Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Bang Iksanuddin Nursi apa 0:19 kabar? 0:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. 0:24 Doa amin ya. Amin. [berdehem] Amin ya 0:27 rabbal alamin. 0:29 Apa kabar, Bang Ihsanuddin Nursi? 0:31 Nampaknya ee dunia tidak sedang 0:34 baik-baik saja dan Indonesia baru pernah 0:37 melihat angka rupiah berbanding dengan 0:40 dolar 17.000 lebih entah lebih sampai 0:42 berapa ya kemarin Rp100 entah hari ini 0:46 atau besok. Tapi kok di tempat lain 0:48 katanya dolar melemah kenapa di sini 0:51 jadi menguat? Ya mungkin itu yang mesti 0:53 diterangkan perjalanan Bang Ihsanuddin 0:55 Nursi. 0:56 menghadapi ee mata uang rupiah ini di 1:00 tengah Hang Hengghong dunia. Tahu-tahu 1:02 TB Hasanuddin mempertanyakan tentang 1:05 akses militer Amerika yang nampaknya 1:08 satu pergi ke Rusia, satu lagi Menteri 1:11 Pertahanan pergi ke Amerika ketemu Peter 1:13 Higges untuk menyepakati sebuah kerja 1:17 sama pertahanan. Apa yang terjadi 1:19 sebenarnya dari dua cerita ini? Apakah 1:22 ini bebas aktif ke sana? Oke. Ke sini 1:24 oke wallahuam bissawab. Sementara lelang 1:28 kapal Iran. Akankah ini mempengaruhi 1:30 hubungan kita dengan Iran hari ini? 1:32 Urusan apa ya menyedot minyak di tengah 1:36 lautan? Ini menjadi sebuah cerita lain. 1:39 Belum lagi Frigard Iran yang nampaknya 1:42 hancur di India belum lama ini akibat 1:45 dari ditolaknya bergabung dengan latihan 1:47 perang di Indonesia. Dan tentu saja 1:50 pergolakan pasca perundingan Amerika dan 1:53 Iran di Islam Abad akan mempengaruhi 1:57 apa? Di tengah blokade ee Amerika di 2:01 Hermus ikut-ikutan daripada Iran. Apa 2:05 yang akan terjadi? 2.000 ee 200kah harga 2:09 barel minyak atau bagaimana nasib dunia 2:12 ini? Sedang di-setting ulangkah? Siapa 2:15 yang akan berkisah dalam ini? Tafadol 2:18 Bang Iksanuddin Nursi. Eh pencerahan 2:20 untuk pendengar radio silaturahim 40 2:22 menit ke depan. Silakan Pak. 2:25 Bismillahirrahmanirrahim. 2:42 Allahidina Muhammadidina 2:46 soal 2:47 soal perang air 2:52 nanti terakhir ya. [mendengus] 2:54 Iya. ee 2:59 dialog di Islamad 3:02 ee menunjukkan 3:05 bahwa Iran tidak bisa 3:08 ee didikte sesuai dengan kemauan 3:12 Amerika. He 3:14 ee terutama ketika pada saat terjadi 3:18 dialog tiba-tiba ada kapal induk 3:22 ee Amerika 3:23 I 3:24 yang menuju Satmus 3:27 Iran kemudian 3:30 membawanya ke meja perundingan 3:33 dengan menetapkan tinggalkan Telat 3:36 Permus dalam 30 menit atau dialog ini 3:41 berhenti. Uh, begitu. H. 3:45 Jadi, [batuk][berdehem] 3:47 maka G F 3:49 H 3:50 wakil presiden Amerika bersama Jaret 3:54 Kusner kemudian juga katanya ikut step 3:57 with 3:58 dan beberapa yang lain 4:01 itu menelepon Washington, 4:03 menelepon Trump 4:05 dan Trump kemudian memerintahkan kapal 4:07 induk itu 4:09 serta-merta meninggalkan Orms. 4:13 Heeh. 4:14 Eh, setelah terbukti Orms ditinggalkan 4:17 oleh kapal itu, 4:19 baru 4:21 negosiasi berjalan. 4:23 Oh, 4:25 jadi bukan 4:27 ee apa indikasi dari cerita itu. Cerita 4:29 itu adalah di tengah perundingan sedang 4:32 berjalan, Selat termos dimasuki. Oleh 4:34 itu, Iran tidak mau di satu sisi 4:36 kelihatannya 4:38 ee diajak berdamai. sisi lain. 4:41 Tapi kemudian di sisi lain dihina. 4:43 He 4:43 di 4:44 maruah. 4:45 Iran mempertahankan harga dirinya. 4:46 Heeh. Marwah. 4:47 Iran mempertahankan keteguhan hatinya. 4:50 Iran mempertahankan kedaulatan. 4:54 Dan Trump ternyata memilih negosiasi 4:57 tenang kontak militer. 4:59 H. 5:00 Dan itu membuktikan kalau saya 5:01 mengatakan untuk yang ketiga kali 5:05 Iran kalah ee Amerika kalah. 5:08 Amerika kalah. He. [berdehem] 5:10 Amerika. 5:11 He 5:12 ee 5:14 ditembaknya, dihajarnya. 5:16 Wah, 5:17 USS Geral, dihajarnya 5:20 USS Abraham L. 5:22 Dijatuhkannya F15, F35. 5:26 Oh, itu menunjukkan Iran menang, Amerika 5:29 kalah. 5:31 Ya, Iran menang. Lalu kemudian 5:33 dihajarnya sejumlah pangkalan militer 5:35 Amerika di kawasan peluk dan kemudian 5:38 menuntut negara-negara peluk menuntut 5:41 balik ke Amerika. 5:43 H 5:43 itu menunjukkan bahwa Iran berhasil 5:45 lagi. Iran menang lagi. Nah, kali ini 5:47 dinegosiasi di 5:50 Islam [berdehem] upaya dialog seperti 5:52 Islam. Iran lagi-lagi menunjukkan bahwa 5:55 dia punya sikap. Kenapa? 5:58 Pada kasus diusirnya 6:01 kapal ini itu menunjukkan Iran bahwa 6:05 kedaulatan sejengkal pun tidak boleh 6:07 diserahkan ke pihak sini. H 6:10 walaupun itu kedaulatan kedaulatan air. 6:13 Kedaulatan air kan kalau kalau 6:14 kedaulatan air batasan-batasannya agak 6:16 repot kan. 6:17 Iya betul. Ada apalagi mepet begitu. 6:20 Heeh. 6:21 Mepet begitu yang cuma sekedar 6:23 30 km. 6:25 Nah, ee makanya saya bilang Iran menang 6:28 3-0 6:28 H 6:29 atas Amerika. Ditambah lagi dengan 6:32 keributan di dalam negeri Amerika 6:35 antara 6:37 antara Donald Trump dengan Leop. 6:42 Keributan Leop ini eh sampai-sampai 6:46 mengundang 6:48 ee menarik duta besar Amerika di Vatikan 6:52 H 6:52 disuruh pulang. 6:54 sampai kalimat kalimatnya di pemberitaan 6:58 ee orang tidak waras ini sebagaimana 7:00 saya sebut di 7:03 He 7:04 mereka baru menyebut ketidakwarasan itu 7:06 sekarang dan perdebatan itu tajam 7:09 [berdehem] 7:10 melibatkan berbagai kalangan sampai 7:12 akhirnya hampir seluruh ee kalangan 7:16 masyarakat Amerika yang memilih memeluk 7:19 agama Katolik 7:21 gitu ya. 7:23 itu langsung 7:26 komponis terang 7:28 dengan berbagai macam termasuk akhirnya 7:30 bahkan 7:32 mengikuti cerita tentang absta 7:35 bagaimana 7:36 cara itu 7:37 pelukan pelukan pelukannya Melania 7:40 dengan JPFC 7:43 He 7:44 sebagai kiriman dari Imel Malon karena 7:49 Immanel Maron dihina oleh Trump. 7:52 Hm. dengan mengatakan transgender pria 7:55 istrinya istrinya istri [tertawa] 7:57 istrinya Macron di transgender free 8:01 ini mulusnya. 8:04 He 8:04 iya. Selain persoalan angka 200 miliar 8:07 hingga hari ini belum disetujui kongres 8:08 perangkat biaya. Sementara mereka 8:10 mengatakan mereka sudah menghabiskan ee 8:13 15 miliar US dolar. 8:15 Hm. 8:17 15 miliar US mereka sudah habiskan. Tapi 8:20 kalau kalau R 15 miliar saya kira lebih 8:24 ya karena begitu banyak senjata mutahir 8:27 Amerika yang dihancurkan oleh IR. 8:29 Di luar bantuan Timur Tengah ya. del 8:31 negara yang nampaknya masih belum 8:33 menentukan sikap ya. [berdehem] 8:35 Iya. Jadi ee dari aspek ini yang untung 8:40 kalau saya dalam seperti posting saya di 8:43 grup ke termasuk ke ahli santal 8:46 yang untung Cina gitu. 8:47 Nah, itu dia 8:48 ya yang untung Cina gitu dari berbagai 8:51 hal untuk Cina. Nah. 8:53 [berdehem] 8:53 Nah, lalu kita melihat orang masih 8:56 memasalahkan apakah ini perang perang 9:00 sekedar meributkan nuklir sistem 9:03 dan ee tokoh-tokoh 9:07 boneka. 9:08 Hm. 9:10 Kalau dari ketiga-tiganya memerangi 9:12 sistem-sistem enggak ambruk, 9:15 menyingkirkan Ali Hamene berlanjut ke 9:17 anaknya, bahkan dianggap lebih keras dan 9:20 lebih muda, lebih lebih 9:22 lebih punya jiwa berjuang daripada 9:24 Hamine yang usianya sudah 80-an 86 gitu 9:27 ya. 9:27 Teralu bijak katanya 9:30 ya. H. 9:30 Lalu yang ketiga ketika dibilang 9:34 menghapuskan kekuatan militer terutama 9:36 nuklir, terbukti Iran setiap diserang 9:39 mampu membuat balasan. 9:42 Jadi lagi-lagi Amerika kalah. Tujuan 9:44 perang Amerika menjadi bias bahkan 9:46 disebut sebagai tujuan perang Amerika 9:48 menjadi tidak jelas. 9:50 He. 9:51 Karena karena ee Iran menggunakan 9:56 metode asimetri dan atrisi. 9:58 Hm. maksudnya. 10:00 Nah, ini eh 10:04 attrition world. H. 10:05 Nah, dengan begitu sesungguhnya ini 10:09 pembelajaran bagi umat Islam sedunia 10:13 bahwa 10:15 kita tidak bisa melihat sesuatu dengan 10:18 sebelah mata. Bahwa kita tidak mungkin 10:21 bergabung dengan mereka yang menjalimi 10:24 Islam. 10:25 Bagaimana mungkin Anda yang menyaksikan 10:29 perilaku 10:31 genosida dan kejahatan kemanusiaan 10:33 sebagaimana diputuskan oleh 10:35 International Crime of Justice gitu ya 10:38 terhadap dan kemudian Anda membantu ee 10:43 bersama-sama memerangi lalu kemudian 10:45 Anda menyatakan orang yang dituding 10:47 sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan 10:48 genus sebagai membutuhkan dukungan 10:50 kedamaian dari Anda gitu kan enggak 10:52 mungkin ya 10:54 mustahil Jadi ada logika terbalik-balik 10:56 di sini. Logika saya enggak belum 10:58 bicara, 10:59 saya belum bicara tentang 11:02 agama ya. Saya bicara tentang logika dan 11:04 moral. Persem h 11:06 logika, etika, dan moral. Jadi kalau mau 11:09 dibalik lagi bisa juga moral, etika, dan 11:12 logika. Tapi kalau kita balik dari 11:13 logika, 11:15 etika, dan moral ini enggak logis. 11:19 Nah, ketika kita bicara logika etika dan 11:21 moral yang tidak logis itu justru 11:22 mendapat dukungan. Maka sesungguhnya 11:25 yang dipertanyakan adalah logika etika 11:27 dan moral kita. Paling tidak logika 11:29 kemanusiaan kita, etika kemanusiaan kita 11:31 dan moral kemanusiaan kita. Nah, kalau 11:34 sudah sampai ke situ, [berdehem] 11:36 di situ Trump ketemu dengan problematik 11:38 konstitusinya. 11:40 Maka 11:42 ee ribut juga di Amerika soal 11:43 kemungkinan Trump di impage yang ketiga 11:46 kali. 11:48 Salah yang pertama gagal, yang kedua 11:49 gagal, 11:50 yang ketiga kalau tidak pun diimpage 11:52 mereka akan menggunakan amandemen ke-25. 11:55 Amandemen ke-25 langsung menjatuhkan 11:57 satu presiden 11:58 yang ee masalah soal perang. 12:02 H 12:03 bermasalah soal perang. Di [berdehem] 12:05 situlah kemudian Trump di ee 12:08 dibanding-bandingkan 12:11 dengan kobus, dibanding-bandingkan 12:13 dengan Obama, dibanding-bandingkan 12:15 dengan Biden 12:16 eh bahkan dibanding-bandingkan dengan 12:19 Jaral Herbert Wobus senior 12:22 gitu ya. [berdehem] 12:25 Sampai seberapa jauh sebenarnya? Nah, 12:28 dari kerangka itu kita balik lagi ke 12:29 konstitusi kita. Kita sedang menjalankan 12:32 kata pembukaan kita pangkat. 12:33 Oh 12:34 bahwa kemerdekaan adalah hak segala 12:36 bangsa. Karena itu penjajahan harus 12:38 dihapuskan dari muka bumi di manaun dan 12:41 dalam bentuk apapun. 12:42 Jadi penindasan penjajahan dalam bentuk 12:45 apapun dan di manapun harusnya hapus 12:48 dari muka bumi. 12:49 H 12:49 dan kita tidak pernah mendukung. kita 12:51 tidak pernah tidak akan pernah dan tidak 12:55 boleh mendukung penjajahan itu. 12:58 Itu kalau pakai alineia alineia kalau 13:01 pakai paragraf pertama aline pertama. 13:04 Kalau pakai alinea ketiga itu berkat 13:08 rahmat 13:10 dan didorongkan oleh keinginan luhur. 13:13 Maka ketika dua kata ini digabungkan 13:14 jadi satu, tidak ada pembenaran atas 13:17 kejahatan kemanusiaan dan genosida. 13:20 itu pakai alineia ketiga, 13:22 pakai alineia keempat. Di situ kita 13:25 bilang perdamaian 13:27 berdasarkan keadilan. 13:31 Jadi perdamaian 13:33 gitu ya yang muncul dengan keadilan 13:35 berdasarkan Ketuhanan yang maha esa. 13:37 Jadi kalaupun kita bicara perdamaian, 13:40 perdamaian tidak boleh didasarkan atas 13:42 desakan, kekuatan. Jadi tidak ada 13:45 perdamaian, tidak ada kalimat peace 13:47 through strength. Itu tidak ada. 13:49 Musinya peace through justice 13:54 mestinya itu. Jadi kalau dibilang peace 13:56 through justice, 13:59 kedamaian atau perdamaian didasarkan 14:01 pada keadilan, maka dia akan bertolak 14:03 belakang dengan perdamaian berbasis 14:06 kekuatan apalagi kekuatan militer. Nah, 14:09 di sini [berdehem] ee 14:13 kita menjadi bertanya-tanya ketika kita 14:16 mengizinkan kekuatan 14:19 Amerika udara melintas udara kita, kita 14:22 sebenarnya sedang sedang dalam posisi di 14:25 mana? Apakah ini betul-betul menunjukkan 14:27 kalimat sebagai eh non alignment 14:30 movement atau gerakan non block sudah 14:31 tidak lagi relevan sehingga kita harus 14:33 ngeblok? Tapi kalau kebun kita harus 14:35 ngeblok, kenapa kemudian kita berangkat 14:38 juga ke Rusia gitu? H 14:40 ah ini ini yang menjadi 14:42 pertanyaan-pertanyaan. 14:45 Nah, ee relasi politik berikutnya adalah 14:49 hubungan politik berikutnya adalah ini 14:52 akan dicatat dalam sejarah dunia 14:55 internasional, 14:56 akan dicatat dalam sejarah internasional 14:59 bahwa ee Indonesia dalam panggungnya 15:04 yang konstitusinya menyatakan ee tidak 15:06 berpihak atas kekerasan dan peperangan 15:10 ee dia harus menunjukkan sikap damai. 15:12 dan ternyata kita bersikap seperti itu. 15:16 Nah, ee catatancatatan seperti ini ee 15:20 tentu berbeda dengan catatan 15:21 masyarakatnya yang sebagian besar 15:24 walaupun mengambil sikap Suni. Melihat 15:27 Syiah Islam itu adalah juga sebenarnya 15:29 sebagian saudaranya walaupun sebagian 15:31 menyebut Islam bukan Iran bukan bukan 15:34 Suni. Nah, di situ kita tidak ketemu 15:36 dengan istilah 15:38 Islam yang satu. Kita tidak ketemu 15:40 dengan istilah umatan wahidah. H 15:43 kita dipersatukan oleh iman paling tidak 15:46 oleh enam unsur iman begitu. Kita 15:48 dipersatukan oleh bunial Islam alhams 15:52 kita dipersatukan itu. Kita dipersatukan 15:54 oleh nabi, kita dipersatukan oleh kitab, 15:56 kita dipersatukan oleh sistem 15:57 pembelajaran. 15:59 Nah, ketika masuk ke persoalan ekonomi, 16:02 maka ketika dolar melemah, Indonesia 16:04 malah posisi kuat. Hari ini beritanya 16:08 adalah kita lihat sejumlah asing memang 16:11 melepas sahamnya. He. 16:14 Sehingga indeks harga saham gabungan 16:15 berada di posisi 7.500. 16:18 He. 16:19 Nah, kalau kemudian juga ee terjadi ee 16:23 dolar menguat terhadap rupiah itu 16:26 lagi-lagi karena Salat Formus 16:29 betul-betul mengganggu posisi Indonesia. 16:32 H. Saya tidak tahu apakah memang dua 16:34 kapal tanker Indonesia sudah dilepas apa 16:36 belum. 16:36 Belum. 16:37 Isunya simpang siur. He. 16:39 Ada yang bilang sudah lepas, ada yang 16:40 bilang 16:41 belum. Tapi pernyataan resmi dari 16:43 pemerintah dari Pertamina belum juga 16:46 jelas apakah sudah lepas atau belum. 16:48 Nah, kalau belum itu membuktikan bahwa 16:51 ee Iran tidak dalam posisi 16:54 nyaman. 16:54 Tidak dalam posisi nyaman dengan sikap 16:57 Indonesia. E dan lagi lagi-lagi terbukti 17:01 bahwa kita sangat tergantung dengan 17:04 platform karena ee Singapura, Malaysia 17:08 yang mengimpor minyaknya ke Indonesia 17:11 sebagian besar juga didatangkan tetap 17:13 dari Saudi Arabia. 17:14 H 17:15 tetap didatangkan dari ee negara Teluk 17:18 itu melalui Salat Hormos. Nah, ketika 17:21 dolar menguat terhadap rupiah itu lebih 17:24 disebabkan oleh persepsi pasar bahwa 17:26 Indonesia akan mengalami krisis energy. 17:28 Dan kita sudah kita lihat pom bensin 17:30 antrian panjang. 17:31 He. 17:32 P bensin asing tidak menyediakan sama 17:34 sekali pertamak plus. 17:36 H 17:36 enggak ada 17:37 kosong sama sekali tidak tersedia. 17:40 Nah, itu menunjukkan kita sedang menapak 17:44 menuju pintu krisis energi kalau perang 17:48 ini berlanjut. 17:49 Hm. Jadi ada tus jika perang ini terus 17:51 berlanjut secara militer dan platformus 17:54 eh terbuka terbatas terbatas terbuka 17:58 karena Iran mengizinkan kemarin misalnya 18:00 kapal Prancis katanya lewat dengan 18:01 bayar. 18:03 Iya. 18:04 Nah, itu ee ceritanya begitu sampai di 18:06 situ dan ya tentu saja fiskal jadi 18:09 melemah karena moneternya melemah. 18:11 Lagi-lagi terbukti bahwa kita untuk 18:14 didik untuk didikte gampang sekali 18:16 diktate saja seperti tesis Ihsanuddin 18:18 Nursing, dikt saja melalui tiga hal, 18:21 melalui enter, fiskal, dan sektoral maka 18:24 Indonesia akan terjadah. Itu sektornya. 18:26 Lalu kemudian caranya gimana? Caranya 18:29 sistem regulasi, sistem kebijakan 18:31 regulasi, standarisasi gitu ya. 18:35 Ee akuntabilitas dan reputasi jatuh 18:38 Indonesia. 18:39 Karena semuanya ee merasa hebat. dengan 18:42 menyatakan diri tergabung apa terkait 18:44 dengan ekonomi terbuka ekonomi 18:47 ee 18:47 luar lihat 18:49 begitu ngelihatnya gerak. 18:51 Iya. E ini kan ada perjanjian resiprokal 18:55 juga lucu ya. Sementara pengadilan di 18:58 Amerika ini akan mengembalikan bea masuk 19:01 170 miliar atas putusan dari ee dari 19:07 mahkamah di Amerika. Ee sementara 19:10 Indonesia sudah berjanji akan mengikuti 19:13 apa yang ditentukan pemerintah Amerika. 19:15 Apa ini, Bang? Jadi sedemikian lemahkah 19:17 Indonesia? Kan dulu Indonesia paling 19:20 pertama diterima oleh Donald Trump dalam 19:22 perjanjian ini. Sekarang ini dunia 19:25 sedang menyorot negeri hamba ini akan 19:27 macam gimana di tengah perang yang 19:29 katanya berlanjut tidak, berlanjut 19:31 tidak, sepertinya akan panjang ini 19:34 cerita gitu, Pak. 19:36 Ya, kalau soal eh agreement on 19:40 reciprocal trade, he 19:41 keputusan kongres sesungguhnya 19:45 keputusan sori keputusan Mahkamah Agung 19:46 sebenarnya ee tidak berkaitan dengan ee 19:53 tarifnya tapi berkaitan dengan 19:55 sektor-sektornya. Jadi sori terkaitan 19:57 dengan tarifnya artinya tidak 19:58 sembarangan menerpkan tarifnya. sehingga 20:01 kalau kalau kita mau bilang ada 20:07 yang menyangkut dengan Indonesia yaitu 20:10 karena tadi 20:11 h 20:12 Anda sudah gagal berdiplomasi tapi Anda 20:15 langsung bernegosiasi. 20:17 Nah, itu kita harus ngelihat siapa tim 20:22 pengarahnya, siapa tim pelakunya, siapa 20:25 pemikirnya untuk menyesuaikan atas 20:28 konsep-konsep yang dilakukan. Nah, di 20:30 situ orang banyak bilang bahwa BOP 20:31 maupun ART sesungguhnya sudah melanggar 20:34 konstitusi gitu. Nah, itu adalah tingkat 20:36 kelemahannya [berdehem][batuk] 20:39 kelemahan yang terjadi di situ, gitu. 20:42 Nah, ini menggambarkan juga bahwa kita 20:52 kalau kita akhirnya ee 20:56 berkaitan dengan situasi 21:00 ee yang 21:03 sebentar saya sebentar sebentar. 21:08 Hm. 21:11 Halo. 21:11 Halo. Ya, lanjut, Bang. Iya. Halo. Jadi 21:14 kalau kita 21:16 kalau kita melihat soal ART dan POP, 21:19 kita ada masalah memang 21:21 dengan kondisi kedalatan ekonomi politik 21:23 kita. Hm. 21:25 Ekonomi politik kita 21:27 ya seperti banyak kajian 21:30 h 21:30 bahwa 21:32 akhirnya kita malah 21:35 disebut lebih mendukung Washington 21:37 daripada mendukung dalam negeri. 21:39 Walau. 21:39 Nah, ini 21:41 iya 21:42 walaupun Pak Prabowo segera pergi ke 21:45 Rusia bertemu Putin ini kan macam ee 21:49 strategi apa yang sedang terjadi Bang? 21:52 strategi Citra. 21:54 Oh, Citra. 21:55 Jadi begini, jadi kalau Citra bahwa kan 21:59 pergi juga sebelumnya ke si Jining, 22:01 terus juga main ke 22:03 kan ingat enggak ketika kita dialog soal 22:06 bagaimana kita tetap tunduk pada 22:08 keputusan OEACD 22:09 h 22:10 ee tentang penggunaan dolar gitu ya. 22:13 Iya. 22:13 Tapi juga kita kemudian mencoba mencoba 22:15 masuk ke dalam break gitu ya. He he. 22:17 Nah, itu kan gambaran bahwa ee kita 22:20 mencoba main dua kaki tanpa melihat main 22:23 dua kaki itu kekokohan di internal. Jadi 22:26 ee bahasa sederhananya begini, Anda 22:28 jangan pernah bicara kekuatan eksternal. 22:32 Kalau di dalam posisi internalnya di 22:34 domestiknya tuh rapuh gitu. Enggak boleh 22:36 begitu 22:37 ambilnya 22:39 mustahil gitu [berdehem] ceritanya. Nah, 22:42 ya enggak boleh dong. Anda jangan bicara 22:44 soal kerukunan rumah tangga Anda. Jangan 22:47 bicara kerukunan rumah tangga orang 22:48 lain, gitu ya. Konflik rumah tangga 22:51 tetangga. Sementara kerukunan di dalam 22:53 diri rumah tangga Anda sendiri 22:55 berantakan, enggak bisa begitu gitu loh. 22:57 Mustahil gitu. 22:59 Iya. 22:59 Apa poinnya? [berdehem] 23:01 Poinnya adalah 23:03 ini. Ini bukti bahwa tesa Ihsanudin 23:06 Nursi itu benar. 23:08 Hm. Undang-Undang Dasar 2002 itu tidak 23:11 menghasilkan pemimpin yang memahami 23:13 betul akan ee amanah konstitusi. Kenapa? 23:18 Karena Undang-Undang Dasar 2002 itu 23:21 mengkhianati, menjungkir balikkan 23:22 konstitusi. 23:24 Nah, pemimpin yang dipilih dengan cerita 23:26 liberal itu, dengan demokrasi liberal 23:28 itu, itu lebih merupakan fabrikasi 23:31 sistem demokrasi yang dibentuk lewat 23:34 yang namanya pencitraan apakah itu 23:36 survei atau kegiatan-kegiatan lain. 23:38 H 23:39 apalagi kemudian gitu ya, kedaulatan 23:41 rakyatnya sudah diambil 23:43 oleh yang namanya partai politik. 23:45 H oligarki. Nah, itu jadi masalah oleh 23:48 kedulatan politik. 23:49 Heeh. 23:50 Walaupun kemudian di belakang itu baru 23:52 diambil oleh olarti bisnis. Nah, di 23:54 dalamnya merujuk pada pasal ayat 2 23:57 dengan posisi kedaulatan diambil partai 23:59 politik lalu kemudian presiden berada di 24:01 belakang posisi kekuatan oligarki maka 24:04 kekuatan persoalannya cuma persoalan 24:06 bisnis. 24:08 Terjadilah du fungsi antara pengusaha 24:10 dengan penguasa. 24:12 Pengusaha dengan penguasa. Bang. 24:14 Nah, rakyat banyak ya akan menjadi 24:17 pihak yang terpingkir, terpinggir dan 24:19 tertinggal. 24:21 H 24:21 begitu kalimatnya. Diganti dia 24:23 terpingkir, terpingkir, dan tertinggal. 24:25 Lalu tidak berdaya. Atas 24:26 ketidakberdayaan itu mereka bersedia 24:29 menjadi budak tanpa mereka sendiri 24:30 mereka adalah budak. Nah, itu problemnya 24:33 itulah yang saya sebut sebagai modern 24:34 celeby system gitu melihatnya. 24:37 [berdehem] 24:38 Ini ini berhenti cerita kita gitu 24:41 ya kenyataan sistem yang 24:44 sebenarnya sudah ada tapi tidak 24:46 dijalankan. Ada konstitusi, ada 24:49 Ketuhanan, ada Pancasila yang lain-lain 24:51 hanya sebagai narasi ya macam-macan 24:55 kertaslah gitu. Tapi kok bisa sebuah 24:57 negara berjalan seperti itu Bang? 25:00 Jadi kalau ini bukan sistem tidak 25:02 dijalankan, sistemnya dijungkir balik. 25:05 Oh. Jadi kalau menurut keputusan MPR 10 25:08 Agustus 2002 gitu ya, 25:11 keputusan MPR 10 Agustus 2002 25:14 H 25:15 itu ada hal yang sangat bertentangan dan 25:17 kemudian malah memahami bahwa ada 25:20 Undang-Undang Dasar Palsu 25:22 10 Agustus 2002 itu keputusan salah satu 25:25 keputusan MPR sebelum melakukan 25:27 amandemen mereka menyatakan begini bahwa 25:30 Undang-Undang Dasar yang telah diubah 25:33 empat kali ini adalah Undang-Undang 25:36 Dasar 45 sebagaimana diberlakukan lewat 25:41 dekrit Presiden 5 Juli 59 dan dikungkan 25:45 lewat sidang MPR 22 25:48 April gitu. 25:50 Jadi ee itu sudah 22 Juli. 22 Juli 9. 25:55 Jadi artinya berlaku dua konstitusi dan 25:58 konstitusi tadi lebih di mereka kok 26:00 undang-undar 2002 dan problematik 26:03 besarnya juga berlaku dekret dan mereka 26:05 memberlakukan Undang-Undang Dasar yang 26:07 sesuai dengan kepentingan mereka, dengan 26:09 kebutuhan mereka. H. 26:11 Nah, ini kejadiannya menunjukkan bahwa 26:14 selama satu generasi ini kedaulatan 26:17 politik yang diambil oleh partai politik 26:19 telah mengakibatkan pihak-pihak yang 26:22 diuntungkan oleh Undang-Undang Dasar di 26:25 Bodua itu berani mereka menikmati 26:28 kesalahan kalau dalam bahasa saya 26:33 orang lain 26:34 tertawa-tawa di atas 26:36 ee ee ee penderitaan pihak dan bahkan di 26:40 atas ee ee jatuhnya harkat martabat 26:43 bangsa gitu. Mereka tertawa bahagia 26:45 padahal itu bangsa mereka sendiri. 26:47 Nah, itu yang saya sebut begitu gitu. 26:49 Ee makanya ee ini juga nanti sore saya 26:52 akan melakukan ee satu kajian dengan ee 26:57 kajian Pak ee sebagaimana Pak Tri 27:00 Sutrisno almarhum menyampaikan 40 hari 27:03 lalu gitu ya. 27:04 Kami 27:06 ee mengingatkan begitu gitu. 27:08 Hm. Dan 27:11 ee 27:13 dari situ kita mencoba mengingatkan anak 27:15 bangsa bahwa ini sistem kita sudah 27:18 mengkhianati semangat jiwa kejuangan dan 27:21 nilai-nilai yang dibangun oleh father 27:23 gitu ya. 27:24 Ada sebagian bilang 27:26 saya subjektif terus kita kunci kembali 27:28 ke mana ya itu mereka karena mereka 27:30 menikmati pengkhianatan. Kalau saya 27:32 mereka menikmati pengkhianatan atas 27:34 Undang-Undang Dasar 27:35 yang dikukuhkan pada 18 Agustus 45. 27:39 Mereka mengkhianati Pancasila. 27:42 He he. Iya. 27:42 Demokrasi liberal. Pancasila [berdehem] 27:44 menuntut ada keadilan sosial. Pancasila 27:47 menuntut Ketuhanan Yang Maha Esa. 27:49 Sehingga enggak mungkin negara ini 27:50 negara sekuler. Tidak mungkin. Negara 27:52 ini dilarang menjadi negara sekuler. Dan 27:55 sekarang kita menjadi negara sekuler 27:56 habis-habisan 27:57 seperti ditubing oleh seorang pendakwah 28:00 ee dari India. 28:02 H. 28:02 Ada sebuah negara besar penduduk besar 28:04 tapi negaranya sekuler. Gitu ceritanya. 28:06 [tertawa] dia tidak nyebut Indonesia 28:08 gitu, [mendengus] 28:08 tapi kita tahu negara berpus besar 28:10 mayoritas Islam adalah Indonesia 28:12 dan sekuler ya kita karena kita memang 28:16 setelah berhasil diterjang oleh 28:17 Washington sejak [berdehem] 97 sampai 28:20 dengan 2002 ya salah satu produknya 28:23 adalah Undang-Undang Dasar 2002 gitu 28:25 melihatnya. 28:26 Nah, ini ee membutuhkan keberanian para 28:29 pihak untuk melakukan muhasabah diri, 28:32 muhasabah negeri, muhasabah konstitusi, 28:36 gitu. Jadi saya bilangnya muhasabah 28:38 diri, muhasabah kelompok dan kalangan, 28:41 muhasabah konstitusi, muhasabah negeri. 28:45 Ee musabah negeri tadi masa kita mesti 28:47 membenarkan udara kita. Oke, gitu. Masa 28:50 kita mendukung [tertawa] 28:51 satu perdamaian berbasis kekuatan yang 28:53 kemudian memang menindas-nindas 28:55 perdamaian dan harga kemanusiaan serta 28:57 genosida. Gimana ceritanya? H 28:59 bagaimana kita mesti bilang 29:00 ada seorang berubel-ubel bahkan di 29:02 sebuah stasiun TV swasta ketika debat 29:05 dengan saya dengan bangganya menyebut 29:07 tidak ada urusan sudah BP sudah benar 29:10 ini berlaku Alanam 62 63 dia tidak 29:13 melihat bahwa sesungguhnya pertolongan 29:15 Allah tergantung pada perjuangan kita 29:17 sendiri gitu dan kalau perjuangan kita 29:18 sudah sesat ya kita seperti disebut lagi 29:20 dalam 29:21 dalam Ali Imran 29:22 Al Imran menyebut bahwa kita akan 29:24 terhanyut dalam kebodohan keteresatan 29:25 dan akan terus-menerus dalam 29:27 keteresaatan kebodohan itu gitu loh kan 29:29 itu jadi masalah artinya 29:32 halal kayak gini yang mestinya menjadi 29:34 bagian dari kita bermuhasabah diri 29:36 bagian dari muhasabah negeri. Maka ada 29:38 teman-teman juga yang bilang udah deh 29:40 bangsa kita taubatan aja deh karena 29:42 sudah ada pengkhianatan gitu. 29:44 Iya memang pada para sebagian masyarakat 29:48 setidaknya pendengar hasil sudah pada 29:50 tahapan yang ya sudah kita serahkan 29:52 kepada Allah. Karena keberanian ini yang 29:55 tadi Bang Iksanuddin sampaikan itu sudah 29:59 sedemikian tereliminir dengan baik 30:02 dengan ekonomi maupun oligarki apalagi 30:06 ee kalau salah ngomong nanti dibilang 30:08 antek-antk. Nah, ini kan e macam 30:11 keberanian yang tergerus dan adu domba 30:14 pun terjadi. Energi di negeri yang 30:17 nampaknya kaya ini luar biasa akan 30:20 tergerus terus dengan keadaan yang 30:22 seperti Bang sampaikan. Kapan keberanian 30:25 itu dan bagaimana merintis itu yang bisa 30:28 diingatkan di menit-menit terakhir 30:30 dialog kita, Bang. Silakan. Oke. Eh, 30:34 sebenarnya kalau kita teguh berpegang 30:36 pada ajaran 30:38 wahzanuum 30:41 gitu ya. 30:42 Kalau kita teguh memegangumar, 30:45 kalau kita pegang teguh pada anjuran 30:48 yang setiap Jumat disampaikan oleh para 30:52 gitu ya. 30:56 Maka tidak ada urusan menjadi manusia 30:59 yang kecil hati, manusia yang bersedia 31:01 hati. 31:02 H 31:02 kita harus bangkit. Iran membuktikan 49 31:06 tahun di embaru dia tetap punya punya 31:08 martabat. Kita punya harga diri muncul e 31:11 kata-kata perbandingan keras kepala 31:13 dengan kata-kata keteguhan gitu 31:15 [tertawa] kan. Itu kan ramai itu kayak 31:17 gitu. Walaupun kemudian sumbernya 31:19 bermasalah gitu ya. Betul. Betul. 31:20 Tapi paling tidak masyarakat Indonesia 31:22 melihat 31:22 bahwa kata-kata keras kepala itu berbeda 31:24 dengan kata-kata keteguhan. 31:26 Menurut saya kata-kata keteguhan hati 31:28 itu bagian dari istikamah. H 31:30 karena istikamah itu terdiri atas tiga. 31:32 Teguh 31:34 gitu ya. Tangguh dan teduh gitu. 31:37 Kalau kita kalau bicaranya teguh-teguh 31:39 dan tangguh ya mestinya kita tahu persis 31:43 bahwa tidak mungkin 31:45 ee kita menjadi serba takut kalau 31:47 diembargo. 31:49 Nah, pada konsepsi kayak gitu 31:51 sebenarnya Gauzul Fikri perang pemikiran 31:54 kita yang saya sebut sebagai bagian dari 31:55 perang peradaban 31:57 itu sukses. 31:59 Hm. H 31:59 telah ngebangun kecemasan dalam ee dalam 32:03 dalam umat Islam 32:05 sehingga ketemuinasikah. 32:10 Jadi setan itu memang membisikan sikap 32:12 was-was. Berhasil mereka membisikan 32:15 sikap was-was. Was-was akan kehidupan 32:17 ekonomi, was-was akan kehidupan sosial, 32:19 was-was akan berbagai macam hal gitu. 32:22 sehingga tidak ada tidak muncul 32:24 kesadaran bahwa ketika kita menolong 32:26 Allahum 32:28 tidak terjadi. 32:29 Tidak terjadi karena literasi literasi 32:31 yang kurang bangsa iniendah liter 32:35 itu yang yang punya punya masalah besar 32:38 gitu dalam konstruksi kehidupan kita. 32:40 Nah, balik-baliknya lagi itu semua 32:42 karena kita berhasil dipecah belahu 32:44 domba. 32:44 H 32:45 itu bagian dari desepsi. 32:46 Iya. itu bagian dari cara bagaimana 32:49 Al-Qur'an menjelaskan perilaku bangsa 32:51 Yahudi. 32:52 Hm. 32:53 Bagaimana Bani Israel ee itu berperilaku 32:56 seperti itu gitu loh. 32:58 Iya. I 32:59 terkadang juga sebagian umat Islam tidak 33:00 ngerti apa perbedaan Bani Israil sama 33:02 Yahudi gitu loh. [tertawa] 33:04 Itu aja terkadang pusingis. Iya. 33:07 sehingga mereka bisa kalau kalau kita 33:09 [berdehem] balik lagi ke dalam 33:10 konstruksi keumatan, maka tugas para 33:13 ulama saya kemarin ee di hari Ahad 33:15 kemarin saya bicara di sekitar 35 orang 33:19 para mubalig 33:21 Jakarta. 33:22 Hm. 33:23 Para mubalik Jakarta hari Ahad kemarin 33:24 sampai dengan zuhur dari pagi dan 33:26 jam 09an anan sampai zuhur. 33:28 H. 33:28 Salah satu ucapan saya itulah peranan 33:30 ulama, itulah peranan para mubalig, 33:32 itulah paranan para asatid. 33:35 Heeh. bagaimana ee menyadarkan umat 33:38 bahwa perlu kembali memegang Al-Qur'an 33:40 dan hadis secara benar, bukan berpegang 33:42 pada fikih yang sesungguhnya belum tentu 33:44 fikih tadi tetap ee ee kontekstual dan 33:47 ee relevan serta signifikan dengan 33:50 kondisi sekarang gitu. Misalnya kalau 33:52 kita bicara soal kekuatan IT, bagaimana 33:55 Iran dibantu oleh kekuatan IT-nya Cina 33:58 misalnya, itu tidak ada penjelasan dalam 34:00 hadis dalam dalam fikih. 34:02 Iya. 34:02 Apa penjelasan dalam fikihnya? bagaimana 34:04 kekuatan satelit bicara ee di dalam 34:06 fikih misalnya, bagaimana ee ee saya 34:09 baru memposting misalnya ee bagaimana 34:12 kekuatan satelit Cina itu membantu ee ee 34:15 sistem pertahanan dan sistem serangan 34:17 Iran gitu misalnya 34:18 presisinya 34:19 kan luar biasa di situ. Soal fikih 34:21 enggak bisa ngejawab. Yang bisa ngejawab 34:22 ayat. Apa ayatnya? Lihat aja bagaimana 34:25 segala sesuatu berjalan sesuai dengan 34:27 orbitnya. Bahwa yang namanya frekuensi 34:30 selalu menerbangkan pesan Algeria atau 34:33 jarwa misalnya kan gitu ngelihatnya. 34:35 Jadi kalau kita kembali ke dalam ayat 34:37 dan hadis kita akan dapat pencerahan 34:39 yang dalam. 34:40 Nah kebanyakan kita berdebat dalam 34:43 kondisi fikih tanpa punya kedalaman yang 34:45 cukup pada pemahaman umatan wahida. 34:48 kepada pemahaman bahwa Muhammad adalah 34:49 rahmatan lil alamin. Misalnya tentang 34:52 membedakan milah sama adin saja. 34:54 Millah misal misalnya kalau pada 34:56 Albaqarah 120 kan penggunaan istilahnya 34:59 adalah gitu ya 35:00 ee milah. 35:02 Iya. 35:04 Yahuda 35:07 lalu ayat yang lain inallahil Islam ni 35:12 tahum ada Ibrahim juga ada Mila Ibrahim 35:14 Hanifah. Lalu kayak gimana? 35:16 Diterjemahkan secara umum ialah sebagai 35:18 agama, tapi adin juga diterjemahkan 35:20 sebagai agama. Nah, di situ kan 35:22 membutuhkan kedalaman pemahaman 35:25 apa relasi, apa hubungan signifikan 35:26 antara Milah sama Adin misalnya. Nah, 35:29 itu memberikan pemahaman mendalam dalam 35:30 konstruksi iman. Nah, ketika masuk dalam 35:33 konstruksi iman kita melihat Iran dengan 35:35 tegas, dengan teguh, dengan tegap, 35:38 dengan bangga gitu ya. 35:40 Iya. 35:40 Tangguh gitu menunjukkan Republik Islam 35:43 Iran. Oh, dahsyat kan? literasi jelas 35:45 dan musuhnya jelas. 35:46 Ini pembelajaran mahal sebenarnya. Jadi 35:48 umat Islam dunia khususnya umat Islam 35:51 Indonesia sedang mendapat pembelajaran 35:53 paling mahal 35:54 atas yang namanya ee pembelajaran 35:57 kehidupan berbasis sekuler dan kehidupan 35:59 berbasis agama. He 36:01 sekuler itu sudah di saya kalah sudah 36:03 saya sebut tadi kalah 30 melawan 36:05 kehidupan spiritual. 36:07 di awal 36:08 yang oleh sejumlah tokoh sejumlah tokoh 36:10 ee Islam di Indonesia dalam kajian 36:13 ketatanegaraan itu ee ditolak. H 36:16 misalnya Jim Lee misalnya menyebutnya 36:18 begitu gitu. 36:19 Heeh. 36:19 Saya sebut aja karena memang dia 36:21 berdebat sama saya dengan soal kayak 36:22 gitu gitu. 36:23 Iya. [berdehem] 36:23 Atau misalnya tokoh-tokoh tokoh-tokoh 36:25 tatanegaraan lain 36:27 yang dengan bangga menyebut 36:29 menyebut ee 36:31 bagaimana sistem sistem Indonesia itu 36:33 he 36:34 tidak sesuai. He. 36:35 Dan akhirnya mereka sadar itu salah 36:37 gitu. 36:38 Nah, ini kan menunjuk bahwa ee ketika 36:41 kita belum sampai pada pembelajaran yang 36:43 cukup pendalam tentang konstitusi yang 36:45 konstitusi tadi sebenarnya mencerminkan 36:47 ada penghargaan penghormatan 36:50 setinggi-tingginya terhadap nilai-nilai 36:51 kemanusiaan. Jangan kita bicara 36:53 sembarangan. H 36:55 Undang-Undang Dasar 1945, 18 Agustus 36:58 1945 diberlakukan itu menghargai 37:01 setinggi-tingginya 37:02 e menghormati sehebat-hebatnya akan 37:06 nilai-nilai kemanusiaan. 37:08 Ah sistemnya begitu. J ketika ana 37:10 jungkir balikan menjadi sekuler, dia 37:12 berantakan enggak keru-kua. 37:14 H. [berdehem] He. 37:15 Jadi, balik lagi ke dalam sekarang lagi 37:17 pembelajaran apa yang kita ambil dari 37:19 kondisi ee geopolitik, geoekonomi, 37:22 geostrategi, geomiliter gitu ya. Anda 37:25 sekarang yang paling mendasar adalah 37:27 kekuatan militer yang hebat itu belum 37:29 tentu menjamin kemenangan 37:31 gitu. [berdehem] 37:32 Nah, ini sebenarnya cerita kekuatan 37:34 militan besar belum tentu menjamin 37:35 kemenangan. Sudah ditunjukkan sebelumnya 37:37 dalam sejarah Rasulullemah dalam 37:40 konstruksi perang Badar, perang Handak, 37:41 perang Khaibar kan gitu. sudah ada 37:44 literasi itu. 37:44 Jadi kalau hari ini kekuatan Amerika 37:46 Israel punya kekuatan militer yang luar 37:48 biasa, sebenarnya di era Rasulullah 37:50 pernah terjadi apa itu? Bagaimana perang 37:53 Badar, perang Handak, perang Khaibar, 37:55 musuh juga punya kekuatan yang luar 37:57 biasa dibanding sama kekuatan 37:58 Rasulullah. Tapi tetap kita punya 38:00 kekuatan kemenangan. Di situ di era 38:03 modern ditunjukkan lagi oleh Allah 38:06 melalui kekuatan Israel, kekuatan 38:07 Amerika yang luar biasa juga tidak bisa 38:10 memenangkan atas apa yang dia perangi. 38:12 Apa indikatornya? Mereka yang memerangi 38:15 tapi mereka minta genjatan senjata dan 38:17 ketika genjatan senjata diajukan dengan 38:19 model-model tertentu, mereka kemudian 38:21 tetap memaksa. Itu artinya mereka mau 38:23 menang dalam negosiasi, mereka mau 38:25 menang dalam ee diplomasi, mereka mau 38:28 menang dalam perundingan. Ya, enggak 38:29 bisa. itu lagi-lagi membuktikan mereka 38:31 cuma berpikir diri sendiri, kemenangan 38:33 diri sendiri gitu loh. 38:35 Jadi ada hal yang banyak ditunjukkan 38:37 dalam peristiwa ini kalau kita tekun 38:39 mempelajarinya dan kemudian kita 38:40 bermuhasabah diri, bermuhasabah negeri 38:42 dan konstitusi. 38:44 Saya kira begitu. Terima kasih banyak. 38:47 Kita sudah bicara selama 40 menit 38:50 38 detik 40 menit menit tepatnya. 38:53 [tertawa] 38:55 salah tentu karena saya bodoh dan 38:56 karenanya saya mohon ampun dari Allah 38:58 dan saya mohon maaf dari semuanya. 39:00 Tidak lain tidak bukan saya cuma ingin 39:02 ee menyampaikan tentang yang benar 39:05 adalah benar walaupun itu pahit. Yang 39:07 salah adalah salah walaupun itu tidak 39:09 menyenangkan bagi mereka yang sedang 39:11 berkhianat gitu ya, sedang menjadi r 39:13 seekers gitu ya. 39:15 Dan izinkan saya memohon maaf dari 39:17 semuanya agar kita mendapat perlindungan 39:19 dari Allah, mendapat kebaikan dari 39:20 Allah. Kita tetap berada dalam posisi 39:23 istikamah. Amin. Amin. Yaamaikum 39:33 warahmatullah wabarakatuh. 39:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:37 wabarakatuh.