Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Rbi zidni
- ilman allahumfani bimaamtani warzuqni
- ilman yangfauni. Masjid dipancarkan dari
- jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis, Subur, Bekasi. Inilah radio
- silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Ikhwan dan akhwat, seperti
- biasa di Rabu sore tausiah sore akan
- diisi oleh guru kita yaitu Ustaz Abul
- Hidayat Seroji. Kali ini edisi 26 Safar
- 1439 Hijriah atau bertepatan dengan
- tanggal 15 November 2017. Dan
- alhamdulillah Ustaz Abul Hidayat sudah
- berada di tengah-tengah kita. Kita sapa
- saja pemirsa. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana kabar di sore
- hari ini, Ustaz? Baik, alhamdulillah.
- Baik, alhamdulillah. Ustaz ee kali ini
- masih akan melanjutkan tema yang
- kemarin, Ustaz ya. Iya. Tentang
- keyakinan muslim terhadap agamanya. Baik
- ikhwan dan akhwat. Ustaz Abul Hidayat
- Saraji akan masih menyampaikan
- tausiahnya yang ee berlanjut dengan yang
- kemarin, yaitu kali ini. Yang kedua,
- meyakini Islam adalah agama yang benar.
- Diambil dari buku karangan beliau
- sendiri yaitu Indahnya Hidup Berakidah.
- Tafadal, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Bismillahi
- alhamdulillah alladzi anzala ala abdihil
- kitaba walam
- yajalahuwaja qoyim liyuniro
- baadidunu waubasyirol
- mukminin alladina yamalun shihati lahum
- ajron
- hasanah makina fihi
- abada ashadu alla ilahaillallahu wahdahu
- la syarikalah
- Wa asadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim ala
- nabina Muhammadin wa ala
- alihi wasohbihi wa jundihi waman
- tabiahum bisanin ila yaumil
- qiamah. Masyaallahu kan wama lam yasya
- lam yakun. La haula wala quwwata illa
- billah. Amma ba'du.
- F ayyuhal ikhwah rahimakumullah. Para
- ikhwan pendengar setia radio
- silaturahim dan para pemirsa TV Rasil
- yang
- berbahagia. Alhamdulillah sore hari ini
- dengan izin Allah dengan kasih sayangnya
- kita masih diberi kesempatan untuk bisa
- berjumpa kembali walaupun hanya melewati
- udara dan pendengar.
- Segala puji mari kita panjatkan kepada
- Allah karena Allah yang memberikan
- anugerah, yang memberikan kesempatan,
- yang memberikan segalanya kepada kita.
- Mudah-mudahan sore hari ini sore yang
- sejuk kita diberikan pula kesejukan
- hati,
- kecerahan iman kita, dan mudah-mudahan
- pertemuan ini juga pertemuan yang
- diberkati oleh Allah subhanahu wa taala.
- Teriring doa untuk antum semuanya.
- yang sedang ada di rumah, yang di
- perjalanan atau di mana saja berada
- semoga
- senantiasa dalam naungan dan kasih
- sayang Allah Subhanahu wa taala. Amin ya
- rabbal
- alamin. Iktikadul Muslim nahwal Islam.
- Judul
- dari
- buku Indahnya Hidupat Akidah.
- Keyakinan seorang muslim terhadap
- agamanya pada bab yang
- keempat. Kemarin pada pekan yang lalu
- saya menyampaikan tentang alwahyul
- ilahi. Bahwa Islam adalah wahyu
- ilahi. Jadi tidak ada kaitan dengan
- ideologi pemikiran
- siapapun. Jadi yang disebut Islam adalah
- yang diturunkan oleh Allah. Jadi bukan
- berangkat dari ideologi pemikiran
- manusia.
- bukan bukan juga hasil
- dari ee kesepakatan manusia banyak bukan
- dari hasil seminar apalagi
- kongres dan secara aklamasi menetapkan
- sesuatu kemudian jadi agama gak ada
- kaitannya. Jadi Islam memang yang
- diturunkan langsung dari Allah pencipta
- alam semesta ini. Jadi murni bebas dari
- ideologi, filsafat dan pemikiran
- manusia.
- Oleh karenanya kita bisa membedakan mana
- yang itu sebuah ideologi yang kemudian
- diberikan label Islam, mana yang itu
- merupakan agama
- Islam. Jadi, Al-Qur'an itulah yang
- menjadi tolok ukur kebenaran Islam
- karena memang itulah Islam. Jadi, kalau
- Islam parameternya tentu Al-Qur'an.
- Kemudian Al-Qur'an dijelaskan oleh
- baginda Nabi yang secara khusus
- diutus oleh Allah Subhanahu wa taala
- seperti yang difirmankan dalam surat
- Aljumah.
- baasa fil ummiy rasulam minhum yatlu
- alaihim ayatihi
- wauzakkihim wauallimuhumul kitaba wal
- hikmah wain kanu min qoblu la fiali
- mubin. Dialah Allah yang telah
- mengutus terhadap umat yang tidak bisa
- membaca. Yaitu yang diutus adalah
- baginda Nabi Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Untuk
- apa? Yajlu al untuk membacakan ayat.
- Walladzi ba fil umiyina rasulam minhum
- yatlu alaihim ayatihi. Jadi diutusnya
- Rasul kepada mereka umat yang umi untuk
- membacakan ayat-ayat
- Allah. Jadi Nabi membacakan ayat itu,
- menyampaikan kepada umatnya
- wuzakkihim dan mensucikan. Karena
- ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan oleh
- Allah dari pencipta alam semesta dengan
- ajaran-ajarannya, perintah dan larangan
- semuanya adalah untuk mensucikan jiwa
- manusia.
- kitaba wal hikmah. Dan diutusnya Nabi
- untuk mengajarkan kitab itu dengan
- hikmah, dengan sunah beliau. Jadi,
- beliau yang paling berhak untuk
- memberikan keterangan dan tafsir
- daripada ayat per
- ayat dan bagaimana petunjuk beliau
- memberikan arahan praktik dari Al-Qur'an
- itu sendiri.
- Padahal wain kanu minqoblu lafi dolali
- mubin. Keadaan manusia pada saat itu
- sebelum datangnya Nabi, umat terutama
- kaum musyrikin di Makkah betul-betul
- dalam keadaan jahiliah dan tidak tahu
- menapa. Oleh
- karenanya datangnya Islam adalah sebuah
- anugerah yang paling berharga di antara
- nikmat-nikmat lainnya.
- Kita sebagai manusia luar biasa
- sebenarnya sudah dimuliakan oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala. Yang mestinya harus kita
- bersyukur. Oleh karenanya banyak sekali
- perintah agar
- ingat-ingat. Di hari Jumat kita
- diperintahkan untuk segera pergi ke
- Jumat ketika seruan itu datang. Untuk
- apa? Untuk banyak ingat kepada
- Allah. Demikian juga perintah-perintah
- lain. Ingat ingat ingat. Makud dimaksud
- di sini adalah ingat kepada Allah
- Subhanahu wa taala terhadap nikmat yang
- luar
- biasa. Kalau mau kita hitung atau
- perinci, kita
- coba merenungi, mentafakuri betapa
- nikmat Allah luar biasa yang diberikan
- pada kita. Pertama kita sudah diciptakan
- sebagai manusia. Ini aja sudah anugerah
- yang luar biasa. Padahal bisa saja kita
- diciptakan jadi makhluk lain seperti
- binatang. Tapi Allah memilih kita.
- diciptakan sebagai manusia, makhluk
- pilihan, makhluk yang
- dimuliakan. Seperti yang disebut dalam
- surat Al-Isra ayat ayat 70, Allah
- berfirman,
- azubillahiminasyaitanirrajim. Walaqad
- karamna bani Adam wahamalnahum fil barri
- wal bahr warazakqnahum minat thyibat dan
- seterusnya. Itu
- ayat kita dimuliakan oleh Allah.
- diciptakan sebagai manusia makhluk
- seindah-indah ciptaan. Laqad khalaqnal
- insana fian
- takwim. Dengan fisik anatomi yang luar
- biasa. Panca indra letak panca indra
- mata, telinga, hidung. Kemudian bentuk
- tubuhnya berjalan tegak di atas dua
- kaki. Kemudian diberikan pendengaran,
- penglihatan, kecerdasan otak. Itu kan
- luar biasa nikmat anugerah yang tiada
- tara. Kemudian diberikan
- rezeki dari rezeki yang
- pilihan yang ada di permukaan bumi ini,
- yang ada di dalam laut yang bisa terbang
- dan sebagainya semua diperuntukkan untuk
- manusia.
- dimudahkan perjalanan di di darat maupun
- di laut bahkan di
- udara. Tidak memiliki kaki sekuat kaki
- kuda, tetapi dengan kecerdasannya mampu
- menciptakan alat transportasi yang bisa
- melebihi kecepatan
- kuda. Jarak jauh menjadi
- dekat. Tidak diberikan sirip, tapi bisa
- mengarungi samudra lepas. Bahkan tidak
- diberikan sayap, tapi bisa terbang
- mengelilingi dunia.
- Itu kan masyaallah anugerah yang luar
- biasa. Belum melakukan apa-apa Allah
- sudah memuliakan
- manusia. Padahal kita diciptakan dari
- barang yang hina. Coba dari apa kita
- diciptakan? Dari barang yang hina. Bukan
- dari emas
- permata. Ya, masyaallah luar biasa.
- Apalagi nikmat mana lagi yang tidak kau
- syukuri. Nikmat mana lagi
- yang menjadi justru tidak kita syukuri.
- Sudah mestinya kewajiban kita mensyukuri
- dengan nikmat yang luar
- biasa. Kemudian diberikan hati
- nurani. Dengan hati nurani inilah kalau
- kita mau mendengar suara hati nurani
- kita, insyaallah gak ada manusia jahat.
- Sejenak kita dengar, kita laras, kita
- perhatikan suara hati kita, ketika kita
- akan
- melangkah, pasti kita tidak akan jadi
- melakukan sesuatu yang buruk. Jalannya
- mesti
- lurus. Tapi sekali lagi, kecerdasan dan
- hati nurani kadang-kadang terkalahkan
- oleh gejola nafsu syahwat.
- Sehingga banyak orang yang cerdas,
- pintar tapi keblinger. Banyak orang yang
- punya hati tapi kehilangan nurani.
- Sehingga orang kadang-kadang menyumpai
- orang yang kelakuannya amit-amit. Dia
- bilang, "Dasar orang gak punya hati."
- Jadi, betul karena tidak mendengar suara
- hati. Yang dia dengar hanya tuntutan
- nafsu biologi semata-mata yang membara,
- yang
- bergejola. Itulah sebabnya. Maka dengan
- kasih sayang Allah, Allah menurunkan
- agama. Wunazzilu minal Quran ma hua sifa
- warahmatul lil
- mukminin. Wala yazidudzolimina
- illa
- khosaro. Kami
- turunkan minal Quran dari
- Al-Qur'an yang menjadi obat dan rahmat
- bagi orang-orang beriman.
- Jadi yang bisa memberikan penawar
- jiwa, yang bisa meredam gejola nafsu itu
- hanya dengan yang konsep yang diturunkan
- dari Allah yang menciptakan. Jadi tahu
- persis bagaimana menjinakkan nafsu,
- mengendalikan nafsu. Itu resepnya hanya
- resep dari ilahi. Itu Al-Qur'an yang
- Allah turunkan sebagai obat dan penawar
- jiwa. Tetapi bagi orang yang percaya,
- yang beriman kepada Allah. Sedangkan
- bagi orang-orang kafir hanya menjadi
- sesuatu yang merugikan diri. Merugikan
- artinya dia sendiri menjadi orang yang
- tidak memperhatikan akhirnya menjadi
- orang yang rugi. Bahkan Al-Qur'an
- dianggap sesuatu yang menyakitkan
- hatinya. Akhirnya dia menjadi golongan
- orang-orang yang terlantar,
- tersesat, dan menuju kepada
- kebinasaan. Itulah agama yang Allah
- turunkan. Jadi Allah tahu persis gak
- pernah mempercayakan manusia hidup di
- dunia sebagai guidance-nya itu otaknya.
- Sekalipun secerdas apapun gak bisa
- mengalahkan
- nafsu juga. Tidak pernah mempercayakan
- sepenuhnya pada suara hati karena dia
- akan tergilas oleh kepentingan nafsu
- syahwat dengan godaan yang beraneka
- macam di dunia ini. Maka Allah dengan
- kasih sayang menurunkan Al-Qur'an.
- Al-Qur'an ini sebagai
- agama yang dengan Al-Qur'an itu
- menginformasikan berbagai peristiwa masa
- lalu. Dari
- mana menunjukkan bahwa Islam itu agama
- yang benar? Nah, di sini kita
- buktikan. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang tidak bisa membaca dan
- tidak bisa menulis.
- Beliau tidak pernah belajar kepada
- siapapun, tapi beliau bisa menceritakan
- kisah-kisah para nabi yang
- sesuai sama dengan yang diceritakan di
- dalam Taurat dan
- Injil tentang kisah Nabi Adam Alaih
- Salam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi
- Musa, Nabi Isa. Padahal beliau dari
- mana? Tidak bisa membaca, tidak bisa
- menulis. tidak pernah belajar, tidak
- pernah kuliah di mana-mana. Ini
- membuktikan bahwa yang diturunkan dari
- Allah Subhanahu wa taala Al-Qur'an itu
- benar. Jadi mengisahkan berbagai
- peristiwa masa lalu yang tidak pernah
- terjangkau oleh pena ahli sejarah
- manapun dengan jelas terang terperinci.
- Ini kebenaran bahwa Islam dinul haq,
- agama yang
- benar. Kemudian hari
- ini ya kehidupan di dunia ini Allah
- berikan rambu-rambu dengan Al-Qur'an.
- Diturunkan Al-Qur'an, diturunkan syariat
- sebagai jalan
- hidup dibentangkan
- berbagai peta
- kehidupan. Mana jalan-jalan kebaikan?
- Jalan kedamaian, jalan kemuliaan, jalan
- yang bisa
- menentramkan, jalan-jalan yang bisa
- menciptakan suasana nuansa kehidupan
- yang harmonis, sejahtera. Jelas sekali
- dalam Al-Qur'an.
- Dan jalan-jalan yang bisa menyesatkan,
- yang bisa membuat manusia celaka, bisa
- menjadikan dunia ini heboh. Oleh karena
- penyimpangan-penyimpangan yang dilalui,
- jalan-jalan penyimpangan yang dilalui
- oleh manusia yang tidak mengikuti
- petunjuk Al-Qur'an dan bagaimana
- akibatnya. Cerah, jelas, terang sekali.
- Itulah Al-Qur'an.
- Bahkan Al-Qur'an yang diturunkan sebagai
- agama Islam adalah ditunjukkan tentang
- rahasia kehidupan justru sesudah hari
- kematian. Perjalanan setiap anak manusia
- yang akan melewati peristiwa itu akan
- dilalui oleh setiap kita sebagai manusia
- justru sesudah hari kematian.
- Gak ada yang bisa menginformasikan apa
- yang akan dilalui nanti sudah hari
- kematian. Bahkan banyak orang-orang
- kafir yang kemudian menganggap bahwa
- kematian akhir segala-galanya selesai
- sudah. Tapi Allah yang menciptakan,
- Allah yang tahu menginformasikan kepada
- kita melewati turunnya Al-Qur'an yang
- dijelaskan oleh para nabi bahwa hidup
- sesudah hari kematian itu jelas sekali.
- Tiap manusia akan dibangkitkan sesuai
- dengan amalnya.
- Kemudian akan mengalami hisab,
- perhitungan amal dan akan diminta
- tanggung jawab. Ada peradilan yang
- seadil-adilnya baik terhadap hubungannya
- terhadap pelanggaran syariat atau yang
- berkaitan dengan hubungan kepada sesama
- manusia. Di hari kiamat itulah ada
- peradilan yang seadil-adilnya. Ada surga
- dan ada neraka. Itulah agama yang
- berikan petunjuk kepada kita.
- Jadi luar biasa sebagai anugerah dari
- Allah Subhanahu wa
- taala yang diberikan kepada kita nikmat
- yang terbesar dalam hidup ini. Kalau
- kita diberikan keimanan, keyakinan, kita
- bisa
- menerima Islam sebagai jalan hidup kita.
- Selain sejarah masa lalu yang terbukti
- kebenarannya, apa yang disampaikan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang
- dibacakan, yang diwahyukan yaitu
- Al-Qur'an ternyata menginformasikan
- kebenaran peristiwa masa lalu dan ini
- sesuai dengan apa yang diturunkan kepada
- Nabi Isa, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi
- Nuh. Perjalanan masa lalu dijelaskan
- dalam Al-Qur'an kisah-kisah para
- nabi dan syariat yang diturunkan,
- dibentangkan hari ini, semua syariatnya
- sesuai dengan fitrah manusia, dengan
- kebutuhan manusia baik secara fisik
- maupun secara
- rohani. Dan ini yang diteliti oleh para
- ahli yang dia ingin tahu sebenarnya apa
- sih yang dimaksud dengan salat misalnya
- ditelaah oleh mereka.
- Ternyata seluruh rangkaian agama syarat
- akan makna yang menjadi kebutuhan
- jasmani maupun rohani bagi manusia.
- Inilah yang kemudian menjadikan para
- saintis, para ilmuwan, banyak di antara
- mereka di Barat, di Amerika, di Eropa.
- Kemudian mereka pindah agama kepada
- agama Islam karena ternyata syariatnya
- terbukti
- kebenarannya baik secara prinsip maupun
- secara aplikasi dalam kehidupan.
- misalnya tentang ekonomi
- syariah ya terbukti melahirkan
- kemaslahatan
- bersama. Tidak seperti teori
- kapitalisme yang mereka mengeksploitir
- kepada
- sesama. Yang punya modal yang mendapat
- kemenangan, sedangkan yang tidak punya
- akan terhimpit. Yang kaya makin kaya,
- yang miskin makin terjepit. Tapi dengan
- ekonomi syariah akan melahirkan
- kebersamaan, keberuntungan bersama,
- kemaslahatan, saling menguntungkan. Itu
- prinsipnya. Maka itu digali oleh para
- ekonom. Ternyata bank syariah itu di apa
- namanya? diakui oleh mereka kebenarannya
- sehingga banyak yang kemudian beralih
- kepada bank
- syariah. Demikian juga puasa
- misalnya ternyata puasa mengandung
- hikmah baik secara fisik maupun secara
- psikis melahirkan kebaikan-kebaikan yang
- sangat diperlukan bagi manusia. Begitu
- selanjutnya untaian syariat tiap kalimat
- itu mengandung hikmah yang terbukti
- kebenarannya. Itulah agama yang
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- sebagai agama yang benar. Al-Qur'an
- sendiri mengatakan wail haqqu
- mirbikum. Famansa falyukmin faman sa
- falyakfur. Katakan bahwa kebenaran
- maksudnya agama itu yang diturunkan.
- Islam itu diturunkan dari Allah Tuhanmu
- yang
- menciptakanmu. Yang tahu persis tentang
- rahasia
- kehidupan yang menciptakan manusia tentu
- tahu betul rahasia manusia secara
- psikis,
- psikologi. Tahu. Betul. Maka Allah
- turunkan syariatnya sesuai dengan
- manusia itu sendiri.
- Maka karena manusia sudah diberikan
- kecerdasan, diberikan hati nurani,
- diturunkan ayat begitu jelas dan nyata,
- terang sekali, kemudian dipraktikkan
- oleh baginda Nabi selama 23 tahun yang
- dunia juga bisa menyaksikan bagaimana
- perubahan dunia dari zaman jahil yang
- gelap, gulita seperti itu, yang selalu
- pertikai
- permusuhan, penyimpangan, penyembahan
- berhala sehingga saling membunuh antara
- mereka. Kemudian begitu datang
- Islam, mereka diluruskan tentang akidah,
- dikenalkan kepada Tuhan sang pencipta
- dan diinformasikan berbagai sifat-sifat
- keagungan kemuliaan Allah Subhanahu wa
- taala dan
- diperintahkan hidup damai dan tidak ada
- kemuliaan di antara mereka yang selama
- ini menjadi
- dikotomi status sosial. Ada orang mulia
- dan orang-orang hina semua setelah
- diturunkan agama lebur menjadi umat
- sebagai hamba Allah yang bersaudara. Wah
- kemuliaan tidak tidak ditentukan oleh
- dimensi-dimensi yang dibuat oleh
- manusia. Tetapi dimensi yang sifatnya
- universal. Keutamaan kemuliaan manusia
- akan ditentukan dari nilai-nilai utama
- yaitu karena iman dan amal saleh atau
- dengan kata lain karena
- ketakwaannya. Itu Islam yang
- mengajarkan.
- Jadi bukan karena kebangsaan, bukan
- karena kekayaan, bukan karena
- lain-lainnya yang biasa dibuat parameter
- oleh manusia, tapi parameter yang
- diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala
- bahwa manusia akan ditentukan mulia atau
- tidak oleh ketakwaannya kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Itulah parameter agama yang ditetapkan
- yang bersifat
- universal, yang
- bersifat
- al-insaniah, menjunjung tinggi
- nilai-nilai
- manusia. Bukan karena warna kulit,
- perbedaan bahasa, tapi karena kemuliaan
- hati. Kemuliaan hatinya, kejujurannya,
- keikhlasannya karena perbuatannya,
- karena nilai-nilai utama. Dan ini bisa
- diraih oleh siapapun. prestasi tertinggi
- yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Parameternya kemuliaan itu bisa
- dicapai oleh
- siapun. Oleh orang kaya bisa menjadi
- manusia
- takwa dengan kekayaannya. Karena memang
- kekayaan itu kalau bisa bicara dia akan
- berkata, "Jadikanlah aku kekayaan ini
- bisa menopang kemuliaan.
- bisa untuk
- bisa menjadi kendaraan menuju
- kesempurnaan derajat dan martabat yang
- tertinggi di sisi
- Allah. Demikian juga ilmu pengetahuan
- yang Allah berikan sebenarnya agar orang
- yang diberikan ilmu pengetahuan itu bisa
- menjadikan ilmu pengetahuan naiknya
- derajat dan martabat
- dirinya. Karena dengan ilmunya dia bisa
- banyak berbuat untuk kemaslahatan.
- dengan dua dimensi. Dimensi vertikal.
- Dia mampu bersyukur kepada Allah,
- mengenal Allah, menyembah kepada Allah,
- bergantung hanya kepada Allah, tawakal
- hanya kepada Allah, mengandalkan seluruh
- nasib hidupnya kepada Allah dan
- seterusnya. Kemudian yang kedua, dimensi
- yang kedua dimensi horizontal. Dia bisa
- berbuat banyak dengan ilmunya terhadap
- sesama manusia.
- Demikian juga yang lain-lain. Apakah itu
- pangkat, jabatan, ketampanan,
- kecantikan. Bagaimana dengan kemiskinan
- orang-orang miskin? Bisakah dia mencapai
- derajat mulia si Allah? Bisa. Justru
- dengan
- kemiskinannya. Karena Allah Subhanahu wa
- taala memberikan kemiskinan itu bukan
- dikotomi ketidakadilan dari Allah. Yang
- kaya diberikan kemuliaan, yang miskin
- dihina. Bukan. Tapi itu hanya merupakan
- ujian belaka.
- Benar. Kalau seniman mengatakan bahwa
- hidup ini seperti panggung sandiwara
- yang akan dinilai bukan jadi apa dia,
- tapi bagaimana dia bermain watak sebagai
- seorang
- aktor.
- Walaupun dalam cerita skenarionya dia
- ditetapkan sebagai pembantu misalnya,
- tapi kalau dia mainnya
- bagus, perannya itu bagus, itu yang
- dinilai woh ini bagus. Dia memainkan
- perannya sebagai pemain watak. Dia bisa
- apa namanya berperan dengan baik.
- Walaupun di perannya ditulis sebagai
- seorang misalnya yang sangat disegani,
- dihormati, mulia, tapi kalau mainnya
- jelek itu akan jatuh pula nilainya. Jadi
- kemiskinan sebenarnya di balik
- kemiskinan itu sebenarnya Allah
- memberikan kekayaan jiwa. Banyak
- orang-orang miskin harta tapi kaya
- jiwa dia tidak mengeluh karena ada iman.
- Karena dia berpedoman pada
- Al-Qur'an. Dia tetap bisa sabar.
- Bahkan di balik kemiskinannya toh dia
- masih ingin berbuat baik, ingin menolong
- orang lain, ingin bersedekah. Bukan
- hanya ingin, dia bisa
- bersedekah kalau
- dipresentasikan kadang-kadang jauh
- melampaui persentasinya daripada orang
- kaya. Kalau orang kaya yang satu hari
- pendapatannya R1 juta, belum tentu dia
- bisa mengeluarkan uang 10% atau
- 20%. Tapi orang pendapatan 1 hari
- misalnya
- Rp50.000, Rp100.000 R000 dia bisa
- bersedekah R.000 Rp2.000 berapa persen?
- 5% atau
- 10%. Coba orang K yang dapatnya R juta,
- 2 juta sayang. Nah, ini artinya Allah
- menilai manusia itu dari iman, amal
- saleh, kecernihan hati dan pikirannya,
- kejujuran dan keikhlasan
- dia. Maka orang miskin
- pun bisa menjadi orang yang takwa kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi bisa saja
- dia miskin dari segi materi, miskin
- harta, tapi kaya jiwa.
- Inilah menunjukkan kebenaran agama
- Islam. Agama yang akan bawa pencerahan
- dalam kehidupan sehingga dia bisa
- memilah dan memilih mana yang benar,
- mana yang salah. Dan sebagai manusia
- yang
- bersifat al-insaniah
- al-alamiah, menjunjung tinggi
- nilai-nilai harkat, martabat manusia dan
- bersifat universal. bukan ditentukan
- oleh pemikiran-pemikiran sempit, bukan
- juga agama yang berkiprahnya sebatas
- batas pikiran-pikiran manusia yang
- kadang-kadang subjektif dan relatif tapi
- bersifat universal. Apalagi yang dibawa
- oleh Nabi Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam tegas-tegas di sana
- bahwa Nabi adalah pemimpin umat sejagat
- bukan hanya untuk satu bangsa, satu umat
- saja. Seperti yang disebutkan dalam
- surat Assab ayat 28. Wama arsalnaka il
- ka fatalinas basyir waadzir. Tidaklah
- kami mengutus engkau Muhammad kecuali
- menjadi menyampaikan kabar gembira dan
- peringatan kepada semua
- manusia. Jadi kulit putih, kulit hitam,
- kulit berwarna semuanya adalah umat
- beliau. Jadi beliau pemimpin umat
- sejagat. Karena Islam bersifat
- universal. tidak bersifat kebangsaan,
- bukan agama daerah, bukan agama lokal,
- bukan agama nasional, bukan agama untuk
- regional, tapi agama yang bersifat
- universal, rahmatan lil
- alamin. Mudah-mudahan keyakinan ini
- iktikadul muslim nahwal Islam, keyakinan
- kita sebagai seorang muslim terhadap
- agama Islam, agama kita yakin. pertama
- wahyu ilahi bahwa agama Islam adalah
- wahyu Allah bukan buatan manusia bukan
- didasarkan p ideologi pemikiran filsafat
- bukan hasil kesepakatan secara aklamasi
- secara demokratis tapi memang agama yang
- langsung diturunkan oleh Allah sang
- pencipta yang kedua keyakinan kita bahwa
- Islam adalah agama yang benar karena
- sudah terbukti dalam praktik kehidupan,
- oleh sejarah, oleh
- realita, dan bisa dibuktikan oleh secara
- fitrah
- fenomena semua membuktikan bahwa benar
- Islam agama yang diturunkan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Demikian sengaja
- saya persingkat
- untuk ee
- mukadimahnya karena saya
- berharap tanya jawab waktunya agak
- diperluas. Dalam beberapa kali
- pertemuan saya hanya bisa memberikan
- jawaban beberapa pertanyaan.
- Mudah-mudahan dengan diberikan
- kesempatan waktu yang agak panjang kita
- bisa memberikan jawaban terhadap
- pertanyaan-pertanyaan yang lebih bisa
- dikembangkan waktunya. Wabillahi taufik
- walhidayah. Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Ya rabbana
- atarofna
- biannanafna wa annana
- asrafna aladha
- asrafna fatub alaina
- taubah tagsilhu kulla
- haubah
- wasurlanal
- aurati wa aminir rah
- rabi wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au
- jiratin suhbah wal
- muslimina ajma amin
- aslan wudan
- manna
- biktin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suuli
- shallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbihi adadat
- [Musik]
- Ahi. Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir. Baik, radio
- silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Ikhwan dan akhwat, demikian
- tadi pemaparan disampaikan oleh Ustaz
- Abul Hidayat Saroji dalam kesempatan
- tausiah sore kali ini. Dan kini kita
- sebelum jeda, kami akan mengajak kepada
- ikhwan dan akhwat untuk memberikan
- pertanyaan atau tanggapan bisa
- dikirimkan di nomor
- 0811999720 atau di l telepon kami di
- 0218451512. Kami akan segera kembali.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]