Kembali ke berita

Rasil News

Sidang IPU ke 144 Bahas Rusia-Ukraina, Indonesia Usulkan Tidak Ikut Campur

Admin

Bagikan

Sidang IPU ke 144 Bahas Rusia-Ukraina, Indonesia Usulkan Tidak Ikut Campur

Sidang IPU ke 144 Bahas Rusia-Ukraina, Indonesia Usulkan Tidak Ikut Campur

Bali, Rasilnews – Salah satu topik penting dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke 144 di Nusa Dua, Bali ialah pembahasan ihwal konflik Rusia-Ukraina yang kian memanas. Namun Indonesia mengusulkan untuk tidak terlalu ikut campur dan memilih menjadi jembatan perdamaian saja.

“Indonesia mengajukan usul, bahwa kita jangan terlalu ikut campur seperti eksekutif. Biarkan kita menjadi jembatan saja, makanya kita menggunakan kata konflik. Tapi usul kita ditentang oleh masyarakat Eropa, secara umum mereka menyebut ini bukan konflik, ini invasi,” kata anggota DPR-RI, Mardani Ali Sera saat menceritakan jalannya sidang IPU ke 144 kepada Radiosilaturahim.com, Rabu (23/3).

Dalam sidang IPU pada Ahad (20/3) itu, delegasi Rusia berhalangan hadir. Namun melalui video konferensinya, Rusia mengaku kecewa dengan pernyataan Executive Committee IPU yang seolah berpihak ke Ukraina.

“Bagi mereka (Rusia) kejadian Ukraina ini sudah dari 2014 ketika sebagian penduduk Ukraina yang berbahasa Rusia dilarang penggunaan bahasa dan budayanya mengunakan kekerasan. Jadi Rusia sedang membantu saudaranya yang ada di Ukraina,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Namun pernyataan Rusia itu ditentang oleh delegasi Ukraina yang juga berhalangan hadir. Melalui New Zealand, Ukraina mengklaim, Rusia telah melakukan invasi dan penyerangan terhadap negara independen.

Kemudian diadakan voting menentukan emergency item –usulan agenda baru yang dianggap mendesak dan sangat penting untuk dibahas di sidang IPU, tapi tidak tercantum dalam agenda yang ditetapkan sebelumnya– antara usulan Indonesia yang netral dengan konflik Rusia-Ukraina dan New Zealand yang mengutuk Rusia.

“Akhirnya divoting, kita (Indonesia) mendapat 177 suara, rata-rata Afrika Asia yang masih negara berkembang dukung (Indonesia) tapi negara maju eropa mayoritas dukung New Zealand, mereka dapat 550 suara,” kata Mardani.

Sebagai tuan rumah International Convention Centre (BICC) yang mengusung tema utama Climated Change (perubahan iklim) itu, Indonesia juga mengangkat isu kemerdekaan Palestina.

“Hal lain yang dikemukakan, kita angkat isu kemerdekaan Palestina dan Mba Puan (Ketua DPR RI) tegas dalam pembukaannya bahwa kemerdekaan Palestina harus menjadi agenda bersama,” kata Mardani.

Dalam sidang tersebut hadir pula delegasi Israel.
Indonesia tak berhak menolak kehadiran Israel karena semua persiapan mulai dari kehadiran delegasi, protokol acara, hingga SOP jalannya kegiatan tersebut diatur oleh IPU.

Kegiatan yang digelar mulai 20 hingga 24 Maret 2022 itu dihadiri sekitar 1000 delegasi dari 115 negara, termasuk di dalamnya 40-an ketua DPR seluruh dunia.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim