Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:29 Alhamdulillah Kita kembali berjumpa Iwan 0:30 Ahwat di sore hari ini di Senin 22 0:34 Zulhijah 1447 0:37 Hijriah atau tanggal 8 Juni 2026. Hadir 0:40 kembali acara tausiah sore bersama Ustaz 0:43 J M. Bahmid yang alhamdulillah telah 0:44 bergabung bersama kami dan kita live di 0:47 aplikasi Zoomi Iwan Awat. Kita sapa 0:48 Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:50 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 0:52 Waalaikumsalam 0:54 warahmatullahi wabarakatuh. 0:57 Apa kabarnya hari ini, Ustaz? 0:58 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:00 Alhamdulillahiabbil alamin. [mendengus] 1:03 Alhamdulillah. 1:03 Allahum lakal hamdu binmiah. 1:08 Alhamdulillahirabbil alamin. Ya. Dan 1:10 tema kita yang akan ustaz sampaikan 1:12 adalah mengenai hikmah dan nilai 1:15 kesabaran dalam kehidupan. Nah, ini 1:18 sangat penting, Ustaz, ya. Apalagi di 1:19 zaman sekarang nih, di tengah-tengah 1:22 ketidakstabilan kondisi apapun ya, kita 1:25 harus sabar dalam menghadapi segala 1:27 macam ee sesuatu yang sangat-sangat 1:31 surpriser gitu tadi. Masyaallah. 1:34 Dan nanti yang ingin bergabung bertanya 1:36 silakan Anda yang ingin bergabung bisa 1:38 Anda gunakan WhatsApp kami Ikhwan Akhwat 1:39 di 0811999720. 1:44 Silakan Ustaz. 1:47 Asalamualaikum warahmatullah 1:49 wabarakatuh. 1:52 Bismillahirrahmanirrahim. 1:53 Alhamdulillahi rabbil alamin. 1:57 Alhamdulillahilladzi 1:59 hadana bi w kunna linahtadi laula an 2:02 hadanallah 2:03 tumma innalhamdalillah 2:06 nahmaduhu wasaskuruhuastainuhufiruh 2:10 wa naud nauzubillahiuri 2:12 anfusina wamatialina. 2:15 Man yahdillah fahuwal muhtaad waman 2:18 yudlil falan tajida lahu waliyan 2:20 mursyida. 2:22 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:25 syarikalah 2:27 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:30 rasuluh. 2:31 Allahumma sholli wasallim wabarik 2:35 ala sayyidina Muhammad an nabi rahma wa 2:38 ala alihi wasahbihi 2:40 wasallama tasliman. 2:44 Allahumma rabbisrohli sadri waassirli 2:47 amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu 2:49 qauli. Para pendengar sekalian, para 2:53 pemirsa radio 2:55 dan TV Rasil di mana aja Anda berada. 2:58 Segala puji dan puja bagi Allah 3:00 Subhanahu wa taala mempertemukan kita 3:03 kembali dalam keadaan dan kondisi sahah 3:05 waliah. 3:08 Kepada mereka-mereka 3:10 pelanggan 3:12 rasid 3:13 yang mungkin tidak bisa ikuti karena 3:16 sakit. I 3:17 insyaallah Allah subhanahu wa taala akan 3:19 mengembalikan kesehatan antum bisahat 3:22 walfiat insyaallah 3:25 dengan kesehatan yang lebih baik dan 3:28 juga kepada kita sekalian para pendengar 3:31 mereka yang dalam perjalanan menuju 3:33 rumah yang mendengar siaran ini. 3:36 Insyaallah Allah Taala sampaikan bisaha 3:39 wasalamah sampai di rumah masing-masing. 3:41 Amin ya arhamarrahimin. 3:45 Para pendengar sekalian yang dimuliakan 3:47 Allah subhanahu wa taala. Mari hari ini 3:51 kita berbincang sedikit tentang sabar. 3:55 Sabar ini 3:57 satu kalimat 4:00 yang terkadang banyak kita pergunakan 4:03 untuk menasihati seseorang. 4:05 I tapi menasihati seseorang untuk sabar 4:11 itu sangat gampang. 4:13 Tapi menjalani kesabaran 4:16 itu tidak mudah. 4:19 Dan Allah Taala berulang-ulang kali 4:20 mengatakan dalam Al-Qur'an 4:23 bagaimana nilai sabar daripada 4:25 seseorang. 4:27 Allah Taala nyatakan, "Wallahu yuhibbul 4:31 shobirin." 4:32 Allah sangat mencintai orang yang sabar. 4:36 Dan di ayat yang lain ada berulang-ulang 4:39 kali Allah Taala menyatakan, 4:42 "Innallaha maasobirin." 4:45 Dia Allah Taala bersama dengan 4:48 orang-orang yang sabar. 4:51 Memang hamba Allah yang mulia, 4:55 dalam kehidupan kita ini tidak ada 4:57 manusia yang tidak akan dicobai oleh 5:00 Allah. atau dengan kalimat yang lain 5:02 mungkin kita anggap dalam kehidupan 5:04 biasa dalam kehidupan ini bahwa tidak 5:07 ada manusia yang tidak akan mendapatkan 5:10 ganjaran cobaan. 5:13 Ada dicobai oleh Allah dengan 5:14 kemiskinan, 5:16 kemelaratan, 5:18 penyakit, 5:19 macam-macam. 5:23 Kekurangan harta, 5:26 tidak mempunyai anak. Menunggu 5:28 bertahun-tahun tidak mempunyai anak. 5:31 Kemudian ketika punya anak baru umur 5 5:33 tahun mungkin 6 tahun diangkat diangkat 5:35 oleh Allah subhanahu wa taala ber 5:38 macammam. 5:40 Dan itu sudah merupakan salah satu 5:42 sunatullah 5:44 yang akan selalu berjalan dengan 5:46 kehidupan manusia. 5:51 Kalau kita sudah berada di alam barzakh, 5:57 kita sudah tidak berbicara sabar lagi. 6:00 Karena itu cuma salah satu dari dua. 6:03 Kita mendapatkan kubur kita merupakan 6:06 raudah min riyadil jan 6:09 atau hufra min khufratin nirah. 6:14 apa dia akan berbentuk taman surga di 6:16 dalam kubur atau dia akan menjadi lubang 6:18 dari lubang api neraka dari Rasul 6:21 sallallahu alaihi wasallam. [berdehem] 6:24 Tapi dalam kehidupan kita kalau kita 6:27 berbicara sabar, 6:29 sabar ini sangat terikat dengan iman. 6:34 Biasanya orang yang mempunyai iman yang 6:37 riba, 6:40 dia masih bisa sabar dan dia bisa jalani 6:44 kesabarannya ini dengan baik. Contoh 6:47 kepada nabi-nabi, 6:49 nabi-nabi [mendengus] Allah Taala 6:51 mencobai kepada mereka. Subhanallah 6:55 masih jauh, tidak sebanding 6:58 kondisi kita dengan mereka. Ya Allah, 7:01 kita dicobai oleh Allah Subhanahu wa 7:03 taala dengan hal-hal yang tidak seperti 7:05 mereka. 7:07 Ibrahim dilemparkan ke dalam api. Nabi 7:10 Ayub mempunyai penyakit yang sampai saat 7:12 ini belum pernah ada orang penyakit 7:14 seperti Nabi Ayub Alaih Salam. 7:16 [mendengus] 7:17 Rasul sallallahu alaihi wasallam yang 7:19 dihina, dilempar batu, macam-macam. 7:24 Kita juga mempunyai cobaan, ganjalan. 7:28 Boleh kita katakan benturan yang Allah 7:30 Taala kirim kepada kita. 7:34 Dan tidak ada sesuatu yang terjadi 7:36 kepada kita di luar daripada satu kudrah 7:40 dan iradah dari Allah Subhanahu wa 7:42 taala. 7:44 Justru itu dalam Al-Qur'an Allah taala 7:45 ingatkan 7:47 bermacam-macam. Di antaranya 7:50 ayat Allah Taala nyatakan dan ayat ini 7:52 sudah sering kita dengar. 7:57 minal 7:59 wal 8:01 minal amwal 8:06 ya dan Allah taala akan cobai 8:11 kepada manusia itu. Allah akan benturkan 8:16 dan Allah Taala akan cobai 8:17 bermacam-macam. 8:20 kekurangan harta, ketakutan, 8:24 kematian. 8:28 Tapi di akhir ayat ini Allah Taala 8:30 memberikan satu pegangan yang luar biasa 8:32 kepada kita wabasyirisirin. 8:37 Tapi berikanlah berita gembira kepada 8:39 mereka yang sabar. 8:44 Sabarnya ini gimana? 8:46 Apa kita terus bermasak bodoh? 8:50 Terus jadi pasif aja berdiam diri sudah 8:52 enggak mau berbuat sesuatu 8:54 ya sudah sabarlah kita pasran bukan 9:00 sabar artinya kita bisa menahan diri 9:04 tapi tetap kita melaksanakan apa yang 9:06 Allah perintahkan kepada kita dalam 9:08 salat dan segala-galanya dan kita tetap 9:11 aktif di dalam usaha yang kita lagu lagi 9:14 jalankan. Kalau umpama kita lagi pas 9:18 lagi menjalankan satu usaha atau lagi 9:20 kita bekerja sebagai pegawai atau apa 9:23 aja, 9:27 seorang yang imannya masyaallah kuat, 9:31 baik, 9:33 maka biasanya 9:35 hatinya Allah Taala akan membantu 9:37 kepadanya untuk bisa sabar. 9:40 Justru itu Rasul sallallahu alaihi 9:42 wasallam mengingatkan kepada kita 9:43 tentang masalah iman. Aliman. 9:46 Aliman 9:48 yazid waembus. 9:50 Iman itu kadang-kadang dia naik naik, 9:53 kadang-kadang dia turun. 9:57 Itu iman kita. Justru itu Rasul 9:59 sallallahu alaihi wasallam mengingatkan 10:01 kepada kita untuk kita perlu lihat di 10:04 lingkungan kita ini orang-orang macam 10:06 apa, 10:08 teman-teman sahabat kita itu mereka itu 10:10 siapa, 10:12 kebiasaannya mereka apa? Sehingga Rasul 10:14 sallallahu alaihi wasallam menyatakan, 10:17 "Engkau kita ini tiap-tiap orang 10:20 seyoganya itu melihat siapa 10:22 sahabat-sahabatnya. 10:24 Apa hamba-hamba Allah yang beriman atau 10:27 hamba-hamba Allah ya yang boleh dibilang 10:31 imannya Senin Kamis. Hamba-hamba Allah 10:34 yang salatnya teratur. Ada hamba-hamba 10:36 Allah yang salatnya tidak teratur." 10:39 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 10:40 mengingatkan, 10:42 karena ada saatnya ketika kita mendapat 10:45 benturan cobaan dari Allah Taala, di 10:49 situlah iman kita itu akan berperan. 10:53 Kalau iman kita berperan, kesadaran akan 10:56 datang kepada kita, kita kembalikan 10:57 kepada Allah. 10:59 Kita akan mengatakan h bqudratillah. 11:02 Ini adalah utusan Allah Subhanahu wa 11:04 taala yang kita tidak bisa berbuat 11:07 banyak. 11:09 kita terima dengan baik. Justru itu 11:10 dikatakan wabasyirin 11:13 alladina asabathum musibah qalu inna 11:17 lillah wa inna ilaihi rojiun. Sebenarnya 11:21 kalimat ini, ayat ini kalau kita sebut 11:24 tap Allah Taala menyatakan dan mereka 11:26 itu yang ketika mendapat benturan cobaan 11:32 dibenturkan Allah dengan cobaan 11:35 wfs minal amwali wal anfusi watamarat 11:39 wasyirobirin. 11:42 Allah Taala mencobai kita rasa takut, 11:46 kekurangan harta, kekurangan makanan, 11:49 kematian. 11:51 Tapi kemudian Allah Taala tutup dengan 11:54 dan berikanlah kabar gembira. 11:58 Bayangkan 11:59 sesudah Allah Taala terangkan kita akan 12:02 melalui cobaan demi cobaan, benturan 12:04 demi benturan. Cobaan sebenarnya cobaan 12:07 itu bukan untuk mencelakakan kita, tapi 12:10 terkadang diri kita sendiri yang 12:13 mencelakakan kita. 12:16 Karena ketika kita mendapat benturan 12:17 cobaan dari Allah Subhanahu wa taala, 12:20 kita lari ke masalah yang tidak-tidak. 12:23 Bukannya kita mengatakan innalillah. 12:27 Ya, sesungguhnya ini semua pemberian 12:29 Allah Taala atau asalnya dari Allah 12:31 Taala. Wa inna ilaihi rojiun. Kalimat 12:34 ini bukan hanya untuk orang meninggal 12:36 dunia. 12:39 Terkadang kita menganggap bahwa kalimat 12:40 ini untuk orang meninggal dunia. 12:43 Orang yang celaka, kakinya patah. 12:47 Kalau dia sadari 12:50 ya katakanlah alhamdulillah. Sebutlah 12:52 innillah wa inna ilaihi roajiun. Dan 12:55 sabar di dalam menjalani keadaan yang 12:57 terjadi kepadanya. 13:00 Dan Allah Taala janjikan 13:03 wabasyirusirin. 13:05 Dan gembirakanlah para hambaku. Berikan 13:08 kabar gembira kepada hambaku. Ketika 13:11 mereka mendapat benturan cobaan, 13:15 mereka mengatakan innillah wa inna 13:18 ilaihi rojiun. Sebenarnya kita itu kalau 13:21 mengatakan inn lillah wa inna ilaihi 13:23 roajiun dalam masalah apa aja? 13:26 kebakaran, kematian anak, kecelakaan. 13:32 Tapi terkadang kita kalau mengatakan 13:34 innillah wa inna ilaihi rajiun, 13:36 terkadang kita bertanya, "Loh, siapa 13:38 yang meninggal?" 13:40 Bukan nanti seorang yang meninggal baru 13:42 kita mengatakan demikian. Karena kalimat 13:45 ini seakan-akan deklarasi kita kepada 13:47 Allah Taala yang kita katakan, "Ya 13:50 Allah, ini semua adalah milik 13:54 dan semua akan kembali kepada 13:57 termasuk anggota badan kita." 14:01 Dan apa Allah Taala janjikan? Berarti 14:04 orang-orang yang mengatakan, 14:06 mendeklarasikan inn lillahi wa inna 14:09 ilaihi rojiun ada kesabaran dalam 14:12 dirinya. 14:13 Jadi jangan hanya sekedar aja kita 14:15 mengatakan ya innillah wa inna ilaihi 14:18 rajiun. Tapi ini gara-gara karena si 14:21 fulan ya. Ini terjadi kematian karena 14:24 begini karena begini. Jangan 14:27 kembalikan kepada Allah bersangka baik 14:30 kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena 14:33 Allah taala menyatakan 14:36 orang yang demikian itu apa Allah Taala 14:38 ingatkan? 14:40 Ulaika alaihim shawatun min rabbihim 14:44 wa ulaika humul muhtadun. 14:48 Mereka itulah yang Allah Taala 14:50 berselawat kepada mereka. Jadi orang 14:53 kalau dia sabar di dalam satu cobaan 14:58 Allah Taala berselawat kepada mereka. 15:01 Ulaika alaihim shawatun minbihim. 15:05 Mereka itulah Allah berselawat kepada 15:07 mereka. 15:11 Sabar. 15:13 Tapi sekarang timbul pertanyaan, 15:16 bagaimana kita bisa memelihara sabar? 15:20 Ya, ikhwani, 15:23 sabar itu bukan hanya sekedar kata atau 15:26 kalimat. 15:28 Sabat itu adalah ee subhanallah 15:34 satu sikap yang kita harus terapkan 15:38 dalam diri kita dalam kehidupan ini. Itu 15:42 sabar. 15:45 Nah, berarti kalau kita menginginkan 15:48 supaya kita bisa mendapatkan kesabaran 15:51 dari Allah Taala, 15:53 ya kita tentunya harus menjaga iman kita 15:56 kepada Allah Subhanahu wa taala. 16:03 Seorang kalau dia tidak beriman 16:07 sangat susah untuk dia menerapkan sabar 16:09 dalam dirinya. 16:12 Begitu juga kalau imannya tidak benar, 16:14 tidak keru 16:17 ya, maka bakal sulit untuk menerapkan 16:21 kesabaran di dalam hatinya. 16:24 Dan kita ini tidak mampu untuk bisa 16:26 menilai seberapa besar, seberapa banyak 16:29 seorang itu bisa sabar. Hanya Allah 16:31 Taala yang meng ketahui. Justru itu 16:34 Allah ajarkan kepada kita dalam 16:36 Al-Qur'an. 16:38 Tadahkan 16:39 tangan kepada Allah. 16:43 Bayangkan Allah Taala memberikan contoh 16:46 ketika terjadi peperangan antara Nabi 16:48 Daud dan Jalut 16:51 dengan perbandingan yang sangat besar. 16:57 Apa pengikutnya? Nabi Daud berdoa. 17:01 Rabbana 17:03 afrigh alaina shodran. 17:07 Watbitamana 17:14 itu doanya daripada pengikutnya Nabi 17:17 Daud. Dan ini Allah Subhanahu wa taala 17:20 mengabadikan di dalam Al-Qur'an. 17:23 Untuk siapa? Untuk kita. 17:29 Untuk kita. 17:33 ini ceritakan peristiwa sudah terjadi 17:34 ratusan tahun yang lalu. 17:37 Kenapa peristiwa ini Allah Taala 17:41 abadikan dalam Al-Qur'an kemudian 17:42 diwahyukan kepada Rasul sallallahu 17:44 alaihi wasallam? Diabadikan dalam 17:45 Al-Qur'an untuk kita. 17:48 Allah Taala mengajarkan juga kepada kita 17:52 bahwa memang terkadang manusia itu 17:57 artinya kadang-kadang 18:01 agak tergelincir sedikit karena kurang 18:03 sabar. 18:06 Di saat-saat itu kita perlu memohon 18:07 kepada Allah Taala, mendahkan tangan 18:09 kepada Allah. 18:12 Rbana al 18:15 saya berikan contoh dikit begitu. 18:18 Nabi Musa Alaih Salam 18:21 ketika Allah Taala perintahkan kepadanya 18:24 untuk bertemu dengan Nabi Khidir yang 18:26 agak yang lebih pintar darinya. 18:29 Karena peristiwa ini dalam asbabun 18:31 nuzulnya Nabi Musa itu ditanya oleh Bani 18:34 Israil ketika dia lagi berkhotbah. Ya 18:37 Musa man aamas? 18:40 Ya Musa. Siapa orang yang paling pintar? 18:42 Cinta 18:43 ya. Mungkin Musa berpikir dia ini nabi, 18:47 dia berdialog dengan Allah langsung, 18:49 menerima wahyu dari Allah langsung. 18:52 Mungkin dia berpikir, "Ya, mungkin dia 18:55 orang yang lebih tahu 18:57 karena dia dibimbing langsung oleh Allah 18:59 Subhanahu wa taala. Wahyunya tidak 19:01 melalui Jibril. Jadi Musa mengatakan, 19:03 "Ana a'lamun." 19:09 Pada saat itu Jibril sudah berada di 19:12 depannya dia 19:14 dan menegur kepada Nabi Musa, "Kenapa 19:18 engkau tidak kembalikan kepada Allah? 19:20 Sesungguhnya ada hamba Allah yang ada 19:23 lebih pintar dari Anda." Baru Musa 19:26 sadari. 19:28 Jadi kita itu kalau umpama ditanya 19:31 seseorang ini contoh. 19:34 Kalau kita enggak tahu sampaikan 19:36 wallahuam atau innallaha yalam. 19:40 Hanya Allah yang lebih mengetahui. 19:45 Jangan paksakan diri kita hanya untuk 19:48 karena malu. 19:50 Kemudian kita harus menjawab dengan 19:52 menciptakan sesuatu yang agak di luar 19:56 daripada jalur agama. Jangan. 19:59 Maka ketika Nabi Musa bertemu dengan 20:01 Nabi Khidir, Nabi Khidir mengatakan 20:04 kepadanya, 20:07 "Innakaan tastati ma, 20:11 engkau tidak akan kuat bersamaku 20:14 untuk sabar. Engkau tidak mampu untuk 20:17 sabar bersamaku." Kira-kira begitu. 20:21 Nah, ini contoh yang saya ingin 20:23 sampaikan. 20:24 Nabi Musa tidak mengatakan pasti saya 20:27 bisa sabar. 20:29 Nah, itu kalimat yang berbahaya. 20:32 Ke depan sekalipun 1 jam ke depan, 10 20:36 menit ke depan jangan kita sebut pasti 20:40 apa Nabi Musa jawab. 20:44 Satajiduni insyaallahiran 20:47 wala. 20:50 Engkau akan dapatkan dengan izin Allah. 20:55 Aku akan sabar dengan izin Allah. 20:58 Insyaallah dengan kehendak Allah engkau 21:01 akan dapatkan aku mampu untuk sabar. 21:06 Karena Nabi Hidam mengatakan, "Anda ikut 21:08 saya, jangan bertanya apapun sampai 21:11 nanti aku yang terangkan kepadamu apa 21:13 yang terjadi." 21:16 Tapi pun Nabi Musa juga agak tergelincir 21:18 sedikit. Pertama 21:23 ketika Nabi Headar melubangi perut 21:25 perahu yang mereka tumpangi. 21:27 Kemudian Nabi Musa menegur kepada Nabi 21:29 Haar. Nabi Ha mengatakan, "Bukankah aku 21:32 telah katakan kepadamu engkau tidak 21:34 bakal sabar?" Nah, Nabi Musa cepat-cepat 21:36 mengatakan, "Ya, itu satu kekhilafan 21:40 dari saya. Aku tidak akan bertanya lagi. 21:44 Jadi berarti peristiwa ini, ini juga 21:46 menunjukkan 21:48 Nabi Musa aja sudah nabi masih 21:51 mengharapkan pertolongan Allah supaya 21:54 dia bisa sabar dengan kalimat 21:56 insyaallah. 22:02 Di ayat yang lain 22:04 yang Allah Taala berikan contoh 22:07 dalam peperangan Nabi Daud dengan Jalut, 22:14 pengikutnya Nabi Daud beramai-ramai 22:16 berdoa, "Rabbana afr ala sabran." 22:24 Wahai zat yang menghidupkan kami, yang 22:27 menjaga kami, yang membesarkan kami, 22:31 limpahkanlah kesabaran dalam diri kami. 22:35 Watabbit aqdamana. Dan kokohkan tempat 22:39 berpijakku, 22:42 berpijakkan. 22:44 Dan doa ini kita bisa baca minta kepada 22:46 Allah Taala 22:49 karena kita tidak tahu 22:51 bentuk bagaimana yang Allah Taala akan 22:53 benturkan kita untuk kita harus sabar. 22:56 Tapi pasti benturan itu akan datang. 23:01 Pasti. 23:05 [berdehem] 23:06 Jangan kita berpikir bahwa benturan ini 23:09 hanya untuk datang kepada orang-orang 23:11 yang tidak mampu, orang-orang fakir, 23:14 orang-orang melarat. Ya Allah. 23:19 Dan kita harus tahu 23:22 pohon yang besar 23:26 itu lebih banyak kena angin daripada 23:28 rumput yang kecil. 23:33 Sampai ada pepatah mengatakan ini 23:34 pepatah ya ungkapan daripada ahli-ahli 23:38 hikmah. 23:40 Kalau ingin menjadi pohon yang tinggi 23:42 harus tahan angin dan topan 23:49 kalau ingin menjadi pohon yang tinggi. 23:52 Jadi jangan kita berpikir orang-orang 23:55 yang kaya raya, pejabat tinggi, mereka 23:58 itu tidak kena benturan cobaan dari 24:00 Allah Taala. 24:01 benturan cobaannya mungkin lebih besar 24:03 100 kali dari kita karena dia pohon yang 24:06 tinggi. 24:08 Jadi dia harus tahan angin dan tafat. 24:10 Dan terkadang 24:13 dia yang menuai dia yang menuai badai 24:16 sendiri. 24:18 Satu contoh aja yang baru-baru ini. 24:20 Masyaallah apa yang terjadi? Saya 24:22 intermezo dikit. 24:26 Seorang yang sangat terhormat, 24:28 bergelimang harta, posisi yang baik, 24:32 dipakaikan baju merah, digiring dengan 24:35 tangan di borgol. 24:36 Hm. 24:38 Yang 2 minggu yang lalu dia hidup, 24:41 masyaallah 24:43 dengan kebanggaan. 24:48 Bayangkan 24:50 benturan yang Allah Taala berikan. 24:52 Tapi juga karena itu adalah dia sendiri 24:56 yang meminta supaya musibah datang 24:59 kepada dirinya. 25:01 Karena tidak jujur, rakyat banyak yang 25:03 menderita. Mereka memakan uang negara 25:06 semaunya. I Subhanallah. 25:10 Nah, para pemirsa sekalian, hamba Allah 25:12 yang mulia, jadi sabar ini 25:16 terlalu banyak 25:18 sayap-sayap 25:20 yang kita perlu sabar. Kenapa dalam 25:22 Al-Qur'an Allah Taala nyatakan 25:27 astainu [mendengus] 25:28 bisabri wasalam? 25:32 Itu dalam Al-Qur'an Allah Taala ingatkan 25:34 kepada kita sekalian 25:38 yang Subhanallah. Subhanallah. 25:47 Nah, kita di dalam perjalanan kehidupan 25:49 kita 25:51 pasti kita akan menemui ada ganjalan, 25:54 ada benturan, ada cobaan, macam-macam 26:00 macam-macam kita akan hadapi. 26:03 sehingga Allah Taala seakan-akan 26:05 memberikan 26:08 mungkin kalau saya istilahkan istilah 26:10 modern tip 26:16 tips 26:17 kita kalau masuk restoran 26:20 atau umpama WPress ketika dia menerima 26:23 tip pemberian dia sangat senang 26:28 ini cuma istilah modern tapi ini bukan 26:30 tip 26:32 Ini adalah satu pemberian Allah 26:34 Subhanahu wa taala yang luar biasa 26:37 kepada kita sekalian. Allah taala 26:39 memberikan obat yang sangat manjur 26:42 supaya kita bisa sabar. 26:50 Umat manjur apa Allah Taala ingatkan 26:53 kepada 27:01 astainu bisabri was 27:08 ketika kita menghadapi satu musibah 27:12 kita sakit 27:14 atau kita menderita kerugian 27:17 atau kematian anak, 27:21 kehilangan jabatan, 27:23 bermcam-macam. 27:26 Allah Taala memberikan kepada kita obat 27:28 yang banjur 27:31 karena pada saat itu kita memerlukan 27:33 pertolongan, membutuhkan pertolongan. 27:37 Kalau umpama anak kita sakit, kita bawa 27:40 ke dokter, itu hanya merupakan satu 27:43 usaha kita ikhtiar untuk Allah Taala 27:46 datangkan kesehatan. 27:48 Tapi bukan dokter yang menjadikan dia 27:50 sehat, bukan. 27:53 Berapa banyak orang yang penyakitnya 27:54 yang sama? Penyakit yang sama ke dokter 27:59 ada mungkin dua tiga orang sakitnya sama 28:01 di rumah sakit. 28:03 Yang satu sembuh, yang satu pulang sudah 28:06 jadi jenazah. 28:09 Dokter juga itu hanya berikhtiar untuk 28:13 memberikan obat untuk menangkal 28:16 sakitnya, tapi bukan dia yang 28:18 menyembuhkan. 28:22 Justru itu kita para pendengar sekalian 28:24 dimuliakan Allah Taala. Just itu kalau 28:26 kita telan juga obat dari dokter, jangan 28:30 kita lupa untuk berdoa kepada Allah 28:33 Subhanahu wa taala. 28:38 Ya, mungkin satu contoh di zaman Nabi 28:40 Musa Alaih Salam 28:44 ketika Musa sakit 28:47 mengeluh kepada Allah Subhanahu wa taala 28:49 meminta pertolongan kepada Allah. Allah 28:51 Taala katakan kepada Nabi Musa, 28:55 "Ambillah daun 28:57 ini, ini, ini, dan usapkanlah di tempat 29:00 yang satu." 29:02 Nabi Musa lakukan, 29:05 penyakitnya langsung hilang, sakitnya 29:07 langsung hilang. 29:09 Sesudah beberapa waktu, Nabi Musa rasa 29:12 sakit lagi. 29:14 Kemudian diambil daun yang sama dari 29:17 pohon tersebut, diusap tidak sembuh. 29:21 Diusap lagi berkali-kali, tidak sakit ee 29:24 tidak hilang sakitnya. 29:26 Maka Nabi Musa mengelu minta kepada 29:28 Allah. Kemudian Allah Taala terangkan 29:31 kepada Nabi Musa, 29:33 "Bukan daun itu yang menyembuhkan. 29:38 Jadi yang kedua kali Nabi Musa sudah 29:41 tidak berkomunikasi lagi dengan Allah 29:43 Taala. Main langsung aja. 29:49 Kalau kita agak ragu 29:53 ketika dokter kasih obat, 29:57 maka naikkan keyakinan kita kepada Allah 30:00 Taala. Kita sudah usaha untuk supaya 30:03 sembuh. Tinggal berdoa minta kepada 30:06 Allah Taala. 30:08 Jangan terlalu yakin kepada dokter, 30:12 lupa dia untuk mendedahkan tangan kepada 30:14 Allah Taala. 30:17 Jadi hamba Allah yang mulia 30:20 dalam kehidupan kita bermacam-macam kita 30:22 hadapi. 30:24 Penyakit, kerugian, ya macam-macam. 30:29 Kematian, 30:31 kemiskinan, melar. 30:37 Subhanallah. 30:42 Tapi Allah Subhanahu wa taala 30:44 mengingatkan kepada kita sekalian dengan 30:46 kalimatnya innama yuwairuna ajrahum 30:49 bighir hisab. 30:52 Ya. 30:54 Jadi mereka itu subhanallah 30:59 yang Allah taala ingatkan kepada kita 31:01 sekalian. 31:06 inirum. 31:10 Mereka itu yang mempertahankan kesabaran 31:12 mereka, memperluas kesabaran mereka 31:16 menjalani dengan sabar. 31:19 Ajrahum bhairi hisab. 31:24 Balasan dari Allah Taala itu tampak 31:28 tanpa bisa diperkirakan bighhairi hisab. 31:32 Kemudian Allah Taala menyatakan justru 31:34 itu Allah Taala katakan istainu bisabri 31:38 wasalam. Cobalah minta kepada Allah 31:42 dengan kenapa didahulukan dengan sabar 31:44 wasala. 31:47 Karena kita ketika salat memerlukan 31:50 kesabaran. 31:54 Jadi sabar itu bukan hanya nanti kena 31:56 musibah. Kita perlu sabar dalam ketaatan 31:59 kita kepada Allah Subhanahu wa taala. 32:03 Banyak di antara kita, ya Allah. 32:06 Kalau salat enggak sabar. 32:11 Coba kita renungkan sejenak 32:14 supaya kita tahu bahwa sabat ini 32:18 sayap-sayapnya banyak yang kita harus 32:20 hadapi. 32:22 Kita sudah sediakan waktu untuk untuk 32:24 salam. 32:27 Dan kita tahu kita ini akan salat 32:29 menjalankan apa yang Allah Taala 32:31 perintahkan kepada kita. 32:39 Kenapa kita harus tergesa-gesa di dalam 32:41 salat? 32:45 Allah tak dahulukan dengan astainu 32:48 bisabri wasalah. 32:51 Coba kalau minta kita kan akan minta 32:54 tolong kepada Allah. 32:55 Asta. 32:57 Mintakanlah pertolongan kepada siapa? 32:59 Kepada Allah Taala dengan sabar dan 33:02 salat. Jadi ketika kita sudah sabar, 33:05 kita salat jangan enggak sabar. 33:10 Selesai salat duduk sebentar. 33:14 Zikrullah. 33:16 Tedahkan tanganmu kepada Allah. 33:18 Konsentrasi untuk mengingat kebesaran 33:20 Allah. bahwa apa yang terjadi kepada 33:23 diriku ini sudah satu penentuan Allah. 33:26 Karena obat yang paling manjur untuk 33:29 menenangkan diri kita ketika kita sabar. 33:33 Ketika kita sabar hati kita bakal 33:36 tenang. 33:46 Ketika kita sabar 33:49 pasti hati kita bakal senang. 33:52 Justru itu ketika Allah Taala sudah 33:54 berikan kesempatan kepada kita untuk 33:56 salat, 33:58 meminta tolong kepada Allah Taala. 34:09 Terapkan kesabaran kita di dalam salat. 34:11 Karena ketika salat kita itu sebenarnya 34:14 membuka jalur khusus antara kita dan 34:16 Allah Taala. 34:19 Karena dalam salat kita itu ada doa. 34:24 Hampir setengah daripada bacaan kita di 34:26 salat itu doa. 34:31 Ihdinasiratal mustaqim. Itu doa untuk 34:35 kita 34:37 di antara dua sujud. Kemudian kita baca 34:39 Allahummagfirli 34:41 atau rabbigfirli warhamni wahdini 34:45 warzuqni waafini. wafwanni. 34:50 Masyaallah. Itu kesempurnaan apa yang 34:53 manusia inginkan dalam hidupnya ada di 34:55 dalam doa tersebut. 35:03 Jadi kita itu perlu sabar di dalam 35:06 ketaatan kita kepada Allah. Perlu sabar. 35:13 Nah, banyak kita berpikir begini. 35:18 bahwa seakan-akan 35:21 yang harus sabar itu orang yang susah, 35:24 yang fakir, yang melarat. Padahal yang 35:27 harus lebih besar kesabarannya 35:30 orang yang Allah Taala berikan kemampuan 35:33 kepadanya dalam soal finansial, dalam 35:36 soal ekonomi, dalam harta. Dia yang 35:40 harus lebih besar sabarnya. 35:46 Saya teringat ee 35:49 ada sekali waktu saya ceramah di satu 35:51 tempat 35:53 waktu itu mereka yang tentukan judulnya. 35:56 Mereka katakan, "Ustaz, judulnya aja 36:00 tentang sedekah." Ya, insyaallah. 36:04 Jadi, selesai ceramah saya terangkan 36:06 tentang sedekah. 36:08 Selesai ceramah ada yang bertanya begini 36:11 kepada saya, "Ustaz, 36:15 memang kadang-kadang kadang-kadang 36:17 orang juga yang datang untuk minta 36:21 minta hadallah 36:24 kadang-kadang mereka enggak tahu 36:25 menempatkan diri." Saya tanya, 36:27 "Maksudnya tidak tahu menempatkan diri 36:29 gimana?" 36:31 Kadang-kadang mereka datang itu jam .00 36:33 Siang waktu orang lagi tidur, waktu lagi 36:36 tidur kemudian datang 36:39 itu kan mengganggu. 36:46 Saya ketahwa saya berkatakan kepadanya 36:48 berkatakan kepada 36:50 yang datang siapa itu? Mereka datang 36:51 minta tolong minta tolong minta tolong 36:54 minta bantuan. 36:58 Anda kan punya istri di rumah, 37:01 punya anak. 37:03 punya pembantu. 37:07 Alhamdulillah yang datang itu orang yang 37:09 akan meminta sesuatu kepadamu. 37:13 Coba kalau yang datang itu malaikat 37:15 maut, 37:17 ente lagi apalagi tidur siang. 37:20 Kemudian dipisahkan roh ente dari 37:21 badannya pada waktu ente tidur siang. 37:25 Ketawa 37:27 pandangannya juga ketawa. Wajib. Iya. Ya 37:31 Allah. Sawab. Benar juga. 37:33 bilang sudah. Terkadang Allah Taala 37:35 mencobai kita. Orang yang datang meminta 37:38 itu terkadang malaikah yang Allah 37:40 menyerupai manusia untuk mencobai 37:42 kesabaran kita. 37:46 Orang itu tidak akan datang meminta ke 37:48 rumahmu 37:50 kalau dia tahu rumahmu itu rewot, enggak 37:53 ada mobil di depan rumah. 37:55 Karena dia lihat rumahnya bagus, 37:57 mentreng besar, ada mobil berderet. dia 38:00 tahu mungkin dia bisa dapatkan rezeki 38:03 dari rumah ini walaupun sedikit. 38:07 Sebenarnya antum tidak terganggu. 38:10 Malahan dia memberikan kesempatan kepada 38:12 antum, antum sudah tidak perlu keluar 38:14 lagi mencari siapa yang perlu saya 38:16 bantu. Dia datang untuk menggampangkan 38:19 Anda untuk memberikan sedekah untuk Anda 38:22 salurkan sebagian daripada harta Anda 38:25 kepada duafa. 38:28 Jadi sebenarnya kesabaran itu hanya 38:30 lebih besar harus ada kepada 38:32 mereka-mereka yang kaya raya. 38:38 Sebab ketika Allah Taala memberikan 38:40 kelebihan kepada kita, 38:42 perlu kita ketahui bahwa itu adalah satu 38:45 amanah dari Allah Subhanahu wa taala 38:48 untuk mencobai kita dengan kekayaan, 38:51 mencobai kita dengan jabatan. 38:55 lebih besar tanggung jawabnya kepada 38:56 Allah Taala. 39:01 Itu amanah dari Allah Taala. 39:05 Kalau kita sudah sakaratil maut, semua 39:08 kekayaan kita, jabatan kita, semua itu 39:10 sudah enggak ada manfaat apa-apa. Tidak 39:12 bisa berbuat sesuatu kepada kita. 39:21 Kemudian 39:23 kita juga perlu sabar di dalam 39:27 larangan-larangan Allah Subhanahu wa 39:30 taala. 39:33 Sabar untuk menghindar daripada semua 39:35 perbuatan maksiat dan kezaliman. 39:43 kepada terkadang di negara kita ini, 39:45 masyaallah itu kezaliman meraja lela 39:47 luar biasa. Luar biasa. 39:53 Kadang-kadang ada yang merasa mempunyai 39:55 kekuasaan. 39:58 Keadilan enggak bisa. 40:01 Artinya keadilan tidak bisa menyapa 40:03 kepadanya. 40:06 Ya, keadilan tidak bisa merubah 40:08 sifatnya. 40:10 Terkadang orang ini untuk dipaksa harus 40:13 mengaku sekalipun bukan dia lakukan. 40:17 Terkadang dipukul, disiksa, macam-macam. 40:22 Dan itu kejadian kenyataan. 40:33 Jadi kita juga perlu sabar untuk tidak 40:37 melangkahi apa yang Allah Taala larang. 40:43 Dan memang dalam kehidupan sekarang ini 40:45 kecobaan luar biasa. Luar biasa. 40:49 Dengan kemajuan teknologi, 40:53 iblis masih mendapat kesempatan lebih 40:55 besar lagi untuk menggoda, mengganggu 40:57 kepada kita. 41:00 WhatsApp aja yang kita pegang 41:03 itu memerlukan kesabaran. 41:07 Di dalam WhatsApp itu ada 41:08 bermacam-macam. 41:10 Ada pengajian, 41:12 ada ceramah, 41:14 ada porno, 41:17 ada yang super porno. Masyaallah. 41:25 Nak ada lagi 41:28 lisan kita tidak sabar. 41:32 Ketika kita melihat sesuatu tulisan di 41:34 WhatsApp kemudian kita membalas dengan 41:37 menyumpah, melaknat dan macam-macam pada 41:40 orang tersebut. Jangan. 41:44 Jangan rusakkan kesabaran kita. 41:47 Dan itu banyak terjadi karena itu nanti 41:50 akan terbawa sampai di yaumul akhir. 41:52 Kita akan bertanggung jawab dan yang 41:55 hanya berhak untuk melaknat makhluk itu 41:57 Allah Taala. Kita enggak boleh melak 42:00 dengan mengatakan si mal'un ini, si ini 42:04 ya. Allahu Akbar. 42:07 Sama dengan kita sudah stempel dia itu 42:09 terlaknat dari Allah Taala. 42:13 Orang kafir pun kita enggak bisa 42:14 melaknat karena kita enggak tahu 42:15 kehidupannya. mungkin di akhir 42:17 kehidupannya dia menjadi seorang muslim. 42:20 Jadi termasuk kita harus sabar menahan 42:22 lisan kita. Karena sekarang ini lisan 42:24 kita ini tinggal kita ketik 42:28 di WhatsApp. 42:31 Jadi jari kita yang berbicara 42:35 tersebar ke mana-mana. 42:38 Dan kalau sudah tersebar ke mana-mana 42:40 kita sudah enggak bisa tarik lagi. 42:43 Kita mau minta maaf. 42:47 Ya, 42:48 dia sudah tersebar dari grup ke grup ke 42:51 mana-mana. 42:53 Perbanyaklah beristigfar kepada Allah 42:56 Subhanahu wa taala. 42:59 Kemudian hamba Allah yang mulia, 43:02 ketika Allah mencobai kita dengan 43:04 penyakit, 43:06 di situ kesabaran yang besar yang 43:08 memerlukan kepada kita. 43:11 Ketika kita dicobai dengan penyakit, ya 43:14 Allah, 43:16 perbanyaklah kita ikut zikrullah. 43:19 Perbanyaklah kita bertahmid kepada Allah 43:21 Subhanahu wa taala. Karena ketika Allah 43:24 mencobai kita dengan penyakit, 43:27 terkadang itu untuk mengangkat derajat 43:30 kita mendekat, lebih dekat kepada Allah 43:32 Subhanahu wa taala. 43:36 Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah 43:38 Taala dalam satu hadis qudsi, 43:42 "Ya Allah, ya apa yang Engkau lakukan 43:46 kepada hamba-Mu 43:51 yang sudah agak melenceng dari jalan 43:54 yang Engkau perintahkan." Ya, mungkin 43:57 salatnya enggak benar ya. 44:00 Ya, banyak-banyak keraguan untuk membaca 44:03 Al-Qur'an. 44:06 Allah Taala menjawab kepada Nabi Musa, 44:08 "Aku berikan kepadanya penyakit 44:13 sehingga dia akan mencari aku dan 44:14 memanggil-manggil aku." 44:17 Biasanya orang itu kalau dicobai Allah 44:20 dengan penyakit, 44:24 apalagi kalau sudah mulai 44:25 terbayang-bayang kematian. 44:29 Biasanya aja tiap orang datang dia 44:31 mengatakan, "Ya, doa-doakan ya, 44:33 insyaallah saya sempat tempat sembuh 44:35 ini." 44:38 Jadi, ketika Allah memberikan penyakit 44:40 itu perlu kesabaran di situ kita 44:42 kembalikan kepada Allah dan satu 44:45 kesabaran yang menilai luar biasa di 44:47 sisi Allah Taala. Kita rida dengan 44:50 utusan Allah yang Allah Taala cobain 44:53 kepada kita. Kita rida dengan takdir 44:56 Allah Taala. 44:59 Tapi kalau kita tidak reda, sama dengan 45:02 kita memprotes utusan Allah Taala. 45:04 Nabi-nabi aja tidak diberikan wewenang 45:07 untuk memprotes utusan Allah Taala, 45:09 apalagi hanya kita. 45:17 Ayo kita lihat satu ayat yang lain yang 45:19 Allah Taala menyatakan, "Qul liibadi 45:23 amanutqu." 45:26 Sampaikanlah kepada hamba-hambaku 45:29 ibadilladzina amanu ittaqu rabbakum. 45:33 Kepada hamba-hambaku yang beriman 45:37 untuk taatlah kepada Allah. Lekatkan 45:40 ketakwaan kepada Allah Taala. 45:46 lilladina ahsanu fi hadi dunya hasanah 45:50 wardullahi wasiah 45:52 inamairun 45:55 ajrahumir 45:59 jadi ayat ini juga menunjukkan hanya 46:01 orang-orang yang beriman dan bertakwa 46:04 kepada Allah Taala sehingga mereka bisa 46:07 sabar untuk menjalani ibadah Allah Taala 46:10 menyatakan sesungguhnya wadullahi wasiah 46:17 Bumi Allah Taala ini sangat luas. 46:21 Lilladina ahsanu fi hadihid dunya 46:23 hasanah. 46:25 Jadi kepada mereka-mereka yang dalam 46:27 kehidupan di dunia berbuat baik. Dan 46:30 Allah tanya mengatakan wardullahi was. 46:33 Bumi ini sangat luas. Artinya kita mau 46:36 hijrah kita mau ke mana, kita mau ke 46:37 mana, kita ke mana sangat gampang. 46:40 Allah Taala men kemudian innama yirun 46:44 ajir 46:47 tapi mereka mereka yang menjalani 46:48 kehidupan 46:51 mengarungi dalam kehidupan di bumi ini 46:55 dengan sabar 46:57 Allah Taala menyatakan balasan untuk 47:00 mereka bighhairi hisab 47:04 balasan untuk mereka 47:07 tidak bisa diperkirakan tidak bisa 47:08 dikira-kirakan 47:11 Kalau kita sabar. 47:15 Kemudian dalam kesabaran itu kita 47:18 artinya kita isi dengan zikrullah, 47:22 dengan istigfar, dengan tahmid kepada 47:25 Allah Taala. Hanya itu obat yang 47:26 terbaik. 47:29 Dan pertolongan Allah Taala itu ketika 47:31 sudah saatnya datang pertolongan Allah 47:35 tanpa kita sadari. 47:37 Tiba-tiba Allah membalikkan keadaannya. 47:40 Coba bayangkan kita lihat ambil aja Nabi 47:42 Ayub. 47:45 Nabi Ayub 47:47 kalau di zaman sekarang penyakit kayak 47:50 Nabi Ayub demikian 47:53 itu tidak akan mungkin dia bakal sembuh 47:55 di dalam satu hari. 48:01 Badannya penuh dengan ulat 48:05 dan sakitnya sudah luar biasa. Sudah 48:06 enggak bisa diterangkan sakit. Semua 48:08 kita tahu Nabi Ayub 48:12 terakhir Nabi Ayub masih minta kepada 48:14 Allah Taala. 48:16 Rabbi 48:18 inni masan 48:20 wa anta arhamarurahimin. 48:24 Ya Allah aku ini 48:28 lagi dicai oleh Allah dengan sesuatu 48:31 yang tidak mengenakkan 48:33 dan engkau adalah zat yang maha 48:36 penyayang. 48:39 Kemudian Allah Subhanahu wa taala 48:41 perintahkan kepada Nabi Ayub, Allah 48:43 Taala keluarkan air spontan dari tempat 48:47 di mana dia sakit 48:50 yang sudah diungsikan di luar kota. 48:53 Karena baunya, badannya itu luar biasa. 48:56 Penduduk di kampungnya itu meminta 48:58 kepada istrinya untuk menyingkirkan Ayub 49:01 karena baunya sudah sangat tidak enak. 49:04 Dan Allah memberikan contoh kepada kita 49:05 ini sekarang ini. Masyaallah dengan 49:07 bermacam-macam nabi yang dicobai oleh 49:09 Allah Taala dengan cobaan yang 49:10 berbeda-beda. 49:13 Secara spontan Allah Taala keluarkan air 49:16 dan Allah perintahkan kepada Nabi Ayub 49:18 untuk mandi air tersebut. 49:20 Begitu dia mandi spontan kesehatannya 49:23 balik semua. Kemudian kekayaannya, 49:25 anak-anaknya yang meninggal itu 49:27 dikembalikan oleh Allah Subhanahu wa 49:29 taala dengan anak-anak yang baru, 49:30 kekayaan yang baru. 49:34 Apa kita masih ragu 49:37 untuk sabar dan bertahmid menyerahkan 49:39 diri kepada Allah Taala kembali kepada 49:42 diri kita masing-masing. Kalau ada yang 49:44 salah kepada Allah saya mengharapkan 49:46 magfirahnya. Waminallahi taufik wal 49:48 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 49:50 wabarakatuh. 49:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:54 wabarakatuh. Demikian telah kita 49:55 bersama-sama simak tausiah sore yang 49:58 telah disampaikan oleh Ustaz Jayid M. 49:59 Mahmud mengenai hikmah dan nilai 50:01 kesabaran dalam kehidupan. Sudah banyak 50:04 yang bergabung Ustaz di WhatsApp Rasil 50:06 yang menyapa juga yang bertanya. Ini ada 50:09 sapaan-sapaan yang masuk dari Ibu 50:11 Sundari. Alhamdulillah menyimak tausiah 50:13 sore ini. Terima kasih Ustaz tausiahnya. 50:15 Ada juga Bapak Arwin di Jaksel sedang 50:18 menyimak. Ibu Saidah juga ya sedang 50:20 menyimak walaupun lagi sakit. Mohon 50:21 doanya, Pak Ustaz, agar saya segera 50:22 sembuh. Insyaallah. Allah yf yaab. 50:26 Amin ya rabbal alamin. Bapak Baron 50:28 Betawi juga sedang menyimak ya. Ibu atau 50:31 Bapak Supri, Ibu Pani, Ibu Ani Cudaifa 50:35 juga sedang menyimak rahasil. Terima 50:36 kasih Ustaz. Ada juga nih dari Bapak 50:40 Andi juga sedang menyimak dan masih 50:41 banyak lagi. Pertanyaan pertama Ustaz 50:43 datangnya dari Ibu Pani. Asalamualaikum 50:45 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz 50:47 Mahmid. Waalaikumsalam warahmatullahi 50:50 wabarakatuh. 50:51 Pak Ustaz, apakah seseorang bisa 50:54 dikatakan imannya sempurna jika 50:57 mempunyai sifat sabar yang sempurna dan 51:01 apa kaitannya antara iman dan kesabaran, 51:04 Pak Ustaz? Demikian. 51:07 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 51:09 shalli ala sayyidina Muhammad wa alam. 51:12 Jadi iman ini, iman ini kalau saya 51:16 supaya lebih gampang kita bisa mengerti, 51:18 iman ini kayak generator 51:22 yang memberikan yang lampunya bisa lampu 51:25 kesabaran bisa nyala. Kira-kira begitu 51:28 itu iman. Jadi iman ee sabar itu 51:32 mempunyai generator 51:35 untuk menopang kesabarannya. Generator 51:38 itu itulah iman. 51:40 Jadi justru itu iman kita itu kita harus 51:43 jaga. 51:45 Artinya iman itu kita harus jaga supaya 51:48 pure kita beriman kepada Allah Taala. 51:51 Tidak terkontaminasi dengan sesuatu yang 51:53 dilarang oleh Allah Taala. Artinya 51:55 terkontaminasi syirik kecil-kecil. 51:59 Karena iman ini yang akan membangkitkan 52:02 sehingga kita bisa sabar. 52:06 Kita lihat aja contoh nabi-nabi karena 52:08 iman mereka kepada Allah yang luar 52:11 biasa. Memang kita bukan nabi. Betul. 52:14 Tapi Allah Taala memberikan jalan di 52:16 dalam Al-Qur'an yang cukup banyak. 52:19 Justru itu ibu yang bertanya, jagalah 52:22 imannya sebaik mungkin 52:25 karena itu akan membantu kita untuk bisa 52:28 sabar dalam kehidupan ini. Tapi jangan 52:30 kita lupa 52:33 minta kepada Allah. Tadahkan tangan 52:35 kepada Allah. 52:39 Afriq alaiya sabran atau afriq alaina 52:42 sabranbitaman. 52:45 Ya Allah limpahkanlah kesabaran dalam 52:48 hidupku. Kita juga perlu minta kepada 52:50 Allah Taala. Nabi Musa aja ketika dia 52:54 Nabi Heiden mengatakan engkau enggak 52:55 bakal bisa sadar sabar bersama aku. Dia 52:58 masih memakai kalimat insyaallah. 53:01 Insyaallah itu artinya dengan kehendak 53:03 Allah Taala. Doa itu doa. 53:07 Padahal itu untuk satu jam ke depan yang 53:10 dia akan jalan dengan Nabi Hadam. 53:13 Jadi itulah iman kita perlu jaga. 53:15 Insyaallah Allah Taala tetap pelihara 53:17 kesabaran kita. Insyaallah terjawab. 53:18 Insyaallah. Dari Bapak Abdullah di 53:21 Bogor. Ustaz, asalamualaikum 53:22 warahmatullahi wabarakatuh. 53:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:26 wabarakatuh. Ustaz, dalam kondisi 53:28 masyarakat yang penuh ketidakadilan ini, 53:32 apakah diam dan bersabar selalu lebih 53:35 utama atau ada atau ada saatnya 53:38 kesabaran justru diwujudkan dengan 53:41 keberanian menyampaikan kebenaran? Mohon 53:44 nasihatnya, Ustaz. 53:46 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 53:47 shalloli ala sayyidina Muhammad wa ala 53:49 ali Muhammad. Ini dua hal yang berbeda. 53:53 Karena begini, ketika kita lihat satu 53:57 ketidakadilan 53:59 atau satu kezaliman di depan kita dan 54:02 kita tidak mampu untuk merubah, 54:06 setidak-tidaknya Rasul sallallahu alaihi 54:08 wasallam memerintahkan kita sampaikan 54:11 kepada mereka. 54:13 Sampaikan 54:15 tinggal dia terima atau tidak. Kalau dia 54:18 tidak terima, dia nolak dan dia hinakan 54:20 kita, nah itu baru kita sabar. Sudah 54:23 yang penting kita sudah sampaikan. 54:25 Karena itu ada perintah di dalam 54:27 Al-Qur'an. 54:30 Tamuruna bil mar'ruf watanhaunail 54:33 munkar. 54:38 Kita mempunyai kewajiban untuk 54:40 menyampaikan yang benar 54:44 dan melarang semua perbuatan-perbuatan 54:46 munkar. 54:48 ketidakadilan, kezaliman. Ya, itu satu 54:51 kemungkaran yang dahsyat, bukan 54:53 kemungkaran yang kecil. 54:55 Kalau kita lihat di depan mata kita dan 54:58 kita sanggup untuk menyampaikan, 55:01 sampaikan. 55:03 Sudah itu kita sabar melihat gimana 55:04 kondisinya. 55:07 Tapi pun dalam menyampaikan sesuatu itu 55:12 bukan sekali kita katakan sudah selesai 55:15 ada kesempatan kita sampaikan, 55:17 sampaikan. 55:19 Nabi Nuh 55:21 memanggil kepada kaumnya untuk beriman. 55:26 Hampir 1000 tahun, 900 tahun lebih 55:32 Rasul sallallahu alaihi wasallam 55:33 dilempar batu, dihina, diblokir, diblok. 55:38 Ya, 55:39 Rasulullah harus berjuang selama 20 55:41 tahun untuk menyampaikan. 55:45 Jadi itu dua hal yang berbeda. 55:49 Sabar itu jangan berarti kita bermasak 55:51 bodoh aja. Ah itu kan bukan urusan saya. 55:54 Biar aja urusan mereka. 55:56 Penting anak itu bukan sabar namanya. 55:59 Tapi itu ada hadis yang Rasul sallallahu 56:01 alaihi wasallam menyatakan, "Siapa di 56:03 antara kalian melihat kemungkaran mana 56:07 munkaran fayiru biyadi 56:11 ya biyadi, maka dia rubahlah dengan 56:14 tanganmu." Artinya dengan tanganmu 56:16 artinya dia mempunyai kekuatan. kekuatan 56:19 umpama dia pejabat ya atau dia pemimpin. 56:24 Kalau tidak sanggup fabilisani 56:28 kalau tidak sanggup dengan lisannya. 56:31 Tapi kalau kita berdiam diri kita 56:34 berpikir, "Ah, saya sabar aja." Apa kata 56:37 Rasul sallallahu alaihi wasallam? 56:38 Nyatakan 56:42 itu ad'aful iman. Itu orang yang 56:45 mempunyai iman yang lemah. 56:47 sampaikan. 56:49 Kemudian kita lihat, kita sabar jadi 56:52 atau tidak. Insyaallah mudah-mudahan 56:53 terjauh. 56:55 Iya. Selanjutnya kita beralih ke 56:57 pertanyaan dari Bapak Supri di Depok. 57:00 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 57:02 wabarakatuh. 57:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:04 wabarakatuh. 57:05 Ustaz, mohon jelaskan sabar seperti apa 57:08 yang dapat kita lakukan jika kita 57:11 mendapat cobaan dari Allah Subhanahu wa 57:13 taala? Apakah kita enggak boleh 57:15 mengeluh? Karena manusia sifatnya suka 57:18 berkeluh kesah. Pak Ustaz mohon 57:19 pencerahannya. 57:21 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 57:23 shalli ala sayyidina Muhammad wa. 57:28 Kita boleh mengeluh, 57:30 tapi caranya mengeluh gini. 57:33 Nabi Ayub kan tunjukkan kepada kita 57:35 dalam Al-Qur'an. 57:40 Rabbi inni masan. 57:45 Ya Rabbi aku ini lagi ditimpa penyakit. 57:49 Ya kita boleh mengeluh kepada Allah. Ya 57:52 Allah engkau lebih mengetahui badanku 57:55 sakit umpama 57:58 aku tidak bisa berjalan. 58:00 Boleh kita mengelu begitu kepada Allah 58:02 Taala tapi jangan mengeluh yang 58:05 tidak-tid ya. Ya Allah. 58:08 Kenapa kok saya yang dicobai yang 58:10 begini? Ah, 58:14 itu fatal. 58:16 Mengeluh kepada Allah dengan yang baik. 58:19 Ya Allah, Engkau zat yang maha 58:20 pengampun, zat yang maha penyayang. 58:23 Hilangkanlah penyakitku ini. Boleh 58:27 iya 58:28 mengeluh yang benar. Nah, kalau kita 58:30 bertanya sampai di mana tingkat 58:32 kesabarannya? Itu kan ada pertanyaan 58:35 tadi. 58:36 Iya. 58:38 Tidak ada manusia yang bisa menilai 58:40 sabarnya seseorang terkecuali Allah 58:42 Taala. Masyaallah. 58:46 Jangan ada itu kalimat sampai kapan saya 58:48 harus sabar. 58:50 Jangan. 58:52 Nah, itu bisa-bisa Allah Taala lebih 58:54 perpanjang lagi. Harus kesabaran kita. 58:59 Ya Allah mengta 59:03 ya Allah kembalikan kesehatanku. 59:06 Atau, "Ya Allah, ringankanlah cobaanku. 59:10 Ya Allah, Engkau zat yang maha 59:12 pengampun, Engkau zat yang maha 59:13 penyayang." Innaka arhamar rahimin. 59:17 Tu kan dicontohkan oleh Nabi Ayub. Dia 59:20 mengeluh kepada Allah tapi dalam keluhan 59:22 yang benar. Insyaallah terjawab. 59:25 Boleh mengeluh tapi keluhannya yang 59:27 baik, Ustaz. Ya. 59:28 Baik. Benar. 59:29 Masyaallah. Dari Bapak 59:33 Haji Raya di Depok. Asalamualaikum 59:34 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 59:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:38 wabarakatuh. 59:39 Semoga Ustaz dan khasil sehat-sehat 59:41 selalu. Amin ya rabbal. 59:42 Allahum amin yaabb amin ya 59:44 arhamarrahimin. 59:46 Pak Ustaz, sabar saya yaitu yakin Allah 59:49 akan menolong kita. Langkah apa supaya 59:53 kita bisa bersabar dan pertolongan itu 59:56 menjadi nyata untuk kita dari Allah? 59:59 Mohon pacerahannya. B. 1:00:02 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:00:03 shalli ala sayyidina Muhammad wa ali 1:00:06 pertama yang paling baik minta supaya 1:00:10 Allah Taala memberikan kesabaran, 1:00:13 menguatkan hati kita untuk sabar. 1:00:16 Ya Allah 1:00:19 berikanlah kesabaran dalam hatiku, dalam 1:00:21 hidupku ya Rabb. Afri alaina sabran atau 1:00:25 afrik alaiya sabranbit 1:00:28 aqdamana. 1:00:30 Ada hadis yang Rasulullah sallallahu 1:00:33 alaihi wasallam mengingatkan begini. 1:00:36 Udubu rabbaka 1:00:38 bilyaqinil ijabah. 1:00:42 Minta kepada Tuhanmu dengan keyakinan 1:00:46 yang luar biasa bahwa Allah akan 1:00:48 kabulkan. Allah akan mengikuti sangkaan 1:00:51 hambanya. Jadi kita harus yakin. 1:00:54 Coba kita lihat doanya Nabi Zakaria. 1:00:59 Dia menunggu hampir 100 tahun enggak 1:01:01 punya anak. Bayangkan 1:01:04 ada riwayat yang mengatakan 1:01:07 waktu istrinya dia mendapat anak itu 1:01:09 sudah umur 105 tahun. Sebagian riwayat 1:01:12 mengatakan 95 tahun. Wallahuam. 1:01:15 Ya. Tapi kita lihat doanya Zakaria 1:01:21 apa dia katakan? 1:01:26 Lam akun biduaika rabbi syaqi. 1:01:30 Ya Allah, 1:01:32 aku tidak pernah menedahkan tangan 1:01:37 menginginkan sesuatu dan aku kecewa. 1:01:44 Kalau kita renungkan sejenak, bukan baru 1:01:47 kali itu Nabi Zakaria berdoa. 1:01:51 Dia berdoa sudah berkali-kali. 1:01:54 belum diberikan oleh Allah Taala. Dia 1:01:55 katakan, "Ya Allah, aku tidak pernah 1:01:57 kecewa mendedahkan tangan kepadamu." 1:01:59 Iya. 1:02:01 Justru itu Allah Taala abadikan wahyu 1:02:05 ini dalam Al-Qur'an untuk kita. 1:02:09 Nah, bayangkan berapa lama dia sabar. 1:02:14 Ibrahim juga begitu. 1:02:18 Ibrahim diberikan anak dan sudah 1:02:20 kira-kira umur 90 tahun, 95 tahun 1:02:26 baru diberikan anak, anaknya baru mulai 1:02:29 besar. 1:02:31 Datang perintah Allah Taala untuk suruh 1:02:33 menyembelih anaknya. 1:02:35 Dia enggak mengeluh. 1:02:37 Mungkin kalau kita akan berpikir, "Ya 1:02:39 Allah, cuma ini satu-satunya anak yang 1:02:41 saya punyai." 1:02:42 Iya. 1:02:45 Jadi Ibrahim tunjuknya sabarnya. 1:02:48 I 1:02:48 tapi ketika juga Ibrahim 1:02:51 mengatakan kepada anaknya, "Aku melihat 1:02:53 dalam mimpiku inni ar fi man, 1:02:58 aku melihat dalam mimpiku aku 1:03:00 menyembelih kepadamu." Kemudian ditanya, 1:03:02 "Bagaimana pendapat?" Apa jawab anaknya 1:03:05 Ismail? Masyaallah. 1:03:09 Af'al ma 1:03:11 satajiduni insyaallahira 1:03:15 sama dengan jawabnya Nabi Musa. 1:03:19 Lakukan apa yang Allah perintahkan 1:03:21 kepadamu. 1:03:23 Dengan izin Allah engkau akan dapatkan 1:03:26 saya ini bisa sabar. 1:03:31 Wah. 1:03:33 Jadi jangan terlalu juga kita 1:03:35 menyombongkan diri. Sudah saya bisa 1:03:37 sabar. Saya mampu kalau salat itu saya 1:03:40 sabar. Enggak apa-apa. Jangan. 1:03:44 Gul insyaallah sabiran. Mudah-mudahan 1:03:46 Allah memberikan kesabaran kepadaku. 1:03:49 Jadi berarti peranan Allah Taala di 1:03:52 dalam mengatur hati kita untuk sabar 1:03:55 jangan kita kesampingkan. 1:03:59 Justru itu perbanyak 1:04:01 tadahan tangan kita kepada Allah. Dalam 1:04:03 hadis yang lain, Rasulullah sallallahu 1:04:05 alaihi wasallam mengingatkan, "Siapa 1:04:06 yang ingin doanya dia itu cepat 1:04:08 diijabahi Allah ketika dalam kesulitan, 1:04:11 maka perbanyaklah berdoa ketika dia 1:04:13 dalam keadaan rahat, dalam keadaan semua 1:04:17 serba." Oke, 1:04:19 perbanyaklah doa pada waktu itu. 1:04:21 Iya. 1:04:21 Jangan nanti kitaanya dalam terjepit 1:04:24 baru mencari Allah Taala, mendahkan 1:04:25 tangan kepada Allah Taala. Insyaallah 1:04:27 terjawab. 1:04:28 Iya. dari Bapak Dedi Setiawan di Bogor. 1:04:31 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:32 wabarakatuh, Ustaz. 1:04:36 Pak Ustaz, mana yang lebih berat 1:04:38 nilainya di sisi Allah? Sabar menghadapi 1:04:41 musibah yang datang tiba-tiba atau sabar 1:04:44 menahan diri dari maksiat yang setiap 1:04:47 hari menggoda kita, Pak Ustaz. Demikian. 1:04:51 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:04:53 shallli ala sayyidina Muhammad wa ala 1:04:55 ali Muhammad. Ini sangat berkaitan. 1:04:57 Justru itu kita juga bukan cuma sabar di 1:04:59 dalam ketaatan kita kepada Allah, tapi 1:05:02 perlu kita sabar di sebab begini, itu 1:05:05 kalimat sabar itu dalam dalam tata 1:05:09 bahasa Arab ee sabar itu artinya menahan 1:05:12 diri. 1:05:13 Kita bisa mengontrol, menahan diri kita. 1:05:16 Sabar. 1:05:19 Ketika kita lihat dalam keadaan ini 1:05:23 umpama contoh ada kesempatan untuk bisa 1:05:26 berbuat maksiat 1:05:30 kemudian kita mundur 1:05:33 kita ingat kepada Allah Subhanahu wa 1:05:35 taala 1:05:38 itu termasuk salah satu fadilah yang 1:05:41 sangat besar. 1:05:43 Fadilah yang sangat besar. 1:05:46 Ya, secara cepat aja. Gini saya berikan 1:05:49 contoh begini. Ada sebagian mengatakan 1:05:52 ini terjadi zaman Nabi Musa. Ini dari 1:05:54 hadis qudsi dan Rasul sallallahu alaihi 1:05:57 wasallam menyatakan ketika ada tiga 1:05:59 orang terperangkap dalam gua enggak bisa 1:06:01 keluar. 1:06:03 Kemudian mereka cari-cari jalan keluar 1:06:05 enggak bisa. Kemudian mereka mengatakan, 1:06:07 "Mari kita berdoa kepada Allah Taala 1:06:09 dengan meminta kepada Allah menyebut 1:06:13 apa yang kita berbuat baik. 1:06:15 Kita ingin supaya Allah memberikan 1:06:17 kesempatan kita keluar sini. Salah 1:06:19 satunya berdoa karena waktu satunya aja 1:06:21 yang berdoa. Salah satunya yang berdoa, 1:06:23 "Ya Allah, aku sangat mencintai 1:06:25 misananku." 1:06:29 Sangat mencintai. 1:06:31 Tapi dia tidak ketika aku meminang 1:06:34 kepadanya ditolak. Tapi dia tidak, 1:06:38 artinya tidak mau kepada satu waktu dia 1:06:41 terdesak, ibunya sakit atau bapaknya 1:06:43 sakit, dia ingin meminjam duit 1:06:45 daripadaku. 1:06:48 Kemudian saya datang kepadanya, 1:06:51 saya akan memberikan pinjaman. 1:06:53 [mendengus] Tapi dengan syarat 1:06:57 bahwa saya ingin berdua dengan 1:07:03 perempuan ini kan rasa terdesak. 1:07:06 Dan dalam riwayat itu kemudian dikatakan 1:07:09 dia meminta mungkin untuk ya bercumbu 1:07:11 dengan perempuan tersebut. 1:07:15 Ketika si lelaki ini sudah mulai 1:07:16 mendekati membuka bajunya, si perempuan 1:07:19 ini mengatakan, "Takutlah engkau kepada 1:07:22 Allah." 1:07:24 Karena ini perbuatan sangat dilarang 1:07:26 oleh Allah Taala. Maka lelaki ini 1:07:28 cepat-cepat melepas tangannya, 1:07:31 melepaskan 1:07:33 kemudian mundur dan mengatakan, "Ya 1:07:36 Allah, 1:07:39 sesungguhnya aku takut untuk berbuat 1:07:41 maksiat di hadapan 1:07:44 Engkau mengawasi." Kemudian dia 1:07:47 mengatakan, "Ya Allah, aku mundur dari 1:07:50 maksiat tersebut karena takutku 1:07:52 kepadamu." Maka pintu gua itu terbuka 1:07:55 dikit. 1:07:58 Jadi berarti 1:08:00 ketika ada kesempatan untuk berbuat 1:08:02 maksiat kemudian dia ingat kepada Allah 1:08:05 berarti fadilahnya itu bukan kecil, 1:08:08 sangat besar. 1:08:09 Sangat besar. 1:08:10 Kalau di mau di perbandingan mana yang 1:08:12 lebih besar dengan ketika musibah datang 1:08:15 tiba-tiba dan kita sabar. Ah itu 1:08:17 wallahuam. Yang jelas dua-duanya 1:08:19 mempunyai ganjaran yang sangat besar. 1:08:22 Insyaallah terjawab. 1:08:24 dari Ibu Yuli di Depok. Ustaz, 1:08:26 asalamualaikum warahmatullahi 1:08:27 wabarakatuh. 1:08:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:30 wabarakatuh. 1:08:31 Ustaz, bagaimana sabar ketika kita 1:08:34 sedang melaksanakan salat? Karena 1:08:36 kadang-kadang ketika salat kita 1:08:39 terburu-buru. Kiat-kiat apa supaya kita 1:08:41 sabar dalam melakukan salat? Demikian, 1:08:44 Ustaz. 1:08:45 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:08:46 shalli ala Muhammad wa ala ali sayyidina 1:08:48 Muhammad. Nah, itu yang saya sampaikan 1:08:51 tadi. 1:08:52 Kita sudah berdiri salat 1:08:55 ya, sudah sediakan waktu. Kenapa harus 1:08:59 terburu-buru? 1:09:02 Ada doa yang Rasulullah ajarkan kepada 1:09:05 kita [berdehem] 1:09:07 itu bagus. Doanya dibaca sebelum kita 1:09:09 takbiratul ihram, sebelum salat. 1:09:12 Ya Allahumma inniubika min khbi yag 1:09:18 wam dua la yusma wam nafsin laba. 1:09:24 Ya Allah aku berlindung kepadamu dari 1:09:26 hatiku yang tidak sekusuk. Nah kita 1:09:29 kalau salat itu supaya tidak 1:09:31 terburu-buru. 1:09:32 Kita renungkan artinya ketika kita 1:09:35 membaca Al-Fatihah. 1:09:38 Renungkan aja artinya. Sebab kita kan 1:09:40 baca Al-Fatihah, kita sudah tahu semua 1:09:42 artinya kan kita umur 30 tahun sudah 30 1:09:44 tahun kita baca itu tiap hari 5 kali 10 1:09:47 kali. 1:09:50 Ketika kita renungkan artinya sehingga 1:09:52 sampai di kalimat iyaka na'budu wa iyaka 1:09:55 nasta'in. Ya Allah hanya kepadaMu aku 1:09:58 bersujud. Hanya kepada-Mu aku menyembah. 1:10:01 Hanya kepada-Mu aku arahkan 1:10:02 peribadatanku. 1:10:04 Dan hanya kepadamu aku mendedahkan 1:10:06 tanganku. pasti salatnya akan teratur. 1:10:10 Iya. 1:10:10 Karena dia tahu dia lagi meminta kepada 1:10:12 Allah Taala. 1:10:15 Jadi kepada ibu yang bertanya ini 1:10:18 jaga baik-baik salatnya. Sayang kita 1:10:22 sudah salat kemudian kita kejar-kejaran. 1:10:25 H 1:10:26 kalau sudah sampai di alam barzakh atau 1:10:29 sampai di sakaratin maut ternyata 1:10:31 salatnya kita semua itu sia-sia. yang 1:10:33 rugi kita sendiri. 1:10:36 Zaman sekarang ini kadang-kadang kalau 1:10:38 kita lihat pegang WA berjam-jam 1:10:41 H 1:10:42 ya 1:10:44 melihat macam-macam ber masa dalam salat 1:10:47 itu kita enggak bisa tambah aja tambah 5 1:10:49 menit aja 1:10:51 sekali salat itu tambah 5 menit aja 1:10:54 enggak rugi malahan kita beruntung yang 1:10:57 luar biasa kalau kita biasanya salat 1:11:00 umpama ya salat zuhur 3 menit 1:11:05 Tambah aja 5 menit. Apa ruginya kita 1:11:08 kita tambah 5 menit dalam syarat kita? 1:11:11 Tapi memang kadang-kadang iblis juga 1:11:12 mengingatkan sesuatu cepat-cepat dalam 1:11:15 hati mengatakan 1:11:16 azubillahiminasyaitanirrajim. 1:11:19 sadari bahwa kita lagi berhadapan dengan 1:11:22 yang menentukan kehidupan kita, 1:11:24 menentukan sehatnya kita, menentukan 1:11:26 kematian kita, dan menentukan bagaimana 1:11:30 kondisi kita di dalam kubur. Renungkan 1:11:32 itu sejenak sehingga kita akan 1:11:35 berhati-hati dalam salat insyaallah 1:11:37 terjawab. 1:11:38 Ustaz, yang terakhir, Ustaz, ya. Yang 1:11:40 terakhir ini dari hamba Allah seorang 1:11:42 ibu. Tulisan yang sangat panjang tapi 1:11:45 saya coba ringkas, Pak Ustaz. 1:11:47 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11:48 wabarakatuh. 1:11:49 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:11:51 Ustaz, saya seorang ibu rumah tangga. 1:11:53 Kadang saya merasa lelah karena usaha 1:11:56 dan pengorbanan saya untuk keluarga 1:11:59 seakan tidak dihargai. Bagaimana cara 1:12:02 menjaga kesabaran agar tidak berubah 1:12:05 menjadi rasa kecewa yang berkepanjangan? 1:12:08 Mohon nasihatnya, Ustaz. Demikian. 1:12:10 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:12:12 shallli ala sayyidina Muhammad wa ala 1:12:14 ali sayyidina Muhammad. Begini, Bu. 1:12:16 Ketika ibu ini menjalankan rumah tangga, 1:12:21 masak, ya macam-macam kan anak-anak. 1:12:25 Jangan ibu pikir itu sia-sia di sisi 1:12:28 Allah Taala. Jangan kita harapkan 1:12:31 penghargaan dari orang sekalipun dari 1:12:33 anak hidup. 1:12:35 Yang penting ibu sudah jalankan tugas 1:12:38 ibu sebagai seorang ibu menjalankan 1:12:41 rumah tangga ini sehingga bisa berjalan 1:12:43 dengan baik. 1:12:46 Jangan ibu pikir itu sia-sia. 1:12:49 Bahwa semua apa aja yang Ibu lakukan, 1:12:52 masak, kupas bawang, potong ikan, 1:12:57 itu semua fadilahnya dari Allah 1:12:59 Subhanahu wa taala tidak kecil. 1:13:02 Tidak kecil. Sangat besar. 1:13:06 Kalau kita harapkan 1:13:08 perhatian dan penghargaan dari orang, 1:13:11 pasti kita bakal kecewa. 1:13:13 Karena kadang-kadang ada kan itu Pak 1:13:15 Pati mengatakan air susu dibalas dengan 1:13:18 air tubah. Tapi kalau kita mengharapkan 1:13:21 rida dari Allah Taala, ganjaran dari 1:13:24 Allah Taala, ibu bakal menutup usia 1:13:27 dengan senyum dicintai oleh Allah Taala. 1:13:31 Insyaallah terjawab. 1:13:32 Insyaallah. 1:13:33 Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 1:13:34 mungkin sebelum pamit, Ustaz. 1:13:36 Disimbulkan tema kita di hari ini. 1:13:38 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:13:40 shalloli ala sayyidina Muhammad wa ala 1:13:42 ali sayyidina Muhammad. 1:13:44 [batuk] 1:13:45 Kesimpulannya, ibu-ibu sekalian, para 1:13:47 pendengar yang dimuliakan Allah 1:13:48 subhanahu wa taala, 1:13:51 biasakan diri kita untuk sabar dalam 1:13:53 segala hal, dalam segala menghadapi 1:13:55 sesuatu dan perbanyak kita tadahkan 1:13:57 tangan kepada Allah, minta kepada Allah 1:14:00 supaya Allah memberikan kesabaran dalam 1:14:02 kehidupan kita dalam segala hal. 1:14:05 Allah sudah janjikan uduni astajib laku. 1:14:10 Panggillah aku. Tadahkan tangan tanganmu 1:14:12 kepadaku. Aku akan datang memenuhi 1:14:14 panggilanmu. Apalagi ketika kita meminta 1:14:17 yang terbaik. Sabab. 1:14:21 Allah Taala bercerita tentang sabar itu 1:14:23 30 kalau enggak salah hampir 40 kali 1:14:26 dalam Al-Qur'an. Sekitar 38 kali dalam 1:14:29 Al-Qur'an. Jadi kita meminta kepada 1:14:32 Allah ini sesuatu yang luar biasa. 1:14:33 Sabar. Perbanyaklah kita minta kepada 1:14:36 Allah, "Ya Allah, 1:14:39 curahkanlah kesabaran dalam hidupku, 1:14:41 dalam diriku, dalam hatiku. Insyaallah 1:14:44 mudah-mudahan Allah Taala akan 1:14:45 memelihara kita sebagai seorang mukmin 1:14:47 yang sabar." 1:14:48 Amin. 1:14:48 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:14:51 ilahaillallah wa anna muhammadur 1:14:53 rasulullah nastagfirukaubu ilaik. 1:14:56 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:14:58 wabarakatuh. Ee para pendengar sekalian 1:15:01 sebelum saya tutup ee Nurul Quran ya itu 1:15:07 ee kita masih menerima masih ada lima 1:15:10 lowongan lagi. 1:15:12 Iya. 1:15:12 Untuk mendidik hamba-hamba Allah tapi 1:15:15 khusus untuk putri 1:15:17 100% 1:15:20 scholarship gratis 1:15:22 ya. tidak bayar uang pendaftaran, tidak 1:15:24 bayar uang bulanan. Dan untuk 1:15:28 ee 1:15:29 keterangan selanjutnya tentang bisa 1:15:32 dibuka di Instagram yang namanya Nurul 1:15:35 Quran Al-Hakim atau bisa hubungi ke 1:15:39 Rasil dan Rasil akan memberikan alamat 1:15:42 dan nomor telepon. Wasalamualaikum 1:15:43 warahmatullahi wabarakatuh. 1:15:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:15:47 wabarakatuh. Demikian Iwan Nawawat telah 1:15:49 kita bersama-sama simak tausiah sore 1:15:51 yang telah disampaikan oleh Ustaz Zaid 1:15:53 Mahmid. Hikmah dan nilai kesabaran dalam 1:15:56 kehidupan. Semoga melalui kajian ini 1:15:59 Allah memberikan kepada kita hati yang 1:16:01 lebih lapang, jiwa yang lebih kuat, dan 1:16:03 kemampuan untuk menghadapi berbagai 1:16:05 ujian kehidupan dengan penuh keimanan 1:16:07 dan juga ketakwaan. Amin ya rabbal 1:16:09 alamin. 1:16:10 Dan di mana sebelum pamit saya akan 1:16:12 sampaikan informasi untuk Anda. Jangan 1:16:14 lewatkan hadirlah hadirlilah temu jemaah 1:16:17 tahsin tilawah Al-Qur'an pendengar hasil 1:16:19 yang dilaksanakan pada hari Ahad 14 Juni 1:16:22 2026 bertempat di Masjid Silaturahim jam 1:16:25 800 pagi sampai dengan selesai yang 1:16:28 menghadirkan pemateri Ustazah Dara M. 1:16:30 Anisa, STH narasumber program acara 1:16:34 tahsin tilawah Al-Qur'an Rasil. Oke. 1:16:37 Baik. Saya Pak Hadir ditemani Neza dan 1:16:39 juga Yusuf Subang pamit. Billahi taufik 1:16:41 walhidayah. Wasalamualaikum 1:16:42 warahmatullahi wabarakatuh.