Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:06 Rasul TV 0:13 Bismillahirahmanirahim, 0:14 assalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. 0:16 Waalaikumsalam. 0:17 Allahuma shali ala sayyidina Muhammad wa 0:19 ala alihi sayyidina Muhammad. 0:21 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:23 ini hari Kamis 0:25 tanggal 14 Syawal 1447 Hijriah atau 0:29 tanggal 1 April 2026. Kita jumpa lagi 0:33 dalam acara Hijrah Talk bersama Ondy di 0:35 sini dan juga Algi. 0:38 Kami mengundang seorang ibu bernama 0:42 Purnamawati 0:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:46 wabarakatuh. 0:47 cerita waktu ke pengalaman Ibu di Sorong 0:49 karena Ibu pernah dibegal. Bagaimana 0:51 cerita Ibu dibegal? 0:53 Ceritanya waktu itu saya membuka 0:55 catering, akhirnya saya habis salat 0:57 subuh saya mau ke pasar ada orang 1:00 geletak di jalan saya berhenti 1:03 akhirnya begitu saya berhenti ternyata 1:05 mereka empat orang 1:07 yang tiga orang itu mereka ini teman 1:09 mereka bilang 1:11 eh Kakak, kami minta uang Kak. Ih, 1:14 kenapa kok minta uang Kak aku Kak? Kami 1:16 minum baru kami kurang uang Kakak, 1:18 begitu. 1:19 Akhirnya 1:20 saya kasih begitu saya kasih 1:24 yang satu nerima tapi yang lain pukul 1:26 saya pakai kayu besi, akhirnya sampai 1:28 helm saya pecah. 1:30 Masya Allah. 1:31 Makanya orang tidak mengira kalau saya 1:32 bisa hidup, tapi alhamdulillah saya 1:35 katanya di sana itu komanya 1:37 eh enggak sadarnya di ruang ICU 17 hari 1:40 17 hari? 1:41 tapi untuk otaknya katanya di sana 1:43 enggak ada, akhirnya saya 1:45 di CT scan-nya dibawa ke Jakarta di 1:48 tahun 2011 itu. 1:49 He em. 1:50 Begitu. 1:51 Kata Ibu ketika masa tidak sadar itu 1:53 menguasai 1:54 berapa bahasa? 1:55 Kata kata orang-orang katanya tiga 1:58 bahasa. 1:59 Bahasa apa saja? 2:00 Katanya bahasa Inggris, bahasa Jawa yang 2:04 kromo inggil, 2:06 sama 2:07 bahasa Papua. 2:09 Bahasa Papua? 2:10 Katanya begitu. 2:11 Tapi Ibu di sana tidak sadar ya, cuma 2:13 orang-orang yang cerita ya? 2:14 Iya, begitu, Pak. 2:15 Ibu waktu itu apa, profesinya apa? Ibu 2:17 rumah tangga saja atau dagang atau apa? 2:19 Saya waktu itu kebetulan saya ke sananya 2:22 itu karena saya ditarik oleh Pak 2:24 Walikota zaman itu. 2:26 Waktu itu saya kerja di Hotel Santika. 2:28 Setelah 2:29 Hotel Santika di Kayu Manis Tubun. 2:30 Iya, sebagai apa? 2:31 Sebagai di eh 2:34 FO cuma di back office dan waktu itu 2:38 saya 2:39 diajak ke Papua oleh 2:42 eh Pak Walikota itu, Pak Jumame. 2:44 Akhirnya saya bilang begini dengan istri 2:47 Pak Walikota, "Ibu, saya seram sekali 2:50 soalnya beritanya tak kok begitu di 2:52 Papua, saya takut, Ibu." "Ah, itu berita 2:55 saja teh, faktanya tidak seperti itu, 2:56 Mbak Pur." katanya. 2:58 "Kok begitu sih, Bu?" "Ya, buktinya 3:00 saja." Akhirnya saya begitu saya dikasih 3:02 tiket untuk 8 hari di Papua itu, sudah 3:05 pegang tiket, besoknya saya dikasih, 3:07 "Nih, Mbak Pur, datang ke sana, lihat 3:09 sudah gitu." Akhirnya 3:11 saya datang ke HRD manager saya waktu 3:13 itu HRD manager saya masih Pak Munte, 3:16 saya bilang, "Pak, saya mau izin selama 3:18 8 hari 3:20 eh karena saya mau pergi ke Papua ke 3:22 Kota Sorong." 3:24 "Ih, beritanya seram kayak gitu." 3:26 "Tidak, Pak, karena saya sudah dikasih 3:27 tiket ini, saya menghargai orang yang 3:29 ngasih tiket ini, Pak." 3:30 Hmm. 3:31 Akhirnya saya pergi ke sana, tapi 3:33 berbeda faktanya, Pak, di sana orangnya 3:35 begitu baik, baik-baik, [berdehem] 3:37 memang nada bicara mereka memang keras 3:39 memang memang 3:41 seperti itu, tetapi mereka baik-baik. 3:44 Tapi alhamdulillah begitu pulang dari 3:46 sana, 3:48 saya ke 3:49 kerjaan saya ke mana ke HRD manager 3:52 saya, saya bilang Pak Munte saya tetap 3:54 mau mengundurkan diri. 3:55 He eh. 3:56 Begitu akhirnya 3:57 saya dari 3:59 eh akhir 2004 ya awal 2005 2005 deh, 4:03 saya langsung ke Kota Sorong itu 4:05 mengundurkan diri dari Hotel Santika. 4:07 Itu agamanya masih apa waktu itu? 4:09 Waktu itu sudah muslim saya. 4:10 Sudah muslim. Apa yang Ibu bikin 4:12 tertarik dengan Islam? 4:14 Waktu itu karena begini sebelum saya 4:18 menikah itu 4:19 eh yang 4:21 yang calon saya itu dia bilang begini, 4:24 "Dek, nanti kamu tetap dengan agama kamu 4:27 saya agama saya." "Emang begitu bisa?" 4:30 "Bisa." 4:31 "Saya agama saya, kamu agama kamu." 4:34 Terus saya bilang begini waktu itu. 4:37 "Saya tidak mau satu rumah beda agama. 4:40 Saya ingin satu rumah satu agama. Kalau 4:44 saya menjadi 4:46 orang Islam, sanggup enggak mendidik 4:48 saya?" 4:49 He eh. 4:50 Terus beliau diam aja ada setengah jam 4:51 tidak jawab. Saya bilang, "Tolong dong 4:53 jawab 4:54 eh bagaimana?" 4:56 "Insya Allah kok banyak kok orang 4:58 ngajarin kalau 4:59 kamu itu maaf ya itu permintaan kamu 5:01 bukan saya nyuruh loh." 5:03 He eh. 5:03 "Iya, memang keinginan saya seperti 5:05 itu." 5:06 He 5:06 [berdehem] 5:06 Akhirnya waktu itu pas akad nikah saya 5:09 mau baca syahadat bapak saya sampai 5:12 bersembunyi karena tidak mau 5:14 mendengarkan saya menjadi Islam. 5:17 Tujuannya sih waktu itu tujuannya habis 5:20 nikah saya suruh cerai. 5:21 He eh. 5:22 Tapi janji saya saya sumpah waktu itu 5:24 sebelum saya muslim saya sumpah. 5:27 "Tuhan, saya berjanji satu kalau saya 5:31 Islam sampai mati saya harus Islam. 5:34 He eh. 5:34 Dua, kalau saya menikah hanya satu kali 5:37 seumur hidup saya." Seperti itu Pak. 5:40 Jadi sampai hari ini saya pegang janji 5:43 saya karena 5:45 saya pikir itu janji saya kepada Tuhan. 5:47 Waktu itu kan saya belum Allah, masih 5:50 Tuhan. 5:51 Janji saya kepada Tuhan, jadi saya harus 5:52 tepati itu. 5:54 Begitu saja, Pak. 5:55 Sekarang anak-anak Ibu sudah Islam 5:57 semua? 5:57 Alhamdulillah, tiga anak saya sejak 6:01 lahir kan memang sudah muslim dan 6:03 alhamdulillah waktu itu yang nomor dua 6:05 juga dapat beasiswa dari AA Gym satu 6:08 tahun waktu MTS. 6:10 Sekarang sudah PNS di Papua. Gitu. 6:15 Ibu bisa bahasa Papua? 6:17 Kalau saat ini sudah ter- tidak ter- 6:19 hanya logat-logat saja, Pak. 6:21 Ah, logat-logat, logat saja. Di sana 6:24 bahasa Indonesianya baik loh orang-orang 6:25 Papua 6:26 Bahasa Indonesia baik-baik kok, Pak, di 6:27 sana. Bahkan saya bilang di Kota Sorong 6:31 itu, kalau yang lain saya tidak tahu 6:33 komunikasinya baik-baik. Jadi mereka 6:36 dengan kita, maksudnya dengan 6:38 orang-orang lain begitu baik-baik 6:40 mereka. 6:41 Tapi 6:42 saya tidak tahu di wilayah lain, saya 6:43 tahu saya di Kota Sorong itu, mereka 6:45 baik-baik gitu. 6:48 Kepada siapapun dan mereka menghargai 6:51 kita-kita siapa saja gitu. 6:55 Saya bilang di kehidupan di sana memang 6:57 agak berbeda dengan di sini karena 7:00 kalau misalkan 7:01 ee Idul Fitri mereka pada hadir ke yang 7:05 muslim. 7:07 Bahkan kalau di sana, kalau di sini kan 7:09 saya bilang di salam jalan, maksudnya 7:11 cuman gitu doang, tetapi kalau di sana 7:14 tidak. Di sana 7:16 itu tiap rumah itu prasmanan gitu, jadi 7:18 benar-benar kekeluargaannya saya bilang 7:21 di sana lebih baik kok, Pak. 7:23 Kalau Natalan gimana? 7:24 Kalau Natalan juga kita yang 7:26 yang muslim datang ke mereka juga. 7:29 Judulnya tidak mengucap, tetapi 7:31 silaturahmi. 7:33 Tujuannya silaturahmi, ha. Bahkan kalau 7:35 di sana yang saya tahu ada meja yang ada 7:37 meja yang khusus yang yang muslim tidak 7:39 boleh, maka dipisahkan. 7:41 Jadi 7:42 sebelah sini yang kita muslim bisa 7:44 makan, dipisahkan meja yang sana 7:46 Mmm. 7:47 kalau yang 7:48 non muslim makan begitu. 7:50 Di Sorong banyak enggak muslimnya? 7:51 Ih, banyak, Pak. Banyak sekali kalau di 7:54 sana di Kota Sorong itu, kalau di 7:56 wilayah barat ini rata-rata penjual 7:59 pasar itu kan orang Padang. Tapi kalau 8:01 di sana tidak, Pak. Kebanyakan Bugis. 8:04 Mmm. 8:04 Kebetulan menantu saya Bugis, Pak. 8:06 Oh, ya. 8:07 Dia menantu saya itu yang Bugis itu dari 8:10 STPDN Bandung, Jatinangor. 8:12 Oh, masya Allah. 8:13 Angkatan ke-16 anak menantu saya. 8:16 Sekarang kerja di? 8:17 Beliau sekarang di Provinsi Papua Barat 8:20 Daya. 8:21 Mmm. 8:22 Tadinya ya di 8:23 ya? 8:24 Ya? 8:25 Sudah pegawai negeri? 8:26 Alhamdulillah, karena dia 8:28 sejak kuliah juga kan sudah di ini sama 8:32 pemerintah. 8:34 Oke, Iwan dan Nawaf masih di acara 8:36 Allah, Pak. 8:37 Hijrah Talk, kami mengundang Mbak Pur 8:40 atau Ibu Purnama Wati. 8:44 Eee beliau tadinya beragama Protestan, 8:47 kerama Islam dan pernah ikut 8:50 pembebasan 8:51 buta huruf Alquran di Rasil. 8:53 Iya, Pak. 8:53 Apa Ibu rasakan 8:55 dengan pembebasan buta huruf Alquran? 8:57 Siapa yang mengajar waktu itu? 8:58 Waktu itu saya lupa namanya, Pak 9:00 ustaznya. Orangnya agak pendek waktu itu 9:03 loh, ya. Waktu itu belum kenal namanya, 9:05 Pak, karena dulu belum rutin 9:06 mendengarkan Rasil. Kalau saat ini saya 9:09 sudah 9:10 setiap dari jam 05.00 pagi sampai jam 9:12 02.00 itu sudah mulai hidupkan radio. 9:15 Mmm. 9:16 Bahkan yang tahsin yang setiap pagi dari 9:19 jam 05.00 sampai jam 06.00 itu, kalau 9:21 hari ini kan 9:22 sampai Al Baqarah 100 eee 9:26 15, 105. 9:28 Oh, tahu, ya. He eh. 9:29 Kan ada catatan saya, Pak, di rumah 9:31 gitu. 9:32 Siapa nama-nama yang ikut yang ikut 9:34 tahsin? Ibu hafal enggak nama-nama 9:36 Ustaznya kalau ustaznya kalau yang 9:38 pengganti yang 9:40 ustaz pengganti yang kemarin siapa yang 9:42 kemarin itu acara 9:45 Rozi apa siapa ya? Al Faroji. 9:47 Oh iya, Al Faroji, he eh. 9:49 Iya. Iya, makanya kan ada di situ pakai 9:52 kemarin ih ini Pak Ustaz yang pengganti 9:54 maksudnya kalau ada yang lain tidak 9:56 hadir gitu, eh beliau he eh. 10:00 Iya, makanya saya tahunya waktu acara di 10:02 sini waktu di masjid waktu itu kan saya 10:04 ikut hadir juga Pak. 10:06 Iya, waktu halal bihalal yang tahun lalu 10:08 saya juga hadir. 10:10 Kalau ini sesama pendengar 10:12 tahu enggak siapa? 10:13 Kalau sesama pendengar kalau saya yang 10:15 rutin di kan saya aktif di itu para 10:17 pendengar Rasya yang saya hafal hanya 10:21 Ibu apa Bunda Nana. 10:24 Nah, terus ada lagi yang saya hafal Ibu 10:27 eh Farida 10:29 eh Fatimah. 10:31 Ibu Fatimah yang eh 10:34 Bu Fatimah itu. Kalau yang lainnya saya 10:36 hanya komunikasi via itu aja via 10:39 pendengar Rasya. 10:41 Saya memang aktif tapi hanya aktif 10:43 sebagai pendengar Pak. 10:45 Ibu hobinya apa, Bu? 10:48 Kalau saya hobinya apa? Biasa saya 10:51 tukang masak-masak. 10:53 [tertawa] 10:53 Kalau seperti misalkan saat ini juga 10:55 saya akar kelapa masih tetap menerima 10:57 pesanan dan [mendengus] bahkan apa? 11:00 Ngurut. 11:01 Oh, bisa ngurut juga? Untuk penyakit apa 11:04 aja yang Ibu bisa? 11:04 Kalau saya ngurut orang yang kelelahan 11:06 aja. 11:06 Oh, lelah aja. Belajar ngurut dari mana? 11:09 Eh itu maaf Pak, itu dari keturunan dari 11:12 eh 11:14 jurusnya dari almarhum Bapak saya. 11:16 Mmm, gitu. 11:18 Aku alhamdulillah Bapak saya itu 11:21 alhamdulillah 3 hari sebelum ajal pernah 11:24 baca syahadat. 11:25 Oh, masya Allah. 11:26 Tetapi beliau memang lumpuh sejak saya 11:29 menikah karena Bapak saya kecewa dengan 11:31 saya 11:32 menjadi 11:33 Muslim. 11:34 begitu. 11:35 Tapi kemudian 11:36 Tapi 11:37 3 hari sebelum 11:39 ajal beliau pernah baca syahadat. 11:42 Syahadat karena waktu itu saya sudah di 11:44 Hotel Santika, kata Mama saya "Pulang 11:47 semua, kamu dengan 3 anak kamu, dengan 11:50 suami kamu, dengan yang di rumah kamu." 11:52 Saya pulang Bapak saya bilang begini 11:55 "Pur 11:56 Mama eh Bapak minta dibacain Yasin." 11:59 Saya cuman bilang begini, 12:01 "Astaghfirullah, Pak. Bukan saya tidak 12:03 mau, Pak. 12:04 Kalau Bapak itu kan bukan Muslim. Jadi 12:07 kita orang Muslim 12:09 enggak 12:10 boleh bacakan yang untuk non Muslim." 12:13 "Terus tapi kalau orang Islam dibacain 12:15 Yasin boleh?" "Ya iyalah, itu kan 12:17 orang-orang Muslim." Terus Bapak saya 12:20 bilang begini 12:21 "Ya udah 12:23 kalau gitu 12:24 saya mau jadi Islam deh, siapa tahu ini 12:27 jadi obat untuk Bapak." 12:29 Hmm. 12:29 Begitu. 12:29 Hmm. 12:30 Beliau lumpuh tapi waktu itu sudah mulai 12:32 bisa jalan-jalan, jalannya pakai 12:35 itu pegang-pegangan begitu. Terus saya 12:38 bilang gini, saya panggil Mama saya, "Ma 12:41 Bapak mau ma-mau masuk Islam." "Itu 12:43 sudah sebulan lebih Bapakmu itu minta 12:46 dibacain Yasin tapi orang sini enggak 12:47 ada yang mau." "Ya maaf, Ma. Orang beda 12:50 agama bagaimana mau dibacakan?" Akhirnya 12:54 dipanggilin 12:55 Pak Penghulu terus saya saya ceritakan 12:58 ke Pak Penghulu beliau akhirnya baca 13:01 syahadat. 13:01 Hmm. 13:02 Terus pada hari itu 13:04 ada mungkin sekitar 50 orang baca Yasin 13:08 di rumah Bapak saya 13:10 tetapi 13:12 sudah malamnya itu Bapak saya cerita 13:13 banyak maksudnya muntah kalimat ke saya. 13:16 Katanya saya itu harus ditebus. Saya 13:19 tanya, "Kenapa saya harus ditebus, Pak?" 13:22 "Kamu itu dulu dilahirkan jam 12 malam, 13:25 di Jawa itu kamu saya serahkan ke 13:27 dalang. 13:28 Jadi kamu itu harus ditebus. Terus kalau 13:32 besok kamu harus pulang ke Jakarta. Anak 13:34 kamu, suami kamu biarin di sini. 13:37 Kamu sama Ibnu pulang ke Jakarta. Anak 13:40 saya paling besar kan Ibnu. 13:42 Akhirnya besok saya belum pulang tapi 13:45 bapak saya pesan gini. Ingat ya kalau 13:47 kamu ke sini lagi enggak ketemu bapak 13:49 ingat jangan pernah nangis. 13:52 Kok bapak ngomong begitu sih? Saya 13:53 bilang gitu. Besoknya 13:55 saya saya belum pulang eh 13:58 Pur, kamu tahu enggak sih kan kemarin 14:00 kamu sudah bilang katanya mau tadi malam 14:02 kamu sudah bilang kamu kan saya suruh 14:04 pulang kok kamu enggak pulang? 14:05 Oh begitu ya pak. Akhirnya saya pulang 14:07 dengan anak saya dengan Ibnu kalau suami 14:10 saya dengan anak saya nomor dua sama 14:13 dengan Ridwan, dengan dengan Toni tetap 14:15 di Lampung. 14:17 Akhirnya 14:18 pas saya pulang waktu itu saya ke 14:20 Jakarta 14:21 saya bingung kok bapak saya ngasih 14:22 kalimat gitu. Akhirnya waktu itu saya ke 14:24 guru ngaji saya di 14:26 di Bogor di Cimanggis sana. 14:28 Akhirnya saya bilang gini pak ustaz 14:31 eh bapak saya saya ceritakan gini-gini 14:33 akhirnya 14:34 Pur, kamu enggak yakin Allah itu untuk 14:36 saya utama Allah pak. 14:37 Akhirnya saya lupa dikasih kalimat satu 14:39 satu baris gini tolong baca 1000 kali di 14:43 atas jam 12 malam. 14:46 Insya Allah pak. 14:47 Benar saya lakukan 14:49 Bacaan apa itu? 14:50 Saya lupa sih cuman satu kalimat aja 14:52 itu. 14:53 Bahasa Arab bahasa Indonesia? 14:55 Bahasa Indonesia pokoknya 14:57 istigfar atau apa gitulah. 14:59 Saya lupa waktu kalimatnya pokoknya kali 15:01 yang saya ingat itu 1000 kali. Hari 15:03 pertama kedua saya lancar hari ketiga ih 15:05 kenapa sih baru 500 500 itu kok 15:10 lupa-lupa saya istigfar banyak banget 15:11 saya baca lagi. 15:13 Itu kan malam Senin itu saya bacanya. 15:16 Begitu gol 15:17 eh ternyata pak jam 15:19 paginya hari Senin bapak saya meninggal 15:22 di sana. 15:22 Akhirnya Pak Ustad itu kan bilang ke 15:24 saya bernama ingat ya, dalam 3 hari kamu 15:28 harus laporan ke Bapak. 15:30 Laporan apa, Pak? Kalau sehat karena 15:31 Allah, kalau ajal juga karena Allah. 15:33 Seperti itu. Akhirnya 15:36 pas hari ketiga, oh iya saya ingat Pak 15:37 Ustad. Saya bilang saya telepon waktu 15:39 itu, Pak gini-gini. Ya sudah sekarang 15:42 kamu 15:43 pergi ke Lampung lagi. 15:45 Benar sampai sana 15:47 waktu itu 15:49 belum travel kayak sekarang, Pak. Saya 15:51 ngeteng akhirnya 15:52 eee 15:53 jadi Bapak saya itu karena masih waktu 15:56 itu masih dia kan 15:58 pengurus 15:59 ya itu jugalah sesepuh juga dan jadi di 16:03 di meninggalnya di cara 16:05 bukan muslim. 16:07 Masih dengan cara mereka daripada suami 16:10 saya di sana, kan daripada keributan 16:11 lebih baik dia ikutin suami saya. 16:13 Akhirnya kata suami saya kan sudah jam 3 16:15 belum dimakamkan. 16:17 Suami saya bilang gini bilang ke Ibu 16:19 saya, "Mak tolong Bapak dimakamin." 16:22 Kata sua kata Ibu saya "War 16:25 saya enggak mau makamin Bapak kamu 16:27 karena anak kesayangan Bapakmu itu si 16:29 Pur itu. Kalau Pur belum datang saya 16:31 enggak mau makamin." 16:33 Kata suami saya "Mak, Pur itu kan istri 16:36 saya. Saya tahu perangai dia. Jadi 16:39 tolong kasihan lebih baik dimakamkan 16:41 sekarang. Nanti kalau Pur sampai sini 16:43 itu tanggung sa tanggung jawab saya." 16:45 Kata sama suami saya begitu. 16:47 Pas hampir jam 4 saya sampai sana 16:51 saya tanya gini 16:53 suami saya langsung ke depan karena 16:54 orang masih banyak banget ya namanya 16:57 orang yang itu jenazah kan banyak banget 16:59 ya ini. 17:00 Akhirnya, "Pur, maaf Bapak sudah kami 17:02 makamin." Saya cuma bilang, 17:04 "Alhamdulillah." 17:05 Ehm. 17:05 Karena saya alhamdulillah bersyukur 17:07 karena beliau cepat dimakamkan begitu. 17:09 Ehm. 17:09 Akhirnya 17:11 orang-orang tadinya pada pada nangis 17:12 semua saya bilang ingat, "Oh iya, 17:14 astagfirullah iya." Bapak saya bilang 17:16 saya tidak meneteskan air mata 17:17 sedikitpun karena saya pegang ucapan 17:20 Bapak saya begitu, Pak. Aku bersyukur 17:23 waktu itu ya 17:25 meskipun saya begitu muslim saya 1 bulan 17:27 jadi muslim itu saya sudah rutin salat. 17:30 Bahkan 17:32 untuk pengenalan huruf-huruf ini belum. 17:34 Saya dapat waktu di Rasyid tahun 2018 17:38 itu 17:39 saya sebelumnya saya baru 17:42 eee 17:43 Iqro 3 tahun 2011 itu. Tapi 17:46 alhamdulillah sekarang saya sudah 17:48 alhamdulillah sudah bisa membaca 17:50 meskipun bacanya itu belum tentu benar 17:53 tetapi saya tiada hari tanpa membaca 17:56 Quran. 17:56 Masya Allah. 17:57 Begitu. 17:58 Tapi artinya Ibu baca juga kan? 17:59 Kalau artinya ya baru sedikit-sedikit 18:01 tetapi yang penting saya untuk mengenali 18:03 hurufnya ya sedikit-sedikit. 18:05 Ehm. 18:06 Terus via tak tahsin yang setiap jam 18:09 05.00 sampai jam itu bagus sekali kan 18:11 kita mendengar-mendengar sambil 18:13 mengamati sambil belajar ini begitu 18:15 saja, Pak. Meskipun saya hanya pendengar 18:19 tidak biasa masuk ke konteksnya gitu. 18:23 Oke, masya Allah. 18:25 Baik, ini ada yang menanyakan nomor 18:27 teleponnya 18:28 Bu Pur Purnamawati. 18:31 Iya. 18:31 Silakan dicatat nomornya 0857 18:35 kemudian 00 18:38 24 18:40 7090 18:43 0857 18:45 00 18:47 kemudian 24 18:49 70 18:50 90 Ibu Purnamawati. 18:55 Jadi sekarang Ibu sekeluarga sudah Islam 18:57 semua ya? 18:57 Alhamdulillah, Pak. 18:58 Ehm. 19:00 Itu yang hanya keluarga saya kalau orang 19:01 tua saya 19:03 tiga adik saya yang laki-laki sudah 19:05 muslim 19:05 Ehm. 19:06 tapi yang yang 19:08 dua 19:09 sama Ibu saya belum 19:11 Ehm. 19:11 karena saya waktu saya habis sadar waktu 19:14 tahun 2011 itu saya sudah bilang ke Ibu 19:17 saya 19:18 Ma, saya mau menyampaikan pesan Bapak 19:20 karena 19:22 Bapak waktu itu setiap hari dengan saya 19:24 terus pesan untuk Mama. 19:26 Heem. 19:26 Kalau Mama 19:27 cinta sayang sama Bapak suruh mengikutin 19:30 Bapak. 19:31 Akhirnya mengikutin Bapak maksudnya jadi 19:34 baca syahadat gitu loh. 19:35 Heem. 19:36 Tapi kata Ibu saya di saya berbicara di 19:39 depan makam Bapak saya karena 19:41 dimakamkannya di belakang rumah Ibu. 19:44 Kata Mama saya begini 19:46 Pur 19:47 kamu agama kamu 19:49 saya agama saya 19:51 kamu enggak boleh ganggu saya dan saya 19:53 tidak ganggu kamu. Oh jadi lakum dinukum 19:57 waliyadin. Saya cuman begitu saja. 19:59 Sampai hari ini saya tidak pernah putus 20:02 mendoakan Mama saya setiap ba'da tahajud 20:06 itu tidak pernah putus tetapi saya tidak 20:08 ada kalimat langsung dengan Ibu saya 20:10 hanya saya menghormati bagaimanapun 20:13 beliau Ibu saya, Pak. 20:15 Oke, baik. 20:18 Eee 20:21 ada yang minta baca Alquran nih, Ibu Pur 20:23 nih. 20:24 Iya. 20:24 Dari Bapak Gun. 20:27 Bisa enggak baca Alquran? 20:28 Iya, di surat apa, Pak? 20:30 Eee surat Almulk misalnya. 20:32 Almulk. 20:32 Oh, Almulk. 20:36 Oh iya, oh iya. 20:37 Heem. 20:39 Surat Almulk. Iya, lagi dicari. 20:41 Heem, heem, heem. 20:42 Nih, mmm Teh Nana juga sedang 20:45 mendengarkan nih. 20:46 Surat 67. 20:49 Surat 67. 20:50 Heem. 20:51 Oke, kami masih di acara Hijab Talk. 20:54 Kami mengundang 20:55 yang mana? 20:57 Eee Ibu Purnama Wati 21:01 beliau usianya sudah 61 tahun. Beliau 21:03 tadinya agamanya 21:06 eee Protestan 21:09 sekarang sudah masuk ke 21:12 agama Islam. 21:13 Oke, sambil nanti dicari, Mas Sandi 21:15 tolong cariin ini 21:17 surat Al Mulk. Hmm, Ibu-ibu bisa cerita 21:20 lagi 21:21 tentang 21:24 eee 21:27 ceritanya apa, eee, kelebihan-kelebihan 21:30 Islam yang Ibu rasakan. 21:32 Yang saya rasakan ya begitu 21:37 bagus-bagusnya begini, Pak. Kita sudah 21:40 dinyatakan waktu itu Ibu angkat saya 21:43 sudah sudah jelas bahwa kita sesama 21:47 muslim itu adalah bersaudara 21:50 gitu. Jadi komunitas saya begitu bagus 21:53 karena apa? Yang saya lihat 21:56 luar biasa karena komunikasi itu dengan 21:59 sangat-sangat baik, mengajarkan ini, 22:02 banyak sekali yang diajarkan di dalam 22:03 Islam karena sejak awal saya muslim, 22:06 saya sudah diajarkan cara mencuci 22:09 makanan, bahkan cara makan oleh Ibu 22:13 angkat saya. Ibu angkat saya kan beliau 22:15 sudah meninggal. 22:16 Waktu itu beliau itu 22:19 guru ngaji, kebetulan saya ngontrak di 22:22 rumah beliau di Lampung. 22:23 Hmm. 22:24 Gitu. Terus tata caranya itu bagus 22:27 bahkan 22:28 eee, kita makan saja sebutir nasi itu 22:30 tidak boleh disisakan karena apa kita 22:33 tahu berkahnya ada di mana. 22:35 Hmm. 22:35 Jadi makan pun jangan sampai 22:37 buang-buang. Masih banyak orang lain 22:39 yang belum tentu bisa makan seperti 22:41 kita. 22:42 Untuk itu saya prihatin apabila saya 22:45 melihat orang makan kok 22:48 maksudnya ada yang tersisa-sisa bahkan 22:51 ini banyak sekali pelajaran yang saya 22:54 selama muslim karena apa? Soal minum, 22:57 soal sopan santun begitu ya, 23:00 alhamdulillah begitu baik, Pak. Bagus 23:02 sekali. Saya tidak menyangka bahwa saya 23:05 bisa 23:06 bertemu di Rasil ini, bahkan dengan 23:09 saudara-saudara 23:11 yang tadinya saya tidak tahu-menahu 23:13 akhirnya tersambungkan begitu, Pak. 23:16 Saya sangat bersyukur. 23:19 Kemurahan Allah begitu luar biasa. 23:23 Apakah Ibu mengajarkan Alquran juga 23:26 kepada 23:27 pada orang lain? 23:30 Untuk saat ini eh belum. 23:34 Baru saya juga belajar eh via Rasil, 23:39 pendengar mendengarkan rutin yang dari 23:42 jam 05.00 sampai jam 06.00 itu. 23:46 Akan saya tata cara itu ya 23:49 banyak sekali yang baca dari 23:53 Kalau kemarin juga ikut yang nah 23:56 di Istiqlal juga kemarin, Ramadan. 24:01 Oke, sudah ketemu Pak Nadi? 24:04 Oke, 24:05 um 24:06 eh bagaimana perasaan Ibu? Ini ada yang 24:08 tanya nih, setelah masuk Islam. 24:15 Alhamdulillah. 24:17 Saya bilang itu sangat luar biasa karena 24:19 saya mempertahankan 24:21 muslim saya dulu saya sampai ke hutan. 24:25 Tadinya saya sebelumnya mem mem memang 24:28 ujian keimanan itu luar biasa kalau kita 24:31 tidak makin mendekat kepada Allah. Kita 24:34 akan 24:35 saya bilang akan makin sulit, tetapi 24:37 dengan kita makin pasrah kepada Allah, 24:40 alhamdulillah jalan keluar itu pasti ada 24:42 karena kita diuji berarti kita mampu. 24:45 Itu saya pegang. Bahkan 24:48 eh tadinya saya yang tadinya hidup enak 24:51 jadi 24:52 pernah eh tahun awal-awalnya dulu saya 24:56 mempertahankan itu, saya di hutan 24:58 makannya singkong 25:00 sayurnya singkong, buat masaknya pakai 25:03 pohon singkong 25:05 Oke 25:06 begitu, Pak 25:07 Baik, silakan ini ada pendengar 25:09 menanyakan, "Ibu baca surat Quran dong 25:11 gitu loh." 25:12 Baik, Pak 25:13 Oh, walau katanya walaupun Ibu bilang 25:15 tadi 25:16 eh, masih belum sempurna silakan, Ibu 25:20 Auzubillahiminasyaitanirrajim 25:25 Bismillahirrahmanirrahim 25:31 Tabarakalladzi 25:33 biyadihil mulku wahuwa ala kulli syai'in 25:38 qadir 25:41 Alladzi kholaqol mauta wal hayata 25:46 liyabluwakum 25:48 ayyukum ahsanu amala 25:52 wahuwal azizul ghofur 25:56 Alladzi kholaqo sab'a samawatin 26:01 tibaqo 26:03 ma tarofii kholqirrohmanimin 26:07 tafawut 26:09 farji'il bashoro hal taro min fudur 26:16 [berdehem] 26:16 tsummarji'il bashoro karrotaini yanqolib 26:21 ilaikal bashoru 26:23 khosi'aw wahuwa hasir 26:27 walaqod jayyannas sama 26:32 addunya bimaso 26:34 biha waja'alna 26:38 waja'alnaha 26:40 rujumallis syayatin 26:43 wa'atadna 26:45 lahum adzabassa'ir 26:48 Oke, masyaallah 26:49 Shodaqallahuladzim 26:52 Hanya itu, Pak. 26:54 Oke, walaupun belum sempurna tapi 26:56 Banyak yang 26:57 Ibu kan masalah dari dari buta sama 27:00 sekali, ya? 27:00 Iya, benar. 27:01 Mmm. Bagaimana bisa Ibu bisa kemudian 27:05 baca Quran tuh gimana cara belajarnya? 27:07 Cara 27:09 belajar saya, ya 27:11 dari buku juga dan ee saya sering 27:14 mendengarkan, mengikuti begitu. 27:17 Iya, ngikutin cuman dengar iya. Dan 27:20 sekarang ini kami ee ada 27:23 ee pembinaan pada mualim ada yang dari 27:26 Iqro, yang pokoknya benar-benar 27:29 di masa tua saya baru belajar, Pak. Dulu 27:32 saya cuman kerja dan kerja. 27:35 Bagaimana anak saya bisa berhasil, bisa 27:39 benar-benar jadi sarjana. Aku bersyukur, 27:41 Pak, kemurahan Allah. Tiga anak saya 27:43 beasiswa sampai kuliah semua. 27:46 Itu hanya kemurahan dari Allah saya 27:48 bilang, Pak. 27:50 Sekarang sekarang sekarang rumah sudah 27:52 rumah sendiri, ya, Bu Bikan, ya? 27:53 Iya. Dengan suami saya jadi sekarang 27:55 berdua saja dengan suami. 27:58 Suami kerja apa? 27:59 Suami saya saat ini bikin media tanam. 28:02 Oh, dari apa? 28:04 Asal-usulnya itu dari kulit padi, dari 28:06 merang. 28:07 Pokoknya ada merang, ada 28:09 bermacam-macamlah itu. 28:10 Diambil merangnya dari mana? 28:11 Dari penggilingan padi, Pak. 28:13 Mmm, yang sudah ter tidak terpakai gitu, 28:15 ya? 28:15 Iya, itu kan ee beli dulu kan di merang 28:18 itu terus kita dibakar dulu kan ada di 28:21 belakang harus itu tempat pembakarannya. 28:23 Tapi bakar itu kalau didiamkan kan jadi 28:25 abu, jadi hitam saja terus disiram terus 28:28 yang ngolah tuh beli ya pokoknya pakai 28:31 yang merang juga, balakacida terus 28:33 bermacam-macamlah jadi itu. 28:35 ya? 28:36 Iya, kulit telur juga dan itu, Pak, 28:38 digiling juga. 28:40 Sudah digiling. 28:41 Per pack-nya itu pokoknya saya tanya 28:44 begini, satu pack itu ya ada 20.000 28:46 katanya ada 28:48 eh 15.000 atau berapa gitu deh. 28:50 Tapi nanti kalau tanaman jualnya lebih 28:52 lagi ya? 28:52 Iya dua kali lipat katanya kata kata 28:54 suaminya 100% 28:56 [tertawa] 28:56 ngambil itunya gitu. 28:58 Oke. Ini dari Ibu Aminah, salam lagi 29:01 Ibu. Purnawat, Purnamawati. 29:04 He em. 29:04 Sekarang Bu Pur ini tinggal di Lampung 29:06 atau di Jakarta? 29:08 Di Cikarang Selatan. 29:09 Di Cikarang Selatan, oh. 29:11 Grand Vista. 29:12 Grand Vista. Berapa usianya Ibu? 29:15 nya. 29:15 61. 29:16 61 tahun, ya. 29:20 Eh. 29:22 Eh. 29:25 Eh, pandangan umat eh pandangan Ibu 29:28 tentang umat Islam sekarang bagaimana? 29:31 Kalau pandangan saya begini, kebanyakan 29:33 eh kita muslim itu harusnya amat amat 29:36 bersyukur tetapi apa? Meskipun kita 29:40 banyak Islam itu tetapi kita harus tetap 29:42 belajar, belajar dan belajar terus 29:44 karena banyak sekali yang kita banyak 29:47 yang belum tahu begitu. Jadi intinya eh 29:51 sebagai 29:52 Islam juga itu jangan hanya sekedar 29:54 Islam saja, bersyukur amat bersyukur 29:57 tetapi kita harus terus ya berbenah. 30:00 Maaf saat ini juga saya masih terus 30:03 banyak memben berbenah diri. Masih 30:05 banyak sekali kekurangan untuk itu 30:08 bahkan untuk salat juga bahkan ini 30:10 cara-caranya juga kita harus benar-benar 30:12 tahu bukan eh ibarat kata jangan 30:15 asal-asalan saja begitu. 30:17 ya? 30:17 Iya, kita harus tahu dan harus tahunya 30:20 itu kita sebaiknya harus bertanya kepada 30:23 orang yang lebih mengerti. 30:25 He em. 30:25 Jangan eh tanya itu jangan maaf ya Bang, 30:28 asal tanya ke mana saja di mana saja. 30:30 Boleh tetapi kita harus mengamati dan 30:34 harus mengerti. Begitu. 30:36 Oke. 30:39 Eh, Ibu mengadakan perjalanan jauh 30:42 paling jauh kemana ya, Bu? 30:44 Papua. 30:45 Papua, ya? 30:46 Iya. 30:47 Berapa jam dari Jakarta, Bu? 30:48 Dari Jakarta 4 jam 15 menit, Pak. 30:51 Mmm. 30:52 Kalau dulu selalu transit. Kalau dulu 30:55 alhamdulillah saya itu setiap bulan naik 30:56 pesawat, tetapi alhamdulillah yang 30:59 biayanya walikotanya. 31:00 Oh, kenapa? 31:01 Ya, karena saya saya ditarik ke Papua 31:04 itu, saya waktu itu dari Hotel Santika 31:07 bagian food sama medical khusus walikota 31:09 itu. 31:09 Mmm. 31:10 Tapi sekarang dia sudah pindah. 31:12 Tidak. 31:13 Mmm. 31:13 Di rumahnya walikota. 31:16 Oh. 31:17 Tetapi ada tempat khusus untuk saya 31:18 pribadi, saya bagian food, bagian masak 31:21 sama bagian kesehatan. Kalau beliau ke 31:23 Jakarta, jadi saya selalu beserta. 31:26 Mmm. 31:27 Waktu itu saya dengan Brimob, dengan 31:29 polisi gabungan saya, ya kemana beliau 31:32 pergi saya selalu 31:34 ikut karena saya bagian makanan. 31:36 Oke. 31:38 Dari Ibu Tati, apakah luka Ibu yang 31:40 pernah dibegal itu masih ada atau sudah 31:43 sembuh sama sekali? 31:45 Meskipun sudah sembuh, tetapi kayak 31:47 sekarang ini ya ada di jidat saya dan 31:50 bola mata saya kan bergeser yang kanan 31:53 ini. 31:54 Mmm, gitu ya. 31:56 Oke. 31:59 Ibu, putranya berapa? Oh, tadi sudah 32:01 jawab putranya. 32:02 Putra saya tiga. 32:03 Tiga. 32:04 Laki-laki semua dan saat ini cucu saya 32:06 lima perempuan semua. 32:08 Oh. 32:09 [tertawa] 32:10 Dan cucu saya yang pertama kalau kemarin 32:13 itu jadi 32:15 eee 32:16 dapat medali emas karena juara di 32:19 Makassar. Saya tidak tahu dalam bahasa 32:22 Inggris apa gitu. 32:23 Oh. 32:23 Dari sekolahan. 32:24 Oh. 32:25 [tertawa] 32:25 Alhamdulillah. Itu kan kemurahan Allah, 32:28 Pak. 32:29 Masya Allah. 32:30 Mmm. 32:32 Apa prinsip Ibu agar anak-anak menjadi 32:34 yang saleh dan salehah? 32:37 Saya selalu mengatakan bahkan selalu WA 32:39 ke anak saya. 32:40 Ingat kapanpun dimanapun, 32:44 sesibuk apapun jangan pernah tinggalkan 32:47 salat. 32:48 [mendengus] 32:49 Dan ingat 32:51 rezeki kita, penghasilan kita minimal 32:54 minimal keluarkan 32:57 2,5% karena itu milik orang lain lewat 33:00 kita. 33:02 Begitu. 33:03 Jadi saya sarankan anak-anak saya 33:04 seperti itu. 33:07 Oke. 33:10 Ibu suaranya enak. Waduh, 33:11 [tertawa] 33:12 jauh begitu ya. 33:13 Masya Allah, alhamdulillah subhanallah 33:17 masya Allah. 33:18 Emm. 33:21 Ibu apakah mengajar juga di TK-TK atau 33:25 di mana? 33:25 Saat ini tidak. 33:28 Oh, tidak mengajar. 33:33 Emm. 33:35 Apakah Ibu bisa masak katanya? 33:38 Iya, itu kan saya masak itu sudah 33:40 kebiasaan dulu. 33:41 Masak apa? Masakan apa? 33:42 Kalau kalau masakan kalau saat ini saya 33:44 menerima pesanan akar kelapa. Tapi akar 33:47 kelapa saya itu khusus khasnya tidak 33:50 keras bahkan emm 33:53 pokoknya yang pernah makan akar kelapa 33:54 saya sama ini selalu akar kelapa. 33:56 Bagiannya ya emm. 33:57 Bahkan kalau dulu saya juga pernah buka 33:59 tempat makan juga dan 34:01 isi kalian ayam bumbu rujak 34:03 Ayam bumbu rujak ya? 34:05 bumbu rujak. Kalau dulu saya di dekat 34:08 Bintaro belakang sektor 27, saya buka 34:10 warung makan pernah juga. 34:12 Bahkan di Papua juga saya terima itu 34:15 pesanan ayam bakar bumbu rujak. 34:18 Jadi intinya bumbu rujak itu pedas 34:20 manis. 34:21 Begitu aja. 34:22 Ayam 34:23 Ayam bumbu rujak. 34:24 [tertawa] 34:24 Baru dengar saya. 34:25 Nah, dan kalau akar kelapa itu sampai 34:27 hari ini saya masih terima pesanan juga. 34:29 Masya Allah. Kalau mau pesan silakan 34:33 nomornya ya, 0857 34:37 kemudian 00 34:38 24 34:40 7090 34:42 0857 34:44 kemudian 00 24 70 34:49 90, 34:51 oke. 34:55 Assalamualaikum 34:56 Ibu, Mbak Pur. Mbak Pur apakah sudah 34:59 umrah katanya? 35:00 Alhamdulillah. 35:02 Saya kemurahan Allah saya diberikan 35:04 kesempatan oleh Allah, waktu itu saya 35:07 sebelumnya saya akan di Cianjur di rumah 35:10 teman saya saya ikut ngaji di sana 35:12 dibilang gini, salat sunah syuruk itu 35:15 seperti pahalanya seperti haji dan umrah 35:18 kata ustazahnya itu bilang, kalau kita 35:21 rutin ini kemudahan kita bisa sampai 35:23 tanah suci. Tetapi saya sudah sampai 35:26 hari ini masih terus lakukan tetapi 35:28 alhamdulillah belum setahun saya 35:30 melakukan salat sunah syuruk itu 35:32 tiba-tiba anak saya di Papua bilang 35:34 begini Mama 35:36 mau berangkat umrah Maret April April. 35:38 Saya langsung menangis-nangis karena 35:40 apa? Terharu. Ih, kemurahan Allah 35:42 ternyata luar biasa. Kita makin 35:44 mendekatkan diri kepada Allah. Saya 35:46 sampai ya Allah Pak, kemudahan dan 35:48 kemurahan. Saya sudah ke tanah suci pada 35:52 tahun 2024 itu 35:54 Haji belum ya, baru umrah saja? 35:55 Haji belum, tapi aku bersyukur Pak 35:58 biasanya saya hanya melihat 35:59 gambar-gambar, kok bisa mencium Ka'bah 36:03 itulah kemurahan Allah Pak 36:04 Apa yang paling berkesan di Kota Madinah 36:07 dan Mekkah itu? 36:09 Saya 36:10 ada yang berkesan, 36:12 ke sana itu saya yang saya pikirkan, ih 36:14 semua orang seluruh dunia ini ke sini 36:17 hanya benar-benar ibadah. Bahkan salat 36:19 di Madinah saya ih di seluruh seluruh 36:22 manusia ini salatnya sama juga semuanya, 36:25 meskipun ada cara saya berderet-deret, 36:27 tapi semuanya sama begitu. Ih, 36:30 ini seluruh dunia ini berarti seperti 36:32 ini, berarti saya selalu berpikir, 36:34 berarti setiap detik, setiap menit yang 36:37 namanya azan Allah itu di mana-mana 36:39 seluruh dunia tidak pernah berhenti. 36:41 ya? Hmm. 36:42 Yang saya pikirkan begitu dan 36:44 saya saya benar-benar luar biasa, Pak. 36:47 Saya enggak ngira bisa sampai mencium 36:49 Ka'bah yang tadinya hanya melihat 36:51 gambar-gambar. 36:52 Hmm. 36:54 Ya, anak-anak saya, alhamdulillah saya 36:56 dengan suami, dengan besan saya ke tanah 36:58 suci bertiga waktu itu. 37:01 Enggak sempat belanja waktu itu, cuman 37:02 belum konsentrasi ibadah ya? 37:04 Inti saya ke tanah suci itu, bahkan 37:07 wasiat dan saya tidak saya ke tanah suci 37:10 itu benar-benar mohon ampunan kepada 37:14 Allah dan saya benar-benar ingin 37:17 ingin menjadi benar-benar ingin menjadi 37:19 muslim, Pak. 37:21 Gitu. Jadi, intinya begitu saja. Tidak 37:23 belanja ini itu tidak saya. Orang 37:25 belanja ini itu tidak. 37:27 Untuk saya tidak seperti itu. 37:29 Masya Allah. 37:30 Karena intinya ke tanah suci ibadah. 37:33 Kalau belanja di mana, di seluruh 37:34 seluruh dunia kan ada. Semua 37:35 barang-barang di sana juga ada. Tapi ke 37:38 sana itu itu tujuan saya hanya ingin 37:43 berbakti kepada Allah dan ingin 37:45 membersihkan yang dosa-dosa yang sudah 37:48 terlalu banyak, ingin mohon ampunan 37:49 kepada Allah. Itu saja. 37:52 Keinginan saya, 37:54 saya ingin husnul khotimah dan terhindar 37:57 dari api neraka dan azab kubur. Itu 37:59 saja, Pak. 38:01 Sempat ziarah ke makam Nabi? 38:03 Iya. Bahkan waktu itu sebelum salat 38:06 duha, 38:07 katanya kata orang-orang yang pernah 38:09 umrah katanya biasanya diusir-usir, tapi 38:11 kemurahan Allah, Pak, 38:13 saya dari 38:14 di samping makam Rasulullah 38:17 Di Raudhah ya? 38:17 Iya, itu di Raudhah itu. 38:19 Saya dari salat duha sampai doa, sampai 38:22 salat duha. Ya Allah, orang pada doa, 38:25 kami orang yang yang travel kan 38:27 alhamdulillah Pak, kemurahan Allah 38:29 diberikan kesempatan karena benar-benar 38:32 [tertawa] 38:33 di 38:34 di samping makam Rasulullah itu. 38:36 Kemudahan dan kemurahan Allah luar 38:38 biasa. 38:38 Waktu sai enggak ada kesulitan? 38:40 Alhamdulillah tidak, Pak. Saya tuh 38:43 sampai 38:44 alhamdulillah sai sampai ikut dua kali, 38:46 bahkan mengelilingi Ka'bah juga sampai 38:49 dua kali saya. 38:50 Mmm. 38:51 Kan dikasih kesempatan, akhirnya saya 38:53 bilang saya justru mau itu. Kalau yang 38:56 city link kan dikasih kesempatan ya. 38:58 Tidak, saya ke sana suci itu bukan mau 39:00 jalan-jalan. 39:02 Saya tujuannya 39:04 ya 39:05 ibadah dan dan sangat-sangat ingin lagi 39:09 siapa tahu ya suatu saat saya bisa ke 39:11 tanah suci lagi, Pak. 39:14 Assalamualaikum, Mbak Pur, apakah Mbak 39:17 Pur masih 39:19 punya saudara atau teman yang masih 39:22 Kristen dan bagaimana komunikasinya Mbak 39:24 Pur dengan mereka? 39:27 Masih saudara kandung saya, jadi untuk 39:29 komunikasi tetap baik, tetapi 39:32 sampai saat ini juga lakum dinukum 39:34 waliyadin itu tetap dipegang. 39:38 Jadi kita menghargai mereka, mereka juga 39:40 menghargai kita. 39:41 Mmm. 39:41 Begitu. Komunikasi tetap baik. 39:44 Mmm. 39:44 Dengan teman-teman ya, bahkan 39:47 dengan siapa saja. 39:49 Itu karena kita maaf, kita 39:52 eh diajarkan oleh Rasulullah tentang 39:55 eh menghargai, kasih sayang, bahkan itu 39:58 sangat baik begitu. Jadi saya dengan 40:00 teman-teman saya yang itu, yang dulunya 40:04 masih tetap baik. 40:06 Tapi komunikasi juga kita 40:08 baik-baik saja. 40:09 Oke. 40:11 Ibu, apakah ketika Ibu membuat kue akar 40:15 kelapa sambil membaca selawat? waduh. 40:17 Selalu. 40:18 Ehm, ehm. 40:20 Ehm. 40:22 Ehm. 40:23 Ini ada tanya Nampak Joko di BSD tanya 40:26 nomor teleponnya Mbak Pur. Nomornya Mbak 40:28 Pur ini silakan Pak Joko dicatat ya, 08 40:33 57 40:36 00 40:39 24 40:41 kemudian 70 40:43 90 0857 40:46 kemudian 00 40:48 24 40:50 70 40:52 90 40:55 Yang tanya Mbak Pur dari Bu Lilis sama 40:57 Mbak Pur, surat pertama yang dihafal 40:59 surat apa? 41:01 Yang jelas Al Fatihah. 41:03 Ehm, Al Fatihah. 41:04 Yang jelas 41:05 Berapa lama Ibu bisa menghafal Al 41:06 Fatihah? 41:07 Alhamdulillah saya 41:09 dalam satu zaman itu, satu bulan itu 41:12 saya sudah 41:13 menghafal 41:14 hafal 41:14 ehm 41:15 sudah mulai salat 41:16 Ehm, salat. 41:18 [tertawa] 41:19 Oke. 41:22 Ibu katanya pernah menjadi guru mi, 41:25 sekolah minggu di gereja dulu. 41:27 Diajarkan apa saja itu? 41:29 Kalau itu ya diajarkan ya cara-cara, ya 41:32 cara mereka pokoknya yang yang yang 41:34 lalu, yang lalu lalu itu memang sudah 41:37 saya tutup tetapi pembelajaran itu 41:39 tentang kasih sayang. 41:41 Gitu aja, yang saya pegang sampai hari 41:43 ini kasih sayang tetap saya pegang 41:45 tetapi 41:46 Kasih sayang sesama umat itu? 41:47 Sesama umat tetapi kita kalau saat ini 41:50 benar-benar lakum dinakum wal iyadin itu 41:52 tetap kita pegang. 41:54 Ehm, ehm. 41:54 Gitu aja. 41:56 Oke. 41:58 Ehm. 42:01 Jadi hiburan Ibu apakah apakah cuma 42:03 Quran saja? 42:06 Hiburan Ibu 42:07 Kalau hiburan saya yang penting itu 42:10 saya 42:10 ketemu cucu 42:11 Ya ya pasti ketemu Tetapi kan cucu 42:14 namanya di ujung negeri ya, sesekali 42:17 waktu ketemu tetapi ya untuk saat ini 42:20 saya mendengarkan kalau misalkan sambil 42:22 masak saya memang eee saya itu jadul 42:26 banget tadi HP saya bunyikan Buji 42:30 radio rasio di di kamar saya terus di 42:33 itu suara baca Quran 42:35 murotal Quran gitu. Jadi hanya saya 42:37 dengarkan itu. Jadi mendengarkan itu 42:39 berarti kita sambil belajar. Oh, berarti 42:41 saya waktu itu oh kurang begini, oh 42:44 kurang begitu gitu. Jadi untuk sambil 42:46 mengoreksi diri belajar itu untuk 42:48 mengoreksi diri. Masih terlalu banyak 42:50 kekurangan saya, Pak. 42:54 Masya Allah. Apakah Ibu suka mencatat 42:57 apa-apa yang Ibu dapat dari ilmu Islam 43:00 ini? 43:01 Iya, yang saya utama itu 43:04 yang utama setiap mengaji itu setiap 43:06 hari selalu saya catat. Bahkan ya ada 43:09 saya buku buku yang catatan saya yang 43:12 mengaji segala macam. Kalau dulu saya 43:14 memang pernah bergabung di eee waktu itu 43:18 di Jakarta Barat itu 43:21 bergabung di sana tapi buk catatannya 43:23 masih ada. Bahkan dulu guru saya 43:25 ngajarin guru guru ngaji saya itu 43:29 tadinya guru anak saya tetapi saya juga 43:31 ambil belajar bahkan saya diajarin 43:34 berbagai macam salat fajar yang apa 43:37 segala macam dari beliau tapi selalu 43:39 saya tulis, Pak. 43:42 Mmm. 43:44 Hari ini misalkan saya baca Quran sampai 43:46 ayat ini berarti besok nyambung lagi. 43:48 Jadi tidak pernah saya tinggalkan gitu. 43:51 Oke. 43:53 Baik, mmm ada yang nanya nomor 43:55 teleponnya Ibu Purnawati. Ini nomornya 44:00 0857 44:03 0049 44:06 Eh, 24. 44:07 Oh, 24. 44:09 7090. 44:11 Mohon maaf ya. Kami ulangi lagi 0857 44:15 00 kemudian 24 44:19 7090. 44:21 0857 44:23 0024 44:25 7090. 44:27 Nah, terakhir nih. Ibu Purnama apa 44:30 nasehat Ibu untuk 44:32 anak-anak yang 44:34 baru masuk Islam. 44:37 Saya sarankan siapapun yang begitu jadi 44:40 muslim, tolong banyak belajar dan 44:44 eh, harus selalu belajar dan jangan 44:47 pernah 44:49 kalau sudah bisa salat jangan pernah 44:51 meninggalkan salat di manapun kapanpun. 44:57 Dan kita harus terus belajar. Jangan 44:59 jangan pernah malu belajar karena saya 45:02 benar saya selalu mengikuti Pak Adi 45:05 Hidayat itu belajar. Orang belajar itu 45:07 bukan hanya dengan anak kecil malu, 45:09 tidak. Saya tidak pernah malu karena 45:11 belajar itu sudah jelas sampai menjelang 45:15 ajal kita harus tetap belajar. Meskipun 45:17 saya saat ini sudah tua begini saya 45:20 tidak pernah berhenti belajar 45:22 karena masih terlalu banyak kekurangan 45:24 dan kesalahan. Untuk itu 45:27 kita sebagai muslim harus selalu belajar 45:31 dan bertanya kepada orang yang mengerti. 45:34 Baik. 45:36 Terima kasih Ibu Purnama Wati sepertinya 45:39 kita sudah di akhir waktu. 45:42 Mudah-mudahan kita bisa berjumpa lagi 45:44 ya. 45:44 Insya Allah. 45:45 Silakan yang mau mencatat mungkin ada 45:46 yang tadi 45:47 tadi belum sempat mencatat nomor telepon 45:49 Ibu Purnama Wati nomornya 0857 45:53 kemudian 00 kemudian 24 kemudian 70 45:58 90. 0857 46:01 0024 46:03 7090. 46:05 Tinggal di Cikarang. Hobinya bikin kue, 46:08 apa namanya? Akar kelapa. [tertawa] 46:11 Akar kelapanya enak katanya. Masya 46:13 Allah. Terima kasih sekali lagi Ibu 46:16 Purnama Wati. 46:17 Baik, terima kasih kembali. 46:19 Andi Saputra dan Algi mohon pamit. 46:22 Wabillahi taufik walhidayah. 46:23 Assalamualaikum warahmatullahi 46:24 wabarakatuh. 46:25 Waalaikumsalam.