Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Asalamualaikum, Mas Toni. 0:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:17 wabarakatuh, Pak Ihsan dan seluruh 0:20 pendengaru di mana pun berada. Semoga 0:22 selalu sehat. Selalu sehat. Ini penting 0:25 sehat. [terkesiap] Jadi sehat itu tidak 0:28 harus kenyang. Ternyata puasa juga 0:30 sehat, Bang. Tapi [tertawa] 0:32 makan bergizi gratis ini kata si Rafih 0:36 ini menjadi cerita lain. Kalau dia saya 0:38 enggak apa-apa lapar. Yang penting otak 0:41 saya masuk ee apa pikiran dari para guru 0:44 yang gurunya itu sejahtera. Nah, baru 0:47 berkicau begini saja sudah ramai lagi 0:49 ini ya. Ee apa namanya? intimidasi lagi. 0:52 Dulu ada Tio, ada lagi sebelumnya yang 0:54 lain. Apa yang Mas Toni lihat ini? Di 0:57 tengah-tengah rupiah yang sudah 0:59 melenceng dari 17.000 lebih ini kan 1:02 setiap rupiah yang naik itu utang kita 1:04 juga naik, Mas Toni. Wah, luar biasa 1:07 ini. Dan juga ini terakhir saya baca itu 1:10 ada Hercules sama Ara lagi hang 1:12 henghong. Kita ini bingung, kita ini 1:15 [berdehem] negara apa negara ya? Kok 1:17 ngadepin Hercules saja nampaknya 1:19 [tertawa] eh macam mana ya ini? Ah, luar 1:22 biasa. Memang urusan kertas ini kan 1:24 urusan surat tanah seperti juga kertas 1:26 ijazah yang nampaknya gak kelar-kelar. 1:29 Belum lagi kalau ngoce kebanyakan ada 1:32 lagi nih catatan demokrasi katanya di 1:35 negeri ini. Tapi sepertinya versus 1:38 intimidasi. Apa yang Mas Toni lihat dari 1:41 negeri yang macam begini? retorika 1:44 ancaman dan gencatan senjata juga, maaf 1:47 itu retorika lain, ancaman yang dilihat 1:50 di Iran sana lain nampaknya ancaman oleh 1:53 rakyat kepada pemimpinnya. Menjadi 1:55 cerita baru-baru ini ketika gencatan 1:58 senjata dihadapi oleh Iran e disetujui 2:02 itu kan luar biasa itu retorika dari 2:05 Donald Trump. Silakan Mas Toni ah mau 2:08 mulai dari mana? Dari dalam negeri atau 2:10 dari luar negeri? Kita akan dengarkan 2:13 alkisah 30 menit ke depan di tengah Hang 2:17 Henghong dunia yang nampaknya tidak 2:19 baik-baik saja. Tafadol Mas Toni. 2:22 Baik, Pak dan seluruh pendengar asal di 2:24 mana pun berada. Kita mulai dari 2:28 moneter dulu ya. 2:31 Bahwa 2:33 ee rupiah sudah tembus 17.000 2:36 ya. ee dan itu sudah berulang kali 2:39 artinya diintervensi oleh BI tembus 2:42 lagi. Intervensi besok turun tembus lagi 2:45 agak susah. 2:46 Konsekuensi dari melemahnya rupiah dan 2:50 naiknya harga dolar tentu akan sangat 2:53 besar, sangat luas. Di antaranya tadi 2:56 Pak Ehsan ee ketika itu naik ya otomatis 3:01 barang-barang akan naik. Kalau itu tidak 3:04 tekan, naiknya terlalu tinggi, maka akan 3:06 terjadi inflasi. Kalau sudah 3:08 barang-barang naik satu saat kemudian 3:12 rupiah menguat dan dolar turun, tapi 3:15 barang-barang yang naik ini kan tidak 3:17 serta-merta juga kan. E ini ini problem 3:21 utang juga akhirnya menjadi naik dengan 3:24 bayar utang yang naik otomatis itu 3:27 menguras fiskal kita, mengurangi 3:29 anggaran kita dan membuat [berdehem] 3:32 ee menjadi potensi atau membuka ruang 3:34 untuk kita ee pinjam lagi. Ini juga 3:37 menjadi sebuah problem 3:39 ya. Ee tapi memang ini sebuah 3:42 keniscayaan atau sebuah konsekuensi 3:45 langsung dari ee naiknya harga BPN. 3:50 Betul memang ada alternatif ya mungkin 3:53 dari Rusia yang semula pasar Rusia itu 3:56 pasar gelap gitu ya, sekarang sudah 3:58 pasar terang karena diizinkan untuk ee 4:02 membuka ee pasar minyak dari Rusia dan 4:05 tentu Rusia bilang ya tetap berlaku 4:08 hukum ekonomi ya. He 4:11 enggak bisa kita dengan harga lebih 4:13 murah ya ee harga standar sebagaimana 4:17 yang sekarang berkembang dan dari 4:19 sekitar 72 4:21 65 sampai 72 4:24 per barel ya sudah per barel sekarang 4:25 sudah di atas 100 bahkan bisa naik dan 4:29 tidak menutup kemungkinan juga kalau ini 4:31 perang terus ya nanti kita akan bahas 4:32 tentang itu itu naik bisa 150 bahkan ada 4:36 yang memprediksi bisa 200 4:38 ee US dolar per barel bisa dibayangkan 4:41 otomatis kita subsidi. Kalau kemudian 4:43 Purbaya bilang sampai akhir tahun ini 4:46 subsidi ini ee apa ee minyak subsidi itu 4:50 tidak naik. 4:52 Nah, ini sikap yang satu terlalu PD gitu 4:56 kan dan ini tidak realistis. Sekarang 4:58 secara ekonomi aja ee BBM tidak naik itu 5:01 enggak realistis. Iya, 5:03 tidak realistis. Di mana pun naik tidak 5:06 realistis. Kenapa itu dilakukan? 5:07 pertimbangannya bukan pertimbangan 5:08 ekonomi, pertimbangan politik. Kalau ini 5:11 dinaikkan, situasi sedang tidak kondusif 5:13 dan itu berbahaya. Apalagi ini ee 5:16 sekitar 20 21 hari lagi itu 1 Mei akan 5:20 demo di besar-besaran. Itu bisa menjadi 5:23 sebuah akumulasi bersamaan akan terjadi 5:26 demo semua pihak. He. 5:27 Oleh karena itu ya ee menurut saya 5:31 langkah yang politis yang dilakukan oleh 5:33 meskipun tidak rasional, tidak realistis 5:36 secara ekonomi, tetapi ini penting. Saya 5:40 apresiasi dalam konteks ini dengan 5:41 kebijakan Pak Prabowo. Apalagi kemarin 5:44 kenapa lebaran membagi uang 200 e apa 5:48 kepada 200.000 masyarakat miskin dengan 5:51 500. Ini apa yang bisa kita baca di 5:53 belakang di balik itu ada gejola 5:56 gitu kan. sudah ada gejola maka perlu 5:59 diredam 6:00 ya. Kenapa kok di Jakarta aja tidak ada 6:02 yang lain? Karena gejolannya potensi 6:04 gejolannya di Jakarta. 6:06 Kalau gejola itu juga unemployment, 6:09 pengangguran dan menambah kemiskinan 6:11 yang begitu besar di kota besar di kota 6:13 Jakarta dan itu berbahaya. Maka ada 6:15 langkah proaktif untuk melakukan itu ee 6:19 melakukan penetrasi positif lah melalui 6:23 pembagian uang R00.000 dalam rangka 6:25 untuk meredam. Saya pikir, nah ini yang 6:27 tidak dibaca oleh publ seolah-olah itu 6:29 merupakan ee apa? THR lebaran aja gitu 6:33 kan. [tertawa] Enggak 6:35 ya. Ini ada situasi yang cukup genting, 6:37 yang berbahaya yang harus diantisipasi. 6:40 Kenapa sekarang juga dilakukan oleh 6:44 negara tidak menaikkan BBM yang secara 6:48 rasional ini tidak masuk akal secara 6:51 ekonomi tidak masuk akal. Tapi kenapa 6:53 dilakukan untuk meredam gejola politik 6:55 gitu? He he. Inilah yang kemudian 6:59 terjadi ee terus-menerus kalau sampai 7:01 akhir tahun saya garok-garok kepala 7:03 juga. Bukan Pak Iksan aja saya 7:05 garok-garok kepala juga. Ini 7:07 ee dia menteri ya keuangan. Iya. Dari 7:11 dari awal saya salah bilang 7:13 ketika teman-teman pada nanya ee kenal 7:16 Purbaya enggak tahu enggak. Akhirnya 7:18 dari pertanyaan-pertanyaan itu yang 7:19 menyusuri ini siapa sih sesungguhnya 7:21 gitu loh. Ah dari dari penusanan saya 7:23 kok enggak yakin saya ya. Dan ternyata 7:26 melesetkan ya ee pajak kemarin ee apa di 7:29 bawah ekspektasi 2025 gitu kan ngasih 7:33 200 triliun kepada bank ee untuk 7:36 likuidas gitu kan. Saya sudah bilang kok 7:38 likuiditas kepada bank bank itu tidak 7:40 ada masalah dengan likiditas akhirnya 7:42 dipakai untuk apa ee beli SBI kan jadi 7:45 masalah [tertawa] 7:46 karena memang tidak ada masalah 7:49 kenapa marah-marah gitu loh gitu. 7:52 [tertawa] 7:52 Dari awal saya bilang 7:54 dipetakan dulu memang apa uang tidak 7:57 beredar itu bukan karena bank itu tidak 8:00 ada tidak ada tidak punya likuiditas 8:02 sehingga tidak menurunkan ada cuman ee 8:05 perputaran ekonomi lesu kalau diturunkan 8:08 kredit jadi masalah uang mandek juga 8:10 percuma gitu kan 8:12 gak kok dikasih gitu loh kalau mau 8:14 likuiditas likiditas masyarakat bukan 8:16 likuiditas banknya gitu loh untuk 8:19 perputaran ekonom ini ini ini ini satu 8:21 contoh berkaitan kembali lagi dan 8:23 sekarang kan juga gas itu juga 8:26 bermasalah. 8:27 Mafia gas apa tuh Mas Toni? Gimana mafia 8:29 gas [berdehem] ini? 8:30 Iya mafia gas mafia minyak. Saya sempat 8:33 ngobrol ee sama inilah sama tim ahli di 8:38 ee apa di kabinet ya apa urusan keng 8:41 ekonomi lah ya. Kebetulan telepon saya 8:44 ngobrol bisa sekitar 1 jam lah saya 8:46 ngobrol. H 8:47 saya bilang gini, Mas. Saya bilang ya ee 8:51 untuk mengurangi beban subsidi ini kan 8:55 kita dapat informasi ada yang 8:57 sebagaimana kemarin saya katakan 8:59 ee 9:00 pengusaha-pengusaha nakal itu terlalu 9:02 banyak. mereka menggunakan ee BBM 9:06 bersubsidi itu 80%, 20% baru non 9:10 subsidi. Artinya ada kebocoran di situ. 9:13 Dan kebocorannya itu sekitar kalau saya 9:15 tanya teman-teman di DPR yang bagian ini 9:18 itu sekitar 8 ee sekitar 25 sampai 35% 9:23 artinya 70 60 70% lah itu subsidi. Eh 9:27 ternyata negara mensubsidi 95% dalam 9:30 praktiknya. Artinya kebocoran biasa. dan 9:32 ngpraktik-praktik yang luar biasa ini. 9:34 Kenapa tidak ditertibkan? 9:36 H 9:37 kata teman saya ini bilang kalau 9:39 ditertibkan ini akan mengganggu juga 9:42 usaha. Usaha makin lesu. Kalau usaha 9:45 makin lesu, ekonomi juga makin parah. 9:48 Ee inilah yang saya kemudian ee kita 9:51 menertibkan sesuatu yang yang sudah 9:53 tertib seringki ya. kemudian tidak 9:56 menertibkan sesuatu yang tidak tertib 9:58 yang sehingga ketika situasi tertentu 10:01 dan sekarang kan bariskrim sudah e 10:02 mengungkap ada ee selama 2025 sampai 10:06 sekarang ya baru terungkap ada 665 10:11 kasus ya e mafia minyak dan gas. 10:15 Hm. 10:17 [tertawa] 10:18 Karena ini ditertibkan negara itu kan 10:20 tidak harus mensubsidi mereka. He 10:23 gitu kan. Artinya [berdehem] paling 10:25 tidak hukum tidak ditegakkanlah 10:27 ditegakkan apalagi dalam situasi yang ee 10:30 seperti ini. Saya pikir saya 10:32 hitung-hitung kok kalau mereka non non 10:35 subsidi, pengusaha-pengusaha ini 10:37 industri ini menggunakan subsidi ada 10:39 hasilnya kok ada untungnya. 10:41 Hm. 10:42 Istilahnya tanpa mencuri gitu loh ya. 10:45 tanpa [berdehem] 10:46 mencuri, tanpa mengambil yang non 10:49 subsidi itu mereka masih bisa hidup, 10:52 mereka masih bisa eksis, masih bisa ee 10:55 membangun industri atau menjalankan 10:56 industri dengan normal gitu. L h 10:59 nah tapi kan ini jaringannya luar biasa. 11:02 A, B, C, D, E 11:05 dan sebagainya itu ya. Itu dapat bagian 11:07 ini, dapat bagian ini. Coba bayangkan 11:10 Pak Ihsan ini ada teman saya cerita ya 11:13 ini perlu ditelusuri ya barangkali ya 11:16 boleh jadi cerita ini boleh jadi benar 11:18 itu karena ceritanya meyakinkan. He. 11:20 Jadi misalnya 11:22 itu datang ke pom bensin kan saya dapat 11:24 beberapa cerita ya dari beberapa apa 11:27 namanya yang mengaku pelaku mengaku 11:29 mereka dapat apa bisa melakukan itu bisa 11:32 melakukan entah melakukan atau enggak 11:34 tapi bisa melakukan itu 11:36 mereka melihat sendiri masuk ke pom 11:38 bensin itu punya barcode ada barcode-nya 11:40 sampai 10 barcode misalnya gitu kan satu 11:43 barcode itu 200 lit dapatlah kemudian 11:46 2000 lit 11:48 kemudian mereka jual ke industri 11:50 industri-industri dengan harga yang naik 11:52 dan pembensin tahu itu. 11:54 He 11:55 tahu. [berdehem] Modus-modus seperti ini 11:58 kan sebenarnya mudah ditelusuri. Kasat 12:01 mata banyak orang lihat ya. Nah, kalau 12:03 ini ditertibkan itu kan juga ee termasuk 12:07 ee merupakan ketahanan fiskal kita. 12:10 Paling tidak memperbaiki ketahanan 12:12 fiskal kita kan gitu Pak Ihsan. Belum 12:14 yang lain, belum yang lain-lain gitu 12:16 loh. Belum yang lain-lain. Ah, ini yang 12:18 menurut saya jikalau Indonesia ya 12:21 melakukan penertiban dari semua lini, 12:24 maka ketika terjadi situasi-situasi 12:26 darurat seperti ini itu relatif bisa 12:29 ditangani, bisa diredam. 12:31 H 12:31 gitu loh. Meskipun tidak sepenuhnya. 12:34 Kita bayangkan ya. Kemudian kita ee 12:36 masuk ke apa namanya? Ee ada yang 12:41 kemudian mencoba untuk melakukan ee apa 12:43 namanya? perbaikan itu atau mengingatkan 12:45 ya. Tapi kemudian penuh denganasi ini 12:48 kan juga masalah. Ee kemarin misalnya 12:51 kita lihat kontras gitu kan disiram air 12:54 keras polis tentara diperiksa sama 12:57 militer akhirnya begitu. [berdehem] 12:59 Tentara di militer sama militer ya. Ya. 13:02 Kemudian kita dengar itu sebenarnya 13:05 bukan unit yang ee punya otoritas untuk 13:08 melakukan operasi ya. Kemudian ini 13:10 operasi siapa sesungguhnya kan gitu. 13:13 Tapi kan, Pak, negara akhirnya menjadi 13:15 tertuduh gitu, Pak. Eh, negara menjadi 13:17 tertuduh, pemerintah menjadi tertuduh 13:19 ya. Ee ah ini mesti harus kita tertibkan 13:22 supaya pemerintah tidak menjadi 13:23 tertuduh. Terus kemudian juga ee UGM 13:27 IO BEM UGM ya itu juga mendapatkan 13:34 intimidasi ya. Kita tidak tahu siapa 13:36 yang didatif. Tapi kalau kemudian negara 13:39 turun kemudian melakukan kan sederhana 13:41 akhirnya persepsi publik terbentuk itu. 13:43 Iya melakukan intimidasi. Kemudian yang 13:45 melakukan intimidasi kan di TRK yang 13:47 gampang kemudian kepegang gitu kan ini 13:50 kepegang orang itu kemudian dilakukan 13:52 sebuah upaya hukum. Wah itu apresiasi 13:55 publik kepada pemerintah luar biasa itu 13:58 makin naik gitu. Tapi kalau kemudian itu 14:01 tidak dilakukan akhirnya kan persepsi 14:03 publik terbalik. 14:04 Betul. Pak, ini jangan-jangan dari 14:06 pemerintah ini kan akhirnya begitu. 14:09 Heeh. 14:09 Ya, sebenarnya kan ee ini logika 14:12 terbalik saja. Kalau pemerintah 14:13 melakukan itu, ini kan sudah menjadi 14:15 konsumsi publik kemudian bertindak ya ee 14:18 maka ee kemudian tindakannya itu ee 14:21 tersosialisasi dan di apa di ee 14:24 meyakinkan publik. Eah, pemerintah 14:26 namanya naik. Tapi kalau kemudian 14:28 didiamkan gitu kan orang akhirnya 14:30 menuduh kepada pemerintah. Kan begitu 14:32 logik penguasa kan sederhananya begitu. 14:36 Kalau soal kemudian Raffi itu saya pikir 14:39 ya itu orang dibaw lah karena memang 14:42 pekerja yang punya ngamuk-ngamuk dia 14:44 dapat proyek kemudian ee terganggu atau 14:48 terancam berkurangnya R juta eh 15.000 14:51 kali sekian kasihkan ke guru dan 14:53 sebagainya. Ya, itu saya pikir itu 14:56 sebenarnya ya karena ini dipublish dan 14:59 kemudian ada kehadiran Tio jadi ramai 15:01 gitu. 15:02 Kalau kalau ini saya pikir ini hal yang 15:04 aksesoris sajalah 15:07 aksesoris tapi kasus TIO kemudian kasus 15:10 kontras itu menurut saya serius. H 15:13 jadi sangat serius. Jika pemerintah 15:15 melakukan langkah-langkah yang serius ya 15:18 untuk menangani para pelaku intimidasi 15:21 itu ya, maka rakyat akan merasa nyaman 15:24 dan merasa aman. Oh, kami berada di 15:27 dalam perlindungan pemerintah, dalam 15:28 perlindungan penguasa. Tapi kalau dilak 15:30 lakukan gitu kan, akhirnya kan menuduh 15:33 bahwa penguasa yang melakukan karena 15:35 ternyata penguasa juga tidak melakukan 15:37 itu kan logikanya gitu aja logikanya 15:39 gitu. ini kemudian menjadi sebuah 15:41 permainan dan akhir-akhir ini memang 15:43 terus-menerus terdongkret. Oleh karena 15:46 itu ya pemerintah mesti atau penguasa 15:49 mesti melakukan langkah-langkah yang 15:52 hati-hati dalam situasi seperti ini 15:54 karena bisa me pers gitu ya yang 15:57 sekarang sedang leading ya sedang ee 16:00 leading untuk apa menurunkan ee apa gre 16:05 ya gre kepercayaan kepada ee penguasa. 16:10 Saya pikir ee perlu langkah-langkah ee 16:13 langkah-langkah persuasif atau 16:15 langkah-langkah yang lebih terus. 16:16 Apa benar tuh ada upaya mengganti 16:18 kekuasaan gitu, Mas Toni? 16:22 Eh gini, Pak Iksan. Kalau kemudian kita 16:25 lihat peta kekuatan kekuatan di 16:28 Indonesia ya, 16:29 He. 16:29 Pak Prabowo itu sebagai penguasa hari 16:32 ini ya belum sukses untuk merangkul 16:37 secara emosional ya. 16:39 Merancul secara apa? Emosional. 16:42 Melangkungnya 16:44 ya kepada kekuatan-kekuatan yang sedang 16:46 berserakan. Di sini kan ada kekuatan Pak 16:47 Jokowi. 16:48 Hm. H 16:49 ya 16:49 hubungan 16:51 dengan Pak Prabowo saya pikir banyak 16:54 halangan, banyak hambatan dan tidak 16:56 semulus sebagaimana sebelum ee sebelum 16:59 ee presiden-presiden sebelumnya 17:01 ya. Ya, seperti hukuman JK dulu sama Pak 17:04 Jokowi lah kan enggak mulus. Terakhir 17:06 hubungan JK dengan ini enggak mulus. 17:09 Ahah. Pak Jokowi punya kekuatan yang 17:11 cukup besar. 17:12 Jangan diirat presiden periode dengan 17:15 semua kontroversianya ya. I. 17:17 Kemudian di luar juga ada PDP Bu memang 17:20 tidak bersatu antara Bu dengan Jokowi. 17:23 Tapi Bu Me punya partai terbesar, punya 17:25 basis massa 17:27 yang cukup kuat gitu kan. Ini juga di di 17:30 persimpangan jalan juga. Kemudian ada 17:32 SBY meskipun AY jadi menteri gitu loh. 17:36 SBY kan yang ada di kepalanya adalah 17:39 bagaimana AHY minimal jadi wakil 17:41 presiden 202 17:44 dan tidak tidak sepenuhnya akan bisa 17:46 diakomodir oleh ee apa oleh Pak Prabowo 17:51 karena di situ ada Kaisang, di situ ada 17:53 siapa itu namanya? Ada AHY di situ ada 17:57 kalau Anis ternyata nanti 30% 18:00 ee suara elektabilitasnya ya perbua 18:03 pasti akan Anis lah 18:05 suka tidak suka kan begitu 18:07 walaupun halal bihalalnya kontroversi ya 18:09 gitu. [berdehem] 18:10 Nah walaupun halal bihalalnya ke AHY 18:13 terus kemudian 18:15 di rameai dari ada bisikan siapa itu 18:18 ketakutan sendiri gitu kan ketakutan 18:20 sendiri gitu kan. He. 18:21 Jadi [berdehem] ee itulah sebuah sebuah 18:23 gambaran ee tetapi ee sejauh mana 18:27 kemampuan penguasa ini untuk menjaga 18:30 stabilitas ekonomi. Tapi kalau 18:33 stabilitas tidak ee ekonomi tidak bisa 18:36 dipertahankan misalnya misalnya ada 18:37 krisis menet sampai 20.000 misalnya ya. 18:41 Terus kemudian ada inflasi yang di atas 18:43 5% misalnya 7% dan sebagainya inflasi 18:47 barang-barang naik kemudian terjadilah 18:49 krisis ekonomi. Terjadilah misalnya juga 18:51 e krisis energi misalnya terjadilah 18:54 krisis ee apa orang enggak bisa beli 18:56 bensin ya tidak beli bisa beli gas ya 19:00 siapapun penguasanya berat untuk 19:02 bertahan siapapun itu 19:05 ya siapapun gitu kan. 19:07 Kalau tetapi kalau Pak Prabowo sebagai 19:10 penguasa saat ini bisa menjaga ketahanan 19:14 pangan, ketahanan energi, stabilitas ee 19:18 ekonomi, kemudian ee menekan tidak 19:21 terjadi krisis moneter, ee saya pikir 19:24 aman-aman saja gitu loh. Dan kemudian 19:27 ini kan bagian daripada dinamika. Kalau 19:29 kemudian ada kritik ya enggak usah 19:31 diambil hatilah. Oh, Presiden perlu 19:33 dijatuhkan atau apa, enggak usah diambil 19:35 hati. Ya, itu kan merupakan ee suara 19:38 yang biasa yang normal-normal saja. 19:41 Dalam sebuah demokrasi kan ada namanya 19:43 public spare gitu loh. Public spare itu 19:45 ya memang ada ruang publik yang kemudian 19:48 bebas untuk masyarakat memberikan 19:51 masukan, memberikan kritik ya bahkan 19:52 kritik terbas. Ee kemudian orang-orang 19:55 yang sekarang sedang berada di dalam 19:58 kekuasaan atau orang-orang yang 19:59 diuntungkan atau direkut menjadi bagian 20:01 dari ee punya jabatan, diberi jabatan, 20:05 enggak usah juga gatal, enggak usah juga 20:08 apa, enggak usah juga terlalu bere 20:11 beraksi, enggak usah juga ee apa 20:14 istilahnya ya terlalu centil gitu loh. 20:17 Yang kemudian memberikan 20:19 komentar-komentar seolah-olah mencari 20:21 muka dengan Pak Prabowo. Justru itu akan 20:23 merusak nama Pak Prabowo sendiri. 20:25 Iya. 20:26 Contohlah misalnya mereka nanggapin Sri 20:28 apa namanya ee Saiful Muzani mereka 20:32 menanggapi ya yang lain-lainlah dan 20:36 sebagainya. E kalau tanggapan itu 20:40 [berdehem] 20:40 ya kenapa enggak bicara ya wajar ee ya 20:43 ini demokrasi ya kita dengarkan saja 20:46 tetapi kita jamin Indonesia itu 20:48 baik-baik saja. Saya pikir Fahri Hamzah 20:50 bagus ya sebagai seorang pejabat yang 20:53 memberikan tanggapan relatif elegan lah 20:56 ya. Saat ini memang kondisi tidak 20:57 baik-baik saja. Pak Prob kan juga punya 20:59 niat baik gitu kan punya niat tulus 21:02 kondisi apa global enggak baik-baik. Ya, 21:05 saatnya sebenarnya kita kompak saat ini. 21:07 Asal pikir elegan yang seperti-seperti 21:09 itulah. Tidak tidak kemudian malah 21:12 menyerang kepada mereka yang sekarang 21:14 sedang ee apa mengungkapkan 21:17 unek-uneknya. Dan itu hal yang biasa, 21:19 hal yang labuah demokrasi ee memang 21:22 perlu kematangan ee di dalam berpolitik 21:25 itu seperti Far Hamzah menurut saya ada 21:28 kematangan di dalam berpolitik sehingga 21:30 ee komentar-komentarnya itu ya atau 21:33 reaksi-reaksinya itu yang menguntungkan 21:35 pemerintah menguasa bukan mendongkrade 21:38 penguasa 21:39 ya cari cari muka bolehlah gitu tapi ya 21:43 ee jangan kemudian merusak muka gitu 21:45 cari muka tapi berakibat merusak muka 21:48 itu yang yang enggak boleh. 21:50 Tapi ya luar biasa ingat cari muka ini 21:53 kan mukanya Donald Trump ini menjadi 21:55 masalah sekarang banyak orang ini bilang 21:57 ini sakit jiwa narsistik ini. Tapi yang 22:00 beginian ternyata enggak enggak satu 22:02 dua. Banyak pemimpin negara yang ya 22:05 kalau gebrak-gebrak meja itu cerita 22:07 lainlah ya. Tapi kan macam netenyahu dan 22:10 lain-lain. Ini kan bagian dari pasien 22:12 sakit jiwa. Nah, ini Donald Trump yang 22:15 sekarang nampaknya sudah hampir lepas 22:17 handuk ya dan Iran menyatakan eh 22:20 kemenangan dalam dua pekan negosiasi 22:23 perdamaian ini. Apa yang Mas Toni lihat 22:26 dari ancaman dan kenekatan Iran serta 22:28 keputusan yang diambil hari-hari ini? 22:30 Silakan Mas Toni dan efeknya buat kita 22:32 menarikkan sedikit ya sebelum penutup 22:35 ya. 22:35 Ee kita kenal dengan McGregor kan? 22:39 Hm. 22:40 ya ee USC MMA itu kan [tertawa] 22:44 itu tertinggi itu pihak-pihak anunya 22:47 sampai 30 juta US dolar gitu loh ya. 22:52 Sementara Habib yang menang terus enggak 22:54 pernah kalah gitu kan bersih gitu kan ya 22:56 itu en 6 sampai 10 juta US dolar. Oh, 23:00 artinya 23:01 jadi di zaman ee apa ee digital ini itu 23:05 enggak ada separuhnya itu di zaman 23:06 digital di zaman Ridah ini 23:08 membangun sebuah kontroversi gitu. Itu 23:11 yang laris, yang laku itu kira-kira 23:13 gitu. Nah, Donald Trump itu ya kita 23:15 bicara Donald Trump sama dengan kita 23:17 bicara kita ee siapa ya yang menjadi 23:21 presiden Korea Korea Selatan. Jarang 23:24 yang kenal. He. 23:25 Siapa yang menjadi presiden Korea Utara? 23:28 Semua orang sedunia kenal [tertawa] 23:32 ya. Ini ini sama-sama gilanya gitu kan. 23:34 Sama terang kalau ketemu cocok gitu. 23:37 Ya. Jadi gini saya agak apa ber ini kan 23:41 saya menulis beberapa kali ya ini orang 23:44 mengatakan apa namanya akan enggak 23:47 Amerika at all cost akan melakukan upaya 23:51 untuk membir habis-habisan. Kenapa? 23:54 Karena tidak ada pilihan. Ini kan dalam 23:56 teori konflik disbabkan ketika adaua 23:58 kepentingan yang tidak ketemu tanpa itu 24:00 harus maka terjadi konflik dan konflik 24:02 enggak bisa dihindarkan. Kepentingan 24:04 Iran dan kepentingan Amerika itu enggak 24:06 bisa ketemu. Maka terjadi konflik kan. 24:09 Eah konflik ini e Amerika itu butuh 24:11 legitimasi dunia karena pengaruhnya. 24:14 Kalau dia mundur kemudian dianggap 24:16 kalah, ini juga berbahaya akan 24:19 mendegradasi pengaruh Amerika sendiri 24:21 baik itu di Timur Tengah, kemudian di ee 24:26 Eropa, NATO atau kemudian juga di Asia 24:29 dan ini wasalam. Selesailah ee masa 24:31 depan Amerika, maka at all cost dia akan 24:34 melakukan itu dengan cara-cara yang 24:37 biasa dia lakukan. Ah, sekarang kemudian 24:39 dia mengusulkan kejatan-senjata, 24:42 ya. Eh, tapi kabar terakhir tanggal 8 24:46 ini, Rabu ini ya Iran menerima ini perlu 24:50 kita baca 24:51 sudah dan menyatakan kemenangan juga 24:53 dari berita-berita yang ada itu yang 24:55 berseliwaran pihak. 24:57 Iya. Kenapa yang menerima ini ini 25:00 penting gitu loh. Ee yang perlu kita 25:03 pahami bahwa kenapa Iran dari awal minta 25:06 e bahwa bukan genjatan senjata tapi 25:08 pengakhiran perang selamanya. Betul. 25:11 Kenapa dia enggak percaya sama Amerika? 25:13 Amerika itu kalau ee kemarin negosiasi 25:16 aja yang yang negosiasi dibunuh gitu 25:18 loh. 25:18 H 25:19 iya mati itu artinya enggak bisa 25:21 dipercaya si satu orang ini ya. 25:23 Sebenarnya Amerika sudah umum siapun 25:25 presidennya itu enggak bisa dipercaya 25:27 dalam konteks ini. Bukan hanya Trump 25:29 sekarang kan yang muncul karena ee kayak 25:31 MTER gitu tamnya trumnya itu sehingga 25:34 populer terus. Tapi siapapun presiden 25:36 Amerika itu seperti itu. Cuman Trump ini 25:38 salah hitung gitu aja. 25:40 Hitung. Oleh karena itu, maka yang 25:43 terjadi kenapa ketaatan senjata ini kan 25:45 kencatan senjata. Saya enggak yakin ini 25:48 mengakhiri perang. Tetapi bagi Amerika 25:51 kencatan senjata dia bisa melakukan 25:54 persiapan yang lebih matang. Kemudian 25:56 memasukkan orang-orangnya ee 25:59 tentara-tentaranya ke sana sehingga siap 26:01 betul-betul untuk mengepung. Dan waktu 26:03 setengah bulan itu cukup untuk apa ee 26:06 merapatkan ee ininya merapatkan semua 26:10 alut sistanya ya. Kemudian membenahi 26:13 semua intinya ada memperkuat persiapan 26:16 gitu kan. Nah, kenapa juga yang menjadi 26:18 pertanyaan ini saya agak agak 26:19 bertanya-tanya itu Iran menerima apakah 26:22 Iran juga ee saya yakin Iran akan sadar 26:25 akan hal itu. Kemudian Iran juga akan 26:28 memasuk sebuah kekuatan. Apakah 26:30 sebenarnya alut sistemnya juga sudah 26:32 mulai ee berkurang sehingga kecepatan 2 26:35 minggu ini ya seperti kapalnya Cina itu 26:38 empat empat kapal kargo masuk ke dengan 26:42 membawa bahan-bahan ee perang terus 26:45 kemudian ee Rusia bisa masuk ke situ 26:47 yang lain-lain juga bisa masuk ke situ. 26:50 Akhirnya seperti kejatan-senjata 2 26:52 minggu itu seperti ee apa 26:56 memperkuat persiapan mereka untuk 26:59 bertarung lebih hebat gitu loh. 27:02 Kira-kira gitu. beritung lebih lebih 27:04 hebat gitu loh. Nah, kenapa Iran mau 27:07 bisa jadi kemudian ee ancaman nukler 27:10 yang akan diturunkan oleh Amerika dan 27:12 Israel dan itu kemudian bisa jadi gitu 27:14 kan bisa jadi itu kemudian sudah gila 27:16 sudah enggak bisa ditahanlah ya perang 27:19 dunia ketiga kemudian [mendengus] itu 27:20 bisa jadi tapi Iran dalam waktu ikut. 27:22 Nah, ini justru bagi saya 27:24 senjata-senjata ya memang angin ee bagi 27:29 para pelaku usaha angin segar sebentar 27:32 gitu kan. He 27:32 ee nanti dengan gencatan 2 minggu ini 27:35 saham naik gitu kan ya. Trang bisa jual 27:39 e kerjaannya kan gitu kalau pengusaha 27:41 itu ya apalagi pengusaha penguasa 27:44 pingpeng ya pingpang pingpang ya 27:46 pengusaha bilang perang gitu kan saham 27:49 turun dia beli itu nemat naik gitu kan 27:52 kemudian dia bilang genjatan-penjata ya 27:54 kemudian saham kemudian naik dia jual 27:56 dia beliin emas kan gitu 27:59 maka kekayaan Trump naik 111 triliun itu 28:03 ya jadi itu kan ee permainan tapi satu 28:06 hal yang harus diwaspadai. Indonesia 28:09 khususnya juga harus menggunakan 28:12 kesempatan ini selama ee kenyataan 28:15 senjata untuk memasuk PBM 28:18 sebesar-besarnya kalau memang ada 28:20 duitnya gitu kan untuk memasuk 28:22 sebesarnya supaya nanti ketika terjadi 28:25 setelah 2 minggu terjadi perang 28:27 besar-besaran dan itu bisa memakan 28:29 jangka waktu yang cukup panjang 28:31 Indonesia itu sudah punya persiapan 28:33 ketahanan energinya, ketahanan pangannya 28:35 dan juga ketahanan moneternya dan 28:37 sebagainya. nya itu. Itu yang kemudian 28:39 ini ee kita akan lihat 2 minggu kemudian 28:42 apa yang semua bisa terjadi. Semua bisa 28:44 terjadi. Tetapi ya, tetapi ini ee 28:47 prediksi saya ini bisa justru merupakan 28:50 sebuah persiapan untuk perang 28:53 besar-besaran kalau tidak ada intervensi 28:57 apa intensif ya dari NATO, negara-negara 29:01 besar, kemudian Cina, keterlibatan Cina 29:03 dan Rusia untuk menghentikan dalam waktu 29:06 2 bulan apa 2 minggu ini. Kalau 2 minggu 29:09 ini Cina, Rusia, kemudian NATO kompak 29:13 semuanya untuk ikut ya ee melakukan 29:16 intervensi supaya terjadi damai itu ada 29:19 kemungkinan bisa selesai 29:20 kenyataan-senjata berlanjut. Tapi kalau 29:22 itu tidak ada, ini hanya merupakan 29:25 sebuah persiapan untuk perang yang lebih 29:27 besar dan lebih dahsyat dan resikonya 29:29 juga lebih luar biasa. 29:31 Innalillah. Apa kalimat ee Dr. Tony Rosy 29:36 dan apa yang akan ditulis sebagai 29:38 penutup kisah di pagi hari ini? Silakan, 29:40 Mas Toni. 29:42 Ee iya. Jadi ee satu perjalanan bangsa 29:46 ini yang oleh banyak pihak niat ee 29:50 penguasa baik, niatnya benar ya ee 29:54 arahnya ee cita-cita harapannya sudah 29:58 bagus. kita semua membaca itulah gitu 30:00 loh. Tapi di tingkat lapangan, teknis 30:02 lapangan itu kan ya, bagaimana ini 30:05 kemudian melibatkan seluruh rakyat 30:08 Indonesia, potensi rakyat Indonesia ya 30:11 ee tidak melakukan hal-hal yang justru 30:14 kontraproduktif yang kemudian dianggap 30:16 ee sebagai sesuatu yang tidak aspiratif. 30:19 Ya, jadi ee saat inilah kita harus 30:22 membangun sebuah kekompakan ya, 30:25 kekompakan. dan kekopan ini hanya bisa 30:28 dilakukan oleh penguasa. Maka bagaimana 30:31 penguasa ee menciptakan tras pada diri, 30:34 mencatatkan trust atau menaikkan trust 30:37 ee pada rakyat bahwa kami itu bisa 30:39 dipercaya gitu. Ee sebagai penutup, ada 30:42 contoh ketika teman saya di melakukan 30:45 riset di ee apa? He 30:47 di Jerman ada anak muda ee remaja-remaja 30:51 SMA naik bas kemudian naik ketika naik 30:53 bas itu ee dia kan itu ee sudah naik 30:58 kemudian kan bayar pakai kartu gitu kan 31:00 ngetap gitu kan 31:01 ee padahal masuk dulu bukan ngetap 31:03 kemudian buka enggak kalau di sini kan 31:05 buka ngetap baru buka di sana buka 31:08 kemudian ngetap di atas gitu ya 31:10 ditanya sama temanku dibilang eh kenapa 31:12 kamu nge-tap kalau kamu enggak ngetap 31:13 kan juga enggak ada punishment gitu 31:15 ya kamu juga bisa naik dengan gratis. 31:18 Apa jawab anak-anak? Remaja ini 31:19 anak-anak SMA gitu. 31:21 Ya, kalau saya tidak bayar kemudian 31:23 kalau saya sakit siapa yang ngurus? 31:25 Siapa yang biayai? 31:26 Hm. 31:27 Kalau jalan-jalan kami rusak siapa yang 31:29 mau baiki? Ada kesadaran e berbangsa 31:32 yang luar biasa gitu. 31:34 Iya. 31:34 Nah, di Indonesia kesadaran itu dari 31:36 apa? Karena pemerintahnya itu ya 31:39 menciptakan tras. 31:40 H. Tras itu tanpa korupsi. Boc. 31:43 Hari-hari kita lihat ditangkap KPK, 31:46 hari-hari ada korupsi, hari-hari ada, 31:49 hari-hari ada mafia, hari-hari ada 31:51 preman, hari-hari ada ini negara seperti 31:54 tidak hadir. Terlalu banyak negara tidak 31:57 hadir di ruang-ruang yang dibutuhkan 31:59 oleh rakyat. 32:00 dan kalau ini kemudian ditutup ya 32:03 pelan-pelan terus-menerus bahwa negara 32:05 hadir di semua persoalan yang dihadapi 32:07 oleh rakyat kemudian melakukan 32:09 penertiban sehingga meminimalisir 32:11 terjadi sebuah kezaliman teras naik 32:13 kalau teras naik kekompakan terjadi. 32:16 Nah, maka ketika terjadi terjadi krisis 32:18 seperti Iran, kompak Iran. 32:20 Uh, luar biasa. 32:21 Kompak Iran. Kenapa? Karena tinggi 32:24 kepada pemerintah ya, pada penguasa. di 32:27 Indonesia itu akhirnya kemudian muncul 32:30 negara Konohan negara ini kan 32:31 menunjukkan bahwa tidak bangga menjadi 32:34 orang Indonesia ini yang harus 32:35 diperbaiki. Bagaimana kemudian traf itu 32:39 dinaikkan yang kemudian orang Indonesia 32:41 itu bangga menjadi orang Indonesia. 32:44 Begitu, Pak. 32:45 Iya. I masyaallah mudah-mudahan suatu 32:48 hari masa itu akan terjadi insyaallah. 32:51 Terima kasih Mas Toni sebelumnya atas e 32:55 pendampingan terhadap pendengar di 32:57 berbagai tempat pagi hari ini. 32:59 Insyaallah membawa keberkahan dan 33:00 kesehatan sampai bertemu Rabu mendatang 33:03 insyaallah. 33:04 Terima kasih Mas Toni. Asalamualaikum 33:06 warahmatullahi wabarakatuh. 33:07 Waalaikumsalam warahmatullah.