Lebak, Rasilnews – Radio Silaturahim (Rasil) berkolaborasi dengan Relawan Peduli Quran menyalurkan wakaf mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra bagi komunitas mualaf Baduy di Lebak, Banten. Kegiatan ini bertujuan mendukung pembelajaran Al-Qur’an bagi warga yang baru memeluk Islam, termasuk anak-anak yang membutuhkan sarana untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini.
Penyaluran wakaf Al-Qur’an dan Iqra tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembinaan keislaman masyarakat mualaf Baduy. Ketersediaan mushaf dan buku Iqra diharapkan dapat membantu proses belajar membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pendampingan keagamaan yang berlangsung di tengah komunitas tersebut.
Pembinaan mualaf Baduy di wilayah ini dilakukan oleh Muhammadiyah melalui pendakwah yang ditugaskan untuk mendampingi masyarakat. Salah satunya adalah Ustaz Muhammad Kasja, yang dikenal sebagai Ustaz Kompol. Ia menjalankan kegiatan dakwah dan pendampingan setelah menjadi mualaf, kemudian aktif berdakwah bersama Muhammadiyah sejak awal 2000-an.
Ustaz Muhammad Kasja merupakan pendakwah yang diutus melalui Lembaga Pembinaan Komunitas Muhammadiyah. Dalam menjalankan tugasnya, ia terlibat langsung dalam pembinaan warga mualaf Baduy, mulai dari penguatan pemahaman akidah hingga pendampingan ibadah sehari-hari. Ia juga berkantor di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, lantai tiga, pada lembaga tersebut.
Peran pendampingan itu penting karena proses pembinaan mualaf tidak berhenti setelah seseorang mengucapkan syahadat. Mereka masih membutuhkan bimbingan untuk mempelajari dasar-dasar Islam, menjalankan ibadah, serta mengenal dan membaca Al-Qur’an. Karena itu, wakaf mushaf Al-Qur’an dan Iqra diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Bagi anak-anak, buku Iqra dapat digunakan untuk mengenal huruf hijaiyah dan belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap. Sementara itu, mushaf Al-Qur’an dapat membantu warga yang telah memiliki kemampuan membaca untuk meningkatkan interaksi mereka dengan kitab suci umat Islam tersebut.
Pendampingan terhadap komunitas mualaf Baduy juga menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran agama. Dalam keterangannya, Ustaz Muhammad Kasja menyoroti kebutuhan sosial dan ekonomi sebagian warga, termasuk bantuan bahan pokok, akses air bersih, serta dukungan ketika mereka menghadapi keadaan darurat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan mualaf memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Selain pendampingan langsung, ketersediaan sarana belajar, perhatian terhadap kebutuhan dasar, dan keterlibatan masyarakat luas dapat membantu memperkuat proses pembinaan.
Melalui kolaborasi penyaluran wakaf Al-Qur’an dan Iqra ini, Rasil dan Relawan Peduli Quran diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung kegiatan belajar Al-Qur’an di lingkungan mualaf Baduy. Wakaf tersebut bukan hanya berupa penyerahan buku, tetapi juga diharapkan menjadi sarana untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi warga dan anak-anak di komunitas tersebut.












