bahkan, kaum muslimin pun juga harus punya peran menegakkan amar ma’ruf nahi munkar selama Bulan Ramadan. Mulai dengan memberikan nasehat dan arahan kepada para pelaku maksiat maupun sesama muslim yang masih awam terkait ini. Amar ma’ruf itu bisa pula dengan saling memotivasi kepada sesama muslim agar mereka semakin kuat selama bulan puasa dan puasanya terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Apalagi yang dapat mengurangi nilai pahalanya atau bahkan bisa jadi menghanguskannya, seperti menggunjing orang lain, mengadu domba, sumpah palsu, memakan harta haram, lalai dalam shalat berjamaah atau bahkan sama sekali tidak shalat dengan sengaja.

Amar ma’ruf nahi munkar di bulan ini sangat dianjurkan. Setiap muslim pasti sangat antusias meraih beragam keutamaan yang ada di bulan mulia ini, sehingga hidayah Allah menjadi lebih dekat dan menggugah untuk perbaikan diri dan perbaiki kehidupannya. Berharap mereka yang kita ajak dalam amar makruf akan lebih rajin shalat, gemar sedekah, lebih banyak bacaan Alqurannya, lebih baik lagi interaksi sosialnya dan menjadi masyarakat yang mau hidupnya diatur dengan aturan Islam.

Beginilah sebenarnya harapan dengan menjadikan Bulan Ramadan sebagai puncak dari amar ma’ruf nahi munkar. Bumi Allah yang ditempati kaum muslimin ini layak dimuliakan dengan penegakan amar ma’ruf nahi munkar sehingga menjadi Baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur.

Wallahu a’lam bishshawab

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim