Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Radio Silaturahim dan Rasail TV untuk
- Islam yang satu Ikhwan dan Akhwat kita
- masih di tausiah sore bersama Ustad
- Wahid DK S dan kita akan lanjutkan sesi
- tanya jawab
- mhm melanjutkan SMS yang sudah masuk
- Ustad yang selanjutnya ini dari
- tidak menyebutkan nama dari hamba Allah
- Assalamualaikum Pak Ustad
- Waalaikumsalam warahmatullah
- Bagaimana ketika kita melihat ada negeri
- lain yang lebih baik dalam menerapkan
- syariat Islam daripada negeri sendiri
- apakah ada anjuran hijrah kepada
- pemimpin yang lebih baik dari tempat
- kita saat ini?
- Bismillahirrahmanirrahim
- kalau kita melihat ada negeri lain yang
- lebih baik tentu ini
- hendaknya menjadikan pelajaran bagi kita
- kita boleh belajar kepada siapapun ya
- apalagi kepada sesama muslim
- mhm
- kalau misalkan di negeri itu bagaimana
- konsep mereka dalam menerapkan kehidupan
- ini dan kita tentu punya konsep yang
- sama ya punya konsep yang sama yaitu
- Alquran dan sunah Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam masalahnya dalam
- penerapan
- nah mungkin ada sisi lain yang belum
- kita terapkan nah itu yang harus kita
- usahakan misalkan oh di saat negeri
- tersebut diterapkan bisa konsep Islam
- ini karena ada sistem atau struktural
- kepemimpinan begini nah itu yang harus
- kita tiru artinya bukan kita meniru
- mereka tapi kita dalam artian meniru
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- buktinya mereka pun yang sudah
- menjalankan bisa dengan baik nah maka
- ini yang harus kita lakukan artinya di
- sini menjadikan sebagai pembelajaran
- jadi tidak diharuskan untuk hijrah ke
- negeri itu tidak
- nah kecuali kalau misalkan dunia ini
- sudah mengglobal jadi satu kepemimpinan.
- Ya, di mana seorang pimpinan atau
- khalifah atau imamul muslimin di mana
- sudah mengglobal sudah di seluruh eh
- negeri ini ada dan imam menyerukan kamu
- hijrah ke anu, kamu hijrah ke anu itu
- hak imam atau hak khalifah. Nah, kalau
- sudah seperti itu adalah bisa terjadi.
- Tetapi kalau kehendaknya sendiri nah
- apalagi dalam kondisi seperti sekarang,
- maka hendaknya kita pandai-pandai
- memilah dan memilih, melihat sisi mana
- yang yang bisa diterapkan di negeri ini.
- Maka itu yang harus kita pelajari. Jadi
- tidak di tidak mengharuskan kita hijrah
- ke negeri tersebut kalau memang misalkan
- dalam kita ini masih bisa kita perbaiki.
- Apalagi kita tinggal di Indonesia
- misalkan. Indonesia itu negeri muslim
- terbesar di dunia.
- Sebenarnya yang harus kita sadari umat
- Islam di Indonesia sekarang harus lebih
- melek bahwa umat Islam harus bersatu
- dalam satu kesatuan.
- Dan kita harus hati-hati terhadap
- usaha-usaha muslimin yang akan
- memporak-porandakan negeri ini. Nah,
- sudah usaha-usaha musuh-musuh yang
- musuh-musuh muslimin yang berusaha
- memporak-porandakan negeri-negeri negeri
- negeri terbesar umat Islam ini. Maka di
- sinilah hendaknya kita banyak belajar,
- kita memantau eh satu apa
- eh wawasan keislaman yang tidak boleh
- berhenti dan
- kalau misalkan seperti contoh oh ini
- negeri Baitul Maqdis, negeri Al-Aqsa di
- mana Yerusalem sedang dikepung oleh
- Israel.
- Nah, sangat wajar kalau misalkan
- pemimpin bangsa ini yang merupakan
- pemimpin bangsa terbesar kaum muslimin
- mengirimkan pasukan. Ya, itu wajar
- sekali. Kalau misalkan sudah kirimkan
- kan untuk membantu.
- Nah, kecuali oh di sana masih kuat
- pasukannya. Apa yang bisa dibantu untuk
- memperkuat pasukan di sana? Nah, itu
- yang dilakukan. Jadi eh tidak selamanya
- ketika menghadapi seperti itu harus
- dihijrahkan. Ada eh momen-momen lain
- yang perlu kita eh perhatikan dan
- apa poin-poin tertentu yang harus kita
- pertimbangkan.
- Nah, jadi kalau misalkan tadi dalam
- kondisi sudah mengglobal, maka itu hak
- imam atau hak khalifah menyuruh untuk
- hijrah. Seperti Rasul menyuruh hijrah
- kepada Ja'far waktu itu untuk hijrah ke
- Habasyah. Ya, kemudian Rasulullah alaihi
- wasallam menyuruh hijrah duluan kepada
- Umar, kepada Utsman untuk hijrah duluan
- ke Madinah sebelum beliau berangkat.
- Karena Rasul itu adalah merupakan
- thaifah keempat setelah tiga thaifah
- duluan berangkat. Nah, jadi ini adalah
- hak seorang
- pucuk pimpinan baik itu disebut dengan
- khalifah atau imamul muslimin. Demikian.
- Baik.
- Kita terima penelpon, Pak Ustad. Halo,
- asalamualaikum.
- Waalaikumsalam.
- Iya, dengan Ibu siapa di mana?
- Dengan hamba Allah di Jakarta.
- Oh, dengan hamba Allah. Mungkin Pak
- Yusuf bisa dibesarkan lagi volumenya?
- Baik, silakan Ibu pertanyaannya.
- Eh, pertanyaan di luar tema bisa enggak?
- Tentang apa, Ibu?
- Eh, tentang
- eh, meminta maaf. Maksudnya mau meminta
- maaf kayak ke kita sebagai istri kepada
- suami.
- Nah, silakan, Ibu.
- Iya.
- Suami sendiri sudah enggak ada se
- Jadi, sebelum memin minta maaf, suami
- sudah tidak ada.
- Meninggal, ya?
- Sudah meninggal atau mas maksudnya me
- tidak ada pergi, Ibu?
- Meninggal.
- Oh, meninggal, ya.
- Kemudian?
- Mana caranya bisa
- eh,
- meminta maafnya gitu loh.
- Iya. Itu saja, Bu?
- Ya, iya sudah situ saja.
- Iya, iya.
- Baik.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Eh, pertama kalau kita merasa berdosa
- atau merasa bersalah kepada orang yang
- sudah meninggal,
- yang pertama adalah meminta maaf atau
- mohon ampun kepada Allah terlebih dahulu
- atas kelalaiannya, ketelodorannya,
- kekeliruannya selama ini. Memohon ampun
- kepada Allah yang eh, firmannya, "Ya
- ayyuhalladzina amanu tubu ilallahi
- taubatan nasuha."
- Ya, bertobatlah kamu kepada Allah dengan
- tobat yang sebenar-benarnya.
- Nah, kemudian setelah itu
- kita doakan orang yang sudah meninggal
- itu dengan kebaikan kita. Doakan ya,
- Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi
- wa'fu anhu dan seterusnya. Didoakan ya.
- Kemudian doakan agar mendapatkan
- kenikmatan di alam kuburnya.
- Nah, kemudian setelah itu
- cari dari
- apa yang kira-kira menjadi kebaikan
- suaminya dulu.
- He eh.
- Oh, suaminya itu punya kebaikan ini,
- dilanjutkan kebaikannya.
- Ya, inilah yang akan menjadikan
- cara kita berbuat baik atau salah satu
- bentuk memohon permohonan maaf kepada
- orang yang sudah meninggal. Dan cari
- dari keluarganya siapa diantara
- keluarganya yang terdekat.
- Maka itu yang harus kita prioritaskan.
- Kemudian
- orang-orang yang pernah juga berhubungan
- dengan suami kita.
- Ya, misalkan dia punya adik atau punya
- kakak, maka kita pun berbuat baik kepada
- mereka.
- Pada keluarganya. Nah, inilah cara untuk
- membersihkan dosa-dosa kita. Insya Allah
- dengan usaha ini Allah akan ampuni
- kesalahan kita.
- Jadi, kita sejak ini berbuat baik.
- Segala kebaikan yang pernah dilakukan
- oleh suami, maka dilanjutkan oleh kita.
- He eh.
- Segala kebaikan, segala sesuatu yang
- dibenci oleh suami dan itu ternyata yang
- dibenci juga oleh Allah Subhanahu wa
- Ta'ala, maka kita pun harus menjauhinya.
- Nah, inilah bentuk
- permohonan maaf kita kepada suami atau
- kepada orang yang sudah
- meninggal padahal pernah kita sakiti
- atau pernah kita lukai. Demikian.
- Baik, semoga menjadi solusi.
- Kemudian
- ada dua SMS Pak Ustadz yang senada saya
- bacakan.
- Dari hamba Allah di Bintaro,
- "Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh."
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ini meneruskan penjelasan tadi tentang
- pemimpin yang sebaiknya muslim.
- Kalau yang muslim itu korupsi dan
- penggantinya muslim juga korupsi lagi,
- terus penggantinya muslim lagi-lagi
- korupsi bagaimana? Sedangkan ada yang
- non muslim tapi kelakuan dan cara
- kerjanya seperti yang dilakukan oleh
- sahabat.
- Mana yang kita pilih? Karena beberapa
- waktu lalu ada ustaz yang ceramah di
- radio
- mengatakan pilih yang kelakuannya
- seperti Rasul, paling tidak seperti
- sahabat Rasul. Mohon penjelasan.
- Kemudian dari Agus di Cileduk
- eh pilih mana pemimpin non muslim tapi
- enggak korupsi atau muslim tapi korupsi.
- Iya.
- Kalau kita harus memilih seperti itu,
- tentu memilih seorang muslim yang tidak
- korupsi.
- He eh.
- Iya. Dan kita harus yakin, harus
- husnuzan, berbaik sangka. Negeri ini
- negeri muslim terbesar.
- Sangat tidak mungkin kalau tidak ada
- yang seperti itu.
- He eh.
- Iya.
- Jadi
- jangan sampai
- tidak adil. Kok menyeimbangkan ini yang
- yang non muslim tidak korupsi, yang
- muslim yang korupsi. Itu tidak adil.
- Mestinya orang non muslim juga ada yang
- korupsi, ada yang tidak. Muslim pun ada
- yang korupsi, ada yang tidak. Itu
- individual. Tapi kalau kembali kepada
- konsep Islam, Islam justru yang menata
- peradaban ini. Permasalahannya sekarang
- kalau orang konsekuen dengan Islam, maka
- dia akan menjauhi korupsi.
- He eh.
- Maka cari orang-orang yang konsekuen
- dengan Islam. Dan saya yakin insyaallah
- ada.
- He eh.
- Asal kita mau melakukannya.
- Masalahnya seringkali kita terjerat pada
- nepotisme, iya terjerat kepada
- kepentingan-kepentingan tertentu.
- Akhirnya orang-orang yang sebenarnya
- layak untuk menjadi pemimpin dan dia
- seorang muslim yang baik terpinggirkan
- hanya karena permasalahan-permasalahan
- duniawi.
- Nah ini yang menjadi masalah seringkali
- terjadi. Nah kemudian
- kalau kita lihat daripada
- eh firman-firman Allah subhanahu wa
- taala yang sungguh sangat jelas
- pertama di surat Al-Imran ayat ayat 19.
- Allah berfirman,
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Inna dina indallahil Islam.
- Sesungguhnya din yang benar itu adalah
- Islam.
- Din yang diridai Allah itu adalah Islam.
- Wa kemudian di surat Al-Imran ayat 85,
- wa man yabtaghi ghairal Islami dina,
- fala yuqbala minhu wa huwa fil akhirati
- minal khosirin.
- Barang siapa yang mencari din selain
- Islam, maka tidak akan diterima
- daripadanya dan di akhirat dia termasuk
- orang yang rugi. Jadi, kalau
- sekalipun seseorang itu berkorban
- habis-habisan,
- sampai semua potensinya habis beneran,
- ya, untuk kepentingan umat, tetapi dia
- di luar Islam.
- Di dalam Alquran sudah jelas tidak akan
- diterima.
- Fala yuqbala minhu.
- Wa huwa fil akhirati minal khosirin, dan
- di akhirat termasuk orang yang rugi.
- Nah, inilah makanya jangan sampai kita
- terobsesi atau terpengaruh,
- terkontaminasi pikiran kita dengan
- paham-paham yang bisa menimbulkan
- akhirnya timbul keraguan, seolah ragu
- kepada Islam.
- Padahal Allah berfin berfirman, alhaqqu
- min rabbik fala takunanna minal
- mumtarin. Kebenaran itu datang dari
- Allah, maka jangan sekali-kali kamu jadi
- orang yang ragu-ragu.
- Ya, kita harus yakin benar, la nufarriqu
- baina ahadin min rusuli. Allah, kami
- tidak membeda-bedakan di antara
- rasul-rasul Allah.
- Jadi, seluruh rasul Allah dari Nabi Adam
- sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam semuanya Islam.
- Dan itu menjadi sudah sangat cukup
- menjadi pijakan kita. Permasalahannya
- kalau ada seorang muslim yang korupsi,
- menunjukkan dia tidak berpijak di atas
- jalan yang benar.
- Jadi, bukan di di apa?
- Bukan agamanya, ya.
- Bukan kepada agamanya, bukan kepada
- muslimnya, tapi pada pribadinya. Itu
- oknum.
- Ya, kalau seorang muslim yang benar, dia
- pasti tidak akan korupsi.
- Ya, jadi kembali kepada eh komitmen kita
- sebagai seorang muslim yang harus
- merujuk kepada syariat Islam.
- Nah, jangan sampai kita terkontaminasi
- pikiran kita mengutamakan ra'yu,
- menyepelekan wahyu.
- Ini berat tanggung jawabnya di hadapan
- Allah.
- Ya, jadi jangan sampai eee
- Su'uzon.
- Su'uzon ya, buruk sangka kepada
- saudara-saudara kita yang sebenarnya
- tidak semua kaum muslim itu demikian.
- Seperti contoh begini.
- Eee ada orang, "Nih tuh buktinya, tuh
- siapa yang dipenjara? Muslim. Siapa itu
- yang mencuri? Muslim. Siapa itu yang
- jadi pengemis? Muslim." katanya.
- Ya wajar karena memang di negeri ini
- mayoritas muslim. Coba Anda belajar
- datang ke luar negeri yang mayoritas
- orang-orang non muslim, mesti dipenjara
- tuh banyaknya non muslim.
- Ya.
- Pengalaman saya masuk ke negeri-negeri
- yang non muslim, ternyata yang jadi yang
- jadi pengemis non muslim. Ya, yang jadi
- pencuri non muslim. Yang biasa ganggu di
- jalan juga non muslim.
- Kenapa? Mayoritas di situ non muslim.
- Jadi satu hal yang wajar, jangan sampai
- di generalisir tentang kepribadian
- seorang oknum.
- Ehm.
- Nah, kembali kepada syariat, Islam ini
- rahmatan lil alamin. Islam itu rahmat
- untuk seluruh alam. Kalau seorang muslim
- yang benar, kemudian dia jadi pemimpin,
- maka akan memberikan rahmat untuk
- seluruhnya. Demikian.
- Dan juga
- sekarang ada media massa Pak Ustaz.
- Ya.
- Membuat penilaian seorang itu baik
- sangat mudah sebenarnya kan.
- Oh iya, biasa opini kan bisa dibuat.
- Iya.
- Sekarang.
- Baik Ustaz, kita terima penelepon
- kembali. Halo, asalamualaikum.
- Halo, asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Iya, dengan Bapak siapa dari
- Ahmad Zulkarnain.
- Baik Bapak Ahmad, silakan dengan Ustaz
- Wahyudi KS.
- Iya, Wahyudi KS. Iya, ini ikut sharing
- saja ini.
- Kita memang di Indonesia ini mayoritas
- muslim.
- Iya.
- Tapi
- pemimpin kita kan dari presidennya
- eee memang muslim, tapi syariat yang
- dijalankan bukan muslim gitu kan.
- Heeh, banyak kerugian yang kita dapat.
- Kalau zaman Pak Harto,
- saya bukan mengagungkan Pak Harto ya,
- itu gubernur semua dari
- pusat ditentukan. Jadi, dampak untuk
- pemilihan kepala daerah itu enggak ada,
- enggak ada kerusakan, enggak ada apa.
- Kalau zaman Pak Harto kayaknya masih
- eee menjalankan syariat Islam.
- Ya, karena diuraikan tadi Pak Wahyudi
- sana,
- dari apa yang mengedepankan pemimpin
- Islam kerugian. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Komentar Pak Ustaz, silakan mungkin ada
- tanggapan.
- Saya sampaikan tadi masalah kepemimpinan
- dalam Islam. Memang yang menentukan itu
- khalifah atau apa, imam ya. Mengangkat
- seorang wali, terus seorang amir. Nah,
- tadi Bapak Ahmad ini mengidentikan ya,
- istilahnya mengidentikan dengan pola Pak
- Harto yang mengangkat gubernur-gubernur
- dari pusat.
- Ya, saya kira memang
- kalau memang kepemimpinan Rasul itu yang
- kepemimpinan fleksibel ya. Kepemimpinan
- fleksibel bisa ditiru oleh siapapun.
- Oleh pemimpin kepala negara bisa ditiru,
- oleh pimpinan perusahaan bisa ditiru,
- oleh pimpinan rumah tangga bisa ditiru,
- oleh siapapun bisa ditiru karena
- fleksibilitas kepemimpinan Rasul alaihi
- wasallam, tapi yang pasti tidak ada yang
- lebih baik daripada model kepemimpinan
- kecuali kepemimpinan Rasul. Dan ini
- diikuti oleh ee para sahabatnya, maka ee
- beliau bersabda "Fa'alaikum bisunnati
- wasunnati khulafa rasyidin wal
- mahdiyin".
- Wajib bagi kamu mengikuti sunnahku dan
- sunnah khulafa rasyidin wal mahdiyin.
- Hanya permasalahannya memang yang harus
- kita pahami bahwa kepemimpinan eee
- kepemimpinan Islam yang diterapkan oleh
- Rasul alaihi wasallam dan khulafa
- rasyidin wal mahdiyin ini belum
- diterapkan secara keseluruhan.
- Jadi, baru sebagian-sebagian yang
- diambilnya.
- Kalau diterapkan secara keseluruhan,
- maka modelnya akan model khilafah.
- Ya, model khilafah ini adalah yang tidak
- dibatasi dengan negara dan bangsa.
- Tidak dibatasi dengan warna kulit dan
- bahasa.
- Tidak ada teritorial. Yang ada adalah
- muslimin terbentang dari Maroko sampai
- ke Merauke, itulah makmumnya.
- Nah, inilah kalau kita mau mau mengikuti
- pola seutuhnya kepada kepemimpinan
- Rasulullah dan para sahabat radhiallahu
- anhu.
- Jadi, ee idealnya memang kalau kita mau
- mengikuti pola Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, seperti itulah yang
- dilakukan sehingga tidak terjadi ee
- gesekan, tidak terjadi banyak
- pertentangan di kalangan masyarakat
- bawah. Demikian.
- Baik, kita ke SMS selanjutnya. Ini dari
- hamba Allah seorang
- istri. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, setelah suami meninggal,
- kepemimpinan saya menjadi bapak
- sekaligus ibu untuk anak.
- Apakah nanti saya harus
- mempertanggungjawabkan keduanya di
- hadapan Allah?
- Ya.
- Ee kembali kepada ayat, la
- yukallifullahu nafsan illa wus'aha.
- Allah tidak membebani kepada seorang
- kecuali sesuai dengan kemampuannya.
- Tentu ee kalau kita ingat seorang contoh
- istri Ummu Darda.
- Ummu Dar- Ummu Darda ini memang luar
- biasa.
- Sosok seorang istri
- yang dia ee tidak mau menikah lagi
- sekalipun U- Abu Darda telah meninggal.
- Ya, masya Allah. Dan kemudian dia
- berusaha menjadi
- berperan dua, berperan sebagai ibu dan
- sebagai ayah. Tapi sukses.
- Mmm.
- Ya. Nah, masya Allah. Luar biasa. Sampai
- di tahun 81 Hijriah ia wafat, itu dalam
- kondisi yang terkenal kebaikannya.
- Sungguh luar biasa. Dia seorang yang
- alim, seorang yang berilmu, ya. Dia pun
- sering memberikan ilmunya karena Abu
- Darda juga seorang alim. Seorang ee
- ulama. Nah, dia juga seorang ustazah
- gitu lho kira-kira.
- Sehingga mampu memberikan kontribusi
- positif untuk kaum muslimin. Nah, ketika
- seorang ibu punya peran ganda seperti
- itu, maka tentu pahalanya pun jadi
- ganda.
- Hmm.
- Ya, pahalanya jadi ganda. Namun,
- demikian kalau memang bukan suatu janji,
- bukan suatu wasiat, atau menjadikan eh
- satu hal yang tidak menimbulkan dampak
- negatif, maka kalau saya menyarankan
- lebih baiknya lebih baik lebih baik
- carilah pemimpin yang baru.
- Nah, toh bukan hal yang perkara yang
- salah ketika kita mencari seorang suami
- yang saleh, kemudian bisa berbagi
- sehingga bisa menambah eh dinamika
- hidup, ya. Misalkan saat sebelum punya
- suami lagi, mungkin hanya beberapa poin
- yang bisa dilakukan. Tapi ketika sudah
- punya suami, mungkin sekian banyak poin
- yang bisa dilakukan. Nah, ini akan lebih
- baik kalau seperti itu. Maka tentu
- nah, saya sarankan mohonlah pertolongan
- kepada Allah, berdoa dengan Allahumma
- ajurni fi musibati wakhlufli khairam
- minha. Ya Allah, berikanlah pahala
- kepadaku atas musibah yang menimpaku dan
- berikanlah pengganti yang lebih baik
- daripadanya. Tuh, itulah doanya.
- Mudah-mudahan ibu tadi diberikan suami
- yang saleh dan bisa mendampinginya,
- mengurus anak-anaknya sehingga menjadi
- generasi yang saleh dan salehah, menjadi
- eh imam-imam atau menjadi para pemimpin
- peradaban dunia ini. Demikian.
- Amin. Amin. Baik, mungkin ini satu SMS
- terakhir, Pak Ustaz, karena kita sudah
- di penghujung acara.
- Assalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dari hamba Allah di Bekasi, eh saya
- seorang mualaf yang masih belajar
- Alquran. Bagaimana cara mendidik istri
- melalui ajaran Rasul dan sunahnya?
- Terima kasih.
- Ya.
- Alhamdulillah, eh
- ikhwan tidak disebutkan namanya, ya?
- Hamba Allah, Pak Ustaz.
- Hamba Allah yang mualaf ini, pertama
- saya doakan semoga Allah memberikan
- keberkahan atas keislamannya. Dan Allah
- lipat gandakan pahalanya karena dengan
- keislaman dihapuskanlah seluruh
- dosa-dosanya. Maka dengan itu, semoga
- dimudahkan juga untuk mempelajari Islam.
- Saya punya teman dulu
- baru 4 tahun saja di dalam Islam itu
- kemampuannya sudah melebihi para ustad
- yang ada.
- Oh.
- Ya, termasuk melebihi kemampuan saya.
- Saya heran juga, dia tinggal di
- pesantren selama 4 tahun ya, kemudian
- dia keluar tuh, wah kalau sudah ngajar
- Islam subhanallah luar biasa.
- Bacaan Qur'annya bagus, tulisan Arabnya
- bagus ya, kemudian membahas tafsir pun
- bagus masyaallah, saya terkagum-kagum.
- Ini muallaf, lah saya dari Islam dari
- kecil.
- Alhamdulillah.
- Wah, kalah nih jadi merasa saya juga
- subhanallah, nah mudah-mudahan jadi
- motivasi. Nah, dengan itu pula eh
- sungguh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam telah banyak membeberkan
- bagaimana cara menata rumah tangga
- Islami.
- Ya, paling tidak contoh misalkan lihat
- tafsir di surat At-Taubah eh surat
- An-Nisa, di surat An-Nisa ayat 34
- ada disebutkan Ar-Rijalu qawwamuna
- alan-nisa yaitu di tafsirnya banyak
- sekali uraian bagaimana seorang
- laki-laki menata eh keluarganya termasuk
- memperbaiki istrinya menjadi istri yang
- shalihah. Satu contoh misalkan
- eh memanggil dengan panggilan istri
- dengan panggilan yang baik ya, kemudian
- eh mengarahkan istri untuk rajin mengaji
- kemudian saling membangunkan untuk
- shalat malam, saling mendorong untuk
- taat kepada Allah azza wajalla, saling
- mendorong untuk berkorban di jalan Allah
- dengan harta dan tenaga ya, semua itu
- kita lakukan kebersamaan, ajak
- musyawarah dengan istrinya. Bila perlu
- datangkan seorang guru atau kita
- mendatangi guru untuk belajar. Maka
- dengan itu insyaallah akan lebih cepat.
- Ya, karena jangan sampai eh kita
- mengandalkan apalagi eh kita baru tahu
- Islam hanya mengandalkan buku.
- Oh.
- Ya, tidak pernah talaqqi dengan seorang
- ustad atau seorang eh syekh, maka ini
- akan menjadikan eh kendala. Ya, paling
- tidak menjadi kendala bagi dirinya
- ketika dia memecahkan suatu permasalahan
- bingung, bagaimana seharusnya kok
- begini-begini begini, tapi kalau ada
- kita talaqi, kita bertemu langsung
- dengan guru, kita pernah ee mentalaqi
- bacaan kita, kita mentalaqi ee cara
- pemahaman kita, maka insya Allah kita
- akan dimudahkan Allah subhana wa taala.
- Saya doakan mudah-mudahan hamba Allah
- yang Muhalaf tadi beserta keluarganya
- menjadi keluarga yang sakinah, mawadah,
- warahmah dan mendapatkan prestasi yang
- luar biasa di dunia dan akhirat.
- Amin.
- Demikian yang dapat saya sampaikan ee
- sebelum saya tutup, saya sampaikan bahwa
- syarat-syarat pemimpin itu paling tidak
- ada beberapa hal. Pertama, harus ikhlas
- karena Allah subhana wa taala.
- Kemudian dia laki-laki, ya,
- tulen, bukan laki-laki bayangan.
- Laki-laki tulen. Kemudian tidak ambisi
- dalam hatinya. Kemudian senantiasa
- berhukum dengan hukum Allah.
- Jadi memperhatikan, mempelajari
- hukum-hukum Allah. Kemudian bersikap
- adil.
- Lantas mengutamakan yang dipimpin dan
- selalu mau mendengar keluhan yang
- dipimpin.
- Kemudian menasehati
- dan tidak khianat kepada yang terpimpin
- atau kepada rakyat.
- Tidak terima sogokan. Nah, ini salah
- satu di antara
- penting ini. Tidak terima sogokan.
- Mengambil penasehat dari orang yang
- saleh, ya. Kemudian ramah terhadap yang
- dipimpin, jujur,
- ya, jujur menjalankan urusan muslimin
- dan memiliki empati yang tinggi terhadap
- sesama ee apa? Sesama kaum muslimin,
- juga terhadap umat manusia secara
- keseluruhan agar tersebarnya Islam
- sebagai rahmat untuk seluruh alam.
- Itulah yang dapat saya sampaikan pada
- kesempatan sore ini. Mudah-mudahan Allah
- subhana wa taala memberkati kita semua
- dan merawat kita semua dan Allah berikan
- kepemimpinan yang terbaik. Dan mari kita
- kembali kepada sistem Islam yang benar
- sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasul
- dan sahabat. Mudah-mudahan ee Allah
- memberikan manfaat atas ilmu yang
- didapatkan pada sore ini dan kita
- berharap meraih prestasi husnul khotimah
- kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan
- prestasi dunia dan akhirat.
- Mohon maaf atas segala kekurangan.
- Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Walhamdulillahirobbil
- alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah khairan dan
- terima kasih banyak buat Ustad atas
- ilmunya yang telah disampaikan untuk
- kita.
- Kita doakan Ikhwanat semoga Ustad Yudi
- Kesuma senantiasa diberikan kesehatan
- sehingga kita bisa terus menyimak kajian
- kajian dari beliau. Dan juga tidak lupa
- terima kasih kepada Ikhwanat yang sudah
- ikut berpartisipasi baik lewat SMS
- maupun lewat telepon. Mohon maaf apabila
- ada yang tidak sempat terbaca
- pertanyaannya karena keterbatasan waktu.
- Terakhir
- saya Zulfikar ditemani yang bertugas
- hari ini ada Bang Yusuf, ada Ruby dan
- juga Zen serta kerabat kerja di daerah
- yang bertugas undur diri. Mohon maaf
- atas kekurangan dan kesalahan.
- Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sholat.