Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:42 [musik] 2:05 Bismillahirrahmanirrahim. 2:07 Asalamualaikum warahmatullahi 2:08 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 2:10 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 2:12 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 2:14 lagi hari ini ada hari Rabu tanggal 12 2:17 Rabiul Akhir 1448 Hijriah atau tanggal 2:21 23 September 2026. Kita jumpa lagi dalam 2:25 acara tamu kita menghadirkan seorang 2:29 akhwat. Lahirnya di Cirebon ya. Lahirnya 2:33 di Cirebon. Tanggal berapa tadi? 2:35 [tertawa] 2:36 15 Juli, Pak. 2:37 15 2:40 15 Juni, ya? 2:42 Juli. 2:42 Oh, 15 Juli. Kemudian SD sampai SMA di 2:46 Cirebon. 2:48 E 15 Juli tahun '7. SD di Cirebon, SMP 2:52 di Cirebon, SMA Cirebon. K kuliah di 2:54 Stan, kemudian aktif di BPKB, Badan 2:59 Pengawas Pengawas 3:00 Badan Pengawas 3:01 Bawan Pengawas Keuangan dan Pemerintahan 3:04 ya. 3:04 Iya, Pak. 3:05 Nah, masyaallah 3:07 namanya 3:08 Mbak Ria Kairia. 3:12 Betul namanya ya? 3:13 Betul, Pak. 3:13 Asalamualaikum, Mbak Ria. 3:15 Selamat datang di Rasil. 3:17 Susah enggak tadi cari Rasil? 3:18 Alhamdulillah Rasil. Saya sudah mengenal 3:20 Rasil sudah lama, Pak. Gitu. 3:22 Alhamdulillah. 3:24 diizinkan hadir di sini. Terima kasih, 3:26 Pak. 3:26 Alhamdulillah. 3:29 Menurut ee kita ngambil tema apa ee 3:33 tanpa bekerja kita dapat uang 3:34 mungkinkah? Nah, nanti akan dijawab oleh 3:37 Mbak Ria Khairia. 3:40 Mbak Ria, sepertinya apa permasalahan 3:42 umat hari ini dalam hubungannya dengan 3:46 keuangan atau apa? Silakan. 3:47 Baik, terima kasih, Pak ee atas 3:50 kesempatannya. Permasalahan umat hari 3:53 ini dalam bidang keuangan itu memang 3:56 80%, Pak, dalam bidang keuangan saya 3:58 lihat ya. 3:59 80%. 4:00 Iya. Terutama di bidang di keluarga. 4:02 Di keluarga. 4:03 Iya. Saya melihat ada fenomena terutama 4:07 ya ibarat jembatan. Jembatan itu untuk 4:10 keuangan itu kan ada di kaum menengah 4:13 ya, Pak ya. Gitu. Tapi saya lihat gaya 4:15 hidup kaum menengah itu 4:18 tidak up-ap gitu loh, Pak. Tidak. 4:21 jembatannya semakin lama semakin tidak 4:23 mudah 4:23 gitu 4:24 dengan gaya hidup entah dengan cicilan 4:28 gitu kan punya uang malah cicilan 4:30 apartemen atau ini 4:32 saya perhatikan ya Pak sejak saya kecil 4:34 itu biasanya waktu 4:36 ee setelah seseorang dewasa dia fokus 4:39 akan membantu keluarganya 4:41 menolong keluarganya memuliakan orang 4:44 tuanya tapi saya lihat sekarang 4:46 anak-anak sekarang itu malah 4:48 sibuk dengan kebutuhan mereka sendiri 4:50 gitu. 4:51 He. Tidak kepada keluarganya. 4:52 Iya. Uang banyak 4:55 tapi gaya karena gaya hidup yang tanpa 4:58 sadar mereka membuat mereka terdesak. 5:02 Mungkin terdesak kesehatannya atau 5:04 keuangannya sehingga mereka sendiri 5:06 tidak sempat 5:08 banyak menolong sesama. Itu yang saya 5:10 perhatikan, Pak. 5:11 Itu terus apa yang Mbak Ria bisa 5:16 nasihati untuk mereka-mereka yang 5:18 seperti itu? 5:19 Iya. Ee masyaallah tabarakallah. Saya 5:21 sendiri masih banyak dosa, Pak. 5:23 Saya sendiri sedang terus belajar 5:25 memperbaiki diri saya. Nah, mau enggak 5:28 mau karena saya pendosa dan saya sedang 5:31 terus belajar harus dengan praktik nih, 5:33 Pak. Itu 5:34 saya impian saya adalah 5:36 saya tadinya di BPKP ya, Pak. Kemudian 5:39 saya fokus, saya pengin membantu kalau 5:42 diizinkan ya membantu perekonomian 5:45 keluarga Indonesia, Pak. itu ketika saya 5:48 di BPKP 16 tahun di BPKP dan 1 tahun di 5:51 Pertamina saya keliling Indonesia tuh 5:54 Pak dari Aceh, Papua, ke Pulau Seram, 5:57 Maluku, Ambon gitu. 5:59 Saya merasakan 6:01 ee 6:03 apa ada gap yang begitu besar di 6:05 Indonesia ini dan itu biasanya dimulai 6:07 dari ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, 6:10 Pak. 6:10 Gitu. Nah, saya berdoa pada saat itu, 6:13 "Ya Allah, bila kau izinkan berikan 6:16 jadikan saya itu jembatan untuk mereka 6:19 supaya mereka bisa menemukan solusi yang 6:22 mudah 6:23 he 6:24 untuk ekonomi mereka, untuk kesehatan 6:26 mereka, dan pastinya untuk pendidikan 6:28 mereka." He 6:29 itu, Pak. Jadi membangun keluarga yang 6:33 ee cerdas, kuat, dan berdaya. Apa yang 6:38 Mbak Ria bisa neserkan untuk para 6:39 pembisnis pemula nih? Kadang-kadang 6:42 bisnisnya gagal, pindah lagi ke 6:43 bisnisan, gagal lagi, gagal lagi sampai 6:45 prustasi. Sebenarnya kesalahannya ada di 6:47 mana yang enggak gagal terus dalam 6:49 berbisnis itu gagal? Apa penyebabnya? 6:52 Iya, Pak. Baik. Biasanya kurang riset, 6:54 Pak. 6:54 Kurang penelitian. 6:56 Itu berbisnis itu kan berbicara mengenai 6:59 supply and demand. 7:00 Iya. 7:00 Ya kan? Kadang kita ini FOMO ngikutin 7:04 ngikutin orang. Oh, itu bisnis itu 7:06 kayaknya jalan ikut-ikutan tapi tidak 7:08 meriset apa sih yang sebetulnya 7:10 dibutuhkan oleh masyarakat sekitar di 7:14 Indonesia itu masyarakatnya itu lagi 7:16 ketakutan apa, lagi dapat ancaman apa 7:19 atau perlu solusi apa. Harusnya kan kita 7:22 meriset seperti itu gitu ya. Pertama itu 7:25 kurang riset. Kedua 7:27 ee tidak mengenal diri kita sendiri 7:30 gitu. memaksakan, Pak. Oh, 7:32 mentang-mentang, wah, kayaknya bisnis 7:34 ini keren nih, gitu. Modalnya gede, tapi 7:37 kemudian hanya melihat sosok gitu kan, 7:40 akhirnya mereka 7:41 ya modal besar tapi tidak ternyata tidak 7:44 untung gitu 7:46 ya. Yang ketiga sebetulnya kurang niat, 7:48 Pak. [tertawa] 7:49 Kurang niat dan kurang syariat. 7:51 Ee tapi kan enggak semua orang punya 7:53 kemampuan meriset apa enggak enggak 7:56 terinspirasi meriset itu apa, bagaimana 7:59 itu bagaimana itu. 8:01 Iya, sebetulnya riset itu ee 8:04 alhamdulillah saya mempraktikkan 1 2 3 4 8:07 Pak 8:08 ya. 8:08 Untuk orang-orang yang sudah punya 8:10 income ya R juta atau R juta sebetulnya 8:13 sudah sudah bisa mempraktikkan 8:16 satu itu satu itu 10% dari setiap uang 8:20 yang kita terima. penghasilan kita ee R 8:23 juta atau R juta gitu ya. Nah, berarti 8:26 10% itu sudah bukan hak kita harus 8:28 untuk 8:29 dikeluarkan untuk sedekah. 8:30 Dikeluarkannya di di awal apa nanti di 8:33 awal? 8:33 Awal di awal jangan di akhir. 8:35 10% atau 8:36 10% dua 20% itu adalah untuk riset reset 8:40 and development. Hm. 8:42 Itu jadi kalau misalkan punya 8:43 penghasilan R10 juta paling enggak R 8:46 juta itu sudah dianggarkan untuk reset 8:48 and development. 8:49 Oke, 8:50 gitu. Nah, yang ketiga itu baru untuk ee 8:53 aset dulu. Aset 8:54 3% untuk aset, untuk jangka panjang. 8:58 Nanti kita misalnya ee nanti kita mau 9:00 tinggal di mana gitu, anak-anak kita mau 9:02 sekolah di mana atau kita nanti mau 9:05 bisnis apa 9:06 atau kita nanti nih suatu saat kalau 9:08 kita sudah enggak kerja, enggak ada 9:10 income lagi, kita mau ngapain. Nah, itu 9:12 sebetulnya sudah kita siapkan. 9:13 Oh, dari awal sudah dipikirin ya. 9:15 Iya, harus, Pak. 30%. Nah, 40% ini baru 9:19 pengeluaran, Pak. 9:20 Hm. 9:21 Jadi kalau punya penghasilan R10 juta, 9:23 pengeluaran maksimal tuh seharusnya ya 9:26 selayaknya 9:27 tidak semua harus setuju, tapi saya 9:30 menganjurkan selayaknya itu hanya R 9:33 juta. 9:33 Hanya R juta ya. 9:35 Kalau lebih dari R juta sudah harus 9:37 direm tuh ya. 9:38 Harus direm. Kalau enggak kita harus 9:40 mengubah mindset kita, Pak. 9:41 Heeh. 9:42 Misalnya nih ee gimana dong, Mbak Ria? 9:45 uang ee penghasilan R10 juta. Ee kalau 9:48 untuk biaya sekolah anak gimana? Nah, 9:50 mau enggak mau biaya sekolah anak itu 9:52 kita harus sadar nih, Pak. UR bahwa 9:54 biaya sekolah anak itu bukan 9:57 pengeluaran. Jadi, kalau bedanya apa 9:59 sih, Pak? 1 2 3 dan 4. 10:01 Kalau yang empat ini pengeluaran jangka 10:03 pendek, Pak. 10:04 Heeh. 10:04 Jangka pendek ee dalam arti ya misalnya 10:08 ya hanya habis dalam waktu sebulan gitu 10:11 ya gitu. Tapi kalau 1 2 3 4 ini kan 10:14 dalam jangka panjang. Jadi ya gimana 10:17 caranya pengeluaran misalnya wah buat 10:19 sekolah anak-anak aja udah habis Buia 10:22 misalnya gitu. Nah berarti diniatkan nih 10:24 untuk sekolah anak-anak ini gimana 10:26 caranya masuk ke riset and development. 10:29 Jadi gimana caranya supaya bukan anaknya 10:31 aja yang pintar, jadi bapak ibunya juga 10:34 tambah pintar gitu, Pak. He. 10:35 Jadi pandai-pandai memanfaatkan seperti 10:37 itu 10:38 atau misalnya ee kita enggak sempat 10:41 sedekah dong. Nah, niatkan juga ee semua 10:44 pengeluaran kita yang tadi ee 4 juta 10:47 tadi ya itu untuk sedekah. Walaupun 10:50 hanya 10:51 kan sudah 10% sudah diambil di depan 10:53 bukan? 10:53 Iya. 10:54 Itu 10% yang wajib. 10:57 Heeh. Wajib. Jadi minimal 10:59 itu ee 10%. Tapi kan kadang ee kita kan 11:02 tadi ya saya bilang 11:04 kita tuh sebagai anak itu perlu 11:05 memuliakan orang tua gitu. Nah, di 11:07 Magnet Rizki ada jurus namanya triangle 11:09 miracle tuh, Pak. 11:11 Rezeki kita, titik keajaiban kita itu 11:13 ada di triangle miracle. Ada di orang 11:15 tua kita, ada di pasangan kita, dan ada 11:18 di anak-anak kita. 11:19 Nah, jadi 11:20 kalau sedekah yang sebanyak-banyaknya 11:22 untuk mereka boleh. 11:24 H. Nah, alangkah indahnya yang 40% tadi 11:27 yang terkesan hanya ee hanya untuk 11:30 makan, hanya untuk biaya hidup gitu kan. 11:33 Diniatkan untuk memuliakan orang tua 11:35 kita, 11:36 untuk ee memuliakan pasangan kita, untuk 11:39 memuliakan anak-anak kita. 11:41 Apa yang dampak dampak apa yang bisa 11:42 dirasakan apabila kamu melakukan itu 11:45 dalam hal ke 11:46 dahsyat, Pak? 11:46 Dahsyat? 11:47 Iya. Apa kan Allah mengatakan segala 11:50 sesuatu itu kan tergantung niat ya, Pak, 11:52 ya. Gitu. Dan kita untuk ee bahasa 11:55 umumnya mindset. He 11:57 niat itu bahasa umumnya kan mindset. 11:59 Nah, kemudian dan ketika kita 12:02 memperbaiki niat dan mindset itu energi 12:05 kita juga lebih baik, Pak. 12:07 Hm. 12:08 Lebih baik energi kita. H. Jadi 12:10 ee 12:12 karena energi kita lebih baik, 12:14 insyaallah nah itulah yang akan 12:16 menghadirkan keajaiban 12:18 rezekinya. Jadi kadang nih penghasilan 12:21 kita R10 juta. 12:22 Heeh. Kalau dihitung-hitung loh kok kita 12:25 bisa menutupi biaya R juta ya. Nah di 12:28 situlah keberkahannya. Nanti kita akan 12:30 mendapatkan keberkahan itu, Pak. 12:32 Masyaallah. [tertawa] 12:34 Oke Iwan dan kami masih 12:36 berbincangbincang dengan Mbak Ria 12:39 Herria. 12:41 Beliau alumni STAN kemudian kerja di BPK 12:45 BPKB ya BPKB [tertawa] 12:48 badan ee pengawas keuangan. 12:53 dan pemerintahan. 12:54 Dan pemerintahan 12:56 ini ada yang tanya nih, Mbak Ria di 12:58 BWKB. BWKP sebagai apa ya? 13:01 Sebagai auditor. Auditoritor. He. 13:04 Waktu itu ketua tim saya. 13:06 Hm. Jadi kalau ada yang ada yang pejabat 13:09 tangkal-nakal itu terdeteksi di situ ya? 13:12 Iya [tertawa] 13:14 terdeteksi. Tapi kan kita bekerja secara 13:16 tim ya, Pak. 13:17 Secara tim dan secara organisasi. He. 13:20 Jadi saya tidak bisa langsung ee 13:23 komunikasi maksud saya ya diserahkan ke 13:27 tim lah gitu. Heeh. Bagaimana ininya? 13:30 Saya bagian lapangan biasanya, Pak. 13:31 Oke. 13:32 Iya. Baik. Silakan jalan sekolah gitu. 13:35 Silu bertanya kami tunggu di 0811999 13:42 720. 13:45 ee Mbak Ria sama Ustaz Nasrullah yang 13:49 nulis buku apa? Rahasia magnet rezeki 13:52 itu bagaimana? 13:54 Iya, terima kasih Pak Nasrullah. 13:56 Alhamdulillah ee berkat Pak Nasrullah 13:59 nih ee saya berada di sini ya. 14:02 Semoga ee ilmunya semakin berkah. Go 14:05 internasional ya. Ee saya apa ya bisa 14:09 dibilang saya wakil Pak Nasrullah di 14:11 lapangan Pak. 14:11 Oh masyaallah. 14:12 Certified trainer Magnet Rizki. Jadi 14:15 karena beliau kan semakin sibuk gitu, 14:17 jadi saya yang menghandle di lapangan. 14:19 Saya mengisi kajian di mana-mana gitu. 14:23 Kalau kajian free. 14:24 Dan saya ngisi trainer juga. Setiap 14:27 bulan kami mengadakan seminar hybrid 14:30 magnet riski. 14:31 Oke. 14:31 Iya. 14:32 Orang-orang yang ikut trainer tuh 14:35 rata-rata punya problem. Apa sih 14:37 yang ikut Mag Rizki, Pak? He. 14:39 Kalau saya lihat itu rata-rata 14:42 problemnya itu katanya PHK, Pak. 14:44 Oh, PHK. Heeh. 14:46 P-nya itu mengenai apa? H-nya itu 14:49 hubungan keluarga, K-nya itu keuangan. 14:52 Nah, P-nya apa? Ya, saya enggak 14:53 [tertawa] 14:55 gitu. E, jadi biasanya sih ya 80% 14:58 rata-rata keuangan 15:00 dan terjadi misalkan istri punya 15:02 suaminya punya pasangan lagi gitu. 15:05 Oh, gitu. Iya. 15:07 Terus apa yang bisa lembaga Ibu Ibu 15:11 tangani kepada orang-orang seperti itu? 15:13 Ee biasanya kita ee mengajak mereka 15:16 untuk tumbuh belajar ya. Karena ee saya 15:20 lihat kan ini sebenarnya tauhid 15:22 rububiyah ya, Pak ya. Ee tauhid 15:23 rububiyah itu Allahu Rabbul Alamin 15:26 maha maha mengetahui bahwa kondisi 15:29 terbaik untuk kita. Jadi semua takdir 15:32 Allah itu adalah baik dan baik banget. 15:34 yang perlu diperbaiki itu sebenarnya 15:35 diri kita sendiri, Pak. Itu itu yang Pak 15:38 Nas sampaikan kepada kami. Jadi untuk 15:41 takdir Allah siapa pun presidennya, 15:43 apapun kondisinya itu sudah takdir 15:45 Allah. Yang perlu diperbaiki adalah diri 15:47 kita sendiri gitu. 15:49 Nah, biasanya ee ketika ikut pertama kan 15:53 garis kebenarannya masih tinggi tuh, 15:54 Pak. I kan 15:56 ee ikut seminar dulu, ikut kajian dulu, 15:58 terbuka wawasannya. Nah, kemudian 16:01 biasanya mereka praktik gitu. 16:04 praktik kemudian nanti konsultasi. 16:06 Konsultasi nanti ee boleh konseling, ada 16:09 bimbingan juga 16:10 begitu, Pak. 16:12 Wah, sudah ada pertanyaan masuk nari 16:13 dari Ibu Tuti. 16:15 Mbak Ria menyiapkan rezeki suka macet. 16:19 [tertawa] 16:19 Masyaallah, Teman-temannya. Oh, iya. 16:22 Alhamdulillah di Magnet Rizki itu tadi 16:24 kan kita berbicara mengenai niat dan 16:26 mindset ya, Pak. 16:28 Niat dan mindset itu kan tercermin dari 16:31 apa yang kita ucapkan. Iya. 16:33 Nah, salah satu jurus di Magnet Rizek 16:35 itu ada namanya jurus disiplin kata tuh, 16:37 Pak. 16:38 Oh, jurus disiplin kata. 16:40 Iya. Heeh. [tertawa] 16:41 Jadi, kata-katanya mesti positif terus 16:43 atau gimana misalnya? 16:43 Iya. Tadi tuh kenapa rezeki kita rezeki 16:46 kita masih belum masih macet. 16:49 Nah, karena di mulut kita masih keluar 16:50 kata macet. 16:51 Oh, karena bilang macet maksudnya rezeki 16:53 rezeki lancar gitu ya. 16:54 Lancar. Belum lancar, Pak. 16:55 Oh, belum lancar. 16:56 Iya. Jadi 16:57 ee semua kata adalah doa dan semua doa 17:00 dikabulkan oleh Allah. 17:01 Oh. 17:03 sebuah kata-kata itu doa ya. 17:05 Iya. 17:06 Jadi kata-kata apa yang bagus yang bisa 17:09 memberi 17:10 apa namanya harapan yang bagus? 17:12 Oh iya tadi kayak tadi ya Bu Tuti ee 17:14 terima kasih pertanyaannya Bu Tuti. Apa 17:16 yang menyebabkan rezeki kita belum 17:18 lancar gitu ya Pak ya? Gitu. 17:20 Sebetulnya di Al-Qur'an Allah itu sudah 17:22 menjanjikan kita ee kita nih seandainya 17:26 kita orang-orang saleh ya semoga kita 17:27 semua menjadi orang-orang saleh ya Pak 17:29 ya. Amin. 17:29 Di Quran surat Nur ayat 55 bahwa Allah 17:32 itu memberikan bumi dan seisinya untuk 17:35 orang-orang saleh. 17:37 Berarti kan kita ini kaya dan kaya 17:38 banget 17:39 ya. Nah, kenapa belum lancar? Ah, nanti 17:41 dulu. [tertawa] 17:43 Jangan nanti dulu dong. Sekarang dong. 17:45 Entar dulu dasarnya Pak. Ada lagi di 17:47 Quran surat Al-Anbiya ayat 105. He 17:50 Allah berjanji kepada orang-orang 17:51 beriman, Allah akan memberikan kejayaan, 17:54 kekuasaan dan kejayaan seperti 17:57 orang-orang sebelum kamu. Ya. Kemudian 17:59 di Quran surah atalaq, wqillahu 18:03 mintab. 18:05 Bahwa orang-orang yang bertakwa 18:06 insyaallah pasti Allah akan berikan 18:08 rezeki dari arah yang yang tidak 18:10 disangka-sangka. 18:11 Nah, caranya berarti ada di Quran surah 18:14 Nuh ayat 10 sampai 12. 18:16 Bismillahirrahmanirrahim. 18:18 Eh faustafiruakum 18:21 innahu goar. Ya Allah menyuruh kita 18:24 beristigfar maka Allah akanikum 18:28 Allah akan memberikan rezeki seperti 18:30 hujan yang lebat. 18:37 Kemudian Allah akan memberikan kita 18:38 anak-anak 18:39 kemudian jannah kemudian sungai yang 18:42 mengalir di bawahnya. [berdehem] 18:43 Jadi 18:44 ee sebelumnya Allah akan memberikan 18:46 amwal harta. Heeh. 18:47 Jadi Allah itu sebetulnya memberikan ke 18:51 kita harta. Jadi Allah itu ada tuh 18:53 pendidikan pendidikan Allah kepada kita. 18:56 Bagaimana caranya kita mendapatkan 18:58 harta? 18:58 Yaitu dengan cara beristigfar. 19:02 Hmm. Oke. 19:03 Gitu. Dan istigfar itu baru satu baru 19:06 pintu, Pak. 19:07 Hm. Baru pintu. 19:07 Pintu. Pintu menuju apa? Pintu menuju 19:10 tobat. 19:12 Oh, belum tobat sendiri ya? Belum ya? 19:14 Iya. Ibarat ee ruangan tobat itu 19:17 ruangan. Nah, istigfar itu baru 19:19 pintunya, Pak. 19:20 Oh, [tertawa] 19:21 gitu. Untuk sampai kepada tobat, 19:23 bagaimana itu? 19:24 Nah, harus menjadi habit, harus menjadi 19:27 kebiasaan. 19:28 Habis bagaimana? 19:29 Nah, ee ada kan ya, Pak yang mungkin 19:32 beberapa motivator teman-teman juga 19:33 sudah sering mendengar ya, bahwa kalau 19:36 kita ingin mengubah nasib, kita harus 19:38 mengubah kebiasaan 19:40 ya kan. Nah, untuk mengubah kebiasaan 19:43 kita salah satunya tadi harus 19:45 kata-katanya harus positif gitu. 19:48 Kemudian tindakan kita juga harus 19:50 positif, pikiran kita harus positif, 19:52 Pak. 19:53 Pikiran kita harus positif, perasaan 19:54 kita juga harus positif ee dan spiritual 19:58 kita juga harus positif. 19:59 Ada di buku Rahasia Magnet Rizki, Pak 20:01 Nasrullah, Pak. 20:02 Itu Pak Nasrullah sendiri dulu punya 20:06 punya hutang berapa miliar? 20:08 21 miliar, Pak. 20:09 21 miliar. Dahsyat. 20:11 Dapat diselesaikan dalam berapa lama dan 20:14 pada situ dia pekerjaannya apa? 20:16 Pada saat 21 miliar itu sebetulnya Pak 20:19 Nas itu itu ya saya melihat tauhid 20:21 rububiyah yang Allah berikan kepada 20:23 beliau itu sebetulnya Pak Nas itu pada 20:26 saat itu dapat keajaiban. 20:29 Keajaibannya 20:31 Pak Nas pengin punya ee pada saat itu 20:34 kan marak bisnis developer tuh Pak 20:36 properti. Iya. 20:37 Nah, tiba-tiba ada Pak Haji yang nawarin 20:41 membuka properti tanpa modal 20:44 gitu. Nah, Pak Nus sendiri ee sempat 20:47 berbicara e terus terang nih. Katanya 20:50 saya buka aib. Pak Nas bilang gitu. 20:53 Sebetulnya ini karena dosa-dosa saya. 20:55 He. 20:56 Kenapa saya punya hutang 21 miliar? 20:58 Dosanya apa, Pak Nas? pada saat itu 21:00 ditanya 21:01 ee oleh Koh Dondi 21:03 ee 21:04 nah dosanya adalah sempat ada rasa 21:07 sombong 21:07 H 21:08 di dalam diri saya. 21:09 Oh begitu ya. 21:10 Iya Pak. Itu makanya tadi kita per 21:13 sombong dia sudah kaya gitu gimana? 21:14 Iya. Jadi suatu saat itu Pak Nas itu kan 21:17 ada sopir. 21:19 E nah sopirnya itu sebetulnya ee 21:22 pamannya Pak Nas. He. 21:23 Nah, suatu saat em di Pak Nas diantar 21:28 ketika ditanya, "Nas, ke sini sama 21:29 siapa?" Pak Nas bilangnya bukan sama 21:32 paman, 21:33 tapi bilangnya sama sopir. 21:34 Nah, ternyata itu menyakiti hati. 21:37 Oh, 21:37 pamannya, Pak. 21:38 Oh, pamannya dengar. 21:40 Pamannya dengar. 21:40 Masyaallah. 21:41 Itu, Pak. Sebegitunya, Pak, kita perlu 21:44 menjaga energi. 21:46 Hm. 21:46 Karena rezeki itu kan energinya tinggi 21:48 ya, Pak, ya. Rezeki minallah itu kan 21:50 energinya tinggi, maka kita juga harus 21:53 menaikkan energi. Energi terus, istigfar 21:56 terus itu Pak supaya nanti kita 21:58 menemukan mana nih yang perlu diperbaiki 22:00 di dalam diri saya lagi. Ya Allah 22:02 gitu. 22:03 Itu ada saya punya pengalaman kayak gitu 22:05 tuh apa ada teman gitu. 22:07 Iya. Iya Pak. 22:07 Jadi suprinya itu masih familinya tapi 22:10 dia kalau sama sopir gitu 22:12 dia enggak bilang bahwa itu masih 22:14 familinya itu berpengaruh juga ya. 22:16 berpengaruh, Pak, kalau orang itu tidak 22:18 rida. 22:20 Nah, 22:21 jadi karena rezeki kita itu ada di 22:23 kemuliaan kebahagiaan orang lain 22:25 dan sama dengan rida tadi, Pak. H 22:27 itu. 22:28 Nah, bagaimana kalau orang suka nulis di 22:32 Meso tentang kebencian-kebencian? Apa 22:33 itu juga berpengaruh? 22:35 Iya, berpengaruh, Pak. 22:36 Oh, 22:37 berpengaruh. Ee sayang ya. Makanya 22:39 alhamdulillah Pak Nas tuh mengajak kami 22:42 untuk selalu masuk gua keajaiban. 22:45 Jangan untuk yang belum terlalu kuat 22:47 dengan media gitu ya, jangan terlalu 22:50 sibuk dengan media gitu. Banyak 22:52 banyaklah beristigfar, banyak-banyaklah 22:55 ee merawat rumbo karang, 22:58 banyak-banyaklah datang ke kajian, 23:00 banyak-banyaklah informasinya yang 23:02 positif-positif aja begitu. 23:04 Oke. 23:05 He. 23:05 Asalamualaikum, Mbak Ria dari Vivin. Eh, 23:08 Mbak Ria, apakah kalau orang yang suka 23:10 marah-marah rezekinya suka bikin seret? 23:12 Iya, betul. 23:13 Oh, betul ya. Iya. 23:14 Jadi orang suka marah itu rezekinya 23:16 serat ya. 23:16 Betul. Betul. Itu sebetulnya ada 23:17 sainsnya, Pak. 23:18 Oh, gimana sainsnya [tertawa] 23:21 gitu. Tapi ee ya itu saya bilang kan 23:24 sekarang kan kita sudah mengenai ee tahu 23:27 mengenai frekuensi ya, Pak ya. Seperti 23:29 sekarang kan kita tidak ketemu nih ada 23:31 frekuensi radio. Frekuensi radio juga 23:34 kan frekuensinya beda-beda ya, Pak ya. 23:36 Nah, 23:37 frekuensi rezeki itu misalnya di 23:39 frekuensi 700 gitu. Nah, marah-marah itu 23:42 kan energinya rendah tuh, Pak. Oh, 23:44 iya. Jadi enggak nyampai. 23:49 Enggak nyampai. Padahal kan tadi kalau 23:51 kita mau mempraktikkan ee Quran ee surah 23:54 at-Talaq, rezeki itu yang akan 23:56 menghampiri kita terus-menerus, Pak. 23:58 Sayang, sayang sekali. 24:00 Eh, 24:00 iya. 24:02 Dari siapa? Dari dari 24:05 Mbak Din. Ee Mbak Ria, saya dalam bisnis 24:10 ditipu oleh orang. saya dikerjain 24:12 ee apa pas saya tuh kesal banget sama 24:15 dia tuh itu 24:17 sampai sekarang saya belum tercover dari 24:20 dari karena ditipu itu bagaimana saya 24:22 menghadapi ini 24:23 iya masyaallah tabarakallah saya ingat 24:26 cerita Pak Nasrullah 24:28 tentang seorang ASN 24:30 H 24:30 ASN perempuan nangis-nangis ke Pak 24:32 Nasrullah 24:33 panas saya sakit hati banget panas gitu 24:36 dia punya udah ya ASN kan re ee gajinya 24:39 enggak besar ya Pak ya pasti pasti 24:41 menabung, menabung, menabung. Nah, sudah 24:43 nabung kurang lebih berapa? R00 juta lah 24:45 ya. Sama seperti itu ditipu juga gitu. 24:48 Ee kemudian Pak Nas mengajak salat 24:51 tobat, istigfar sampai akhirnya ya 24:55 mungkin ini adalah yang terbaik dari 24:57 Allah kan 24:58 ya. Punten ya ee takdir itu sebetulnya 25:00 tadi Pak Nas itu selalu mengajarkan ke 25:02 kami bahwa semua takdir Allah itu baik. 25:06 Nah, sekarang saya tanya nih, di mana 25:08 sih sebetulnya batasan takdir Allah? 25:11 Batasan takdir Allah itu adalah semua 25:14 yang kita lihat, kita rasa, kita dengar, 25:18 kita, kita yang bisa kita gapai gapai 25:21 itu adalah takdir Allah. Di luar tubuh 25:23 kita itu adalah takdir Allah, gitu. Nah, 25:25 jadi ya sudah itu yang sudah yang 25:28 terbaik gitu. Mungkin 25:30 ee ada Allah sedang membersihkan rezeki 25:34 kita. He. 25:34 Kalau di magnet Rizki ada namanya detoks 25:37 rezeki, Pak. 25:38 Oh, detoks rezeki. 25:39 Iya, detoks rezeki. Jadi, ibaratnya gini 25:41 ee botol nih, Pak. Botol ada botol 25:44 sirup. 25:45 He. 25:45 Tadinya bekas botol sirup mau diisi 25:47 kecap. 25:48 Kan sirupnya kudu dibersihin dulu, Pak. 25:50 Mau diisi kecap gitu kan. [berdehem] 25:52 Nah, detok rezeki itu sebetulnya kabar 25:54 baik untuk kita, Pak. He. 25:56 Ee para ulama mengatakan nih, misalnya 25:59 nih rezeki kita nih udah udah bersih 26:01 nih, Pak. Kan detok itu kan artinya 26:03 dibersihin ketika kita meninggal. Nah, 26:06 kita ini kan bukan 26:08 waliullah juga gitu kan. Bukan nabi, 26:11 wali juga masih jauh gitu kan gitu. 26:13 Masyaallah. Semoga kita bagian dari 26:16 waliullah. Maaf tadi jauhnya saya tidak 26:18 disiplin kata. 26:19 Semoga Allah dekatkan kita gitu 26:22 kepada derajat itu. Nah, intinya kita 26:24 kan orang awam gitu ya. masuk ke liang 26:27 kubur. Nah, malaikat tuh nanya, "Ini 26:31 yang mau dihisab apa nih? 26:33 Semua dosanya sudah diampuni." 26:34 Heeh. 26:35 Heeh. Singkat cerita, "Ya udahlah 26:37 katanya suruh kumpul aja sama Rasulullah 26:39 sallallahu alaihi wasallam." Kan enak 26:41 kan, Pak? Yaalah. [tertawa] 26:43 Itu sedahsyat itu detoks rezeki gitu 26:46 loh. Nah, atau ada lagi namanya bungkus 26:48 permen, Pak. 26:49 Hm. Bungkus permen. Apa tuh? 26:51 Nah, bungkus permen. Ee, Pak Krisna 26:53 misalnya saya punya permen nih, Pak. 26:55 Satu permen yang sudah dibuka isinya, 26:58 satu masih ada bungkusnya. 27:00 Saya tawarkan ke Pak Krishna maunya yang 27:02 mana? 27:02 Yang ada bungkusnya. 27:03 Kenapa yang ada bungkusnya? 27:05 Masih bersih. Oke, saya kasih Pak 27:06 Krishna yang ada bungkusnya. 27:08 Kemudian 27:09 dimakan permennya. Terus bungkusnya 27:11 diapain? 27:12 Dibuka dong. Dibuang. 27:13 Kenapa dibuang? 27:15 Ee karena tidak termasuk dalam makanan. 27:17 Nah, padahal tadi Pak Krishna ini saya 27:20 sudah sediakan permen yang sudah dibuka 27:21 Pak Krisna enggak mau. [tertawa] 27:23 Oh, gitu 27:24 ya. kan. Nah, itulah jadi rezeki ee 27:26 seperti di Quran surah Alas ee ini ya ee 27:29 bahwa Allah memberikan kesulitan bersama 27:32 kemudahan 27:34 itu. Jadi memang itu kesulitan itu 27:36 adalah bagian dari bungkus permen. 27:38 Oke. 27:39 Iya. 27:40 Pada dasarnya Allah akan memberikan 27:41 permen yang manis. 27:42 Kita lanjutkan ee dari Mbak Maya. 27:46 Eh, Mbak Ria, saya kadang dalam bersmis 27:49 nih. Di depan mata nih, katanya. Di 27:51 depan mata nih akan deal, akan dapat 27:53 uang. Tanya gagal. Itu kenapa Mbak Mbak 27:57 Ria? 27:58 Iya, itu tadi saya bilang bisa jadi 28:01 kurang riset apa yang menurut kita 28:04 kelihatannya deal gitu. 28:06 Tapi ee kita tidak tahu yang sebenarnya 28:11 yang sebetulnya ee terjadi 28:15 gitu atau ya bisa jadi kurang salat 28:18 tobat, Pak. 28:21 Itu kan sebetulnya rezeki itu kan yang 28:23 menggerakkan Allah ya, Pak ya. Gitu. Dan 28:26 ya tadi kaitannya dengan Quran surah ee 28:29 surah Nuh ayat 10 dengan sampai dengan 28:32 14 ya, Pak ya. 10 sampai dengan 12 28:35 istigfar. H. 28:36 Nah, istigfar itu kan para ulama sepakat 28:39 nih, Pak, bahwa istigfar ini adalah ee 28:41 pisau yang tajam untuk kita mendapatkan 28:44 rezeki. Pisau yang sangat tajam. Cuma 28:46 kenapa kita belum tajam? Istigfar itu 28:49 kan ee intinya kan saya mohon ampun, 28:53 bukan orang lain yang mohon ampun. 28:55 Karena ee kena itu yang membuat ee tidak 28:57 tajam itu ketika kita istigfar yang kita 29:00 bayangin kesalahan orang lain. [tertawa] 29:03 Oh, gitu. 29:04 Iya. Sesederhana itu ya, Pak ya. 29:06 Harusnya kita bayangin dosa-dosa kita 29:08 itu ya. 29:09 Iya. Iya. Heeh. Kan yang mau dibersihin 29:11 kita, 29:11 bukan orang lain. 29:13 Nah, itu yang membuat akhirnya kita 29:14 tidak ee tumpul akhirnya istigfarnya. 29:18 Oke, 29:19 gitu. 29:20 Asalamualaikum dari Mbak Indarjati. 29:23 Asalamualaikum. tadi yang dibacakan 29:25 baria surat apa dan ayat berapa yang 29:28 mana nih 29:29 banyak ada Annur ayat 55 alur 55 tentang 29:33 apa itu 29:34 ee tentang warisan orang saleh. 29:37 H 29:37 kemudian Alanbiya ayat 105 tentang 29:40 Albiya ayat 29:41 105 29:42 105 itu tentang 29:43 tentang orang eh Allah akan memberikan 29:46 mengangkat derajat orang beriman seperti 29:48 orang-orang sebelum kamu. 29:50 Allah akan memberikan kekayaan, 29:52 kekuasaan, 29:53 kejayaan. itu 29:55 ee asalamualaikum e 29:59 dari seorang ibu enggak disebutkan 30:00 namanya. 30:02 Ee Mbak Ria, anak saya sudah 28 tahun 30:06 tapi belum dapat jodoh. Apakah dengan 30:08 metode seperti Maria tawarkan bisa 30:12 mendapat enggak rasana? 30:13 Insyaallah bisa dengan izin Allah. 30:16 H. Jadi, 30:16 jadi apa yang harus dilakukan? 30:18 Iya. Ee keajaiban itu kan murni hak 30:20 prerogatif Allah ya, Pak. Ya, gitu. Yang 30:23 bis yang bisa kita lakukan adalah 30:25 prosesnya. 30:26 Tapi 30:27 ketika kita mau berproses, ibarat gini 30:31 nih, Pak. Ibarat Allah itu cahaya. 30:33 H 30:34 ya. Ibarat keajaiban itu cahaya dari 30:36 Allah. Ketika kita menemukan cahayanya 30:39 aja itu kan itu suatu keajaiban ya, Pak 30:41 ya. 30:41 He. 30:41 Iya. Jadi ee apa namanya? bisa jadi, 30:46 bisa jadi ee keluhannya ibaratnya 30:48 keluhannya jodoh, tapi ternyata Allah 30:51 mau ee memberikan rezeki dari tidak 30:53 lebih ee lebih banyak dari jodoh gitu 30:56 loh, Pak. Gitu. Jadi ibaratnya bisa jadi 30:59 kita mengharapkannya satu bunga mawar, 31:02 tapi Allah akan memberikan kita ee satu 31:05 fas bunga atau bahkan ee kalau kita 31:08 mampu nih naikkan lagi level kita, Allah 31:10 pantaskan kita bahwa bahkan kita bisa 31:13 punya taman bunga yang isinya mawar 31:16 gitu. 31:17 Oke, 31:18 jadi kita nikmati saja. Ini sudah ada 31:21 mulai ada yang bertanya nomor teleponnya 31:23 Mbak Ria Khairiah 31:26 eh dari Majing Eantum. 31:30 Baik, ini nomornya silakan dicatat. Tadi 31:32 siapa yang nanya tuh? Ibu Ibu Asraf apa 31:35 siapa itu Bu Asraf? Ya, ini nomor 31:37 teleponnya Ria. Hai Ria nomor teleponnya 31:41 0857. 31:44 Sudah. Kemudian 800. 31:49 Kemudian 852 31:52 96 0857 31:56 800 31:59 52 32:01 96. 32:02 Iya, terima kasih. 32:04 Ee rata-rata orang yang datang ke baria 32:09 terutama masalah ekonomi hutang atau 32:12 bagaimana seseorang lalu sampai 32:16 berhutang? Penyebabnya apa? Kira-kira 32:18 yang Mbak Ria temui apa? 32:20 Oke. 32:21 Apa kebutuhan mendad mendesak atau apa? 32:24 Iya. 32:24 Ee saya menjawab versi Magnet Rizki ya, 32:27 Pak Nasr ini masyaallah luar biasa 32:29 ee meramu bahasa menjadi sederhana. 32:32 Hm. 32:32 Ee kalau kita mau ajaib, Pak, kalau kita 32:35 mau ajaib kan tadi istigfar ya, Pak ya. 32:37 He. 32:38 Nah, itu namanya buka perisai rezeki. 32:40 He. 32:40 Nah, orang-orang yang berhutang itu 32:43 sebetulnya adalah orang-orang yang tidak 32:45 sabar dengan takdir Allah, Pak. 32:47 Hm. 32:47 Gitu. Misalnya kita pengin punya rumah, 32:50 Allah pengin kita punya rumah itu mental 32:53 kita sudah siap, mindset kita sudah 32:55 bagus, gitu ya, Pak ya. Ee Allah pengin 32:58 kita punya rumah itu dalam bentuk cash, 33:00 tapi kita kitanya tidak sabar pinjam 33:03 gitu, kena riba lagi gitu. He. 33:07 Karena kita kan tidak boleh berdekatan 33:09 dengan riba sebetulnya ya, Pak ya. Gitu. 33:12 Makanya kita perlu berbisnis itu adalah 33:14 dalam rangka untuk mengganti riba 33:16 tersebut 33:17 gitu 33:18 ya. Itu akhirnya 33:20 ke mana-mana kadang-kadang tidak mampu 33:22 bayar. Akhirnya 33:24 begitu deh, Pak. [tertawa] Karena 33:26 biasanya itu ee ada yang punya ee 33:29 tadinya satu titik akhirnya beberapa 33:32 titik gitu. 33:33 Hm. Ya, semoga Allah berikan kemudahan 33:35 ya untuk teman-teman semuanya. 33:37 Dari Ibu ee Asraf, saya ingin sekali 33:40 ketemu sama Mbak Ria. Bagaimana caranya? 33:43 Apa ada kantornya? 33:45 [tertawa] 33:46 WA aja, WA aja dulu. Ya, 33:48 kantor saya nanti di Sudirman 33:49 sebetulnya, tapi itu kantor bisnis saya. 33:52 Oh, sekarang masih kerja enggak sih di 33:54 BPKB? 33:54 Sudah tidak, Pak. Saya sudah resign dari 33:56 2014. 33:57 16 tahun ya di sana ya? 33:58 Iya. 16. 33:58 Kenapa resign? 34:00 Ee ya itu jadi 34:02 ee saya kan sama Bapak tuh di di dikasih 34:06 pesan jangan mencari harta carinya ilmu. 34:09 Oh jangan mencari harta carinya ilmu. 34:11 Kalau harta kan nanti kita yang jagain. 34:14 Tapi kalau ilmu kan ilmu yang akan 34:16 menjaga kita. 34:17 Masyaallah. Kalau ilmu. 34:18 Nah saya merasakan di BPKP itu saya 34:20 mendapatkan banyak ilmu. He 34:23 ya. Kemudian saya merasa sepertinya saya 34:26 harus melanjutkan perjuangan di luar 34:29 BPK. [tertawa] 34:30 Mbah Heronia nih ada alumni dari Stan ya 34:34 untuk masuk sana susah itu. 34:36 Oke ini ada yang nanya lagi nomor 34:37 teleponnya Mbak Ria tadi belum sempat 34:39 nyatat ini nomornya Mbak Ria Haia 34:43 ee nomornya 0857 34:46 sudah. Kemudian 800 34:50 8 52 34:52 9 34:53 96. Iya. 34:54 08578 34:58 00 34:59 8 34:59 8 52 35:02 96 35:02 96. 35:04 Iya, Pak. [terkesiap] 35:05 Mbak Ria, saya punya hutang sama bank 35:09 sampai 1 M lebih. 35:11 Allah ya Rabb. 35:12 Kami keluarga jadi kurang harmonis. 35:14 Heeh. 35:15 Dan kami deg-degan terus kalau ada yang 35:18 datang. Bagaimana kami mengatasi ini? 35:20 Saya benar-benar stres, stres, stres, 35:22 stres, Mbak Ria. dari hamba Allah. 35:24 Iya. 35:25 Jadi ee ya kabar baiknya ya untuk 35:28 orang-orang yang berani hutang 35:30 sebetulnya itu harus berani menjadi 35:32 seorang pengusaha, Pak. 35:34 Hm. Apa? 35:35 Orang yang berani hutang sebetulnya 35:37 harus berani menjadi seorang pengusaha. 35:39 He. 35:39 Mentalnya harus menjadi seorang mental 35:42 pengusaha. Kalau di Robert Tekosaki itu 35:44 kan sebelah kiri ada employee, kemudian 35:47 self employee, kemudian bisnis owner, 35:50 kemudian investor. Nah, orang-orang yang 35:52 sudah punya income ee penghasil apa 35:55 namanya amanah R miliar itu sebetulnya 35:58 kalau menurut saya itu orang-orang yang 36:00 sudah layak menjadi seorang bisnis 36:02 owner. He. 36:03 Itu cuma kadang mindsetnya tidak 36:05 kebangun. H 36:07 mindsetnya tidak kebangun karena karena 36:09 belum menemukan komunitas 36:11 komunitas yang lebih baik yang membangun 36:13 dia benar-benar menjadi seorang 36:14 pengusaha gitu. 36:16 Dan Pak Nas mengajarkan bahwa rezeki 36:19 kita itu sebetulnya bukan di bisnis 36:21 kita. 36:22 Hmm. Bukan di bisnis kita. Jadi di mana? 36:25 Bukan di kemuliaan kebahagiaan orang 36:27 lain. 36:29 Oh. Kalau kita yang membahagiakan gitu 36:31 yang bantu dia. 36:31 Iya. Heeh. Jadi untuk seorang pebisnis 36:34 ya itu sangat tadi meluruskan niat. Niat 36:38 kita berbisnis itu adalah ee untuk 36:40 memuliakan, membahagiakan orang lain. 36:42 Jadi rezeki sangat berkaitan dengan 36:45 akhlak ya. 36:45 Betul. Sangat sangat-sangat 36:47 semakin bagus akhlaknya. 36:48 Iya betul. 36:49 Tapi banyak Pak Haji-Pak Haji datang 36:52 rajin ke masjid apa kadang-kadang 36:53 kehidupannya enggak biasa-biasa aja 36:55 gitu. Enggak 36:56 enggak kaya tuh [berdehem] gimana? 36:57 Nah ini ada akhlak ada adab nih Pak. 36:59 [tertawa] He beda. Kalau akhlak itu kan 37:03 khuluk. Jadi ee untuk orang untuk orang 37:07 beriman ibaratnya tuh ee hubungan kita 37:10 dengan Allah. Nah, sedangkan adab itu 37:12 hubungan kita dengan manusia. 37:14 Oh, 37:15 iya. Jadi hubungan kita dengan manus 37:17 harus baik dua-duanya ya. 37:18 Harus baik dua-duanya. Hablum minannas 37:20 dan ee Islam sebagai Islam rahmatan lil 37:23 alamin kan. Jadi hubungan kita dengan 37:24 manusia ya kita belajar di muamalah itu 37:27 salah satunya Pak itu bagaimana 37:30 berbisnis dengan benar gitu. Kemudian 37:33 ilmu manajemen itu adalah salah satu ee 37:36 ilmu membangun peradaban, Pak. 37:38 Tapi ada orang yang ngomongnya kasar dia 37:40 enggak baguslah anaknya. Tapi kok kaya 37:43 ada orang ngomongnya kasar. 37:45 Iya dia pokoknya segala perbuatan dia 37:47 enggak salat bahkan 37:49 lalu dia kaya. Itu bagaimana penjelasan? 37:51 Salat. Oh tapi kaya. 37:52 Heeh. Ee berarti kan Allah kan gini, 37:56 Allah itu kan selalu membalas 37:58 perbuatan baik manusia. 38:00 He. 38:01 Di dunia atau di akhirat. Kalau segala 38:04 sesuatu diniatkan untuk Allah, Allah 38:06 akan membalasnya di dunia dan di 38:08 akhirat. 38:08 Oh. 38:09 Tapi segala sesuatu tidak dilakukan 38:11 karena Allah, Allah akan membalasnya 38:13 tetap di dunia. He. 38:14 Jadi walaupun dia enggak salat, walaupun 38:16 dia marah-marah, kalau kita tidak tahu 38:19 ada perbuatan baik apa dia yang kita 38:22 tidak tahu, yang kita tahu kan dia 38:24 marah-marah, dia enggak salat, tapi kan 38:25 kita tidak tahu perbuatan baik apa di 38:27 belakang itu. Nah, pasti Allah akan 38:29 balas 38:30 gitu. 38:31 Oke, 38:33 dari Bapak Azaz Sukabumi. 38:35 Asalamualaikum, Mbak Ria. Bagaimana cara 38:37 agar 38:39 Allah memudahkan mengabulkan hajat yang 38:42 diminta sama yang diminta kepada Allah. 38:46 Iya. Itu tadi, Pak, memperbaiki niat, 38:48 memperbaiki syariat, kemudian 38:51 bermuamalah. 38:53 Bagaimana memperbaikinya? 38:55 Memperbaiki niat ee tadi ya ee lurus 38:59 karena Allah gitu. Sayang banget ya kita 39:01 orang beriman melakukan sesuatu itu 39:03 hanya untuk dunia itu kita yang rugi 39:05 sendiri, Pak. Gitu. 39:07 Ee sebaiknya langsung ee niat untuk 39:09 Allah, niat untuk membangun agamanya 39:12 Allah. Ee niat untuk mengabdi. Semoga 39:14 nanti kita bisa bertemu dengan Allah dan 39:16 Rasulullah di surga, gitu kan. 39:19 Nah, terus [mendengus] yang kedua 39:20 memperbaiki syariat yaitu mencari guru, 39:23 mencari mentor, mencari komunitas yang 39:25 tepat, yang baik. 39:27 Hm. 39:27 Sehingga kita berada di lingkungan yang 39:29 bagus. Ya, ibaratnya sekolahnya gitu 39:31 loh, Pak. 39:32 Iya. Seperti kita dulu kan mau jadi 39:34 dokter, kita harus sekolah kedokteran 39:36 dulu. Mau jadi insinyur ya kita harus 39:38 jadi ee sekolah dulu, gitu kan. Nah, 39:41 begitu juga dalam hal muamalah, dalam 39:43 hal berbisnis kita harus menemukan 39:45 mentor, guru, dan lingkungan yang tepat, 39:48 komunitas yang tepat, gitu. Nah, yang 39:50 ketiga ber muamalahnya ini adalah justru 39:54 kawah candra di mukanya nih, Pak. 39:56 Praktiknya di situ, gitu. Karena semua 39:58 itu hanya akan menjadi teori kalau kita 40:00 tidak praktik di muamalahnya. 40:03 Begitu. 40:04 Asalamualaikum, Mbak Ria. Ini dari hamba 40:07 Allah. Saya tidak punya hutang, tapi 40:10 anak saya hutang di bank. 40:12 He. 40:12 Saya dikejar-karjar karena di bank 40:15 katanya ditulis nama saya, nama ibu. 40:17 Iya. Iya. 40:18 Saya dikejar-kejar depollektor dengan 40:21 kata-kata yang kasar. Saya stres sekali 40:24 bagaimana mengatasi ini. Jadi yang 40:27 menghutang anak saya. Saya kena teror 40:30 hampir setiap hari. Bagaimana? Saya 40:32 sedih, Mbak Ria. Tolong Mbak Ria. Waduh. 40:35 Ya Allah. Saya ikut prihatin ya, Bapak 40:37 Ibu. Saya juga di binaan saya juga 40:40 banyak yang seperti itu, Pak. Gitu 40:42 ya. Ibunya ustazah, bapaknya bagus gitu 40:44 ya. 40:45 Nah, begitu ke anak, anaknya dengan gaya 40:48 hidup tadi gitu kan, Pak. dengan gaya 40:50 hidup yang tadi saya bilang ada proses 40:52 apa 40:53 kasihan ibunya ke bawah-bawah jadinya 40:54 ya. 40:55 Iya, Pak. Karena mau enggak mau pasti 40:56 mereka minta ee nama ibu orang-orang 40:59 yang terkait ee selain dia gitu 41:03 ya. Kalau kita pengin menuju keajaiban 41:06 itu tadi kembali ke Quran surah Nuh ayat 41:11 10 sampai dengan 12. 41:12 Perbanyak istigfar ya Allah. Walaupun 41:14 yang kita lihat kesalahan anak saya gitu 41:17 kan, anak [berdehem] kesalahan anak 41:18 kita, tapi 41:20 berusaha minta, "Ya Allah berikan saya, 41:22 saya beritahu saya saya salahnya di 41:24 mana, Pak?" ke Allah gitu. Istigfar 41:27 pasti ibu juga ada salahnya juga ya? 41:29 Yes, betul. 41:31 Oh, 41:31 gitu. Dalam ilmu parenting atau dalam 41:34 ilmu magnet rizki tadi kan ee titik 41:36 keajaiban tuh ada di triangle miracle 41:38 ya, Pak ya. Ada orang tua kita, ada 41:40 pasangan kita, dan anak-anak kita. 41:42 bisa jadi ee kita ini selama ini kurang 41:46 kurang memberikan pembinaan kepada 41:47 anak-anak kita, Pak. 41:48 Heeh. 41:49 Itu dalam hal entah dalam hal keuangan, 41:52 ekonomi, atau akhlak gitu. 41:55 Hm. 41:56 Atau kita juga jarang komunikasi dengan 41:58 anak-anak sehingga kita tidak tahu nih 42:01 anak itu sebenarnya 42:02 sedang punya kebutuhan apa, sedang punya 42:04 keluhan apa gitu. 42:06 Atau ee kita juga mungkin kurang 42:09 memberikan pembekalan gitu. Kalau 42:11 misalkan ada mengantisipasi dari awal 42:13 gitu loh, Pak. Itu. 42:16 Asalamualaikum, Mbak Ria. Lagi-lagi dari 42:18 hamba Allah. Anak saya sudah menikah, 42:21 anak saya yang laki-laki. Tapi Mbak Ria, 42:23 anak saya gajinya kecil. Jadi saya masih 42:25 meng-cover setiap bulannya. Saya ingin 42:27 dia bisa mandiri. Saya sedih. Aduh, mau 42:29 nangis. 42:30 Masyaallah. 42:31 Jadi, jadi dia punya anak-anaknya 42:32 berumah tangga tapi masih dibiayai oleh 42:36 orang tuanya gitu. Bagaimana mengatasi 42:38 ini, Mbak Ria? Iya. saya turut prihatin 42:39 ya. Sebetulnya kan dalam ilmu 42:42 kemanusiaan itu ada ilmu psikologi dan 42:44 sosiologi, Pak. Itu ilmu sosiologi 42:47 adalah ee mempelajari tentang masyarakat 42:51 sosial. Nah, apa yang terjadi di ibu itu 42:54 saya yakin banyak orang tua yang 42:56 mengalami seperti itu, Pak. Gitu. Gaji 42:58 anak sudah nikah, gaji anak kecil ee 43:02 masih disupport sama orang tua. Ibu 43:05 tidak sendiri. Banyak yang mengalami 43:07 itu banyak ya? 43:07 Banyak, Pak. H 43:08 banyak itu. 43:09 H 43:10 dan itu fenomena gunung es. Makanya saya 43:12 bilang tadi ketika Pak Krista tanya ke 43:15 saya tuh ada ee fenomena apa dalam hal 43:19 keuangan gitu kan. Saya lihat ya itu ada 43:23 kaum menengah. Harusnya kan anak kita 43:25 ini kan kita sudah jadi kaum menengah 43:27 nih Pak. Bapak ibunya sudah stabil 43:29 ekonominya bisa dibilang kita kaum 43:30 menengah lah ya gitu. 43:32 Harusnya kan begitu kita punya anak 43:35 sebisa mungkin anak itu kan naik naik 43:37 level ya Pak ya. Paling enggak sama 43:38 seperti kita ee kaum menengah juga eh 43:41 tapi ternyata masih di bawah. Nah, ini 43:43 biasanya tadi ee karena lifestyle 43:46 yang tidak ee yang tidak baik gitu. 43:48 Tidak mempraktikkan 1 2 3 4 tadi, Pak. 43:51 Penghasilan itu 43:52 ee 43:54 sedekah, kemudian riset and development, 43:56 kemudian tadi 43:58 ee aset kemudian baru pengeluaran itu. 44:01 Oke 44:02 ya. Insyaallah semoga ee itu menjadi 44:04 sedekah ya, Pak ya. Sedekah dari orang 44:06 tua ke anak. dan semoga anaknya bisa 44:09 terus bertumbuh, 44:11 bisa open minded gitu. Karena memang 44:14 tantangan sekarang juga anak-anak 44:15 sekarang itu kan prosesnya kan sekarang 44:17 serba mudah ya, Pak ya, dengan adanya 44:19 teknologi. Jadi di otak mereka juga 44:22 jadinya 44:22 penginnya serba mudah gitu loh, Pak. 44:24 Gitu. 44:26 Baria, setiap hari saya selalu ya Allah 44:30 jangan matikan saya sebelum saya dapat 44:32 menyelesaikan hutang-hutang saya. Jadi 44:34 dia ingin mati dalam keadaan 44:36 hutang-hutangnya itu sudah dibayar. 44:39 Bagaimana? Bagaimana mengenai doa saya 44:41 ini, Mbak Ria? 44:42 Amin. Semoga bisa ee segera terwujud. 44:45 Saya masih ingat juga tuh Pak Nas. 44:47 Pak Nas mengatakan begini, 44:49 "Nasrullah ya." 44:50 Heeh. Pak Nasrullah ee Dajjal itu 44:53 keluar, setiap dajal keluar itu pasti 44:56 membuat krisis baru. Kris bidang 44:59 kesehatan atau krisis lingkungan atau 45:01 krisis keuangan. He. 45:03 Ee biasanya sepertiga lapangan pekerjaan 45:06 berkurang. Itu ciri-ciri fitnah dajal 45:08 keluar, Pak. 45:10 Gitu. Jadi memang kita hidup di akhir 45:12 zaman begitu banyak fitnah dajal ya yang 45:17 mau enggak mau kita berada di situ gitu 45:19 loh, Pak. Mau enggak mau kita berada di 45:21 situ ya. Semoga Allah ampuni dosa-dosa 45:24 kita semuanya. Ee ya mau enggak mau kita 45:27 harus hand on hand, Pak. Bergandengan 45:30 tangan. kita belajar bareng ya. Bahkan 45:33 saya tuh terstate di pikiran saya, 45:36 hiduplah prihatin. Kita sedang membangun 45:38 peradaban, Pak. 45:39 H. [tertawa] 45:42 Oke. 45:43 Heeh. 45:44 Oh, nelepon nanti dulu ya. Ini udah 45:46 sudah ada mulai telepon Mbak Ria. 45:49 Tapi 45:50 coba di di barangkali. 45:52 Iya, Pak. 45:52 Mau diangkat dulu. Boleh nanti 45:53 dikedekatin ke mic aja. Enggak, Pak. Ini 45:56 alarm, Pak. 45:57 Oh, alarm. Oh, alarm. 46:00 Eh, dari Ibu Asraf, Mbak Ria bisa enggak 46:04 diundang dipanggil kalau ada pertemuan 46:06 keluarga kami untuk mengisi mental 46:10 anak-anak dan cucu-cucu? 46:12 Boleh, 46:13 boleh? Oh, boleh. Silakan telepon ya ke 46:15 0857 46:17 kemudian 800 46:20 kemudian 852 46:23 96 08 46:25 578 46:28 85296 46:32 Baria hutang benar-benar luar biasa 46:35 mengganggu juga kesehatan kami Mbak 46:38 Riaul 46:39 kami harus berobat kami harus memikirkan 46:40 hutang 46:42 bagaimana Mbak Ria untuk mengatasi 46:44 mengatasi ini ya. 46:46 Iya. Intinya kalau hutang itu kan 46:48 fitrahnya harus dibayar ya, Pak ya. 46:51 Ya kan hutang itu kan memang harus 46:53 dibayar ya. 46:55 Jadi ya mau enggak mau ya semoga 46:58 dimudahkan. Nah, tinggal cara 47:00 membayarnya seperti apa? Apakah kita 47:02 prihatin mengurangi pengeluaran kita, 47:05 menekan pengeluaran kita seminimal 47:07 mungkin atau dikombinasi atau ditambah 47:11 dengan berbisnis? He. 47:13 Jadi mau enggak mau kalau menurut saya 47:15 saran saya berbisnis. 47:17 Oke. 47:17 Karena di berbisnis itu sebetulnya untuk 47:20 orang-orang beriman Allah kan sudah 47:21 mengajak kita berbisnis. 47:23 Nanti Allah akan kasih bayarannya surga 47:25 gitu. Jadi bisnis kita itu tidak usah 47:28 khawatir enggak laku. Pasti sudah 47:30 dibayar oleh Allah dan Rasulullah. Nah, 47:32 tinggal kita memantaskan diri nih bisnis 47:34 apa yang bisa kita menyelamatkan, 47:38 membantu menyelamatkan umatnya 47:39 Rasulullah. He. 47:40 Bisnis apa yang bisa membuat Allah dan 47:43 Rasulullah itu semakin rida kepada kita. 47:46 Jadi, tidak hanya bisnis 47:48 ee untuk memperkaya diri kita sendiri. 47:50 Jangan. Jangan ya. 47:51 Ee sayang kalau seperti itu. 47:54 Dan bisnis itu kan untuk ee mengganti 47:57 riba. Ibaratnya kalau penyakit kan 48:00 penyebab penyakit itu kan ada radikal 48:02 bebas. Nah, cara membunuh membunuh 48:04 radikal bebas itu kan dengan 48:05 antioksidan. Nah, begitu juga dengan 48:07 riba. riba itu cara membunuhnya itu 48:09 dengan bisnis. 48:11 Hm. 48:12 Dengan bermuamalah gitu. 48:14 Oke. 48:15 Iya. 48:15 Dari pengalaman Mbak Ria dan juga dari 48:19 pertanyaan-pertanyaan tadi dari pengar 48:20 hasil, ada enggak testimoni yang lalu 48:23 dia hutang lalu akhirnya berhasil juga 48:25 karena dia melakukan yang alak itu tadi? 48:28 Ada. Banyak Pak? Ada. 48:29 Ada banyak ya? 48:29 Banyak. 48:30 Mereka hutangnya banyak gitu. 48:31 Iya. 48:32 Dia melakukan apa yang dilakukan 48:34 sehingga dia dapat terselesai dengan 48:35 hutangnya? Emm yang pertama tadi salat 48:39 tobat. Terus 48:40 salat tobatnya tuh berapa kali sehari? 48:43 Ee jadi gini, Pak. Yang penting salat 48:47 tobatnya penting, 48:48 tapi yang penting itu adalah mindset 48:50 kita yang menjadi lebih baik lagi, 48:52 energi kita yang lebih baik lagi. Jadi 48:54 ikuti ee kelasnya Pak Nasrullah. 48:57 H 48:58 itu karena saya kan membawakan ilmu Pak 49:00 Nasrullah. Keberkahan itu kan penting 49:02 ya, Pak. Ya, gitu. Jadi ee kita belajar 49:06 ee Pak Nas itu ada kelas online, kelas 49:09 offline, kemudian ada kelas hybrid. 49:11 Kelas hybrid nanti tanggal 3 Oktober 49:14 kita mengadakan di titik, Pak. 49:17 Oh, 49:17 itu Pak Nas hadir di situ. 49:19 Yang ikut itu rata-rata ee siapa mereka 49:24 dan apa mereka apakah orang-orang yang 49:26 juga punya problem keuangan atau apa 49:28 rata-rata itu ya? 49:29 Iya. Iya. Heeh. 49:30 Dan alhamdulillah pada terselesaikan 49:33 tuh. Iya, terselesaikan. 49:34 Waduh, 49:35 terselesaikan, Pak. 49:37 Ee asalamualaikum, Mbak Rias. Saya hamba 49:41 Allah. Mohon maaf menanyakan 49:43 menyembuhkan trauma anak-anak yang 49:45 mantan punya tanggungan hutang dan lagi 49:47 ke saya. Saya kasihan dengan kondisi 49:50 anak karena ada rasa kesal, marah pada 49:53 diri dan hati mereka. Dulu sering saya 49:55 bayarin dan sekarang tidak saya bayar. 49:58 Harus bagaimana, Mbak Ria? 50:00 Iya. Masyaallah ya. turut prihatin ya 50:03 dengan keluarga ee Bapak Ibu karena 50:06 memang keluarga itu adalah 50:11 di ee podcast saya di dokter Demul itu 50:14 kan ngebahas sebetulnya Mbak ee Mbak Ria 50:17 tuh lagi apa sih yang sedang Mbak Ria 50:19 lakukan? 50:20 Saya sedang berusaha memantaskan diri, 50:22 Pak, di Quran surat at-Taubah itu ee 50:27 sebelumnya kan Allah mengatakan gini, 50:28 "Bekerjalah Allah dan Rasulullah yang 50:31 akan melihat kamu." Ada di Al-Qur'an. 50:34 Terus ada lagi di Quran surat masih di 50:37 Quran surah at-Taubah juga ikuti saya, 50:39 jangan ikuti selain saya. Nah, padahal 50:43 Allah itu kan menciptakan kita kan untuk 50:45 menjadi khalifah fil ardhi ya, Pak ya. 50:47 untuk menjadi 50:49 ee agen agen rahmatan lil alamin. Nah, 50:52 caranya ikuti saya, ikuti Allah. 50:55 Jangan ikuti selain Allah. Nah, ikuti 50:58 selain Allah ini siapa? Ya, pastinya ee 51:00 makhluk Allah yang putus asa kepada 51:03 Allah ya, iblis dan para pengikutnya 51:05 gitu kan. Allah sudah wanti-wanti dan 51:08 fitnah mereka begitu besar. 51:10 Nah, dalam arti sebetulnya mereka juga 51:12 sedang membangun peradaban nih, Pak. 51:14 mereka membohon peradaban, kita juga 51:16 sedang membangun peradaban. 51:18 Berarti kita berada di ee jalan 51:20 persimpangan. Kita mau ikut siapa, gitu. 51:23 Nah, itulah makanya penting dari awal 51:27 kita niatkan membangun peradaban. 51:29 Membangun peradaban karena Allah. Dan 51:31 peradaban itu dimulai dari keluarga, 51:33 Pak. 51:34 Makanya ee keluarga ini, keluarga akhir 51:37 zaman ini banyak sekali diberikan 51:39 fitnah-fitnah yang luar biasa gitu. 51:42 Allah sendiri mengatakan bahwa anak-anak 51:44 adalah fitnah, harta juga fitnah, 51:47 pasangan juga fitnah, gitu kan, Pak. 51:48 Gitu. 51:49 Nah, fitnah ini sebetulnya adalah bukan 51:52 sesuatu hal yang ee karena kita hidup di 51:56 dunia, jadi kita tuh tidak sebetulnya 51:58 tidak bisa menghindar 100% dari fitnah, 52:01 Pak. He. 52:02 Oh, keluarga ee anak-anak kita adalah 52:05 fitnah, berarti kita enggak usah punya 52:06 anak, ya. Enggak bisa seperti itu, gitu 52:08 kan. Pasangan kita adalah fitnah, 52:10 berarti kita enggak usah nikah, ya. 52:11 Enggak. Enggak. Justru kalau seperti itu 52:13 sesuai dengan maunya mereka. 52:15 Memang maunya mereka itu kita enggak 52:16 usah punya anak. Orang beriman itu 52:18 enggak usah punya anak. Maunya mereka 52:20 itu memang orang beriman itu enggak usah 52:21 nikah. Ya kan? Kebalikan dengan 52:23 Rasulullah kan senang dengan ee ya kan 52:26 dengan dengan umatnya yang banyak dengan 52:28 berkeluarga. Nah, 52:30 kita mau enggak mau memang harus ikut 52:33 sunahnya Rasulullah. Menikah dan punya 52:35 anak dan punya pasangan. He. 52:37 Cuma memang kadang ilmunya kita belum 52:41 banyak, Pak. H. 52:43 Itu 52:43 jadi untuk mencari ilmu belajarnya ke 52:45 mana itu loh. 52:46 G ya. Cari ilmu yang sebetulnya sekarang 52:49 banyak ya, Pak ya. Ee ee guru-guru 52:52 banyak gitu ya ee ber yang bersanad gitu 52:55 ya. Dan biasanya kalau orang-orang 52:57 sekarang cari ilmunya yang mudah 53:00 dipraktikkan dulu deh gitu 53:02 ya. Saya sih selama ini magnet rezeki 53:04 itu ilmu yang sangat mudah untuk 53:06 dipraktikkan. 53:06 Ini mungkin pertanyaan terakhir ya, Mbak 53:08 ee Ria. 53:10 Iya. Semoga dimudahkan ya, Bapak Ibu. 53:12 Bismillah. 53:13 Saya ternama join dialog 53:16 yang dimaksud Pak Nasrullah ya itu siapa 53:19 ya? Ee arti fitnah itu apa saja termasuk 53:21 anak dan pasangan yang bisa jadi fitnah? 53:25 Pak Nasrullah itu siapa? Ada yang belum 53:27 paham tadi. 53:27 Boleh saya tunjukkan muk boleh ya. 53:29 Pak Nasrullah adalah ini Bapak Ibu. Eh 53:34 eh apa founder Magnet Rizki ya. Ini buku 53:37 rahasia Magnet Rizki ini sudah masuk 8 53:40 tahun berturut-turut rekor MURI. Pak 53:43 terjual berapa? 53:44 Kalau di Gram Media itu selalu the best 53:46 nomor satu. 53:47 Hm. 53:47 Sudah dapat rekor 53:48 Pak Nasrullah ini pernah punya hutang 53:51 21 miliar. 53:51 20 miliar dan dia waktu itu kerjanya apa 53:55 ya? developer 53:56 developer pokoknya 53:59 uangnya enggak sampai segitulah untuk 54:02 bisa bayar akhirnya 54:03 iya iya itu sebetulnya misman saya lihat 54:06 sebetulnya dan saya lihat sebetulnya itu 54:08 walk the talk ya maksudnya Allah itu 54:11 nyuruh Pak Nas praktik dulu supaya dapat 54:13 ilmu magnet rezeki itu ya 54:16 ok jadi arti fitnah itu apa terus yang 54:19 terakhir aja ya 54:20 kalau fitnah tadi dari saya Pak ya bukan 54:22 dari Pak Nas 54:24 kalau kalau menurut saya arti fitnah 54:26 dajal itu kan sebenarnya kita doa nih 54:28 Pak Allahumma inni azubika min 54:30 adabilqobri wamin fitnatil mahya wal 54:32 mamati wamin fitnatil masihid dajal. 54:35 Nah, memang ee fitnah dajal ini sesuatu 54:38 hal yang tidak bisa dihindarkan. 54:40 Oke, Mbak Ria, mohon maaf saya kerja di 54:43 bank. Apakah saya harus gelisah atau 54:45 bagaimana? [tertawa] 54:47 Jawab sendiri. 54:48 Ee ya nanti ibu salat tobat terus nanya 54:52 ke Allah gitu ya. gitu. Memang itu 54:55 khilafiah ya, Pak ya. Gitu. Ada yang 54:57 bilang enggak apa-apa lanjut karena 54:59 selama belum ada pengganti yang penting 55:02 karena kebutuhan makanan dan pendidikan 55:04 keluarga kan lebih penting. 55:06 Ada yang bilang udah keluar aja kalau 55:08 kita sudah berani ee sudah berani 55:10 memutuskan gitu. Ee kalau menurut saya 55:14 kembali bertanya pada diri sendiri. Oke, 55:16 gitu. 55:17 Baik, Mbak Riam. Sayang sekali ya, Pak 55:20 waktunya sudah habis nih. Entar ya. Ada 55:23 mau disampaikan Mbak Ria? 55:25 Oke. E closing statement ya, Pak ya. 55:27 Silakan. 55:28 Ee baik Bapak, Ibu, sahabat saya 55:30 semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi 55:32 wabarakatuh. Saya masih banyak dosa. 55:35 Saya masih perlu banyak memperbaiki 55:37 diri. Ee sekarang ini memang fitnah 55:41 untuk melawan fitnah tadi ya, 55:43 fitnah-fitnah tadi adalah dengan kita 55:46 perlu memperkokoh keluarga kita. Mari 55:49 kita perkokoh keluarga kita. Membangun 55:51 keluarga yang cerdas. 55:53 kuat dan berdaya. 55:54 Oke, sekali lagi ini nomor teleponnya 55:57 Mbak Ria. 56:00 Ini nomornya ya terakhir ini saya 56:01 sebutkan 0857 56:05 sudah. Kemudian 800 56:10 kemudian 852 56:13 kemudian 96 085700 56:18 852 56:20 96. 56:21 Baik, terima kasih. M. 56:24 Saya Muhammad Krishna kemudian Alzi 56:28 mohon pamit. Wabillahi taufik walidayah. 56:30 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:31 wabarakatuh.