Kembali ke berita

Dialog Topik Berita

Usai Pecat Jokowi, PDIP Harus Fokus Pada Kaderisasi dan Konsolidasi Internal

Admin

Bagikan

Usai Pecat Jokowi, PDIP Harus Fokus Pada Kaderisasi dan Konsolidasi Internal

Jakarta, Rasilnews – Dalam beberapa hari terakhir, publik ramai memperbincangkan keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memecat sejumlah kadernya, termasuk nama-nama yang memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat mengapa langkah pemecatan ini baru dilakukan sekarang?

Pengamat Politik dan Pemehati Bangsa, Tony Rosid mengatakan, langkah PDIP memecat kader-kader tersebut bertujuan untuk mengembalikan kedisiplinan dan loyalitas partai. “Ini adalah langkah penting bagi PDIP untuk menjaga integritas dan loyalitas anggotanya,” ujarnya dalam Dialog topik berita Radio SIlaturahim, Rabu (18/12/24). Menurutnya, penting dalam sebuah partai politik, kedisiplinan menjadi fondasi yang tidak bisa diabaikan.

Namun, keputusan ini juga memicu diskusi mengenai waktu dan motif di balik pemecatan tersebut. Sejumlah pihak menilai langkah ini terlambat dilakukan, terutama mengingat pelanggaran yang disorot terkait norma hukum, demokrasi, moral, dan etika politik.

Pemecatan ini juga memunculkan spekulasi tentang pengaruhnya terhadap dinamika politik yang berkembang saat ini, apalagi ketika pemilu 2024 lalu. Toni Rosid mengungkapkan bahwa situasi politik saat ini tidak seburuk Pemilu 2019, yang diwarnai oleh insiden-insiden seperti penghadangan saksi dan tekanan terhadap media. “Apa yang terjadi di 2019 jauh lebih parah dibandingkan 2024. Namun, penting untuk menyoroti peran partai politik, termasuk PDIP, dalam menjaga sistem hukum dan demokrasi,” katanya.

Dengan keluarnya Jokowi beserta keluarganya dari PDIP, sorotan kini tertuju pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang disebut-sebut akan menjadi kendaraan politik keluarga Jokowi. Pengamat politik menilai bahwa PSI memiliki peluang besar untuk berkembang, mengingat dukungan pengalaman, dana, dan popularitas Jokowi.

“Pak Jokowi, sebagai mantan presiden dua periode, memiliki sumber daya yang sangat besar untuk membesarkan PSI. Dengan logistik yang cukup dan konstituen loyal, tidak sulit bagi PSI untuk menjadi partai menengah yang signifikan, seperti halnya Demokrat,” ungkapnya.

Menariknya, perjalanan politik PDIP dapat dibandingkan dengan partai-partai besar lainnya seperti Golkar. Tony menilai bahwa Partai Golkar dikenal sebagai partai yang “dewasa” dalam menghadapi kader-kader yang keluar untuk mendirikan partai baru. “Dulu NasDem, Hanura, Gerindra, semuanya berasal dari Golkar, namun Golkar tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Mereka fokus pada sistem dan kaderisasi,” jelasnya.

Sebaliknya, perseteruan antara PDIP dan keluarga Jokowi berpotensi membayangi perkembangan PDIP ke depan. “Jika PDIP terus mengungkit-ungkit persoalan ini, mereka justru merugikan diri sendiri. Fokus saja pada kaderisasi dan konsolidasi internal,” tambahnya.

Tony menilai bahwa perseteruan ini menjadi pengingat bagi semua aktor politik tentang pentingnya membangun kekuasaan berbasis nilai-nilai moral, etika, dan hukum. “Kekuasaan itu sifatnya sementara. Apa yang Anda lakukan saat berkuasa akan tercatat dalam sejarah dan menjadi penilaian publik. Karena itu, penting untuk menjaga integritas dan tidak merusak sistem hukum maupun demokrasi,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Tony mengatakan, PDIP diharapkan mampu bangkit dari konflik internal dan kembali fokus pada penguatan kaderisasi untuk masa depan partai. Sementara itu, di sisi lain, keluarga Jokowi dan PSI menghadapi tantangan besar untuk membangun posisi politik yang kuat tanpa bergantung pada dinamika masa lalu.

Sebelumnya diberitakan bahwa PDIP telah memecat Jokowi, Gibran, dan Bobby berdasarkan tiga surat keputusan. Ketiga surat keputusan tersebut ditetapkan pada waktu yang berbeda.

Jokowi dipecat melalui Surat Keputusan Nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 yang ditetapkan pada 14 Desember 2024. Sementara itu, Gibran dipecat melalui Surat Keputusan Nomor 1650/KPTS/DPP/XII/2024 tertanggal 4 Desember 2024, dan Bobby dipecat melalui Surat Keputusan Nomor 1651/KPTS/DPP/XII/2024 yang juga ditetapkan pada 4 Desember 2024.

Artikel

Halaman 1 dari 4 · maks. 40 artikel

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

12 Agustus 2025

Anas Al-Sharif, Suara Gaza yang Telah Dibungkam Israel

Selasa, 18 Shafar 1447 H/ 12 Agustus 2025Oleh: Ratna Puspita, Dosen Universitas Pembangunan Jaya “Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan…

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

20 Mei 2025

Hari Kebangkitan Nasional: Ketika Sejarah Islam Dihapus dari Ingatan Bangsa

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia rutin memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Pemerintah, lembaga pendidikan, instansi negara, hingga media massa seolah…

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

19 Mei 2025

Kunjungan Trump ke Timur Tengah dan Harapan Baru Dunia

Senin, 21 Dzulqaidah 1446 H/ 19 Mei 2025Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation Dalam beberapa hari ini mata dunia…

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

17 Mei 2025

Syafril Lubis: “Jadikan Sehat Sebagai Ladang Ibadah, Sakit Pun Bisa Jadi Pahala”

Cibubur, Rasilnews – Usai kegiatan Senam Terapi Sehat Ling Tien Kung yang digelar Sabtu pagi (17/5) di halaman parkir SD…

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

15 April 2025

Kita Butuh Suara Positif di Tengah Riuhnya Dunia Digital

Oleh : Syafril Lubis Setiap hari, kita disuguhi banjir informasi dari berbagai arah. Dari kanan, kiri, depan, belakang—semuanya menyodorkan berita,…

Hormati dan Hargai Guru

25 November 2024

Hormati dan Hargai Guru

PERINGATAN Hari Guru sepertinya harus menyoroti perlunya mengatasi tantangan sistemis yang dihadapi guru dan membangun dialog yang lebih inklusif tentang…

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

21 November 2024

Retorika Kosong Pemimpin Dunia Untuk Palestina

LEBIH dari sepekan, setelah para pemimpin Arab dan muslim berkumpul di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangka KTT Liga Arab-OKI terkait…

Orang-Orang Mulia

13 November 2024

Orang-Orang Mulia

Hikmah Republika, Oleh: Aunur Rofiq IBNU al-Arabi mengatakan bahwa dia mendengar kabar kalau Sufyan Tsauri menyatakan, “Ada lima macam manusia…

Birokrasi Maling

7 November 2024

Birokrasi Maling

Oleh: Ade Alawi, Dewan Redaksi Media Group MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan…

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

6 November 2024

Dapatkah Indonesia Stop Berutang?

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali,” begitulah gambaran perjalanan utang negara sejak merdeka yang naik terus tak pernah bisa turun.

Siaran langsung: 720 AM · Radio Silaturahim