Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Sesungguhnya mempersukutukan Allah itu
- adalah kezaliman yang sangat besar.
- Ya, inna syirka lazhulmun adhim.
- Jadi kalau mau tanya eh kezaliman itu
- apa? Kezaliman yang paling besar itu
- adalah perbuatan kemusyrikan.
- Ya.
- Sebagaimana di dalam
- eh surat Luqman ya.
- Ayat 13 itu.
- Heeh.
- Ya.
- Banyak kezaliman-kezaliman yang lain
- banyak.
- Ya.
- Tapi eh kezaliman yang ee, paling besar
- itu adalah musyrik, mensekutukan Allah.
- Nah, durhaka kepada
- kedua orang tua, itu kezaliman itu.
- Itu,
- berbuat maksiat, ya,
- itu sebuah kezaliman.
- Tapi, kezaliman yang paling besar itu,
- inna syirka la zulmun azim.
- Kemusyrikan.
- Ehm.
- Jadi, mensekutukan Allah.
- Jadi,
- kepada Allah iya, kepada selain Allah
- juga
- ee, percaya juga bahwa selain Allah itu
- mempunyai satu kekuatan. Itu yang
- dinamakan inna syirka la zulmun azim.
- Ya.
- Kezaliman yang
- terbesar itu adalah kemusyrikan.
- Ehm.
- Sungguhnya zalim itu zulm, gelap, ya.
- Karena gelapnya kokok, kalbu tadi, gitu.
- Ehm.
- Sehingga Allah sudah tidak memberikan
- ee, apa namanya?
- Ee, cahaya ke dalam kalbu tadi.
- Oleh karena itu, manusia menjadi zalim.
- Barangkali itu, wallahualam.
- Ehm.
- Baik.
- Kemudian, Ustaz, dari pertanyaan
- selanjutnya.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam.
- Bagaimana caranya melunakkan hati yang
- keras?
- Dan apa yang harus kita lakukan
- agar hati tidak terganggu setan?
- Ehm.
- Seperti tadi.
- Ee,
- an takhsyak qulubuhum li dzikrillah.
- Jadi, kalbu itu
- karena kalbu ini memang tempatnya
- berzikir, ya.
- Tadi disebutkan di dalam surat Al Hadid
- ayat 16 itu
- ketika kalbu ini sudah ee,
- tidak berinteraksi dengan Alquran
- qalbu sudah tidak dilatih
- berzikir kepada Allah
- dalam kurun waktu yang sangat panjang
- dikatakan di dalam ayat itu maka qalbu
- akan menjadi keras
- gitu
- bagaimana supaya qalbu tidak keras
- bagaimana supaya qalbu itu tidak
- eee zalim
- hmm
- iya kan
- maka
- harus eee dengan zikir
- eee mari kita lihat di dalam eee surah
- Al Ahzab ya
- nanti bisa lihat di dalam surat
- Al Ahzab
- ayat eee 41 ya
- sampai dengan
- 43
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanu dzikrullah
- dzikran katsira.
- Jadi diperintahkan wahai orang yang
- beriman perbanyaklah berzikir kepada
- Allah dengan zikir yang
- sebanyak-banyaknya
- Wasabbihuhu bukratan wa ashila
- dan sucikanlah
- sucikanlah
- artinya membaca tasbih di waktu pagi dan
- sore hari
- Walladzi yushalli alaikum wa malaikatuhu
- liyukharijakum minadzulumati ilannur
- Dialah yang akan memberikan
- jadi Allah ya yang memberikan rahmat
- atas kalian
- demikian juga malaikat itu juga
- mendoakan jadi orang-orang yang ahli
- zikir itu
- di samping mendapatkan rahmat dari Allah
- para malaikat itu
- mendoakan orang yang ahli zikir tadi
- liyukharijakum minadzulumati ilannur
- jadi supaya eee apanya keluar, keluar
- dari kegelapan menuju cahaya.
- Wakana bil mukminina rahima.
- Dan Allah, ya.
- Ee, mempunyai kasih sayang terhadap
- orang-orang yang beriman.
- He eh.
- Dan kepada orang-orang yang ahli zikir
- itu,
- tahiyyatuhum yauma yalqaunahu salam. Wa
- adda lahum ajran karima.
- Jadi,
- ee,
- penghormatan mereka orang-orang yang
- ahli zikir itu adalah, ketika bertemu
- dengan Allah, itu akan mendapatkan
- salam.
- Ya.
- Dan akan mendapatkan pahala yang mulia,
- di sisi Allah subhanahu wa taala.
- Baik, Ustaz.
- Jadi, itu orang-orang yang,
- ahli zikir,
- ee, apa namanya, sangat istimewa.
- Disambut oleh Allah, mendapatkan salam
- dari Allah.
- He eh.
- Ya, salamnya itu dari Allah, gitu. Dari
- Allah langsung.
- Satu,
- kemuliaan, keistimewaan yang,
- Tiada taranya.
- Luar biasa dari Allah subhanahu wa.
- dulu sebentar, teleponnya masuk.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ya, assalamualaikum.
- Assalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Bu.
- Ya, dengan Ibu Yayu di Tangerang.
- Ya, silakan, Bu Yayu.
- Enggak, ini saudara saya kalau disuruh
- baca Alquran atau zikir itu, katanya dia
- saat ini pilih membaca surat Al Ikhlas
- itu, sebanyak 2.000 kali. Tujuannya
- untuk keselamatan orang tuanya.
- Bagaimana itu menurut pendapat Ustaz
- seperti itu?
- Baik.
- Langsung.
- Terima kasih.
- Iya, terima kasih, Bu Yayu.
- Ya.
- Ya, bagaimana
- Tadi, jadi
- saudaranya itu lebih memilih baca
- Alquran surat Al Ikhlas
- 2.000 kali untuk keselamatan kedua orang
- tuanya. Bagaimana menurut pendapat
- Ustaz?
- Oh, iya.
- Jadi, tadi ee di dalam Alquran itu
- disebutkan
- ee di surat Al Ahzab ayat ee 41, "Ya
- ayyuhalladzina amanu dzikrullah dzikran
- katsira."
- Jadi, wahai orang-orang yang beriman,
- berzikirlah kepada Allah dengan zikir
- yang sebanyak-banyaknya.
- Jadi, zikir itu maksudnya mengingat
- Allah gitu.
- Nah, kemudian kalau tadi dikatakan
- membaca surat Ikhlas 2.000 kali, itu
- bagaimana?
- Surat Al Ikhlas itu adalah ee kita
- pahami maknanya.
- Bagaimana kita memahami maknanya,
- kemudian kita merasakan ee sedang
- berbicara dengan Allah Subhanahu wa
- taala begitu.
- Jadi, ee secara khusyuk ya
- makna daripada ee surat Al Ikhlas itu.
- Ya.
- Bagaimana kalau 2.000, 2.000? Ya.
- "Ya ayyuhalladzina amanu, ya
- ayyuhalladzina amanu dzikrullah dzikran
- katsira." Dengan zikir yang
- sebanyak-banyaknya.
- Jadi, berapa saja 2.000 boleh, 1.000
- boleh, 5.000 boleh gitu.
- Jadi, di sini tidak dibatasi berapa
- sebanyaknya ya, semampu kita gitu.
- Jadi, ee memang zikir itu ada yang
- ee waktunya sudah ditetapkan
- setiap ee pagi dan ee sore misalnya.
- Sehabis salat lima waktu ya.
- Jadi, zikirnya ada yang sudah
- ditetapkan.
- He em.
- Tapi, di luar yang ditetapkan itu, "Ya
- ayyuhalladzina amanu dzikrullah dzikran
- katsira." Gitu.
- Berzikirlah kepada Allah dengan dzikir
- yang sebanyak-banyaknya. Mau baca surat
- Al-Ikhlas 2.000 kali, bagus gitu.
- Ya.
- Bahkan di dalam hadis itu
- tiga kali baca surat Al-Ikhlas itu
- nilainya sama dengan
- khatam Quran.
- Khatam Quran gitu.
- Apalagi 2.000 gitu.
- Berapa kali khatam?
- Apalagi dipahami maknanya. Iya.
- Apalagi ketika berdzikir itu
- dalam kondisi ihsan ya.
- Iya.
- Ya, merasakan kehadiran Allah
- menghadirkan makna daripada surat
- Al-Ikhlas itu
- kita
- seolah-olah berhadap-hadapan dengan
- Allah subhanahu wa taala. Wah, itu luar
- biasa gitu.
- Mmm.
- Ya, cuma segala sesuatu itu
- apakah dzikir, apakah
- berdoa, apakah kita