Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Ahlan was sahlan.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayidina Muhammad. Ya, seperti biasa
- Radio Silaturahim dan Rasil TV siap
- Selasa mendampilkan acara ahlan wah
- sahlan. Siapakah yang akan kita
- hadirkan? Yang jelas Anda mesti siapkan
- dulu pupen sama kertas untuk mencatat
- nomor HP dari narasumber kita ini.
- Beliau lahir bernama Haris Yasin ya.
- Yasin, MD. Eh, lahirnya di Gedung Jati
- Grobokan, Jawa Tengah. Tanggal 21
- Januari tahun 69 SD-nya di Kelitikan.
- SMP-nya Islam
- Sudirman di Gedung Jati. SMA-nya SMA 2
- Negeri di Gerobokan. Kemudian kuliahnya
- kuliah subuh.
- Kanya orangnya rada unik ya. Sekarang ee
- berania dia kasih ee namanya Ki Agung
- Lanang. Ki Ageng Lanang. Ki Ageng. Ki
- Ageng. Ki Ageng Lanang. Beliau suka
- berdalang di mana-mana dan ininya ee
- dengan ayat-ayat keluar ya. Bagaimana
- mengajarkan orang yang tadinya tidak
- bisa membaca Quran diajarkan dengan
- gayanya menjadi mudah ee menangkap
- pelajaran Quran. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Siap. ini gimana ceritanya
- jadi Yasin kok berubah menjadi Ki Ageng
- Lanang tuh siapa ngasih nama itu jadi
- nama saya sebenarnya kan Muhammad Yasin.
- Muhammad Yasin. Iya. Kalau boleh lahir
- ini memilih mungkin saya tidak lahir di
- desa terpencil gitu, Pak. Kalau boleh
- memilih ya ee mungkin di keluarga Pak
- Kresna atau di keluarga Pak Jokowi kan
- gitu. Tapi ternyata lahir ke dunia ini
- enggak ada pilihan gitu. Nah, adapun
- latar belakang ini nama saya, saya
- kenapa memakai Ki Ageng Lanang? Karena
- apa? Kalau saya pakai udeng-udeng amaim
- gitu dipikir kiai. Saya bilang saya
- bukan kiai. Ikiae. Jadi Ki Ageng Lanang
- itu ki ikiae ageng besar lanang
- laki-laki. Jadi kalau disimpulkan ya
- laki-laki yang anunya besar. Cita-cita
- saya, harapan saya, keinginan saya.
- Karena apa? Saya punya keinginan
- bagaimana seluruh orang di negeri dunia
- ini bisa membaca dan mengamalkan
- Al-Qur'an. Maka dalam perjalanan ini
- saya dari Sunan Kalijaga saya
- terinspirasi, Pak. He. Setiap hari itu
- di makam Sunan Kalijaga Kadilango itu
- tidak lepas dari peziarah yang doa di
- sana mendoakan Sunan Kalijaga. Akhirnya
- saya merenung. Luar biasa. Sunan
- Kalijaga walaupun sudah meninggal,
- walaupun sudah tidak ada di dunia, tapi
- masih bisa memberikan kehidupan. He.
- Alangkah nyesalnya saya yang hidup ini
- bisa enggak bisa memberikan kehidupan,
- berikan manfaat ke kehidupan. Akhirnya
- saya mohon kepada Allah berdoa, "Jeng
- Sunan saya ingin meneruskan perjuangan
- Jeng Sunan." Nah, itulah mulailah saya
- perjalanan panjang, akhirnya saya
- menemukan metodologi pola hafiz Quran
- sebenarnya. Ee ee Kiung
- banyak juga orang yang mengkhawatirkan
- ke banyak kuburan itu jadi apa? Hamba
- kubur. Heeh. Itu musyrik, bidah. Heeh.
- Gimana penjelasannya itu kalau
- ngaji-ngaji di kuburan gitu? Kalau
- menurut saya ya, Pak ya. Sebenarnya itu
- kesempatan kita berbuat baik kepada
- kepada orang-orang yang begitu karena
- bisa jadi belum memahami sesungguhnya.
- Nah, bagaimana kita memahaminya nih?
- Nah, makanya harus dijelaskan. Kayak
- orang sekarang berpikir ee di Jawa itu
- seolah-olah mistik padahal enggak
- nilai-nilai ketauhidan. Makanya kan
- Masyan segala gitu ya. Iya. Saya polanya
- pendekatannya dengan konsep ee Sunan
- Kalijaga. Artinya pendekatan
- kemasyarakatan itu persuasif dan
- edukatif. Contohnya apa? Digambarkan
- seperti memancing ikan, bagaimana
- memancing ikan tidak keruh airnya. Ya,
- ini kan cara mancing berarti. Maka kayak
- jeng Sunan Kalijaga itu mengenalkan
- kalau moto metodang moto metodang ini
- dengan seni hidup ini indah. Dengan ilmu
- hidup bisa menjadi mudah dengan
- Al-Qur'an hidup semakin terarah. Nah,
- makanya digambarkan kayak mistik-mistik
- orang pakai sajen dibikir mustik padahal
- enggak itu kenapa sajen itu di diadakan
- di perempatan itu untuk perempatan jalan
- perempatan jalan ya perempatan jalan ada
- gapura itu kan simbol-simbol Islam
- sebenarnya. Nah, bagaimana mengajak
- mereka itu yang belum paham bisa
- memahami kehidupan. Harus direkonstruksi
- cara pemikirnya, berpikirnya. Iya. Nah,
- akhirnya dikasih ee seperti kemenya,
- kemebul baunya. Masyarakat tahu akhirnya
- dari mana ini asalnya? Oh, dari
- perempatan. Ayo pada datang di
- perempatan diajak ya. Nah, sebagaimana
- kalau Rasul alif lam ro apa itu kan
- untuk menggugah pertama kali supaya tahu
- apa itu baru di perempatan nanti
- diperjelaskan apa yang ada di situ
- dijelaskan kenapa ada bubur merah bubur
- putih itu kan simbolisasi bahwa kita ini
- lahir dari kedua orang tua kita yang
- darah merah itu di lambangan darahnya
- ibu darah putih dilambangan darah bapak
- kita tidak bisa lepas dari itu.
- Bendera merah ini luar biasa sebenarnya
- kita kalau mengkaji rekonstruksi ulang
- simbolisasi dan jadi merah bukan berarti
- berani putih suci bukan ya iya tidak
- harus begitu juga tapi kalau dipadukan
- juga keberaniannya harus di ditanamkan
- kesucian kita nah suci itu apa
- dilambangkan darah putih kan itu kan nah
- ini yang jarang di di ee rekonstruksi
- ulang jadi di perapatan jalan ada
- kembang sama apa menyan apa macam-macam
- kalau sesajen itu sebenarnya bahasa Jawa
- itu sesajen itu kan artinya menyajikan
- menyajikan menyajikan sesuatu itu harus
- yang lengkap, perfurna. He. Jadi di sana
- ada macam-macamnya. Heeh. Ada dari
- biji-bijian ya, ada daun siri. Semua itu
- diungkapkan untuk mengajarkan masyarakat
- pola pendekatannya. Kenapa harus biji
- siri? Kita ini ada sir rahasia. Rahasia
- sir itu apa? Rasa di dalam diri kita.
- Sifat ilahiah yang ditiupkan di dalam
- diri kita. Roh ilahiah itu adalah rasa
- kemanusiaan. ingin aman, ingin damai,
- itu kan
- diajarkan. Maka kita jangan terbelenggu.
- Nah, itu kalau dilambangkan kalau ee
- haji atau umrah itu kan memakaikan ihram
- ya itu untuk menutupi. Jadi dunia ini
- saran aja. Jadi itu bukan sesembahan
- kepada selain Allah. Itu sesajan segala
- rupa itu dikaitkan tetap Allah sarana.
- Makanya metode dalang ini ada
- simbolisasi filosofis sana, Pak. Ya.
- Kenapa saya menggunakan metode dalang?
- Dalang sendiri kan hadis sebenarnya Pak.
- Ada hadisnya man alirin walahu ajri
- fail. Ya, barang siapa mengajak
- menunjukkan kebaikan kebenaran, kalau
- kebenaran-kebaikan tersebut dilakukan
- oleh seseorang, kita yang menunjukkan
- juga dapat balasan pahala bahasanya kan
- ujrah dari Allah sesuai kebaikan
- tersebut dilakukan oleh seseorang. Nah,
- gitu, Pak. Maka ayo siapa yang
- menyebarkan ini? Ayo kita berbuat baik.
- Jangan sedih ya. Jangan menyesal kalau
- kita berbuat baik karena pasti ada
- hasilnya. He. Kalau didasari dengan iman
- dulu karena pernah mau sekolah di PGA
- tapi tidak diterima. Kenapa itu bisa
- enggak diterima? Oh, jadi ceritanya
- begini, Pak. Latar belakang menemukan
- metode ini gara-garanya saya ditinggal
- Bapak saya tahun '4 tuh saya sebenarnya
- ranking kelas terus, Pak. He. Nah, pada
- saat saya mau masusok PGA karena Bapak
- saya guru ngaji, saya pengin meneruskan
- sebenarnya jadi guru ngaji juga. Pengin
- guru ngaji, tapi kan saya belum bisa
- ngaji gitu kan. Saya mau masuk PGA dua
- kali saya enggak diterima.
- Belum bisa baca Quran. Belum bisa. Iya,
- belum bisa baca Quran. Terus terus
- belajarnya gimana? Akhirnya saya belajar
- di kampung. Nah, di kampung itu saya
- ketemu guru lah. Guru mengajarkan ee
- membuka surat Ala'raf. Wada ashabul
- jannati ashabanari angqod wajadna ma
- waana haqqo. Saya melihat merasakan wah
- Quran ternyata bisa untuk dialog. He.
- Luar biasa. Kalau saya tahu ini wanada
- itu fi'il. Setiap fi'il pasti ada
- failnya. He. Setiap fail harus dibaca
- rafa. Ilmunya dari mana ini? Jadi
- menggugah saya pengin tahu itu. Ashabul
- jannati sekelompok ahli surga. Ashaban
- nari maf bih ini kepada ahli neraka.
- Angkot wajatna kalimat tauhid an.
- Benar-benar aku dapatkan nih maana
- haqqo. Apa yang dijanjikan Rabb kami
- kepada kami. Benar nih. Wwaajatum.
- Apakah kalian juga mendapatkan? Betul.
- Jadi seolah-olah nanti saya membayangkan
- bagaimana kalau pas seluruh orang di
- dunia ini mati semuanya dikumpulkan gitu
- loh, Pak. Wah ngeri banget.
- Apalagi ayat selanjutnya itu ahli neraka
- minta air setetes. Enggak boleh itu. He.
- Akhirnya wah saya harus belajar nih.
- Saya harus memahami Quran. Karena saya
- dipegang enggak terima. Akhirnya
- saya ngelamar apa daftar di SMA. He.
- Hampir enggak diterima juga. Waduh sedih
- kalau enggak diterima saya ini. Tapi
- alhamdulillah kepala sekolah ngasih
- kesempatan karena name saya yang saya
- bawa asli. He. Oh, Mas Name-nya asli
- enggak? Asli, Pak. Ya, kalau asli coba
- kita lihat dulu setelah asli diterima.
- Nah, mulailah saya mengadakan kegiatan
- salat Jumat. Nah, tiba-tiba banyak
- kawan-kawan kalau pelajaran agama kalau
- baca Al-Qur'an kok banyak alasan kenapa
- setelah saya telusuri ternyata banyak
- juga yang belum bisa baca Quran. Nah,
- mulai punya ide bagaimana ya kita ini
- cinta Al-Qur'an. Al-Qur'an ini panduan
- hidup dari mana mulainya? Mulailah saya
- setelah lulus SMA itu saya kesan KJK dan
- berkhidmah dengan guru-guru itu mulai
- merangkai
- mulai merangkai saya punya guru Syekh
- Abdurrahman bin Ahmad Badawi. He saya
- berkhidmah beliau, "Mas Yasin, kalau
- engkau kuat di sini 3 bulan, maka kamu
- hafiz Quran." Hm. Padahal saya belum
- pernah belajar Quran. Enggak pernah
- pernah belajar. Iya. 3 bulan 3an saya
- tiap hari belajar itu, Pak. Enggak
- belajar. Ternyata di sana saya
- berkhidmah. ya diperintah apa suruh ke
- kebon ya ke kebun akhirnya saya enggak
- tahan. Nah, setelah enggak tahan saya
- balik. Nah, setelah balik gimana saya
- bisa hafal Quran baca Quran aja enggak.
- Iya kan? Lah setelah itu saya kesunan
- Kalijaga lagi ada seorang Banten yang
- menemukan saya. Ternyata ini rezeki
- saya. Saya dibawa ke Banten. Saya pikir
- Banten itu dekat. Ternyata lewat lewat
- ee Grogol itu kan gedung MPR. Ini
- pelajaran na apa sana? Bis. Naik bis.
- Naik bis. Ini pelajaran di buku SMP dulu
- ada PMP kan ini buku wah saya luar biasa
- ketemu gedung MPR itu lewatin kan senang
- itu. Nah ternyata di sana belajarnya
- juga bukan belajar Quran belajar puasa.
- H baca qulhu 10.000 kalau qulhu qulhu
- 10.000 ya enak qulhu 10.000 sudah
- selesai atau qulhu qulhu qulhu ini qul
- huallahu ahad allahusad lam yalid walam
- yulad ini dibaca 10.000 Ibu 3 hari harus
- habis. Tapi saya niatkan apa yang saya
- lakukan ini sekecil apapun huruf ini
- akan saya dapatkan kalau saya beriman
- kepada Allah. He. Makanya menguatkan
- itu, Pak. Nah, ternyata di sana belajar
- ilmu-ilmu hikmah dan guru saya sudah Mas
- sudah selesai ngajar. Nah, kalau saya
- ngajar gini nanti saya sakti ya. Wah,
- bukan keinginan saya. Mending bisa jadi
- saya jadi satpam.
- Iya kan? Karena kuat dibacok enggak
- apa-apa itu. Alhamdulillah mereka pada
- belajar ilmu kebal, Pak. Kebal dibacok
- gitu. Paling tidak saya ada dapatnya
- kebal tapi bukan kebal dibacok, kebal
- muka lah paling tidak ada keberanian
- gitu loh. Adipun orang gitu loh. Nah,
- itulah yang tertanam di hati saya. Apa
- yakin bahwa ada keimanan wam
- yattaqillahajalahu marja wararzuqu
- minhuituasib. Nah, orang beriman ini kan
- pedomannya dari mana? Mengkaji. Karena
- Al-Qur'an ini kan tulisannya aksara
- hijaiyah. He. Dari mana mulainya? He.
- Terus bagaimana pengamalnya? Terus
- kenapa Sunan Kalijaga menggunakan
- pewayangan? Ternyata ada filosofi
- simbolisasi. Nah, metodeang sekarang
- kalau di dalam pembukaan wayangan bumi
- goncang-ganjing, langit, kelap-kelap
- katon. Nah, ternyata saya belajar ikut
- itu kan teori big bang. Aku benturkan
- teng. He. Nah, aku benturkan baru ada
- kehidupan baru mulai jejer. Nah, di sana
- ada Pando, ada Kurowo. Ini kan orang
- enggak pernah tahu Pandowo itu apa.
- Panda itu apa? Pandoo itu papan sing
- dao, Pak. He. Orientasi masa depan.
- Bapak bekerja pasti untuk masa depan.
- Lah masa depannya kapan? Maka Pandowo
- itu punya pedoman, Pak. Heeh. Namanya
- kalau di po ada aji. Heeh. Aji itu kan
- kalau bahasa aksara hijaiah kan aku
- datang. Heeh. Nah, aj-ajya apa? Kalimat
- sadat, Pak. Kalimat shodo, kalimat syaat
- asyhadu allaha illallah wa asyhadu anna
- muhammadar rasulullah. Berarti tujuan
- kita berharapnya kepada yang tiada
- batas. Yang terbatas Muhammad itu
- makhluk terbatas tapi dipilih Allah,
- dijadikan oleh Allah untuk uswah.
- Muhammadun basar kal basari bal yaquinal
- hajari. Ini kan konsep luar biasa ya.
- harus menumbangkan kurowo. Kurowo itu
- kumpul rogoyowo, Pak, yang dilambangkan
- buto. Kalau orang buta enggak ngelihat
- koprol koprol itu kalau di wayangan lah
- orang-orang yang enggak tahu ini kan
- harusnya dicerahkan dengan apa ya tadi
- pedoman Aji Kalimado. Ayo tujuan kita
- harapan kita kepada yang tiada batas
- supaya apa? Menghasilkan hasilnya tanpa
- batas. Nikmatnya yang tanpa batas juga
- yang dilambahkan surga Allah. Ini kan
- luar biasa. Tapi orang-orang berpikir
- wah Jawa ini mistik padahal enggak
- demikian. ini, Pak. Oke. Bisa enggak cto
- dalangnya? Oh, bisa. Dalangnya seperti
- apa? Oh, jadi metode dalang ini ada ee
- kalau saya cerita kan panjang nih, Pak.
- Ada lima langkah, kata dasar, harakat,
- mahram, tanda baca, ayat Al-Qur'an. Nah,
- di dalam ilmu pewayangan sendiri, Pak,
- itu enggak jauh dengan Quran. Hm. Allah
- mempunyai sifat. Sifat Allah itu asma
- Allah kan Asmaul Husna yang orang-orang
- biasa dikenalkan Asmaul Husna. Ya
- Rahman, Ya Rahim, Ya Malik. Nah, di
- dalam pewang sang wenang, sang wening.
- Mungkin zaman itu, Pak. Nah, kalau saya
- melihat sebelum Al-Qur'an kitabullah ini
- kan ada kitab-kitab sebelum, Pak. He.
- Zabur, Taurat, Injil, Injil,
- suhub-suhub. Terus zaman itu bagaimana
- menceritakan umat dan rakyat zaman itu?
- H ini ber analogi saya, Pak, ya.
- Bisa jadi Allah menurunkan orang-orang
- yang dipilihnya untuk menceritakan zaman
- itu. Makanya ada sang hang wenang, sang
- wening, sang hang wenang yang punya
- kewenangan bagaimana mengatur jagad.
- Maka diceritakan di sana ada Ismoyo
- Manik Moyo, Tejomoyo. Lah ismoyo Jati
- itu kan ismuz zati kalau di diterangkan
- segini. Nah, ini mulai sesuai zamannya,
- Pak. Direkonstruksi ulang lah Sunan
- Kalijaka ini setelah ketauhidan,
- keislaman ini muncul. Islam sendiri kan
- selamat, Pak. Bagaimana kita mengajak
- orang selamat? selamat untuk diri,
- keluarga, bangsa, negara, dunia dan
- akhirat kita gitu loh. Itu sang-sang
- yang kan bukan istilah Islam ya istilah
- Hindu itu ya memang zaman dulu kan gitu.
- Maka kalau hang naon kan saudanya
- kan mau apa sih kita ini? Itu kan
- harapan kita Pak bahasa kemanusiaan ya.
- Nah pertanyaan sekarang apakah apa
- apakah kita lahir ke dunia ini keinginan
- kita? H kemauan kita, pilihan kita kan
- bukan kemauan kita, Kak. Bukan pilihan
- kita. bahwa kita lahir ke dunia siapapun
- orangnya, apapun agamanya, apapun
- bangsanya, apapun bahnya, selagi manusia
- sama ciptaan Allah. Hm. Ya. Nah, sebelum
- kita muncul lahir ke dunia sudah ada
- ikatan perjanjian, Pak. Makanya saya
- lebih kalau menyebutkan antara agama
- dengan din ini lebih enaknya din, Pak.
- He. Kalau din itu kan perjanjian, ya
- kan? Tata aturan kan bisa hutangputang
- ada perjanjian juga. Nah, kita janji
- sama
- Allah. Betul ya. Nah, kita lahir
- ini Allah keluarkan dari perut ibu
- kalian tapi tanpa tahu apapun. Tangisan
- kita sama kok, Pak. Orang Sunda waktu
- lahir pertama enggak muhun-muhun. Enggak
- ada. Iya kan? Kalau nyanyinya beda
- mungkin beda ya. Orang Inggris enggak?
- Yes. Yes. Orang Arab pun enggak namam
- enggak tangisan kita sama. Hm. Kalau
- kita dengarkan ke ua ua ua kan itu
- padahal itu hua hua hua isim damir, Pak.
- Hm. Ya Allah. Karena apa? Di alam rahim
- kan sudah perjanjian. Apa engkau
- mengakui bahwa aku ini Rabbm? Engkau
- akan aku jadikan delegatorku loh. Hm.
- Yang harus mewujudkan amanah sifat
- ilahiah itu khalifah. Iya kan?
- Khalifatullah. Ya benar. Karena harus
- mau mewujudkan sifat ilahiah dengan
- keterbatasan kita. Ya berat, Pak. Maka
- nangis sebenarnya nangis enggak bisa
- jauh. Ya Allah, jangan Engkau jau.
- Bimbing aku, Ya Allah. Maka sejahat
- apapun, Pak, orang jahat itu enggak
- pengin kejahatannya diketahui orang.
- Kalaulah bisa korupsi ya pengin
- menguasai, enggak pengin korupsinya
- diketahuin orang, Pak. Karena itu tiupan
- Roh Alkudus. Heeh. Ya kan? Setiap orang
- enggak mau hidup sendiri, Pak. He.
- Pengin berjamaah, berkumpul bersama.
- Karena itu tiupan roh aljami pengin
- mengangkat derajat orang tiupan arrofi.
- Kalau ada orang sombong ya penginnya
- harus di sesuaikan keseimbangan lagi.
- Nah inilah yang membimbing. Maka di
- dalam metode dalang itu ada kata
- pembimbingnya yang saya gunakan adalah
- tokoh pewayangan Batoro Narodo. Nah coba
- deh. Caranya
- gimana? Para peserta pendengar atau
- siapapun mengikutin aja lagunya. Jangan
- terblenggu. He ya harus merdeka ya tidak
- tertutup oleh latar belakang sudut
- pandang pengalaman, literatur atau
- apapun secara jangan terbeng mengikuti.
- Jangan pandang suku. Yang penting golnya
- apa? Ngikutin. Penting endingnya kita
- sadar bahwa kita ini aksar yang
- berjalan. Nah, lagunya gini.
- Gundul-gundul Pak Cak ba th ro na rod do
- ko saak ta jawa. Ngikutin aja untuk
- memudahkan bat na. R
- kosakata Jawa hafal ya Pak ya coba
- Pak Rod
- kosakata Jawa. Sekali lagi Pak
- Batorodo
- kosakata Jawa. Ini modal Pak. Bismillahi
- kita belajar bersama. Bismillahi kita
- mulai bersama. Mari ibu-ibu, bapak-bapak
- kita belajar bersama. Baru mulai Pak.
- Bismillahirrahmanirrahim. Lagunya doa
- ummul Quran atau doa ee cari ilmu.
- Allahumfani bima
- alamtani. Jadi belajar ini harus senang,
- Pak. Senang, mudah, sederhana. Nah,
- kalau dipraktikkan setelah itu kita
- praktikan batorado tadi, Pak. Nah, di
- sini dibuka ada halaman pertama ya. Saya
- perlihatkan nih. Ini loh. Ba th ro na
- rosa sa kata jawa bat rodo kosakata
- Jawa. Enak kan pak? Coba lagi ya. Baton
- narod kosakata Jawa. Baru kita bahas.
- Perhatikan. Nah, ini kata dasar dulu. Ba
- ba titiknya di bawah Pak. H. Iya. Ya. Ba
- apa, Pak?
- apa? Ulang lagi ba. Nah, saya ulang lagi
- itu, Pak. Biar bisa ini. Th ada
- tongkatnya. Apa, Pak? Th. Th apa? Th.
- Nah, ini ro apa, Pak? Nah, berarti
- ucapkan ba ba. Betul. Th po po. Iya. Ro
- ro. Betul. Iya. Nah, yang perlu
- diperhatikan adalah penulisan, Pak.
- Perubahan dari ini asalnya perubahan
- bagaimana? di awal penulisannya, di
- tengah kalimat, di akhir kalimat.
- Berarti ucapkan, perhatikan ba ucapkan
- ayo ba ba. Iya. Ba ba ba ba. Nah,
- ketukannya lafaznya harus tepat. Th th
- ro ro ro ro ro ro. Baru kita padukan
- antara bato. Ya, ucapkan coba. Bathor.
- Nah,
- thoro. Thbaro. Thbaro. Iya. Rawa. Robba.
- R thaba. Iya. Terus thbaro. Bagus.
- Bathor. Iya. Robat. Nah, ini
- contoh-contoh terus diulang-ulang gitu.
- Jadi nanti endingnya, Pak, orang
- menyadari dan bisa baca Al-Qur'an, bisa
- baca tulis. Makanya saya sebut pola
- hafiz Quran. Hafiz itu ternyata enggak
- menghafal setelah saya telah ah guru
- saya benar juga. Heeh. Ternyata di
- ending akhir sekarang sudah hafal ya.
- Ya, hafal, Pak. H. Bukan hafal, menjaga,
- Pak. He. Nah, pola menjaga pola hafal
- Quran menjaga itu bisa menghafal. He.
- Bisa dengan menulis, bisa membaca
- searti-artinya enggak bisa
- mengaplikasikan ya bisa arti-artinya.
- Banyak metodologi yang berkembang ini.
- He ya. Kemarin kawan saya metode tamzis
- ya. Kita promosikan juga di sini kan
- untuk mufradat-mufradat kalongan itu ya.
- Mufradat mufradat indayu. Kita kemarin
- ada acara di sini. Nah, ini kan salah
- satu upaya, Pak, bagaimana penyadaran
- diri bahwa Al-Qur'an ini bukan hanya
- bacaan ya kan. Al-Qur'an ini juga
- Alkitab. Heeh. Kalau Alkitab berarti
- tertulis karena tertulisnya aksara
- hijaiayah dari mana mulainya? Ini kan
- banyak kesempatan ilmu. Alfurqan juga,
- Asyifa juga, Annur juga. H. Jadi jangan
- hanya terbatas, oh Quran verbalistik. H.
- Maka saya menterjemahkan pada saat
- Rasulullah kedatangan Jibril ya
- diperintahkan iqra ya Muhammad iqra ya
- Muhammad. Ya Muhammad iqra bacalah tidak
- mampu. Politik ekonomi, sosial budaya
- zaman itu jahiliahnya luar biasa. Gimana
- mulainya? Dari mana? H maka di bismi
- rabbikalladzi khalaq. Kenalkan dulu
- asal-usul dulu lah bangsa ini gimana
- politik ekonomi, sosial, budaya seperti
- ini carut-marutnya begini. Dari mana
- mulainya? Nah, saya bisa mulai metode
- mulai Garuda Pancasila, Pak. Nah, lima
- langkah hidup ini. Garuda itu apa
- artinya? Nah, Garuda itu kalau orang
- berbicara burung Garuda salah nih.
- Garuda itu gagasan rumusan dasar ya.
- Jangan jangan dukang sini Pak. Itu lima
- langkah hidup. Nah, harus ketuhanan yang
- masa. Tuhan kita harus yang masa, Pak.
- Kalau keuangan yang yang kuasa bahaya.
- Jadi Tuhan kita yang masa berkeyakinan
- beriman bahwa Tuhan kita yang maha tiada
- batas. Kalau kita bekerjanya yang
- terbatas karena harapan pimpinan kita,
- karena dapat duit, kalau enggak dapat
- kecewa, Pak. I kan, tapi kalau
- berharapnya yang tiada batas, nah enggak
- dapat duit enggak apa-apa. Yang penting
- dapat cash. I kan, Pak, dapat cek kan
- boleh-boleh juga. Nah, iniat kami masih
- berbincang-bincangan dengan Ki Ageng
- Lanang atau biasa juga dipanggil Ustaz
- HM Yasin, MD. Ee silakan ee siapkan
- polpen sama kertas. Kami akan bacakan
- nomor HP dari Ki Ageng Lanang. Ki Ageng
- Lanang. Ki apa? Ki Ageng Lanang. Ki
- Ageng Lanang. Agengnya arti Agung besar.
- Besar. Lanang laki-laki ya. Laki-laki.
- Ya. Nomornya 0816.
- Sudah 817.
- Heeh.
- 992.
- 0816. Kemudian
- 817 992.
- 0816817992 Ki Ageng Lanang atau Ustaz HM
- Yasin MD. Kami akan kembali setelah yang
- berikut
- [Musik]
- ini. Ahlan wasahlan.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV masih di
- acara Ahlan wasalan di mana kami
- menghadirkan Ki Ageng Lanang seorang
- dalang yang
- menyebarkan ajaran-ajaran Islam ke
- mana-mana. Beliau lahir di Gedung Jati
- Goban tanggal 21 Januari tahun 9 SD-nya
- dikelitikan. SMP-nya SMPI Sudirman
- Gedung Jati, SMA 2 Negeri Groowan.
- Kuliahnya kuliah
- subuh. Oke. Beliau suka sekali
- mengajarkan ke anak-anak atau orang tua
- atau remaja siapapun bagaimana mudah
- belajar Al-Qur'an gitu ya, belajar
- hurufnya ya. Nah, sekarang ee
- apa namanya? Materi dalang itu apa saja?
- Iya. Jadi materi metode dalang ini ada
- lima materi, Pak. Apa saja urutnya? Kata
- dasar, harakat, mahrad, tanda baca
- Al-Qur'an. Ini yang saya kemas bahwa
- hidup hidup ini sebenarnya kayak
- permainan, Pak. Kalau dalam Quran adunya
- ya laibun walahun ya adunya mataul
- gurur. Jadi kalau di dalam filosofi
- pewayangan ini kan ee ada musik. Musik
- ini semuanya harus bergerak. Ee kalau
- tadi yang kita bahas kan kata dasar
- harakat. Kemudian harakat itu apa sih
- maknanya? Harakat ini bergerak, Pak.
- Hidup ini pasti bergerak. Kalau enggak
- bergerak namanya mati, Pak. Ya kan? Maka
- hidup ini enggak mungkin ketawa terus.
- He. Enggak mungkin sedih terus, kadang
- kala biasa. Iya kan? Nah, begitu juga di
- dalam pewayan gambaran kehidupan itu
- permainan seperti ini. Bagaimana kita
- bermain yang cerdas, cantik, sesuai tata
- aturan. Nah, kalau di dalam pewayang itu
- ada namanya macam-macam ya. Ada bonang,
- ada saron, ada kembul, ada kendang, ada
- gong. Nah, kalau di simpulkan musiknya
- bunyi ning nang ning gung, ning nang
- ning gung gitu. Itu ada artinya ya? Ada
- artinya apa? Apa itu artinya? Ning itu
- harus mengheningkan ya. Heeh. Nung harus
- menungkan, merenungkan merenung nang
- supaya ada ketenangan. Tapi endingnya
- terus harus gung gung yang maha agung.
- Oh, gitu.
- Tapi semuanya itu dikendalikan, Pak.
- Oleh apa? Kendang. Takang tandang
- tandang. Berbuat berbuat berbuat. Nah,
- ini konsep Quran. Walladina amanu wailus
- shihati la nukalifu nafsan illa usaha
- ulika asabul jannah hum fiha kholidun.
- Kan gitu. Orang beriman harus kaitannya
- dengan berbuat. Maka semua itu kendang.
- Kalau kendangnya
- dikencangkan, yang lain pun ikut kencang
- sesuai irama makamnya masing-masing.
- Jadi, itulah keindahan hidup itu indah
- karena ada permainan yang harus bergerak
- sesuai peran, tugas, fungsi. Hm. Itu
- artinya dicari-cari apa memang kebetulan
- atau gimana? Kok bisa jatuhnya pas gitu
- ya, nang nung gitu. Itu sudah mungkin
- dari sananya ya, Pak ya. Saya juga
- menenungkan dan kontemplasi, Pak.
- Makanya ada harakat, Pak. Ada fathah,
- ada kasrah, ada dumah di dalam metode
- pembelajaran saya, Pak. Metode lang ini.
- Nah, begitu juga dalam kehidupan
- kenyataan hidup ini. Enggak selamanya
- hidup ini ketawa selagi jasad dan roh
- menyatu, enggak selamanya Bapak sedih.
- Ya kan? Kadang kala ada sedihnya, kadang
- kala ketawanya, kadang kala biasa. Ini
- namanya harakat berg. Yang membuat
- ketawa dan sedih itu apa? Ya di rasa
- kita mengolah rasanya. Garis kehidupan.
- Kalau dalam makanya ada fathah, ada
- kasrah, ada dumah. Maka metodologi ini
- barometernya ada lagunya, Pak. Kalau
- tadi
- batodo kosakata Jawa. Kalau harakat ini
- ada muda mudi lama
- guyang-guyu. Ada muda mudi lama
- guyang-guyu. Idi-idi lama-lama
- malu-malu. Jadi kalau ketawa terus
- malu tapi itulah kehidupan ya kan. Nah
- itu ada fathah di di fathah da di kasrah
- di dit diumahimah dua ada di sini Pak.
- Jadi pola belajar memahami Al-Qur'an ini
- senang, mudah, sederhana. H. Jadi hidup
- bagaimana senang? Senang itu bisa senang
- diwujudkan karena ada ketenangan diri.
- Maka ning nangning ninggung tadi ya kan.
- Tapi tidak lupa ending akhirnya tetap
- yang maha agung ya kan. Kalau tawaf itu
- kan harus bersandar ke Makkah dulu ke
- Hajar Aswad. Kalau enggak bisa nyium ya
- salam kalau gak kan gitu Pak. Ya tujuan
- pokok. Maka di dalam metode itu yang di
- kata dasar itu niat dan tujuannya harus
- betul. Niatnya hanya kenal Allah, tapi
- ada titik yang dituju sebagai sarana
- tanda. Karena Allah kan tiada batas.
- Bagaimana mengenal Allah? He. Nah,
- tentunya dari ayat-ayatnya. Nah, ayatnya
- bagaimana? Ayat yang bisa berupa ayat
- alam semesta yang bahasanya ayat kauniah
- adanya. Ini siapa yang bikin macam-macam
- warna kembang. Siapa yang ngasih rasa
- buah? Kan luar biasa buahnya beda-beda
- bentuknya kadang kala ya kan buahnya itu
- dimakan atau gimana? Kalau buah durian
- ya dimakan, Pak.
- Enak ya. Enggak untuk sesajen atau
- supaya dimakan setan makhluk halus gitu.
- Kaitan sesajen tadi enggak, Pak. Ada
- sebagian yang dimakan, ada sebagian yang
- harus ditanam. Heeh. Contoh kelapa. Hm.
- Itu digambarkan bagaimana generasi kita
- membangun kita menanamkan sesuatu.
- Jangan mikir untuk diri, tapi bagaimana
- memikirkan generasi. Jadi kelapanya
- nanti ditanam gitu ya. Nah, ditanam. He.
- Nah, itu kan melambangkan
- lambang-lambang jeruk apa mangga. Nah,
- jeruk-jeruk. Pisang dimakan
- bareng-bareng, buburnya dimakan
- bareng-bareng. Enak. Bukan dibiarkan
- sehingga nanti dimakan oleh setan gitu.
- Enggak ada. Enggak ada diajarkan itu,
- Pak. Kembang-kembang ya untuk apa?
- Fungsinya kembang apa? Nah, fungsi
- kembang itu menandakan bahwa ayat-ayat
- kauniah alam semesta siapa yang bikin
- warna kembang itu macam-macam sehingga
- sadar bahwa ada Mister X atau Allah yang
- tiada batas. Kita ini yang terbatas.
- Sarana menuju kepada yang tiada batas.
- Adanya Bapak sarana amal saya, ada saya
- saran amal Bapak. Saling melengkapi,
- saling menyempurnakan gitu, Pak. Tapi
- bau bau menyen itu kan kurang kadang kan
- kurang nyaman bahkan menyeramkan gitu me
- magis gitu. Iya tergantung Pak. Makanya
- menyannya itu kalau bisa yang dikemas
- yang tepat. He. Nah, menyan sekarang kan
- beda Pak dengan menyan yang dulu. Aroma
- terapinya ini ada ya. Aroma terapinya
- lah. Kalau menyan sekarang kita enggak
- bisa
- hubungan me kepada masyarakat lain. Meny
- sekarang modelnya kuota Pak.
- melalui WA bisa kumpul ya kan melalui
- Facebook bisa kumpul ya beda menyany Pak
- sekarang menyan digital tapi kan ada
- orang juga mengharamkan musik Pak musik
- itu haram ya jadi persepsi kadang kala
- apa ya ee bagaimana mensikapi ya seperti
- g kalau saya melihat apa menjadi peluang
- baik buat kita lah wong setan pun
- diizinkan Allah Pak ya kan kalau enggak
- ada setan Pak Bapak enggak ada tugas
- untuk menyiarkan radio saya
- Iya kan? Karena ada setan yang berbuat
- berat. Setan membangkang, Pak. Ini
- kesempatan untuk berbuat baik. Nah,
- seperti peso, Pak. Peso itu untuk siapa?
- Yang menggunakan tergantung cara
- berpikir. Maka kita melihat peluang
- berhusnudan kepada Allah. Allah
- memberikan sesuatu itu pasti ada nilai
- hikmah. Heeh. Nah, bagaimana mensikapi
- nanti makhraj, Pak. Nah, jadi hidup ini
- pasti ada masalah gitu loh. Selagi jasad
- dan roh menyatu pasti ada masalah.
- Masalahnya beda-beda. Masalah Bapak
- dengan masalah saya tentunya beda. Ada
- masalah kesehatan, masalah keluarga,
- masalah duit, masalah penghasilan, ya
- kan? Masalah tetangga, masalah pimpinan,
- masalah kerjaan. Berbagai masalah.
- Apakah yang jadi presiden enak? Belum
- tentu juga, Pak.
- Pusing. Pusing juga. Apalagi ada di-de
- terus pusing. Tapi kalau dianggap
- masalah, ya bermasalah, Pak. Tapi
- bagaimana dengan adanya masalah itu kita
- mengambil hikmah ilmu pengetahuan yang
- bisa mendatangkan berkah yang berlimpah.
- Kalau dalam metodeang ada makhraj, Pak.
- Jadi sebagai manusia kita gimana
- harusnya hidup yang baik? Yang ngikutin
- aturan Allah, Pak. Aturan Allah. Aturan
- Allah. Aturan Allah itu seperti apa,
- Mas? Nah, di antaranya kitab Mal ada
- lima langkah tadi. Kata dasar, harakat,
- mahraj, tanda baca, ayat Al-Qur'an. He.
- Kita harus asal-usul kita tahu he bahwa
- kita lahir ke dunia tadi bukan
- main-main. Ya, kita dipeluhi oleh Allah.
- He kita harus menghamba kepada Allah.
- Iya. Itu niatnya itu.
- Kalau niatnya kena Allah ya Allah akan
- dapatkan. Pasti karena Allah akan jamin.
- Janji Allah
- wtaqillah wararzu minhu yahtasib. Ya kan
- kalau siapa bertakwa kepada Allah
- berikan jalan keluar dan diberikan
- rezeki yang tanpa disengaja. Yang kedua
- harus tahu harakat tadi geraknya pakai
- apa sih? He. Kalau niatnya kita dari
- rumah mau ke Rasil nih, harus tahu Rasil
- di mana karena luas di bubur nih. Saya
- sampai tanya juga di mana. Oh, sudah
- tepat tandanya ada tiangnya. Iya kan
- berarti sudah sampai gitu kan lah.
- Sarannya apa? Ya bisa dengan mobil yang
- bisa dengan sepeda, bisa Gojek, yang
- bisa dengan Gojek yang bisa jalan kaki,
- bisa merangkak, macam-macam, Pak.
- Tinggal kemampuan kita menempatkan tepat
- sesuai kemampuan kita. Kalau enaknya
- apa? Oh, kalau mobil kayaknya macet nih.
- Oh, pakai motor. Oh, kalau motor
- kayaknya kurang sehat nih. Pakai sepeda
- bisa macam-macam. Nah, sesuai kemampuan.
- Maka harus harakatnya bergerak. Harakat
- itu ya. Harakat bergerak sesuai
- kemampuan peran, fungsi kita, tugas
- kita. Kita ke haji juga bergerak ya. Ke
- masjid itu bergerak ya. Bergerak. Tapi
- enggak lepas dari tujuan awal tadi.
- Nolong orang juga bergerak. Bergerak.
- Nah, ini keterkaitan. Makanya kata dasar
- harakat. Nah, ketika makhraj. Makhraj.
- Makhraj apa? Mahraj itu walaupun sudah
- ada sarana, Pak. Bapak dari rumah ke
- sini sudah ada sarana yang tepat apa
- mobil atau taksi atau apa pasti ada
- masalah nanti Pak ya makhraj makhraj
- itu. Nah makhraj itu dikata khorja.
- Begitu juga dalam belajar Al-Qur'an nih
- dalam metode ada makhrajnya. Bagaimana
- setelah kita tahu kata dasar harakat
- makhraj batoro narodo kosakata jawa ada
- muda-mudi lama guyang-guyu lah di sini
- ada ko kho sa sya ka ha ta tsa jaza wa
- fa sa sya kaha ta tasa jaza wafa ya saya
- perlihatkan ini nih qo dah ya ini ko ini
- sa ini sya ini ka ini ha nah makhraj apa
- hubungan dengan kehidupan kita kita
- mencari jalan keluar, Pak. H kalau
- masalah dianggap masalah, diri kita
- bermasalah. He. Ya, seperti kemarin ya.
- Ini kan sebuah hikmah, Pak. Kalau di
- jalan macet, H ya, makanya yang terjadi
- kita nyesal terus. Kalau dianggap masuk,
- wah, tapi kalau mengambil hikmah, ilmu
- pengetahuan dengan macet saya bisa baca
- buku. Hm. Ya, bisa berkaitan. Nah, mau
- bisa melatih kesabaran. Bisa melatih
- kesabaran. Ya, contoh
- Pakarin mohon maaf ya saya ungkap Pak
- Hok kemarin kan menyampaikan satu ayat
- Almaidah saya sening enggak tahu
- akhirnya orang berdun kalau ngambil
- hikmahnya wah luar biasa ini harus
- kesadaran Islam menyampaikan satu ayat
- Almaidah
- semua jadi perhatiannya ayat itu ya
- perhatian ternyata masih ada ada surat
- yang lain mana Albaqarah Ali Imran,
- Annisa, Almaidah Alanam tapi kan luar
- biasa bisanya itu Almaidah aja luar
- biasa kan seluruh kumpul
- menyatu ya enggak lihat golongan apapun
- ayo bersatu. Nah, saling tolongmenolong,
- saling kegotor. Kalau ini persatuan kita
- kembangkan nilai hikmahnya kan luar
- biasa. Tapi kalau dianggap masalah ya
- bermasalah cari terus benturan terus
- gitu. Nah, bagaimana kita pandai-pandai
- mengambil hikmah supaya membawa kebaikan
- berkah yang berimah. Dengan itu apa?
- Umat Islam itu kuat bersatu belajar lagi
- kan gitu Pak. Coba kalau enggak ada
- surat Almaidah itu baru luar biasa ya.
- Pak Ah itu menyampaikan satu ayat muncul
- berbagai disiplin keilmuan. Harus
- kesatuan, harus kekuatan keilmuan, harus
- kebersamaan, harus persaudaraan. Ini kan
- luar biasa kalau diambil hikmah, Pak.
- Tapi kalau enggak diambil hikmahnya,
- negatif berpikirnya ya bisa benturan
- repa bisa beradu terus kan. Nah, ini
- bagaimana kita mensikapinya. Kondisi
- yang ada Pak ini kan membaca Quran
- kondisi keadaan yang ada. Nah, ambil
- hikmah ayo ke persatuan kita bangun.
- Nah, makhraj mencari jalan keluar itu,
- Pak. Kalau enggak bisa keluar puyeng Pak
- kita, Pak. Nah, bagaimana jarang keluar
- ini yang memberikan berkah yang
- berlimpah? Artinya membawa kebaikan,
- Pak. Hidupnya harus berbaik, hidupnya
- harus beruntung, Pak. Nah, ini makhraj
- nanti kaitannya sampai nanti tanda banca
- sampai setelah Mar apa apa, Pak? Setelah
- Marjat apa? Setelah Marti tanda baca,
- Pak. Tanda baca. Iya. Tanda baca itu itu
- tanda-tanda kehidupan atau apa?
- Tanda-tanda kehidupan ini nanti
- ngevolasi, Pak. Controlling kalau
- bahasanya, ya. E ada beberapa tanda baca
- tanda mati, tanda tasdid, tanda tain
- mad, macam-macam. Nah, kayak seperti
- tanda mati. Nah, saya bukakan tanda
- mati. Mati ini, Pak, seluruh orang di
- dunia ini selagi makhluk pasti mati,
- Pak. Iya, kan? Mau jenderal mati,
- presiden mati, menteri, ustaz, apalagi
- ustaz mati juga. Orang cantik mati ya
- kan? Orang kaya mati kan ada lagunya itu
- kan ya. Tapi mati kan sebagian
- perjalanan kehidupan, Pak. Kalau orang
- beriman harus yakin ada kehidupan di
- alam yang lainnya. Iya. Nah, hidupnya
- bagaimana? Ya, tergantung amal kita. Apa
- kita menjalankan tugasnya sang pencipta
- kita sudah tepat sesuai apa yang
- diamanahkan. Kalau enggak ya resiko gitu
- kan. Nah, karena ada perjalanan lah
- gambaran orang mati gimana? Oh, gampang,
- Pak, kalau kita tidur Pak ya kan kita
- pisah. Heeh. Roh kita di mana coba? Coba
- kalau mimpinya dikejar-kejar anjing gitu
- kan capek pegel terasa. Iya kan? Tapi
- kalau pada saat mimpi dapatkan duit
- nikmat kan atau ketemu ee
- bidadari bidadari itu kan karena ada
- dadanya Pak. Kalau enggak ada dadanya
- kan
- biri-biri itu kan luar biasa. Kita
- senang begitu indah atau apa yang
- indah-indah. Nah, coba bayangkan
- seandainya kita pada saat itu pada alam
- mimpi kita dikejar-kejar capeknya kayak
- apa? Berapa menit sih mimpi ya kan
- enggak ada 1 jam bisa jadi. Heeh. Nah,
- itulah gambaran kita hidup di alam.
- Makanya harus yakin orang beriman itu.
- Nah, maka tanda mati ini cara
- menggunakan separuhnya. Misalkan mula
- menjadi mul, misa menjadi mis, muda
- menjadi mud. Nah, kota menjadi qat. Iya.
- Jana menjadi jan. Nah, di situ tanda
- mati ini, Pak. H ini ada tanda. H. Nah,
- cara
- menggunakannya qosa menjadi qos. Qos.
- Kata menjadi kat, Jawa jauh. Soda jadi
- sh. Nah, ini langsung latihan anda. Nah,
- anda. Iya. Terus ini hulda. Huldi. Iya.
- Ini qoswa. Nah, begitu, Pak. Jadi
- menanamkan apapun
- Anda, berapapapun tinggi kesaktian ilmu
- Anda, pasti mati, Pak. Nah, ya kan
- kesadaran itu harus dimunculkan. Jadi,
- konsep ini sebenarnya ayo kita terapkan
- Al-Qur'an ini kan panduan hidup.
- Kalau saya bilang Al-Qur'an Alkitab ini
- ya bukan untuk orang Islam. Dalikal
- kitabalil petunjuk bagi orang takwa,
- Pak. Lah syaratnya takwa gimana?
- Alladina yminuna. Percaya dulu kepada
- yang gaib. Yang gaib itu berarti yang
- maha tiada batas. Hanya Allah yang ti
- ada batas. Lah kalau enggak percaya
- kepada Allah emang kita lahir ke dunia
- ini keingin kehendak kita, keman kita
- kan enggak, Pak. Kita ini enggak ada.
- diadakan oleh yang maha ada, maka kita
- harus bersyukur. Heeh. Intinya itu, Pak.
- Ini kaitannya nanti sampai ayat dan
- kalimat, Pak, ya. Nah, ini
- mengungkapkan. Nah, begitu juga di
- dalam lagu-lagu itu kan seni, Pak. Iya.
- Ya, kalau hidup ini hanya monoton,
- bapak-bapak semua, laki-laki semua,
- enggak indah, Pak. Iya, kan? Itulah ada
- kehidupan ya kan, ada permasalahan. Itu
- mata rangkaian. Kalau hidup ini orang
- beriman semua ya selesai tugasnya.
- Ngapain ada orang itu,
- Pak? Ya kadang-kadang ada yang tertukar
- kayak Pak Ahok ini supaya ada penyegaran
- ya kan. Tapi bagaimana mensikapinya
- kalau dis ya kita yang rugi Pak bangsa
- ini rugi kalau nyikapnya negatif terus
- atau benturan terus ya harus menjaga
- dengan adanya itulah kebersamaan.
- Berarti kita sudah jelas mana yang harus
- dipilih sudah jelas ya. Iya mana yang
- dipilih jelas. Sudah jelas. Almaidah 51.
- Iya Almaidah 51. Iya. Oke. Baik. Ee ini
- ada yang nanya nomor teleponnya Ki Ageng
- Lanang. Silakan dicatat ya. Ki Ageng
- Laneng. Nama lainnya Ustaz HM Yasin MD.
- Ustaz HM Yasin SD. Muhammad Yasin. E
- Muhammad Yasin. Yasin. Iya. Nama saya
- Muhammad Yasin. Karena H ini embel-embel
- Pak Haji ya. Walaupun haji enggak harus
- dicantumkan. Cuma yang nyetak bukunya
- pengin dicantumkan ustaznya. Hajinya
- sudah berapa buku yang di itu di karang
- ee Sunan Kalijaga?
- Sunan ini kembali ke kitabullah
- insyaallah bisa belajar belajar
- Al-Qur'an dengan senang mudah sederhana.
- Nah, metodologinya metode dalang ini
- untuk mengenalkannya filosofinya. Nah,
- ada lagi yang saya tulis filosofi Garuda
- Pancasila berdasarkan pola kitabullah.
- Jadi orang biar berpikir Garuda
- Pancasila bukan gurung saja tapi inilah
- simbolisasi filosoasi bangsa ini enggak
- meleng ya enggak melengseng. Harus
- berdasarkan pola kitabullah Pak.
- alirannya tetap sampai ke laut, Pak.
- Oke. Ee ini nomornya ya, 0816.
- Sudah. Kemudian
- 817
- 992
- 0816
- 817
- 992. Ustaz biasa-biasa dipanggil Ki
- Ageng atau Yasin aja, Ustaz? Yasin ya.
- Tinggal enaknya bagaimana, Pak.
- Kadang-kadang nama saya ini makanya
- bingung saya, Pak. Ada yang manggil Ki
- Dalang ya. Ada Ki Ageng, ada Ki Lanang.
- Kadang layak Ustaz Yasin ada juga. Nah,
- menurut Ustaz Yasin, pengertian musyrik
- apa? Seorang dikatakan musyrik kalau
- gimana? Ya musyrik kan menduakan ya.
- Menduakan Tuhan. Heeh. Menduakan Tuhan.
- Makanya kita sandarkan yang tahu itu
- sebenarnya tanggung jawab siapapun
- orangnya adalah tanggung jawab diri kita
- kepada sang pencipta. Jadi yang tanggung
- jawab yang kita lakukan ini hendaknya
- bersandarkan sadar diri bahwa kita ada
- sang pencipta kita. Heeh. adanya orang
- lain ini sarana amal kebaikan, Pak. He.
- Ya. Bahkan saya pernah ditanya istri
- saya, Pak. He. Ee ayah cinta enggak sih
- H sama saya? Saya jawabnya apa, Pak?
- Apa? Enggak pernah cinta. Enggak pernah
- cinta. Iya. Cinta saya hanya Allah.
- Adanya ee Nyonya ada saran amal saya,
- ada saya saran amalnya. Tapi tanda-tanda
- cinta karena Allah itu ada anak-anak.
- Begitu,
- Pak. Iya, kan? Iya. Harus begitu, Pak.
- Lah kalau kalau cinta menghalangi kan
- repot, Pak. He. Nah, dulu waktu
- pendekatan kepada Ibu sudah punya ilmu
- ini belum? Oh, sudah ada gambaran,
- Pak. Jadi ketemu pertanya itu
- pertanyaan, Pak. Jadi ini sejarah, Pak.
- Dulu saya mencintai. Nah, konsep
- mencintai, Pak. Pertama k gara-gara saya
- kenal pacar itu, Pak. Maksudnya teman
- SMA, Pak. Saya pengin jadi pacar itu
- jadi sampai nikah gitu loh. Tapi
- ternyata berat enggak jadi juga. He.
- Nah, akhirnya wah kalau ngapain saya
- cinta dia terlalu apa setia gitu kan.
- Wah salah ini. Berarti saya harus
- tanamkan cinta kepada Allah. Wah. Iya.
- Makanya ada lagu saya, Pak. Gimana
- lagunya? Hanya Allah cukup
- bagiku. Hanya Allah dalam
- hatiku. Kepada Nabi
- selawatullah. Tiada Tuhan selain Allah.
- La maksud tiada ku maksud selain Allah
- tiada kusembah selain Allah tiada
- kuminta selain Allah tiada ku cinta
- selain Allah itu ada bahasa sundanya Pak
- sundanya gimana? Hasbi rabbi jalallah
- mafi qolbi ilallah alal
- hadallah
- lailahaillallah kan enak kan? La
- maksudah la matlubah ilallah lbudah
- ilallah l matlubah ilallah. Nah ini Pak
- cinta cinta tadi ya harus disandarkan
- menurut cintanya hanya Allah. Dunia ini
- sarana apa? Nah kalau sudah itu maka
- kita akan di mana pun berada akan
- tentang wala tahinu wala tahzanu wa
- antumul a intuntum mukminin. He jangan
- merasa sedih. Jangan merasa takut kalau
- kita benar-benar iman. Allah kan yang
- ngatur, Pak. He. Tapi kalau kita sudah
- cinta harta benda, cinta apapun dunia
- makhluk namanya makhluk itu ada batasan
- ruang dan waktunya, Pak. Gitu. Oke.
- Asalamualaikum. Ki Dalang. Ki Dalang ya?
- Iya, kan ada Ki Dalang ya. Boleh. Ee
- istri saya selingkuh. Bagaimana
- mengatasinya?
- H. Iya. Istrinya selingkuh bagaimana
- mengatasnya? Yang pertama menghadapinya
- bagaimana? Ya, kita ini tidak ada
- kemampuan apapun ya. Semua yang
- menggerakkan kepada Allah. Maka Bapak
- evaluasi, koreksi diri, minta kepada
- Allah dan ikhtiarnya mengupayakan dengan
- cara-cara. Yang pertama pendekatan.
- Kalau dipilih siapa kira-kira yang
- dipercaya?
- Nyonyanya. Umpamanya
- gurunya, orang tuanya, temannya. Siapa
- yang bisa dipercaya? Bisa untuk
- memberikan penyadaran diri. He bisa
- melinta tolong upaya dalam upaya syariat
- upaya berbagai macam. Jadi enggak
- langsung diceraikan. Iya. Apa kalau bisa
- berupaya dulu karena ini kesempatan kan
- supaya apa ada nilai perubahan. He ya.
- Nah, kalau sudah upaya maksimal hasil
- enggak ada
- dirasa enggak mampu lagi lah baru baru
- pasrah sama Allah berupaya
- diajak dialog.
- Gimana kamu sudah enggak percaya
- jadi makmum? Kan enggak percaya saya
- pimpin, enggak saya percaya saya
- bimbing. Ya, barangkali kembalikan
- Allah. Kita baiknya pisah. Bisa jadi
- dengan pisah ini penyadaran diri kamu
- cinta kepada Allah. Kan gitu, Pak.
- Jangan dalam hati kembalikan Allah lagi
- gitu, Pak. Jawaban saya.
- Oke. Asalamualaikum, Ki Lanang.
- Di
- dalam pewayangan bukan banyak hal-hal
- yang yang diragukan gitu. Misalnya
- menyan, kembang lalu bacaan-bacaan yang
- kita tidak mengerti. Ya, apapun kalau
- tidak mengerti ya, Pak ya. He enggak
- paham
- ya menilainya sesuai apa yang dipahami.
- Tapi seandainya paham dia tidak akan
- gampang menuduh atau menilai. Itu.
- Adapun menyan-menyan yang dilakukan
- enggak semua sekarang kan. Sekarang
- rekonstruksi zaman dulu ini media ini
- digunakan zaman itu ya penyebaran
- setelah senang sudah enggak pakai
- menyan-menyan lagi ya. Sekarang ya
- wayangnya macam-macam. Ada yang kampung
- sebelah wayang macam-macam kan ada ee
- para politikus dibikin wayang i ada
- macam-macam kan. Ini kan rekonstruksi
- ulang sebenarnya menyampaikan pesan
- substansinya itu Pak. bagaimana
- mengadakan perubahan, menggambarkan
- kehidupan dalam pendidikan loh.
- Pendekatannya melalui apa? Oh, di lebih
- seni lebih dekat. Nah, kenapa loh zaman
- dulu menjadi dalang itu enggak gampang
- loh. Harus me ee memulai dari diri
- bagaimana puasa mupus rasa gitu loh.
- Nah, ada waktunya hari salat Isya sudah
- selesai semuanya salat-salat sunah itu
- luar biasa. Sun kali jaga dalam
- mengajarkan. Jadi rekonstruksi ulang ini
- mengemasnya cara berpikir nih zaman
- dikad sekarang kalau mungkin sekarang
- harus diperlukan dengan teori digital ya
- kan bagaimana bikin game wayang kan bisa
- sekarang enggak harus pakai menyan lah.
- Nah ini ada sebuah media baik dari Ibu
- Hesti di Jakarta. Asalamualaikum Ustaz
- Yasin. Tolong diulang long arti ning
- nang Nang ning ning nong ning ning
- nonggong. Ning nang ning Ninggong
- artinya apa? Dimita dong.
- Jadi di dalam konsep kerasulan itu kan
- bertahan itu ya, Pak ya. Bu Hesti ya, Bu
- Hesti ya. Ya, Bu Hesti. Jadi, Ningnang
- Ninggung itu ee adalah sebuah pola
- kehidupan dalam permainan itu ada ee
- kalau di dalam pewayang itu ada kempul,
- ada saron, berbagai macam. Nah, kalau
- disimpan ning nang Ninggung itu kita
- harus ning mengheningkan diri, nung
- menerenungkan diri, nang supaya ada
- ketenangan. Tapi ending akhirnya harus
- semua diakhiri dengan gung yang maha
- agung. H ingat kepada sang pencipta yang
- yang maha agung hanya Allah dengan
- berzikir kepada Allah. Tapi dilakukan
- sema dikendakan dengan kendang
- tandang-tandang berbuat berbuat berbuat.
- Apa yang bisa kita lakukan? Karena
- konsep kita harus orang beruntung Pak.
- Konsep orang beruntung itu apa? Apakah
- yang hartanya banyak? Apakah yang
- ilmunya tinggi? Bisa iya bisa enggak.
- Tapi menurut Al-Qur'an adalah demi waktu
- orang yang mampu mengupayakan
- menghasilkan sesuatu karena melihat
- kesempatan. H modal kita ini bukan harta
- benda, bukan jabatan, bukan kekuatan,
- tapi modalnya sebenarnya usia, Pak.
- Waktu, Pak. Nah, semua akan rugi.
- Kecuali apa? Mereka beriman, yakin
- kepada Allah dan berbuat kebaikan dan
- saling mengingatkan dalam ketakwaan dan
- kesabaran lagi. Itu sebenarnya orang
- beruntung. Asri ya. Iya. Wala asr. Jadi,
- Ning nang Ninggung harus sering
- mengheningkan, merenungkan supaya ada
- ketenangan. Tidak ada lain bersandarkan
- kepada yang maha agung dengan berbuat
- berupaya berusaha.
- Demikian ya Bu ya. Kemudian
- asalamualaikum Ki Ageng Lanang. Kalau
- dakwah melalui mendalang di daerah mana
- saja pakai gamelan juga enggak dari Wong
- Jawa Tengah? Hm. Ya, kalau saya dalam
- mengembangkan metode dalang ini sebuah
- karya penemuan ee bagaimana pola belajar
- Al-Qur'an senang, mudah, sederhana yang
- saya lakukan. Saya bukan hanya di daerah
- Jakarta saja, bahkan sudah sampai
- Kalimantan. Orang-orang mualaf senang
- belajarnya. pakaian pakai gamelan juga
- enggak pakai gamelan enggak hanya
- mengajarkan polanya aja ya filosofi
- simbolisasi yang kata dasar harakat
- mahrad tanda baca ayat Al-Qur'an berapa
- jam itu ee ada sebenarnya kalau yang
- sudah tahu mengalami baca Al-Qur'an
- sudah ada yang pernah belajar itu enggak
- lama berarti tinggal mengasah panjang
- pendek hukum tanwin hukum mad itu aja
- hukum tajwid lah intinya. Nah, kalau
- yang belum sama sekali ini ada beberapa
- pengalaman. Ada yang 1 jam bisa. Oh, ya.
- Ada mualaf nih ya. Ada yang 2 jam bisa
- tergantung kesungguhan. Kalau hanya tapi
- barusan baca belum menulis ya. Iya.
- Sambil praktik nantinya. Nah, nah itu
- sudah Kalimantan itu ada mala dengan Pak
- Caang. Saya Pak Walikota sana.
- Alhamdulillah saya di sana road show.
- Ada beberapa tempat yang menurut orang
- dipikirnya hanya orang Jawa. Ternyata
- sekali lagi jangan terbelenggu kita.
- Nah, gitu. Makanya Pak Soekarno merdeka.
- Merdeka itu harus terbebaskan diri dari
- belenggu kita. Ego diri yang melenggu.
- Makanya bahasa Quran ini sebenarnya
- kalau bahasa spiritualnya kan kafir ya.
- Kalau bahasa Inggrisnya kan cover
- tertutup. Cover dicover. Cover. Yang
- menutup apa? Diri diri kita sendiri
- sebenarnya. Merasa paling hebat, merasa
- paling benar, merasa paling kaya, merasa
- paling kuat, paling saleh. Ya, merasa
- paling saleh, merasa paling benar,
- paling sunah, paling-paling akhirnya
- merasa paling-paling nah akhirnya
- mendengu diri. Enggak mau menerima dulu,
- enggak mau melihat dulu ya kan. Harusnya
- kan kita terbuka. Maka merdeka kata P.
- Maka kemar merdeka begitu. Karena apa?
- Jangan terbelenggu dulu. Siapapun Anda
- selagi manusia saudara saya loh anda ini
- kesempatan berbuat baik saya. Saya
- kesempatan berbuat baik. Jadi nilainya
- positif. Kalau sekarang ini sudah
- belenggu, wah partai apa partai terbeng
- bangsa ini. Iya kan sudah enggak
- fantasil lagi ini kan. Padahal harusnya
- ditanamkan ke Tuhan yang maksa. Tuhan
- kita harus sama. Yang maa yang tiada
- batas. Kalau yang terbatas namanya
- makhluk bukan Tuhan. Siapapun dia,
- apapun dia, namanya makhluk pasti
- terbatas. Nah, gitu ya. Jadi tadi
- pertanyaannya sudah nyambung ya. Jadi
- caranya kita enggak harus pakai gamelan.
- Kalau gara gembelan kadang juga perlu
- saya gunakan untuk anak-anak. Saya pakai
- tokoh satu tokoh atau dua tokoh. Apa
- makna karakternya sebenarnya? He. Kenapa
- Werkudoro? Enggak semua wayang dipakai.
- Jadi cuma satu workodoro aja. Semua
- wayang. Iya. Ya. Ada beberapa. Karena
- apa? Di dalam pewayangan itu kan
- wayangnya banyak tuh yang tertata rapi
- tapi yang dimainkan hanya itu-itu
- aja. Ya begitu juga dalam simbol
- kenegaraan. Rakyatnya berapa juta sih?
- He. Tapi yang disjarahkan dalam
- kenegaraan ini hanya berapa tokoh sih
- yang dimainkan? Ya ituu aja kan. Nah
- ini. Oke. Ki Lanang anak saya kok susah
- mendapatkan jodoh. Kenapa itu? Kemudian
- kok saya punya restoran agak kurang
- laku. Bagaimana itu caranya supaya laku?
- Hm. Wah itu bisa konsultasi diri nih
- khusus itu jodoh gimana? Jodoh. Nah
- jodoh itu saya menggunakan 3B Pak. He.
- Apa itu? Yang pertama ya berdoa dulu.
- Berdoa. Nah, B pertama berdoa. Berdoa
- dengan kalimat apa sesuai apa yang
- diyakini kan. Yang kedua, B kedua apa?
- Berusaha Pak ya. Jangan setelah berdoa
- terus di rumah terus Pak ya. Komunikasi
- srawung silaturahim kan gitu kan. Supaya
- apa? Ketemu nantinya ya. Lah kalau sudah
- berdoa berusaha
- enggak dapat juga yang B3 Pak. Apa?
- Berkaca.
- Berkaca itu evaluasi diri lagi, Pak.
- Evaluasi ya. Iya. Mengaca diri kan. Apa
- kurang dandanya? Apa kurang apanya kan
- bercermin namanya, Pak. Nah, nah kalau
- itu perbaiki apa tingkah kita yang
- kurang, apa silaturahmi di mana. Tapi
- yakin pasti Allah memberikan yang
- terbaik sesuai kebutuhan kita. H. Kenapa
- diberikan belum? Nah, ini nanti
- endingnya di dalam metode jarang ini
- adalah ayat dan kalimat, Pak. Heeh.
- Bahwa kita ini aksar yang berjalan. He.
- Jadi ada dan enggak ada ini sebuah ujian
- orang beriman. Hm. Ya. Kadang kala Allah
- kasih langsung ada yang diganti atau
- yang ditunda
- gitu loh. Artinya kalau pada saat
- langsung menerima nih secara materi
- dapat nih bagaimana kita sikap kita
- mensyukurinya
- ya kan. Nah kalau belum dapat bisa jadi
- diganti dengan apa? Rasa ketenangan, h
- rasa kepuasan, rasa bahagia ya kan? Itu
- kan enggak ada nilainya.
- atau ditunda mungkin minggu depan, bulan
- depan, tahun depan masih punya harapan
- akhirat, Pak. Itulah orang beriman
- hebatnya, luar biasanya. Tadi yang apa
- warung enggak belumlah pelaku apa bisa
- membeliangnya supaya laris. Oh, itu i
- supaya laris. Nanti ibu bisa hubungi
- saya
- langsung ya. Ada ada berbagai cara. Yang
- pertama berdoa tadi yang penting enggak
- musyrik ya. Iya. Enggak musyrik. Yang
- pertama mungkin segi pelayanannya. H ee
- konsep penataan ruangannya atau
- bumbu-bumbunya yang tepat sehingga tidak
- memberikan kenyamanan, kenikmatan. Kalau
- sudah nikmat kan bisa tukar itu mandala
- alakhirin kan tadi menyampaikan
- menyampaikan menyampaikan akhirnya
- banyak orangnya juga servisnya yang
- bagus tapi yakinin enggak usah ke
- mana-mana, enggak usah ke dukun-dukun
- apa keyakinan enggak usah yakin sama
- Allah. Upaya kita maksimal ya Allah
- gerakkan. Nah, kalau sampai bel tadi
- mensikapinya kalau sudah ber kan ada dan
- enggak enggak ada ini kan ujian bagi
- orang beriman pada saat sudah terwujud
- apa yang kita inginkan ceritakan mampu
- enggak kita mensyukuri mensyukuri
- menempatkan tempat yang tepat kembali
- tapi kalau enggak sabar enggak? Nah,
- nanti ada cerita nanti ada pertanyaan
- lagi sebelum tanya bagaimana kita tahu
- bahwa orang ini dukun apa bukan? Nah,
- mohon maaf dukun itu macam-macam. Saya
- juga dukun Pak. Dukun itu duduk tekun,
- Pak. Dukun duduk tekun. Iya. Saya rajin
- itu duduk yang musyrik yang mesti
- dihindarin. Apa ciri-ciri yang bisa kita
- lihat? Ciri-cirinnya yang pertama
- misalnya dia minta yang aneh-aneh ayam
- putih lah apa gitu. Ciri-cirinnya harus
- ngikutin kata tadi ngikutin Allah dan
- rasulnya. Jadi kalau dia tidak mengikuti
- rasul berarti itu dukun tuh ya lah.
- Kalau menyimpang ya jangan diikuti. Wong
- salah enggak diajarkan ngapa diikutin
- kan gitu. Kalau kita enggak tepat ya
- ngapain ngikutin gitu kan. Nah adat kita
- kadang-kadang kan ngikutin adat ya
- boleh. Yang penting apa? Keyakinan diri.
- percaya kepada Allah. Nah, tinggal upaya
- syariatnya apa, sarananya apa, kan
- macam-macam ya. Karena apa? Setiap ee
- kita di masyarakat itu kan ada he ee
- teritorial wilayahnya masing-masing ya
- kan harus keluran
- nuwun ya. Nah, yang penting keyakinan
- ini harus ditanamkan bahwa kita
- bersandarkan kepada Allah. Adapun dunia
- sarana kebersamaan kepada lingkungan
- hubungan baik ini harus dijaga untuk
- apa? Menjaga stabilitas kebersamaan.
- Oke. Asalamualaikum Kilanang. Apa
- filosofi dari blangkon? Hm. Jadi
- blangkon ini pun di Nusantara ini
- macam-macam Pak modelnya Pak ya. Heeh.
- Seperti ee Jawa Barat, Pajajaran beda,
- Jogja, Solo juga beda, Bali juga beda.
- Jadi di Indonesia ciri khasnya
- sebenarnya blangkon itu Pak. Lah kalau
- saya yang saya pakai ini kenapa belakang
- ini ada sejarah nih nih ya. Kalau saya
- mengartikan bagaimana mengartikan
- belakang ini bendolnya di belakang, Pak.
- Enggak usah melihat bendolan kita masa
- lalu
- kita, tapi bagaimana melihat ke depan
- yang lebih baik. Tapi ada yang enggak
- pakai bendolan kayak gini kempres aja.
- Latar belakangnya dekok biasa-biasa aja.
- Enggak usah lihat. Mau latar belakang
- masalah bermasalah, berbagi masalah,
- enggak usah dilihat. Tapi bagaimana ke
- depan lebih baik kan gitu. Jadi itu pola
- berpikir, Pak. Cara berpikir dulu. He.
- Jadi hidup ini mulai cara berpikir yang
- positif, baik berkesoran juga ada
- filosofinya. Kancing itu ada kombinasi
- antara 5 dan 6 gitu ya. Ada, Pak. Ada
- simbol. Makanya di dalam metode dalang
- ini ada simbolisasi kenapa harus papat
- kali mau pancer.
- metode pakai simulasi lima langkah, Pak.
- Nah, kalau Jawa ada papat kalim pancer
- ya banyak menterjemahkan oh kakang kawah
- adik ari-ari macam-macam tapi yang saya
- lihat bahwa empat itu bahwa sifat tanah
- angin api air ada di dalam jasadiah kita
- pancer itu harus memancarkan pancaran
- apa pancaran jiwa kita harus
- dipancarkan pancaran apa sifat ada di
- dalam diri kita ini sifat keilahiah itu
- loh luar biasa Allah ciptakan kita ini
- bukan main-main tapi dipilih oleh Allah
- yang luar biasa dengan jas raga ini yang
- terbatas untuk saling melengkapi, saling
- menyempurnakan itu Pak. Oke.
- Itu selama Kilana. Kenapa ada orang
- dipersulit, ada juga dimudahkan oleh
- keadaan? Bagaimana itu? Jadi sulit dan
- mudah itu adalah kehidupan, Pak.
- Jadi bagaimana kita mengambil
- hikmah dan berkah? Artinya hikmah apa?
- Ilmu pengaturan. Berkah itu apa? Membawa
- kebaikan. H kunci hidup itu kenapa bikin
- sulit? Kalau bikin sulit kita berpikir
- sulit. H cuma kita kurang pandai
- bersyukur. Hm. Makanya denganang konsep
- Alfatihah itu kan dalam Al-Qur'an
- menginduk di Al-Fatihah. Alfatihah
- menginduk di bismillah. Bismillah
- nginduk di ba. Ba menginduk di titik.
- Sebenarnya mulainya titik mutfah tadi.
- Jadi intinya bagaimana kita mensikapinya
- sebenarnya ya kan. Kalau bersikap
- masalah kita diri kita yang bermasalah
- sebenarnya. Nah, kembali tadi kenapa ada
- baik kalau kita ngambil
- positifnya kita ini kurang pandai
- bersyukur. Kita lagi sakit gigi, Pak.
- Padahal menikmati gigi sudah berapa lama
- ya kan barusan kita aduh aduh
- seolah-olah dunia ini yang sakit hanya
- kita
- sendiri ya. Baru enggak punya duit baru
- sehari du hari kemarin-kemarin duitnya
- ke mana aja kan banyak Pak. Nah kurang
- pandai bersyukur. Maka kita harus
- tanamkan untuk pandai mensyukuri diri.
- melihat nilai hal yang positif,
- berhusnudan kepada Allah, berharap
- kepada yang tiada batas. Insyaallah
- dengan demikian kita akan tenang hidup
- kita kalau kita yakin kepada sang
- pencipta kita. Oke. Asalamualaikum ee
- Geng Lanang. Bagaimana mengatasi hutang
- yang dibayar-bayar? He. Apa dia perah
- punya problem hutang bagaimana supaya
- sanggup untuk membayar? Iya. Ya. Yang
- pertama gini, Pak. Hutang itu jangan
- dipikirin, Pak. Jangan dipikirin. Ya,
- jangan dipikirin. Kalau dipikirin jadi
- pikiran, Pak. dan enggak selesai
- masalahnya. He. Nah, supaya hutang itu
- selesai ya harus dibayar, Pak. Nah, cara
- kan enggak punya uang. Nah, cara
- bayarnya gimana? Ada berapa upaya usaha?
- I kan ya. Kalau enggak punya ya ngomong
- sama yang ngutangin. Saya belum punya
- lagi upaya usaha. Nah, penat bagaimana
- yang supaya trustnya kepercayaan ini
- muncul. Nah, tentunya prosesnya itu
- harus disampaikan. Iya. harus persuasi
- tadi harus bagaimana meyakinkan diri ya
- tapi tetap berupaya berusaha
- ya. Nah ini harus berupaya dengan doa
- yakin pada Allah minta sama Allah yang
- bisa mengayakan Allah yang bisa
- menyelesaikan permasalahan apapun
- berharap yakin pada Allah dan kita harus
- percaya diri juga dengan upaya-upaya
- usaha-usaha yang kita lakukan sehingga
- bisa membayar hutang-hutang yang ada.
- Wong negara aja hutang kok. Lah kita
- hutang, Pak. Perjanjian Allah kan. Heeh.
- Apa yang dijanjikan di alam roh
- mewujudkan sifat ilahiah ini kan, Pak.
- Kadang kala kita mengingkar hutang kita,
- Pak. Perjanjian kita gitu loh. Nah, maka
- tenang aja ibu atau Bapak yang punya
- hutang. Ayo, yang penting usaha berniat
- baik untuk membayar itu niatnya. Dan
- berusaha kalau sudah ada beneran ya
- dibayarkan cepat selesai. Jangan sampai
- sudah ada duit ternyata entar-entar aja
- dah. Nah, ini yang akhirnya bermasalah.
- Iya. Oke. Baik, Ki Agang Lanang. Waktu
- kita
- sudah sudah selesai, sudah dikasih kode
- sama Om Oni. Ee e ini saya akan bacakan
- lagi nomor HP dari Ki Ageng Lanang atau
- Ustaz Yasin ya. Nomornya
- 0816
- 817 992. 0816817992.
- terakhir ada nasihat yang mau
- disampaikan ke pendengar atau pemirsa ya
- yang bahwa hidup ini yakini Al-Qur'an
- ini panduan hidup bagaimana
- kita yakini Al-Qur'an kita komunikasi
- alat komunikasi sementara ini ada dua
- komunikasi yang langsung ada komunikasi
- yang tidak langsung komunikasi yang
- langsung bisa pertelepon hubungan
- langsung berarti lakukan dengan salat
- ada komunikasi yang tidak langsung
- melalui WA melalui Facebook melalui
- tulisan melalui surat-surat itu.
- pelajari Al-Qur'an dengan benar-benar
- kita bisa komunikasi kepada Allah
- langsung. Insyaallah kalau kita
- komunikasi dengan Allah langsung
- bisa tepat, maka kita insyaallah wala
- tahinu wala tahzanu wa
- antumin. Jangan merasa sedih, jangan
- merasa takut. Kalau kita benar-benar
- orang beriman pasti akan beruntung dan
- mendapatkan apa yang kita inginkan.
- Kayak kilan ketawa aja senyum aja. Oke,
- terima kasih. Mudah-mudahan kita bisa
- berjumpa lagi. Baik, terima kasih atas
- perhatian Anda semua. Mudah-mudahan apa
- yang tadi disampaikan oleh Ki Ageng
- Lanang bermanfaat ya. Saya Muhammad
- Krishna, Ondi Saputra, kemudian juga eh
- Andri Seruput dan Fajar. Mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Ya
- Nabi salamun
- alaik, ya
- rasul salamun alaik.
- Ya
- habib salamun
- alaik
- shawatullahi
- alai lailahaillallah
- [Musik]
- Ahlan was sahlan.
- [Musik]
- berhasil
- TV untuk Islam yang satu.
- Yeah.