Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Yang satu
- Rasil kalender surah An-Nisa.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah yang maha pengasih
- maha Ha.
- [Musik]
- Oh
- Oh.
- [Musik]
- Yeah.
- Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu
- berlaku adil terhadap hak-hak perempuan
- yatim bilamana kamu menikahinya maka
- nikahilah perempuan lain yang kamu
- senangi.
- atau empat. Tetapi jika kamu khawatir
- tidak akan mampu berlaku adil maka
- nikahilah seorang saja atau hamba sahaya
- perempuan yang kamu miliki. Yang
- demikian itu lebih dekat agar kamu tidak
- berbuat zalim.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Dan berikanlah mas kawin mahar kepada
- perempuan yang kamu nikahi sebagai
- pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian
- jika mereka menyerahkan kepada kamu
- sebagian dari mas kawin itu dengan
- senang hati, maka terimalah dan
- nikmatilah pemberian itu dengan senang
- hati.
- [Musik]
- [Musik]
- Dan janganlah kamu serahkan kepada orang
- yang belum sempurna akalnya harta mereka
- yang ada dalam kekuasaan kamu yang
- dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.
- Berilah mereka belanja dan pakaian dari
- hasil harta itu dan ucapkanlah kepada
- mereka perkataan yang baik.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- G
- [Musik]
- Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai
- mereka cukup umur untuk menikah.
- Kemudian jika menurut pendapatmu mereka
- telah cerdas pandai memelihara harta,
- maka serahkanlah kepada mereka hartanya
- dan janganlah kamu memakannya harta anak
- yatim melebihi batas kepatutan. Dan
- janganlah kamu tergesa-gesa
- menyerahkannya sebelum mereka dewasa.
- Barang siapa di antara pemelihara itu
- mampu, maka hendaklah dia menahan diri
- dari memakan harta anak yatim itu. Dan
- barang siapa miskin, maka bolehlah dia
- makan harta itu menurut cara yang patut.
- Kemudian apabila kamu menyerahkan harta
- itu kepada mereka maka hendaklah kamu
- adakan saksi-saksi dan cukuplah Allah
- sebagai pengawas.
- mimmaakal
- [Musik]
- [Musik]
- bagi laki-laki ada hak bagian dari harta
- peninggalan kedua orang tua dan
- kerabatnya.
- Dan bagi perempuan ada hak bagian pula
- dari harta peninggalan kedua orang tua
- dan kerabatnya baik sedikit atau banyak
- menurut bagian yang telah ditetapkan.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsir thyiban mubarokan fi kama
- yuhibuna waardu. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar
- rasulullah. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa rasil siswa yang dirahmati
- Allah.
- Semoga kabar Anda sehat di malam hari
- ini. Alhamdulillah saya Muhammad Fahri
- temani Kang Yusuf Subangkit, Neza, dan
- juga Zen hadir di acara tausiah malam
- bersama Dr. K. H. Zaki Mubaruk, MA.
- Beliau adalah RI Suriah, di Pengurus
- Besar Nahdatul Ulama. Alhamdulillah
- beliau telah di studio kita sapa saja
- ikhwan dan akhwat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. Tadi
- jug lancar, Ustaz, ya? Ya, agak macet
- dikit karena kan ini besok mau libur.
- Betul. Iya, besok mau libur jadi agak
- padat di jalan ya. Tapi alhamdulillah
- setelah nyampai ee dihasil pas tepat
- waktu ya. Dan hari ini kita akan
- mengangkat tema mengenai kriteria
- manusia mukmin ya. Untuk Anda ingin
- bergabung nanti Anda bisa kirimkan SMS
- Anda atau WhatsApp Andawat di
- 0811999720 ataupun telepon di
- 0218451512. Silakan, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil
- huda winil haq liyudzirohu aladdini
- kullihi wa kafa billahi
- syahida. Ashadu alla ilahaillallahu
- wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim ala hadan nabiyyil amin
- sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala
- alihi wa ashabihi wat tabiin waman
- tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma
- ba'd. Ikhwan dan
- akhwat para pendengar radio
- silaturahim dan pemirsa Rasul TV yang
- kami cintai dan kami banggakan. Malam
- hari ini dengan bersyukur ke hadirat
- Allah atas rahmat dan taufik-Nya,
- alhamdulillah kita dapat jumpa kembali
- dalam tausiah malam. Semoga acara ini
- dapat mengantarkan kita pada pemahaman
- yang utuh dari ajaran agama dan dapat
- kita aplikasikan dalam kehidupan
- sehari-hari. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan dan akhwat sekalian, mengenai
- manusia
- beriman itu kalau
- kita teliti secara
- mendalam, maka kita
- jumpai salah satu keterangan dari hadis
- Nabi adalah al
- imanu an tummina
- billahi wa
- malaikatih wa
- kutubihi wa
- rusulihi wabilum
- minallahi
- taala. Jadi di situ tegaskan iman itu
- adalah beriman kepada
- Allah, kemudian para
- malaikatnya, kitab-kitab
- sucinya, para nabi dan
- rasul, hari
- akhirat
- dan qada dan qadar Allah.
- Jadi
- enam ada enam rukun iman dalam hadis
- itu. Kemudian bagaimanakah
- pengertian iman itu secara
- bahasa atau secara etimologis al imanu
- att-tasdiq membenarkan.
- Ya. Jadi kalau kita beriman kepada
- sesuatu, kita membenarkan hal itu
- gitu atau
- percaya ya. Attasdiq membenarkan atau
- percaya. Apa dia wujudnya? Ada tiga
- komponen. Yang pertama adalah iktiqadun
- bilqalb. Meyakini dalam hati kita.
- dengan keyakinan yang tanpa
- keraguan bila raibin wala
- syakin tanpa keraguan tanpa
- kebimbangan dalam hati kita
- yakin bahwa Allah Subhanahu wa taala
- adalah Tuhan yang
- maksa. Kemudian yang kedua
- apa? Iqrarum billisan.
- mengikrarkan dengan lisan kita. Mengapa?
- Supaya orang lain tahu bahwa kita
- seorang yang
- beriman. Coba hati saja orang enggak
- kenal kita, enggak tahu
- kita. Enggak ada orang yang bisa melihat
- hatinya orang lain. Maka perlu
- diwujudkan dengan iqrarum
- bisan. Mengungkapkan dengan lisan,
- dengan kalimah syahadah. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar
- rasulullah. Kemudian
- apa? Wa amalum bil arkan. Merealisasikan
- imannya dalam kehidupan
- sehari-hari. Jadi tiga komponen inilah
- yang harus terwujud. Enggak cukup dalam
- hati
- saja, enggak cukup dengan lisan saja,
- tapi harus
- diwujudkan sebagai keyakinan yang teguh
- dalam hati kita, kemudian diikrarkan
- dengan lisan kita. Dan yang ketiga
- adalah
- direalisasikan, diamalkan. Jadi kalau
- ibarat iman itu
- adalah
- matahari, maka amal saleh itu adalah
- sinarnya.
- Jadi ada matahari mesti ada sinar.
- Enggak mungkin enggak ada sinar. Jadi
- harus
- wujud daripada yang kita sebut tadi
- adalah perbuatan atau amal yang
- saleh. Termasuk dalam amal yang saleh
- itu adalah
- ibadah. Kemudian
- muamalah. Ibadah itu mengatur hubungan
- kita dengan Allah. Muamalah mengatur
- hubungan kita dengan sesamanya. Dan
- kemudian berkaitan juga dengan
- akhlak. Nah, ikhwan akhwat sekalian,
- itulah yang kita maksud daripada iman.
- Kemudian dalam
- Al-Qur'an ditegaskan
- ini di surat
- Al-Hujurat, innamal
- mukminun alladzina amanu
- billahi wa rasulihi.
- Sesungguhnya orang-orang mukmin itu
- adalah orang-orang yang beriman kepada
- Allah dan rasul-Nya, yakni Nabi Besar
- Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian apa? Tumma lam
- yartabu. Kemudian mereka tidak ragu-ragu
- dalam imannya
- itu. Sama sekali enggak ada keraguan.
- keyakinan yang tidak disertai dengan
- keraguan.
- Betul-betul secara
- sungguh-sungguh iman itu terpatri dalam
- hatinya, terungkap dalam
- lisannya, dan terwujud dalam
- perilakunya. Itulah hakikat dari iman
- seorang. Kemudian apa setelah itu?
- Waahaduu
- biamwalihim. Salah satu wujud dari
- imannya itu
- adalah kita mau
- berjihad berjuang dengan harta
- kita. Berjihad itu pemahamannya luas
- sekali.
- sering dipahami secara
- sebagian
- sempit jihad itu
- perang di medan
- laga. Oh, itu betul. Tapi itu bagian
- kecil dari jihad.
- Jihad itu sesungguhnya banyak
- sekali. Anak-anak muda kita yang
- berangkat dari rumah pergi ke sekolah
- mencari ilmu dengan tujuan memperoleh
- pengetahuan supaya dia bisa mengamalkan
- ajaran agama
- jihad. Orang tua yang
- bekerja pergi ke tempat kerja, ke pasar
- dan lain-lain. Berdagang, berniaga,
- bekerja dengan niat yang baik, jihad.
- Banyak sekali jihad
- itu. Bahkan kata Nabi, jihad yang paling
- tinggi adalah memerangi hawa
- nafsu. Afdolul jihad man jahada
- nafsah. Jihad yang paling utama, yang
- paling afdal adalah orang
- yang memerangi hawa nafsunya
- sendiri. Bahkan tegaskan dalam
- keterangan yang lain, a'da aduwika
- nafsukati bain jan.
- Musuhmu yang paling berbahaya. Bukan
- pasukan
- tentara, bukan pasukan berkuda, bukan
- pasukan pesawat,
- bukan. Tapi hawa nafsumu yang ada di
- antara kedua lambumu
- sendiri. Jadi, itulah jihad. Kalau kita
- lihat di sering dipahami
- oleh orang-orang lain juga orang di luar
- kita ya, orang-orang Barat sering
- menyebutkan jihad itu disebutkan dengan
- the holy war, perang suci. Ah, itu
- bagian kecil dari jihad. Enggak salah
- bagian kecil. Seperita mengatakan
- Indonesia itu Jakarta. Ah, itu betul.
- Tapi bukan bukan cuma Jakarta. Luas
- Indonesia itu. Ya, gitu kira Indonesia
- adalah Jakarta. Oh, kurang tepat.
- Jakarta adalah bagian kecil dari
- Indonesia. Sama tadi jihad juga begitu
- ya. Perang di medan naga itu bagian dari
- jihad yang sangat
- luas. Mengapa tegaskan di sini
- biamwalihim dulu dalam berjuang itu?
- Karena memang semua memerlukan
- dana. Apapun dia wujudnya membuat
- sekolahan ya, membuat pesantren, membuat
- madrasah, membuat
- masjid ya. Kita pergi umrah, kita pergi
- haji, ya. Kita mendidik anak-anak kita
- semua perlu
- dana. Maka tegaskan di awal ayat ini ya,
- biamwalihim
- dulu baru wa
- anfusihim. Dan jiwa mereka
- fisabilillahi di jalan Allah. Ini
- penting. Ini kata kuncinya
- fisabilillah ya. Kita berjuang di jalan
- Allah. Kita bekerja di jalan Allah, kita
- belajar cari ilmu di jalan Allah, semua
- fisabilillah. Itu ciri-ciri dari jihad
- tadi ya. Bukan fi sabili thaghut di
- jalan thahut bukan
- ya. Atau fi sabilil insan di jalannya
- manusia bukan. Fisabilillah di jalan
- Allah. Ulaika humus shodiquun.
- Mereka itulah orang-orang yang imannya
- benar, enggak main-main imannya.
- Betul-betul beriman. Ya. Jadi saya
- ulangi di sini
- ya. Innamal mukminuna. Sesungguhnya
- orang-orang mukmin itu adalah
- alladzina alladzina amanu
- billahi. Orang-orang yang telah beriman
- kepada
- Allah wa rasulihi dan rasul-Nya. yakni
- Nabi besar Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian apa? Tumma lam
- yartabu. Tidak
- ragu-ragu.
- Yakin. Ya, yakin itu saya pernah uraikan
- pada kuliah yang
- lalu ya. Seperti yakinnya kita bahwa
- tiga lebih sedikit dari 10. Ah itu yakin
- itu tiga lebih sedikit dari 10. Mau
- disulap ap pun enggak bisa. Pokoknya
- tiga lebih sedikit dari 10, 10 lebih
- banyak dari tiga. Itu yang namanya
- yakin. Enggak ada keraguan di situ.
- Ya. Selanjutnya
- adalah wajaha itu tadi berjuang
- berjihad dengan harta kita dan jiwa kita
- fisabilillah di jalan Allah.
- Nah, inilah orang-orang
- yang imannya itu
- sungguhan, bukan iman setengah hati,
- tapi iman sepenuh
- hati. Dalam ayat lain
- tegaskan salah satu lagi kriterianya
- orang beriman
- itu adalah orang-orang yang apabila
- disebutkan asma Allah, hatinya bergetar.
- Innamal mukminunalladzina idza
- dzukirallahu wajilat qulubuhum.
- Begitu dia merasakan keagungan Allah
- dalam dirinya dan dalam alam semesta
- ini, dalam mikrokosmos maupun
- makrokosmos,
- keagungan
- Allah
- dirasakan,
- dihayati, maka wajilat qulubuhum,
- hatinya
- bergetar menyadari keagungan Allah tadi.
- alaiatuhuathum
- imana. Dan apabila dibacakan pada
- mereka, disampaikan pada mereka
- ayat-ayat
- Allah, imannya semakin bertambah
- terus, enggak pernah berkurang.
- Nah, ayat-ayat Allah itu kita bagi dua.
- Yang pertama, ayat-ayat Allah yang
- tertulis dalam Al-Qur'an itu kitab
- Allah diwahyukan pada Nabi Muhammad lalu
- sampai pada kita. Itu petunjuk abadi.
- Petunjuk yang mengantarkan umat manusia
- pada keselamatan duniawi dan ukhrawi.
- Bukan cuma keselamatan. Mengantarkan
- manusia pada kebahagiaan yang
- maksimal baik dalam kehidupan masa kini
- maupun masa depan.
- Jadi kita harus mengikuti petunjuk
- itu. Yang kedua, ayat-ayat Allah yang
- tidak
- tertulis yang ada dalam alam semesta.
- Semua peristiwa alam yang kita
- jumpai, pergantian siang dan malam,
- pergantian
- musim, pergantian musim
- buah-buahan dari satu sama lain sili
- berganti buah-buah
- itu. Kemudian peredaran yang
- ada dalam kehidupan kita
- ini, peredaran
- matahari, bulan,
- planet-planet, bintang-bintang, semua
- beredar.
- peristiwanya
- menakjubkan, pergantian
- generasi terasa
- sekali, ikhwan dan akhwat
- sekalian, generasi ayah saya sudah
- enggak ada
- semua. Generasi ibu saya enggak ada
- semua. Satu pun sudah enggak
- ada. 4 tahun yang lalu masih ada tuh
- generasi ibu saya. Saya suka mampir
- sekarang sudah enggak ada lagi. Nah,
- sekarang generasi saya sebentar lagi
- habis lanjutkan generasi anak-anak kita.
- Itu pergantian semua itu adalah
- merupakan
- tanda-tanda dari keagungan Allah. Dan
- pada saat melihat itu semua kita
- menyadari betapa maha agungnya Allah
- Subhanahu wa taala. Betapa maha esa dan
- maha kuasanya Allah. Wafi kulli syaaiin
- lahu ayah.
- Tadlu ala annahul wahid. Pada segala
- sesuatu itu yang kamu
- jumpai, air, gunung, batu, udara, semua
- benda-benda alam menunjukkan bahwa
- annahul wahid. Sesungguhnya Allah itu
- adalah Maha Esa dan Maha Kuasa.
- Dengan
- kita menyadari dan memahami ayat-ayat
- Allah yang tidak tertulis yang ada dalam
- alam semesta semesta tadi, maka
- dijumpailah oleh umat manusia yang
- disebut dengan sains dan
- teknologi. Kemajuan-kemajuan di bidang
- sains semua lakukan penelitian pada alam
- semesta.
- Lakukan riset terhadap laut, terhadap
- gunung, terhadap pergantian siang dan
- malam melahirkan ilmu astronomi.
- Kemudian ada ilmu geologi, ada ilmu
- biologi, ada ilmu kimia, ada ilmu
- fisika. Wah, macam-macam ilmu. Semua
- adalah hasil penelitian dan riset
- terhadap ayat-ayat Allah yang tidak
- tertulis tadi, yakni alam semesta.
- Inilah sumber pengetahuan. Di sumber
- pengetahuan yang pertama itu Al-Qur'an.
- Yang kedua adalah alam
- semesta. Al-Qur'an termasuk nanti
- Al-Hadis ya di situ ya. Al-Qur'an
- al-Hadis itu satu kesatuan ya. Karena
- hadis merupakan tafsir Quran yang kedua
- adalah alam semesta. Nah, setiap orang
- mengkaji alam semesta maka dia akan
- jumpai ilmu yang sangat
- bermanfaat dan itu akan terus
- berkembang.
- 20 tahun yang lalu pertumbuhan sains
- teknologi belum sebesar sekarang.
- Sekarang luar biasa. Ini adalah hasil
- penelitian terhadap ayat-ayat Allah yang
- tidak tertulis tadi. Ikhwan dan akhwat
- sekalian, dari kenyataan inilah maka
- orang-orang mukmin itu dia akan
- merasakan menghayati keagungan Allah
- Subhanahu wa taala. Kemudian berikutnya
- wa ala rihbihim yatawakalun.
- Dan terhadap Tuhan mereka, mereka selalu
- bertawakal. Nah, inilah ciri manusia
- mukmin. Bagaimanakah bertawakal itu,
- Ikhwan dan akhwat
- sekalian? Ini yang sering disalah pahami
- juga. Seolah-olah tawakal itu ya diam
- aja, enggak mau
- berusaha. Ya, itu enggak betul.
- Tawakal itu kita pasrah kepada Allah.
- Ufawidu amri ilallah. Aku serahkan
- urusanku kepada Allah setelah kita
- berusaha maksimal. Itu baru
- tawakal ya. Jadi tidak benar kalau
- tawakal itu dipahami secara fatalism ya.
- Pasrah saja, nunut saja, enggak. Tetapi
- harus ikhtiar maksimal. Saya ambil
- contoh. Ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam akan melaksanakan salat
- Asar, tiba-tiba ada jemaah dari luar
- kota menggunakan kendaraan mahal
- sekali. Waktu itu kendaraan mahal bukan
- beroda empat, tapi berkaki empat. Ya,
- unta merah itu paling mahal. Unta merah.
- Nah, orang itu tiba-tiba dilepas saja
- untanya mau ikut salat dengan
- Nabi. Nabi panggil,
- "Fulan, kenapa kamu lepas untamu?
- Orang tadi sok ngerti Rasulullah kami
- tawakal. Kalau Allah
- takdirkan unta kami hilang meskipun
- diikat pasti hilang
- katanya. Kalau Allah takdirkan unta kami
- enggak hilang, meskipun kami lepas pasti
- enggak hilang. Was seolah-olah hebat
- dia. Nabi katakan la kata
- Nabi,
- a'ilha wat tawakkal.
- Ikat dulu untamu baik-baik baru kamu
- tawakal. Nah, itulah ikhwan akhwat
- sekalian yang kita pahami. Waalaim
- tawakal itu adalah demikian. Kita
- berusaha maksimal dulu dan itu yang
- terbaik ya. Kalau kita sudah berusaha
- maksimal yang nikmat kita tawakal sudah
- mau
- apaagi tapi kalau kita enggak berusaha
- ada healthy perasaan bersalah. Saya
- ambil contoh, anak kita sakit, kita
- enggak enggak dibawa untuk berobat. Lalu
- dia meninggal. Oh,
- nyesal salah. Kenapa tidak? Tapi kalau
- sudah kita usahakan berobat semaksimal
- mungkin kemudian ternyata dia dipanggil
- oleh Allah, ya kita agak bukan enggak
- sedih-sedih tapi agak tenang karena kita
- sudah
- maksimal. Itulah perlunya kita
- berikhtiar, berusaha.
- Nah, ikhwan dan akhwat sekalian, untuk
- inilah maka kita harus berusaha
- sungguh-sungguh ya
- dengan berusaha maksimal baru kemudian
- kita bertawakal dan itu yang terbaik.
- Kalau kita enggak tawakal juga resah
- hidup kita,
- Saudara ya.
- sekiranya ah itu bikin resah itu.
- Sekiranya lagi ada orang
- anaknya serempet
- motor bawa ke rumah
- sakit. Sekiranya enggak keluar kan dia
- enggak ketabarak motor itu. Ah
- seandainya seandainya ah ini kata Nabi
- yang membuka pintu
- setan ya katakanlah takdir kalau sudah
- begitu.
- Jadi kita enggak terlalu menyesal
- sekali ya. Salah keluar sih. Kalau
- enggak keluar kan selamat.
- Akhirnya menyerahkan diri sendiri. Wah
- repot itu. Nah, jadi di situlah kita
- berusaha maksimal kemudian bertawakal.
- Ikhwan dan akhwat sekalian, demikianlah
- yang bisa kami sampaikan malam hari ini.
- Mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat
- kita amalkan dalam kehidupan harian
- kita.
- Demikian walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]