Kembali ke berita

Rasil News

Sekjend PDIP Hasto Pertanyakan Keabsahan Big Data Penundaan Pemilu 2024 yang Diklaim Luhut

Admin

Bagikan

Sekjend PDIP Hasto Pertanyakan Keabsahan Big Data Penundaan Pemilu 2024 yang Diklaim Luhut

Sekjend PDIP Hasto Pertanyakan Keabsahan Big Data Penundaan Pemilu 2024 yang Diklaim Luhut

Cibubur, Rasilnews – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim memiliki big data pemilih Indonesia yang ingin penundaan Pemilu 2024.

Menurut Hasto, big data seperti yang digunakan Luhut seharusnya dipakai untuk persoalan yang mendesak bagi masyarakat. Misalnya, kata dia, untuk merespons persoalan minyak goreng yang langka hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Oleh sebab itu, Hasto menekankan, harus dipahami dulu Luhut berbicara mengenai hal itu dalam kapasitas apa. Sebab, ia melanjutkan jika berbicara politik, hukum dan keamanan itu menjadi ranah Menkopolhukam Mahfud MD dan jika berbicara politik demokrasi, tatanan pemerintahan, itu kapasitasnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Beliau mandatnya apa dalam menyampaikan hal itu dan ini berbeda dengan pernyataan Menkopolhukam,” kata Hasto dikutip dari Tempo.co

Oleh sebab itu, Hasto menilai, sebagai pembantu Presiden Joko Widodo, Luhut harus mengklarifikasi ucapannya terkait big data penundaan Pemilu 2024 ini. Selain itu, Luhut dianggapnya juga harus mempertanggung jawabkan ucapannya secara akademis.

“Beliau harus mempertanggungjawabkan pernyataan itu secara akademis agar ini tidak membelah. Karena menjadi seorang pembantu presiden itu harus fokus pada tugasnya, sesuai mandat yang diberikan,” tegas dia.

Oleh sebab itu, Hasto menyatakan, PDIP mengajak agar semua menteri atau pembantu Presiden Jokowi tidak memiliki pendapat berbeda dengan Kepala Negara menyangkut isu Pemilu 2024.

Selain itu, PDIP juga menghimbau agar para pembantu presiden tidak membuat pernyataan yang malah menjadi energi negatif. Padahal, kata dia, Presiden Jokowi terus berupaya membangun optimisme dan tengah bekerja keras dalam mengatasi pandemi.

“Maka tidak boleh ada menteri yang punya pendapat yang berbeda. Presiden sudah berulang kali mengatakan sikapnya secara tegas dan pemerintah sudah sepakat pemilu tanggal 14 Februari 2024. Lalu kenapa ada pembantu presiden yang membuat wacana yang tidak menyehatkan di dalam situasi politik nasional?” tegas Hasto.

Dia juga menyatakan supaya Luhut melakukan refleksi terhadap pemahaman bahwa pemimpin bertanggungjawab pada kata-kata yang disampaikan. Seharusnya, politik kekuasaan itu menurut Hasto berpihak pada rakyat dan bukan sekelompok elite, kepentingan ekonomi, maupun kepentingan politik.

“Tapi harus melihat apa itu kehendak rakyat. Kehendak rakyat saat ini pemerintah dengan kepemimpinan Pak Jokowi yang selalu bekerja keras tidak pernah mengenal lelah, harus ditunjang para pembantu untuk betul-betul senapas dengan kepemimpinan Presiden Jokowi,” ujar Hasto.

Atas dasar hal itu Hasto mengajak agar semua jajaran menteri presiden berdisiplin dalam berbicara dan bergerak tunggal, yakni membantu rakyat. Hal itu dianggapnya akan menjadi peninggalan atau legacy yang baik bagi kepemimpinan Jokowi.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim