Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ahlan wa sahlan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahuma sholli ala
- Sayyidina Muhammad wa ala alihi
- Sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Kamis
- tanggal 3 Juli 2018 atau tanggal 20
- Zulqaidah 1439 Hijriah. Ya seperti biasa
- bersilaturahim
- dan juga Rasel TV melalui YouTube
- kembali menghadirkan acara Ahlan wa
- Sahlan.
- Kami menghadirkan sesuatu yang penting
- terutama untuk Anda yang punya anak atau
- punya tetangga berkebutuhan khusus
- anaknya. Silakan dengar acara ini.
- Acara ini sangat informatif dan sangat
- memberi harapan. Oke. Silakan untuk Anda
- yang barangkali punya putra atau putri
- yang berkebutuhan khusus, dengarkan
- acara ini.
- Sudah kami hadirkan di sini Bapak Munif
- Khatib. Beliau adalah
- apa ya? Praktisi pendidikan. Kemudian
- ada Ibu Ima.
- Beliau ini kepala inklusi dari School
- School of Human. Kemudian ada Ibu Rian.
- Ibu Rian apa?
- Terapis wicara.
- Ahli terapi. Ternyata di Indonesia tuh
- ada akademi terapi wicara.
- Baru tahu saya. Assalamualaikum Pak
- Munif.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- dan Ibu Rian. Alhamdulillah kita bisa
- berkumpul di sini
- memberikan informasi-informasi yang
- bermanfaat kepada pendengar Rasel.
- Oke.
- Kita mulai dari mana ya? Dari
- bahwa
- School of mau menerima orang-orang yang
- kebutuhan khusus. Bagaimana perlakuan
- guru-guru di sana? Apakah sama dengan
- yang reguler yang umum?
- Iya. Makasih Mas Krisna.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Eee jadi
- School of Human, SUH atau So itu memang
- ketika kita dirikan
- memang kita punya maksud di awalnya
- adalah ini sekolah inklusi Mas Krisna.
- Nah,
- sekolah yang menerima siapapun.
- He eh.
- Syaratnya cuman?
- Cuman ada tesnya.
- Ada tesnya.
- Tes denyut nadi.
- Kalau denyut nadinya jalan
- Kalau denyut nadinya ah, berarti manusia
- dia. Terima gitu.
- Nah, karena itu
- He eh.
- eee, seperti konsep sekolahnya manusia
- yang sudah saya tulis di buku-buku
- maka sebenarnya konsep sekolah manusia
- itu adalah sekolah inklusi gitu loh.
- Sekolah yang menerima siswa eee, dalam
- berbagai kondisi. Nah,
- kalau di sini namanya adalah sekolah
- inklusi dan itu oleh
- Kementerian Pendidikan, oleh Dinas
- Pendidikan itu sudah diberikan ruangan.
- He eh.
- Eee, bahkan eee, izinnya apa itu sudah
- di disediakan Mas Krisna
- Gitu.
- Kita ini School of Human sebagai sekolah
- inklusi gitu.
- Nah,
- lalu
- eee, dalam penerimaan siswa barunya
- seperti yang tadi Mas Krisna katakan
- eee,
- kita menerima anak dalam berbagai
- kondisi pasti kita bedakan dua Mas
- Krisna.
- Kita pakai bahasa reguler.
- Anak-anak yang reguler dan anak-anak
- yang spesial gitu.
- Jadi kita menghindari kata-kata normal
- dan tidak normal gitu.
- Jadi reguler dengan?
- Spesial gitu. Kita menghindari kata itu.
- Gitu.
- Enggak enak, agak enggak enak didengar.
- Anakmu enggak normal ya itu sudah
- Iya, berpengaruh juga terhadap anaknya.
- Iya, apalagi yang anakmu normal misalkan
- berarti tidak reguler gitu dan
- eee, anak yang spesial gitu. Kita pakai
- bahasa itu.
- Nah, ketika kita sepakat ada dua
- pembedaan siswa ini, maka
- School of Human SUH itu masih punya
- keterbatasan. Apa? Yang pertama,
- ternyata
- enggak semua anak yang spesial bisa kita
- terima.
- Kita kena batasan quantity.
- Jumlah, Mas Krisna.
- Jadi, satu kelas itu dua sampai tiga ya,
- Bu Iman.
- Bahkan sampai empat bisa. Itu yang
- pertama.
- Dan batasan yang kedua adalah
- kadang-kadang quality.
- Kualitas dari anak yang punya hambatan
- ini, hambatannya itu.
- Nah, alhamdulillah kita masih belum
- pernah menemui seperti itu. Tapi, di
- tempat lain, Mas Krisna, ada anak yang
- punya hambatan harus pakai masker.
- Karena ludahnya saja itu nular.
- Bayangkan.
- Nah, itu macam-macam ini. Karena itu itu
- Seperti itu ada di
- Ada. Enggak, enggak ada. Masih belum.
- Kita masih belum gitu.
- Nah, karena itu
- eh hambatannya pada sekolah inklusi ini
- dua.
- Saya mungkin lebih enak ngomong
- tantangan ya, daripada hambatan ya.
- Yaitu tentang quantity
- dan tentang quality. Nah, yang jadi
- masalah quantity ini, Mas Krisna.
- Mungkin Mas Krisna kaget kalau saya
- beritahu. School of Human ini
- pendaftaran untuk anak spesial itu sudah
- inden tahun 2020. Bayangkan.
- Waiting list.
- 2020? 2000 berapa?
- 20. Sekarang 2018 ya.
- Berarti kalau ada yang tiba-tiba baru
- dengar informasi ke sana sudah enggak
- bisa ya?
- Sudah tutup.
- Lalu?
- Apa ini masalahnya? Masalahnya adalah
- satu, jumlah mereka, anak-anak yang
- lahir dalam kondisi spesial itu makin
- hari, makin tahun tambah banyak.
- Dan masalah yang kedua tidak diimbangi
- oleh sekolah-sekolah yang lain, gitu.
- Ya Allah.
- Saya memprediksi, ini prediksi, kalau
- semua sekolah itu sekolah inklusi kayak
- di Finlandia, di Jepang, maka anak-anak
- ini terselamatkan.
- Tapi gara-gara
- hanya segelintir saja sekolah-sekolah
- yang berani memproklama memproklamasikan
- kalau dia sekolah inklusi, itu masih
- sedikit.
- Mohon maaf Mas Krisna, kadang-kadang
- sekolah kita masih iya.
- Belum kepada jalan keluar nih.
- Iya, sekolah kita ini kayak masih
- dianggap kayak pabrik, kayak perusahaan,
- menerima anak yang pintar-pintar dengan
- macam-macam tes gitu.
- Sekolah bukan itu, sekolah itu untuk
- manusia, untuk wadah pembelajaran.
- Jadi larinya ke mana orang yang enggak
- diterima itu, yang
- punya kebutuhan khusus?
- Ya, itu yang jadi problem ya, masalah Bu
- Ima ya.
- Ini PR untuk pemerintah ya, siapa ini?
- Iya.
- Padahal di aturan Permendikbud itu ada.
- Satu kecamatan minimal satu sekolah
- inklusi untuk negeri.
- Mulai dari TK-nya, SD-nya, SMP-nya ada.
- Nah, cuman ini juga enggak efektif,
- gitu.
- Mmm.
- Nah, itu kondisi yang
- kami alami Mas Krisna.
- Bu Ima, Bu Rian, kalau sudah di School
- of Human terus datang anak spesial untuk
- untuk ingin sekolah,
- kita enggak tega. Iya, gitu.
- Gitu.
- Oke, Bu Ima, gimana perlakuan dalam hal
- pendidikan kepada anak-anak yang
- berkebutuhan khusus? Panggilannya apa
- kalau di sana Ibu Ima?
- Kalau di School of Human saya dipanggil
- Mami Ima.
- Mami Ima.
- Panggilannya enggak Ibu Bapak Guru,
- enggak?
- Saya Babak.
- Babak.
- Iya.
- Babak, Ibu ada Empok, ada Mas, ada Tante
- ya?
- Pakde, Pakli.
- Jadi kalau kalian Mama ya?
- Saya Mami Ima.
- Oh, Mami Mami Ima, gimana Mami Ima?
- Ya, seperti yang tadi Pak Munif
- sampaikan, eh siswa berkebutuhan khusus
- ini sekarang jumlahnya bertambah ya, Pak
- ya.
- Iya, berapa saja itu?
- Eee, kalau berdasarkan penelitian di
- tahun 2017 terakhir perbandingannya
- sudah 1 banding 150 ya, Pak ya.
- Banding 1 150 siswa berkebutuhan
- khususnya. Jadi, di School of Human
- alhamdulillah kita bisa memfasilitasi
- sebagian kecil mungkin ya, Pak ya.
- Karena memang keterbatasan kuantitas
- tadi.
- Eee, di satu kelas rata-rata itu ada
- sekitar 2 sampai 5 bahkan, Pak, ada di
- kelas 11 sekarang siswa berkebutuhan
- khusus. Mereka daftar
- dengan 2 tahun sebelumnya sudah
- mendaftar. Yang tadi Pak Munif bilang
- 2020 kita sudah waiting list karena
- memang sekolah dengan eee, kondisi
- seperti kami belum banyak. Apalagi
- alhamdulillahnya di School of Human ini
- sekarang sudah di-support dengan tim
- terapis, begitu, Pak.
- Mungkin kalau di sekitar Cibubur banyak
- in- eee, sekolah inklusi hanya yang
- memang support dengan teman-teman
- terapis eee, baru di School of Human.
- Kenapa kami memberanikan diri eee, ada
- teman-teman terapis karena kami ingin
- sesegera mungkin meminimalisir hambatan
- anak-anak tersebut sehingga
- potensi-potensi dari setiap anak ini
- bisa muncul.
- Karena diyakini bahwasanya Allah selalu
- memberikan kelebihan kepada setiap anak.
- Tidak hanya anak reguler, anak spesial
- pun pasti punya potensi yang bisa
- dikembangkan. Dengan adanya kegiatan
- inklusi plus terapis di eee, sekolah,
- insya Allah bakat anak-anak itu bisa
- segera kita munculkan.
- Anak-anak berkebutuhan khusus kasusnya
- apa saja? Autis, apa? ADHD atau apa?
- Di tempat kami cukup variatif di School
- of Human cukup variatif mulai dari
- autism, down syndrome, cerebral palsy,
- gangguan emosi
- itu seperti apa?
- Eee, cerebral palsy itu ada hambatan di
- mana sebagian fungsi eee, saraf atau
- ototnya tidak berfungsi. Ada yang lumpuh
- di sebelah kanan saja, lumpuh sebelah
- kiri saja, atas saja atau bawah saja.
- Itu diterima.
- Denyut nadi ada
- Kalau ADHD?
- ADHD kita juga ada.
- ADHD itu seperti apa?
- Attention Deficit Hyperactive Disorder.
- Anaknya hiperaktif
- sehingga tidak bisa duduk diam, tidak
- bisa fokus, konsentrasinya pendek
- sehingga sulit untuk dia bisa menangkap
- pelajaran.
- dia enggak bisa diam duduk-duduk di
- kelas apa keliling-keliling di kelas
- atau bagaimana?
- Bagaimana caranya itu Pak Krisna? Jadi
- kalau di Sekolah Human
- alhamdulillah kita punya tim yang memang
- khusus menangani anak-anak spesial
- tersebut. Di samping ada terapis, kami
- juga punya tim buddy. Buddy itu guru
- pendamping atau mungkin di sekolah di
- sekolah lain dikenal dengan shadow
- teacher.
- Shadow teacher ya.
- Ya, jadi setiap anak ini punya guru
- pendampingnya atau buddy kalau di
- Sekolah Human sehingga mereka
- bertanggung jawab terhadap anak-anaknya
- tersebut. Mulai dari aktivitas belajar
- di kelas sampai dengan reduksi silabus.
- Kalau ADD?
- Sama Pak. Semua anak-anak spesial di
- kami mendapatkan penanganan dari buddy
- dan terapis. Karena sebelum mereka masuk
- kita assessment terlebih dahulu.
- Jadi orang yang enggak bisa diam di
- tempat duduk itu juga bagaimana cara
- nanganin? Apa dibiarkan dia berkeliling
- kelas atau bagaimana supaya
- Supaya terakomodir ide-idenya.
- Jadi
- seperti yang Pak Munif bilang karena
- syaratnya hanya denyut nadi dengan
- kondisi yang tidak bisa diam tersebut
- dengan terapi salah satunya mengurangi
- keaktifannya.
- Di dalam kelas pun karena ada buddy-nya
- sehingga dia bisa lebih patuh
- kepada aktivitas kelas. Tapi contoh yang
- paling sederhana misalnya untuk
- anak-anak yang aktifnya sangat pagi-pagi
- nih Pak biasanya kita minta mereka untuk
- lari keliling lapangan. Bisa dua tiga
- kali keliling lapangan atau main basket
- dulu sehingga energinya
- mulai terkuras
- iya sehingga setelah itu mereka bisa
- lebih fokus di kelas. Plus dengan
- kegiatan terapi nantinya.
- Seperti itu, Pak.
- Oke, di sini juga
- ini ada Ibu Rian, beliau lulusan dari
- Akademi Terapi Wicara.
- Iya, betul.
- Terapi Akademi Terapi Wicara
- di Indonesia ada berapa?
- Di Indonesia ini baru tiga, ya. Di
- Jakarta, di Solo, dan di
- Di Bandung.
- Iya.
- Jadi, Ibu apa yang Ibu lakukan kepada
- anak-anak itu?
- Oke,
- kami terapis wicara
- khususnya menangani untuk anak-anak yang
- anak-anak dan dewasa atau individu yang
- mengalami gangguan komunikasi. Ya,
- secara verbal. Verbal itu maksudnya
- ngomong langsung gitu, ya.
- Seperti itu. Jadi, gangguannya
- Apa gagap? Atau ngomongnya pelan-pelan?
- Tantangannya bermacam-macam. Kalau
- dibilang gagap tadi tantangan
- hambatannya, ya. Tantangan kami
- bermacam-macam, ada dari
- kesulitan berbahasa,
- dari bicaranya atau artikulasinya kurang
- jelas, dari suaranya, dan dari irama
- kelancaran. Irama kelancaran itu
- termasuknya dalam gagap atau
- Irama kelancaran, irama kelancaran dalam
- berbicara.
- Banyak istilah-istilah baru yang saya
- baru dengar.
- Ada beberapa faktor yang mendukung untuk
- wicara itu sendiri.
- Kalau latah itu apakah cuma ada di
- Indonesia atau di mana? Orang bule ada
- saya pernah dengar orang bule latah.
- Di Indonesia latah cuma latah, tapi
- kalau di luar namanya klatering.
- Itu bisa disembuhkan?
- Karena bukan penyakit,
- jadi kami meminimalisir
- gejala-gejala yang memperparah latah
- tersebut. Paling tidak mengurangi hingga
- mendekati normal.
- Seperti itu.
- Itu ada pelajaran sendiri atau bagian
- dari itu?
- Ada, kami ada mempelajari
- sendiri untuk menangani itu, ya?
- Dua,
- berapa SKS, ya?
- Dua SKS, ya, sudah lama.
- Itu bagaimana cara menterapinya? A, B,
- gitu, kan?
- Oh, enggak.
- bicara biasa hanya saja memang ritme
- bicaranya kita kita atur ada kontrolnya.
- Contohnya
- biasanya anak yang
- bicaranya terlalu cepat kontrol nafasnya
- pun ber
- kita atur ya,
- jadi
- latihan pernafasan dulu inhale exhale
- seperti itu, terus bicara perlahan
- bagaimana dari misalnya membaca cerita
- membaca cerita perkata kita atur supaya
- ritmenya lebih perlahan gitu ya lebih
- slow gitu.
- Terus hasilnya gimana? Ada perubahan
- enggak?
- Pastinya ada gitu ya, paling tidak si
- anak tidak terlalu cepat untuk berbicara
- nya seperti itu ataupun ketika anak
- belum bisa mengontrolnya kita sering
- mengingatkan atau mengoreksi jika ada
- kesalahan.
- Seperti itu.
- Kalau di SLP kami belum menemukan ya
- dengan latah latah belum.
- Kalau gagap ada sedikit
- tapi memang masih bisa dikoreksi dengan
- diingatkan
- eh bicaranya perlahan saja.
- Ada orang bicara selalu menundukkan
- kepala enggak pernah menatap lawan
- bicaranya.
- Betul.
- Enggak jelas, pelan dan nunduk kepala
- itu kenapa itu?
- Salah satunya dia
- mengalami gangguan ini ya apa
- tantangannya pemusatan perhatian kepada
- lawan bicara kontak matanya ya, jadi
- salah satunya itu pemusatan perhatian
- kepada lawan bicara atau memang
- mudah terdistraksi oleh lingkungan
- secara visual jadi
- banyak hal-hal yang membuat perhatian si
- anak tersebut menjadi teralihkan selain
- kepada lawan bicaranya.
- Nah mendengar
- kasus-kasus orang yang berkebutuhan
- khusus, kita jadi berpikir bagaimana
- nanti masa depan mereka itu.
- Kira-kira ada tawaran enggak dari So?
- Bagaimana untuk masa depan kita
- apa ajaran apa yang bisa diberikan
- kepada mereka, Pak Munif?
- Ya.
- Mereka juga kan pengin punya masa depan.
- Pasti, ya, pasti.
- Nah, jadi sebenarnya
- eee kita ini rencana mengadakan seminar
- pendidikan tentang yang ditanyakan Mas
- Krisna ini.
- Insyaallah acaranya itu tanggal 18
- Agustus nanti.
- Itu hari apa ya, tanggal?
- Hari Sabtu.
- Hari Sabtu.
- Ah, langsung diramaikan oleh pembukaan
- ASEAN.
- ASEAN jadi acara ini diramaikan sama
- pembukaan ASEAN.
- Luar biasa.
- Jadi eee
- kita kepingin yang hadir ini adalah
- terutama orang tua yang mempunyai eee
- anak berkebutuhan khusus dapat amanah
- ini dari Allah Ta'ala anak yang eee
- spesial atau guru-guru
- terapis juga, guru-guru tadi tadi shadow
- dan lain-lain. Nah, kita mau berbagi
- pengalaman. Bahkan yang hadir nanti ada
- orang tua juga.
- Iya. Orang tua dari anak yang
- berkebutuhan khusus ya.
- Iya.
- Problem
- masa depan anak ini bagaimana.
- Sebenarnya
- ini bukan problem hambatan, Mas Krisna.
- He em.
- Kan tadi anak berkebutuhan khusus
- macam-macam hambatannya.
- Tapi
- kalau hambatan ini mampu direduksi
- kan bukan penyakit tadi Mbak Rian
- bilang. Memang betul
- anak berkebutuhan khusus bukan penyakit.
- Kalau penyakit biasanya ada obatnya.
- Sembuh, tapi kalau ini mereduksi
- He em.
- memperkecil hambatan-hambatan ini.
- He em.
- Wallahualam.
- Ilmu pengetahuan masih belum
- He em.
- memastikan ini bisa sembuh atau tidak
- gitu.
- Tapi ada masalah besar, Mas Krisna.
- Ketika hambatan anak-anak ini sudah
- direduksi, masalahnya apa? Komunikasi.
- Ehm.
- Sama orang tuanya, sama lingkungannya
- yang reguler.
- Ehm, ehm.
- Nah, seminar pendidikan itu mau berbagi
- tentang itu, Mas Krisna. Nah, kalau
- komunikasi ini keren, insyaallah anak
- ini bisa menunjukkan produktivitasnya,
- bakatnya muncul, kemampuannya muncul,
- sehingga
- kayak anak reguler, begitu. Bahkan
- kita sudah berpikir, karena itu dari
- acara ini sangat besar sama orang
- tuanya, sama keluarganya. Lah, kalau
- sudah dipanggil sama Allah Ta'ala,
- pertanyaannya Mas Krisna tadi.
- Ehm.
- Kami selalu memikirkan gimana anak-anak
- spesial ini bisa eksis, bahkan yang tadi
- Bapak bilang ke depannya mereka mau
- seperti apa, karena mereka tidak
- selamanya bisa bergantung kepada orang
- tua, khususnya. Kami memikirkan
- kalau nanti mereka sudah lulus sekolah,
- mereka mau jadi apa sih? Mereka mau
- ngapain sih?
- Jadi, kami sudah berusaha memikirkan
- sampai sejauh itu. Jadi, pada saat
- anak-anak kita sudah punya potensi, bisa
- berproduktif,
- sehingga dia bisa mem membawa dirinya
- menjadi lebih bermanfaat, baik untuk
- dirinya sendiri, bahkan lingkungan.
- Kemudian yang kami pikirkan berikutnya
- adalah gimana nih kalau sudah lulus
- sekolah? Orang tua dan kami berpikir,
- kan sudah kelar, tapi mereka enggak bisa
- kuliah, mereka enggak bisa kerja.
- Sehingga kami memikirkan
- akan membuka satu lembaga baru kali ya,
- Mbak ya. Kita sebut kelas vokasional
- nantinya.
- Pada saat mereka lulus dari SMA, kita
- bisa memberikan pendidikan lanjutan
- untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
- Sehingga pada saat nanti mereka lulus
- lulus dari
- pendidikan lanjutan itu, mereka bisa
- bekerja. Paling tidak
- bisa bekerja di tempat kami. Kemarin
- saya sudah minta izin sama Pak Munif,
- boleh enggak sih Mbak nanti anak-anak
- kita kerja sebagai karyawan di School of
- Human.
- Jadi alhamdulillah Pak Munif juga sudah
- mendukung program ini. Jadi nanti
- anak-anak yang lulus dari pendidikan
- lanjutan tersebut bisa berkarya di
- School of Human atau paling tidak mereka
- juga punya potensi atau satu karya yang
- nantinya mereka bisa berdiri sendiri dan
- menghasilkan.
- Kurang lebih sih seperti itu Pak Krisna.
- Oke, subhanallah. Oke, untuk Anda
- yang punya putra atau putri berkebutuhan
- khusus atau guru-guru atau siapapun yang
- ingin mengetahui lebih lanjut tentang
- bagaimana kita meng-handle ini
- silakan Anda bisa hadir di acara Remaja
- dan Karir Sesi 1
- ee apa nih? Komunikasi efektif pada
- remaja berkebutuhan khusus temanya.
- Komunikasi efektif pada remaja
- berkebutuhan khusus akan diadakan pada
- tanggal 18 Agustus
- itu hari Sabtu mulai pukul 09.00 hingga
- pukul 15.00.
- Ee itu sesi 1 yang nanti sesi 2 nya
- nanti hari Sabtu tanggal 20 Ju eh 20 apa
- ini
- Oktober. 20 Oktober. Kita yang hari
- Sabtu dulu yang tanggal 18 ya. Hari
- Sabtu tanggal 18 Agustus pukul 09.00
- sampai pukul 15.00 tempatnya di Jalan
- Mendut nomor 126
- di sekolah School of Human.
- Silakan untuk Anda yang berminat
- mendaftarkan diri, silakan
- kami bacakan nomornya silakan Anda
- siapkan pulpen sama kertas
- saya akan bacakan pelan-pelan ya.
- Bisa ke Furqon, Mas Furqon nomornya 0822
- 18
- 94
- 09
- 28
- 0822
- 1 18
- 94 0928
- atau ke Zain di 0838
- 190
- 7008
- 0838 1980
- 7008
- Seminar remaja dan karir sesi 1
- komunikasi efektif pada remaja
- berkebutuhan khusus akan di diadakan
- hari Sabtu tanggal 18 Agustus tempatnya
- di Jalan Mendut nomor 126 Kranggan
- Bekasi
- di sekolah School of Human. Kami akan
- kembali setelah yang berikut ini.
- Ahlan wa sahlan.