Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Timur Tengah Pasca Kematian Sekjend Hizbullah Syekh Hasan Nasrallah, Nuim Khaiyath: Dunia Arab Tidak Berdaya

Admin

Bagikan

Timur Tengah Pasca Kematian Sekjend Hizbullah Syekh Hasan Nasrallah, Nuim Khaiyath: Dunia Arab Tidak Berdaya

Cibubur, Rasilnews – Dalam sebuah program Dialog Topik Berita Radio SIlaturahim, Senin (31/09) penyiar senior Nuim Khaiyath, yang saat ini berdomisili di Melbourne, Australia, memberikan pandangannya mengenai perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya terkait eskalasi serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon.

Khaiyath memulai dengan menguraikan situasi di wilayah tersebut, menekankan ketidakberdayaan negara-negara Arab dalam menghadapi dinamika politik dan militer yang terjadi. “Apa yang terjadi, terutama di Timur Tengah, kita melihat bagaimana negara-negara Arab itu tidak berdaya,” ujarnya.

Dalam pandangan Khaiyath, Israel saat ini tengah memanfaatkan momentum untuk membalas kekalahan yang mereka alami pada 2006 ketika berhadapan dengan Hizbullah. Ia menjelaskan bahwa Israel menggunakan bom berkekuatan besar, yang beratnya mencapai 2,2 ton, untuk menghantam bunker pertahanan bawah tanah Hizbullah di Beirut, Lebanon.

“Yang menarik adalah ini. Israel sekarang menggunakan kesempatan untuk mencoba membalas dendam untuk mengembalikan kehormatannya. Karena pada tahun 2006, dia tidak sanggup untuk menjinakkan Hizbullah,” ujar Khaiyath. Bom ini, menurutnya, baru pertama kali digunakan dalam peperangan, dan kemungkinan besar berasal dari Amerika Serikat. “Bom ini katanya bisa mencapai fasilitas bawah tanah yang sulit dijangkau, dan sepertinya memang dikembangkan untuk menghantam fasilitas nuklir Iran.”

Penggunaan bom tersebut di Lebanon, menurut Khaiyath, adalah langkah uji coba bagi Israel untuk melihat efektivitasnya sebelum mungkin digunakan terhadap Iran. “Namun, belum sempat digunakan di Iran, sekarang ini sudah diuji coba di Lebanon dan nampaknya berhasil,” tambahnya.

Lebih jauh, Khaiyath menjelaskan bahwa Israel tampaknya memiliki dua tujuan utama dalam serangan ini. Pertama, untuk membalas dendam dan mengembalikan harga diri mereka yang jatuh akibat kegagalan pada 2006. Kedua, untuk memancing Iran agar melakukan serangan balasan. “Karena Israel sendiri tidak bisa mengirimkan pesawat-pesawat tempur ke Iran tanpa harus melalui wilayah udara Arab Saudi, yang belum tentu memberikan izin,” jelasnya.

Situasi di Timur Tengah semakin memanas, terutama dengan adanya tindakan-tindakan brutal Israel terhadap Gaza. Menurut Khaiyath, serangan-serangan di Gaza masih terus berlangsung dengan korban jiwa tak terhitung, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. “Di Gaza, mereka terus melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina. Umat manusia tidak bisa berbuat apa-apa,” tegasnya.

Sementara itu, di dalam negeri, Israel juga sedang mengalami dinamika politik internal. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menurut Khaiyath, tampaknya tengah melakukan penyesuaian di dalam kabinetnya untuk meraih dukungan rakyat, meskipun kondisi demonstrasi anti-Netanyahu telah mereda. “Rakyat sudah jenuh, dan tidak peduli lagi. Sudah tidak ada demonstrasi-demonstrasi untuk melawan Netanyahu,” kata Khaiyath.

Di sisi lain, kelompok Hizbullah tampaknya tidak akan tinggal diam setelah serangan ini. Meski pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dikabarkan tewas akibat serangan Israel, perlawanan diperkirakan akan terus berlanjut. “Hizbullah tidak akan diam diri. Houthi pun sudah melakukan serangan, dan sekarang Houthi diserang langsung oleh Israel,” lanjut Khaiyath, menyoroti bagaimana Israel kini memimpin serangan udara di kawasan tersebut.

Khaiyath menyimpulkan bahwa Israel memiliki kekuatan militer yang sangat kuat, terutama di udara, dan untuk saat ini, tidak ada satu pun kekuatan di Timur Tengah yang mampu menandinginya. “Kekuatan udara Israel sangat luar biasa, dan tidak bisa ditandingi oleh siapapun yang ada di Timur Tengah,” tutupnya.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim