Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Tony Rosid Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo, Ingatkan Pentingnya Meritokrasi

Admin

Bagikan

Tony Rosid Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo, Ingatkan Pentingnya Meritokrasi

Cibubur, Rasilnews – Langkah Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran kabinetnya menuai beragam tanggapan. Reshuffle yang digelar pada Senin (27/04/2026) di Istana Negara, Jakarta, menjadi yang kelima sejak pemerintahan Prabowo–Gibran berjalan sejak Oktober 2024.

Dalam perombakan kali ini, tercatat ada enam posisi penting yang mengalami pergantian, mulai dari jabatan setingkat menteri, kepala badan, hingga penasihat khusus presiden.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Ia menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Selain itu, posisi Kepala Staf Kepresidenan kini diisi oleh Dudung Abdurachman, menggantikan Muhammad Qodari yang beralih menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Presiden Prabowo juga melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, serta menunjuk Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi.

Di tengah dinamika tersebut, pengamat politik Tony Rosid mengingatkan agar reshuffle tidak sekadar menjadi rutinitas politik, tetapi benar-benar diarahkan untuk memperkuat kinerja pemerintahan.

Dalam program Dialog Topik Berita, Rabu (29/04/26), Tony menekankan pentingnya mengembalikan prinsip meritokrasi dalam penunjukan pejabat publik, khususnya menteri.

Ia mengenang, pada masa lalu, publik bahkan bisa dengan mudah mengingat nama-nama menteri. Bukan tanpa alasan—susunan kabinet relatif stabil dan para pejabat dipilih karena kapasitasnya.

“Dulu kita hafal nama-nama menteri karena memang tidak mudah diubah. Masa jabatannya jelas, dan dipilih karena kemampuan,” ujarnya kepada Radio Silaturahim, Rabu (29/04/26).

Menurutnya, kondisi saat ini berbeda. Penempatan pejabat tidak selalu mencerminkan kesesuaian antara latar belakang keahlian dan jabatan yang diemban. Hal ini, kata dia, berpotensi membuat kinerja tidak maksimal.

Tony juga menyinggung pentingnya ketepatan dalam menempatkan figur di sektor-sektor strategis. Ia menilai, seseorang yang memiliki pengalaman kuat di bidang tertentu seharusnya ditempatkan di posisi yang relevan, agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi para menteri tidaklah ringan. Di berbagai sektor, terdapat kepentingan-kepentingan tertentu yang kerap disebut sebagai “mafia”, yang tidak mudah dihadapi.

“Bahkan orang yang punya skill, pengetahuan, dan integritas pun belum tentu mudah menghadapi itu,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Tony menekankan bahwa dukungan presiden menjadi faktor krusial. Tanpa dukungan penuh dari kepala negara, menurutnya, akan sulit bagi menteri menjalankan tugas secara optimal, terlebih jika mereka tidak memiliki latar belakang yang kuat di bidangnya.

Meski menyampaikan kritik, Tony tetap memberikan apresiasi kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan agar mereka dapat bekerja lebih baik.

“Silakan kita beri kesempatan dan dukungan. Harapannya tentu ke depan penempatan pejabat semakin tepat, sesuai dengan keahlian dan bidangnya,” ujarnya.

Sebagai catatan, reshuffle kabinet pertama di era pemerintahan Prabowo dilakukan pada 19 Februari 2025. Sejak saat itu, perombakan kabinet telah terjadi beberapa kali hingga kini memasuki yang kelima.

Reshuffle yang berulang ini pun dinilai menjadi momentum evaluasi, tidak hanya bagi presiden dalam memilih pembantunya, tetapi juga bagi publik untuk terus mengawasi jalannya pemerintahan.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim