Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:46 Ahlan wa sahlan. 0:53 Bismillahirrahmanirrahim. 0:54 Assalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh. 0:57 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:59 wa ala alihi sayyidina Muhammad. 1:01 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:02 ini hari Selasa tanggal 9 Dzulhijjah. 1:07 Ada juga yang mengatakan masih 8 1:08 Dzulhijjah. 1:10 Tapi yang jelas 1:12 kita jangan 1:13 tetap berukhuwah. 1:14 Berukhuwah itu yang jelas. 1:16 Betul-betul. 1:18 Atau tanggal yang yang pasti tanggal 27 1:20 Juni sekarang 2023. 1:22 Kita jumpa lagi dalam acara Ahlan wa 1:25 sahlan. 1:27 Siapa yang akan kami hadirkan tadi 1:28 suaranya sudah kita dengar ya, Anda 1:30 sudah akrab ya. 1:32 Beliau-beliau ini nanti insyaallah pada 1:35 akhir Juli sampai Agustus akan 1:37 berdakwah. Di mana? Di Filipina. 1:40 Sekarang kalau saya sebut nama Jordan, 1:42 kira-kira apa di pikiran Anda? Apa ada 1:44 pemain basket? Apa-apa? 1:46 Ehm, oke kita dengar dulu suara Jordan 1:49 ya. Silakan Jordan. 1:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:06 Innamal mukminuna ikhwatun 2:09 fa ashlihu baina akhawaikum wattaqullaha 2:15 la'allakum turhamun. 2:24 Ya ayyuhalladzina amanu la yaskhar 2:28 qaumum 2:30 min qaumin asa 2:33 ay yakunu khairan minhum. 2:43 Wala nisaum 2:48 min 2:49 nisa in asa ay yakunna khairan 2:54 minhum. 2:58 Wala talmizu 3:02 anfusakum 3:04 wala tanabazu bil alqab. 3:09 Bi'sal ismul fusuqu ba'dal iman. 3:15 Waman lam yatub fa ulaika 3:19 humuz zalimun. 3:25 Sadaqallahul azim. 3:26 Masyaallah, Ikhwan dan akhwat suara 3:29 pembacaan Alquran yang barusan kita 3:31 dengar dibacakan oleh Jordan Bandong. 3:33 Beliau adalah warga Filipina, usianya 3:37 baru 21 tahun yang sedang belajar di 3:40 Alfatah. Di mana nanti ee ustaz-ustaz 3:44 kita, guru-guru kita dari Alfatah akan 3:46 ke Filipina untuk dakwah di sana ya. Dan 3:48 mayoritas kaum muslimin terbesar di 3:50 Filipina itu adanya di 3:52 Palawan, Kepulauan Sulu. 3:55 Kemudian dan Islam masuk ke Filipina itu 3:56 kira-kira tahun 1300-an. 3:59 Dibawa oleh Habib atau Ulama Karimul 4:02 Makhdum. 4:04 Di sana ada Masjid Syekh Karimul 4:06 Makhdum. Nah, oke. 4:09 Eee alhamdulillah sudah hadir di sini, 4:12 yaitu Imamnya Solah Mansur dan Ustaz 4:15 Agus Sudarmaji. Assalamualaikum. 4:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:19 wabarakatuh. 4:19 Luar biasa. 4:21 Jadi, eee apa namanya? Ini mau dakwah di 4:25 Filipina atas undangan dari pemerintah 4:28 sana atau 4:29 Iya. 4:30 Atau inisiatif dari Al Fatah atau 4:32 bagaimana? Undangan ya? 4:33 Pak Kris mungkin bisa menjelaskan ini. 4:35 Bismillahirrahmanirrahim. 4:36 Assalamualaikum warahmatullahi 4:38 wabarakatuh. 4:38 Waalaikumsalam. 4:39 Alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 4:41 sholli ala Muhammad wa ala wa ba'du. 4:43 Terima kasih, Mas Krisna Purwana. 4:45 Muhammad Krisna Purwana. 4:47 Bin Muhammad Ishaq. 4:48 Bin Muhammad Ishaq. 4:50 Masyaallah. 4:52 Namanya indah sekali. 4:53 Kita diundang oleh satu komunitas 4:57 warga muslim di 4:59 Mindanao. 5:00 Mindanao. 5:01 Tepatnya di Kota Palembang. 5:03 Palembang. 5:03 Palembang. 5:05 Jadi mereka 5:05 Bukan Palembang ya? 5:06 Bukan, Palembang. 5:07 Tapi Pak Kris katanya ada hubungannya 5:10 dengan Kota Palembang. 5:12 Iya memang karena dai yang datang itu 5:14 dari Kota Palembang katanya. 5:15 Banyak persamaan antara bahasa Tagalog 5:18 dengan Indonesia itu banyak sekali yang 5:19 sama. 5:20 Jadi diduga betul diduga ada hubungannya 5:23 yang erat dengan Kota Palembang. 5:26 Jadi mereka itu 5:28 satu komunitas muslim 5:31 yang didatangi banyak mualaf. 5:34 Jadi orang-orang 5:35 Filipina di sekitar itu datang minta di 5:39 bimbing syahadat. 5:41 Mereka butuh 5:43 eee guru Alquran. Mmm. 5:46 Dan mintanya itu suami istri. 5:48 Mmm. 5:49 Sepasang suami istri, supaya apa? Yang 5:51 laki-laki 5:53 mengajar 5:54 mualaf-mualaf laki-laki. 5:56 Mmm. 5:56 Yang perempuan istrinya mengajar 5:59 saudara-saudara kita, sister kita yang 6:01 baru masuk Islam itu, Mas Krishna. 6:04 Eee jadi mereka sangat berharap. Namun 6:07 karena kita punya beberapa kendala 6:09 keimigrasian, 6:11 mungkin itu setelah pertengahan Agustus 6:14 baru kita berangkat dan kita harus 6:15 menyelesaikan banyak eee ketentuan 6:17 keimigrasian. 6:19 Nah, kami dulu yang berangkat bersama 6:21 imam dan tim kecil, ya, tiga orang ke 6:24 sana. 6:25 Mmm. 6:25 Untuk Asia Tenggara bukan lebih mudah? 6:27 Bukan enggak pakai visa? 6:28 Iya. Kalau untuk turis 6:30 Mmm. 6:31 30 hari tanpa visa. 6:33 Mmm. 6:33 Tapi karena beliau kan diminta di sana 6:34 satu tahun. 6:35 Mmm. 6:36 Maka harus pengajuannya macam-macam. Ah. 6:40 Dan kita juga di pihak sini, yayasan apa 6:43 yang menjadi penjamin. 6:45 Mmm. 6:45 Karena di sana tidak boleh sebagai tidak 6:48 boleh sebagai pencari kerja. 6:50 Mmm. 6:51 Jadi dari sinilah yang memberikan 6:53 penegasan 6:55 sepenuhnya biaya dari 6:58 yayasan kami, yayasan Al Fatah, Yayasan 7:00 Nurul Al Fatah. 7:01 Mmm. Nanti dakwahnya dalam bahasa 7:03 Inggris atau bahasa Tagalog? 7:05 Inggris. 7:05 Dua-duanya 7:07 guru kita itu bahasa Inggris. 7:08 Bahasa Inggris, ya. 7:08 Bagus, bahasa Inggris. 7:09 Atau bahasa Arab mungkin, ya? 7:10 Dan bahasa Arab, ya, tentu. Dan 7:13 menariknya di sana nanti Imam bisa 7:14 cerita. 7:16 Itu sebagian ulama-ulama yang senior, 7:18 yang muda-muda banyak berbahasa Arab 7:21 karena alumni dari 7:22 Damaskus dan lain-lain, begitu, Mas 7:24 Krishna. 7:25 Masya Allah. 7:26 Oke, saya tanya Imam Yasir Al Mansur, 7:28 Ustaznya masya Allah kan sudah ke Syria, 7:30 ke mana-mana, ya. 7:32 Mmm. 7:32 Kira-kira target di Filipina apa nih? 7:36 Bismillahirrahmanirrahim. 7:39 Eee 7:40 jazakallah Mas Krishna dan kepada 7:42 seluruh pendengar Rasyid kami sampaikan 7:44 jazakallah jaza'an katsira. Nah, jadi 7:47 targetnya adalah mengembalikan 7:49 He 7:50 Islam di bumi Filipina. 7:53 Ya, karena dia mayoritas Katolik ya. 7:55 asalnya itu ini negeri muslim. 7:58 Negeri muslim. 7:58 Heeh, bahkan mungkin para pendengar 8:01 sampai sekarang asing. Nama Filipina itu 8:04 bukan nama asli. 8:06 Oh. 8:06 Nama asli negara ini adalah Maharlika. 8:09 Maharlika. 8:10 Maharlika. 8:11 Maharlika artinya merdeka. 8:13 Terhormat. 8:13 Terhormat. 8:14 Heeh, kemudian datanglah penjajah 8:17 Spanyol 8:17 He. 8:18 Eee raja saat itu yang mengirimkan 8:22 mereka pasukan itu adalah Philip, King 8:25 Philip, King Philip. Maka kemudian 8:27 negaranya yang asalnya Maharlika 8:30 He. 8:30 itu diubah menjadi Filipina. 8:33 Jadi Filipina. 8:34 Nah, jadi memang dulu itu negeri muslim. 8:36 Seperti yang tadi Pak Krisna sampaikan, 8:39 da'i-da'i yang datang mereka itu memang 8:43 banyak juga yang dari Melayu. 8:45 He. 8:45 Nah, bahkan ada yang eee secara sejarah 8:49 terbukti ada seorang raja namanya 8:52 Sulaiman. 8:53 Sulaiman inilah yang mendirikan kota 8:57 Amanilah. 8:58 Amanilah. 9:00 itu sekarang menjadi kota Manila. 9:02 Oh. 9:02 Nah, Amanilah itu di bawah perlindungan 9:05 Allah. 9:05 Oh. 9:06 Keamanannya ini. Ini dari mana? Dari 9:08 Minangkabau. 9:09 Masya Allah. 9:11 Jadi, itulah dulunya semacam itu. 9:13 Kemudian datang eee penjajah Spanyol, 9:17 kemudian Kristen menyebar di sana. Dan 9:20 alhamdulillah sekarang mereka mulai 9:22 menyadari kembali kepada jati dirinya 9:25 jati dirinya yaitu Islam. Nah, itu. Nah, 9:30 kami sebetulnya sudah yang kedua kali. 9:32 He. 9:32 Nah, ternyata mereka eee itu cocok 9:36 dengan eee dakwah model Rashid. 9:39 He. 9:39 pertama, kita menganggap semua umat 9:43 Islam ini adalah saudara kita. 9:45 Dan Islamnya rahmat bagi semesta alam. 9:49 Jadi orang-orang 9:51 Katolik di sana, Katolik itu tidak 9:53 merasa terganggu dengan dakwah kita. 9:56 Ah, terbukti anak-anak mereka kemudian 9:59 banyak yang dikirimkan ke Indonesia. 10:01 Termasuk salah satunya Jordan itu. 10:04 Jordan. 10:05 Sekarang namanya Jabir. 10:06 Jabir. 10:08 Alhamdulillah dan beberapa lagi 10:10 teman-temannya masih di Al Fatah. Jadi 10:15 mereka menerima dakwah yang rahmatan lil 10:18 alamin. 10:19 Dan 10:20 banyak mereka yang asalnya dari 10:23 Katolik tanpa dipaksa mereka itu kembali 10:26 kepada Islam. Nah, kembali pada itu 10:29 mereka memerlukan 10:31 minimalnya tiga hal. 10:34 Satu, dorongan dukungan ekonomi. Karena 10:37 memang rata-rata mereka itu lemah. 10:40 Karena ya dulu kan pemerintah Marcos itu 10:43 tidak memperhatikan daerah-daerah yang 10:45 Islam. 10:46 Sehingga rakyat di daerah 10:48 yang yang Mindanao Selatan terutama 10:51 sekali itu kan miskin. Ah, sampai 10:53 sekarang. Maka kami kalau datang ke sana 10:55 biasanya bawa kerudung, bawa mukena. Ah. 11:00 Bawa Quran. Mereka memang memerlukan 11:02 betul nih. 11:03 Mata pencarian apa mereka? 11:04 Mata pencarian rata-rata bertani. 11:05 Bertani. 11:06 Bertani kopi. 11:07 Oh. 11:07 Ah, jadi mereka begitu. Jadi 11:10 semua itu walaupun ya alhamdulillah ya, 11:14 kita bisa walaupun itu permintaan 11:17 mereka, tapi biaya full kita tanggung. 11:21 Jadi itu 11:23 dan mereka memang rata-rata dhuafa. 11:24 Alhamdulillah itu kita bisa datang 11:26 bahkan kita bawa uang kadang-kadang itu 11:29 untuk diserahkan pada mereka. Nah, itu. 11:32 Ah, dalam rangka menyongsong kembalinya 11:35 Islam di bumi Filipina, itulah kami 11:38 datang pada mereka. Dan bagaimana supaya 11:41 Islam rah yang rahmatan lil alamin itu 11:44 betul-betul bisa terwujud di Filipina 11:47 seperti di Indonesia ini kan tidak ada 11:49 gesekan antara Kristen dengan Islam. 11:52 Masyaallah. 11:52 Dan pernah bahkan eh dari Kedutaan Besar 11:55 Palest eh Kedutaan Filipina datang ke Al 11:57 Fatah 11:58 Hmm. 11:58 untuk menanyakan apa betul ini anak-anak 12:01 Filipina belajar di sini betul. Terus 12:04 apa yang diajarkan? Ya, saya sampaikan 12:06 yang kami ajarkan yang Islam yang 12:08 rahmatan lil alamin. Apa kata mereka? 12:10 Kalau begitu nanti akan saya kirim lebih 12:12 banyak lagi. Karena inilah Islam yang 12:14 kita perlukan semacam itu, Pak. 12:17 Luar biasa Al Fatah ini waktu itu juga 12:18 datang hmm 12:20 yang dari Cina itu siapa? Enggak bisa 12:22 bahasa Indonesia, enggak bisa bahasa 12:24 Inggris, enggak bisa bahasa Arab. 12:25 Heeh. 12:25 Sekarang pintar bahasa Arab, pintar 12:27 bahasa Indonesia sama Hasanah ya. 12:28 Quran. 12:29 Bisa baca Quran Masyaallah itu bagaimana 12:32 Al Fatah itu mencetak itu. 12:34 Itu rahmatnya Islam itu. 12:37 Masalah dari beberapa presiden Filipina 12:39 ke zaman sejak zaman Marcos, Duterte, 12:42 lalu sekarang Bongbong ya? 12:43 Iya. 12:44 Bongbong Marcos. 12:45 Iya. 12:46 Itu siapa yang paling agak-agak toleran 12:47 terhadap Islam? 12:48 Eh, pertama Duterte dulu. 12:50 Duterte 12:51 Bahkan dia mengaku, "Saya ini masih ada 12:53 darah Islam." 12:54 Hmm. 12:54 Nah, itu. 12:54 Oh, gitu ya? 12:55 Iya. Bahkan dalam satu eh ceramah dalam 12:58 satu pertemuan mereka sebetulnya tidak 13:00 boleh ya, tapi karena boleh mereka 13:02 jelek-jelekkan agama lain. Walaupun dia 13:04 tidak Islam, mengatakan itu, "Ini yang 13:07 benar tuh Islam." Kan gitu. Itu 13:08 sebetulnya benar ya? Ya udah nih bisa 13:10 ditanya sendiri lah. Itu nah kemudian 13:12 sekarang alhamdulillah Presiden Bongbong 13:15 ini anaknya Marcos. Jadi rupanya 13:17 tindakan represif terhadap umat Islam 13:19 itu tidak berhasil. Umat Islam ini kalau 13:21 ditekan kan malah bangkit. Nah, rupanya 13:24 dia sekarang berpolitik pendekatan. 13:25 Hmm. 13:26 Nah, jadi tadi yang pertama memang 13:28 bantuan ekonomi, kemudian yang kedua 13:32 bantuan guru. Nah, ini kami juga insya 13:35 Allah akan mengirimkan guru ke sana. Itu 13:37 nanti kita bawa dua guru, insya Allah 13:40 untuk mengajarkan 13:42 agama lah atau Quran di sana sekitar 13:44 satu tahun. Yang ketiga bantuan 13:47 beasiswa. 13:48 Nah, kami tidak mengirimkan beasiswa ke 13:50 sana tapi anaknya kami ambil. 13:53 Kami ambil di Ma'had Al-Fatah. Jadi, 13:55 Ma'had Al-Fatah. Ini mungkin kalau ada 13:57 Ma'had yang lain ingin menerima 14:01 Oke, 14:02 nanti kami akan baca juga nomor telepon 14:04 yang dapat Anda hubungi untuk menanyakan 14:06 hal-hal ini ya. Nomor teleponnya Ustaz 14:08 Agus Durm 14:09 Sudarmaji. Silakan kalau yang mau nomor 14:12 teleponnya Ustaz Agus Sudarmaji, kami 14:14 akan berikan nanti ya. Siapkan saja 14:16 pulpen sama kertasnya ya. 14:18 Oke ya. 14:19 Filipina itu seperti kalau di sini 14:21 Manado ya orangnya, orang putih-putih 14:22 gitu ya. Pernah ke Manado? 14:25 Belum. Belum pernah ya? Masya Allah. 14:27 Eh, kira-kira yang paling dibutuhkan 14:29 pengajaran apa di sana? 14:30 Pengajaran Alquran. 14:31 Alquran. 14:32 Ya, Alquran saja dan 14:35 apa ilmu-ilmu keislaman. Banyak sekali 14:37 soalnya mualaf-mualaf itu yang ya jadi 14:40 mereka miskin, tidak bisa baca Quran. 14:43 Mungkin Jordan bisa cerita itu. 14:45 Silakan ya. Bisa bahasa Indonesia kan ya 14:46 Jordan ya? Silakan Jordan cerita. 14:48 Bagaimana Islam di Filipina? 14:50 Di Filipina 14:51 ya sekarang banyak masuk Islam. 14:54 He em. 14:54 Dan 14:55 ada juga banyak ada ada 14:58 eh, mualaf yang dakwah di Filipina. Yang 15:02 dakwah mualaf. 15:03 Oh, iya. Mualafnya berdakwah juga ya? 15:05 Oh, masya Allah. 15:07 Di Manila. 15:08 Di Manila. Dan juga ada ustaz-ustaz yang 15:10 memang mendakwahi di sana ya. 15:12 He em. Alhamdulillah. 15:13 Restoran-restoran halal sudah sudah 15:15 banyak di sana ya? 15:15 Iya iya. Kalau restoran-restoran yang 15:17 punya muslim banyak sekarang. 15:20 He 15:20 Kalau boleh tahu harga kambing di berapa 15:22 di Filipina sana? 15:24 Seekor entah 15:25 Nah ini tanya nya boleh saya 15:28 Gua pengen tahu mana lebih mahal 15:29 Indonesia 15:30 Filipina 15:31 Mana lebih mahal? 15:32 Ya lebih murah yang jelas 15:33 Lebih murah di sana? Kenapa ya? 15:35 Ah ya ah jadi lebih murah ya Yordan ya? 15:38 Lebih murah jadi makanya ketika kemarin 15:41 kan eh atas bantuan ikhwan-ikhwan dan 15:43 awat penyenggara hasil kan ada kurban 15:46 untuk internasional Rata-rata itu 15:48 memilih kalau tidak Gaza milihnya di 15:52 Filipin kalau Gaza karena mungkin daerah 15:55 sana memang perlu bantuan kalau di 15:57 Filipin karena murah jadi di sini tidak 15:59 tidak dapat kambing satu tapi di 16:02 Filipina bisa dapat kambing satu 16:04 Oh 16:06 Jadi misalnya di sini ah 3 juta di sana 16:09 2 juta sudah boleh 16:10 1,8 Mas 16:11 Bahkan 1,8 16:12 Mata uangnya apa? 16:13 Peso 16:14 Peso 16:14 Peso ya peso 16:16 Ya jadi itu kurang lebihnya ah tentang 16:19 kondisi Di sana semacam itu dan 16:21 orang-orang seperti Yordan ini memang 16:24 kita harapkan betul nanti setelah pulang 16:27 jadi dai di sana 16:29 ah itu alhamdulillah beberapa alumni 16:32 dari Al-Fatah juga sudah kembali Bahkan 16:34 ada yang kemudian lanjut S2 di luar 16:36 negeri dan seterusnya begitu kurang 16:38 lebihnya 16:38 Nanti kan pengajaran bahasa pengantar 16:40 nya bahasa Inggris itu di 16:41 kampung-kampung apa mereka sudah ngerti 16:42 bahasa Inggris ya? 16:43 Ah gimana Yordan? Ada enggak bahasa 16:45 Inggris di sana? Pada paham enggak? 16:46 Pada paham enggak yang di 16:47 kampung-kampung yang di sana? Bahasa 16:49 Inggris enggak? 16:49 Filipin kampung banyak yang kampung bisa 16:53 bahasa Inggris 16:53 Bisa bahasa Inggris ya? 16:54 Bahasa kedua itu Pak 16:55 Bahasa kedua itu 16:57 Inggris itu bahasa kedua di Filipin 17:00 Ya karena mereka pergunakan penjajah 17:02 terakhir kan Amerika 17:04 Iya 17:04 Jadi setelah Spanyol kemudian belajar 17:06 kemudian Amerika rupanya Amerika 17:09 memberlakukan bahasa Inggris itu untuk 17:12 mereka 17:12 Kenapa pilihannya me mengharapkan 17:14 guru-guru dari Indonesia untuk mengajar 17:16 bukan dari misalkan dari Kuwait atau 17:18 dari eh 17:19 Timur Tengah gitu. 17:20 Ya, ini pernah juga mereka sampaikan. 17:23 Minimalnya ada dua. 17:25 Mereka melihat Indo eh Islam di 17:28 Indonesia ini adem. 17:31 Gitu. 17:31 Eh jadi 17:33 eh tidak lebih-lebih cair ya di sana. 17:34 cair. Mereka mandang kan ya seperti di 17:37 Syria antar muslim eh bertengkar, 17:40 kemudian di Iraq dan sebagainya. Ini 17:42 pernah disampaikan ke saya, kenapa saya 17:44 milih Indonesia? Nah itu yang yang 17:46 pertama. Eh kemudian dari segi etnis, 17:49 mereka lebih dekat. Budaya itu lebih 17:51 dekat. Dan budaya maka kalau kita lihat 17:54 itu banyak bahasa kata kosakata yang 17:56 sama Pak antara Indonesia dengan eh 17:59 bahasa Tagalog. Nah ya jadi eh karena 18:02 kultur lebih eh dekat maka lebih mudah 18:05 lah mereka itu diterima. 18:07 Begitu ya. Wajah-wajahnya ada 18:09 mirip-mirip juga ya. 18:09 Wajah mirip ya wajah mirip. Memang kan 18:11 dulunya satu kita ini. 18:13 Nah jadi itu yang namanya Nusantara. 18:15 Nah mungkin begitu. 18:15 Eh kenapa enggak juga dari Malaysia 18:17 misalnya? 18:18 Heeh. 18:18 Nah mungkin yang yang ketiga gini Pak. 18:22 Eh mohon maaf itu eh 18:26 lebih mudah enggak ter sih. 18:27 Mereka sanggup menderita Pak. 18:29 Oh. 18:31 Orang Indonesia ini dikasih apa aja deh 18:34 Lebih tahan banting ya. 18:35 Iya lebih tahan banting begitu. 18:37 Tahan banting tahan banting. 18:38 Jadi enggak ada permintaan macam-macam 18:41 lah begitu. 18:41 Enggeh. Oke Iwan dan Rahmat kami masih 18:43 berbincang-bincang dengan Ustad Imam 18:46 Yahya Salam Mansur juga Ustad Agus 18:47 Sudarmaji tentang rencana 18:49 keberangkatannya untuk berdakwah di 18:50 Filipina. Anda punya mungkin punya 18:53 pengalaman mmm di Filipina silakan bisa 18:55 cerita bisa sharing. Atau ingin ingin 18:57 bertanya silakan. Kita tahu bahwa bahasa 19:00 Tagalog itu banyak sekali persamaan 19:02 dengan bahasa Indonesia. Seperti kita 19:05 bilangnya tahun di sana taon. Aku di 19:08 sana ako. Itu eh ito. Kemudian asu atau 19:12 anjing itu di sana aso, betul ya? 19:15 Iya. 19:16 Tadi ini sepatu sana sepato. 19:19 Ah, telinga di sana tali ta lainga. 19:22 Lainga. 19:23 Lainga. 19:24 Lainga. 19:24 Ah, lainga ya. Mirip-mirip gitu ya. 19:26 Lelaki la lalaki sana. Cek orang Sunda 19:29 itu lalaki mah. 19:31 Lelaki di sini lelaki. Kemudian mata. 19:35 Mata, mata juga sama ya. 19:37 Kuku. 19:38 Kuku. 19:38 Kuku juga sama ya. 19:40 Kemudian batu apa? 19:42 Bato. 19:42 Bato. 19:44 Kami sama kami. Bayar apa bayar? 19:46 Bayar. 19:47 Sama itu. Takut takot di sana ya. 19:50 Di sana ada kota besar namanya Kota 19:51 Bato. 19:52 Kota Bato. 19:53 Itu daerah sini Kota Bato, Pak. 19:54 Bato. 19:55 Iya. 19:56 Pintu juga pintu juga. Ah, di sini 19:58 payung di sana pai payong ya. 20:00 Iya. 20:00 Oh, ya Allah. Oke, ini nomor teleponnya 20:03 Ustaz Agus Sudarmaji kami akan bacakan. 20:05 Silakan yang mau tanya-tanya nanti ya. 20:07 0813 20:09 kemudian 11 20:11 750 20:14 757. 20:16 Kami ulangi lagi nomor telepon dari 20:18 Ustaz Agus Sudarmaji 0813 20:22 kemudian 11 20:25 750 20:28 757. 20:31 Ah, Jordan apakah di sana juga ada radio 20:34 Islam? 20:36 Ada radio? Radio Islam enggak? 20:38 Radio Islam? 20:39 Ada. 20:39 Ada? 20:40 Di sini kurang tahu ya. Namanya enggak 20:42 tahu namanya. 20:43 Enggak tahu namanya tapi tapi ada ya? 20:45 He em, di Minanaonya. Di selatan. Ah, di 20:46 sana enggak ada larangan me mengganti 20:49 nama misalnya harus nama Islam. Kan 20:51 kalau di KD Birman enggak boleh pakai 20:52 nama-nama Islam kan. 20:53 Ah, coba tanya. 20:54 Bagaimana mengenai nama-nama? Boleh 20:56 pakai menggunakan nama Islam di sana? 20:58 Boleh. 20:58 Boleh? Enggak ada larangan ya? 21:00 Enggak ada. 21:00 Cuma biasanya kombinasi, Pak Gesna. 21:02 He em. 21:03 Misalnya ada sahabat saya Ustaz Abu 21:05 Bakar. 21:06 He em. 21:07 Belakangnya itu nama dia, nama asli 21:08 sana, Manampen. 21:10 Manampen, oh, ada semacam marga. 21:13 Datu Watu. 21:14 Heem. 21:14 Ibrahim. Nah, jadi kombinasi gitu. Jadi 21:17 orang orang kalau sudah kelihatan 21:20 begitu-begitu itu orang orang Filipina 21:21 itu. 21:22 Heem. 21:22 Pas apa bernama Arab dengan nama asli 21:25 yang di sana. 21:26 Di sana belum ada perbedaan-perbedaan 21:27 mazhab itu belum ya, masih-masih ini ya, 21:30 masih bagus ya? 21:31 anu Syafii, mayoritas. 21:32 Enggak, mayoritas Syafii. 21:34 Syafii. 21:34 Syafii. 21:35 Syafii. Nah, kalau kita datang ke sana 21:37 pendekatannya pendekatan Syafiiyah. 21:39 Syafiiyah. 21:40 Heem, alhamdulillah. 21:41 Eee dan kita memang menghindari 21:43 masalah-masalah begitu. 21:44 Heem. 21:45 Dan sebetulnya banyak ulama-ulamanya. 21:48 Heem. 21:48 Mereka itu yang memahami betul bahasa 21:52 Arab. 21:52 Heem. 21:53 Karena memang eee mereka tidak punya 21:55 perguruan tinggi Islam yang bisa 21:57 diandalkan, maka rata-rata seperti 22:00 Yordania teman-teman itu begitu selesai 22:02 sekolah menengah, kalau ingin belajar 22:04 agama ya harus keluar dari Filipina. 22:07 Heem. 22:07 Itu, mereka banyak yang di Libya, di 22:10 Jakarta banyak. Waktu saya saya datangi 22:13 ketemu ternyata bisa bahasa Indonesia. 22:15 Belum Anda bahasa Indonesia ya? Saya 22:16 tamatan Libya, Pak, gitu. 22:20 Alhamdulillah. Dan memang itu menjadi 22:22 eee satu prioritas bagi Arab Saudi yang 22:25 biasa mengirimkan eee menjadi tempat 22:28 untuk pengiriman mahasiswa itu termasuk 22:30 yang minoritas. Minoritas itu eee 22:32 Filipina kan sekarang termasuk 22:34 minoritas. Walaupun perkembangan Islam 22:36 cukup signifikan sekarang ini. Eee dulu 22:39 sekitar 5%, sekarang sudah sampai 10%. 22:42 Nah, jadi cenderung terus ada 22:44 peningkatan-peningkatan-peningkatan. 22:46 Nah, kemudian ya itu tadi, banyak 22:48 anak-anak eee muda yang belajar ke Arab 22:51 Saudi ini yang dulu di Al Fatah, dulu 22:54 pernah siaran di sini. Namanya Imran. 22:57 Oh, Imran ya. 22:58 Imran Ibrahim. Sekarang S3 di Yordania. 23:00 Wah, siap. 23:01 Alhamdulillah. Itu kemarin pulang ya 23:03 jadi dai. 23:04 Heem. 23:05 Jadi begitulah, alhamdulillah 23:06 perkembangan Islam di Filipina cukup 23:09 menggembirakan. 23:10 Kalau di Filipina kita bisa membedakan 23:11 dari segi kostumnya ini orang Islam ini 23:14 bukan, mungkin ada sarungan apa gimana? 23:16 Ada enggak? Bisa terlihat secara 23:18 Tidak. 23:19 Jadi dan gimana ada 23:20 Pakaian khusus enggak? 23:21 Ada pakaian khusus muslim enggak? 23:23 Muslim. 23:23 Apa sama aja semuanya? Yang penting 23:25 hatinya. 23:26 Iya, tapi ya 23:28 ke di Mindanao banyak suka membatik. 23:30 Oh, kain batik kalau batik tuh ciri-ciri 23:33 orang Islam ya? 23:33 Iya. 23:34 Jadi mereka senang kalau datang kemari 23:36 itu yang dipesan batik. 23:38 Iya. 23:38 Jadi ini nanti kalau misalnya ada 23:41 pendengar Rasil yang mau kirim batik 23:43 Ah, boleh mau bisnis batik ya. 23:45 Iya. 23:46 Asal murah-murah boleh ya. Ah. 23:48 Senang mereka batik itu. 23:49 Salam Assalamualaikum sudah juga jamaah 23:51 di sana ya sudah. 23:53 Assalamualaikum sudah ketemu sudah 23:54 sering ya sudah 23:55 Sesama muslimnya iya. 23:56 Iya di sesama muslim. 23:58 Oh, begitu ya. Bagaimana suasana salat 24:00 Jumat setiap Jumat kemudian Idul Fitri 24:03 sudah ada ada kendala enggak? 24:05 Apa itu kendala? 24:06 Ada halangan? 24:07 Ada halangan enggak? 24:07 Ada problem enggak kalau 24:09 Salat salat Id ada ya? 24:10 Penyelenggaraan salatnya? 24:11 Enggak ada Pak. 24:12 Enggak ada ya? 24:12 Enggak ada iya. 24:14 Banyak tempat ya? 24:14 Salat di 24:16 publik di jalan kalau 24:19 Publik area publik area. 24:20 Publik area enggak apa-apa itu ya? 24:21 Enggak apa-apa ya. 24:22 Enggak apa-apa. Oh, masyaallah. 24:25 Yaitu setelah revolusi jatuhnya Marcos 24:28 itu jadi Islam di sana lebih bebas. 24:31 Berkembang ya? 24:34 Bahkan ini salah satu pengundang kita 24:36 itu walikota. 24:37 Hmm. 24:37 Mayor istilahnya di sana istilah mayor. 24:39 Hmm. 24:39 Itu dan kami dulu juga berceramah di 24:44 depan mereka itu memang ya mereka 24:47 rasanya rindulah kembali bagaimana 24:49 mereka bisa Islam lagi. 24:53 Jadi itu betul kata Imam tadi. 24:55 Yang mengundang salah satu yang 24:57 mengundang kita akhirnya komunitas yang 24:59 mengundang kami itu lapor ke Pak 25:01 Mayornya, ke Walikota Palembang. 25:04 Kemudian beliau dengan sangat senang 25:06 menunggu kedatangan tim dari Indonesia. 25:10 Ya, jadi Mayor Palembang kita nanti bisa 25:12 lihatkan 25:13 dia ee 25:15 welcoming address-nya itu betul-betul 25:18 apa dari Mayor Palembang. 25:20 Palembang ya. 25:22 Di sana ada apa registrasi halal itu ke 25:25 siapa ada enggak? 25:27 Ada. 25:28 Nah, itu salah satu yang akan mengundang 25:30 kita Pak Krisna. Jadi badan sertifikasi 25:33 halal nasional Filipina 25:35 itu akan mengundang kami. 25:37 Bahkan kami dapat informasi dari panitia 25:40 yang menjemput kami 25:42 itu 25:43 direkturnya langsung 25:45 mengutus stafnya 25:47 di bandara, nanti dari bandara dibawa ke 25:49 kantor mereka itu. 25:51 Badan sertifikasi halal 25:53 Filipina. 25:53 Ya, kami karena di sana juga diminta 25:56 untuk ceramah soal bagaimana 25:59 perkembangan industri halal di 26:04 Filipina. 26:05 Dan alhamdulillah ya 26:07 mereka kalau pernah kan diundang ke 26:10 Indonesia itu mereka mampir ke Alfatah. 26:14 Itu, jadi 26:16 industri bahkan karena memang ee harus 26:20 ada istilahnya pemisah yang betul-betul 26:23 antara Islam dengan Nasrani, maka 26:27 industri halalnya mereka lebih ber 26:29 perhatian. 26:30 Karena kelihatan mana yang Islam mana 26:33 yang tidak. Dan itu harus bisa 26:35 betul-betul dirasakan oleh masyarakat. 26:39 Kalau di sini kan campur ya antara 26:41 ee mohon maaf antara yang Islam dengan 26:44 yang non muslim. Kalau di sana kelihatan 26:47 sekali ee pembatas, maka kemudian ee 26:51 yang makan jaal halal haram betul-betul 26:54 ditegaskan di sana. 26:57 Oke, Iwan dan Rahmat kami masih 26:58 berbincang-bincang dengan 27:01 Ustaz Imam Yazid Mansur dan Ustaz Agus 27:03 Sudarmaji tentang rencana keberangkatan 27:06 rencana pemberangkatannya 27:08 ke Filipina untuk berdakwah di sana. 27:11 Emm, ini ada yang bertanya dari Evie di 27:14 Serpong, Ibu Evie. Assalamualaikum 27:16 Ustaz, apakah sudah ada ditulis buku 27:18 sejarah berdirinya Filipina, 27:20 kerajaan-kerajaan sebelum jadi jajahan 27:22 Spanyol? 27:24 Sudah. 27:24 Emm. 27:25 Sudah ada. Nah, maka yang kami baca tadi 27:27 memang ee, sejarah masuk masuknya Islam 27:31 ke Spanyol itu sudah ditulis di beberapa 27:34 buku sejarah. Nah, kemudian juga tentang 27:38 ee, bagaimana datang penjajahan. Hanya 27:41 ee, kita pernah masuk ke museum di sana 27:45 ya. Itu jejak-jejak Islam dihilangkan. 27:47 Emm. 27:48 Jadi, ee menurut mereka, ee, 27:52 ee, Filipina ini ada sejak kedatangan 27:55 Spanyol. 27:56 Emm. 27:56 Jadi, sebelum datang Spanyol itu tidak 27:58 tidak dipandang sebagai sebuah sejarah. 28:01 Emm. 28:01 Jadi, kalau kita masuk ke museum di sana 28:03 di di di Manila, itu jejak-jejak Islam 28:07 hampir tidak ada. 28:08 Emm. 28:08 Bahkan memang mereka tidak mengakui 28:11 kalau sebelum 28:13 ee, datangnya Spanyol itu ee Filipina 28:17 sebagai sebuah negara. Itulah yang 28:19 kemarin diungkapkan oleh Duterte. 28:21 Emm. 28:21 Bahwasanya sebelum kita jadi Filipina, 28:24 kita sudah punya nama. Apa? Maharlika. 28:27 Hahaha. 28:28 Itu tadi. 28:29 Maharlika. 28:30 Artinya apa tadi Maharlika? 28:31 Yang terhormat. 28:32 ini bangsa terhormat sebetulnya. 28:34 Emm. 28:35 Kalau orang Filipina sendiri memandang 28:37 Indonesia bagaimana? 28:38 Ya, mereka memandang sebagai satu 28:42 rumpun. Satu rumpun. Bahkan ya, satu 28:45 Nusantara lah begitu. Jadi, mereka 28:48 menganggap sebagai ee teman yang 28:51 akrablah, tidak seperti bangsa lain. 28:54 Mengingat memang jejak budaya 28:57 ee antara Filipina dengan Indonesia ini 29:01 ee rapat sekali. 29:03 Ehm. 29:04 Oke, ada yang bertanya. Assalamualaikum, 29:06 Ustaz. Saya mau tanya, kalau di Filipina 29:08 khotbah ee Jumatnya 29:10 disampaikan dalam bahasa apa? Tagalog 29:12 atau Inggris? Gimana? 29:14 Pertanyaannya ke Jordan. 29:15 Kalau bahasa Jumat disampaikan dalam 29:16 bahasa apa? 29:17 Terserah daerah, ada 29:19 ba yang suku-suku. 29:21 Kalau di Manila Tagalog. Kalau di 29:24 Mindanao pakai bahasa daerah. 29:27 Ehm, pakai bahasa daerah. 29:29 Kalau ada masjid besar terus banyak 29:32 orang 29:33 dari luar negeri 29:34 salat pakai bahasa Inggris. 29:36 Pakai bahasa Inggris. Kalau Jordan Sri 29:38 tinggalnya di kota apa? 29:39 Di kota Taguig. 29:41 Taguig, itu dari Manila jauh? 29:43 Bisa sejam dari Manila. 29:45 Satu jam. 29:46 Termasuk kota besar enggak itu? 29:48 Iya. 29:49 Kota besar juga. Masjid terbesar di sana 29:51 apa? 29:52 Di sana 29:53 kalau di Manila namanya ee Golden 29:56 Mosque. 29:57 Golden Mosque. 29:58 Ada Golden Mosque ada Blue Mosque ya? 30:00 Kalau yo kalau Blue Mosque itu dekat 30:03 tempat saya. 30:04 Kalau yang masjid yang merah-merah itu 30:05 apa? 30:06 Merah? 30:07 Itu di Mindanao. 30:08 Oh, di Mindanao. 30:09 Pink ya? 30:10 Yang pink. 30:10 Pink, pink 30:11 Oh, pink bukan merah ya? 30:16 Oke, oke. 30:19 Oh, ada yang nanya makanan khas Filipina 30:22 yang di 30:23 masak orang muslim di sana apa? 30:25 Ee yang 30:26 makanannya khas ya. 30:28 Makanan khas 30:28 Special food-nya apa? Food yang biasa 30:30 dikonsumsi oleh orang muslim apa? 30:32 Enggak tahu namanya. 30:33 Nah, mungkin saya, saya 30:35 lebih tahu 30:37 Ustaz Abdul Somad 30:38 makan apa? 30:39 Jadi, saya pernah itu terkejut. 30:42 Karena 30:43 ada sayur, saya kira itu kolak. 30:46 Iya. 30:47 Waktu itu. 30:48 Jadi, 30:49 ternyata pisang itu dibuat sayur lodeh. 30:52 Oh. 30:54 Pisang mena- mentah apa pisang matang? 30:56 Mentah. 30:57 Ah, itu kalau 30:58 kita kan buat kolak. 30:58 Heeh. 30:59 Ah, itu makanan khas mereka katanya 31:01 semacam itu. 31:02 Iya. 31:02 Jadi, mereka mungkin karena banyak pohon 31:04 pisang ya, dari pisang itu dibuat sayur. 31:07 Nah, kalau kita kan begini pisang dibuat 31:10 kolak. Kalau mereka sih yang buat sayur. 31:12 Kita kan saat itu bulan Ramadan ya, 31:14 Iya. 31:14 Pak ya, heeh. Jadi, memang ya masyaallah 31:17 kita agak kesulitan saat itu mencari eh 31:20 makanan yang halal kalau di kota. Kalau 31:22 di desa sih masih banyak. Itu tadi 31:24 antara makanan eh khasnya mereka itu 31:27 pisang. 31:28 Heeh. 31:28 Yang kemudian dijadikan sebagai sayur 31:30 itu. 31:32 Saya ingat Ustaz 31:34 Mansur pernah cerita kalau makan tuh 31:35 banyak menu-menu yang diambil cuma dua 31:37 ya, 31:39 cuma dua aja menu yang diambil. Enggak 31:41 mau banyak-banyak malah bingung nanti. 31:45 Assalamualaikum, selamat datang eh 31:47 teman-teman dari eh Filipina. Cuma satu 31:51 ini Jordan aja. 31:53 Heeh. 31:54 Bagaimana kehidupan di sana? Apakah ada 31:56 madrasah juga di sana? 31:58 Ada. Ada, madrasah ada. 32:00 Ya, beliau lulusannya nah, eh sekolah 32:03 menengahnya. 32:04 Iya. 32:04 Heeh, madrasah di sana ya. Heeh. 32:07 Tapi 32:09 kurang apa? Itu 32:12 ada iya, banyak kurang 32:15 eh iya. 32:16 Kurang 32:17 Kekurangan, banyak kekurangannya ya. 32:18 Iya, kekurangan 32:19 fasilitas, guru. 32:21 Iya, fasilitas ya. 32:22 Heeh, itulah makanya kita mau ke sana 32:24 itu Pak Krisna. 32:26 Mau melihat dulu keperluan-keperluan 32:27 mereka apa, supaya nanti tim berikutnya 32:30 lebih besar itu akan membawa bantuan ke 32:32 sana Pak Krisna. 32:33 Heeh. 32:34 Apakah kerudung, kita akan bawa 32:35 kerudung. 32:36 Heeh. 32:36 Kita akan bawa Alquran dan buku-buku 32:39 Iqro itu ya untuk mereka 32:41 sehingga nanti kalau toh ada dari 32:45 pendengar hasil yang ingin membantu ikut 32:47 berandil 32:49 untuk mereka warga muslim mualaf 32:52 terutama ya Bu ya itu kita akan sangat 32:54 senang hati lah membantu membawa 32:57 bantuan-bantuan itu 32:58 dan kita pernah membantu pendirian 33:00 mushola 33:01 jadi waktu terjadi banjir itu ya banjir 33:04 jadi memang 33:05 seperti tadi Pak kata Pak Krisna sudah 33:08 akrab lah orang Indonesia ini dengan 33:09 orang Filipina hanya mungkin hanya 33:12 komunitas tertentu ya ini kita ingin 33:14 menyebarkan lagi bagaimana ikhwan-ikhwan 33:16 kita di Filipina itu lebih kita 33:18 perhatikan 33:20 karena tadi mungkin 33:22 tadi dilihat dari satu kesatuan 33:24 Nusantara nah kami pernah mengirimkan 33:26 uang satu akhirnya alhamdulillah jadi 33:28 sebuah mushola ketika terjadi banjir 33:31 kemudian mereka minta bantuan kita 33:33 kirimkan 33:35 menurut kadar kita alhamdulillah jadi 33:37 sebuah mushola itu 33:38 jumlah muslim di sana kalau enggak salah 33:40 6 juta ya 33:41 sekarang iya itu bahkan ada yang 33:43 mengatakan sekarang sudah 10 33:44 10 juta 33:45 10 juta 33:46 saya pernah 33:48 bertemu dengan seorang porter ya di di 33:52 bandara itu kemudian dia mengatakan I am 33:57 Muslim saya Islam 33:59 terus saya tanya tentang dia belajar 34:00 Inggris di sini memang hampir tiap hari 34:03 itu ada orang masuk Islam begitu ya 34:06 Yordan ya 34:07 bahkan juga dari pejabat-pejabat ada itu 34:10 kepala polisi dengan bawahnya beberapa 34:13 puluh orang masuk Islam jadi memang hati 34:15 mereka itu sebetulnya memang Islam 34:18 karena memang tadi penjajahan nah mereka 34:21 akhirnya menjadi 34:23 beragama lain begitu 34:26 Assalamualaikum apakah produk-produk 34:28 Amerika makanan Amerika apakah juga 34:30 cukup ramai di sana seperti McD Kentak 34:34 Iya. 34:34 Iya. 34:35 Ada. 34:35 Ada. 34:36 Ada. 34:36 Ada juga ya? 34:37 Bahkan bahkan mungkin ramai karena 34:39 mereka kan jajahan Amerika. 34:41 Bekas jajahan jajahan Amerika. 34:43 Sebelum mereka merdeka tahun 19 34:46 47 kalau enggak 46 itu penjajah terakhir 34:49 itu Amerika. 34:50 Karena Amerika punya militeri base, 34:53 pangkalan militer di 34:54 untuk Asia. 34:55 Jadi enggak heranlah kalau ada 34:57 restoran-restoran Amerika di sana banyak 34:59 ya. 34:59 Banyak banyak. 35:00 Bahkan budaya mereka budaya selain yang 35:03 muslim itu budaya Amerika. Yang yang 35:05 yang banyak di sana. 35:07 Bahkan di sana ada satu kampung yang 35:08 profesinya semua musisi ya, grup-grup 35:11 band satu kampung semua itu. 35:12 Iya iya, memang mereka terkenal 35:14 Iya. 35:14 suaranya. 35:15 Di klub-klub malam itu kan banyak 35:17 orang-orang Filipina. 35:19 Eee. 35:20 Nyanyian yang terkenal kan Denpasar Moon 35:22 kan dari orang sana. 35:23 Iya. 35:24 Siapa namanya itu ya? Maribeth Maribeth. 35:28 Oke. 35:30 Assalamualaikum mau tanya kalau di 35:32 kehidupan di sana biaya hidupnya tinggi 35:33 enggak? Mahal-mahal enggak barang di 35:35 sana atau murah-murah? 35:37 Gimana Yuda? 35:38 Sama di sini. 35:39 Sama. 35:40 Kurang lebih ya sama ya. 35:41 kurang lebih sama. 35:42 Ehm. 35:43 Kalau untuk makan siang kira-kira perlu 35:44 berapa peso? 35:47 Dan di kurs rupiah jadi berapa itu? 35:48 Standar makan siang 35:49 Standar 35:49 kayak mahasiswa itu berapa makan? 35:51 Berapa? 35:52 100 35:54 100 35:55 100 peso? 100 peso berapa kalau di 35:57 rupiahin? 35:58 30 35:58 30 ribu 30 ribu ya? 36:00 Iya. 36:00 30 ribu 36:03 Sudah bisa makan siang di sana 30 peso 36:05 ya. 36:05 Itu pakai ayam ya? 36:06 Pakai ayam 36:08 Ayam. 36:08 Oke. 36:10 Ehm. 36:12 Ada yang tanya? 36:13 Halo. 36:13 Oh halo, assalamualaikum. 36:15 Waalaikumsalam. 36:16 Halo. 36:16 Waalaikumsalam. 36:18 Iya dengan siapa ini? 36:19 Dari 36:20 Fajar nih di Kemayoran. 36:22 Silakan Mas Fajar di Kemayoran, silakan. 36:25 Iya ini 36:26 ini eee Kang Jordan nih kafe ganteng 36:30 kayak Adam Jordan kali ya. 36:31 Iya, 36:32 betul. 36:33 Lebih ganteng lagi, 36:35 lebih muda lagi. 36:36 Jadi artis itu. 36:39 Oh, iya muda masih muda ini mantap ini. 36:43 Mudah-mudahan semangat 36:45 berjuang ya berdakwah di negaranya nanti 36:48 kalau pulang gitu kan. Saya mau tanya 36:50 nih. 36:51 Sekarang pemimpin yang sekarang itu 36:54 agama Islam itu bagaimana ya? 36:56 Apakah masih ya damai-damai saja atau 37:00 yang sebelum Marcos runtuh itu. Nah, 37:03 terus metode dakwah di Filipina itu 37:06 apakah sama kayak di Eropa, Amerika 37:09 dengan apa ya? 37:10 Dengan apa istilahnya intelektual gitu 37:12 kan. Kebanyakan orang-orang yang 37:14 cerdas-cerdas itu masuk Islam kalau di 37:16 Filipina itu bagaimana apakah orang 37:18 Filipina itu budayanya suka membaca juga 37:20 gitu. Terima kasih. Assalamualaikum. 37:23 Waalaikumsalam. 37:24 Jadi, silakan dijawab. 37:25 Paham enggak 37:26 pertanyaannya? Paham ya? 37:27 Yang pertama 37:29 itu tentang dakwah di sana itu pakai 37:34 seperti apa? 37:35 Polanya seperti apa? 37:37 Seperti kalau sekarang media. 37:40 Media ya? Lebih kepada media. 37:43 Itu banyak orang 37:44 Dan 37:45 bikin acara. 37:47 He em. 37:47 Iya, terus invite. 37:50 Mengundang-undang pengajian umum lah, 37:52 pengajian umum begitu Pak Krisna. Jadi, 37:54 polanya begitu. Jadi, apakah polanya 37:57 pola 37:58 intelektual seperti di Eropa atau 38:02 Tidak ya, ada juga ya 38:04 di kampus-kampus ada seperti itu ya. 38:06 Yang apa? 38:07 Seminar-seminar ada. Oh, ada Pak Krisna. 38:10 Ya, 38:11 ada juga 38:13 mufti ke sana. 38:14 Mufti pernah ke sana ya? 38:16 Iya, pernah. 38:16 Bahasa Inggris ya. 38:18 Jadi, pengalaman kami kalau dari posisi 38:21 kami, Pak, itu kita 38:24 mengundang 38:25 masyarakat ke situ. 38:26 Ehm. 38:27 Kemudian kita dawahin. 38:28 Ehm. 38:29 Dan mereka terus minta dibimbing, ya, 38:30 Bu, ya? 38:31 Iya, setelah dibimbing mereka syahadat, 38:32 Pak. 38:32 Ehm. Ehm. 38:33 Itu masalah. Setelah itu masalahnya 38:35 adalah gimana mereka dikasih kerudung 38:37 dan lain-lain itu, Pak. 38:40 Benar, Pak, ini. 38:41 Ehm. 38:42 Dan kalau tadi ditanya memang eh untuk 38:45 dakwah di sana kita lebih kepada 38:48 masyarakat bawah. 38:49 Ehm. 38:49 Bahkan ini saya pernah ditanya apa 38:52 yang eh dalam sebuah wawancara yang eh 38:55 Bapak rasakan dakwah yang paling eh 38:58 berkesan. Dakwah di Filipina, Pak. Jadi 39:01 ketika itu kami dakwah di sebuah masjid, 39:04 ya, eh musala. 39:05 Ehm. 39:06 Eh kita sedang berdakwah itu tiba-tiba 39:08 ada ayam, ada anjing, ada kambing pada 39:11 masuk, Pak. 39:12 Oh, ya? 39:12 Karena memang musalanya ini musala 39:14 sangat sederhana. Jadi berlubang-lubang 39:16 begitu, masya Allah. Nah, tapi begitu 39:19 antusias mereka itu. 39:21 Ehm. 39:21 Nah, itulah jadi memang lebih kita 39:23 tekankan pada kelas-kelas bawah. 39:26 Ehm. 39:26 Itu yang mereka mulai menyadari kembali 39:29 lagi kepada Islam. Karena tadi tidak di 39:32 begitu diperhatikan oleh pemerintah. 39:34 Nah, dan alhamdulillah seperti yang 39:35 ditanyakan eh pemerintah yang sekarang 39:38 itu cukup eh terbuka untuk Islam. Mulai 39:41 dari de de yang sebelumnya 39:45 Duterte. 39:45 Duterte, nah sekarang Bongbong itu lebih 39:48 cenderung juga pada Islam. 39:50 Jadi tidak begitu. 39:51 Wah, iya, mungkin setelah berpengalaman 39:53 dari ayahnya lah, semacam itu. Ternyata 39:56 Islam ini tidak bisa dimusuhi dengan 39:59 keras. Kalau dimusuhi dengan keras, 40:01 mereka malah tambah eh menyerang. Mereka 40:05 akan lebih keras bertahan. Nah, rupanya 40:08 eh mereka kemudian me punya pemikiran, 40:11 "Sudah, kita secara halus saja." Nah, 40:14 alhamdulillah mereka juga tidak terjadi 40:16 lagi pemberontakan-pemberontakan. Dulu 40:18 kan ada MNLF dan sebagainya. Dan kita 40:21 memang ketemu dengan tokoh-tokoh itu dan 40:23 kita sampaikan. Alangkah baiknya kalau 40:25 pendekatan dakwah kita itu tidak lewat 40:29 senjata berupa bedil, pistol, tapi 40:31 dengan pena. Saya sampaikan kepada 40:33 mereka semacam itu. 40:35 Ada satu pengalaman, Mas Krisna. 40:37 Jadi ketika kami di Mindanao itu 40:41 kita lihat kok ada beberapa checkpoint. 40:43 Ehm. 40:43 Kita tanya kepada guide kita. 40:46 Memang 40:47 saat tahun 2017 itu 40:49 di masih diberlakukan checkpoint. 40:51 Ehm. 40:51 Terutama ada tamu-tamu itu dicek. 40:54 Terutama yang muslim, ya. 40:55 Heeh. Yang kedua 40:56 di 40:57 di masjid-masjid itu dijaga tentara, Mas 41:00 Krisna. 41:00 Ehm. 41:01 Tapi menariknya, meskipun pakai laras 41:03 panjang, mereka berbaur dengan 41:05 masyarakat. 41:06 Ehm. 41:06 Jadi tentara itu ditugaskan untuk 41:08 mungkin menegakkan pengawasan segala 41:11 macam. Tapi 41:13 mereka tidak menemukan rakyat 41:16 Filipina itu apa namanya memberontak, 41:18 tidak. 41:18 Ehm. 41:19 Itu mungkin mohon maaf 41:21 perang media. 41:23 Jadi media itu 41:24 eee 41:25 Memframe, ya. 41:26 Memframe. 41:27 Padahal orang Filipina tuh senang 41:30 perdamaian, Mas. 41:31 Ehm. 41:32 Tidak lagi ada tempat untuk 41:34 perlawanan-perlawanan bersenjata itu. 41:35 Begitu, Mas, ya. 41:36 Iya. 41:37 Ya memang Islam kan mengajarkan 41:38 perdamaian. Sebetulnya framing media, 41:41 maka perlunya siaran semacam ini. Itu 41:44 begitu juga kami temukan di Thailand 41:45 Selatan. 41:46 Ehm. 41:47 Itu mereka pun juga itu tidak tidak 41:50 pernah lah memulai penyerangan. Betul. 41:52 Karena memang diserang, mereka akhirnya 41:54 apa? Menyerang. Itu yang kita temukan di 41:57 beberapa tempat lah. Begitu juga kita 41:59 sampai di Syria dan sebagainya. Memang 42:01 Islam itu hasilnya damai. 42:03 Ehm. 42:04 Framing media, kemudian mereka kemudian 42:06 dimusuh dan sebagainya dan sebagainya. 42:08 Bahkan waktu itu kan kita tarawih, ya, 42:10 Pak, ya. Tarawih itu di dalamnya itu ada 42:13 tentara yang pakai eh 42:15 laras panjang itu. Tapi setelah itu ya 42:17 mereka berbaur dengan dengan eh rakyat 42:21 kecil lah, rakyat biasa begitu. 42:24 Bahkan ada pemandangan 42:26 anak-anak remaja sama tentara itu main 42:29 bola, Pak. Tentara nya sambil manggul 42:31 senjata itu, 42:32 main bola itu. 42:34 Makan-makan bersama. 42:35 Artinya dia bekerja, dia bekerja atas 42:37 instruksi saja, tapi 42:38 batinnya sih enggak ya? 42:40 Enggak ada. 42:40 Jadi tidak ditemukan ya apa namanya 42:43 Islam Islam radikal di Filipina itu 42:46 enggak ada, Mas. Kita menjadi saksi di 42:48 sana. 42:49 Masya Allah. Karena menurut Miswari pun 42:51 sudah bersama tentaranya 42:54 naik ke atas dia, ke utara bahkan 42:55 sebagian di Manila karena sudah tua-tua, 42:57 Pak. 42:58 Oke. Assalamualaikum Ustad ya Ustad 43:00 Mansur. Kalau kami naik haji dari sana 43:02 mungkin enggak karena mungkin lebih 43:04 mudah karena kan Islamnya masih sedikit. 43:06 Mungkin enggak itu bisa dilakukan jadi 43:08 naik haji dari Filipin? 43:10 Kita kan pernah juga dulu. 43:12 Tapi enggak mungkin. 43:14 Enggak mungkin, kenapa? 43:15 Karena regulasi Indonesia 43:18 Dan sampai ada yang dulu memalsukan apa 43:21 namanya memalsukan paspor dan identitas. 43:24 Nah ya saran kami enggak usah ikut saja. 43:29 Dan saya saya pernah dimarah sama 43:31 teman-teman 43:33 muslim di Singapura. Agus, kamu kenapa 43:35 masuk Singapura? Saya sedang mencari 43:37 peluang memberangkatkan haji dari 43:40 Singapura. Jangan gitu dong. Kenapa? 43:43 Kami kan juga punya hak. 43:45 Itu hak kami. Sekarang hak kami di 43:47 kampung sebelah. Sejak itu saya enggak 43:48 mau lagi, Pak. 43:49 Oh, masya Allah. 43:50 Cari-carikan peluang ke mana, enggak. 43:52 Sudah, itu hak kalian. Kami sini sabar, 43:54 ya kan sabar. 43:56 Atau pemerintah kami mudah-mudahan bisa 43:58 minta kuota lebih banyak kepada 44:00 pemerintah Saudi, kan begitu saja. 44:02 Tapi minat haji banyak dari orang-orang 44:03 Filipin? 44:04 Insya Allah banyak, Pak. 44:05 Bagaimana rencana orang orang pergi haji 44:07 banyak dari 44:09 Sekarang. 44:11 Lebih banyak Indonesia. Tapi. Banyak 44:14 juga berangkat ke Saudi. 44:15 He em. Berapa ongkos haji dari Filipina 44:18 lebih mahal apa lebih murah dari 44:19 Indonesia? 44:21 Tahu enggak kamu ongkos naik haji berapa 44:22 peso sana? 44:23 Ada. 44:23 He em. 44:23 Yang saya tahu. 44:26 Apa? Dua. 44:28 Dua ratus. 44:30 Dua ratus. 44:30 Peso. 44:31 Dua ratus ribu. 44:32 Dua ratus ribu peso ya. 44:33 Berapa itu kalau di? 44:35 Mahal. 44:35 Lebih murah apa lebih mahal? Kalau 44:37 sepuluh, kalau seratus tujuh tiga puluh 44:39 ribu ya. Dua ratus ribu berapa itu? 44:43 Sekitar enam puluh juta. 44:44 Iya gitu. 44:45 Sekitar enam puluh juta Pak. Di sana 44:46 pakai titel haji juga ngasih gelar haji 44:48 apa haji bombong misalnya gitu. 44:51 Haji. 44:52 Iya. 44:52 Haji, sama kayak di Indonesia ya. 44:54 Kalau. 44:54 Mudanya. 44:54 Pulang. 44:55 Dikasih, dikasih haji. 45:00 Oke, silakan Anda mau bertanya, mau 45:01 sharing sedang kami sedang. 45:04 Bincang. 45:05 Bincang dengan Ustaz Imamnya Solo Mansur 45:07 dengan Ustaz Agus Sudarmaji dan juga 45:09 Jordan dari Filipina. 45:11 Eee. 45:13 Cerita tentang rencana keberangkatan 45:16 ke Filipina untuk berdakwah di sana. 45:19 Eee. 45:21 Kemudian eee. 45:22 Untuk perkawinan di sana mudah enggak? 45:26 Pernikahan. 45:26 Pernikahan. 45:28 Mudah. 45:29 Hah, mudah? 45:29 Iya. 45:30 Mudah, harus di gedung apa boleh cukup 45:32 di masjid saja? 45:34 Biasanya pengantin. 45:35 Masjid dan ada di gedung hotel gitu. 45:37 Di hotel boleh. 45:39 Nah ini soal pernikahan nih ada cerita 45:41 lagi nih. 45:42 Jadi temannya Jordan ini kan nikah. 45:45 He em. 45:46 Nikah di Indonesia. 45:47 Indonesia. 45:48 Heeh, dengan salah seorang muslimat yang 45:52 tinggal di Arab Saudi. 45:53 He em. 45:54 He em, terus saya tanya kenapa begitu? 45:56 Memang kalau di sana nikah mudah itu. 45:59 Jadi tidak terlalu banyak aturan satu 46:02 dengan yang lain. Jadi, akhirnya 46:04 sekarang dua-duanya sudah di pesantren 46:06 kami. 46:07 Mmm. 46:07 Jadi, yang perempuan sudah datang dan 46:09 sekarang ah ikut gabung juga di 46:12 pesantren. Jadi, mereka lebih mudah apa 46:15 namanya administrasinya, begitu. 46:18 Assalamualaikum, apakah di Filipina 46:20 pemuda-pemuda sana juga sama seperti di 46:22 Indonesia tergila-gila pada HP? Enggak 46:25 bisa lepas dari HP. Di sana begitu juga 46:27 enggak? 46:27 Iya, sama. 46:28 Sama. 46:28 Sama ya? 46:29 Oh. 46:31 Rupanya HP ini sudah di mana-mana nih 46:33 bikin orang jadi 46:35 jadi adiktif ya. 46:37 Oke, ya ini ada yang nanya nomor 46:38 teleponnya Ustaz Agus Sudarmaji. Saya 46:40 akan bacakan lagi nomor teleponnya Ustaz 46:42 Agus Sudarmaji. Silakan disiapkan pulpen 46:45 sama kertas. Saya akan bacakan lagi. 46:46 Mungkin Anda mau tanya-tanya atau mau 46:48 dukung, mau apa, silakan. 46:50 Ustaz Agus Sudarmaji nomornya 0813. 46:55 Sudah? 46:56 Kemudian 11. 46:59 Kemudian 750. 47:01 7. 47:03 5. 7. 0813. 47:07 11. 47:08 750. 47:10 757. 47:12 Ada yang tanya lagi ya. Assalamualaikum, 47:14 apakah di sana umat Islam suka 47:16 mengadakan Maulid dan Isra Mikraj? 47:19 Iya. 47:19 Cara Maulid? 47:20 Ada perayaan Maulid Nabi. Ada ya? 47:23 Ada ya? 47:24 Ada. 47:24 Oh. 47:25 Tadi saya sampaikan budayanya hampir 47:27 sama seperti budaya di Indonesia. 47:30 Iya. 47:30 Mazhabnya pun Syafiiyah. 47:31 Oh, gitu ya. 47:34 Kan Islam datang dari Indonesia. 47:36 Mmm, mmm. 47:37 Jadi 47:37 Bahkan musabaqahnya sama ya? 47:39 Iya, sama. 47:40 Itu waktu saya ke sana pas ada musabaqah 47:42 tilawatul Quran. 47:43 Antar Filipina apa? 47:45 Iya, antar kalau saya bilang antar 47:47 kabupaten. 47:48 Antar kabupaten. 47:48 Itu selama 47:50 ah ini yang beda. Hampir satu malam gitu 47:53 kita dengarin orang-orang baca Quran 47:55 terus itu yang musabaqah 47:57 Bulan Ramadhan 47:57 Bulan Ramadhan itu 47:59 He 47:59 Jadi alhamdulillah di sana juga ada 48:01 musabaqah tilawatul Quran seperti yang 48:04 di sini 48:05 Itu dari 48:07 pagi Pak Krisna 48:08 sampai malam sahur bersama kita di situ 48:12 Musabaqah kita dengerin itu 48:14 Itu masya Allah 48:16 Ini kalau saya dengar kayak enak banget 48:17 ya Islam di sana ya ada damai-damainya 48:19 bagaimana cara membendung infiltrasi 48:22 Barat itu kan di sana kan 48:24 namanya buka jajanan Amerika gitu 48:26 Iya 48:27 pasti kan bagaimana cara me 48:30 mempertahankan identitas identitas 48:32 Islamnya dengan serangan-serangan budaya 48:34 Barat 48:35 Identitas Islam 48:36 Iya 48:37 tetap terjaga gitu 48:38 Supaya enggak terpengaruh dengan budaya 48:40 dengan budaya Barat 48:41 Amerika 48:41 Kan di sana kan 48:42 sangat ini sekali kan 48:44 Boleh enggak yang saya jawab? 48:45 Silakan 48:46 Nah jadi justru itulah karena 48:48 budaya mereka itu sudah betul-betul 48:52 tanda kutip Barat anak-anak orang Islam 48:55 itu mereka agak eee 48:58 eee 48:59 tanda kutip pusing ya harus ke mana nih 49:01 saya menyelamatkan 49:02 Jadi mereka sudah dipusingkan 49:04 Nah oleh karena itu sudah kalau enggak 49:06 dikirim ke Arab Saudi atau negeri-negeri 49:08 muslim yang lain ya dikirim ke Indonesia 49:11 Inilah maka saya minta mari kita 49:14 marisani lebih terbuka 49:16 He 49:16 dengan generasi muda eee Filipina 49:20 He 49:20 Mungkin yang sekarang ini yang menerima 49:22 adalah atau mungkin yang lain juga nih 49:25 Jadi sudah datang 49:26 sudah eee sudah ada yang menerima 49:27 anak-anak muda ini nah untuk 49:29 menyelamatkan akidah mereka kita 49:32 terimalah mereka di pesantren 49:33 sebanyak-banyaknya 49:35 Tetapi ya itu tadi kita harus siap 49:38 segalanya ma mate moral dan material 49:42 karena memang mereka itu datang kita 49:44 beri beasiswa kemudian mereka 49:47 tidak ada bayar ya kamu ya enggak bayar 49:49 kita beri makan mereka dan itu dan 49:52 seterusnya. Tapi insya Allah dengan ini 49:54 kita akan menyelamatkan generasi muda di 49:56 sana. 49:57 Ehm. 49:57 Mereka pulang menjadi dai. Jadi kalau 50:00 tadi Mas Inep betul tanya 50:02 serangan budaya berat betul yang di 50:04 alami oleh ikhwan-ikhwan kita di 50:07 Filipina, maka cara mereka tidak ada 50:10 lain kecuali harus menghijrahkan 50:12 anak-anaknya. Ke mana? Nah, 50:14 mudah-mudahan Indonesia ini menjadi 50:16 tempat hijrah karena itu paling dekat. 50:18 Tapi juga ke Malaysia juga. Kalau 50:20 Malaysia kan memang eee biaya hidupnya 50:23 agak 50:23 Ehm. 50:23 agak tinggi begitu. Nah, kalau Indonesia 50:26 kan mungkin agak murah. Nah, itulah eee 50:28 dengan ini kami harapkan mungkin dari 50:31 pendengar Rasya ada yang tertarik untuk 50:34 membiayai 50:35 Ehm. 50:35 eee anak-anak balik sekolah 50:37 Sekolah mereka. 50:38 sekolah mereka. Insya Allah kami 50:40 mencarikan orangnya. Biasanya mereka ada 50:43 yang kemudian ikut. 50:44 Ehm. 50:44 Nah, seperti yang kemarin yang kedua 50:46 saya datang ke sana itu mereka juga ada 50:48 yang ikut. Ada berapa tuh 50:50 Eee. 50:50 temanmu dulu yang datang? 50:52 Eee. 50:53 Yang bersama kamu berapa dulu? 50:55 Ada dua muslimat. 50:57 Eee dua muslimat, terus? Tiga muslimin. 51:00 Iya. 51:00 Jadi lima orang. Itu kita beri mereka ya 51:03 itu tadi yang penting bahkan kita yang 51:05 ngurus segalanya. Eee. 51:08 Migrasi, macam-macamlah. Nah, itu. 51:10 Eee yang saya bingung nih luar biasa Al 51:12 Fatah ini dari jauh waktu datang Al 51:14 Fatah sudah bisa baca Quran? Sudah bisa? 51:16 Iya. 51:16 Sudah bisa? 51:17 Sudah. 51:17 Tapi kalau yang yang dari Cina itu kan 51:18 belum ya? 51:19 Belum, heeh. 51:19 Belum bisa bahasa Arab. 51:20 ini tadi 51:21 Ehm. 51:21 ini dia dari le eee pendidikan menengah 51:25 Ehm. 51:25 di sana kan seperti pesantren. Kemudian 51:28 untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, 51:31 nah kalau mereka tidak ke perguruan 51:32 tinggi Islam eee keislamannya akan 51:35 hilang. 51:35 Ehm. 51:36 Nah, sementara di sana Universitas Islam 51:38 itu sangat jarang ya. 51:39 Ehm. 51:39 Ada juga sih juga cuman eee sangat 51:42 jarang. Maka untuk eee kelanjutan 51:45 pendidikan mereka setelah sekolah 51:46 menengah harus kemana? 51:49 Nah, itu alhamdulillah sekarang beberapa 51:52 organisasi di Indonesia sudah mulai juga 51:54 perhatian menerima anak-anak dari 51:56 Filipina. 51:58 Baik seperti kita sudah dibatasi oleh 52:00 waktu sebentar lagi masuk dzuhur. Ada 52:02 lagi terakhir yang mau disampaikan 52:03 Ustadz Yasin Salman Anshor atau 52:05 Ustadz Agus silahkan. 52:06 Ya, demikianlah para Ikhwan semuanya 52:10 dan juga Akhwat pendengar Radio 52:12 Silaturahim dan pemirsa TV Silaturahim. 52:14 Sekali lagi kita ber 52:17 muslim ini harus ta'awun, harus saling 52:19 bantu membantu dan tidak terbatasi oleh 52:23 teritorial dimanapun saja mereka muslim 52:26 adalah saudara kita yang harus kita 52:28 bantu. 52:29 Masya Allah, luar biasa Ustadz. 52:31 kasih ini Rasil sudah memberikan 52:33 kesempatan untuk memperkenalkan program 52:35 kami ke Filipina. Terima kasih Mas 52:37 Krishna. 52:37 Al Fatah Go Internasional yang kemarin 52:39 ke London, terus ke China, kemana-mana 52:41 keliling terus ya. Nanti dari Filipina 52:43 ini ke mana lagi nih? 52:43 Enggak bawa suara Rasil hasil kok 52:45 disana. 52:46 Jadi mana pelajarannya? Jadi tidak 52:48 Bahkan waktu ke London ketemu siapa yang 52:49 lalu terbunuh itu? 52:50 Ah. 52:51 Siapa itu? Yang dari Arab Saudi. 52:53 Oh, Khashoggi. 52:54 Khashoggi ya Masya Allah, luar biasa, 52:56 luar biasa ya. 52:58 Oke, terima kasih Ustadz Yasin Salman 53:00 Anshor, Ustadz Agus Sudarmaji Jordan 53:02 atau sekarang namanya bukan Jordan lagi 53:03 Juber ya? 53:04 Jaber, eh Jabir. 53:06 Jabir, terima kasih mudah-mudahan jadwal 53:09 apa rencana lainnya sukses ya dan 53:11 barokah ya. 53:12 amin. 53:12 Oke, saya Muhammad Krishna Adi Saputra 53:14 dan Anis pamit mohon pamit. Wabillahi 53:16 taufik walhidayah, wassalamualaikum 53:17 warahmatullahi wabarakatuh. 53:18 Waalaikumsalam warahmatullahi