Lebak, Rasilnews – Keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu tantangan masyarakat mualaf Baduy Luar, Kabupaten Lebak, Banten, dalam memenuhi kebutuhan sarana belajar agama, khususnya Al-Qur’an dan buku Iqra. Kondisi tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Kasja, pembina mualaf Baduy Luar, saat menerima penyaluran wakaf Qur’an dan buku Iqra dari Relawan Peduli Quran (RPQ).
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat mualaf yang selama ini membutuhkan sarana untuk belajar membaca Al-Qur’an. Sebagian warga belum mampu membeli sendiri Al-Qur’an dan buku Iqra karena masih harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Ia mengapresiasi kepedulian RPQ serta para donatur yang telah membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, ketersediaan Al-Qur’an dan buku Iqra menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran agama bagi para mualaf.
“Dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini, manfaatnya sangat luar biasa bagi masyarakat mualaf. Mereka bisa belajar dan mulai mengenal Al-Qur’an,” ujar Ustaz Muhammad Kasja kepada Radio Silaturahim, Jumat (30/10/26).
Ia menjelaskan, pembinaan keislaman masyarakat mualaf Baduy Luar selama ini difokuskan pada penguatan ibadah serta kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, pembinaan melibatkan para ustaz, kiai, pendakwah, dan sejumlah elemen masyarakat yang turut memberikan dukungan.
Ustaz Muhammad Kasja bersyukur karena pendampingan yang dilakukan secara bertahap mulai memperlihatkan perkembangan. Menurutnya, sebagian masyarakat mualaf kini sudah mulai mampu membaca Al-Qur’an berkat pembinaan dan dukungan yang diberikan berbagai pihak.
Meski demikian, ia berharap proses pendampingan tersebut dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Ketersediaan sarana belajar, termasuk mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra, dinilai penting agar masyarakat semakin mudah mengikuti kegiatan pembelajaran agama.
Selain itu, ia mengajak kaum muslimin untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat mualaf yang membutuhkan bantuan. Dukungan para donatur, menurutnya, tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Al-Qur’an, tetapi juga untuk menunjang keberlangsungan pembinaan keislaman.
“Alhamdulillah, mereka antusias setelah mendapatkan Iqra dan Al-Qur’an ini. Mudah-mudahan dengan dukungan dari teman-teman dan para donatur, cara beribadah serta taraf kehidupan mereka bisa lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.
Ustaz yang aktif di Muhammadiyah ini berharap Radio Silaturahim dan Relawan Peduli Quran dapat terus menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mualaf Baduy Luar. Ia juga berharap semakin banyak kaum muslimin yang tergerak untuk berbagi dan mendukung kebutuhan saudara-saudara mereka yang tengah belajar memperdalam ajaran Islam.
Penyaluran wakaf tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan mualaf, sekaligus memperkuat upaya pendampingan agar masyarakat Baduy Luar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mampu menjalankan kehidupan beragama dengan lebih baik.












