Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:42 berasil 0:45 [musik] 0:53 [musik] 1:00 [musik] 1:07 [musik] 1:08 Allahu Akbar 1:12 Allahu Akbar 1:15 [musik] 1:16 Lailahaillallah. 1:23 [musik] 1:29 Bismillahirrahmanirrahim. 1:30 Asalamualaikum warahmatullahi 1:32 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 1:34 sayyidina Muhammad Sayyidina Muhammad. 1:36 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:37 ini hari Jumat tanggal 12 eh 12 17 Juni 1:43 2021 atau 8 Zulqadah 1442 Hijriah. 1:47 Seperti biasa, Radio Sol Tarim dan Rasil 1:49 TV melalui YouTube kembali mengadrah 1:53 nabawiyah bersama Ustaz Salman Alfarisi. 1:56 Kali ini kita mengambil tema akhlak 1:58 berdagang sirah ee akhlak berdagang alh 2:01 Rasulullah. Insyaallah seperti itu. 2:04 Asalamualaikum Ustaz Salman. 2:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:08 wabarakatuh. 2:09 Saya melihat perkembangan RAM Alfajar 2:11 mungkin makin meluas saja ya. 2:14 Alhamdulillah. [tertawa] 2:16 Perikanan, peternakan, pertanian. 2:19 Masyaallah. 2:21 Apakah nanti di Idul Hatta ini ada sedia 2:24 kambing sapi juga? 2:25 Insyaallah kambing sapi ada. Insyaallah 2:29 lim ada. Limo, 2:30 limau ada. [tertawa] 2:32 Alhamdulillah. Susu kambing banyak, 2:37 telur bebek banyak. 2:39 Silakan yang mau 2:40 yang dekat-dekat dari pesantren silakan 2:42 belanja boleh. 2:43 Itu kotorannya tidak dibuang, tapi untuk 2:46 energi listrik ya. 2:47 Energi gas. Benar. Jadi kotoran sapi gas 2:51 kita olah lagi menjadi gas. 2:53 Gas. 2:53 Alhamdulillah 2:54 sudah dipakai. 2:55 Sudah dipakai. 2:55 Jadi enggak beli gas ya? 2:56 Tetap beli tapi meringankan. Sangat 2:58 meringankan. 2:59 Meringankan itu masih 3:00 jadi bias jadi kotoran sapi jadi gas. 3:02 Habis gasnya udah udah udah udah udah 3:05 kepakai nanti kotorannya kita angkat 3:06 lagi jadi pupuk. 3:07 Itu ilmu-ilmu tuh dapat dari mana itu? 3:09 Waduh dari Allah subhan [tertawa] 3:12 kotoran kambing juga enggak dibuang Pak 3:14 Krisna. Sekarang kita 3:15 pupuk 3:16 jadiin pupuk kita super M4. Nah kalau 3:19 nanti lebih dijual. 3:20 Hmm. 3:21 Oh gitu. Jadi kita akan jual pupuk 3:23 kambing, pupuk sapi, kita jual media 3:26 tanam cocopit, 3:28 jual media tanam macam-macam. Nanti 3:31 silakan yang mau ee belanja ke Plaza 3:34 Ruhama Alfajar ya. 3:35 Waduh. Plaza Ruhama Alfajar ya di 3:37 Sawangan ya. 3:38 Yang nyantri silakan nyantri yang 3:40 belanja saya belanja 3:41 oke kita akan mengambil tema sirah 3:43 nabawiyah pagi ini judulnya alak 3:46 berdagang. 3:47 Betul sekalifadal Ustaz Salman Alfarizi. 3:49 Terima kasih Pak Krishna. Asalamualaikum 3:53 warahmatullahi wabarakatuh. 3:56 Bismillahirrahmanirrahim. 4:02 wasamir 4:05 sayidina Muhammad abdillah waa alihi 4:08 wasbihi 4:10 yaumilamah asadu alla ilahaillallah 4:13 wahdahu la syarikalah wa asadu anna 4:15 sayidina muhammadan abduhuasuluh 4:18 nabi ba amma ba eh pemirsa pendengar 4:22 yang Allah muliakan kita bacakan 4:24 alfatihah semoga negara republik 4:26 Indonesia ini diberk Allah sub. 4:28 Amin. Amin ya Allah. 4:29 Semoga dunia ini juga diberkahi oleh 4:32 Allah Subhanahu wa taala. Semoga 4:34 saudara-saudara kita semua 4:35 yang punya hutang lunas, hutang yang 4:37 sakit disembuhkan oleh Allah Subhanahu 4:38 wa taala. Yang sedang stres dibahagiakan 4:40 oleh Allah subhanahu wa taala. Kita 4:42 hadiahkan juga kepada ulama aluli 4:43 asyuhadain al 4:47 had nabi mustofa shallallahu alaihi 4:49 wasallam. Alfatihah. 4:51 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:55 Bismillahirrahmanirrahim. 4:58 Alhamdulillahbilaminahmanirahimiki 5:02 yaumiddin 5:04 iyaka na'budu wa iyaka nasta 5:07 ihdinasiratal 5:09 mustaqimathalladzina 5:11 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 5:16 waladallin. 5:20 Amin. 5:23 pemirsa pendengar yang Allah muliakan. 5:25 Puji syukur kita kepada Allah, selawat 5:27 salam kita kepada Nabi kita Muhammad 5:30 sallallahu alaihi wasallam. Kita ngobrol 5:34 lagi mengenai berdagang ya. Akhlak 5:37 berdagang Rasulullah sallallahu alaihi 5:40 wasallam. Berdagang merupakan sunah Nabi 5:44 yang belum dikerjakan baik oleh umat 5:47 Islam. Nah, belum ya, masih jauh ya. 5:52 Eh, kita masih jarang bertemu orang yang 5:56 berdagang karena itu sunah Rasulullah 5:58 sallallahu alaihi wasallam dan ee 6:01 memegang teguh sunah Rasulullah 6:04 sallallahu alaihi wasallam dalam 6:04 berdagang. Apalagi berhasil pula dia 6:07 menjadi pedagang yang sukses ee sebagai 6:10 role model di dunia atau di Indonesia 6:13 ini ya. Nah, ini makanya kita kaji 6:15 dengan harapan yang mendengarkan kita 6:18 ini ada yang mau tertarik berdagang 6:21 ya. Jangan asyik mulu mikirin kuliah aja 6:24 gitu ya. Kuliah ini pabrik pengangguran 6:26 ya. [tertawa] 6:27 Kuliah itu pabrik pengangguran. Ya, demi 6:29 Allah saya bilang kuliah itu pabrik 6:31 pengangguran. Aku kalau datang anak ke 6:33 rumahku daripada kau kuliah, mending kau 6:35 buka orang bakso. 6:37 Kuliah kau 4 tahun habis dana berapa? 6:40 W banyak. 6:41 Banyak. 6:41 Ratusan juta. 6:42 Ratusan juta kita bilang aja 70 juta 6:44 dah. 6:46 Habis biaya kau juta kuliah 4 tahun. 6:49 Sesudah itu dapat ijazah lah. Let's say 6:51 kita bilang kau ijazah kau nilainya 6:53 bagus 6:54 tetap harus nenteng-nenteng ijazah kau 6:56 ke mana-mana kan. Kalaupun masuk kerja 6:58 jadi anak buah dulu. Sesudah 4 tahun kau 7:00 belajar, sulitnya minta ampun. Jadi anak 7:03 buah juga. Coba buka orang bakso modal 7:06 Rp0 juta. Kebanyakan [tertawa] 7:09 Rp juta aja modal ngarung bakso cukup. 7:13 4 tahun yang akan datang kalau kau kau 7:15 sedisiplin kuliah mengerjakan warung 7:18 bakso, maka 4 tahun yang akan datang 7:21 minimal tujuh outlet bakso kau punya. 7:24 [tertawa] 7:25 Ya, ini agak radikal nih cara 7:26 berpikirnya nih ya. Ah, maksudnya bukan 7:29 saya anti kuliah, cuman ngapain semua 7:31 kita kuliah gitu ya. Kadang-kadang orang 7:35 pesantren kita Ruh Alfajar ini anak-anak 7:37 nanti kalau kuliah gimana, Ustaz? Emang 7:39 ada apa sih? Kenapa [tertawa] harus 7:40 kuliah sih? Gua bilang, "Sok kali kalian 7:43 yang kuliah-kuliah ini." Gue bilang, 7:44 "Emang jadi apa kalian yang kuliah?" 7:45 "Jadi babu juga. 7:47 Kerja kan? 7:49 Jadi pegawai kan?" kalian gu bilang. 7:52 Setaruh bilang pangkat kau sampai dirjen 7:56 kau di BUMN sana. Pensiun stres 8:02 98,8% 8:04 pensiunan yang tinggi-tinggi pangkatnya 8:06 stres. 8:08 [mendengus] Coba dari awal kau enggak 8:10 usah kuliah ngwarung bakso. 8:14 30 tahun kau ngarong bakso. Be 8:16 [berteriak] 8:17 mah jadi udah kau bang. Gua bilang, 8:19 "Jadi, bos kau enggak ada dana pensiun, 8:22 tapi udah 450 outlet bakso kau, tinggal 8:25 [tertawa] duduk hongkang kaki." 8:29 Nah, ini ya perlu saya berbicara kayak 8:31 gini supaya jangan terlalu fanatik kali 8:33 kita kuliah lagi, kuliah lagi, kuliah 8:35 lagi, kuliah lagi, kuliah, kuliah. 8:36 Ngapain sih? Namanya lu kuliah jadi 8:39 kulinya ayah kau nanti. Jadi kuli kau 8:40 nanti. 8:42 Nah, ini berdagang. Saya menawarkan 8:45 pemikiran baru kita berdagang. Ngapain 8:47 kuliah terus? H 8:49 kecuali kok memang berbakat pintar ya 8:51 silakan gitu ya. 8:53 Artinya perlunya ada alternatif ya. 8:58 Nah selain kuliah apalagi sekarang semua 9:01 kampus berlomba-lomba 9:03 memahalkan biaya 9:06 kuliahnya bukan memperbaiki kurikulumnya 9:09 gitu ya. Sarjana ekonomi cuma memegang 9:12 se tapi enggak bisa berdagang. 9:15 Udah sarjana ekonomi dia enggak jadi 9:17 pedagang juga. 9:18 Eh, ujung-ujung jadi dosen gajinya 9:20 berapa? Cuma R0.000 sekali ngajar. Ya 9:22 Allah, kasihan kau. Aku bilang [tertawa] 9:26 ini tentu yang enggak setuju sama aku 9:28 enggak apa-apa. Enggak usah kita 9:29 berantem kan gitu ya. 9:30 Tapi kalau fakultas kedokteran perlu 9:32 dong. 9:34 Enggak usah banyak kali juga. Tengok nih 9:36 kebanyakan dokter kita nih. Nah, gitu 9:38 ya. Enggak usah banyak kali. Kedokteran 9:40 juga enggak usah terlalu dituhankan 9:41 fakultas kedokterannya. 9:43 Pengobatan alternatif lain juga harus 9:45 kita pikirkan. Pak Krisna 9:47 kan kuliah kedokteran ada yang murah 9:48 enggak? 9:50 Mahal. 9:50 Enggak ada. Itu culasnya. Gua bilang 9:52 kuliah-kuliah ini ngapain pula 9:54 biaya-biaya ini mahal kali? Gua bilang 9:57 mending kau belajar herbal. Dari siapa? 10:01 Dari orang-orang tua di kampung. 10:03 Hm. 10:04 Terbukti 10:05 [mendengus] sakit perut obatnya ini, 10:07 sakit ini. Jangan dikulhin. 10:10 Kau cari aja kearifan lokal setiap 10:13 kampung tentang obat di negara Republik 10:15 Indonesia ini. 10:16 Kau akan jadi ahli kedokteran yang lebih 10:18 ahli daripada dokter-dokter yang ada 10:20 ini. Ah, gitu. 10:22 Ini agak ekstrem ini pembahasan 10:24 [tertawa] di sore ini. 10:26 Tapi sekali lagi enggak usah kita 10:27 berantem. Yang mau kuliah kedokternya 10:29 silakan. Kan aku bilang tadi ini 10:31 alternatif yang karkan tapi memang agak 10:33 radikal cara menyampaikannya kan gitu 10:36 aja 10:36 cara Medan ya. 10:37 Iyalah bukan aku enggak menghargai 10:39 kedokteran. Enggak. Saya sangat respek. 10:41 Saya sangat ee ini kuliah juga saya 10:43 sangat ini ya bagus ya. Cuman kalau 10:45 [mendengus] semua orang berbicara kita 10:47 harus kuliah satu pintu doang hidup ini 10:50 kan ya enggaklah. Nah ini hari ini kita 10:52 berbicara akhlak dagang. 10:54 Ah sebelum kita berbicara akhlak dagang 10:56 kita motivasi dulu. Kalian harus 10:57 berdagang. 10:59 Tengok nih kan kondisi sekarang nih. 11:01 Siapa yang hidup sekarang? Pedagang. 11:04 Lama-kelamaan pedagang emang hidup 11:06 nanti. Maka kreativitas dagang, 11:09 keberanian dalam berdagang harus 11:12 dimiliki oleh kita umat Islam. Ya, 11:14 jangan jadi pembeli terus kita 11:18 saat ini kita jadi pembeli terus ya kan? 11:22 Pembeli terus kita semuanya. Enggak ada 11:24 kita yang mampu berdagang dengan baik. 11:28 tiba-tiba muncul pun produk dagang kita. 11:30 Ah, enggak enggak bagus juga kan. Kenapa 11:33 ini bisa terjadi begini kan gitu ya. 11:36 Pertama karena memang semangat dagang 11:38 umat Islam itu kecil. Kajian-kajian 11:41 tentang dagang pun di masjid-masjid gak 11:44 ada. H 11:46 enggak dikaji oleh ustaz-ustaz kita 11:48 dagang ya kan. Paling Ustaz Valentino 11:50 Dinsi kan. Iya. Harusnya ini malah repot 11:55 banget ni ustaz-ustaz berdebat mengenai 11:57 Allah duduk di Aras apa enggak. Gua 11:59 bilang ngapain ustaz-ustaz bengak ini? 12:01 Gua bilang iya kan repot-repot amat sih 12:04 bahas-bahas itu. Gu bilang enggak usah 12:07 kita perpanjang-panjang kayak gitu-gitu. 12:09 Ah ini umat kalau kayak gini terus 12:11 ustaznya itu aja yang dibahas. Bilang 12:13 Al-Fatihah nyampai apa kagak lah. 12:17 Kita mau ngajak maju gimana kan gitu ya. 12:21 Nah, ini harus di di diajak ya walau 12:25 siapapun itu ya kita ajak berdagang 12:28 supaya ekonomi masyarakat ini baik. 12:31 Permasalahan kita sekarang semua di 12:33 ekonomi kan? Permasalahan semua sekarang 12:35 di ekonomi. 12:37 Sekarang kesulitan kita makanan 12:40 kesulitan 12:42 saya gak tahu betul apa tidak nanti akan 12:44 ada pajak sembakau dan lain sebagainya. 12:46 Saya didatangi orang, yalah kenapa? 12:49 Ngapain ente repot sih ngurusin negara 12:51 ini? Gua bilang, "Enggak usah ngurusin 12:53 negara inilah. Ngapain?" Gua bilang, 12:55 "Enggak usah tanggepin." Terus gimana 12:58 dong, Ustaz? Nanti kita kenapa kau 12:59 takut? Saya bilang, "Apa apa yang akan 13:01 dinaikkan sama cabe." Tanam cabe 13:03 sebatang di belakang rumah 13:06 satu pohon aja, Pak Krishna. Kau tanam 13:07 cabe di belakang rumah kau, insyaallah 13:08 kau enggak akan beli cabe. Cabe rawit 13:11 tanam. 13:11 Iya, saya sudah lakukan itu. 13:13 Ah, sudah tahu kan rasanya gimana? 13:16 [berdehem] 13:16 Kita di ruhama sekarang anak-anak mau 13:18 makan jagung tanam jagung, mau makan 13:21 terong tanam terong, mau makan apa 13:23 tanam. Kecuali kita hi Saudi Arabia 13:26 repot. 13:28 Hidup di Indonesia kenapa repot amat 13:30 gitu aja? Tanam aja. 13:34 Saya berani tantang seluruh rakyat 13:36 Indonesia kalau kita tanam cabe di depan 13:39 di belakang rumah kita masing-masing. 13:41 Satu pohon aja kalau enggak dua pohon. 13:44 Enggak ada lagi yang mampu mengotak-ati 13:47 garga cabi di republik ini. 13:51 Enggak ada yang mampu lagi. 13:55 Apalagi yang diotak-atik harganya 13:56 bawang. Tanam bawang di belakang rumah 13:58 gampang 14:00 sekali. 14:02 Kalau sulit ya kan. Nah, ini semangat 14:05 wiraswasta, semangat dagang ini yang 14:07 harus kita punya sehingga dalam hal 14:10 ekonomi kita ee apa namanya? mandiri 14:13 kita gitu ya. Ayo semua masyarakat 14:16 Indonesia punya jiwa itu sehingga besok 14:20 biar biar kita bikin negara ini heran 14:22 kok rakyatnya sudah mandiri semua gitu 14:24 kan. 14:26 Tetangga sebelah nanam kentang kita 14:28 nanam cabe. Besok-besok kita enggak beli 14:30 kentang tetangga enggak beli cabe. Eh 14:33 Nangga gua punya cabe semangkok. Gua 14:35 minta dong kentang lu tujuh biji bar. 14:37 [tertawa] 14:39 Keren republik ini kalau begitu 14:41 mainkan. mainkan apa yang ku bilang ini 14:43 minimal se dulu kalau enggak nanti bagus 14:46 kau setah kau apa pun aku siap akinya 14:51 gini kadang-kadang kita ini terlalu 14:53 repot dengan dengan hal-hal yang tidak 14:56 terlalu pusing solusinya g nah makanya 14:59 kenapa saya ajak kita berbicara dagang 15:01 karena potensi dagang saat ini sangat 15:04 terbuka, Pak Krishna jangan sampai yang 15:07 mengambil orang lain lagi. Sesudah orang 15:10 lain aja ngambil, ente karena kalah 15:12 ngoceh aja. 15:15 Ah, sementara saat peluang terbuka 15:17 seperti ini ente enggak mau ikut. 15:20 Ayo dong dari sekarang dagang yang 15:22 rajin, jangan malas. Nah, akhlak 15:25 berdagang itu yang pertama 15:28 dia harus rajin. Semangatnya harus rajin 15:30 dia. Ee jangan jadi pemalas ya. Karena 15:34 malas itu bidah, 15:36 dolalah ya. Malas itu bidah, dolalah 15:41 finar. Bahkan itu nanti ya kalau dia 15:43 malas salat kan [tertawa] masuk neraka. 15:45 Dia kan 15:46 malas mencari ilmu. 15:47 Malas cari ilmu bisa gitu ya. Nah, yang 15:49 kita butuhkan dari seorang muslim muda 15:53 kreatif rajin dia [berdehem] ya. Kalau 15:55 malas kalau udah kau udah malas kau ya 15:58 diapakan juga enggak bisa. 16:01 Maka kita di ruhamma alfajar santri 16:03 wajib ikut macul dulu, ngangkat kotoran 16:06 kambing dulu. 16:08 Karena kita pengin lihat mentalnya punya 16:10 mental tidak. Ini karena ngelihat 16:12 generasi-generasi sekarang ini tahunya 16:15 nge-band Korea lah, latihan koreografi 16:17 Korea lah. Mau sampai kapan kalian 16:20 latihan koreografi Korea? Aku bilang, 16:23 "Ya, kalau enggak percaya sama saya, ya 16:24 udah mainkan aja koreografi Korea itu. 16:27 Kita tunggu aja nanti kan gitu. Jadi apa 16:29 itu. Tapi kalau semangat berwirawasta, 16:32 berdagang dari sekarang sudah kau 16:34 mainkan, 16:37 keren nantinya. Masa depanmu sebagai 16:40 anak muda gemilang nanti insyaallah. 16:42 Masa depan negara ini pun kalau negara 16:44 ini punya sekolah yang khusus mencetak 16:47 pedagang gitu ya. Udah saya 16:49 kadang-kadang tapi menterinya sekarang 16:51 menteri pendidikan aku pikir dulu pintar 16:53 dia rupanya sama aja sama-sama bengak 16:55 juga kan gitu [tertawa] ya. Maksudnya 16:56 gini kalau dia kalau ada menteri 16:59 pendidikan yang pintar ini dia harus 17:01 rombak seluruh konsep pendidikan ini 17:03 yang pendidikan aplikatif sudah. 17:05 H 17:06 ngapain SD, SMP, SMA 12 tahun dia 17:09 sekolah kakak jadi apa-apa. 17:13 diminta lagi kita kuliah sampai S1 juga 17:15 kagak jadi apa-apa. Kenapa? Teori terus 17:21 enggak ada yang afrika. Maka saya 17:23 tantang Menteri Pendidikan sekarang 17:25 karena kau anak muda kau kan enggak tahu 17:26 usia kau paling seusia aku juga karena 17:28 kebetulan kau orang kaya jadi menteri 17:29 kau kan. Tapi gua bilang sama kau kalau 17:32 kau memang pintar otak kau kau bisa kau 17:34 pakai kau harus rombak ini ee pendidikan 17:38 ini menjadi aplikatif. 17:41 Jangan kebanyakan teori ini negara ini 17:43 punya kebanyakan teori. Ahli ekonominya 17:46 juga ekonomi teori semua bicara teori 17:49 ekonomi tapi tanya usahanya enggak ada. 17:53 Aku sekarang kalau orang bicara ekonomi 17:54 enggak ada usahanya. Enggak usah enggak 17:56 mau. Motivator. Kalau usahanya cuma 17:59 motivator enggak akan kudengar. Kubuang 18:01 tempat sampah itu motivatornya. 18:04 Ya kan? Kita kebanyakan di sini 18:05 sekarang. Ayo dagang kita berdagang. 18:09 Produk kita di republik ini banyak. 18:12 Produk kita di republik ini banyak yang 18:14 bisa kita dagangkan. Kemudian enaknya 18:16 kita ditinggal Republik Indonesia ini, 18:18 produk kita ini produk yang punya banyak 18:20 turunannya. 18:22 Kan keren kita nih Pak Krisna ya. 18:24 Misalnya ada anak muda kreatif 18:28 mengumpulkan singkong dari 18:29 petani-petani. 18:31 Singkong ini ente mau jual langsung apa 18:34 itu terbuka pasar di republik ini. Saya 18:36 mau jual langsung lagi singkong bisa. 18:39 Saya mau kelola jadi keripik bisa. Punya 18:42 modal lebih lagi saya mau kelola jadi 18:45 tepung bisa. Saya mau kelola lagi mau 18:47 jadi beras bisa. Waduh republik ini 18:50 kayanya luar biasa. 18:51 Baru singkong ya. 18:52 Itu baru singkong Pak Krishna. 18:55 yang nanamnya kagak perlu stres. Kita 18:57 enggak usah pakai teori-teori yang dari 18:59 IPB apa semua di IPB sana kan banyak 19:02 kali teorinya tapi enggak ada petaninya. 19:04 Mudah-mudahan ada ada ada IPB yang 19:06 dengarin kita nih kan. Mana sih kan IPB 19:08 seperti enggak ada pertaniannya ya kan 19:12 ada tapi enggak sebanding dengan nama 19:13 kalian gitu loh. Nah ini kan wiraswasta 19:16 dagang ini ini kalau dipicu terus gitu 19:20 sekolah fakultas ekonomi kita itu enggak 19:23 usah ngapain sih bahas teori ekonomi. 19:25 Ekonomi adalah dosen-dosen kayak gitu 19:28 mainnya dipensiunkan aja udah. [tertawa] 19:32 Iya dong. Mahasiswa ekonomi itu masuk 19:35 suruh dagang bakso gitu. Dagang sate lu 19:37 sana nu warung sate kelola 19:42 bisa enggak dia 19:44 itu bukannya jadi sarjan ekonomi terus 19:47 cuma berteori-teori di TV One gitu kan 19:51 pengamatkan kebanyakan kebanyakan 19:52 [tertawa] 19:53 kebanyakan pengamat juga negara ini kan 19:55 banyak kali pengamatnya tapi enggak ada 19:58 yang mau action. Ah, cengkek kalian 20:00 banyak kali bilang ayo dagang paling 20:03 kita kedagang nih. Jadi kita harus 20:04 dagang. Kenapa? Kalau kita muslim ini 20:08 sunah berpahala. Saya 20:11 melihat beberapa teks tentang dagang. 20:13 Maka orang yang berdagang itu jika 20:15 niatnya sunah dia akan mendapat pahala 20:18 seperti orang yang naik taksi. 20:20 Hm. 20:20 Ya. Dia kalau salat kan pahalanya pas 20:22 lagi salat doang, Pakis. 20:23 Heeh. 20:24 Kalau pedagang ya gaklah. Selama dia 20:27 dagang dia akan dapat pahala terus. 20:31 Ini yang hebat 20:32 mau rugi mau untung. 20:33 Mau rugi mau untung. Sama kayak petani 20:35 pedagang gini Pak Krisna ya. 20:38 Pedagang itu jangan mikir rugi atau gak. 20:40 H [berdehem] 20:42 yang penting lakukan saja. 20:43 He. 20:44 Makanya saya sering kalau datang orang 20:47 ngobrol sama saya ini pernah dihitung 20:49 enggak HPP-nya berapa, value add apanya 20:52 gimana? Aduh [tertawa] cengk kau 20:55 kebanyakan. Gu bilang. 20:57 Iya. Inilah orang yang teori kayak otak 21:00 kau inilah yang bikin orang jalan jadi 21:01 pedagang. K bilang yang ku tahu itu aku 21:04 punya duit Rp50.000 beli aku singkong 21:07 dapatlah 3 kilo. Ku 21:09 bawa ke pasar jual jadi Rp56.000. Untung 21:12 aku R6.000. Enggak usah banyak kali 21:13 cengkunek kau. Aku bilang [tertawa] 21:16 besok aku beli lagi dapat 3 kil set jual 21:19 lagi. Begitu terus. 21:21 Banyakan teori dagang kagak teori. Iya 21:25 ya kan? Kebanyakan sekarang kayak gitu 21:26 kan 21:27 protesnya minta ampun semua pengin 21:30 jangan 21:32 enggak ada kerja. Maka ayo dagang kita. 21:36 Wahai anak-anak muda yang nganggur yang 21:38 mendengarkan kita ini. 21:39 Hm. 21:39 Anak-anak kalian pun wahai bapak-bapak, 21:42 ibu-ibu yang enggak mau kuliah. Ngapain 21:44 [berdehem] dia enggak usah dia kuliah 21:45 kalau dia enggak mau kuliah. Selesai. 21:48 Apa sih nyembah-nyembah kuliah ini? Saya 21:50 kadang-kadang pengin nempel orang tua 21:52 yang sedih di anaknya enggak mau kuliah. 21:55 Ngapain kok sedih anak kau kuliah? Tanya 21:57 anakmu ngapain kau? Aku mau dagang ya 22:01 paten. Ini baru anak aku bilang. Iya 22:04 kasih dia maulan dagang jadi pedagang 22:07 dia kaya dia besok lebih kaya dia dari 22:09 dosennya nanti insyaallah 22:12 gitu. Tapi ah supaya kaya atau pedagang 22:16 ini tidak jadi firaun, perlu kita kasih 22:19 akhlaknya tadi. Nah, itu sekira-kira 22:22 motivasi gaya Medan itu ya. J kalau 22:24 enggak sependapat kau sama aku, enggak 22:25 usah kau tersinggung. Aku ini menghargai 22:28 juga pendapat yang lain. Cuman beginilah 22:30 gayanya kan. Kita ingin agar pendapat 22:32 kita ini diamalkan. Jangan didengarkan 22:34 aja. Bagus ya ceramah masuk Salman. 22:36 Enggak butuh saya itu. [tertawa] Yang 22:38 butuh saya diamalkan. 22:40 Jangan bilang bagus bagas bagus bagas. 22:42 amalkan supaya berpahala kita. 22:45 Amin. 22:46 Karena ini kajian bukan hiburan kan gitu 22:48 ya. 22:49 Ah pertama lihat ada pesan Allah di 22:53 surah Annur ya [berdehem] saya baca ini. 22:56 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 23:02 lahijaratun 23:05 wunikrillah 23:09 wa iqamah 23:11 wazakah 23:14 yakuna yauman tataqallabu fihil qulubu 23:19 wal absar 23:21 silat di Annur ayat 7 ayat 37 ya ini 23:25 yang pertama akhlak pedagang dalam Islam 23:28 apa itu ee orang, sekelompok orang yang 23:35 perdagangan atau tijarah dagang tidak 23:39 membuat mereka lalai dari mengingat 23:42 Allah Subhanahu wa taala. 23:45 Mendirikan salat dan zakat. Loh, 23:49 pedagang muslim itu harus kayak gini ya. 23:52 Jadi kita sudah jadi motivasinya sudah 23:54 mudah-mudahan ada yang nangkap nih ya. 23:56 Saya doakan semoga minimal satu jadi 23:58 pedagang ini sesudah kajian ini. 23:59 Amin. 24:00 Supaya enggak energi kita kebuang-buang 24:03 ini kan kalau enggak ada yang jadi kan 24:04 gitu ya. [tertawa] 24:06 Pertama jadi pedagang itu harus bersama 24:08 Allah terus. 24:10 Jangan kau jadi pedagang yang 24:12 konvensional apalagi yang ee yang 24:15 kapital ya apalagi yang Yahudi. 24:17 Yahudisme. Enggak usah jadi pedagang 24:20 yang Al-Qur'an itu. Surah Annur ayat 37. 24:24 Bagaimana agar dagang tidak membuat kita 24:28 lupa terhadap Allah? Ya, 24:31 agar dagang tidak membuat kita lalai 24:34 mendirikan salat. Agar dagang tidak 24:38 membuat kita lupa mengeluarkan zakat. 24:40 Ini pertama kode etik yang harus dijaga. 24:43 Dan ini yang tiga ini nanti kita coba 24:44 baca ayatnya beberapa ya. Tapi kalau kau 24:47 mampu saja mengamalkan ini, Pak Krishna, 24:49 siapapun pedagangnya, pemula, penengah, 24:52 yang profesional, kalau kau mainkan yang 24:54 tiga ini, kau akan mendapatkan 24:56 keuntungan yang sangat luar biasa 24:58 dahsyat. Artinya dalam dagangmu selalu 25:02 ada Allah. Bukan berarti muter-mutar 25:04 tasbih. 25:06 Kalaupun kau mau putar tasbih, silakan. 25:08 Tapi pada hakikatnya dalam setiap 25:10 transaksi, dalam setiap ee pembicaraan, 25:13 akad, pelayanan di sana ada Allah 25:16 selalu. 25:16 Hm. 25:17 Itu yang penting bikin bakso karena ada 25:21 Allah di sampingnya, bersamanya, 25:23 mengawasinya, dagingnya benar-benar 25:25 daging halal. Dia bikin 25:28 yang bagus. 25:29 Iya, mohon maaf. pengolahannya pun halal 25:32 dia bikin karena ada Allah di samping 25:35 dia. Jadi muncullah bakso yang halalan 25:39 thayiban. Kan itu kan Pak Krisna ya. 25:42 Muncullah bakso yang halalan thayiban. 25:44 Ini ketika Allah lihat kau melakukan 25:46 ini, konsisten kau melakukan ini, berkah 25:49 akan datang. 25:51 Loh, Pak Krishna. Kita kan jual susu 25:54 kambing ya di di Ruhama Alfajar itu jual 25:57 susu kambing. 26:01 Kita di Ruhama Alfajar itu jual susu 26:03 kambing. 26:05 Ee adik saya Sofyan itu ingin bikin 26:07 begini begitu. Jangan. Jaga kualitas. 26:09 He. 26:11 Bikin susu murni fresh. 26:13 Hm. 26:14 Perah langsung bikin harganya. Bikin 26:18 karena kita ingin bantu orang. 26:19 Hm. He. 26:20 Supaya mudah menikmati susu kambing. 26:22 Masyaallah. Sekarang laporan tadi dari 26:24 pemegang ee susu kambing ini 26:27 alhamdulillah, Ustaz 2 minggu ini sudah 26:29 terjual 200 lit. 26:31 Wah, masyaallah. Saya bilang 26:33 itu jadi diambil dari langsung dari 26:35 kambing ya. 26:36 Diperas dari kambing. 26:37 Diperas dari kambing. 26:38 Heeh. 26:39 Kemarin ada pembeli yang ingin lihat 26:40 proses pemerahannya, silakan datang. 26:42 Emang kalau yang lainnya seperti apa? 26:44 Wallahuam. 26:45 Ada prosesnya gitu. Ee saya tidak pernah 26:47 mempelajarinya juga, Pak Krishna cami. 26:49 Tapi karena tadi konsep kita itu ada 26:52 Allah mengawasi kita, juallah susu 26:54 kambing yang baik. 26:55 Hmm. Enggak, enggak dicampur ya. 26:56 Jangan dicampur. Jangan mikirin untung. 26:59 Kalau enggak ada Allahnya, Pak Gris, wah 27:01 untung kita dikit dong. Nah, gitu. 27:03 [tertawa] 27:05 Dikit dong untung kita nanti. 27:07 Maka gak jangan pikirkan untungnya. Kita 27:10 harus bersama Allah dagangnya. 27:12 Harus ada Allah di situ. 27:14 Hm. 27:15 Nah, ya harus ada Allah di situ. Jadi 27:17 [mendengus] proses pembuatannya kita 27:19 bikin baik, penjualannya baik, harganya 27:22 juga baik, 27:23 kemasannya 27:24 kemasannya juga bagus. 27:25 H 27:26 sedang dibikin stikernya nanti namanya 27:28 Mafa Milk. 27:29 Mafa milk. 27:30 Iya. 27:30 Apa itu? 27:31 Mafa Ruhama Alfajar kan. 27:32 Masyaallah. 27:33 Mafa ya. Ruhama Alfajar. 27:36 Masyaallah. Mafa. 27:37 Mafa milk ya. Boleh ya. E ini ini dan 27:40 kita sedang nanti sore ini saya mau ajak 27:43 teman-teman bagaimana agar santri mulai 27:46 diajarkan menjadi sales 27:48 ya. Dia bawa 10 botol susu dia bawa ke 27:52 perumahan atau di bawa brosurnya dia 27:54 harus belajar cara menjual susu kambing 27:57 ini bagaimana caranya dan harus laku 27:59 gitu ya. Jangan cuma menghafal Quran aja 28:01 kok nak di sini nak. 28:02 Karena itu tadi ya dagang tapi dagang 28:05 yang ada Allah di situ. 28:07 Terus 28:09 hayya alas shah. Ikut dia salat. 28:13 Ya pedagang kayak gini yang harus 28:14 dibangun. 28:15 H 28:16 salat dia datang ya kan. 28:20 pas akhir tahun ada harta yang lebih 28:22 dizakatkan sama dia. Ah, ini jadilah 28:24 pedagangnya seperti ini ya. Ee ee eh 28:27 artinya dia selalu bersama Allah 28:30 sehingga dia jujur, sehingga dia amanah. 28:33 Ya, begitu juga dia harus mendirikan 28:36 salat supaya apa? 28:38 ee eh ee ee ibadahnya terjaga dan kalau 28:42 di akhir tahun dia harus ikut menunaikan 28:45 zakat sebagai bentuk kepeduliannya 28:47 kepada ee ee ee orang-orang yang kurang 28:51 mampu. Kemudian kita lihat lagi dari 28:53 Allah Subhanahu wa taala. Ya 28:55 ayyuhalladzina amanu la tulhikum 28:59 amwalukum wala auladukumikrillah 29:03 w yaf'aluika 29:06 faulaika humul khosirun wam 29:09 yafa'alzalika 29:11 faulaika humul khasirun. 29:14 ee ayat pendukung dari firman Allah yang 29:17 tadi kalau ini surah almunafiqun ayat 9 29:20 bahwa jangan sampai harta kita, anak 29:23 kita memalingkan hati kita daripada 29:26 mengingat Allah gitu ya. Sama dengan 29:29 yang tadi ya, bahwa kita dagang boleh 29:31 dagang tapi jangan sampai lupa terhadap 29:35 Allah gitu ya. 29:38 Kemudian untuk mendukung ayat yang 29:39 selanjutnya tadi eh ya ayyuhalladzina 29:43 amanu idati 29:46 yaumil jumuatiikrillahulikumirakum 29:54 in kuntum tamamun. 29:57 Di sini Allah bilang di surah Aljumah 29:59 ayat 9, "Wahai orang yang beriman, 30:02 apabila kalian sudah dipanggil salat 30:03 Jumat'au, 30:05 maka bersegeralah. 30:07 Ya, mengingat Allah. Warul bai, 30:10 tinggalkanlah jual beli. Itu lebih baik 30:13 bagi kalian. Artinya pedagang muslim itu 30:16 kalau azan sudah kedengaran berangkat 30:19 supaya baik dagangannya. Nah, ini 30:21 kadang-kadang pedagang muslim kenapa 30:23 rugi? Dia enggak mau salat. 30:27 Ya udah nipu juga dia kayak 30:29 pedagang-pedagang yang lainnya ya kan. 30:31 Bagaimana lontong supaya enak? dibikin 30:34 bahan-bahan yang berbahaya yang penting 30:36 enak ya kan enggak boleh kita gitu kan 30:38 bagaimana nasi goreng supaya enak 30:40 bagaimana nasi sate supaya enak dibikin 30:42 bahan-bahan yang murah tapi enak tapi 30:45 merugikan kesehatan orang lain artinya 30:47 enggak ada allahnya di sana gitu loh 30:50 maka penjabaran ada Allah di proses 30:52 dagang ini sangat panjang sekali tapi 30:54 bagi orang yang beriman ngerti sudah ya 30:56 jangan kau tinggalkan Allah saat kau 31:00 berdagang kemudian kata Allah apa Ya 31:03 ayyuhalladzina amanu laa taulu amwalakum 31:07 bainakum bil bathil. Pedagang itu 31:10 [mendengus] kalau mau berdagang jangan 31:12 mengambil hak orang lain dengan batil. 31:14 Artinya apa? Saat kita berdagang kita 31:17 jujur, kita amanah. Jangan ngambil 31:20 barang orang belum dibayar. Jangan 31:22 ngutang bayar orang tak dibayar-bayar. 31:25 Ah itu jangan. Enggak boleh. Jangan juga 31:27 jual barang ke orang lain. Barang yang 31:29 reject, barang yang rusak. Ya, saat ini 31:32 pedagang online rusak nama mereka. 31:34 Kenapa? Karena mereka jual barang yang 31:37 tidak seharusnya, tidak seperti yang dia 31:39 foto, ya kan? Coba kalau kau jadi 31:41 pedagang online, foto barang apa adanya. 31:44 Walaupun ada lighting lain sebagainya. 31:46 Setidaknya orang pahamlah sekarang bahwa 31:49 foto itu ada lighting, bahwa foto itu 31:51 ada lensa yang bikin bagus. Tapi kan 31:53 kalau barangnya sesuai dengan apa yang 31:55 dijelaskan kan orang-orang puas. Nah, 31:57 ketika orang sudah puas, insyaallah laku 32:00 dagangan kau. Cuman kan kadang-kadang 32:01 manusia ini pengin untung banyak terus. 32:04 Padahal untung banyak yang sekali itu 32:06 membuat nama dia apa? Rusak. Enggak ada 32:09 lagi orang yang yang apa namanya? Yang 32:11 percaya sama dia. 32:12 Ah, itu jangan. Kita harus berdagang 32:15 jujur amanah. Jangan batil. Nih. Siapa 32:19 nih yang pemula mau berdagang? Ayo 32:20 cerita nanti sama kita di Ruhaama 32:22 Alfajar. Saya tunggu malah. 32:23 Hm. 32:24 Gitu ya. Kalau kau mau bantu dagangin 32:27 produk kita, silakan. Ustaz, saya enggak 32:28 ada modal. Datang ke Kuruhma. 32:31 Datang kau Kuruhma, buka channel online 32:34 kau di sana. Kau jualan dari sana. Ayo. 32:36 Jualan susu kambing boleh, jualan 32:38 kambing kurban boleh, kambing akikah 32:40 boleh, sapi kurban boleh, jual ikan 32:42 boleh, apaagi? Jual madu boleh, minyak 32:45 wangi boleh, tanaman hias boleh. 32:47 Tanaman hias. 32:48 Ini tim kita lagi main ke tempat Pak 32:49 Harid nih. 32:50 Mau belajar sama Bapak Arid. 32:51 Masyaallah. [tertawa] 32:52 Oh, gitu kita. Betul. lagi tiga orang di 32:54 sana nih sama Pak Farid. Tadi pas kita 32:56 ke sini ketemu Pak Far. Alhamdulillah Gu 32:58 bilang 32:59 kita mau belajar. 33:00 Saya bilang bahwa [berdehem] 33:01 di sana teman-teman punya keahlian 33:03 tentang tanaman hias gitu ya. 33:05 Mereka punya keahlian tanaman hias. Ayo 33:07 kita belajar enggak apa-apa gua bilang 33:08 bagaimana tata letaknya, raknya, 33:10 portnya. Ayo kita belajar medianya gitu 33:13 kan. 33:13 Nah, teman-teman lagi di sana. Nah, kita 33:16 ya apa ya saya bilangnya saya 33:18 kadang-kadang saya diprotes Ustaz ini 33:20 mau bikin pasar apa mau bikin pesantren 33:22 katanya gitu ya. Ya, ini mau bikin P2. 33:24 Aku bilang pesantren dan pasar. 33:26 [tertawa] 33:28 Ya memang ya. Karena saat-saat seperti 33:31 ini Pak saat-saat kita 33:34 ee sebut sajalah donatur juga sekarang 33:37 istilahnya keuangannya lagi lesu kan. 33:40 Apa yang bisa kita bikin? Ya ini 33:42 membantu sekali gitu ya. Ya, tapi 33:45 walaupun begitu ya terus belajar terus 33:47 kita belajar terus kita dalam setiap 33:49 produk kita kita usahakan agar jangan 33:51 batil ya jualan madu kita cek dulu 33:55 madunya benar apa enggak ya ini saya mau 33:58 jual madu seperti ini. Kualitas saya 34:00 seperti ini. Jangan bohong kita ya. 34:02 Jangan jual harga Rp200.000 padahal 34:05 kualitas Rp100.000. Jangan jual harga 34:07 sejuta padahal kualitas 2 Rp300.000. 34:11 Kenapa orang ee pengin begitu ee jualan 34:14 supaya dapat untung padahal itu batil. E 34:17 kalau sudah batil ya enggak akan ada 34:19 berkah dari Allah Subhanahu wa taala. 34:20 Sama dengan bertani, sama dengan 34:22 berternak. Kita ternak bebek, Pak 34:24 Krishna 200 ekor. 34:27 Dulu teman-teman masih nanya 200 butir? 34:30 100 butir loh, Ustaz. Per hari nanti 34:31 telurnya ini gimana ini? Katanya. 34:34 Ternyata, 34:34 ternyata alhamdulillah sekarang namanya 34:36 Ibu Melani mengambil telur sama kita 500 34:40 butir se 34:42 sehari 34:42 bukan lagi per hari atau pokoknya 34:44 selulul trol bebek Ustaz Salman saya 34:45 ngambil udah gitu deh 34:47 untuk apa 34:48 enggak bikin roti dia bikin kue dia. 34:51 Sekali ngambil ke pesantren 500 butir 34:53 habis ambil lagi. Habis ambil lagi. 34:55 Masyaallah. 34:56 Masyaallah. Aku bilang, makanya 34:59 teman-teman kita ini, anak-anak muda ini 35:01 coba ya, piara bebek itu alhamdulillah 35:04 enggak ada susah-susahnya. 35:07 Dia boleh tetap di kandang enggak sih? 35:08 E kita kandangin malah. 35:10 Oh, enggak enggak mus jalan-jalan kagak. 35:14 Makanya jangan belajar sama orang 35:15 kebanyakan teori. 35:16 Hm. 35:17 Ya kan harus begini, harus begon harus 35:19 begini. Kebanyakan teorinya kan banyak 35:23 kali cengkung saya. Enggak jadi apa-apa 35:26 juga kan kita melawan teori enggak ada 35:28 enggak ada enggak dilepas di kandang ee 35:32 enggak ada kolamnya enggak ada apa itu 35:34 Pak Kirna bertelur juga dia. 35:38 Cuman memang kita perlu ilmu. Ilmunya 35:40 apa? Supaya produksinya lebih tinggi. 35:42 Nah, ini semuanya saya bilang apa kepada 35:45 kawan-kawan? Kualitas telur dijaga, 35:48 pakannya dijaga sehingga apa? Kita tidak 35:50 mengambil keuntungan dengan kebatilan. 35:54 Begitu juga sapi kita. Kemarin kita jual 35:56 sapi satu ekor, Pak Krisna. H. 35:58 Si jagal itu sampai nanya ke kami, Pak 36:00 Krisna, "Ustaz, dikasih makan apa? 36:03 Dagingnya bagus." 36:04 Oh, 36:05 wah itu jagal yang ngomong sudah sama 36:06 kami tuh. 36:07 Emang dikasih makan apa? 36:09 Eh, kita bilang kita sampaikan rumput 36:12 sulam jana, fermentasi dan enggak 36:14 permentasi. Ee terus sentrat yang kami 36:17 racik sendiri. 36:18 Hm. 36:19 Ada ampas gandum, ada ampas kurma, ampas 36:22 kopi, macam-macam. produk lokal semua 36:24 nih 36:25 ee kalau gandum kayaknya impor. 36:26 He 36:27 gandum impor. 36:28 Artinya dibikin dari rumah sendiri 36:30 kita. Iya. Rumah sendiri kita bikin 36:31 sendiri. 36:32 Sekarang kita tanam jagung Pak Krisna 36:34 kan ampas jagung apa semua dikasih sapi. 36:37 Masyaallah tabarakallah ya. Tapi 36:39 semuanya tadi ku bilang harus kita 36:40 bersama Allah. Berdoa terus kita kepada 36:42 Allah. Salat kita lima waktu minta kita 36:45 agar dijaga oleh Allah Subhanahu wa 36:46 taala. Baik sapi, baik ikan. Sekarang 36:49 ikan ketemu pula pola yang bagus 36:51 sekarang Pak Krisna kita. Jadi kita 36:53 nanti kemarin kan main pembesaran nila, 36:56 pindah menjadi pembibitan nila, ternyata 36:59 setelah dianalisa lagi pembibitan gurame 37:01 lebih cakep lagi. 37:02 Nah, itu nanti mungkin kita patenkan 37:04 jadi pembibitan gurame. 37:05 Jadi setiap hari belajar terus ya. 37:07 Belajar terus ya. Kita belajar terus. 37:09 Tapi selalu yang tempat kita belajar itu 37:11 jangan orang teoritis. 37:13 Hm. 37:14 Enggak akan kita mau belajar sama 37:15 insinyur perikanan yang enggak ada 37:16 kolamnya. 37:17 H. 37:18 [tertawa] 37:19 Kita cari petani-petani ikan. 37:22 Pak, gimana nih, Pak? 37:23 Yang udah kalau cuma teori kitab, buku 37:26 mah 37:28 enggak usah, 37:30 enggak ada enggak enggak penting, enggak 37:32 perlu sama sekali kita gitu ya. Karena 37:34 apa yang dibuku sama apa yang di 37:36 lapangan nanti enggak nyambung. Nah, 37:37 makanya kita sering peternak kambing 37:39 belajar sama siapa? Kita yang sudah 37:41 peternak 30 tahun 37:44 gitulah. Ngapain belajar sama ee 37:47 tapi dia mau berbagi ilmu ya. 37:49 Iya. Alhamdulillah kita ketemu terus, 37:50 Pak Krisna 37:52 ketemu terus kita orang kambing yang 37:53 bagi ilmu kambingnya, orang sapi itu 37:55 ilmu sapinya. Tapi peternak rata-rata 37:58 orang ikan kemarin orang gurame ketemu 38:00 kita orang yang sudah main gurame 38:01 belasan tahun. 38:02 Hm. Mau dapetin orang kayak gitu gimana 38:05 masih? 38:06 Nah, itu tadi harus bersama Allah. 38:08 Assyaallah. 38:08 Biar dipermudah oleh Allah. 38:10 Gitu loh, Pak Krisna. 38:12 Kalau kita enggak sama Allah 38:14 enggak dapat kita-mereka ini 38:17 enggak dapat Pak Krisna. Kalau 38:19 pertemukan ya. 38:19 Oh, pertemukan. Kita kan kemarin dari 38:22 kemarin mikir Pak Krisna ya, kita mau 38:24 jualan bibit alpukat dan bibit durian. 38:27 Nah, pendengar boleh nih. Saya akhirnya 38:28 ngiklan terus dari tadi. [tertawa] 38:31 Mau beli alpukat silakan, mau beli 38:33 durian 38:34 bibit. Maksudnya pohon pohon yang sudah 38:36 pohon. Pohon. 38:37 Saya lebih pede sekarang daripada minta 38:38 dong duit kalian. Saya lagi bangun 38:39 masjid. Malas saya sekarang Pak Kristan. 38:41 He. 38:42 Tapi kau mau bantu pesantren ayo belanja 38:45 gitu. 38:46 Sekarang kemarin 12 setahun lebih kita 38:48 belajar tentang bibit alpukat, bibit 38:49 durian gitu ya. Bagaimana caranya? Allah 38:52 kirim orangnya. 38:53 Oh iya. Berapa tahun bisa berbuah? 38:56 Hah? Ini kemarin kami ketemu orang 38:58 namanya Pak Iwan 39:00 dari kakeknya sudah main bibit. 39:01 H. 39:02 Wah ini baru profesor. Aku bilang 39:05 apa kata dia pertanyaan ini? Aku tanya 39:06 ke dia 39:08 gini Pak Ustaz. Pak Ustaz mau dagang 39:11 untung yang berkah apa untung yang 39:13 banyak nih? Katanya. 39:14 Heeh. Heeh. Kalau untung banyak 2 tahun 39:16 pun bisa kita paksa alpukat berbuah 39:17 dalam pot. 39:18 Hm. 39:21 Dengan cara apa? 39:22 Ada obatnya. 39:23 Oh. [tertawa] 39:24 Tapi gini kan berbuah 2 tahun. Tapi bis 39:27 akhirnya kan bisa kalau alpuka dalam pot 39:29 berbuah R juta 4 juta laku kan. 39:31 Heeh. Iya. 39:33 Tapi kalau kita paksa begini nanti 39:35 kasihan yang beli. 39:36 Kenapa? 39:37 Karena kalau obatnya enggak dia kasih 39:40 enggak berbuah lagi di sana. 39:41 Oh. He. 39:42 Atau dia tahu, kita kasih tahu obatnya, 39:44 beli Bu obatnya ini 3 tahun mati itu 39:45 alpukat. 39:46 Hm. 39:47 Karena dipaksa. 39:48 He. 39:48 Maka kalau bisa ruham Alfajar katanya 39:51 jangan bikin program itu normal aja. He. 39:54 Jadi pupuk perawatan semua normal. 39:57 Tapi agak lama ya. 39:58 Agak lama enggak apa-apa. Tapi kan 40:00 pembelinya 40:01 senang nanti Pak Krisna. Ah gitu. Jadi 40:03 akhirnya kita dapat orang yang sudah 40:05 lama main bibit alpukat, bibit durian, 40:07 bibit rambutan, rambutan acepat sama 40:10 rambutan binjai. 40:12 saking 40:14 tersedia itu. Tapi itu mungkin 2 hari 40:16 lagi kita baru belanja itu ya. 40:18 Itu kita akan belanja dan dia tunjukkan 40:20 di mana produksinya mereka. Nah, paling 40:23 modal-modal berapa dulu kita kan minimal 40:25 10 pohon per bibitnya. Kalau alpukat ada 40:27 100 pohon kita bibit. 40:29 H. 40:29 Nah, jadi saya bilang kenapa saya hari 40:32 ini mengajak kalian berdagang? Karena 40:34 dagang ini berkah. Tapi tadi syaratnya 40:36 tadi ayat-ayat yang saya bacakan tadi 40:37 ya. Kita tetap bersama Allah, kita 40:40 enggak lalai terhadap Allah. 40:41 Zakat kita keluarkan, salat kita 40:43 kerjakan. Kalau azan berkumandang 40:45 semuanya harus salat. 40:47 Harus begitu. Jujur kita, jangan batil 40:50 kita, amanah kita jangan mengecewakan 40:54 orang kita. Jangan yang dipikirkan 40:55 untung untung untung untung untung 40:57 untung untung untung. 40:59 Orang dagang kok apalagi anak-anak 41:01 mahasiswa dagang yang pikir enggak 41:03 untung. Ustaz kalau kayak gitu enggak 41:05 usah kau kuliah. Mending kemarin supaya 41:07 ku ajari kau bagaimana cara pedagang 41:09 yang benar. 41:12 Karena kita dagang ikan enggak untung 41:15 mempermudah orang belanja ikan di dekat 41:17 rumah dia itu untung sudah 41:20 pahala sudah buat kita. 41:21 Heeh. Heeh. 41:22 Makanya harus kita bedakan ekonomi Islam 41:25 ini harus dipelajari dengan baik ya. 41:28 Tapi bukan dengan kuliah 4 tahun ya 41:30 dibangun 41:31 pemanfaatannya itu ya. 41:32 Iya aplikatif lah ya. 41:34 Aplikatif. Enggak usah kita malu lagi. 41:36 Enggak usah usah punya ijazah-ijazahan. 41:38 kita ngapain juga ijazah bakar aja itu 41:40 ijazah [tertawa] enggak ada gunanya gitu 41:43 kan gini loh ente kuliah di sekolah 41:47 favorit karena bapak ente kaya diterima 41:50 ya kan masuk ente ke kuliah favorit dari 41:54 sekolah favorit karena bapakmu kaya 41:55 diterima kuliah di kampus favorit karena 41:58 bapakmu kaya diterima bapak pejabat 41:59 diterima lulus kerja kau karena bapakmu 42:02 punyaan diterima itu yang kau banggakan 42:05 ngapain enggak usah pun kau punya jasa 42:07 bisa kau H 42:09 kan ini yang terjadi di republik. Enggak 42:10 usah pura-pura. Enggak tahulah kita 42:12 inilah yang terjadi Republik Indonesia 42:13 ini. Makanya berantakan kita. 42:17 Udah ya kita realita aja lah. Dan kita 42:19 sebagai orang tua enggak usah malulah 42:21 anak kau jadi pedagang. Malu pula dia 42:23 anaknya pedagang. [tertawa] 42:25 Dia maunya anaknya berangkat dari rumah 42:27 pakai sepatu pentel rapi ya kan. Walau 42:30 utangnya lebih banyak daripada dasinya 42:32 kan gitu. Nah ini yang K. Tapi kalau 42:35 berdagang nah ini tadi ya. 42:38 Tapi cari tempat belajar berdagang alif 42:41 aplikatif, Ibu ya. Kalau kau punya anak 42:43 misalnya atau kalau memang anaknya yang 42:45 mau, jangan belajar dagang teori, enggak 42:47 usah apalagi motivator-motivator omong 42:49 kosong itu enggak usah. Saya dengerin 42:52 motif, alah ini mah bukan bukan jualan 42:55 motivasi dah 42:57 gitu kan. Banyak orang yang kayak gitu 42:58 sekarang jualan motivasi yang dia jual 43:00 motivasinya. H 43:03 enggak usah enggak jangan zalim kita 43:05 nanti. Maka orang kalau datang belajar 43:07 aku dagang kau punya modal berapa? 43:09 1.000. Udah beli singkong goreng 43:12 langsung jualan kau. Jangan banyak 43:13 cengke. 43:14 Nah kalau orang ketemu aku, orangnya 43:16 pula yang jiper. Eh kayak gitu kakak 43:18 gitu juga. Nah enggak cocok kau jadi 43:20 pedagang. Aku bilang enggak cocok kau 43:22 jadi pedagang. Pedagang itu enggak ada 43:24 pun modalnya bisa jualan. 43:27 Baru pedagang namanya. 43:30 Makanya tapi kalau pakai buku ya enggak 43:32 ketemu sama aku. Nah, ini itu tadi 43:35 beberapa ayat yang kita baca tentang 43:37 berdagang ya. Eh, kita baca lagi dikit 43:39 lagilah ya. Masih ada waktu Pak Krisna? 43:41 Masih. 43:42 Masih ya. Kemudian 43:45 [berdehem] dari 43:47 ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 43:50 kita dapatkan 43:52 bahwa termasuk juga ada akhlak berdagang 43:56 itu asidqu wal amanatu. Ya, jujur dan 43:59 amanah yang kita bilang tadi ya. Apa 44:01 kata Rasulullah sallallahu alaihi 44:04 wasallam? Ya masyarat tuj 44:08 h ya [berdehem] masyarat tujar 44:11 innat tujjaro yub'atuna yaumalqiamati 44:15 fujjaron 44:17 illa manittaqillah 44:20 wa barro wasodqo gitu ya. Seluruh 44:24 pedagang itu pada hari kiamat akan 44:27 dibangkitkan fujar, celaka gitu ya. 44:30 Kecuali [berdehem] orang yang bertakwa 44:33 kepada Allah. Pedagang yang bertakwa 44:34 kepada Allah dan dia berbuat baik, 44:37 amanah dan dia juga jujur. 44:40 Ya, pedagang itu tantangannya besar ya. 44:43 Kalau kau berhasil, kau akan di surga 44:45 bersama Rasulullah sallallahu alaihi 44:46 wasallam. Tapi kalau kau gagal, kau akan 44:49 dibangkitkan dalam golongan orang yang 44:50 celaka. 44:53 Syaratnya cuma tiga supaya enggak 44:54 celaka. Bertakwalah kepada Allah. 44:58 Berdagang bertakwa. Berdagangnya berbuat 45:02 baik, amanah, jujur. Nah, itu ya. 45:05 Kemudian ee e hati-hati yang syubhat ya. 45:12 Kenapa? Karena di zaman kita ini banyak 45:16 sekali pola dagang yang syubhat. 45:19 Belakangan ini banyak orang yang 45:20 bertanya kepada saya tentang Bitcoin 45:23 lah, tentang dagang online lah, tentang 45:26 apa namanya modal-modal pinjamanlah 45:30 itu syubhat tinggalkan. Karena 45:32 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 45:33 bersabda, da yaribuka ila yaribuk. Kalau 45:37 [mendengus] sesuatu itu membuat kita 45:39 ragu, mending tinggalkan. Saya makanya 45:42 tanya orang, apa nih hukumnya? Aduh, 45:43 enggak tahu hukumnya. Tinggalkan aja lah 45:45 itu. Ah, kau dagang yang tunai-tunai 45:46 aja, yang cash-cash aja. bilang, "Oh, 45:48 tapi omset kita enggak." Ah, itu setan 45:50 sama kau. Aku bilang, "Orang berdagang 45:52 itu sabar, enggak mikirin 45:54 penjualan-penjualan pun." Enggak gitu 45:56 juga. Strategi yang direstui oleh Allah 45:58 dan Rasul-Nya yang harus kita pikirkan. 46:00 Jadi, kalau kau ragu tinggalkan tapi 46:03 kalau kau yakin kerjakan. Sebenarnya 46:06 saat ada keraguan di hatimu langsung 46:07 tinggalkan. Sudah. Begitu kata 46:09 Rasulullah sallallahu alaihi wa 46:12 wasallam. Nah, gitu ya. Kemudian e saat 46:17 berdagang mudahkanlah orang 46:20 bertransaksi. Ya. Apa kata Rasulullah 46:22 sallallahu alaihi wasallam? Rahimallahu 46:25 rajulan samhan id ba'a wazar waqt 46:30 Allah suka dan sayang terhadap seseorang 46:33 pedagang yang mempermudahkan transaksi 46:35 jual belinya. Begitu juga seorang hakim 46:38 yang mempermudah [berdehem] proses 46:41 ee ee proses apa namanya? pengadilannya 46:44 gitu ya. [mendengus] 46:47 Kemudian qala shallallahu alaihi 46:50 wasallam 46:51 tajiru 46:55 yudinas 46:57 fazair 46:59 qityani 47:01 tajawazu lahaaja 47:05 fatajawazallahu 47:07 apa kata Rasulullah sallallahu alaihi 47:08 wasallam lihat nih kalau kau berdagang 47:11 mudahkan proses transaksinya wahai 47:13 pedagang kalian ini mempiutangkan kan 47:16 orang gitu ya. Tapi kalau kau lihat 47:18 orang yang miskin memang bangkrut memang 47:21 enggak dibuat-buat sama dia, memang dia 47:23 lagi kesulitan, sudahlah tajawazuan ya 47:27 sudahlah enggak usah kau beratkan proses 47:29 dia. Bilang aja sama dia, "Ya udahlah, 47:31 Bang. Ya udahlah, kawan. Kau nikmati aja 47:33 dulu ee apa yang ada yang ada sekarang. 47:36 Modalku itu jangan kau terlalu pikirkan. 47:38 Nanti kalau kau udah untung, baru kau 47:40 cicil bayar sama aku." Ah, itu bagus 47:42 kan? Ini kau jangan. Wah, gimana sih 47:44 ente? Udah ente janji belengar bab 47:46 enggak [tertawa] usah begitu atau malah 47:48 ya sudahlah kawan aku anggap lunas saja. 47:50 Apa kata Rasulullah sallallahu alaihi 47:51 wasallam tadi? Laallahitazawa 47:55 semoga Allah subhanahu wa taala ketika 47:56 kita meringankan orang Allah yang 47:58 meringankan kita ya kan? Allah yang 48:00 meringankan kita. Ah ini ini e adab-adab 48:03 yang luar biasa dari Rasulullah 48:06 sallallahu alaihi wasallam. Ada 48:09 larangan-larangan yang harus dihindarkan 48:10 saat berdagang. Insyaallah kita kaji 48:14 Jumat depan. Pak Krishna saya serahkan 48:16 mikrofon ke Pak Krishna yang ganteng 48:19 yang luar biasa. Silakan. 48:21 Oke. E demikian tadi brayan dari Ustaz 48:23 Salman ya. Akhlak berdagang. Silakan 48:26 yang mau sharing atau Anda mulai hari 48:28 ini berniat untuk berdagang kami tunggu 48:30 langsung. Jangan tunda-tunda. 48:31 Jangan ditunda-tunda ya. 48:33 Iya dong. Apalagi anak muda. Silakan 48:35 [tertawa] 48:35 silakan kami tunggu ya di sini 48:39 teleponnya. Ini juga ada yang nanya 48:41 nomor telepon saman. Saya kasih tahu ya. 48:43 0812 48:45 eh kemudian 8400 48:48 0-nya 4 * 94. Alamat pesantren Pesantren 48:52 Ruha Alfajar Ariana ya. 48:56 Jalan Kali Putih 48:58 Aryaguna ya. 48:59 Iya. O Arya Guna, Jalan Kampung Kali 49:02 Putih, Citayam, Kecamatan Tajur Halang, 49:05 Bogor. [mendengus] Oke, kami akan 49:07 kembali setelah yang berikut ini. 51:40 [musik] 51:41 Amin. 51:52 [musik] 51:57 Hasil 52:10 [musik] 52:20 [musik] 52:23 Allahu Akbar [musik] 52:26 Allahu Akbar 52:30 Lailahaillallah. 52:32 [musik] 52:43 Silaturahim yang dipancarkan dari jalan 52:45 Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis, 52:48 Cibubur. Masih di acara sirah nabawa 52:50 bersama Ustaz Salman Alfirisi Alfarisi 52:53 dengan tema Anlak Perdagang. Sudah ada 52:55 telepon. Halo. Asalamualaikum. 52:57 Halo. 52:58 Halo. 52:59 Ya. Dengan siapa ini? Maaf. 53:01 Dengan Taswin Bung Krisna. 53:03 Oh, silakan Pak Taswin. 53:04 Asalamualaikum Pak Ustaz Salman. 53:06 Waalaikumsalam. 53:09 Ustaz kita yang mantap sekali kalau 53:11 ngasih motivasi gitu ya. 53:13 E 53:14 begini, Pak Ustaz. 53:15 Ee sembilan naga itu kan saingan kita 53:19 gitu ya. 53:20 Saya sih enggak baca-baca mereka tapi 53:22 mereka pintarnya juga dari orang Islam 53:24 juga dengan seperti Pak Ustaz begini 53:26 gitu ya. 53:27 Artinya muslim kita ini memang kalau 53:30 saya jadi Presiden Jokowi, Pak Ustaz 53:32 saya gantiin Menteri Pertanian gitu kan. 53:35 Karena karena agraris kita ini sangat 53:38 bagus sangat Pak Ustaz bilang ini 53:41 negeri kita sayang gitu. 53:42 Kenapa seperti ini? Jadi saya ingin 53:45 supaya Pak Ustaz ini ee memberikan 53:47 motivasi kepada para pemimpin kita dan 53:50 orang-orang Islam terutama ya dan juga 53:53 ee yang yang katakanlah enggak betah 53:56 untuk bertani. Mungkin banyak penyebab 53:59 di antaranya tanahnya sudah enggak ada 54:01 dijadikan ee industri segala macam. Cuma 54:04 ini di Pak Ustaz bisa gitu loh dengan 54:06 tanah yang ada ini, Pak Ustaz 54:09 kelihatannya bisa ee bisa booming gitu. 54:12 bisa booming dalam arti mencontohkan 54:14 sebagai negara agraris gitu sebagai 54:16 contoh pilot proyek ini masih enggak 54:19 terlambat karena Pak Jokowi mau buka di 54:21 Kalimantan segala macam. Cobalah ini Pak 54:23 Ustaz aja panggil [tertawa] jadikan 54:25 menteri menteri ini dulu pertanian dulu 54:28 ini agraris gitu kalau saya gitu ya 54:31 nanti seperti Nabi Yusuf Pak Ustaz 54:33 menjadi raja gitu kan. 54:34 Masyaallah. Nah, jadi kita berharap 54:37 diilah saya berharap Pak Ustaz ini ee 54:41 dengan ilustrasi saya bisa memberikan 54:43 penyuluhan kepada ee umat Islam terutama 54:47 generasi muda dan motivasi terus jangan 54:50 pakai teori gitu. Benar. Benar. Jangan 54:51 pakai teori. 54:52 Eah. Karena Pak Ustaz nih langsung nih 54:54 enggak pakai teori. Bukan bukan bodoh 54:56 gitu ya, 54:57 tapi inilah yang yang kelihatannya 54:59 nyata. Jangan bohong gitu loh. Kalau 55:01 jadiadi kan banyak tangga kutip ya. 55:03 Bohong. Sekali lagi, Pak Ustaz, tolong 55:05 motivasi terutama juga kepada para 55:08 pejabat kita yang yang katanya sih ee 55:11 terbawa arus oleh globalisasi. 55:14 Sebetulnya enggak begitu, cuma kita 55:16 dibalik aja otaknya oleh mereka gitu 55:17 loh, Pak Ustaz. 55:18 Oke. Baik. Aja gitu, Pak Ustaz. 55:21 Asalamualaikum. 55:22 Waalaikumsalam warahmatullah 55:23 wabarakatuh. 55:25 Terima kasih, Pak Taslimnya. 55:28 Ya, [berdehem] ini ee 55:31 mudah-mudahan nanti pemerintah kita ini 55:33 melag, otaknya melag, matanya juga melag 55:36 gitu ya. [mendengus] 55:37 Serius ngurusin pertanian peternakan ya. 55:41 Enggak usah ngurusin jabatan politik, 55:43 enggak usahlah karena 55:48 banyak jangan bilang lahan enggak ada 55:50 ya, lahan luas. The republik ini 55:53 memiliki lahan yang sangat luas. Luas 55:56 sekali ya. 55:57 ee hanya saja rakyatnya pemalas. 56:03 Kita ini masih pemalas banget ya, 56:05 pemalas. Ee dan memang kita di program 56:10 pendidikan kita juga tidak mendukung 56:12 untuk agar rakyat ini mengelola tanahnya 56:15 dengan baik gitu. Makanya ya 56:18 mudah-mudahan nanti ada salah satu 56:20 pejabat negara ini atau Pak Presiden 56:22 Jokowi yang saya muliakan ya, ente 56:25 tinggal berapa tahun lagi jabatan ente 56:27 kan gitu ya. Pikirkanlah itu baik-baik 56:30 ya. Saya kira begini ya saya menilai 56:34 seseorang baiknya Jokowi itu ada ya 56:37 enggak baiknya juga ada. Saya enggak 56:39 akan cerita mana baiknya, enggak akan 56:41 cerita mana buruknya. Tetapi karena saya 56:43 ditanya tentang pertanian, semoga Bapak 56:46 di sisa jabatan ini membuat banyak 56:50 kebijakan-kebijakan tentang pertanian, 56:52 peternakan gitu ya, kemaritiman yang itu 56:56 pro rakyat sesuai iklan Bapak dulu jadi 56:58 presiden gitu kan. Nah, ini yang kita 57:01 harapkan ya, bahwa ada pejabat Pak 57:05 Presiden lah yang jadi inilah aku 57:07 bilangnya, "Udahlah enggak usah lagi 57:08 iklan SMK atau apa, enggak usah. Bapak 57:11 lebih bagus iklan bagaimana 57:14 agar tanah-tanah nganggur di republik 57:17 ini dikelola dengan baik. Perhutan itu 57:20 banyak tanah nganggurnya. Ya, bukan 57:22 berarti saya benci sama orang Cina. 57:24 Boleh aja kok kasih sama orang Cina, 57:26 tapi sesekali kasihlah sama rakyat 57:27 jelata ini." Kan gitu ya. Izinkanlah 57:30 rakyat jelata ini mengelolanya. Nanti 57:33 alasan perutannya gini, sulit Ustaz. 57:35 Orang kita ini kadang-kadang begini, 57:36 kadang-kadang begitu. Ya, makanya 57:38 perhutani bekerja sama sama polisi kan 57:40 ada Babinsa di setiap tempat gitu kan. 57:43 Ada Babinsa, ada Babinmas ya, ada 57:46 macam-macam perangkat pemerintah yang 57:48 bisa mengontrol, mengawasi bagaimana 57:51 agar tanah-tanah perhutani ini dikelola 57:54 oleh rakyat dan dikembalikan kepada 57:56 rakyat. Kepemilikannya tetap milik 57:58 negara. hasilnya buat rakyat sehingga 58:00 rakyat kita ini sejahtera dan itu sangat 58:03 luar biasa potensinya. Saya pikirnya 58:05 begitu ya. Kemudian 58:07 nanti jawaban perhutanan rakyat kita nih 58:09 malas ya. Itu gunanya bekerja samalah 58:12 dengan ee ee ee ee ee apa namanya 58:14 pendidikan dengan Dinas Sosial. 58:18 Adakanlah penyuluhan-penyuluhan 58:20 dari dinas sosial dari pendidikan agar 58:23 ee rakyat kita ini melek gitu kan. 58:27 pasti bilangnya kurang modal bekerja 58:29 sama lagi dengan Menteri Keuangan. 58:31 Bagaimana agar dana jangan dipinjamkan 58:36 kepada mereka-mereka yang sudah punya 58:37 modal. I kan pengusaha-pengusaha besar. 58:41 Kalau saya menteri kewangannya 58:42 pengusaha-pengusaha besar saya wajibkan 58:43 sekarang kau harus mampu memberikan dana 58:46 CSR kepada anggota kelompok pertanian 58:50 yang sedang dipegang oleh perhutani di 58:52 desa ini. Kan gitu kan. Kalau enggak 58:54 pajak saya naikkan 500%. 58:58 Saya kira kalau sistem ini dibangun 59:00 sehingga nanti petani-petani di republik 59:03 ini makin banyak. Ini republik ini mudah 59:06 digoyang kayak gini, mudah digak 59:08 diacakadol gini karena enggak ada 59:10 petaninya lagi, Pak Krisna. 59:12 Nah, coba masih banyak petaninya. 59:14 Petaninya udah enggak main handphone, 59:15 enggak enggak main WhatsApp kan. 59:17 Petaninya macul di mana-mana, anak 59:18 mudanya macul di mana-mana. Enak 59:21 sebenarnya kampung yang yang berhasil 59:24 seperti ini banyak sebenarnya. Ada bukan 59:26 enggak ada. 59:27 Mungkin saya enggak terlalu banyak baca 59:29 tentang ini, tapi saya berkali-kali ke 59:31 Blitar. Mereka itu di sana lumayan 59:33 kompak pertanian peternakannya. Tapi 59:35 saya bisa saja saya salah ya. 59:36 Wallahualam ya. Bisa saja saya salah 59:39 gitu. Tapi saya waktu saya ke sana 59:41 beberapa kali ee tahun 3 tahun 4 tahun 59:44 yang lalu saya sering bolak-balik ke 59:45 sana belajar pertanian dan peternakan 59:47 nama Pak Ibnu Aqil namanya. ee Pak Haji 59:50 Nur ya, beberapalah sahabat-sahabat di 59:52 sana saya belajar ee semangat mereka itu 59:56 luar biasa harus kita contoh. Nah, nah 59:58 ini sekarang kita punya enggak itu ya 1:00:00 kalau kalau cuma anak-anak disekolahkan, 1:00:05 dikuliahkan, tempat kuliahnya manja, ada 1:00:07 AC-nya, diantar sama bapaknya, dikasih 1:00:10 mobil, ah ini mah generasi sesat 1:00:13 menyesatkan. Udah kan gitu ya. di mana 1:00:15 generasi kita ditangguh. Dan kita jangan 1:00:17 lupa sama potensi republik ini adalah 1:00:20 pertanian, peternakan, kemaritiman. 1:00:23 Maritim kita belum ada yang pegang. 1:00:25 Siapa yang megang pengelolaan laut kita 1:00:27 di republik ini? Bu Pujastuti ente ke 1:00:30 mana udah gitu kan atau Menteri Kelautan 1:00:32 sekarang apa nih kerjaannya gitu loh. 1:00:34 Ada enggak? Jangan hanya sekedar Bu Puji 1:00:37 Asuti dulu. Siapa namanya? Bu Puji Asuti 1:00:38 namanya kan 1:00:39 Susi ya? 1:00:40 Bu Susi dulu cuma sekedar bikin 1:00:42 kebijakan tenggelamkan kapal. Saya 1:00:44 mendengarkan langsung dari rakyat itu 1:00:46 bukan solusi bagus. H 1:00:48 karena banyakbanyak memang rakyat 1:00:50 memakai pukat yang merusak karang laut 1:00:54 terus solusinya ditembak ditenggelamkan. 1:00:57 Ah itu bukan solusi. Solusinya adalah 1:01:00 Bapak atau Ibu sebagai menteri berikan 1:01:02 cara yang lebih baik menangkap ikan 1:01:05 banyak dapatnya menghasilkan tapi enggak 1:01:07 merusak tumbuh karang. Itu yang harus 1:01:08 diberikan. 1:01:10 Bukan cuma nangkap aja. Nangkap nangkap 1:01:12 nangkap nangkap. Enggaklah. 1:01:14 Walaupun hebat waktu itu Bu Susi, tapi 1:01:16 bagi saya enggak juga solutif ya. Ee ada 1:01:21 harus kita pikirkan. Seandainya negara 1:01:22 ini fokus nih mikirin pertanian, 1:01:25 peternakan, kemartiman. 1:01:28 Wah raja negara ini. Maka presiden pada 1:01:31 waktu itu ngomong semua tambang jangan 1:01:33 digai lagi. 1:01:35 Kenapa? Untuk anak cucu kita 300 tahun 1:01:37 yang akan datang gitu dah. Ini enggak 1:01:41 nafsu gali tambang terus ya. 1:01:43 Mudah-mudahan ada yang dengarkan kita 1:01:44 ini. Saya juga sangat berharap bahwa 1:01:46 negara ini tersadar bahwa potensi 1:01:49 republik ini adalah pertanian, 1:01:51 peternakan, perkebunan lah ya. 1:01:52 Pertanian, pekebunan, peternakan dan 1:01:54 kemartiman P3K. 1:01:57 Baik, selanjutnya dari Bapak Nasrul di 1:02:00 Depok. Beliau ini juragan beras. [batuk] 1:02:03 Masyaallah, Ustaz Salman. Saya sedang 1:02:05 belajar ternak ayam kampung. Ada ternak 1:02:08 ayam kampung di pesantren, Ustaz? Enggak 1:02:10 ada. Saya sudah banyak anak ayam hampir 1:02:12 70 ekor. 1:02:14 Iya. 1:02:14 Mati dimakan tikus. 1:02:15 Iya. 1:02:16 Kandang yang ideal belum punya. Seperti 1:02:18 apa kandang untuk ayam kampung yang 1:02:20 ideal? 1:02:21 Waduh, gampang. 1:02:23 Ada telepon, Pak Krisna. 1:02:25 Oh, kita terima telepon dulu ya. Halo. 1:02:27 Asalamualaikum. 1:02:28 Waalaikumsalam, Ustaz. 1:02:29 Ya. Dengan siapa ini? 1:02:30 Nasrul, Ustaz, yang tadi dibacain. 1:02:33 Oh, Nasrul 1:02:35 Juragan beras kita nih. Silakan, 1:02:37 silakan, silakan. 1:02:37 Juragan Bang Nasrul Depok. 1:02:40 Baik. Asalamualaikum Ustaz Salman. 1:02:42 Waalaikumsalam. 1:02:43 Sudah kangen mau main ke sana tapi 1:02:45 ahlan wasahlan. Marhaba marhaba. 1:02:49 Iya ya. Kemarin saya memang bikin dagang 1:02:52 juragan beras gitu kanak ada bansos 1:02:56 semuanya kan sedikit seperti mati suri. 1:02:58 Sehingga saya banyak belajar belajar 1:03:00 piara ayam. 1:03:02 Kemudian juga nyangkul-nyangkul di 1:03:05 belakang rumah ada tanah kosong enggak 1:03:06 terpakai. Nah, yang lebih miris lagi 1:03:10 gitu, Ustaz. Ee argo bayaran anak-anak 1:03:13 dengan income kita masih belum balance. 1:03:16 Iya. Sementara anak kita yang kita 1:03:18 harapkan mensupport kita ya sekarang ini 1:03:20 enggak beda aja semuanya pegang 1:03:22 handphone terus 1:03:23 hampir ya ee anak saya ee SMA kelas 1 1:03:28 sama SMP kelas 2. Nah, yang paling 1:03:31 penting dalam memberikan rasa simpati 1:03:34 kepada orang tua itu saya enggak dapat 1:03:37 gitu. Karena ee ya lebih menarik 1:03:40 game-game yang mereka pegang ketimbang 1:03:42 kita. D kemampuan agama saya juga 1:03:45 kurang. Mengajari dia hidup untuk 1:03:48 menghadapi ke depan juga mungkin seperti 1:03:50 wacana buat mereka. 1:03:52 Jadi untuk mendekati dengan anak-anak 1:03:54 agar mereka lebih paham bahwa ke depan 1:03:56 tuh sulit itu bagaimana Ustaz? Di 1:03:59 samping tadi saya juga menemukan 1:04:01 kendala-kendala ketika mencoba tanam apa 1:04:04 ternak ayam, kandangnya banyak yang 1:04:06 belum ideal sehingga mati. Jadi 1:04:09 bertubi-tubilah kegagalan. Nah, 1:04:11 kira-kira motivasi apa, Ustaz, supaya 1:04:13 saya bisa berharap anak saya bisa lebih 1:04:15 baik ketimbang kehidupan saya di saat 1:04:17 ini. Baik. 1:04:18 Makasih, Ustaz. Asalamualaikum 1:04:19 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:21 Jawabannya cuma satu nih, sabar. 1:04:24 Nah, itu ya harus banyak sabar ya. 1:04:27 Petani atau peternak itu banyak sabar. 1:04:30 Kita di Ruhama beternak ayam 1:04:34 berkali-kali gagalnya. Termasuk juga 1:04:36 ikan ya. 1:04:37 Ikan. Waduh ikan lebih sering lagi. 1:04:40 Kambing mati, sapi apa itu ngalamin. 1:04:45 Hanya saja enggak usah apa ya enggak 1:04:47 usah kita pusing gara-gara itu. 1:04:51 Mikin lagi 1:04:54 tanam durian tanam alpukat. 1:04:57 Yang mati banyak [berdehem] 1:04:58 mati tanam lagi. Ngapain pusing kita 1:05:02 tanam lagi. Jangan pusing. Yang bikin 1:05:04 orang itu tuh pusing. Saya enggak tahu 1:05:06 kenapa orang bisa pusing itu ya. 1:05:07 [tertawa] Saya justru bingung kenapa 1:05:09 kita bisa pusing. Karena boleh gabung 1:05:12 aja sama saya selama 40 hari. Lihat 1:05:13 bagaimana saya saya bekerja nanti. 1:05:15 Maksud saya ini pemberian Allah buat 1:05:18 saya menurut saya. Pemberian Allah bagi 1:05:20 saya ya itu Bang sapi pingsan udah jual 1:05:24 aja. 1:05:26 Hm. 1:05:26 Oh, bisa. 1:05:27 Tapi harganya ya enggak apa-apa, 1:05:30 Bang. Telur bebek menurun. 1:05:33 Alhamdulillah, 1:05:35 Bang. Ikan kena virus kutu air. Enggak 1:05:38 apa-apa bongkar sehat. 1:05:41 Coba bayangkan tu sudah berapa tuh 1:05:42 problem tuh. Sehari masuk. Ustaz alpukat 1:05:46 mati. Ganti 1:05:49 Pak Ustaz epiprenum parigata hilang. 1:05:52 Alhamdulillah. [tertawa] 1:05:55 Ya, kayak gitulah. 1:05:57 Pusing-pusing gitu 1:05:59 ya. Kalau pusing kacau. Karena apa? 1:06:02 Allah tadi harus dibawa-bawa. 1:06:04 Allah itu harus ada. Masa enggak enak 1:06:07 juga, Pak berhasil terus. 1:06:08 Hm. 1:06:10 Enggak enak juga ya. Alhamdulillah 1:06:13 kembang. Alpukar sudah kembang. 1:06:15 Alhamdulillah. Seminggu kemarin lapor 1:06:17 lagi. Bang, 1:06:19 kembangnya rontok. 1:06:19 Kembangnya rontok. Hujan. Eh, 1:06:21 alhamdulillah ya. Enggak apa-apa kan 1:06:23 harus begitu Pak Krisna jangan ini 1:06:25 jangan jangan apa ya? Jangan baper. 1:06:28 Hm. 1:06:29 Tim tani kita, "Pak Ustaz baru enam 1:06:31 jagung kerendam. Bismillah enggak 1:06:33 apa-apa 1:06:35 panen juga jagungnya." Tapi, [tertawa] 1:06:38 Pak Ustaz, nanam kacang panjang 1:06:39 kerendam, nanam cabai kerendam, ganti, 1:06:41 Pak. Enggak apa-apa tanam lagi. 1:06:43 Heeh. 1:06:44 Nah, karena saya begitu orangnya, 1:06:45 makanya teman-teman saya enggak ada yang 1:06:47 tertekan. yang ngelola durian santai, 1:06:49 yang ngelola ikan santai. 1:06:52 Dan mereka itu kalau laporan ke saya, 1:06:54 Pak Krisna, keuntungannya masih. Saya 1:06:55 enggak butuh keuntungan. Saya butuh 1:06:57 prosesnya jalankan dengan baik. 1:06:59 Keuntungan itu nomor sekian. Tapi kalau 1:07:01 prosesnya ente enggak disiplin, enggak 1:07:03 amanah, enggak jujur, nah ini baru 1:07:04 bermasalah. 1:07:06 Ada yang mati, ada. Kalau kalau enggak 1:07:07 disiplin marah saya. 1:07:10 Marah saya, Pak. Kalau enggak disiplin. 1:07:13 Bibit alpukat dimakan dimakan kambing, 1:07:15 Pak Ustaz. Berapa on? 12. Alhamdulillah. 1:07:19 Emang kenapa 1:07:22 kemarin kayaknya hujan deras, tempias, 1:07:24 anak kambing kita jadi kaku. Mungkin 1:07:26 mati ini ustaz. Enggak apa-apa 1:07:30 ya. Kalau saya ceritakan enggak enaknya 1:07:31 semua, enggak jadi berdagang kau nanti. 1:07:33 Kan gitu yang ku ceritakan tadi di awal. 1:07:36 Manisnya aja. 1:07:37 Biar semangat. 1:07:37 Biar semangat kau. Jangan kau pikirkan 1:07:40 yang enggak enaknya. Saya ini hidup 1:07:42 saya, Pak Krisna. Alhamdulillah. 1:07:43 Alhamdulillah. Yang enggak enak saya 1:07:46 telan. He. 1:07:48 Kalau enggak jadi buang air besar, buang 1:07:49 air kecil dia keluarnya nanti kan gitu. 1:07:52 [tertawa] Ngapain kita pikir-pikir kali 1:07:55 anak jadi enggak baik harus introspeksi 1:07:57 diri. Dulu dididik dengan apa ini anak 1:07:59 kan gitu. 1:08:00 Saya juga punya anak sekarang enggak 1:08:02 tahu saya anak saya seperti apa nanti. 1:08:03 Hanya saja usaha 1:08:05 saya menjadi anak saya Pak Krishna 1:08:07 enggak neko-neko. Saya didik sekarang 1:08:09 anak saya bagaimana Muhammad bisa bilang 1:08:10 terima kasih sama orang. 1:08:12 Hm. 1:08:12 Bisa bilang minta tolong sama orang. Nih 1:08:15 kalau lagi jalan-jalan sama saya. Nah, 1:08:17 ayah nasihati kon ayah pokoknya setiap 1:08:18 jalan-jalan jujur nak jadi orang nak. 1:08:21 H 1:08:21 kamu harus jujur nak. Kemarin saya bawa 1:08:24 jadi jalan-jalan dia mau minta 1:08:26 jalan-jalan dia karena dia ulang tahun 1:08:28 Muhammad kan ulang tahunnya tanggal 10 1:08:30 Juni kemarin. 1:08:31 Hm. 1:08:31 Oh, jalan-jalannya baru kemarin hari 1:08:33 Rapo saya ajak dia jalan-jalan pulang 1:08:36 jalan-jalan karena dia sudah senang sama 1:08:37 saya. Nak, ayah nasihati kamu, Nak. Ya, 1:08:40 jadi orang itu nanti yang jujur, Nak. 1:08:42 Enggak boleh bohong, ya, Nak, ya. 1:08:44 Ayah akan bahagia nanti, Nak. Kau jujur 1:08:47 itu aja. 1:08:48 He. 1:08:48 Yang kedua, peduli sama orang, Nak. 1:08:50 Kalau kau punya duit, kasih orang lain. 1:08:52 Itu terus yang saya tanamkan. 1:08:54 Orang malah bingung kenapa enggak diajel 1:08:56 Quran. [tertawa] Enggak, enggak penting. 1:08:58 Karena lagi saya itu Al-Qur'an. Saya ini 1:09:00 orang yang terlambat bisa baca Quran, 1:09:02 Pak Krisna. 1:09:03 Saya kelas 4 SD, kelas 6 SD, kelas 1 SMP 1:09:06 saya belum bisa baca Al-Qur'an yang 1:09:07 baik. 1:09:09 Belum bisa saya baca Quran yang baik. 1:09:10 Kelas 2 SMP baru bisa saya belajar 1:09:12 Al-Qur'an yang baik. belajar matematika 1:09:14 itu kelas 3 SD saya baru bisa 1 + 1 2 1:09:19 baru kelas 3 SD 1:09:21 toh fine-fine aja enggak ada masalah 1:09:24 banyak teman-teman saya yang umur 4 1:09:26 tahun aja sudah bisa matematika enggak 1:09:28 jadi apa-apa juga [tertawa] 1:09:30 kan 1:09:31 makanya ber berkali-kali sebenarnya kita 1:09:33 bicara pendidikan anak di sini tapi 1:09:34 enggak apa-apa kita ulang lagi nanti. 1:09:36 Kita ulang lagi nanti bicara pendidikan 1:09:38 anak supaya enggak disorientasi. 1:09:41 Anak-anak itu dididik jujur dari kecil, 1:09:43 dididik peduli dari kecil. Cuman kan 1:09:46 sekolahnya enggak ada sekarang yang 1:09:47 didik jujur. Mana ada sekolah yang didik 1:09:50 jujur sekarang. Ujiannya cuma pura-pura 1:09:52 ujian. Dibikin nilai anaknya 1:09:54 bagus-bagus. Kalau nilai anaknya enggak 1:09:57 bagus, akreditasi enggak dapat kan gitu 1:09:59 ya. Paksalah dibikin nilai delan semua 1:10:01 anak-anak. Kayak anakku kemarin TK 1:10:03 nilainya 9999. Ah. 1:10:06 Bohong ini. Gu bilang apa pula 999? 1:10:10 Makanya saya enggak bergantungkan anak 1:10:11 saya ke SD apa ke mana-mana. Pulang dia 1:10:14 ke rumah saya ajak dia ngobrol. 1:10:17 Harapannya ya mudah-mudahan jadi baik. 1:10:19 Dan yang saya obrolin enggak enggak ada 1:10:21 yang aneh-aneh. Se sekarang ini selalu 1:10:23 jujur kok nak harus jujur sama ayah nak 1:10:26 cerita bilang apa adanya sama. Enggak 1:10:27 boleh gitu nak enggak boleh bohong. 1:10:30 Masih kecil kamu sudah bohong. Jangan 1:10:33 terus. Terus karena kalau dia jujur 1:10:37 anakku nanti jujur Pak Krishna udah aku 1:10:39 meninggal pun sudah bahagia sudah. He. 1:10:41 [tertawa] 1:10:42 Karena insyaallah kalau dia jujur pasti 1:10:45 bahagia dia. Sudah. Karena jujur 1:10:46 menghasilkan disiplin, menghasilkan 1:10:48 tanggung jawab, menghasilkan 1:10:50 kreativitas. Banyak kejujuran ini banyak 1:10:52 turunannya nanti. Maka didik dia jujur 1:10:54 terus jujur, jujur jujur. Ah, maka tapi 1:10:57 kan anaknya sudah SMA, Pak ya. Jadi 1:10:59 bisakah kita rubah dia? Sangat bisa. 1:11:02 Tapi perlu kerja keras. Tapi jangan 1:11:04 ngeluh. Kalau Bapak sudah ngeluh, sulit 1:11:07 kita ngobati apapun. Harusnya tadi 1:11:09 alhamdulillah saya punya anak SMP, SMA. 1:11:13 Alhamdulillah. Ya gitu dulu. Jangan lupa 1:11:15 alhamdulillah. Alhamdulillah. Coba kau 1:11:18 dengar tadi saya cerita alhamdulillah 1:11:19 dalam pukat. Alhamdulillah enggak aku 1:11:21 cerita sama kau meninggal. [tertawa] 1:11:25 Oke. 1:11:25 Alhamdulillah ya. Ya. Itu kira-kira. 1:11:27 Terima kasih. 1:11:28 Baik kita ke ya berikut dari Bapak 1:11:30 Sofyan Effendi 1:11:31 I. Asalamualaikum Ustaz Salman. Saya 1:11:33 sudah lama merindukan omongan Ustaz 1:11:36 Salman tentang hal ini. Hanya 1:11:38 kuliah-kuliah saja yang dibanggakan 1:11:40 akhirnya hanya menghasilkan pengangguran 1:11:42 setiap tahun makin mendudak. Mantap 1:11:45 Ustaz Salman. Kasih semangat anak-anak 1:11:47 muda kita jangan berpikir lulus kuliah 1:11:49 hidupnya kan akan enak. Sekarang ini 1:11:51 sangat banyak sekali pengangguran 1:11:53 intelektual repotnya merasa dirinya 1:11:55 sarjana tidak mau kerja kasar. Kalau 1:11:58 dibiarkan ke depannya akan banyak 1:11:59 anak-anak muda yang frustasi. Adik saya 1:12:02 saja lulus Universitas Negeri ternama di 1:12:04 Jakarta sampai prustasi juga untuk 1:12:08 untung perempuan nikah ada suaminya. 1:12:10 Bayangkan kalau laki-laki dari Bapak 1:12:12 Sofyan Effendi. 1:12:13 Mantap. Wah, salam kenal nih Pak Sofyan 1:12:16 Effendi. 1:12:17 Tinggal di mana beliau ini ya? 1:12:18 Ee 1:12:20 mudah-mudahan bisa ketemu kita. Nah, ini 1:12:22 pemikiran kayak gini ini harus 1:12:23 ditularkan ya. problem ini udah lama 1:12:26 saya lihat Pak Sofyan lulus di sarjana 1:12:29 S1 dia enggak mau lagi kerja kasar 1:12:31 karena menurut dia ngapain gua kuliah 1:12:33 lama-lama kalau gua macul juga kan gitu 1:12:35 ya 1:12:37 tapi potensi dia untuk dibawa juga ke 1:12:40 ranah persaingan yang ee kuliah dia 1:12:42 enggak bisa ya ini rusak udah negara ini 1:12:45 gara-gara yang kayak gini-gini tapi 1:12:47 enggak ada yang memperbaik kuliah lagi 1:12:50 kuliah lagi kuliah lagi kuliah lag 1:12:53 cerita selain kuliah Ya, kita jadi pesan 1:12:55 sering ini nanti anak-anak mau 1:12:56 dikuliahkan ke mana nih kalau kayak 1:12:57 gini? Ngapain dia kuliah? Gua bilang. 1:13:00 Nah, gitu ya. Udah jadi pejabat pun 1:13:03 kalian ee menderita juga hidupnya. 1:13:07 Gimana coba? Kan gitu. H 1:13:09 karena kurang lagi, kurang lagi, kurang 1:13:11 lagi, kurang lagi. Ah, makanya ayo dong 1:13:13 anak muda terutama yang dengarin kita 1:13:15 kalau ada anak muda, orang tua yang 1:13:16 punya anak, udahlah rubah haluan, lihat 1:13:19 potensi anaknya apa. Kalau dia enggak 1:13:21 bisa kuliah, enggak usah kuliahkan dia. 1:13:23 Suruh aja dia dagang, ya kan? Kalau 1:13:25 bingung dagang apa, ngobrol sama saya di 1:13:28 pesantren boleh, tapi harus pas waktunya 1:13:31 gitu pula [tertawa] ya kan. 1:13:32 Oke, 1:13:32 terima kasih. Kita menyapa teman-teman 1:13:35 di Batam, Ibu Sri Astuti terima kasih 1:13:37 sedang menyimak. 1:13:38 Kemudian Ibu Anisah Listiwati menyimak. 1:13:42 Ahmad ini dari YouTube, Ustaz. 1:13:44 Alhamdulillah. 1:13:46 Kemudian dari Ahmad Suruhri 1:13:48 mendoakan Ustaz sehat selalu. 1:13:51 Kemudian dari Setia Abil dicondet 1:13:53 menyimak. Kemudian Jaka Wira Sujana. 1:13:56 Asalamualaikum di Pekanbaru. 1:13:58 Asalamualaikum Ustaz. Saya Jaka dari 1:14:00 Pekanbaru. Bagaimana hukumnya dalam 1:14:02 bisnis properti syariah di mana terdapat 1:14:05 perbedaan harga antara pembelian rumah 1:14:07 secara tunai dan kredit? 1:14:09 Wah, kasih nomor aku sama dia tuh, Pak. 1:14:12 Oke. 1:14:13 Iya, karena itu panjang. Karena gini, 1:14:14 kalau ku jawab nanti di depan umum kayak 1:14:16 gini ee saya sering membalas kalau hukum 1:14:19 itu harus perstudi kasus ya. enggak bisa 1:14:23 saya generalisir karena hukum ada yang 1:14:25 kita bisa generalisir, ada yang harus 1:14:27 kita ee ngobrol kenapa, bagaimana 1:14:30 sehingga memunculkan satu hasil yang 1:14:33 baik untuk semuanya gitu ya. Terima 1:14:36 kasih, Bang Jaka. Terima kasih semua 1:14:37 yang melihat kita di YouTube. 1:14:39 Semoga pada sehat, pada berkah. 1:14:41 Asalam Ustaz Salman. Semoga Ustaz Salman 1:14:43 saya buus dari Curuk Bojong Sari 1:14:47 Depok. 1:14:48 Ingin ingin ikut jualan tanaman hiash, 1:14:51 seperti kembang aglonema. Ibu banyak 1:14:53 nanam tapi bingung jualnya ke mana. 1:14:55 Wah, 1:14:56 tolong carikan solusinya sama Ustaz 1:14:58 Salam Alfarizi. 1:15:00 Di mana ujungarinya? Enggak disebut ya. 1:15:04 Dari Curuk Bojongsari. Curuk. 1:15:07 Curuk Bojongsari. Bojongsari tahu aku. 1:15:08 Pertigaan Bojongsari ada McDasinan. 1:15:12 Ke mana dia gitu? Enggak apa-apa, Bu. 1:15:14 walai silaturahim ke pesantren. Kali aja 1:15:16 harga kita bisa sesuaikan gitu kan. 1:15:19 Aglonemaaglonema apa aja yang ada ibu 1:15:21 kan gitu ya. 1:15:22 Kali aja ada yang bagus apalagi kalau 1:15:24 Ibu bisa produksi bisa kita kerja sama 1:15:25 baik-baik. Tapi ya lagi-lagi tadi ya 1:15:28 kalau kita sudah berpartner kita harus 1:15:30 bicara di depan baik-baik. ee harga 1:15:33 seperti apa, harga jual, harga beli, 1:15:35 produksi seperti apa. Saya sangat senang 1:15:37 apalagi kalau Ibu bisa pembibitan 1:15:39 aglonema, Red Sumatera ya ee e 1:15:42 aglo-agloan lah atau apalagi satu lagi 1:15:45 istilah aglo namanya itu antorium. 1:15:47 H 1:15:48 ya boleh silakan boleh hubungi saya 1:15:50 nanti Bu. Bu siapa itu namanya kali? 1:15:53 Oke, saya sudah sampaikan. 1:15:54 Iya. Kali aja beliau punya produksi di 1:15:56 rumah. Kita boleh lihat. Dan ya terus 1:15:59 terang karena kita sama-sama pedagang 1:16:00 harga masuk kita angkat kan gitu ya. 1:16:02 Kalau Ibu bingung siapa pembelinya kan 1:16:04 gitu. [tertawa] 1:16:09 Karena saya di teman-teman di sana saya 1:16:11 bilang produksi aja lipstik misalnya 1:16:13 kita produksi kalian produksi nanti 1:16:15 harganya saya bisa beli dengan harga 1:16:16 grosir. Jangan bikin harga harga pembeli 1:16:19 lah harga pedaganglah bikin kan gitu 1:16:21 kan. Jadi mereka produksi dia bawa ke 1:16:24 pesantren kita beli tapi harga yang bisi 1:16:27 bisa kita jual lagi kan. 1:16:29 Oke terima kasih Bu. 1:16:30 Kemudian dari hamba Allah di Kelapa 1:16:31 Gading. Asalamualaikum Salman mohon 1:16:33 pencerahannya. Di Kalteng anda berdiri 1:16:35 usaha 212 Mart. Eh ternyata usaha 1:16:38 bodong. Uang para penanam modal amblas 1:16:41 kira-kira 2 miliar. Itu kan 1:16:44 nyata-nyatanya usaha umat Islam. 1:16:45 Bagaimana memaju usanya kaum muslimin 1:16:48 kalau kelakuannya kayak begitu? He 1:16:51 ujungnya usaha bodong dari hamba Allah 1:16:53 di Kelapa Gading. 1:16:54 Nah, 1:16:56 makanya saya 1:16:58 sering menyarankan 1:17:00 jangan membawa-bawa nama syariah kalau 1:17:03 bikin usaha gitu ya. Kita enggak pernah 1:17:06 bikin pertanian syariah, peternakan 1:17:08 syariah, susu kambing syariah, enggak 1:17:10 ada ya. Bahkan nama susu kita Mafa Milk 1:17:14 ya, nama sambal kita maafa juga ya. Nama 1:17:17 madu kita juga mafa honei ya. Mafa semua 1:17:20 mafa ya. Kenapa? Karena kita enggak tahu 1:17:23 kita sampai kapan kita bisa jujur sampai 1:17:26 kita amanah. [mendengus] Sehingga ketika 1:17:28 saat saat kita enggak amanah yang ini 1:17:30 yang rusak nama umat kan gitu ya. Saya 1:17:33 tidak terlalu banyak komentar tentang 1:17:35 ini karena saya belum baca ya. Tapi saya 1:17:37 umumkan bahwa 1:17:40 Republik Indonesia ini, rakyat kita ini, 1:17:42 masyarakat kita ini memang bukanlah 212 1:17:46 mat yang di Kalimantan korban pertama 1:17:47 ya. Kita ini masyarakat Indonesia ini 1:17:50 selalu menjadi korban investasi bodong. 1:17:53 Tahu enggak kenapa masalahnya itu apa? 1:17:55 Karena orang Indonesia ini penginnya 1:17:58 kebanyakan makan mie instan. Penginnya 1:18:01 nanam uang sejuta. Keuntungan per 1:18:03 bulannya dapat Rp400.000. Kan begitu 1:18:05 terus bawya orang. 1:18:06 H 1:18:07 ya itu mustahil. Enggak ada kayak gitu 1:18:10 enggak bisalah mau kayak mana caranya 1:18:12 gitu ya. Nah, sehingga penipu-penipu ini 1:18:16 memainkan kondisi psikolog orang 1:18:19 Indonesia. Ya, saya sudah baca itu, Pak 1:18:21 Krisna. Jadi, mereka penipu-penipu ini 1:18:24 mengetahui psikolog orang Indonesia itu 1:18:26 udah berapa kali sih investasi bodong 1:18:28 republik ini beritanya se seabrek-abrek 1:18:31 senasional gitu kapok ya. 1:18:33 Enggak ada yang kapok. 1:18:34 Nanti misalnya saya pengusaha travel 1:18:37 umrah gitu ya. Udah berapa kali sih 1:18:39 orang travel, bangun travel dengan 1:18:41 konsep harga murah dan orang tertipu 1:18:43 lagi dan tertipunya tuh bengak-bengak 1:18:45 semuanya. 1:18:47 Bahkan bukan orang bengak maksudnya 1:18:48 bengaknya itu padahal dia kuliah, dia 1:18:50 doktor kadang-kadang dia orang kaya. Ya 1:18:53 kayak gitulah kondisinya. Tapi nah 1:18:55 karena tadi psikolognya masyarakat kita 1:18:58 ini penginnya instan gitu. Kena lagi, 1:19:01 kena lagi, kena lagi. Enggak ada 1:19:03 Bapak-bapak, Ibu-ibu pemirsa tanam saham 1:19:06 sampai 50% bagi hasilnya per bulan, per 1:19:09 tahun. Enggak ada itu ya. 30% enggak ada 1:19:12 itu. Tanam saham ya. Kalau kau punya 1:19:14 uang ya paling 15%, 20% sudah bagus. Itu 1:19:18 tandanya si pengolahnya jujur. Karena 1:19:20 gini, jangan kau pikir karena kau punya 1:19:22 uang lantas kau merajai usaha itu ya 1:19:24 gaklah. Kalau dia enggak mau kelola, 1:19:26 gimana? 1:19:27 Artinya si pengelola dengan pemodal 1:19:29 sama-sama punya kekuatan yang sama ya 1:19:32 kan gitu. Jangan mau aja gitu 1:19:35 harus ada kontrol ya. 1:19:36 Harus ada kontrol, harus ada rasio juga 1:19:39 dipakai gitu ya. Kita kan dulu sempat 1:19:41 membuka ee saham ternak sapi gitu ya. 1:19:44 Beli sapi 17 juta kita besarkan. Nanti 1:19:48 keuntungan bagi tiga. 35% untuk pemodal, 1:19:52 35% untuk pengelola yaitu Bumi Raja 1:19:55 Badan Usaha Mil Muhammadah Alfajar. 1:19:57 Kemudian 30% kita wakafkan ke pesantren. 1:20:00 Ada pendengar rasil itu satu namanya Bu 1:20:02 Cici 1:20:03 ikut sama kita satu. Sekarang sapinya 1:20:05 sudah gede itu. 1:20:05 H 1:20:06 e tapi kita enggak berani janji yang 1:20:08 macam-macam. 1:20:09 H 1:20:10 ya enggak berani kita janji yang 1:20:12 macam-macam. 1:20:13 Kalau resiko ditanggung sama-sama 1:20:15 semuanya. 1:20:16 Iya resiko tanggung sama-sama. 1:20:17 Sekarang kita sudah tutup itu enggak mau 1:20:19 lagi kita karena alhamdulillah kandang 1:20:21 sapi kita udah udah keisi dengan biaya 1:20:24 pesantren sendiri. 1:20:26 Makanya ini alhamdulillah nih sekali 1:20:27 lagi pendengar hasil yang mau korban 1:20:29 sapi, korban kambing silakan bantu 1:20:32 Pesantren Ruhama Alfajar dengan membeli 1:20:34 kambing dan sapi di Ruhama Alfajar dan 1:20:35 titipkan kurbannya di sana karena kita 1:20:38 bagi-bagikan nanti ke masyarakat 1:20:39 sekitar. 1:20:40 Oke. Baik. Yang mau tahu alamat 1:20:43 pesantrennya Ustaz Salman. Nama 1:20:45 pesantrennya Fajar eh Ruhama Alfajar. 1:20:49 Alamatnya di Aryaguna, Kampung Kalih 1:20:52 Putih, Citayam, Kecamatan Tajurhalang, 1:20:54 Bogor. Nomor teleponnya 0812 1:20:58 84 1:21:00 00. 1:21:02 0-nya 4 * 94 ya. 0812 1:21:06 0-nya 4* eh 0812 84 04 * 94. Ustaz, kita 1:21:12 sudah dibatasi oleh waktu. Terima kasih 1:21:14 atas segala uraiannya, asan nasihatnya 1:21:17 dan motivasinya untuk semangat 1:21:20 berdagang. 1:21:22 Oke, saya Muhammad Krishna Oni Saputra 1:21:25 Fahri. Eh, Feri ulang tahun hari ini ya. 1:21:29 Selamat ulang tahun Fahri. 1:21:30 Selamat ulang tahun Bang Fahri. 1:21:31 Barokah barokah. Barokah. Sehat ya. 1:21:33 Berkah. 1:21:33 Oke, mohon pamit. Insyaallah kita jumpa 1:21:36 lagi pada Jumat pekan depan. Ma Krisna 1:21:39 dan Ustaz Salman mohon pamit. Wabillahi 1:21:40 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:21:42 warahmatullahi wabarakatuh.