Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini dalam acara
- psikologi keluarga di studio 2. Sudah
- ada di sini prea e siapa? Ice ya. Eca
- Eca. Eca Sabrina.
- Kemudian Damar. Nanti namanya diganti.
- Ahmad Rafi'i. Ahmad Rafi'i lebih bagus
- ya. Masyaallah. Oke. Di sini juga Ustaz
- Hasan Sajali. Kita jumpa lagi dalam
- psikologi keluarga bersama Ustaz Husin
- bin Hamid Alattas juga Ustaz Abu Bakar
- Baraja dan Baja Nur Nuning. Tentu saja
- ada Tiabudi dan Algi. Ada dua kasus yang
- masuk. Pertama ee suami yang katanya
- kasar kata istrinya mesti dua-duanya
- nih. Kalau bisa apa betul suaminya ini
- kasar ya. Yang kedua jadi istri juga
- suami yang suka bercanda. Ya saya juga
- gimana kalau saya nikah lagi?
- Tapi dia enggak enggak genitan orangnya
- cuma suka bercanda gitu. Apa istrinya
- takut juga enggak pernah ditanggapi oleh
- istrinya. Ya nanti akan dibahas oleh
- Ustaz Husein dan Ustaz Abu Bakar Baraja.
- Asalamualaikum Ustaz Husein. Ustaz
- Baraja. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Oke sekarang kita baca
- al-Fatihah dulu ya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina anamta
- Aiin.
- [Tertawa]
- Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudahanmudahan Allah memberi
- jalan bagaimana kita menyelesaikan bisa
- keluar dari masalah yang kita hadapi.
- Baik Mbak Nuding bisa dibacakan kasusnya
- seperti apa? Terima kasih, Mas Krishna.
- Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam.
- semua yang sedang bersama Rasil.
- Mudah-mudahan kasus hari ini juga
- mempersuasi yang dengar untuk bisa
- menjadi sosok pribadi yang jauh lebih
- tepat bagi yang ada bersama-sama kita.
- Yang pertama nih, Ustaz. Asalamualaikum,
- Ustaz Husein, Ustaz Abu
- Bakar. Kami menikah sudah jelang 7
- tahun, punya dua anak laki-laki dan
- perempuan dan yang sekarang ini sudah
- mau masuk ke
- SD saya.
- Bingung sekali ini. Suami itu tidak mau
- mengatakan apapun. Kami menikah dalam
- keadaan enak dan bahagia selama 1 tahun.
- Dalam perkenalan kami cukup baik dan
- menyenangkan. Pertama, suami ini baik
- dan sangat baik, Ustaz. Ketika masuk
- anak yang pertama, mulailah terlihat
- kekasarannya. Dia menggunakan tangan,
- dia menjambak, dan dia lakukan itu
- selama 3 tahun pernikahan. Memasuki
- tahun kelima mulai menunjukkan perilaku
- yang aneh. Di saat kami punya anak yang
- kedua, yang sering dia lakukan adalah
- chatting dengan perempuan lain. Katanya
- sih teman SMP memang enggak personal di
- dalam grup, tapi sesuatu yang tidak
- diduga itu dia mulai menchatting
- langsung. Dia sudah enggak pernah lagi
- menjawab WA saya, Ustaz. Akhirnya kami
- hidup masing-masing dan kalau diajak
- ngomong suaranya keras sepertinya enggak
- senang.
- Dan saya jadi enggak enak mau ngomong,
- Ustaz. Perilakunya sudah kasar baik
- kata-katanya atau tangannya. Dan ini
- sering terjadi akhir-akhir ini. Itu kata
- dia sih enggak ada kemesraan lagi. Dan
- dia cari perempuan lain, Ustaz. Karena
- saya ajak ngomong dianya menggas, saya
- jadi enggak bisa ngomong lagi deh. Ya
- udah, makanya saya mau tanya. Suami
- benar atau saya yang salah? Mohon
- penjelasannya. Itu yang pertama, Ustaz.
- Kemudian yang
- kedua dari seorang wanita
- juga saya punya suami humoris, suka
- bercanda. Bercandanya terkadang enggak
- lucu. Misalnya sambil senyum-senyum tuh
- dia bilang, "Yang, kalau aku nikah lagi
- gimana? Kamu kan jadi lebih ringan
- kerjanya dan kamu bisa jadi ahli surga."
- Ooh, nadanya bercanda, Ustaz. Karena aku
- tahu di kantor atau di luar dia memang
- enggak genit sih. Dia beberapa kali
- bercanda seperti itu, Ustaz.
- Diulang-ulang lagi mungkin saya enggak
- pernah respon. Saya diam aja. Ini
- gimana, Ustaz, kalau dia enggak cuma
- bercanda, tapi beneran. Terima kasih.
- Heeh.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa Ali Muhammad.
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunka ilman nafi wfa
- bimaamtana. Allahumdina subalam
- waakrijna
- minadulumati wahdina ilaatikal mustaqim.
- menjawab pertanyaan ibu yang
- pertama mengenai suaminya yang pada
- tahun pertama cukup baik
- mesra
- hingga datang anak
- pertama. Semenjak saat
- itu suaminya mulai berlaku kasar.
- terkadang memukul, terkadang menjambak.
- selama 3 tahun seringki dia melakukan
- perbuatan semacam
- ini. Lalu setelah itu suaminya mulai
- bersikap
- dingin. Kalau diajak
- bicara dia langsung mengangkat
- suaranya dan bila ditanya dia merasakan
- bahwa dia sudah tidak apa tidak
- merasakan kemerseraan bersama istrinya
- dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan
- mulai
- dia chattingan sama wanita
- lain. Nanti kalau kita lihat dari sisi
- ini jelas suaminya melakukan
- kesalahan. Jadi kalau kita
- melihat dari apa yang disampaikan
- oleh ibu tadi, suami melakukan kesalahan
- dan pelanggaran.
- Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an
- menjelaskan kewajiban suami terhadap
- istrinya.
- Waasyiruhunna bil maruf fain karumuhunna
- faasuaian wahuair lakum.
- Gauli mereka dengan cara yang baik ya,
- yang menumbuhkan cinta, menumbuhkan juga
- rasa
- hormat dan
- membuat hati sang istri juga semakin
- dekat dengan kita. Karena kebaikan ini
- betul-betul meluluhkan kata-kata yang
- manis ya sebagaimana yang dicontohkan
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam kepada istri-istri
- beliau.
- Manusia tidak mungkin sempurna, baik itu
- wanita maupun laki-laki. Kalau kita
- hanya bisa melihat kekurangan seseorang,
- maka tidak mungkin kita dapat berteman,
- bersahabat. Begitu juga tidak mungkin
- kita akan merasakan kebahagiaan dalam
- kehidupan rumah tangga apabila tidak ada
- saling
- pengertian. Kita harus paham bahwa
- manusia baik itu pria wanita pasti ada
- kekurangannya.
- Maka Allah mengatakan,
- "Fainumunanumun
- faasuan wahuair."
- Jadi kalau ada sesuatu yang kamu tidak
- sukai kepada istri kamu,
- mungkin kamu tidak
- menyukai sesuatu dari
- perbuatannya atau penampilannya, tapi
- ternyata di sisi yang lain wanita ini
- sebetulnya apa? Penuh dengan
- kebaikan. Cuma kalau kita hanya fokus
- melihat kekurangannya, maka semua
- kebaikannya akan sirnah.
- Tapi seharusnya kita objektif. Kalau
- kita lihat katakan istri kita punya satu
- kekurangan, bisa saja bersama
- kekurangannya terdapat
- kelebihan-kelebihan yang tidak ada pada
- wanita yang lain. Dia merupakan istri
- kita yang Allah halalkan. Maka dengan
- sendirinya kewajiban kita, tanggung
- jawab kita memperlakukan dirinya dengan
- mulia. Dan Nabi juga mengatakan
- khairukum khairukum liahli.
- Sebaik-baiknya kalian itu kalau mau
- lihat orang baik, yang paling baik buat
- keluarganya. Kalau dia baik keluar
- terhadap keluarganya, tidak baik,
- berarti orang ini orang yang
- murain. Artinya orang yang ingin tampil
- di muka orang dalam keadaan
- baik. Tapi ternyata perilaku yang
- sebenarnya merupakan
- perilaku perilaku yang tidak baik.
- Jadi kalau seandainya suami ibu ya mulai
- bersikap kasar, menjambak dengan
- sendirinya ini akan menumbuhkan perasaan
- tidak nyaman juga kebencian di hati ibu
- sehingga ibu tidak dapat memperlakukan
- suami juga dengan cara yang
- yang baik.
- Kemudian dia juga mulai beralih
- chattingan pada wanita yang lain. Ya,
- ini juga merupakan satu
- kesalahan. Kenapa dia tidak berusaha
- untuk menjaga tanaman yang ditanam di
- rumahnya, menjaga ladangnya? Kenapa dia
- harus memperhatikan ladang orang lain?
- Allah berfirman,
- "Nisaukum harul lakum fau harakum anum
- waqaddimufusikum wattaqulah waamu
- annakum wiril mukminin."
- Jadi apa yang dilakukan suami dengan
- berlaku kasar pada istrinya merupakan
- pelanggaran dalam agama dan tidak sesuai
- dengan tuntunan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dan ini akan
- menodai ajaran agama kita. Jadi kita
- harus tahu bahwa perilaku seorang muslim
- benar salah dikaitkan dengan agamanya.
- Kalau benar orang akan memuji agamanya,
- kalau tidak benar orang akan mengatakan
- apa? Itu yang diajarkan Islam. Suami
- berlaku kasar, berlaku arogan terhadap
- istrinya. Apalagi kalau dia berdalil
- dengan ayat, berdali dengan hadis dan
- ditempatkan bukan pada tempatnya. Ini
- betul-betul melakukan perbuatan dosa.
- Bukan hanya kezaliman pada istrinya,
- tapi dia juga menzalimi agamanya.
- dan dia membuat agamanya di
- mata orang-orang ya sebagai ajaran yang
- betul-betul tidak manusiawi. Dan ini
- yang kita perhatikan dan sering dengar
- di tengah-tengah
- masyarakat. Karena Rasul dikenal sebagai
- orang yang betul-betul amat mulia dalam
- memperlakukan istrinya termasuk terhadap
- putrinya.
- Dia merupakan orang yang memuliakan
- putrinya. Seperti apabila Sayidah
- Fatimah datang, dia bangun, dia kecup
- keningnya, ditempatkan di tempat
- duduknya. Disapa dengan sapaan Ummu
- Abiha, ibu dari ayahnya. Bila berangkat
- keluar meninggalkan Madinah, rumah
- beliau merupakan rumah yang terakhir
- ditinggalkan. Jadi, mengapa kita justru
- mengikuti cara-cara jahiliah dalam
- memperlakukan keluarga kita? Kenapa
- bukan mengikuti tuntunan yang Allah
- ajarkan dalam kitabnya, dicontohkan oleh
- nabinya agar kita bisa bergabung dengan
- kafilah mereka dan kita di sini juga
- ikut mengharumkan nama agama
- kita.
- Lalu dalam menyikapi atau menghadapi hal
- ini, bagaimana kira-kira sikap istri?
- Kita bukan hanya mengatakan suami salah
- dalam hal ini ya, tapi penting kita
- mengetahui sikap apa yang harus
- dilakukan oleh seorang istri di saat dia
- menghadapi suaminya yang mulai apa? Yang
- mulai menjauh
- daripadanya. Al-Qur'an menyebutkan dalam
- suratun
- nisa, wainimroatun khofat m ba'liha
- nusyuzan au.
- Fala junaha alaihima ay yusliha
- bainahuma sulha wasulhu
- khair wbiratil
- anfusuh. Kalau seorang
- wanita mulai merasakan ya bahwa suaminya
- mulai berpaling menjauh
- daripadanya, maka di sini Allah
- subhanahu wa taala memberikan tuntunan
- untuk melakukan suluh perbaikan di
- antara mereka.
- Bagaimana caranya?
- Caranya dari pihak laki-laki ya kalau
- bisa ikut serta dalam pertemuan. Begitu
- pula dari pihak perempuan. Pilih orang
- yang bijak, yang dewasa di antara
- mereka untuk mencari alasan dan
- sebab dari sikap suaminya. Apakah ini
- kembali kepada sikap istrinya yang
- memancing dirinya untuk melakukan
- tindakan-tindakan tersebut. dan
- merasakan perasaan yang menjauh dari
- istrinya. Apakah ini sikap perbuatan
- suaminya yang sewenang-wenang yang
- membutuhkan nasihat dan peringatan bahwa
- ini perbuatan kelak akan menjadi beban
- yang berat di hari kemudian
- nanti. Jadi, tempuh jalan suruh
- perdamaian.
- Sebagaimana yang Allah ajarkan dalam
- suratun nisa juga ya agar kedua belah
- pihak mengutus hakam orang yang bisa
- menjadi penengah yang adil di antara
- mereka. Fabatu hakaman min ahlihi wa
- hakam min ahliha. In yurida islahan
- yuwaffiqillahu
- bainahuma. Jadi hendaknya masing-masing
- mengirimkan utusan sebagai penengah. ya.
- Dan yang dikirim harus orang yang
- betul-betul berakal bijak, bukan orang
- yang mudah untuk mendengarkan ya
- penyampaian dari satu pihak. Nah, kita
- harapkan mudah-mudahan penengah dari
- pihak laki-laki ini ya bertanya kepada
- penengah dari pihak perempuan apa
- kira-kira yang menjadi alasan. Kemudian
- dari pihak ini juga
- bertanya ya kepada pihak laki-laki apa
- yang menyebabkan dia melakukan perbuatan
- seperti ini. Apabila ada kesalahan dari
- pihak istrinya kan bisa ditengahi dan
- bisa dihilangkan
- sebabnya. Kalau sebabnya memang dari
- suami yang sewenang-wenang, maka dari
- pihak keluarga laki-laki harus bertindak
- tegas. Di samping memberikan nasihat,
- memberikan juga peringatan. Jangan
- melakukan perbuatan aniaya. Karena apa?
- Kalau mereka membiarkan, mereka
- bertanggung jawab atas dosa kezaliman
- yang dilakukan oleh pihak
- laki-laki. Karena kita kan merupakan
- makhluk sosial yang bermasyarakat, yang
- berkeluarga. Di mana perbuatan seseorang
- itu bukan hanya menjadi tanggung jawab
- pribadinya.
- Kalau dia sebagai contoh katakan
- melakukan pembunuhan tidak
- sengaja, kemudian dia wajibkan dia untuk
- membayar ganti rugi pada pihak keluarga
- yang terbunuh yang ikut memikul tanggung
- jawabnya bukan hanya dia, keluarga ya
- yang berhak menerima warisan kalau dia
- meninggal, mereka juga dikenakan
- kewajiban untuk ikut membantu dalam
- membayar ganti rugi kepada pihak
- keluarga yang terbunuh.
- Nah, ganti ruginya berapa? Ganti rugi
- cukup
- besar. Ganti ruginya sebanyak 1.000
- dinar. Kurang lebih sekitar
- 4,8
- k, miliar lah kurang lebih. Tapi kalau
- sekarang harga emas sampai
- 1,7 kalikan coba 4 kom 6
- kilo. 4,6 kilo 1,7 berapa kira-kira? 4 m
- lebih. Dan bukan hanya sampai di sana.
- Dia wajib berpuasa 2 bulan
- berturut-turut. Oh, gitu. Wajib berpuasa
- 2 bulan berturut-turut. Jadi, ada yang
- berkaitan hak keluarga, ada yang
- berkaitan dengan hak Allah karena dia
- melenyapkan nyawa seseorang walaupun
- tidak sengaja. Contohnya dia bawa
- kendaraan menabrak seseorang tidak
- sengaja kan? Dia wajib untuk membayar,
- dia ganti rugi bagi keluarganya. Kecuali
- kalau pihak mereka mengikhlaskan
- seluruhnya atau mengikhlaskan
- sebahagiannya. Antara dia dengan Allah
- dia wajib untuk berpuasa dua bulan ber
- dua itu dua dua ini menunjukkan
- bagaimana Islam menghargai nyawa
- seseorang.
- Nah, kezaliman juga terhadap seseorang
- baik memukul seseorang, melukainya
- dikenakan qisos. Dikenakan k qisos.
- Kisah sesuai dengan perbuatannya atau
- dinilai dengan apa? Dengan uang. Untuk
- menjaga seseorang agar tidak berbuat
- aniaya kepada
- sesamanya. Ini merupakan pendidikan dari
- Allah agar kita menjunjung tinggi
- kehormatan. Kenapa Allah Subhanahu wa
- taala jadikan 4 bulan dari 12 bulan
- sebagai bulan
- suci? Dan dalam bulan suci ini Allah
- mengharamkan kezaliman dengan
- pengharaman yang keras.
- Tujuannya untuk mendidik kita agar kita
- menjaga lidah kita, menjaga tangan kita,
- menjaga juga apa diri kita dari
- perbuatan aniaya kepada orang lain.
- Allah jadikan sebagian tempat di muka
- bumi sebagai tempat suci. Makkah,
- Madinah, Yarussalam. Tujuannya apa?
- Untuk mendidik kita agar menjaga diri
- kita dari perbuatan aniaya.
- Jadi pendidikan Allah untuk kita semua
- agar kita betul-betul menjaga diri kita
- untuk melakukan
- perbuatan-perbuatan aniaya terhadap
- orang lain dan diperintahkan kita
- berbuat ihsan. Dalam kehidupan rumah
- tangga, rumah tangga dibangun di atas
- keadilan. Kemudian di samping keadilan
- dihiasi dengan
- ihsan. Keadilan artinya apa?
- keseimbangan antara kewajiban dan hak.
- Suami punya kewajiban memperlakukan
- istrinya dengan mulia, memberikan nafkah
- yang baik buat dirinya, ya. Tidak
- menyakiti dirinya dengan kata-kata yang
- tidak baik ataupun sikap. itu kewajiban
- suami. Nah, di samping kewajiban yang
- dijalankan, dia juga memiliki hak untuk
- memperapatkan perlakuan yang mulia dari
- istrinya, layanan yang baik, ya,
- mentaati suaminya, tidak mengizinkan
- orang yang bukan muhrimnya masuk ke
- dalam rumahnya kecuali pada saat ada
- suaminya. Nah, di sini kita lihat
- bagaimana ada kewajiban, ada hak. Oleh
- karena itu Allah perintahkan kita secara
- umum dalam seluruh aspek kehidupan
- innallaha yamuru billi.
- Pertama diperintahkan untuk menegakkan
- keadilan. Setelah itu datanglah ihsan
- sebagai hiasan. Karena keadilan
- terkadang
- tajam maka ihsan yang membuat lembut.
- Sebagai contoh seorang laki-laki pada
- masa kuat masa sehatnya dia bersikap
- baik pada istrinya, bersikap
- mulia. Subhanallah. Pada pertengahan
- umur terjadi
- kecelakaan hingga dia menjadi orang yang
- tak mampu bekerja, tak mampu menjalankan
- kewajiban pada istrinya. Kalau
- berdasarkan
- keadilan, dengan sendirinya istrinya
- menjalankan kewajiban sebagai istri,
- suami tidak mampu untuk melakukan tugas
- sebagai seorang suami secara penuh. Di
- sini istri dirugikan kan? Betul gak?
- Betul. Tapi kalau melihat sebelumnya
- suaminya begitu baik, bertanggung jawab,
- ya, maka istri di sini
- ya diingatkan untuk berbuat ihsan kepada
- suaminya, memaklumi kekurangannya. Dan
- kekurangannya bukan dengan sebab atau
- sengaja, tapi pada saat dia menjalankan
- tugasnya sebagai seorang suami untuk
- bekerja mencari nafkah.
- Begitu juga
- sebaliknya, seorang suami menikahi
- seorang wanita, istrinya merupakan
- wanita yang salehah, yang baik dan
- mulia, menjalankan tugasnya sebagaimana
- mestinya, tahu-tahu ternyata istrinya
- terkena
- penyakit sepanjang waktu di tempat
- tidur, tidak mampu menjalankan tugas
- sebagai seorang istri.
- Saya kenal seorang
- ulama. Dia menikah dengan seorang wanita
- hanya beberapa tahun. Setelah itu
- istrinya
- sakit dan hampir dikatakan terkadang dia
- lupa suaminya dalam keadaan tidak sadar.
- Terkadang dia ingat suaminya. Itu selama
- puluhan tahun suami tidak pernah menikah
- lagi. Luar biasa. Ini ulama besar. Ulama
- besar yang masyaallah tidak pernah
- menikah lagi. Tiap suaminya mau ke luar
- negeri bilang sama istrinya, "Apa yang
- kamu inginkan?" Ya, subhanallah. Pada
- usia 60 tahun si istri
- Subhanallah kesadarannya
- kembali. Dia berkata pada suaminya,
- "Kalau kamu ingin menikah lagi, silakan
- menikah lagi." Suaminya tertawa
- mengatakan terlambat sekarang.
- Tapi kita lihat bagaimana orang alim ini
- bukan hanya berilmu, tapi dia
- mengamalkan ilmunya. dia perlakukan
- istrinya betul-betul dengan
- mulia. Jadi tidak selamanya kita ni
- jaya, tidak selamanya kita kuat, tidak
- selamanya kita cantik, menarik. Oleh
- karena itu, perempuan yang mengabaikan
- tugasnya sebagai istri karena bangga
- dengan kecantikannya, berkumpul dengan
- teman-temannya, begitu dia dalam keadaan
- lemah ya, kecantikannya hilang, dia
- tidak memiliki deposit apa-apa untuk
- dihargai, dihormati maupun
- dicintai. Suaminya diperlakukan dengan
- cara tidak baik, pada saat istrinya
- dalam kondisi lemah, suami pasti akan
- mengabaikan dirinya. Nah, ini kejadian
- Mbak
- Nuning. Seorang perempuan termasuk
- wanita yang cantik dan menjadi buah
- bibir di
- Jakarta. Kawin pria kaya
- raya, memiliki rumah yang amat luas dan
- mewah. Sampai tangga rumahnya diisukan
- terbuat dari emas.
- Pada saat itu dia wanita yang
- betul-betul paling
- sejahtera. Suaminya sebagai seorang yang
- berusaha rupanya ketampanannya kurang
- rupanya. Atau dia mungkin terlalu bangga
- dengan dirinya yang cantik
- jelita, kurang memperhatikan suaminya.
- Dia mengabaikan, meremehkan
- suaminya sampai akhirnya suaminya merasa
- diabaikan secara terus-menerus.
- Subhanallah. Dia jatuh cinta pada
- kemenakan
- istri. Kecantikannya jauh langit
- bumi. Tapi kenapa? Soalnya yang selalu
- menyediakan makanan yang menghidangkan
- keperluan si laki-laki ini ke manakan?
- Istrinya. Istrinya mengabaikan sibuk
- dengan kecantikannya dan teman-temannya.
- Waktu si perempuan ini tahu suaminya
- ternyata menikahi kemenakannya marah
- yang luar biasa. Apa
- kelebihannya? Si suami mengatakan
- kelebihannya dia peduli terhadap saya.
- Sedangkan saya yang peduli terhadap
- kamu. Kamu tidak
- hargai. Dengan sendiri laki-laki condong
- kepada apa? Kepada orang yang peduli,
- prihatin
- terhadapnya. Kecantikan bukan
- segala-galanya. Ada masanya. Kekayaan
- juga begitu. Laki-laki kalau kaya raya
- memperlakukan istrinya dengan cara yang
- tidak baik, menyakiti perasaannya yang
- akan tumbuh kebencian bukan cinta maupun
- hormat. Begitu juga perempuan di saat
- dia bersikap sombong, arogan, bangga
- terhadap suaminya, tidak bersikap baik,
- lembut, melayani suaminya sebagaimana
- dia ingin betul-betul diperhatikan oleh
- suaminya. Jadi kalau kita perhatikan
- Mbak Uning yang sekarang terjadi ini
- dalam kehidupan rumah tangga tidak
- terdapat keadilan maupun
- keseimbangan. Di mana suami sebelum
- menuntut haknya dijalankan kewajibannya.
- Dia memaklumi kekurangan istrinya.
- Wanita juga
- demikian. Dijalankan kewajibannya
- sebagai istri. Dia hormati suaminya. Dia
- muliakan suami, ditutupi kejelekannya,
- disebarkan kebaikannya.
- Di sisi yang lain dia juga menerima
- haknya perlakuan yang baik dari
- suaminya. Kalau salah satu katakan lemah
- karena tidak bisa menjalankan
- kewajibannya seperti di PHK dari
- pekerjaannya, kebetulan istrinya berjaya
- dalam suasana PHK dia bisa buka usaha.
- Ya, di sini bisa dibagi tugasnya. Si
- laki-laki membantu istrinya dalam
- apa-apa yang bisa dibantu. Seperti
- seorang wanita di PHK dari pekerjaan dia
- menangis
- tersedu-sedu. Akhirnya Allah kasih
- subhanallah Allah berikan hidayah
- membuka warung
- gado-gado. Kemudian setelah itu mulai
- makan pagi ya seperti keturas untuk
- orang-orang yang makan pagi. Dia enggak
- perlu membuat tetangga-tetangga titip
- sama dia. Kemudian malam dia buka nasi
- goreng. Ternyata pendapatan dia lebih
- besar daripada gajinya.
- Nah, urusan belanja suaminya yang
- belanja. Suami yang mengurus hal seperti
- ini. Kemudian di saat istrinya bekerja,
- suami yang menjaga anak-anaknya atau
- mengantar sekolah. Harus ada
- keseimbangan di antara keduanya. Jangan
- laki-laki bilang, "Ini urusan
- perempuan." Ini
- jahiliah. Ini j jahil jahiliah. Jadi
- harus betul-betul ada tawazun dan
- taadul. Keseimbangan di antara kewajiban
- dan hak. Siapa yang ingin dihormati? dia
- harus menghormati juga saudaranya. Jadi
- apa yang dilakukan suami dalam hal ini
- salah? Nah, solusinya coba ibu minta
- ditengahi dalam masalah ini. Kalau ibu
- salah, ibu perbaiki kesalahan ibu. Kalau
- suami salah, dia harus minta maaf dari
- kesalahan dia. Tapi kalau tidak ada
- titik temu si laki-laki masih ee apa
- namanya? tidak bersikap baik, tidak
- merubah perilakunya, bahkan dia tidak
- menjalankan tugasnya sebagai seorang
- suami. Mau tidak
- mau perpisahan merupakan jalan yang
- terbaik bagi keduanya agar si perempuan
- tidak memamah biak kesedihan dan
- perlakuan yang tidak baik. Akhirnya
- timbul nanti trauma yang tidak
- diharapkan dalam kehidupan rumah tangga.
- Bisa-bisa saja dia mengalami gangguan.
- Jadi kalau memang setelah ditengahi
- tidak ada jalan keluar, yang
- terbaik mereka berpisah. Semoga si
- wanita mendapatkan pasangan yang lebih
- baik, yang menghargai, memuliakan
- dirinya. Dan si laki ya juga menyadari
- kesalahannya. Karena terang-terangan
- perbuatan zalim tidak akan dibiarkan
- oleh Allah subhanahu wa taala. albirru
- la yablah wambu
- yunaludan arti perbuatan baik tidak akan
- pernah dilupakan oleh Allah bahkan Allah
- balas dengan lebih
- baik perbuatan buruk perbuatan aniaya
- tidak akan dilupakan oleh Allah maka
- lakukanlah sebagaimana yang kamu
- kehendak kamu akan terima balasan dari
- perbuatan kamu laki-laki yang memuliakan
- keluarganya akan dimuliakan Allah tapi
- yang merendahkan, menghinakan
- keluarganya Ya, Allah Subhanahu wa taala
- akan rendahkan dan hinakan dirinya.
- Begitu pula istri. J mari bersama-sama
- kita membangun kehidupan atas dasar
- keadilan. Kemudian meningkat setelah itu
- menuju al-ihsan. Adapun kasus yang
- kedua, laki-laki sering humor dengan
- istrinya.
- bercanda mau kawin
- lagi. Sebetulnya laki-laki yang suka
- bicara seperti ini biasanya lebih jauh
- dari apa? Dari yang
- diam-diam. Saya kenal orang diam-diam
- enggak pernah bicara pernikahan ya.
- Tahu-tahu punya terminal di sana,
- stamplas di sini punya pos di sana
- kelihatannya
- diam. Dan ini saya alami ya saya
- saksikan sendiri. diam enggak ada
- suaranya. Tapi ternyata masyaallah
- tabungannya
- banyak. Tapi banyak suami yang suka
- bercanda sama istrinya. Sebetulnya itu
- bahagian dari ventilasi. Mending mana
- ibu kira-kira keluar dari hatinya apa
- tersimpan di
- hatinya? Kita di rumah sering bercanda
- sama istri. Istri ketawa aja. Dia bilang
- apa? Lebih baik kamu keluarkan dari
- mulut kamu daripada disimpan di hati.
- Jadi, Ibu enggak perlu khawatir apalagi
- suami Ibu enggak genit. Alhamdulillah.
- Bukan tipe-tipe yang cengengesan. Ya,
- jadi
- Ibu awasi saja. Kalau dia wajar-wajah,
- tidak cengengesan, tidak geri, tidak
- punya hubungan dengan perempuan, artinya
- ibu anggap ini merupakan ventilasi. He.
- Dan ibu anggap sebagai humor, ibu ikut
- tertawa bersama diri. Bilang yang
- penting jangan serius ya.
- Kita doakan
- mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- berikan keberkahan kepada kita semua.
- Dan ingat bekal untuk menjaga
- kebahagiaan kita. Iman kepada Allah
- artinya berpegang bersandar kepada Allah
- kemudian bertakwa. Kita menjunjung
- tinggi menghormati bimbingan petunjuk
- Allah dan apa yang diajarkan rasulnya
- sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam.
- Masyaallah. Ya. Wahai para pria. cobalah
- seperti yang apa yang ustaz bilang ya
- terkait dengan itu tadi ee
- jambakin kemudian mukul dan segala
- macamnya tapi selalu saja ada cara dan
- jalan bukan? Mari kita simak apa yang
- akan disampaikan oleh Ustaz Abu Bakar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalamsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah, segala puji yang
- memberikan
- nikmat yang selalu memberikan nikmat
- kebahagiaan,
- ketenangan yang kita akan nikmati.
- Begitu juga Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sebagai
- panutan yang akan
- memberikan dirinya untuk
- diikuti. Dan kita sebagai pengikut akan
- selalu
- memperhatikan apa-apa yang
- terjadi. Kejadian yang terjadi
- adalah seorang istri dan seorang
- suami keduanya menikah dengan
- kebahagiaan. Pertama kali dia hidup
- dengan
- bahagia
- terus-menerus 3 tahun kemudian dia
- merasakan
- dirinya resah.
- Dan kemudian timbullah pertama kali
- punya anak, si istri sibuk dengan
- kesibukan
- anak-anaknya. Dan sang
- suami dia juga sibuk karena dia tidak
- pernah disibukkan oleh
- istrinya karena istrinya menyibukkan
- anaknya. Ketika itu apa yang terjadi?
- Masing-masing bergerak.
- kehidupan mulai
- buyar. Tahun demi tahun mencapai 5 tahun
- kemudian istrinya merasa bahwa dia sudah
- tidak nyaman karena kalau diajak bicara
- menggas mengatakan dengan kasarnya
- berkata dengan
- sinisnya. Apa yang terjadi?
- Karena suaminya terbiasa, dia selalu
- bicara
- menyenangkan,
- membahagiakan selalu. Namun setelah 3
- tahun karena sibuknya si istri kepada
- anaknya, jadi si istri sibuk sama
- anaknya, apa yang terjadi? Si suami
- enggak kebagian.
- Suami tidak
- kebagian. Apa yang terjadi? Mau bicara
- sama suami, suami lebih keras. Karena
- apa? Karena si istri enggak biasa
- menyampaikan
- yang seperti
- itu. Jadi, selalu
- ribut. Itu di 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun
- selalu ribut menurut beritanya.
- Jadi keributan itu
- membuat istrinya tidak nyaman. Waktu
- istrinya tidak nyaman, mengatakan
- pun dengan kata-kata yang tidak
- menyenangkan. Akhirnya si suami
- menimbulkan perasaan yang tidak nyaman.
- akhirnya melakukan tindakan
- kasar dengan memukul dengan berkata yang
- tidak
- baik. Efeknya apa yang
- terjadi? Masing-masing berbicara
- sendiri-sendiri seperti orang yang sudah
- tidak kenal lagi datang ke rumah biasa
- saja.
- Jadi si istri tidak
- memperhatikan tidak
- memperhatikan bagaimana
- suaminya. Jadi istri itu tidak
- memperhatikan apa yang harus
- dilakukan. Apa yang harus dilakukan bagi
- seorang istri.
- Jadi si istri ini enggak bisa melakukan
- sesuatu. Efeknya adalah melihat orang
- lain. Kenapa? Kalau pengin diajak
- ngomong, pengin ngomong dia tidak mau.
- Dia melakukan sesuatu. Habisnya
- bagaimana? ya dia cari orang
- lain karena si istri tidak pernah mau
- diajak
- ng kata si istri bahwa sudah tidak bisa
- diajak ngobrol kalau ngobrol ngomongnya
- gas. Nah, karena dia sibuk dengan
- anaknya maka ketika dia ngobrol sama
- suami juga ya entar dulu, entar dulu nih
- lagi ee bikin popok mungkin benarin
- popoknya.
- Bagaimana perasaan kita ketika ditanya
- kita lagi menanyakan sesuatu atau
- memberikan sesuatu, kata-kata entar dulu
- nih lagi ngerjain popok nih atau lagi
- ngasih makan
- anak. Apa yang terjadi pada saat
- itu? Ya, perasaan kesal sang suami
- menunjukkan.
- Namun enggak bisa mengatakan bahwa
- kenapa kamu kok sekarang enggak bisa
- diajak ngomong? Suami pengin mengatakan
- itu enggak
- bisa. Apa yang membuat suami tidak bisa?
- Karena kesibukan istri terhadap
- anak-anaknya.
- Jadi si suami enggak bisa
- ngomong, "Ah, di
- sinilah efek daripada keduanya." Efeknya
- apa?
- Masing-masing kehidupannya dia
- sendiri-sendiri. Kalau ditegur
- emosi yang menimbulkan perasaan yang
- tidak nyaman. Nah, di situ perasaan itu
- menunjukkan bahwa saya tidak suka dengan
- caramu. Sang suami mengatakan, "Saya
- tidak suka dengan caramu." Tapi tidak
- dikatakan. Dia hanya memperlakukan.
- Dia tidak mengatakan bahwa saya tidak
- suka dengan caramu, tapi dia
- memperlakukan. Dengan kondisi yang
- seperti itu, suami sudah mengatakan tapi
- tidak
- keluar. Nah, di
- sini apa yang
- terjadi? Terjadilah keributan. suami
- mendapatkan istri, dia mencoba untuk
- chatting kepada temannya yang bisa
- diajak ngobrol. E si teman itu juga
- punya suami, tapi tidak menjadikan
- sesuatu yang benar.
- Misalkan ya, bagaimana kita bisa membuat
- kehidupan yang lebih baik? Kalau
- misalnya anak-anak perhatikan ketika ada
- suami pulang, perhatikan kondisi suami,
- istri perhatikan. Lepaskan baru makan
- dua suap, tiga suap lepas enggak
- apa-apa. Insyaallah akan
- bermanfaat. Ketemukan suaminya dan
- berikan informasi yang baik.
- Ajak anak-anak itu dekatkan si suami,
- menerima sang suami. Jadi pembicaraannya
- itu lebih
- menenangkan. Jadi, bagaimana ya ajak
- berbicara dengan suami yang
- baik sehingga suami pun menyampaikan
- kata-kata ini yang saya inginkan.
- Jadi suami enggak mengges karena ketika
- kalau misalnya dia mengatakan sesuatu
- tiba-tiba ee istri sedang melakukan
- sesuatu mengatakan bahwa saya sedang
- menyuapin anak, saya lagi gendongin
- anak, lagi melakukan sesuatu. Nah, di
- situ menjadi emosi
- suami. Kembalikan kepada prosesnya.
- Bagaimana seorang istri menjadi seorang
- istri, memberikan pengetahuannya,
- memberikan
- pengertiannya, itu yang
- penting. Karena dia seorang rumah
- tangga, dia hanya menjaga
- anak-anaknya,
- oke, suaminya juga baik.
- Kembalikan kepada posisi yang
- menyenangkan bahwa suami ingin diajak
- bicara. Kalau suaminya diajak bicara,
- diajak menenangkan, didengarkan
- omongannya, dia akan
- mendengarkan dan kehidupan itu akan
- kembali lagi. Perhatikan bahwa
- ajak suami dengan anak-anak untuk
- berbicara. Jadi waktu nyuapin tiga suap
- cukup enggak harus
- habis. Kenapa kok sampai harus entar
- dulu, dikit lagi nih dikit
- lagi. Kenapa kok kita harus? Padahal ada
- komunikasi suami. Ajak anak itu kepada
- suami. Setelah ngobrol udah enak-enak,
- ambil makanan itu sambil berbicara,
- sambil menyuapin di depan
- suami. Itu yang
- menikmati. Dan sang suami juga bahagia.
- dengan ketenangan itu membuat dirinya
- lebih enak dan dia tidak akan pergi ke
- mana-mana. Dia tidak akan pergi melihat
- ke sana melihat perempuan atau chatting
- dengan perempuan. Dia tidak akan pernah
- karena sudah apa yang menjadi
- keinginannya dia sudah
- terlepaskan. Itu yang
- penting. Insyaallah itu akan lebih baik.
- Nah, ee pertanyaan yang kedua ini kan
- guyonan. Dia
- berguyon ee saya mau menikah
- lagi. Sang istri mengatakan, "Ya sudah,
- apa boleh buat kan gitu." Padahal dia
- tidak ingin, cuman mengatakan. Istrinya
- enggak menjawab diamin aja. Apalagi
- didiamin aja nanti dia
- penasaran. Kalau misalnya dia berguyon
- ya ketawa bersama-sama.
- Namun
- perhatikan
- guyonan-guyonan itu akan
- menjadi ketika misalnya diketawain atau
- dicuekin atau di biarkan itu pikirannya
- akan terus mengatakan mengatakan
- mengatakan dan dia akan mencari.
- Tapi harus
- hati-hati. Jangan sampai ketika dia
- mengatakan bahwa saya mau menikah lagi,
- oh iya. Oh, berikan pelayanan yang
- servis yang
- baik. Kalau kita memberikan servis yang
- baik, enggak jadi nih nikah lagi enggak
- jadi. Jadi dia memberikan servis
- istrinya sambil bercanda, boleh cari aja
- yang lebih dari saya. dia
- servis. Nah, suami mengatakan,
- "Bagaimana saya mau mencari yang lebih?
- Orang kamu doang ada. Yang ada cuman
- kamu." Ya, jadi bagaimana pembicaraan
- dan usahakan katakan sama
- suami, usahakan jangan berguyon
- berlebihan.
- Ketika kita berlebihan, kelebihan itulah
- yang
- membuat dan dia terus menarik masuk ke
- dalam diri
- kita. Hati-hati dengan berguyon yang
- nantinya akan masuk ke dalam diri kita.
- Masyaallah, Mas Krishna. Itu sebabnya
- kali ya surga di bawah telapak kaki ibu.
- Ngurusin anak berat banget, lagi nyuapin
- pun suami minta perhatian.
- Pokoknya jangan ke anak doang gitu. Wis
- keren banget. Masih ada waktu sedikit.
- Silakan, Ustaz.
- Tadi yang di sentuh Ustaz Abu Bakar hal
- menarik ya. Memang ada laki-laki saya
- tahu karena istrinya sibuk sama anaknya.
- Bahkan makanan pun kalau suaminya pulang
- dia enggak sisihkan buat
- suaminya. Ini buat anaknya itu buat
- anaknya. Jadi si laki-laki begitu pulang
- capek, dia merasa enggak diperhatikan
- sama apa? Sama istrinya. Karena fokus
- perhatian ibu pada anak. Nah, dia harus
- beli makanan di luar. Lama-kelamaan
- timbul
- apa? Kebosanan. Apalagi kalau dia
- menyaksikan rasakan pasangan suami istri
- yang istrinya selalu berikan perhatian
- buat
- suaminya, hidangkan makanan, bahkan
- utamakan suaminya. Lama-lama dia merasa
- apa? Kok istrinya semakin buruk di
- matanya? ya tidak sama dengan istrinya
- fulan. Akhirnya mulai dia mencari-cari
- kira-kira wanita yang bisa apa? Bisa
- mengisi kekosongan di hatinya. Jadi
- seharusnya istri menjaga
- keseimbangan antara kewajiban dia
- sebagai istri dan kewajiban dia sebagai
- ibu. Itu harus dijaga. Kalau tidak
- rusaknya keseimbangan akan merusak
- hubungan di antara mereka. Jadi dia
- perhatikan anaknya, tapi di sisi yang
- lain di saat suaminya pulang, dia harus
- sediakan dan berikan perhatian secara
- penuh untuk
- suaminya. Jadi sebetulnya ee terjadinya
- kerusakan karena apa? Karena rusaknya
- keadilan. Karena ada hak anak, ada hak
- suami kan. Itu betul-betul mesti dijaga
- dengan sebaik-baiknya.
- Sepandai-pandainya wanita sebagai istri
- atau sebagai ibu yang bisa menempatkan
- segala sesuatu pada
- tempatnya. Kalau suaminya mau istirahat
- di rumah si ibu ingatkan pada anaknya.
- Ayah kamu mau istirahat habis letih
- bekerja jangan kamu bersuara, jangan
- kamu berisik. Tapi kalau dibiarkan
- anaknya mengacau suaminya pada saat
- istirahat pada akan kerja lagi, itu jadi
- sebab kebencian suami pada istri.
- Karena siswa merasa ini kan wilayah
- kamu. Dia sudah kerja di luar mencari
- nafkah. Dia butuh
- istirahat. Tapi istri tidak pandai
- menempatkan dirinya mengatakan ini kan
- anak kamu. Biar dia bermain
- bersenang-senang. Dia lupa bahwa ada
- apa? Ada hak-hak suami dalam hal ini
- untuk apa?
- Dan terkadang yang lebih repot lagi
- kalau itu anak, anak bawaannya bukan
- anak suami.
- Jadi seorang laki-laki menikah dengan
- seorang janda, sudah punya anak,
- tahu-tahu ternyata si istri tidak
- memberikan perhatian kepada suaminya,
- lebih banyak perhatiannya kepada
- anaknya. Jadi berikan hak masing-masing,
- hak anak kita berikan, hak istri kita
- berikan. Begitu juga berkaitan dengan
- hak orang
- tua. Seorang laki-laki memiliki orang
- tua yang sudah tidak bekerja, dia punya
- kewajiban juga pada istri. Maka di saat
- dia menerima katakan gajinya atau
- pendapatan dia, dia harus bagi dengan
- adil apa yang dibutuhkan orang tuanya,
- apa juga yang dibutuhkan istri dan
- anaknya. Jangan sampai apa? Jangan
- sampai karena berpihak pada
- istrinya, kecintaannya membuat dia lupa
- menjalankan kewajiban pada orang tua.
- Atau karena ketaatan pada orang tua, dia
- tidak berikan hak-hak istrinya,
- nafkahnya tidak dipenuhi secara baik.
- Nah, ini yang akan merusak kehidupan.
- Oleh karena itu, kita jumpai wani
- pria-pria yang baik ya yang melaksanakan
- kewajibannya dengan penuh. Dia
- mendapatkan pendapatan yang cukup
- diberikan hak istrinya, anak-anaknya.
- kemudian diberikan orang tuanya. Satu
- kali istrinya mengatakan, "Saya tuh
- enggak senang kamu berikan untuk orang
- tua kamu secara berlebihan."
- Si laki langsung bicara, "Dalam hal ini
- saya ingatkan
- kamu. Saya dari mulai dalam kandungan
- kemudian dibesarkan oleh orang tua
- hingga saya bisa menjadi suami yang baik
- bertanggung jawab untuk kamu. Kalau kamu
- tidak bisa berlapang dada melihat saya
- berbakti pada orang tua saya, saya akan
- pilih orang tua saya daripada kamu." H.
- Nah, dengan cara seperti ini ya istri
- tahu bahwa suaminya serius dalam
- menjalankan kewajiban dia, kebaktian
- pada orang tua dan jelaskan bagaimana
- ayat-ayat Allah memerintahkan dia. Waqab
- rabbuka all'udu
- wabil waridaini ihsan. Karena sebagian
- anak-anak perempuan tumbuh dalam
- lingkungan yang tidak tahu hak orang
- tua. Nah, begitu juga kalau seandainya
- suaminya diperintahkan oleh orang tuanya
- untuk menzalimi istrinya, suami harus
- bersikap jelas pada orang tuanya. Saya
- diperintahkan Allah untuk berbakti,
- berbuat baik pada ayah ibu, tapi kalau
- menyangkut hak orang lain. Kalau saya
- turuti ibu menzalimi seseorang, ibu akan
- berat hisabnya di hari akhirat. Jadi
- betul-betul dia jalankan kewajibannya
- pada orang tua, dia jalankan
- kewajibannya pada istri, begitu pula
- pada anaknya, begitu pula pada
- masyarakatnya.
- Jadi ada betul-betul apa aturan dalam
- Islam timbal balik antara hak dan
- kewajiban. Kalau dia sudah menjalankan
- kewajibannya, haknya enggak diberikan
- pasti akan apa? Akan merusak
- keseimbangan. Jadi betul-betul harus
- kita jaga. Jangan kita menuntut
- terus-menerus, tapi kewajiban kita. Kita
- berkata kasar pada istri kita atau kita
- ingin mendapatkan kata-kata yang lembut,
- mustahil. Betul gak? Iya. Kamu akan
- menerima sesuai dengan apa yang kamu
- keluarkan. Jadi, mari bersama-sama kita
- jaga rumah tangga kita dan jauhkan
- kesombongan, kebanggaan diri. Ingat,
- semua itu anugerah dari Allah. Saat ini
- Allah berikan, besok bisa saja Allah
- Subhanahu wa taala ambil. Dan jangan
- pandang remeh orang-orang yang lemah.
- Terkadang kita pandang remeh istri kita
- atau satu waktu kita dalam keadaan
- jatuh, ternyata Allah berikan kemuliaan
- buat istri
- kita. Kalau kita perlakukan manusia
- dengan mulia, insyaallah Allah akan buka
- pintu rahmatnya dan manusia juga akan
- memuliakan kita. Ahsin ilanasi tastid
- qulubahumu
- falastadal
- falastadal insana
- ihsan. Jadi
- perlakukan manusia dengan baik, kamu
- akan kuasai hati mereka. Karena kita
- tahu bahwasanya perbuatan baik itu
- membuat apa? Membuat orang itu
- betul-betul luluh.
- Ada satu orang ingin menagih hutang
- dengan marah-marah. Begitu datang kita
- sabut, kita hargai, kita hidangkan
- makanan bermacam-macam. Begitu dia mau
- nagih dia enggak enak.
- Betul enggak? Artinya bagaimana kebaikan
- itu bisa meluruhkan hati seseorang. Jadi
- mari kita gunakan kata-kata yang baik,
- perbuatan yang baik dan mulia.
- Insyaallah kita yang akan diuntungkan
- sebelum orang lain. Mudah-mudahan Allah
- jadikan majelis kita, psikologi keluarga
- kita ini memberikan solusi,
- memberikan jalan keluar, penerangan,
- bukan menambahkan beban dalam kehidupan
- rumah tangga kita. Jalau seperti tadi
- yang Ustaz Abu Bakar katakan, bah si
- perempuan terlalu fokus, peduli terhadap
- anaknya, kurang memberikan perhatian
- pada suaminya, ibu perbaiki sikap ibu.
- Jaga hak suami, jaga juga hak anak ibu.
- Insyaallah yang tadinya dalam keadaan
- layu, insyaallah akan kembali segar.
- Mudah-mudahan Allah limpahkan rahmatnya
- kepada kita semua. Kepada Ustaz Abu
- Bakar, Ibu Hajah Nur, begitu juga kepada
- Ustaz Muhammad Krishna, ada Ustaz
- Junaidi Abul Hasan Asyadili. Beliau
- beristri dua nih. Allah kasih.
- Alhamdulillah jadi contoh yang baik.
- Ust. Lukman, ada Ustaz Atep, ada
- anak-anak kita yang sedang magang.
- Mudah-mudahan Allah limpahkan rahmatnya
- kepada kita semua dan kepada seluruh
- keluarga besar Radio
- Silaturahmi. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz
- Husein, Ustaz Abu Bakar Raja. Jadi hidup
- ini mesti ada keseimbangan dan
- berkeadilan dan semuanya itu ada di
- Al-Qur'an. Silakan membaca Al-Qur'an ya.
- Terima kasih sekali lagi. Baik, saya
- Muhammad Krishna Atep siap Budi dan Algi
- mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.