Cibubur, Rasilnews – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan penyelesaian. Seruan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya dampak konflik yang dinilai memengaruhi stabilitas kawasan hingga tatanan internasional.
Mengutip tayangan yang dipublikasikan kanal YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Gus Yahya menyampaikan pesan tersebut setelah menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, sebagai bagian dari delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia. Prosesi pemakaman berlangsung pada 9 Juli 2026.
Menurut Gus Yahya, seluruh bentuk kekerasan perlu segera dihentikan karena tidak memberikan manfaat bagi pihak mana pun. Ia menilai konflik yang terus berlanjut hanya akan memperbesar dampak kemanusiaan serta memengaruhi hubungan antarnegara dan stabilitas dunia.
Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog sebagai solusi utama dalam menyelesaikan perselisihan. Diplomasi, menurutnya, menjadi pendekatan yang lebih konstruktif dibandingkan penggunaan kekerasan yang berpotensi memperpanjang konflik dan menimbulkan korban lebih besar.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap PBNU yang secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui cara-cara damai. Melalui seruan itu, Gus Yahya berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kepentingan kemanusiaan dan perdamaian demi terciptanya stabilitas di kawasan Timur Tengah maupun dunia internasional.












