Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 Brail 0:15 TVrahim. Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:19 sayyidina Muhammad wa ali sayyidina 0:21 Muhammad. 0:22 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:24 ini hari Senin tanggal 6 Rabiul Awal 0:27 1445 Hijriah atau 9 September 2024. 0:32 Tanggal di mana Rasil kini 0:35 berusia 15 tahun. Ya, kita jumpa lagi 0:39 dalam acara Sirah Nabawiyah bersama 0:41 Ustaz Salman Abdul Hamid. Asalamualaikum 0:44 Ustaz Salman. Waalaikumsalam. Horas 0:47 pendengar Razil semuanya. Semoga 0:50 merkesehatan pendengar Rasil Rasil juga 0:53 maju. Horas di gimana kesan Ustaz Salman 0:56 dengan Rasil? Adakah manfaat yang bisa 0:58 dirasakan sebagai narasumber Ustaz 0:59 Salman? Oh, saya banyak Pak Kris. 1:03 Rasil ini sekali lagi saya bilang saya 1:05 salutlah sama Rasil ini luar biasa ya. 1:09 Ee manfaatnya untuk saya terutama 1:12 pesantren Ruhama Alfajar. He luar 1:15 biasalah. H banyak pendengar hasil kita 1:19 ini 1:20 responsif orangnya. Responsif sekali. 1:23 Gara-gara acara kita hari Kamis kemarin 1:26 tuh. He he. 1:29 Aduh, Bapak siapa ya? Dama Ibu. Heh. 1:33 Datang dari Bekasi beli bibit mangga, 1:35 beli bibit lengkeng. Memang-mudahan lagi 1:37 dengar kita nih. Lupa aku nama beliau. 1:39 Aduh, ya Allah. Kedatangan pertama aku 1:41 enggak ada, kedatangan kedua beliau ada. 1:44 Betul. Kemudian 1:46 ada empat majelis taklim mungkin Pak 1:50 Kris di menghubungi Bang Anton akan 1:53 melakukan wisata mengaji ke Ruhama. Oh, 1:57 pendengar Rasil juga itu. He. 1:59 Alhamdulillah. Jadi pendengar Rasil 2:01 majelis taklim di mana pun berada luar 2:04 biasa membantu karena kedatangan majelis 2:07 taklim ke Ruhama mengadakan pengajian 2:09 ruhama itu 2:11 ee sangat berefek ke ruhama baik sekali 2:15 terutama pasar produk kan meningkatkan 2:18 penjualan susu kambing, meningkatkan 2:20 penjualan madu, parfum, h akikah, 2:24 kurban. Karena unik kan pesantren rama 2:27 ini ada agronya. 2:29 Iya, lebih unik lagi Rasil ini. 2:34 Oke. Oke. Lebih unik lagi Rasilah. Oke. 2:36 Kita jumpa lagi dalam sir ya. Saya 2:39 enggak kebayang betapa puyengnya Pak 2:41 Ihsan, Pak Parit memikirkan ee Rasil ini 2:45 kan Rasil kan juga apa benar-benar 2:47 nonprofitable kan. Non wakaf lillahi 2:50 taala. Jadi milik umat ini diwakafkan. 2:53 Ini operasional berapa sebulan? Enggak 2:56 kebayang saya. Iklan tidak ada. Iya. 2:59 Kita hanya pesantren pendidikannya tim 3:01 dua 100 santri. Wuduh pusing ya. Bukan 3:06 pusing sih gua bilang enak sih semua 3:08 ibarat makan ibarat makan lontong Medan 3:11 juga lah gitu ya. Enak tapi sebanding 3:14 lah kan gitu makan rendang gitu kayak 3:16 gitulah kira-kira. Oke. Oke. Semoga 3:18 Rasil semakin baiklah. Amin. Terima 3:20 kasih Ustaz Salman. 3:22 Kita akan mengambil tema hari ini adalah 3:24 kekinian masa kecil Nabi Muhammad 3:27 sallallahu alaihi wasallam. Silakan. Ini 3:30 kita ee pendengar pemirsa di mana pun 3:33 berada di Batam, di Banyuwangi ada kan 3:35 ya? Ada. Jogja. Jogja sudah ada Pak 3:38 Kris. Jogja ya? Jogja sudah ada. Eh 3:40 Medan. Medan belum ya? Belum Medan 3:41 belum. Aduh Medan. Aceh ada. Aceh. Aceh 3:43 ada. Oh Sigli. Aceh apa? Di Sigli. Sigli 3:47 ya. Mudah-mudahan dari Siglieserlah ke 3:49 Binj. dari BJ bergeser ke Medan ya kan 3:52 di mana punlah semoga berkah selalu, 3:55 semoga sehat selalu, semoga rezeki 3:57 nambah, semoga ee usaha lancar gitu ya. 4:01 Amin. 4:02 Pendengar Rasil Jabo Detetabek semoga 4:05 sehat selalu, semoga berkah selalu di 4:07 mana pun berada semoga bisa silaturahim 4:10 sama kita gitu ya. 4:12 Eh, 4:13 kita ee siang ini mau coba lihat masa 4:17 kecil Nabi lagi kita ya. Tapi diskusi 4:20 kita tadi ini kekinian masa kecil Nabi 4:23 sallallahu alaihi wasallam. Apa sih yang 4:25 ingin kita lihat? Mungkin ada aja 4:28 pertanyaan. Nabi main game enggak sih? 4:30 Hm. Kan gitu ya. 4:34 ee apalagi yang anak-anak kecil gitu 4:36 yang dilakukan oleh anak kecil di zaman 4:38 kita ini. Ada dolanan pada saat itu. 4:40 Iya, ada dolanan pada saat itu gitu. Ee 4:43 apa sih keasyikan keunikan ee ee masa 4:46 kecil Nabi bila dibandingkan dengan 4:48 zaman kita sekarang gitu ya? Coba kita 4:52 lihat pelan-pelan 4:54 ya di rumah Halimatus Sa'diyah. Ee 4:58 pendengar pemirsa yang saya muliakan, 5:00 semoga kita semua dirahmati oleh Allah 5:02 Subhanahu wa 5:04 taala. 5:05 Ee Nabi ikut main peta 5:09 kumpet atau main baksodor atau main 5:13 petuk lele gitu loh. Artinya Nabi kita 5:17 Muhammad sallallahu alaihi 5:20 wasallam sama menghabiskan masa kecil 5:22 juga ada dalam hal main gitu, Pak 5:25 Krishna. 5:27 Bahkan kalau kita baca di beberapa kitab 5:29 sirah 5:31 Nabawi saat 5:34 dia dibelah dada yang pertama itu, itu 5:37 kan pada waktu dia 5:39 lagi main bersama 5:42 teman-temannya. Karena gini, kenapa 5:44 ingin saya lihat ke situ pemirsa 5:47 pendengar, ada orang 5:50 tua yang anti dengan anak main. Hm. 5:54 Ada sekarang anak main game kan gitu ya, 5:59 anti sekali. Janganlah gitu karena 6:02 anak-anak itu 6:03 memang usianya main 6:06 gitu. Apalagi ada orang tua yang pengin 6:08 anaknya buru-buru hafal Quran gitu ya. 6:11 Dia kebayang anaknya ke Imam Syafi'i. 6:13 Pak Krisna umur 7 tahun hafal Quran gitu 6:17 atau umur 7 tahun sudah bisa bahasa Arab 6:18 gitu. 6:21 Banyak tuh anak-anak di Makkah lahir 6:23 bahasa Arab biasa-biasa aja juga gitu 6:25 kan. 6:27 Artinya bila dilihat dengan masa kita 6:29 kekinian, masa kecil Nabi Muhammad 6:32 sallallahu alaihi wasallam sama aja main 6:34 juga Nabi kita sallallahu alaihi 6:36 wasallam 6:38 bersama teman-temannya. 6:42 Sesampainya di Madinah, waktu ibunya 6:45 membawa Nabi sallallahu alaihi wasallam 6:47 ke Madinah, boleh nanti siapaun yang 6:50 bisa search di Google dengan bahasa Arab 6:52 atau bahasa Indonesia. Coba lihat ketika 6:55 Nabi sallallahu alaihi wasallam dibawa 6:58 oleh ibunya ke 6:59 Madinah untuk ziarah makam ayahnya, 7:03 untuk silaturahim terhadap 7:06 saudara-saudara khalah ee uwa dan paman 7:10 Nabi dari Madinah. Karena kan Abdul 7:12 Muthalib itu atau Syaibah kan Abdul 7:17 Muthalib anaknya 7:19 Hasyim 7:20 tapi ibunya Abdul Muthalib itu asli 7:24 orang 7:25 Madinah. Karena Hasyim menikah dengan 7:28 seorang perempuan di Madinah. 7:31 Ah, 7:33 dan ibu yang dari Madinah inilah ibu 7:36 daripada Syaibatul Hamd ee atau Abdul 7:39 Muthalib disebut sekarang dengan istilah 7:41 Abdul Muthalib gitu ya, Syaibah. Maka di 7:43 Makkah itu namanya pintu Bani Syaibah 7:46 gitu ya, Bani Abdul Muthalib gitu. Ah. 7:49 Ee ketika Aminah ibu Nabi sallallahu 7:53 alaihi wasallam membawa Nabi Muhammad 7:55 sallallahu alaihi wasallam ke Madinah 7:57 untuk ziarah makam ayahnya, untuk 8:00 silaturahim dengan saudara-saudara 8:01 sebelah ayahnya, Nabi itu main sama 8:05 anak-anak sebaya yang ada di Madinah. 8:07 Hmm. Main Nabi sallallahu alaihi 8:09 wasallam. Bahkan pernah saya baca, tapi 8:12 lupa saya persis buku apa gitu, Pak 8:14 Krist. Bahwa ee setelah Nabi hijrah ke 8:19 Madinah nanti, Nabi itu mengingat aku di 8:22 sini waktu dibawa ibuku ee ke Madinah 8:25 main di sini, berenang di sini, gitu. 8:29 Karena di Madinah itu kan ada waduk ya, 8:30 waduk-waduk itu. Jadi Nabi bahkan ingat 8:33 di mana dulu dia sallallahu alaihi 8:35 wasallam berenang. Ah, coba kita lihat 8:38 ya. Artinya periode di Thaf Nabi main di 8:43 masa kecilnya saat bersama ibunya dibawa 8:47 ke Madinah juga main gitu 8:50 ya. Artinya Rasulullah sallallahu alaihi 8:52 wasallam masa kecilnya santai sekali 8:55 gitu dalam hal melepaskan 9:00 kekanak-kanakannya. Tentu ee kita enggak 9:02 bisa bilang bahwa santai 9:04 sesantai-santainya enggak juga begitu 9:06 ya. karena dia menggembalakan kambing 9:07 juga gitu 9:09 kan. 9:10 Kemudian sesudah Nabi sallallahu alaihi 9:14 wasallam diangkat menjadi 9:16 rasul ini kekinian masa kecil ya yang 9:19 saya ingin coba lihat bersama ini ya. 9:23 Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama 9:25 anak-anak itu ee sangat mengerti ee apa 9:30 ya saya bilang ya keberadaan anak kecil 9:34 itu. Satu hari Nabi pernah melihat anak 9:38 kecil yang lagi mainin burung prit kali 9:41 yang dia sebut apa? burung kecil gitu, 9:44 belum pre atau burung apa gitu yang dia 9:46 tangkap yang dimainkan sama 9:47 dia. Rasulullah sallallahu alaihi 9:49 wasallam asyik sekali dia melihat anak 9:51 tersebut dan dia manggilnya ya aban 9:54 nughair gitu ya. 9:57 Artinya gini ee 10:01 anak kecil dipanggil Pak Salman gitu kan 10:04 itu kan sebuah bahasa yang indah ya 10:07 sekali ya. Hanya saja kita di Indonesia 10:10 tidak terbiasa, tidak mengerti zuknya 10:13 Abun Nughair gitu. Jarang juga ee coba 10:17 nanti praktikin di kehidupan sehari-hari 10:19 manggil ponaan ee Pak Ali. Tapi Ali itu 10:24 umurnya masih 4 tahun atau 5 tahun gitu. 10:28 Nah, Rasulullah sallallahu alaihi 10:30 wasallam dalam 10:32 hal zamannya dia sangat kekinian gitu 10:37 ya. Dia di masa kecilnya ikut bermain 10:42 bersama teman 10:43 sebaknya. Saat dia juga sudah diangkat 10:46 menjadi 10:47 rasul, sangat mengerti anak dengan jiwa 10:51 anak-anak yang ada di sekitarnya. 10:55 apa yang ingin kita sampaikan ee dengan 10:58 tema yang luar biasa mendadak ini dari 11:01 Ondi dan Pak Krishna di ini tadi dibahas 11:03 di meja segitiga bermuda nih di sini ya 11:05 antara saya, Pak Krishna dan Ondi 11:08 kekinian itu. Dan menarik saya lihat 11:10 dengan istilah kekinian ini 11:14 ee 11:17 kita ambil kacamatanya seorang 11:22 pendidik, 11:24 penceramah, ustaz, guru, melihat 11:28 kekinian masa kecil Nabi itu sallallahu 11:29 alaihi wasallam atau bagaimana Nabi 11:32 sallallahu alaihi wasallam mengerti 11:34 dengan kekinian masa kecil di generasi 11:38 saat dia sudah menjadi seorang rasul 11:39 sekalipun. Itu yang kita ambil tadi ya 11:42 aban nughair maza fa'ala bin nughair 11:45 gitu ya. Atau kita lihat lagi bagaimana 11:48 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 11:49 mengerti dengan zamannya Abdullah bin 11:52 Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin 11:55 Zubair ibn Awwam, Abdullah bin Mas'ud, 11:59 Abdullah ibn Amr ibn Ash gitu ya. 12:02 Bagaimana itu Rasulullah sallallahu 12:04 alaihi wasallam. Karena gini, 12:07 kadang-kadang kita ini anti dengan 12:11 kekinian. 12:13 Ah, menurut yang saya pelajari, anti 12:17 dengan kekinian enggak bagus. Ini ini 12:19 perspektif saya lihat yang saya 12:21 pelajari. Tapi menelan mentah-mentah 12:24 juga semua yang kekinian ini juga wah 12:26 itu bisa nanti ee penyakit gula kita 12:29 atau bisa jadi kolesterol kita nanti. 12:31 Artinya sebagai guru, sebagai 12:33 penceramah, sebagai ustaz, sebagai yang 12:36 mendidik bangsa, mendidik umat, mendidik 12:38 warga kita sekitar, kita disarankan 12:42 kalau saya baca dari sejarah ini harus 12:45 mengikuti tren 12:48 kekinian. Contohnya apa? 12:52 Sekarang anak-anak kita ah kita jadi 12:55 ustaz di kampung nih. Saya misalnya saya 12:57 kan ustaz kampung ya di Desa 13:02 Citayam ya 13:05 melihat ee 13:07 tantangan misalnya anak santri 13:10 didaftarkan oleh orang tuanya ditaruh di 13:12 Ruhama Alfajar gitu ya. 13:17 Sebagai pesantren yang dititipkan anak, 13:20 jangan sampai pesantren ini masuk dia ke 13:25 pesantren itu. Semua hal kekinian yang 13:29 dia sudah nikmati sejak kelas 1 SD 13:32 bersama ayah ibunya di rumah, pas sampai 13:35 masuk pesantren enggak ada lagi sama 13:37 sekali gitu 13:38 ya. Ah, ini ini kita harus pikirkan 13:41 ulang gitu. Saya juga belajari dari 13:44 pesantren namanya Dalwa Darul Lughah Wad 13:47 Dakwah itu ya di sana santri pas 13:53 masuk dikasih dulu dia ee apa 13:57 namanya ee pendekatan-pendekatan 14:00 kekinian. 14:02 Anak-anak main futsal, anak-anak 14:04 berenang, anak-anak main petak kumpet, 14:06 anak-anak sehingga pas masuk pesantren 14:10 itu anak-anak itu merasa dilayani jiwa 14:16 kekanak-kanakannya. Ah, kadang-kadang 14:18 kita ee ini sebagai guru terutama ya, 14:22 kita menganggap bahwa melayani jiwa 14:25 kekanak-kanakan anak itu ee sebagai anti 14:29 dari pesantren itu sendiri. atau anti 14:32 dari dakwah itu sendiri. Tidak. Kalau 14:34 melihat dari baginda Nabi Besar Muhammad 14:36 sallallahu alaihi wasallam, dia juga di 14:39 masa kecilnya ikut bermain. Nah, setelah 14:42 kita lihat tadi di Thab dia ikut 14:43 bermain, di Madinah dia ikut bermain, di 14:46 Makkah juga dia ikut bermain, gitu ya. 14:49 Sesudah dia menjadi rasul pun dia masih 14:52 kelihatan saat dicatat oleh ahli hadis 14:55 ada cuplikan bahwa Rasulullah sallallahu 14:57 alaihi wasallam ikut bermain dengan anak 14:59 kecil dengan cara dia panggil anak kecil 15:02 itu dengan ya aban nughair wahai 15:05 bapaknya Nughair gitu ya. Nah, pemirsa 15:08 pendengar yang kami muliakan, kita 15:10 bilang tadi sebagai guru atau sebagai 15:13 ustaz, sebagai penceramah, bila yang 15:15 kita hadapi adalah anak-anak kecil, 15:19 jangan hilangkan hal-hal kekinian dari 15:21 anak-anak 15:23 itu. Atau kita di 15:26 rumah, ya, kita di rumah juga begitu. 15:29 Karena sebahagian 15:31 rumah enggak tahu saya ini kan perbeda 15:34 bisa berbeda ya kita ya sebagian rumah 15:37 itu 15:38 kadang-kadang enggak ada TV sama sekali 15:40 di rumah itu gitu ya enggak ada 15:43 handphone sama sekali di rumah itu. 15:46 Enggak ada hal-hal yang kayak gitu di 15:47 rumah itu gitu ya. Kalau saya kalau saya 15:50 lihat sih Nabi kita sallallahu alaihi 15:53 wasallam enggak begitu enggaklah ya. dia 15:58 dia update dengan zamannya sallallahu 16:00 alaihi wasallam dengan zaman beliau 16:02 tentunya ya. Nah, itu jadi kenapa kalau 16:08 kita benar-benar melepaskan hal-hal 16:11 kekinian ini nanti kita digilas oleh 16:14 kekinian ini 16:16 sendiri. Sekarang nih, 16:18 sekarang anak santri harus diajari cara 16:24 menggunakan AI yang tepat. 16:27 gitu kan. Anak santri harus dikenalkan 16:30 dengan Google, dengan YouTube, dengan 16:33 Instagram, dengan Facebook, dengan 16:35 TikTok, dengan apaagi namanya ya harus 16:37 kita 16:38 kenalkan. Karena apa? Karena kalau dia 16:42 mengenal hal-hal tersebut dari orang 16:45 lain, bukan dari kita sebagai gurunya 16:48 atau bukan dari kita sebagai ayahnya 16:50 atau sebagai ibunya, anak-anak ini nanti 16:53 akan diarahkan ke jalan yang tak tepat. 16:57 Maka temanilah anak kita nonton TikTok, 17:00 temanilah anak kita nonton real 17:03 Instagram, temanilah anak kita nonton 17:05 real-nya YouTube. Atau temanilah anak 17:08 kita nonton film, ditemenin, nanti kita 17:11 kasih 17:13 bimbingan begitu menurut saya. Atau 17:15 kalau perlu kita temenin anak kita main 17:17 game sehingga dia tidak salah pilih game 17:21 yang dia mainkan. 17:23 Apalagi untungnya kita temin anak kita 17:25 yang main game. 17:27 Sehingga anak kita itu kan hanya butuh 17:30 dia dipuaskan rasa ingin main 17:34 game-nya. Saya kira kalau kita dampingi 17:37 anak kita main game dari awal, dia tidak 17:39 akan kecanduan main 17:41 game. Kenapa? Kita bisa ukur 15 menit, 17:45 setengah jam, setelah itu udah ya nak, 17:47 ya. Sekarang main sama ayah gitu. Saya 17:51 yakin kalau dibiasakan dari kecil dia 17:53 akan mau. Maka penyakit-penyakit 17:57 kecanduan gadget yang kita hadapi 18:00 sekarang itu bisa kita obati. Karena 18:02 banyak orang tiba-tiba menghadapi 18:05 anaknya sudah ee apa 18:08 namanya? Kecanduannya berat sekali. 18:12 Bagaimana cara mengatasinya? E repot 18:14 sekali kalau sudah sampai berat. Tapi 18:16 kalau dari kecil kita 18:19 temenin, kita ajak dia ngobrol tentang 18:22 Instagram-nya, kita ajak dia ngobrol 18:25 tentang game-nya, kita ajak dia ngobrol 18:27 tentang Facebook-nya, TikTok-nya, dan 18:29 sebagainya. Dan saat kita ajak dia, kita 18:32 ajari dia bagaimana menyelesaikan ee 18:37 keinginannya untuk melanjutkan dengan 18:39 cara yang tepat sehingga dia punya 18:41 sensor. Nanti sesudah dia semakin dewasa 18:44 punya sensor. Oh. Dulu waktu aku kecil, 18:47 ayahku nemenin aku main game. Tapi kalau 18:49 sudah setengah jam lebih, ayahku ngajak 18:52 aku salat, ayahku ngajak aku main apa, 18:54 ayahku jadi dia punya sensor yang 18:57 baik gitu. Ee pemirsa pendengar ya. E 19:00 temenin, temenin nonton, temenin main 19:02 game, temenin ee apa yang yang yang 19:05 terbiasa anak-anak kita dengan hal-hal 19:08 kekinian yang sedang kita hadapi. Anak 19:10 kita itu ditemenin bukan bukan dilarang. 19:16 Loh, enggak boleh. Enggak boleh main 19:17 game, enggak boleh main ini, enggak 19:19 boleh nonton, enggak boleh nonton 19:20 TikTok, enggak boleh nonton TV, enggak 19:23 boleh nonton bioskop, enggak boleh. Ada 19:25 orang tua yang begitu itu nanti dia akan 19:28 kerepotan karena di rumah hente enggak, 19:31 dia enggak main game. Dia main sama 19:34 temannya di luar, temannya minjamin 19:36 handphone. Dia main sama temannya di 19:38 luar, nanti temannya di rumahnya ada TV, 19:41 ada apa dan sebagainya. Akhirnya di 19:44 rumah yang temannya itu, ayahnya tidak 19:46 ngajari apa-apa tentang itu pula. Oh, 19:48 sudah kebablasan semuanya 19:50 akhirnya ya. Jadi kekinian yang sedang 19:54 kita hadapi ini harus di 19:58 didampingi anak-anak kita menghadapinya. 20:03 Ee 20:04 sekarang kalau kita sama-sama ngikutin 20:07 ya ee kekinian yang harus kita hadapi 20:11 ini adalah artificial intelligence. Ini 20:14 yang luar biasa ini arus yang mantap 20:17 sekali. Saya 20:20 mengajak kita semua siap-siap menghadapi 20:23 ini gitu. Jangan antipati. 20:28 Sekarang AI itu kita bilang aja ee saya 20:32 mau bangun ee ternak kambing perah 20:36 dengan modal sekian bisa dapat berapa 20:39 ekor kambing butuh berapa tahun supaya 20:41 itu AI itu sudah bisa jawab 20:43 semua lengkap 20:45 sekali. Ah ini uh semakin ke sana zaman 20:49 ini semakin luar biasa. Sekarang sudah 20:52 berapa beberapa lalu kita lihat foto 20:56 bisa dibikin bicara, sekarang foto bisa 21:00 dibikin 21:01 berpelukan. Macam-macam 21:03 kekinian-kekinian yang akan dihadapi 21:05 oleh generasi generasi setelah kita ini. 21:07 Nah, kita jangan anti, kita jangan tutup 21:10 mata. Kita harus mendampingi anak-anak 21:14 kita itu menghadapi itu. Karena kita 21:17 lihat Nabi kita Muhammad sallallahu 21:20 alaihi wasallam tidak anti dengan 21:23 kekinian itu. Nabi bermain bersama 21:26 teman-temannya, Nabi berenang bersama 21:28 teman-temannya. Ya, bahkan bahkan ketika 21:34 Nabi menggembalakan 21:38 kambing, Nabi pernah 21:40 menginginkan hadir ke satu 21:43 festival. Ya, pernah Nabi ingin hadir ke 21:47 salah satu apa? Festival. Kalau saya 21:50 bikin lagi lebih ini mungkin konser grup 21:52 musik terkenal gitu ya pada saat itu ya. 21:55 Iya. pada saat itu mungkin ee lagi 21:57 jadwal menggembalakan kambing Nabi dia 22:00 dapat info Sleng akan konser di mana 22:03 gitu. Ini contoh ya dan mungkin kita 22:06 sebut saja bahwa festival yang sedang 22:09 akan berlangsung ini festival yang Nabi 22:12 sukai di waktu usianya masih 9 tahun 10 22:15 tahun kan begitu ya. Artinya ada 22:17 keinginan dari Rasulullah sallallahu 22:18 alaihi wasallam. Tapi 22:20 kan karena Allah yang paling tahu ya 22:23 waktu itu festival 22:25 apa. Justru ketika Nabi 22:29 ingin masuk atau ingin menghadiri 22:32 festival itu yang terjadi adalah Allah 22:35 menidurkan Nabi kita Muhammad sallallahu 22:37 alaihi wasallam di 22:38 perjalanan. Haah. Di sini dapat lagi 22:41 kita pelajaran apa yang terjadi? 22:44 Ditidurkan oleh Allah Subhanahu wa taala 22:45 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 22:46 baru bangun keesokan harinya saat 22:49 festival itu sudah selesai, Nabi 22:52 bangun. Di sini kita belajar 22:54 bersama 22:56 bahwa anak kita itu nanti bisa saja 22:59 menginginkan 23:02 apa 23:03 yang dari 23:06 segi ilmu pengetahuan agama itu 23:09 dilarang. Itu gak boleh itu ya. Kita 23:12 lihat dulu ya. Itu gak boleh. Apa yang 23:16 apa yang terjadi sama Nabi sallallahu 23:17 alaihi wasallam? Nabi hanya ditidurkan 23:20 oleh Allah 23:22 Taala. Nabi ditidurkan oleh Allah Taala. 23:25 Coba kalau kalau Allah tidak ingin 23:28 mendidik kita sebagai hamba atau sebagai 23:30 umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi 23:31 wasallam, bisa saja Allah bikin Nabi 23:34 sakit perut. Betul enggak, Pak? Bisa 23:36 saja Allah bikin Nabi demam. H atau bisa 23:40 saja Allah bikin Nabi tersandung, jatuh, 23:42 berdarah kakinya. Hm. Sehingga dia 23:44 enggak jadi pergi. Kita lihat 23:47 bareng-bareng 23:48 ya. Tapi Allah membuatnya dia apa? 23:52 Tertidur. H. Ah. Sekarang wahai guru, 23:56 wahai para 23:58 penceramah, wahai orang tua yang 24:01 menghadapi anak, ketika 24:03 anak berhadapan dengan sesuatu yang dia 24:07 inginkan di kekinian, anak saya Muhammad 24:10 sudah minta nonton bioskop, Pak. Gitu. 24:13 Aku ma belum pernah ya? Belum pernah. 24:15 Udah, udah pernah. Saya saya temenin 24:16 malah saya 24:18 temenin. Silakan mau pilih dulu dia. Dia 24:21 yang sendiri pilih-pilihnya dulu baru 24:23 kita dialog. H. Kalau ini jangan nak 24:27 karena umur kamu belum cukup. Terus 24:30 begini. Saya ceritakan nanti ke dia nih 24:32 begini kalau gimana kalau film ini h ya 24:37 agak lain Kak aku nonton bersama sama 24:39 Muhammad gitu. Nonton bareng gitu. Nah, 24:43 karena kalau kita antipati enggak bisa. 24:45 Nah, kita kembali ke sejarah tadi. Allah 24:49 bikin Nabi tidur gantinya. Hm. 24:54 Ah, kita kan berdakwah mendidik baik 24:58 umat, baik RT, RW atau anak 25:02 kita. Melihat dari Allah tidurkan Nabi, 25:07 bila zaman ini menawarkan sesuatu yang 25:10 asyik sekali anak kita, maka tugas kita 25:14 ayah atau 25:16 pendidik memberikan 25:19 sesuatu yang membuat dia apa? 25:22 lupa sama yang 25:24 yang enak di zaman 25:27 ini. Cuman kita enggak mampu kan gitu 25:29 atau kita kita ingin jalan pintas 25:33 dimarahi doang anak itu, 25:35 Pak. Ketika main game apa gitu anak 25:38 dimarahi langsung kamu ini mama udah 25:44 bilang akhirnya anaknya anaknya nangis 25:48 terus anaknya berhenti main game enggak 25:50 ya? Enggaklah. Depan emnya dia enggak 25:53 main 25:53 [Musik] 25:55 game. Depan yang lain main dia. Nah, 25:59 sebenarnya enggak perlu pintar-pintar 26:01 kali kita mengalihkan otak anak kita 26:03 dari main game nih. Aku coba ya, Pak 26:08 Krishna ya. 26:09 Anak kita itu sebenarnya lebih suka main 26:12 petak kumpet sama kita dibandingkan main 26:14 game. 26:16 Ini orang tua-orang tua di mana pun 26:17 berada nih. Coba 26:21 deh. Pasti tuh daripada main game yuk 26:25 main peta kumpet sama ayah yuk. Hm. 26:28 Apalagi ketika kita main peta kumpot 26:30 kita kalah terus. Misalnya senang dia 26:32 ada ada kebanggaan. Senang ada 26:34 kebanggaan. 26:35 Kalau ayah yang ngumpet pasti ketahuan 26:38 terus sama dia. Tapi kalau dia yang 26:41 ngumpet di mana ya? Ayah enggak lihat 26:44 ini. Itu YouTube, TikTok apa terlupakan. 26:49 Terlupakan 26:51 gitu. Ah itu kita ambil pelajaran dari 26:53 mana? Ketika Nabi ingin ke 26:56 festival, Allah tidak menghalangi 26:59 keinginan dia ke festival itu dengan hal 27:02 yang membuat dia tersakiti dan lain 27:05 sebagainya. Enggak. Tapi Allah apa? 27:07 Tidurkan saja. Tidurkan. Nah, apa yang 27:10 kita ambil dari sana? Kekinian yang luar 27:12 biasa ini adalah tantangan bagi kita 27:14 semua. Terus bagaimana kita ngelawannya? 27:17 Ambil aja filosofi Allah tidurkan Nabi 27:19 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Apa 27:20 itu? Bikin hal yang menyenangkan yang 27:22 bikin dia apa? lupa. Tapi jangan kau 27:25 beli obat tidur, kau tidur itu enggak 27:26 betul juga gitu ya. Karena terbukti kok 27:29 anak kita itu lebih suka main sama 27:31 ayahnya daripada daripada main sama 27:32 gadgetnya 27:33 sebenarnya. Cuman gini, kalau diajak 27:37 main baru anak itu umur 18 tahun 27:40 misalnya, dari umur 0 sampai 15 gadget 27:44 mulu, tiba-tiba mau kita alihkan ke 27:47 bersama kita. Itu agak susah. Hm. 27:51 Tapi dari sejak umur, dari sejak dia 27:53 ngerti main ya kita emang main sama dia 27:56 gitu. Tapi main handphone ya kita kasih 27:58 juga sesekali kita kasih. Kita lihatin 28:01 nonton apa sih kamu 28:03 nak. Kita tanya apa sih enaknya nonton 28:06 itu, Nak? Ayah pengin tahu. Ceritain 28:08 dong sama ayah, Nak. Oh, nanti dia 28:10 cerita, "Ini ayah pilih hantu, ayah 28:13 nanti hantunya datang gini coba." Dia 28:14 kaget enggak, ya? Oh, kita kaget 28:16 pura-pura kaget kita. sehingga kita tahu 28:19 apa yang dia tonton gitu kan kita 28:21 temenin. Tapi saya dalam ini jarkoni 28:24 juga ini sebenarnya iso ngajar iso 28:27 ngelakoni kan karena kan pilihan 28:29 dilemanya kita jadi orang tua ini 28:32 kan meluangkan waktu bersama anak atau 28:37 mencari menggunakan waktu nyari duit 28:40 buat anak kan gitu ya. 28:42 Ini ini dilema bagi setiap orang 28:45 tua. Nah, kalau kita ee pelajari 28:52 lagi, waktulah yang paling berharga buat 28:54 anak-anak 28:56 itu. Kalau uang sebah ya enggak apa. 29:01 Coba diperhatikan anak masing-masing. 29:02 Jangan, jangan, jangan anak orang lain. 29:04 Anak-anak kita masing-masing perhatikan. 29:07 Seberapa hebat pun kekinian-kekinian 29:09 yang kita hadapi ini kalau kita biasakan 29:10 dari kecil kita bersama mereka bisa kita 29:14 hadapi bareng sama anak-anak itu 29:16 nanti. Nah, itu e atau santri juga 29:19 begitu. Kami di 29:23 Rohama 9 tahun kalau anak apa dipukul, 29:27 ditempeleng, dibotak. Hm. 3 tahun ini 29:31 kita stop. Enggak ada lagi ditempeleng, 29:34 enggak ada lagi dibotak, enggak. Jangan 29:36 lagi diangkat suara. Siapapun guru yang 29:38 angkat suara kita panggil, "Ada apa, 29:40 Ustaz? Bisa apa yang kita bisa bantu? 29:42 Kenapa anak santri kita, Ustaz? Ayo. 29:45 Gitu. Apa yang terjadi? Kejahatan 29:48 anak-anak memang awal-awalnya langsung 29:51 anak-anak merasa 29:53 apa? Hore, enggak ada hukuman lagi gitu. 29:56 Hm. 29:57 Tapi sesudah setahun, 2 tahun, tahun 30:01 ketiga ini analisa ada enggak kejahatan 30:03 santri? Ya tetap ada. Hm. Tapi menurun 30:07 persentasenya dibandingkan kita apa? 30:10 Lamparan ketepak tepak. 30:14 Nah, karena anak-anak itu kita bolehkan 30:16 main catur di sini boleh, main gitar 30:19 boleh, ini boleh nonton 30:23 boleh, asal ada waktunya. Hm. Ada 30:27 waktunya. Main futsal boleh. Dulu kita 30:29 bikin bolehnya main futsal hanya malam 30:31 minggu doang sama enggak selesai belajar 30:33 kan kegiatan selesai jam 5.00 30:36 misalnya kan jam 5.00 ke magrib tuh ada 30:39 waktu. He. Boleh main futsal? Boleh. H. 30:44 Silakan ambil gitar, main gitar boleh. 30:47 Tapi 30:49 30 semua harus harus di 30:52 masjid 30:54 itu malam belajar itu selesai jam 08. 30:57 Hm. Sementara tidur .30. He. Berarti ada 31:00 waktu 1,5 jam di situ. Main futsal, main 31:03 gitar, main catur, apa silakan. Tapi di 31:07 lingkungan kita itu dan kita guru-guru 31:09 ngelihatin. Hm. 31:12 Bahkan sebagian guru ikut main 31:15 futsal. Nah, sekarang ada yang minta 31:17 main pingpong. Mahal nak harga meja 31:19 pingpong. Tinggal kita bilang gitu entar 31:20 ya. Kalau mana tahu nente ada orang 31:22 ngasih kita meja pingpong, kita main 31:23 pingpong kan gitu 31:25 ya. Ada yang minta main apa namanya 31:28 badminton rebutan 31:31 lapangan tu. Terus main badminton ini 31:33 mahal nak. Aku bilang kalau main futsal 31:35 kan kalau lapangan sudah ada bola yang 31:38 plastik itu aja pun sudah senang kali 31:39 dia. Jadi dia kalau min itu kita harus 31:42 beli netnya, beli raketnya, beli 31:44 bolanya. Sabar sabar sabar. Ah main 31:47 catur boleh Ustaz? 31:48 Boleh gitu. Karambol boleh, boleh, tapi 31:52 kita bikin di situ. Kenapa? Karena ya 31:55 namanya anak-anak ya harus dilayani 31:57 itunya gitu. Hm. 31:59 Dan kita keliling, guru-guru 32:02 keliling. Ada yang ngawasi main bola dan 32:04 kita mengawasi enggak jangan jangan 32:07 jangan ngawasi banyak komentar. Enggak. 32:10 Ah, kita bilang duduk aja ente di situ 32:12 supaya kita tugasnya di situ hanya agar 32:15 yang Allah larang tidak terjadi. Itu 32:18 aja. Mau dia main gimana tuang cek cek 32:21 pak. 32:23 Kadang-kadang ya saya duduk sama guru 32:25 yang lain di pinggir futsal ngobrol 32:28 anak-anak main aja udah h 32:31 gitu karena karena mereka senang kan 32:34 gitu kan. Itu kan hal-hal yang dibikin 32:36 oleh Rasulullah tadi, Pak. Ya abad 32:38 nughair maza fa'ala bin Nughair. Itu kan 32:40 cuplikan kecil di hadis begitu. Itu kan 32:42 tinggal kita kembangkan 32:46 gitu. Sementara ada orang menganggap 32:48 bahwa memelihara burung itu haram kan 32:50 gitu kan. He gitu. Nah itu jadi kita 32:54 lihat Nabi kita Muhammad sallallahu 32:56 alaihi wasallam masa kecil beliau 32:58 sendiri dan ketika beliau sudah menjadi 33:01 rasul menghadapi masa kecil para 33:03 sahabat. 33:04 ee penuh dengan kekinian yang ada pada 33:07 masa itu, gitu ya, Pak Kris ya. Nah, 33:09 kita pun yang sekarang ini bagaimana 33:11 kita menghadapi masyarakat terutama yang 33:14 anak-anak kecil dengan kekinian yang 33:17 kita punya. Dan saya juga ingin bilang, 33:20 bagaimana Radio Silaturahim berdakwah 33:22 dengan 33:23 kekinian, kan? Siapa ini yang ahli di di 33:27 radio kita ini punya ide 33:30 kreatif. Dakwah kita ini lebih modern 33:33 gitu loh. Apanya yang modernnya? Nah, 33:36 aku enggak paham aku. Modern dalam 33:38 dakwah di YouTube ini apa sih? Mungkin 33:41 kualitas apanya, kualitas apanya? 33:43 Kualitas 33:45 apanya? Iya. Udah modern belum dakwah 33:48 kita? Ini anak muda kita. Berapa persen 33:53 pendengar anak muda kita, Pak Kris? 33:55 15% enggak sampai. Enggak sampai 15%. 33:59 Berarti 34:01 PR Radio Silaturrahim bagaimana agar 34:04 program dakwah kita ini dinilai oleh 34:06 anak muda sangat modern. H sangat 34:10 kekinian. Ah gua banget nih radio gitu 34:13 loh. Apa yang harus kita buat? Yang 34:17 harus kita cari ya. Iya. Saya kira Pak 34:19 Krishna ahlinya. Hm. Pak Krishna pernah 34:21 berhasil di Prambors. H. Pak Krisan 34:24 pernah berhasil di Sersan apa? Prambors. 34:27 Prambors. Kenapa orang suka Sersan 34:29 Prambors? 34:31 Apa yang membuat orang suka eh e radio 34:34 Prambors? Apa yang membuat orang suka 34:37 asal goblknya Benyamin Suep dulu waktu 34:39 itu di radio B radio kan gitu kan? Pasti 34:44 ada kan keunikan-keunikan Pemil kenapa 34:46 disukai? Eu apagi yang disukai oleh 34:49 Pemel kayaknya ibu-ibu kan kalau Pemel 34:51 ya anak-anak gadis itu apa ibarat 34:54 majalah dulu woman woman atau majalah 34:56 dulu majalah kawanku atau majalah apa 34:59 yang yang muda banget gitu 35:03 karena aku 35:04 pikir kita juga dalam dakwah di radio 35:07 ini ya narasumber kayak 35:10 ak ah Salman itu enggak kekinian harus 35:13 dilatih lagi. Hm. Ini harus dilatih 35:15 radio misalnya Rasil ini mengundang 35:18 narasumber siapa? Bagaimana supaya 35:21 setiap narasumber itu mampu memberikan 35:24 tema-tema 35:25 kekinian yang bagaimana mendirect 35:27 anak-anak muda kita supaya mendengarkan 35:30 radio kita ini. Apa yang harus kita 35:32 bikin ini? Mungkin sesekali live musik 35:35 yang pernah kita bikin itu harus kita 35:37 ulangi 35:37 lagi. Kita main gitar di sini apa di 35:40 sini harus ada acara-acara anak muda. 35:44 Kita pengin anak muda kita enggak 35:45 dengerin radio. Eh, kita pengin anak 35:47 muda kita mendengarkan radio yang 35:49 membawa mereka lebih dekat dengan Tuhan, 35:50 gitu kan. Sementara ee apa namanya? 35:56 Jalan yang kita tempuh gak disukai anak 36:01 muda ya. 36:03 ya enggak muda enggak akan 36:05 lihatlah gitu kan pasti enggak akan 36:08 lihat karena saya mengikuti beberapa 36:13 tiktokers tiktokers atau media sosial 36:18 inilah ada banyak sekali gaya ada banyak 36:22 sekali siaran Al-Qur'an di media online 36:25 ini tapi ya unik-unik tapi ketika 36:28 semakin unik dia bahkan menembus pasar 36:32 seluruh dunia gitu. Saya lupa saya 36:35 namanya ada orang Afrika ketika membaca 36:38 Al-Qur'an ada koreografinya. Hm. Dan dan 36:42 kalau kita lagi lewat di ini kita 36:44 timeline kita tuh bisa 150.000 sekian 36:47 yang dengar, bisa sampai sejuta orang 36:49 yang dengar padahal Al-Qur'an gitu loh. 36:53 Kenapa? Penyajian yang dia bikin saat 36:56 membacakan Al-Qur'an ada unsur 36:57 koreografi yang luar biasa yang dia yang 36:59 dia buat. Nah, PR 37:02 ini gak bisa orang sembarangan yang 37:05 bikin dan dan misalnya saya narasumber 37:07 nih dihasil perlu keluasan hati ketika 37:10 ditegur, "Man, ente 37:12 ini harusnya begini begini begini karena 37:15 kita mengga pendengar yang begini begini 37:19 begini. Belum tentu juga setiap 37:21 narasumber siap ini digitukan kan gitu. 37:23 Harus punya kelapangan hati 37:26 dia. Kalau enggak ya sudah kita dakwah 37:30 begini-begini aja. Ada lagi yang lebih 37:32 egois lagi. Gua begini pokoknya harus 37:34 begini. Pokoknya pokok harus begini. 37:38 Selesai kan gitu. Tapi kan kita lagi 37:40 ngelihat kekinian yang dibangun oleh 37:42 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 37:44 wasallam. Baik waktu dia di masa kecil 37:47 ataupun sesudah dia menjadi seorang 37:49 rasul menghadapi anak-anak yang ada di 37:52 masa dia. Itu saja Pak Kris yang bisa 37:55 kita sampaikan. Semoga oke bermanfaat. 37:59 Silakan kalau silakan yang mau bertanya 38:01 atau mau sharing kami tunggu di 38:07 0811999720. Kita dengarkan dulu yang 38:10 satu ini. Lagu apa ini? Silakan lagunya 38:13 Salman 38:15 [Musik] 38:21 lah. Brail TV. 38:29 Silaturahim yang dipancarkan dari jalan 38:31 Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis 38:34 Cibubur. Masih di acara Sirah Nabawiah 38:37 bersama Ustaz Salman Abdul 38:43 Khamid. Nah, tadi kita ngambil tema 38:46 kekinian masa kecil Nabi. Ada pertanyaan 38:49 nih dari hamba Allah Sman. Ustaz, 38:53 bagaimana sikap kita kalau kita 38:55 mengetahui anak kita tiba-tiba melihat 38:59 gambar apa film porno? Bagaimana sikap 39:02 kita? 39:05 Oho. Sebelum 39:09 kita bahas sikapnya 39:13 dulu, kita mulailah 39:16 mengenalkan 39:17 ee kepada anak kita dari sejak dini ya. 39:22 He. Anatomi tubuh h 39:27 harus mulai dikenalkan ke anak kita. 39:30 Karena gini, kalau enggak pernah 39:32 dikenalkan saat kita terjadi kayak gitu 39:34 tuh akan tabrakannya akan besar sekali. 39:40 Ee dibilang dulu sama anak kita, "Nak, 39:42 ini namanya tangan, kaki, semua dikasih 39:46 tahu dan segala fungsinya. Dan segala 39:48 fungsinya dan 39:51 batasan-batasannya itu wajib kita bikin 39:54 sebagai ayah atau sebagai ibu. Saya ke 39:56 anak laki-laki saya, ibunya ke anak 39:58 perempuannya," gitu. kita sepakat tuh 40:01 sehingga 40:02 apa? Saat dia melihat hal yang kayak 40:05 gitu, dia, "Oh, ini enggak boleh 40:06 dilihat." Kata ayah saya, "Sudah punya 40:08 dia warning itu." Hm. Jadi, kita enggak 40:11 perlu lagi menghadapi bagaimana caranya 40:14 kalau tiba-tiba dia ngelihat itu gitu 40:16 kan. Hm. Nah, gitu. Itu dulu yang 40:19 pertama dulu ya. Maka saya ulangi 40:22 dulu ee kepada kita semua orang tua yang 40:26 punya anak ini sudah pernah belum 40:29 memberitahu ke anak tentang ilmu anatomi 40:32 tubuh yang sederhana aja. He. Karena kan 40:36 mana mata itu dia biasa kan telinga 40:39 telinga kita itu kan sudah biasa 40:41 sebenarnya tapi tidak diselesaikan. 40:44 Hmm. Nih dada kamu sebagai laki-laki 40:47 dada ini begini terus terus terus 40:50 semuanya kita 40:52 sampaikan. Kamu tidak boleh melihat 40:55 orang lain yang seperti ini. Kan tentu 41:00 jangan dir itu kan bahasa kita ke anak 41:02 kita bisa kita atur itu. Sehingga saat 41:04 dia lihat yang seperti itu bisa dia bisa 41:07 dia apa namanya? Bisa dia rem sendiri. 41:10 Anak itu bisa ngerem sendiri 41:12 gitu. Makanya di kitab 41:15 fikih, di kitab fikih ada bab istinja 41:19 itu kan, bab thah itulah sekaligus 41:23 ngajarkan itu. Ah, baik. Saya belum 41:26 pernah nih, Ustaz, menghadapi tiba-tiba 41:29 anak saya sudah enggak itu bagaimana 41:31 caranya? Ulangi lagi. Berarti Nak, 41:34 sekarang ayah ajari dulu kamu. Ini 41:36 namanya hidung, namanya mata, ini 41:38 namanya apa? Ini namanya apa, ini 41:39 namanya apa? Ini ini begini, Nak. 41:41 Konsekuensinya ini enggak boleh dilihat, 41:42 Nak. Ini enggak boleh kamu lihatkan ke 41:44 orang, Nak. Ini enggak boleh kamu lihat 41:46 juga orang lain punya, Nak. Begini 41:47 begini begini begini. Terus kadang 41:50 jangan kamu lihat pakai itu. Wah, haram. 41:52 Itu enggak ada gunanya. H. Tapi ajari 41:55 lagi 41:56 dia 41:58 pelan. Nah, kalau dimarahi 42:00 pokoknya anak kalau dimarahi repot deh. 42:04 Enggak ada enggak ada untungnya. H. Nah, 42:08 jadi pertama kasih tahu dia ilmu 42:10 pelajaran anatomik. Yang kedua kasih 42:12 kalau dia sudah ketahuan, kasih tahu 42:14 lagi dia ilmu anatomi itu ajak dia 42:16 mempelajari atop dan kasih tahu 42:18 batasan-batasan itu. Sehingga ketika dia 42:21 suatu satu saat melihat itu lagi, dia 42:24 sudah punya remnya. H. Nah, dan repotnya 42:29 sekarang hampir anak kita sejak umur 42:33 kelas 5 SD 6 SD udah udah kena itu 42:37 karena mudahnya akses. Mudah sekali. H 42:41 cek saja handphone anak SMP itu 42:43 rata-rata sudah kena video 42:47 porno. Dan sekarang baik perempuan atau 42:50 laki-laki sudah hilang urat malunya 42:54 untuk 42:55 mempertontonkan auratnya. Dulu dulu 42:59 video porno, video telanjang itu 43:01 susahnya nyarinya. Hmm. Sekarang 43:05 guampang 43:07 pang. H. Dulu nyari artis yang mau 43:11 telancang itu susahnya minta ampun. 43:15 Sekarang dia tawarkan gratis di 43:19 Instagramnya. Terus kita masih pakai 43:22 alat jadul dalam menghadapi mendidik 43:24 ini. 43:26 Wuh, luar biasa yang kita hadapi ini. 43:28 Luar biasa, Pak Kris. anak-anak kita 43:30 tadi kan yang mereka hadapi ini luar 43:33 biasa. Maka kita wajib menyertakan 43:36 kekinian-kekinian ke anak-anak kita ini 43:39 rasil ini wajib menawarkan 43:41 kekinian-kekinan itu dalam segala hak 43:45 segala aspek. 43:51 Orang pernah orang pernah ngeluh seorang 43:53 ustaz pernah ngeluh 43:54 gini, "Ustaz, kenapa ya kalau selawatan 43:57 itu viewernya di YouTube dikit gitu." 44:00 Hm. 44:02 Tapi kalau di zaman itu Justin Bieber 44:06 kan gitu ya, Justin Bieber bikin lagu 44:08 banyak yang nonton. Sekarang siapa coba? 44:11 Katy Perry gitu ya, Taylor Swift. Banyak 44:14 yang nonton ya? Iyalah Taylor Swift 44:17 bikin musik itu musyawarah dulu, analisa 44:21 dulu alatnya apanya. Dicek dulu bikin 44:28 selawatan. Gendangnya dari sejak zaman 44:31 bahela sampai sekarang itu juga iramanya 44:35 dari sejak 1700 tahun yang lalu sampai 44:37 sekarang itu juga iramanya. 44:40 Terus kita berharap agar telinga anak 44:43 muda mau. Makanya enggak bisa. 44:46 Boleh itu dirubah-rubah gitu. Sangat 44:48 bolehlah. Harus justru harus 44:50 dirubah. Harus dirubah. Kalau 44:52 irama-irama itu harus dirubah dong. 44:54 Bikin dong kreativitas zaman 44:59 ini. Itu entah berapa ratus tahun lalu 45:02 irama itu. Mana kreativitas anak muda 45:05 muslim yang mengaku berjuang Islam yang 45:07 sekarang ini mana gitu. 45:12 Sementara musik yang tidak bernuansakan 45:16 Islam semakin modern bunyinya itu 45:19 semakin menggelitik 45:24 telinga. Ya, lagu lagu hadrah ya hanya 45:28 didengar oleh 45:29 santri apa didengar sama anak-anak 45:31 tongkrongan Jaksel gitu misalnya. H dia 45:34 bilang ini musik apa ya? Kata 45:37 gitu gogah dengan gituan. 45:40 Nah, dan kita umat Islamnya tidak mau 45:43 meng-upgrade kemampuan kita dalam hal 45:44 itu. Belum lagi perdebatan haramnya kan 45:47 banyak 45:48 kali perdebatan-perdebatan haramnya itu 45:51 menghalangi kita. Jangan contoh cara 45:54 orang kafir memppublish 45:56 agamanya kan gitu juga ya. Ya pasti ada 45:59 pertengkaran itu pasti ada. Tapi kalau 46:01 saya menganggap bahwa itu alat 46:05 saja. Alat itu tidak ada hukumnya. 46:09 yang ada hukumnya bagaimana kita 46:12 menggunakan alat tersebut. Jadi saya 46:14 jawab tadi pertanyaan itu. Ayo dididik 46:17 anak-anak dan ayo ee kita lawan ini 46:21 video porno 46:22 ini. Aduh innal lillahi wa inna rojiun. 46:26 Sekarang mudah sekali diakses. Kalau itu 46:29 pertanyaannya maka 46:31 wajib menyuguhkan dakwah yang 46:36 kekinian paru ain jadinya. 46:40 Sementara gaya kita ceramah, intonasi 46:43 ceramah kita aja enggak ada yang modern. 46:45 Coba 46:47 bayangkan. Hah? Betul enggak? Pemilihan 46:52 kata kita saat berceramah aja itu lagi 46:55 itu 46:56 lagi. Terus kita harapkan anak-anak yang 46:59 ring tuuh itu mendekat ke kita susah, 47:02 Pak. 47:05 Itu lagi yang dibahas. Terus ngebahas 47:08 yang enggak ada gunanya sama sekali pula 47:09 nih zaman kita nih sampai kiai-kiai 47:12 besar pun ikut membahas yang enggak ada 47:14 gunanya. PR kita banyak karena diingung 47:17 pornografi. Banyak PR kita, Pak. 47:20 Kecanduan pornografi, kecanduan narkoba, 47:24 kecanduan 47:26 game. Siapa yang bahas itu? Serius. ini 47:28 malah membahas yang aduh kadang-kadang 47:32 puyeng aku ngelihat catur pembahasan 47:35 ilmu di YouTube yang dibahas pun di 47:37 ditertarik pula orang-orang besar yang 47:39 bahasnya ah gua bilang apa sih 47:41 ini dan itu enggak ada untungnya 47:44 pembahasan itu menurut saya 47:47 gitu enggak ada untungnya 47:49 pembahasan-pembahasan yang sedang 47:50 dibahas-bahas ini enggak ada 47:52 untungnya mbok ya otak kita yang hebat 47:55 ini digunakan merumuskan bersama-sama 47:58 tanpa memandang 48:00 warna, tanpa memandang 48:03 strata. Ini anak kita lagi terpapar 48:05 pornografi. Apa yang kita lakukan wahai 48:08 pembesar-pembesar agama ini? Gitu. K 48:12 bilang ke Rasil, "Wahai Rasil, apa yang 48:14 sudah kita 48:15 lakukan menghadapi anak-anak yang 48:17 terpapar 48:19 pornografi?" Kecanduan pornografi ini 48:21 sudah luar 48:24 biasa. Sangat luar biasa. 48:28 lebih menakutkan dibandingkan kecanduan 48:32 narkoba. Anak-anak SMP, SMA pacaran 48:35 sekarang innalillahi wa inna ilaihi 48:37 menakutkan, 48:39 mengerikan. Terus tokoh agama sibuk 48:42 hanya mempertahankan strata, sibuk hanya 48:45 mempertahankan warna. Lah ilah cebl gua 48:49 bilang dikirain ini ulama. Gua 48:52 bilang nah gitu jadinya. 48:56 Tapi apa boleh buat kita 48:59 dikecohkan maka karena saya akrab sama 49:02 Rasil, apa yang dilakukan Rasil untuk 49:05 mengatasi kecandan 49:07 pornografi? Ada enggak program Rasil itu 49:10 tujuannya mengatasi candu pornografi 49:12 atau mengatasi kecanduan game, mengatasi 49:15 kecanduan ee narkoba? Tapi jangan dengar 49:18 haram hukumnya nonton narkoba. Itu mah 49:21 siapa? Itu tukang becak juga bisa kita 49:23 suruh. Enggak usah sekolah jauh-jauh 49:26 kita ke Makkah. Itu kalau cuma bilang 49:28 haram hukumnya menonton pornografi itu 49:31 mah 49:32 gampang. Terus itu masuk ke anak-anak 49:34 kita mana 49:37 masuk kita kan para ustaz hobinya gitu 49:40 kan langsung keluar fatwa haram masuk 49:44 neraka gitu. Wallahuam. 49:46 Oke. Salam Ustaz Salman. Anak saya hobi 49:49 ee nonton tinju dan yang sifatnya 49:52 pertarungan gitu. Bagaimana cara 49:55 mengarahkan ke arah yang positif? Apakah 49:57 tinju boleh? Oh, itu justru mantap kali. 50:01 Mantap kali. Temenin dia ke lati ke 50:05 sasana tinju. 50:07 Temeninlah. H temenin dia. Ee dia lebih 50:11 suka tinju berarti kan. Atau atau MMA ee 50:15 ee apa 50:16 namanya yang masa sekarang nih MMA 50:18 namanya atau apa sih apa yang ala-ala Al 50:21 K Habib Nurmagi Dove. Iya. AMA kan atau 50:24 dia hobinya silat atau apa justru dibawa 50:28 jangan ditantang 50:30 disalurkan justru nak mau enggak kau nak 50:33 ayah bawa kau ke tempat latihan tinju 50:37 sekalian nak ayah 50:39 dukung gitu. 50:41 Sekarang kan dengan adanya euforia 50:44 tahfiz dan euforia penceramah, euforia 50:47 ulama, anak-anak semua diarahkan mau 50:49 jadi ulama. Ini 50:52 kan janganlah tetaplah anak-anak itu 50:55 diarahkan sesuai bakat yang dia punya. 50:57 He. Saya kadang-kadang kasihan anak 50:59 enggak hobi nyantri disuruh nyantri. 51:03 Anak enggak hobi hafal Quran disuruh 51:04 hafal Quran. Makanya santri kalau daftar 51:07 ke Rohama saya bilang belum tentu ini 51:09 jadi hafal Quran. Gua bilang karena di 51:10 sini akan dianalisa bakatnya. Kalau anak 51:13 ibu ini ternyata bakatnya main catur, 51:14 aku ajarin main catur di sini. Gu bilang 51:16 gimana? G bilang kalau enggak ya jangan 51:19 yang terus dari sisi agamanya apa? Sisi 51:21 agamanya ada perajan wajibnya. Hmm. Ada 51:24 pelajaran wajibnya. Pelajaran wajib 51:26 agama itu kan mudah, Pak. Hm. Dia bisa 51:30 salat, bisa puasa, bisa zakat, bisa 51:33 haji. Itu gampang ngajarinnya. H. Dia 51:36 kenal Allah Taala, dia kenal Nabi. Itu 51:38 mudah sekali ngajarinya. Hm. Yang sulit 51:40 itu kalau sudah masuk ke perdebatan 51:42 tahiyat harus begini atau begini atau 51:44 itu itu yang bikin puyeng, 51:48 Pak. Semakin tinggi ilmu pengetahuan di 51:51 sampai sudah sampai saya ke Makkah 51:53 belajar kitab dan sebagainya. Sebenarnya 51:55 yang paling utama mah kitab-kitab kecil 51:56 itu durusul fikih itu yang paling 51:59 kecil-kecil itu aja. Makanya kita di 52:01 ruhama matan gayah wat takrib cukup. Gua 52:06 bilang ngapain? Tapi belajar ee 52:10 Al-Qur'an, belajar hadis itu diperdalam. 52:13 Oh, ternyata bukan bakatnya di situ. 52:16 Jangan. 52:17 Jangan. Bakatnya di mana? Bakatnya dia 52:20 di ternak kambing. Mikin di ternak 52:22 kambing supaya dia punya ilmu agama. 52:24 Apa? Ayo belajar fikih sama saya. 52:27 Belajar menganalisa Al-Qur'an sama saya. 52:29 Ada ada kelasnya sama saya, Pak. H. Jadi 52:31 anak-anak, "Ustaz, aku mau kelas 52:32 bengkel." Baik, kelas bengkel kita uji 52:34 dulu. Benar dia bengkel. Pagi habis 52:36 subuh sama saya masuk kelasnya. H 52:39 belajar apa? Menganalisa juz amma 52:42 ala-ala mereka aja dan santai aja enggak 52:44 enggak terlalu rebet tuh. Misalnya dia 52:47 tulis ammaatasaalun saya ajarin langsung 52:50 cara nganalisanya. Dia tulis amat 52:51 tasaalun sama artinya. Ud ayat tulis 52:54 lagi, Nak. Yang kedua ayat ayat 30 ee 52:59 ayat 53:00 31 sampai ayat ee 36 itu tentang balasan 53:06 orang bertakwa. Tulis lagi, baca lagi, 53:07 ulang, Nak. Coba. Itulah orang bertakwa 53:09 nanti balasannya. Tulis lag pakai 53:11 Al-Qur'an aja. H tetap punya ilmu agama 53:14 dia, tapi lulus nanti buka bengkel. 53:17 Bacaan Qurannya bagus. 53:19 Paham di Al-Qur'an dia baca, salat, 53:21 puasa, zakatnya beres. Hm. Kalau ngajar 53:24 itu mah 53:25 gampang, enggak sulit baca Qurannya juga 53:29 benar. Jangan sampai lulus pesantren 53:32 bacaan Al-Qur'annya belepotan. Enggak 53:34 boleh. Kalau itu saya bilang, apapun 53:36 ceritanya, apapun bakatnya, baca 53:38 Al-Qur'an wajib benar sesuai makhrajnya. 53:41 H tajwidnya gitu. 53:43 Tanpa merubah hobinya dia, ya. Tanpa 53:46 merubah hobinya. 53:48 hobinya enggak dirubah. Oke, begitu. 53:51 Salam, Ustaz Salman. Anak saya hobinya 53:54 desain grafis. Dia bikin merek-merek 53:56 dagang atau apa hanya untuk bisa-bisaan 54:00 saja. Heeh. 54:02 Bagaimana Salman? Sangat 54:04 bagus. Sangat bagus. Justru diperlukan 54:08 ahli-ahli desain grafik ee di di dunia 54:13 dakwah kita, Pak Kris. 54:17 sehingga logo dakwah kita itu aging 54:19 pemilihan warnanya modern gitu loh. Saya 54:23 saya pernah dibicara sama orang sampai 54:26 warna pun ada modernnya, Pak. Heeh. 54:28 Merah yang modern itu yang gimana? Hijau 54:30 yang modern itu gimana? Itu update terus 54:32 di Google. Hm. 54:36 Makanya orang orang-orang yang berhasil 54:39 mengungguli di apapun itu memang sedang 54:43 dianalisa gitu mereka. Nah, saya juga 54:46 belakangan tahu 54:48 itu membuat 54:50 kaligrafi, membuat tulisan Allahu Akbar 54:54 dengan paduan warna modern itu akan 54:57 sangat menggugah hati-hati anak muda 54:58 kita sekarang. Kekinian banget warnanya 55:01 gitu loh. 55:03 Saya kan kita lagi di Ruhama lagi bikin 55:05 album baru nih. Hm. Ternyata ada istilah 55:08 musik itu kekinian. Hmm. Nah, gitu. Saya 55:11 musik itu tidak kekinian ada. Nah, musik 55:14 yang kekinian ini akan mengusik telinga 55:18 anak-anak sekarang 55:20 gitu. Ada style-nya tahun 0-an, tapi 55:24 disuguhkan dengan cara yang 55:27 modern. Kita pernah enggak ngebahas itu 55:29 di dakwah? 55:31 Belum. 55:34 Belum. Ya, pokoknya kalau Ustaz Salman 55:36 dakwah gitu-gitu aja. Karena enggak ada 55:40 kita bikin musyawarahnya apanya. Yuk, 55:43 sama-sama yuk kita bulan ini kita akan 55:45 dakwah seperti ini dan temanya ini cara 55:47 penyampaian kita begini. Ente man nanti 55:49 datang dari wilayah sini ya, Ustaz. Ini 55:51 dari wilayah sini. Sehingga ketika orang 55:53 mendengarkan Rasil dari pagi sampai 55:55 sore, pagi dia hari Senin ketemu siapa 55:58 dengan gaya dan itu sangat kekian sekali 56:02 sampai akhirnya lengkap sebuah 56:05 map bagi orang yangendengarkan Rasil itu 56:10 en begitu yang dilakukan oleh Rasulullah 56:12 sallallahu alaihi wasallam ketika 56:13 menghadapi anak-anak di masa itu. 56:14 Wallahuam. Baik, terima kasih Ibu Ina, 56:17 Ibu 56:18 Juni, Bapak Rozi, kemudian Bapak Ambris, 56:22 Ibu Hei, Bapak Sunan, kemudian juga Ibu 56:27 Meli. Ustaz, sepertinya semuanya sudah 56:30 dijawab, Ustaz, ya. Siap. Oke, terima 56:32 kasih Salman atas jawaban-jawabannya. 56:35 Terima kasih. Kita jumpa lagi Senin 56:36 depan, Ustaz, ya. Siap, siap, siap, 56:38 siap. 56:38 Insyaallah. Oke. Ee ada pesan terakhir 56:42 yang mau disampaikan? Oh, tolong buka 56:44 Spotify. Nah, dengerin lagu-lagu kita. 56:47 Oke. Ada berapa lagu situ? Di Spotify 56:50 sekarang ada enam lagu ya kali ya. Hm. 56:53 Judulnya ee judulnya ee saya bacakan 56:57 kalau gitu Pak Kristana ya. H. Judulnya 57:00 ada Muyanu. Apa itu artinya? Muhammad 57:04 Yasir Nuha. 57:07 Oh, anda-anda tercinta. Iya. Dunia. Hm. 57:10 Ada judulnya dunia di Spotify. H. 57:13 Anakku. Hm. Selawat Pesona Cinta. H. 57:18 Ramadan. 57:20 Oke. Ada berapa tuh? 1 2 3 4 5. Lima 57:23 berarti lima. Itu karya Ustaz Salman 57:25 semua ya? Karya kita. Karya kita vokal 57:26 Ustaz Salman juga. Satu vokalnya e odi 57:29 ya. Satu pokoknya odi. Saya empat saya 57:31 insyaallah akan diterbitkan semua. Oh 57:34 ini cewek cowok nih. Cewek. He gitu. Oke 57:38 terima kasih Salman. Kreatif sekali 57:41 Ustaz kita nih ya. Oke, kita akan jumpa 57:43 lagi pada Senin depan. Saya Muhammad 57:45 Krishna Wandi Saputra dan Algiman pamit. 57:48 Wabillahi taufik walhidayah. 57:49 Wasalamualaikum warahmatullahi 57:50 wabarakatuh.