Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:12 Lailahaillallah. 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:15 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:18 sholli ala sayyidina Muhammad wa ali 0:19 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:21 berjumpa lagi hari ini, hari Senin 0:24 tanggal 11 November 2024 atau 9 0:28 Jumatilah 1446 Hijriah. Siapa yang 0:31 kangen dengan Ustaz Salman? 0:33 Alhamdulillah beliau hadir sekarang. 0:36 Innalillah Ustaz Salman Abdul Hamid ya. 0:38 I Abdul Hamid Ustaz Salman Pak Krisna. 0:42 Oke. Ini Ustaz Salman ramai banget tuh 0:44 di berita di Boyolali karena apa 0:48 namanya? 0:49 Susu tidak terserap oleh 0:52 kuota-kuota industri. Makanya 0:55 disiram-siram, dibuang-buang. Ada yang 0:57 dibagi-bagiin, ada dibuat mandi. Ya 0:59 Allah, susu sapi. Susu sapi ternyata dia 1:03 tidak terserap oleh kuota industri. 1:06 Marhalah impor masuk nih. Ya marah 1:11 mereka. Padahal bisa dibuat blue cheese. 1:14 Tuh. Nih ada siapa namanya tuh? Anita. 1:17 Waduh. Itu kalau duat blue cheese biar 1:19 ice krim bisa itu ya. 1:21 Ya, karena kita walaupun ada ini 1:24 kitaitanya sebenarnya membahas semangat 1:26 Nabi beribadah ini kan. Oh iya, tapi 1:28 karena Pak Krishna intermezion intermion 1:30 intermezon ya. Tapi bagus juga intermez 1:34 problem aku makanya pengin aku jadi 1:36 presiden nanti 1:38 ini. Aku berdoa sekarang semoga entah 1:41 tahun berapa jadi presiden aku. He. 1:43 Karena aku lihat solusi-solusi yang 1:45 kayak gitu itu mudah. He mudah sepi mau 1:48 dulu. H maunya itu harus semua pihak. 1:51 He. Presidennya mau, DPR-nya mau, 1:55 menterinya mau, Dirjennya mau, 1:57 pengusahanya mau. Mau dulu memperbaiki. 2:00 Satu niatnya memperbaiki dulu. Yang 2:03 kedua, jangan ada dari sejak yang paling 2:06 bawah sampai yang paling atas minta 2:08 bagian padahal enggak kerja. Hanya 2:10 gara-gara dia calo. H kan permasalahan 2:13 negara kita itu gitu. 2:15 Misalnya si Salman mau diangkat mau jadi 2:18 Dirjen. Iya. Enggak mungkin gratis. 2:21 Mustahil di negara ini kita jadi dir 2:24 gratis. Mau jadi DPR RI kita berapa coba 2:28 habis duit di DPR RI? 5 M. 10 M. Loh kok 2:31 miliar? Aku biasanya dari PR RI. Aku 2:33 cuma 5 miliar cuma ya kan lebih ya? 2:36 Lebihlah. Udah itu habislah duit kawan 2:39 tuh R miliar jadi anggota DPR RI. Maka, 2:42 Pak, anggota DPR RI yang duitnya habis 2:45 30 miliar untuk dapat anggota DPR RI, 2:48 bahasa Arabnya adalah mustahil dia mau 2:51 memperbaiki negeri ini. Heh, kayak gitu 2:54 sudah kayak gitu. Susu tadi itu mudah. 2:58 Maka negara kan berarti stop impor, kan? 3:01 Gitu kan? Stop import. Kenapa enggak 3:04 stop import? Udah rahasia umum. Kalau 3:07 impor ada bagian untuk orang-orang 3:10 tertentu kan gitu. Artinya gini ya, yang 3:12 kayak Bapak bilang ini solusinya mudah, 3:15 cuman mau enggak kita mau enggak 3:18 pengusaha-pengusaha import ini kau kan 3:20 udah kebetulan sikit-sikit tahu juga aku 3:23 akhirnya kan gitu ya. Sikit-sikit tahu 3:25 juga aku orang-orang yang main import 3:27 itu sebenarnya orang yang ingin kaya 3:29 lebih kaya lagi rata-rata. Bukan orang 3:32 yang terlantar ekonominya. Enggak. 3:35 orang yang sudah punya kemapan ekonomi 3:38 tapi pengin lebih banyak lagi. Makanya 3:41 dia cawe-caw lah. Ini dia lirik, "Oh, 3:44 kuota impor di sini sekian, di sini 3:46 sekian. Mintalah begini, mintalah 3:48 begini." V-nya mantap pula V-nya ini. 3:52 Nah, itu ada kan solusinya tahu. Kita 3:54 enggak nyinggung siapa. Kita ingin 3:57 menegaskan itu solusinya mudah, jangan 4:01 impor, selesai. Tapi kan ee jangan 4:05 impor, ini juga harus ada 4:08 turunannya. Turunannya apa? 4:11 Petani-peternak kita ini juga harus 4:13 semangat juga nih ee bertani beternaknya 4:16 kan ee bantuan-bantuan pemerintah nih, 4:19 Pak. Pemerintah kita ini sudah bagus 4:21 sebenarnya. 4:23 Bantuan pemerintah Pak Krishna untuk 4:26 pertanian peternakan itu keren sekali. 4:27 Hm. Cuman tak sampai ke 4:33 peternak. Sampainya ke mana? Ke mana tu? 4:35 Enggak ke calo-calo 4:38 itulah. Ke calo dan oknum-oknum 4:40 orang-orang itu jugalah. Sudah sama-sama 4:43 tahu. Mengapa? Karena untuk jadi anggota 4:46 DPR RI, untuk jadi bupati udahlah 4:49 rahasia umum. Ada orang nih punya 4:52 keadilan, punya ketegasan, punya ide, 4:55 punya apa, enggak punya duit. Bisa 4:57 enggak jadi bupati? Enggak usah jadi 4:58 bupati, jadi kepala desa bisa enggak? 5:00 Enggak bisa. Mana bisa. Dan itu sudah 5:03 menjadi rahasia umum. Bukan rahasia umum 5:06 lagi. Sudah seolah-olah ditulis, kalau 5:08 kau menjadi kepala desa, duit harus 5:11 sekian. Kalau kau menjadi bupati duit 5:13 harus sekian. Kalau kau menjadi 5:15 walikota, duit harus 5:17 sekian. Udahlah, enggak usah 5:19 bohong-bohong lagi kita. Nah, bisa 5:21 enggak itu diperbaiki? Bisa. Pasti bisa. 5:24 Enggak ada lag itu istilahnya. Enggak 5:25 bisa. Saya berharap aja sih sama Pak 5:28 Prabowo ini bisa merubah itu. Berharap 5:30 kan Pak Jokowi sudah lewat, Pak Jokowi 5:32 sudah melakukan yang terbaik buat negeri 5:35 belum belum berhasil kan. Artinya dia 5:37 sudah melakukan yang dia bisa. Pak SB 5:40 sudah bikin yang dia bisa, Pak Jokowi 5:41 sudah bikin yang dia bisa. Sekarang kita 5:43 tunggu Prabowo, Pak Prabowo. 5:46 Mudah-mudahan kita doakan dia bisa 5:48 sehingga Amin. Tidak ada lagi petani apa 5:53 tadi? buang susu. Besok kita dengar 5:55 lagi. Kan dulu kan dengar dibuang, cam 5:58 dibuang, dibuang gerangat tidak 6:01 terserap. Tak mungkin juga menteri 6:03 pertanian peternakan itu tak tahu 6:04 solusinya. Tak mungkin. Mustahil aku 6:07 siap 6:08 menjadi apa namanya ya? Konseptor gratis 6:12 lah. Enggak usah dibayar pun enggak 6:13 apa-apa. Bayar aja tiket aku ke mana, 6:16 aku makan. Nginap di hotel bintang du 6:18 pun tak apa-apa gitu. Kalau misalnya itu 6:21 terlalu sulit untuk dicari. Tapi saya 6:24 yakin kepada negara ini, insyaallah 6:27 negara ini bisa. Siap, Pak Krisna. 6:31 Aduh, ini yang bikin kangen sama Salman 6:34 Abdul Hamid, ya. Oke, kita akan 6:36 mengambil tema ee semangat Nabi 6:40 beribadah. Semangat Nabi beribadah. 6:43 Betul, Pak Kris. Ini saya sebagai Salman 6:47 mengucapkan terima kasih kepada Radio 6:49 Silaturahim, Pak Kris atas luar biasa ee 6:53 berkahnya radio ini ya gitu ya. Saya 6:56 ceritakan nih ya beberapa minggu ini ada 7:00 orang berdatangan ke Ruhama karena 7:02 mereka adalah pendengar Radio Rasil. Ada 7:05 Ibu Habibah, ada Pak Harjo, 7:08 ada Bu Habibah, Bu Santi Wirman ya. Itu 7:12 kan mereka salam tuh sama Pak Krishna 7:15 yang bapak-bapak siapa bilang namanya 7:16 tadi? Pak Harjo apa siapa Pak? Bukan Pak 7:19 Haidir. Haidir. Pak Haidir 7:22 sebelumnya alah lupa pula aku tuh yang 7:25 bawa gule kakap sama aku tuh karena dia 7:27 pernah dengar kita ngomongin gule kakap 7:29 di sini aku dibawain gleai kakap gitu 7:32 ya. Bu Santi itu anaknya Pak Wirman. Pak 7:35 Wirman itu juga pendengar hasil tuh. I, 7:37 Pak Haidir kemarin bawa satu grup ee 7:41 Masjid Jami 7:43 Albarqah Tangerang tuh Taman Royal. 7:46 Telepon dulu enggak sebelumnya? Telepon 7:48 dulu, konfirmasi dulu. Mereka datang 7:51 main silaturahim dan masyaallah 7:54 tabarakallah kedatangan mereka ini bawa 7:56 berkah buat Ruh hama. Kayak kemarin tuh 7:59 laku melon berapa kilo, laku alpukat 8:01 berapa kilo? I bawang anggur. Laku 8:04 anggur berapa kilo? laku susu kambing 8:07 berapa botol? Aduh ya Allah. Saya 8:09 kemarin tuh apalagi pas saya berdosa ini 8:13 saya marhasil kalau saya enggak datang. 8:17 Makanya saya WA Pak Gris Pak Gris Senin 8:20 besok ziaran enggak kita? Gu bilang aduh 8:22 ya Allah tadi pak lihat kayak pas aku 8:24 masuk aja tadi kerjaan di pesantren tuh 8:27 harus dikontrol karena demi Allah bukan 8:30 karena tidak ini karena memang harus 8:32 ngontrol terus ke pesantren kita Rohama. 8:34 Kira-kira begitu Pak Krisna. Silakan 8:36 yang mau main ke 8:39 Ruham Kaliputi Citayam Kecamatan Tajur 8:42 Halang Mas Bogor. Bogor. Nah, hari ini 8:48 pendengar pemirsa di mana pun berada 8:50 ya, kita biasanya kan ee kita selalu 8:55 melihat potensi semangatnya Nabi bekerja 8:58 cari duit kan gitu ya. Hari ini kita mau 9:02 melihat semangatnya Nabi beribadah. 9:05 Karena 9:05 gini, semangat bekerja mencari rezeki 9:09 atau entrepreneur yang sering kita 9:11 bicarakan di radio ini itu akan jadi ee 9:16 racun kalau tidak 9:19 diiringi ee semangat beribadah gitu ya. 9:23 Kayak kita di Negara Kesatuan Republik 9:26 Indonesia. 9:27 Selain tadi kita bilang negara ini harus 9:30 berani dan mau kayak yang tadi ku 9:32 bilang, negara ini juga harus memastikan 9:37 semua rakyatnya beribadah kepada Allah 9:39 Taala. Dipastikan aja dicari jalan 9:43 bagaimana orang yang beragama Islam 9:45 rajin beribadah, orang yang beragama 9:48 Kristen rajin beribadah, orang yang 9:50 beragama Hindu rajin beribadah, orang 9:53 yang beragama Buddha rajin beribadah. 9:55 Orang yang beragama Katolik rajin 9:57 beribadah. Orang yang beragama apalagi 9:59 di sini Konghuju rajin beribadah. Karena 10:03 kita lihat 10:04 sejarahnya ee peradaban manusia itu 10:08 bagus bila diisi oleh orang-orang yang 10:11 rajin ke rumah ibadah. Nah, gitu ya. 10:14 Walaupun tentu oleh orang-orang ateis, 10:16 oleh orang-orang yang apa itu kan selalu 10:19 menganggap bahwa agama adalah toksik dan 10:21 lain sebagainya gitu ya. Tapi itu enggak 10:23 terbukti kok ya. enggak terbukti. Ada 10:27 kasus kecil-kecil kan kasus kecil tidak 10:30 di bisa dijadikan kaidah gitu. 10:32 Kaidah-kaidah yang kita lihat adalah 10:35 jika ee manusianya mau patuh terhadap 10:38 agamanya itu ada hal yang sangat bagus 10:40 di 10:41 sana. Ee tidak berbeda dengan agama lain 10:44 dalam ini agama Islam justru sangat luar 10:46 biasa menganjurkan pengikutnya agar 10:50 ibadah. Sangat luar biasa. Dan anjuran 10:54 ini tidak tidak live service, 10:57 tidak enggak begitu. 10:59 Nabilah sallallahu alaihi wasallam orang 11:02 yang paling terdepan membuktikan bahwa 11:05 ibadah ini sangat 11:07 penting. Dialog yang 11:09 sering kita dengar di telinga, bukti 11:13 kesungguhan Nabi beribadah adalah ini 11:16 semua kita sudah hafal dialog ini. Saat 11:18 Bunda Aisyah radhiallahu anha bertanya 11:21 ke Rasulullah sallallahu alaihi 11:22 wasallam, "Abang, kakimu itu sudah 11:25 bengkak? Enggak apa-apa, Bang. Istirahat 11:30 malam ini. Tahajudnya 3 rakaat 11:32 saja. Malam ini kau tak usahlah terlalu 11:36 lama bermunajat kepada Allah. Aku yakin, 11:39 Bang, Allah juga akan 11:42 paham. Itu kan hal yang luar biasa, Pak 11:45 Kris. Bini kita, Pak Kris pernah bini 11:48 ngomong kayak gitu sama Pak Kris? Mana 11:50 pernah semua pendengar rahasil yang 11:52 mendengarkan aku hari ini atau kapan pun 11:54 tolong WA aku jika bini kau pernah 11:56 ngomong kayak gitu sama kau. Bang, abang 11:59 itu terlalu rajin beribadah. Siapa di 12:01 sini suami yang pernah bininya ngomong 12:03 kayak gitu, kuk kasih kau hadiah nanti. 12:06 Ya gitu terserah. Artinya apa? Artinya 12:08 apa? Ini kesungguhan ibadah yang sangat 12:11 dahsyat dari Rasulullah sallallahu 12:12 alaihi 12:13 wasallam. Sampai istrinya melihat 12:16 kakinya 12:17 bengkak karena banyak bersujud, banyak 12:21 duduk bermunajat kepada Allah Taala. Aku 12:25 cek kaki aku sampai akhir enggak 12:26 pernahlah bengkak gara-gara gara-gara 12:29 duduk antara dua sujud. Siapa? Siapa 12:31 juga kaki kita yang bengkak gara-gara 12:33 sujud? Paling jidat agak hitam-hitam 12:36 sikit. Itu pun karena aku gosok-gosok. 12:38 Kalau aku bilang serang aku kan juga 12:40 agak-agak hitam tuh nampak kan itu kan 12:42 aku gosok-gosok 12:44 dulu waktu narsis-narsis 12:47 zaman SMA ada guru saya oh dan dia rajin 12:51 ibadah saya akui rajin salat 12:53 terinspirasilah kita ya kan pengin pula 12:55 lagi kulit hitam kita 12:57 gosok-gosok hitam juga di ujung-ujungnya 13:00 ya kan memang kita berbakat kulit hitam 13:03 nah dari dialog tadi nabi kita tidak 13:07 main-main ternyata Pak Krishna dalam hal 13:10 beribadah itu dalam hal salat. Eh dia 13:13 contohkan bukan sekedar salat lima waktu 13:16 ya, Pak Krishna ya. Kalau lima waktunya 13:19 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 13:20 sudahlah di masjid berjamaah selalu. 13:23 Kalau di perjalanan dia bersama beberapa 13:25 orang pasti berjamaah. Pasti di awal 13:27 waktu. Menyesal Nabi kalau tidak di awal 13:30 waktu. Aku terus terang aku belum punya 13:33 rasa menyesal kalau enggak di awal 13:35 waktu. 13:37 Belum. Aku enggak usah sok-sok munafik 13:39 juga aku kan. Belum. Aku sering gali 13:42 dalam diri aku. Punya enggak aku rasa 13:44 menyesal kalau aku enggak salat di awal 13:46 waktu? Enggak punya aku. 13:49 Jauhlah. Kan kalau Nabi menyesal dia 13:52 kalau tidak salat di awal waktu. 13:55 Penyesalan yang bukan dibuat-buat. Sama 13:57 menyesalnya seperti ada pengumuman ee 14:01 Pak RT. Siapa yang datang ke kantor RT 14:04 jam 0. sampai dapat uang R triliun. Kita 14:08 datang 7 lewat 16 enggak dapat. Menyesal 14:12 enggak itu? Waduh, menyesal kayak 14:15 gitulah. Aku belum pernah. Tapi Nabi 14:18 itu, Pak, Pak Krishna salat-salat yang 14:20 dia lakukan sungguh sangat banyak 14:22 sekali. Nah, dialog yang tadi itu 14:27 tahajud. Sudahlah jangan jangan lagi 14:29 kita ragu. Tahajud itu memang ee alat 14:32 komunikasi yang luar biasa dengan Allah 14:35 Taala. Ee jemaah kita rahasil pasti 14:38 banyak dengar ceramah dari guru-guru 14:40 kita semua tentang betapa luar biasanya 14:43 tahajud. Agama kita ini menawarkan tidak 14:46 perlu ke Nyi Roro Kidul, nyikyi yang 14:49 lain, Ki ki yang lain. Kalau kau mau 14:52 hebat dari segi apapun dalam kehidupan 14:54 ini, cukup komunikasi sama Allah di 14:57 tahajud. Ikhlaskan niat. 15:00 Niatkan hanya ingin memperdekat hubungan 15:02 dengan Allah Taala. Tahajud ini akan 15:05 memberikan solusi yang baik dari Allah 15:07 Taala. Bukan tahajud yang memberi solusi 15:09 ya. Allah taala. Allah Subhanahu wa 15:12 taala akan memberikan solusi kepada kita 15:16 saat loyalitas tahajud kita itu 15:19 kelihatan. Tapi makanya Nabi sallallahu 15:22 alaihi wasallam pernah mengingatkan 15:23 kepada seorang sahabatnya. 15:25 Abdullah, kau tadinya kudengar rajin 15:28 tahajud, kulihat rajin tahajud, sekarang 15:30 kenapa terputus? 15:33 Artinya Nabi sallallahu alaihi 15:35 wasallam ee mengingatkan 15:39 sahabat-sahabatnya, "Loyalitasmu kepada 15:42 Allah sangat 15:43 diperlukan." Saya pun, Pak Krishna 15:46 melihat saya sekarang usia saya 41, Pak 15:48 Krisna ya. 41. 15:51 perjalanan-perjalanan saya ini. Saya kan 15:53 orangnya sangat Oh, ini Pak Krist saya 15:56 bilang pokoknya 1 + 1 2. itu cara saya 16:00 berpikir 16:01 selalu ee jarang saya ee ee terlalu 16:05 perasaan, terlalu mistik tuh jarang 16:07 sekali. Saya selalu kalau kau cat 16:10 dinding ini warna hitam ya hitam 16:11 hasilnya. Kalau kau cat satu kali tipis 16:14 kelihatannya. Kalau kau mau kelihatan 16:17 elegan cara ngecat bangunan ini, cat 16:19 minimal tiga kali dengan cat yang 16:20 berkualitas. Itu cara berpikir saya. 16:23 Tapi ketika saya dihadapkan dengan 16:25 ibadah kepada Allah, logik saya itu 16:27 kalah pasti. H kalah dia. Ketika hidup 16:31 saya terlalu logik mengukur usaha usaha 16:35 bla bla kerja keras pasti 16:37 berhasil. Itu kesandung pasti ranc 16:40 meleset ya. Meleset. Tapi ketika saya 16:42 ingat bahwa usaha saya harus maksimal 16:46 dan ibadah saya harus juga maksimal, 16:49 rata-rata itu diberikan hasilnya oleh 16:51 Allah Taala. 16:52 Nah, saya saya juga harus bangun itu. 16:54 Jadi, jadi saya yang ingin saya 16:55 ceramahkan nih, saya juga sekaligus 16:57 ingin mendakwahkan diri saya sendiri 16:58 bahwa saya sebagai orang yang pelajari 17:01 sedikit tentang Rasulullah sallallahu 17:03 alaihi wasallam, kerja keras yang luar 17:05 biasa, disiplin yang luar biasa, jujur 17:08 yang luar biasa, amanah yang luar biasa, 17:11 profesional ketika bekerja itu satu sisi 17:15 dalam dalam kaidah mencapai 17:17 kesuksesannya Rasulullah sallallahu 17:18 alaihi wasallam. Sisi kedua, loyalitas 17:21 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 17:22 terhadap Allah Subhanahu wa taala. Uh, 17:25 tak diragukan. 17:27 Ketika Aisyah radhiallahu anha bertanya 17:30 itu jawaban Nabi. Afala akunu abdan 17:34 syakur ya 17:36 Aisyata apa aku ini aku ini Aisyah ingin 17:40 sekali diucap dicap dilabel oleh Allah 17:43 Taala menjadi hamba yang bersyukur. 17:46 Artinya, Pak Krisna dari potongan hadis 17:48 atau ee cerita itu sebenarnya hadis saya 17:51 bikin jadi sebuah 17:52 cerita. Loyalitas kita kepada Allah 17:55 taala harus sampai diakui oleh Allah 17:58 Subhanahu wa taala dan harus 18:01 dijaga. Pak Kris, kesetiaan kan gitu ya, 18:06 bisa dibuktikan sekali sebulan? Tidak. 18:09 Tidak bisa dibuktikan dengan pujian? 18:13 Tidak. Tidak bisa dibuktikan 18:16 dengan 18:19 ee saat-saat kita dulu bercinta, Pak 18:22 Krishna, masa-masa remaja, cewekku 18:25 bilang kayak gini, "Jangan pernah Abang 18:27 salah sangka. Aku sangat setia, Bang, 18:29 sama kau. Walau Abang jauh di sana, 18:32 engkaulah yang kuingat selalu," katanya. 18:34 Pret 18:36 bilang. Ee itu enggak bisa. Karena ada 18:39 juga orang yang penting eling katanya 18:40 kan gitu ya. 18:43 Eh, apa pula hubungan kau ingat sama itu 18:47 not bukan tentang loyalitas sih ingat 18:49 kau buktikan gitu kalau sama Allah 18:52 Taala. Buktinya apa? Ya salat kau lima 18:54 waktu minimal ya kan? 18:57 tambah 18:58 rawatib, tambah duha, tambah tahajud, 19:03 tambah lagi tarawih, tambah lagi tasbih 19:08 tak atau silakan sebanyak-banyaknya 19:11 salat sunah mutlak tidak ada tidak bat 19:15 tidak ada batasan angka di sana. 19:17 Begitulah cara Rasulullah sallallahu 19:18 alaihi wasallam menunjukkan apa 19:20 ibadahnya. Bahkan Pak Krishna yang saya 19:22 muliakan, yang ganteng, yang baik hati 19:24 ya pemirsa harus tahu aura gantengnya 19:27 Pak Krishna itu sampai hari ini masih 19:29 luar biasa ini. Mudah-mudahan sehat 19:31 selalu, Pak Krisna ya. Lunas hutangnya 19:33 semuanya. Amin. Amin. Eh, siap apa tadi 19:37 yang saya mau bilang tadi? eh loyalitas 19:39 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 19:40 dalam beribadah kepada Allah Subhanahu 19:42 wa taala eh eh tidak tidak bisa ee kita 19:47 ragukan lagi dan itu yang harus kita 19:49 contoh. Pak Krishna yang saya muliakan 19:52 pemirsa yang saya muliakan di mana pun 19:54 berada di Batam ya. Yogyakarta di mana 19:58 Yogyakarta. 19:59 Oh Yogyakarta sudah live kita ini. Jadi 20:02 suara kita nyampai Yogyakarta ni. Sampai 20:03 Yogyakarta. O panjenengan dalamipun 20:06 sinten ya bahasa bahasa jawanya ya? A di 20:09 Aceh juga. Di Aceh Om Aceh. 20:13 Mudah-mudahan ada yang dengar kita di 20:14 Aceh nih hari ini. Nah, di Batam, di 20:15 Singapura. Di Batam itu, Pak Krishna 20:19 kalau aku ke Batam tuh yang paling aku 20:21 suka apa namanya tuh? Roti apa namanya? 20:24 Ah, lupa pula aku. Can bukan Can Bukan 20:26 Cane namanya. Ada namanya. Oh, ya ya. 20:29 Alah. Ah. Ah lupa aku. Oh Yogyakarta 20:34 kita sampai sudah ya berarti ya. Terus 20:36 yang mana lagi Pak Krisna? 20:38 Banyuwangi. Ban dulu presepat 20:40 Banyuwangi. Banyangi. Masih ya? Masih. 20:41 Masih. Masih. Masyaallah. Kalimantan 20:43 Pontianak. Belum. Belum. Dulu kan 20:45 pernah. Dulu pernah lagi off dulu. Dulu 20:47 off dulu ya. Oh. Batam tapi masih sama. 20:50 Masih Batam. Sukabumi. Mas Sukabumi ya. 20:52 Batam. Saya pernah bertemu sama 20:54 teman-teman di Batam tuh beberapa kali. 20:55 Sehat-sehat semuanya di puncak gunung 20:58 mereka tuh kan siarannya kan. Semoga 20:59 sehat-sehat. Singapura kelihatan tuh. 21:02 Oh, Singapura kelihatan ya. Oh, iya. 21:04 Pendengar kita dari Singapura pernah 21:06 juga WA-WA sama kita tuh. Masyaallah. 21:08 Pendengar Rasil di mana pun berada. 21:10 Semoga Medan belum ya. Medan ini belum 21:13 nih. 21:14 Aduh. Semoga Medan nanti ada yang ada 21:16 yang dapat bisa buka kita di Medan ya. 21:20 Pemirsa, pendengar yang saya 21:22 muliakan semangat ibadah Rasulullah 21:25 sallallahu alaihi wasallam tadi Allah ee 21:27 Nabi kita bilang, "Apala akun abdan 21:28 syakuro, aku ini ingin menjadi hamba 21:30 yang bersyukur di di depan Allah 21:32 Subhanahu wa taala." Bunda Aisyah juga 21:35 pernah cerita begini, Pak Krisna ini 21:38 sebenarnya hadis saya bikin sebuah 21:40 cerita gitu 21:41 ya. Ketika sahabat bertanya ke Bunda 21:44 Aisyah, "Bagaimana sih puasanya 21:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? 21:49 Bu, apa kata Aisyah? Dia enggak jawab 21:52 banyak, enggak begitu. Nabi itu kalau 21:55 sudah mulai 21:59 puasa, aku bingung kadang-kadang. Kenapa 22:01 Bunda 22:02 Aisyah? Sepertinya dia puasa 22:05 terus-menerus gitu gitu gitu. Bunda, 22:08 Bunda Aisyah terus bilang begitu. 22:10 Kenapa? Karena 22:11 puasanya banyak. 22:14 Kalau tadi salatnya itu sampai kita 22:17 bilang salat sunat mutlak tidak ada 22:19 batasan angka 22:21 rakaat, maka Nabi sallallahu alaihi 22:23 wasallam juga mengajarkan kepada kita 22:25 puasa disebut dengan puasa Nabi Daud 22:27 Alaih Salam. Puasa sehari enggak puasa, 22:31 puasa sehari enggak puasa. 22:34 Kita ditawarkan puasa Senin Kamis, kita 22:36 ditawarkan puasa Ayyamul Bit 13, 14, 15, 22:41 kita ditawarkan 22:43 juga tanggal 1, tanggal 15, akhir bulan. 22:50 Bermacam-macam puasa yang yang 22:51 ditawarkan oleh Allah Subhanahu wa taala 22:53 kepada kita untuk kita menjalin 22:55 komunikasi dengan Allah taala dalam hal 22:57 beribadah, dalam hal memberikan harta. 23:01 Mulai dari zakat yang 23:03 diwajibkan, wakaf yang sangat 23:05 dianjurkan, sedekah terserah kau mau 23:08 berapa rupiah kau berikan kepada orang 23:10 yang 23:11 butuhkan. Ya kan, Pak Kristen? 23:14 haji, umrah, itu semua jalur-jalur 23:17 ibadah yang sangat luar biasa ee ee yang 23:20 Allah berikan kepada kita agar kita ee 23:23 ee apa namanya? Terus di depan ketika 23:26 dinilai siapa yang setia dengan Allah 23:29 Taala. Kan tinggal kitanya saya misalnya 23:32 tinggal saya Salman bin Abdul Hamid mau 23:36 enggak ee melewati jalur itu? Karena 23:40 kita kudu wajib kita melewati jalur itu. 23:43 Karena kita sebagai hambanya Allah Taala 23:47 dengan saya sekarang coba mempelajari 23:49 orang-orang yang menganggap tidak ada 23:51 Tuhanlah apa. Saya kadang-kadang kasihan 23:54 sama teman-teman itu ingin ingin sekali 23:57 misalnya diberikan waktu berdialog 23:58 dengan mereka satu-satu jangan 24:00 ramai-ramai tapi tidak sehari beberapa 24:02 hari kita lihat bareng-bareng bahwa 24:05 Allah itu maha segala-galanya menentukan 24:08 segala-galanya sayang sama kita semua, 24:11 memeluk kita semua, mencintai kita semua 24:14 dan ritual ibadah ini sangat membawa 24:16 kita ke sana gitu ya. Allah Taala 24:20 berikan kita jalur yang sangat banyak 24:21 sekali. Itu itu rukun Islam yang sudah 24:24 kita hafal ya. Ada salat, ada puasa, ada 24:27 zakat, ada 24:30 haji. Kemudian Allah Subhanahu wa taala 24:32 memberikan kita jalur-jalur yang sangat 24:33 banyak untuk beribadah, Pak Krishna. 24:36 Nabi jelaskan bahwa kantong ibadah itu 24:39 uh yang luar 24:41 biasa. Yang paling mudah apa, Pak? 24:44 Tabasumuk waj 24:47 akikaq. Senyum. Tarik 24:50 bibir gitu. Jangan cembek aja. Itu juga 24:55 tantangan bagi saya tuh, Pak. Saya kan 24:57 wajah saya seram aslinya. 25:00 Coba ada masalah sedikit sudah mengkerut 25:03 jidat kita ya kan. Tapi itu jalur ibadah 25:06 Pak Krishna. Senyum itu jalur ibadah. 25:08 Jalur ibadah yang akan dicatat oleh 25:10 Raqib bahwa saya sedang beribadah kepada 25:12 Allah. 25:13 Hanya senyum. Manis 25:16 wajahmu. Coba aja. Saya termasuk yang 25:19 kurang lulus di dalam senyum. Tak tahu 25:22 aku sudah latihan kayak mana. Memang 25:25 memanglah pula bawaan dari sana. Wah, 25:27 wajah udah petak ya kan. Mata tajam, 25:31 alis tebal, hidung juga mendukung untuk 25:34 seram. Ya orang kalau ketemu aku susah 25:37 senyum itu. Tapi itu ibadah kepada Allah 25:40 Taala. Masyaallah. Bersyukur kepada 25:42 siapapun yang diberi rezeki wajahnya 25:44 apa? Wajah senyum. Apa nama istilahnya 25:46 bahasa Inggrisnya? Smiling face. Smiling 25:48 face ya kan? Dia wajahnya memang wajah 25:50 senyum. Itu ibadah. Artinya di luar yang 25:54 tadi yang kita bilang wajib wajib wajib 25:56 tadi bukan hanya itu jalur ibadah. Jalur 25:58 ibadah ini luar biasa. Allah mudahkan 26:02 bagi kita hamba melewati jalur-jalur 26:05 yang banyak 26:07 ini. Apa? 26:11 Imatulqiqah tuh. 26:13 Coba kalau penerjemahannya yang biasa 26:16 buang duri dari jalanan itu 26:20 sedekah. Di zaman modern ini duri sudah 26:23 jarang 26:24 kelihatan. Maka aku membuat 26:27 terjemahannya tapi tidak menghilangkan 26:28 terjemahan aslinya. Buang sampah pada 26:31 tempatnya itu apa? Sedekah. Berarti 26:35 buang sampah pada tempatnya itu apa? 26:42 ibadah. Kalau sekarang Pak Krishna 26:45 makanya dibilang oleh Nabi imatatul 26:48 aza imatatul aza an thqi 26:53 shodqah menyingkirkan yang menyakitkan 26:57 di jalanan itu 27:02 sedekah. Sampah 27:04 ini dibuang saja pada tempatnya itu 27:07 sedekah. 27:08 itu ya. Apalagi dibuang di tempatnya 27:12 yang sesuai itu makin tinggi pahalanya, 27:14 Pak. Misalnya sampah organik taruh di 27:16 organik, non organik taruh organik. 27:19 Nonganik itu ada ini kan ada sekarang 27:21 tuh yang ilmu yang seperti itu ya. Iya. 27:24 Saya harap tuh bahwa kita umat Islam 27:26 ikut mempelopori itu. Semoga semua 27:30 masjid sudah mulai membuat tong sampah 27:33 organik dan anorganik. 27:38 Jangan sampai kita umat Islam 27:39 ketinggalan ibadah di wilayah itu. 27:42 Cantik ibadahnya di Mahdah yang tadi 27:45 kita ceritakan tadi. Tapi kurang cantik 27:47 ibadahnya yang ghairu 27:49 mahdah. Ah itu karang itu juga makanya 27:51 kita kita angkat pembicarannya hari ini 27:53 supaya jangan ada menganggap grade 27:57 ibadah ini ber ini yang lebih ini ini 27:59 yang lebih ini. Akhirnya ini 28:00 ditinggalkan gitu. Senyum jangan 28:02 tinggalkan. Percuma juga kok kawan rajin 28:05 salat. 28:06 Kalau wajahmu suka bikin orang sakit 28:09 hati, itu itu ceramah itu berbalik 28:13 kakulah itu istilahnya kan salat iya 28:16 tapi wajahnya kalau nengok orang seolah 28:20 ngegertak gitu tak baik juga harus 28:22 latihan aku aja harus latihan makanya 28:25 harus sering kalau aku harus 28:26 sering-sering ngaca kayak mana sih 28:28 sebenarnya 28:29 senyumnya gitu ya aku agak susah ya 28:33 makanya aku harus latihan iya kalau lagi 28:35 ketawa Enggak bisa kalau gini. Tapi apa 28:38 namanya? Kesan pertama itu susah saya 28:40 sejumpa Krishna. Susah itu ya. Buang 28:43 sampah pada tempatnya. Saya juga harus 28:45 belajar itu karena kan bukan tradisi 28:47 saya gitu. Sesudah saya pelajari oh saya 28:49 harus ikut ceramahkan ini. Dan ceramah 28:51 ini harus digrupkan menjadi ibadah. 28:54 Jangan dibikin sendiri supaya rasanya di 28:57 hati kita itu kita sedang ibadah. 29:00 Kalau dari imatatul azan thqi sampai 29:04 sampah dibuang tepat pada tempatnya 29:06 sampai kita kelola lagi jadi sesuatu. 29:09 Kenapa Pak 29:10 Krishna? 29:12 Sekarang karena isu sampah ini dianggap 29:15 biasa saja oleh kita, akhirnya PR 29:17 terbesar kita sekarang apa? Sampah. 29:19 Sampah di mana-mana. Di seluruh 29:22 negara-negara. K pikir. Termasuk di 29:24 negara kita, negara-negara yang beragama 29:25 Islam termasuk kan menjadi PR yang 29:28 besar. Nah, menurut saya yang masih muda 29:31 ini kita para para sebut saya ustaz ya 29:37 yang dikasih panggung oleh Allah 29:39 berceramah ini menurut saya harus ikut 29:43 mengatakan ini ke seluruh tempat ceramah 29:47 kita. Karena permasalahan sampah ini 29:50 kalau dibiarkan 29:51 aja oleh tokoh-tokoh 29:54 agama nanti makin menggunung sampah di 29:58 apa namanya? di Bantar Gebang 30:00 itu kita harus ikut dan kita bilang itu 30:04 ibadah jalur kita berkomunikasi dengan 30:07 Allah. Allah akan kasih ibadahnya, Allah 30:09 kasih pahalanya dan itu akan menyebabkan 30:12 kita masuk surga 30:14 insyaallah. Kenapa ya? Jangan sampai 30:18 misalnya kita di pesantren masih banyak 30:21 PR tentang sampah. Pak 30:22 Kris meluluskan anak bisa hafal Quran 30:26 bisa kita. Tapi mengelola sampah 30:28 pesantren, oh masih 30:31 PR. Sampah plastiknya diapain? Belum 30:33 lagi sampah-sampah makanan. Kalau 30:35 sampah-sampah sayur makanan sekarang 30:37 sudah bisa dibikin menjadi 30:41 pupuk. Sampah plastiknya paling 30:43 anak-anak kita kumpulin kumpulin 30:45 kumpulin dijual ke 30:47 rongsok gitu. Sampah-sampah yang 30:50 lainnya. Nah, itu itu ibadah. itu ibadah 30:54 yang memang Nabi sallallahu alaihi 30:56 wasallam anjurkan apalagi anofatu minal 30:58 iman innallaha yuhibbutwabin wuhibbul 31:01 mudhirin nah yang juga jalur ibadah yang 31:06 luar 31:09 biasa yang umat Islam harus sampaikan, 31:13 harus ceramahkan, harus iklankan, harus 31:17 viralkan. Apa? 31:20 Lihat nih, 31:21 sekarang 31:23 cuaca di dunia udah enggak teratur. 31:26 Betul enggakus? Iya. Anomali ya? 31:28 Anomali. Siapa yang bikin anomali ini? 31:31 Manusia. 31:33 Manusia. 31:34 Manusia. Allah Subhanahu wa taala di 31:37 dalam Al-Qur'an berkali-kali menyebut 31:39 tentang kebun yang mengalir di bawahnya 31:42 sungai. Itu adalah apa? Surga. 31:46 Kalau kita pikirkan ternyata 31:49 baik-baik, kebun yang ada sungai 31:51 mengalir, itulah surga. Surga itu 31:53 keindahan yang luar 31:55 biasa. Sayangnya oleh umat manusia 31:59 kebunnya ditebang, sungainya diuruk, 32:02 setunya diuruk sama kita, rawanya 32:04 diuruk, kita bangun beton-beton yang 32:06 tinggi 32:08 itu. Akhirnya yang memfilter sinar 32:11 matahari ke bumi ini makin sedikit. 32:15 Kalau zaman dulu saat gedung-gedung 32:17 tinggi ini tidak diberikan izin 32:20 sembarangan, yang pintar sinar matahari 32:22 ke bumi ini ada namanya apa? Pohon. 32:25 Dengan proses fotosintesis dan lain 32:27 sebagainya. Sekarang enggak lagi. 32:31 Apalagi tidak dihubungkan bahwa menanam 32:34 itu ibadah. 32:39 Seolah-olah salat dan menanam beda. Beda 32:43 gitu loh. Sedekah dan menanam berbeda. 32:47 Haji dan menanam atau buang sampah 32:49 senyum itu berbeda. Padahal Allah akan 32:51 suka dengan semuanya Allah suka. 32:54 Ini semuanya Allah suka. Semuanya akan 32:57 menjadi ibadah di sisi Allah Taala. Akan 33:00 menjadi catatan yang membuat kita naik 33:03 grade kedekatannya kepada Allah 33:04 Subhanahu wa taala. Tapi lagi-lagi tidak 33:07 di tidak di apa namanya? Tidak 33:09 disetarakan oleh siapa? Oleh umat 33:11 Islamnya sendiri. Makanya akhirnya go 33:14 green eh save water, save light dan lain 33:18 sebagainya dimunculkan oleh kawan-kawan 33:20 kita yang bukan beragama Islam gitu ya. 33:23 Nah, tidak perlu kita sesali juga tapi 33:26 ayo karena itu bagian dari ibadah kita 33:29 ya. senyum e eh buang sampah pada 33:32 tempatnya apalagi dikelola. Cuaca yang 33:35 luar biasa yang sedang kita hadapi ini 33:37 itu ternyata ee antisipasinya atau 33:40 perbaikannya juga dinilai oleh Allah 33:42 Subhanahu wa taala ibadah. Nah, ini dan 33:45 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 33:47 wasallam dalam sampah nabi kita adalah 33:51 pelopornya. Negara Arab itu susah sekali 33:55 nilai kebersihannya di zaman 33:57 itu. Susah sekali nilai kebersihan di 33:59 zaman itu. Dan Nabi kita Muhammad 34:01 sallallahu alaihi wasallam mengajak 34:03 tentang kebersihan di zaman itu pelopor. 34:05 Saya kira diajak orang mandi, diajak 34:08 orang ee bersiwak, diajak orang baju 34:10 putih, diajak orang ee ee menggunting 34:13 kuku, diajak orang merapikan jenggot, 34:15 diajak orang merapikan kumis, diajak 34:18 orang merapikan bulu ketiak, diajak 34:20 orang memilih baju yang e warnanya yang 34:22 yang bersih. Itu semua dari Rasulullah 34:25 sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi 34:26 sallallahu alaihi wasallam angkat itu 34:28 menjadi sunah nilainya di dalam agama. 34:31 Artinya kebersihan yang sangat yang 34:33 sangat bagus sekali. Potong kuku ada 34:36 jadwalnya, rapiin jenggot ada jadwalnya, 34:38 rambut itu semua ajaran Nabi kita 34:41 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 34:43 Bahkan sesudah mandi, sesudah bersih, 34:45 sesudah rapi, Nabi sallallahu alaihi 34:47 wasallam ajarkan apa lagi? Wangi. Kita 34:50 harus 34:51 wangi. Itu diajarkan oleh Nabi kita 34:53 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 34:55 Artinya senyum, bersih, rapi, wangi itu 34:58 dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi 34:59 wasallam. Itu semuanya ibadah. 35:01 Kalau bicara menanam, Nabi sallallahu 35:04 alaihi wasallam punya kebun kurma baik 35:06 di Khaibar, di Madinah ee ee yang yang 35:10 pernah kita pelajari itu kebun kurma 35:13 milik Nabi Muhammad sallallahu alaihi 35:15 wasallam di di negara gurun yang luar 35:18 biasa itu. Nabi sallallahu alaihi 35:20 wasallam contohkan bahwa menanam adalah 35:24 hal yang sangat ee baik e bagi 35:27 keselamatan bumi kita yang luar biasa 35:29 ini. Dan itu ibadah. Nabi 35:31 bilang kalau ada orang 35:36 nanam dimakan burung, dimakan rayap, 35:41 dimakan ulat, dicuri orang, bagian yang 35:44 dia tanam itu, mau buahnya, mau daunnya, 35:46 mau apanya itu dinilai oleh Allah 35:48 Subhanahu wa taala ibadah. Bahkan siapa 35:51 yang masih punya bibit besok kiamat maka 35:55 menanamlah. Itu saking saking eratnya 35:58 hubungan agama kita dengan malam. 36:00 Artinya semangat ibadah yang modelnya 36:04 mahdh, semangat ibadah yang modelnya 36:07 ghairu mahdah dipelopori oleh Nabi kita 36:10 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Itu 36:13 saja dari saya, Pak Krisna. Baik, 36:15 mudah-mudahan bermanfaat. Langsung ada 36:18 komentar nih. Alhamdulillah dari Bapak 36:20 Harmoko. 36:22 Woh, menteri bukan Har salahy. Harnoko. 36:26 Harnoko. Yang harnoko. Alhamdulillah 36:29 akhirnya saya dengar juga suara-suara 36:30 Salman yang saya tunggu-tunggu bikin 36:33 kangen. Oke, kita langsung ke pertanyaan 36:36 apa gimana? Ustaz boleh. 36:40 Asalamualaikum. 36:42 Salamandi. Sebuah hadis ada dikatakan 36:44 seorang yang oleh Nabi dijamin masuk 36:47 surga. Lalu dia pura-pura bermalam di 36:50 rumahnya itu dia lihatin apa menyebabkan 36:53 dia masuk surga. Ternyata biasa-biasa 36:55 aja dia enggak salat tahajud. Bagaimana 36:57 pendapat ustaz mengenai ini? Iya. Itu 37:01 itu cerita tentang ada orang yang dibuat 37:04 e yang diceritakan oleh Nabi sallallahu 37:05 alaihi wasallam ee dia itu dijamin masuk 37:09 surga. Abdullah bin Umar penasaran. 37:11 Abdullah bin Umar nginap di sana 37:12 beberapa malam. Ternyata itu orang 37:14 enggak tahajud. Memang itu orang enggak 37:16 tahajud, itu orang enggak banyak baca 37:18 Quran tapi dia salat lima waktu. Kalau 37:22 mampu pula yang nanya atau saya 37:24 mengamalkan ini, aku yakin kita akan 37:26 bisa juga kayak sahabat itu. Dia 37:29 memaafkan semua kesalahan orang. Hm. 37:32 Mampu enggak kita maafin orang banyak? 37:36 Memaafkan ya? Wah, itu juga salah. Aku 37:38 juga belum belum belum levelku itu. 37:41 Kalau kau mampu, Pak, memaafkan semua 37:43 kesalahan 37:45 orang, aku yakin kau akan bersama 37:48 sahabat yang Bapak ceritakan itu di 37:49 surga. Insyaallah. Hm. 37:53 Wah, Ustaz Salman tadi cerita tentang 37:55 membuang sampah rumah yang rapi. 37:57 Langsung di-sharing bagaimana betapa 37:59 rapinya gitu 38:01 ya. Itu asli enggak? Itu asli. Cocok 38:04 itu. Kita siapa itu? Ajarin dulu kita 38:06 dulu. Iskandar Dinata. Oh, Pak Iskandar 38:10 Dinata. Oh, masyaallah 38:13 cantik kali. Heeh. Ada kolamnya, 38:16 komiknya. Ada kolamnya. Itu ibadah semua 38:18 itu, Pak Iskandar. bersih, bersih, rapi, 38:21 asri itu dicatat oleh malaikat sebagai 38:25 ibadah. Coba itu Pak Krishna yang dia 38:27 bikin itu rumah kayak gitu ee ada pohon 38:31 berapa pohon coba yang dia tanam, Pak 38:32 Krishna? He. Setiap pohon yang dia tanam 38:35 itu sedekahnya, aku enggak tahu itu 38:37 hitung-hitungan sedekahnya seberapa 38:38 banyak. Dia akan sedekah oksigen dari 38:40 pohon itu. Hm. Bapak nanam pohon, ada 38:43 enggak pohon di rumah Bapak tanam? Woh, 38:45 banyak. Banyak kan? H kalau di dibikin 38:50 ilmu pengetahuannya itu kan si pohon itu 38:52 menghirup karbon dioksida yang kita 38:54 keluarkan dan mengeluarkan oksigen yang 38:56 kita butuhkan, kan? Iya. Ee bisa jadi 38:59 kebutuhan oksigen Bapak cuma seliter. 39:02 Yang dikeluarkan oleh pohon yang Bapak 39:03 tanam ada 100 lit. Artinya per hari 39:06 Bapak sedekah berapa? 99 lit oksigen. 39:10 Kebayang enggak Bapak berapa banyaknya 39:12 itu pahalanya itu? Tuh itu kadang-kadang 39:15 pohon. kita sudah meninggal, pohon tuh 39:17 masih ada dan dia terus bersedekah 39:20 oksigen dan kita akan dapat 39:22 terus-menerus pahalanya. 39:24 Masyaallah. Makanya aku bilang luar 39:27 biasa ibadah menanam tadi. H. Oke, Pak 39:30 Iskandar eh bukan cuma itu. Kapan kita 39:32 ngopi di situ tuh, Pak Iskandar tuh enak 39:35 benar ya. Tempatnya enak benar. 39:38 Masyaallah. 39:40 He. Ustaz Salman ee apakah men-share ee 39:45 kuat-kuat yang suka ada di WA itu juga 39:48 termasuk ibadah? Oh, men-share 39:51 quod-quote yang di WA. Aku sarankan 39:53 share ayat-ayat Allah, hadis-hadis 39:55 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 39:58 Jangan quote yang entah berantah gitu 40:00 loh. Apalagi quote motivator 40:04 gitu. Aku mohon maaf motivator itu 40:07 bagus-bagus saja. Tapi kalau ada 40:09 Al-Qur'an dan hadis motivator itu kan 40:11 dari satu angle dia lihat motivator, 40:13 psikolog apa gitu-gitu kan dari ustaz 40:15 juga termasuk itu kan satu angle 40:17 maksudnya perkataan ustaz, perkataan 40:19 psikolog, perkam itu angle-nya satu. Aku 40:23 takut gini misalnya gini ya, kayak aku 40:26 nih kan ustaz sebut saja gitu ya tadi 40:28 kan ter ceramah itu angle itu satu angle 40:30 doang yang k lihat itu tadi Pak. He 40:32 kalau quot-nya dari aku sendiri. Nah, 40:34 yang kusarankan maksud aku tuh lebih 40:36 baik cek aja di Al-Qur'an, ambil 40:38 Al-Qur'an, ambil hadis, itu share, itu 40:40 akan sangat bermanfaat dan angle-nya ee 40:44 dari semua sudut pandang bisa dilihat. 40:46 Menurut aku begitu. Kalau perkataan 40:49 ustaz, perkataan motivator, psikolog 40:52 atau orang pintar itu angle-nya satu. H 40:55 bisa jadi baik. 40:59 Misalnya kayak aku orang yang sangat 41:01 ee semangat dalam usaha. Enggak semua 41:04 juga cocok sama ceramah aku itu kan. Ada 41:07 orang ini Ustaz Salman nih oh duit-duit 41:10 mulu yang dipikirkan. Sesekali ngomongin 41:12 tasawuf kayak apa kayak kan gitu. Karena 41:14 angle yang kuli lihat enggak bisa yang 41:16 orang lihat itu enggak punya ada 41:19 ketertarikan aku di situ tapi 41:20 presentasinya 41:22 sedikit. Maka 41:24 sharelah Al-Qur'an. 41:27 Kalau bicara share Al-Qur'an atau hadis 41:30 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 41:32 Sekarang mencari hadis Rasulullah sahu 41:33 alaih wasallam enggak sulit. Ada Google, 41:36 ada AI malah sekarang. Website-website 41:39 yang ditulis oleh ulama-ulama Indonesia 41:40 tentang hadis juga ada banyak sekarang. 41:42 Atau di Ruhama Alfajar anak-anak santri 41:45 sedang membikin paketan-paketan arbain 41:47 tentang hadis Rasulullah sallallahu 41:48 alaihi wasallam. Ustaz mau buat buku 41:51 sudah sedang ini sedang kita naik sedang 41:54 Ustaz Ali yang pernah ngajar di sini 41:56 sedang bantu kita untuk naikkannya ke 41:59 percetakan. Hm. Oke. Baru selesai diedit 42:02 dan sebagainya naik ke percetakan gitu. 42:04 Oke. Ini ada yang lainnya nomor telepon 42:06 Ustaz Salman. Silakan dicatat ya. 0812 42:11 kemudian 84 kemudian 42:14 004 * 94 jadi 0812. 42:19 Kemudian 84 kemudian 42:24 00nya 4 * 94. Ustaz Salman Abdul Hamid 42:30 yang punya pesantren Ruhama 42:32 Alfajar entrepreneur ee qurani karakter 42:36 Nabawi. Nabawi. Heeh. Alamatnya Jalan 42:40 Aryaguna e Kampung Kaliputi, Citayam, 42:44 Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. 42:48 Masuk dari Arco bisa ya? 42:50 Masuk dari bisa. 42:52 He. Asalamualaikum ee S Salman. Saya 42:56 setuju sekali kalau umat muslim minim 42:58 sekali yang mau belajar tentang 43:00 pengelolaan sampah dan menjaga 43:02 lingkungan. Mir sekali. Karena 43:05 praktisi pemilihan sampah di Indonesia 43:07 didominasi oleh orang nonmuslim. Mereka 43:10 lebih mengerti tentang kebersihan 43:12 kesebagian daripada iman dibanding umat 43:15 muslim itu sendiri. Padahal sebagai 43:18 khalifah di bumi adalah tugas kita untuk 43:20 menjaga bumi ini. Semoga makin banyak 43:23 ustaz-ustaz yang membahas pentingnya 43:26 pengelola sampah di Indonesia sebagai 43:28 usaha dalam menjaga bumi yang diamani 43:31 Allah. Semoga sehat, Ustaz Salman. Dari 43:34 siapa 43:35 nih? Enggak ada namanya 43:37 ya? Jati dulu namanya nih. 43:44 Namanya namanya ee 43:47 Mirna Zahro, 43:49 Bu. Mirna. Mima Zahro. E Zahra ya. 43:53 Zahra. Zahra. Iya. Mah. Ya, 43:55 mudah-mudahan sama Ibu ya. 43:58 Mudah-mudahanlah kita juga saya kalau 44:00 teman-teman penceramah usianya di bawah 44:02 saya atau usia saya sering saya sharing 44:05 sama teman-teman besok-besok kalau 44:07 ceramah sesekali ingatkan umat kita 44:10 bahwa isu syampah itu ya harusnya umat 44:13 Islam yang tangani Pak bukan bukan ya 44:16 benar kata Ibu itu bahwa 44:19 penggerak-penggeraknya ini rata-rata e 44:21 saudara-saudara kita yang nonmuslim 44:24 penggerak-penggerak yang muslim belum 44:26 banyak tapi ada tapi belum banyak gitu 44:29 ya. 44:31 Saya Bu mudah-mudahan Bu Zahro ee 44:34 bergerak juga di situ. Nanti kalau apa 44:37 bisa kita kolabor ee kolaborasi atau ada 44:40 lagi teman-teman kita yang lain yang 44:41 mendengarkan kita tentang ini. Ee ayo 44:43 dong kita kolaborasi kecil-kecilan dulu 44:45 gitu ya. kita kelola dua rumah, tiga 44:48 rumah atau di Ruhama dulu kita kelola 44:50 bagaimana caranya kemudian kita 44:52 sosialisasikan dan kita tetap berkopiah 44:55 gitu loh supaya orang tahu bahwa ee kita 44:57 juga orang yang beragama Islam sangat 44:59 peduli tentang isu sampah gitu. Ee dan 45:02 kalau bisa isu sampah yang kita ini ya 45:05 sampai menjadi sebuah produk gitu, Pak 45:06 Krisna. Sampah kita itu banyak sekali 45:09 Pak Kris dan itu bisa jadi uang. Bisa 45:11 bisa jadi 45:12 uang banyak sekali samp. Nah, ini Mas 45:16 Agus Toniardi di Citerep. Citerep dia 45:20 sedang membuat itu apa? Sampah 45:22 mengumpulkan sampah-sampah memilah-milah 45:24 lalu membisniskan dan mengajak anak-anak 45:27 muda 45:28 untuk aktif. Iya, betul. Mas Toni. Agus 45:31 Toni Hardi. Mas Toni di Citer Agus Toni 45:34 Hardi. He Agus Toni Hardi. Mudah-mudahan 45:36 bisa silaturahim juga kami tuh. He nanti 45:39 kan nomor saya tadi diumumkan kan. 45:40 Mudah-mudahan nanti Mas Toni bisa 45:42 ngubungin macam mana caranya. Perlu 45:45 kesadaran tingkat tinggi, Pak Krishna. 45:47 Perlu kesadaran tingkat tinggi untuk 45:49 sampah itu ya. 45:52 Ee sebenarnya saya sudah pernah 45:55 mendengar bahwa program pemerintah pun 45:58 sepertinya ada gitu ee pembelian 46:00 plastiklah apa gitu semua daur 46:02 ulang-daur ulang itu ada dan 46:06 ee bahkan kalau kita misalnya gini Pak 46:10 Krisna 46:11 ya, ada teman kita yang ngerti teknik 46:15 mesin 46:17 misalnya kita coba ada di YouTube sudah 46:20 ada yang bikin-bikin. Cuman aku enggak 46:23 tahu verifikasinya gimana. Karena pernah 46:25 kita dapat ke 46:26 Ruhama ee dibikin alat, bikin comblok 46:30 dari plastik yang gitu-gitu kan. He. 46:33 Tapi namanya alat ini kan harus 46:35 diverifikasi 46:36 seefektif apa, seperti apa gitu. He. 46:40 Sehingga sampah-sampah plastik kita bisa 46:42 diberdayakan menjadi konblock atau 46:44 lain-lain sebagainya. Kalau di 46:46 negara-negara lain, aku lihat di India 46:48 aja mereka sudah ee mereka juga kan PR 46:52 sampahnya luar biasa di sana kan. Sampah 46:54 ban, sampah apa itu sudah beberapa 46:57 anak-anak muda mereka bergerak di 46:59 wilayah itu gitu. Nah, selain tadi 47:03 sampah dibuang, kalau konsep agama itu 47:05 tadi orang-orangnya pun jangan buang 47:08 sampah sembarangan. Kan gitu tadi, Pak. 47:10 setiap individunya kita itu di agama 47:12 kita maka imatatul an thqi shodqah. Nah, 47:16 ini kita ini kita di Indonesia mohon 47:18 maaf Jakarta yang aku lihat ya banyak 47:22 kali ayah-ayah muda yang naik motor atau 47:25 naik mobil dari rumah oleh istrinya 47:29 dititipin sampah di plastik. Hm. Di 47:32 jalan nanti dibuang sama dia. Hm. 47:35 Pinggir-pinggir jalan gitu-gitu kan. 47:36 Makanya banyak kali kita lihat yang 47:38 buang sampah di sini nyemot kan gitu. 47:40 Ada ada tulis-tulis kayak gitu kan. 47:42 Betul enggak? Yang buang sampah di sini 47:44 guguk gitu. Banyak kali ditulis-tulis 47:46 itu. Yang buang sampah di sini kami 47:48 doakan mati. He. Sengking geremnya 47:51 penduduk setempat ngelihat orang-orang 47:52 yang lewat-lewat itu buang. Tetap doa 47:54 loh itu ya. Oh iya tetaplah. Saya takut 47:57 itu doa-doa kayak gitu, Pak. Makanya itu 47:59 tetap doa. Hati-hati. Jadi udah ada 48:02 tulisan kayak gitu jangan. Jangan kau 48:04 bikin kelah. Kan di sini yang enggak 48:06 boleh. Aku kan agak geser ke sikit. 48:08 Malaikat lebih tahu, lebih jago dari 48:10 kau, Pak. Baru bicara gitu. Nah, 48:13 itu manusianya gitu, Pak Krishna juga 48:16 harus kita ya kita aku kikir aku yakin 48:18 gini, majelis taklim, musala apa itu 48:21 adalah kekuatan untuk kita 48:23 bersosialisasi agar umat manusia 48:27 memahami bahwa buang sampah pada 48:29 tempatnya itu ibadah. mengelola sampah 48:32 ibadah yang lebih hebat lagi. Membuat 48:34 sampah menjadi bermanfaat akan menjadi 48:36 ibadah yang lebih hebat lagi. Belakangan 48:38 ini aku dengar membuat sampah jadi 48:40 energi itu juga akan ibadah yang luar 48:42 biasa lagi. Wallahuam Pak Krishna. Oke. 48:45 Dari 48:46 Indra Asiono. H. Salam Ustaz Salman. 48:50 Membuang sampah. Bagus banget itu 48:52 kata-kata 48:54 Bapak Indra Asiono. Siap Pak Indra. Siap 48:57 Pak Indra. Terima kasih. 49:00 H. Ustaz Saman, apakah di pesantren 49:02 mengolah sampah juga hingga menjadi 49:04 pupuk? Kalau pupuk udah, Pak Krisna. 49:06 Pupuk cair organik kita itu dari sampah 49:08 kita di dapur. Dan efektif ya, bagus ya. 49:11 Menurut saya efektif. Menurut saya 49:13 efektif. Ee sangat membantu. Ya itu 49:16 buktinya anggur pada Heeh. Kalau anggur 49:18 itu belum belum pakai yang sampah 49:21 organik. Yang udah kita pakai ke sampah 49:23 organik itu labu madu. Boleh lihat 49:25 nanti. Dan aku tadi pagi ngelihat 49:28 buahnya besar. labu madu kita pumpkins. 49:31 Apa namanya? Butternut pumpkins. Itu 49:34 dapat bibitnya dari mana sih? Beli beli 49:36 kalau kita masih beli di Trubus Panah 49:39 Merah atau apa gitulah beberapa merek 49:41 lah yang yang Wah kalau Bapak singgung 49:44 saya ngomongin pembibitan nih nanti 49:46 kapan-kapan kita ngobrol mengilai 49:47 pembibitan. Pembibitan aku karena 49:50 banyaknya bertani, beternak, nyari duit 49:52 jadi padahal Islam bahas ini gitu loh 49:56 gitu. Tapi kita kan enggak angkat itu di 49:58 pimbar gitu. Sayang ya. Sayang sekali. 50:02 Banyak hal-hal yang Islam sangat sangat 50:04 sangat sangat fokus dan concern di situ. 50:07 Tapi enggak dibahas gitu. Banyak 50:11 sekali. Terutama hal-hal yang kayak 50:13 Bapak bilang tadi tuh. Bibit aduh 50:16 e penyiraman juga tuh repot ya. Hmm. H 50:19 kalau terlalu luas. Iya. Tapi kita di 50:22 Rohama sudah bikin. Jadi di Rohama kan 50:25 kita punya durian alpukat musim panas 50:27 kemarin, Pak. 50:29 Itu nyiram alpukat kalau sudah umur 40 50:31 tahun baru kenyang dia itu minimal 20 50:34 menit. Hmm. Banyak air. Kalau 20 menit 50:38 kalau 100 pohon jadi berapa coba? Hm. 50:41 Kelamaan kan? Iya. 50:43 Maka Sofyan Bang Jalu di sana namanya 50:46 bikin sistem ee 50:49 paralon kayak yang di Arab-Arab itulah 50:51 pokoknya. He. Dan airnya kita bikin air 50:53 kali. Jadi enggak ngambil air sumur. 50:54 Jadi kali mesin celup masukin ke paralon 50:57 yang 2,5 inci. Setiap pohon itu jarak 51:00 ada mereka bikin jarak-jaraknya ee 51:02 dimunculkan paralon kecil lagi pakai 51:04 ploksok tiga keluarnya 3/4 atau 51:07 seperapat gitu. Kemudian di atas itu 51:08 dibikin buat mancurnya gitu kan. Jadi 51:11 setiap jam berapa cukup setengah jam 51:13 atau 1 jam 51:15 set semua pohon 51:18 tersiram. Masyaallah udah udah bikin 51:20 begitu kita tapi belum sempurna. Belum 51:22 sempurna. Oke ini ada Pak Krishna 51:25 mendengar cerita Ustaz Somal jadi pengin 51:26 main ke pesantren ya. Silakan datang ke 51:29 ruah Alfajar ya. Tunggu Pak Krishna juga 51:31 aku tunggu lah. Iya iya iya iya. Kapan? 51:33 Jalan Aryaguna, 51:35 Kampung Kali Putih, Citayam, Kecamatan 51:38 Tanjur Halang, Kabupaten Bogor. Nomor 51:41 telepon sasalaman 51:43 0812 kemudian 84 kemudian 51:47 004 kali 94. Ustaz Salman sepertinya 51:50 sudah terjawab semua pertanyaannya ya. 51:53 Iya. Oke, silakan mm berkunjung ke Ustaz 51:57 Salman di Jalan 51:59 Aryaguna, Kampung Kali Putih. Citayam, 52:03 Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. 52:08 Oke, saya Muhammad Krishna. Keban Fatir, 52:10 Arya, dan Fawas juga 52:13 ee Atep 52:15 Setiabudi. Oh, Ustaz Salon. Terima kasih 52:17 ya. Terima kasih, Pak Krishna Razil. 52:20 Jumpa lagi. Jangan rajin-rajin dong. 52:21 Senang insyaallah jumpa lagi kita ya. 52:25 Sen ada lagi ya? Ada lagi insyaallah. 52:27 Aku senang sebenarnya Pak Krishna ini. 52:29 Ya Allah, pengin insyaallah. Wah, Senin 52:32 depan aku enggak bisa kayaknya. Oh, 52:33 gitu. Senin depannya lagi aku bisa 52:35 insyaallah. Oke. Oke. 52:37 Oke. Mohon pamit ya. Saya Mohon Krna 52:39 juga Algi. Mohon pamit. Wabillahi taufik 52:40 walhidayah. Alalamualaikum 52:41 warahmatullahi wabarakatuh. 52:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:44 wabarakatuh. 52:45 [Musik] 52:57 Allahumma 53:00 M