Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim,
- alhamdulillahirabbil alamin.
- Masjid dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimalang Sisi
- Utara Bekasi. Radio Silaturahim dan juga
- Rasheed TV untuk Islam yang satu.
- Alhamdulillah Ikhwan Akhwat di
- kesempatan pagi hari ini kami bisa
- kembali menjumpai Ikhwan Akhwat dalam
- program acara renungan di bawah naungan
- Alquran untuk edisi Senin ya.
- Di hari pertama untuk pekan ini
- alhamdulillah Ikhwan Akhwat sudah
- memasuki hari yang ketiga di bulan
- Jumadil Akhir
- 1447 Hijriah bertepatan juga dengan hari
- yang ke-24 di bulan November 2025.
- Alhamdulillah Ikhwan Akhwat semoga kita
- semua
- di hari Senin ini dalam keadaan baik,
- dalam keadaan sehat, selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Tidak lupa kami mendoakan bagi Ikhwan
- Akhwat yang tengah diuji sakit ataupun
- keluarganya semoga diberikan kesembuhan
- oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan
- sakitnya menjadi kafarat bagi
- dosa-dosanya.
- Dan semoga di hari ini juga diberikan
- kemudahan dan kelancaran untuk Ikhwan
- Akhwat beraktivitas,
- bekerja dan berikhtiar ya mencari nafkah
- mungkin. Dan juga Ibu-ibu yang mungkin
- pagi hari ini tengah menyiapkan
- sarapannya untuk anak-anak dan
- keluarganya.
- Ikhwan Akhwat alhamdulillah guru kita
- telah hadir Ustaz Husen yang akan
- kembali melanjutkan renungan di bawah
- naungan Alquran di kesempatan ini. Kita
- sapa terlebih dahulu. Assalamualaikum
- warahmatullahi Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat Ustaz?
- Alhamdulillah wasyukurillah.
- Sebelumnya nampaknya masih serak-serak
- juga Ustaz. Alhamdulillah sekarang.
- Tapi alhamdulillah serak-serak sehat
- insyaallah.
- Serak-serak sehat insyaallah ya.
- Baik Ikhwan Akhwat kita awali seperti
- biasa dengan pembacaan Al Fatihah yang
- akan dibimbing langsung oleh guru kita,
- Ustaz Husain. Kami persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinash shirothol mustaqim.
- Shirotolladzina
- an'amta alaihim.
- Ghoiril maghdubi alaihim waladdhollin.
- Amin.
- Amin, amin, ya robbal alamin. Ikhwan
- Akhwat, telah kita buka bersama dengan
- pembacaan eh
- ummul Quran, Al Fatihah yang dibimbing
- langsung oleh Ustaz Husain di atas. Di
- kesempatan ini kita akan mendengarkan
- dulu renungan di bawah naungan Al Quran
- tafsir. Mengenai apa, Ustaz, sekarang,
- Ustaz? Kemarin pekan sebelumnya mengenai
- bismillah, ya?
- Kita akan merenungkan
- alhamdu.
- Alhamdu, baik.
- Bagaimana
- isti'mal dan penggunaannya dalam Al
- Quran.
- Baik, Ikhwan Akhwat, dan nanti setelah
- pemaparan beliau, setelah kajian beliau,
- kita juga mengundang partisipasi dari
- Ikhwan Akhwat yang mungkin nanti masih
- ada waktu untuk tanya jawab, bisa,
- Ustaz, ya?
- Insya Allah.
- Baik, kami silakan untuk mengirimkannya
- di 08111999720.
- Kami persilakan, Ustaz, untuk
- renungannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- Lakal hamdu ya rabbana kama yang bagi di
- jalali wajhikal karim walia adzim
- sultanik.
- Subhanaka la nuhsi sanaan alaika anta
- kama asnaika ala nafsik.
- Falak alhamdu hatta tarba walak alhamdu
- idza radhi.
- Walak alhamdu ba'da radhi.
- [berdehem]
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina min indika rahmat wa
- alimna min ladunka ilman nafi'an wa
- unfana bima alamtana.
- Rabbana zidna ilman wa alhiqna
- bisholihin.
- Allahumma adina subulassalam.
- Wa akhrijna minadzulumati ilannur wa
- adina ila shirotikal mustaqim.
- Assalamualaikum
- ya Rasulullah.
- Assalamualaikum wa ala ibadillahis
- sholihin.
- Assalamualaikum
- warahmatullahi [berdehem]
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Pada renungan yang lalu kita
- bersama-sama merenungkan
- nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala yang
- terdapat dalam albasmalah.
- Apabila kita memahami dan merenungkan
- dengan baik
- makna dari nama-nama yang terdapat
- dalam basmalah
- yaitu nama Allah subhanahu wa ta'ala.
- Nama
- subhanahu wa ta'ala yang Maha terpuji.
- Nama
- yang penuh dengan keagungan, keindahan,
- rahmat dan kasih.
- Siapa-siapa yang ingin memahami
- nama Allah subhanahu wa ta'ala,
- dia dapat memahami
- penjelasannya melalui al-asmaul husna.
- Yang berkedudukan sebagai bayang dan
- penjelasan yang menerangkan siapa itu
- Allah subhanahu wa ta'ala.
- Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
- "Walahul asma walillahil asmaul husna."
- Kepunyaan Allah seluruh nama-nama
- yang terindah.
- Fad'uhu biha.
- Bila kalian ingin berkomunikasi dengan
- Allah, memanggil Allah, panggil Allah
- melalui namanya.
- Dalam surat al-isra, "Qulid'ullah
- awid'urrahman."
- Katakan kepada mereka, wahai Rasulullah.
- Di saat mereka ingin berkomunikasi
- dengan Allah, panggil ya Allah atau ya
- Rahman.
- Falahul asmaul husna, Dia memiliki
- nama-nama yang terindah.
- Yang akan menentramkan jiwanya.
- Yang akan betul-betul mencerahkan
- wawasannya.
- Yang akan memperkenalkan kepada Allah
- yang Maha terpuji.
- Yang Maha Agung, yang Maha Indah, yang
- Maha Bijaksana, yang Maha Pengasih lagi
- Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya.
- Tapi bagi mereka-mereka
- yang melakukan kezaliman dan kejahatan
- di atas muka bumi.
- Allah ingatkan mereka-mereka akan
- berhadapan dengan Al Aziz, Al Jabbar, Al
- Mutakabbir yang tidak akan membiarkan
- mereka-mereka yang berbuat kezaliman
- atas hamba-hambanya.
- Bila kita memahami nama-nama Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala
- secara menyeluruh dalam satu kesatuan,
- kita akan betul-betul dapat mengenali
- keagungan, kebesaran Tuhan kita yang
- Maha Terpuji.
- Tapi sayang, sungguh sayang kaum
- muslimin kurang mendalami
- dan meresapi nama-nama Allah. Seandainya
- mereka memahaminya, memahaminya secara
- terpisah. Padahal seluruh nama-nama
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang begitu
- indah menjelaskan kepada kita siapa
- Allah Tuhan kita, pencipta kita.
- [berdehem]
- Oleh karena itu, perlu kita memahami
- ucapan yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- ajarkan kepada kita pada setiap kali
- kita memulai pekerjaan kita.
- Agar selalu betul-betul
- menjadi ingatan dalam hati kita.
- Agar dapat menjadi bekal hidup kita.
- Bismillah, dengan nama Allah.
- Ba di sini
- ya, lil istishab.
- Artinya
- seluruh perjalanan hidupnya selalu
- hatinya
- teriring dengan Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala.
- Arrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- yang Rahman, yang rahmatnya meliputi
- segala sesuatu, yang meliputi seluruh
- makhluknya, baik yang beriman maupun
- yang tak beriman dalam kehidupan dunia.
- Begitu juga rahmatnya
- yang Allah limpahkan kepada hewan-hewan
- dan makhluk-makhluk yang lainnya.
- Alam semesta dan seluruh isinya
- merupakan manifestasi dari nama Allah
- Subhanahu wa ta'ala Ar-Rahman.
- Sebagaimana yang diterangkan Allah
- secara panjang lebar
- dalam surat Ar-Rahman dan telah kita
- bacakan pada kajian yang lalu.
- Di mana Allah menjelaskan manifestasi
- dari namanya Ar-Rahman secara panjang
- lebar, Ar-Rahman allamal Qur'an,
- khalaqal insan, allamahul bayan dan
- seterusnya.
- Diri kita,
- saudara-saudara kita, seluruh makhluk
- hidup
- dan seluruh nikmat yang Allah limpahkan
- kepada kita baik yang lahir maupun yang
- batin, yang kita ketahui maupun yang
- tidak kita ketahui,
- seluruhnya merupakan manifestasi dari
- namanya Ar-Rahman.
- Kemudian Ar-Rahim, walaupun dua nama ini
- berasal dari akar kata yang sama itu
- rahmat,
- tapi nama yang pertama menunjukkan
- rahmat Allah yang meliputi segala
- sesuatu, sedangkan Ar-Rahim
- rahmat khusus yang Allah anugerahkan
- bagi mereka yang bertakwa.
- Sebagaimana dalam firman Allah pada
- surat Al-A'raf
- ketika [berdehem] Allah mengisahkan doa
- Nabi Allah Musa, "Waktub lana fi
- hadzihid dunya hasanah."
- Ya Allah tuliskan dan tetapkan bagi kami
- kebaikan dalam kehidupan dunia ini.
- "Wafil akhirah dan tetapkan juga
- tuliskan bagi kami dalam kehidupan
- akhirat."
- "Inna hudna ilaik, sesungguhnya kami
- kembali bertobat kepadamu."
- Dalam bahasa Arab, kata taba yatubu, ya,
- merupakan
- eh
- kata yang menunjukkan arti kembali
- kepada Allah setelah tadinya dalam
- keadaan
- tersesat di luar jalannya.
- Begitu juga kata hada yahudu yang
- berasal seperti dari bahasa Ibrani.
- Ya.
- Kemudian beralih ke dalam bahasa Arab.
- Hada yahudu artinya juga taba yatubu
- inna hutna ilaik sesungguhnya kami
- kembali kepadamu.
- Lalu Allah menjawab, renungkan ayat ini.
- Qala adzabi usibu bihi man asya.
- Warahmati wasiat kulli syai.
- Allah menjawab bahwasanya rahmatku
- meliputi segala sesuatu.
- Tapi rahmat khusus ya
- aku akan tuliskan tetapkan lilladzina
- yattaqun bagi mereka yang bertakwa
- kepada Allah wayutuna zakat dan mereka
- mengeluarkan zakat walladzina
- humbiayatina yukminun dan mereka-mereka
- yang beriman kepada ayat kami.
- Jadi Allah subhanahu wa taala berikan
- bimbingan kepada kita dalam memulai
- pekerjaan kita agar selalu hati kita
- betul-betul apa?
- Hati kita bersama Allah yang rahman dan
- rahim.
- Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi
- Maha Penyayang.
- Coba renungkan bagaimana kira-kira
- keadaan orang yang selalu ya dalam
- seluruh perjalanan hidupnya bersama
- Allah
- Arrahman Arrahim.
- Maka dia akan menerima rahmat Allah
- subhanahu wa taala yang merupakan
- manifestasi daripada namanya Arrahman
- juga menerima rahmat Allah dari
- manifestasi namanya Arrahim. Betapa
- indahnya.
- Betapa betul-betul mulianya dan damainya
- orang semacam ini yang tidak akan pernah
- ditinggalkan oleh Allah Arrahman
- Arrahim.
- Oleh karena itu dalam seluruh perjalanan
- hidupnya dia selalu memuji Allah. Karena
- apa yang datang kepadanya baik itu
- kebaikan maupun keburukan, dia
- betul-betul meyakini bahwa ini
- betul-betul merupakan apa? Merupakan
- kebijakan Allah yang terbaik buat
- dirinya.
- Di saat dia menerima nikmat, dia
- bersyukur Allah tambahkan nikmatnya. Di
- saat dia dicoba dengan cobaan seperti
- penyakit, kesempitan, ya.
- Dia melihatnya sebagai
- karunia Allah subhanahu wa taala yang
- akan memberikan kepadanya ganjaran yang
- tak terbatas.
- Dan juga menambahkan kedekatan dirinya
- kepada Allah. Karena Allah berfirman,
- "Wasbir wa ma sabruka illa billah."
- Bersabarlah, kesabaranmu akan membuat
- kamu bersama Allah.
- "Wallahu yuhibbus sabirin." Allah amat
- mencintai orang yang bersabar. Begitu
- juga, "Innama yuwaffas sabiruna ajrahum
- bighairi hisab."
- Sesungguhnya orang-orang yang bersabar,
- mereka akan menerima ganjaran mereka
- tanpa hisab. Oleh karena itu, saksikan
- Nabi yang merupakan manusia yang amat
- dicintai Allah, dimuliakan Allah,
- tidak luput dari cobaan sepanjang
- perjalanan hidupnya.
- Orang yang disayangi Allah bukan berarti
- orang yang terbebas dari ujian, tidak.
- Justru orang yang disayang oleh Allah
- subhanahu wa taala, yang ditempa oleh
- Allah dengan berbagai macam cobaan.
- Kemudian menerima rahmatnya pada saat
- dicoba, dia bersabar. Pada saat dia
- menerima nikmat, dia bersyukur. Selalu
- hatinya tidak pernah melupakan dan
- meninggalkan Allah.
- Oleh karena itu, setelah
- kita diajarkan dalam komunikasi kita
- bersama Allah melalui suratul fatihah
- yang dikenal dengan nama as sab'ul
- matsani,
- Allah mengajarkan kita setelah kita
- memulai dengan bismillahirrahmanirrahim,
- Allah mengajarkan kita untuk betul-betul
- memuji Allah subhanahu wa taala yang
- maha terpuji dalam seluruh
- af'alnya. Baik dalam namanya, dalam
- perbuatan dan kebijakannya.
- Begitu pula pada zat yang Maha Suci,
- Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan
- Tuhan yang Maha Terpuji.
- Orang yang meresapi hal ini dan
- menyadarinya tidak akan pernah berburuk
- sangka pada Allah.
- Dia akan selalu berpikir positif,
- bekerja dan bertindak juga secara
- positif dan yakin akan janji Allah.
- Cobaan di perjalanan tidak akan menjadi
- kendala,
- malah menjadi betul-betul apa? Pelajaran
- yang menempa dirinya yang akan
- menghasilkan keberuntungan dan panen
- yang tak terhingga dari ampunan dan
- ganjaran Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Jadi Bismillahirrahmanirrahim,
- ini merupakan
- pengakuan,
- kesadaran manusia bahwa dirinya berasal
- dari Allah, kembali kepada Allah dan
- demi keselamatannya hanya bergantung
- kepada Allah.
- Sedangkan Alhamdulillahi Rabbil Alamin
- merupakan pengakuan
- atas dasar penuh kesadaran
- bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala
- Maha Terpuji dalam segala sesuatu.
- Oleh karena itu, akhir zaman,
- kalau kita ingin memahami kata Alhamdu
- dalam Alquran, sebetulnya kita dapat
- mengikutinya melalui penempatan
- dari kalimat Alhamdu dalam Alquran.
- Contohnya dalam Surat Al Fatihah,
- Bismillahirrahmanirrahim,
- Alhamdulillah.
- Segala puji seluruhnya
- hanya teruntuk Allah.
- Lalu Allah jelaskan mengapa? Rabbil
- Alamin.
- Dia merupakan Tuhan,
- pencipta, pemelihara, pengatur dan
- penjaga semesta alam.
- Jadi rububiyah Allah Subhanahu wa Ta'ala
- terhadap alam raya dan seluruh isinya
- menunjukkan bahwa Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala Maha Terpuji. Maa taroo fii
- kholqir Rohmani min tafaawut. Kau tak
- akan menjumpai adanya kepincangan,
- adanya ketidakseimbangan dalam ciptaan
- Allah Yang Maha Pemurah.
- Seandainya ada cacat kembali kepada ulah
- perbuatan manusia. Sebagai contoh
- bayi yang tumbuh dalam kandungan ibunya
- dalam keadaan cacat. Begitu lahir
- bayi tersebut tidak sempurna.
- Bukan karena Allah.
- Tapi karena perbuatan manusia
- baik itu perbuatan suami yang tidak
- menjaga dirinya, bergaul liar dengan
- wanita, menimbulkan akhirnya
- penyakit buat istri dan anak dalam
- kandungannya. Atau ibu yang tidak
- menjaga dirinya, mengkonsumsi
- obat-obatan yang bisa menimbulkan
- kerusakan pada kandungannya.
- Oleh karena itu kebaikan semua dari
- Allah maka Dia Yang Maha Terpuji.
- Sedangkan keburukan kembali kepada ulah
- kita. Karena kandungan ada pada rahim
- seorang wanita, mau tidak mau perilaku
- wanita tersebut, perilaku juga suaminya
- berpengaruh terhadap kandungan.
- Alhamdulillahirabbil
- Segala puji bagi Allah.
- Mengapa? Rabbil Alamin Dia Rabb dari
- seluruh alam semesta melalui betul-betul
- apa? Rububiyahnya kita bisa menyaksikan
- betul-betul bahwa Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala Maha Terpuji.
- Betul-betul kita kalau mau merenung
- meresapi kebesaran Allah dalam diri kita
- yang terdapat di langit dan di bumi,
- seluruhnya ayat-ayat yang tak akan
- pernah berakhir dan tak terperikan.
- Lalu kembali Allah ulangi
- Arrahmanirrahim.
- Rabbil Alamin Yang Maha Pengasih
- Penyayang dalam menjaga, memelihara alam
- semesta dan termasuk seluruh isinya, di
- antaranya kita semua.
- Begitu juga kalau kita membaca ayat yang
- lain.
- Alhamdulillahilladzi
- lam yattakhidzu walada.
- Wa qul alhamdulillahilladzi lam
- yattakhid walada, walam yakun lahu
- syarikun fil mulk, walam yakun lahu
- waliyun minadzulli wa kabbirhu takbira.
- Segala puji bagi Allah.
- Yang tidak sama sekali apa?
- Memiliki atau mengangkat anak.
- Dan dia tidak memiliki syarik sekutu
- dalam kekuasaannya, dalam kerajaan.
- Walam yakun lahu syarikun fil mulk.
- Walam yakun lahu waliyun minadzulli,
- [mendengus]
- dan Allah juga tidak butuh wali,
- penolong, pembantu ya.
- Dari kehinaan, arti dalam menghadapi
- segala sesuatu Allah tidak mem tidak
- membutuhkan pembantu, tapi segala
- sesuatu semua butuh kepadanya. Dia Maha
- Kaya, sedangkan segala sesuatu butuh
- kepadanya.
- Dalam menciptakan langit bumi tanpa ada
- pembantu, menciptakan malaikatnya,
- menciptakan jinnya, menciptakan
- manusianya.
- Kemudian mengatur kehidupan mereka,
- menempatkan potensi masing-masing semua
- dilakukan oleh Allah, la syarikalah
- tanpa sekutu.
- Wa kabbirhu takbira, maka atas dasar
- ini.
- Takbirkan dan besarkan serta agungkan
- agungkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
- karena selain dari Allah hamba-hambanya
- yang butuh kepadanya.
- Coba bayangkan Kang Rizal kalau
- seandainya Tuhan kita memiliki anak.
- Memiliki istri.
- Memiliki juga apa?
- Pembantu-pembantu yang membantunya, apa
- yang akan terjadi?
- Hati kita.
- Tak akan murni tertuju pada Allah.
- Disamping kita takut dan mengharapkan
- ridho Allah, kita juga takut dan
- berharap kepada selainnya.
- Tapi dengan rahmat Allah, sebagaimana
- diri kita berasal daripadanya, Allah
- kembalikan kita sepenuhnya kepada Allah
- Subhanahu wa ta'ala di dunia
- untuk seluruh kebutuhan kita. Begitu
- pula harapan dan perlindungan kita di
- hari akhirat, Dialah yang akan mengadili
- kita dengan penuh keadilan dan
- kebijaksanaan.
- Kita lihat dalam apa? Dalam ayat ini,
- Allah tempatkan pujian wa qulil
- hamdulillahilladzi lam yattakhidz walada
- kepada urusan yang amat besar.
- Kepada hakikat yang betul-betul apa?
- Rahmatnya
- kembali kepada seluruh makhluk di langit
- maupun di bumi. Karena kalau tidak
- adanya tuhan-tuhan selain Allah atau
- bersama Allah, langit bumi akan
- mengalami kekacauan.
- Tapi Dialah Sang Pencipta, Dia Sang
- Pemelihara dan Dia juga yang apabila
- tiba saatnya menentukan akhir dan
- kehancurannya.
- Begitu juga dalam firman Allah pada
- surat Al-An'am Al-Hamdulillahilladzi
- kholaqos samawati wal ardhi, segala puji
- bagi Allah yang telah menciptakan langit
- dan bumi.
- Alhamdulillahilladzi
- kholaqos samawati wal ardhi
- waja'aladzulumati wan nur, dan Dia yang
- mengadakan kegelapan dan cahaya.
- Alhamdulillahilladzi kholaqos samawati
- wal ardhi waja'aladzulumati wan nur,
- tsummalladzina kafaru birobbihim
- ya'dilun.
- Tapi kemudian orang-orang kafir yang
- telah menerima karunia
- dan anugerah Allah yang begitu agung dan
- mulia, ternyata mereka berpaling dari
- [berdehem] Allah mempersekutukan Allah
- dengan lainnya.
- Kita lihat bagaimana Al-Hamdulillah
- dikaitkan dengan penciptaan langit bumi,
- mengadakan cahaya dan kegelapan yang
- semuanya manfaatnya kembali kepada kita.
- [berdehem] Bayangkan kalau sepanjang
- hidup kita terang.
- Bagaimana kalau sepanjang hidup kita
- dalam keadaan gelap gulita? Tapi dengan
- rahmat Allah menggilir antara siang dan
- malam, silih berganti.
- Allah lakukan semua itu sendiri tanpa
- sekutu.
- Seharusnya orang-orang atau semua
- makhluk kembali kepada Allah
- mengungkapkan syukurnya, puja pujinya
- kepadanya. Ternyata mereka
- mempersekutukan Allah dengan
- makhluk-makhluk bahkan yang lebih rendah
- dari mereka.
- Kemudian kita perhatikan secara khusus,
- apa yang terjadi pada Ibrahim yang
- membuat Ibrahim memuji Allah
- alhamdulillah alladzi wahabali alal
- kibari Ismail.
- Alhamdulillah alladzi wahabali alal
- kibari Ismaila wa Ishaq inna rabbi
- lasamiuddua. Segala puji bagi Allah
- yang telah menganugerahkan bagiku di
- hari tua
- Ismail dan Ishaq. Sungguh Tuhanku Maha
- Pengabul doa.
- Maha mendengar
- doa hamba-hambanya. Nah, puja puji di
- sini yang Ibrahim ungkapkan
- juga sebagai pendidikan bagi semua
- manusia di saat mereka ingin berdoa
- memohon, mohon kepada Allah walaupun hal
- yang mustahil menurut hitungan manusia,
- bagi Allah subhanahu wa taala merupakan
- hal yang mudah.
- Dan kalau kita ikuti
- ayat-ayat yang berisikan puja puji dan
- penempatan kata alhamdu dalam Alquran
- menunjukkan semua kepada apa? Kepada
- Allah yang Maha Terpuji di langit, di
- bumi, di seluruh alam semesta.
- Semua yang dilakukan Allah betul-betul
- melambangkan keagungan,
- kebijaksanaan,
- ilmu, juga rahmat dan kasihnya. Lalu
- mengapa manusia masih banyak yang
- bercurigai kepada Allah, dikuasai oleh
- syak dan sangka.
- Dalam surah
- pada akhir surah Al-Jatsiyah Allah
- berfirman falillahil hamdu.
- Bagi Allah atau kepunyaan Allah puji dan
- puji.
- "Rabbis samawati wa rabbil ardi, rabbil
- alamin."
- Yaitu Rabb, ya.
- Dari apa? Langit dan bumi. Pencipta,
- penguasa, pemelihara, penjaga langit dan
- bumi.
- "Rabbis samawati wa rabbil ardi."
- "Rabbil alamin." Dan penguasa semesta.
- "Walahul kibriyau fis samawati wal ard."
- Dan
- kepunyaannya, miliknya seluruh kebesaran
- dan keagungan di langit maupun di bumi.
- "Wa huwal azizul hakim." Sesungguhnya
- Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- Kita lihat alhamdu dikaitkan dengan
- dengan apa? Rububiyah Allah subhanahu wa
- taala terhadap langitnya, buminya, dan
- seluruh semesta alam. Dan Dialah
- satu-satunya
- pemilik alkibriya, kebesaran dan
- keagungan.
- Baik di langit dan di bumi. Dan Dia Maha
- Perkasa lagi Maha Bijaksana. Ini ayat
- memberikan kabar gembira buat kita.
- Di saat kita
- mengharap
- atau takut dari sesuatu berlindung, kita
- datang kepada Allah, kita akan berada
- dalam suasana aman. Siapa yang kuasa
- untuk membahayakan orang yang dilindungi
- Allah?
- Siapa yang kuasa untuk mencelakakan,
- menutup pintu rahmat dari orang yang
- Allah buka pintu rahmatnya?
- Jadi puji-puji yang Allah sebutkan dalam
- Alquran hanyalah milik Allah. Karena
- Allahlah subhanahu wa taala yang Maha
- Terpuji.
- Nah, kalau Anda ingin lebih jelas lagi,
- buka ayat-ayat yang berisikan puji-puji.
- Kita akan temukan semuanya
- menerangkan kepada kita
- Allah subhanahu wa taala Maha Terpuji
- dalam segala sesuatu. Oleh karena itu
- Ibrahim yang mendapatkan anak di hari
- tua, dia memuji Allah. Kenapa? Dia sadar
- keterlambatan ini sebetulnya kembali
- kebaikannya pada dirinya yang membuat
- rasa syukur yang tak terhingga kepada
- Allah melimpah.
- Dan juga pendidikan bagi kita semua yang
- menyaksikan keadaan Ibrahim
- bersama Allah begitu pula dia
- mendapatkan anak di hari tua di saat
- istrinya dalam keadaan menopause sudah
- tidak mampu untuk mengandung dan
- melahirkan anak.
- Tapi Ibrahim yakin dengan doanya kepada
- Allah begitu pula yang dihadapi Zakaria.
- Begitu pula yang dihadapi Yunus dalam
- perut ikan
- mengajarkan kepada kita
- untuk kembali kepada Allah sebagaimana
- Allah memerintahkan kita mengajak kita
- Rabbukum
- astajib lakum.
- Oleh
- karena itu ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Kenapa dalam doa
- kita menunjukkan doa kita kepada selain
- Allah kenapa?
- Dalam menerima pengajaran dan wahyu
- Allah mengutus Rasulnya melalui malaikat
- yang membawa wahyunya kepada Rasulnya
- ini merupakan
- Al Kibriya kebesaran dan keagungan tidak
- semua orang
- berhak untuk diajak bicara oleh Allah
- tapi dalam doa
- Allah tidak pernah sama sekali
- memerintahkan kita untuk menuju Allah
- melalui perantara.
- Tapi kita mendekatkan diri kepada Allah
- dengan tulus memohon kepadanya dengan
- wasilah amal saleh yang Allah ridhoi.
- Jadi kata bertawasul kepada Allah kita
- bertawasul bil
- shalihat.
- Kita bertawasul kepada Allah dengan
- amal-amal saleh yang Allah cintai
- contohnya
- sehabis kita salat baik yang wajib dan
- sunnah kita berdoa. Kita bertawasul
- kepada Allah dengan amal saleh yang
- Allah cintai.
- Begitu juga dengan kita bersedekah,
- kemudian kita berdoa.
- Atau katakan kita bersilaturahmi.
- Atau berbuat kebaikan pada kedua orang
- tua kita, menolong sesama kita. Ini
- merupakan amal saleh, kalau kita lakukan
- kemudian kita berdoa kepada Allah
- subhanahu wa taala, doa kita akan lebih
- mustajab.
- Karena Allah mencintai amalan-amalan
- saleh.
- Oleh karena itu ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, jangan sekali-kali kamu
- tunjukkan harapan dan doamu kepada
- selain Allah.
- Yang akan menjerumuskan kamu ke dalam
- golongan orang-orang yang
- mempersekutukan Allah. Yang tidak akan
- membuka pintu rahmat dan ampunan bagi
- dirimu. Seandainya kamu mohon kepada
- selain Allah, lalu apa yang kamu
- dapatkan tercapai, ketahuilah. Itu
- bagian dari perbuatan setan.
- Allah subhanahu wa taala akan membiarkan
- setiap orang dengan pilihannya. Yang
- memilih setan sebagai walinya.
- Allah akan biarkan setan memenuhi apa
- yang dia inginkan.
- Tapi akan semakin jauh dari Allah. Tapi
- yang menjadikan Allah sebagai walinya,
- Allah yang akan mengurus seluruh
- urusannya. Sebagaimana.
- Ucapan Rasul, inna waliyallah.
- Sesungguhnya waliku adalah Allah.
- [mendengus]
- Begitu juga Allahu waliyulladzina amanu
- yukhrijuhum minadzulumati ilannur. Allah
- walinya orang yang beriman yang akan
- mengeluarkan mereka dari kegelapan
- menuju cahaya.
- Nah, pilih. Apakah Anda ingin menjadikan
- Allah sebagai wali yang mengurus urusan
- Anda? Yang tidak bisa sama sekali
- dihalangi oleh siapapun.
- Tapi sebaliknya bila Anda.
- Menjadikan makhluk-makhluk Allah sebagai
- walinya, baik itu jin maupun manusia.
- Maka Allah akan meninggalkan Anda.
- Dan makhluk-makhluk.
- Tersebut yang Anda jadikan sebagai wali
- Anda, takkan kuasa menolong Anda kecuali
- sesuai dengan apa yang diizinkan Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala.
- Oleh karena itu melalui pelajaran pada
- pagi [berdehem] hari ini
- dikaitkan dengan pelajaran yang lalu
- Bismillahirrahmanirrahim
- yang merupakan pembukaan orang yang
- beriman
- dalam setiap aktivitas hidupnya tak
- pernah dia melupakan Allah, bahkan dia
- penuh harap agar Allah yang Maha
- Pemurah, yang Maha Pengasih selalu
- mengiringi dan melindungi serta membelai
- dirinya dengan rahmat dan kasih-Nya.
- Sedangkan alhamdulillah merupakan
- puja-puji syukur yang tak terhingga
- [berdehem]
- yang dipersembahkan kepada Allah Tuhan
- semesta alam. Kebaikan nya bukan hanya
- terasa untuk dirinya tapi di seluruh
- alam semesta. Begitu pula keindahannya.
- Nah, inilah Kang Rizal yang membedakan
- diantara alhamdu wasyukur.
- Alhamdu begitu meluasnya bukan hanya
- terbatas pada nikmat yang dia terima
- ya
- tapi mencakup seluruh nikmat karunia
- Allah di seluruh alam semesta.
- Sedangkan asy-syukru
- bisa kita menerima kebaikan kita
- bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala. Tapi belum tentu seorang bisa
- dicoba oleh Allah dengan ujian yang akan
- mengangkat dirinya dia akan bersyukur.
- Hmm.
- Tapi seorang mukmin dia akan memuji
- Allah alhamdulillah ala syarrai wa
- dharrai segala puji bagi Allah atas
- kebaikan yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- berikan kepadanya begitu juga pada saat
- dia menghadapi mara bahaya dan ujian.
- Karena kedua-duanya
- merupakan apa? Merupakan rahmat dan
- kasih Allah serta pendidikan dari Tuhan
- yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
- yang tidak mungkin dia akan curiga
- terhadap Allah.
- Jadi kalau alhamdu bersifat meluas,
- menyeluruh
- sedangkan asy-syukru dari seorang hamba
- yang bersyukur atas nikmat yang Allah
- karuniakan atas dirinya.
- Maka dalam kita menghadapi cobaan hidup
- ini atau kita menerima nikmat Allah,
- jangan lupa
- bahwa Allah subhanahu wa taala melakukan
- semua ini
- terhadap Anda
- dengan tujuan untuk mendidik Anda,
- mengajak Anda kembali kepada Allah.
- Terkadang dengan penyakit, seorang
- sebelumnya sehat lupa.
- Ehm.
- Dia hanyut bersama syahwat dan
- angan-angannya. Tahu-tahu dia terkena
- penyakit. Begitu terkena penyakit, dia
- tersadar. Selama ini dia telah lupa
- kepada Tuhannya.
- Akhirnya mulai saat itu dia berubah.
- Dengan cobaan, dia kembali pada Allah.
- Yang tadinya seorang laki-laki
- walaupun sudah beristri, memiliki anak,
- seringkali berganti-ganti pasangan.
- Merayu sana, merayu sini. Dia bangga
- dirayu sana, dirayu sini. Dia
- beranggapan karena kelebihan keutamaan
- yang pada yang ada padanya.
- Tapi begitu dia sakit, dia menyadari
- ternyata yang setia mendampingi dirinya,
- yang merawatnya pada saat dia sakit,
- istri yang selama ini diabaikan dan
- dilupakan.
- Begitu juga terkadang orang sibuk dengan
- kesibukannya, lupa kepada anak-anaknya.
- Pada saat dia sakit baru dia menyadari
- bahwa ternyata anak-anaknya setia
- mendampingi dirinya yang selama ini
- diabaikan.
- Nah, sebagai penutup, ada sebuah cerita
- menarik, Kang Rizal.
- Seorang
- ayah
- kebetulan dari suku bangsa Arab
- yang amat-amat terpa
- fanatik kepada anak laki-laki.
- Dianggap anak perempuan membawa
- kehinaan.
- Subhanallah.
- Ini merupakan tradisi di tengah bangsa
- Arab, bahkan juga di sebagian bangsa
- Cina juga punya tradisi yang seperti
- ini.
- Di tengah-tengah orang Indonesia juga
- ada yang punya kefanatikan terhadap apa?
- Anak laki-laki. Anak perempuan
- dianggap mengurus dapur, mengurus
- anak-anak. Kamu perempuan tahu apa?
- Subhanallah.
- Begitu dia mendapatkan kabar gembira
- satu hari bahwa istrinya melahirkan
- anak, dia bertanya laki atau perempuan?
- Dibilang perempuan.
- Dia mengatakan ya lailati sauda.
- Ini merupakan malamku yang gelap gulita.
- Tapi begitu mendapatkan anak laki-laki,
- dia mengatakan ini betul-betul cahaya
- hidupku, kebanggaan hidupku.
- Dengan bangga dia mengatakan wa na'im.
- Orang Arab bilang wa na'im sebagai
- gambaran apa? Kebanggaan.
- Menyambut kemuliaan, wa na'im.
- Ehm.
- Tapi biasanya kalau mereka menerima
- kabar buruk, mereka mengatakan ehm.
- Ehm, sebagai gambaran apa? Yang tidak
- menyenangkan.
- [berdehem]
- Allah kasih, subhanallah.
- Dia memiliki anak laki-laki yang
- dibanggakan.
- Memiliki juga anak perempuan.
- Subhanallah, yang laki-laki yang
- dibanggakan ini.
- Yang diberikan modal, maju.
- Tapi jarang menengok orang tuanya.
- Si orang tua banggakan anak yang sukses
- di sini, sukses di sana. Dibanggakan di
- tengah-tengah teman-temannya.
- Subhanallah, satu hari dia jatuh sakit.
- Yang cukup parah hingga akhirnya kedua
- matanya buta.
- Yang memandikan, membersihkan, dan
- memberikan makan buat dirinya anak
- perempuannya.
- Karena matanya tidak melihat, dia tidak
- sadar.
- Tapi dia selalu memperhatikan bagaimana
- dirinya dimandikan, dibersihkan, tempat
- tidurnya, diberikan pengakuan.
- Akhirnya satu hari, si ayah bertanya
- pada Ino.
- Man antiya binti, siapakah wahai wahai
- anakku?
- Dia bilang, "Ana lailatu ka sauda ya
- abi." Aku malam yang gelap gulitamu
- wahai ayah.
- Maksudnya pada saat aku lahir, kamu
- mengatakan
- Ehm.
- Saya merupakan malam gelap gulitamu.
- Si ayah menangis sambil mengatakan apa?
- Ya laita layali kullaha sauda, coba
- seluruh malamku hitam.
- Coba seluruh malamku
- Ternyata yang peduli perhatian terhadap
- dirinya
- anak perempuannya.
- Ehm.
- Jadi kejadian subhanallah
- terjadi juga pada orang yang saya kenal.
- Kalau tadi merupakan kisah masa lampau
- Ehm.
- terjadi pada seorang yang saya kenal.
- Seorang ayah kelahiran Hadramaut juga
- dia selalu banggakan anak laki-lakinya.
- Anak perempuannya disepelekan.
- Subhanallah di hari tua
- bisa dia stroke.
- Air liurnya bercucuran dari mulutnya
- yang bersihkan anaknya, mandikan, yang
- selalu duduk di sampingnya.
- Ehm.
- Lalu si istri bilang apa?
- Waktu anaknya menjauh, "Kamu lihat ke
- mana anak laki-laki kamu pergi? Siapa
- yang mau mandikan kamu? Siapa yang
- mengurus kamu kalau kamu tidak diurus
- anak perempuan?
- Kamu akan berubah menjadi sesuatu yang
- sama sekali menjijikkan."
- Si bapak dalam keadaan stroke, air
- matanya berlinang-linang.
- Nah, kalau kita lihat di sini
- dulu mereka menganggap remeh anak
- perempuan.
- Ternyata apa? Yang peduli padanya justru
- anak perempuan. Oleh karena itu sikap
- Rasul terhadap anak perempuan berbeda.
- Ehm.
- Datang Sayyidah Fatimah disambut oleh
- ayahnya berdiri, dikecup keningnya,
- didudukkan di tempat duduknya. Lalu dia
- memanggilnya ya umma abiha, wahai ibu
- dari ayahnya. Kalau Rasulullah akan
- berangkat musafir, rumah Sayyidah
- Fatimah yang terakhir ditinggalkan.
- Pulang dari safar setelah masjid, rumah
- pertama bukan istrinya, rumah putrinya
- Sayyidah Fatimah.
- [mendengus]
- Jadi kalau kita perhatikan, kita ini
- sering tidak menghargai nikmat Allah,
- padahal di situ terdapat nikmat dan
- rahasia yang tersembunyi.
- Jadi baik pada sakit, pada saat senang,
- pada saat sempit, susah,
- sebetulnya Allah yang Maha Terpuji
- sedang mendidik kita, tapi kita lengah
- dan lalai.
- Jadi bismillahirrahmanirrahim,
- jangan pernah Anda lupakan, dia pembuka
- pintu rahmat Allah.
- Alhamdulillahirabbilalamin
- merupakan apa yang seharusnya diucapkan
- setiap orang yang beriman.
- Memuji Tuhan Yang Maha Terpuji
- dan menjauhkan rasa syak wasangka di
- hatinya. Syak wasangka di hatinya
- terhadap Allah. Allah yang tak mungkin
- sama sekali mendzalimi hambanya.
- Bagaimana mungkin Yang Maha Terpuji,
- Yang Maha Kaya, Yang Maha Kuasa butuh
- kepada kita?
- Perbuatan orang dzalim itu karena apa?
- Karena dia butuh [berdehem] atau takut
- dari sesuatu, sedangkan Allah Maha Kaya
- dari seluruh makhluk-Nya.
- Maka ingat,
- setidaknya Anda hadapkan wajah Anda
- kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- sepenuhnya. Jangan gantungkan hidup Anda
- kepada selainnya.
- Kalau tidak Anda akan menyesal
- di hari tak bermanfaat anak, keluarga,
- kecuali hanya yang datang kepada Allah
- dengan hati yang bersih dan
- murni.
- Baik, nah demikianlah Ikhwan Akhwat
- renungan
- yang disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Husein tadi terkait eh lanjutan pekan
- sebelumnya mengenai basmalah, Ustaz ya?
- Iya.
- Bismillah dan di kesempatan ini mengenai
- alhamdu, ya.
- Ini mengenai nikmat dan karunia Allah
- yang cukup luas, sangat luas dan
- eh tidak terbatas, Ustaz ya.
- Dan Ikhwan Akhwat, kita lanjutkan masih
- ada waktu untuk sesi tanya jawab. Eh,
- Kang Algi nampaknya ada yang sudah
- terhubung di line telepon.
- Bisa diangkat? Ya, kita angkat terlebih
- dahulu.
- Halo, asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dengan Ibu siapa di mana,
- Ibu?
- Iya, dari Ibu Ria, Pondok Labu. Silakan,
- Ibu. Silakan, Ibu.
- Iya, afwan, Ustaz. Tadi Ustaz
- menjelaskan tentang
- putri daripada Rasulullah,
- Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Itu
- Iya.
- mengenai
- apa,
- seorang perempuan,
- anak, ya, anak perempuan.
- Coba, Ibu, suara radionya dikecilkan
- sedikit, Bu, supaya jangan feedback.
- Iya, iya, Ustaz.
- Jadi, volumenya dikecilkan dulu.
- mengenai Sayyidah Fatimah Az-Zahra itu
- eh
- bahwasanya putri daripada Rasulullah itu
- eh satu-satunya
- yang diambil dari keturunan dari Rasul
- itu adalah dari perempuan, dari
- perempuan. Tapi setelah eh kembali lagi
- kepada eh apa, eh topik yang dijelaskan
- oleh Ustaz yang
- yang
- eh
- yang
- cerita di negeri Arab mengenai
- bahwasanya anak perempuan itu bla bla
- bla seperti pada zaman
- eh dahulu kala gitulah, ya, Ustaz, ya.
- Nah,
- di sini kami berpikir, Ustaz, setelah
- mendengarkan ceramah daripada tausiah
- daripada Ustaz tadi,
- saya berpikir
- eh bagaimana sosok Sayyidah Fatimah
- Az-Zahra itu
- eh ketika eh Rasulullah
- dan istrinya, Sayyidah Khadijah
- Al-Kubra, itu
- membentuk suatu putri atau anak yang
- sangat dicintai oleh Allah.
- Kemudian di sini dijadikan sebagai suri
- tauladan
- bagi kalangan kaum perempuan.
- He em.
- Tetapi di sini
- anehnya kenapa dari kalangan perempuan
- itu tidak pernah mau merujuk kepada
- ee akhlak daripada ee Sayyidah Fatimatuz
- Zahra.
- Nah, di sekarang ini
- kalau enggak salah sekarang tanggal 3
- Jumadil Akhir, ada riwayat-riwayat yang
- mengatakan bahwasanya ini adalah hari
- syahadah ya, Ustaz ya, kalau enggak
- salah.
- Ehm.
- Terus
- hari syahadah daripada ee putri
- Rasulullah, Sayyidah Fatimatuz Zahra.
- Ini bagaimana, Ustaz? Sehingga ee
- Sayyidah Fatimatuz Zahra itu begitu
- mulia di mata Allah
- karena
- kemuliaannya itulah
- daripada kaum wanita ini tidak pernah
- mau merujuk kepada akhlak
- Sayyidah Fatimatuz Zahra, padahal sudah
- dijelaskan jelas gitu loh ya, Ustaz ya.
- saya pahami dia punya pertanyaannya.
- Iya.
- Baik, Ibu ya.
- Baik, terima kasih, Ibu Ria ya.
- Bismillahirahmanirahim, heeh.
- Rabbana zidna ilman wa alhiqna
- bishalihin.
- Saya bertanya, bagaimana mungkin orang
- akan mengikuti Sayyidah Fatimah bila
- tidak mengenal dirinya?
- Ehm.
- Wanita-wanita sekarang lebih banyak
- mengenal artis-artis
- YouTuber
- selebgram ya
- pemain bola daripada mengenal Rasul
- ataupun keluarga Rasul maupun
- sahabat-sahabat Rasul yang mulia.
- Jangankan orang lain, Ibu.
- Orang-orang yang berasal dari keturunan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dari wanita-wanita yang berasal dari
- keluarga Rasul bahkan tidak kenal
- Sayyidah Fatimah.
- Tidak mengenal Sayyidah Fatimah.
- Ehm.
- Mereka lebih suka mengenali siapa?
- Selebgram yang sedang apa?
- Yang sedang ramai di TikTok, di
- mana-mana tempat TikToker-nya.
- Baik dalam urusan make up, urusan
- busana, [berdehem]
- seni dan lain sebagainya. Bahkan mereka
- begitu bangga.
- Seolah-olah mereka merasa jijik terhadap
- cara hidup yang ditunjukkan Sayyidah
- Fatimah Az-Zahra alaihis salatu wasalam.
- Padahal ini merupakan cucu dan darah
- dagingnya.
- Apalagi orang lain.
- Padahal kalau kita belajar sejarah
- kehidupan Sayyidah Fatimah Az-Zahra ya,
- yang selalu menjaga kesuciannya, bahkan
- menghindar untuk bergesekan dengan kaum
- pria.
- Dia mengurus rumah tangganya
- dengan betul-betul penuh pengabdian
- kepada Allah.
- Mentaati suami karena Allah, begitu juga
- melayani orang tuanya.
- Wanita yang mulia ini
- muda tapi tidak dimanjakan oleh Rasul.
- Sampai ketika suaminya memohon agar
- diberikan seorang pembantu, Rasul tidak
- berikan buat dirinya. Digantikan dengan
- tasbih Az-Zahra.
- Yang selalu kita baca setelah salat,
- dikenal dengan nama tasbih Az-Zahra. 33
- subhanallah, 33 alhamdulillah dan 34
- kita membaca takbir. Itu dikenal dengan
- tasbih Az-Zahra.
- Ini akan menggantikan kamu
- lebih baik daripada pembantu.
- Dia menggiling gandum sendiri.
- Dia juga pembuat roti, memasak untuk
- keluarganya ya. Hingga di masa mudanya,
- tubuhnya sudah mulai apa? Membungkuk.
- Dia melayani ayahnya, hidup dalam
- perjuangan.
- Dan disaat dia katakan meninabobokan
- anaknya, bahkan dalam keadaan selalu
- bertasbih memuji Allah subhanahu wa
- taala.
- Dia mendampingi sang ayah dalam
- perjuangan-perjuangannya.
- Dan sang ayah betul-betul amat-amat
- berbahagia sekali disaat didampingi oleh
- putrinya.
- Dan Rasulullah mengatakan, "Fatimah
- bi'atun minni yasurruni ma sarroha wa
- yasurruni ma sarroha." Fatimah bahagia
- dari diriku.
- Membahagiakan aku apa yang membahagiakan
- dirinya, menyakiti aku apa yang
- menyakiti dirinya.
- Dia menjadi contoh diantara wanita
- disamping istri-istri Rasul disamping
- sang ibu juga Sayyidah Khadijah yang
- mengabdikan hidupnya untuk Rasulullah.
- Dia melamar Rasulullah. Rasul tidak
- memiliki apa-apa, tapi yang dilihat dari
- Rasul kepribadian dan akhlaknya.
- Ketika selesai menikah masuk ke dalam
- rumah, apa ucapan sang istri Sayyidah
- Khadijah?
- "Ya zauji ulkhuril bait, wahai suamiku
- masuk ke dalam rumah. Al bait baituk,
- rumah ini rumahmu wa ana amatuk dan aku
- adalah hambamu."
- Tapi Rasulullah tidak pernah sama sekali
- apa? Merendahkan dirinya. Selalu dalam
- segala sesuatu
- sebutan yang jadi sebutan Sayyidah
- Khadijah, sang istri. Hingga Sayyidah
- Aisyah cemburu karena seringnya
- Rasulullah menyebutkan apa? Sayyidah
- Khadijah.
- Ketika Aisyah cemburu, Rasulullah
- mengatakan, "Kamu takkan dapat
- dibandingkan.
- Dia membela aku disaat orang memusuhi
- aku.
- Dia mempersembahkan hartanya, hidupnya
- untuk mendukung aku ketika orang semua
- meninggalkan aku."
- Jadi, orang yang menggambarkan bahwa
- wanita itu terbuat dari iga laki-laki
- yang bengkok itu merupakan riwayat
- Israiliyat yang terbiasa merendahkan
- kaum wanita. Kalau Islam tidak memandang
- wanita lebih inferior dibandingkan
- dengan kaum pria.
- [mendengus]
- Ini bagaimana?
- Mereka akan mencontoh Sayyidah Fatimah
- kalau tidak mengenalnya. Jangankan orang
- lain,
- darah dagingnya, cucu-cucunya,
- wanita dari keluarga Rasul berpakaian
- tidak mengikuti contoh Sayyidah Fatimah,
- menonjolkan bagian-bagian tubuhnya
- dengan bangga,
- bercampur dengan pria, berjoget juga di
- tengah-tengah mereka. Bagaimana mungkin
- mereka layak untuk dikumpulkan bersama
- Sayyidah Fatimah?
- [mendengus]
- Tapi walaupun bukan dari keluarga
- Sayyidah Fatimah, bukan dari darah
- dagingnya, tapi yang mengikuti jejaknya,
- akhlaknya, kepribadiannya, dia akan
- dikumpulkan bersama Fatimah.
- Karena yang menyatukan manusia bukan
- nasab yang menyatukan manusia iman dan
- amal saleh. Oleh karena itu kita
- ingatkan kepada asy-syarifah,
- yang menganggap dirinya berasal dari
- keluarga Rasul,
- kembalilah kepada Allah.
- Bertobatlah, jaga kesucian kalian. Ikuti
- keteladanan nenek Anda dan kakek Anda,
- baru Anda kelak layak dikumpulkan
- bersama mereka. Kalau tidak, ini bukan
- basa-basi, bukan seperti angan-angan
- Bani Israil. Apapun yang mereka lakukan,
- mereka merupakan anak kesayangan Allah.
- Nahnu abnaullah wa ahibbauh. Kita
- anak-anak kesayangan Allah dan
- kekasih-Nya.
- Ini semua khayalan Bani Israil. Dijawab
- oleh Allah, "Qul falima yu'adzdzibukum
- bidzunubikum?"
- Kalau betul seperti yang kalian ucapkan,
- kenapa Allah menyiksa kalian dengan
- dengan dosa-dosa kalian? Ada yang
- menjadi monyet, ada yang menjadi babi,
- ya. Kemudian diburu di sana maupun di
- sini karena kejahatan mereka. Padahal
- mereka orang-orang yang berasal dari
- keluarga nabi-nabinya.
- Oleh karena itu, apa yang saya sampaikan
- di sini, ya,
- tujuannya untuk menyentak dan
- mengingatkan karena sudah
- terang-terangan dilakukan perbuatan yang
- tidak sesuai dengan
- petunjuk Allah,
- tidak sesuai dengan apa yang dilakukan
- keluarga Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, yang Allah janjikan
- untuk mensucikan mereka. Innamayu
- ridullah liyudzhiba ankumuris ahlulbaiti
- wayutahhirakum tathhira. Dengan
- bimbingan yang Allah perintahkan. Wa
- qorna fi buyutikunna wala tabarrojna
- tabarrujal jahiliyatil ula wa aqimna
- sholata wa atina zakata wa atinallaha wa
- rasula innama yuridullah. Liyudhiba
- ankum rijasa ahlul baiti wa yutohhirakum
- tothhiroh. Allah perintahkan pada wanita
- dari keluarga Rasul berdiam di rumah,
- jangan keluyuran.
- Jangan bersolek, berdandan dengan
- dandanan jahiliyah menunjukkan lekuk
- tubuhnya.
- Kemudian dirikan sholat, keluarkan
- zakat. Kenapa Allah perintahkan ini
- untuk mensucikan kalian, menjauhkan
- kalian dari kotoran-kotoran jahiliyah.
- Kemudian wadz kurna ma yutla fi
- buyutikunna min ayatillahi wal hikmah.
- Dan hendaklah kalian selalu mengingat,
- membaca, menyebutkan apa yang Allah
- turunkan.
- Yang dibacakan di rumah-rumah kalian
- dari ayat-ayat Allah dan hikmah.
- Kenapa bukan ini yang jadi ikutan? Jadi
- Ibu Ria kalau salah tadi ya.
- Ibu Ria betul.
- Jadi Ibu Ria.
- Kalau wanita-wanita muslimah saat ini
- tidak
- mencontoh Sayyidah Fatimah karena mereka
- tidak tahu, apalagi orang takut.
- Sekarang kalau disebutkan keluarga Rasul
- akan dibilang Syiah.
- Ahlul Bait.
- Kalau sebutkan keluarga Rasul, padahal
- keluarga Rasul ini ya
- yang seharusnya kita cintai,
- mereka-mereka yang di atas sebagai
- contoh ini kita hormati, kita cintai,
- kita ikuti. Tapi sekarang orang
- menyebutkan Imam Ali Syiah.
- Menyebutkan keluarga Rasul, Syiah.
- Saya bingung. Bagaimana mereka mengaku
- sebagai orang yang beriman, mencintai
- Allah dan Rasulnya bisa [berdehem] apa
- khawatir dan takut terhadap hal ini.
- Beda antara Syiah sama Ahlul Bait. Syiah
- ada yang lurus, ada yang bengkok. Ada
- yang mengikuti keluarga Rasul, ada yang
- menyimpang. Tapi kalau Ahlul Bait
- gambaran yang Allah Subhanahu wa ta'ala
- berikan untuk kita sebagai contoh
- tauladan dari rumah tangga Rasulullah
- Shallallahu alaihi wasallam. Dan kata
- Ahlul Baitir Rojul yang berdiam bersama
- apa? Bersama rajul tersebut. Ahlul baiti
- Rasulillah lah.
- Sayyidah Fatimah bersama suaminya.
- Al Hasan wal Husain, mereka yang berada
- di bawah pendidikan Nabi kita Muhammad,
- menyerap betul-betul apa? Keteladanan
- yang amat indah.
- Mereka yang menegakkan betul-betul pilar
- kemanusiaan, keadilan, tidak
- membeda-bedakan di antara manusia. Tapi
- yang terjadi pada saat ini wal
- iyadzubillah. Keadilan dirobohkan,
- digantikan dengan kezaliman.
- Persamaan di antara manusia sebagaimana
- yang Allah jelaskan, sekarang
- dirobohkan, diganti dengan penyekatan
- dan kasta-kasta, sekte-sekte,
- mazhab-mazhab, hingga orang
- terkotak-kotak tidak lagi merasakan
- kesatuan dalam iman dan persaudaraan.
- Jadi Ibu Ria, pertanyaan tadi cukup
- menarik dan saya harapkan
- apa yang saya sampaikan ini terdengar
- oleh mereka-mereka. Baik dari kaum
- muslimat maupun wanita dari keluarga
- Rasulnya. Ingat bahwa nasab kita tidak
- akan menyelamatkan kita, tapi iman dan
- amal saleh kita yang akan menyelamatkan
- kita. Mudah-mudahan apa yang saya
- sampaikan ini membebaskan amanat
- tanggung jawab saya di hadapan Allah dan
- menyampaikan apa adanya, bukan
- memberikan janji-janji dan angan-angan
- yang muluk, tapi mengingatkan kita bahwa
- kita sekarang
- berada dalam kehidupan serius yang kita
- akan pertanggungjawabkan di hari
- kemudian nanti. Wallahu a'lam.
- Baik ya, semoga terjawab cukup jelas
- tadi Ustaz Husein menjawab pertanyaan
- dari Ibu Ria ya. Selanjutnya ini dari
- Pak Shalehuddin di Bogor Ustaz, terkait
- mengenai ketergantungan kita kepada
- makhluk.
- Heeh.
- Ustaz apa batasan yang memisahkan antara
- meminta bantuan kepada sesama manusia
- yang masih diperbolehkan
- dengan bentuk ketergantungan yang
- menjurus pada syirik. Katanya nah,
- selanjutnya juga bagaimana Alquran
- mengajarkan kita untuk mengatasi
- ketakutan yang berlebihan terhadap
- makhluk.
- Seperti juga takut miskin, takut celaan
- manusia atau takut kehilangan jabatan
- yang dapat merusak yang dapat merusak
- tawakal kita kepada Allah. Nah,
- bagaimana juga seorang muslim seharusnya
- bersikap terhadap harta, kekayaan atau
- koneksi yang dimiliki agar tidak
- menjadikannya sandaran utama yang
- mengalahkan sandaran kita kepada Allah.
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- sebagian manusia butuh kepada sebagian
- yang lain.
- Artinya mereka saling membutuhkan.
- Hingga Allah perintahkan wa ta'awanu
- alal birri wat taqwa.
- Bekerja samalah kalian.
- Tolong menolong, gotong royong dalam
- albir.
- Perbuatan baik dan mulia. Dan ketak waan
- kepada Allah. Wala ta'awanu alal ismi
- wal udwan. Jangan kalian bekerja sama,
- gotong royong dalam perbuatan dosa
- maupun apa? Melakukan udwan, pelanggaran
- terhadap hak-hak orang lain. Ini
- perintah Allah.
- Berarti kalau kita bekerja sama
- dengan sesama manusia dalam perbuatan
- bir dan takwa, itu merupakan ibadah
- kepada Allah.
- Tapi bekerja sama dalam perbuatan dosa
- dan pelanggaran terhadap hak orang lain,
- ini perbuatan yang dilarang oleh Allah.
- Satu hari seorang berdoa di hadapan Imam
- Ali.
- Allahumma agnina anin nasi, Allah.
- Jadikan aku tak butuh kepada manusia.
- Imam Ali bilang, "Hatta
- kalau kamu bilang begitu, kamu berarti
- apa? Siap-siap untuk mati.
- Emm.
- Karena selagi kamu hidup, kamu
- membutuhkan satu sama lain.
- Emm.
- Kalau seandainya kita mencukupi
- kebutuhan kita dari kemampuan kita,
- sebagian besar kebutuhan kita di tangan
- orang lain. Contoh, yang menjahit baju
- kita siapa? Yang memintal siapa? Yang
- menanam padi siapa? Bisa kita?
- Tidak butuh kepada manusia?
- Tidak.
- Dijawab. Innallaha ja'alannasa ba'dahum
- liba'din, Allah jadikan sebagian manusia
- butuh kepada sebagian yang lain.
- Oleh karena itu Allah perintahkan untuk
- bekerja sama. Dalam kebajikan dan takwa.
- Yang dilarang bekerja sama dalam
- perbuatan dosa maupun
- pelanggaran. jangan bilang Allahumma
- agnina annas.
- Tapi katakan Allahumma agnina an syirari
- khalkik, ya Allah selamatkan aku agar
- aku tidak bergantung butuh kepada
- hamba-hambamu yang bobrok.
- Fain a'thau a'thau qalilan, kalau ngasih
- sedikit.
- Wa mannu alaika katsira, nyungkitnya
- panjang. Wa dzammu alaika katsira, belum
- lagi nyela kamu.
- Karena dia merasa dia memberi padahal
- sebetulnya dia juga butuh. Contoh jangan
- jauh-jauh, seorang majikan butuh enggak
- kepada pembantunya?
- Sangat butuh.
- Begitu pembantunya pulang kampung
- gimana? Kalang kabut enggak?
- Kalang kabut, iya.
- Anaknya nangis di rumah, enggak kangen
- sama bapak ibunya, kangen sama
- pembantunya. Jadi jangan hina pembantu
- kita.
- Kita butuh pada mereka sebagaimana
- mereka butuh pada apa?
- Pada apa yang Allah berikan kepada kita.
- Jadi pekerjakan mereka, muliakan mereka,
- jangan kita rendahkan mereka.
- Jadi
- disaat kita memohon bantuan kepada teman
- kita dan bantuan tersebut berada pada
- ranah
- kebajikan dan ketakwaan itu bukan
- merupakan satu dosa.
- Tapi bukan dengan anggapan bahwasanya
- dia yang memonopoli, menguasai kebutuhan
- kita, tidak.
- Karena satu waktu bisa saja dia butuh
- kepada kita. Nah, bekerja sama dalam
- kebajikan ketakwaan diperintahkan Allah.
- [mendengus]
- Jangan kebalikannya, bekerja sama dalam
- perbuatan dosa maupun
- maupun dalam apa?
- Dalam perbuatan yang sifatnya
- pelanggaran.
- Beda dengan doa.
- Beda dengan do?
- Doa.
- Yang mendengarkan doa kita. Yang
- menyaksikan dan mengetahui kebutuhan
- kita.
- Bahkan bisikan hati kita
- diketahui hanya Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala.
- Allah bertanya dalam surat Al Ahqaf. Qul
- araaitum ma tad'una [berdehem] min
- dunillah.
- Katakan.
- Tunjukkan padaku apa yang kalian mohon
- selain dari Allah.
- Ituni bikitabi min qabli hadza wa
- atsaratin uh
- qul araaitum ma tad'una min dunillahi.
- Qul atad'una min dunillahi
- astagfirullahalazim lupa.
- Baik Ikhwan Awat uh
- sambil kita menunggu
- ayat Quran ya.
- Iya manusia
- ya.
- menggambarkan bahwa dia tidak sempurna
- suka lupa.
- Ya qul araaitum ma tad'una min dunil
- aruni madza khalaqu minal
- am lahum syirkum fis samawat ituni
- bikitabi min qabli hadza wa atsaratin
- min ilmin in kuntum shadiqin.
- Tanyakan kepada mereka wahai Rasulullah.
- Tanyakan kepada mereka tentang apa-apa
- yang mereka mohon selain dari Allah.
- Ehm.
- Apakah mereka punya andil dalam
- penciptaan langit?
- Atau andil dalam penciptaan buminya?
- Kalau kalian mengatakan mereka punya
- andil, coba bawa ke hadapanku bukti dari
- kitab Qur'an ini atau kitab sebelumnya.
- Mana buktinya?
- Itu nih di kitab ini qobliha au asarotun
- min ilmin. Bawa ke hadapanku dengan
- sebuah kitab sebelum Alquran atau
- fakta-fakta ilmiah yang menunjukkan
- bahwa apa?
- Bahwa mereka memiliki andil
- dalam mengatur langit bumi atau dalam
- menciptakannya.
- In kuntum sodiqin kalau klaim kalian
- benar.
- Waman adholu mimman yad'u mindunillah
- siapakah yang lebih sesat dari orang
- yang memohon kepada selain Allah. Mal la
- yastajibulahu ila yaumil qiyamah yang
- tak kuasa untuk mengabulkan doanya
- walaupun dia menjerit hingga hari
- kiamat. Wahum an du'aihim ghofirun
- sedangkan mereka apa?
- Tidak tahu menahu tentang doa yang
- dipanjatkan pada mereka.
- Aneh tidak Kang Rizal kalau Rasul
- mengajak kita kembali pada Allah mohon
- pada Allah. Qur'an juga doa-doanya
- mengajak kita mohon pada Allah. Doa
- ahlul bait dalam shohifah sajjadiyah
- seluruhnya mengajak kita untuk selalu
- mohon pada Allah, merendah di
- hadapannya. Tahu-tahu
- doa sahabat Rasul pun demikian.
- Tahu-tahu kita sekarang
- memanjatkan doa kita kepada selain
- Allah.
- Mengalami kesulitan panggil ya Syekh
- Abdul Qadir Jailani.
- Atau ya Syekh Saman ya. Tawasul ini
- bukan tawasul, itu jelas-jelasan
- mohon kepada selain Allah. Begitu juga
- ya Syekh Abu Bakar bin Salim.
- Ya Syekh Umar Muhdor.
- Aneh luar biasa.
- Kalau kalian beranggapan mereka punya
- kemampuan, kalau seandainya benar kenapa
- enggak manggil Rasul saja?
- Langsung.
- Betul enggak?
- Nah, yang mengherankan mereka di atas
- ini baik itu siapa? Baik itu Rasul, baik
- itu keluarga Rasul di atas semuanya
- memohon kepada selain Allah.
- Kemudian sahabat Rasul memohon kepada
- selain Allah.
- Bahkan termasuk Syekh Abu Bakar bin
- Salim, ya, yang sering dipanggil namanya
- dengan penuh kerendahan mohon pada
- Allah. Allahumma lakal hamdu syukro
- walakal mannu fadla wa anta robbuna
- haqqo wa nahnu abiduka riqqo wa anta lam
- tazal lidzalika ahla.
- Begitu penuh kerendahan,
- ya, mohon kepada Allah, tapi ternyata
- yang di belakang hari manusia-manusia
- yang tidak sama sekali mengenal
- pendidikan Allah dari Alquran maupun
- sunah Rasulnya maupun ajaran keluarga
- Rasulnya maupun sahabatnya, mereka
- disimpangkan oleh setan bukan mohon pada
- Allah, mohon kepada selain Allah
- subhanahu wa ta'ala. Ini bukan tawasul.
- Ini namanya
- istighosah bigoirillah. Ini perbuatan
- syirik yang mengerikan luar biasa. Oleh
- karena itu jangan sampai kita tertutup
- dari rahmat Allah dan ampunannya.
- Innallaha la yaghfiru ayyusyroka bihi wa
- yaghfiru maduna dzalika liman yasya.
- Allah tidak akan mengampuni disaat
- dirinya dipersekutukan,
- tapi akan mengampuni dosa-dosa yang lain
- bagi siapa yang dikehendaki. Jadi jangan
- sampai Anda menutup pintu rahmat Allah
- berputus asa dari ampunannya karena Anda
- mempersekutukan Allah.
- Yang heran siapa yang diikuti?
- Siapa yang mau diikuti? Rasulnya tidak,
- Quran juga tidak, keluarga Rasul juga
- tidak. Begitu juga sahabat-sahabat
- Rasul. Begitu pula para aulia dahulu
- kala, mereka semua mohon kepada Allah.
- Mohon kepada
- Dan itulah yang diajarkan Alquran.
- Tapi sayang sungguh sayang yang di
- belakang hari ini karena tidak belajar
- dari Alquran, belajar dari Rasul dan
- keluarga Rasulnya maupun sahabat
- Rasulnya,
- kemudian yang paling aneh mereka
- mengatakan kami mengikuti salaf kami.
- Salaf yang kalian ikuti siapa
- sebetulnya?
- Kita bingung, siapa coba tunjukkan.
- Kalau salaf sahabat, sahabat enggak
- pernah mengajarkan seperti ini. Kalau
- salafnya keluarga Rasul di atas,
- tunjukkan mana doa keluarga Rasul yang
- mengajarkan kita minta kepada selain
- Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Saya sampaikan ini tanpa ada emosi
- sedikitpun, tapi karena khawatir kalau
- sampai kita ini akan masuk dalam
- perangkap setan, tertutup dari pintu
- ampunan karena kita mempersekutukan
- Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Akhirnya karena pemujaan terhadap
- manusia, kita penuh ketergantungan.
- Sampai satu orang bilang, "Kalau ana
- mohon kepada Allah enggak tokcer,
- tapi kalau ana datang ke kuburan fulan,
- minta kepada mereka langsung
- dikabulkan." Itu merupakan tipu daya
- setan. Itu istidraj, uluran dari Allah
- hingga kamu lupa kepada Allah akibat
- kamu berpaling daripadanya.
- Jadi, benar salah enggak dilihat dari
- apa?
- Dari
- keuntungan yang cepat yang datang pada
- kita. Benar salah diukur dengan
- standarnya yang datang dari Allah. Rasul
- dengan segala cobaan dihadapi bukan
- berarti beliau salah.
- Pada akhirnya meraih kemuliaan. Imam
- Husein ketika terbunuh di di Karbala
- bukan karena dia salah,
- tapi itulah pengorbanan di jalan. Tidak
- selamanya kebenaran [berdehem] itu
- menang karena
- orang-orang yang zalim bersatu,
- sedangkan orang yang benar tidak
- bersatu. Jadi, ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, untuk menghindari
- ketakutan kita dari selain Allah,
- berharap kepada selain Allah, coba
- lepaskan semua apa?
- Ikatan kita kepada selain Allah,
- hadapkan sepenuhnya kepada Allah.
- Perbanyak salat, kemudian pada saat-saat
- resapi pada saat doa dengan penuh
- kekhusyukan minta kepada Allah Subhanahu
- wa Ta'ala agar melindungi diri dari
- syirik. Sebagaimana Rasulullah berdoa,
- "Allahumma inni audzubika an usyrika
- bika syai'an a'lamu, astagfiruka lima la
- a'lamu."
- "Ya Allah, aku berlindung kepadamu untuk
- mempersekutukan engkau dengan sesuatu
- yang aku ketahui
- dan apa-apa yang tidak aku sadari."
- Jadi, hati kita kalau selalu kita
- panjatkan pada Allah, insyaallah kita
- akan terbebas dari penjajahan makhluk.
- Orang kalau selamanya naik sepeda roda
- tiga
- bergantung enggak?
- Enggak.
- Dia penuh ketergantungan karena
- menggunakan roda tiga kan?
- Iya, iya.
- Pertama roda tiga anak kecil. Begitu
- mulai apa? Mulai mampu mengendalikan
- keseimbangan, roda tiga ini buang yang
- ketiga. Dengan roda dua lebih lincah
- kan? Betul enggak?
- Iya.
- Nah, kalau kita enggak mau sama sekali
- apa?
- Enggak mau sama sekali melepaskan
- ketergantungan kita pada makhluk
- kita hadapkan wajah kita kepada Allah
- dan mohon ya Allah jadikan hajatku hanya
- padamu. Jadikan perlindunganku hanya
- kepadamu dan aku mohon engkau lindungi
- aku dari apa? Syirik-syirik yang akan
- menutup pintu rahmatmu di dunia maupun
- di hari akhir nanti. Mohon pada Allah.
- Saya merasakan pada saat salat, pada
- saat sujud, pada saat rukuk, pada saat
- berdoa memanjatkan kepada Allah dan
- berlepas tangan dari selain Allah.
- Rasul merupakan tauladan kita yang
- mengajarkan kita mohon pada Allah, bukan
- kita datang minta pada Rasulullah. Kita
- berziarah Rasul, assalamualaikum ya
- Rasulullah, assalamualaikum ya
- Habiballah, assalamualaikum ya
- Khalilallah, assalamualaikum ayyuhal
- mab'utsu rahmatan lil alamin.
- Kita ucapkan salam kemudian mohon
- Allahumma ati
- Muhammadan al wasilata wal fadilata was
- syarafa wad darajatal aliyatar rafi'ah
- wab'ats humaqaaman mahmudan alladzi
- wa'attahu innaka la tukhliful mi'ad.
- Kita berkunjung pada keluarga Rasul,
- sahabat Rasul dengan penuh kerinduan
- agar dikumpulkan bersama mereka, bukan
- minta kepada mereka karena mereka
- sendiri mengajarkan kita minta pada
- Allah.
- Allah, mudah-mudahan ini dapat dipahami.
- Jangan-jangan disikapi
- sebagai apa? Sebagai sikap ee mereka
- bakal mengatakan Ustadz Husein Wahabi.
- [tertawa]
- Saya bukan Wahabi, bukan Syiah, bukan
- Sunnah, saya muslim dan ingin mengikuti
- apa yang ditunjukkan oleh Allah dalam
- kitabnya maupun diajarkan oleh Rasul
- dalam sunnahnya, pada keluarga nabinya
- begitu pula sahabat-sahabat nabi yang
- mulia. Fadhal.
- Baik Ustadz, terakhir satu Ustadz ya.
- Eh, mungkin ini ada pertanyaan dari
- hamba Allah, Ustaz, mengenai yang lagi
- eh, hangat nih diberitakan, Ustaz.
- Ustaz, mohon tanggapan, Ustaz, mengenai
- kondisi dinamika PBNU saat ini, Ustaz.
- Sebagai saya sebagai warga NU kultural
- merasa perlu nasehat dari Ustaz,
- katanya. Mengenai eh, ketua PBNU yang
- yang menolak mundur
- dan sebagainya, katanya. Ustaz, mohon
- tanggapannya, Ustaz, singkat saja
- mungkin.
- Bismillahirahmanirahim. Rabbana zidna
- ilman wa alhiqna bisholihin.
- Bicara secara jujur
- orang tua saya itu
- keluarga saya turun-temurun
- tumbuh di kalangan NU.
- Orang tua kita dekat dulu dengan K.H.
- Hasyim Asy'ari, nya. Kakek-kakek kita
- dekat dengan mereka.
- Dan hampir dikatakan keluarga dari ayah,
- ibu, semua tumbuh di keluarga NU.
- Tapi bukan berarti agama kita NU.
- Bukan agama kita NU. Bukan Tuhan kita
- juga Rais Am NU.
- Tuhan kita Allah.
- Nabi kita Muhammad, agama kita Islam. NU
- juga berafiliasi ke Islam. Oleh karena
- itu kalau kita melihat ada tokoh NU
- yang keluar dari jalur
- dari petunjuk Allah maupun sunnah
- Rasulnya, warga NU jangan fanatik buta.
- Warga NU harus diberikan edukasi,
- pendidikan yang diikuti itu yang hak,
- bukan yang batil.
- He eh.
- Jangan kalau batil dari NU, karena kita
- warga NU, kita ikuti.
- Sedangkan hak yang berasal dari kelompok
- lain
- kita ingkari. Kita selalu bersama
- kebenaran. Itu yang akan mengangkat
- martabat NU.
- Pada saat warga NU sadar, terbuka
- matanya yang mereka ikuti kebenaran,
- bukan sosok dan tokoh yang diagungkan
- atau NU-nya itu sendiri, maka mereka
- akan mengangkat martabat mereka dan juga
- ulama, ya. Betul-betul mengalami
- kebangkitan sesuai dengan kata Nahdlatul
- Ulama
- tapi kalau mereka berfanatik buta
- mengikuti tokoh mereka walaupun dalam
- keadaan salah maka mereka menjadikan
- tokoh mereka sebagai Tuhan yang mereka
- sembah selain dari Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala
- oleh karena itu kita ingin warga NU
- membersihkan kotoran-kotoran
- yang telah mencemarkan apa yang telah
- mencemarkan ya
- nama baik NU dan pendiri-pendiri NU yang
- mulia siapa tidak mengenal K.H. Hasyim
- Asy'ari
- kemudian juga tokoh-tokoh NU termasuk di
- antaranya K.H. Cholil Bisri
- ayah dari apa
- dari Rais Tanfidziyah sekarang ayahnya
- K.H. Cholil Bisri termasuk tokoh yang
- masya Allah
- dan sekian banyak tokoh-tokoh NU yang
- betul-betul menunjukkan kewaroan,
- kejujuran, kebersihan hidup ya
- yang patut menjadi contoh nah yang di
- belakang hari ini banyak seperti yang
- Allah katakan fa khalafa min ba'dihim
- khalfun adho'us sholata wattaba'us
- syahwat fasayaqqauna ghayya mereka
- digantikan bukan oleh khalifah oleh
- khalfun penerus-penerus yang menyimpang
- menyia-nyiakan sholat mengikuti hawa
- nafsu mereka akhirnya mereka akan
- mengalami penyimpangan dan penyelewengan
- jadi kita ingatkan warga NU jangan
- kalian
- dikuasai oleh kefanatikan yang buta
- tapi
- berikan dukungan pada apa yang benar dan
- salahkan yang salah seperti yang Abu
- Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu anhu
- katakan ketika beliau naik
- diangkat sebagai khalifah
- saya terpilih bukan karena saya yang
- terbaik
- di saat saya benar bantu dan dukung saya
- di saat saya salah luruskan saya itu
- ucapan seorang pemimpin
- jangan kita dikuasai oleh rasa kagum
- kita pada kyai
- pada ustad atau pada habib kita anggap
- dia keramat akhirnya kita lihat minuman
- keras di mulut mereka kita bilang susu.
- Susu ada pada mulut orang lain kita
- anggap khamar. Ini salah besar. Imam Ali
- mengatakan, "Innal haqqo wal batila la
- yu'rofani bi akdari rijal."
- Hak dan batil jangan diukur dengan
- manusia.
- "Tapi i'rifil haq, pelajari yang haq,
- ta'rif ahlah, kamu akan tahu siapa yang
- benar. Wa i'rifil batil, pelajari yang
- batil, ta'rif ahlah, kamu akan tahu
- siapa yang berada dalam kebatilan."
- Jadi ukuran yang datang dari Allah.
- Jadi kita berharap NU-nya akan bangkit
- kembali ulama-ulamanya. Begitu pula
- tokoh-tokoh Muhammadiyah bekerja
- [berdehem] sama bersama yang lain dalam
- membangun Indonesia yang taat kepada
- Allah, yang berserah diri kepada-Nya,
- yang bersih dari noda-noda jahiliyah.
- Itu yang kita harapkan.
- Dan saya punya harapan besar ya kepada
- tokoh-tokoh NU karena saya kenal dari
- mereka orang-orang yang saleh,
- yang bertakwa tapi tidak berdaya, tidak
- punya peran. Mereka disisihkan karena
- tidak punya uang.
- Hmm.
- Sedangkan yang [mendengus] bekerja pada
- saat ini yang didukung oleh kekuatan
- finansial,
- tapi jauh dari keteladanan orang-orang
- terdahulu. Jadi kita berharap
- mudah-mudahan
- NU akan bangkit kembali, Muhammadiyah
- juga bangkit, bekerja sama dalam
- perjuangan di jalan Allah subhanahu wa
- ta'ala dan loyalitas kita, wala kita
- hanya untuk Allah,
- Rasul-Nya dan orang yang beriman.
- "Wa man yatawallallah wa rasulah wa
- ladzina amanu fainna hizbullahi humul
- ghalibun."
- Siapa yang menjadikan Allah sebagai
- walinya, begitu pula Rasul-Nya dan orang
- yang beriman, maka hizbullah akan meraih
- kemuliaan. Mudah-mudahan Anda sebagai
- warga NU
- bisa berperan walaupun kecil dalam
- mengajak melakukan perbaikan, kembali
- kepada Allah, kepada sunnah Rasul-Nya,
- jangan dibutakan oleh fanatisme terhadap
- NU, tapi serahkan loyalitas Anda kepada
- Allah, Rasul-Nya dan orang yang beriman.
- Subhanakallahumma wa bihamdik, asyhadu
- an la ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik wal afu minkum
- wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- program acara naungan naungan di bawah
- naungan Alquran
- di bawah naungan Alquran bersama guru
- kita Ustad Husein Alatas. Terima kasih
- Ustad
- Sama-sama.
- atas kehadiran dan juga kajiannya di
- kesempatan hari ini dan juga
- jawaban-jawaban dari pertanyaan ikhwan
- akhwat.
- Ikhwan akhwat saya Rizal Alhaq dan juga
- teman-teman yang bertugas ada Kang Algi,
- Bang Ondy dan juga Kang Fahri undur
- diri. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi