Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa ikhwan akhwat di sore hari ini,
- hari Senin sore tanggal 28 Rabiul Akhir
- 1447 Hijriah atau tanggal 20 Oktober
- 2025 hadir acara tausiah sore bersama
- Ustaz J M. Mahmid yang alhamdulillah di
- hari ini telah hadir di tengah-tengah
- kita.
- Dan kita live via aplikasi Zoom Iwan
- Nawat. Kita sapa Ustaz terlebih dahulu.
- [mendengus] Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabarnya Ustaz hari ini?IR
- Alhamdulillah binikmah waliah.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Dan tema
- yang akan kita sama-sama simak ikhwan
- akhwat nanti Ustaz Z Mahmid akan
- perdengarkan mengenai bagaimana supaya
- kehidupan
- dimudahkan Allah. Nah, seperti itu ya.
- Nanti kita akan bersama-sama simak
- pemaparan Ustaz dan nanti yang ingin
- bergabung bertanya silakan Anda bisa
- pergunakan WhatsApp kami di 0811999720
- tam ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Alhamdulillahil wahidil ahad alfardus
- somad alladzi
- laisa lahu walidun wala walad walam
- yakun lahu kufuwan ahad. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad an nabi rahmah wa ala
- alihi wasahbihi wasallama tasliman kair
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli.
- Para pendengar sekalian Radion TV Rasyid
- yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala
- di mana aja Anda berada.
- Mudah-mudahan insyaallah Allah Subhanahu
- wa taala selalu akan memelihara
- hidayahnya kepada kita sekalian
- dan Allah Taala akan menghantarkan kita
- di jalan yang diredainya insyaallah ya
- arhamarrahimin.
- Dan kepada saudara-saudaraku yang lagi
- dalam perjalanan yang kebetulan
- mendengar siaran ini, mudah-mudahan
- insyaallah Allah Taala sampaikan ke
- tempat tujuan dengan sehat walafiat.
- Para pendengar sekalian dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kita dalam kehidupan dunia ini,
- masyaallah
- Allah menciptakan kita ini tidak
- sia-sia.
- Justru itu Allah Taala
- dalam satu ayat Allah Taala bertanya
- kepada kita,
- "Afahasibtum
- khaqum
- waakum turjaun?" Apa
- kalian menyangka wahai manusia
- Allah menciptakan kita ini sia-sia?
- Apaum anna khnakum abata? Apa kamu
- menyangka bahwa kami Allah menciptakan
- kalian ini artinya main-main tidak ada
- tujuan
- atau sia-sia.
- Mati selesai
- ya. Meninggal dunia selesai.
- Tidak ada tujuan.
- Allah Taala ciptakan kepada kita itu ada
- satu tujuan.
- Dan memang kita tidak mempunyai pilihan
- dari orang tua mana kita dilahirkan,
- di mana kita dilahirkan. Itu adalah
- penentuan mutlak dari Allah Subhanahu wa
- taala. Dan demikian juga di akhir
- kehidupan kita, kita tidak tahu di mana
- kita akan dikuburkan
- dan kapan kita akan dikembalikan kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Itu sudah
- sangat jelas.
- Semua
- yang Allah Taala berikan kehidupan,
- mereka menginginkan kehidupan yang
- sukses,
- berhasil. Tapi bukan hanya sekedar
- berhasil di dunia.
- Karena di dunia ini hanya untuk
- sementar. Di dalam
- surah Al-Haj,
- Allah Taala telah ceritakan
- bagaimana kita Allah menciptakan
- berbabak-babak kemudian kita akan
- berakhir dengan kematian.
- Di mana di alam ayat yang lain Allah
- Taala menyatakan, "Tumma innakum
- ba'da lamayitun."
- Kemudian kalian dari segala usaha yang
- kalian lakukan berusaha menjadi seorang
- negarawan, berusaha menjadi seorang yang
- ee apa istilahnya yang pintar, yang
- bertitel ya, educated, high education
- ya, seorang yang menjadi kaya raya,
- tawan
- atau seorang yang menjadi pejabat
- Allah Taala menyatakan semua usaha
- kalian tersebut
- inakum baik mayitun
- terakhir kalian akan mendapat titel
- jenazah kalian akan menjadi mayit.
- Jadi berarti hamba Allah yang mulia para
- pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- hidup kita ini ada tujuan.
- Kita ini hanya mampir sebentar aja.
- Sebagaimana Allah Taala ciptakan kita di
- dalam rahim. Hanya mampir sebentar aja
- dalam rahim 9 bulan.
- Kemudian Allah pindahkan kita ke
- pangkuan ibu kita. Sesudah itu Allah
- Taala nyatakan tmaablu asudakum.
- Kemudian Allah hantarkan Anda menjadi
- dewasa.
- Nah, di dalam kedewasaan kita ini baru
- kita sadari bahwa semua kita ingin hidup
- sukses dalam kehidupan,
- berhasil dalam kehidupan.
- Semua
- tidak terkecuali. Dia yang awam ya, dia
- yang mempunyai pendidikan tinggi, dia
- pejabat, dia menginginkan hidup yang
- sukses,
- hidup yang serba mudah dibukakan jalan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Siapa
- yang tidak ingin seperti itu?
- Itu termasuk saya sendiri. Saya
- menginginkan kehidupan yang dimudahkan
- oleh Allah Taala sehingga berhasil dalam
- kehidupan dunia dan akhirat.
- Mari kita lihat dalam surah Allail.
- Bagaimana Allah memulai dengan sumpah
- untuk memberikan arahan kepada kita yang
- sangat bernilai. Karena ini Al-Qur'an
- mengalahkan teori-teori kehidupan yang
- adab apapun yang ada di dunia ini.
- Dan Allah memulai dengan sumpah.
- Saya sering ketika membawakan cerham
- ini, saya tertarik dengan ayat-ayat yang
- Allah mulai dengan sumpah. Karena
- ternyata
- sesudah Allah Taala bersumpah dan
- memakai benda yang tiap hari ada
- hubungannya dengan kita,
- ada berita yang sangat penting yang
- berharga, bernilai untuk kita untuk kita
- perhatikan.
- Di ayat surat allailah mulai dengan
- wallaili id yagsya whari id tajalla.
- Demi malam
- apabila telah gelap.
- atau apabila telah menutupi siang.
- Kemudian Allah lanjutkan whari tajalla
- dan demi siang ketika telah terang
- benderang.
- Pergantian ini selalu akan terjadi
- sampai yaumul kiamah.
- Tapi orang yang mau berpikir
- dia akan berpikir
- secerah-cerahnya siang malam pasti
- datang.
- segelap-gelapnya malam, siang juga pasti
- datang. Kalau umpama
- kita mau merenungkan ayat ini dan
- berpikir untuk kehidupan kita, iya
- memang benar ya. Terkadang, terkadang
- dalam kehidupan itu sesenang-senangnya
- seseorang ada kalanya dia menghadapi
- keadaan yang sangat tidak enak,
- terasa gelap kehidupannya.
- Tapi ada juga hamba-hamba Allah, dia
- harus sadari bahwa sesulit-sulitnya apa
- yang dia hadapi, segelap-gelapnya gimana
- kondisi yang dihadapi,
- pasti
- cerahnya siang akan datang. Artinya,
- jangan kita berputus asa dengan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Karena apa yang kita dapatkan dalam
- usaha kita itu merupakan satu penentuan
- Allah yang sudah ditetapkan kepada kita.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- bersumpa dengan wama khalaqadzakara
- wal unsa.
- Dan demi Allah menciptakan lelaki dan
- perempuan.
- Kalau kita perhatikan yang Allah makai
- sebagai sumpah ini adalah benda-benda
- yang hubungannya erat dengan kita.
- Subhanallah.
- Kita bisa menghitung umur kita dengan
- pergantian malam dan siang.
- Tubuh kita atau tubuh anak kita makin
- makin hari makin bertambah besar. Mulai
- dari dia dipindahkan dari rahim ibunya.
- pergantian malam dan siang. Malam dan
- siang menjadikan dia makin bertumbuh.
- Dan juga jangan kita lupa pergantian
- malam dan siang menjadikan
- rambut kita menjadi putih
- dan pergantian juga malam dan siang yang
- terjadi tiap hari dalam kehidupan kita
- menjadikan tubuh kita juga mulai menjadi
- lemah. Karena dengan pergantian malam
- dan siang umur kita bertambah.
- Tapi jatah kita untuk kembali kepada
- Allah Subhanahu wa taala berkurang.
- Kemudian Allah Subhanahum
- wahsia usaha kalian itu berbeda-beda
- beraneka ragam.
- Dan memang kehidupan manusia dalam
- sekalipun terkandang
- ada hamba-hamba Allah yang lahir kembar.
- Kalau kembar kan sangat identik, sangat
- sama wajahnya ya. Tapi begitu mereka
- dewasa terkadang tingkah laku mereka
- berbeda.
- Sangat berbeda.
- Masyaallah.
- Jadi begitu juga di dalam kita mengambil
- putusan dalam kehidupan itu
- berbeda-beda. Ada yang pandai bersyukur
- kepada Allah, ada yang kufur kepada
- Allah,
- ada yang fifty-fifty.
- Ada saatnya kadang dia beriman, ada
- saatnya kadang dia kufur kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Ada saatnya
- kadang-kadang dia taat kepada Allah, ada
- terkadang dia membangkang kepada Allah.
- Dan banyak manusia dalam kehidupan kita
- seperti
- justru itu Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita sekalian,
- [berdehem]
- innaakum.
- Sesungguhnya usaha kalian ini
- berbeda-beda.
- Sekalipun dalam ibadah kita kepada Allah
- berbeda. Maksudnya berbeda. Bukan
- berbeda rakaatnya, bacaannya. Bukan. Ada
- hamba-hamba Allah yang mungkin pada
- waktu dia bangun subuh, setelah selesai
- subuh dia memulai dengan Al-Qur'an.
- Ada hamba-hamba Allah.
- [berdehem]
- Subhanallah.
- Sebelum dia tidur dia membaca Al-Qur'an.
- Ada hamba-hamba Allah yang pada waktu
- subuh dan sebelum dia tidur dia membaca
- Al-Qur'an. Ada hamba-hamba Allah yang
- tidak mau membaca Al-Qur'an. Dia
- berpikir yang penting dia sudah salat 4
- ee lima waktu. Ada dalam kehidupan.
- sampai ada yang enggak bisa membaca
- Al-Qur'an. Subhanallah.
- Jadi, hamba Allah yang mulia,
- tiap manusia mempunyai gerak langkah
- yang berbeda.
- Karena Allah Taala menyatakan, "Inna
- sayakum."
- Sesungguhnya usaha kalian ini
- berbeda-beda.
- Saya teringat.
- Subhanallah.
- Ketika saya selesai
- pendidikan di Amerika
- waktu itu mechanical engineer,
- saya ingin sekali ingin menjadi pilot.
- Kemudian saya sekolah pilot.
- Saya sudah selesai.
- Dan pada waktu saya pulang bekerja di
- Garuda
- baru 3 bulan
- baru saya tahu pekerjaan ini sangat
- membosankkan.
- Sangat membosankan.
- Akhirnya saya berhenti lagi.
- Nah,
- subhanallah. Jadi manusia itu
- terkadang ada yang memilih untuk menjadi
- engineer, ada yang memilih ingin menjadi
- wartawan, ada yang memilih ingin menjadi
- usaha sendiri. Berbeda-beda kata Allah
- Taala. Tapi apa di dalam
- perbedaan-perbedaan ini akan
- mengantarkan kita hidup yang serba
- gampang, serba mudah.
- Apa pekerjaan yang mengantarkan kita
- hidup serba muda? Belum tentu.
- Ketika saya kerja di salah satu
- perusahaan engineering, saya bilang,
- "Waduh, paling enak kalau jadi pilot."
- Saya sudah masuk ke dalam, ternyata
- pekerjaan yang sangat tidak yang sangat
- membosakkan itu bagi saya. Wallahualam.
- bagi orang lain. Tapi bagi orang lain
- mungkin mereka enjoy.
- Tapi ada terkadang
- umpama orang tuanya menginginkan anaknya
- ini menjadi dokter,
- padahal anaknya tidak ada minat ingin
- menjadi dokter.
- Dia umpama mengambil dia ingin menjadi
- seorang apa? Perancang.
- Jadi memang Allah Subhanahu wa taala
- sudah terangkan bahwa kehidupan manusia
- itu
- [berdehem] inakum
- kehidupan kalian pasti berbeda-beda.
- Kita ambil contoh aja. [berdehem]
- Umpama kita salat di masjid yang sangat
- besar, yang besar kita lihat dalam saf
- depan sama saf yang kedua
- itu kan ada puluhan orang, ratusan
- orang.
- Umpama kalau kita tanya
- pasti dalam saf yang depan itu manusia
- berbeda-beda.
- Mungkin di situ ada pengusaha, mungkin
- di situ ada pejabat, mungkin di situ ada
- seorang untuk pembersih apa namanya?
- Subhanallah janator
- ya.
- Tapi ketika dia berada di saf depan
- kepada Allah Taala, Allah Taala tidak
- melihat apa posisi mereka.
- Allah melihat hati mereka, ketulusan
- hati mereka ketika beribadah kepada
- Allah Taala. Jadi di saat depan aja itu
- mungkin kalau ada 100 orang, 100 orang
- berbeda profesi mereka. Allah Taala
- menyatakan inakum
- sesudah Allah Taala bersumpah untuk
- meyakinkan kepada kita,
- baru Allah Taala arahkan kepada kita
- sebagai petunjuk yang sangat bernilai.
- Seakan-akan Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita, perhatikan
- kalau kalian ingin mendapatkan kehidupan
- yang serba dimudahkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- [berdehem]
- Nah, hamba Allah yang mulia, siapa dalam
- kehidupan ini yang tidak menginginkan
- hidup yang serba mudah, serba gampang
- sehingga dia mendapat kebahagiaan, dia
- enjoy dalam hidupnya. Kemudian dia
- prepare, dia sediakan untuk kembalinya
- dia ke yaumul akhir. Karena dia tahu
- kehidupan di dunia ini kehidupan yang
- sementara.
- Seorang kepala negara atau seorang
- rajalah.
- Kita lihat ke belakang Firaun, Namrud.
- Firaun itu kekuasaannya luar biasa.
- Luar biasa kekuasaannya.
- Ke mana Firaun sekarang? Allah Taala
- telah rendam di dalam kubur sudah ribuan
- tahun.
- Jadi sampai di mana kekuasaannya mereka,
- mereka juga akan berakhir dengan
- kematian. Justru itu ketika kita dalam
- kehidupan dunia ini Allah Taala kan
- mengingatkan kepada kita.
- Fala tansa nasibaka minad dunya wa ahsin
- kama ahsanallahu ilaik.
- Jangan kalian lupa sia-siakan
- kehidupannya di dunia. Berbuat baiklah
- sebagaimana Allah telah berbuat baik
- kepadamu.
- Karena kehidupan dunia kita ini sangat
- terbatas.
- Kalau kita ingin mengambil
- cara
- kufur kepada Allah,
- Allah Taala katakan dalam Al-Qur'an,
- tamatta bikufrika qilan innaka min
- ashabinar. Silakan Anda enjoy
- benar-benar kekufuran pembangkanganmu
- kepada Allah. Karena pembangkanganmu itu
- hanya sangat pendek. Sangat pendek.
- Kita dalam kehidupan ini akan kita
- perhatikan biasanya hamba-hamba Allah
- mulai sukses
- rata-rata kira-kira sekitar 35 tahun.
- Barulah 30 tahun.
- 30 tahun. Kalau dia sampai ke umur 60
- tahun aja
- berarti tinggal 30 tahun sisa yang ada
- padanya.
- Lewat 60 tahun makanannya mulai berubah.
- Dia sudah enggak bisa makan seperti dia
- ketika umur 30 tahun, 40 tahun.
- Jalannya mulai berubah, rambutnya mulai
- berubah, pandangannya mulai berubah. Apa
- pandangannya berubah? dia sudah mesti
- bantu dengan kacamata, sudah mulai
- kabur.
- Maka di dalam ayat ini Allah Subhanahu
- wa taala memberikan arahan kepada kita
- ingin hidup dipermudah oleh Allah
- subhanahu wa taala jalannya sangat
- mudah. Dan ini jaminan dari Allah Taala.
- Jaminan innallaha la yukliful miad.
- Allah Taala tidak pernah memungkiri
- janjinya.
- Tinggal tergantung karakter kita.
- Apakah kita ikut arahan Allah Subhanahu
- wa taala atau tidak.
- Maka Allah Subhanahu wa taala memberikan
- arahan kepada kita. Ingin hidup yang
- dipermudah oleh Allah Taala silakan.
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- faamma man ama
- man a
- mereka subhanahu wa taala nyatakan
- ini ini di antaranya syarat-syarat kalau
- ingin menjadi hidup yang dipermuda oleh
- Allah Taala
- faamma
- Mereka yang suka berbagi, memberi,
- memberi sedekah, mengeluarkan zakat
- ya berbagi dengan rezeki yang Allah
- berikan kepadanya.
- Jangan bakhil, jangan kedekut. Bahasa
- Malaysia bilang kedekut.
- Faamma man a'a. Ini syarat yang pertama.
- Karena di akhir ayat ini Allah Taala
- nyatakan kalau kalian memenuhi tiga
- syarat ini Allah Taala nyatakan
- fasanuyiruhu
- lil yusro maka Allah Taala akan bimbing
- dia, akan arahkan dia
- dalam segala-galanya menghadapi
- kemudahan
- dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Fasanuyasiruhu.
- Allah Taala giring dia
- ke jalan yang semua serba mudah, serba
- gampang. Tapi yang pertama Allah
- Subhanahu wa taala nyatakan at
- itu artinya berbagi, berikan.
- Kenapa Allah Taala mempergunakan kalimat
- a'a?
- Orang yang bersedekah itu termasuk dia
- memenuhi syarat ini. Aa
- artinya memberikan
- paling tidak kita memberikan seseorang
- itu paling tidak paling kurang ya.
- wajah yang menyenangkan untuk dipandang.
- Kita senyum kepada
- tapi bukan kita senyum ketika kita
- berhadapan dengan
- apa istilahnya bahasa Indonesia.
- Indonesia sekarang bilang senyum
- Pepsoden. Ya, artinya karena ada maksud.
- Biasanya saya berikan contoh begini.
- Sekarang ini kan penjual-penjual itu di
- pasar banyak sudah banyak wanita-wanita,
- ibu-ibu rumah tangga mereka berjual di
- pasar. Apalagi kalau kita lihat di Tanah
- Abang dulu. Sekarang Tanah Abang sudah
- mulai kendor karena online sudah luar
- biasa.
- Ya, sekarang penjual-penjual
- itu masyaallah sudah kebanyakan wanita,
- ibu-ibu.
- Biasanya kalau ada pembeli masuk di
- tokonya
- yang pertama-tama dia senyum. Dia
- katakan, "Cari apa, Pak?"
- Kata ayo, " Pak, dengan wajah yang
- bagus."
- rata-rata
- walaupun enggak semua tapi kebanyakan
- dia menghumbar senyumnya masyaallah
- karena mengharap begitu kita enggak jadi
- beli atau kita tawar terlalu rendah
- wajahnya jadi berubah. Nah, itu tadinya
- senyumnya itu namanya senyum Pepsoden
- ya. senyum karena ada menginginkan
- sesuatu supaya dibeli.
- Pulang ke rumah kadang-kadang mau senyum
- kepada suaminya aja sudah capek, sudah
- berat.
- Jadi senyumnya ini senyumnya ini hanya
- banyaknya untuk customer aja
- ya enggak? Nah, di ayat ini Allah Taala
- menyatakan syarat yang pertama ingin
- supaya Allah Taala giring kita ke hidup
- yang serba muda. Ata suka memberi, suka
- berbagi.
- Terkadang dalam kehidupan kita ini, kita
- harus berbagi. Subhanallah.
- Dan orang yang selalu suka memberi pasti
- jaminan dari Allah Taala hatinya bakal
- senang.
- Saya berikan contoh begini.
- Coba kalau Anda melihat ada orang yang
- sangat sulit, sangat susah, umpama ya
- umpama Anda melihat
- ya
- hamba Allah ini dalam keadaan lapar luar
- biasa
- belum makan. Kemudian datang kesadaran
- kepadanya dia pergi beli ee makanan.
- Kemudian diantar berong dan disuruh
- makan.
- Mungkin dengan makanan yang sederhana
- yang kita beli. Begitu kita lihat hamba
- Allah ini makan dengan enaknya,
- itu kebahagiaan di dalam diri kita
- enggak bisa digambarkan dengan kalimat.
- Itu sudah termasuk a'a.
- Artinya banyak perbanyak kita
- bersedekah.
- Faamma man a. orang yang suka memberi
- dan
- sedekah ini juga
- termasuk juga memudahkan urusan kita.
- Sedekah ini juga termasuk untuk
- mengobati penyakit kita. Jadi luar
- biasa. Justru itu di dalam ayat ini
- Allah Taala ingatkan kalau ingin hidupmu
- serba mudah, yang pertama itu
- perbanyaklah kita ini untuk berbagi,
- perbanyak untuk sedekah.
- Dengan kalimat yang lain apa? Kita harus
- aktif
- untuk melihat hamba-hamba Allah yang
- perlu kita bantu, yang perlu kita
- berikan, saudara.
- Jangan kita tunggu nanti orang datang
- baru kita kasih.
- Dan biasanya hamba Allah yang mulia,
- terkadang orang yang datang kepada kita
- itu karena dia tahu hamba Allah yang
- berada di rumah ini mempunyai kelebihan
- dan terkadang Allah mengirim malaikat
- untuk mencobai yang punya rumah.
- Apa mau dia beri atau tidak?
- Kalaupun kita tidak bisa memberikan
- sesuatu,
- sebab hamba Allah yang datang meminta
- tolong kepada kita,
- ya meminta sesuatu kepada kita, dia
- mengorbankan harga dirinya, mengorbankan
- wajahnya di hadapan Anda.
- Dan mereka itu tentu merendah kepada
- Anda ketika meminta sesuatu.
- Kalau kebetulan kita tidak punya,
- maka sampaikanlah dengan kalimat-kalimat
- yang indah, yang baik, supaya mereka
- tidak berputus asa
- datang ke tempat kita.
- Jadi, Allah Taala nyatakan,
- "Perbanyaklah kita memberi, perbanyak
- kita bersedekah." Kira-kira kalimatnya
- demikian.
- Yang pertama.
- Yang kedua,
- kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan
- wattaqa.
- Subhanallah subhanallah
- wattaqa. Dan artinya
- selalulah kita hidup dengan ketaatan
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Watqa. Masukkanlah diri kita ini menjadi
- hamba Allah yang takwallah, yang taat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Dengan
- kalimat yang lain, apapun yang
- diperintahkan Allah kepada kita, jangan
- kita abaikan.
- Padahal kalau mau dipikir
- perintah-perintah Allah kepada kita itu
- tidak ada yang sulit.
- Semua gampang untuk kita.
- Watqa.
- Apa kira-kira
- sifat-sifat yang lain daripada kita taat
- kepada Allah Taala?
- Antara kita manusia dan manusia,
- ringankan hati kita untuk selalu
- memaafkan orang. Itu sifat daripada
- orang takwall dalam Al-Qur'an.
- Ketika Allah Taala ingatkan wannatun
- arduamawati wal ard lil muttaqin.
- Dan jannah sesudah kita meninggal dunia
- lebih luas dari langit dan bumi. Tapi
- dijanjikan hanya orang-orang yang
- muttaqin.
- Siapa mereka ini? Yang pertama Allah
- Taala menyatakan
- alladina yunfiquuna far wra persis
- dengan apa yang Allah Taala nyatakan di
- ayat ini.
- Salah satu sifat orang yang bertakwa,
- tangan mereka ringan
- untuk berbagi, untuk memberikan sedekah,
- untuk berinfak.
- Tangan mereka ringan sekalipun dalam
- keadaan
- leluasa ataupun kesulitan.
- Jadi sangat bertanian ayat ini.
- Masyaallah. Yang pertama Allah minta
- syarat untuk suka memberi. Yang kedua
- Allah Taala menyatakan wattaqa. Dan
- orang yang selalu taat kepada Allah
- Taala. Dan taat kepada Allah Taala itu
- ya jauhilah daripada perbuatan-perbuatan
- dosa.
- Watha.
- Kemudian di ayat ini Allah Taala
- ingatkan di antaranya karakter
- orang-orang yang bertakwa
- supaya kita tahu
- sebab ada orang-orang hamba Allah dia
- salatnya masyaallah, puasanya
- masyaallah.
- Tapi kalau dia marah kepada seseorang
- bertahun-tahun tidak bisa ngomong sampai
- mati terkadang kemarahan ini masih
- dibawa ke dalam kubur.
- Padahal di Quran Allah Taala ingatkan di
- antaranya sifat orang yang bertakwa,
- suka membantu orang, suka bersedekah.
- Wal kadiminal ghaib. Dan orang yang bisa
- menahan marah. Enggak gampang-gampang
- marah.
- Kalaupun marah ya marah pada jalurnya.
- Tapi Allah Taala kemudian waafina
- aninas.
- Jadi dia bisa menahan marah tapi dia
- cepat memaafkan kepada manusia yang dia
- marah.
- Ada kan kadang-kadang dalam kehidupan
- kita, Subhanallah, ada seorang yang
- mungkin dia rasa bersalah kepada kita
- kemudian satu waktu dia datang kepada
- Anda.
- Kemudian ya dengan suaranya yang lembut,
- dia merendah di hadapan Anda. Kemudian
- mengatakan, "Saya banyak salah kepada
- Anda. Saya banyak berbuat ya mungkin
- berbuat dosa yang Anda tidak senangi.
- Saya berbuat sesuatu kepada Anda.
- Maafkan saya. Saya telah bersalah. Saya
- telah berbuat salah kepada Anda.
- Apa Allah Taala nyatakan dalam
- Al-Qur'an? Khudil afwa itu perintah
- Allah. Ambillah maaf.
- Berikanlah maaf.
- Jadi khudil abwa ini pisau bermata dua.
- Berikan maaf kepada seseorang. Dan
- ambillah maaf orang yang datang meminta
- maaf.
- Jangan terus kita ngoce lihat kesempatan
- ini dia sudah di depan kita.
- Kadang-kadang kita tah
- enak aja Anda berbuat bertahun-tahun
- begini dan begitu begini dan begitu dan
- sekarang hanya minta maaf begitu aja.
- Subhanallah.
- Lalu maunya minta maafnya gimana?
- Jadi salah satu sifat orang yang
- bertakwa itu dia gampang mudah memaafkan
- seseorang.
- Memang dalam kehidupan kita
- bermasyarakat
- ya
- kan tiap manusia punya karakter yang
- berbeda-beda.
- Ada hamba-hamba Allah yang mungkin
- kadang-kadang caranya itu tidak
- menyenangkan bagi kita dan ada
- kadang-kadang yang suka mengganggu
- kepada kita.
- Tapi satu waktu ketika dia datang
- meminta maaf, Allah Taala menyatakan
- afwa. Dan di ayat ini Allah Taala
- menyatakan walina aninas.
- Ringankan hatimu untuk memberikan maaf
- kepada mereka yang salam.
- Ada terkadang hamba-hamba Allah yang
- mungkin ada sedikit silang sengketa
- dengan kita. Umpama dia bersalah.
- Kita enggak usah tunggu nanti dia minta
- maaf. Kita maafkan dia sekalipun dia
- tidak tahu. Minta kepada Allah Taala. Ya
- Allah
- hidayahilah saudaraku ini
- dengan kesaksian-Mu ya Allah kepadaku.
- Aku memberikan maaf kepada ah itu
- masyaallah itu salah satu sifat orang
- yang bertakwa. Sedangkan di ayat ini
- Allah Taala nyatakan kalau ingin hidup
- itu dimudahkan oleh Allah Taala wattaqa.
- Lekatkan ketaatanmu kepada Allah dalam
- kehidupan.
- Di ayat yang lain Allah Taala berikan
- jaminan juga yang lebih.
- Allah Taala mudahkan
- segala urusannya.
- Kemudian
- syarat yang ketiga, masyaallah.
- Jadi yang pertama
- suka berbagi, suka memberi.
- Yang kedua lekatkan ketaatan kita kepada
- Allah.
- Yang ketiga, Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan, [mendengus]
- wasaddaqa bil husna.
- Nah, ini sadaka bil husna artinya dan
- kita harus benarkan, kita harus yakin
- bahwa kalau kita berbuat baik ada
- balasan dan jaminan baik dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Justru itu kalau kita mau berbuat baik
- jangan nanti di depan orang biar orang
- lihat. Kalau jangan karena ada kamera.
- Terkadang kita berbuat baik itu enggak
- ada yang tahu. Dan itu yang paling
- dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Karena kita harus yakin kalau kita
- berbuat baik pasti ada jawaban ada
- balasan dari Allah Subhanahu wa taala
- yang baik kepada kita sekalian.
- Just itu di ayat yang lain Allah Taala
- menyatakan, "In ahsantum ahsantum
- lianfusikum." Kalau kalian berbuat baik,
- nanti kebaikan itu balik kepada dirimu.
- Satu contoh aja sehingga Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengingatkan.
- Satu contoh yang paling simpel, yang
- paling gampang.
- Kita lagi berjalan sendirian di jalan.
- Kemudian kita tertusuk paku umpama
- umpama
- wah
- tembus ada mungkin ada sekrup yang
- berdiri atau ada paku atau ada duri atau
- ada apaagi
- kita tertusuk
- umpama tertusuk paku kemudian
- begitu kita angkat kakinya ini paku ini
- lagi berdiri
- Kemudian kita ambil paku ini apa kita
- gali dikit karena dia sudah tertanam
- cuma ujungnya yang keluar kita buang.
- Enggak ada orang yang tahu.
- Karena dia mempunyai perasaan jangan
- orang lain juga terantuk atau tertusul
- seperti saya. Itu perbuatan baik.
- Masyaallah.
- Dan banyak perbuatan-perbuatan baik yang
- kita bisa lakukan.
- Karena kalau kita mempunyai keyakinan
- bahwa nanti Allah akan membalas kita
- dengan kebaikan, jannah kita akan
- dapatkan. Jadi artinya wasad bil husna
- dia berbuat baik tidak mengharapkan
- penilaian orang tapi dia mengharapkan
- karena ada balasan jannah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Apa Allah janjikan?
- Kalau kita hidup dengan tiga syarat
- gampang dan mudah syarat-syaratnya.
- Faam aa orang yang suka memberi.
- Justru itu kita berikan sesuatu tidak
- perlu kita harus umumkan.
- Karena Rasulullah mengingatkan sedekah
- yang paling baik itu tangan kiri tidak
- tahu tangan yang kanan. Artinya
- sekalipun tangannya dia enggak tahu yang
- mana sudah keluar sedekahnya. berikan
- kepada seseorang
- karena dia mempunyai keyakinan.
- Saya bersedekah mengharapkan keridaan
- dari Allah Subhanahu wa taala, balasan
- baik dari Allah taala. Wasaddaq bil
- husna. Dan dia yakin akan kebaikan ini
- akan mendapatkan kemudahan dia dari
- dunia dan akhirat.
- Di ayat ini Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Fasanuyasiruhu lil yusra."
- Allah taala tidak memberikan batasan.
- Sebab ada ayat-ayat yang Allah tadi
- ceritakan hanya untuk di dunia dan ada
- ayat-ayat yang hanya untuk di akhirat.
- Tapi ada ayat-ayat yang Allah tidak
- batasi. Artinya dia bekerja untuk dunia
- dan akhirat. Bermanfaat untuk dunia dan
- akhirat. Di ayat ini Allah Taala
- menyatakan, "Fasanuyassiruhu
- lil yusra." Maka Allah Taala akan giring
- dia kepada kehidupan yang serba mudah,
- serba dimudahkan oleh Allah. Mencari
- rezeki dimudahkan oleh Allah Taala.
- Bergaul dimudahkan oleh Allah Taala.
- Semua dimudahkan oleh Allah Taala.
- Mencari jodoh untuk anak-anaknya
- dimudahkan oleh Allah Taala.
- Apa?
- Menyusun kehidupannya dimudahkan oleh
- Allah Taala.
- Beribadah digampangkan dan dimudahkan
- oleh Allah. Diluaskan hatinya
- dan tidak terbatas. Allah Taala
- menyatakan, "Kami akan giring dia
- ke kehidupan yang serba dimudahkan oleh
- Allah." Apalagi ketika kita akan
- menghadapi kematian.
- Sakaratil maut.
- Allah Taala nyatakan fasuyasiru yusra.
- Dalam sakaratil maut juga dia akan
- menghadapi dengan segala ketenangan.
- Dimudahkan oleh Allah Taala. Allah Taala
- tidak bat perjalanannya ke yaumul akhir
- juga pasti akan dimudahkan oleh Allah
- Taala. Karena Allah taala mengingatkan
- innallaha la yukliful miad. Allah Taala
- nyatakan inna waallahil haq.
- Sesungguhnya janji Allah itu sangat
- sangat sangat benar dan Allah tidak
- pernah memungkiri janjinya.
- Jadi para pendengar sekalian yang
- dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala
- dan orang yang mempunyai keyakinan kalau
- dia berbuat baik
- balasannya dari Allah dia akan mendapat
- kebaikan.
- Allah Taala akan giring hidupnya ke
- kehidupan yang serba mudah, bukan
- kehidupan yang penuh dengan komplikasi.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala, itulah yang
- diingatkan Allah Subhanahu wa taala
- kepada kita.
- Nah, lanjutan ayat ini ada kebalikannya.
- Insyaallah biidni rabbana karim.
- Kita lanjutkan pada pertemuan kita yang
- akan datang. Untuk kebalikan daripada
- ayat ini, ada orang-orang yang Allah
- Taala menyatakan, "Fasaniruhu
- lil usro."
- Kami giring dia kepada kehidupan yang
- serba komplikasi, serba ruet,
- serba problem.
- Alikan nanti insyaallah rabbana karim
- senin yang akan datang kita akan
- lanjutkan untuk kebalikannya.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan magfirahnya. Waminallahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian hewan ahad tausiah
- sore telah kita bersama-sama simak
- bersama Ustaz Z M. Mahmid membahas tema
- mengenai bagaimana supaya kehidupan
- dimudahkan Allah. Kita akan jeda dulu
- sejenak Iwanawat dan nanti yang ingin
- bergabung bertanya silakan Anda bisa
- kirimkan melsapp kami di 0811999720.
- Kami sudah kembali
- kita jalan ya
- Islam yang satu masih bersama kami
- ikhwan akhwat di acara tausiah sore
- bersama Ustaz ZM Bahmid membahas tema
- mengenai bagaimana supaya kehidupan
- dimudahkan Allah subhanahu wa taala.
- Sudah banyak yang masuk di WhatsApp
- Rasil yang bergabung di sore hari ini.
- Ada ada Bapak Raya di Depok, Ibu Rukmini
- juga sedang menyimak. Terima kasih Ustaz
- tausiah dan nasihatnya. Bu Pina Santika,
- ada juga Ibu Anggit sedang menyimak,
- Ustaz. Terima kasih tausiahnya. Ibu
- Fatimah juga ada Bapak Arwin ada juga
- Bapak
- eh Ansori ya, Bapak
- Asraf, Ibu Haura Salim. Ada juga Ibu
- Sidah, Ibu Ani selalu menyimak Rasil.
- Terima kasih Ustaz. Ada juga Bapak Nanak
- Sumarna terima kasih setelah menyimak di
- sore hari ini. Pak Sayan Rohili juga
- sedang menyimak. Bapak Haji Dace
- Saifudin di Sukabumi sedang menyimak.
- Bapak Rahman Rosta juga ada. Bapak Budi
- Hartono dan masih banyak lagi. Yang
- pertama saya bacakan Ustaz pertanyaan
- yang masuk ini tidak menyertakan nama
- dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, ada orang bahkan mungkin banyak
- orang awam di negeri kita yang
- menafsirkan, jika kehidupan kita mudah,
- berarti Allah telah menyayangi kita.
- Tapi sebaliknya, jika hidup kita susah
- berarti Allah tidak sayang pada kita.
- Sesimpel itu. Padahal Allah berfirman,
- "Sesuatu yang tidak mengenakkan dalam
- kehidupan kita. Bisa jadi itu bukti
- sayang Allah kepada kita sebagai ujian
- hidup ini. Bagaimana, Pak Ustaz? Mohon
- pencerahannya. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Ya, mungkin dia hidupnya mudah
- itu karena syarat-syarat yang dimintakan
- Allah Taala dia penuhi. Jadi hidupnya
- dipermudah oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi ada juga hamba-hamba Allah
- yang membuka semua pintu rezeki baginya.
- Belum tentu itu hidup yang dipermudah
- oleh Allah Taala adalah terkadang ee
- Allah Taala Subhanallah
- ee
- di dibukakan pintu Riz seluas-luasnya
- tapi hidupnya juga perlu penuh dengan
- komplikasi. Hanya orang yang lihat dari
- luar mereka terkadang menilai kehidupan
- seseorang itu dengan apa materi yang dia
- punya. Bagaimana kehidupannya di dalam
- kehidupan sehari-hari. mobilnya mewah,
- rumahnya besar,
- belum tentu dia itu dimudahkan oleh
- Allah Taala.
- Mungkin juga dia tidurnya susah, ya.
- Mungkin juga menghadapi problem-problem
- yang bikin dia komplikasi. Macam-macam.
- Iya,
- macam-macam. Kita enggak tahu. Tapi
- terkadang saya berikan contoh aja.
- Berapa banyak umpama orang yang
- kadang-kadang kita lihat, waduh
- masyaallah hidupnya senang banget ya,
- segala-galanya ada. Dan tiba-tiba Allah
- Taala membalikkanapat membalikkan
- tiba-tiba jadi tersangka
- ya tiba-tiba macam-macam.
- Kalau Allah Taala akan menjadikan orang
- itu dengan hidup yang komplikasi
- macam-macam. Bagi Allah itu sangat
- mudah. Jadi kita jangan menilai
- kehidupan itu mudah baginya
- karena dari bentuk materi ya belum
- tentu. Kita enggak tahu. Mungkin dia
- tidurnya pun susah.
- Mungkin juga jantungnya dia berdetak
- enggak pernah berhenti dengan kecepatan
- yang luar biasa. Nanti satu waktu dapat
- kena serangan jantung. Jadi memang ini
- Quran sudah berbicara kalau ingin hidup
- serba dimudahkan oleh Allah Taala
- ikutlah yang tiga syarat yang dimintakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala tadi.
- Nah, itu insyaallah akan dimudahkan oleh
- Allah Taala. Tapi ada juga hidup yang
- baik saya membawakan satu ayat yang lain
- juga yang Allah Taala berikan contoh
- kepada kita. Ayat ini sering saya
- sampaikan.
- Allah Taala menyatakan
- fatahna alaihim abwab.
- Ketika orang itu dia lupa tempat
- berpijak, lupa daratan, lupa peringatan
- Allah, Allah buka pintu dunia
- segala-galanya untuk Allah buka pintu
- dunia.
- Artinya semua apa yang diinginkan
- tercapai.
- Tapi Allah Taala nyatakan hatta farihu
- akadahu
- ketika dia dalam keadaan w bergembira
- dia menikmati itu, Allah cabut dengan
- tiba-tiba.
- Wah, itu sangat tidak menyenangkan.
- Itu luar biasa.
- Jadi jangan kita nilai kehidupan yang
- muda itu hanya dengan bentuk materi.
- Iya.
- Kalau Allah mudahkan seseorang itu,
- masyaallah
- hatinya tenang.
- Dia melihat segala sesuatu itu
- seakan-akan terbuka di depannya.
- I
- ya semua dipermudah oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Insyaallah terjawab.
- Baik. Beralih ke pertanyaan selanjutnya.
- Ustaz dari Bapak Raya di Sawangan,
- Depok. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz J M. Mbahmid.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz selalu sehat dan juga
- keluar rahasia semuanya. Amin ya rabbal
- alamin.
- Amin ya rabbal ya karim.
- Pak Ustaz, bagaimana kalau kita dengan
- ilmu yang pas-pasan selalu dijadikan
- imam salat walaupun memang sambil
- belajar dan mungkin makmum ada juga yang
- kurang cocok. Nah, dengan kita ini
- bagaimana, Pak Ustaz? Demikian.
- Coba ulang lagi. Coba ulang. Coba ulang
- lagi. Kalau kita dengan ilmu pas-pasan,
- Heeh. selalu dijadikan imam salat masjid
- katanya di sekitar rumah mungkin ya.
- Oh,
- tapi ada juga yang makmum yang enggak
- cocok. Nah, itu bagaimana?
- Jadi begini, makmumnya itu harus berani
- untuk berterus terang.
- Kalau kebanyakan makmumnya sudah tidak
- cocok, kalau cuma satu dua ya enggak ada
- masalah apa-apa sih ya.
- Sebab kadang-kadang juga manusia ada
- enggak cocok karena urusan pribadi.
- Iya. Tapi ada orang enggak cocok karena
- mungkin satu bacaannya
- ya atau tingkah lakunya si imam ini.
- Sebab kalau umpama makmumnya,
- majoritinya tidak cocok, itu dalam hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- diingatkan seorang imam yang tidak
- disenangi oleh makmumnya, maknanya,
- maka salatnya mereka itu tidak akan
- melebihi atap tempat mereka salat.
- Jadi umpama kalau kita juga jadi imam,
- mau jadi imam jangan paksakan keadaan.
- Kita sudah tahu-tahu banyak yang tidak
- senang kepada kita untuk jadi imam. Ada
- baiknya itu undurkan diri.
- Iya.
- Sadar sendiri. Nah, jadi bagi makmumnya
- juga itu harus berani untuk untuk
- sampaikan kepadanya
- supaya jangan nanti semua yang salat
- kasihan juga tidak akan naik kepada
- Allah Taala. Tidak akan melewati tempat
- yang mereka salat, atap tempat mereka
- salah.
- Betul.
- Tapi ada juga hamba-hamba Allah yang
- kira-kira
- enggak tahu diri.
- Dia sudah tahu dia kurang disenangi oleh
- makmum. Kebanyakan dia tahu
- kekurangannya dia baik dalam soal
- bacaan, dalam soal pengetahuannya
- tapi dia masih tetap ngotot ingin ingin
- jadi imam. Ada juga hamba-hamba Allah
- yang begitu. Insyaallah kita jawab.
- Ya. Selanjutnya beralih ke pertanyaan
- dari Bapak Hadi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, bagaimana caranya
- dan metodenya agar ibadah kita ini tidak
- karena takut neraka dan berharap surga
- saja? Katanya ibadah yang ikhlas adalah
- kunci dari ibadah yang sempurna. Untuk
- sampai kepada kondisi seperti itu,
- bagaimana, Pak Ustaz, caranya? Demikian.
- Jadi begini,
- orang yang menginginkan surga
- saya kira sudah pasti dia takut untuk
- masuk neraka sehingga dia menginginkan
- surga. Tapi untuk menginginkan surga
- kita harus ikuti apa yang Allah janjikan
- dalam Al-Qur'an.
- Iya.
- Nah, lebih banyak jadi begini. Ada yang
- Allah Taala ancam manusia-manusia yang
- engkar kepada Allah Taala.
- kafaru
- eh
- biayatina saufuslihim.
- Orang-orang yang kufur kepada ayat-ayat
- Allah, Allah Taala akan godok dia di api
- neraka.
- Ada juga ayat yang Allah Taala
- menyatakan inina aman
- lahum
- ab lahum fiha azwajun mutahatunum.
- Ee
- orang-orang yang kufur kepada Allah
- Taala, Allah akan godok di api neraka.
- Orang-orang yang beriman dan berbuat
- baik, Allah Taala akan masukkan mereka
- ke dalam surga.
- Khidina fiha abada. Kekal
- selama-lamanya.
- Jadi umpama kita beribadah
- menginginkan surga gak ada salahnya.
- Hm.
- Kita bisa tetap berdoa kepada Allah
- Taala. Tapi jangan lupa juga kita berdoa
- minta kepada Allah supaya Allah Taala
- jauhkan kita daripada azab api neraka.
- Ya kan kadang-kadang kita disuruh
- membaca sudah selesai salat itu banyak
- Allahumma aj minanar ya
- Allahumma banyak itu di antaranya
- kalimat rabbana atina fid dunya hasanah
- wafil akhirat hasanah waqinaabanar wa
- jann maal abrar ya azizun ya gar
- minta untuk supaya Allah Taala masukkan
- kita dalam surga dengan orang-orang baik
- Jadi artinya orang yang betul
- menginginkan jannah dan dia berbuat
- sesuai dengan yang Allah perintahkan
- itu sudah merupakan cukup baginya salah
- satu syarat untuk mendapatkan hadiah
- jannah dari Allah Taala.
- Tapi jangan lupa
- kita minta kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Allahumasaluka ridaka wal jannah.
- Ya Allah, aku menginginkan senangnya
- Engkau kepadaku dan jannah
- ridaka wal jannah. Biasanya kan di
- Ramadan banyak kita suka baca, tapi
- sebenarnya doa itu jangan cuma di
- Ramadan kita baca.
- Jadi artinya normal seorang itu
- menginginkan surga dengan melaksanakan
- apa yang diperintahkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Tentunya Allah taala
- akan lindungi dia daripada adab api
- neraka. Insyaallah terjah.
- Baik.
- dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, besok sore saya akan melakukan
- tindakan operasi jam 3.00 sore.
- Insyaallah saya takut salat asar tidak
- keburu. Saya mau jamak salat zuhur dan
- asar. Kemudian kalau saat di tempat
- operasinya masih bisa salat asar, apakah
- harus salat asar lagi atau cukup yang
- dijamak saja? Doakan saya supaya
- operasinya lancar, Pak Ustaz. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayidina Muhammad wa.
- Kita tahukan Allah itu maha bijaksana.
- Ya
- kan? Berkali-kali dalam Al-Qur'an Allah
- Taala ingatkan Allah itu menjadi sifat
- yang sangat sangat sangat bijaksana.
- Bukan seperti bijaksana manusia. Tapi
- rasa takutnya Anda supaya tidak salat
- asar. Jangan salat asar kelewat. Itu
- juga sudah menunjukkan ketaatan dan
- takutnya Anda kepada Allah untuk
- meninggalkan salat. Jadi salat zuhur
- ya pada waktu masuk operasi mungkin
- sebelum waktu asar kan
- Anda salat lagi asar takdir. Jangan
- kurangi
- ya.
- Iya.
- Jangan kurangi. Karena salat ke asar itu
- hanya untuk orang musafir
- ya. Tapi kalau umpama Anda mau salat,
- mau operasi umpama contoh operasinya jam
- .30
- ya kita enggak tahu berapa jam
- operasinya itu
- karena Anda rasa takutnya jangan sampai
- operasi ini lama kemudian Anda tidak
- sempat salat asar atau pada waktu
- selesai operasi Anda enggak bisa bangun
- dari tempat tidur ya Anda bisa tayamum.
- Tapi kalau Anda khawatir betul habis
- salat zuhur ya salat asar lagi enggak
- apa-apa boleh. Allah lebih tahu niat
- Anda. Allah zat yang maha bijaksana.
- Bijaksana.
- Salat asar tapi jangan gasa. Salat asar
- aja lagi empat rakaat.
- Anda baru niat aja Allah Taala sudah
- tahu. Dan ini tentunya
- karena Allah ini zat yang maha
- bijaksana. Allah tahu hambanya ini
- masyaallah dia sangat concern dengan
- salatnya dia. Jangan sampai terlambat.
- Dia sangat hati-hati dengan salatnya
- supaya jangan sampai terlambat, jangan
- sampai kelewat maka dia salat lagi.
- Insyaallah diterima oleh Allah Taala.
- Sehingga Rasul sallallahu alaihi
- wasallam pernah mengingatkan kepada
- kita, yasir wala tuasir.
- Permudah, jangan kalian persulit.
- Insyaallah jawab.
- Masyaallah. Allahum y.
- Jadi enggak ada yang sulit ya. Jangan
- terlalu dipersulit gitu ya.
- Betul. Agama ini sebenarnya mudah.
- Jangan kita persulit-persulit.
- Baik. Bapak Ruslan di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, apakah dosa besar yang telah kita
- lakukan
- bisa Allah ampuni? Bagaimana dengan dosa
- yang bersangkutan dengan manusia? Tapi
- manusia tersebut tidak memaafkannya
- karena masih ada dendam. Bagaimanakah
- kelak dosa kita di akhirat, Pak Ustaz?
- Mengenai hal itu? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali Muhammad. Ini pertanyaan.
- Masyaallah. Jadi begini.
- dosa yang paling besar dari dosa-dosa
- besar yang paling besar
- yang paling besar
- ketika dia berputus asa dan menganggap
- Allah Taala tidak akan mengampuni
- dosanya.
- Karena di Quran itu Allah Taala ingatkan
- quladiina
- asagnatu
- rahmatillah inallahunuba
- jami
- sampaikanlah ya Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Jadi Allah
- memerintahkan kepada Rasulullah dan ayat
- ini Allah abadikan diabadikan dalam
- Al-Qur'an.
- Sampaikanlah kepada umatmu
- yang mereka itu berhamburan hidupnya
- dengan dosa.
- Asrofu ala anfus.
- Artinya wah masyaallah sudah dosa luar
- biasa.
- Allah Taala menyatakan rahmatillah
- jangan kalian berputus asa dengan rahmat
- Allah. Karena sesungguhnya Allah
- mengampuni dosa-dosa jamian.
- Jadi putus asa
- bahwa Allah tidak akan mengampuni itu
- dosa yang besar.
- Punya keyakinan
- bahwa Allah Subhanahu wa taala itu zat
- yang sangat pemurah. Tidak pernah
- menutup pintu doa.
- Terkecuali kalau sudah sakaratul maut.
- Jadi ketika Anda ini merasa umpama dosa
- besar apapun yang Anda lakukan
- ketika Anda menadahkan tangan kepada
- Allah, justru itu kan Allah Taala
- ingatkan ya ayyuhalladzina amanu ee
- astagfirullahalazim
- tubu ilallah taubatan nasuha.
- Wahai hamba-hambaku yang beriman,
- bertobatlah kepada Allah dengan tobat
- yang benar-benar tobatin nasuha.
- Di ayat yang lain Allah Taala menyatakan
- orang-orang yang berbuat dosa
- macam-macam macam-macam macam-macam
- Allah Taala akan memberikan adab yaumul
- akhir dengan yang berlipat-lipat ganda.
- Tapi kemudian Allah Taala tutup ayat ini
- dengan illa man taba waana waila amalan
- shihan.
- Terkecuali mereka yang bertobat
- kemudian dia rubah tingkah lakunya.
- Artinya kalau tadinya dia biasa pergi
- tempat-tempat yang penuh dosa, sekarang
- dia pergi ke pengajian-pengajian
- ya ee dia menjaga waktu-waktunya, dia
- salat, dia bertobat betul-betul kepada
- Allah. Apa Allah Taala nyatakan?
- Ulika yubadullahu
- mereka-mereka itu yang Allah balikkan.
- Dosa-dosa mereka yang lamut. Lalu Allah
- Taala catat dengan kebaikan-kebaikan.
- Itu Allah zat yang maha bijaksana dan
- zat maha pengampun.
- H.
- Jadi enggak ada dosa yang tidak bisa
- yang tidak bisa di tidak dimaafkan oleh
- Allah Taala. Allah Taala sudah katakan
- di Quran.
- Nah, sekarang antara manusia dan manusia
- kalau umpama Anda telah umpama Anda
- berbuat salah kepada seseorang kemudian
- Anda datang meminta maaf,
- dia tidak maafkan
- itu antara dia dengan Allah Taala.
- Iya.
- Anda kewajiban sudah terlepas.
- Anda telah meminta maaf kepadanya, dia
- yang tidak mau memaafkan. Itu tinggal
- antara diat Allah Taala.
- Ah, terkecuali kalau dosa mengenai utang
- piutang.
- He.
- Nah, kalau hutang piutang lain nih.
- Kalau hutang piutang kemudian kita minta
- maafkan aja hutang saya, saya enggak
- mampu bayar. Umpama ya. Kalau dia tidak
- maafkan,
- berarti masih ada haknya dia kepada
- Anda. Kalau Anda tidak bayar, tidak bisa
- bayar,
- nah nanti di yaumul akhir itu akan
- dibayar dengan amal kita.
- Tapi kalau umpama, contoh umpama
- betul-betul waktu itu Anda berniat
- benar-benar mau bayar, sudah berusaha
- tapi gandar Allah umpama dapat musibah
- atau apa atau apa, wallahualam. Kemudian
- Anda enggak bisa bayar
- dan Anda datang kepadanya
- menerangkan keadaannya begini begini.
- Tapi berjanji insyaallah kalau Allah
- Taala berikan rezeki kepada saya, saya
- akan berusaha untuk bayar.
- Nah, itu insyaallah
- mudah-mudahan Allah Taala akan maafkan.
- H. Amin.
- Nah, sekarang kalau antara hamba Allah
- dengan hamba Allah dan hamba Allah yang
- kita berbuat salah umpama sudah
- meninggal, sudah enggak ada, kita banyak
- beristigfar kepada Allah untuk dirinya.
- Artinya kita minta pengampunan dari
- Allah untuk dirinya. Perbanyak istigfar.
- Itu menurut pendapat para mufassirin
- ya. Perbanyak beristigfar untuk dirinya.
- Allah Taala ini zat yang maha bijaksana.
- Sekarang kalau hutang
- kemudian satu waktu Anda sudah punya
- duit mau bayar, orangnya sudah enggak
- ada, sudah meninggal dunia,
- ke mana akan-akan bayar? Cari
- keluarganya sudah enggak ada. Ini umpama
- contoh, Anda berhutang kepadanya R juta,
- orangnya sudah enggak ada, sudah
- meninggal.
- Tapi memang pada waktu Anda pinjam
- kepadanya dengan niat untuk membayar.
- Pada waktu datang kesempatan untuk
- membayar, orangnya sudah enggak ada,
- keluarganya sudah enggak ada.
- Sedekahkan uang ini dan niat sedekah ini
- untuk hamba Allah tersebut yang saya
- berhutang. Allah Maha Bijaksana.
- Insyaallah jawab.
- Selanjutnya dari Bapak
- Hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, saya suka bertanya kepada diri
- sendiri dan merasa takut akan datang
- cobaan dari Allah. Karena saya lihat di
- sekitar lingkungan kita banyak teman
- yang begitu banyak cobaan yang datang
- kepada teman-teman. Sedangkan hidup saya
- begitu dimudahkan oleh Allah. Semenjak
- menikah tahun '97 sampai sekarang punya
- cucu dan anak-anak sudah pada besar.
- Begitu mudah semenjak lulus sekolah,
- anak saya mendapatkan pekerjaan yang
- baik dan lain sebagainya. Pokoknya
- kemudahan begitu cepat saya dapatkan.
- Ee yang ingin saya tanyakan, apakah itu
- rasa sayang Allah kepada saya ataukah
- Allah sedang menyiapkan ujian yang berat
- buat saya sedangkan ibadah saya
- biasa-biasa saja? Yang saya lakukan
- hanya pasrah kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Mohon pencerahannya, Pak Ustaz.
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa.
- Rasa takut Allah akan memberikan cobaan
- kepada kita itu normal. Sangat normal.
- Tapi ada obat yang paling mujarab. Untuk
- itu.
- Kita perbanyak berdoa kepada Allah.
- banyak doa-doa, model-model yang untuk
- supaya Allah menjauhkan kita daripada
- cobaan yang memberatkan kita. Dan perlu
- kita sadari Allah tidak pernah akan
- memberikan cobaan kepada kita
- sesuatu yang kita tidak mampu.
- La yukallifulahu nafsan illa musaha.
- Allah tidak akan membebani seseorang
- terkecuali apa yang dia mampu.
- Hanya terkadang kita kalau sudah dicobai
- oleh Allah, kita anggap cobaan ini sudah
- paling berat. Kita enggak mampu. Jangan.
- Selalu kita bersangka baik kepada Allah
- Taala.
- Kalau kita kena cobaan, kata, "Ya Rabb,
- ya Allah, ya arhamar rahimin,
- berikanlah hikmah yang baik [mendengus]
- dalam cobaan ini. Ya Allah, berikan
- kemampuan kekuatan kepadaku untuk keluar
- dari cobaan."
- Karena semua manusia itu akan dicobai
- oleh Allah Taala semua. Tidak
- terkecuali. Semua nabi-nabi, kita lihat
- nabi-nabi. Nabi mana yang tidak ada
- cobaan dari Allah Taala? Tidak ada.
- Semua nabi diberikan cobaan yang luar
- biasa. Apalagi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Cobaan yang luar biasa. Kita tahu
- peristiwanya Rasulullah bagaimana dia
- harus hadapi kepada kelompok musyrikin.
- Jadi paling banyak paling baik Bapak
- yang bertanya ini perbanyak minta kepada
- Allah. Perbanyak. Ya Allah, jauhkanlah
- aku
- daripada cobaan-cobaan yang memberatkan
- hidupmu.
- Ya Allah, ringankanlah hidupku dari
- percobaan dan di sisi yang lain
- perbanyak bersedekah karena sedekah itu
- akan menjauhkan kita daripada musibah.
- Insyaallah terjawab. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Mudah-mudahan itu merupakan pertanyaan
- yang terakhir.
- Baik,
- karena waktu sekarang sudah .30 sebentar
- lagi magrib. Sebelum saya tutup, kepada
- para pendengar sekalian, ada tempat
- tahfidul Quran yang total free, full
- beasiswa, tidak pakai uang masuk, tidak
- pakai uang bulanan
- yang tapi untuk khusus hanya untuk
- putri. namanya Nurul Quran Al-Hakim. ada
- di Instagram dan ada di online.
- Dan kalau ada yang minat silakan hubungi
- nomor telepon 08
- 57
- 1072
- 93
- 53 terletak di Sukabumi.
- Sukabumi. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilahaillallah wa anna
- muhammadar rasulullah nastagfiruka waubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian iman wa tausiah
- sore bersama Ustaz JM Mbahmid membahas
- tema mengenai bagaimana supaya kehidupan
- dimudahkan Allah. Semoga apa yang
- disampaikan banyak manfaat untuk
- semuanya. Saya yang bertugas Fahri
- ditemani Neza dan juga Yusuf Subit.
- Billahi taufik wal hiidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.