Kembali ke berita

Tajuk

Tajuk Rasil “Kesengsaraan Orang-orang yang Zalim”

Admin

Bagikan

Tajuk Rasil “Kesengsaraan Orang-orang yang Zalim”

“Tajuk Rasil”
Jumat, 12 Syawal 1443 H/ 13 Mei 2022

Kesengsaraan Orang-orang yang Zalim
Artikel Hidayatullah.com

Abuya Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki pernah menyampaikan sebuah kisah tentang seorang raja yang zalim dalam memerintah. Satu hari si raja kena batunya. Ia jatuh sakit yang membuatnya tidak bisa buang air besar. Para dokter dan tabib istana dikerahkan untuk mengobati dan menyembuhkan sakitnya. Tapi tak kunjung menuai hasil.

Alhasil, dibuatlah sayembara berhadiah sangat wah bagi siapa saja yang sanggup menyembuhkan raja. Datanglah seorang tabib yang alim memenuhi undangan sayembara. Ia mengklaim bisa mengobati penyakitnya, dengan izin Allah, asal raja mau memenuhi syaratnya. Raja bertanya, “Apa syarat yang kamu ajukan?” Tabib menjawab, “Jika saya berhasil mengobati dan menyembuhkan raja, maka berikan separo kekuasaan kepada saya.” Permintaan si tabib ditolak mentah-mentah.

Sayembara terus berlanjut tapi tidak juga memberi kabar gembira bagi raja dan seisi istana. Justeru sakit raja semakin parah. Sudah sekian lama raja tidak bisa buang air besar. Tentu keadaan ini teramat menyiksa. Terpaksa, tabib alim tadi diminta datang kembali ke istana. Raja menyetujui syaratnya. Namun, tabib malah meminta syarat yang lebih berat. Dia minta semua kekuasaannya diberikan kepadanya. Karena tidak ada jalan lain, dengan berat hati raja mau memenuhi permintaannya.

Singkat kisah, atas izin Allah raja dapat sembuh seperti sedia kala. Kotoran dalam perutnya keluar, sudah sekian lama tidak buang air besar. Akhirnya raja memenuhi janjinya tapi ternyata ditolak oleh tabib. Sebagai gantinya tabib hanya meminta kepada raja agar tidak melakukan kezaliman kepada siapa saja. Kata tabib, “Lihatlah, nilai kekuasaan dan hartamu hanya senilai kotoran yang keluar dari perutmu.”

Kisah di atas mengandung pelajaran yang begitu berharga dan patut kita jadikan renungan untuk setiap manusia yang beriman. Kezaliman seseorang akan berbuntut panjang. Bisa saja orang yang zalim tampak menikmati kehidupannya, masih bisa tertawa terbahak-bahak. Tapi pada satu titik kezaliman yang ia lakukan akan berbalik menjadi hantaman kuat yang menghancurkannya, kalau tidak di dunia maka pasti di akhirat kelak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia zalim berarti bengis, tidak menaruh belas kasihan, tidak adil, kejam. Orang zalim adalah orang yang melakukan perbuatan aniaya terhadap orang lain atau dirinya sendiri. Berikut ini adalah bentuk-bentuk sanksi yang akan dirasakan oleh orang-orang yang melakukan penganiayaan (kezaliman).

Pertama, orang yang zalim itu tak akan mendapatkan pertolongan di akhirat dari siapa saja, bahkan dari orang-orang yang saat di dunia tampak menjadi teman yang setia. Dalam Surat Al-Mu’minun ayat 18 Allah ﷻ berfirman: “Orang-orang yang zalim itu tidak mempunyai sahabat setia dan penolong yang dipatuhi.”

Kedua, perbuatan zalim menyebabkan kegelapan di hari akhir. Di saat umat manusia membutuhkan naungan dari terik panasnya matahari yang jaraknya sangat dekat, pelaku kezaliman dipastikan tidak akan mendapatkan fasilitas naungan sama sekali. Mereka menjalani masa-masa kehidupan di hari kemudian itu dalam keadaan payah dan lelah sebab jalan yang mereka lalui gelap gulita, menjadi tanda kesengsaraan yang menyiksa. Rasulullah ﷺ : “Takutlah kalian -hindarkanlah dirimu semua- dari perbuatan zalim, sebab kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim).

Ketiga, orang yang zalim itu hidupnya jauh dari keberkahan dan sebaliknya dekat dengan kesengsaraan bahkan kebinasaan. Sekali lagi, orang zalim dijauhkan dari kenikmatan dan rahmat Allah ﷻ. Oleh karena itu, mari kita merenung sejenak, apa bisa kita mencari berkah dari rezeki yang Allah ﷻ berikan, jika tindak-tanduk kita sarat dengan kezaliman?

Dan mari kita kembali bertanya kepada diri kita, apa mungkin kita merasakan ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan sehari-hari, jika ada harta milik orang lain yang kita rampas, sekalipun berupa setangkai kayu atau selembar daun? Apalagi bagi pejabat dan penguasa yang bertanggung jawab mengurusi hajat hidup orang banyak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menganiaya dengan mengambil sejengkal tanah, tanpa izin pemiliknya, maka tanah itu akan dikalungkan di lehernya dari tujuh lapis bumi sebagai siksanya pada hari kiamat nanti.” (HR. Bukhari-Muslim).

Maka hendaknya kita waspada dan ekstra hati-hati dari perbuatan semacam ini. Jangan sampai diri kita menjadi pelaku kezaliman yang berakibat fatal baik di dunia mau pun di akhirat.

Wallahu a’lam bish shawab

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim

Tajuk Rasil “Kesengsaraan Orang-orang yang Zalim” · Berita · Radio Silaturahim 720 AM