Kembali ke berita

Tajuk Rasil

Sumpah Pemuda: Ikrar Muslim pada Allah

Admin

Bagikan

Sumpah Pemuda: Ikrar Muslim pada Allah

Artikel Hidayatullah

TANGGAL 28 Oktober pada setiap tahunnya adalah momen Sumpah Pemuda, tanggal yang menjadi saksi akan semangat cita-cita berdirinya Indonesia. Sejarah pengucapan ikrar pada hari tersebut menjadi harapan akan kesadaran kebangsaan. Istilah “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 oktober 1928 di Jakarta. Keputusan ini diimpikan menjadi asas atau pondasi bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Peristiwa ini tentu menjadi sejarah yang menunjukan bahwa ikrar sumpah tersebut berangkat dari kesadaran hati akan loyalitas, cinta, serta pengorbanan untuk negara Indonesia ini. Lalu pelajaran apa yang kita bisa ambil? Hikmah apa yang kita bisa petik? Terlebih bagi seorang muslim, ia dituntut untuk dapat menimba Ibrah dari peristiwa apa pun.

“Sumpah” adalah kata yang menarik untuk dikupas. Karena dengan memahami hakikat sumpah ini, maka seseorang akan paham tentang konsekuensi sumpah tersebut, sehingga menghantarkan kepada kesadaran penuh akan konsekuensi dari sumpah tersebut. Ringkasnya, sumpah atau mitsaq dalam pengertian bahasa Indonesia dan bahasa Arab terdapat kesamaan makna. Yaitu ikrar atau pernyataan yang mengukuhkan sesuatu. Maka ketika seseorang bersumpah, sejatinya ia sadar bahwa sesuatu yang diucapkan adalah ikrar yang meyakinkan serta harus ditunaikan.

Berbicara tentang “Sumpah Pemuda” sejatinya adalah mengingatkan kita kembali akan sumpah ikrar kita sebagai seorang Muslim kepada Allah ta’ala. Kapan kita bersumpah kepada Allah? Yakni saat kita pertama kali mengikrarkan syahadah dengan penuh kesadaran. Bersumpah bahwa tidak ada ilah yang pantas di sembah kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Hal ini dapat diartikan bahwa seorang muslim telah bersumpah berjanji, berikrar, atau membuat pernyataan yang teguh disertai tekad melakukan peribadatan yang menguatkan kebenaran pernyataannya.

Sedangkan Sumpah Pemuda yang kita peringati adalah sumpah para pemuda untuk memperjuangkan bangsa dan negara. Dan ini diharapkan oleh para pendahulu kita akan terjadi secara turun temurun. Oleh karena itu Sumpah Pemuda merupakan janji kita, ikrar kita kepada bangsa dan negara untuk menjaganya sesuai dengan isi Sumpah Pemuda.

Apa korelasi antara sumpah seorang muslim kepada Tuhannya dengan sumpah seorang pemuda dengan bangsa dan negaranya? Korelasinya adalah sama sama berjanji, sama sama memiliki konsekuensi terhadap sesuatu. Perlu diketahui bahwa setiap sumpah janji itu mempunyai konsekuensi yang harus direalisasikan. Apa artinya sumpah jika tidak ada konsekuensi yang ditunaikan. Ringkasnya setiap sumpah perlu bukti perbuatan yang nyata. Konsekuensi inilah yang dituntut dari kita semua selaku seorang hamba dari ikrar syahadahnya.

Adapun konsekuensi dari syahadat yang kita ucapkan adalah beribadah hanya kepada Allah SWT dan meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selain-Nya. dilanjutkan dengan mentaati perintah Rasul-Nya, membenarkan apa yang dibawanya, mengamalkan sunahnya. Begitu pula dengan ikrar sumpah pemuda juga mempunyai konsekuensi yang harus kita perjuangkan. yatu ikrar kita kepada bangsa dan negara untuk menjaganya sesuai dengan isi Sumpah Pemuda dan ini juga merupakan indikasi bukti cinta akan tanah air.

Bukti cinta kita kepada tanah air ini adalah dengan berkarya, berbuat yang terbaik untuk masyarakat, dan memberi manfaat kepada sekitar. bahkan dalam bentuk kebaikan sekecil apapun itu. karena setiap orang mempunyai potensi masing-masing yang bisa dikembangkan dan dipersembahkan untuk kebaikan negeri ini. Kesimpulannya adalah mari kita beramal shalih untuk orang lain, masyarakat, dan negara. tentu itu dilakukan ikhlas mengharapkan ridha-Nya.

Kata kunci dari kaitan keduanya antara konsekuensi ikrar kita kepada Allah dengan konsekuensi ikrar kita kepada negara adalah amal shalih. Amal shalih inilah yang sama-sama kita perjuangkan dan persembahkan kepada Allah. Karena dengan berusaha untuk beramal shalih inilah yang menjadikan kita mendapat ridha-Nya.

Maka benang merah yang bisa kita tarik dari peringatan hari “Sumpah Pemuda” adalah tadzkir atau mengingatkan. sejatinya bagi seorang muslim peringatan hari ini adalah mengingatkan akan sumpah atau ikrar antara dia dengan sang kuasa, untuk taat dan patuh akan syariat yang diturunkan kepadanya. Sekaligus memikirkan dan mengusahakan karya dan amal shalih apa bisa dipersembahkan untuk negeri ini.***

Wallahu a’lam bisshowab

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim