Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:15 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 0:17 subhanahu wa taala. Tiba kita di sesi 0:20 dialog spesial topik berita edisi hari 0:23 Selasa. Kita sudah terhubung dengan 0:25 narasumber kita Bang Ihsanuddin Nursi di 0:28 ujung telepon. Halo. Asalamualaikum 0:31 warahmatullahi wabarakatuh, Bang 0:32 Ihsanudin. 0:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:36 wabarakatuh. 0:38 Apa kabarnya di pagi hari ini, Bang 0:39 Isan? 0:41 Insyaallah hadir. Insyaallah. Amin. 0:44 Alhamdulillah sehat ya. 0:47 Insyaallah. Amin. 0:48 Iya. Kita ingin menyoroti beberapa hal 0:51 ini. Kalau isu ee luar negeri, Rasil 0:54 pasti akan menanyakan mengenai 0:58 aliansi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan 1:01 gitu ya. media Israel. Eh, kami pantau 1:06 Maarif gitu ya di salah satu eh 1:08 postingannya di X gitu ya mengatakan ee 1:12 bahwa ada judul dari analisis dari 1:15 analis gitu ya, bahwa Israel ini setelah 1:18 Amerika dilihat akan runtuh dengan tanda 1:22 petik gitu ya, sekarang melirik Saudi 1:26 Arabia, Turki dan Pakistan. Kita tahu 1:30 ini ee ee kesepakatan pertahanan baru 1:33 yang melibatkan Arab Saudi, Pakistan, 1:36 dan Turki. Pengamat menilai akan 1:39 mengubah peta keamanan Timur Tengah di 1:43 salah satu akun media sosial yang cukup 1:45 banyak follower. Ini sampai ada yang ee 1:49 bikin postingan ketika 100.000 warga 1:53 Palestina gugur, tidak cukup 1:55 membangunkan umat. Namun beberapa rudal 1:57 Yaman yang menghantam kilang minyak 1:58 Saudi justru berhasil melakukan aliansi 2:02 antara tiga negara muslim ini. Bagaimana 2:05 Bang Ihsanuddin menganalisa dan melihat 2:08 gitu ya Arab Saudi dan ee Pakistan yang 2:12 meluaskan kerja samamanya lalu juga 2:14 membuka keanggotaan baru bagi Turki dan 2:17 sebenarnya blok keamanan yang secara 2:20 terbuka ini akan mempengaruhi 2:24 apa yang paling besar. Apakah justru 2:26 targetnya Iran gitu ya atau 2:28 target-target lain dan Amerika di sini 2:31 berada di mana kan gitu ya. itu itu isu 2:34 luar negerinya nih, Bang Insanudin. Lalu 2:36 isu dalam negeri ini kaitannya dengan 2:39 ketika pemerintah menyampaikan 2:42 bahwa 2:44 ya rapot-nya hingga saat ini oke gitu 2:48 ya. Nilai oke itu apa ini Bang Ihsanudin 2:50 ya? Karena saya ingat di salah satu eh 2:54 media yang disampaikan oleh e Bang 2:56 Ihsanudin, pemerintah dalam 2:58 kebijakan-kebijakannya ketika salah ya 3:00 wajar itu salah tapi jangan bohong gitu 3:02 ya. Karena ini kelihatan nih 3:04 pemerintah-pemerintah atau dengan para 3:06 pendukung-pendukungnya setiap di media, 3:09 setiap menyampaikan 3:11 ee ee bantahan gitu ya atau klarifikasi 3:15 gitu ya atau dari bidang-bidang atau 3:18 badan-badan komunikasinya itu ada 3:20 sinyalir-sinyalir data-data yang tidak 3:23 akurat, data-data yang salah kaprah, 3:25 data-data yang bohong. Belum kita bicara 3:28 tentang ekonomi, sosial, dan politik 3:30 hukum juga seperti itu. Bang Hasanuddin 3:33 menganalisa ini bagaimana sebenarnya di 3:35 tengah-tengah daya beli masyarakat yang 3:37 semakin menurun, namun APBN 3:41 istilahnya mengkhianati gitu ya, 3:43 hajat-hajat penting masyarakat, 3:45 pendidikannya, kesehatannya dengan 3:47 berbagai kasus. Mulai dari mana Bang 3:49 Insanuddin? Monggo di pagi hari ini. 3:51 Bismillahirrahmanirrahim. 3:53 Alhamdulillahbilamin 3:56 Muhammad. 4:16 Kita mulai dari 4:18 Turki, 4:20 Arab, dan Pakistan. 4:23 Kita mulai dari situ karena betul kalau 4:27 terjadi pergeseran. 4:29 Tapi pergesaran seperti apa? Itu yang 4:31 yang mestinya kita paham. Yang kedua 4:35 betul Turki, Pakistan, dan Arab. 4:39 Tapi 4:42 bicara dengan geopolitik seperti apa? H 4:45 itu berarti kita bicara kawasan 4:48 ee dalam konstruksi terhadap Israel dan 4:52 konstruksi terhadap Amerika kayak gimana 4:55 yang berikutnya terhadap 4:57 terhadap oki gitu. 4:59 Iya 4:59 terhadap Oki. Karena dampaknya ee kan 5:03 sejak yang namanya Iran diserang, 5:08 Iran diserang oki diam 1000 bahasa tidak 5:10 punya kata-kata. I 5:12 seperti gaguk gitu loh. 5:13 Betul betul betul. Iya. 5:16 Oke. Gagu tidak punya enggak mamp gagu 5:20 kayak kayak orang kayak orang kayak 5:22 orang 5:22 kayak orang Tuli bisu gitu. Tuna rungu 5:24 tuna tuna wicara 5:26 cacat cacat ya. 5:28 Iya. 5:29 Itu artinya kalau kita ngambilnya begitu 5:34 ada satu keberhasilan Amerika dan 5:38 puncaknya itu adalah organisasi Islam. 5:43 Kalau pakai bahasa ekonomi politik saya 5:46 mengalami kelumpukan. H. 5:50 Jadi ee 5:52 ee makna Islam sebagai innal mukminina 5:56 ikhw makna Islam sebagai umatan wahidah 6:00 secara internasional. 6:01 He 6:01 itu berhasil diluluh lantakkan. 6:05 Luluh lantak dia luruh dia. 6:06 Iya. Kalau kita ngambil konstruksi in 6:10 mina ikhwan, kita ngambil konstruksi 6:12 umatan wahidah dalam melihat dan ee 6:16 dalam membelah menganalisis 6:20 ee kasus Iran yang diserang. 6:23 Heeh. 6:24 Maka sesungguhnya 6:26 ee 6:29 kita masih berada dalam problem internal 6:32 yang mendalam. 6:33 Problem internal Islam yang mendalam itu 6:35 adalah 6:37 kita punya punya krisis kelembagaan, 6:40 punya krisis kepemimpinan, 6:43 kita punya krisis nilai yang kita 6:45 tegakkan. 6:48 Itu kesalahan kita. 6:50 Itu kesalahan 6:52 umat Islam internasional. 6:55 Kesalahan umat Islam internasional untuk 6:59 mengkonfigurasi sistem 7:01 tata dunia. Heeh. 7:03 Yang sesungguhnya sudah diberikan 7:04 jawaban oleh Allah. 7:07 Allah memang tegas menyatakan yang 7:09 menyatukan kalian, menyatukan hati 7:11 kalian adalah aku. 7:13 Tapi sampai apa bisa menyatukan hati 7:15 kita? Itu karena kita memang dalam 7:18 posisi intanahumitamakum. 7:23 Tanpa itu enggak bisa. Kalau itu kalau 7:25 kita gunakan perspektif spiritualnya 7:28 begitu gitu, itu artinya kita punya 7:31 problem padaumikum 7:33 itu artinya kita punya problem pada 7:35 watasillah 7:37 artinya punya problem pada 7:43 kita punya problem empat itu gitu. Jadi 7:45 kalau kalau metodologi ee konfigurasi 7:49 sistem saya kan 7:51 puncaknya tadi 7:54 sudutnya 7:58 sebelah kanannya tadi kananusa 8:01 ee jantungnya ee intinya ee lingkaran 8:05 yang ada dalam segitiga tadi intan wah 8:08 cukup. Nah, kalau kita lihat dalam 8:13 percaturan 8:14 ee negara-negara Islam dipeluk gitu ya, 8:18 terus bagaimana Amerika mengalami krisis 8:23 pengadaan senjata 8:24 sehingga meminta percepatan demikian 8:26 rupa. Ya, sebenarnya 8:30 seluruh umat Islam di dunia mendapat 8:33 pembelajaran 8:34 bagaimana negara yang begitu kecil dari 8:37 segi PDB, negara yang tidak dihitung 8:40 gitu ya. Ee lalu dalam praktik 8:44 peperangan, dalam praktik peperangan 8:46 militer dengan menggunakan 8:49 strategi geopolitik yakni Tratus 8:54 itu bisa mengalahkan Amerika dan Israel. 8:57 Walaupun ee ini saya baca 2 hari lalu 9:01 soal 9:02 soal shortage-nya 9:04 shortage-nya sama Hawk shortage-nya 9:08 rudalnya mereka gitu. 9:09 He he. 9:10 Eh pada saat yang sama saya juga membaca 9:14 misalnya bagaimana 9:17 Israel tidak terikat dengan kerjaan 9:19 macam-macam. pokoknya istilahnya mau 9:20 menghajar habisan ee Libanon Hamad 9:24 Libanon 9:25 sampai kita 9:27 mendapat berita juga ee ribuan mati. 9:31 Nah, kalau konstruksinya 9:34 begitu, Israel adalah negara yang sama 9:38 sekali tidak pernah terikat oleh 9:42 perjanjian internasional. Israel yang 9:44 bisa bertindak sewenang-wenang. 9:47 Maka apakah kekuatan 9:50 Arab, 9:51 Pakistan, dan Turki bisa menghadapi 9:53 Israel? Sebenarnya ketika Israel melihat 9:57 menyaksikan Iran gitu ya, Israel sudah 10:01 ketar-ketir. 10:02 Iya. udah ketar-ketir udah udah udah dia 10:05 lihat ee saudara besarnya aja sudah 10:08 keteteran gitu lagi apalagi dia. Nah itu 10:11 artinya konfigurasi sistemnya ee 10:16 bukan hanya bicara persatuan 10:19 organisasi keamanan antara Arab lalu 10:24 Arab Saudi. 10:25 H 10:25 antara Arab Saudi dengan ee Turki dan 10:28 Pakistan untuk bicara kawasan Teluk. 10:31 Tapi ada ada satu skenar besar yang 10:36 tatanan dunia barunya tidak belum atau 10:39 ee saya menyebutnya belum terbentuk. 10:41 Hegemoni Barat dalam posisi luruh gitu. 10:45 Pada saat yang sama, pada saat yang sama 10:48 umat Islamnya belum bersatu dan pada 10:51 saat yang sama masing-masing negara 10:53 memperkuat diri dan sifat organisasi 10:56 keamanan pandan mereka itu bersifat 10:59 terbuka. 11:00 Hm. Maka pertanyaannya apa yang 11:03 sesungguhnya mengikat kepentingan atau 11:05 kebutuhan mereka? 11:07 Ah, di sini seakan-akan Al-Qur'an enggak 11:09 ada sama mereka. Itu masalahnya. 11:11 H. 11:13 Jadi kalau ambil dalam perspektif ee 11:15 Turki, Pakistan, 11:17 dan Arab, di mana permintaannya umatan 11:20 wahidah, di mana permintaannya inal 11:23 ikwan, di mana permintaan satukan hati 11:26 kalian gitu ya. Eh, itu berhadapan 11:29 dengan problematik. 11:31 Seolahnya Quran enggak ada. 11:32 H 11:32 Quran tidak memberi petunjuk untuk satu 11:34 itu, gitu. Nah, ee 11:39 lepas apakah ini keberhasilan 11:42 ee Barat memecah belah Islam, yang pasti 11:47 kita sesungguhnya tetap berjalan dalam 11:50 tingkat kerentanan sebagai umat. Karena 11:53 perangnya perang peradaban. 11:57 Setelah Negeri 100 malam dihancurkan, 12:00 sisa-sisa peradaban Islam habis. Ingat 12:02 ya, ketika Maret 2003, 12:05 Irak dihabiskan dengan alasan yang tidak 12:06 pernah ditemukan. 12:08 Lalu dihancurkan lagi. 12:10 Iya. Lalu dihancurkan lagi yang namanya 12:12 Iran sekarang. Jadi kalau lihat saya, 12:15 saya kalau saya membaca media barat gitu 12:17 ya, media Amerika 12:19 begitu banyak fasilitas umum di teheran 12:23 yang habis 12:24 berantakan ahuan gitu. 12:26 Iya. 12:27 Tidak terbayang pada saya gitu ya, 12:28 bagaimana mungkin 12:31 sampai ada perintah dari satu kondis ada 12:34 satu bukan perintah lah tepatnya seorang 12:37 recommendation satu anjuran yang amat 12:38 sangat gitu agar masyarakat 12:41 Iran keluar. Karena sangat berbahaya 12:44 kata mereka itu. Anda kebayang enggak 12:47 bagaimana masyarakat Iran yang tadinya 12:50 demikian rupa menggebu-gebu, menghadari 12:53 e pemakaman gitu ya, Ali Haminei. Lalu 12:57 kemudian beberapa waktu kemudian 12:58 digempur habis-habisan di tengah yang 13:00 namanya saudara-saudara seagamanya itu 13:03 dalam posisi berantakan itu gimana? 13:05 Hm. 13:06 Ah, itu yang saya bayangkan. Itu yang 13:08 saya bayangkan. Betapa betapa gak kalau 13:11 pakai bahasa saya, betapa luluh 13:12 lantaknya modal sosial Islam sendiri. 13:15 Jadi kalau Amerika sendiri luluh lantak 13:17 modal sosialnya gitu ya, sehingga mereka 13:20 mengal Islam juga mengalami hal yang 13:22 sama. Modal sosialnya luluh lantak 13:25 seperti juga di Indonesia, modal sosial 13:28 Islam di Indonesia itu berantakan 13:31 dan dia terserak habib. Nah, ketika 13:34 Angga bertanya pada saya, kira-kira apa 13:36 dampaknya kalau dengan dengan Iran ee 13:38 dengan Pakistan, Arab Saudi dan Pakistan 13:42 berg dampaknya 13:44 Turki? Iya, tadi tadi Turki, Pakistan, 13:46 dan Arab Saudi. Dampaknya tadi. Dampak 13:49 pertama adalah mereka cuma sekedar 13:50 mempertahankan diri masing-masing 13:52 menghadapi dua kemungkinan. 13:56 Sulitnya Israel diatur pada saat yang 13:59 sama mereka juga tidak mau yang namanya 14:01 Iran makin kuat pengaruhnya. 14:05 H 14:05 itu yang yang dihitung. Nah, kalau 14:08 mereka menghadapi dua hal, maka suka 14:10 tidak suka 14:12 persenjataan mereka sendiri untuk 14:14 menghitung itu berada dalam dua kondisi. 14:17 Di satu sisi Turki sebagai anggota NATO 14:21 terikat oleh keputusan angkara 78 14:25 kemarin 78 Mei belanja harus 3,5% untuk 14:30 alusisa 1,5% untuk pelatihan pelajurit 14:32 dan macam-macam gitu ya. Sementara yang 14:35 namanya Arab Saudi akan tetap belanja 14:37 lagi untuk memperbaiki basis militer 14:39 yang dihajar. 14:41 Iya. 14:43 Sementara posisi Pakistan akan 14:45 memanfaatkan perbatasannya langsung di 14:47 darat. 14:47 Hm. 14:49 Kan gitu kan. Kan vaksin sesama Iran 14:51 berbatasan langsung. 14:52 Iya. 14:54 Nah, pada konstitusi itu tinggal 14:56 dimainkan Amerika tinggal memainkan 14:58 India untuk menekan Pakistan, untuk 15:00 mengganggu Pakistan. Nah, 15:04 di situ di situ artinya negeri dunia 15:08 tidak akan pernah tentram damai. 15:10 Tapi pejabat Iran tuh sudah komen, Bang 15:12 Hanudin sudah komen. Kami tidak khawatir 15:14 itu pejabat Iran tuh mengatakan itu gitu 15:16 ya. Tapi India sepertinya khawatir. 15:18 Negara-negara mana saja nih yang 15:19 khawatir? 15:21 Eh itu tadi kan tadi dengan saya kan 15:24 langsung menariknya dengan India. Nah, 15:26 kalau dengan India 15:28 artinya sesungguhnya kerja sama India 15:31 dengan beberapa negara Barat itu juga 15:34 akan mempengaruhi. Jadi artinya gini, 15:37 kalau kita baca ini pasalnya banyak nih 15:42 pasalnya gitu ya. 15:43 Heeh. 15:44 Apa pecahan-pecahan 15:47 pecahan-pecahan konflik ini begitu 15:48 banyak gitu. sehingga ketika kita 15:50 mengutuhkan bagaimana cara pandang kita 15:53 itu kelihatan bahwa masing-masing pasal 15:56 itu punya kepentingan diri-sendiri. Nah, 15:59 pada saat yang sama kita harus tahu 16:00 bahwa di balik kepentingan 16:01 sendiri-sendiri itu tetap ada yang 16:03 namanya Amerika yang tetap memainkan di 16:07 sini saya masuk dalam konfigurasi sistem 16:09 saya yang tetap memainkan posisi 16:11 digital. 16:14 Kan strukturnya sekarang bukan sekedar 16:16 military industrial complex. Strukturnya 16:19 bukan lagi sekedar financial and 16:21 military industrial complex, 16:24 tapi sudah financial 16:26 digital, military, industrial complex. 16:30 Jadi sudah FDMIC bukan sekedar FMIC, 16:34 bukan sekedar MIC military industri 16:36 complex, 16:37 tapi dia sudah financial digital 16:41 military India complex. Nah, kancah itu 16:44 kancah kancah sistem dengan metodologi 16:47 begitu tentang financial digital 16:49 military indust 16:52 permainan digitalnya. 16:54 Siapa penguasa digital untuk kawasan 16:56 keluk? 16:57 H 16:58 itu ngelihat siapa penguasa digital 17:00 untuk kawasan yang ada antara tiga 17:02 negara, Iran, Pakistan, dan India. 17:05 Bagaimana backup terhadap India? 17:06 Bagaimana posisi Cina? 17:08 H 17:09 ah itu ee ee lingkupnya sampai begitu. 17:11 Kalau kita mau baca petanya 17:13 variabel-variabelnya 17:15 lima variabel tadi, finansialnya kayak 17:17 gimana, digitalnya kayak apa, military 17:19 kayak apa, kompleks mereka. Nah, begitu 17:22 masuk kompleks dia tidak hanya diikat 17:25 tadi oleh yang namanya financial 17:26 military tapi oleh digital. Nah, begitu 17:28 masuk digital masuk modal sosial itu 17:30 analisisnya. 17:31 Ng lihat nih 17:32 e kompleks ya. 17:34 Hm. Kompleks. Kompleks, 17:35 maaf ya. Kompleks ya. Karena memang 17:37 berserak dia. Dia berserak betul gitu. 17:40 Jadi enggak bisa kita mengambil satu 17:41 model. 17:42 Kita enggak bisa mengambil satu model 17:44 pada mengambil single variabel gitu ya. 17:47 Tapi ini multi variabel. Kalau pakai 17:49 kajian yang saya bangun dalam ceramah 17:52 saya di mana-mana, minimal kita punya 17:55 tujuh variabel. 17:57 Nah, tujuh variabel itu bukan cuma 17:58 sekedar modal sosial, bukan hanya 18:00 sekedar modal finansial, bukan hanya 18:02 sekedar modal digital, tapi bagaimana 18:06 riwayat peperangan itu. Ah, Pak itu 18:09 dilihat. Bagaimana kemudian ee kebutuhan 18:12 hajat hidup orang banyak lima kayak 18:14 gitu. Lihat bagaimana kemudian kita 18:16 melihat 18:18 semangat juang yang ada di masing-masing 18:20 gitu. 18:21 H 18:21 ah. 18:21 Ini jangan-jangan bukan semangat juang. 18:24 Jangan semangat bukan bukan semangat 18:25 juang rakyatnya tapi semangat juang 18:27 pemimpinnya gitu yang pemimpinnya 18:31 ternyata ah di sini ini ini masuk di 18:32 sini ternyata pemimpinnya tidak punya 18:35 tidak cukup wawasannya karena sudah 18:38 sudah 18:39 sudah lebih banyak ambisi-ambisi 18:40 pribadinya itu yang keenamnya gitu. Nah, 18:43 ketika masuk nilai ambisi pribadi muncul 18:46 di situ muncul soal strategi. Di situ 18:48 muncul soal bagaimana perencanaan 18:50 strategik, model analogi, model 18:52 kebijakan. Di situ harus dilihat ee 18:54 variabel-variabel 18:56 untuk menunjuk sampai seberapa jauh peta 18:59 kekuatan yang baru itu antara Arab 19:01 Saudi, Pakistan, dan Irak. eh antara 19:03 Arab Saudi, Pakistan, dan Turki 19:05 berhadapan dengan situasi yang 19:07 kekuatannya berserak tapi sesungguhnya 19:09 tetap terhimpun pada kekuatan Barat 19:12 karena Barat tetap mempertahankan 19:13 posisinya 19:14 seperti keputusan di angkara di NATO. 19:17 Nah, di situ main kancah belakangnya 19:18 adalah soal bagaimana Cina dan Iran ee 19:21 bagaimana Cina dan Rusia, bagaimana 19:23 Korea Utara juga 19:26 berperan dan diperhitungkan. He. 19:28 Nah, sampai pada level itu suka tidak 19:32 suka makin ini sebenarnya eskatologi 19:36 Islam bahwa dunia akan makin berantakan, 19:40 dunia akan makin tidak punya pegangan 19:42 dan itu per hari ini nampak dengan 19:45 dengan perjanjian itu gitu loh. Jadi 19:48 dalam dalam 19:50 tapak munculnya Imam Mahdi ya, tapak 19:54 dalam munculnya Imam Mahdi itu sudah 19:56 nampak sesungguhnya sudah ada 19:58 indikasi-indikasi itu. Begitu 19:59 terseraknya ee situasi, begitu susahnya 20:02 menyatukan manusia sehingga manusia 20:04 berada dalam kebingungan, manusia dalam 20:06 berada dalam kegelapan, manusia tidak 20:09 punya pedoman melangkah, penuh dengan 20:11 risiko dan ketidakpastian. Ah, di situ 20:13 nanti puncak dari itu semua kemunculan 20:15 Imam Hadis. Nah, lagi-lagi jawabannya 20:18 bukan pada manusia, jawabannya pada 20:21 Al-Qur'an gitu. 20:23 Nah, Bang Isanudin, Bang Isanudin ee ini 20:26 juga pasti kan bisa menganalisa makna 20:29 simbolis dari nama dari nama-nama 20:33 kesepakatannya MECA join Defense 20:35 Agreement. Kenapa harus nama Makkah gitu 20:38 yang diambil pembentukan aliansi Makkah 20:41 gitu? 20:43 Ee kan problemnya begini, 20:48 problem Iran terhadap Arab Saudi dan 20:52 sesungguhnya problem banyak umat Islam 20:54 di dunia termasuk Ihsanuddin Orsi 20:58 bahwa Al-Haramain 21:00 Makkah dan Madinah itu bukan monopoli 21:05 Arab Saudi. 21:07 H 21:07 garis bawahi dulu nih. 21:09 Garis bawahi dulu nih. bahwa yang 21:11 namanya Makkah Ka'bah, Mandaritul 21:14 Munawarah itu bukan monopoli Arab Saudi. 21:18 Secara 21:20 geopolitik itu berarti milik kawasan 21:24 Timur Tengah. secara internasional itu 21:26 berarti milik umat Islam sedunia 21:29 yang memang kebetulan secara teritorial 21:32 gitu ya di kewilayahan secara teorit 21:35 memang ada di Arab Saudi. 21:37 He 21:37 artinya Arab Saudi ketika menyebut diri 21:40 sendiri sebagai rramain atas Makkah dan 21:44 Madinah ya memang statusnya sebagai 21:46 pelayan tapi pengorganisasian penataan 21:50 pengarahan itu milik masyarakat 21:52 internasional Islam. He. 21:54 Nah, ketika Arab Saudi tetap monopoli 21:56 atas semuanya itu tentu akan menimbulkan 21:58 apalagi sekarang pendekatan Muhammad bin 22:00 Salman atas posisi umrah dan haji 22:03 totally bisnis, bisnis to. 22:05 Hm. 22:06 Ah, visa harganya berapa sekarang untuk 22:09 umrah? Visa berapa harganya sekarang 22:11 untuk yang namanya haji? Visa berapa 22:12 sekarang untuk harganya macam-macam 22:14 gitu. Artinya 22:16 pendekatannya sudah pendekatan ee dalam 22:18 pandangan saya sudah total bisnis gitu. 22:21 Nah, ketika total bisnis kan masuk 22:23 persoalan kejujuran, persoalan 22:25 pertanggungjawaban, persoalan 22:26 keserakahan. 22:29 I 22:30 sampai di situ. Nah, ketika digunakan, 22:32 nah, mereka seolah-olah mau 22:35 membangkitkan 22:36 persatuan, saya bilang seolah-olah mau 22:39 membangkitkan persatuan umat Islam 22:41 sedunia. 22:42 Seolah-olah ya. 22:45 Sesungguhnya umat Islam sedunia masih 22:47 melihat Arab Saudi tidak layak. Kenapa? 22:49 Karena tadi 22:51 selama bertahun-tahun sejaknya namanya 22:53 saya bongkar perjanjian sejak abad ee 22:57 sejak 1914 nih jadinya. 22:59 Wah zamannya 23:01 enggak betul 23:01 ini dong Bani Saud 23:04 Bani memang akhirnya dari Bani Saudnya. 23:07 Iya iya iya. 23:09 Nah, ketika kita masuk dari perjanjian 23:11 Bani Saud dengan Inggris sampai 23:13 munculnya perjanjian Balkor gitu ya, 23:16 itu kan akhirnya 23:18 itu kan kelihatan bagaimana sebenarnya 23:20 Arab Saudi itu kayak apa gitu. Heeh. 23:22 Itu yang yang umat Islam tidak belajar 23:25 sejarah bahwa peristiwa hari ini yang 23:27 dimunculkan oleh Muhammad bin Salman, 23:30 yang dimunculkan oleh Saudi Arabia, yang 23:33 dimunculkan oleh beberapa negara Islam 23:35 itu bukan bukan single variabel, bukan 23:39 peristiwa hari ini saja belaka. Dia 23:41 punya mata rantai. 23:42 Tapi Bang Isan kalau mau ditarik ke 23:43 sejarah itu menariknya kan ya di era itu 23:46 Saudi memutus gitu ya memutus istilahnya 23:49 kekuasaan Otoman di Turki gitu ya. dan 23:52 sekarang menyambung lagi kekuasaan 23:54 bersama Turki. Kalau Bang Dil 23:56 karena tadi ada semacam egoosentris, ada 24:00 semacam egoentris 24:02 itu. Jadi kalau kalau dibalik pada 24:04 posisi memutus hubungan dengan Otoman 24:06 sehingga Otoman menghadapi sendiri 24:08 Inggris gitu ya 24:09 dan habis-habisan begitu. 24:11 Nah itu itu menggambarkan bahwa 24:13 perjanjian dinasti Saut dengan Inggris 24:16 itu gitu itu menunjuk bahwa begitu 24:18 mudahnya Islam dipecah belah gitu. 24:20 Iya. Iya iya iya. begitu mudahnya Islam 24:23 diintervensi dan diinvasi gitu lihat. 24:27 Nah, sekarang mereka sadar bahwa mereka 24:29 harus bersatu. Nah, dalam posisi format 24:31 bersatu pertanyaan besarnya 24:33 H 24:34 kalau panggilan adalah ee panggilan soal 24:37 menyatukan umat Islam, maka 24:38 pernyataannya adalah Iran tidak bisa 24:41 dibiarkan sendiri kalau begitu gitu 24:43 mestinya. Jadi bukan di dalam konstruksi 24:47 konstruksi mereka bukan konstruksi 24:48 menghadapi Iran, 24:50 tapi menghadapi Washington dan T Afif 24:52 gitu maksudnya ngelihatnya. 24:54 Iya. Iya. Tapi yang menarik juga Bang 24:55 Insan ada ada salah satu aktivis juga 24:59 yang memposting ee pernyataan salah satu 25:02 ulama Kuwait. Jadi analisanya gitu ya, 25:06 ee dulu mengatakan akan terjadi koalisi 25:09 ee Saudi Turki dan sekarang terbukti dan 25:12 itu akan menghancurkan hegemoni Amerika. 25:15 Jadi postingan ini menunjukkan betapa 25:18 dia ee ee senang gitu dengan koalisi ini 25:21 gitu. Apakah benar menghapus atau akan 25:25 apa ee meminimalkan hegemoni Amerika? 25:29 Kalau soal hegemoni Amerika seperti itu 25:32 sudah ditulis dulan oleh Joseph Slit. 25:35 H 25:36 seperti kemudian kajian saya di I the Ro 25:40 luruhnya Hegomini Amerika atau kajiannya 25:43 Stephen W yang menyatakan Amerika 25:46 sebagai hegemon predator gitu. 25:50 Heeh. 25:51 Dan kemudian sejumlah negara secara 25:54 diam-diam menarik diri dari berbagai hal 25:58 yang dilakukan oleh Amerika. Terutama 26:01 sangat dirasakan Amerika yang zalim, 26:04 aniaya, tidak bijak, tidak adil, mau 26:06 menang sendiri ketika ditampilkan dalam 26:09 kebijakan tarif gitu ya. ee di tengah 26:12 yang namanya Amerika tetap punya 26:14 kebebasan mencetak uang lewat federal 26:17 risetnya dan dengan uang itu Amerika 26:19 menyerang seluruh dunia karena yang 26:20 diserang adalah dengan inflasi dan nilai 26:22 tukar dan orang merasakan itu semua 26:24 gitu. Jadi kalau soal luruhnya, 26:27 soal luruhnya apa yang disampaikan oleh 26:30 postingan tadi, apa yang disampaikan 26:32 oleh SCLIT itu sudah clear yang sedang 26:34 terjadi oleh mereka adalah mereka sedang 26:36 mempertahankan luruhnya. saya 26:38 menggunakan istilah luruhnya 26:41 hegemon colaps gitu ya, luruhnya ee 26:44 luruhnya hegemoni tadi gitu sedang 26:46 mereka pertahankan dengan FBMIC. 26:49 Jadi kalau baca petanya, 26:51 baca konfigurasi sistemnya, enggak bisa 26:54 kita cuma sekedar melihat kekuatan 26:57 keuangan. Enggak bisa kita sekedar 26:59 melihat militer, kekuatan militernya. 27:02 Kita harus tarik sekarang dalam kekuatan 27:04 digitalnya. Kan sampai dengan hari ini 27:06 masyarakat dunia tidak punya kesepakatan 27:09 tentang standarisasi digital. Masyarakat 27:12 dunia tidak punya standarisasi cyber. 27:14 Masing-masing dunia melakukan pengamanan 27:16 cybernya sendiri-sendiri. Masing-masing 27:18 mengamankan standarisasi digitalnya 27:20 sendiri. Sehingga arah Amerika dengan 27:24 financial digital military industrial 27:26 complex ke CBDC itu terhambat. 27:30 Apa itu CBDC? CBDC itu bukan cuma 27:32 sekedar ee penggunaan transaksi keuangan 27:35 berbasis digital, uang digital, bukan 27:37 itu. Hm. 27:40 PBDC adalah alat kendali manusia oleh 27:45 para pemilik peralatan itu. Jadi, alat 27:48 kendali semuanya bisa dimonitor gitu ya. 27:51 Seorang Angga ketika nanti tunduk pada 27:53 CBDC mereka, Angga akan dimonitor secara 27:56 keseluruhan kehidupan Angga. total 27:58 kekayaan, perilaku, makanan sehari-hari 28:01 mesti ngapain, Angga mesti takut, Angga 28:04 mesti berani. Itu semuanya dipengaruhi 28:05 di situ. 28:07 Sampai di situ. Itu yang disebut oleh 28:10 sebagai human global control. Jadi, 28:13 kontrol kemanusan secara global itu 28:17 ditulis oleh menjelang berlakunya 28:19 COVID-19. Sehingga saya punya sikap juga 28:23 begitu karena tadi akhirnya dibuktikan 28:26 oleh Tuls Gaban direktur intelijen 28:29 Amerika sebagai Amerika punya 120 28:33 laboratorium yang 20 atau 30 di 28:35 antaranya sebagaimana saya tulis dalam 28:37 prahara Bangsa berada di Ukraina gitu 28:40 ngelihatnya. Iya. Iya. Iya. Iya. 28:42 Kalau kalau kita melihat mainnya 28:45 percaturannya begitu gitu, percaturan ee 28:48 luruhnya itu yang mereka mempertahankan 28:50 tadi bahwa militernya bukan hanya 28:52 pengertian militer alat senjata, dia 28:55 masuk juga ke dalam perang biologi, 28:57 perang kimia gitu, perang cuaca gitu. 29:00 Gitu ngelihatnya. Nah, kalau sudah 29:03 begitu gitu ya, lagi-lagi saya tetap 29:06 masuk dalam perspektif ini jalan menuju 29:09 betapa dunia porak-poranda enggak 29:12 keru-keruan. Ah, itulah jalan menuju 29:15 munculnya Imam Mahdi sampai nanti muncul 29:17 kembali Nabi Isa. Artinya dunia sudah 29:20 semakin tua. 29:22 Dunia menjelang ee memasuki era-era 29:26 penuaan gitu. Masuki masuki era tua 29:29 gitu. 29:31 gitu. 29:32 Sementara sementara di Indonesianya pada 29:34 sadar enggak itu ya? 29:37 Lah kalau pertanyaan gitu berkali-kali 29:39 saya bilang dirasil Indonesia 29:41 ketinggalan jamak 15 20 tahun 29:46 ketinggalan zaman 15 20 tahun sekarang 29:49 pindah ke Indonesia. 29:50 Iya. Iya. seperti yang Anda bilang, 29:52 H 29:52 bagaimana ee anggaran kesehatan 29:55 pendidikan dipangkas di tengah yang 29:58 namanya daya beli berantakan ambruk gitu 30:01 ya. 30:02 Ee dan ini menjelang ulang tahun 30:05 kemerdekaan 81 tahun dan pidatonya nanti 30:08 pada tanggal 14 Agustus yang katanya 30:11 akan banyak bicara dengan pasal 33. 30:13 Nah, itu 30:17 di mana kesejahteraan kita. 30:20 Nah, kalau kita kembali ke Indonesia 30:24 yang modal sosialnya runtuh, luruh gitu 30:28 ya, yang modal 30:31 politiknya 30:33 tercabik-cabik 30:35 dan modal 30:37 ee ekonomi juga tercabut-cabut. 30:41 Maka 30:43 seperti saya bilang di sebuah kajian 30:45 gitu ya, yang Anda tadi kutip gitu, 30:48 Anda boleh salah tapi tidak. Anda boleh 30:51 salah tapi harus jujur. 30:52 Heeh. 30:53 Nah, itu sesungguhnya karena saya 30:55 melihat situasi sekarang dalam hitungan 31:00 dalam perhitungan krisis multidimensi 31:03 dia sama dengan 98. 31:05 Hm. 31:06 Oke. Perbankan tidak dalam posisi 31:07 melemah. Dia tetap kokoh diindikasikan 31:10 oleh yang namanya capital education 31:13 ratio. 31:14 Diindikasikan oleh loan to deposit 31:16 ratio. Diindikasikan dengan tingkat 31:19 kredit bermasalah. Diindikasikan dengan 31:22 namanya bagaimana perbankan bertahan. 31:25 Karena perbankannya bukan perbankan 31:26 nasional murni, tapi termasuk juga 31:29 perbankan nasional asing, berbaju 31:32 nasional dan itu perbankan. Maka mereka 31:35 tentu bertahan dari situasi yang penuh 31:37 dengan tidak pasti ini. Mereka tidak 31:39 boleh ambruk gitu, 31:41 kecuali BPR yang terus-menerus ambruk 31:43 tiap tahun. Kan Anda bisa lihat 31:46 pengumuman LPS sekian puluh bank ambruk 31:49 tahun ini. Ya, itu BPR. Jangan 31:51 bacanya jangan salah gitu. 31:54 Jadi kalau pakai kajian saya di 98, saya 31:58 punya 17 variabel untuk masuk ke dalam 32:01 situasi 98. Tapi core-nya itu krisis 32:05 multidimensinya itu tiga. 32:09 Social distust, social disorder, social 32:11 disobedience. Pakai bahasa Indonesia. 32:13 Ketidakpercayaan publik. Satu ya. Publik 32:16 tidak percaya. Dua, publik berantakan, 32:20 ambad gitu ya. masyarakat tidak percaya, 32:23 masyarakatnya amburadul, masyarakatnya 32:25 membangkang. 32:27 Nah, itu kelihatan terserah. H 32:29 itu yang saya bilang kesalahan 32:32 komunikasi. Jadi, ee saya mendapatkan 20 32:39 sat 21 32:42 unsur gitu ya. He 32:45 yang menyebabkan masyarakat itu ee 32:49 memberikan kritik dan tidak punya 32:52 kepercayaan. 32:54 21 unsur itu menyebabkan masyarakat 32:57 marah dan lahirnya ambur uradul karena 33:00 tidak dijawab dengan benar. Yang ada 33:02 adalah penyangkaan gitu ya, bahwa saya 33:04 sudah benar gitu kan. Contoh sederhana 33:07 MBG, contoh sederhana koperasi Desa 33:09 Merah Putih 33:10 e contoh sederhana soal danantara gitu 33:12 ya kan semuanya kelihatan muncul. 33:14 Hal-hal begitu. Contoh sederhana soal 33:17 TKD dan pemotongan dana desa itu 33:20 contoh-contoh sederhana ya. Nah, ketika 33:24 muncul yang namanya ketidakpercayaan 33:26 publik, ketidakpercayaan masyarakat, 33:28 masyarakat yang amburado, masyarakat 33:30 yang membangkang 33:32 gitu ya, 33:34 maka sebenarnya dia menggambarkan 33:38 krisis kepemimpinan. 33:41 pemimpin bukan lagi menjadi ee ee satu 33:45 kelembagaan dan satu kepribadian yang 33:48 memberi manfaat atas kehidupan bersama. 33:50 Ah, itu kalimat penting 33:52 yang memberi manfaat dia memberi manfaat 33:54 tetapi hanya pada segelintir orang. 33:56 Sementara galangan yang lebih luas itu 33:59 tidak pernah merasa punya manfaat. Nah, 34:00 itu diindikasikan tadi nilai tukar 34:03 begitu. 34:05 Ah, lalu kemudian masyarakat daya 34:08 belinya ambruk, kelas menengahnya 34:10 menurun gitu ya. Ee duit likuiditas yang 34:14 timbalis bawah tidak cukup gitu. Itu 34:16 contoh-contohnya kelihatannya. Lalu pada 34:19 saat yang sama untuk bisa berhidup 34:22 mereka membutuhkan pembiayaan yang 34:25 pembiayaannya mahal disebabkan tadi 34:28 resiko politikbabkan suku bunga naik 34:32 sudah lapis ke bawah kena semuanya. Itu 34:34 yang saya bilang terjerat di jalan 34:36 sesat. Itu yang namanya ketergantungan 34:38 impor energi sudah mencapai angka 34:41 68,46%. 34:44 Nah, terus ya begitu. 34:46 Iya. 34:46 Nah, kalau ini kita memperbaiki 34:50 kalau ini ee 34:52 saya yakini omongan kita didengar Angga. 34:55 Hm. 34:56 Karena 34:57 karena kajian kajian saya kan tidak 35:00 pernah berubah angga. 35:01 Iya. ya cuma ee kontennya berubah tapi 35:05 konfigurasi sistem metodologinya tidak 35:08 berubah cuma angka-angkanya yang berubah 35:10 kebijak perilakunya yang berubah gitu. 35:13 Nah, kalau ini kita ingin memperbaiki, 35:18 maka pengubahannya bukan cuma sekedar 35:21 pada isi kebijakan, 35:23 tapi gaya kebijakan, 35:25 gaya penyampaian kebijakan anak-anak 35:28 kecil yang tidak kompeten itu, tapi 35:30 menunjukkan kesaknya, 35:33 gayanya seperti sudah menguasai betul 35:36 satu masalah gitu ya. Ee gayanya sudah 35:39 nunjukin betul, layak pegang jabatan 35:41 gitu ya. He. 35:42 Padahal kita tahu kapasitasnya tidak di 35:44 situ, kompetensinya tidak cukup gitu ya. 35:48 Kan orang yang sekedar bicara sama orang 35:51 yang mampu bertindak berbeda. Ya 35:53 ayyuhalladina amanu 35:56 jangan lu pandai bicara tapi lu tidak 35:58 pandai berbuat. Kan begitu bahasa 35:59 sederhananya gitu ya. Nah eh tentu orang 36:03 akan nempak saya nurs juga begitu. Nanti 36:06 dulu tidak pernah belajar riwayat hidup 36:08 saya kalau begitu. Sori sor ya sor kalau 36:12 sampai di sini karena belajar dulu 36:14 riwayat hidup saya bagaimana ketika saya 36:16 berada di panggung politik di panggung 36:18 publik gitu 36:19 kalau saya dibalikin begitu gitu. 36:21 Nah kalau level berpikirnya begitu maka 36:24 koreksinya bukan sekedar koreksi pada 36:27 isi kebijakan yang sehingga masyarakat 36:29 bicara percaya tapi juga koreksi pada 36:33 penempatan-penempatan orang. He. 36:35 Nah, ketika masuk pada penempatan orang, 36:37 suka tidak suka, setuju tidak setuju, 36:39 kabinet gemuk itu menjadi salah satu 36:42 sebab berteriak efisiensi tapi tidak 36:44 efisien. 36:46 Berteriak efisiensi tapi tidak efisien. 36:48 Ya, itu 36:49 iya itu tuh masalah itu kan gimana sih 36:53 engak membayangkannya gitu. 36:55 Dari 36:57 muncul problematik apa? Prioritas. 37:00 prioritas lagi muncul lagi masalahnya 37:02 bahwa yang kelihatan banyak pidato 37:04 keluar adalah presiden menteri yang 37:06 banyak ikut pidato kan cuman Amran 37:08 Sulaiman 37:09 he 37:09 sama Purba Yudi kan cuma dua menteri. 37:12 Oh dia meyakinkan 37:14 begini begini begini Yudi Purbawa 37:17 ngomongnya begini. It's ok Pak tapi 37:19 isinya benar gitu baliknya. 37:22 It's ok ya jangan juga nunjukin 37:24 kesombongan saya jagonya tidak apa-apa 37:27 utang luar negeri 40 sekian. ini masih 37:30 aman seperti dinyatakan oleh B iyalah 37:33 kalau menggunakan cara berpikir rentenir 37:36 internasional ya aman anda masih bisa 37:39 iyalah dia menghitung kok 37:40 anda masih bisa balas eh bayar utang 37:42 tahun ini 1422 triliun anda bisa bayar 37:45 itu segitu anda masih aman kan gitu pada 37:50 saat yang sama anda membenarkan 37:52 penghisapan darah rakyat untuk membayar 37:56 kemewahan-kemewahan pejabat dan 37:59 kenikmatan para konglemer 38:01 lewat pajak ya. 38:03 Lewat pajak 38:05 lewat sumber daya yang Anda serahkan ke 38:07 mereka. Lewat dua 38:08 lewat pajak dan lewat sumber daya yang 38:09 serahkan ke mereka gitu. 38:12 Itu masalah besarnya gitu. He. 38:13 Jadi kalau Anda mau bicara yang pasal 38:16 33, 38:18 izinkan saya mereka tahu nih, Gerindra 38:22 tepatnya. 38:23 Hm. 38:23 Ketua Umum Gerindra dan Pembina Gerindra 38:27 tepatnya yang sekarang presiden tahu nih 38:29 desain berpikir saya. Karena saya pernah 38:31 menyampaikan ke 38:33 Pak Prabowo gitu ya, 38:35 bukan sekali dua kali tapi beberapa kali 38:37 di Bojong Konen di beberapa tempat gitu 38:40 ya. 38:42 bisa dia ngerti itu bukan hanya pasal 33 38:46 apalagi pasal 33-nya sudah tidak lagi up 38:48 to date menghadapi situasi sekarang gitu 38:50 loh. Nah, di mana tidak up to date-nya? 38:54 Di pasal 33 ayat 3 itu tidak lagi up to 38:56 date ya. 38:57 H 38:57 dia tidak lagi mencerdasi situasi gitu. 39:00 Makanya kemudian saya dan teman-teman 39:03 mengajukan usulan tambahan pada pasal 39:06 33. Nah, pasal 33 berhubungan dengan nih 39:10 itu kita ini kalau dalam bahasa diskusi 39:13 saya ini ekonomi politik konstitusional. 39:17 Hm. 39:17 Jadi bukan sekedar politik 39:19 konstitusional, bukan sekedar ekonomi 39:22 konstitusional, tapi ekonomi politik 39:25 konstitusional. 39:27 Nah, ee kalau pakai AI kajian Nursi 39:31 dibanding-bandingin sama Antonio 39:32 Gramski, Sam dan berbagai kalangan 39:35 pemikir internasional lain. Nah, kalau 39:37 kita mikirnya bukan hanya 3-3 yang juga 39:39 harus kita perbaiki pada pada cerita 39:41 pasal 33 ayat 3, maka dia harus 39:43 berhubungan dengan pasal 23. 39:45 He. 39:45 Nah, pasal 23 itu ada lima masalah di 39:49 dalamnya. Masalah pertama soal fiskal, 39:54 berarti soal pajak. Berarti soal APBN 39:57 berarti soal bagaimana strategi dan 40:00 model APBN yang diterapkan di Indonesia. 40:04 Ya. Yang kedua soal bank sentral. Nah, 40:07 bank sentral ternyata sudah di 40:10 demikian rupa ditata muncullah nama 40:13 Destri Damayanti menggantikan periio 40:16 gitu ya. Ini ini diulang ketika ee 40:21 ketika SBY mengajikan nama tunggal 40:24 Budono, ketika SBY mengajukan nama 40:27 tunggal Agus Marto Wardoyo. Sekarang 40:29 diulang oleh yang namanya Prabowo 40:31 Subianto dengan mengajukan nama tunggal 40:33 Damayanti. Dua. Yang ketiga soal BPK. 40:36 Bagaimana kira-kira pengaruh BPK? 40:39 Kan lihat di situ kondisi BPK lihat 40:42 cerita kayak gimana. Heeh. Nah, pasal 23 40:46 juga bicara tentang bagaimana 40:49 sesungguhnya gitu ya perpajakan BPK 40:54 dalam tatanan itu itu merujuk pada upaya 40:59 strategi tentang uang. 41:01 Hm. 41:02 Uang ini apa? Bagaimana ceritanya gitu. 41:05 Iya. 41:06 Ah, di situ uang secara makro, uang 41:08 secara mikro sebenarnya harus digaris 41:10 bawah. itu pasal 23 kita enggak jelas 41:13 konsepnya kecuali cuma sekedar mengikuti 41:16 neoliberal. 41:19 Hmm. 41:20 Jadi kalau pasal 33 Anda perhatikan ee 41:23 mau dia benahi tapi pasal 23 tetap dalam 41:25 aliran neoliberal, 41:27 Anda sedang menggarami 41:30 lautan. 41:32 Lautan I ya. 41:34 Oke. Lalu Anda masuk ke pasal 27. 41:37 Hm. dari 23 ke 27. Di pasal 27 ini, ini 41:41 berkaitan dengan yang namanya alokasi 41:44 anggaran, kebijakan moneter, 41:47 pemeriksaan, perpajakan, kontrol atas 41:51 sebuah sistem keuangan 41:53 termasuk di dalamnya sistem pembayaran 41:55 gitu. 41:57 Ngelihatnya ini pasal 27. Kenapa? Karena 41:59 pasal 27 itu cerita tentang gitu ya, 42:02 tiap-tiap warga negara berhak atas 42:07 pekerjaan 42:09 dan penghidupan yang layak bagi 42:12 kemanusiaan. Itu artinya Anda harus ubah 42:14 Undang-Undang Cipta Kerja 42:17 yang kemarin memiskinkan masyarakat yang 42:19 menyerahkan semuanya ke konglomerasi. 42:21 Iya. 42:21 Produknya Joko Widodo. Produknya yang 42:24 orang-orang sedang berkuasa sekarang ini 42:26 bersama Prabowo. 42:27 Hm. 42:30 Saya buka kartu. Jadinya 42:33 berarti berlanjut sebenarnya tiga 42:35 periode 42:36 berlanjutah 42:38 itu di pasal 27. Bagaimana pasal 27 42:41 memerintahkan soal Anda bilang ada 42:43 lapangan kerja 19 juta. Maka 19 juta 42:46 yang terjadi adalah ancaman 42:47 pengangguran, Pak. Gitu. 42:48 Mana? Iya. Mana? 42:52 Lalu Anda harus bicara tentang 42:54 pendidikan. 42:56 Hm. 42:57 pendidikan itu Anda harus perbaiki 42:59 total. Karena saya menyebut di Rasil 43:01 berkali-kali kegagalan Indonesia dalam 43:04 jangka panjang itu adalah kegagalan 43:07 sistem pendidikan, peradaban pendidikan 43:10 itu kegagalan besarnya. 43:12 Kenapa? Karena sejak tahun 50 kita sudah 43:16 diserang habis-habisan dengan 43:18 pendidikan-pendidikan yang sekuler. 43:22 Nah, dalam 43:24 dalam rangka dalam rangka bicara tadi 43:26 kan Bang Ihsanudin mengatakan yang sibuk 43:28 untuk pidatukan hanya Presiden dan 43:30 beberapa menteri saja. Nah, 43:32 menteri-menteri yang lain yang dikatakan 43:34 kabirnya gemuk itu sibuk ngapain dong 43:36 kalau mereka suruh bicara enggak pada 43:38 pidato tuh sibuk ngapain tuh mereka 43:41 enjoy. Kalau dalam bahasa Nursi enjoy. 43:45 Waduh waduh waduh waduh. 43:47 Menikmati kekuasaan gitu. Dan itu saya 43:50 lihat saya menyaksikan eh apalagi kalau 43:53 sudah pakai e raider 43:55 raider dengan menunjuk kami bertugas 43:56 atas nama negara. Anda minggir, Anda 43:58 nyengcer, Anda mengganggu jalan weh. 44:01 Sedap gitu ya. Weh, sedap banget tuh. 44:04 Atas nama duit rakyat yang lu pakai, 44:06 atas nama kekuasaan rakyat yang lo 44:07 pakai, Anda menyingkirkan rakyat. Kan 44:09 begitu jadi bahasanya. 44:11 Anda pakai duit rakyat, Anda pakai kuasa 44:13 rakyat, gitu kan. Anda pakai nama atas 44:15 nama rakyat, tapi Anda singkirkan 44:16 rakyat. Sedap enggak tuh? 44:21 Ho, teman-teman. Ah, mari kita duduk 44:24 bareng. Betul enggak omongan saya? Tah 44:26 saya siap ketemu Anda. 44:27 Tahu-tahu nanti sibuk diperiksa aja. 44:29 Tahu-tahu ya. 44:31 Ah apa indikatornya? Indikatornya 44:33 sederhana. 44:34 H 44:35 Utang R9.920 44:37 triliun ditambah lagi dengan SBN baru. 44:39 Saya tidak tahu lagi berapa sekarang. 44:41 Tetap dibayar oleh rakyat dan Anda 44:43 sedang memperkaya orang kaya. Lalu dalam 44:45 posisi Anda sedang memperkaya orang 44:46 kaya, Anda tetap menghisab rakyat. Anda 44:49 ambil kedaulatan rakyat, Anda manipulasi 44:52 kekuasaan rakyat gitu ya. Lalu Anda 44:54 tampil dengan kemewahan dan kenikmatan 44:56 kekuasaan. Oh, itu itu moralitas gitu 44:59 loh. Moralitas kekuasaan gitu. Jadi yang 45:02 saya sampaikan sekarang adalah etik dan 45:04 moralitas kekuasaan. He. 45:06 Nah, dengan begitu 45:09 sebagaimana saya sebut dalam sebuah ee 45:12 dalam satu acara 45:14 di kita tidak bisa hanya membahas ee 45:20 undang-undang karena dia sekedar sekedar 45:23 undang-undang yang membangun fungsi, 45:25 yang menata fungsi, tapi tampak kita 45:28 sentuh visi, misi, dan pondasi. Karena 45:31 problem kita problem kesalahan sistemik 45:34 struktural. masalah kita adalah masalah 45:37 secara sistem struktural kita salah. 45:39 Nah, itu salah dari konstitusi. Kenapa 45:41 indikator konstitusi itu salah? Sekarang 45:45 yakni Undang-Undang Dasar Palsu itu 45:47 tiga. Anda munculkan parlemen bayangan, 45:49 Anda munculkan kabinet bayangan, Anda 45:51 munculkan yang namanya ini menarik nih. 45:53 PPHN itu artinya Anda mengakui kesalahan 45:56 sistem. 45:58 Hm. 45:59 Tapi pada saat Anda mengakui kesalahan 46:02 sistem, Anda tidak mau memperbaiki 46:03 sistem. Gimana? 46:06 Wah, udah dikasih kode nih, Bang 46:07 Hanudin. Waktunya sudah habis katanya. 46:10 Habis ya. 46:11 Penutup-penutup singkat, Bang. Penutup 46:13 singkatnya apa? 46:14 Oke, maaf ya. Oh, iya betul betul. Sudah 46:17 habis sudah 45 menit. Penutupnya 46:22 sudah jelas disebut, tidak ada jalan 46:25 keselamatan di dunia, tidak ada jalan 46:28 kedamaian di dunia, tidak ada jalan 46:31 ketentraman di dunia. 46:33 tidak berpegang pada ajarannya. 46:37 Maka berpeganglah sepenuhnya pada ajaran 46:40 agar kita selamat dunia akhirat. 46:42 Subhanakallahumma wabihamdika asadu 46:45 antafirum. 46:49 Alalamualaikum warahmatullah 46:51 wabarakatuh.