Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
3:28 Bismillahirrahmanirrahim. 3:30 Assalamualaikum warahmatullahi 3:31 wabarakatuh ikhwan akhwat 3:34 rahimakumullah 3:35 sehat 3:37 penuh semangat 3:39 bugar, aman terkendali karena itu semua 3:41 bagian yang akan membuat langkah kita 3:44 terasa lebih ringan dan atas karunia 3:48 Allah kita dapat bersama-sama kembali 3:50 pada pagi ini di acara tausiah pagi 3:54 yang mudah-mudahan membuat kita semakin 3:56 mampu menjadi hamba Allah sesuai dengan 4:00 yang 4:01 yang mestinya sih ya 4:03 tidak lupa salam selawat kita lantunkan 4:05 kepada kekasih kita Muhammad Rasulullah 4:08 sallallahu alaihi wasallam beserta 4:10 keluarga dan kerabatnya 4:12 sekali lagi syukur alhamdulillah 4:16 kita haturkan kepada Allah yang selalu 4:18 dan senantiasa melimpahkan rahmat taufik 4:21 dan hidayahnya kepada kita 4:23 guru kita Ustaz Abul Hidayah sudah hadir 4:26 di sini asalamualaikum warahmatullahi 4:28 wabarakatuh 4:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:31 wabarakatuh 4:32 siap ya Ustaz 4:33 insya Allah 4:34 siap 4:35 selalu siap 4:36 ngomong-ngomong kayaknya tinggal 2 4:38 minggu lagi kan di Ramadhan 4:40 akan kedatangan tamu agung 4:43 bulan suci Ramadhan kita 4:46 singgung sedikit 4:47 dan ini merupakan kesempatan yang kita 4:52 nantikan setiap tahun kalau kita 4:54 persiapkan sedemikian rupa ikhwan dan 4:56 akhwat berarti insya Allah melangkah di 4:58 1 Ramadhan 5:00 bukan siap lapar karena banyak yang 5:03 sudah puasa di bulan Sya'ban ini 5:05 iya iya 5:06 jadi sudah terbiasa untuk lambung kosong 5:08 tetapi juga hal lain yang bisa jadi 5:10 perlu juga kita siapkan untuk membuat 5:13 Ramadhan kita optimal jadi 5:17 itu yang akan jadi bahasan pagi ini 5:19 silakan Ustaz 5:20 iya baik 5:23 assalamualaikum warahmatullahi 5:25 wabarakatuh 5:26 waalaikumsalam 5:27 bismillahi alhamdulillah 5:30 wassalatu wassalamu ala rasulillah 5:34 wa ala alihi wa sahbihi 5:36 wa man tabiahum bi ihsanin ila yaumil 5:39 qiyamah 5:40 masya Allahu kan 5:42 wa ma lam yasya lam yakun la haula wala 5:46 quwwata illa billah amma ba'du. 5:50 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah, para 5:52 ikhwan dan akhwat 5:55 pendengar setia Radio Silaturahim dan 5:58 pemirsa TV. 6:02 Tentu saja ucapan yang terbaik adalah 6:04 kita bersyukur pada Allah, 6:06 alhamdulillah. 6:08 Segala puji bagi Allah. 6:11 Ucapan ini sebagai rasa syukur kita 6:13 kepada Allah karena nikmat Allah tiada 6:15 terhingga, ndak mungkin bisa kita 6:17 hitung. 6:19 Karena saking banyaknya nikmat 6:21 kadang-kadang kita malah 6:24 ndak merasa mendapatkan nikmat. 6:27 Kecuali orang-orang yang memiliki 6:28 kepekaan iman sehingga setiap 6:33 nikmat itu sedik sekecil apapun bisa 6:36 dirasakan dan akan selalu dikembalikan 6:39 kepada sang pencipta. 6:40 Betapa kasih sayangnya Allah 6:43 kepada kita sebagai manusia, 6:46 umat Nabi Muhammad, umat yang dimanjakan 6:48 oleh Allah subhanahu wa taala. 6:51 Semoga nikmat yang Allah anugerahkan 6:53 pada kita 6:56 bisa kita tempatkan pada tempat yang 6:58 sebenarnya, 7:00 bahkan bisa menjadi lantaran 7:03 dekatnya kita kepada Allah karena rasa 7:05 syukur kita kepada Allah. Amin, 7:07 Allahumma amin. 7:10 Hari ini 7:13 adalah sudah mendekati akhir di bulan 7:15 Sya'ban. 7:17 Artinya sebentar lagi kita akan 7:20 kedatangan tamu agung 7:23 bulan suci Ramadan. 7:27 Bulan suci Ramadan selain menjadi pilar 7:30 rukun Islam yang harus atau wajib 7:33 dilakukan oleh kita umat Islam 7:36 sebenarnya atau hakikatnya adalah 7:38 merupakan 7:40 anugerah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 7:45 Karena 7:47 yang disebut manusia yang memiliki jiwa, 7:50 memiliki nafsu, memiliki syahwat 7:54 itu tidak bisa lepas 7:57 anatomi kejiwaan itu dengan puasa itu 8:00 sendiri. 8:02 Karena ketika Allah menciptakan manusia, 8:04 Allah berkehendak agar manusia itu 8:06 menjadi khalifatullah di muka bumi. 8:09 Orang yang bisa dipercaya, mengayu-ayu 8:11 harjaning bawono. 8:14 Menciptakan nuansa suasana kemakmuran, 8:17 kesejahteraan, keharmonisan dalam hidup 8:19 dunia. 8:22 Itu sebenarnya. 8:24 Dan ini bisa dilakukan kalau manusianya 8:27 itu sendiri baik. 8:29 Sebagai 8:31 fa'il, sebagai subjek. 8:35 Dan manusia menjadi baik 8:38 itu tidak bisa hanya mengandalkan 8:42 karena kecerdasannya semata-mata. 8:45 Berkali-kali saya sampaikan di sini, di 8:47 abad ini kita buktikan 8:50 kenyataan membuktikan bahwa kecerdasan 8:52 intelektual semata-mata 8:55 enggak bisa mengendalikan nafsu manusia. 8:59 Gonjang-ganjing dunia ini kan justru 9:01 oleh manusia-manusia pintar. 9:04 Pintar merekayasa, pintar membuat 9:07 macam-macam 9:08 yang intinya adalah 9:11 justru malah kecerdasannya itu menjadi 9:14 penopang keinginan syahwat manusia. 9:18 Sedangkan syahwat atau hawa nafsu 9:20 manusia itu kalau sudah punya keinginan, 9:22 itu enggak pernah punya kenyang. 9:24 Terus-menerus. Dahaga, makin dahaga, 9:27 makin dahaga. 9:29 Dari dahaga jiwa yang tidak pernah 9:31 terpenuhi itu 9:33 melahirkan sifat egoisme 9:36 anania 9:38 sifat serakah. 9:41 Ingin mem meng apa namanya? Menggaruk 9:43 semua yang bisa dia garuk. Ingin 9:46 memiliki segala sesuatu yang dia raup 9:49 sebanyak-banyaknya. 9:51 Kadang-kadang sampai lupa pematang 9:53 batas-batas. 9:55 Milik orang lain. Diterjang jika perlu. 10:00 Nah, ini kan bisa rusak dunia. 10:03 Dan sampai hari ini juga terbukti yang 10:05 membuat kerusakan di muka bumi manusia. 10:09 Maka Islam. 10:11 Atau yang dibawa oleh para nabi, wahyu 10:13 ilahi. Itu objeknya adalah sifat 10:17 basyariyahnya, manusiawinya, 10:20 manusianya. 10:22 Para nabi itu diutus untuk membangun 10:24 karakter manusia. 10:27 Kalau ada istilah membangun. 10:30 Kepribadian manusia seutuhnya. Ya, itu 10:33 tugas para nabi. 10:37 Sebab kalau manusianya baik. 10:41 Pasti perilakunya baik. 10:44 Manusia baik kalau hatinya baik seperti 10:47 yang hadis populer yang sering 10:49 disampaikan di sini. 10:51 Ala inna fil jasadi mudghah. 10:54 Idza shaluhat shaluha al jasadu kullu wa 10:56 idza fasadat fasad fasada al jasadu 10:59 kullu. 11:00 Ala wa hiyal qalb. 11:04 Di dalam dirimu itu ada segumpal darah. 11:06 Kalau baik, baik semua. 11:08 Kalau buruk, buruk semua. 11:11 Ala wa hiyal, ketahuilah bahwa itu 11:13 adalah hati, qalbu. 11:17 Jadi, ini yang sering dilupakan banyak 11:19 orang. 11:21 Orang membangun kepribadian hanya 11:23 dipilih kecerdasan otaknya semata-mata. 11:27 Akhirnya kecerdasan itu dijadikan 11:29 penopang menuntut menut me 11:32 tuntutan syahwat. 11:35 Ada orang membangun kehidupan ini 11:38 menganggap bahwa materi segala-galanya. 11:41 Akhirnya dari materi itulah dianggap 11:43 bisa memperbaiki kehidupan. 11:47 Dan banyak hal lagi teori-teori 11:49 filsafat-filsafat dalam kehidupan. 11:52 Allah yang menciptakan manusia sendiri 11:54 itu tahu persis 11:57 bahwa manusia itu fitrahnya adalah 11:58 Islam. 12:00 Islam ini diturunkan oleh Allah melewati 12:02 para nabi dari nabi-nabi sebelum Nabi 12:04 Muhammad sampai nabi akhir zaman yaitu 12:07 Muhammad Rasul alaihi wasallam itu sama. 12:13 Ditanamkan sebagai dasar fondasi akidah 12:17 adalah 12:18 keyakinan terhadap 12:21 adanya Allah Tuhan yang Esa 12:24 dan menafikan tuhan-tuhan lain. 12:28 Dalam surat Al-Anbiya ayat 25 Allah 12:30 berfirman, 12:31 "Auzubillahiminasyaitanirrajim 12:33 wama arsalna min qoblikamin rasulin 12:37 illa nuhi ilaihi annahu la ilaha illa 12:41 ana fa'budu." 12:44 Yang artinya 12:45 bahwa tidaklah kami mengutus orang-orang 12:48 sebelum engkau Muhammad dari kalangan 12:51 para rasul 12:53 artinya nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad 12:57 illa nuhi kecuali kami wahyukan ilaihi 13:00 kepadanya 13:01 annahu bahwasanya la ilaha illa ana 13:04 tidak ada tuhan selain aku. 13:07 Fa'budun maka sembahlah aku. 13:11 Nih fondasi utama yang ditugaskan 13:15 oleh Allah kepada para nabi adalah 13:17 membangun watak 13:19 membangun dasar-dasar fondasi agar di 13:23 atas fondasi ini dibangun kepribadian 13:25 manusia. 13:29 Pertama, dia mengakui 13:31 bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. 13:38 Jadi, artinya dia menjadi hamba yang 13:40 menghambakan diri hanya kepada Allah, 13:43 pencipta alam semesta. 13:45 Kang Mu, Kang Murbaing dumadi. 13:48 Yang menciptakan, yang memelihara, yang 13:50 menghidupkan, yang mengatur jagat raya 13:52 ini Allah. 13:53 Dan tidak ada Tuhan lain. 13:56 Artinya dia tidak tidak akan menjadi 13:58 manusia penghamba kepada selain Allah. 14:03 Dia hanya menjadi kawulane Gusti Allah. 14:06 Dia hanya menjadi hamba Allah. 14:08 Bukan menghambakan dirinya dalam hidup 14:10 ini kepada kepentingan perut, 14:12 kepentingan hawa nafsu, kepentingan 14:14 gengsi, kepentingan kelompok, dan 14:16 sebagainya. 14:17 Selain Allah makhluk, sama kita 14:19 perlakukan. Jadi, dia hanya tunduk 14:21 kepada Allah. 14:25 Dan yang kedua, dasar yang kedua adalah 14:27 fa'budun, sembahlah aku. 14:31 Ini selain meluruskan kewajiban sebagai 14:34 manusia dalam menyembah Allah, yang 14:36 kedua adalah mengingatkan pada kita. 14:40 Bahwa tugas hidup ini memang 14:42 perjalanan sebuah perjalanan pengabdian 14:45 kepada sang pencipta. 14:48 Jadi, rentang waktu kehidupan kita itu 14:50 sebenarnya merupakan pengabdian. 14:53 Bukan pelampiaskan. 14:56 Kalau pengabdian itu adalah 14:58 mempersembahkan 15:01 aktivitas kita, amaliyah kita, perbuatan 15:04 kita, kita persembahkan kepada yang 15:08 kita tujukan pengabdian itu. Dan dalam 15:10 hal ini adalah hanya kepada Allah. 15:13 Makanya dalam salat lima waktu kita 15:15 sering membacanya, 15:17 "Inna salati wa nusuki wa mahyaya wa 15:20 mamati lillahi rabbil alamin. 15:23 Bahwa salatku, ibadahku 15:27 hidup matiku 15:29 hanya aku persembahkan kepada Allah 15:31 Tuhan semesta alam. 15:33 Ini yang menjadi motivasi akan mewarnai 15:37 pola pikir, sikap dan perilaku. 15:40 Jadi ketika Allah turunkan agama, Allah 15:42 turunkan Islam yang dibawa oleh para 15:44 nabi yang para nabi itu sama 15:47 dengan dasar tadi surat Al-Anbiya ayat 15:49 25 tadi, maka jadilah manusia-manusia 15:53 itu memang yang siap di muka bumi 15:55 menerima 15:57 tugas 15:59 sebagai khalifatullah menciptakan nuansa 16:01 sua suasana 16:03 kebahagiaan, keutamaan, kemakmuran, 16:06 kesejahteraan, kehidupan kebersamaan dan 16:09 sebagainya. 16:12 Maka kalau orang beragama mesti tertanam 16:15 di hatinya itu adalah ingin mewujudkan 16:17 itu. 16:19 Bukan hanya untuk kebahagiaan dan 16:21 kepuasan dirinya, tapi bagaimana nuansa 16:24 suasana itu juga bisa dirasakan oleh 16:26 orang yang lain. 16:31 Nah, inilah sebenarnya dasar keimanan 16:33 itu. 16:37 Dan ini bisa dirawat, dipelihara dengan 16:40 baik 16:42 yang melahirkan kebaikan-kebaikan itu 16:46 karena jika 16:48 berangkat motivasinya 16:50 seperti yang dikehendaki Allah dalam 16:52 surat Al-Anbiya ayat 25 tadi 16:54 mempunyai pondasi yang baik, yang kuat 16:57 tertanam pada jiwanya 16:59 akan muncul 17:01 pada pandangan hidup yang baik yang 17:04 terang, yang jelas dan mengerti bahwa 17:07 hidup sebuah perjalanan pengabdian. 17:10 Maka kalau pengabdian berarti dia harus 17:12 mau mempersembahkan amal kebaikan. 17:20 Maka hidup baginya adalah 17:23 pengabdian, mempersembahkan amal, 17:27 memberi, 17:29 berbuat baik 17:31 yang bisa dia lakukan. Itu yang akan dia 17:34 kumpulkan dalam hidup ini selama 60 17:36 sampai 70 tahun itu. 17:38 Maka kualitas manusia akan ditentukan 17:41 sebanyak 17:42 berapa dia berbuat kebaikan. 17:44 Dengan dua dimensi secara vertikal, 17:47 bagaimana hubungan dia kepada Allah, 17:50 rasa syukurnya, pengakuannya, 17:52 keikhlasannya, ketaatannya, 17:55 kepasrahannya. Itu menjadi 17:57 parameter pertama. 17:59 Dimensi vertikal. 18:02 Yang kedua, masih dituntut baik dia 18:04 kepada Allah, tahu kewajiban yang harus 18:06 ditunaikan, masih harus dituntut dengan 18:08 dimensi yang kedua, dimensi horizontal. 18:12 Yaitu yang sebelah sana hablum minannas, 18:14 berbuat baik. Maka sebaik-baik manusia 18:18 bukan yang mancung hidungnya. 18:20 Sebaik-baik manusia bukan yang ganteng 18:23 orangnya. 18:24 Sebaik-baik manusia bukan yang cantik, 18:26 yang hartawan, yang pangkatnya tinggi, 18:28 bukan. 18:29 Allah berikan parameter. Siapa yang 18:31 terbaik di antara manusia? Yaitu mereka 18:34 yang banyak memberi manfaat terhadap 18:36 orang lain. 18:39 Bisa saja orangnya keple, 18:42 orangnya pincang, 18:44 sudah pendek, repek, 18:47 tapi enggak brengsek. 18:50 Orangnya pendek tapi pikirannya jauh ke 18:52 depan. 18:56 Amalnya banyak. 18:59 Ya. 19:00 Keinginannya selalu baik. 19:02 Dari dirinya mengalir kebaikan-kebaikan. 19:07 Itu kualitas manusia. 19:10 Nah, untuk menjaga eksistensi dia 19:12 sebagai manusia yang tetap berdiri tegak 19:15 di atas fitrah akidah yang dikehendaki 19:18 oleh Allah, agar rentang perjalanan 2 60 19:22 sampai 70 tahun yang dia lalui di dunia 19:24 itu melahirkan kebaikan-kebaikan. Ini 19:27 harus dirawat, sebab iman itu 19:31 selalu dirongrong oleh godaan-godaan. 19:36 Godaan pertama yang menghadang adalah 19:38 setan. 19:39 Setan itu ada dua, setan jenis manusia 19:43 dan setan jin. Kalau jin yang 19:46 pekerjaannya ganggu yuwaswisu fi 19:49 sudurinnas. 19:50 Jin manusia yang menghadang orang 19:53 berbuat baik, 19:55 tidak suka pada kebaikan, 19:58 benci pada keutamaan, 20:01 senangnya itu ganggu dan sebagainya di 20:03 jalan Allah. Itu namanya setan. 20:06 Jadi, setan bisa pakai kopiah, 20:09 kalau kerjaannya mulutnya itu adalah 20:12 meng 20:13 ganggu, mem-bully, 20:16 menghadang lajunya perjuangan tegaknya 20:19 agama Allah. Itu namanya setan. 20:22 Kalau lanang ya namanya setan lanang, 20:24 kalau wadon namanya setan wadon. Jadi, 20:27 banyak sekali setan keluyuran di 20:28 mana-mana. 20:29 Gejolak nafsu ini luar biasa. 20:32 Enggak bisa di 20:35 redam oleh kecerdasan intelektual, 20:37 enggak bisa, Mas. 20:39 Enggak bisa. Ini hari ini kita buktikan. 20:42 Kecerdasan manusia digunakan untuk 20:45 dengan segala daya, dengan segala 20:46 pengorbanan, dengan segala macam, berapa 20:49 aset-aset kekayaan digunakan untuk bisa 20:53 menemukan 20:54 senjata pemusnah massal. 20:57 Itu artinya niatnya saja sudah mau ingin 20:59 membunuh. 21:01 Loh, kalaupun mau perang-perang kayak 21:03 zaman dulu gitu loh. 21:05 Pakai bata, pakai pentung, ayo kalau 21:06 berani gagah satria. 21:09 Jangan pakai peluru kendali seperti itu, 21:11 sekali tembak satu kampung habis 21:13 orangnya, masya Allah. 21:15 Itu kan orang-orang pintar itu. 21:20 Coba kalau itu semua digunakan 21:22 untuk penelitian, untuk kemakmuran, 21:25 untuk kesejahteraan di bidang pertanian, 21:27 di bidang peternakan, di bidang 21:29 kehidupan, kesehatan dan seterusnya. 21:31 Masya Allah makmur dunia ini. 21:34 Jauh dari peperangan, tapi enggak bisa 21:35 gejolak manusia itu ingin meraup dunia. 21:42 Nah, itu hanya bisa nafsu itu 21:45 dikendalikan, Allah yang tahu konsepnya. 21:50 Yaitu melewati yang disebut dengan saum 21:52 atau puasa. 21:55 Maka di dalam surat Al-Baqarah ayat 183, 22:00 Allah berfirman, ini sudah tidak asing 22:03 lagi karena tiap Ramadan Allah 22:05 berfirman, 22:05 auzubillahiminasyaitanirrajim, 22:08 "Ya ayyuhalladzina amanu, kutiba 22:11 alaikumus siyam kama kutiba alalladzina 22:15 min qoblikum la'allakum tattaqun." 22:20 "Wahai orang-orang yang beriman, telah 22:22 diwajibkan 22:23 bagi kamu 22:25 puasa." 22:27 Menggunakan kalimat kutiba 22:31 dalam arti diartikan di situ sebagai 22:34 ada penekanan seperti 22:37 menulis di atas batu, artinya mengukir. 22:42 Jadi, puasa itu harus mengukir jiwa. 22:45 Yang dilakukan itu ada edukasi, ada 22:48 pendidikan, ada tarbiyah, ada 22:51 menanamkan kebaikan-kebaikan membekas 22:54 dalam jiwa orang berpuasa. 22:58 Laparnya, dahaganya 23:01 paket puasa, tarawihnya, salat malamnya 23:04 dan seterusnya. Itu harus bisa menjadi 23:06 karakter yang membekas dalam jiwa. Maka 23:08 menggunakan kalimat kutiba alaikumus 23:11 siam. 23:15 Artinya di sini bahwa puasa itu harus 23:19 membangun karakter. 23:21 Puasa itu harus punya kesan asarus siam 23:25 fibinais syaksiyah. 23:28 Pengaruh puasa dalam membangun 23:29 kepribadian. Itu lewat puasa. 23:33 Jadi puasa tidak sekadar tidak makan dan 23:34 tidak minum. Kalau hanya tidak makan, 23:36 tidak minum siangnya, kan malamnya 23:38 gembul. 23:40 Tapi banyak nilai-nilai utama yang bisa 23:42 kita tanamkan sebagai memberikan edukasi 23:45 terhadap diri kita masing-masing orang 23:47 berpuasa. 23:50 Kama kutiba alal ladzina min qoblikum 23:52 seperti 23:54 yang telah diwajibkan pada orang-orang 23:56 terdahulu sebelum kamu. 23:58 Artinya yang namanya manusia itu enggak 24:00 bisa lepas dengan puasa. 24:04 Mesti harus melewati puasa. 24:07 Prosesi manusia menjadi manusia utuh, 24:10 prosesi manusia harus bisa menjadi 24:12 manusia yang mulia, manusia yang eksis 24:15 sebagai manusia pada fitrahnya, yang 24:17 akidahnya utuh tadi, pribadinya utama, 24:21 itu hanya bisa dilewati melewati prosesi 24:23 saum atau puasa. 24:25 Maka diwajibkan pada kita dan 24:27 orang-orang sebelum kita. Yang namanya 24:30 manusia harus 24:32 melewati puasa kalau ingin jadi manusia 24:35 benar. Makanya akhir hayat di stressing 24:38 la allakum tattaqun agar kamu bisa 24:42 menjadi manusia yang bertakwa kepada 24:44 Allah. Nah, takwa ini adalah prestasi 24:46 puncak manusia. 24:50 Kalau bisa meraih itu berarti sukses 24:52 yang hakiki. 24:54 Dengan takwa itu menjadi pribadi manusia 24:57 mukmin sejati 24:59 manusia sejati yang dikehendaki oleh 25:01 Allah 25:02 manusia yang punya kedudukan tinggi di 25:05 sisi Allah. 25:07 Tapi kalau lepas dari itu enggak bisa. 25:11 Maka penting sekali jadi Ramadan adalah 25:13 anugerah. 25:17 Inti daripada puasa si 25:20 siang enggak makan tidak minum dan 25:22 seterusnya 25:24 ini adalah pada pengendalian diri. 25:28 Pengendalian diri itu bisa dilakukan 25:30 kalau jiwanya matang. 25:34 Dia mengerti 25:36 mana yang boleh mana yang tidak, mana 25:38 yang baik mana yang buruk. 25:42 Untuk bisa mengerti mana yang baik dan 25:44 mana yang buruk tentu diperlukan jiwa 25:47 yang jernih, jiwa yang sehat. 25:49 Itu hanya bisa dilakukan dengan iman 25:52 karena iman itu objektif. 25:56 Dengan iman itulah ada nur ilahi yang 25:58 berikan bimbingan dan petunjuk. 26:01 Kalau hanya pribadi selera pribadi 26:03 subjektif 26:05 benar menurut dia belum tentu benar 26:06 menurut orang lain. 26:11 Jadi ini luar biasa puasa itu. 26:14 Jadi puasa itu sebenarnya satu anugerah 26:17 Allah yang luar biasa agar eksistensi 26:20 kita sebagai manusia mulia, manusia 26:23 sejati, mukmin sejati manusia yang bisa 26:25 mencapai 26:28 puncak prestasi di sisi Allah dengan 26:30 puasa. 26:36 Jadi puasa itu menghapus dosa 26:39 puasa itu mendapatkan edukasi yang luar 26:42 biasa 26:43 puasa itu adalah menanamkan pada jiwa 26:46 jiwa yang ta'abbud ilallah 26:49 jiwa yang ikhsan 26:51 jiwa yang taqarrub ilallah 26:54 jiwa yang senantiasa tersambung dengan 26:55 ilahi 26:59 dan yang kedua dengan puasa mampu 27:02 menyentuh relung hati 27:04 melahirkan jiwa mahabbah 27:08 care dan peduli terhadap orang lain 27:11 jiwa altruisme 27:14 itsariyah 27:16 dia rela berkorban untuk kebaikan orang 27:18 lain 27:19 dia rela bersusah payah untuk 27:21 membahagiakan orang lain itu inti puasa 27:25 masyaallah jadi 27:27 dengan puasa itulah maka jiwa kita 27:29 menjadi matang 27:32 kalau jiwa sudah matang sudah ter 27:35 dikelola sedemikian rupa terlatih dan 27:37 terdidik oleh puasa setiap tahun 27:40 dengan puasa yang benar 27:43 mudah-mudahan masuk dalam kategori 27:47 orang-orang yang memiliki jiwa 27:48 mutmainnah 27:50 dan ini dipanggil oleh Allah 27:54 yang sering dibacakan ayat ini kok oleh 27:56 malaikat 27:57 pencabutnya apa ketika mencabut nyawa ya 28:00 ayyatuha nafsul mutmainnah 28:04 irji'i ila rabbiki radhiyatan mardhiyah 28:07 fadkhuli fi ibadi wadkhuli jannati 28:11 wahai jiwa-jiwa yang tenang jiwa yang 28:13 matang 28:15 jiwa yang sudah terdidik 28:17 jiwa yang sudah terlatih 28:20 jiwa yang sudah memang matang pada 28:22 puncaknya 28:25 kembalilah kamu irji'i ila rabbika 28:28 radhiyatan mardhiyah kembali pada Allah 28:30 Tuhan semesta alam dengan ridha dan 28:32 diridhai 28:34 masuklah ke menjadi hambaku kata Allah 28:37 diakui sebagai hambanya hamba Allah 28:41 masuklah ke dalam surgaku 28:43 masyaallah jadi ini 28:45 puasa itu bukan sekadar tidak makan, 28:47 tidak minum, kemudian kalau siang 28:50 bermalas-malas, kerjanya malas, kemudian 28:53 malam gembul, siang ngumpul-ngumpulin 28:56 makanan, malam pesta pora, kemudian 28:59 habis lebaran ya sudah lebaran pesiran 29:01 selesai. 29:02 Kalau itu enggak dapat apa-apa. 29:05 Jadi melatih diri. 29:07 Mematangkan jiwa ini, membersihkan jiwa. 29:11 Jadi puasa adalah sebuah anugerah. 29:15 Bahkan 29:17 kasih sayang Allah dengan anugerah 29:19 Ramadan diberikan kepada kita, kalaupun 29:22 kita sebagai manusia ini 29:24 memang tidak mungkin kita enggak punya 29:26 dosa. 29:28 Yang jelas pasti punya dosa. 29:30 Masalahnya banyak atau sedikit. 29:33 Tergantung maunya kita. 29:36 Tergantung pilihannya, tergantung 29:38 langkah hidupnya. 29:40 Mungkin karena pengaruh atau apa dan 29:42 sebagainya. 29:43 Tapi lagi-lagi Allah memberikan peluang. 29:47 Sekalipun banyak dosa, Allah memberikan 29:49 peluang. 29:50 Dengan agama supaya dia selalu terjaga 29:53 kebersihan jiwanya. 29:55 Maka Rasulullah memper, memberikan 29:57 sabdanya. 29:58 Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan 30:00 Imam Muslim dari Abu Hurairah. 30:03 Beliau bersabda 30:04 as salawatul khamsu 30:09 salat lima waktu 30:11 artinya salat wajib lima waktu. 30:16 Wal jumatul ilal jumati, dari Jumat 30:19 kepada Jumat berikutnya. 30:21 Wa ramadanu ila Ramadan, dari Ramadan ke 30:24 Ramadan satu tahun lamanya. 30:28 Mukaffiratun 30:31 lima bainahunna izajtunibatil kabair. 30:35 Itu semua menjadi kafarat dari 30:38 dosa-dosanya 30:41 ya 30:43 selama atau selagi dia 30:46 menjauhi dirinya, menjauhkan diri dari 30:50 dosa-dosa besar 30:54 jadi kalau dosa besar tidak otomatis 30:56 harus tobat dengan tobat nasuha ada 30:58 prosedurnya 31:01 jadi ini kasih sayang Allah anugerah 31:02 sholat 5 waktu coba 31:05 sholat itu sebenarnya kan 31:07 Allah raja di atas segala raja yang maha 31:10 pengasih lagi maha penyayang 31:12 memanggil kita untuk 31:16 supaya kita bersuci 31:18 seba di hadapan sang pencipta melewati 31:21 sholat dan terjadi 31:23 komunikasi kita berjumpa dengan Allah di 31:25 waktu sholat terjadi dialog kita kepada 31:28 Allah 31:29 selain kita kewajiban untuk menunaikan 31:31 sebagai hamba untuk bersyukur kepada 31:33 Allah atas nikmatnya di dalam sholat itu 31:37 sebenarnya kalau saya ringkas 31:39 terjemahannya jaluk o kowe marang ingsun 31:42 kamu minta kepadaku 31:46 sehari semalam itu 31:49 di 31:50 minta oleh Allah supaya kita datang 31:52 menghadap Allah untuk minta coba 31:56 membersihkan diri kemudian kita minta 31:58 pada Allah minta dilindungi, minta 32:00 diselamatkan, minta diberikan rezeki, 32:03 minta minta minta selamat dunia akhirat 32:07 lho kok suruh minta aja kok podo enggak 32:09 gelem itu lho 32:10 opo enggak sombong itu 32:12 makanya orang yang enggak sholat itu 32:13 sombong kemlinti, kemlungkung 32:17 wong disuruh minta kepada sang pencipta 32:20 yang menciptakan alam semesta yang 32:21 menggenggam segala urusan manusia yang 32:24 menentukan takdir kita hidup mati kita 32:27 bahagia atau celaka kita kita suruh seba 32:29 suruh sowan menghadap Allah menyebut 32:32 namanya dan meminta itu dalam sholat 32:35 enggak tanggung-tanggung sehari itu lima 32:37 kali kita disuruhnya. 32:39 Lah kok peluang seperti ini masih banyak 32:42 yang enggan untuk dilakukan. 32:44 Dan itupun Allah berjanji, kalau kamu 32:46 lakukan itu sehari lima kali salat 32:48 dengan disiplin, taat, sesuai aturan, 32:51 Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian 32:54 dari waktu ke waktu. 32:58 Dari subuh ke zuhur ada dosa diampuni 33:00 waktu zuhur. 33:02 Dari zuhur ke asar ada dosa diampuni 33:04 waktu salat asar. 33:06 Sehingga orang yang salat lima waktu 33:08 dengan disiplin dan benar, maka 33:11 digambarkan oleh Baginda Nabi, 33:14 seperti pertanyaan beliau pada sahabat, 33:16 "Bagaimana 33:18 jika seorang 33:20 memiliki rumah di tepi sungai yang 33:22 jernih airnya, 33:24 kemudian orang ini mandi sehari lima 33:26 kali, 33:27 apakah masih ada daki yang menempel pada 33:29 tubuhnya?" 33:31 Artinya, salat itu mensucikan diri. Ya 33:34 Allah, disuruh suci, jadi manusia mulia, 33:38 manusia utama, disuruh minta. Lah kok do 33:41 aras-arasen gendeng ora kuwi? 33:45 Coba. 33:46 Apa yang mau kita banggakan nanti di 33:48 hadapan Allah? 33:50 Kita ini 33:51 banyak dosa, keliru, salah. Makanya 33:53 diberikan peluang, diberikan kesempatan. 33:57 Ini loh waktu kamu membersihkan diri 34:00 dengan salat. 34:01 Lah kok melengos, kok gemblelo, kemudian 34:04 enggak mau memenuhi panggilan Allah. Lah 34:06 rumangsamu salat itu untuk siapa? Bukan 34:08 untuk Allah, Allah enggak butuh kamu. 34:15 Bahkan dari Jumat ke Jumat 34:18 dijadikan hari Jumat itu sayyidul ayyam, 34:22 supaya orang meninggalkan jual beli 34:24 sejenak kita duduk di masjid itu ingat 34:26 Allah, ingat nikmatnya, ingat 34:28 keagungannya, ingat kemuliaannya, ingat 34:30 kasih sayangnya, ingat kewajibannya, 34:33 ingat dengan 34:35 firman-Nya. 34:37 Bagaimana cara kita bersyukur? 34:40 Ingat dosa-dosa kita, ingat bahwa nanti 34:42 kita akan menghadap Allah. Itu 34:44 diingatkan di hari Jumat itu. 34:46 Maka diperintah tinggalkan jual beli 34:48 semuanya. Itu akan menghapus dosa selama 34:51 satu pekan, coba. 34:54 Ya Allah, kurang apa Gusti Allah itu 34:56 sama hamba-Nya. 34:57 Kita ini umat yang dimanjakan oleh 34:59 Allah, tapi ya ngebeleng kita ini. 35:05 Bahkan 35:08 dari Ramadan sampai Ramadan. 35:11 Wa Ramadanu ila Ramadan. 35:14 Satu tahun lamanya, ya Allah. 35:17 Akan dihapus dengan puasa kita. 35:20 Dengan paket puasa yang kita lakukan 35:23 dengan benar, secara fisik kita tidak 35:25 makan, tidak minum 35:27 dalam waktu tertentu, kemudian kita 35:29 lakukan paket-paketnya. 35:32 Kita salat lima waktu, kita tarawih, 35:34 kita bersedekah, 35:36 kita merenungi diri, tafakur, 35:39 mendekatkan diri pada Allah, 35:40 bersih-bersih diri. 35:43 Menimbulkan 35:45 peluang banyak untuk bersedekah agar 35:47 jiwa ini terlatih menjadi manusia care 35:50 dan peduli, menjadi manusia isyariyah, 35:53 altruisme. 35:56 Maka itu akan menghapus dosa selama satu 35:58 tahun. 36:00 Tapi dengan syarat izat stulibatil 36:02 kabair, kalau kita meninggalkan 36:06 dosa-dosa besar. 36:09 Inilah 36:10 anugerah Allah yang luar biasa. 36:12 Maka karena Ramadan sebentar lagi, mari 36:15 kita siap menyambut kedatangan 36:19 tamu agung, bulan suci Ramadan. 36:22 Mari kita persiapkan mental diri ini 36:24 bahwa puasa kita lalui dengan 36:27 betul-betul 36:29 sesuai dengan ketentuan syariat. 36:31 Supaya enggak sia-sia. 36:33 Supaya derajat kita naik. 36:35 Ehm. 36:35 Supaya jiwa kita suci. 36:37 Supaya kita masuk dalam kelompok 36:39 hamba-hamba Allah yang Allah ridho. 36:44 Dan Allah menyediakan pintu surga. 36:47 Yaitu pintu Ar-Rayyan untuk orang-orang 36:50 yang berpuasa. 36:50 Amin. 36:51 Silakan masuk melewati pintu Ar-Rayyan. 36:53 Mudah-mudahan ada manfaatnya. Wabillahi 36:56 taufik walhidayah. Assalamualaikum 36:57 warahmatullahi wabarakatuh. 36:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:01 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Abdul, 37:03 kita boleh langsung ke pertanyaan ya. 37:05 Ya, silakan. 37:05 Ini dari Bapak Yudi di Masjid Ar-Rahman. 37:12 Saya 37:13 sangat menyimak acara pagi ini juga dari 37:17 beberapa yang tanpa nama. 37:20 Pertanyaannya, di bulan yang sangat 37:23 mulia nanti ini bagaimana agar 37:25 permintaan kita kepada Allah itu bisa 37:29 dikabulkan? 37:32 Ya. 37:32 Oke. 37:34 Allah berjanji bahkan meminta. 37:37 Ud'uni astajib lakum. 37:41 Mintalah kepadaku, Aku akan 37:43 mengabulkannya. 37:45 Itu Allah yang 37:47 meminta agar kita itu minta dan Allah 37:49 berjanji akan mengabulkan. 37:52 Yakin ya gitu ya. 37:53 Kita dengan keyakinan. 37:55 Ehm. 37:56 Yang kedua 37:58 dengan kesabaran. 38:00 Yang ketiga menjaga diri 38:04 jiwa raga kita 38:06 atau yang kita makan, rezeki kita yang 38:08 halal dan yang baik. 38:11 Jangan ternodai tubuh kita ini dengan 38:14 menjadi darah daging yang kotor dari 38:16 makanan yang na yang 38:17 haram. 38:20 Jadi 38:21 insya Allah itu akan dijamin oleh Allah. 38:23 Hanya Allah akan memberikan memberi 38:25 mengabulkan doa itu. Ada yang spontan, 38:29 langsung diijabah. 38:30 dulu. 38:31 Tapi Allah yang tahu. 38:33 Ini hamba Allah minta ini bagusnya 38:35 gimana? Yang terbaik Allah menentukan. 38:38 Kalau memang menurut Allah itu baik, 38:40 langsung diijabah waktu itu. 38:43 Ada yang ditunda. 38:45 He em. 38:45 Ya, ditunda. 38:47 Kalau tidak di dunia, pasti di akhirat. 38:50 Itu pasti akan dibalas. 38:52 Nah, jadi di sini kalau mohon pada 38:53 Allah, 38:54 ya mintalah pada Allah ya tentu saja ya 38:59 apa namanya bersuci diri, 39:02 jauhkan dari yang haram, dari dosa dan 39:04 maksiat. Maka mulai dengan perbanyak 39:07 istigfar, bersih-bersih diri dan 39:09 sebagainya lalu mohon pada Allah. Tentu 39:11 yang diminta itu yang wajar. 39:12 He em. 39:13 Jangan kepengin bisa terbang, kepengin 39:15 ini, kepengin itu. 39:17 Kemudian juga sabar dan yakin akan 39:19 dikabulkan doa. 39:21 Mulai dengan 39:22 zikir dulu, kemudian 39:25 bertasbih, tahlil, 39:29 kemudian 39:30 istigfar, 39:32 selawat nabi, 39:34 sampai merasa dekat lalu kita mohon pada 39:36 Allah. 39:37 Itu insyaallah mudah-mudahan dikabulkan 39:39 oleh Allah. Wallahualam. 39:41 Iya, eh pertanyaan dari 39:44 Igun 39:45 melalui menyaksikan YouTube ini. 39:48 Assalamualaikum Pak Ustaz. 39:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:51 wabarakatuh. 39:51 Saya dulu itu bertahun-tahun 39:53 meninggalkan puasa dan salat wajib. 39:56 Boleh enggak sih sekarang diqada? 40:01 Iya, 40:02 boleh memang kalau enggak puasa harus 40:04 diqada. 40:06 Harus dibayar 40:07 puasa itu. 40:09 Kecuali meninggalkannya itu karena uzur. 40:13 Misalnya 40:15 karena penyakit yang tidak 40:17 sembuh-sembuh, nah itu bayar kafarat. 40:21 Misalnya seorang wanita yang waktu itu 40:24 menyusui, itu juga 40:26 apa bayar, bukan apa namanya? 40:29 Bayar ee 40:32 ya 40:34 membayar 40:35 apa namanya istilah itu? 40:38 Jadi dia menggantikannya dengan 40:40 dengan membayar, memberikan sedekah dan 40:43 seterusnya. Itu ada beberapa ketentuan 40:46 ketentuan yang harus ditunaikan. Jadi 40:47 memang kalau enggak berpuasa ya wajib 40:50 hukumnya untuk mengqada, wallahualam. 40:53 Yang salatnya? 40:56 Salat di sini memang ada yang 41:00 terjadi ikhtilaf. 41:03 Kalau memang dia dulu itu ya 41:06 ee pokoknya masih belum dapat hidayah 41:09 baik, kemudian dia bertobat. 41:11 He em. 41:12 Bertobat, maka dengan tobatnya itu 41:15 cukup, enggak perlu lagi mengqada. Lah 41:17 bagaimana mengqada untuk seumur 41:19 hidupnya? 41:20 Iya iya. 41:20 Mudah-mudahan diampun dosanya, tapi ada 41:22 yang mengatakan di harus diqada. Jadi 41:24 setiap salat dua kali kan juga 41:26 memberatkan. 41:28 Insyaallah menurut saya sih asal dia 41:30 tobat dengan taubatan nasuha betul-betul 41:32 He em. 41:33 tobatnya dengan taubatan nasuha, 41:35 mudah-mudahan dengan itu 41:37 ya insyaallah diampuni dosanya, 41:39 wallahualam. 41:40 Baik, terima kasih Bapak Nana Sumarna 41:44 bisa mengucapkan terima kasih pada Pak 41:46 Abu Hidayat. Oh, bisa sudah saya 41:48 sampaikan. 41:50 Terima kasih untuk acaranya pagi hari 41:52 ini. Baik, saya ke 41:55 tunggu sebentar 41:57 Pak 41:58 ini Pak 42:00 Pak 42:01 enggak ada namanya Ustaz kalau misalnya 42:05 ingin bersih betul masuk ke bulan 42:08 Ramadan di hari pertama 42:11 salat tobat dari sekarang itu enggak 42:13 harus setiap hari kan ya? He eh. 42:17 Iya. 42:18 Enggak ada perintah salat tobat itu 42:19 untuk setiap hari ya. 42:21 He eh. 42:21 Tobat ya salat tobat ya ketika dia 42:24 berdosa 42:26 kemudian salat tobat. 42:28 Cukup satu kali? 42:29 Artinya ya karena hidup itu kan dinamis 42:33 ya kadang-kadang 42:34 He eh. 42:34 mungkin karenanya tobat itu sendiri kan 42:38 tidak mengulangi perbuatan yang salah 42:41 dan keliru. 42:42 Jadi kalau dia sudah salat tobat 42:44 kemudian dia tobat dengan benar berarti 42:47 dia persyaratannya adalah satu 42:50 menyesali akan perbuatan buruknya 42:53 yang kedua menghentikan perbuatan buruk 42:56 itu dan tidak akan mengulanginya lagi 42:59 yang ketiga mohon ampun pada Allah dan 43:01 yang keempat mengganti 43:04 perbuatan buruknya itu dengan perbuatan 43:07 baik. 43:07 He eh, he eh. 43:08 Nah, jadi itu insyaallah dosa dosa 43:11 sebesar apapun 43:12 akan diampuni Allah subhanahu wa taala. 43:14 Wallahualam. 43:15 Pengampunan Allah jauh lebih besar 43:17 daripada tuntutan dan dosa kita. 43:20 Insyaallah ya. Kemudian ini dari Mbak 43:23 Mbak atau Mas Mufti ini. 43:25 Ustaz, gimana caranya menghilangkan 43:27 penyakit hati dendam 43:30 karena orang tersebut telah berkhianat. 43:32 Terima kasih. 43:33 Iya. 43:35 Ya memang dendam itu membara tuntutan 43:38 nafsu. 43:39 Kita kembalikan saja kepada Allah. 43:42 Hakim Maha Adil. 43:45 Kembalikan pada Allah. 43:48 Kalau ada 43:50 kesalahan-kesalahan orang lain terhadap 43:52 kita 43:53 He eh. 43:54 itu juga tidak sia-sia kok. 43:56 Tidak ada makan siang yang gratis. 43:59 Pasti akan ada balasan dari Allah. 44:02 Pertama 44:03 kalau dia melakukan kedzaliman pada diri 44:05 kita tapi kita sabar 44:07 Itu dosa-dosa kita itu diambil oleh dia. 44:11 Jadi untuk apa kita membalas? 44:14 Orang salah kita balas dengan kesalahan 44:16 juga, enggak ada gunanya. Memang nafsu 44:19 maunya begitu. 44:20 Jadi yang terbaik adalah sudah 44:22 kembalikan kepada Allah, 44:24 kemudian tenangkan hati, beristigfar 44:26 kepada Allah perbanyak, ya insyaallah 44:29 kembalikan pada Allah. Nanti Allah akan 44:30 menggantikan semuanya. 44:32 Dan tidak ada perbuatan buruk itu yang 44:34 akan me 44:36 Setiap perbuatan buruk yang dilakukan 44:38 oleh manusia pasti akan menimpa dirinya 44:40 sendiri. 44:42 Kalau daripada kita sudah nanti 44:45 dendam ingin membalas, 44:47 kemudian kita enggak dapat pahala, 44:50 juga dosa kita enggak dikurangi, ya 44:52 sudahlah itu urusan dia. 44:54 Kembalikannya kepada Allah. Nah itu 44:56 menenangkan seperti itu yang perlu 44:58 kesadaran seperti itu. Kita kembalikan 45:00 pada Allah bahwa Allah itu 45:02 hakim yang Maha Adil yang akan mengadili 45:05 semua perbuatan. Jangankan perbuatan 45:07 yang besar, perbuatan kecil pun pasti 45:10 akan menanggung buah daripada apa yang 45:12 dia lakukan. Jadi sebaiknya kembalikan 45:14 pada Allah. Nah untuk itu hati tenangkan 45:17 dengan perbanyak istigfar, kembali 45:19 kepada Allah, bersandar kepada Allah, 45:21 bergantung kepada Allah. Wallahualam. 45:24 Selanjutnya kepada 45:27 eh 45:29 Kong Jun ya. 45:31 Maaf kalau salah. Tulisannya Kong Jun. 45:33 Assalamualaikum Ustaz. 45:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:36 Mohon pencerahannya, 45:38 bagaimana 45:40 untuk menaklukan kalbu yang malas nih 45:44 agar bisa menjalankan perintah Allah dan 45:46 mendapatkan keridhoan Allah. 45:49 Iya, mungkin malas itu ada sebabnya. 45:53 Satu, pengetahuan agama kita yang 45:55 kurang. 45:57 Kalau agama menuntun pada kita, apa sih 45:59 kehidupan dunia ini yang sementara? 46:02 apa yang mau kita capai padahal Allah 46:05 mengatakan kehidupan yang jauh lebih 46:07 baik di akhirat yang kekal dan abadi 46:10 masa kita mau yang 46:11 hidup sementara nikmatnya semu 46:14 meninggalkan yang hakiki yang abadi 46:18 nah jadi pengetahuan agama itu perlu 46:20 juga bahwa akhirat itu masya Allah luar 46:22 biasa hidup yang kekal dan abadi 46:24 kebahagiaan yang hakiki di sana sedang 46:26 dunia ini sementara sifatnya lalu kenapa 46:29 kita masih bermalas-malas lalu tujuan 46:32 hidup kita untuk apa sebenarnya 46:35 ya kalau kita malas-malas ya kita enggak 46:37 dapat apa-apa akhirnya kita rugi 46:40 atau mungkin di ada sebab bermalas-malas 46:43 itu 46:44 mungkin karena kita banyak salah banyak 46:46 dosa 46:47 sehingga terhadap kebaikan itu kalis ya 46:50 ada penghalangnya ada gilirnya 46:52 nah itu perbanyak istigfar mohon ampun 46:54 pada Allah 46:56 jadi kalau hati kita enggak enggak 46:58 terang hati kita enggak dapat cahaya 47:02 ilahi apalagi hati kita sama 47:05 remang-remang dan gelap itu setan 47:07 biasanya menjadi penghuninya nah setan 47:10 itu selalu mengajak yang buruk ya 47:12 malaslah ibadah tapi kalau urusannya 47:15 cocok syahwat semangat luar biasa 47:17 dan ini harus dihilangkan jadi hal-hal 47:19 yang jauhi yang haram jauhi yang maksiat 47:23 kurangi dosa kalau bisa enggak punya 47:25 dosa kalau bisa 47:27 kemudian bersihkan hati dengan banyak 47:29 istigfar insya Allah nanti akan ada 47:31 semangat ya kemudian pelajari bahwa 47:33 akhirat itu akan kehidupan yang menjadi 47:36 tujuan kita yang kekal dan abadi wallahu 47:38 a'lam 47:39 baik yang berikutnya dari hamba Allah 47:43 ustaz saya selalu diganggu oleh adik 47:46 saya 47:48 kami sama-sama sudah 47:51 dewasa tua ya selalu saja minta ini 47:54 minta itu terus-menerus 47:56 kalau enggak dikasih, ancamannya buruk 47:59 sekali. Kalau dikasih, saya ngutang. Dan 48:02 saya sudah ngutang, ketemu ngutang lagi. 48:04 Harus seperti apakah kewajiban saya 48:07 sebagai seorang kakak? Apakah 48:10 saya yang sudah terjerat lilitan ini 48:14 tidak bisa melepaskan diri atau harus 48:17 bagaimana? Terima kasih. 48:19 Iya. 48:19 Enggak ada kewajiban seorang kakak 48:22 untuk, apa yang sudah sama-sama dewasa, 48:25 untuk menanggung semua beban hidup 48:27 adiknya. 48:29 Kalau membantu, iya. 48:31 Tolong-menolong, iya. 48:33 Tapi kewajiban untuk memenuhi apa yang 48:35 dia minta, enggak ada kewajiban itu. 48:38 Jadi, ya terus terang enggak bisa. 48:42 Apalagi 48:43 memaksakan ke memaksakan diri di luar 48:46 batas kemampuan 48:48 sampai terlilit hutang. Nah, ini enggak 48:50 dibenarkan. 48:51 Yang wajib saja kalau enggak mampu, itu 48:54 bisa dilakukan dengan yang dia bisa 48:55 lakukan. 48:57 Puasa saja kalau sakit, dibatalkan. 49:00 Artinya diganti dengan hari lain. 49:03 Salat saja yang wajib berdiri kalau dia 49:05 sakit enggak mampu, sambil duduk. 49:09 Karena Allah sendiri mengatakan tidak 49:10 ada 49:11 apa kewajiban 49:13 dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala 49:15 di atas atau di luar batas kemampuan. 49:19 Jadi, kalau kita enggak mampu, ya enggak 49:20 mampu. Kalau 49:22 kita mampu bisa menolong, bagus. Tapi 49:24 kalau dengan memaksakan diri sampai 49:26 melampaui batas begitu menjadi 49:28 kesengsaraan, itu bukan lagi menolong 49:30 namanya. 49:31 Sudah dewasa, masing-masing punya 49:33 tanggung jawab. Kalau mau bantu, bantu 49:35 saja kalau dia mampu. Kalau enggak 49:36 mampu, zakat saja kalau enggak mampu 49:39 tidak wajib hukumnya. Pergi haji saja 49:41 yang menjadi rukun Islam itu, tidak 49:43 wajib karena tidak mampu. 49:45 Apalagi memaksakan keinginan. 49:48 Jadi, tidak ada kewajiban bahwa seorang 49:52 kakak itu adalah 49:54 apa namanya menjadi menanggung beban 49:56 hidup adiknya, apalagi sama-sama tua. 49:59 He em. 50:00 Enggak ada itu kewajiban itu. Kalau 50:01 menolong, membantu iya. 50:03 Kalau dia mampu. 50:05 Kalau memaksakan diri berarti Anda 50:07 memaksakan diri di luar batas kemampuan. 50:09 untuk siapapun yang minta tolong kepada 50:11 kita. 50:12 Kita orang tua saja 50:14 kepada anak itu sampai balik, sampai dia 50:17 mampu sebenarnya. 50:20 Kalau anak perempuan sampai dinikahkan 50:22 kepada itu kewajiban orang tua. 50:25 Tetapi emm tidak mengabulkan permintaan 50:29 pinjam dari 50:31 siapapun kalau kita enggak mampu memang 50:33 sebaiknya tidak 50:34 boleh memaksakan diri itu enggak boleh. 50:37 Baik, ini yang berikutnya dari Ibu Ida. 50:40 Terima kasih sekali Ustaz bahasannya. 50:43 Saya mau menyambut dengan kebeningan 50:46 hati, tapi tadi juga ada yang bilang 50:49 dendam ya. Ini saya juga punya punya 50:53 rasa enek yang enggak hilang-hilang pada 50:56 teman saya. Saya tahu bahwa saya harus 50:59 bersih masuk puasa. 51:01 Saya sudah mencoba 51:03 untuk melupakan, memaafkan, tapi kenapa 51:06 susah banget ya Ustaz? Ada tipsnyakah 51:08 Ustaz? 51:09 Ya kalau ingat sih boleh saja. 51:12 Tapi jangan sampai hampir meng tinggal 51:15 di hati, singgah di hati. 51:17 Ingat kejahatan orang ya ingat namanya 51:19 dulu jahat begini ya sudah ma, 51:21 dimaafkan. 51:23 Dimaafkan itu ya sudah dilupakan, dilu, 51:26 diupaya untuk tidak akan ada 51:28 rugi kita. 51:30 Kalau ada gil di dalam hati kita, ada 51:32 rasa dendam pada kesalahan orang lain 51:35 masa lalu, kita yang rugi. 51:38 Karena dendam kesumat itu hanya membakar 51:39 jiwa kita. Sudah kembalikan pada Allah, 51:41 enggak ada urusan kok sudah biarin. 51:44 Enggak rugi kalau dia yang melakukan apa 51:47 keburukan pada kita itu Allah yang 51:49 menilai. 51:50 Jadi sebaiknya lupakan saja 51:53 itu kemudian bahkan jika lebih bagus 51:56 lagi mohonkan kepada Allah agar diampuni 51:59 dosa. Wah, itu hebat luar biasa 52:01 pahalanya dan orang-orang takwa ahli 52:04 surga itu adalah wal afina aninnas, 52:07 orang yang memaafkan terhadap kesalahan 52:09 orang lain. 52:10 Jangan benci. 52:11 Jangan benci. 52:12 Jangan dendam. 52:13 Ada satu riwayat 52:15 Rasulullah pernah mengatakan 52:18 ketika beliau sedang duduk bersama para 52:20 sahabat 52:23 lalu beliau ber eh 52:24 bersabda bahwa nanti sebentar lagi 52:27 akan masuk seorang ahli surga. 52:29 He eh. 52:30 Ya Allah, masih hidup sudah disebut 52:32 sebagai ahli surga oleh Rasulullah, 52:34 alangkah bahagianya itu masya Allah. 52:36 Benar tidak lama muncul seorang 52:38 laki-laki. 52:40 Itu berkali-kali diucapkan seperti itu 52:43 dan orang itu lagi. 52:45 Terus. 52:45 Sehingga sahabat besar tadi ini 52:47 penasaran, siapa ini orang? 52:49 He eh. 52:50 Pasti dia punya amalan yang luar biasa. 52:53 Sehingga dia pura-pura bertamu di 52:55 rumahnya selama 3 hari 52:57 untuk menyelidiki atau ingin tahu 53:00 sebenarnya amal istimewa apa yang 53:02 dimiliki oleh orang itu. 53:04 Malam dia perhatikan, 53:07 ya tidak luar biasa. 53:10 Kalau orang saleh kan tetap menghidupkan 53:11 malamnya tapi tidak luar biasa. Luar 53:13 biasa itu misalnya jam 01.00 sudah mulai 53:16 salat malam jam 01.00. Ini biasa saja. 53:20 Kemudian siang hari juga ya biasa saja, 53:22 enggak ada amalan-amalan yang luar 53:25 biasa. 53:27 Sampai 3 hari enggak dijumpai itu. 53:29 Akhirnya dia terus terang. 53:31 Saya sebenarnya mohon maaf sengaja 53:34 datang. 53:35 Diceritakanlah bahwa begini-begini 53:37 Rasulullah bersabda, maka saya ingin 53:39 tahu amal apa yang Anda lakukan. Tolong 53:42 berikan kepada saya amalan apa yang saya 53:44 ingin juga beramal seperti Anda. 53:47 Apa jawabnya? 53:48 Saya enggak seperti yang Anda lihat. 53:51 Saya tidak punya amalan yang istimewa, 53:53 hanya seperti yang Anda lihat selama 3 53:54 hari di sini. 53:56 Saya enggak percaya, mesti kamu 53:58 menyembunyikan. Tidak. 54:00 Hanya memang ada satu hal yang saya 54:02 jaga, kata orang itu. Apa? Saya menjaga 54:06 hati saya 54:08 untuk tidak ada dendam, tidak ada benci. 54:11 Jadi hatinya yang mulus. 54:13 Tidak ada dendam, tidak ada jengkel, 54:15 tidak ada apa terhadap orang lain, 54:17 apalagi benci, iri, enggak ada. Itu yang 54:20 dia selalu jaga, jadi berprasangka baik. 54:23 Oh, ini rupanya keistimewaannya, 54:25 sehingga orang itu ahli surga kalau 54:27 hatinya itu bersih, jernih. 54:30 Ya, tapi kalau punya dendam ya, 54:32 masyaallah nanti jadi urusannya panjang. 54:34 Karena dendam itu sendiri hanya akan 54:36 merusak amalan kita. 54:39 Wallahualam. 54:40 Masyaallah. 54:41 Sayang sekali waktu kita dibatasi karena 54:45 memang ada jam siarnya atau siar pagi 54:48 ya, enggak bisa sampai entar-entar. 54:51 Kalau misalnya ada yang mau ditanya, 54:54 simpan saja kalau nanti ada acara-acara 54:57 yang lain yang bisa di 55:00 ajukan pertanyaan itu, bisa jadi juga 55:03 akan membantu. 55:04 Yang jelas kalau siang diisi kebaikan, 55:07 malamnya kalau puasa tuh baca Alquran, 55:11 salat malam dan sebagainya. 55:13 Kita akan rangkum 55:16 sesingkat mungkin pun tetap akan 55:19 menjadi pegangan bagi yang terlambat 55:21 menyimak tadi. Silakan, Ustaz. 55:22 Baik, para ikhwan rahimakumullah. 55:25 Jadi 55:27 kedatangan Ramadan satu anugerah. 55:30 Wujud daripada rahman dan rahimnya Allah 55:33 kepada kita. 55:35 Allah tidak menghendaki kita tersesat. 55:38 Allah tidak menghendaki kita tersik 55:40 disiksa di akhirat nanti. 55:42 Yang dikehendaki oleh Allah agar kita 55:44 selamat, sejahtera, 55:46 beriman, kebahagiaan dunia dan akhirat. 55:49 Hidangan ini hanya saja ter 55:53 di kita ini diberikan kebebasan untuk 55:55 memilih. Ini masalahnya. 55:58 Makanya perlu hati-hati. 56:00 Saya sering mengatakan salah memandang, 56:03 salah memilih. 56:05 Salah memilih, salah langkah. 56:07 Sekali salah langkah, binasalah kita. 56:10 Nah, di sinilah agama itu. Nah, di 56:12 antaranya puasa itu adalah satu peluang 56:15 besar untuk berbenah diri, memperbaiki 56:18 diri, bertobat kita, meningkatkan 56:21 kualitas diri. Tapi kita lakukan puasa 56:23 dengan benar, bukan sekadar terjebak 56:26 kepada rutinitas tapi tanpa makna. 56:29 Sekadar tidak makan dan tidak minum, 56:31 tapi paket-paket amal-amalan-amalan 56:33 Ramadan tidak kita kerjakan dengan 56:36 sepenuh hati. Mudah-mudahan ada 56:38 manfaatnya. Mohon maaf segala 56:39 kekurangan, kekeliruan. Wabillahi taufik 56:42 walhidayah. Wassalamualaikum 56:43 warahmatullahi wabarakatuh. 56:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:47 wabarakatuh. Ustaz Abdul, terima kasih 56:49 sekali. Mohon maaf untuk pertanyaan yang 56:51 belum sempat dijawab. Nanti kalau Ustaz 56:54 Abdul enggak keburu-buru dijawab lewat 56:56 WA-nya saja ya. 56:58 Baik, sekali lagi mudah-mudahan kita 57:00 punya 57:02 persiapan yang cukup memadai untuk 57:04 menyambut bulan suci Ramadan yang 57:06 merupakan bulan penuh anugerah ini. 57:10 Dan kalau 57:13 semua harta kita adalah kita enggak 57:16 yakin apakah itu akan menebarkan eh 57:20 bercak-bercak berwarna kelam, yang 57:23 paling baik sedekahnya Ustaz ya. 57:25 Jadi, bulan Ramadan mari kita sambut 57:27 dengan mempersiapkan diri, termasuk juga 57:30 sedekah bukan hanya hal-hal benda, 57:33 tetapi kebaikan, kepedulian, dan kasih 57:36 sayang. Billahi taufiq wal hidayah, 57:38 wassalamualaikum warahmatullahi 57:40 wabarakatuh. 57:41 Walaikumsalam.