Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Tony Rosyid: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Evaluasi Pemerintahan

Admin

Bagikan

Tony Rosyid: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momentum Evaluasi Pemerintahan

Cibubur, Rasilnews – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengevaluasi perjalanan bangsa dan menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah. Pemerhati Bangsa Tony Rosyid menilai, pemerintah perlu membuka diri terhadap kritik mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperbaiki penyelenggaraan negara.

Dalam Dialog Topik Berita Radio Silaturahim, Rabu (28/10/2026), Tony Rosid mengatakan ketika membahas rencana aksi demonstrasi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di Jakarta. Berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, pendidikan, penegakan hukum hingga lingkungan, menjadi perhatian publik dalam momentum peringatan tersebut.

Menurut Tony, evaluasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir merupakan hal yang wajar dan diperlukan. Ia menegaskan, tidak ada pemerintahan yang sempurna sehingga kritik dan masukan masyarakat dibutuhkan untuk menilai pelaksanaan kebijakan serta program pemerintah.

“Tidak ada pemerintahan yang sempurna. Karena itu, evaluasi dibutuhkan, kritik diperlukan, dan segala sesuatu yang bersifat masukan ditunggu,” ujar Tony.

Ia mengatakan, pemerintah seharusnya tidak menutup diri terhadap kritik dari pihak di luar lingkaran kekuasaan. Menurut dia, pihak eksternal dapat memberikan pandangan yang lebih objektif karena tidak terikat secara langsung dengan kepentingan internal pemerintahan.

Tony menjelaskan, evaluasi dari masyarakat dapat membantu pemerintah mengenali persoalan yang belum tertangani sekaligus memperbaiki kebijakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Ia juga memandang mahasiswa memiliki posisi penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Dengan kapasitas intelektual dan keterlibatan mereka dalam berbagai persoalan publik, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kritik yang substantif terhadap jalannya pemerintahan.

“Kita dukung seribu persen kepada para pemuda, kita dukung seribu persen kepada para mahasiswa untuk mendukung, mendorong, dan membuka diri terhadap perjalanan kepemimpinan dari Pak Prabowo selama dua tahun ini,” katanya.

Tony berharap pemerintah tidak bersikap apatis terhadap suara generasi muda. Ia menilai, kritik mahasiswa perlu dipahami sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa, bukan semata-mata sebagai upaya berseberangan dengan pemerintah.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pandangan dan harapan mereka. Aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kebijakan dan menentukan langkah perbaikan.

Peringatan Sumpah Pemuda, lanjut Tony, seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi mahasiswa dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah, siapa pun yang memimpin negara.

Dengan keterbukaan pemerintah dan keterlibatan masyarakat, Tony berharap evaluasi kebijakan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Ia menilai, hubungan yang sehat antara pemerintah dan generasi muda perlu dibangun melalui dialog, keterbukaan, serta kesediaan untuk menerima kritik.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim