Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Tepuk tangan] 0:13 [Musik] 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 0:21 alamin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:23 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:26 dipancar luaskan dari jalan Masjid 0:29 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:33 Bekasi. Radio Silaturahim untuk Islam 0:36 yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 0:38 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 0:40 bagaimana kabarnya di sore hari ini? 0:43 Senang sekali kami dapat kembali 0:45 menjumpai Anda dalam program live 0:48 tausiah sore edisi hari ini, Senin di 0:52 tanggal 16 November, mohon maaf di 0:55 tanggal 18 0:57 November 2024. Narasumber kita Ustaz Z. 1:01 Mbaahid telah hadir bersama kita dan 1:04 beliau tersambung melalui aplikasi Zoom. 1:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. 1:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14 wabarakatuh. Sehat, Ustaz? Ustaz. 1:18 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:22 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Di sore 1:24 hari ini, Ustaz akan membawakan tema 1:26 menghadapi ujian dan gempuran dalam 1:30 kehidupan. Ada rekan saya Neza ditemani 1:33 anak PKL dari Taruna Bakakti. Kemudian 1:37 ada dari ee Bang Yusuf Subangkit di meja 1:42 operator. Baiklah, Ikhwan dan Akhwat, 1:43 langsung saja kita akan menyapa dan 1:48 mendengarkan pemaparan yang akan 1:50 disampaikan oleh guru kita Ustaz Z. Mbah 1:53 Ahmid. Tafadol Ustaz. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 1:59 [Musik] 2:01 Alhamdulillahiabbil alamin. 2:03 Alhamdulillahilladzi hadana liha w kunah 2:07 laallah. 2:13 Alhamdulillah wakal hamdu ya 2:15 arhamarahimin asbahna wa amsaina binikma 2:19 waliah. Allahumma sholli wasallim 2:22 wabarik ala sayyidina Muhammad an nabi 2:25 rahmah waa alihi wa ashabihi waa alihi 2:30 wahabihi wasallam tasliman 2:33 kir. Para pendengar sekalian yang 2:35 dimuliakan Allah subhanahu wa taala di 2:37 mana aja Anda berada. 2:40 khususnya bagi mereka yang dalam 2:43 perjalanan yang mengikuti acara ini 2:45 menuju ke kediaman masing-masing. 2:49 Insyaallah biid rabbanaal karim dalam 2:53 keadaan sehat 2:56 walafiat dan sampai di tempat tujuan 2:59 dengan selamat 3:03 walafiat. Para pendengar sekalian yang 3:06 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala. 3:09 Mungkin selama sebulan kita tidak 3:12 bertemu tatap mata, tatap 3:14 muka. Karena Allah Subhanahu wa 3:18 taala mencobai dengan salah satu 3:21 nikmahnya Allah Taala. Lagi 3:24 sakit tapi sakitnya alhamdulillah yang 3:28 ringan-ringan diberikan oleh Allah 3:29 Taala. Alhamdulillah. Alhamdulillah. 3:32 sekarang dengan 3:34 rahmatnya 3:36 alhamdulillah sudah agak lebih leluasa. 3:40 Masyaallah. Masyaallah. Alhamdulillah 3:44 alamin. Ee para pendengar sekalian 3:47 dimuliakan Allah subhanahu wa 3:51 taala. Memang di dalam kehidupan kita 3:55 manusia terlepas dia siapa aja. 3:59 Tidak pernah hamba Allah itu tidak 4:02 pernah 4:03 menghadapi 4:05 benturan ya 4:07 cobaan, kesulitan. Sekalipun dia pejabat 4:11 tinggi, sekalipun dia menteri, presiden, 4:16 gubernur, selalu ada aja yang Allah 4:19 Subhanahu wa taala benturkan 4:21 dengan cobaan-cobaan Allah Subhanahu wa 4:24 taala. Dan sesungguhnya 4:26 benturan-benturan hidup ini merupakan 4:28 satu nikmat dari Allah Taala. Satu untuk 4:32 mengampuni dosa-dosa kita kalau kita 4:35 balik kepada Allah Taala dan menghadapi 4:37 kesulitan dan juga untuk mengajarkan 4:39 kepada kita sehingga kita lebih 4:42 berpengalaman menghadapi masalah-masalah 4:44 cobaan seperti ini. 4:48 Masyaallah. Apalagi teristimewa kepada 4:51 ibu-ibu yang ada di rumah. 4:54 kepada mereka-mereka yang ekonominya 4:58 pas-pasan dengan naiknya bahan-bahan 5:00 makanan, naiknya harga beras ya, segala 5:05 sesuatunya mahal. Memang yang pertama 5:08 terasa itu benturan tersebut itu adalah 5:10 ibu-ibu yang berada di 5:13 rumah. Karena mereka yang mengendalikan. 5:17 Jadi mereka ini seperti Menteri Dalam 5:20 Negeri mengatur pembelanjaan negara, 5:24 pembelanjaan rumah 5:27 tangga dan yang pertama 5:30 terpukul merasakan satu benturan yang 5:33 tidak gampang ketika bahan-bahan makanan 5:36 itu naik. Masyaallah. 5:40 Kalau umpama ditanyakan kepada sekalipun 5:43 kepada ekspert, kenapa kok bahan-bahan 5:46 makanannya naik? Apalagi ketika kita 5:49 akan menghadapi Ramadan. Ya Allah, 5:52 Subhanallah. 5:54 Subhanallah. Saya teringat itu ketika 5:58 saya ada di 6:00 Amerika, kalau sudah akan menghadapi 6:03 Krismas itu barang-barangnya diobral 6:06 luar biasa. mulai dari bahan makanan, 6:08 pakaian, apa aja diobral dengan 6:11 harga-harga yang luar biasa. Coba kalau 6:14 kita di sini 6:16 terbalik ketika akan menghadapi Ramadan 6:20 semua naik. 6:23 Dan ini jeritan para ibu-ibu rumah 6:26 tangga hampir tidak pernah 6:29 didengar, tidak pernah 6:33 digubris oleh 6:38 pemerintah atau oleh pemerintah 6:40 setempat. 6:43 Jadi 6:44 seakan-akan ketika hamba-hamba Allah 6:47 akan menghadapi bulan yang penuh dengan 6:50 keberkahan dan rahmat dari Allah Taala, 6:53 seakan-akan kita dicobai dengan 6:55 bermacam-macam cobaan. Di antaranya 6:58 adalah bahan 7:00 makanan. Luar 7:03 biasa ulahnya 7:07 siapa? Salahnya siapa? Allahuam. 7:13 Saya enggak bisa 7:16 jawab tiba-tiba aja naik. Tapi ini juga 7:18 terkadaan daripada kebijakan daripada 7:20 pemerintah yang tidak turut bertenggang 7:24 rasa dengan kehidupan masyarakat bawah, 7:28 masyarakat yang low income, yang income 7:31 mereka itu kasihan pas-pasar. 7:37 Nah, mari kita lihat apa yang Allah 7:39 Subhanahu wa taala ingatkan kepada kita 7:41 dalam 7:42 Al-Qur'an. Supaya kita ini ketika 7:45 menghadapi semacam 7:46 ini, kita tegap untuk menghadapinya. 7:58 PK dan tentunya semuanya 8:01 ini tidak mungkin akan terjadi sesuatu 8:04 kalau bukan dengan kudrah dan takdir 8:06 dari Allah Subhanahu wa taala kepada 8:09 kita sekalian. 8:12 Mari kita lihat di ayat yang sudah 8:14 sering kita dengar ayat ini ketika Allah 8:17 Subhanahu wa taala menyatakan 8:21 azubillahitim 8:23 wbluakumin minal khaufi wal ju wqs minal 8:28 amwali wal 8:30 anfusiarat 8:33 wirin alladina asabatu 8:37 musibah inillahi wa inna ilaihi 8:44 Kad kita lihat ini penutupnya ayat ini 8:47 yang begitu indah kepada kita sebelum 8:49 kita masuk kepada pembahasan daripada 8:52 ayat ini. Ulaika alaihim 8:56 shawatunbihim warahmah wa ulaika humul 8:59 muhtadun. 9:01 Ayat ini. 9:05 Masyaallah. Allah Subhanahu wa taala 9:08 mengingatkan bahwa salah satu 9:10 sunatullah dalam kehidupan 9:15 kita. 9:16 Nah, sunatullah 9:19 itu kita bahas lagi sedikit ya. 9:23 Sunatullah itu ada dua macam. 9:26 Ada sunatullah yang terjadi sebelum 9:29 Rasul sallallahu alaihi wasallam lahir 9:31 sebelum ada manusia di dalam e yang 9:34 Allah tempatkan di 9:36 bumi. Ya Allah Taala menyatakan sunatah 9:40 minqblikum falan 9:42 tajidunillahi tabdlila. 9:46 Undang-undang dan penetapan Allah ini 9:48 kalau mengenai 9:50 alam telah ditetapkan Allah sejak semula 9:54 dan engkau tidak akan dapatkan penetapan 9:56 Allah ini 9:58 berubah-ubah. 10:00 Contoh, air selalu mengalir ke 10:03 bawah. 10:06 Sunatullah ya. Air selalu mengalir ke 10:09 bawah cari tempat yang rendah. 10:12 Matahari dia terbit dari sebelah 10:16 timur, dia terbenam di sebelah barat. 10:23 Angin bertiup dengan kecepatan 10:26 berbeda-beda. Kalau di bawah kecepatan 10:28 angin sekian di atas 3.000 atau 4.000 10:32 kaki kecepatan angin sudah sudah 10:35 lain dengan arah juga yang 10:38 berbeda. Itu namanya 10:42 sunatullah. Dan sunatullah ini Allah 10:45 Taala tetapkan sejak dari semula. Dan 10:47 tidak akan mungkin sunatullah ini akan 10:51 berubah. Api umpama 10:54 membakar, Anda letakkan tangan anak 10:57 kecil di api tersebut, dia 11:00 terbakar. Ada sunatullah yang diturunkan 11:03 oleh Allah Subhanahu wa taala untuk 11:06 kemaslahatan 11:10 manusia. Bimbingan kepada manusia supaya 11:13 manusia jangan salah jalan, jangan salah 11:15 tempat berpijak. Nah, sunatullah itu 11:18 yang namanya itulah hukum-hukum Allah 11:20 Subhanahu wa taala. Boleh kita 11:22 mengatakan syariatul Islam. Kalau kita 11:25 sebagai orang 11:27 mukmin dan sunatullah 11:29 itu dia mengenal 11:35 emergency. Ya, mengenal emergensi dia 11:38 mengenal lupa. Contoh begini. Salah satu 11:41 hukum dan perundang-undang Allah kepada 11:43 kita umat 11:45 Islam, kita disuruh untuk salat lima 11:48 kali sehari. Ya, 11:51 wajib. Kemudian satu waktu hamba Allah 11:54 ini 11:56 sakit, dia enggak bisa salat. Dia boleh 11:59 salat sambil duduk. Enggak bisa duduk, 12:01 boleh sambil 12:04 baring. Umpama dia 12:06 tertidur, Allah Taala tidak kenakan 12:09 penalti. Ini contoh begini. Seorang itu 12:12 karena sudah terlalu 12:14 capek dia tidur umpama tertidur dari jam 12:18 11.00 siang. 11.00 12:23 siang jam 11.00 sebelum 12:26 zuhur. Kemudian dia bangun tiba-tiba itu 12:29 sudah .30 enggak ada yang bangunkan 12:32 ketika azan zuhur. Dan dia tidak 12:33 terbangun. 12:37 Begitu dia terbangun, dia langsung salat 12:39 zuhur dan asar. Dia tidak kena penalti. 12:42 Tapi kalau sunatullah yang berhubungan 12:44 dengan alam yang ditetapkan oleh Allah 12:46 Taala, dia tidak mengenal darurat, tidak 12:48 mengenal penalti. Api membakar, anak 12:52 kecil letakkan tangannya di api tetap 12:54 terbakar. 12:59 Nah, kita akan berbicara hari 13:02 ini ayat yang Allah Subhanahu wa taala 13:05 firmankan dalam Al-Qur'an yang saya 13:07 bacakan tadi. Karena ini berhubungan 13:09 dengan 13:11 sunatullah, ketetapan-ketetapan Allah 13:15 Taala. Di ayat ini Allah Taala 13:17 menyatakan 13:19 wabluakum bisaiin minal khauf wal jud. 13:24 Yang pertama dulu kita 13:26 bahas. Allah Subhanahu wa taala 13:28 mengingatkan di dalam ayat ini, "Dan 13:31 kami akan mencobai 13:34 manusia, membenturkan manusia itu dengan 13:38 perasaan takut." 13:40 min 13:41 k 13:43 ya bisaiin ini 13:46 sebagian para mufasirin dalam kitab ee 13:50 Ibnu Katir juga 13:52 dikatakan bisa bermakna 13:54 sedikit sedikit dengan rasa 13:57 takut waljub dan rasa lapak. Mari kita 14:01 lihat rasa takutnya dulu. 14:05 Rasa takut ke dalam diri manusia 14:08 itu itu ada dua 14:11 macam. Ada rasa takut yang memang Allah 14:14 Subhanahu wa taala berikan 14:17 kepadanya untuk kemaslahatan 14:19 hidupnya. Contoh 14:24 begini. Seorang yang dia tahu bahwa 14:26 membawa kendaraan 14:28 itu kalau salah-salah bisa tabrakan ada 14:32 rasa takutnya kan. Jangan sampai 14:34 tabrakan. Atau umpama seorang yang tahu 14:37 bahwa di depannya ini 14:39 adalah umpama 14:42 jurang, maka dia akan merasa takut untuk 14:45 datang berdiri di samping jurang. Nah, 14:48 ini rasa takut yang merupakan satu 14:50 nikmat dari Allah Taala kepada diri 14:53 manusia untuk menjaga menjauhkan dia 14:56 daripada kecelakaan. 15:02 seorang yang merasa takut untuk masa 15:05 depannya. Kemudian dia mulai menganalisa 15:09 tentang kehidupannya ini dengan 15:10 kemampuan 15:12 otaknya. Kemudian dia 15:15 berpikir, "Ada rasa takutnya jangan 15:17 gagal." 15:19 ketika dia menanjak 15:22 dewasa, maka dia 15:24 jadikan dirinya ini seorang 15:27 yang tekun dalam 15:31 pendidikan. Itu rasa 15:34 takut ya kan saya bilang ada dua macam 15:36 itu. Rasa takut yang merupakan nikmah 15:39 pemberian dari Allah Subhanahu wa taala 15:42 kepadanya demi untuk kebaikan dirinya. 15:47 Namun hamba Allah yang mulia. 15:52 Subhanallah. Kenapa di dalam ayat 15:54 Al-Qur'an ada ayat yang berbunyi sebelum 15:57 ayat ini? 16:00 Malahan di dalam Al-Qur'an itu Allah 16:02 Subhanahu wa taala ingatkan, "Ya 16:04 ayyuhalladzina 16:07 amanu astainu bisabri wasah innallaha 16:13 maobrin." Kan ada ketika kita merasa 16:16 takut 16:18 sesuatu. 16:22 Ini babak yang pertama dulu tentang rasa 16:24 takutnya. Ketika kita rasa takut 16:27 sesuatu, biasanya kita akan berpikir 16:31 mencari apa yang bisa melindungi kita 16:34 daripada rasa takutnya. Ini tentunya 16:37 jawabannya tidak lain tidak bukan adalah 16:40 Allah Subhanahu wa taala. Jadi rasa 16:43 takutnya yang Allah berikan kepada kita 16:45 ini juga untuk mengiring kita 16:47 mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu 16:49 wa taala. 16:52 Sehingga Allah Taala nyatakan Al-Qur'an, 16:55 "Wahai hamba-hambaku yang beriman, 16:58 astain bisabri 17:01 wasala." Tadahkan tangan untuk meminta 17:04 tolong kepada Allah Subhanahu wa 17:06 taala dengan sabar dan salam. 17:14 Artinya kita di dalam meniti kehidupan 17:17 kita 17:18 ini enggak mungkin kita ingin 17:22 spontan itu. Mau tidak mau dalam meniti 17:25 kehidupan itu step by step, langkah demi 17:27 langkah. Anda masuk pendidikan sekolah 17:30 untuk mendapatkan S1 itu Anda harus 17:34 dengan pendikat langkah demi 17:36 langkah. Dan langkah-langkah ini ada 17:38 orang yang merasa takut jangan dia 17:39 gagal, jangan dia tidak lulus. 17:42 Maka dekatkan dirimu kepada Allah 17:45 Taala. Tapi dalam mendekatkan diri 17:48 kepada Allah, kita memerlukan kesabaran. 17:50 Sehingga Allah Subhanahu wa taala 17:52 menyatakan, "Astainu bisabri 17:55 was." Jadi dalam bentuk rasa takut 17:58 apapun juga yang merupakan pemberian 18:02 dari Allah Subhanahu wa 18:03 taala belum merupakan gempuran dari 18:07 Allah Taala. Rasa 18:11 takut. Pemberian dari Allah Taala 18:13 merupakan satu nikmah yang besar baginya 18:16 untuk dia mendekatkan diri kepada Allah 18:19 karena mengharapkan bantuan dan 18:20 pertolongan Allah Taala dengan 18:25 sabar. Kenapa didahulukan 18:28 sabar? Supaya kita jangan berpikir kalau 18:31 kita tadahkan tangan kepada Allah Taala. 18:33 Tadahkan tangan ini hari besok langsung 18:36 diijabahi Allah Taala. itu tinggal 18:38 urusan Allah Taala. Tapi kita disuruh 18:40 oleh Allah Taala, kita harus mempunyai 18:45 kesabaran. Ya, bangun tahajud, minta 18:48 kepada Allah Subhanahu wa taala yang 18:50 dihadapi. Karena ada rasa kekhawatiran. 18:53 Kekhawatiran inilah yang namanya khauf, 18:57 rasa takut. Jangan terjadi sesuatu yang 19:00 di luar perencanaan kita. 19:11 Jadi rasa takut ini terkadang merupakan 19:14 satu nikmah bagi 19:16 kita. Nah, ada rasa takut yang 19:21 berlebihan. Sehingga rasa takut yang 19:23 berlebihan ini terkadang kita 19:26 lupa untuk membuka jalur antara kita 19:29 dengan Allah Subhanahu wa taala. 19:34 Contoh begini 19:39 aja. Dan ini banyak yang terjadi dalam 19:41 kehidupan 19:42 kita ketika kita lihat calon-calon 19:45 bupati apalagi sekarang sudah 19:47 dekat-dekat kan calon 19:50 gubernur ya, calon apa aja anggota DPR. 19:58 Dan di 19:59 Indonesia untuk masalah yang begini 20:02 tidak murah 20:03 biayanya. Biayanya sangat 20:07 mahal. Ada rasa 20:10 takutnya jangan sampai tidak jadi 20:13 menghadapi kerugian yang luar 20:17 biasa. Dan terkadang karena rasa takut 20:20 yang tidak bisa 20:24 dikendalikan berbuat macam-macam. 20:27 untuk menarik perhatian daripada para 20:29 pemilih-pemilih. Di antaranya 20:31 menjanjikan janji-janji palsu ya ee 20:35 menceritakan tentang rencana 20:38 angan-angannya dia untuk kemaslahatan 20:40 rakyat. Padahal ini semua penuh dengan 20:44 kebohongan. Karena apa? Karena ada rasa 20:46 takut. Jangan sampai dia tidak jadi dan 20:49 dia menghadapi kerugian yang luar biasa 20:51 dengan biaya yang sudah 20:53 dikeluarkan. Subhanallah. 21:00 Tapi kalau umpama rasa takutnya ini dia 21:03 pergunakan di jalan yang diredai oleh 21:05 Allah Subhanahu wa taala, itu bakal 21:08 lebih berfungsi luar biasa. Dan kalau 21:10 dia tidak jadi berarti ada hikmah yang 21:12 terbaik baginya dengan tidak jadinya dia 21:16 dipilih. Pasti ada hikmat. 21:21 Sebab terkadang manusia ini dia 21:27 lupa sekalipun dengan cara yang 21:31 curang, sekalipun dengan cara yang 21:33 curang, apa dia anggota DPR, apa dia 21:35 gubernur, apa dia 21:38 presiden, sekalipun dengan jarang yang 21:40 curang, jalan yang curang, jarang yang 21:44 sebenom-en kemudian dia diangkat dipilih 21:47 menjadi presiden, tetap itu sudah berupa 21:49 merupakan satu takdir dari 21:51 Allah kepada yang tidak jadi berarti 21:55 pasti ada hikmah yang sangat besar yang 21:58 Allah sediakan di 22:06 belakang. Jadi hamba Allah yang mulia. 22:09 Kalau kita balik ke ayat 22:14 ini, sebab sebelum ayat ini Allah Taala 22:16 mengingatkan ya ayyuhalladzina amanuinri 22:19 was. Jadi ada rasa takut yang Allah 22:22 Taala benturkan kepada 22:25 kita supaya kita lebih banyak 22:27 mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu 22:29 wa taala. Karena kehidupan ini ya Allah 22:33 ya Rabb ya Karim. 22:37 Mau berapa lama kita bertahan dalam 22:39 kehidupan 22:41 ini? Apa yang kita bisa bawakan ketika 22:44 kehidupan kita 22:48 berakhir? Selain kain 22:51 kafan. Selain kain 22:53 kafan, sehelai benang pun kita enggak 22:56 bisa bawa. 23:04 Tapi kalau kita membiasakan diri, 23:06 mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu 23:08 wa taala, masa rasa takutnya kita ini 23:12 dia berubah menjadi sesuatu yang kita 23:15 dicintai dan diredai oleh Allah 23:17 Subhanahu wa 23:19 taala. Hamba Allah yang 23:23 mulia, siapa yang tidak takut menghadapi 23:26 masjid? 23:28 Semua manusia ada kekhawatan, ketakutan 23:30 untuk tapi ketakutan inilah yang akan 23:33 menghantarkan kita sehingga kita ini 23:36 membentengi diri kita ketika kita 23:38 meninggal 23:39 dunia sudah ada sesuatu yang kita 23:42 lakukan untuk masa depannya kita di alam 23:44 kubur atau di yaumil 23:50 akhir dengan kita banyak berzikir kepada 23:52 Allah, banyak mendekatkan diri kepada 23:55 Allah, banyak berbuat baik dalam 23:57 kehidupan, tidak mengobral janji-janji 24:00 yang palsu, penuh kebohongan dan itu 24:03 sudah terjadi banyak dalam kehidupan 24:05 kita. Kemudian Allah Subhanahu wa taala 24:08 menyanyutkan dalam ayat ini, wal 24:12 ju. Jadi dalam kehidupan kita ini Allah 24:15 Subhanahu wa taala juga ju ini artinya 24:17 lapar, Pak. 24:35 Artinya bisa kita dalam kondisi lapar 24:38 karena memang tidak punya 24:41 khulus. Bisa juga kita dalam kondisi 24:45 lapar karena Allah Subhanahu wa taala 24:48 telah menghentikan kemampuan perut kita 24:50 untuk mencerna apa yang kita makan. 24:56 Mau buktinya? 24:58 Gampang. Coba jalan ke rumah sakit. 25:01 Jalan-jalan ke rumah 25:02 sakit. Ada hamba-hamba Allah yang sudah 25:04 pakai selang di 25:08 hidung. Selang di 25:11 hidung. Sehingga semua makanan itu harus 25:14 dihaluskan dan dimasukin melalui Islam 25:19 terus sampai ke pencernaannya. 25:27 Karena dalam kondisi dalam kondisi sakit 25:31 Allah Taala Allah Taala telah 25:36 menghentikan kemampuan tenggorokannya 25:38 untuk menelan 25:40 makanan dan menghentikan kemampuan 25:43 perutnya untuk mencerna makanan 25:44 khususnya. 25:49 Dan ini hamba Allah yang mulia, para 25:51 pendengar yang dimuliakan Allah 25:52 Subhanahu wa taala juga termasuk Allah 25:56 taala mencobai di depan mata kita 25:59 manusia-manusia yang 26:01 kelaparan. Saya berikan contoh yang luar 26:03 biasa sekarang di hadapan di 26:05 di dalam kehidupan kita, di mata kita 26:08 yang sudah berjalan selama setahun 26:12 lebih. Ikhwananal muslimin di Palestina. 26:18 Bayangkan dia mau cari roti kering aja 26:21 susah. Roti kering apalagi mencari air 26:28 susah. Tapi kesabaran dan kedekatan 26:31 mereka kepada Allah itu luar biasa. Coba 26:34 kita lihat yang diinterview baik dia 26:36 laki yang tua, perempuan, anak 26:39 kecil ketika ditanya dan mereka dalam 26:42 keadaan 26:43 dapat kenapa Anda tidak tinggal karena 26:45 ajak saya tempat yang lain? Dia katakan 26:48 tetap saya hidup di sini dan saya ingin 26:50 mati di sini di tanah 26:53 Palestin. Ah, itu namanya yang kita 26:56 lihat, itu namanya bentuk kesabaran yang 26:59 luar biasa yang perlu kita 27:01 contohi. Kita di Indonesia. 27:03 Alhamdulillah tidak separah 27:06 itu. Jadi di ayat ini juga seakan-akan 27:09 Allah Subhanahu wa taala memberitahu 27:11 kepada kita bahwa ada manusia-manusia 27:13 yang Allah Taala cobai kita dengan 27:15 kelaparan. Dan di Indonesia juga banyak 27:17 yang begini bukan tidak ada 27:19 banyak. Ada hamba-hamba Allah di 27:22 desa. Mereka itu mungkin makan nasi 27:26 belum tentu 2 minggu sekali ya. Dia 27:28 makan singkong ya, makan apa aja 27:32 dalam bukan berarti artinya singkong itu 27:35 jelek, tidak makan singkong bagus dia 27:37 mempunyai vitamin yang 27:40 macam-macam tapi mereka itu dalam 27:42 kondisi yang tidak mampu untuk membeli 27:45 beras. Jadi terkadang juga mungkin 27:47 mereka tidur dalam keadaan lapar. 27:50 kita yang melihat, yang 27:52 mengetahui ini masyaallah kalau kita 27:54 bermasak 27:57 bodoh, betapa besarnya ancaman dari 28:00 Allah Subhanahu wa 28:04 taala. Ada satu doa yang Rasulullah 28:07 sallallahu alaihi 28:08 wasallam pernah ngajarkan kepada salah 28:11 seorang sahabatnya. 28:13 Karena sahabatnya ini mungkin putus asa. 28:16 Kemudian dia dalam doanya dia meminta 28:18 supaya dia ini cepat meninggal dunia, 28:20 cepat 28:21 mati. Kemudian ada seorang sahabat 28:24 mendengar tentang doa hamba Allah ini 28:26 diadukan kepada Rasulullah. Ya 28:28 Rasulullah, si fulan yang lagi salat. 28:30 Selesai salat dia berdoa minta, "Ya 28:32 Allah, angkatlah aku ke hadirat. 28:35 Matikanlah aku, ya Allah." Kemudian 28:37 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 28:39 memanggil kepadanya. Kemudian Rasulullah 28:41 nasihati 28:43 kepadaku, "Jangan engkau meminta untuk 28:46 Allah mempercepat 28:49 kematianmu, tapi mintalah kepada Allah. 28:52 Allahumma inni asaluka fi'al khairat 28:55 watarkal munkarat wahubbul 29:00 masakin." Orang-orang yang masakin ini 29:03 adalah manusia hamba-hamba Allah yang 29:05 lapar. 29:07 Rasul sallallahu alaihi wasallam 29:08 menyatakan, "Mintalah kepada Allah. Ya 29:11 Allah, aku memohon meminta kepadamu 29:14 supaya aku selalu beramal yang 29:16 baik-baik dan selalu aku meninggalkan 29:19 yang munkar yang Engkau tidak kehendaki. 29:22 Wahubbul masakin. Dan jadikanlah hatiku 29:25 ini pencinta kepada orang-orang yang 29:27 lapar, orang-orang yang miskin, 29:29 orang-orang yang 29:37 fakir. Itu doa yang diajarkan oleh Rasul 29:39 sallallahu alaihi 29:42 wasallam dalam hadis Bukhari 29:48 Muslim. Sebab kita jadi di ayat ini juga 29:52 Allah tidak membatasi bahwa bukan hanya 29:54 kita aja yang dicobai oleh Allah dengan 29:57 kelaparan, ada hamba-hamba Allah yang 29:59 lain yang dicobai dengan kelaparan. 30:01 Coba bayangkan Palestina dengan 30:03 penduduknya yang begitu cukup 30:05 banyak hidup baik siang ataupun malam 30:08 dalam keadaan kelaparan. Bayi-bayi 30:11 banyak meninggal dunia karena 30:15 kelaparan. Apa kita berdiam 30:18 diri? Dan karena masalah ini sudah 30:21 berlalu 1 tahun seakan-akan bagi kita 30:23 sudah 30:24 biasa. Subhanallah. 30:29 Dan kita akan dimintakan pertanggung 30:31 jawab oleh Allah Taala. Akan 30:33 ditanya setidak-tidaknya kita sekarang 30:36 ini kalau hanya individu enggak bisa 30:38 mengirim bantuan. Kita doakan 30:41 mereka. Jadi supaya Allah Subhanahu wa 30:44 taala mengetahui, kita juga care kepada 30:47 mereka yang susah hidupnya dalam keadaan 30:50 kelaparan karena dibendung oleh 30:53 laknatullah 30:54 Yahud zanah. 31:02 Zionis. Nah, kemudian Allah Subhanahu wa 31:05 taala menyatakan, jadi hamba Allah yang 31:08 mulia. Di ayat ini juga Allah Taala 31:10 ingatkan bahwa Allah Taala akan 31:12 membenturkan kepada kita. Bukan hanya 31:14 kepada kita, kepada masyarakat yang lain 31:16 juga. Tiap-tiap hamba Allah akan 31:18 menghadapi benturan 31:20 semacam. Ya, saya lapar kekurangan 31:22 bahkan. 31:33 Kemudian Allah Subhanahu wa taala 31:35 melanjutkan. Dan ini juga berarti dalam 31:38 kehidupan kita ini kita akan dicobai 31:40 oleh Allah itu 31:43 berbabak-babak dan kita juga akan 31:45 menghadapi hamba-hamba Allah yang 31:46 kelaparan itu juga 31:51 banyak. Wqsim minal amwali wal anfus. 31:58 watamarat dan benturan kekurangan ya ws 32:02 minal amwal kekurangan income kekurangan 32:07 harta dalam kehidupan kita di Indonesia 32:10 ini. Ya 32:11 Allah 32:13 Subhanallah. Coba antum jalan-jalan, 32:16 jangan jalan-jalan itu jangan hanya di 32:18 kota-kota tempat 32:20 wisata. Kita keluar Bekasi aja. Bekasi. 32:23 Kita keluar dari Jakarta ke Bekasi 32:26 aja 32:27 ya. Ada tempat-tempat yang kalau kita 32:30 lihat perkampungan 32:32 tersebut sangat-sangat dibawa 32:34 kemiskinan. 32:37 Sangat. Itu namanya Allah Taala mencobai 32:40 mereka dengan kekurangan harta, 32:42 kekurangan 32:50 income. Wih. 32:54 Kenangan 32:58 inkar dan Allah Subhanahu wa taala 33:01 menjadikan mereka ini 33:04 miskin. Bukan karena Allah enggak bisa 33:06 memberikan rezeki kepada mereka. Ya 33:08 Allah. 33:10 Yang berjuta-juta ikan paus aja 33:12 makanannya 1 hari itu 2 ton. 1 hari dia 33:15 harus makan. Tapi ikan di laut enggak 33:18 pernah habis untuk makanannya. Ya, ikan 33:21 aja bisa diberikan rezeki oleh Allah 33:24 Taala, apalagi kita manusia. Tapi Allah 33:27 Taala mencobai kepada mereka dengan 33:30 kemiskinan dan mereka sabar, mereka 33:33 terima masalah itu. Dan bukan hal 33:35 mustahil juga kemiskinan itu akan datang 33:38 kepada 33:39 kita. Di antaranya salah satu hadis 33:42 Rasul sallallahu alaihi wasallam 33:43 menyatakan, 33:46 "Ah, jagalah yang lima sebelum lima. 33:50 Di antaranya yang lima ini, di antara 33:52 lima ini Rasul sallallahu alaihi 33:54 wasallam menyatakan gina 33:56 kekayaanmu ya sebelum datang 34:01 kefakiranmu. Jadi berarti kalau kita 34:04 diberikan 34:06 keleluasaan dalam ekonomi kita kalau 34:09 kita tidak hati-hati, tidak pandai untuk 34:12 bersedekah, tidak pandai untuk zakat, 34:15 tidak pandai untuk apa? Memperhatikan 34:19 para mereka duafa fuqara, maka bukan hal 34:23 mustahil. Allah Taala akan mendatangkan 34:25 kefakiran mereka. 34:29 Jadi salah satu cobaan benturan 34:32 hidup yang Allah Taala benturkan kepada 34:35 manusia adalah 34:37 kemiskinan, 34:40 kefakiran. Wa naqsin minal 34:43 amwal, kekurangan harta. 34:50 Tapi yang saya sayangkan 34:53 Subhanallah ada para pejabat-pejabat 34:56 tinggi ya, pemangku-pemangku hukum 35:01 walaupun sudah kaya 35:03 raya Allah Taala suntikkan ke dalam hati 35:07 mereka itu merasa masih kurang. 35:11 Justru itu ada koruptor, ada yang 35:14 korupsi, ada yang menggalapkan uang 35:16 negara, ada yang menggalapkan 35:18 macam-macam. Karena apa? Masih merasa 35:20 kurang. 35:21 Sebab di dalam hadis Rasul sallallahu 35:23 alaihi wasallam yang lain, Rasulullah 35:26 mengingatkan, "Ya ibni Adam, labaid min, 35:29 wahai anak Adam, jangan jauhkan dirimu 35:34 daripadaku. Nanti Allah Taala 35:42 menyatakan, nanti aku akan penuhi 35:46 hatimu dengan rasa kekurangan, rasa 35:49 masih miskin, belum cukup. 35:52 Just itu ada koruptor-koruptor kelas 35:56 kakap. Mobilnya sudah berderet luar 35:58 biasa. Rumahnya mungkin sudah berderet 36:00 dengan rumah yang sangat indah tapi 36:02 masih belum 36:08 kenyang-kenyang. Yang Allah Taala 36:10 menyatakan dalam Al-Qur'an. Ulaik kalal 36:13 an'am bal. 36:16 Mereka itu bagaikan binatang yang makan, 36:18 makan, makan, tidak pernah rasa kenyang. 36:21 Malahan mereka merasa mereka itu lebih 36:23 jelek dari 36:30 binatang. Burung ya burung. Allah Taala 36:34 ciptakan burung. Kalau kita perhatikan 36:36 burung yang bikin 36:38 sarang, dia tidak pernah menyediakan 36:41 persediaan makanan di sangkarnya. Tidak 36:44 pernah. 36:47 yang dia akan memberikan makan kepada 36:49 anak-anaknya. Telurnya sudah pecah, 36:51 anak-anaknya sudah keluar. Ada lima atau 36:53 enam anak. Dia terbang pada waktu pagi 36:56 mencari makanan. Baliknya untuk 36:58 memberikan makan kepada anak-anaknya. 37:00 Dia tidak pernah simpan ada gudang 37:02 makananak. Enggak pernah. 37:06 Tapi kita manusia justru itu Allah Taala 37:09 menyatakan dalam Al-Qur'an ulaik kal 37:11 anam bal mereka itu seperti binatang 37:14 tapi lebih jelek lagi dari 37:17 binatang. Makanan berlimpah 37:20 ruah uang di bank sudah 37:25 tertumpuk-tumpuk mobil berderet. Dia 37:28 masih merasa ini yang Allah Taala 37:30 menyatakan amlabaka faqran. Allah Taala 37:34 suntikkan hatinya, penuhi 37:38 hatinya dengan rasa kekurangan, rasa 37:43 miskin karena malah wqfsin minal 37:47 amwal. Tapi ada hamba-hamba Allah yang 37:50 memang Allah Taala mencobai dia dengan 37:53 kemiskinan. Ada yang hidupnya pas-pasan 37:56 aja, pas-pasan banget. 37:58 Ada yang dibawa itu, ada yang lebih 38:01 dibawa lagi itu. Tapi mereka masih 38:03 menerima dengan 38:06 sabar, dengan kemiskinan yang mereka 38:09 hadapi, mereka lalui dengan masih tetap 38:13 beribadah kepada Allah Subhanahu wa 38:15 taala. 38:25 Jadi sebenarnya 38:27 sebenarnya orang yang miskin itu yang 38:30 kekurangan 38:31 harta kalau dia beribadah kepada Allah. 38:34 Artinya kalau dia tetap menjaga dirinya 38:36 dalam peribadatannya kepada Allah, 38:38 mendekatkan diri kepada Allah, mereka 38:40 itu disebut oleh Allah dengan ee oleh 38:43 Rasul sallallahu alaihi wasallam dengan 38:45 panggilan 38:46 Habibullah, kelompok yang dicintai oleh 38:49 Allah. 38:50 Karena itu di dalam satu peristiwa dalam 38:53 hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam 38:56 ketika para orang-orang yang fakir kirim 38:59 delegasi kepada 39:01 Rasulullah, artinya mereka protes, 39:03 mereka enggak bisa kasih zakat, mereka 39:05 enggak gampang-gampang berangkat haji. 39:08 Ya, mereka malahan menerima zakat. Jadi, 39:11 seakan-akan amalnya mereka ini kurang. 39:14 Jadi ketika delegasi ini datang kepada 39:16 Rasulullah, delegasi ini mengatakan, "Ya 39:18 Rasulullah, sesudah berikan salam, 39:20 assalamualaika Rasulullah, nahnu rasulul 39:23 fuqara. Kami ini ee utusan daripada 39:27 orang-orang yang 39:29 fakir." Rasulullah jawab kepada mereka, 39:31 "Ahlan bikum minumin 39:36 yuhibbukumullah." Selamat bagi 39:38 kalian. Kalian datang dari kelompok yang 39:41 dicintai oleh Allah Taala. 39:45 minumin 39:47 yuhibumullah. 39:49 Berarti dalam hadis ini Rasulullah 39:52 mengistilahkan mereka dengan 39:54 kalimat 39:56 habibullah, hamba-hamba Allah yang 39:58 dicintai oleh Allah. Karena Allah 40:00 memberikan cobaan kepada mereka dengan 40:02 kekurangan harta fakir, tapi mereka 40:05 masih tetap taat kepada Allah Subhanahu 40:07 wa taala. Jadi yang sangat celaka orang 40:10 yang diberikan kelebihan oleh Allah tapi 40:13 dipakai untuk 40:14 maksiat menjadi bakhil, kedekut. Orang 40:18 Malaysia bilang kedekut, bakhil ya. 40:22 Jarang untuk 40:24 bersedekah, jarang untuk memberikan 40:26 zakat. 40:29 Padahal zakat itu Allah Taala titip 40:31 kepada 40:34 kita untuk para mereka-mereka yang 40:37 berhak untuk menerima. Kita berikan 40:39 kepada 40:42 mereka amwal wal 40:44 anfus. Dan Allah Taala akan benturkan 40:48 dengan cobaan 40:50 kematian. Kematian. Subhanallah. 40:54 Terkadang dalam satu 40:56 rumah mungkin anaknya hanya satu-satunya 40:59 anaknya. Tiba-tiba Allah Taala mencobai 41:02 mereka dengan kematian. Anaknya 41:04 meninggal 41:07 dunia dalam umur-umur umpama 14 tahun, 41:10 15 tahun tiba-tiba tak 41:13 meninggal. Ada lagi yang umur mungkin 6 41:15 tahun, 5 41:17 tahun tiba-tiba meninggal dunia. Banyak 41:20 kejadian dalam kehidupan kita tiap hari 41:24 terjadi atau mungkin orang yang paling 41:26 kita cintai menghadapi 41:28 kematian ini semua Allah Subhanahu wa 41:31 taala menyatakan merupakan Allah 41:33 benturkan mereka dengan cobaan 41:38 kematian. Apa yang kita harus 41:40 lakukan ketika akan menghadapi kematian? 41:43 Balikan kepada Allah Taala. 41:46 Justru 41:51 itu 41:55 watamara. Nah, kalau ketika kita 41:57 menghadapi kematian, balikan kepada 41:59 Allah. 42:01 Berarti kehidupannya Allah Subhanahu wa 42:04 taala hanya memberikan kesempatan pada 42:06 waktu itu. Saat itu aja sampai 42:14 saat itu cobaan dari Allah 42:16 Taala. Sampai ayat ini Allah mulai wan 42:20 nabluannakum. Kami akan mencobai 42:23 kalian. Kami akan benturkan kalian 42:26 dengan 42:27 cobaan. 42:28 Kalau tadi kekurangan harta kemudian 42:34 kematian. Mungkin ada istri kita, suami 42:38 kita ya yang meninggal atau anak kita 42:41 yang kita 42:45 cintai. 42:48 Wataraat dan 42:50 kekurangan buah-buahan termasuk 42:53 kekurangan bahan makanan. 43:00 Para pendengar sekalian yang dimuliakan 43:02 Allah, kita berbicara di Jakarta ini, di 43:05 Bekasi, di Indonesia, bukan di 43:07 Palestina. Ada hamba-hamba Allah yang 43:11 mereka tidur bukan dengan keadaan perut 43:14 yang kenyang atau perut yang terisi. 43:17 Tidak kenyang tapi 43:19 terisi. 43:22 Banyak. Sangat banyak. 43:28 Dan kita sebenarnya punya 43:30 kewajiban untuk memperhatikan kepada 43:32 mereka ini. Karena bukan Allah tidak 43:36 mampu memberikan rezeki kepada mereka, 43:38 tapi Allah mencobai kepada mereka dengan 43:41 kekurangan makanan. Apalagi 43:43 petani-petani. Ini sangat berhubungan 43:45 dengan buat 43:47 tamamarat, buah-buahan, sayur-sayuran. 43:50 Karena kan petani-petani tiba-tiba 43:52 menghadapi 43:53 kerugian. Semua tanamannya itu 44:01 rusak, tapi Allah Subhanahu wa taala 44:04 memberikan berita yang luar biasa dalam 44:07 penutup ayat. 44:11 wabasyirobirin. Jadi dengan semua 44:13 benturan-benturan Allah yang Allah Taala 44:15 terangkan di ayat 44:18 tadi, rasa 44:21 takut 44:23 ya kekurangan 44:26 harta, kekurangan harta termasuk orang 44:28 yang miskin, yang 44:30 fakir, 44:33 kematian ya, kemudian kerugian yang luar 44:36 biasa dengan tanaman-tanaman kita, 44:40 kekurangan makanan. 44:43 Tapi ketika mereka hadapi itu dengan 44:46 sabar, apa Allah Taala nyatakan? 44:50 Wabasyirodirin. Dan berikanlah berita 44:52 gembira kepada mereka-mereka yang 44:56 sabar. Siapa mereka ini yang sabar? Di 44:59 antaranya Allah Taala 45:01 katakan, "Alladzina asabatum musibah." 45:05 Ketika mereka Allah benturkan dengan 45:08 musibah, cobaan-cobaan yang di atas tadi 45:10 yang Allah Taala 45:12 terangkan itu sudah mencakup 45:14 segala-galanya dalam kehidupan 45:17 kita. Kita takut jangan sampai fakir ya. 45:21 Takut tidak 45:24 makan. Takut jangan ada anak kita yang 45:26 meninggal 45:27 dunia atau kita yang meninggal dunia. 45:32 Tapi Allah Taala menyatakan 45:36 wabasyirusirin. Berikan berita gembira, 45:38 ucapan selamat gembira kepada 45:40 mereka-mereka yang sabar. Siapa mereka 45:42 itu? Kita asabatul musibah. Ketika Allah 45:45 benturkan dengan musibah kepada mereka, 45:48 mereka tidak mencari kambing hitam. 45:50 Kenapa saya jadi begini? ini gara-gara 45:52 fulan, ini gara-gara ini, gara-gara itu. 45:55 Tapi dia balikkan kepada Allah dengan 45:58 mengatakan innillahi wa inna qalu 46:02 innalillah wa inna ilaihi rajiun. Kita 46:06 ini kalau mengatakan innillah wa inna 46:08 ilaihi rajiun, selalu kita hanya larinya 46:11 seakan-akan itu orang meninggal. Tidak. 46:16 Karena sudah beberapa kali ketika ada 46:18 orang mengatakan, "Wah, di sana ada 46:20 kebakaran besar." Ketika saya mengatakan 46:23 innillahi wa inna ilaihi rojiun, yang 46:26 membawa berita ini mengatakan, "Tapi 46:27 enggak ada yang meninggal dunia, hanya 46:29 kebakaran 46:31 aja." Coba kita lihat ayat ini. 46:35 Innalillah. Sesungguhnya semua ini 46:38 adalah milik Allah 46:39 Taala. Wa inna ilaihi rajiun. Dan 46:42 sesungguhnya akan dibalikkan kepadanya. 46:47 Ada hamba-hamba Allah, saudagar-saudagar 46:49 yang ulung tiba-tiba 46:50 menghadapi apa? Kebangkrutan yang luar 46:55 biasa. 46:59 Bangkrut. Tapi dia terima ini dengan 47:02 sabar dan mengatakan innillah wa inna 47:05 ilaihi rojiun. Ini semua dari Allah 47:07 Taala. Semua milik Allah dan kepadanya 47:09 akan dikembalikan. 47:14 Sebab kalau kita yakin dengan ini, 47:16 berpegang dengan ini, itu insyaallah 47:19 iman kita itu mendapat ganjaran dari 47:21 Allah Taala yang luar biasa. Yang Allah 47:24 Taala menyatakan 47:25 wabasyirin alladina asabatu 47:28 musibah innillahi wa inna 47:33 ilaihijiun. Apa yang Allah balaskan 47:35 kepada mereka? yang Allah berikan kepada 47:37 mereka apa Allah Taala 47:39 katakan ulaika alaihim shawatun min 47:46 rabbihi subhanahu wa taala berselawat 47:49 untuk 47:50 mereka itulah kata Allah ulaika alaihim 47:54 shawatun 47:56 minbihim mereka-mereka itulah 47:58 mereka-mereka itu siapa yang Allah 48:01 benturkan dengan bermacam-macam cobaan 48:03 yang 48:05 kita bawakan 48:07 tadi segala macam cobaan yang kita 48:09 hadapi tetap mereka itu dengan keyakinan 48:12 yang penuh bahwa ini semua milik Allah 48:14 Taala dan balik kepada 48:16 Allah. Dia senyum dengan 48:19 sabar mengatakan innillah wa inna ilaihi 48:24 roajiun. Ini semua milik Allah 48:29 Taala dan semua akan kembali kepadanya. 48:33 Dan sesungguhnya kamu semua akan 48:38 kembali. Justru itu apa? Allah yang 48:41 mulia. Kita ini enggak bisa kirim fulus 48:43 ke akhirat. Gak 48:45 bisa. Kita enggak bisa kirim bahan 48:48 bangunan untuk bangun rumah di akhirat. 48:50 Semua itu kita tahu benar. 48:55 Tapi kita bisa 48:57 kirim sesuatu untuk membangun rumah kita 49:00 di yaumul 49:04 akhir. Apa aja? Apa yang kita bisa kirim 49:07 ke akhirat? 49:10 Dan yang akan mengatur pengiriman 49:14 ini bukan teller di bank, bukan customer 49:17 service di bank. Yang akan mengatur 49:20 pengiriman kita ini ke yaumul akhir 49:23 Allah Subhanahu wa taala. 49:29 Wi dalam banyak ayat Allah Subhanahu wa 49:31 taala terangkan di antaranya Allah taala 49:34 menyatakan 49:36 waballahu 49:40 akhirah. Jadi kalau kita yakin dengan 49:43 kalimat innal lillahi wa inna ilaihi 49:45 rajiun, biasakan diri kita untuk kirim 49:47 untuk kehidupan kita di akhirat. Apa? 49:50 Perbanyak kita bersedekah. 49:52 Bantulah pembangunan masjid, bantulah 49:55 pembangunan anak 49:57 yatim. Karena itu Allah yang mengatur 50:00 untuk menyediakan kiriman ini di yaumul 50:03 akhir. Jadi sama dengan 50:06 kita melakukan 50:10 sesuatu untuk mengirim di rumah masa 50:13 depan kita di yaum 50:15 akhir. Itu yang maknanya inn lillahi wa 50:18 inna ilaihi roajiun. Jadi jangan cuma 50:21 sekedar kita katakan innillahi wa inna 50:24 ilaihi rajiun, tapi kita masa bodoh. 50:26 Kita pentingkan kehidupan dunia ini 50:28 lebih daripada 50:30 segala-galanya. Kita 50:33 pentingkan kerjaan kita, kita pentingkan 50:35 rumah kita, kita sediakan rumah kita 50:38 yang terbaik. Membeli rumah yang terbaik 50:40 ya. 50:42 Tapi kita lupa untuk 50:44 menyediakan tempat tunggunya kita, 50:47 tempat transitnya kita di kubur untuk 50:50 kita sediakan yang 50:53 terbaik. Bagaimana untuk menyediakan 50:55 yang terbaik? Sangat 50:59 gampang. Sangat 51:01 gampang. Dan itu yang mengatur kita 51:03 untuk menyampaikan Allah Subhanahu wa 51:05 taala. 51:10 Perbanyak kita berbuat 51:11 baik, perbanyak kita berselawat kepada 51:14 Rasulullah, perbanyak kita zikrullah, 51:16 perbanyak kita membaca 51:18 Al-Qur'an. Manfaatkan diri kita menjadi 51:22 manusia yang dicintai oleh Allah, 51:25 yaitu masyarakat lingkungan 51:29 kita. Kita aktifkan diri kita menjadi 51:31 manusia yang bermanfaat untuk masyarakat 51:34 lingkungan kita. 51:43 Jadi jangan cuma kita pentingkan 51:44 kehidupan kita dunia dengan mobil yang 51:46 terbaik, rumah yang terindah, ya mungkin 51:50 pendidikan juga yang paling 51:52 tinggi. Kalau itu meninggal dunia, kita 51:55 meninggal dunia, malaikat enggak tanya 51:57 titelnya apa. Doktor, 52:01 profesor. sampai di sakaratul maut aja 52:05 titel kita sudah enggak 52:09 berguna. Gelar kita sudah enggak 52:10 berguna. Gelar ini hanya merupakan 52:13 ikhtiar kita untuk mendapatkan pekerjaan 52:15 yang baik. 52:18 Tapi bukan 52:20 jaminan untuk menjadi manusia yang 52:22 terbaik ketika dia masuk ke alam barzakh 52:24 atau ke alam 52:25 kubur. Gelar tidak akan 52:32 menjamin. Dan ayat ini Allah Taala 52:34 menyatakan ulaika alaihim shawatun 52:36 rbihim warahmah. 52:38 Kalau Allah yang berselawat kepada kita 52:42 dan Allah Taala menyatakan warahm begitu 52:45 kita masuk ke alam 52:50 kubur kita menjadi salah satu hamba 52:52 Allah yang 52:54 fit naik pesawat duduk di fip ya umpama 52:59 masuk restoran duduk ada ruangan 53:03 VIIP artinya hamba-hamba Allah yang 53:06 terpilih very important 53:09 person. Bisa juga saya katakan very 53:11 important people. Itu VIP namanya. VIP. 53:15 Biasanya kita katakan 53:18 VIP. Kita lihat orang-orang 53:20 kadang-kadang yang nonton bola ada 53:22 khusus kursi-kursi 53:27 VIP. Jadi di alam kubur juga itu ada 53:31 VIP. VIP-nya itu adalah hamba-hamba 53:34 Allah yang Allah Taala nyatakan. 53:39 alaihim. Bayangkan mereka inilah yang 53:42 Allah berselawat kepada mereka 53:45 warahm dan Allah memandang kepada mereka 53:48 dengan pandangan kasih sayang. 53:52 Subhanallah. Siapa mereka itu? Allah 53:54 Taala menyatakan 53:58 wabasyirin. Artinya orang-orang yang 54:01 sabar menghadapi segala liku-liku 54:03 kehidupan. 54:05 sabar dan menghadapi benturan-benturan 54:10 kehidupan. Kemudian Allah Subhanahu wa 54:13 taala menyatakan waulaika 54:15 humuladun. Dan inilah orang-orang yang 54:18 mendapat hidayah dari Allah, dapat 54:21 petunjuk. Ya, humul 54:24 muhtadun. Para pendengar sekalian yang 54:26 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala. 54:31 Mudah-mudahan ini peringatan Allah ini 54:34 menjadi saman rahmah bagi kita sekalian. 54:37 Kalau ada yang salah dalam pembahasan 54:39 kepada Allah harap dan magfirahnya. 54:42 Waminallahi taufik wal hidayah. 54:44 Wasalamualaikum warahmatullahi 54:46 wabarakatuh. 54:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:50 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz 54:52 jazakallah atas tausiahnya di sore hari 54:54 ini. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati 54:57 Allah subhanahu wa taala. Seperti biasa 54:59 di sesi yang kedua kami akan menjawab 55:02 beberapa pertanyaan dari Anda yang sudah 55:05 masuk. Namun sebelum itu, kami akan jeda 55:08 sejenak terlebih dahulu dan kami akan 55:11 kembali setelah nada takwa berikut ini. 55:14 Tetaplah bersama 55:18 [Tepuk tangan] 55:30 kami. Silaturahim untuk Islam yang satu 55:34 yang dipancar luaskan dari Jalan Masjid 55:37 Silaturahim nomor 55:39 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Ikhwan 55:42 dan akhwat yang dirahmati Allah 55:44 subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 55:46 masih bersama kami dalam program tausiah 55:49 sore menghadapi ujian dan gempuran dalam 55:53 kehidupan bersama guru kita Ustaz Zah 55:56 Hamid. Dan tosa sore pada hari ini 55:58 adalah ee tausiah langsung atau live. 56:02 Kita 56:04 akan awali pertanyaan dari Bapak Yusuf 56:09 di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 56:12 wabarakatuh. 56:14 Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz, 56:17 ujian selalu ada dan sering terjadi. Itu 56:20 kenapa? Apakah ini dari dosa-dosa saya? 56:27 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 56:28 shalli ala sayyidina Muhammad wa 56:32 ali Jadi ujian ini 56:35 macam-macam. Ada yang kita mengundang 56:37 untuk Allah Taala 56:39 datangkan adab kepada kita sebagai 56:42 peringatan. 56:44 Peringatan ya. Jadi sebagai dicambuk 56:48 oleh Allah dikit supaya kita 56:50 sadar. Contoh begini aja. Dalam 56:52 Al-Qur'an Allah Taala nyatakan begini. 57:00 Akbarum. Kami timpakan kepada mereka 57:04 adab-adab permulaan, adab-adab 57:10 kecil. Kenapa? Untuk apa? Laallahum 57:13 yarjiun. Supaya mereka mau kembali lagi 57:16 di rel Allah Taala yang benar. 57:22 Di ayat yang lain Allah Taala ingatkan 57:38 begitu. Kalau hamba Allah Taala itu dia 57:42 taat. Lau an ahlul qur amanu wattaq. 57:45 Kalau penduduk satu 57:47 tempat apa penduduk satu 57:50 kampung atau penduduk dalam satu 57:52 keluarga ya atau penduduk dalam satu 57:56 negeri mereka beriman yang benar kepada 57:58 Allah dan mereka taat kepada Allah 58:00 dengan kita 58:02 tatqwallah 58:04 wattaq Allah taala katakan lafatahna 58:06 alaihim barakat minama 58:09 wal kami buka semua pintu barkah baginya 58:13 dari langit dan dari bum 58:15 kita berjalan penuh dengan keberkahan 58:17 Allah artinya bakal jauh dari musibah, 58:20 bakal jauh dari 58:22 macam-macam. Tapi Allah Taala 58:24 menyatikan, "Walakin 58:26 kadzabu faaknahum 58:29 bimbut." Tapi kalau kalian main-main 58:32 dengan perintah Allah, membohongi 58:34 perintah Allah, suka berbohong kiri 58:36 kanan, janji bohong, segala-galanya 58:38 bohong, semua penuh dengan kebohongan. 58:41 Allah Taala menyatakan, "Nanti kami akan 58:44 mengambil Anda dengan satu 58:46 musibah karena ulah tangan Anda sendiri, 58:50 karena apa yang Anda lakukan." Jadi, ada 58:53 adab itu, musibah itu tangan kita yang 58:57 mengundang supaya Allah Taala datangkan 58:59 azab. Tapi kalau sudah keterima 59:03 azab, Allah Taala katakan apa? 59:06 Cepat-cepat kembali kepada Allah Taala. 59:11 kembali kepada Allah 59:14 Taala. 59:16 Nah, ada cobaan-cobaan yang Allah 59:19 berikan kepada ahlil 59:21 ibadah untuk mengangkat derajat mereka 59:25 bukan karena dosa-dosa 59:27 mereka tapi karena Allah menginginkan 59:30 mendengar suaranya dia memanggil-manggil 59:33 kepada Allah Taala. Coba. Masyaallah. 59:38 Jadi kita bisa tes aja diri 59:41 kita. Kalau kita kena 59:43 musibah kemudian kita ingat kepada 59:46 Allah, kita enggak banyak ngoce yang 59:48 tidak-tid kita enggak salahkan orang, 59:50 tapi kita zikrullah, kita dekatkan diri 59:53 kepada Allah, berarti Allah Taala 59:55 berikan musibah itu untuk mengangkat 59:57 derajat kita ke derajat yang lebih 1:00:00 insyaallah terjawab. 1:00:02 Baik, terima kasih, Pak Ustaz. Kemudian 1:00:06 pertanyaan dari Bapak Subangkit di 1:00:09 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:12 wabarakatuh. 1:00:14 Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz, 1:00:15 izin bertanya. Tahun ke tahun waktu 1:00:18 semakin cepat. Makin ke sini sibuk 1:00:21 dengan pekerjaan dan dunia. Semakin jauh 1:00:24 dari kegiatan pengajian dan sebagainya. 1:00:27 Ini bagaimana Ustaz agar tidak terlalu 1:00:29 sibuk dengan dunia? Karena terlalu sibuk 1:00:32 dengan pekerjaan dari pagi sampai malam. 1:00:35 Apakah harus keluar dari pekerjaan? 1:00:38 Terima kasih. 1:00:42 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:00:43 shallli ala sayyidina Muhammad. 1:00:46 Muhammad. 1:00:49 Allah tidak akan 1:00:51 terima kita mengatakan sibuk dengan 1:00:54 pekerjaan sehingga ibadah 1:00:57 terg kita di kerjaan mana pun kalau kita 1:01:01 mau mengatur waktu kita untuk ibadah ada 1:01:04 aja ada aja 1:01:07 caranya kan di mana-mana juga itu di 1:01:09 perusahaan-perusahaan sudah banyak ada 1:01:11 masjid di perusahaan-perusahaan kalau 1:01:12 dia tahu kita minta izin untuk salat 1:01:15 tidak ada yang akan menolak 1:01:17 Mereka akan berikan izin untuk salam. 1:01:20 Cuma terkadang kita ajak juga yang lebih 1:01:23 mementingkan kesibukan pekerjaan 1:01:25 daripada mementingkan perintah Allah 1:01:26 Taala. Berapa lamaah kita salat di dalam 1:01:30 pekerjaan? Paling lambat. Paling lambat 1:01:33 itu 10 menit. Itu sudah paling lambat. 1:01:35 Itu ente kalau wudu taruh wudu 2 menit. 1:01:39 Kalau salat itu 8 menit itu sudah luar 1:01:41 biasa. Masyaallah. 1:01:44 itu salat yang sudah tamanin dan luar 1:01:46 biasa paling-paling 10 1:01:49 menit. Tapi terkadang memang kita yang 1:01:52 sibukkan diri kita dengan 1:01:55 pekerjaan 1:01:56 dan mentakhirkan melambat-lambatkan 1:02:00 perintah Allah kepada kita. Nanti kalau 1:02:03 pulang ke rumah masyaallah kita sudah 1:02:05 leluasa baca 1:02:07 Al-Qur'an ya. 1:02:09 Nah, salah satu kita merasa waktu itu 1:02:12 juga sudah sangat cepat. Itu merupakan 1:02:15 salah satu daripada tanda-tanda 1:02:18 kiamat. Tapi secepat-cepatnya waktu kita 1:02:23 berganti, kalau kita tahu mengatur waktu 1:02:25 kita untuk menjaga ibadah kita kepada 1:02:27 Allah, pasti Allah Taala akan berikan 1:02:30 jalan keluar. Insyaallah terjawab. Baik, 1:02:33 Ustaz. Terima kasih. 1:02:35 Kemudian pertanyaan selanjutnya 1:02:40 dari ee Ibu Dewi. Asalamualaikum 1:02:43 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:48 Terkait dengan rasa syukur saat 1:02:50 diberikan ujian, apakah kita bisa 1:02:53 berpikir bahwa ini adalah kesempatan 1:02:56 untuk meraih pahala yang tak terhingga 1:02:58 jika kita bersabar menghadapinya? 1:03:03 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:03:05 shalli ala Muhammad wa ali Muhammad. Ini 1:03:08 pertanyaan Ibu ini sudah sekaligus 1:03:10 dengan jawaban yang sangat benar. Hm. 1:03:14 Karena kan di ayat ini Allah Taala 1:03:17 nyatakan 1:03:19 wabasyirini alladina asabatum musibah 1:03:23 qalu innalillah wa inna ilaihi rajiun. 1:03:26 Berikan kabar dahsyat yang 1:03:29 gembira ya. 1:03:31 kepada mereka-mereka yang sabar. Siapa 1:03:34 mereka yang sabar? Ketika mendapat 1:03:37 musibah dia balik kepada Allah, dia 1:03:40 berzikir kepada Allah. Dia terima dengan 1:03:42 ridanya baik. Ya, itu Allah Taala 1:03:46 menyatakan mereka-mereka itu Allah 1:03:49 berselawat kepada mereka. Coba kita 1:03:52 diperintahkan oleh Allah untuk 1:03:53 berselawat kepada Rasulullah sallallahu 1:03:55 alaihi wasallam. Ya. Ya ayyuhalladzina 1:03:58 amanu shallu alaihi wasallimu taslima. 1:04:00 itu kepada 1:04:01 Rasulullah. Sekarang ini Allah Taala 1:04:04 berselawat kepada kita. 1:04:07 Masyaallah, enggak 1:04:10 gampang. Mereka itu yang sabar, yang 1:04:12 menerima musibah dengan rida. Jadi 1:04:15 pertanyaan Ibu tadi juga itu sudah 1:04:17 merupakan jawabannya benar. Kita balik 1:04:20 kepada Allah Taala lebih mendekatkan 1:04:22 diri kepada Allah. Karena mungkin dengan 1:04:26 musibah ini Allah Taala akan mengangkat 1:04:28 derajat kita. 1:04:30 ke jenjang yang lebih tinggi, yang lebih 1:04:32 sempurna. Insyaallah terjawab. 1:04:35 Baik, pertanyaan terakhir Pak Ustaz 1:04:39 dari hamba Allah di Sukabumi. 1:04:42 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:43 wabarakatuh. 1:04:47 Ustaz, bagaimanakah sikap dan akhlak 1:04:49 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:04:52 dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup? 1:04:59 Subhanallah. Ini ee pertanyaan ini ada 1:05:02 pernah terjadi H dua sahabat Rasul 1:05:06 sallallahu alaihi wasallam yaitu Ibnu 1:05:09 Umar dan Abu Atha pernah datang 1:05:12 berkunjung kepada Aisyah. Dan dalam 1:05:14 hadis-hadis ini dikatakan bainana wa 1:05:17 bainaha hijab. 1:05:19 Jadi antara mereka berdua dan Aisyah itu 1:05:22 ada hijab, ada penutup kain. Jadi mereka 1:05:25 enggak bisa saling 1:05:26 berpandangan. Kemudian mereka tanya 1:05:29 kepada Aisyah radhiallahu anhu, "Ya 1:05:32 Aisyah ee akhbarni ya Aisyah 1:05:38 akbarna. 1:05:40 Maaita min rasul shallallahu alaihi 1:05:43 wasallam allati a'jabat." 1:05:47 Artinya apa yang engkau lihat terhadap 1:05:49 diri Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:05:51 yang menakjubkan 1:05:53 engkau? Artinya Aisyah terkagum-kagum 1:05:56 melihat akhlaknya Rasulullah. Apa jawab 1:06:00 Aisyah? Kullu amruhu kana 1:06:04 ajaba. Semua tingkah laku cara-cara 1:06:07 Rasulullah itu sesuatu yang menakjubkan. 1:06:11 Coba 1:06:12 bayangkan orang yang pernah meludah 1:06:14 kepada Rasulullah ketika dia sakit, 1:06:16 Rasulullah datang ziarah 1:06:20 kepadanya. Jadi akhlak Rasulullah itu 1:06:22 luar biasa. Sehingga Allah Taala 1:06:24 menyatakan dalam 1:06:29 Al-Qur'an, innakaa khulqin adim. Engkau 1:06:33 ini adalah ciptaan Allah ya atau yang 1:06:38 mempunyai akhlak yang paling indah. 1:06:41 mempunyai akhlak yang luar biasa, akhlak 1:06:44 yang sangat terpuji. Kita tidak akan 1:06:47 mungkin bisa menandingi akhlak Rasul 1:06:49 sallallahu alaihi wasallam, tapi 1:06:51 setidak-tidaknya kita bisa pelajari 1:06:53 mengikuti akhlak-akhlak Rasul sallallahu 1:06:55 alaihi wasallam. Dalam Al-Qur'an itu 1:06:59 dikatakan kan oleh Allah Taala, laqad 1:07:01 kan lakum fi rasulillahi uswatun 1:07:04 hasanah. 1:07:06 Sesungguhnya bagi kalian terhadap diri 1:07:08 Rasulullah menjadi contoh yang sangat 1:07:11 baik, yang luar biasa, sangat 1:07:15 baik. Justru itu para sahabat-sahabat 1:07:17 Rasulullah yang hidup bersama Rasulullah 1:07:19 di zamannya, mereka itu subhanallah 1:07:22 mempunyai akhlak-akhlak yang terpuji 1:07:24 karena mereka melihat daripada Rasul 1:07:26 sallallahu alaihi wasallam. Jadi kalau 1:07:28 antum bertanya tentang akhlak Rasulullah 1:07:30 sallallahu alaihi 1:07:32 wasallam, akhlak yang tidak ada 1:07:34 tandingan dalam kehidupan dunia sejak di 1:07:37 zaman Rasulullah sampai 1:07:39 sekarang. Justru itu kita bisa ikuti 1:07:44 pelajari bagaimana kelembutan hati 1:07:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:07:49 Bagaimana caranya dia menghadapi musibah 1:07:51 di 1:07:52 hadapan kalau ada yang salah kepada 1:07:54 Allah Subhanahu wa taala saya 1:07:55 mengharapkan magfirahnya. 1:07:57 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:08:00 ilahaillallah wa anna muhammadar 1:08:05 rasulullahfubuaialamualaikum 1:08:06 warahmatullah wabarakatuh. 1:08:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:09 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Z Mahmid 1:08:13 atas tausiahnya. Semoga apa yang telah 1:08:16 disampaikan oleh guru kita bermanfaat 1:08:19 bagi kehidupan kita. Terima kasih untuk 1:08:22 Ibu Ani dan juga Ibu Retno yang telah 1:08:25 menyimak serta Anda ikhwan dan akhwat 1:08:27 yang tadi sudah bergabung dan memberikan 1:08:29 pertanyaan baik dari Jakarta maupun dari 1:08:33 Sukabumi, Jawa Barat. Akhirul kalam kami 1:08:36 yang bertugas mohon undur diri. Terima 1:08:39 kasih atas segala perhatian dari Anda. 1:08:42 Terima kasih untuk segala perhatiannya. 1:08:45 kami yang bertugas ada Neza dan juga 1:08:48 Yusuf Subangkit serta adik-adik PKL dari 1:08:51 Taruna Bakti undur diri. Billahi taufik 1:08:54 wal hidayah. Wasalamualaikum 1:08:56 warahmatullahi wabarakatuh.