Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Uuu, uuu,
- uuu,
- Rasil
- TV
- untuk Islam yang satu.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustadzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat Ustadzah?
- Alhamdulillah.
- Jaga kesehatan Ustadzah.
- Alhamdulillah, mudah-mudahan semuanya
- juga sehat, bahagia semuanya ya.
- Insyaallah. Dan tema yang akan diangkat
- oleh Ustadzah Halimah Amran pada siang
- hari ini adalah strategi setan dalam
- menjerumuskan manusia. Tafadhol
- Ustadzah.
- Ya, bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahilladzi allafa baina
- qulubina faasbahna bini'mati ikhwana.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin waala alihi
- wasohbihi ajma'in wa Allah. Allahumma
- inna nas'aluka ridhoka wal jannah
- wana'udzubika min sakhotika wannar, amin
- ya rabbal alamin.
- Alhamdulillah pada siang hari ini kita
- semua mudah-mudahan merasakan nikmat
- yang Allah berikan kepada kita.
- Kita merasakan keberkahan, kita
- senantiasa memujinya dengan nikmat yang
- diberikan tanpa kita rasakan sedikit
- atau besarnya. Kadang-kadang nikmat
- Allah itu banyak sekali tapi kita belum
- mampu untuk mensyukurinya, mudah-mudahan
- kita termasuk ke dalam hamba-hamba Allah
- yang bersyukur.
- Amin.
- Kita doakan saudara-saudara kita yang
- saat ini dalam keadaan
- sakit, mudah-mudahan segera disembuhkan.
- Yang dalam keadaan berduka, sedih, duka
- cita, semoga Allah angkat semua sedih
- duka citanya.
- Dan ee, kita juga berdoa Allah,
- mudah-mudahan saudara-saudara kita yang
- saat ini dalam keadaan terzalimi,
- mudah-mudahan Allah segera bebaskan dari
- semua kezaliman-kezaliman nya, insya
- Allah. Allah berikan kekuatan, Allah
- berikan persatuan kepada umat Islam di
- manapun mereka berada, insya Allah.
- Hari ini kita bahas tentang strategi
- setan ya, bagaimana menjerumuskan
- manusia.
- Kita sudah tahu semua ya, Mbak Olin ya,
- semua kita sudah tahu bahwa setan adalah
- musuh.
- Allah mengatakan innahum aduwun ya.
- Setan itu musuhmu.
- Maka jadikanlah dia musuh.
- Jadi ee, yang namanya musuh, kita
- berarti enggak boleh
- terlena
- atau merasa aman. Apalagi adanya surat
- An-Nas.
- Surat An-Nas yang kita baca tuh hampir
- setiap hari ya, Mbak ya?
- Iya.
- Setiap hari barangkali pada zikir pagi
- di Ma'tsurat atau di siang di sore hari
- selalu kita baca.
- Qul ee, audzu bi rabbinnas. Jadi ee,
- dalam ayat ini Allah ee, berfirman
- kepada Rasulullah, katakan qul.
- Ee, wahai Muhammad.
- Audzu bi rabbinnas. Aku berlindung
- kepada Allah pemelihara sekalian
- manusia. Ya, jadi qul audzu bi
- rabbinnas, malikinnas, ilahinnas,
- min syarril waswasil
- khannas, alladzi yuwaswisu, yuwaswisu fi
- sudurinnas, minal jinnati wannas. Ini
- ayat ee, mudah-mudahan kita bisa
- memahami kandungan maknanya. Karena
- sudah hafal ya, Mbak ya? Kalau hafal di
- luar kepala tuh biasanya kadang-kadang
- lewat begitu saja maknanya. Saya akan
- bacakan terjemahannya yang kita ee,
- perlu ee, konsentrasi, khusyuk dalam
- memahaminya.
- Ee, aku berlindung kepada Allah
- pemelihara sekalian manusia, yang
- menguasai sekalian manusia, Tuhan yang
- berhak disembah oleh sekalian manusia,
- dari kejahatan
- penghasut yang timbul tenggelam yang
- melemparkan hasutannya ke dalam hati
- manusia. Yuwazwizu fi waswas. Kayaknya
- sudah jadi bahasa Indonesia deh. Waswas
- ya. Yuwazwizu fi sudurinnas dalam hati
- manusia. Rasa
- bisikan-bisikan tersebut
- itu bisikan penghasut ya. Itu minal
- jinnati wannas. Yang membisik-bisikan
- itu dari kalangan setan. Yaitu jin dan
- manusia. Manusia juga ada loh Mbak
- bisik-bisikan itu. Nah,
- ketika ayat ini kita baca setiap hari,
- Allah memerintahkan Rasulullah untuk
- berdoa dan membaca ayat ini. Ini
- jelaslah bahwa sebenarnya strategi setan
- itu memang luar biasa. Ingin membuat
- manusia itu mengikutinya. Bahkan
- sumpahnya itu Mbak ya. Dalam surat 7 ya.
- Dalam surat Al-A'raf itu sudah jelas.
- Summal la'atiyannahum min baini aidihim
- wa min khalfihim wa an aimanihim wa an
- syamailihim.
- Aku akan datangi mereka ya dari samping
- kanan, kiri, depan, belakang. Jadi empat
- empat
- posisi ya.
- Kalau seseorang itu dikerubutin,
- dikelilingin itu depan belakang itu ke
- mana lagi dia mau lari? Paling ke atas
- ya. Ke bawah enggak bisa ya. Jadi
- artinya di sini gambaran kepada kita
- sebagai manusia. Demikian setan itu
- memiliki visi dan misi itu luar biasa.
- Kalau kita katakan visioner. Setan itu
- luar biasa ingin membawa manusia itu
- sedemikian rupa dengan menggodanya dari
- depan, belakang, kiri dan kanan. Nah,
- kita lihat di akhir ayat ini tadi di
- ayat surat Al-A'raf
- ayat
- eh
- 17 itu ya.
- Wala tajidu aktsarahum syakirin. Jadi
- ketika digoda depan belakang kiri kanan,
- maka engkau tidak akan banyak
- mendapatkannya banyak bersyukur. Jadi
- intinya tuh kalau manusia itu tidak
- bersyukur itu sudah dapat perangkap
- setan. Itu akan digoda dari berbagai
- apa arah ya. Nah, di sini kita kita
- perlu waspada. Nah, adapun
- manusia ini kita
- namanya manusia ya, Mbak ya.
- Dari manusia itu mahal khoto, tempatnya
- lupa ya. Tapi di sinilah kita diingatkan
- kembali, saya, kita semua diingatkan ada
- Allah memberikan kita panduan yaitu
- Alquran. Nah, di sini saya akan jelaskan
- strategi setan bagaimana menjerumuskan
- manusia untuk mewujudkan visi dan
- misinya. Jadi pokoknya enggak pernah
- kenal lelah, enggak pernah kenal
- berhenti. Setiap saat, setiap waktu,
- setiap detik selalu ada setan yang akan
- menggoda manusia. Bahkan setiap hari itu
- ada evaluasi.
- Ada istilahnya ada monev ya.
- Setiap malam tuh ya dikumpulkan semua
- setan itu ditanya, lapor. Itu mutabaah
- kalau versi kita atau evaluasi setiap
- hari. Kamu ngapain tadi? Kamu ngapain?
- Masyaallah. Ini luar biasa kerja-kerja
- setan ini tidak kenal lelah. Nah, kalau
- kita kadang-kadang amal saleh itu
- kadang-kadang ada rasa jenuhnya ya, Mbak
- ya. Ada rasa padahal sudah paham itu ada
- pahalanya besar kadang-kadang ada rasa
- jenuh. Itu tidak lepas dari godaan setan
- ya.
- Nah, di sini
- di antara
- strategi setan dalam menjerumuskan
- manusia itu adalah dengan waswasah.
- Waswasah ini artinya membisikkan.
- Membisikkan keraguan kepada manusia
- ketika melakukan kebaikan. Jadi ada
- memang enggak berasa kali ya. Mungkin
- kita tuh merasakan diri kita tuh diri
- pribadi yang utuh enggak ada siapa siapa
- yang menggoda. Tapi sebenarnya ada
- sebenarnya masuk itu ya. Begini deh,
- Mbak. Kita bisa rasakan ya waswasah itu
- misalnya gini.
- Lagi salat nih.
- Terus ide muncul ya.
- Itu ide dari mana?
- Barang yang lupa jadi ingat. Padahal
- lagi enggak salat enggak ingat. Itu
- gimana bisa ceritanya? Itu adalah
- apa godaan setan. Nah, jadi di sini ee,
- atau iblis ini
- memang ee, salah satu strateginya itu
- adalah menimbulkan was-was. Was-was ini
- adalah
- bisikan-bisikan yang membuat kita ragu
- terhadap ee, sesuatu. Ya, contoh begini
- deh. Orang yang salat kadang-kadang suka
- lupa ya, Mbak ya. Ini berapa rakaat ya?
- Empat apa tiga apa dua? Itu was-was.
- Atau misal banyak dalam segala hal.
- Ketika ada muncul was-was di situ ada
- peran setan.
- Misalnya
- ee, ada orang yang salat sampai
- berkali-kali, Mbak, takbiratul ihramnya.
- Allahu Akbar, kemudian ah, kayaknya
- belum pakai niat. Balik lagi. Nah, itu
- was-was setan.
- Kadang-kadang ya itulah bisikan-bisikan
- inilah yang masuk ee, ke dalam
- diri kita, hal-hal yang sebenarnya ee,
- tanpa kita sadari. Bisikan-bisikan
- atau mungkin was-was mempertanyakan
- bisikan-bisikan yang sangat jahat yang
- mempertanyakan yang lebih parah itu
- mempertanyakan keagungan Allah. Apa iya
- Allah ada ya? Kayaknya enggak mungkin
- kalau kayak itu tuh kayak seperti itu
- ya. Nah, kalau ada rasa was-was itu
- langsung segera tepiskan, katakan amantu
- billah, aku beriman kepada Allah. Jadi
- ini was-was ya. Nah, ini ada misalnya
- was-was itu jadi ee, ada dalam
- istilahnya ada was-was, ada tazyin.
- Tazyin itu artinya menghiasi. Jadi kalau
- kita bicara was-was itu membisikkan ya,
- membisikkan itu ee, memasukkan sesuatu
- ya
- ya, misalnya bangun jam 03.00. Pengin
- kita sudah niat ya mau salat tahajud.
- Bangun tuh jam 03.00 tuh.
- Nah, itu diwas-was ah, nantilah masih
- lama. Setelah 5 menit saja tidur lagi.
- Enggak tahu 1 jam kelewat gitu ya. Atau
- misalnya ee,
- bangun, bangun, Mbak, tapi kan megang HP
- dulu. Sebentar saja mau lihat ada masuk
- enggak nih ee, pesan. Sebentar saja cuma
- lihat pesan. Ternyata pesannya ada yang
- menarik. Ih, bagus nih, coba lihat deh.
- Ya sudah akhirnya 1 jam akhirnya lewat.
- Itu adalah godaan setan. Ee, bukan hanya
- 5 menit itu was-was enggak tahunya
- setengah jam, 1 jam itu salah satunya.
- Nah, bentuk yang lain ada tazyin. Tazyin
- ini artinya menghias-hiasi atau
- membungkus kemaksiatan dengan
- kenikmatan. Jadi, segala sesuatu yang
- berbau maksiat itu biasanya terlihatnya
- indah gitu ya. Misalnya gini, Mbak,
- kenapa sih orang kalau pacaran itu kalau
- lagi jalan-jalan tuh menarik ya. Kalau
- suami-istri jalan-jalan biasa aja ya,
- enggak ada nilai enggak ada sesuatu
- begitu ya, itu adalah tazyin dari setan.
- Dia di di dianggap indah ya, padahal
- kita tahu pacaran itu adalah maksiat
- sedangkan nikah itu adalah ibadah. Jadi,
- yang namanya ibadah itu setan tuh enggak
- bisa godain. Jadi, jadi tidak tidak bisa
- ditazyin, tidak bisa dihias-hiasi indah
- kayaknya gimana. Coba deh yang pacaran
- coba, belum datang belum bertemu aja
- udah kayaknya membayangkan ya menghayal
- indahnya ah habis waktu buat menghayal.
- Coba deh udah punya suami punya istri
- ya, enggak pernah menghayal tuh.
- Datang ya udah datang udah biasa aja,
- itu adalah bagian bagian dari tazyin
- setan. Yang bersifat ibadah tuh enggak
- ada indah-indahnya dipandangnya, bahkan
- terasa beban.
- Contoh misalnya,
- eh lagi salat aja,
- kayaknya ngitung rakaat itu demikian
- baru tiga, baru baru satu, dua kayaknya
- beban banget. Itu adalah eh godaan setan
- ya, tazyin eh
- enak kan habis ini ngapain ya mau makan
- ini ya itu tuh setan itu.
- Bisikan-bisikan itulah yang eh digoda
- oleh setan terhadap kita, bahkan maksiat
- itu disulap oleh setan sehingga terasa
- lebih indah, nikmat dan mengesankan.
- Inilah yang disebut dengan strategi
- tazyin. Ada lagi hal yang menarik, Mbak.
- Setan tuh luar biasa ya, innahu lakum
- aduwun. Setan tuh adalah musuh bagimu.
- Itu kalau yang eh hal-hal yang tidak
- disukai yang diharamkan di dalam Islam
- itu ditazyin oleh setan jadi indah.
- Misalnya apa? Eh perbuatan yang
- terlarang ya, misalnya khamar ya. Itu
- kan jelas eh apa khamar tuh arak ya.
- Nanti dihiasi namanya diganti minuman
- berenergi, wah gitu. Kalau meminum ini
- menambah semangat, jadi hangat, jadi ini
- enggak arak ya, itu tazyin dari setan.
- Sedikit saja enggak apa-apa yang penting
- enggak mabuk. Ini menambah semangat loh,
- nah itu setan itu. Jadi dibuatlah ee
- hal-hal yang indah-indah ee di di benak
- di pikiran manusia sehingga manusia itu
- melanggar dan mengikuti apa yang
- dibisikkan oleh setan tersebut. Contoh
- lagi misalnya tazyin ya membuat
- indah-indah sesuatu yang haram, riba.
- Apa yang kita namakan riba, Mbak?
- Bunga.
- Bunga itu kan bunga loh enggak apa-apa,
- padahal kalau kita ee kaji lebih lanjut
- ya kita pahami ee fatwa dari para ulama
- itu riba itu bagian ee bunga itu bagian
- dari riba. Nah, kita pelajari riba itu
- luar biasa, Mbak, dampak negatif dari
- riba itu ya. Nah, itu itu setan itu.
- Alah sedikit saja enggak apa-apa ini
- bunga, alah enggak apa-apa ini kan nah
- itulah itu itu tazyin dari tazyin dari
- setan. Atau misalnya gini
- dalam Islam wajib menutup
- aurat. Kan ada ya ee di sisi
- manusiawinya nih ketika dalam kondisi
- lalai keinginan untuk memperlihatkan
- auratnya. Jadi dalam arti ini pasti ada
- ada itu godaan setan ya. Rambutnya bagus
- loh kenapa sih enggak diperlihat ditutup
- ini kan orang enggak tahu. Adalah
- sisi-sisi seperti itu akhirnya muncullah
- tazyin dari setan itu dalam ee bentuk ee
- membuka aurat manusia itu disebutlah ini
- kan kebebasan perempuan. Kenapa harus
- ditutup ini hak saya kenapa kayak
- begitu. Jadi setan itu betul-betul
- memberikan ee manusia itu sesuatu yang
- dianggap ee itu adalah ibadah, perintah
- itu ditazyin dibuat indah-indah tuh di
- di seakan-akan itu kenapa sih enggak
- boleh gitu ini kan indah Allah kan Maha
- Indah kenapa keindahan itu enggak boleh
- nah seperti itu itu setan itu ya. Atau
- misalnya
- ee ikhtilat, kita tahu ikhtilat ya.
- Ikhtilat itu adalah percampuran antara
- laki-laki dengan perempuan. Eh, ini
- memang tidak dibenarkan ya, eh,
- bercampur baur ya, manusia laki-laki
- perempuan dalam satu tempat enggak jelas
- gitu ya. Eh, itu memang tidak dibenarkan
- di dalam Islam sebenarnya. Tapi apa eh,
- tazwin dari setan? Itu dikatakan, "Ini
- kan kemajuan, ini kan masyarakat modern,
- masa begitu? Itu mah tinggal di zaman
- dahulu kali." Begitu. Jadi,
- bahasa-bahasa eh,
- hal-hal yang membuat umat Islam itu jadi
- minder.
- Itu sebenarnya tak lepas dari strategi
- setan untuk menjauhkan manusia dari
- ajaran Islam ya. Atau misalnya ya, eh,
- artis, aktor, penyanyi, musik, atau
- perbuatan mesum, atau apalah segala
- macam yang semua itu bertentangan dengan
- nilai-nilai Islam, itu di mereka katakan
- itu apa? Sebagai tazwin. "Ini kan seni."
- "Seni itu kan indah, bolehlah begitu aja
- enggak?" Nah, jadi dari sini itu kalau
- setan sudah mulai menggoda kita dan kita
- terkena eh, rayuannya, sudah menganggap
- orang yang ingin menera menegakkan
- nilai-nilai Islam dianggap ketinggalan
- zaman, kuno, kampungan, enggak tahu
- seni, enggak tahu eh, zaman modern
- sekarang itu mah kampungan, begitu.
- Akhirnya muncul rasa minder di di pada
- diri umat Islam. Atau misalnya,
- eh,
- apa eh, hal-hal yang eh,
- apa namanya tazwin itu kan mengi mengi
- menghias-hias yang yang sesuatu yang eh,
- sebenarnya dalam syariat seperti itu
- dibuat diindah-indahkan jadi di apa
- digantilah atau sebaliknya misalnya,
- ajaran-ajaran Islam itu kemudian
- dianggap eh, sesuatu yang yang tidak
- disukai gitu ya. Jadi, di ketaatan itu
- di dibuat nama yang tidak disukai
- misalnya bentuk ketaatan. Contoh
- misalnya begini,
- eh,
- misalnya eh,
- peranan setan ya pertama kali dalam
- memperburuk citra kebenaran itu misalnya
- ya, eh, orang yang taat kepada Allah
- ingin berpegang teguh kepada Alquran dan
- sunah itu dikatakan fundamentalis.
- Disebut itu fanatik, radikal gitu ya.
- Ada istilah.
- Ada istilahnya itu ya, dibuatlah
- istilah. Ya, seperti misalnya pelacur
- gitu ya, diindah di namanya itu di
- diinikan sedikitlah di apa namanya di
- diperhalus.
- Pekerja eh apa PSK ya?
- Pekerja seksual komersil. Kayaknya
- bahasanya tuh pekerja loh, gitu. Oh,
- jadi ini bagian dari tenaga kerja,
- pekerjaan. Padahal itu adalah bentuk
- perzinahan atau bentuk eh hal yang di
- luar
- nilai-nilai yang luar biasalah yang
- dalam Islam itu sangat buruk, tapi
- diperhalus bahasanya. Atau misalnya eh
- orang-orang yang menjaga diri dari
- kemaksiatan, kefasikkan, perbuatan yang
- terlarang itu dianggap ih kuper itu
- kurang pergaulan ya. Jadi, inilah bentuk
- tazyin setan. Termasuk dalam hal ini
- adalah menghiasi hawa nafsu, Mbak. Kalau
- dalam Islam itu hawa nafsu itu kan ada
- dua ya. Hawa nafsu yang pertama yang
- dirahmati Allah, yang kedua hawa nafsu
- yang dimurkai oleh Allah. Nah, setan tuh
- bermain di situ. Setan tuh bermain.
- Ketika ada hal-hal yang ibadah yang
- taat, itu dihias-hiasi untuk dibuatkan
- digodalah ya, dijauhkan. Kalau yang
- sesuatu maksiat, di di diindahkan
- kemudian
- dijadikan sesuatu hal yang menarik. Nah,
- nafsu itu adalah eh fitrah.
- Syahwat ya, itu adalah fitrah manusia.
- Siapapun dia
- pasti punya hawa nafsu ya. Tinggal Islam
- memberikan rambu-rambu. Hawa nafsu ini
- dalam Islam itu diarahkan, bukan
- dimatikan.
- Hawa nafsu kalau dimatikan, itu akan
- menimbulkan malapetaka. Jadi,
- orang-orang yang tidak mau menikah, kita
- lihat saja nanti seperti apa dia. Bisa
- enggak dia menjaga dirinya yang sudah
- punya fitrah, punya hawa nafsu, kemudian
- tidak menikah seperti apa? Itu setan tuh
- di situlah. Makanya muncul ya orang yang
- tidak menikah akhirnya melakukan
- perbuatan penyimpangan seksual. Itu
- godaan setan di situ. Karena fitrah
- manusia itu sudah Allah berikan ada
- rasa, ada syahwat, tapi bagaimana
- mengarahkan, meluruskan, dan
- satu-satunya
- hawa nafsu atau syahwat yang diridai
- oleh Allah itu hanya dengan pernikahan.
- Nah. Nah, dengan pernikahan ini kan
- jelas ya. Nah, coba lihat selain itu apa
- yang terjadi? Selain pernikahan, banyak
- sekali penyimpangan-penyimpangan dan itu
- semuanya adalah tazyin dari setan ya.
- Eh, godaan-godaan setan. Setan itu masuk
- ke manusia untuk menggoda itu sesuai
- dengan pintu yang paling disenangi
- jiwanya. Jadi, artinya
- setan itu akan menggoda kita sesuai
- dengan kecenderungan kita.
- Nah. Saya ingin sedikit ini Mbak
- membahas tentang eh hawa nafsu. Ini
- paling banyak sekali eh pintu setan
- untuk masuk ke dalamnya. Sebagaimana
- yang terjadi saat ini Mbak ya. Peristiwa
- yang sangat menyedihkan kita ya. Eh.
- Ya. Mahasiswa kita ya. Orang Indonesia
- itu ya mempermalukan negara kita.
- Udahlah kita enggak bahaslah itu ya.
- Kita yang saya ingin bahas itu adalah
- bagaimana setan itu menggoda manusia
- dari hawa nafsunya. Dan ini eh memang
- sangat menyedihkan. Dan kita dalam eh
- fikih wanita ini tidak membahas sejauh
- sedalam itu. Kita hanya membahas ini
- semua dari pola asuh di rumah. Bagaimana
- mendidik hawa nafsu dari rumah. Nah,
- oleh karena itu eh dalam
- Islam
- itu dari bayi itu sebenarnya sudah punya
- syahwat itu sudah ada Mbak. Cuman karena
- belum ada akil, belum belum akil, belum
- balig dia hanya eh eksplorasi saja. Coba
- lihat bayi-bayi itu ya. Siapa yang
- mengajarkan dia saya mohon maaf memegang
- kelaminnya?
- Enggak ada kan?
- Bayi laki-laki coba. Enggak ada kan?
- Tiba-tiba kok terpegang gitu ya. Itu
- karena memang di situlah fitrahnya. Di
- situ ada sesuatu yang membuat dia
- senang. Kemudian dia
- eh pegang ya. Itu enggak ada yang
- mengajarkan. Itu sudah fitrah. Tinggal
- kita orang tua mengarahkan. Dan Islam
- itu datang untuk mengarahkan eh sesuai
- dengan nilai-nilai Islam. Ya, jadi
- dalam hal ini eh kita mulai arahkan
- anak-anak kita supaya tidak menuruti
- hawa nafsu karena memang itu godaan
- setan, itu menutup peluang pintu-pintu
- setan ya dari penyimpangan-penyimpangan
- seksual itu semuanya memang ini Mbak ee
- kayak LGBT itu
- mayoritas umat Islam ya artinya para
- pakar dari sisi rukiah itu digoda setan
- itu. Cobalah dirukiah gitu itu ada itu
- banyak itu katanya ya begitu. Ee tapi
- memang betul setan itu bergerak di
- bidang hawa nafsu ini untuk
- menglampiaskan syahwat itu kita mulai
- dari keluarga. Jadi dari meminimalisir
- terjadinya penyimpangan perilaku seksual
- pada anak itu dari mulai dari rumah. Ya
- pertama itu tadi ya ketika anak sudah
- mulai pegang itu jangan langsung di
- apa namanya di apa di dengan keras ya
- kita alihkan
- ee perhatiannya kita kasih mainan yang
- yang menarik hatinya kemudian dia akan
- lepas. Jadi itu enggak terasa kan atau
- misalnya anak-anak yang usia
- 2 tahun 3 tahun kan biasa megang itu
- jangan langsung ditegur dialihkan. Jadi
- jangan sebagai itu sebagai pusat
- perhatian. Kemudian juga karena itu
- adalah fitrah supaya tidak ada muncul
- lagi godaan-godaan setan itu kita
- arahkan yaitu ee di usia-usia dini itu
- jangan sampai
- balita lah gitu ya jangan sampai mandi
- bersama lawan jenis gitu ya atau kalau
- dalam panduan dalam Islam itu tidak ee
- sekamar ya kalau sudah berusia 10 tahun.
- Itu antisipasi Islam itu preventif Mbak
- kita Islam itu sudah ada preventifnya.
- Nah di sinilah
- dari preventif Islam inilah ee
- peluang-peluang setan itu tidak ada lagi
- ya. Jadi ini ee itu ada beberapa hal ya
- yang bagaimana setan itu menghiasi
- kebatilan-kebatilan itu yang citra yang
- buruk menjadi baik bahkan ee dianggap ee
- apa bahkan ketika Nabi Adam saja
- ketika Nabi Adam dilarang oleh Allah
- wala takulah hadis syajarah jangan kau
- makan buah ini ya. Itu dia sebut ini
- buahnya buah jadi nama yang yang
- sebenarnya itu dilarang dikasih ditazin
- supaya menjadi
- eh ini namanya syajaratul khuldi, pohon
- kekal. Dibuat yang indah-indah. Nah,
- termasuk ini ya yang perilaku LGBT itu
- kan sudah fitrah, kan sudah sudah aku
- terjebak dengan ah itu sih semuanya
- tazin setan itu. Itu sebenarnya
- penyimpangan-penyimpangan yang memang
- tidak dibenarkan dalam Islam, tapi setan
- tuh membuat indah. Membuat ini kan sudah
- kayak begini sudah fitrahnya sudah sudah
- dari sudah gennya Mbak ya, sudah dari
- sananya. Tidak itu semua lebih kepada
- perilaku. Kalau
- eh pakar eh ulama-ulama Islam tuh
- menganggap itu bukan dari genetik ya,
- Mbak, tapi itu lebih kepada pola asuh
- orang tua.
- Kemudian eh perilaku apa namanya
- pergaulan, kemudian bisa juga jadi
- korban.
- Iya.
- Korban itu
- eh bisa jadi pelaku. Jadi hati-hatilah
- dengan dengan hal-hal yang seperti ini
- menutup peluang jangan sampai
- naudzubillah min dzalik
- perilaku-perilaku yang
- sampai Nabi itu diutus untuk suatu kaum
- yang melakukan itu. Sampai ada loh Nabi
- gitu ya, Nabi Luth ya alaihissalam itu
- diutus untuk hal itu itu luar biasa ya.
- Jadi di sinilah eh pendengar semua,
- setan itu demikian sangat eh
- bersemangatnya untuk menggoda umat
- manusia dari hal yang kecil dalam hal
- apapun bahkan mengalir di aliran darah
- kita. Bahkan dimulai dari eh zone-zone
- kita itu juga ada
- eh godaan-godaan setan di situ ya. Nah,
- mudah-mudahan
- dari eh pemaparan awal ini nanti kita
- akan lanjutkan dengan pembahasan
- berikutnya.
- Baik ikhwan dan akhwat tadi sudah
- disampaikan oleh Ustadzah mengenai eh
- tipu daya setan untuk menjerumuskan
- manusia dan masih akan ada lanjutan dari
- paparan Ustadzah Helly Amran. Kami akan
- ambil jeda nasihat terlebih dahulu,
- namun saya undang ikhwan dan akhwat
- untuk menyampaikan pertanyaannya.
- Seperti biasa untuk nomor WhatsApp
- 08111999720
- atau silakan hubungi kami di nomor
- telepon 0218451512.
- Silaturahim Rasel TV Ikhwan dan Akhwat
- yang dapat menyimak kami lewat radio
- maupun YouTube saat ini sedang
- mendengarkan live Fikih Wanita bersama
- Ustadzah Herlini Amran. Dan kita masuk
- di pemaparan berikutnya perihal tema
- kita pada siang hari ini yaitu
- strategi setan menjerumuskan manusia.
- Khawatir salah jadi saya lihat contekan.
- Silakan Ustadzah dilanjutkan.
- Eee setan ini kita tahu adalah musuh
- kita sampai kapanpun sampai sampai mau
- meninggalpun itu setan itu betul-betul
- ada. Makanya diharapkan
- pada saat kondisi sakaratul maut itu
- jangan sampai dibiarkan sendiri,
- dampingi eee terus talkinkan kalimat
- lailahaillallah kalau memang sudah bisa
- eee mengatakan ya udah selesai tapi
- terus di eee perdengarkan ayat-ayat
- Allah ya itu jangan sampai eee dibiarkan
- sendiri khawatir itu setan itu eee terus
- menggoda ya. Jadi, pernah ada kasus ee
- Imam Ahmad bin Hanbal ketika dalam
- kondisi sakit keras
- menuju sakaratul maut, itu yang cerita
- anaknya. Itu ditalkinkan ayahnya.
- "Qul ya abi la ilaha illallah,
- katakanlah la ilaha illallah, ya
- bapakku." gitu, ya.
- Eh, dia ngomong apa bapaknya? "La,
- jangan, enggak, tidak, jangan." gitu,
- ya. Langsung pingsan habis itu. Anaknya
- langsung pucat, "Ya Allah, ini bapakku
- orang yang alim, seorang ulama besar,
- banyak apa kitabnya, banyak muridnya.
- Ketika ditalkinkan di akhir hayatnya,
- kenapa mengatakan tidak, jangan?" Itu
- kan wah, luar biasa nih anaknya.
- Akhirnya
- diupayakan supaya bangun lagi, ya,
- supaya sadar lagi. Setelah sadar,
- legalah anaknya lalu bertanya, "Ya Ayah,
- kenapa tadi aku talkinkan Engkau, Engkau
- tidak mengikuti talkin, tapi mengatakan
- tidak, jangan?" Apa kata ayahnya? "Tadi
- saya enggak dengar kamu ngomong, tadi
- itu setan gigit jempolku." gitu.
- Jadi, artinya setan itu akan berusaha
- semaksimal mungkin untuk menyesatkan
- orang sampai matinya itu mati kufur,
- mati tidak dalam keadaan beriman
- sehingga menjadi pengikut setan. Itu kan
- sudah sumpah setan, akan menggoda
- manusia sampai kapanpun, ya. Makanya ee
- kita lihat bagaimana Allah Rasul
- mengajarkan kita untuk selalu taawuz,
- berlindung kepada Allah dari godaan
- setan yang terkutuk dalam segala hal,
- dalam berhubungan suami istri, masuk
- kamar mandi, gitu, ya. Dalam hal apapun,
- gitu, ya. Apalagi ketika kita
- diam gitu, terus dibuatlah ini
- menghayal-menghayal. Nah, jadi setan itu
- dalam menyesatkan, menjerumuskan manusia
- itu banyak cara dia lakukan. Di
- antaranya juga secara bertahap, Mbak.
- Jadi, bertahap. Jadi, kalau dikatakan
- sabar, itu setan itu paling sabar.
- Dikatakan beriman, itu paling beriman.
- Buktinya apa? Ketemu Allah, kan?
- Kan sudah ngomong
- Allah Allah itu, artinya setan itu sudah
- bisa bicara, maksudnya bisa yakin dengan
- Allah sebagai Rabb, artinya benar-benar
- dia bisa
- berkomunikasi, kan yakin, tidak
- mengingkari Allah gitu. Itu luar biasa
- kan setan itu. Nah, caranya tuh juga
- bertahap, sangat sabar. Eh, enggak
- mungkin dah ketika ada kemaksiatan, eh
- manis kamu lakukan aja kan enggak
- mungkin. Bertahap dulu, misalnya mulai
- dari pandangan. Kenapa orang bisa
- selingkuh misalnya? Ih, enggak nyangka
- ya. Alim-alim begitu misalkan, kok bisa
- se Ya, bisa aja kalau ngikutin setan.
- Mulai dari pandangan, terus senyuman.
- Kalau udah senyuman, kemudian eh,
- ngobrol. Setelah ngobrol enak, lama
- ngobrolnya, janjian bersama, kemudian
- makan bersama. Lama, lama, lama, lama,
- lama, itu bisa jadi hitungannya
- bulan-bulan atau tahun-tahun, terjadilah
- nauzubillah pelanggaran syariat. Itu
- setan. Jadi, tidak ada jaminan keimanan
- kita hari ini tuh terus stabil,
- konsisten sampai kapan pun. Karena iman
- itu yazid wa yankus, naik turun. Nah,
- ini tergantung sejauh mana kita menjaga
- nilai-nilai keimanan kita. Nah, di
- sinilah setan itu masuk. Dia menggoda
- manusia secara bertahap. Ya.
- Eh, bisa juga menghalang-halangi manusia
- dalam hal apapun yang memalingkan
- manusia dari segala Artinya, pikiran,
- konsentrasi itu di dipecah. Ya, banyak
- kita juga merasakan Mbak ya.
- Megang HP, megang Quran tangan kanan,
- tangan kanan, HP tangan kiri. Gitu ya.
- Itu dibuatlah sebentar aja, sebentar
- enggak tahunya ya, ada keinginan ingin
- baca Quran satu juz satu hari, eh enggak
- tahunya keinginan tuh hanya dalam hati,
- kenyataannya apa? Kita ngikutin setan.
- Nah, inilah setan ya. Kadang-kadang
- pura-pura berbuat ini ya, memberikan
- nasehat kepada manusia itu. Sama setan
- itu ketika eh, memberikan eh, goda
- menggoda Nabi Adam. Makan aja nih buah
- ini dalam surat Al-Araf ayat 21 ya. Eh,
- ini kan supaya engkau tidak kekal di ini
- itu, makan enggak apa-apa gitu. Aku kan
- penasehatmu. Wa qosamahuma inni lakuma
- eh, an eh, laminal nasihin, laminal
- nasihin. Aku tuh cuman berbuat baik
- kepada kamu, aku hanya nasehatin kamu.
- Makan aja enggak apa-apa. Jadi,
- begitulah ya. Misalnya, enggak
- apa-apalah dengan ini walaupun sudah
- punya pasangan gitu. Cuman ngobrol aja
- enggak apa-apalah seperti itu. Jadi,
- ngomong enggak apa-apa itu tuh setan.
- Lama-lama terjerumus ya. Jadi, oleh
- karena itulah Allah mewanti-wanti kita
- agar senantiasa mewas-mewaspadai fitnah
- dan tipu daya setan ini. Setan ini
- memang eh luar biasa ya. Eh bagaimana
- godaannya tidak terasa seperti aliran
- darah eh
- yang mengalir di tubuh kita. Itu mulai
- dari rasa zon.
- Jadi, melihat orang jangan-jangan
- jangan. Nah, jadi kalau kita turuti rasa
- zon itu bisa jadi itu nanti terjerumus
- kepada tipu daya setan ya. Ada di sana
- eh apa namanya
- tipu daya kaidun ya. Jadi, ada beberapa
- istilah ya misalnya waswasah, tazyin,
- kemudian eh adawah yang menanamkan
- permusuhan. Kalau ada orang yang ngomong
- salah keliru dikit terasa sakit hati itu
- setan tuh mem-membakar-bakar. Jadi,
- dendam, sakit hati padahal sebenarnya
- kalau kita husnuzan sudah selesai gitu
- ya. Atau ada soddun menghalang-halangi
- atau mungkin juga sering terjadi ini
- adalah eh nisyan, Mbak.
- Apa itu nisyan? Bukan si apa?
- Sabian.
- Sabian. Beda ya. Nisyan itu lupa.
- Jadi, lupa ini adalah eh memang
- manusiawi tapi tidak jarang itu adalah
- eh
- godaan setan. Lupa eh hal-hal yang lupa
- lupa. Ya kan gini deh kita rencana mau
- salat duha nih. Kan ada tuh ya. Tapi
- karena ih ini belum kerja, ini belum
- kerja. Eh tahunya lupa. Itu yang
- melupakan siapa? Setan. Walaupun ada
- lupa itu dari Allah itu ada. Itu adalah
- rahmat seperti orang yang sedang puasa.
- Lupa minum. Oh iya sudah habis satu
- gelas ya atau sepiring nasi sudah habis,
- sudah kenyang, lupa baru ingat.
- Insyaallah itu adalah rahmat Allah ya.
- Itu artinya jamuan Allah insyaallah.
- Terusin puasanya kalau memang lupa ya.
- Tapi yang ibadah-ibadah pengin baca ini,
- pengin itu. Misalnya antar malam
- insyaallah mau tahajud. Nah, tahunya
- bangun sih sebenarnya, tapi ya itulah
- itu godaan setan dibuatlah lupa-lupa
- berapa rakaat, lupa ya lupa sudah punya
- istri sudah lupa. Nah, ini semuanya
- adalah godaan-godaan setan strategi
- setan untuk menjerumuskan menjerus
- manusia, maka kita sebagai hamba Allah
- diingat oleh Allah untuk selalu
- bertaawudz. Bahkan dalam salat Mbak kita
- disunahkan juga oleh para ulama itu ya
- ee pandangan mereka setiap sebelum
- membaca Al Fatihah itu senantiasa
- bertaawudz,
- auzubillahiminasyaitanirrajim
- baru baca Al Fatihah di setiap rakaat.
- Karena setan itu selalu ada dan dia
- adalah musuh kita, dia kalau berbuat tuh
- taawudz dulu deh. Apapun baca Quran kita
- taawudz dulu apa dalam semua hal ya,
- kalau ada pikiran-pikiran suka saya suka
- suka mengatakan itu yang garis-garis
- suka ngelonjor. Tahu Mbak ngelonjor?
- Tahu.
- Apa?
- Ngelamun.
- Ngelamun jorok ya.
- Zaman dulu banget saya
- Zaman dulu sudah lama sekali ya.
- enggak ngerti ngelonjor.
- Nah, yang kayak-kayak gitu langsung
- auzubillahiminasyaitanirrajim. Jadi
- setiap pikiran, ide-ide atau apapun yang
- itu adalah pelanggaran syar'i langsung
- segera taawudz,
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Tapi taawudz tapi dilihatin saja terus.
- Kan sudah taawudz.
- Pembenaran.
- Ya itu pembenarannya begitulah Mbak ya,
- jadi mudah-mudahan
- kita bisa terlepas dari jerat-jerat
- setan ini apalagi yang terkait dengan
- hawa nafsu karena setan itu akan masuk
- menggoda sesuai dengan keinginan
- manusia. Nah, dari rumah kita sudah
- mulai syahwat terutama syahwat itu
- adalah bagian dari fitrah, itu adalah
- fitrahnya manusia maka kita mulai
- mengarahkannya dari awal dari rumah ya,
- bagaimana anak-anak ini tidak terjadi
- pelanggaran-pelanggaran
- seksual ya, penyimpangan seksual tidak
- sekamar dengan
- ee lawan jenisnya atau sesama jenis tapi
- satu selimut. Kan ada ya dalam hadis
- itu. Anak perempuan itu tidak dibenarkan
- satu selimut ya,
- dalam keadaan pokoknya dalam tanpa
- busana itu ya, atau kalau sekarang
- dihindari mandi bersama untuk anak-anak
- kita, karena kadang-kadang orang tua tuh
- maunya praktis, anaknya SD sama TK mau
- dimandiin bersama itu satu itu
- dihindari, di
- diberitahu ya pengenalan terhadap
- anggota tubuh, ini laki-laki ini
- perempuan supaya tidak lagi menimbulkan
- hal-hal yang aneh ya. Mana laki-laki
- mana perempuan, kemudian diajarkan
- sesuai dengan ajaran Rasulullah.
- Bahwa dia itu laki-laki katakan dia
- laki-laki, kalau perempuan katakan
- perempuan, jadi identitas itu sudah
- mulai diperkenalkan dan jangan
- memakaikan pakaian perempuan kepada
- pakaian laki-laki kepada perempuan, jadi
- ini semua dari rumah ya, dari rumah
- untuk jangan sampai terjadi
- penyimpangan-penyimpangan tersebut, itu
- setan tuh senang banget.
- Kalau ada hal-hal yang menyimpang itu
- senang banget ya, bahkan terus saja ya
- di digoda terus ya naudzubillah min
- dzalik, artinya penyimpangan itu karena
- banyak dianggap wajar, akhirnya yang
- dianggap tidak wajar itu adalah ketika
- pandangan itu sudah minoritas, kan
- sekarang sudah dianggap wajar, bahkan
- begini Mbak.
- Kadang-kadang ketika seorang anak itu
- menyaksikan tontonan, baca komik atau
- apapun yang itu sebenarnya dilarang oleh
- Islam, kan ada dalam hadis ya,
- la'anallahu Allah melaknat arrijal
- mutasyabihinna binisa, laki-laki
- menyerupai wanita, tapi dalam dalam
- dalam yang dia baca yang dia apa tuh
- biasa saja tuh ada artis laki-laki
- pakaian perempuan biasa saja, nah di
- sini mulai pembenaran, kalau tidak dari
- dini kita sebagai orang tua memberikan
- peringatan, enggak boleh loh dalam Islam
- laki-laki pakai baju perempuan, itu anak
- akan menganggap biasa. Ya jadi di
- sinilah
- nilai-nilai itu dimulai dari awal.
- Iya, terus saja masyaallah ternyata
- memang untuk mengidentifikasi bahwa kita
- dalam pengaruh setan itu
- tidak mudah karena dia itu
- konsisten istilahnya, dan kita kan
- berpikir dulu atau saya belum paham
- membisiki itu saya akan mendengarkan
- bisikan.
- He eh.
- Kan kata-katanya gitu kan, setan akan
- membisiki kita. Tapi pada prinsipnya dia
- itu berarti mempengaruhi
- Pola pikir.
- Jadi kayak gini Mbak. Tiba-tiba ada ide,
- ah gitu.
- Nah itu.
- Nah ini ide apa nih?
- Ya misalnya begini deh, kita niat dari
- malam itu mau qiyamul lail.
- He em.
- Insya Allah itu insya Allah Allah akan
- bangunkan. Walau pakai ala alarm atau
- tidak, ketika kekuatan kita, keinginan
- kita, tekad kita, niat kita mau bangun
- insya Allah ya Allah mudah-mudahan bisa
- bangun jam 03.00. Bangun jam 03.00.
- He em.
- Nah ini godaan antara berperang antara
- godaan dengan dengan ini, dengan
- keinginan. Ada aja ide. Masih jam 03.00,
- masih lama lah, masih ini, masih subuh
- jam 04.15 segitu mau 20. Ah setengah jam
- aja gitu ya. Udahlah nanti juga sholat.
- Nah itu siapa tuh yang itu kalau bukan
- setan?
- He em.
- Nah kan enggak sampai di situ. Udah
- bangun kita udah berusaha melawan ya.
- Nanti ada ide lagi, ada HP tuh.
- Itu tiba-tiba ada pikiran, itu tuh
- godaan setan Mbak. Nah kita berhasil,
- udah entar aja gampang. Terus ke kamar
- mandi. Di kamar mandi enggak selesai
- Mbak, tunggu dulu. Bengongnya lama.
- Nah itu siapa tuh? Entar bawaannya malas
- ah entar aja. Nah itu setan. Nah kalau
- kita berhasil mengatasi itu semua kita
- langsung wudhu, terus kemudian kita
- pakai sajadah
- sholat. Nah udah sholat ada lagi.
- Iya baru mau ngomong.
- Belum selesai itu.
- Ya setan.
- Iya itu muncul lagi.
- He em.
- Ah ini nanti mau ini, mau ini, mau ini.
- Nah artinya di situlah setan menggoda.
- Lewat pikiran manusia.
- Pikiran gitu ya.
- Iya.
- Makanya kan karena statement-nya adalah
- membisikan.
- Iya.
- Padahal eee tidak secara harfiah
- membisikan, tapi mempengaruhi pola
- pikir.
- Kalau membisikan itu kan dengerin.
- Nah itu
- Itu hanya terjemahan waswas waswis sufi.
- Itu fisu durinas itu di dalam dada ya,
- jadi bukan kita dengerin gitu.
- He em.
- Jadi artinya setiap hal-hal yang buruk
- itu kayaknya ada ide setan. Tapi ketika
- ada hal ide yang baik oh iya pengen hari
- ini menjamu orang-orang enggak mampu, ah
- itu tuh dari malaikat Mbak.
- He eh.
- Jadi, artinya ketika tidak ada lagi
- godaan setan yang ada malaikat pasti
- setiap perbuatan baik akan melahirkan
- kebaikan-kebaikan berikutnya. Tapi,
- ketika ada perbuatan jahat itu akan
- terus
- Terusan.
- diiringi oleh kemaksiatan. Itu semuanya
- adalah eh tidak lepas dari gangguan
- setan atau apakah itu bisikan eh dari
- malaikat.
- He eh.
- Jadi, misalnya gini kita sudah baca,
- sudah salat, sudah salat sunah, ah habis
- ini baca Quran. Ah, itu siapa tuh kalau
- bukan malaikat yang eh mengajak kita
- gitu ya untuk mendorong kita berbuat
- baik. Tapi, kalau sudah ada kemaksiatan
- ada lagi, ada lagi. Oh, coba coba WA deh
- tuh yang baru kenalan gitu ya di WA. Ah,
- jangan WA nanti nanti kalau sudah
- dibalas kayaknya ada yang tergelitik di
- hati gitu ya. Itu setan itu. Ih, indah
- nih coba lagi. Nah, itulah. Jadi, ini
- stop kita stop apa yang dikehendaki oleh
- setan kalau itu adalah maksiat sudah
- segera hentikan.
- He
- Satu lagi, Ustazah. Kan kalau kita
- malaikat sudah diberikan informasi bahwa
- yang mendampingi kita itu sudah malaikat
- yang tetap kanan dan kiri. Nah, kalau
- setan yang berada di sekitar kita itu
- setan yang
- tetap memang bertugas misalnya gini si A
- tugasnya mengelabui si fulan
- terus sampai si fulan meninggal atau
- saya pernah mendengar ada guru saya juga
- yang berkata bahwa makin kita eh
- meningkatkan keimanan kita setannya naik
- kelas. Apakah setannya ikut beriman
- meningkat, ganti setan atau eh ada
- tingkatan-tingkatan setan yang akhirnya
- menggantikan shift-shift setan yang
- sudah tidak capable kemudian diganti
- gitu?
- Eh, jadi ada qarin, Mbak ya. Qarin itu
- eh setan yang menyertai manusia. Namanya
- qarin ya. Jadi, dia akan mengikuti kita.
- Jadi,
- Oh, qarin itu setan ya, Ustazah?
- Iya.
- Oh.
- Jadi, eh yang mendampingi kita itu ya
- kalau istilahnya itu ada yang
- menyebutkan jin gitu ya. Itu sebenarnya
- Jadi, kalau Rasulullah juga ditanya oleh
- Bunda Aisyah, "Engkau juga punya ya,
- Rasulullah?" Tapi, qad aslam tapi dia
- sudah Islam. Artinya sudah tunduk padaku
- gitu ya. Artinya enggak enggak akan
- menggoda lah gitu. Nah, yang kita nih
- Rasulullah bisa lihat.
- Iya. Ya, kita juga enggak perlu lihatlah
- gitu ya. Artinya kalau seseorang yang
- bisa melihat itu berarti dia juga
- memiliki juga ya.
- Nah, sudah ee yang bersama kita itu jadi
- semakin tinggi tingkat iman seseorang
- maka yang menggodanya juga semakin
- tinggi.
- Ya artinya setan itu kan mereka
- bayangkan tiap hari itu dia tuh mereka
- itu mengadakan monev ya, monitoring ee
- evaluasi ya. Kayak
- dia mutabaah. Jadi oh kamu yang begini
- sih enggak mempan yang kelasnya
- kerecek-kerecek enggak untuk ulama
- enggak mempan dicari lah yang setan yang
- demikian. Jadi begitu jadi semakin
- tinggi tingkat iman seseorang semakin
- tinggi juga ee ujian yang dia dapatkan
- dan godaan juga semakin tinggi. Itu
- untuk membuktikan dia bisa bertahan atau
- tidak gitu. Jadi artinya ee apakah setan
- itu nanti itu itu masalah gaib ya Mbak
- ya. Tapi intinya semakin ee yang kita
- tahu yang kita diberitahu itu adalah
- manusia itu ada ee jin atau setan yang
- menggodanya.
- Itu pasti ada. Setiap tinggi tingkat
- keimanannya itu pasti setan menggoda
- juga tinggi.
- He em.
- Jadi artinya kalau semakin dia bisa ee
- menjaga dirinya itu setan enggak akan
- mampu lagi untuk ee menggodanya. Jadi
- target akhir tadi di ayat yang saya baca
- surat ee tujuh tadi Al-Araf itu
- bagaimana manusia sedikit bersyukur.
- Jadi banyakan nuntut, banyakan mengeluh,
- banyakan enggak puasnya itu setan.
- Mengikuti keinginan.
- Iya jadi menuruti semua keinginan bahkan
- termasuk untuk misalnya ee merubah
- ciptaan Allah ya.
- He em.
- Ee saya akan perintahkan mereka untuk
- merubah ciptaan Allah. Ya kan enggak
- kurang syukur ketika Allah kasih kita
- dengan tampilan fisik seperti ini
- kayaknya enggak puas hidungnya kurang
- mancung, ini kurang apa gitu. Datanglah
- ke misalnya ke salon minta dimancungkan
- operasi itu sudah sudah sudah mancungin
- kayaknya kurang lagi. Nah, kebanyakan
- begitu bahkan ee dokter yang spesialis
- yang ahli bedah ini itu banyak menemukan
- orang yang sudah dioperasi dibedah tuh
- enggak puas-puasnya dengan itu. Itu
- setan kerjanya. Targetnya tidak
- bersyukur.
- Mmm.
- Maka jadi di sini, mudah-mudahan kita
- bisa menjaga ya, ee benteng keimanan
- kita dengan memperbanyak malaikat
- bersama kita, meminimalisir
- ee
- godaan-godaan setan. Paling tidak gini
- Mbak, di rumah itu kan ada juga
- sarangnya setan, Mbak.
- Kamar mandi itu.
- Kamar mandi, kemudian patung-patung ya,
- terus ee musik-musik tuh ya, jarang
- sekali mendengarkan Alquran. Ya banyak
- hal lah ya, kan setan bahkan masuk rumah
- yang enggak baca baca Mbak hafal enggak
- masuk doa masuk rumah?
- Karena kalau yang tidak masuk rumah
- dengan membaca doa itu, setan ngikut
- gitu ya. Ya kan bismillahi walajna wa
- bismillahi kharajna wa alallahi rabbina
- tawakkalna, itu ya. Baca itu, kemudian
- baca bismillah, mengucapkan salam. Yang
- enggak baca itu, itu setan ngikut. Terus
- makan juga, enggak baca itu, enggak baca
- ee basmalah ikut makan. Jadi artinya
- kalau kita minimalisir kehadirannya itu
- kita ikuti semua sunah Rasul. Insyaallah
- mudah-mudahan kita terbebas, paling
- tidak mampu mengatasi godaan-godaan
- setan tersebut.
- Mmm.
- Minimal dari pikiran kita ya. Husnuzan,
- lawan terus ya, Bu. Artinya kita ini
- jihad terus, Mbak.
- Jihad melawan hawa nafsu.
- Betul. Lengah sedikit langsung
- pola pikirnya.
- Baik Ikhwan dan Akhwat, saya akan
- membacakan pertanyaan Ikhwan dan Akhwat,
- namun saya akan ambil jeda ee dulu. Saya
- masih undang Ikhwan dan Akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaannya seperti biasa
- saya sudah sebutkan tadi di awal di
- nomor 0 8111
- 999720
- untuk WhatsApp. Dan silakan menghubungi
- kami lewat nomor telepon 0218451512.
- Radio Silaturahim juga Rasya TV Ikhwan
- dan Akhwat mari kita masuk di sesi
- menjawab pertanyaan Ustadzah Halina
- Amran akan menjawab beberapa pertanyaan
- yang sudah masuk lewat WhatsApp. Yang
- pertama ini ada dari ee hamba Allah di
- Sukabumi, Ustazah. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana caranya yang baik mengingatkan
- keponakan saya yang sering sekali
- memakai baju yang mini? Syukron.
- Oh, ya.
- Ee begini, ini ponakan ya?
- Ponakan.
- Ponakan ini berarti memiliki ee ikatan
- yang kuat ya karena ponakan ya. Begini
- saja, ini siapa hamba Allah?
- Hamba Allah, Ustazah.
- Di ini saja diajak ee berbicara. Artinya
- kita jalin dulu hubungan yang baik ya.
- Karena kalau hubungan tidak baik, itu
- pasti penerimaannya juga tidak baik. Ya,
- kita ajak ee kalau hubungan baik itu
- kita ajak ngobrol, kita ajak ee artinya
- ketika terjalin ee kepercayaannya, itu
- disampaikan saja. Dalam Islam itu
- begini. Artinya tidak tidak menggurui
- tapi bersifat informasi. Kamu itu cantik
- deh kalau nutup auratnya begini.
- Sampaikan saja karena yang ee apa dalam
- Islam itu begini-begini. Sampaikan
- dengan cara yang baik karena ponakan itu
- kan istilahnya usianya barangkali di
- bawah kita ya. Itu lebih mudah diarahkan
- tapi dengan cara yang baik, tidak
- menggurui dan tidak melebel dan tidak
- men-judge.
- Kamu tahu enggak ee penghuni orang-orang
- yang tidak akan masuk mencium bau surga?
- Jangan begitu.
- Baju yang kayak kamu gitu.
- Heeh. Jangan pakai-pakai dalil yang
- seram gitu ya. Memang ada dalil ee sahih
- riwayat Imam Muslim itu ya bahwa Rasul
- itu sinfani min ahli nar lam arohuma.
- Ada dua ee ee penghuni neraka yang aku
- belum pernah lihat. Nah, di antaranya
- adalah nisaun asiyatun ee kasiyatun
- aryat. Wanita yang berpakaian tapi
- telanjang. Nah, itu tidak akan mencium
- bau surga. Sedangkan bau surga itu jarak
- dapat tercium dari jarak yang jauh.
- Jangan jangan baca itu hadisnya. Tahu
- enggak kamu? Kamu enggak mencium bau
- surga. Jangan begitu ya. Sampaikan
- nilai-nilai Islam kenapa ee Islam itu
- mengharuskan
- ee perempuan yang yang balig menutup
- aurat. Itu untuk menjaga dirinya. Ini
- juga bagian dari ketaatan kepada Allah
- dan lebih terhormat. Jadi, kamu
- sebaiknya ya di itulah disampaikan. Ini
- kewajiban kamu tahu kan kewajibannya?
- Tahu enggak ininya di Alquran Allah
- memerintahkan kita. Bukalah itu surat
- apa Alquran ya, surat An Nur ayat 31, Al
- Ahzab 59. Itu kalau kita sudah
- hubungannya dekat enak ngomongnya, Mbak.
- Tapi enggak tuh hubungannya ini jauh.
- Ya, kalau memang jauh berikan dia
- buku-buku.
- Berikan buku-buku yang terkait dengan
- bagaimana muslimah berpenampilan atau
- ketika bersamanya dengarkan kan banyak
- di YouTube tuh, Mbak ya
- kajian-kajian tentang menutup aurat.
- Artinya ada upaya kita untuk
- menyampaikan suatu
- nilai-nilai Islam kepada ponakan. Jadi,
- tidak semua juga orang tuh tahu bahwa
- itu adalah kewajiban. Bisa jadi mereka
- tahunya itu itu kan tradisi. Makanya
- kita lihat deh banyak orang-orang yang
- memakai kerudung, menutup aurat tapi
- rambutnya kelihatan, betisnya kelihatan
- kan. dianggap ini pakaian pakaian
- Timur Tengah
- Timur Tengah ini pakaian tradisi
- tradisional apa tradisi mereka. Kita
- hanya itu banyak yang begitu. Jadi, kita
- berikan
- eh
- kesadaran, kita berikan wawasan, ilmu,
- kemudian eh
- kita doa. Karena kita tidak mungkin
- memaksa orang sesuai dengan apa yang
- kita kehendaki. Kewajiban kita hanya
- menyampaikan. Ketika dia tidak mau itu
- kita sudah terlepas dari tanggung jawab.
- Karena memang melihat kemungkaran itu
- kita punya kewajiban untuk merubahnya.
- Tidak bisa eh dengan cara eh apa namanya
- kekuatan kan hadisnya bunyinya man roa
- minkum munkaron falyughoyyir biyadih.
- Kalau kalian melihat kemungkaran rubah
- dengan yadih itu tangan. Para ulama
- menafsirkan tuh kekuasaan, pangkat,
- jabatan. Ketika dia punya power dia bisa
- membuat aturan. Nah, kalau kita enggak
- punya apa-apa fabi lisanihi cuman
- ngomong ya dengan lisan dengan eh
- pokoknya dengan eh acara-acara yang
- baiklah enggak mampu juga karena enggak
- enak atau enggak berdaya, fabi qolbihi
- wa dzalika ad'aful iman. Hatinya, yaitu
- doakan. Jadi kalau kita melihat ada, ini
- kebanyakan kita enggak punya eh syu'ur,
- rasa eh amar ma'ruf nahi munkar, Mbak.
- Iya.
- Ketika kita berada di tempat umum
- melihat orang enggak menutup aurat,
- biasa aja. Itu kan anaknya kiai, anaknya
- ustad, enggak oh biasa aja. Justru itu
- adalah kemungkaran yang kita harus eh
- ingkari dalam hati kita. Dengan cara
- apa? Dengan mendoakan. Itu bentuk eh
- nahi munkar. Allahumma diha ya Allah, ya
- Allah mudah-mudahan dapat hidayah.
- Jangan dicerca, jangan di-judge, jangan
- dihakimi. Tuh orang kalau misalnya
- ketemu di angkot ya, nenek-nenek tua,
- udah tua, keriput, apa nyela lagi. Nih
- orang selangkah lagi masuk kubur
- bukannya nauzubillah min dzalik. Kalau
- kita mencela orang, itu artinya kita
- merasa diri paling benar dan paling
- baik. Itu adalah tipu daya setan. Ketika
- setan berhasil ya lewat cara itu
- menggoda kita, kita muncul rasa paling
- benar. Nah kalau paling benar berarti
- sombong. Itu sombong setan itu. Setan
- itu kesalahan terbesarnya adalah
- kesombongan. Padahal setan itu bisa
- keimanannya kepada Allah tuh luar biasa.
- Hanya karena dia merasa sombonglah, maka
- dia jadi makhluk yang terkutuk. Nah Nabi
- Adam juga dosa, bersalah, tapi dia
- melanggar. Allah larang dia kerjakan.
- Jangan makan buah ini, dimakan juga.
- Tapi karena dia tahu itu adalah salah,
- dia bertobat kepada Allah dan dia
- diturunkan di bumi, tapi Allah ampuni
- dosanya. Nah kalau setan enggak, enggak
- diampuni karena ada rasa sombong. Nah
- inilah, Mbak ya. Jadi eh mengingatkan
- ponakan kita itu dengan cara yang baik.
- Mudah-mudahan diiringi doa, suatu saat
- dia akan berubah, insya Allah.
- Insya Allah.
- Ini nampaknya langsung pendengar
- istigfar berjamaah. Melakukan hal yang
- sama, termasuk saya. Gimana nah masya
- Allah kita sering lupa ya. Baik, saya
- lanjutkan dari hamba Allah di Bekasi,
- Ustadzah. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya seorang ibu dari anak eh saya
- laki-laki kelas 4 SD. Alhamdulillah anak
- saya selalu jujur bercerita apapun yang
- terjadi padanya. Tapi yang membuat saya
- bingung, dia bercerita bahwa ada teman
- sekelasnya yang suka sama dia. Kelas 4
- SD loh Ustazah.
- Dia dia anak anaknya laki-laki.
- Anaknya laki-laki yang laki-laki.
- Yang suka?
- Ya perempuan.
- Masya Allah.
- enggak disebutin ya.
- disebutin ya. Baik perempuan nampaknya.
- Mohon nasehatnya Ustazah bagaimana cara
- saya lebih baik dalam menasehatinya
- supaya benar-benar terhindar dari
- hal-hal yang tidak diinginkan sejak
- dini. Syukron.
- Eee kelas kelas 4 SD memang
- kelas 4 SD itu berarti umurnya
- 9 tahun ya Mbak.
- He em.
- 1 2 3 4 10 tahun ya. Jadi 10 tahun ini
- adalah masa-masa yang cukup kritis ya
- menjelang pra baligh. Jadi memang
- usia-usia itu dalam nilai-nilai Islam
- tuh ada penekanannya ya. Seperti sholat
- itu ditekankan supaya tidak pernah
- ditinggalkan lagi. Disinilah mulai
- ditanamkan sebenarnya dari usia 7 tahun
- ya.
- He em.
- Ditanamkan
- apa namanya ke pengenalan terhadap
- organ-organ tubuh, identitas diri. Kamu
- laki-laki, kalau laki-laki ini bagaimana
- kewajibannya. Jadi kalau nanti kamu
- sudah baligh, kamu tuh enggak boleh
- berdekatan dengan perempuan megang
- tangannya karena mereka bukan mahram.
- Jadi ajarkan konsep mahram,
- konsep-konsep aurat gitu ya. Nanti kalau
- ada memang kita ini serba salah Mbak.
- Ketika kita didik anak kita secara Islam
- di rumah berinteraksi dengan anak-anak
- orang lain yang tidak dididik secara
- Islam akhirnya kadang-kadang
- terkontaminasi. Nah bagusnya anak ini
- terus terang kepada ibunya. Jadi jangan
- langsung dicegah misalnya ada yang
- langsung nembak katanya ya. Katakan ya
- kamu kan masih kelas 4 itu mungkin hanya
- ininya saja.
- 4 SD nolak dan nembak tuh seperti apa
- Ustazah enggak kebayang.
- Biasanya tergantung Mbak tergantung pola
- asuhnya. Nanti tergantung apa yang dia
- lihat yang dia tonton ya. Kadang-kadang
- Mbak itu kalau kita mendengarkan
- penelitian Ibu Elly Risman ya dalam kita
- buah hati itu ada lembaga beliau, itu
- pernah mengadakan survei itu di suatu
- daerah di Jakarta.
- Kalau kalau Kemayoran itu Jakarta apa
- lah pokoknya adalah SD itu SD Negeri ya.
- Dia hanya menanyakan apa
- pertanyaan itu yang yang apa survei itu
- sejauh mana anak-anak itu mengenal
- tentang seksualitas gitu ya. Itu ditanya
- sejauh mana kali apa namanya kalau saya
- tidak keliru ya
- apa mendengarkan beliau menyampaikan
- tentang survei itu
- terhadap ini organ
- organ seks seks
- apa artinya tubuh itu apa lawan jenis
- itu apa yang mereka ketahui tentang
- seks itu sendiri. Ada pertanyaan tuh
- katanya banyak juga yang sampai syok itu
- bacanya. Sampai ada menanyakan berapa
- senti kedalaman vagina. Terus kalau
- posisi begini apakah bisa hamil
- nauzubillahimindzalik. Jadi jadi
- ternyata pemahaman mereka tuh terhadap
- hal-hal yang
- apa seksualitas itu di luar dugaan
- orang-orang dewasa. Ya jadi kita juga
- enggak tahu nih ini
- kalau kalau di lingkungan baik nafasnya
- nih secara punya anak.
- Ah kalau lingkungannya baik, sekolahnya
- baik, mungkin di sukai itu hanya sekedar
- suka begitu. Kita hanya bisa mengatakan
- kepada anak dia mengata jadi langsung
- nembak gitu ya. Ya ya bilang aja kita
- temenan enggak usah di inikan masih lama
- saya masih ini udah kita teman semuanya
- teman. Jadi enggak usah di
- apa namanya diberikan perhatian yang
- besar supaya tidak GR terus anak itu.
- Karena kita enggak tahu nih kalau kalau
- ada dia lebih paham hal-hal
- nauzubillahimindzalik Mbak. Saya sampai
- kalau lihat survei Mbak ya
- SMP dan SMA tuh perempuan yang enggak
- perawan itu lebih dari 64%
- Mbak. Jawa Barat juga katanya lebih
- tinggi. Kota-kota besar artinya mereka
- berarti sudah mengenal kan nah kita kita
- hindari anak-anak kita ini kalau memang
- bisa memungkinkan terus diarahkan itu
- bukan mahrammu ya udahlah itu hanya
- senang sementara kamu kan fokus sajalah
- dulu enggak usah diberitahu ini, enggak
- usah diberikan fokus perhatian. Kamu
- teman kamu banyak. Jadi artinya alihkan
- perhatian anak ini. Itu buat yang
- laki-laki ya. Kalau yang perempuan itu
- repot juga Mbak.
- Tapi ternyata men sekarang menjaga anak
- laki-laki juga sama juga perlu
- hati-hati, perlu waspada. Bahkan
- pendidikan seksualitas kalau dalam
- bahasa
- Islamnya itu
- tarbiyah jinsiyah. Itu memang sudah
- diajarkan sejak dini. Itu anak-anak itu
- sebelum usia 5 tahun itu sudah tahu
- bagaimana dia menjaga dirinya dari orang
- tua. Jadi ketika orang tua mandiin anak
- itu dikasih tahu ini daerah ini enggak
- boleh ada yang megang ya. Jadi ketika
- orang tua lagi misalnya nyebokin atau
- apalah ini yang hanya boleh megang
- adalah ibu, enggak boleh yang lain
- siapapun. Kamu jadi pokoknya jangan
- pernah ada yang memegang menyentuh. Nah
- itu tuh itu tuh mulai disosialisasikan
- sejak dini. Supaya nanti ketika mereka
- di masyarakat, di sekolah itu bisa
- mempertahankan
- dirinya dari perilaku-perilaku predator
- yang kita tidak jelas banyak sekali
- bertebaran di di sekeliling itu ya
- naudzubillah min dzalik. Karena ada Mbak
- beberapa tahun yang lalu itu di daerah
- Bekasi Mbak. Anak-anak itu di bawah
- ada sekitar berapa orang ya di bawah 10
- tahun itu
- apa terjadi pelecehan seksual oleh
- tukang es jalanan. Itu naudzubillah min
- dzalik. Artinya
- yang bisa menjaga itu kita.
- Jadi dari anak-anak tadi ya memang di
- sekolah itu ke anak diberikan pengertian
- itu kalau masalah itu nanti saja. Ini
- masih masih kita fokus dulu belajar itu
- itu begitu ya barangkali Buya terhadap
- anak laki-laki termasuk juga anak
- perempuan. Artinya jangan pernah
- menyentuh diri. Bahkan kita sampaikan
- kepada anak kita kalau bisa kamu jangan
- pernah pacaran. Kalau pacaran itu bekas.
- Kamu mau dapat bekas. Nanti kamu nanti
- di apa diputus. Nanti dia
- jadi bekas jadi barang yang enggak
- berharga. Kita umpamakanlah kayak goreng
- pisang gitu Mbak.
- Pisang yang tidak ditutup yang gampang
- disentuh-sentuh orang kan enggak mau
- makan kan. Tapi kalau sudah ya artinya
- kita yang bisa menjaga diri kita dari
- semua perilaku-perilaku pergaulan di
- luar itu.
- Begitu hamba Allah ya. Terus yang
- penting jaga, jalin terus komunikasi
- dengan anak itu modal yang besar insya
- Allah.
- Baik, mudah-mudahan eh dilindungi semua
- anak-anak dari putra dan putri kita.
- Amin. Baik Ustadzah ini dari
- hamba Allah bertanya eh subhanallah
- Ustadzah tipu daya setan begitu dahsyat
- menggoda manusia. Mohon nasehatnya
- Ustadzah dengan nafsu untuk beribadah
- tapi masih di entar-entar saja seperti
- tilawah dan lain-lain sampai tidak
- terasa waktu sudah berganti dengan
- begitu cepat.
- Ya, itu setan tuh suka begitu tuh. Kita
- hanya entar entar entar gitu ya. Mau nih
- Quran sudah di tangan. Pegang gitu Mbak
- ya. Satunya dipegang HP nih. Ya entar
- sudah bukan ada paket gitu ya. Sudah
- ini, sudah ngadep pokoknya sudah duduk
- tapi HP dulu. Nah itu godaan setan. Jadi
- kalau kita tahu ini adalah godaan setan
- langsung
- tahu sih yang dalam Alquran itu eh robbi
- ini audzubika min hamazatis syaiton wa
- audzubika robbi ay yahdurun. Jadi itu eh
- kita baca itu atau pakai bahasa
- Indonesia juga enggak apa-apa ya Allah
- audzubillah. Jadi kalau bisa
- HP-nya di ini dulu.
- Artinya sesuatu yang menghal yang
- mengganggu kita itu singkirkan. Jadi
- memang ini memang butuh kekuatan mental.
- Jadi kita nanti boleh eh bertarung ya
- siapa yang menang nih setan atau eh diri
- kita. Jadi kalau kita sudah bismillah.
- Pokoknya kalau ada sesuatu yang eh
- nilai-nilai ibadah kebaikan itu dulu
- diutamakan. Alquran atau HP dulu? Sudah
- Alquran dulu. Insya Allah bisa insya
- Allah. Ya jadi memang Allah mah paksa
- ini Mbak.
- Allah mah paksa ini.
- Allah mah paksa ini. Memang harus
- dipaksa. Ibadah itu memang harus dipaksa
- kalau enggak dipaksa tuh lewat dia.
- Itu ban kita bisa merasakan itu ya
- bangun bunyi alarm jam 03.00 terus
- gimana? Bangun matiin dah. Atau aduh
- pengen buang air kecil bangun kan oh jam
- 03.30 gitu. Dia ke kamar mandi mau
- ngapain? Apakah hanya setor aja, buang
- air kecil terus balik lagi, itu godaan
- setan. Kalau sampai kita tertidur tanpa
- qiyamul lail, berarti betul setan itu
- menang.
- Dan kita tidak ingin setan itu berkuasa
- atas diri kita, maka dilawan. Bismillah,
- "Ya Allah bantu aku." Bismillah bisa
- insyaallah.
- Nah, sekarang setan kayaknya sudah pada
- kemasukan di dalam setan gepeng itu, si
- HP HP
- Saya pernah coba sampai rumah pokoknya
- enggak mau megang handphone biar biar
- sama anak-anak biar bisa ibadah misalnya
- kan biasanya sampai rumah itu kan
- ibadah salat sudah maghrib menjelang
- isya itu kan, penginnya tuh eee ya
- melakukan yang bermanfaat selain yang
- eee cari rezeki misalnya. Tapi ternyata
- itu malah menyinggung orang-orang yang
- misalnya me-WhatsApp kita dan mereka
- berpikir kita tidak mau membalas pesan
- mereka sesegera mungkin. Ada yang bilang
- eee sok sibuk segala macam. Jadi
- ternyata sekarang budayanya malah kalau
- kita tidak langsung me-reply orang-orang
- yang mengirimkan
- pesan kepada kita. Jadi si zone-nya itu
- kemudian
- Nah, itu digoda setan juga saya juga
- digoda setan yang ini akhirnya enggak
- jadi deh, ya sudah deh handphone-nya
- taruh lagi di atasnya. Jadi memang luar
- biasa strateginya tuh setan
- Nah, kalau handphone kan ada ininya
- Mbak, ada waktunya. Oh, ini belum
- dibuka-buka gitu ya. Artinya kan belum
- dibuka mestinya ya sudah berarti ya
- artinya dia mestinya ya itu tadi ya.
- Intinya sesuatu yang masuk di hati kita
- ada zone-zone itu berarti sudah kena
- tipu daya setan. Jadi upayakan untuk
- senantiasa berbaik sangka. Dan itu surat
- Al-Hujurat Mbak. Artinya Allah sendiri
- sudah sampai ada loh ayat loh eee bahwa
- jangan
- eee berburuk sangka. Jadi dalam surat di
- Al-Qur'an itu surat Al-Hujurat itu
- dikatakan ijtani buu katsiron
- minadz-dzon. Jauhi, hindari itu yang
- namanya dzan. Inna ba'dadz-dzonni
- itsmun. Sebagian dari eee dugaan itu
- adalah dosa. Eh, buruk sangka itu dosa.
- Jadi sudahlah Mbak, kita enggak perlulah
- dengan orang bersangka buruk dengan kita
- itu urusan dia dengan Allah. Yang
- penting kita tidak memiliki niat yang
- buruk dengan mereka. Begitu Mbak. Lana
- amaluna walakum amalukum. Bagiku
- amalanku, bagimu amalanmu. Engkau mau
- buruk sangka denganku karena sombong itu
- terserahlah yang penting aku tidak
- terganggu dengan ibadah-ibadahku. Rugi
- kan kalau kita ngikutin orang.
- Akhirnya setiap saat pegang HP, balas
- repot Mbak jadinya enggak jalan kita.
- Enggak selesai-selesai. Ibadahnya enggak
- kelar-kelar ya.
- Iya, catatan ya.
- Baik, ini dari berikutnya dari
- hamba Allah di Bekasi. Apakah kalau
- sudah ada di hati bisikan setan, apakah
- sudah tercatat sebagai dosa kita? Dan
- bagaimana membedakan itu bisikan setan
- atau memang hati kita yang sifatnya
- jahat?
- Eee begini, setiap amal buruk yang baru
- diniatkan di hati selama belum di
- realisasikan itu belum dicatat sebagai
- keburukan. Ya baru hanya
- hanya niat ya. Tapi kalau itu kebaikan
- sudah ada niat dalam hati belum
- terlaksanakan itu sudah pahala. Itulah
- maha kasih sayangnya Allah kepada kita.
- Jadi untuk kita apakah kita bagaimana
- cara membedakan itu godaan setan atau
- hati kita yang jahat? Udahlah enggak
- usah di ini kan hati kita jahat atau
- tidaknya kan tergantung ini ya,
- tergantung
- bagaimana sangkaan kita. Jadi insya
- Allah setiap manusia itu baik insya
- Allah.
- Hanya hanya godaan-godaanlah yang
- membuat kita itu godaan setanlah yang
- membuat kita itu jadi tidak baik.
- Berhusnuzonlah pada diri sendiri.
- Iya.
- Jadi husnuzonnya sama diri sendiri juga.
- Husnuzonnya kepada Allah juga ana inda
- zoni abdi bi. Aku kan tergantung
- sangkaan hambaku kepadaku. Ya kita
- sangkaan kepada Allah mudah-mudahan kita
- ini insya Allah orangnya baik. Tidak
- jahat ya kalau kita bilang jahat nanti
- setan senang nanti.
- Iya, jadi benar jahat.
- Baik penelpon mudah-mudahan masih
- menanti. Terima kasih Neja hati-hati di
- jalan sudah mendampingi. Neja pamit
- duluan. Assalamualaikum.
- Waalaikumsalam.
- Dengan Ibu siapa di mana?
- Saya dengan apa hamba Allah di Jakarta
- Timur.
- Hamba Allah baik Ibu terima kasih sudah
- menunggu ya Ibu. Silakan langsung dengan
- Ustadzah pertanyaannya.
- Assalamualaikum Ustadzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh Ibu.
- Gini saya punya cucu tuh, kalau bobok
- itu senangnya tuh iler nya tuh banyak
- banget kemana-mana. Jadi kan kalau udah
- udah sholat kan, dia kan udah balik kan
- sholat kan najis ya. Eh kalau kalau apa
- tuh iler kan najis ya?
- Iler ya? Air liur.
- Air liur.
- Air liur kan najis ya?
- Tidak Ibu, air liur tidak najis Ibu.
- Allahu Akbar
- yang kotor belum tentu najis, tapi
- sesuatu yang najis pasti kotor. Air liur
- itu kotor tapi tidak najis Ibu.
- Oh gitu Ustadzah, terima kasih banyak.
- Ustadzah, saya juga pengen nelpon dari
- kemarin-kemarin tapi enggak bisa masuk
- karena Ustadzah ulangan terus.
- Alhamdulillah sekarang ada rezeki Ibu
- ya. Baik, tanya itu saja Ibu?
- Heeh, pengen tahu
- pengen tahu gitu solusinya gimana karena
- kan dia anak gadis ya.
- Gitu.
- Iya, baik itu nanti dijawab langsung
- selengkapnya lewat radio. Didengarkan
- Ibu ya.
- Iya, terima kasih banyak Ustadzah.
- Assalamualaikum.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jadi tidur dengan cucu, ya memang
- kadang-kadang kita ini dalam tidur tuh
- enggak sengaja keluar air liur ya.
- Eee ya terlepaslah daripada banyak atau
- tidaknya air liur itu ya Bu ya, itu
- tidak najis Bu. Tapi memang kotor ya.
- Artinya tidak akan membatalkan ya atau
- contohnya begini mungkin Ibu-ibu muda ya
- barangkali punya bayi. Eee gumoh gitu
- ya. Nah kalau gumoh itu yang dari
- tenggorokan itu kan suka Eek gitu ya,
- apa ber Sendawa ya. Kan keluar sedikit
- ya. Ah itu tidak najis Ibu ya. Jadi
- artinya eee yang dari mulut ini yang
- dari tenggorokan ini tidak najis, tapi
- kalau yang dari perut Apakah keluarnya
- lewat atas atau lewat bawah itu najis.
- Kalau lewat bawah jadi kotoran, lewat
- atas jadi muntah. Nah muntah itu najis
- Ibu. Ya tapi kalau hanya dari mulut ya
- air liur ya.
- Ya kita kan coba deh kadang bersin kan
- keluar itu apa cipratan eee apakah itu
- najis juga? Ya tidak Bu ya. Jadi jangan
- terlalu menyusahkan diri kita untuk
- sesuatu yang sebenarnya
- tidak tidak najis ya. Bersih itu penting
- tapi kalau tidak
- bisa kita hindari ya insya Allah
- salatnya sah Bu ya.
- Ya jadi kan tadi takut salat terkena ya.
- Karena memang suka ada tulisan-tulisan
- di musala-musala tuh Ustazah, dilarang
- tidur karena air liur termasuk najis
- saya pernah baca juga Mbak.
- Oh gitu saya saya belum pernah baca
- Mbak.
- Saya saya paham apa yang Ibu rasakan
- karena saya
- Sekarang kalau air liur najis kan
- sekarang gini kita kan
- Rasulullah itu ada gelas air minum itu
- kadang-kadang digilir gitu ya.
- Itu kan bekas mulut bekas mulut itu kan
- juga kena air liur ya. Terus kemudian
- Rasulullah pernah
- dalam
- ada namanya tahnik, tahnik itu menyambut
- kelahiran bayi itu dengan mengunyah
- kurma yang digigit pelan-pelan itu
- dihaluskan Rasul letakkan di
- langit-langit bayi. Kalau air liur itu
- najis itu Rasulullah tuh ya
- apa kurma tadi di itu itu najis juga
- jadi tidak tidak najis Ibu ya air liur
- tapi kotor iya. Jadi prinsipnya sesuatu
- yang kotor belum tentu najis tapi
- sesuatu yang najis pasti kotor. Begitu.
- Ya sama kayak ingus juga ingus kan lebih
- menjijikkan ya.
- Ingus itu lebih menjijikkan apalagi yang
- sudah hijau-hijau ya.
- Itu tidak najis Bu tapi kan kotor. Tapi
- kita perlu membersihkan tangan kita yang
- terkena ingus misalnya atau terkena air
- liur ya kita bersihkan bukan karena
- najisnya tapi karena kebersihan.
- Begitu.
- Baik, semoga jelas ya Ibu yang menelepon
- kami. Baik ini dari Karawang Ustazah
- bertanya bagaimana kita melawan rasa
- was-was dan kurang yakin dengan
- kekuasaan Allah. Misal saat sedang ada
- masalah besar di saat tidak ada jalan
- keluar lagi bagaimana agar tetap yakin
- sama Allah yang Maha pemberi solusi. Ibu
- Nur Ibu
- Ini hamba Allah ya?
- Ibu Nur di Karawang.
- Nur. Ibu Nur, ini sesuatu hal yang luar
- biasa Ibu Nur ya. Kalau sampai was-was
- setan itu mengganggu keimanan kita
- terhadap takdir, itu sudah luar biasa
- godaannya. Itu setan itu bisa berhasil
- tuh menggoda. Ini ee begini. Pernah ada
- ee
- dalam riwayat itu ya, ketika seseorang
- mau was-was ya Allah tuh gimana? Allah
- jadi memper tanyakan ee sesuatu yang
- kaitannya dengan Allah, keagungan,
- kemahakuasaannya, itu stop ee berpikir
- seperti itu, dan lantas katakan amantu
- billah.
- Aku beriman kepada Allah. Jadi, ee ini
- kembali kepada pemahaman ya, ee Bu Nur
- ya. Pemahaman, wawasan, ee keimanan kita
- kepada Allah bahwa semua yang menimpa
- diri kita ini adalah bagian dari takdir
- Allah. Jadi, apapun yang kita dapati
- saat ini yang Allah berikan kepada kita,
- itu adalah takdir. Ya, artinya takdir
- itu kan ber bagian dari rukun iman.
- Beriman kepada Allah terhadap qada dan
- qadar ya, takdir baik atau tadi takdir
- buruk. Kenapa kita hanya beriman kepada
- takdir baik saja, takdir buruk enggak
- gitu ya? Nah, ketika ada masalah-masalah
- itu tuh setan tuh di situ masuk. Dia
- mulai was-was. Allah enggak sayang sama
- kamu, Allah tuh begini atau begini. Atau
- mulailah membuat perbanding-bandingan.
- Tuh setan tuh suka lihai licik banget.
- Dia bandingkan kehidupan kita dengan
- kehidupan orang. Kamu dapat suami kayak
- gitu, coba orang lain kayak gitu suami
- Itu mulai jadi membanding-bandingkan,
- terus kemudian ee tidak mensyukuri, itu
- adalah bagian dari ee was-was setan.
- Nah, ketika itu mulai merasuk ke jiwa
- kita, ke pikiran kita, ke diri kita, ke
- hati kita, langsung usir tuh
- auzubillahiminasyaitanirrajim,
- amantu billah. Langsung begitu, Bu.
- Jadi, aku beriman kepada Allah. Langsung
- doa sama Allah, "Ya Allah, aku beriman
- kepada Engkau ya Allah dengan takdir
- yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni
- semua kesalahan-kesalahanku ya Allah,
- berikan karena jalan." Jadi, banyak doa.
- Ngadunya sama Allah saja. Jadi, saya
- jadi teringat, Mbak, ketika peristiwa
- itu tsunami itu ya. Pernah cerita sama
- Mbak Olin kan?
- Oh, yang anak yang kehilangan banyak
- keluarganya.
- Iya, itu itu dia bersyukur. Nah, ini
- yang bapak-bapak ini.
- Oh, yang iya ya, itu ikut ingat itu.
- Silakan diulang saja.
- Nah, jadi ini yang ibu-ibu yang
- anak-anaknya enggak usah ya.
- Enggak usah. Harus saya ingat yang lain.
- Mudah-mudahan
- Jadi, yang bapak-bapak ini dia kita ajak
- salat, itu dia diam saja, bengong saja
- matanya. Jadi, kalau kita bisa melihat
- orang kalau sudah matanya kosong, sudah
- bengong kayaknya itu
- Allah ya, Ustaz.
- Itu menyalahkan. Jadi, jangan biarkan
- diri kita itu dirasuki oleh digoda-goda
- oleh waswas setan ya. Jadi, ketika
- diajak salat, "Ayo salat, Pak." Dia
- geleng-geleng.
- "Percuma saya salat selama ini. Saya
- tidak pernah meninggalkan salat lima
- waktu, tapi mana ketika terjadi oh
- tsunami, semuanya habis isi saya enggak
- ada, anak saya ada hilang semua, saya
- enggak punya apa-apa lagi, saya sebatang
- kara. Allah enggak sayang sama saya,
- percuma sama selama ini saya salat."
- Nah, ini. Jadi, artinya dia tidak
- memahami bahwa ini adalah bagian dari
- ujian dan musibah yang menimpa dirinya
- untuk menguji keimanannya. Sejauh mana
- dia itu bertawakal tawakal kepada Allah.
- Jadi, selama ini ternyata oh, jadi salat
- selama ini mau pamer riya gitu ya,
- supaya kan enggak semua begitu. Banyak
- orang yang punya ujian lebih berat lagi,
- tapi ketika dia beriman kepada Allah,
- semua musibahnya dianggap kecil. Contoh
- ya, kita lihat ya, kita boleh mencontoh
- orang yang imannya tebal. Ada seorang
- sahabiat, Mbak.
- Seluruh keluarganya meninggal ketika eh
- syahid ya, dalam peperangan. Ya,
- suaminya yang, bapaknya yang, anak
- laki-laki, semuanya tuh habis. Tapi,
- yang dia tanya ketika informasi itu
- disampaikan kepada dia, yang ditanya,
- "Wa kaifa ya Rasulullah?" Rasulullah
- gimana? Artinya, dia yang khawatir kan
- hanya Rasulullah. Dia tidak peduli
- musibah yang menimpa keluarga anaknya,
- tapi lihat Rasulullah tuh kalau dalam
- keadaan baik, itu hatinya akan bahagia.
- Apa kata sahabat? "Eh dia baik dalam
- keadaan eh selamat." Alhamdulillah,
- semua musibah akan jadi kecil ketika
- Rasulullah itu dalam keadaan tidak
- apa-apa. Itu itu keimanan. Jadi, artinya
- orang yang beriman kepada Allah dengan
- rukun iman. Rukun iman ada enam ya, iman
- kepada takdir termasuk iman kepada hari
- akhir. Jadi kalau orang yang sudah
- memahami dan beriman kepada hari hari
- akhir dia akan paham hidup dunia ini
- hanya sementara, ujian itu akan
- bersegera berlalu, enggak akan selamanya
- ujian seperti ini, keadaan seperti ini,
- musibah yang menimpa itu enggak enggak
- akan terpuruk selamanya. Ada kehidupan
- setelah kematian. Nah jadi kalau yang di
- Aceh itu yang sangat menyentuh itu ya
- Mbak Olin yang kisahnya tadi bapak-bapak
- ini ada lagi yang mahasiswi ya yang
- semuanya sudah habis, orang tuanya sudah
- enggak ada ada keluar adiknya juga
- enggak ada, rumahnya habis, dia itu
- bangkit dia bantu orang-orang yang dalam
- pengungsian, anak-anak yang kehilangan
- orang tua dia kumpulkan, dia dia kasih
- terapilah diajarkan itu padahal dia
- dalam kondisi juga sebatang kara. Itu
- minta doanya apa? Bu doakan ya
- mudah-mudahan saya bisa berjumpa dengan
- orang tua saya nanti di surga. Itu
- begitu.
- Jadi kehidupan dunia ini dianggap ya
- sudahlah ini ujian ya, banyak orang yang
- lebih menderita lagi tapi dia bangkit
- dia tidak terpuruk. Nah itu itu semua
- kembali kepada iman. Jadi kalau ada
- was-was begitu langsung amantu billah.
- Kita meng meragukan kekuasaan Allah,
- meragukan kasih sayang Allah, meragukan
- bahwa ini takdir kok Allah enggak sayang
- sama kita kok tidak adil, kita langsung
- amantu billah, aku beriman kepada Allah.
- Makanya Ibu setiap pagi dan sore kita
- disunahkan membaca doa ya, doa ma'tsurat
- ya, radhitu billahi rabba, wabil islami
- dina, wabi Muhammadin nabiyya wa rasula.
- Aku ridho Allah sebagai Tuhanku. Kalau
- sudah ridho Allah sebagai Tuhan kita,
- sebagai pencipta kita sudah ridho dengan
- apa yang dia berikan takdir baik atau
- buruk. Jadi hidup itu hanya dua, kalau
- enggak syukur ya sabar dan dua-duanya di
- surga. Kalau diberikan ujian musibah ya
- sabar, kalau diberikan nikmat karunia
- bersyukur, hanya dua itu.
- Syukur sabar.
- Syukur dan sabar, masya Allah. Memang
- mudah Mbak diucapkan tapi memang kita
- butuh diingatkan, kita butuh saling
- mengingatkan, mudah-mudahan dengan ada
- acara ini kita bisa saling mengingatkan
- dan menguatkan satu sama lainnya insya
- Allah.
- Insya Allah amin.
- Walaupun sudah di penghujung waktu,
- namun ada satu pertanyaan penting,
- singkat saja Ustazah. Ibu Siti bertanya,
- "Di rumah kami banyak patung, Ustazah,
- untuk display baju yang tanpa kepala.
- Ada juga patung kepala untuk display
- hijab. Bagaimana hukumnya, Ustazah?"
- Ini memang masalah fikih dan khilafiyah,
- Mbak Olin. Jadi, para ulama berbeda
- pandangan, ya. Ada yang
- tekstual saklek, maksudnya tuh pokoknya
- seluruh gambar-gambar, patung-patung
- haram mutlak. Yang lain mengatakan
- selama tidak berbentuk tidak utuh. Jadi,
- artinya kalau kita mengambil yang
- pertengahan gitu ya, yang tidak utuh ya.
- Mungkin banyak pedagang-pedagang
- barangkali ya manekin, apa sih namanya
- ya, yang
- Manekin.
- Manekin, heeh. Itu yang kerudung, apakah
- ya sebaiknya
- Kepalanya doang.
- Kepalanya doang, ya artinya memang
- sebaiknya tidak utuh lah ya. Untuk
- menjaga
- apa namanya, kewaspadaan. Kalau yang
- lebih hati-hati lagi enggak pakai itu.
- Jadi, semua pilihan, tapi yang
- diharapkan jangan jangan sampai
- gambar yang utuh, begitu.
- Baik, Ustazah, tampaknya ini merupakan
- pertanyaan terakhir. Mohon kiranya
- sebelum benar-benar kita berpisah,
- Ustazah memberikan kesimpulan pada tema
- bagaimana setan menjerumuskan kita,
- Ustazah.
- Pendengar yang dirahmati Allah, bahwa
- iblis sejak Allah mengusirnya dari surga
- sampai saat ini pekerjaannya hanyalah
- menyesatkan dan menjerumuskan manusia,
- ya.
- Dan masa serta pengalamannya itu sangat
- lama. Sangat membantunya untuk
- menciptakan berbagai cara dan
- menjerumuskan manusia serta menggoda dan
- menyesatkan manusia dengan berbagai
- cara. Apa dengan cara tazyin atau
- waswas, semua dia lakukan. Karena
- hidupnya itu hanya untuk menggoda
- manusia, karena dendamnya kepada manusia
- sampai detik penghabisan akhir hayat
- hidup manusia pun dia akan menggoda.
- Maka, kita mudah-mudahan Allah jaga
- kita, Allah lindungi diri kita, keluarga
- kita dari semua tipu daya setan. Kita
- senantiasa mengingat Allah, ala
- bidzikrillah itathmainnul qulub. Ketika
- kita mengingat Allah semua godaan-godaan
- setan insya Allah bisa kita hindari dan
- mudah-mudahan dengan doa kita kepada
- Allah dan ta'awudz setiap kita melakukan
- pekerjaan perbuatan Allah akan lindungi
- kita dari godaan setan yang terkutuk.
- Aqulu qouli hadza astagfirullahaladzim
- walakum. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah luar biasa
- pada siang hari ini Ustadzah terima
- kasih mudah-mudahan panjang umur dan
- kita ketemu lagi bisa menuntut ilmu
- bareng-bareng lagi panjang umur usia
- dalam sehat dan takwa insya Allah. Dan
- yang mendengarkan pada siang hari ini
- mudah-mudahan menambah kewaspadaan kita
- terhadap strategi setan yang luar biasa
- memang mudah-mudahan kita semua
- terlindungi. Yang mendampingi pada hari
- ini mudah-mudahan diberikan kesehatan
- ada Ondy, ada Bang Yusuf terima kasih
- atas waktunya juga yang mendengarkan
- kami dari awal hingga akhir
- mudah-mudahan bermanfaat besar. Kami
- undur diri subhanaka Allahumma
- wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Nabi salam ala