oleh

Fadhilah Sedekah dan Infaq

Fadhilah Sedekah dan Infaq

Narasumber : Ustaz Husein Alattas dan Ustaz Hamzah Alattas
Host : Isa Al-kaff

Cibubur, Rasilnews – Kehidupan ini amat terbatas, waktu kita yang berlalu, pekerjaan yang kita kerjakan, semuanya kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Karena kehidupan kita berstatus amalan.

“Menunaikan suatu amalan dengan sebaik-baiknya, baik dengan ilmu dan harta yang Allah titipkan, kita gunakan sebagai ladang untuk kita bercocok tanam untuk menggapai keuntungan-keuntungan, bukan hanya sebatas keuntungan duniawi yang fana tetapi juga keuntungan akhirat yang kekal abadi” ujar Ustaz Husein Alattas dalam program Renungan Dibawah Naungan Alquran Radio Silaturahim.

Dalam QS. Al-Munafiqun Ayat 9

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

‘Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah SWT. Mengingatkan kita semua agar kita tidak lengah, agar kita tidak lupa kepada Allah SWT dan lupa kepada hari akhir. ALLAH SWT mengingatkan kita dengan penuh kasih sayang dan perhatian

Ustaz Husein Alattas menjelaskan bahwa Kehidupan kita merupakan peradangan yang bisa mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat, oleh karena itu Allah SWT. Bersumpah dalam surat Al ashr.

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾٣

“Demi masa. sungguh, manusia berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Dalam suasana hari akhir Ramadhan ini, mari bersama sama berlomba-lomba melakukan kebaikan.

“Jika kamu berbagai terhadap apa yang Allah berikan kepada anda, berbagi saat berbuka puasa dan sahur dan pada saat mereka berlebaran, anda akan menjadi utusan Allah SWT yang penuh dengan Rahmat yang menggetarkan hari mereka untuk mengungkapkan rasa syukur mereka kepada Allah SWT ”

Berinfak tidak akan mengurangi harta, dengan Berinfak Allah SWT. Akan membalas suatu kebaikan berlipat-lipat, hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 261.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui”

Dan pada ayat berikutnya QS. Al-Baqarah ayat 262.

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُوْنَ مَآ اَنْفَقُوْا مَنًّا وَّلَآ اَذًىۙ لَّهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”

“Orang-orang yang mengeluarkan harta kekayaan mereka kemudian mereka tidak iringi apa yang mereka infakkan berupa harta benda itu dengan mengungkit-ungkit hal itu kepada orang yang telah mereka beri atau dengan menyakiti, baik ucapan atau pun perbuatan. maka bagi mereka itu pahala di sisi Tuhan atas infak mereka,” ujarnya.

Selain itu Tidak ada kekhawatiran bagi mereka di dunia dan akhirat, Tidak pula mereka bersedih atas segala sesuatu di dunia.

Ustaz Hamzah Alattas mengutip QS. Al-Anfal Ayat 28.

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ

(Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memperingatkan umat Islam untuk mengetahui bahwa kekayaan mereka dan anak-anak mereka adalah cobaan. Maksudnya adalah, Allah menganugerahkan harta dan anak kepada kaum muslimin sebagai ujian mereka.

“Didalam kehidupan ini, kita memiliki begitu banyak ujian dari Allah SWT. Baik ujian kesusahan, maupun ujian kesenangan” ujar Ustaz Hamzah Alattas

Allah SWT Munguji seorang hamba dengan harta yang dimiliki, hal tersebut tertuang dalam QS. At-Taubah ayat 103.

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed