Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:31 [Musik] 0:35 Brail 0:36 [Musik] 0:45 [Musik] 1:01 [Musik] 1:09 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:11 warahmatullahi wabarakatuh. 1:12 Waalaikumsalam warahmatullah 1:14 wabarakatuh. Allahumma shalli ala 1:15 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 1:16 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 1:18 lagi hari ini hari Rabu tanggal 4 1:21 Oktober 2023 atau tanggal 18 Rabiul Aal 1:25 1445 Hijriah. Seperti biasa, kami 1:28 hadirkan kembali tamu kita. Kami 1:31 menghadirkan seorang pria ganteng. 1:33 Ganteng banget deh 1:34 pokoknya. Lulusan Jerman yang lahir di 1:37 Jakarta tanggal 23 Maret tahun '0 eh 90 1:42 tahun 0. Tahun 1:44 60 SD-nya di apa Pascalis apaapa itu ya. 1:48 SMP-nya juga di sana. Kemudian SMA-nya 1:52 SMA 1, SMA Budut tahun '9 ya lulusnya. 1:56 kuliahan-kuliah di Munchen di Jerman. ee 1:59 ambil interior desain. Pernah kerja di 2:02 Astra keliling-keliling di mana air 2:05 sekarang nyemplung di 2:06 kopi. Oke, kita akan bincang-bincang 2:09 tentang kopi. Tapi kopi bukan sebagai 2:11 cita rasa ya, tapi kopi sebagai produk 2:14 Indonesia yang mm diekspor ke luar 2:16 negeri. Sejauh mana volume yang diekspor 2:20 Indonesia ke luar negeri dari produk 2:23 kopi ini. ee dia adalah anggota atau 2:26 pengurus dari e 2:31 asosiasi asosiasi em eksportir susah 2:36 banget asosiasi eksportir kopi Indonesia 2:41 atau 2:42 I ee apa ikiki 2:46 ikiki Asosiasi eh eksportir kopi 2:51 Indonesia namanya tuh e Bismo. 2:55 Adioso, Bismo Adioso. Tapi kami biasa 2:58 manggilnya Yoyo ya, Mas Yoyo. 2:59 Asalamualaikum, Mas Yoyo. 3:01 Waalaikumsalam. Masyaallah. Dari dulu 3:03 gantengnya enggak 3:05 hilang-hilang. Betah ganteng ya. 3:09 Ee 3:12 Indonesia 3:13 ternyata penghasil kopi yang 3:16 cukup cukup dipandang ya karena urutan 3:20 ketiga setelah Amerika lalu apalagi? 3:23 Brazil ya. Ya gini ee gimana Mas? 3:26 Indonesia adalah penghasil kopi 3:29 eh nomor empat terbesar di dunia. Nomor 3:32 empat terbesar di dunia. Pertama 3:34 berhasil beril ee dengan produksinya 3 3:37 juta per tahun. 3 juta ton ya. 3 juta 3:41 ya. 3 juta ton per tahun. He. Terus 3:43 diteruskan dengan ee dengan negara 3:46 Vietnam. Heeh. Ya, produksinya 2 juta 3:50 sampai 2,5 juta ton per tahun itu mereka 3:53 lebih banyak prioritis dia itu 3:55 dua-duanya itu Vietnam ya, Kopi Robusa 3:57 ya kalau di Vietnam ya. Kalau di ee 4:00 nomor tiganya adalah ee Columbia lebih 4:02 kurang ee 1 seteng juta ton per tahun. 4:06 Nah, ini kita yang keempat masih di 4:08 bawah R juta nih. Kita hanya 4:12 750.000 ton per tahun. Per tahun ya? Hm. 4:16 Nah, makanya kenapa kopi Indonesia tuh 4:20 ee kurang dikenal di dunia karena bukan 4:25 ee cita rasanya yang kurang atau 4:27 kualitasnya yang kurang, tapi 4:29 produksinya yang kurang sehingga dunia 4:33 sudah dipenuhi oleh kopi-kopi dari 4:35 Brazil, dari dari Vietnam gitu. Jadi, 4:38 jadi 4:39 ee kopi kita tidak menonjol di sana. 4:43 Gimana peran pemerintah tidak bisa 4:45 meningkatkan volume kopi Indonesia 4:49 dengan penaman lahan-lahan gitu? 4:52 Nah, ini gini saya mau ee sebelumnya itu 4:55 Om ee Bang Krishna. Jadi 4:59 ee 5:01 dengan produksi mereka berhasilan 5:04 Vietnam ee yang sangat besar, akhirnya 5:08 mereka bisa 5:09 memenuhi ee pasar lelang di dunia. Oh. 5:13 Oh, gitu. Pasar yang di dunia itu adalah 5:15 ee terminalnya harga kopi rebus itu ada 5:18 di London. Heeh. Sedangkan Arabika ada 5:21 di Amerika. 5:23 Nah, itu kalau ee lelangnya kemarin saya 5:27 pantau gitu harga robusta aja sampai di 5:32 London ya itu 5:34 sekitar 2,8 US dolar. H bayangin 2,8 US 5:38 dolar coba 5:39 dikali rupiah itu enggak sampai R0.000 h 5:44 R.000 mungkin kan itu robusta di di di 5:49 buat harga dunia gitu. Sedangkan di 5:51 Indonesia harga rebus aja sudah Rp50.000 5:54 gitu masuk gitu kan juga ee kopi Arabika 5:58 Arabika ee dengan pasar di Amerika harga 6:03 lelangnya di sana harganya 6:06 3,2 US Do. He itu juga hanya lebih 6:11 kurang Rp50.000 tapi kopi Arabika di 6:15 Indonesia itu bisa jualnya pedagang bisa 6:18 sampai Rp80 sampai Rp100.000. R.000 gitu 6:20 loh. Nah, itu gimana mau ekspor ke 6:22 ekspor ke luar negeri gitu. Akhirnya 6:24 apa? Akhirnya 6:26 ee para eksportir atau trader atau 6:30 pemain-pemain kopi gitu ya dia jualnya 6:34 ke lokal aja. Hm. Harga lokal bagus. 6:37 Kenapa mesti dia keluar keluarin gitu 6:40 kan. Ee terus ee ee apa 6:44 ee di lokal pun juga 6:48 ee pemainnya 6:51 banyak. Jatah dari produksi Indonesia 6:54 itu sudah separuhnya dia diambil semua 6:55 tokal semua. Hmm. Gitu. Coba lebih ke 6:59 dekat mic. Oh, gitu. Oke. Heeh. Nah, 7:02 gitu. He. Nah, ini ee 7:06 ya bila pemerintah memang 7:10 ee sangat fokus 7:12 dengan ee hasil kopi Indonesia ya 7:17 seperti Vietnam gitu kan, mereka juga ee 7:21 pemerintahnya membantu membantu apa 7:24 usaha usaha petaninya, usaha pengusaha 7:27 kopinya gitu kan. Tidak dilepas gitu aja 7:29 gitu. Kalau kopi Indonesia yang seksi 7:31 itu apa? Jenis apa? 7:33 Kopi apa yang paling apa? Kopi Indonesia 7:37 yang paling banyak diminati itu apa? 7:38 Wah, kopi Indonesia 7:41 terkenal enak semua dan bagus semua. 7:43 Kopi Indonesia dari timur, Indonesia 7:45 Timur, dari Papua. Oh, gitu dari Flores, 7:48 dari Toraja itu sangat populer di di 7:53 Eropa gitu kan. Di Jepang juga mereka 7:56 juga suka kopi-kopi dari Gayo gitu ya. 7:59 cuman ya itu ee karena produksinya tidak 8:02 banyak, akhirnya 8:04 ya bisa ekspor ke negara tertentu itu 8:09 tapi dengan dengan ee keterbatasanlah 8:12 gitu kan. Hm. Ya seperti negara-negara 8:16 lainnya itu yang kompetir kita karena 8:19 dia memang besar ee 8:22 kuantitasnya dia bisa ke mana-mana gitu 8:26 dan harganya pun juga bisa lebih murah. 8:28 Artinya segara kualitas kita di atas 8:31 Vietnam atau di atas Colombia? Dulu dulu 8:34 Vietnam itu nomor empat. Nomor empat 8:35 dulu pernah akhirnya dia dia ee terus 8:40 berkembang kopinya. Pemerintahnya ikut 8:42 ikut 8:43 juga men-support. Akhirnya sekarang dia 8:46 bisa nomor dua di dunia. Dia cuma dia 8:48 robusta kebanyakan ya. Majority dia 8:50 robusta karena tanahnya flat. He 8:52 tanahnya flat. ketinggian juga 8:54 ketinggian juga enggak terlalu tinggi. 8:56 Akhirnya dia banyak banyak ee bertanam 8:59 ee kopi 9:01 robusta. Oke, Iwan dan akhwat. Ee kami 9:04 masih berbincang-bincang dengan Mas Yoyo 9:07 atau nama 9:08 panjangnya 9:10 Bismo Abi Yoso. Beliau adalah pengurus 9:14 dari Iiki ee Asosiasi Eksportir Kopi 9:19 Indonesia. kita bincang kopi tapi bukan 9:22 dari cita rasanya tapi dari segi 9:25 bagaimana Indonesia bisa mengekspor 9:27 kopi, bagaimana peranan kopi di 9:31 Indonesia di mata dunia. Jadi e 9:34 bagaimana kondisi kopi Indonesia saat 9:36 ini? Jadi seperti tadi ya kita masih 9:39 kalah ya dari segi volume tapi kan bukan 9:41 dari segi kualitas ya. Ya, kalau kopi 9:43 Indonesia itu ee dari 9:46 produksi yang ada itu 70% adalah ee 9:51 rebusa, 30% adalah ee arabika. Bedanya 9:56 robusta dengan arabika apa? Nah, itu itu 9:59 juga harus harus ada orang yang ahli 10:02 juga tuh dalam. Tapi kalau bahasa yang 10:03 asem-asem enggak enggak. Kalau rasanya 10:05 sih rasanya kalau ee arabika tuh asem. 10:09 Kalau ee Robusa tuh ee pahit dan strong 10:14 itu kan. Tapi kalau lihat dari fisiknya 10:16 ee biji robusa tuh ee lebih besar. He. 10:20 Lebih besar dan lebih lonjong kan. Tapi 10:22 kalau arabika tuh kecil-kecil. Hm. 10:24 Kecil-kecil dan ee dan ada ee eh sori 10:29 kecil dan lonjong. Kalau robusta tuh ee 10:31 besar dan rada rada bulat. 10:34 Kalau penikmat kopi terbesar di mana? di 10:37 dunia ini katanya 10:40 di Finland ya, Eropa atau di di 10:44 Jerman juga sudah mulai 10:47 Inggris juga dia banyak orang sudah 10:49 mulai beralih dari minum teh terus minum 10:51 kopi bahkan juga mereka ee minum kopinya 10:56 juga bukan tidak hanya di kafe, tapi di 10:59 rumah sudah mereka sudah mulai mulai 11:02 beli kopi terus minum kopi di rumah 11:03 padahal mereka sendiri negaranya enggak 11:05 ada enggak enggak bukan penghasil kopi 11:07 Ya, kayak Saudi itu enggak ada kopi sana 11:09 kan. 11:10 Saudi. Saudi ya? Saudi. Tapi kan 11:12 penikmat kopi di Saudi banyak ya. Kopi. 11:15 Betul. Dari Timur Tengah dunia lah. 11:17 Bukan Saudi aja lah. Dunia pasti penimat 11:20 kopi ya gitu kan. Ya di sama dengan di 11:24 Eropa juga tapi dia 11:27 ee membuat kopi itu untuk dijual lagi 11:31 gitu kan. Jadi branding sendiri dijual 11:34 lagi atau dia punya kafe gitu. 11:38 pemain ee bisa enggak sih ee ada pemain 11:40 kopi baru gitu? Saya punya punya modal 11:44 ingin bermain di kopi, dia buka lahan 11:46 gitu. Bisa enggak 11:48 secara orang-orang secara mendadak gitu 11:51 bisa enggak? Oh, bisa aja gitu kan kalau 11:55 ya kalau tapi kan tumbuhnya masih lama 11:57 itu kan enggak nih dibag nih ceritanya 11:59 beda nih ada yang kopi tuh harus harus 12:03 ee juga diawali dengan ee apa namanya 12:07 mempunyai stok yang ada gitu kan kan 12:09 kita di Indonesia ini kurang stok gitu 12:10 kan. 12:12 Nah, kita bermain dulu di hulu gitu kan. 12:14 Kalau hulu sudah dipenuhi gitu kan ya, 12:17 kita bermain sama petani-petani gitu. 12:19 Petani kita ya kita support dia terus 12:23 hasilnya ada kita beli. Ya mungkin kita 12:26 dari hasil itu kita punya punya produk 12:28 sendiri kan dari situ kan. Atau juga 12:31 bisa kita hunting hunting ee kopi-kopi 12:35 penghasil kopi di mana aja gitu. Tapi 12:37 akhirnya sama. Akhirnya gimana? Akhirnya 12:39 kalau kita hunting sampai kopi ya, kita 12:41 belinya air yang mahal. He. 12:44 Ee kita beli kepada pedagang-pedagang 12:48 kan kopi kan. Danang kopi juga dia 12:50 belinya dari dari berapa 12:53 kali dia membeli itu kan sumbernya itu 12:55 kan akhirnya kita bisa beli ya kita bisa 12:59 hitunglah kopi berapa sih satu cangkir 13:02 cappuccino. Hm. 13:04 Di di kafe-kafe yang lumayan itu kan 13:07 R.000. R000an. Hmm. Kita beli 1 13:11 kilo. 1 kilo kopi roased ya. Roostered 13:14 kopi sudah jadi. Tinggal kita giling aja 13:16 kan. Satu kopi cangkir 13:20 tuh maksimum 20 gr. Berarti kalau 20 gr 13:24 1 kilo 50 cangkir. Iya. 50 cangkir ee 13:29 kali R30.000 sudah Rp1,5 juta. Kita 13:32 belinya berapa? Berapa rupiaan dikit 13:35 tuh. Nah, itu dari situ keuntungannya 13:37 aja kalau kita bermain. Tapi ya enggak 13:40 semudah itu gitu kan. Banyak juga 13:41 kopi-kopi, kafe-kafe juga yang yang 13:44 akhirnya tutup juga kan. 13:47 Tapi ya sejak tahun berapa itu ya tahun 13:50 2000-an lah ya. Kafe-kafe di mana 13:52 menjual kopi menjamur gitu. Itu kenapa 13:55 ada booming seperti itu tuh yang dulunya 13:58 tidak pernah tiba-tiba sekarang di 14:00 mana-mana. Iya. Karena tren. Heeh. tren 14:03 tren orang sudah banyak minum kopi itu 14:06 kan dulu kopi dianggap ee minuman yang 14:11 minuman yang apa namanya 14:13 ee ya minuman ya minuman yang 14:16 sehari-harian lah bukan bukan yang bukan 14:18 bukan yang tren sekarang minum kopi ada 14:22 kafe ada kita minum kopi pasti pasti 14:24 kita minum kopi duduk kan di di ee rumah 14:27 atau paling yuk kita ngopi yuk warung 14:29 kan kopi juga kopi tubruk kan sekarang 14:32 kopi Udah mesinnya sudah mesin 14:34 bagus-bagus semua gitu kan. Nah itu 14:37 akhirnya menyamurlah. Dulu tidak terlalu 14:39 digarap ya. Sekarang sudah iya ada 14:41 estetikanya. Anak muda pun sekarang juga 14:44 lebih kreatif tuh kan. Dia ee bisa 14:47 meracik sendiri. Dia juga bukan jualan 14:50 kopi aja dia jualan jualan ee bannya aja 14:53 ya. Dia jual bin yang rosted bin dia 14:57 packing dia apa namanya? Racik sendiri 15:02 punya cita rasa yang bagus sendiri 15:04 enggak tahu campuran dari apakah dia 15:06 origin Cafe atau dia mix kafe gitu mix 15:09 kopi bijinya gitu dijual punya Brian 15:11 sendiri dijual dan mereka survive gitu. 15:16 Oke. Apakah Anda pemilik ee kafe kopi 15:20 kan ini di sini ada ada tuku, ada 15:22 kenangan, ada janji jiwa, ada apaagi ya? 15:25 Ada apa tu? Telu apa 15:29 temu bukan temu apa apa sih itu? Hah? 15:34 Tuku to poin ada. Heeh. Tapi Bang Kris 15:38 kafe itu 15:40 ee cita rasanya bukan bukan di barista 15:45 bukan bukan di barista. Jadi jadi kafe 15:47 itu cita rasa yang disedu enak itu dari 15:52 dari komposisi dari ee kopinya. 60% 15:56 budidaya kopi. Heeh. Kalau kita 15:58 berbudidaya kopinya bagus, kita rawat 16:01 bagus, hasil yang bagus, 16:03 % hasil kopinya yang kita bisa minum 16:05 yang bagus. 30% rostery, 16:09 bagaimana merasting kopi dengan dengan 16:12 baik dan enak. Itu juga ada ilmunya, ada 16:15 ahlinya, ada ilmunya tuh. Heeh. 10% baru 16:18 barista. Nah, tangannya barista tu 10% 16:20 tuh 16:21 ya. Biarpun kopinya enak, mahal 16:26 barisannya enggak bisa lewat juga kan 16:28 enggak enak juga. Tapi akhirnya 16:31 dari ee budidai kopi yang bagus, yang 16:34 enak, 16:35 posting yang enak, e 16:38 akhirnya barista meracik pasti lebih 16:41 istimewa gitu kan. 16:44 Jadi bukan barista jago enggak itu jadi 16:48 emang dari mutu kopinya itu yang 16:50 yang awal yang di dari Indonesia kopi 16:54 apa yang paling unggul yang paling kan 16:58 ada Toraja ada Gayo ya. Iya itu kan kopi 17:02 Indonesia kan ee ada 17:03 ada ee Arabika, ada robusta ada juga 17:08 Liberika gitu kan 17:11 ya. Kalau orang-orang ee lebih suka 17:14 Arabika, mereka pasti ngambil kopinya, 17:16 nyari kopinya di Indonesia Timur ya. 17:19 Dari Papua sampai Flores 17:22 Toraja sampai ke ee Aceh, Arabika. Nah, 17:26 Arabika tuh yang enak tuh kan. 17:30 Jawa Barat pun sekarang juga sudah 17:31 menghasilkan kopi apa? Jawa Barat. Oh, 17:33 Jawa Barat. Jawa lah ya. Jawa Barat, 17:36 Jawa Tengah, Jawa Timur. Mereka juga 17:38 sekali kopi itu dan juga kopinya enggak 17:41 enggak kalah dengan kopi-kopi yang ada 17:43 di di Indonesia bagian timur itu. He. 17:46 Mereka juga punya kopi robusa, punya 17:48 kopi Arabika gitu. Jawa Barat. Seperti 17:50 di Jawa Barat di mana misalnya menghasil 17:51 kopi itu? Jawa Barat itu ee di Garut 17:55 ada. Di Bogor. Di Garut ada. Ada di 17:57 Bogor ada. Ada ya. kami 18:01 dari ee 18:03 IQ IQ BPD DKI 18:07 kita bekerja sama dengan Astra dan kita 18:11 dibantu oleh Astra dengan binaan mereka 18:14 yang proyeknya proyeksi Sor mereka ya. 18:18 Kita 18:19 mengemika di Bogor. Hm. Itu di Cisarwa 18:23 Bogor memang sudah terkenal dengan kopia 18:25 robusta. sudah banyak 18:27 tapi ee sangat sedikit petaninya ee apa 18:32 ee berkebun Kopi Arabika. Nah, kita 18:35 masuk ke sana BPD DKI Ikiki ya. kita 18:40 memberikan pupuk ya, memberikan 18:42 peralatan mendampingi mereka edukasi 18:45 dan ee kita juga bekerja sama ee Dinas 18:53 Pertanian Bogor lewat lewat ee Dinas 18:57 Perkebunan dan Hortikult Hortikultura 18:59 Bogor gitu. Hm. Mereka yang mereka yang 19:02 mengenal dan tahu tentang tanaman kopi 19:05 juga yang mengerjakan kita yang membantu 19:07 support ee untuk ee untuk ee 19:11 keperluan-keperluhannya. 19:12 Oke. Baik, Iwan Danawat. Kami masih 19:14 berbincang-bincang dengan Mas Yoyo atau 19:17 nama panjangnya itu Bismo Abioso. Beliau 19:21 adalah pengurus dari Aiki 19:24 AEKI, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia. 19:30 Oke, sudah ada pertanyaan masuk nih dari 19:32 Bapak Susilo Sema. Asalamualaikum, Mas 19:35 Yoyo. Apa beda pencinta kopi dan 19:38 penikmat kopi dan bagaimana kualitas 19:41 kopi sase saset yang e ada di 19:45 warung-warung? Bagus enggak kalau 19:47 dikonsumsi setiap hari? 19:51 Dulu saya belum ngerti kopi. Saya 19:54 minumnya saset. Heeh. Dulu ya saya belum 19:56 ngerti tuh. Belum. He belum masuk ke 19:59 belum ngerti lagi saya sudah ngerti kopi 20:03 ya ya mohon maaf aja saya kesimpulan 20:05 tidak disarankan ya kecuali enggak kepet 20:09 kepepet banget saya enggak minum itu. 20:10 Benar Pak 20:12 karena apa? Karena konten dari sah itu 20:15 kan ada ada susunya ada gulanya. kita 20:18 enggak tahu berapa takaran gula kan yang 20:21 mungkin buat sumuran kita gitu kan yang 20:24 sudah di atas ee 50 atau 60 gitu kan itu 20:27 kan kita harus mengurangi gula ya. He. 20:30 Nah, kalau kita sih lebih suka sekarang 20:32 ini kita minum kopi tanpa gula. Kalau 20:36 perlu kopi pahit satu cangkir tamb gula 20:39 udah cukuplah ya gitu kan. Itu buat 20:41 kesehatan kita gitu kan. Ya, kalau usah 20:43 saya sudah enggak minum lagi deh. Jadi 20:47 sudah bisa udah bisa dipahami ya itu ya 20:50 jawabannya penikmat apa sih? Ah, ini 20:52 tadi belum dijawab apa bejak pencinta 20:54 kopi dan penikmat 20:56 kopi. Penikmat kopi 20:59 ya ee 21:02 akhirnya akhirnya kita minum kopi dari 21:06 jenis apa? Dari jenis robusta jenis 21:09 robusta atau jenis arabika. 21:12 dengan single origin mereka kita 21:14 nikmatin ya kan atau kita mix h kita mix 21:17 ee kita mix 21:18 sendiri proporsionalnya lebih besar 21:20 arabikanya kah nah itu ya kalau kita 21:23 memang penikmat kopi akhirnya kita 21:26 mencoba kopi-kopi yang ada gitu kan he 21:29 bahkan kalau kita ada kesempat ada 21:33 ada uang juga itu kan katanya sih kopi 21:36 impor mahal tuh kan dari berhasil itu 21:39 juga katanya nikmat itu kan. Tapi mahal 21:42 ya. Kita bisa nikmatin tuh. 21:45 Hm. Oke. Jadi pencinta kopi apa tadi? 21:49 Pencinta kopi h 21:52 apa ya? 21:55 gitu atau tak 21:58 oke atau rasa cinta atau 22:02 wah saya cinta harus kopi 22:07 peny kopi pokoknya demen aja kopi deh 22:10 pokoknya kalau ada teh ada kopi milihnya 22:11 kopi gitu ya betul ya kita ya ada tehnya 22:14 teh enak juga kita minum teh lah 22:17 ada sirap ada teh ada kopi yang kopi deh 22:20 pokoknya ya wah 22:22 Asalamualaikum Rasil. Terima kasih sudah 22:25 menghadirkan menghadirkan Mas Yoyo. Ee 22:28 seorang yang jarang ini katanya 22:32 pengurus apa? M eh IQ Asosiasi Ekspor 22:37 Kop 22:39 Indonesia. Oke, ini ada Mas Fajar. Halo. 22:42 Asalamualaikum. 22:46 Halo. Oh, kok mati nih Mas Fajar nih ya? 22:50 Oke. 22:52 Ee asalamualaikum, Mas Yoyo. Mas Yoyo, 22:54 kalau kopi luak itu apa? Apa? Betul 22:57 diambil dari luak yang ke kopi itu 22:59 seling dimakan. Betul. Heeh. Tadi saya 23:02 sudah kasih contoh kopi buat H. Saya 23:07 diol-olein. Alhamdulillah. Jadi saya tuh 23:11 ee dapat kopi Luak tuh dari petani 23:14 langsung ya. H kita jadi kopi luak itu 23:19 ee ada yang ada yang ee kopi yang ee 23:26 luak dari eh kopi liar dan kopi yang 23:29 luak yang diternak. Oh direkayasa gitu 23:32 maksudnya ya. Rekayasa. Nah kalau kopi 23:35 luak liar itu 23:37 kan instingnya luak kan bagus kan. dia 23:41 pasti selalu ngambil kopi yang sudah 23:43 merah, sudah ranum gitu kan. Dia ambil 23:45 dan makan bagus e makan terus ya terus 23:48 ee ya keluar dari kotornya lah ya kan. 23:51 Kalau kopi-kopi yang diternak kotoran 23:53 yang saya lihat sih ee mereka memang 23:55 kasih makanan ruak tapi kadang juga 23:58 dikasih kopi-kopi buah kopi yang hijau 24:01 yang merah gitu kan. Heeh. Nah itu 24:04 makanya ee kalau beli kopi nih kopi luak 24:08 nih mahal punya. Nah, kita juga harus 24:11 hati-hati juga tuh. Ini kopi luaknya 24:13 kopi siapa yang buat kan dia memang kopi 24:17 ee luak di ternak ataukah diak liar gitu 24:21 kan ya. Itu aja kalau tapi bagaimana 24:23 caranya untuk mendapatkan kopi yang 24:25 udara yang gimana caranya? Ee petani 24:29 kopi itu dia punya siasat. Jadi ee kebun 24:33 kopinya itu 24:35 ee pasti semua kebun kopi ada ada luak 24:38 pasti itu. Nah, dia secara otomatis 24:40 seperti ada gula, ada semut seperti 24:41 begitu ya. Pasti karena ya makanan 24:44 makanannya mereka akan di hutan liar itu 24:45 kan. Nah, petani itu membuatkan rumah H 24:49 atau tempat tempat yang biasanya si 24:52 Luuak itu kalau berhenti terus dia buang 24:56 air besar gitu di situ gitu kan. 24:59 Jadi dibuatkan ee senyaman mungkinlah 25:04 buat si Luak itu tinggal situ. Nah, jadi 25:07 sampai petaninya di dikasih dikasih apa? 25:11 Dikasih tempat dan 25:14 di apa? Dikasih tanda ini ada tempat 1 2 25:18 3. Nah, begitu besok harinya ya tinggal 25:20 ngumpulin aja gitu. Tinggal ngumpulin 25:22 kopinya jantan. Nah, kopi kopinya luak 25:25 itu ya dari luak makan biji biji kopi 25:28 yang udah waktu dimakan hancur enggak 25:30 tuh? Enggak. Enggak hancur. Hancur. Jadi 25:32 si si luak ini makan apanya dari dari 25:35 biji kopi tuh? Ya kan luak pemakan apa 25:37 aja kan. Hm. Termasuk biji kopi yang 25:40 dimakan buahnya. Buahnya. Jadi dia waktu 25:42 makan makan kopi itu dia manjat 25:46 kerantingnya dimakanin semua buahnya. He 25:48 kulit-kulit buahnya ya. Buah kopi kan 25:50 satu berondong gitu kan. Ambil makan itu 25:53 kakan semua. He kecuali bijinya enggak 25:57 bijinya tetap makan makan. Akhirnya 26:00 akhirnya dia fermentasi dalam perut 26:02 terus ya terus keluar 26:05 ya. Ya itu kenikmatan kenikmatan dari 26:09 fermentasi isinya luak itu. Nah ketika 26:11 diambil dari pieses-nya itu apakah sudah 26:15 dalam bentuk apa? 26:17 Oh enggak. Ee masih biji. Oh, masih 26:20 biji. Jadi, masih biji. Jadi, ya apa 26:23 namanya? Enggak terurai, Mas. Maksudnya 26:24 enggak enggak hancur. Buah, buah kopi 26:27 yang dimakan sama luak ya pasti ee 26:31 daging buahnya kan hancur kan, tinggal 26:33 kopinya diambil. Dia keluar dari 26:35 kotorannya ya udah udah biji-biji gitu. 26:39 Katanya kata kata petani nih, kalau ke 26:43 Ciluak makan kopi ee buah kopi 26:48 arabika itu keluarnya katanya ee menyatu 26:53 apa namanya panjang gitu. Ada ada 26:55 kotanya ada ada kopi-kopenya nempel. 26:58 Jadi kalau Robusta dia mencar Pak di 27:00 bilang gitu. Dia bilang gitu betul sih 27:02 ya kata petani gitu. 27:04 Jadi ee ee setelah keluar dari kotoran 27:09 itu sama petani 27:10 diambilin. Kalau yang yang arabika yang 27:13 satu utuh gitu ya tetap satu utuh 27:15 diambil 27:16 dijemur sampai kering baru nanti ee 27:20 dibersihin baru di baru di eh dibersihin 27:24 dijemur baru di baru di rosting. Rasanya 27:29 pun enggak beda katanya. Nanti yang saya 27:31 kasih ke Bang Krishna coba di rumah. 27:34 Oke. Sip. Rasa sensasi kita oleh-oleh 27:36 nih. Oke, kita terima telepon dulu ya. 27:39 Halo. Asalamualaikum. 27:41 Halo. Waalaikumsalam. Dengan siapa ini? 27:43 Mau 27:45 dari Pak Fajar nih. Oh, Pak Fajar. 27:47 Silakan Fajar. Kemayoran. Kemuran. 27:49 Kemayoran ya. Silakan. Iya. 27:50 Waalaikumsalam. Iya, betul. Kemayoran. 27:53 Iya. Ini, Bang. Saya mau tanya nih, 27:55 antara arabika dan robusta itu kadar 27:58 pahit dan asamnya itu lebih kuat yang 28:00 mana ya? Nah, itu satu. Terus yang 28:02 kedua, yang membuat kopi kopi asli ini 28:06 kok mahal banget itu apa ya gitu loh. 28:08 Padahal itu kopi sisi manfaatnya banyak 28:10 gitu kan. Ee buat ya buat penenang 28:13 syaraf otak juga, buat liver juga 28:15 katanya bagus itu kan. Heeh. Nah, itu 28:17 dia apa sih yang membuat itu mahal gitu 28:20 padahal kan itu masih di dalam negeri 28:22 apalagi di luar negeri gitu. Oh, terima 28:24 kasih, Pak. Selamat pagi. Wajar, apa 28:29 membuat kopi itu mahal apa antara yang 28:31 ee yang pah Oh, yang pertama itu yang 28:34 arabika dan robusta kadar pahit dan 28:37 asamnya gitu. Enggak saya jawab nomor 28:38 nomor nomor dua aja deh. Tadi saya 28:40 enggak begitu apa ya? Kopi mahal tadi 28:43 seperti tadi saya ceritakan, Pak. Kopi 28:44 mahal di ee di kita gitu khususnya 28:48 karena kita emang produksinya emang ee 28:51 kurang, Pak. Sedikit ya. 28:53 Jadi ee akhirnya apa? Akhirnya ee 28:59 ee petani yang menghasilkan kopi 29:04 itu tidak dijual langsung oleh petani, 29:06 tapi diambil sama pengumpul. He. Ya kan? 29:09 Ada duit lebih banyak diijon dulu tuh 29:12 petani itu. He. Mana paling besar 29:15 dibeli. He. Dibeli pengumpul dia taruh 29:19 di gudang. 29:21 Pembeli-pembeli lokal kan banyak yang 29:22 berdatangan juga gitu kan. Dia nyari 29:24 kopi lah atau yang atau yang ee rostery 29:27 atau yang kafe cari L dibeli harganya 29:30 sudah naikin lagi itu kan sudah naikin 29:33 lagi ya sampai akhirnya 29:36 ke 29:37 pemakai jadi harganya mahal. 29:41 Makanya tadi saya ceritakan kalau kalau 29:43 seperti di Brazil dan di ee Vietnam itu 29:46 karena dia berlebihan akhirnya kopi itu 29:50 udah kopi yang murah, kopi yang semua 29:53 bisa menikmati gitu karena murah gitu. 29:57 Sekarang kan 29:58 akhirnya penjual atau dia apa namanya 30:01 branding kopi modal e packaging aja 30:05 dibranding itu padan kopi kopi sama 30:07 semua gitu 30:09 dijualin ya akhirnya kopinya plus plus 30:12 plus plus semua harganya 30:14 gitu padahal nih kopinya kopi kopinya ee 30:18 ya samalah jadi harganya mahal gitu kan. 30:20 Heeh. 30:21 Lalu peran dari Asosiasi eksporter kopi 30:24 sendiri terhadap kopi-kopi Indonesia 30:27 apa? Nah, kita e saya dari asosiasi BPD 30:32 DKI ya. Kita ee punya punya ee anggota 30:37 kita punya anggota program ee ee sportir 30:42 ya, trader atau industri kopi gitu kan 30:45 ya. Ya, kami semua sih ee pemain kopi 30:49 ya, mereka apa ee anggota juga sudah 30:53 jual, sudah ekspor. Bahkan ya se tadi 30:55 juga dia apa bisnisnya ada yang 30:57 packaging terus 30:59 dijual. Ee begitu kalau apa kalau kalau 31:03 kalau peran dari Ik kalau IQ sendiri 31:06 saat ini 31:08 kami ini kami ee ee masuk usaha di 31:13 sektor hulu. Jadi kita mau 31:15 coba membesarkan produksi ya kan besar 31:18 petani dapat dapat 31:21 ee hasilnya kita beli kita sebagai 31:24 offaker di situ kita beli ya kita kita 31:29 jual. Nah kemarin tuh kami itu juga 31:33 ee sudah ada peminat pembeli bayar dari 31:38 Turki langsung dari Turki. Turki Turki 31:40 langsung datang ke kebun sama kita. kita 31:43 sudah sending MOU ya. Jadi ee hasil kopi 31:47 nanti yang sudah kita produksi 31:51 insyaallah tahun depan ya kalau hasilnya 31:54 besar ya kita akan ekspor ke Turki 31:57 walaupun ya hasil awal gitu tahun awal 32:00 kita belum tentu banyak tapi kita mau 32:02 coba ekspor ke Turki. Oke. Baik kita 32:04 terima telepon lagi nih. Halo. 32:05 Asalamualaikum. Waalaikumsalam. 32:08 Dengan siapa nih? Maaf, Pak Muhaidi. 32:11 Mohonid e radionya bisa tolong 32:13 dikecilkan supaya tidak feedback. Mohon 32:14 maaf. Oh, iya. I radionya tolong dikecil 32:17 kalau bisa dimatikan biar suaranya clear 32:19 ya. Iya. Silakan. Dengan Pak siapa tadi? 32:23 Saya dengan Pak Muhaidi. 32:25 Muhaidi. Silakan. Saya mau nanya Pak 32:29 Narasumber. Pak Yoyo. Pak Yoyo. 32:30 Kopi-kopi yang beredar di pasaran kan 32:33 banyak yang pakai saset ya. 32:36 Yang murah itu harganya ya. Kalau kita 32:39 beli bisa jatuh 2.000 persaset. Kalau 32:42 kita minum di luar itu yang sudah 32:46 diseduh itu bisa 4.000 bisa per gelas 32:48 gitu. Nah, yang ingin tanyakan aman 32:51 enggak itu kopi-kopi yang dalam sasetan 32:54 itu yang dijual di pasaran dengan harga 32:57 murah itu I untuk kesehatan gitu. Ee itu 33:02 aja yang saya ingin tanyakan, Pak 33:04 narasumber. Terima kasih. di atas 33:05 jawabannya. Asalamualaikum 33:07 warahmatullahi wabarakatuh, Pak. 33:08 Produksi kopi Saset nih banyak, Pak. 33:11 Seang, Pak, ya. Oh, sudah pakai nama 33:14 branding cappuccino, ya. Sekali seduh 33:17 sudah jadi cappuccino, ya kan. Ada white 33:19 cafe ada macam-macam itu kan ya. Yang 33:23 namanya saset kan 33:25 ee itu kan campuran ya, Pak ya. 33:28 Campuran. Enggak murni kopi. Kopinya 33:30 berapa persen? dia punya brand sendiri, 33:34 punya cita rasa sendiri ya kan mau 33:36 dibanyakin kopinya kek, mau dibanyakin 33:39 ee krimnya kayak gitu dia punya cita 33:41 sendiri gitu. Akhirnya dijual sama dia 33:43 gitu 33:45 ya. Kalau 33:47 kalau kalau dari lihat konten kafe itu 33:50 sendiri 33:53 ee banyak campuran gula, banyak campuran 33:57 krem itu kan ya kalau berlebihan kan 34:00 buat kesehatan juga kurang bagus, Pak. 34:02 Ya, Pak ya. 34:03 Nah, juga ada satu produk gitu kan 34:07 dengan branding tertentu two in one ya 34:10 two in one akhirnya ya hanya gula dan 34:14 kopi atau mungkin juga original kafe 34:17 gitu kan kafe tapi ada flavor-nya gitu 34:20 kan 34:22 begitu diseduh kopi jarak 2 m 34:26 uh wangi banget tuh apa iya kopi segitu 34:29 kan pasti enggak kan pasti kan ada 34:30 flavornya juga kan ada flavornya juga 34:32 buat pewangi. Nah, itu juga 34:35 ee ada kontennya lah gitu 34:38 kan ya. Kalau kami sih sudah burum gini, 34:41 Pak. Kalau kami kami sih meninggalkan 34:45 kopi-kopi seperti itu, Pak. Ya, jadi 34:47 kita kalau saya sendiri saya punya alat 34:50 kopi yang cukup di rumah gitu. Saya beli 34:53 green bean, saya beli green bean, saya 34:56 roasting sendiri. roastingnya itu 34:59 tergantung. Kalau kita mau banyakin 35:01 kafeinnya, kita berarti roastingnya ee 35:05 yang medium low ee ee medium ke bawah 35:09 gitu. Ee ee ya medium ke bawah. Kalau 35:12 kalau ee kurang kafeinnya kita dark dark 35:17 dark eh medum to dark. Nah, gitu. Jadi 35:21 akhirnya saya beli kopi, saya racik 35:24 sendiri, saya nikmati sendiri sama istri 35:27 gitu kan. Jadi 35:29 ee ya lebih amanlah, Pak minum 35:33 kopi kopi tanpa gula apalagi kita ngerti 35:37 beli biji kopinya atau kopinya dari mana 35:39 gitu kan. Kopi yang dibilang asal 35:43 wilayah Arabika dari Papua ya kita mana 35:46 tahu kita enggak tahu kan aja lah gitu 35:48 kan ya kan. Terus dari Jawa Barat, dari 35:51 Garut, Jawa Tengah, dari Temanggung, 35:53 Jawa Timur dari Gunung Klut Ien. Ya, 35:56 kita percaya aja yang jadi ya kita kalau 35:59 saya sih minumnya mendingan yang seperti 36:01 itu Pak Origin. Tapi kalau Bapak enggak 36:03 punya alatnya ya belinya yang ada tuh 36:07 kan jual kafe origin apa kafe mix cafe 36:11 yang apa ee ee Robusta dan Arabika gitu 36:15 kan. Packaging-nya ada tu brandnya apa 36:19 gitu. itu dibuat dibuat kopi tubruk 36:22 malah lebih nyaman, Pak. Lebih sehat, 36:24 Pak. Nah, itu kan orang ingin main ee 36:27 menikmati kopi dengan cara murah. 36:29 Sekarang bagaimana minum kopi dengan 36:31 cara murah tapi sehat gitu. Tapi yang 36:35 seperti Mas bilang tadi, gimana tuh? 36:38 Minum kopi murah. Emang kopi? Kopi di di 36:44 luar banyak kok yang murah-murah tuh. 36:47 Maksudnya ya kalau kita beli beli kopi 36:49 yang raset 2.000 atau Rp3.000 Bu yang oh 36:52 maksud di mana gitu banyak yang jual 36:54 sudah banyak pengin murah murah tapi 36:56 juga sehat gitu daripada yang sase-sase 36:59 itu kan Heeh itu agak ada ada 37:02 bahaya-bahayanya katanya kok banyak 37:04 kopi-kopi dijual kopi-kopi bubuk ya 37:06 sudah jadi bubuk kan ada jual jual kopi 37:08 yang ee roasted kopi atau yang bubuk 37:11 gitu ya tinggal milih aja kopi-kopi yang 37:13 kopi yang ee mau yang asem yaika kita 37:16 pilih yang strong pahit ya kita bagi 37:19 propusa gitu 37:22 kopi kopi bis oh ke bis yang di tenggara 37:26 ada ada bis ada cap oplet ada 37:30 yang di Bogor itu apa namanya 37:32 wah saya enggak saya enggak tahu itu 37:35 apalagi yang apalagi yang tidak yang 37:38 tidak ee diekspos itu ya orang kan 37:41 enggak ngerti kan ee ya jang jangan 37:43 terus beli kopi murah tapi bulan depan 37:47 akhirnya 37:48 oke ini Ada Bang Irnal nih, Bang Irnal. 37:51 Halo. Asalamualaikum, Bang Irnal. 37:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:55 wabarakatuh. Izin ikut ya. Silakan 37:58 interaktif. 38:00 Iya. Asalamualaikum. Waalaikumsalam 38:02 warahmatullah. Iya. Waalaikumsalam, Pak. 38:04 Iya. 38:06 Sama. Ini yang saya tanyakan tadi Mas 38:09 Sew sudah panjang lebar sebenarnya 38:12 ee tentang COVID ini itu apa? Saya 38:16 pernah mendengar salah satu ustaz 38:17 ataupun mungkin Bang Irsan ya yang 38:20 penyiar kita setiap pagi itu ya di radio 38:22 Rasil itu mengatakan ee ee nikmatnya 38:27 kopi itu ee akan bisa dirasakan kalau 38:29 kita sudah mampu minum kopi tanpa gula 38:32 kan. Hm. ini apa apakah apakah ini hanya 38:35 stigma atau mungkin atau memang benar ee 38:39 ee bahwa ee kita minum kopi tanpa gula 38:42 itu kalau kita bisa menikmati katanya 38:44 sudah penikmat kopi yang baik katanya. 38:47 Oke, Mas bisa menjelaskannya ya. Baik, 38:50 Pak. 38:51 Oke. Nah, yang kedua gini kita kopi ini 38:54 ee ada kalau kita di Starbucks kan gitu 38:57 ya, kita beli kan kopi itu pakai alat 38:59 ekstrak katanya diambil. Tapi kalau di 39:01 starling-nya kita nongkrong misalnya di 39:05 e starling pinggiran jalan itu kan hanya 39:09 diseduh nubruk ya ditubruk atau apa? 39:12 Apakah itu akan memiliki perbedaan dari 39:14 sisi komposisi kopi itu sendiri yang 39:16 kita minum itu? ee kalau yang dengan 39:19 menggunakan alat yang tadi Mas Yok 39:21 sampaikan itu ee bahwa ee gini loh ee 39:25 komposisi nilai-nilai gizi, nilai-nilai 39:27 cafinnya dibanding dengan yang hanya 39:29 diaduk saja di Starling. Jadi antara 39:31 Starbucks dengan Starling itu apakah 39:34 memang membuat perbedaan dari ee 39:36 komposisi baik gizi maupun segala 39:38 sesuatu yang ada di dalam kom tersebut. 39:40 Mungkin itu yang dapat saya sampaikan. 39:43 Terima kasih. Asalamualaikum 39:44 warahmatullahi wabarakatuh. 39:45 Waalaikumsalam warahmatullah. Oke, Pak 39:48 Ernal kasih dua pertanyaan. Pertanya 39:50 kalau penikmat kopi ukurannya kalau dia 39:52 bisa menikmati kopi tanpa gula itu 39:55 berarti penikmat kopi. Betul enggak itu? 39:58 Ee yang namanya penimat kopi 40:01 kan ada yang sudah dari lama, Pak. Orang 40:03 sudah nikmat nikmat kopi kan mungkin 40:05 juga kebiasaan dia minum kopi tanpa gula 40:08 mungkin sudah sudah kebiasaan dia gitu 40:10 kan. yang 40:12 juga penikmat 40:14 kopi pakai gula juga ada juga gitu kan. 40:19 Tapi kan ya akhir-akhir ini banyaklah 40:21 dari apa dari penelitian dari dari rumah 40:26 sakit, dari dokter dan lain-lain tu kan 40:27 bahwa apa ee kandungan gula gitu kan itu 40:32 kan ee jadi yang bay bukan bukan kopi 40:34 gulanya itu kan iya gulanya kan yang 40:37 yang 40:39 yang berbahaya buat buat usia yang sudah 40:43 itu Pak sudah 40:44 lanjutkan nah hanya itu aja Pak jadi ee 40:47 ee penimat kopi ya. Ada yang tanah gula, 40:51 ada yang tambah gula. Tapi ya kalau 40:53 melihat dari kesehatannya ya yang 40:56 membuat 40:58 membuat jadi sakit berkelanjutan ya ada 41:03 konten gulahnya itu aja apalagi tambah 41:06 krim ya kan ya kan yang kita tubuh kita 41:08 kan masing-masing berbeda Pak ada yang 41:12 ada yang kuat ada yang tidak kuat ya kan 41:14 lambungnya mahnya gitu kan dan akhirnya 41:16 ke efek-efek lainnya lagi gitu jadi 41:18 betul juga ya kalau naik kopi orang bisa 41:20 menikmati tanpa gula udah nikmat itu 41:23 bagus juga ya. Kemudian yang kedua 41:25 mengenai starling itu bagaimana starling 41:28 itu apa ya? Itu kopi-kopi yang 41:29 keliling-keliling yang suka di car free 41:31 day itu kan yang di kopi yang ditaruh di 41:33 stang-stang sepeda itu. Iya. Nah, itu 41:36 itu juga itu juga komunitas penikmat 41:39 kopi yang lain tuh, Pak. Betul, Pak. Itu 41:42 ya biarlah mereka mereka menikmati di 41:45 situ. Ya udah kira-kira ya kita mau 41:48 bilang apa? Masuk itu bilang, "Pak, 41:50 jangan minum kopi ini nanti ada 41:52 gulanya." Bukan gitu kan. Itu mereka 41:55 udah mau mau apa bodoh engke gitu mau 41:59 mati g kan kan istilah gitu kan. Tapi 42:01 saya memang ee nikmat ini Pak. Satu 42:04 selain kita bisa lesehan, kedua kopinya 42:07 murah. Ini kopi yang saya sudah 42:09 bertahun-tahun saya minum kopi ini 42:11 enggak ada apa-apa, Pak. Ya kan bisa 42:13 gitu juga kan karena memang tubuhnya 42:14 berbeda gitu kan. He. Ya itu ya ya 42:18 enggak apa-apa memang memang memang ada 42:21 posisi melarang ya. Ada posisi melarang. 42:23 Jadi ya kalau terjadi apa-apa gitu kan 42:25 kanak ini banyak yang tanya nomor 42:27 telepon Mas Yoyo nih. Mas Yoyo dari IQ, 42:31 Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia. A KI 42:36 A KI AIK ini nomornya silakan dicatat 42:41 Mas Yoyo atau eh Bismo Abioso itu nama 42:46 KTP-nya ya. Kalau biasa dipanggil Mas 42:47 Yoyo nih, alumni Budut. 42:53 0855 42:56 10 42:59 511 43:01 085 kemudian 10 kemudian 500 kemudian 11 43:06 Yoyo atau Bismo Abioso. 43:11 Nah, ini saya mau cita lainnya lagi 43:13 nih. Kopi ya. Bukan, bukan, bukan kopi 43:16 tentang kita ngopi gitu kan, tapi 43:18 tentang produksinya lah gitu kan. He. 43:21 Jadi 43:23 ee 43:25 ee kopi kenapa kopi kenapa produksi kopi 43:30 di Indonesia itu lebih kecil pada 43:32 daripada di Brazil atau nah kenapa itu 43:35 kenapa kan itu kan ya satu itu dari 43:39 kondisi geografi ya. Kalau kita ee di 43:44 Indonesia banyak petani dan kopi itu di 43:46 daerah pegunungan. Iya. Pegunungan. 43:49 Apagi Arabika tumbuhnya yang terbaik di 43:53 ketinggian 43:54 1000 200 sampai 1400 itu terbaikkan. Itu 43:59 pun 44:01 juga lahannya bukan lahannya petani. Hm. 44:06 He 44:07 ya belanja di perhutani. Tapi di ya 44:10 sudah perhutani mungkin dipakai aja lah 44:14 pokoknya itu satu kan. Jadi makanya 44:16 makanya tuh ee produksi enggak banyak. 44:20 Kedua, di hutan tersebut itu kan banyak 44:23 pohon-pohon pohon-pohon besar-besar yang 44:26 enggak boleh ditebangin. Akhirnya tadi 44:28 nanam kopi mataharinya kurang enggak? 44:30 Menam kopi ee banyak terbatas terbatas 44:33 ya. Terbatas paling banyak tuh 1 hektar 44:37 tuh 1600. He. Ada ada yang 2.000 44:42 di Brazil. Kenapa dia banyak? Dia tuh ee 44:46 geografisnya 44:47 ee tinggi datar 1 hektar bisa 4.000 44:52 pohon. Pohon. Kalau di sini cuma ber 44:54 tadi di sini ee 1500 sampai 2.000. H kan 44:58 sudah sangat berbeda sekarang. Sudah 44:59 jauh sekali itu kan. Oh, itu kenapa jadi 45:01 volumenya kurang ya? Kan ee mereka sudah 45:03 pakai karena flat ee datarannya itu 45:07 sudah pakai alat alat yang alat yang ee 45:10 modern. Jadi begitu panen masuk sinin 45:13 rut keluar sudah langsung biji keluar 45:16 semua. Kalau kita kan pegunungan 45:18 akhirnya petani apa enggak mungkin 45:20 dengan alat masuk petik atu-atu petik 45:23 atu-atu gitu. 45:25 Nah, petiknya itu juga karena petaninya 45:28 tidak di-support. 45:30 sama khususnya kalau di luar kan 45:33 government gitu kan akhirnya 45:35 kematangannya ya akhirnya juga enggak 45:37 sekaligus ya bisa berapa kali gitu 45:40 seperti itu. Jadi makanya produksi kita 45:42 tuh enggak besar gitu. 45:46 Oke masih banyak pertanyaan yang masuk 45:48 nih. Ee hm 45:52 sama ini satu lagi Pak Krishna gitu. 45:54 Satu lagi kopi 45:57 kopi Indonesia gitu kan. He. Saat ini 46:00 ee ee penguruslah, government pun juga 46:04 sudah mulai mulai peduli ee peduli gitu 46:08 dengan namanya 46:11 ee indeks geografis. Indeks geografis 46:14 adalah 46:17 sertifikasi kopi dari asal kopi dari 46:20 wilayah kopi asal daerah tersebut ya 46:22 kan. Contohnya banyak seperti yang 46:26 sebelum-sebelumnya kopi Lampung. Kopi 46:28 Lampung. Branding Kopi Lampung. Ternyata 46:30 Lampung dia belinya bisa di Palembang, 46:33 bisa diwi. Oh, belum tentu dari Lampung 46:35 sendiri ya. Lampung kan karena apa? 46:38 Lampung sangat strategis. Dia punya 46:39 pelabuhan kan dia juga punya punya kebun 46:42 punya tapi kan tidak banyak kan. 46:45 Akhirnya akhirnya dia beli-beli gitu 46:47 dinamain Kopi Lampung. Nah, sekarang 46:48 sudah mulai itu saya wilayah. Padahal 46:51 Lampung ambil dari mana? 46:53 Kan di Palembang banyak Palembang atau 46:55 di 46:57 Pekanbaru juga kan 47:00 sama Arabika juga eusa juga gitu kan kan 47:02 enggak hampir samaah satu satu rumpun 47:04 juga kan ya akhirnya sekarang ee 47:06 pemerintah ee mensertifikasi atau juga 47:10 membuat penghasil kopi dari wilayah 47:12 tersebut supaya tidak dirugikan gitu kan 47:15 ya dibuat ee IGF biasanya nanti 47:21 Bang Krishna beli kopi nih 47:23 di di packagingnya itu ada urusan IG 47:27 index geografis. Nah, itu berarti 47:29 original dari mana? Oh, di packagingnya 47:32 ya. Ini geografisnya apa ininya? 47:35 Keterangan apa? Dari Lampung, Kopi 47:37 Lampung ya. Itu ada pertiinya 47:40 benar-benar dari Lampung. Lampung dari 47:42 Aceh. Benar-benar dari Aceh gitu. Aceh 47:43 gitu. Tergantung dari tergantung dari ee 47:47 wilayah kebun wilayah kopi tersebut 47:49 sudah di sudah diigkan belum gitu? Hm. 47:53 Ini apakah kopi Starbucks itu asli dari 47:57 ee luar negeri atau dari Indonesia? 47:59 Apakah ada juga kopi Indonesia di 48:01 Starbucks? Ada banyak kopi 48:04 Indonesia untuk Starbucks banyak, Pak. 48:07 Oh, banyak. Saya kadang kalau ke 48:09 Starbucks saya terus terang saya kurang 48:12 suka ke Starbucks. He. Saya juga kurang 48:14 cocok. Apalagi saya kan suka minum 48:15 cappuccino ya. Cappuccino. He Starbucks 48:18 lebih banyak susunya daripada kopinya. 48:21 Kopinya sedikit, susunya busanya satu 48:25 3/4 itu makanya ini minum kopi apa minum 48:27 susu enggak suka gitu. Tapi kopi 48:29 Starbucks 48:31 memang ambil juga dari Indonesia, Pak. 48:32 Saya bahkan kalau ke Starbucks minum 48:34 kopi saya tanya, "Mas, ini kopi dari 48:36 mana?" Hm. "Dario, Pak." Dari ini. Coba 48:41 deh. Coba deh. Besok saya tanya lagi. 48:43 Datang lagi. Beda lagi dia. Oh, belum 48:45 tentu kayak lagi ya? Beda lagi, Pak. Ini 48:47 ini ini brand kita, Pak. Ini kita ber 48:50 kita ee kita ee dari dia cerita biasanya 48:53 dia bilang tuh ini ee ee 48:57 70% Arabik mana ya? Kita coba lagi gitu. 49:00 Tapi kadang dia juga pakai kopi impor 49:03 juga sih. 49:06 Oke, ini ada pertanyaan-pertanyaan dari 49:08 Ibu MDA nih. Masoyo mau tanya kalau 49:11 orang yang ada gangguan lambung apa bisa 49:14 konsumsi kopi misal kayak kopi pahit 49:16 tanpa gula sama sekali atau gimana? Ada 49:19 tips tipsnya enggak untuk asumsi kopi 49:22 agar aman di lambung? Kalau Masyo ini 49:25 bagian eksportirnya ya. Tapi 49:28 ya katanya kalau sudah kena ada lambung 49:32 ya menghindari kopi. Kopi yang asam. 49:35 Kopi asam ya arabika kan. Kalau ee 49:40 minumnya yang robusta pahit. He. Mungkin 49:45 ee enggak pengaruh kali kan. H ini ada 49:49 anak begitu gitu. Ada anak budut juga 49:52 yang tanya. Assalamualaikum Mas Yoyo mau 49:53 tanya Mas Yoyo, apakah satu angkatan 49:55 dibudut dengan rekan kerja saya di Batam 49:58 almarhum Dr. Amir Hakim Siregar? Yes. 50:01 Yes. Ya. Satu angkatan. Satu angkatan. 50:03 Satu 50:04 angkatan. Satu les. Sama-sama. 50:09 Oh. Satu geng. Sama-sama. Satu geng ya? 50:11 Iya. Satu anak kolong. 50:15 Ngopi itu enak nikmatnya diseruput 50:17 panas-panas. Dari Ibu 50:21 Anggit. 50:24 Mm. Dari seorang Bapak di satu Bekasi. 50:27 Jika dilihat dari kualitas kopi 50:29 Indonesia, peringkat ke berapa di dunia 50:31 ini dan kopi terbaik di Indonesia dari 50:33 mana? Dari kota mana? Katanya kalau kopi 50:36 kita kan nomor empat ya, Pak ya. Kalau 50:38 peringkat kopi 50:42 kita ya orang bilang sih kopi dari 50:45 Indonesia Timur katanya yang enak 50:48 apalagi arabikanya kan ee rasa frutinya 50:52 rasa frutinya dan bodinya katanya lebih 50:54 lebih terasa gitu. Itu tergantung 50:57 dari tes juga sih kita. Cuman ya kita 51:01 sebagai penimat 51:02 kopi 51:04 akhirnya kopi dari asal mana aja gitu 51:09 asal ee bagus mutunya yang yang satu 51:14 gitu. Nah, itu kita bisa nikmati itu 51:16 kayaknya semua kopi Indonesia enak 51:18 deh. Enak semua kopi Indonesia 51:20 tergantung olahnya atau gimana ya? Satu 51:22 tergantung tergantung tadi bilang itu 51:24 kan. Nah, budidayanya budidayanya dii 51:28 lapangan seperti apa gitu kan. 51:31 Akhirnya ee konten dari biji kopinya 51:34 juga kan terpengaruh juga kan sudah 51:37 masuk biji kopi. 51:39 Sudah masuk biji kopi akhirnya diolah 51:43 dengan ee mesin roosting gitu kan. Itu 51:46 juga punya keahlian juga. Akhirnya masuk 51:49 ke barista. Barista yang 10% itu dia 51:53 meracik dengan keahlian dia gitu ya. Ah 51:56 jadinya kalau barisannya meemang jago 51:58 banget enak banget. 52:02 Oke, saya akan bacakan lagi nomor HP-nya 52:05 Mas Yoyo. Tadi banyak yang tanya nih Mas 52:07 Yoyo ya. Namanya Bismo Abi Yoso alumni 52:12 Budut dan alumni Jerman di Munchen ya. 52:15 Jurusan desain grafis mana terjun ke 52:18 kopi. Ini nomornya ya 52:21 0855 sudah. Kemudian 52:24 10 kemudian 500 11 52:29 0855 kemudian 10 500 11 Yoyo yoyo anak 52:40 hah anak oh bukan alim 52:43 ya yang di alim Didut istrinya ya Pak 52:47 Didut masyaallah juga hadir di sini Mas 52:51 sudah habis bisa waktunya. Oh iya. Oke, 52:53 nanti ada acara lain setelah ini. Terima 52:55 kasih Mas Joyo atas kehadirannya, atas 52:57 informasinya ya. Terakhir mau mau 53:00 dikasih kesimpulan apa tentang kopi 53:01 Indonesia 53:03 ya? Kopi Indonesia satu itu kita ya 53:06 kalau kopi Indonesia udah udah baguslah 53:09 ya kita harga mati enggak salahlah cuman 53:12 produksinya aja gitu. Produksinya aja 53:14 yang apa? Nah, kalau kita lagi diar di 53:16 luar negeri untuk menikmati kopi 53:17 Indonesia di mana? Misalnya lagi di 53:20 London gitu. 53:22 selalu ada enggak atau di Singapura? 53:25 Saya bulan April saya ke Jerman. Saya 53:27 ketemu bayar ketemu bayar saya di Jerman 53:29 kan 53:31 dia dari Jerman. dari Indonesia di 53:32 import dia dari Bali, Kobi Bali dari 53:35 dari ee Sumatera lain juga diimport itu 53:39 kan 53:41 Jerman juga punya tis dia bilang sama 53:43 saya, "Yuk ee 53:45 ee saya coba jual coffee single nih di 53:48 Jerman nih. Saya pakai brand Mandeling, 53:51 pakai brand Poraja. 53:53 Enggak ada yang laku tuh." Dia bilang 53:55 enggak laku. Enggak laku dia. Dia siapa 53:57 tuh bandingkan? Dia bilang gitu. 54:00 Akhirnya ya udah eh gua mix aja gue 54:03 sekarang gua beli beli kafe kafe yang 54:05 kafe kopi-kopi biasa gua mix sendiri di 54:08 Jerman gua campur-campur gue jual pakai 54:11 nama pakai namanya pakai nama branding 54:14 Bali malah nih My Bali Oh waktu itu saya 54:17 sama istri saya saya ke Jerman kan ke ke 54:19 Munsen kan saya temuin memang e saya 54:21 pernah ekspor ke 54:23 ke Jerman ke sekali bayar ini kan tapi 54:27 tidak berlanjut kan karena Bali 54:30 ee apa 54:32 ee tidak siap dengan ekspor itu. Mau 54:35 coba tawarin yang lain belum ada 54:37 kesempatan lagi. Tapi kemarin saya coba 54:40 ee ketemu lagi, kontak lagi saya tawarin 54:42 kopi kopi Jawa Barat ya. Coba tawarin 54:45 dan dia juga tertarik juga dia mau kopi 54:47 apa aja pokoknya harga masuk. Bilang 54:49 gitu. Heeh. Gua akan gua akan blend di 54:53 sini itu. Jadi ya udah silakan. Jadi 54:56 kalau boleh-boleh datang ke Indonesia 54:57 yang dicari kopi apa? 54:59 Kok ee kalau dia sih kopi Indonesia apa 55:01 aja deh, tapi asalnya masuk terus juga 55:05 ee ee kualitasnya yang bagus ya gitu 55:08 karena kan mau di mau diblendkan kecuali 55:10 kalau Timur Tengah emang dia nyarinya 55:12 yang kopi asalan namanya kopi asalan itu 55:14 kopi KP3 KP4 itu kan he sama dia di 55:18 diblend lagi di sana saya enggak tahu 55:20 makanya pernah minum coba kopi Turki 55:22 enggak ya itu kan enggak tahu rasanya 55:24 seperti apa tuh ya kan ada ada ramuan 55:27 jamu-jamu 55:28 Tapi kalau lihat di videonya dia punya 55:31 cara menyanyikan kopinya kan apa namanya 55:35 apik kan dia pakai pasir panas dia gitu 55:39 tapi teman gue bilang y itu cuman cuman 55:44 prosesnya aja begitu minum kopinya 55:46 enggak enggak enak 55:48 semua cuma gimik-nya aja ya oke baik 55:53 terima kasih Mas Yoyo silakan yang belum 55:55 mencatat nomor telepon Mas Yoyo adalah 55:57 nol 55:59 085 56:01 10 56:03 500 11 0855 10 511 Yoyo atau Bismo 56:12 Abioso terima kasih sekali lagi Mas Yoyo 56:14 terima kasih Mbak Didut sudah nemenin 56:17 Mas Yoyo di sini oke saya Muhamad 56:20 Krishna Saputra dan juga Fahri terima 56:24 kasih atas perhatian Anda semuanya 56:26 mudah-mudahan berman manfaat. Kita jumpa 56:28 lagi di lain waktu. Wasalamualaikum 56:29 warahmatullahi wabarakatuh. 56:30 Waalaikumsalam.