Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 Bismillahirrahmanirrahim. 0:08 Assalamualaikum warahmatullahi 0:10 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil 0:12 alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa 0:15 ala ali Muhammad. 0:18 Dipancar luaskan dari Jalan Masjid 0:19 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:22 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim untuk 0:26 Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 0:28 dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. 0:31 Bagaimana kabarnya di malam hari ini? 0:33 Kita kembali berjumpa di edisi 0:37 hari ini Selasa 2 Jumadil Awal 1440 0:41 Hijriah yang juga bertepatan di tanggal 0:43 8 Januari 2019 0:45 dalam tausiah malam 0:47 renungan kalbu bersama Ustaz 0:49 Rahmatullah. Alhamdulillah ikhwan dan 0:51 akhwat, beliau telah hadir bersama kita 0:54 di studio Rasya di Cibubur. 0:57 Assalamualaikum warahmatullahi 0:58 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:00 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01 Sehat, Ustaz, ya? 1:02 Alhamdulillah. Baik. 1:04 Dan di malam hari ini ikhwan dan akhwat 1:07 tema yang akan beliau angkat dan 1:10 memaparkan kepada kita semua adalah 1:12 tentang kalbu. Mengenal fungsi kalbu. 1:17 Saya tidak sendiri, saya Abi Agus 1:18 ditemani rekan-rekan, ada Zain 1:22 di switcher Rasya Visual, kemudian ada 1:26 Yusuf Subangkit di meja operator serta 1:31 teman-teman kerabat kerja yang ada di 1:34 Sukabumi 1:35 di Semarang di Batam, di Palembang 1:39 dan juga di berbagai daerah lainnya. Dan 1:41 juga bagi Anda ikhwan dan akhwat yang 1:44 mendengarkan kami 1:45 di berbagai negara, di berbagai daerah 1:48 melalui audio streaming di 1:49 www.radiosilaturahim.com. 1:52 Marilah kita simak bersama pemaparan 1:55 yang akan disampaikan oleh Ustaz 1:57 Rahmatullah. Tafadhol, Ustaz. Iya, baik. 2:00 Bismillahirrahmanirrahim. 2:04 Assalamualaikum warahmatullahi 2:06 wabarakatuh. 2:09 Alhamdulillah. 2:11 Alhamdulillahilladzi 2:13 hadana lihaza wa ma kunna linahtadi ya 2:16 laula an hadanallah. 2:18 Asyhadu an la ilaha illallah 2:21 wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:23 rasuluh. 2:24 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:27 Muhammad wa ala ali Muhammad wa ba'd. 2:31 Para pendengar Radio Rasya yang 2:35 dimuliakan Allah Subhanahu wa ta'ala. 2:39 Terlebih dahulu marilah kita 2:42 memanjatkan puji syukur 2:45 ke hadirat Allah Subhanahu wa ta'ala. 2:48 Shalawat serta salam semoga Allah 2:51 limpahkan 2:52 kepada junjungan kita Rasulullah 2:54 Muhammad Shallallahu alaihi wasallam 2:57 keluarga beliau, para sahabatnya dan 3:00 kepada kita sekalian. Amin ya rabbal 3:02 alamin. 3:06 Pada kesempatan kali ini kita akan eee 3:12 membahas topik yaitu mengenal fungsi 3:16 kalbu. 3:21 Eee 3:22 kalbu ini 3:24 merupakan satu 3:27 eee 3:30 alat satu yang paling pokok, yang paling 3:34 penting di dalam diri manusia. 3:39 Eee 3:41 Tentu saja eee sebagaimana secara fisik 3:47 eee 3:48 semisal kita 3:50 eee mempunyai 3:52 kedua mata kepala kita. 3:57 Kedua mata kepala kita ini adalah 3:59 fungsinya untuk eee melihat, ya. 4:03 Untuk melihat. 4:06 Maka eee 4:08 tentu saja 4:10 kita harus mengetahui apa eee fungsi 4:14 mata. 4:15 Mata kepala kita. 4:19 Tentu saja fungsi mata kepala kita akan 4:22 eee maksimal dapat melihat 4:27 kalau saja eee tidak 4:30 eee terganggu oleh hal-hal yang 4:33 eee misalnya saja penyakit mata atau 4:37 katarak. 4:38 Itu secara fisik bahwa 4:40 ketika mata kita 4:44 eee punya penyakit katarak 4:46 maka fungsi 4:48 penglihatan kita akan terganggu. 4:53 Demikian juga 4:55 eee 4:56 eee kalbu, demikian juga halnya kalbu. 5:01 Sebenarnya kalbu yang kita maksudkan 5:04 kalbu 5:05 eee artinya sebenarnya qalb, qolbun, 5:08 qolbun itu adalah eee 5:10 jantung, ya. 5:14 Tapi yang kita maksudkan di sini adalah 5:16 eee bukan jantung secara fisik. 5:21 Jadi sebenarnya apa yang ada di dalam 5:23 jantung itu. 5:25 Jadi bagaimana eee jantung itu bisa eee 5:29 ber detak atau kembang kempis 5:32 karena di dalamnya itu ada ruh dan jiwa. 5:37 Jadi inilah sesungguhnya yang 5:39 eee 5:40 kita ketahui. 5:43 Maka eee 5:45 tentu saja 5:46 fungsi kalbu 5:49 eee di dalam hal ini adalah 5:51 eee bagaimana supaya fungsi kalbu ini 5:55 eee mempunyai 5:57 eee 5:59 fungsi yang sangat maksimal. 6:02 Nah, tentu saja 6:04 eee 6:06 kalbu ini eee akan eee berhadapan 6:10 berhadapan dengan berbagai macam 6:12 penghalang. 6:14 Jadi ada yang 6:16 eee 6:17 apa namanya disebutkan qolbun marid. 6:21 Kalbu yang mempunyai penyakit. 6:25 Jadi kalbu yang kafir 6:28 kalbu yang eee munafik. 6:33 Kalbu yang banyak dosa. Maka 6:36 penyakit-penyakit ini, 6:37 penghalang-penghalang ini adalah 6:39 merupakan satu 6:42 eee rintangan yang tidak eee 6:46 eee yang tidak memungkinkan fungsi kalbu 6:50 ini akan 6:51 eee 6:52 maksimal. 6:54 Sehingga dengan demikian 6:56 maka yang perlu kita ketahui adalah apa 6:59 yang sesungguhnya fungsi kalbu itu. 7:02 Dan apa yang 7:04 eee penyakit-penyakit yang bisa He eh. 7:08 eee menghalangi dari fungsi kalbu itu. 7:14 Sebagaimana kita ketahui bahwa 7:17 sebelum kita 7:19 me 7:21 mengetahui fungsi kalbu 7:25 maka sebelum kita me memakai fungsi 7:29 kalbu, maka sebagaimana yang di 7:33 Imam Al Ghazali 7:35 maka terlebih dahulu kalbu ini harus 7:38 dibersihkan. 7:40 Jadi jiwa yang ada di dalam kalbu ini 7:42 harus kita bersihkan terlebih dahulu. 7:46 Setelah eee 7:48 membersihkan 7:51 dari 7:52 atau mengosongkan dari sifat-sifat 7:54 tercela yang ada di dalam kalbu ini 7:57 kemudian eee langkah kedua yaitu 8:00 mengisi. 8:03 Nah. 8:05 Setelah mengisi langkah kedua maka 8:08 langkah ketiga adalah 8:10 eee fungsi daripada kalbu ini akan 8:13 eee mencapai satu eee apa? Fungsi yang 8:18 sangat maksimal. 8:22 Kalbu yang eee tanpa dibersihkan dari 8:25 sifat-sifat tercela 8:27 kemudian kita isi 8:29 langsung kita isi 8:31 maka 8:32 eee 8:34 fungsi kalbu ini kurang maksimal. 8:37 Bahkan kalau kotorannya eee lebih besar 8:41 maka 8:43 justru kalbu tidak akan berfungsi sama 8:46 sekali. 8:50 Dikatakan di di dalam eee orang-orang 8:53 ahli hikmah 8:55 man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu. 8:59 Jadi siapa yang 9:02 mengenal akan dirinya 9:04 akan jiwanya 9:06 maka dia akan mengenal Tuhannya. 9:11 Jadi bagaimana kita mengenal 9:14 eee kotoran-kotoran yang ada di dalam 9:16 kalbu. 9:18 Kemudian bagaimana kita cara mengisi 9:20 yang ada di dalam kalbu. 9:23 Baru kemudian bagaimana kita 9:25 memfungsikan secara maksimal 9:28 eee kalbu yang eee 9:31 betul-betul yang sudah eee lebih dahulu 9:33 kita bersihkan, kemudian kita isi 9:37 dengan sesuatu. 9:41 Sebagaimana yang disebutkan 9:44 di dalam Alquranul Karim yaitu surat Al 9:47 Hasyr 9:49 surat 59 ayat 19 disebutkan bahwa 9:55 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 9:59 Wala takunu kalladzina nasullaha 10:02 faansahum anfusahum. 10:06 Ulaika. 10:08 Ulaika humul fasiqun. 10:11 Dan janganlah 10:13 kamu seperti orang-orang yang lupa 10:15 kepada Allah. 10:18 Sehingga Allah menjadikan mereka lupa 10:22 akan diri mereka sendiri. 10:25 Mereka itulah orang-orang yang fasik. 10:30 Jadi ketika 10:32 qalbu kita 10:33 atau jiwa kita yang ada di dalam qalbu 10:36 ini melupakan Allah. 10:38 Maka 10:40 jiwa kita akan dibuat lupa kepada diri 10:44 kita sendiri oleh Allah Subhanahu wa 10:46 ta'ala. 10:48 Sehingga dengan demikian bahwa ayat ini 10:53 untuk bagaimana kita mau mengenal Allah, 10:57 maka terlebih dahulu 10:59 kita harus tahu 11:01 eh bagaimana sesungguhnya eh qalbu kita 11:04 itu. 11:11 Selanjutnya 11:12 fungsi qalbu yang pertama 11:16 tentu saja nanti kita akan setelah 11:18 mengetahui fungsi qalbu secara 11:21 keseluruhan 11:22 maka insyaallah nanti kita akan bahas 11:25 eh 11:28 apa yang menyebabkan qalbu tidak 11:31 berfungsi maksimal 11:33 atau penyakit apa saja yang 11:35 eh mempengaruhi 11:37 eh fungsi maksimal daripada qalbu. 11:41 Maka fungsi qalbu yang pertama adalah 11:44 sebagaimana di 11:47 firmankan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala 11:49 di dalam surah Al Baqarah 11:52 ayat yang ke 97 disebutkan. 11:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 12:00 Qul man kana aduwan li Jibrila fainnahu 12:05 nazzalahu ala qalbika 12:07 biizinillah 12:09 musaddiqal lima baina yadaihi wa hudaw 12:13 wa busyra lil mukminin. 12:18 Qul katakanlah 12:20 barangsiapa yang menjadi musuh Jibril 12:25 maka Jibril itu telah menurunkan Alquran 12:31 ke dalam hatimu dengan seizin Allah. 12:37 Membenarkan 12:39 kitab-kitab yang sebelumnya 12:43 dan menjadi petunjuk 12:45 serta berita gembira bagi orang-orang 12:47 yang beriman. 12:51 Jadi dari ayat ini fungsi qalbu adalah 12:55 bagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala 12:58 dengan seizinnya 13:00 memberikan izin kepada malaikat Jibril 13:04 untuk menurunkan wahyu kepada 13:08 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 13:10 wasallam itu ke dalam qalbunya. 13:14 Jadi wahyu yang diturunkan oleh Allah 13:17 melalui malaikat Jibril kemudian 13:20 malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke 13:23 dalam qalbu. 13:27 Maka 13:28 wahyu yang ada 13:31 di dalam qalbu itu disebutkan itulah 13:34 sebagai petunjuk dari Allah Subhanahu wa 13:36 ta'ala. 13:39 Jadi eh fungsi qalbu itu di sini adalah 13:43 menerima bagaimana wahyu Allah 13:46 dimasukkan oleh malaikat Jibril ke dalam 13:49 qalbu 13:50 di mana wahyu Allah itu menjadikan 13:54 petunjuk bagi Nabi sallallahu alaihi 13:56 wasallam. 13:59 Serta berita gembira bagi orang-orang 14:01 yang beriman. 14:04 Jadi 14:06 eh tentu saja wahyu Allah itu adalah 14:11 suci 14:13 wahyu Allah itu adalah agung 14:15 sangat mulia. 14:18 Maka wahyu yang suci yang agung ini 14:22 akan dimasukkan ke dalam satu tempat 14:26 maka terlebih dahulu tempat itu harus 14:28 dibersihkan. 14:32 Maka ketika tempatnya ini tidak 14:35 dibersihkan 14:37 maka tentu saja wahyu Allah itu tidak 14:41 akan dimasukkan ke dalam qalbu yang 14:43 kotor tadi. 14:47 Sehingga di sini 14:49 bahwa fungsi qalbu itu adalah 14:52 tempat turunnya wahyu sekaligus bagus 14:55 menjadi petunjuk 14:57 petunjuk arah bagi qalbu 15:00 dengan persyaratan bahwa qalbu itu harus 15:03 bersih terlebih dahulu. 15:10 Kemudian yang kedua 15:13 Allah Subhanahu wa ta'ala 15:15 berfirman di dalam 15:18 surah Yusuf pada ayat yang kedua. 15:22 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 15:25 Inna anzalnahu quranan arabiyyan 15:29 la'allakum ta'qilun. 15:32 Sesungguhnya kami menurunkan Alquran 15:37 di dalam bahasa Arab 15:40 agar kamu berakal. 15:45 Jadi 15:46 Alquran yang diturunkan oleh Allah 15:49 melalui malaikat Jibril kemudian masuk 15:51 ke dalam qalbu 15:53 Allah menyatakan agar kalian berakal. 15:59 Jadi sesungguhnya di sini kalau tadi 16:02 pada surah Al Baqarah itu adalah 16:05 eh 16:06 bahwa Alquran yang diturunkan oleh 16:08 malaikat Jibril itu sebagai petunjuk 16:13 eh 16:14 supaya kalian berakal. Jadi sesungguhnya 16:16 adalah 16:17 akal itu merupakan wahyu Allah yang 16:22 dimasukkan ke dalam qalbu sebagai 16:24 petunjuk dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 16:29 Sehingga di dalam 16:31 hal ini bahwa akal itu pasti benar. 16:36 Jadi tidak ada akal yang yang tidak 16:38 benar karena 16:40 akal itu adalah wahyu Allah 16:43 yang diturunkan oleh 16:45 Allah melalui malaikat Jibril 16:48 ke dalam qalbu sebagai satu petunjuk dan 16:51 petunjuk itu datangnya dari Allah 16:53 Subhanahu wa ta'ala. 16:54 Dan itu yang dinamakan dengan akal. 16:57 Gitu. 17:01 Sehingga akal ini merupakan 17:04 sesuatu 17:06 eh yang dapat memberikan petunjuk 17:10 melalui qalbu kita 17:12 di dalam kehidupan kita sehari-hari. 17:15 Jadi sesungguhnya adalah akal ini bukan 17:19 merupakan produk manusia. 17:23 Akal ini adalah merupakan 17:26 eh pemberian Allah 17:28 kepada 17:30 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 17:33 sehingga 17:35 eh qalbu yang dimasukkan wahyu itu 17:38 sebagai petunjuk dan itulah yang 17:40 dinamakan dengan akal. 17:48 Untuk apa sesungguhnya akal itu? 17:51 Maka yang ketiga 17:58 di dalam 17:59 eh 18:00 surat 22 ayat 46 disebutkan. 18:05 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 18:09 Bismillahirrahmanirrahim. 18:12 Afalam yasiru fil ardhi fatakuna lahum 18:16 qulubuy ya'qiluna biha 18:19 au adzanuy yasma'una biha 18:23 fainnaha la ta'malul absar 18:27 walakin ta'malul qulubullati fis sudur. 18:33 Maka apakah mereka tidak berjalan di 18:36 muka bumi? 18:40 Lalu mereka mempunyai qalbu 18:45 yang dengan qalbu itu mereka dapat 18:49 memahami atau mengakalkan. 18:54 Atau mempunyai telinga yang dengan itu 18:58 mereka dapat mendengar. 19:02 Karena sesungguhnya bukanlah 19:06 penglihatan itu yang 19:08 yang buta. 19:11 Akan tetapi yang buta ialah 19:15 eh qalbu yang dipengaruhi oleh sadr yang 19:18 dipengaruhi oleh 19:20 eh 19:22 jadi qalbu itu akan bisa buta karena 19:25 pengaruh kekotoran tadi. 19:29 Sehingga di sini yang ketiga adalah 19:31 fungsi qalbu itu adalah 19:34 bagaimana untuk memahami fenomena alam. 19:41 Maka di sini akal berfungsi 19:43 untuk mencari tahu tentang kebenaran 19:46 Allah Subhanahu wa ta'ala. 19:48 Sehingga akal di sini 19:51 akan diberikan kemampuan oleh Allah 19:53 Subhanahu Wa Ta'ala untuk membaca 19:57 baik ayat-ayat qauliyah maupun ayat-ayat 20:01 kauniyah. 20:04 Jadi fungsi yang ketiga adalah 20:06 akal ini diperlukan oleh manusia 20:10 di mana akal ini mampu membedakan antara 20:14 yang hak dan batil. 20:19 Sehingga 20:20 ee kalau qolbu kita 20:22 tidak menghasilkan satu akal 20:26 artinya bahwa 20:28 ee ada sesuatu yang salah atau ada 20:30 penyakit 20:32 yang harus kita bersihkan terlebih 20:33 dahulu. 20:35 Karena qolbu kita 20:37 telah dinyatakan oleh Allah Subhanahu Wa 20:39 Ta'ala 20:40 untuk 20:42 ee 20:44 memberikan 20:45 arahan yang benar sesuai dengan 20:49 petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 20:53 Sehingga semua apa yang ada di dalam 20:55 qolbu 20:57 maka qolbu itu akan memancarkan 21:00 kepada penglihatan kita. 21:03 Dari qolbu itu pula akan memancarkan 21:06 satu kebenaran, cahaya kebenaran yang 21:09 kepada telinga kita. 21:11 Sehingga 21:12 dari penglihatan dan pendengaran yang di 21:16 ee atur oleh akal yang ada di dalam 21:19 qolbu maka akan dimungkinkan seorang 21:22 hamba itu 21:24 berada di jalan Allah Subhanahu Wa 21:27 Ta'ala. 21:33 Kemudian 21:34 ee 21:37 ketiga fungsi qolbu ini 21:39 maka 21:41 Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan 21:44 satu peringatan 21:46 peringatan kepada qolbu. 21:50 Bahwa kalau qolbu tidak berfungsi 21:54 sekaligus penglihatan kita 21:57 ya 21:59 yang sumbernya dari qolbu itu akan 22:01 tertutup. Demikian juga kepada 22:03 pendengaran kita. 22:07 Sehingga di dalam surah Al-A'raf ayat 22:10 179 disebutkan 22:13 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 22:16 Walaqad adzara'na lijahannama katsiran 22:19 minal jinni wal ins. 22:21 Lahum qulubul la yafqahuna biha. 22:26 Walahum a'yunul la yubsiruna biha. 22:31 Walahum adzanul la yasma'una biha. 22:36 Ulaika kal an'am. 22:38 Bal hum adhal. 22:39 Ulaika humul ghafilun. 22:44 Sesungguhnya kami jadikan untuk isi 22:47 neraka jahanam 22:50 kebanyakan dari jin dan manusia. 22:55 Mereka mempunyai qolbu 22:58 tetapi 22:59 tidak dipergunakan untuk memahami 23:03 ayat-ayat Allah. 23:05 Jadi 23:07 yang tadinya qolbu ini 23:10 tempat 23:11 wahyu Allah 23:13 tapi tidak mampu 23:15 mengapa tidak mampu memahami ayat-ayat 23:17 Allah karena sesungguhnya di dalam qolbu 23:20 ini ada penyakit, qolbun marid. 23:22 Ada kotoran, terlalu banyak dosa yang 23:25 telah dilakukan oleh qolbu ini. Sehingga 23:28 tidak mampu berfungsi 23:30 sebagai ee akal di mana akal ini yang 23:34 akan mengarahkan 23:36 ee kita sebagai hamba Allah menuju ke 23:40 siratal mustaqim. 23:43 Dan mereka mempunyai mata tetapi tidak 23:45 dipergunakannya untuk melihat 23:48 tanda-tanda kekuasaan Allah. 23:52 Dan mereka tidak dan mereka tidak 23:54 mempunyai 23:57 telinga 23:58 atau pendengaran tetapi tidak 24:00 dipergunakannya untuk mendengar 24:03 ayat-ayat Allah. 24:06 Ulaika kal an'am bal hum adhal. 24:10 Mereka itu seperti binatang ternak. 24:14 Bahkan lebih sesat daripada binatang 24:17 ternak. 24:19 Maka ketika semuanya qolbu ini 24:22 tidak berfungsi 24:24 sebagaimana mestinya 24:26 maka jadilah 24:28 kita ini 24:29 ee menjadi orang-orang yang lalai dan 24:32 orang-orang yang merugi. 24:35 Sehingga dengan demikian sesungguhnya 24:38 adalah 24:39 ee fungsi qolbu ini 24:42 ketiga fungsi qolbu ini 24:45 yang pertama adalah bahwa 24:50 wahyu Allah itu masuk ke dalam qolbu 24:54 maka dengan 24:56 ayat-ayat Allah itulah 24:58 yang akan memberikan petunjuk bagi 25:00 orang-orang yang beriman. 25:03 Kemudian yang kedua bahwa 25:06 ee wahyu Allah yang ada di dalam qolbu 25:08 itulah yang dinamakan dengan akal. 25:12 Sehingga dengan demikian 25:14 akal itu di dalam definisi ini 25:18 pasti benar. 25:19 Karena akal itu sumbernya adalah 25:22 petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 25:28 Dan kemudian yang ketiga 25:32 akal itu 25:34 diper di di di pergunakan bagaimana mem 25:39 membaca ayat-ayat kauniyah 25:43 di lapangan. 25:46 Sebagai contoh misalnya 25:48 ee bagaimana ketika Allah memberikan 25:52 musibah, peringatan berupa musibah 25:56 maka sebagaimana firman Allah 25:59 itu adalah merupakan tadzkirah, 26:02 peringatan 26:03 peringatan bagi orang-orang yang berdosa 26:07 kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 26:10 Maka di sini diperlukan, diperlukan 26:12 akal. Akal itulah yang akan bisa 26:15 menangkap peringatan Allah. 26:18 Jadi itu adalah fungsi qolbu. 26:22 Ya. 26:23 Namun 26:24 ketika 26:25 fungsi qolbu yang mampu bisa 26:29 ee menterjemahkan peringatan Allah dalam 26:31 bentuk ayat-ayat kauniyah 26:34 sudah tidak mampu lagi 26:36 maka 26:37 ee Allah menyatakan ulaikal an'am bal 26:41 hum adhal. 26:42 Jadi mereka itu seperti binatang ternak 26:44 bahkan lebih sesat daripada binatang 26:46 ternak. 26:47 Artinya di sini bahwa 26:50 ketika qolbu itu sudah tidak lagi 26:52 berfungsi 26:54 maka manusia itu 26:56 tidak ada tidak ada bedanya dengan 26:58 binatang ternak bahkan lebih sesat 27:00 daripada binatang ternak. 27:04 Bahkan oleh karena itu 27:07 ee 27:08 marilah ee ketiga 27:11 fungsi qolbu ini kita upayakan 27:15 ee semaksimal mungkin. 27:17 Bagaimana supaya ee kita ee bisa 27:21 memaksimalkan fungsi daripada qolbu ini? 27:24 Tentu saja 27:26 ee kita harus bisa merawat membersihkan 27:30 qolbu terlebih dahulu. 27:33 Nah, setelah bersih kemudian diisi 27:36 maka 27:37 langkah yang ketiga 27:38 barulah qolbu itu akan bisa berfungsi 27:42 memberikan petunjuk 27:44 kepada kita sebagai hamba Allah 27:47 Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu A'lam. 27:52 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 27:53 Subhanahu Wa Ta'ala, demikian tadi 27:55 tausiyah disampaikan oleh Ustaz 27:57 Rahmatullah di hari ini 28:00 di malam hari ini tentang mengenal 28:03 fungsi qolbu. Dan bagi Anda ikhwan dan 28:06 akhwat 28:06 kami undang nanti di sesi tanya jawab 28:10 dan kami akan kembali setelah Nada Taqwa 28:14 berikut ini. 32:34 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 32:39 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 32:40 Subhanahu Wa Ta'ala, terima kasih Anda 32:42 masih bersama kami di dalam program 32:45 renungan kalbu bersama Ustadz 32:48 Rahmatullah dan perlu kami informasikan 32:51 saat ini di studio menunjukkan pukul 32:54 08.47 32:56 menit. 32:57 Ikhwan dan akhwat, Anda dapat bergabung 33:00 bersama kami di line telepon 021 845 33:05 1512 33:07 SMS dan juga WhatsApp di 08111999720. 33:16 Baik, kita akan 33:18 ke pertanyaan pertama, Pak Ustadz. Ehm. 33:22 Assalamualaikum warahmatullahi 33:24 wabarakatuh. 33:25 Waalaikumsalam. Pendengar kami dari 33:28 Sukabumi. 33:30 Ustadz, tanpa hati, bisakah kita 33:33 beriman, 33:34 mengasihi sesama, 33:36 berempati, berprikemanusiaan, 33:40 dan mampukah manusia 33:42 menjadi mulia di hadapannya dan atau di 33:45 mata manusia tanpa memiliki hati, 33:49 dan mampukah kita merasa tanpa hati? 33:53 Ehm. 33:54 Ya, baik, terima kasih. 33:57 Eee. 34:00 Eee di dalam eee 34:03 tadi sudah disebutkan ayat ya, ayat 34:06 bahwa 34:07 eee fungsi kalb, ya, kalbun. Ehm. 34:12 Kalbun itu jantung, ya, tapi bukan 34:14 jantung secara fisik, 34:17 tapi di dalam jantung itu ada roh dan 34:19 jiwa. 34:21 Maka di situ eee tadi di 34:25 Surat Al-Baqarah ayat 97 itu, 34:28 Allah turunkan 34:30 wahyu melalui Malaikat Jibril kepada 34:32 Nabi kita, sallallahu alaihi wasallam. 34:35 Itu sebagai petunjuk. 34:37 Ehm. 34:39 Dan petunjuk itu 34:42 wahyu Allah yang masuk ke dalam kalbu 34:45 tadi, 34:47 dikatakan itu sebagai petunjuk 34:50 dan 34:51 berita gembira bagi orang yang beriman. 34:53 Ehm. 34:55 Dan itu di dalam di di dalam ayat yang 34:57 lain, 34:59 petunjuk itu dinamakan dengan akal. 35:02 Akal. Akal. 35:05 Inna anzalnahu Quranan Arabiyyan 35:07 la'allakum ta'qilun. 35:09 Jadi sesungguhnya akal itu adalah 35:11 petunjuk dari Allah yang dipergunakan 35:15 oleh manusia untuk berjalan di permukaan 35:18 bumi ini. 35:20 Sehingga 35:22 dari 35:23 eee kedua ayat tadi 35:27 memberikan satu penjelasan kepada kita 35:30 bahwa akal itu pasti benar. Ehm. 35:34 Karena akal itu adalah bukan produk 35:37 manusia, 35:39 tapi itu adalah merupakan 35:41 wahyu dari Allah yang dimasukkan ke 35:44 dalam kalbu yang itu yang dinamakan 35:46 dengan akal kita. 35:48 Sehingga akal itu pasti benar. 35:51 Sehingga 35:52 kalau kita eee apa namanya mengacu 35:55 kepada hadis Nabi sallallahu alaihi 35:57 wasallam, 35:59 ya, 36:00 ketika bertanya kepada 36:04 Wabisah bin Ma'bad, 36:06 "Wahai Wabisah, apakah kamu ber mau 36:08 bertanya tentang kebenaran?" "Benar, ya 36:10 Rasulullah." 36:12 "Maka tanyalah ke dalam kalbumu." Ehm. 36:16 Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, 36:17 itu hadis. 36:19 "Apa yang dirasakan tenang, 36:22 ya, tentram, 36:24 itulah se sebuah kebenaran. 36:27 Tapi apa yang 36:29 ada di dalam dadamu itu satu 36:31 kegelisahan, 36:33 was-was, itulah satu kejahatan." 36:37 Lalu yang membisikkan hal itu siapa, 36:39 Ustadz, biasanya? Artinya 36:40 terkadang ketika kita melakukan sesuatu 36:42 itu betul, 36:43 kita tenang, kemudian kita ketika kita 36:45 melakukan sesuatu itu 36:47 gelisah, Ehm. nah, ini siapa yang 36:50 Ya, artinya itu kan bahasa rasa. Rasa, 36:53 ya. 36:53 Bahasa rasa, mendeteksinya bahwa benar 36:56 atau salah itu dengan bahasa rasa. 36:59 Jadi ketenangan itu identik dengan 37:02 kebenaran. 37:04 Kegelisahan itu identik dengan 37:07 eee kedurhakaan, kemaksiatan itu. 37:11 Ehm. 37:11 Maka 37:12 eee di sini 37:14 itu sebagai apa namanya, kalau kita mau 37:17 mengambil satu keputusan, 37:20 maka ambillah keputusan dari kalbu. 37:23 Karena itu yang 37:24 eee dianjurkan oleh Rasulullah 37:27 sallallahu alaihi wasallam. 37:29 Sehingga 37:30 eee bagaimana eee mau mengambil satu 37:32 keputusan yang keluar dari kalbu, 37:34 ketenangan itulah menjadi satu ukuran. 37:37 Karena ketenangan tadi itu identik 37:40 dengan 37:41 satu kebenaran, begitu. Iya. 37:44 Sehingga bukan kita ngambil dari kepala. 37:48 Ehm, kepala ini namanya pikiran. 37:52 Nasiyatin kadzibatin khathi'ah, begitu. 37:55 Jadi nasiyah ubun-ubun. Ehm. 38:00 Jadi ubun-ubun ini adalah nasiyatin 38:03 kadzibah, jadi selalu 38:05 berbohong, pendusta, khathi'ah, selalu 38:07 salah, begitu. 38:10 Jadi 38:11 kalau mau mengambil satu keputusan 38:13 tentang 38:14 sesuatu hal, 38:16 maka keputusan itu harus dilakukan oleh 38:20 eee apa yang ada di dalam kalbu. Karena 38:23 itulah sesungguhnya petunjuk dari Allah. 38:26 Nabi mengatakan bahwa 38:28 eee ukurannya adalah ketenangan. 38:31 Ya, di dalam hadis yang lain disebutkan 38:33 bahwa innallaha la yanzuru ila suwarikum 38:36 wa amwalikum, walakin yanzuru ila 38:38 qulubikum wa a'malikum. 38:41 Jadi Allah itu tidak melihat kepada rupa 38:45 dan 38:46 harta bendamu. Tapi yang dilihat oleh 38:48 Allah adalah kalbunya 38:50 dan perbuatannya. Jadi kalbu itu akan 38:54 menghasilkan satu perbuatan. 38:56 Nah, dua hal itu yang akan di dinilai, 38:58 dilihat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 39:02 Sehingga 39:03 eee akal itu adalah 39:06 produk 39:07 kalbu, 39:08 sedangkan pikiran itu adalah produk 39:11 kepala. Ehm. Dan produk yang keluar dari 39:14 kalbu itulah pasti benar karena itu 39:16 adalah petunjuk dari Allah, sedangkan 39:18 produk pikiran 39:19 itu adalah kemauan dari 39:22 hawa nafsu kita yang dipengaruhi oleh 39:25 eee 39:26 dunia, hawa nafsu, itu yang ada di 39:29 kepala kita. 39:31 Sehingga 39:32 eee itulah yang dimaksudkan dengan man 39:35 arafa nafsahu faqad arafa rabbahu. Ehm. 39:39 Jadi 39:40 kita harus tahu itu, gitu. 39:43 Bagaimana kalbu kita, bagaimana pikiran 39:46 kita. 39:47 Jadi, ketika kita mau mengambil satu 39:49 keputusan, 39:50 keputusan dari mana yang akan kita 39:52 ambil? Dari kalbu, dari akal kita, atau 39:55 dari pikiran kita. 39:57 Sehingga, 39:58 eh, rasa kalbu dengan rasa pikiran itu 40:01 harus kita, 40:03 eh, 40:04 bisa memisahkan, ya. Bisa memisahkan, 40:08 mana sesungguhnya 40:10 produk akal dan mana sesungguhnya produk 40:12 pikiran. 40:13 Nah, itu yang dimaksudkan dengan man 40:15 arafa man arafa nafsahu faqad arafa 40:18 rabbahu. 40:19 Jadi, kita harus tahu ke dalam jiwa 40:21 kita. 40:23 Artinya, 40:24 mana yang dilakukan oleh jiwa kita yang 40:26 ada di dalam kalbu atau pikiran kita 40:28 yang ada di kepala kita. He eh. 40:31 He eh. 40:32 Sehingga, 40:33 eh, ukurannya dalam bahasa rasa itu 40:36 ketenangan dan kegelisahan. Ketenangan 40:39 identik dengan 40:41 eh, kebenaran dan rida Allah. Sementara 40:45 ragu-ragu, was-was itu adalah dari 40:47 setan. 40:49 Barangkali itu, wallahualam. Baik. 40:51 Demikian untuk 40:53 hamba Allah di Sukabumi, semoga 40:55 terjawab. 40:57 Ada pendengar kita dari Jakarta juga 40:59 ingin bertanya, Pak Ustaz. 41:00 Assalamualaikum warahmatullahi 41:01 wabarakatuh. 41:02 Waalaikumsalam. 41:04 Bagaimana cara menghadirkan hati di saat 41:06 kita salat? Karena terkadang saat salat 41:08 pikiran kita malah terbang ke mana-mana. 41:11 He eh. 41:12 Ya, baik, bagus. 41:15 Eh, 41:17 kenapa terbang ke mana-mana, gitu? He 41:20 eh. 41:20 Gitu. Iya. 41:22 Jadi, 41:23 kalau tadi disebutkan harus dibersihkan 41:26 dulu, ya kan, 41:28 baru diisi. 41:29 Ya. 41:30 Kenapa terbang ke mana-mana? Artinya 41:33 bahwa kalbu kita itu masih kotor tapi 41:36 diisi, gitu. He eh. Makanya pikirannya 41:38 yang ke mana-mana, kalbunya 41:40 kal- karena kalbu itu masih kotor, 41:43 sehingga enggak bisa khusyuk, gitu. 41:46 He eh. 41:49 Jadi, eh, apa namanya, urut-urutannya 41:53 itu 41:55 bersihkan terlebih dulu, gitu. Ini yang 41:58 banyak yang banyak, eh, membikin 42:01 orang itu, eh, rancu, gitu. 42:05 Saya 42:07 katanya berzikir itu memberikan satu 42:10 ketenangan. 42:11 Tapi kok saya berzikir kok enggak 42:13 tenang-tenang, gitu. 42:16 He eh. 42:17 Jadi, itu artinya apa? Ada yang salah. 42:19 Nah, ini yang di- yang dimaksudkan 42:21 dengan man arafa nafsahu faqad arafa 42:23 rabbahu. Jadi, tahu di mana kesalahan 42:26 kita, kenapa? Kenapa enggak enggak 42:28 kunjung tenang, gitu. 42:30 He eh. 42:31 He eh, karena kekotoran itu masih ada di 42:34 dalam kalbu kita. 42:36 Sehingga, sebanyak apa zikir atau 42:39 permohonan kita kepada Allah, 42:41 sementara kita juga istikamah kekotoran 42:44 itu kita lakukan juga, 42:46 maka akan sulit untuk bisa, 42:50 eh, khusyuk berzikir kepada Allah 42:52 subhanahu wa taala. 42:53 Sehingga, 42:54 pada akhirnya itu 42:56 kita berzikir lisan komat-kamit, maka 42:59 yang berjalan itu adalah 43:02 pikiran kita ke mana-mana, gitu. He eh. 43:05 He eh. 43:07 Eh, yang ideal bagaimana, yang benar 43:09 bagaimana? 43:10 Eh, 43:12 kata Rasulullah sallallahu alaihi 43:13 wasallam, bagaimana supaya, 43:15 eh, kalbu kita itu ihsan. 43:17 Al-ihsanu an ta'budallaha kaannaka 43:19 tarahu, fain lam takun tarahu fainnahu 43:21 yarahu. 43:23 Jadi, 43:24 bagaimana jiwa kita ini seolah-olah bisa 43:28 menghadirkan atau melihat Allah atau 43:30 kalau tidak Allah yang sedang melihat 43:31 kita. 43:32 Nah, kemampuan untuk ihsan yang semacam 43:35 itu akan bisa kita nikmati kalau 43:39 terlebih dahulu kita bersihkan kalbu 43:41 kita itu. 43:43 Sehingga, kalbu kita yang berzikir 43:45 benar-benar kalbu yang berzikir, bukan 43:47 pikiran, gitu. 43:49 Nah, kalau masih kotor, maka yang 43:52 terjadi adalah 43:53 yang berzikir itu adalah lisan, 43:56 kemudian pikiran yang berjalan. 43:59 Kalbu sama sekali kosong. 44:01 Nah, berzikir dalam kondisi yang semacam 44:03 itu 44:04 tidak akan terjadi satu transaksi 44:07 cahaya. He eh. 44:09 Karena ketika, 44:12 eh, misalnya, 44:13 bagaimana ketika kita membaca surah 44:16 Al-Fatihah di dalam hadis Muslim itu 44:18 disebutkan bahwa 44:20 ketika kita membaca surah Al-Fatihah itu 44:22 sesungguhnya pada hakikatnya terjadi 44:25 dialog antara seorang hamba dengan 44:28 sang khalik. 44:30 He eh. 44:31 Maka ketika kalbu kita yang membaca, 44:35 maka akan dijawab oleh Allah subhanahu 44:38 wa taala dengan cara menurunkan cahaya. 44:42 Cahaya masuk ke dalam kalbu itu. Ya. 44:45 Karena 44:46 pada saat kita membaca Al-Fatihah itu 44:49 yang membaca adalah kalbu kita. 44:51 Kenapa kalbu kita kok bisa membaca? 44:53 Karena kalbu kita bisa bersih, gitu. 44:56 Tapi ketika kalbu kita kotor, 44:59 maka 45:00 yang 45:01 membaca Al-Fatihah tadi sesungguhnya 45:03 lisan, gitu. He eh. 45:05 Nah, pikirannya yang berjalan. 45:07 Nah, dalam kondisi seperti itu 45:10 tidak akan terjadi transaksi cahaya. 45:13 Karena cahaya itulah yang membuat 45:15 manusia itu akan menjadi tenang, ya. 45:19 Jadi, tenang 45:20 karena ada adanya cahaya tadi. 45:23 Ada transaksi cahaya, Allah berikan 45:25 cahaya kepada orang yang 45:27 sedang, eh, berzikir ke hadirat Allah 45:30 subhanahu wa taala. 45:31 Barangkali itu, wallahualam. 45:32 Baik. 45:33 Ustaz, terima kasih atas jawabannya. 45:35 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 45:37 subhanahu wa taala, di mana pun Anda 45:39 berada, seperti biasa nanti kami undang 45:42 Anda untuk bergabung. Layangkan 45:45 pertanyaan Anda di line telepon 021 45:48 8451512, 45:51 SMS dan juga WhatsApp di 08111999720. 45:57 Jangan ke mana-mana, kami akan jeda 45:59 sejenak. Setelah Nada Taqwa berikut kami 46:01 akan hadir kembali ke ruang dengar Anda. 50:32 Radio silaturahim untuk Islam yang satu 50:34 ini. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati 50:36 Allah subhanahu wa taala. 50:38 Terima kasih Anda masih bersama kami 50:39 dalam program renungan kalbu bersama 50:42 Ustaz Rahmatullah. Dan langsung saja 50:45 kita ke Karawang, ada Bapak Idris di 50:48 sana yang sudah 50:49 memberikan pertanyaannya di WA nomor 50:52 WhatsApp. 50:54 Pertanyaan beliau, assalamualaikum 50:56 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 50:58 Waalaikumsalam. Baik, Pak Ustaz saya mau 51:00 bertanya bagaimanakah caranya 51:02 menyadarkan orang yang hawa 51:05 menyadarkan 51:06 hawa nafsu amarahnya, mungkin seperti 51:09 itu. Iya. 51:12 Jadi ee 51:16 kalau ee 51:18 kita ini sesungguhnya ee apa namanya, 51:21 selalu terjadi pertarungan ya. He eh. 51:24 Antara jiwa. 51:27 Jiwa yang ada di dalam kalbu 51:29 dan hawa yang ada di kepala kita itu. 51:34 Maka di sini 51:35 ee bagaimana untuk mengatasi itu 51:39 ee 51:41 maka dengan memperbanyak ee zikrullah 51:44 ya. Zikrullah. 51:45 Jadi kalau ee kita lihat di dalam 51:50 surat ee 51:53 Al-Mukminun ya. 52:01 Nanti ee siapa Pak siapa tadi? Pak 52:04 Idris. Pak Idris ya di Karawang. Di 52:06 Karawang. 52:07 Nanti Pak Idris ee bisa 52:10 ee dilihat di surat Al-Mukminun ya. 52:15 Karena sesungguhnya marah itu adalah 52:17 ee sumbernya dari hawa nafsu ya. 52:20 Dari hawa nafsu. Maka di sini 52:24 pada surah Al-Mukminun, surat yang ke-23 52:27 ayat 71 disebutkan 52:32 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 52:34 Walawittaba'alhaqquahwaahum. 52:38 Lafasadatissamawatuwalarduwamafihin. 52:43 Balatainahumbidzikrihimfahumanzikrihim 52:47 mu'ridun. 52:50 Jadi 52:51 seandainya kebenaran itu mengikuti hawa 52:55 nafsu 52:57 pastilah akan binasa langit, bumi dan 53:01 seluruh isinya. 53:07 Balatainahumbidzikrihim. 53:10 Bahkan kami telah memberikan peringatan 53:13 kepada mereka. Bidzikrihim dengan zikir. 53:18 Ya. 53:19 Peringatan, zikir atau mengingat Allah 53:22 gitu. 53:24 Fahumanzikrihimmu'ridun. Tetapi mereka 53:26 itu berpaling dari mengingat Allah tadi. 53:29 Jadi hawa nafsu itu adalah 53:32 ee bisa kita ee redakan dengan 53:36 memperbanyak zikir kepada Allah 53:38 subhanahu wa taala. 53:41 Karena 53:42 ee marah itu adalah sumbernya adalah 53:45 dari hawa, hawa nafsu. He eh. 53:48 Nah. 53:50 Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi 53:52 wasallam, untuk bisa mengendalikan hawa 53:55 itu dengan cara 53:57 melakukan ee puasa ya. 54:02 Karena hawa itu 54:04 akan tensinya semakin tinggi 54:08 kalau perut kita kenyang. 54:12 Jadi kata Nabi sallallahu alaihi 54:13 wasallam 54:14 maka latihlah dengan 54:17 banyak melakukan puasa-puasa, tentu saja 54:20 puasa sunah ya. 54:22 Untuk bisa mengurangi tensi 54:25 daripada hawa itu. Jadi 54:27 tensi hawa akan menurun dengan berpuasa 54:31 kemudian mengisinya, nah itu tadi ya. 54:34 Jadi cara membersihkannya 54:36 ya jadi saya mengisinya dengan 54:38 memperbanyak istigfar kepada Allah 54:40 subhanahu wa taala. Karena istigfar itu 54:41 akan membersihkan bintik-bintik hitam 54:44 yang ada di dalam kalbu itu. 54:47 Nah. 54:48 Jadi ee apa, dengan banyak 54:52 ee melakukan puasa 54:55 untuk menurunkan tensi daripada hawa 54:58 nafsu kemudian mengisinya itu 55:01 sekaligus 55:02 itu membersihkan dan mengisi itu adalah 55:05 fungsi istigfar. Istigfar. Karena 55:07 istigfar itu bintik-bintik hitam yang 55:09 ada di dalam kalbu itu akan dibersihkan 55:11 oleh Allah. 55:12 Sekaligus istigfar itu juga mengisi. 55:16 He eh. He eh. Maka 55:18 ee memperbanyak istigfar 55:21 kemudian supaya istigfar itu sampai ke 55:24 hadirat Allah subhanahu wa taala, 55:26 ikutilah dengan berselawat kepada Nabi 55:28 sallallahu alaihi wasallam. 55:29 Alaihi sallallahu alaihi wasallam. Jadi 55:31 itu 55:32 untuk ee 55:34 apa namanya 55:36 ee 55:37 menurunkan kemarahan tadi. Tentu saja 55:41 langkah yang kedua adalah 55:42 ee memperbanyak ee memperbanyak 55:46 mentadaburi Alquranul Karim. 55:49 Ya. Jadi memperbanyak mentadaburi, jadi 55:52 sesungguhnya kalau mentadaburi Alquran 55:54 ini 55:55 ee maknanya harus kita pahami, 55:58 menghayati apa sesungguhnya yang dimaui 56:00 oleh Allah subhanahu wa taala. Semakin 56:02 banyak kepahaman-kepahaman dari 56:05 Alquranul Karim maka karena kepahaman 56:08 Alquran itu sekaligus itulah cahaya yang 56:12 akan masuk ke dalam kalbu kita. 56:15 Dan itu yang akan memberikan 56:17 ee apa namanya, kepahaman dari Alquran 56:20 dalam bentuk cahaya yang Allah masukkan 56:23 ke dalam kalbu kita itu itu yang akan 56:25 bisa, akan mampu mengendalikan hawa 56:27 nafsu tadi. 56:30 Sehingga dengan demikian memperbanyak 56:32 zikrullah dan selawat kepada Nabi 56:34 sallallahu alaihi wasallam 56:35 itu Allah akan menolong kita dari 56:39 kemarahan. Meredakan kemarahan itu tadi. 56:42 Barangkali itu, wallahualam. Baik. 56:45 Bapak Idris di Karawang, semoga 56:47 terjawab. Kemudian dari Bang Adi 56:53 di Pasar Minggu, Pak Ustaz. 56:54 Assalamualaikum warahmatullahi 56:56 wabarakatuh. 56:57 Waalaikumsalam. Ustaz, apakah hati yang 56:59 sudah 57:00 mati atau keras 57:02 masih bisa kembali kepada jalan yang 57:04 lurus? He eh. 57:06 Ya. 57:08 Ee 57:11 bisa seperti ya tadi itu. Ee hawa nafsu 57:14 tadi. 57:17 Jadi sebetulnya 57:18 ee mari kita lihat di dalam ee 57:22 hati yang apa tadi yang keras ya. 57:34 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 57:36 Di dalam surat Al-Hadid ayat 16 ya. 57:39 Alamya'nilladzinaamanuantaqsy'aqulubuhumdzikrillah. 57:44 Wamanazzalaminalhaqq. 57:46 Walayakunukalladzina 57:49 utulk 57:50 utulkitaaba 57:51 minqablu 57:53 fatalaalaihimulamadufaqasaqulubuhum. 57:57 Wakasirunminhumfasiqun. 58:01 Belum tibakah waktunya bagi orang-orang 58:04 yang beriman 58:05 untuk secara khusyuk mengingat Allah 58:10 dan mematuhi kebenaran yang telah 58:12 diwahyukan kepada mereka. 58:15 Janganlah mereka 58:17 seperti orang-orang yang telah menerima 58:20 kitab sebelum itu 58:22 kemudian mereka melalui masa yang 58:24 panjang 58:25 sehingga hati mereka menjadi keras dan 58:28 banyak di antara mereka menjadi 58:30 orang-orang yang fasik. 58:34 Jadi di sini Alquran, pemahaman Alquran 58:37 itu akan melembutkan 58:40 hati yang keras ini. 58:43 Nah. 58:44 Memperbanyak zikrullah itu akan 58:47 memberikan kelembutan. Jadi hati yang 58:49 keras itu 58:51 ee bisa disembuhkan dengan cara ee 58:55 banyak melakukan zikrullah dan banyak 58:59 mentadaburi Alquranul Karim. He eh. 59:02 Karena sesungguhnya hati yang keras itu 59:06 adalah 59:07 ee hati yang memang 59:09 ee sudah tidak berfungsi lagi. Ya. 59:13 Padahal kalbu itu adalah fungsinya 59:15 adalah 59:16 ee 59:18 dengan kalbu itulah Allah akan 59:19 memberikan petunjuk. He eh. 59:21 He eh. 59:23 Ketika kalbu ini kotor, banyak melakukan 59:26 maksiat Ya. 59:29 Tidak banyak melakukan zikir, melu ee 59:32 tidak pernah mentadaburi Alquran, maka 59:34 kalbu ini akan menjadi keras gitu. 59:38 Sehingga untuk bisa melembutkan itu 59:41 adalah dengan 59:43 memperbanyak zikrullah, memperbanyak 59:45 mentadaburi Alquranul Karim. 59:48 Maka 59:49 Allahlah yang akan bisa melembutkan 59:52 kalbu kita. 59:55 Sehingga 59:56 ketika kalbu itu sudah lembut, maka 59:59 kalbu itu akan mampu mengetahui 1:00:02 mana yang hak dan mana yang batil. 1:00:05 Karena fungsi kalbu itu adalah untuk 1:00:07 eh mengetahui 1:00:10 yang hak dan yang batil itu tadi sebagai 1:00:12 furqannya. 1:00:14 Sebagai pembeda antara yang hak dan 1:00:15 batil itu adalah akal yang ada di dalam 1:00:18 kalbu itu. 1:00:19 Dengan cara banyak mentadaburi Alquran, 1:00:23 banyak mengingat Allah Subhanahu wa 1:00:25 taala. Barangkali itu, wallahualam. 1:00:28 Kemudian eh Bapak Bang Adi di Pasar 1:00:32 Minggu, 1:00:33 semoga terjawab ya. 1:00:34 Kemudian dari Bang Adi, kita ke 1:00:36 pertanyaan selanjutnya, Ustaz. 1:00:38 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:40 wabarakatuh. Waalaikumsalam. Baik, 1:00:42 Ustaz, 1:00:43 akal itu adanya di kepala ataukah di 1:00:46 kalbu? 1:00:47 Karena setiap ada kesalahan, pasti yang 1:00:50 ditunjuk adalah di kepala. Dan bagaimana 1:00:53 caranya membedakan akal dengan pikiran? 1:00:58 Ya itu tadi sebagaimana yang di 1:01:01 eh sabdakan oleh Rasulullah sallallahu 1:01:03 alaihi wasallam bahwa 1:01:05 akal yang ada di dalam kalbu ini adalah 1:01:07 sebagai detektor ya. 1:01:10 Untuk mendeteksi atau untuk bisa 1:01:13 eh mengetahui 1:01:15 mana yang benar, mana yang salah. 1:01:18 Nah, nanti ya bisa yang bisa mengetahui 1:01:21 yang benar yang salah itu adalah kalbu 1:01:22 kita. 1:01:23 Tentu saja kalbu-kalbu yang kalbu yang 1:01:26 bersih ya. Iya. Kalau kalbu yang kotor 1:01:29 atau kalbu yang keras, 1:01:31 itu sesungguhnya kalbu tidak akan berfu- 1:01:34 tidak bisa berfungsi secara eh maksimal 1:01:37 gitu. 1:01:38 Ya sama dengan 1:01:40 eh fisik atau mata kepala kita. Heeh. 1:01:43 Kalau 1:01:44 mata eh kalau mata kita eh sakit mata 1:01:47 misalnya, maka penglihatan itu kan akan 1:01:49 kabur gitu. Atau misalnya mata kita eh 1:01:52 ada penyakit katarak gitu. 1:01:54 Maka akan kita remang-remang melihatnya 1:01:57 gitu. 1:01:58 Bahkan ada penyakit yang namanya glukoma 1:02:01 itu sama sekali tidak bisa melihat. 1:02:04 Nah, itu secara fisik. Maka demikian 1:02:06 juga kalbu itu. Heeh. 1:02:08 Jadi kalbu itu 1:02:10 eh ketika sudah 1:02:12 eh tidak berfungsi lagi, maka sudah 1:02:15 tidak bisa membedakan mana yang benar, 1:02:16 mana yang salah gitu. Iya. 1:02:18 Eh oleh karena itu 1:02:21 eh bagaimana kita untuk mengetahui atau 1:02:23 mendeteksi mana itu produk kalbu, mana 1:02:26 produk akal. Tadi sudah disebutkan bahwa 1:02:29 eh Nabi sallallahu alaihi wasallam 1:02:31 menyebutkan bahwa ketenangan itu adanya 1:02:35 di dalam kalbu dan itulah sebuah 1:02:37 kebenaran. 1:02:39 Jadi untuk mengetahui benar salah itu 1:02:41 dengan bahasa rasa tadi. Heeh. 1:02:44 Yaitu tenang. 1:02:45 Atau di dalam ayat Alquran yang lain ala 1:02:48 bidzikrillah tatmainnul qulub. 1:02:52 Diketahui bahwa berzikir kepada Allah 1:02:54 itu kalbu menjadi tenang. Iya. Nah. 1:02:58 Artinya ketika kalbu itu menjadi tenang, 1:03:01 eh di situ sesungguhnya pada saat kita 1:03:03 berzikir ke hadirat Allah Subhanahu wa 1:03:05 taala dalam keadaan khusyuk, 1:03:08 maka di situ Allah akan memberikan 1:03:10 cahaya ke dalam kalbu kita. Maka di 1:03:12 situlah akan terasa 1:03:15 eh bisa kita nikmati dengan bahasa rasa 1:03:17 berupa satu ketenangan. 1:03:19 Maka Nabi mengatakan, itulah sebuah 1:03:22 kebenaran. 1:03:26 Tapi kalau misalnya di dalam dada kita 1:03:28 ini ada satu kegelisahan, waswas gitu 1:03:32 ya, 1:03:33 maka itulah sebuah kejahatan, kata Nabi 1:03:36 sallallahu alaihi wasallam. 1:03:38 Walaupun orang 1:03:40 walaupun orang lain memberikan nasihat 1:03:42 ke- tetap saja waswas gitu. 1:03:46 Sehingga ini menjadi satu pegangan 1:03:49 sekaligus ketika kita mau mengambil satu 1:03:52 keputusan, 1:03:53 maka keputusan itu harus kita ambil 1:03:57 yang sumbernya dari 1:04:00 kalbu kita. Heeh. Dari jiwa yang ada di 1:04:01 dalam kalbu. 1:04:03 Jadi kalau mau mengambil keputusan, 1:04:04 jangan dipikir dulu nih, dipikir gimana? 1:04:07 Pikiran itu enggak bisa. 1:04:10 Mmm jadi kita dengan cara kita 1:04:13 eh atau misalnya 1:04:15 salat hajat dua rakaat 1:04:18 minta kepada Allah. 1:04:20 Nanti sujud yang terakhir mohon petunjuk 1:04:21 kepada Allah, baca istigfar yang banyak, 1:04:24 selawat-selawat minta petunjuk kepada 1:04:25 Allah. 1:04:26 Misalnya A, B, keputusan yang mana? 1:04:30 Kalau misalnya A itu eh diridai sama 1:04:33 Allah, nanti ketika mau mengambil 1:04:35 keputusan A, itu ada rasa ketenangan. 1:04:39 Tapi kok kalau mau mengambil keputusan 1:04:41 yang B, ini kok kayaknya enggak enak ya, 1:04:44 waswas ya. Itu jangan diteruskan. 1:04:47 Jadi pilihlah A di mana yang 1:04:50 eh 1:04:51 kita rasakan adalah satu ketenangan. 1:04:54 Ketenangan jiwa kita yang ada di dalam 1:04:55 kalbu. Maka itulah sebagai petunjuk. 1:04:59 Begitu yang 1:05:00 dikatakan di dalam surah Al Baqarah ayat 1:05:03 97 itu artinya itulah petunjuk dari 1:05:07 Allah dan itulah yang dinamakan dengan 1:05:08 akal gitu. 1:05:11 Barangkali itu, wallahualam. 1:05:12 Baik. 1:05:13 Kemudian, Ustaz, 1:05:16 kita ke pertanyaan selanjutnya dari 1:05:20 hamba Allah di Jakarta. Asalamualaikum 1:05:22 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:24 Waalaikumsalam. 1:05:26 Ustaz, saya terkadang merasa khusyuk 1:05:27 berzikir setelah 1:05:30 saya melakukan banyak dosa. 1:05:32 Mengapa demikian? Dan salat tobat apa 1:05:35 yang sesuai diajarkan Rasul 1:05:37 serta berapa rakaat dan waktunya dan 1:05:41 doanya apa, Ustaz? 1:05:43 Bertobat. Iya. 1:05:45 Eh 1:05:48 ya kita lihat di dalam eh surah Al 1:05:51 Furqan ya. 1:05:53 Surah 25 1:05:55 pada 1:05:56 eh 1:05:59 68 sampai 70 gitu. 1:06:04 Jadi di sini dikatakan bahwa 1:06:06 mmm di surah Al Furqan itu 1:06:09 di sini disebutkan sebenarnya ini Al 1:06:11 Kabair ya, dosa-dosa besar ya. 1:06:15 Jadi ada tiga hal di sini. Ada 1:06:18 musyrik 1:06:19 walladzina la yad'una ma'allahi ilahan 1:06:22 akhar wala yaqtulunan nafsallati 1:06:24 harramallahu illa bil haqqi wala yaznun. 1:06:28 Wamayyaf'al dzalika yalqa atsama. 1:06:32 Jadi 1:06:33 musyrik ya, menyeru kepada Allah, kepada 1:06:36 selain Allah juga. Itu kan dosa besar. 1:06:40 Kemudian yang kedua, membunuh. 1:06:43 Kemudian yang 1:06:45 ketiga itu berzina. 1:06:49 Maka disebut yudha'af lahul adzabu 1:06:51 yaumal qiyamati wayakhlu fihi muhana. 1:06:54 Jadi akan dilipatgandakan oleh Allah 1:06:57 pada hari kiamat ya. 1:06:59 Dan kekal di dalam azab itu. 1:07:03 Illa man taba wa amana wa amila amalan 1:07:07 sholihan. 1:07:09 Kecuali orang yang bertobat. 1:07:12 Mmm bertobat ini adalah 1:07:16 yaitu 1:07:17 orang yang 1:07:19 memperbanyak 1:07:21 eh membaca istigfar kepada Allah. 1:07:24 Nah. 1:07:25 Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam itu 1:07:27 di dalam sehari 1:07:29 membaca istigfar itu 100 kali gitu. 1:07:32 Mubarak. 1:07:33 Membaca, banyak memperbanyak istigfar 1:07:37 dan selawat kepada Nabi sallallahu 1:07:39 alaihi wasallam. 1:07:42 Kemudian yang kedua, wa amana. 1:07:48 Dan beriman. Nah, iman itu kembali lagi 1:07:51 tadi, iman itu adanya di dalam kalbu. 1:07:55 Dengan memperbanyak berzikir ke hadirat 1:07:57 Allah, menyesal perbuatan apa yang sudah 1:08:00 kita lakukan. 1:08:02 Memohon ampunan kepada Allah. Maka itu 1:08:04 akan memberikan 1:08:06 eh cahaya yang masuk ke dalam kalbu 1:08:10 kita, menggumpal menjadi satu keimanan 1:08:13 kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:08:18 Kemudian yang ketiga, wa amila amalan 1:08:20 sholihan. Jadi beramal saleh. Jadi apa? 1:08:24 Banyak berbuat 1:08:27 kebaikan ya, kebajikan ya. 1:08:31 Banyak memberikan sedekah ya 1:08:34 dalam keadaan dalam dalam keadaan lapang 1:08:36 dan dalam keadaan sempit gitu. 1:08:39 Jadi 1:08:40 memperbanyak eh 1:08:42 perbuatan-perbuatan hablum minannas 1:08:45 harus kita kalau dosa kita itu misalnya 1:08:47 kepada sesama manusia, 1:08:49 maka 1:08:51 harus eh 1:08:53 meminta maaf kepada 1:08:56 orang yang eh kita sakiti atau kita 1:09:00 eh ada satu hal yang 1:09:03 kurang berkenan di antara teman kita. 1:09:04 Maka kita harus 1:09:06 meminta maaf secara langsung. 1:09:09 Mmm. 1:09:11 Maka 1:09:12 kalau itu sudah kita lakukan, 1:09:13 betul-betul kita menyesal 1:09:17 perbuatan dosa yang telah kita lakukan. 1:09:20 Maka di sini dikatakan 1:09:22 faulaika yubaddilullahu sayyiatihim 1:09:25 hasanat. Wakana llahu ghafurur rahim. 1:09:28 tihi masanat. Wakana Allahu ghofur 1:09:30 rahim. 1:09:33 Eee 1:09:34 maka mereka itu Allah akan 1:09:38 eee apa namanya? 1:09:42 Allah akan eee 1:09:44 menghapus ya. 1:09:47 Menghapus 1:09:48 kejahatan tadi itu dihapus oleh Allah 1:09:50 subhanahu wa taala. 1:09:52 Dan diganti dengan 1:09:55 kebajikan. 1:09:56 Jadi bukan hanya 1:09:58 bukan hanya menga- 1:10:00 diampuni, tetapi semua keburukan itu 1:10:03 akan dihapus sama Allah subhanahu wa 1:10:05 taala. 1:10:06 Diganti dengan sebuah kebaikan. 1:10:08 Itu menunjukkan bahwa rahmat Allah, 1:10:11 kasih sayang Allah itu 1:10:14 jauh lebih besar dibandingkan dengan 1:10:18 murka Allah gitu. 1:10:20 Ehm. 1:10:22 Maka 1:10:23 ya tentu saja eee karena banyak 1:10:26 melakukan istighfar, banyak eee 1:10:30 pekerjaan-pekerjaan wajib sudah 1:10:33 eee tentu saja harus kita lakukan 1:10:36 semisal salat harus lakukan kita 1:10:40 eee salat di awal waktu dengan 1:10:42 berjemaah. 1:10:44 Terus kemudian memperbanyak amalan sunah 1:10:47 ya. 1:10:48 Karena 1:10:50 eee 1:10:51 wa amila amalan sholihan itu adalah 1:10:55 kalau pekerjaan wajib sudah sudah 1:10:57 pastilah, tetapi 1:10:59 eee amal yang kebajikan itu adalah 1:11:01 memperbanyak amalan-amalan sunah. 1:11:04 Jadi kalau eee salat ya memperbanyak 1:11:07 salat sunah. 1:11:09 Kalau puasa ya memperbanyak puasa sunah 1:11:12 gitu. 1:11:13 Kemudian kalau sedekah, bersedekahlah 1:11:15 dalam keadaan lapang dan dalam keadaan 1:11:18 sempit. 1:11:19 Maka itu eee benar-benar bahwa orang itu 1:11:22 menyesal. 1:11:24 Menyesal sudah tidak mau lagi untuk 1:11:26 mengulangi perbuatan dosa. 1:11:29 Dan 1:11:30 eee karena penyesalannya itu, maka dia 1:11:33 akan tebus dengan satu kebajikan, baik 1:11:36 kepada Allah 1:11:37 maupun kepada sesamanya. 1:11:39 Nah, kalau itu kita lakukan 1:11:42 dengan penyesalan yang amat sangat 1:11:44 kepada Allah subhanahu wa taala, maka 1:11:46 akan dihapus 1:11:48 dosa-dosa kita, kemudian diganti dengan 1:11:50 sebuah kebajikan 1:11:52 sebagaimana di dalam surah Al-Furqan 1:11:55 ayat 68 dan 70 1:11:58 Itu. Iya, barangkali. Wallahu a'lam. 1:12:00 Baik. 1:12:01 Baik, Ustaz. Tampaknya kita sudah berada 1:12:03 di penghujung acara. 1:12:05 Dan sebelum berpisah 1:12:08 dari 1:12:09 Semarang, ada Abu Albi di sana. 1:12:12 Assalamualaikum warahmatullahi 1:12:14 wabarakatuh. 1:12:15 Waalaikumsalam warahmatullahi. Baik, 1:12:16 Ustaz. Saya ingin bertanya, melihat 1:12:18 semangat bersatunya umat 1:12:20 dalam gerakan 212, bagaimana tanggapan 1:12:24 agenda gerakan 212 di tahun ke depan 1:12:26 untuk terus membawa persatuan umat. Dan 1:12:29 bagaimana cara kita untuk terus 1:12:31 memantapkan hati 1:12:34 kita dan mengajak keluarga tetap berada 1:12:36 di jalan Allah 1:12:38 karena kami selaku kepala rumah tangga. 1:12:42 Iya, itu Ustaz. 1:12:45 Eee 1:12:48 nanti bisa dilihat eee 1:12:51 itu kan 1:12:53 persatuan ya. Iya. 1:12:55 Intinya eee pertanyaan persatuan. 1:12:58 Persatuan hati. 1:13:00 Maka nanti bisa dilihat di surah 1:13:02 Al-Hasyr, surah 59 ayat 1:13:05 22. 1:13:07 Ini saya bacakan 1:13:10 artinya saja ya, supaya cepat. 1:13:15 Engkau tidak akan mendapatkan 1:13:17 suatu kaum 1:13:19 yang beriman kepada Allah dan hari akhir 1:13:23 saling berkasih sayang dengan 1:13:25 orang-orang yang menentang Allah dan 1:13:28 rasul-Nya. 1:13:31 Ini prinsip 1:13:34 Jadi yang satu mencintai Allah, yang 1:13:37 satu durhaka kepada Allah, ini tidak 1:13:39 akan bisa berkasih sayang. 1:13:44 Jadi untuk mempersatukan umat, maka 1:13:47 bagaimana? Ya harus sama-sama untuk 1:13:49 mencintai Allah. Katakanlah 1:13:52 eee misalnya keluarga 1:13:54 suami dengan istri, 1:13:56 maka suaminya harus 1:13:58 mendekat, bertakwa kepada Allah. Maka 1:14:01 diajak serta itu 1:14:03 istrinya untuk bersama-sama bertakwa 1:14:05 kepada Allah. Maka nanti akan Allah 1:14:08 persatukan itu. 1:14:10 Ehm. 1:14:13 Jadi di di sini dikatakan 1:14:17 kau tidak akan bisa berkasih sayang 1:14:19 sekalipun orang itu adalah bapaknya, 1:14:22 anaknya, saudaranya, atau keluarganya. 1:14:26 Enggak mungkin akan bisa berkasih 1:14:28 sayang. 1:14:30 Yang satu mencintai Allah, yang satu 1:14:32 mendurhakai Allah, tidak akan bisa 1:14:34 berkasih sayang. 1:14:36 Ehm. 1:14:38 Mereka itu yang di dalam yang di 1:14:41 dalamnya ditanamkan di dalam qolbunya 1:14:44 itu ditanamkan keimanan kata Allah. 1:14:49 Maka 1:14:50 ulaika 1:14:52 hizbullah, mereka itu adalah golongan 1:14:54 Allah. 1:14:55 Jadi 1:14:56 eee apa namanya? 1:14:58 Persatuan itu adalah persatuan hati. 1:15:02 Dengan cara, artinya persatuan hati itu 1:15:05 adalah 1:15:06 yang bisa menyatukan hati itu adalah 1:15:09 Allah. Ehm. 1:15:10 Ehm. 1:15:12 Di ayat yang lain di surah 8, surah 1:15:16 eee apa namanya? 1:15:19 Surah Al-Anfal ayat 63. 1:15:21 Lau anfaqta ma fil ardhi jamian gitu. 1:15:26 Ehm. 1:15:27 Ma allafta baina qulubihim. 1:15:30 Nih. Walaupun kamu belanjakan seluruh 1:15:33 harta bendamu di dunia ini untuk 1:15:37 mempersatukan qolbu itu, niscaya kau 1:15:39 tidak akan bisa mempersatukannya. 1:15:43 Ehm. 1:15:44 Walakinna Allaha allafta bainahum. Akan 1:15:47 tetapi Allahlah yang akan bisa 1:15:51 menyatukan 1:15:53 qolbu mereka itu. 1:15:56 Ehm. 1:15:57 Jadi 1:15:58 persatuan itu sesungguhnya pada 1:16:00 hakikatnya adalah milik Allah. 1:16:03 Jadi kalau umat ini mau bersatu 1:16:06 di mana umat kelompok yang terkecil 1:16:11 keluarga gitu. 1:16:12 Di dalam keluarga itu 1:16:15 ada bapak, ada ibu, ada anak. 1:16:18 Jadi bapak, ibu, anak kalau ingin 1:16:20 dipersatukan oleh Allah maka bapaknya 1:16:23 harus mencintai Allah, 1:16:26 maka si ibunya juga 1:16:28 ikut serta mencintai Allah, 1:16:32 anaknya begitu juga mencintai Allah, 1:16:34 baru nanti akan dipersatukan oleh Allah 1:16:37 subhanahu wa taala. 1:16:40 Jadi persatuan itu kata Allah 1:16:42 lau anfaqta ma fil fil ardhi 1:16:45 walaupun kau belanjakan seluruh harta 1:16:47 bendamu untuk mempersatukan qolbu itu, 1:16:50 niscaya itu tidak akan bisa. 1:16:52 Karena mempersatukan umat ini pada 1:16:55 hakikatnya adalah mempersatukan 1:16:58 qolbu yang satu dengan yang lain. 1:17:00 Ehm. 1:17:01 Sehingga untuk mempersatukan itu 1:17:04 eee itu adalah merupakan hak mutlak 1:17:08 Allah. 1:17:09 Jadi bagaimana? Maka sama-sama 1:17:12 kalau sama-sama semua umat itu 1:17:14 mendekatkan diri kepada Allah, maka 1:17:16 otomatis umat itu akan bersatu. 1:17:19 Tadi sudah disebutkan di dalam surah 59 1:17:23 ayat 22. 1:17:25 Walaupun bapak, anak, istri iya kan? 1:17:29 Yang satu katakanlah misalnya 1:17:32 bapaknya bertakwa kepada Allah, tapi 1:17:34 istrinya durhaka, 1:17:36 maka tidak akan pernah bisa berkasih 1:17:39 sayang antara bapak dan ibu tadi. 1:17:44 Jadi 1:17:45 eee persatuan yang pada hakikatnya itu 1:17:48 adalah persatuan yang sehati, yang 1:17:51 seiman di mana 1:17:54 yang mengikat itu semuanya adalah Allah 1:17:57 subhanahu wa taala. 1:17:59 Jadi kalau untuk mempersatukan umat 1:18:02 di mana umat itu terdiri daripada 1:18:05 keluarga, 1:18:07 maka 1:18:08 langkah yang harus kita lakukan adalah 1:18:11 memper- karena umat itu kan terdiri 1:18:14 rumah tangga-rumah tangga. Iya. Jadi 1:18:16 bagaimana rumah tangga yang terdiri dari 1:18:18 bapak, ibu, dan anak itu semuanya 1:18:21 bertakwa kepada Allah. 1:18:23 Ehm. 1:18:23 Maka nanti kalau satu rumah tangga ini 1:18:25 sudah dipersatukan oleh Allah subhanahu 1:18:27 wa taala, 1:18:28 rumah tangga yang lain juga begitu, maka 1:18:30 umat ini akan bisa bersatu karena 1:18:35 pertalian ikatan yang seiman itu. Dan 1:18:38 itu 1:18:39 merupakan 1:18:40 eee 1:18:42 pekerjaan dari Allah subhanahu wa taala. 1:18:46 Jadi enggak bisa oh misalnya 1:18:49 eee dengan dengan uang misalnya. 1:18:52 Ehm. 1:18:53 Padahal sebenarnya ya uangnya diterima, 1:18:56 tapi hatinya enggak bisa bersatu. 1:18:59 Maka mempersatukan umat ini 1:19:02 hanya bisa dilakukan dengan ketakwaan 1:19:05 kepada Allah subhanahu wa taala, person 1:19:08 per person ya. Ehm. Orang per orang itu 1:19:11 harus sama-sama bertakwa kepada Allah. 1:19:13 Maka otomatis nanti umat itu akan 1:19:14 bersatu. 1:19:16 Ehm. 1:19:18 Dan itu apa namanya? Ayat-ayat 1:19:21 kauniyahnya 1:19:24 eee 1:19:24 itu ya. He eh. 1:19:27 Itu bagaimana mereka itu berkasih 1:19:28 sayang, tolong-menolong, 1:19:31 saling memberikan makanan, saling 1:19:33 memberikan minuman, subhanallah itu. 1:19:36 Itulah 1:19:38 yang ee, apa namanya? 1:19:41 Ayat-ayat kauniyah secara hakiki dan itu 1:19:44 merupakan 1:19:46 satu 1:19:47 ee, pekerjaan Allah subhanahu wa taala. 1:19:49 Otomatis akan dipersatukan oleh Allah 1:19:51 subhanahu wa taala. Kalau semua umat ini 1:19:53 menuju kepada Allah. 1:19:56 Maka mempersatukan umat itu adalah 1:19:59 urusan Allah subhanahu wa taala. 1:20:01 Barangkali itu, wallahualam. Baik, 1:20:03 Ustaz. Terima kasih 1:20:05 atas jawabannya dan demikian untuk 1:20:08 pertanyaan dari pertanyaan terakhir kami 1:20:10 dari Abu Al Bidi Semarang, semoga 1:20:13 terjawab. Sebelum berpisah, Ustaz. 1:20:16 Ada kesimpulan yang bisa disampaikan? 1:20:17 Iya. 1:20:20 Ee, 1:20:23 kesimpulannya adalah ee, 1:20:27 yang pertama bahwa 1:20:29 kita 1:20:30 ee, 1:20:32 perlu untuk mengetahui fungsi daripada 1:20:35 kalbu itu. 1:20:37 Itu yang dimaksudkan dengan man arafa 1:20:39 nafsahu faqad arafa rabbahu. 1:20:42 Jadi, kalau misalnya salah satu contoh 1:20:45 begini, saya ini ee, berzikir atau salat 1:20:48 kok, kok tidak ee, 1:20:52 sulit untuk khusyuk ya. Nah, itu kan 1:20:55 kita kan akan harus tahu penyakitnya 1:20:57 gitu. Iya. 1:20:59 Sama dengan kita sakit mata misalnya 1:21:01 atau katarak. Oh iya, kenapa kok enggak 1:21:04 bisa melihat ee, sesuatu dengan jernih? 1:21:06 Ah, karena ada katarak kita. 1:21:08 Kenapa kita tidak bisa khusyuk kepada 1:21:10 Allah? Ah, maka kita harus tahu gitu. 1:21:13 Artinya bahwa kalbu kita ini perlu 1:21:15 dibersihkan. 1:21:16 Sehingga 1:21:18 ee, 1:21:19 mengetahui fungsi kalbu itu adalah 1:21:22 merupakan 1:21:24 ee, sesuatu yang harus kita 1:21:27 ee, apa? Punyai 1:21:30 untuk langkah selanjutnya untuk mengenal 1:21:33 Allah subhanahu wa taala. 1:21:35 Mudah-mudahan pada 1:21:37 ee, tafsir yang sangat singkat ini akan 1:21:41 memberikan pencerahan 1:21:43 kepada umatnya. Barangkali itu, 1:21:45 wallahualam. 1:21:46 Subhanaka Allahumma bihamdik, asyhadu an 1:21:48 laa ilaha illa anta, astagfiruka wa 1:21:50 atubu ilaih. Assalamualaikum 1:21:52 warahmatullahi wabarakatuh. 1:21:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21:55 wabarakatuh. Terima kasih, Ustaz. Ikhwan 1:21:58 dan akhwat yang dirahmati Allah 1:21:59 subhanahu wa taala, demikian tausiah 1:22:02 kita mengenal fungsi kalbu bersama Ustaz 1:22:05 Rahmatullah dalam program renungan kalbu 1:22:09 di malam hari ini. Saya Abi Agus mohon 1:22:12 undur diri. 1:22:13 Begitu juga dengan rekan saya ada Zen 1:22:15 dan juga Yusuf Subangkit di meja 1:22:18 operator serta rekan kerja yang berada 1:22:21 di Semarang, Sukabumi, 1:22:23 Palembang dan juga di Batam. Billahi 1:22:26 taufiq wal hidayah, wassalamualaikum 1:22:28 warahmatullahi wabarakatuh.