Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- wasamidina Muhammad aliid
- allahumfamtani
- waimni warzuqni ilman dipancarkan dari
- jalan masjid silaturahim nomor 36
- kalimagis bubur Bekasi radio silaturahim
- dan rasil visual untuk Islam yang satu
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala apa kabar Anda di
- pagi hari ini menuju siang di hari Ahad
- semoga kabar Anda dalam keadaan sehat
- walafiat di mana pun Anda berada. Kami
- menyapa Anda Ikhwan Akhwat yang berada
- di daerah Jaboretabek dan sekitarnya
- yang selalu setia mendengarkan radio
- silaturahim di gelombang AM 720.
- Begituun kami menyapa Anda ikhwan akhwat
- yang berada di daerah Batam dan
- sekitarnya. Pendengar yang berada di ee
- Sukabumi, Semarang, Jogja, Banyuwangi
- semoga dalam keadaan sehat walafiat.
- Begitupun pendengar yang berada di
- daerah Bondowoso, Pontianak atau di mana
- pun saja Anda berada yang selalu setia
- mendengarkan siaransi secara rasil
- melalui streaming di
- www.radiosiratrahim.com.
- Di kesempatan kali ini, ikhwan akhwat,
- saya Angga Aminuddin ditemani oleh
- Muhammad Ondi, ada juga Anis Mualim di
- meja operator menyapa Anda dalam acara
- bincang Rasil bersama narasumber kita
- Ibu Prof. Ahmani dan siaran kali ini
- kami menggunakan ee Zoom ya, jadi siaran
- Zoom dan sudah ada di yang laine Zoom
- kami narasumber kita di acara Bincang
- Rasil kali ini Bu Prof. Amanologis.
- Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabar Bu Amadi?
- Alhamdulillah Ustaz Angga terima kasih
- banyak. Kita jumpa lagi pagi ini.
- Kita jumpa lagi dengan ee media yang
- berbeda nih, Bu ya.
- Iya, betul. Betul.
- Kalau pakai Zoom gini, Ibu kayaknya
- sekarang sudah mulai sering nih, Bu, ya,
- pertemuan-pertemuan meeting sepertinya
- di dengan rekan-rekan kerja.
- Iya.
- Alhamdulillah ini salah satu hikmah dari
- COVID-19 ya. webinar sering sekali dan
- rekaman bahkan rekaman radio pun juga
- pakai ee virtual ya
- virtual ya jadi ini jarak tidak
- memisahkan kita ya ini live dari live
- dari kawasan Ciputat ya Bu ya dari
- kediamanya
- betul
- ikhwan akhwat di kesempatan kali ini
- kita akan mengangkat topik bagaimana
- sebenarnya ketahanan keluarga di masa
- transisi ee pandemi atau pasca pandemi.
- Karena ada informasi yang kami kutip
- dari beberapa sumber
- di masa transisi ataupun dikhawatirkan
- nanti pasca pandemi ee ketahanan
- keluarga ini menyoroti ee empat hal dari
- mulai ketahanan fisik, psikis, ekonomi,
- sosial, dan agama. Bahkan ada salah satu
- ee lembaga survei
- ee yang berlatar belakang perguruan
- tinggi ini melihat beberapa catatan ee
- ketahanan keluarga dilihat dari areal
- seperti Provinsi DKI Jakarta, Jawa
- Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur yang mana
- ketahanan keluarga dari sisi fisik,
- psikis, ekonomi, sosial, dan agama itu
- berbeda-beda gitu. dari Jakarta, di Jawa
- Barat ee ada yang mengatakan bahwa
- ketahanan fisik dan psikisnya lebih
- bagus, tapi ketahanan sosial dan
- agamanya lebih rendah. Begitupun
- ketahanan dalam hal ekonominya. Nah, di
- sini kita akan menyoroti bersama Bu
- Amani sebenarnya yang dievaluasi dari
- ketahanan keluarga di masa pandemi
- kemarin memasuki masa transisi dan nanti
- pasca pandemi itu persepan seperti apa
- dan bagaimana keluarga itu supaya tetap
- ee tahan banting dengan ujian apapun.
- Begitu, Bu. tujuan kita Bu
- Baik Ustaz Angga terima kasih banyak
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
- rasulillah amma ba'ad.
- Tema tentang ketahanan keluarga penting
- sekali kita dalami, kita bahas setiap
- saat kita ee renungkan banyak hal
- tentang ketahanan keluarga. Ee memang
- ketahanan keluarga tadi sebagaimana
- disampaikan bukan hanya ketahanan
- ekonomi keluarga, tetapi ketahanan
- keluarga
- secara umum, yakni keluarga yang
- sejahtera, bahagia, yang penuh dengan
- mawaddah warahmah. Ini adalah definisi
- keluarga yang diharapkan di dalam ee
- masyarakat dan juga bagi ee umat Islam
- yang mengagungkan
- ikatan keluarga, yang selalu ingin
- melestarikan
- ikatan perkawinan. Ini adalah kewajiban
- kita semua. Dan ee alhamdulillah
- tema ini tepat sekali waktunya untuk
- kita bahas di masa ee masyarakat sedang
- mengalami
- krisis pandemi Covid-19
- dan juga sekarang ini masih ada PSBB,
- pembatasan
- ee sosial berskala besar. Jadi kita
- masih harus e menahan diri untuk bisa
- bergerak beraktivitas sebagaimana
- biasanya ketika 4 bulan lalu belum ada
- pandemi ini. Belum kita rasakan walaupun
- sudah ada virus coronanya tetapi belum
- kita rasakan ee menyebar dan berbahaya
- seperti sekarang ini. dan bahkan kita
- sudah didorong oleh pemerintah, oleh
- juga banyak ee pemerintah daerah untuk
- memulai new normal life. New normal life
- ini adalah kita mulai sedikit-sedikit
- ee bisa keluar rumah. Tidak hanya di
- rumah saja, mulai bekerja sekolah
- semuanya di rumah saja. Tetapi kita
- mulai bisa keluar rumah untuk
- urusan-urusan penting tetapi dengan
- menggunakan protokol kesehatan.
- Protokol kesehatan itu wajib hukumnya.
- Jadi dalam masa COVID-19 ini ee para
- ulama, para ee pengkaji
- ya bidang fikih fatwa itu banyak sekali
- dihasilkan
- fatwa-fatwa atau pandangan agama tentang
- bagaimana pentingnya protokol kesehatan
- di masa pandemi, di masa krisis
- kesehatan dunia. ya yang kita rasakan
- juga di Indonesia
- protokol kesehatan itu penting sehingga
- para ulama khususnya Majelis Ulama
- Indonesia juga mengeluarkan ee fatwa
- harus melaksanakan ee protokol
- kesehatan. Jadi wajib menjaga
- anggota keluarga, wajib menjaga
- kesehatan anggota masyarakat. Sehingga
- bagaimana kita ee melaksanakan ibadah
- harus melaksanakannya dengan protokol
- kesehatan. Yang pertama adalah jaga
- kesehatan diri ya. menggunakan masker,
- cuci tangan setiap saat dengan sabun,
- kemudian ee membersihkan lingkungan,
- ruangan ataupun juga halaman rumah dan
- lingkungan ee hidup kita. kemudian ee
- melaksanakan
- physical distancing ya, jarak antar ee
- kita ketika ee berdekatan dengan orang
- lain harus jaga jarak 1 m, 1,5 m. Karena
- ee sudah dijelaskan oleh kalangan
- kesehatan bahwa penyebaran virus
- COVID-19 ini adalah melalui ee droplet
- atau melalui cairan yang keluar dari
- mulut, dari semua, dan juga dari hidung
- ya. Jadi ada lendir yang memang tempat
- hidupnya virus corona ini ee kalau kita
- sentuh dan ee berada di sekitar kita,
- apakah itu di udara, di alas-alas ee
- tempat duduk atau tempat kerja kita,
- bahkan di pegangan-pegangan pintu,
- kulkas dan lainnya itu semuanya ada
- tempat-tempat hidup ee virus corona.
- maka kita harus berhati-hati sering cuci
- tangan dan juga ee menjaga jarak tadi.
- Akhirnya dampak dari eh PSBB,
- social eh dari physical distancing
- artinya berjaga jarak antar individu,
- akhirnya kita juga mengalami social
- distancing. Social distancing adalah
- bukan kita tidak saling peduli sesama
- anggota masyarakat apalagi anggota
- keluarga, tetapi kita membatasi. Yang
- tadinya rapat tiap hari bisa di kantor,
- maka sekarang kita berada di rumah dan
- bekerja. ee ketika ee apa pasar juga
- banyak yang ditutup, warung-warung,
- toko, mall ditutup, maka kita belanja
- lewat online. Ini adalah social
- distancing bahwa kita mentransformasikan
- diri dari kegiatan rutin yang biasa kita
- lakukan. Tapi sekarang secara sosial
- kita melakukan pembatasan dan ada jarak,
- ya. Jadi, social distancing ini memang
- eh bukan berarti kita tidak peduli satu
- sama lain karena kita jauh. Kita tidak
- saling mengenal dengan tetangga karena
- kita ee menjaga diri dan keluarga kita
- dari
- e penyakit ya atau dari virus corona
- ini. Bukan begitu. justru kita makin
- peduli. Jadi, hikmah dari pandemi
- Covid-19 ini adalah sesama individu,
- sesama ee anggota keluarga dan anggota
- masyarakat kita justru dihubungkan.
- Dihubungkan dengan apa? Dengan IT,
- dengan internet, dengan ee dengan ee
- dunia digital.
- Ternyata kita inilah yang hikmah lainnya
- juga bahwa dunia digital, literasi
- digital kita sudah harus kuasai.
- Bagaimana saya mendengar bahwa ibu-ibu
- juga sekarang ya yang biasa berjualan di
- bidang UKM ee pengembangan-pengembangan
- ee
- apa hasil karya dan juga masak-memasak,
- home industri itu semua dijual lewat
- online. sangat ee mahir ibu-ibu sekarang
- bisa menawarkan ee produknya dan itu
- diambil atau dibeli oleh kalangan ramai.
- Untuk itu, ini adalah ee
- jalan untuk kita bertransformasi di masa
- yang akan datang. Keluarga-keluarga pun
- demikian.
- Tanpa kita sadari
- kehidupan kita juga sudah berbeda. Bahwa
- kita lebih menggunakan ee ee komunikasi
- lewat gadget ya, lewat HP atau lewat ee
- ee laptop dan komputer serta alat
- lainnya. Kemudian kita juga belanja
- lewat online. Ee bahkan sekarang berobat
- pun lewat ee WA ya, lewat WhatsApp. kita
- bisa tanya dokter, bisa tanya ee
- apoteker apa obatnya, apa begini gejala.
- Jadi itu namanya telemedicine.
- Telemedicine berarti kita juga
- menanyakan masalah kesehatan lewat ee ee
- medsos ya, media sosial kita manfaatkan
- ya. Jadi yang positif-positif semoga
- kita bisa lanjutkan ya untuk ee membantu
- melancarkan kehidupan kita.
- Allah Subhanahu wa taala ee berfirman
- di
- ee di kitab sucinya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhalladzina amanu tubu ilallahi
- taubatan nasuha.
- Sadaqallahulim.
- Ayat ini mengajak kita untuk bertaubat.
- Wahai orang yang beriman,
- bertaubatlah kepada Allah Subhanahu wa
- taala. TBAT yang sesungguh-sungguhnya.
- Sesungguh-sungguhnya taubat adalah kita
- mengakui kesalahan serta ee kelemahan
- kita. Bahkan dosa-dosa kita yang kecil
- maupun yang besar. Kita akui bahwa kita
- telah melakukannya. menyatakan
- penyesalan diri di depan Allah, di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian kita mohonkan ampunan.
- Tentu tidak kita ulangi lagi kesalahan
- atau dosa itu. Ini adalah salah satu
- upaya di awal untuk ee memahami
- bagaimana pandemi ini membahayakan diri
- kita. Tentu e ketahui bahwa corona
- ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Lalu
- mengapa di saat kita sekarang ini turun
- wabah ini? Kita selalu berdoa Allahumal
- waba was bima.
- Jadi kita tidak ingin ada waba, ada su,
- ada segala keburukan di sekitar kita.
- kita berdoa itu sehingga kita harus ee
- sering-sering bertobat dan beristigfar.
- Allah juga dalam firmannya menyatakan
- semua kerusakan di bumi ini adalah ulah
- manusia.
- ulah manusia baik itu dengan sengaja dia
- merusak bumi ya alfasad fil ard merusak
- bumi atau kelengahan dia kelemahan
- lengah saja tidak dia perhatikan
- bagaimana ee kehidupan ee yang bersih
- menjaga lingkungan hidup menjaga agar
- tidak ada ee nilai-nilai negatif yang
- ada di masyarakat. Ternyata nilai-nilai
- negatif di masyarakat itu tetap ada.
- Medsos sangat ee digunakan untuk ee
- melemahkan iman. Hoa disebar, tidak ada
- batas, tidak ada dipilih dan dipilah
- informasi yang harus disebar. Ternyata
- kita menjadi orang-orang yang mubazir,
- yang boros dengan pulsa. Tapi ketika
- kita mau bertelepon dengan keluarga kita
- yang di kampung atau yang di ee jarak
- jauh ya ee kita tidak meneleponnya,
- tetapi justru kita menghabiskan waktu di
- medsos dan menyebar hoa. Kemudian ketika
- kita mau belajar atau sekolah ee kita
- mengeluhkan tentang pulsa. Padahal ee di
- masa PSBB ini saya juga dengar statistik
- generasi muda makin banyak nonton film.
- Bukannya
- mengerahkan tenaga dan pikiran untuk
- menuntut ilmu yang seharusnya mereka
- harus membaca buku yang banyak. Ya, itu
- kalau di taraf mahasiswa. Kalau di taraf
- siswa juga banyak hal yang dimanfaatkan
- secara negatif, tidak memprioritaskan
- pengembangan diri dan juga ee ilmu yang
- sedang di ee peroleh ya dari sekolah.
- Tapi saya hargai ibu-ibu dan bapak-bapak
- yang memperhatikan
- proses pendidikan di masa pandemi
- Covid-19 ini. Ee ibu-ibu, Bapak-bapak
- sibuk sekali untuk ee membina ya
- mengajarkan sama-sama bersekolah dengan
- anak-anaknya, siswa-siswi
- di tahap SD, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan
- juga Aliah. Tapi Aliah sudah lumayan
- lebih dewasa ya. Di sinilah prinsip
- ketahanan keluarga harus diperhatikan.
- Pertama, dari segi kesehatan. Ketahanan
- keluarga kita adalah di segi kesehatan
- paling utama. Kemudian dari segi ee iman
- dan takwa kita saling berjaga. Dengan
- adanya ee kita sering berada di rumah,
- maka kita bisa saling melihat juga
- tingkah laku anggota keluarga kita. kita
- bisa lihat bagaimana ee ee sopanan yang
- ada di keluarga itu ditegakkan kembali
- karena sering ketemu sama ayah dan ibu
- serta anggota keluarga yang lain yang
- senior ya, nenek, kakek seperti itu.
- Kita harus jalin lagi hubungan ini. Maka
- ketahanan keluarga kita di samping
- bidang kesehatan, bidang iman dan takwa
- kita perkuat, kemudian bidang sosial
- juga kita ee saling membantu
- mendengarkan keluhan yang lain. Lalu
- kita bisa ee cari upaya bersama untuk
- membantu
- kita terapkan di masa pandemi Covid-19
- ini perintah Allah.
- w
- ini kita saling membantu untuk kebaikan
- dan tidak saling ee mendukung untuk
- keburukan. Tentu keburukan tidak perlu
- ee disebar atau di di didukung ya. Jadi
- kita dalam keluarga menjalankan hal
- prinsip-prinsip agar supaya tahan dan
- tangguh. Dari segi ekonomi tentu tidak
- dipungkiri banyak keluarga-keluarga yang
- berdampak di di
- masa COVID-19 ini. Dari ekonomi banyak
- yang ee
- hilang pekerjaannya atau pemasukan
- keluarga juga menjadi melemah sehingga
- banyak konflik juga ya yang dihasil yang
- yang diakibatkan.
- Ekonomi dalam keluarga memang salah satu
- penunjang agar ee bahagia dan juga bisa
- langgeng, tetapi bukan satu-satunya
- faktor. Jadi yang saya dengar juga
- banyak perceraian di masa pandemi ini
- karena tidak tahan apakah itu yang suami
- atau istri dengan kondisi yang ada lalu
- lebih pilih cara pintas ribut-ribut ya
- ee lalu minta cerai ini tentu tidak
- diharapkan hal itu terjadi. Bahkan kita
- harus cegah di masa pandemi ini kita
- selain tadi harus ketangguhan ekonomi,
- ketangguhan sosial artinya
- hubungan-hubungan antar individu juga
- dijaga. Dari segi psikologi, Subhanallah
- sangat banyak ee apa saluran agar kita
- secara psikologi tetap sehat dan tetap
- ee ee tidak dekat dengan suasana stres.
- Caranya bagaimana? Pertama kita
- menyerahkan diri kepada Allah bahwa
- segala permasalahan kita juga akan
- diselesaikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tapi kita harus sabar dan bersyukur agar
- kita bisa ee bertahan hidup sementara
- ini sambil mengupayakan cara dengan ee
- kreatif dan inovatif kita bisa bertahan
- hidup. Nah, jadi ketahanan keluarga di
- masalah sosial, ekonomi juga pendidikan
- termasuk ee
- dengan kejiwaan ya itu harus dijaga. Di
- samping tadi kita bertobat dan
- menghilangkan semua yang buruk dari
- sekitar kita, tidak lagi ee orang
- berpikir bagaimana mencari narkoba itu
- sudah tidak
- pantas lagi. Berarti tidak belajar dari
- situasi pandemi yang membahayakan dunia.
- tidak lagi orang mau mencari pelarian
- kepada hal yang buruk seperti
- pornografi, pornoaksi, dan masih ada
- orang-orang yang ee ee apa mencari
- ya hal-hal yang seperti ini tidak pantas
- bagi umat yang beriman, bagi orang yang
- berakal tidak pantas mencari pelarian
- seperti ini. Kita masih banyak hal-hal
- yang positif yang bisa kita lakukan. Ee
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- juga bersabda
- dalam hadisnya, "Qu anfusakum wa
- ahlikum."
- Jadi ini ee
- ini bukan hadis ya ee Al-Qur'an ayat
- Al-Qur'an bahwa anfusakum wa ahlikum
- nara eh lindungi keluargamu,
- lindungi dirimu dan keluargamu dari api
- neraka. perintah ini
- sangat relevan untuk zaman sekarang juga
- dan sampai akhir masa tetap akan ee kita
- pegang baik di kalangan yang ingin yang
- selalu menasehati untuk memperbaiki diri
- dan juga keluarga kita sangat ee ee
- berorientasi untuk itu. menjaga keluarga
- kita adalah untuk kebahagiaan akhirat
- dan menjaga dari api neraka supaya kita
- semua terselamatkan.
- Anggota keluarga terdekat, masyarakat
- secara umum, umat secara ee umum kita
- terlepas dari api neraka di akhirat
- nanti.
- Utamanya adalah menjaga diri dan juga
- anggota keluarga dari keburukan.
- Ketahanan keluarga adalah menjaga agar
- keluarga lestari, bahagia, sejahtera di
- dunia dan bisa meraih di akhirat nanti
- kebahagiaan. Saya kira itu, Ustaz Angga
- yang bisa saya sampaikan. Beberapa aspek
- tentang ketahanan keluarga dari berbagai
- segi kita ee perhatikan. keluarga yang
- tangguh, yang tahan adalah yang bisa
- menyelesaikan berbagai permasalahannya
- dengan baik dan dengan berserah diri
- pada Allah. Utamanya adalah kita
- bersyukur sampai sekarang kita masih
- diberi kenikmatan sehat dan afiat ya
- kita bersyukur untuk itu. Lalu
- permasalahan yang lainnya kita hadapi
- dengan sabar. Maka syukur dan sabar yang
- akan mengantarkan kita untuk kebahagiaan
- di dunia dan di akhirat.
- Iya, Bui. Ada yang mengatakan bila
- ketahanan keluarga itu lemah, maka
- ketahanan nasional juga lemah. Nah,
- sebenarnya kekuatan sebuah keluarga
- hubungannya dengan yang lingkupnya lebih
- luas nasional sampai negara itu
- bagaimana sebenarnya Bu Amani?
- Iya, betul. Saya ee sangat setuju bahwa
- ketahanan keluarga adalah bagian dari
- ketahanan nasional. Karena keluarga
- adalah bagian terkecil dari masyarakat.
- Keluarga adalah inti dari
- masyarakat. Inti dari masyarakat dunia
- semuanya ada di keluarga-keluarga.
- Di situlah ee manusia berkembang biak.
- artinya bertambah anggota keluarganya.
- Kemudian di situ juga
- keluarga yang dipimpin oleh Ibu dan
- Bapak atau Bapak dan Ibu atau hanya Ibu
- saja atau hanya Bapak saja ya. Kita
- banyak sekali kita lihat kondisi
- keluarga. Kalau keluarga ini lemah maka
- permasalahan di dalam keluarga itu
- banyak. Kalau permasalahan di dalam
- keluarga banyak, maka akan terdampak
- ke masyarakat secara umum. Ketika
- masyarakat secara umum juga lemah dan
- punya dampak ke negatif dari
- permasalahan yang ada, secara nasional
- pun kita akan lemah. Ya, contohnya saja
- ee sebelum zaman pandemi ya, ketahanan
- keluarga juga kita pentingkan. Jangan
- ada meningkat tingkat ee apa perceraian
- harus ditekan. Karena apa? Kalau ada
- perceraian keluarga menjadi hancur,
- dampaknya adalah ke generasi muda,
- anak-anak. Anak-anak yang ee ee akan ee
- dididik ee tidak sempurna
- ee oleh mestinya oleh ayah dan ibu,
- tetapi karena perceraian
- akhirnya berdampak. Kemudian ekonomi
- melemah, kesehatan melemah, pendidikan
- melemah dan juga ee apa secara
- lingkungan juga akan menjadi
- permasalahan, menjadi beban bagi
- masyarakat ya. Ee tentu ini juga menjadi
- beban bagi negara. Untuk itu kalau dalam
- ee pemerintahan maka ee
- kementerian-kementerian terkait juga
- akan berupaya memberi solusi. Misalnya
- ee Menteri Perekonomian harus
- meningkatkan, harus memberi bantuan,
- meningkatkan ee usaha ee bagi
- yang memerlukan. Kemudian bidang
- pendidikan juga berupaya untuk
- memudahkan kepada ee anggota masyarakat
- ya khususnya generasi muda untuk dapat
- pendidikan di semua jenjang pendidikan.
- Menteri kesehatan berupaya maksimal
- dengan segala hal untuk menyehatkan
- masyarakat. Padahal yang tadinya
- bermasalah adalah keluarga. Keluarga
- apabila punya masalah maka semuanya akan
- berdampak. Ee ini hadis Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam juga
- mengatakan demikian.
- kita ini sebagai satu tubuh, satu
- kesatuan. Apabila ujung jari kita
- terluka, maka semua badan akan rasa
- sakit. Ya, ee ini adalah ee ibaratnya
- kalau kita juga satu anggota keluarga
- dalam satu negara sakit, apapun
- gejalanya atau ee keluhannya sebenarnya
- di dalam masyarakat itu juga sudah
- tercer.
- Maka tubuh manusia,
- kekuatan kita, solidaritas kita harus di
- perkuat agar secara nasional kita juga
- kuat dalam masa pandemi apalagi kita
- akan ee kita harus membuka mata,embuka
- hati lebar-lebar siapa yang kena dampak
- pada ee COVID-19 ini. Tentu e
- saudara-saudara kita sebangsa dan
- setanah air yang
- sakit. Subhanallah, yang sakit yang kena
- penyakit corona bukan karena dia tidak
- menjaga kesehatannya bukan. Bukan dia
- tidak ee apa mementingkan ee
- kondisi kebersihan lingkungan. mungkin
- sudah diupayakan hal-hal itu tetapi
- belum maksimal. Maka Allah memberikan
- peringatan kita ee peringatan secara
- nasional dan juga global bahwa kita
- harus lebih memperhatikan kesehatan.
- Dahulu ee ada makan-makanan [berdehem]
- apa saja yang sudah jelas-jelas makanan
- tidak sehat tapi masih dimakan. yang
- kalau dalam syariat Islam tuntunan
- makanan halal itu jelas makanan yang
- harus disembelih ya, hewan-hewan yang
- harus disembelih dengan cara islami dan
- juga cara higienis itu dulu tidak
- dipentingkan ya. Yang penting hewannya
- mati, potong-potong dagingnya dimakan.
- Itu salah. Dan sekarang diakui oleh
- dunia maka bahwa cara higienis halalan
- thayibah dan juga penyembelihan hewan
- yang secara islami yang menyembelih di
- leher dengan ee ee apa ee sampai darah
- semuanya mengalir itu ternyata
- menjadikan daging yang kita makan itu
- sehat, tidak ada virus, tidak ada
- bakteri, tidak ada mikroba ya di daging
- yang kita makan. Ditambah dengan
- masakannya yang yang sehat juga yang
- memenuhi syarat kesehatan akan menjadi
- makanan yang sehat. Dulu ya kita
- terdengar ada yang makan ee ee
- serangga-serangga
- bahkan ada yang hewan melata dimakan.
- Ini semua dalam Islam tidak tidak
- dibenarkan. Ternyata sekarang orang
- ingat lagi, oh ya ditutup semua restoran
- yang menjual itu lalu kita utamakan
- makanan halal. Jadi inilah yang ee
- diawali dari gaya hidup kita ya. Gaya
- hidup keluarga keluarga yang tidak
- mementingkan makanan halal dibiarkan
- saja atau bahkan kita tidak menjaga diri
- ya dengan pakaian yang juga memenuhi
- syarat. Akhirnya sekarang kita menutup
- diri bahkan ee memakai sarung tangan,
- memakai masker,
- semuanya harus kita lakukan. dulu-dulu
- ke mana hal-hal seperti ini tidak
- diingat, maka Allah memberi peringatan.
- Jadi ee secara nasional pun kita juga
- berbenah bahwa kita harus benahi dari
- yang sekecil eh masalah sekecil apapun
- kemudian secara nasional kita tangani
- bersama. Oleh karena itu, pencegahan dan
- penanganan pandemi ini ya eh ee penyakit
- yang disebabkan oleh corona wajib bagi
- semua anggota keluarga juga ee
- melaksanakannya. Wajib. Untuk itu kita
- lihat aparat ee menangkap orang-orang
- yang tidak pakai masker yaitu kewajiban
- polisi mengamankan masyarakat, kemudian
- kewajiban individu juga untuk
- mematuhinya karena ee kemungkinan dia
- sedang mengidap ee virus dan tidak tahu
- ya tidak ada gejala tapi dia bisa
- menyebarkan ke mana-mana. Untuk itu hal
- yang paling simpel pakai masker, cuci
- tangan, jaga lingkungan, jaga kesehatan,
- dan tambah lagi berjemur diri di
- matahari. Ini sudah diarahkan oleh
- pemerintah, maka kita harus laksanakan
- secara individu. Jadi, bisa timbal balik
- begitu. Permasalahan keluarga bisa
- menjadi permasalahan nasional. Lalu
- permasalahan nasional sekarang ini
- bagaimana pencegahan corona ini
- dilaksanakan oleh semua menjadi
- kewajiban dari individu.
- Begitu Ustaz.
- Baik. Nah, Bu Amani keluarga itu kan ee
- pasti punya tujuan ya, punya cita-cita
- bersama.
- Ee sebelum pandemi mereka tuh ee
- sepertinya ee ee optimislah ee
- disangkanya akan berjalan dengan lancar.
- Lalu ada ujian pandemi yang tanpa
- disangka-sangka oleh sebagian besar ee
- masyarakat gitu ya. Dan ini begitu
- menguji gitu dari hal ee ekonominya
- tadi, sosialnya juga dan agamanya juga.
- Nah, supaya potensi dan cita-cita itu
- tetap tercapai apalagi di masa transisi
- dan pasca pandemi pasti kan akan berubah
- ada istilah gitu ya. Nah, bagaimana
- menguatkan contoh misalkan kedua orang
- tua, terus anak-anak yang tadinya punya
- cita-cita bersama bahkan punya potensi
- masing-masing. Gara-gara pandemi
- kebanyakan di rumah kebiasaan juga
- berubah gitu ya. Jadi kelihatan ee
- karakter asli, kejelek-kejelekan asli.
- Tadi juga Ibu mengatakan ada yang bahkan
- berdiam di rumah saja dengan game,
- dengan apa, Tanpa buat apa-apa. Ini
- bagaimana Bu kita untuk memotivasi
- keluarga ini supaya tujuan dan
- cita-citanya itu terus di ee ee apa? di
- diytiharkan gitu.
- Baik. Iya, terima kasih. ini sangat ee
- penting kita dalami ya sama-sama bahwa
- ee apa tujuan dari keluarga kita di masa
- pandemi ini, di masa krisis
- dan harus ee menjaga diri, menyelamatkan
- diri sendiri dan juga anggota keluarga,
- anggota masyarakat juga ini tujuan kita
- berada di dunia ini apa? tujuan kita
- berada di satu keluarga apa,
- kewajiban-kewajiban kita apa, dan hak
- kita apa. Itu harus kita ee ingat
- kembali. Tentu di dalam keluarga
- tujuan kita adalah meraih kebahagiaan di
- dunia dan di akhirat.
- Untuk itu,
- semua upaya harus dikerahkan ke arah
- sana. Sekarang tinggal kita mau
- melakukan caranya seperti apa.
- Di masa COVID ini semua merasa takut.
- Kita dikejutkan dengan suasana yang ada.
- Sebelumnya tidak ada suasana
- kekhawatiran, kegalauan seperti ini,
- tapi tiba-tiba kita ditakutkan. Saya
- jadi kita semua jadi ragu. Apakah
- anggota keluarga kita apa ibu atau anak
- atau adik ee ini mereka sehat tidak? ya
- jangan-jangan nanti menularkan saya.
- Jangan-jangan nanti ee mereka itu yang
- justru bahaya bagi saya. Maka ee terlalu
- keras kepada diri kita untuk tidak
- berhubungan dengan anggota keluarga.
- Nah, ini jadi ee penjagaan jarak tapi
- juga secara perasaan, secara empati juga
- jadi berkurang. Nah, ini yang yang
- justru akan melemahkan keluarga itu
- sendiri. Jadi di dalam keluarga ya kita
- harus tawakal. penyakit itu, virus
- corona itu dia sudah tahu diperintahkan
- oleh Allah melalui malaikat-malaikatnya
- akan hinggap di mana, ke siapa, dan
- siapa yang akan sakit dan siapa yang
- akan wafat. Kan kita umat beragama, maka
- ee kita harus pasrah di sana, tetapi
- kita tidak boleh ee berhenti berupaya.
- tadi itu protokol kesehatan harus
- diterapkan di mana-mana ada tempat cuci
- tangan dan ee hand sanitizer dan lainnya
- kita tetap gunakan tetapi di dalam
- keluarga kita harus tetap berkomunikasi.
- tadi saya katakan caranya bagaimana
- untuk ee tetap menjaga tujuan dari
- keluarga yang bahagia dan sejahtera itu
- ee seperti apa. Tentu jaga komunikasi ee
- komunikasi
- saling bertanya tentang kondisi sesama.
- Bertanya perlu apa, butuh apa, itu
- sangat ee
- sangat ya diharuskan ya. Kemudian juga
- jangan lupa bicara hal-hal yang optimis.
- Nanti ke depan kita bicara apa, kita
- bahas apa, bagaimana kondisi ke depan,
- apa ada yang perlu diperbaiki. Jadi
- optimisme ke depan ee berpikir
- futuristik. Kalau kita sudah ee dalam
- organisasi atau dalam negara, kita juga
- bicara ee optimisme di masa yang akan
- datang. Untuk itu ada ee upaya-upaya
- untuk new normal life, new normal
- campus, new normal eh society. Ini semua
- kita pikirkan dalam keluarga juga bisa.
- Nanti Dek atau Kak ee ke depan kita biar
- bahas apa sekarang apa yang kita bisa
- lakukan ya. Nah, di samping dialog lalu
- kita kembangkan kreativitas sehingga
- keluarga itu tetap produktif.
- Kalau tidak produktif, dia akan merasa
- sedih dan putus asa. Nah, inilah upaya
- kebersamaan kita. Harus ada
- produktivitas. Keluarga mana pun harus
- berpikir bisa melakukan apa di zaman
- yang sekarang ini. Jadi, kesempitan ini
- harus dipikirkan agar menjadi ee
- kelapangan di masa yang akan datang.
- Bukan masa yang akan datang yang jangka
- jauh, tapi jangka panjang, tapi jangka
- pendek ini saja. Nah, jadi saya ee
- senang sekali
- ketika melihat kreativitas dari ibu-ibu
- generasi muda, ternyata sekarang beralih
- semua atau banyak sekali kalangan
- beralih ke bercocok tanam. Subhanallah.
- Itu ide yang paling jenius dan yang
- sangat mungkin Indonesia ini kaya dan
- subur tinggal perlu perhatian ya. Dulu
- yang profesinya sebagai petani hanya
- yang pergi ke ladang dan berkebun.
- sekarang tidak. Ibu-ibu rumah tangga,
- bahkan ee Bapak-bapak juga yang
- bekerjanya dari rumah, ibu-ibu yang
- bekerja dari rumah punya waktu luang
- untuk mengurus kebunnya, tamannya,
- pot-potnya, bisa mengembangkan ide
- dengan tanaman hidroponik dan
- lain-lainnya. Saya sangat menghargai
- ini. Bahkan ada pelatihan tentang ee
- bunga ya ee
- membudidayakan bunga, membudidayakan
- madu, kemudian mendaur ulang sampah. Itu
- ide-ide yang sangat hebat sekarang ini
- di zaman ini. Jadi itu ee apa yang
- memang kreativitas yang kita inginkan.
- Apabila penggunaan waktu kita,
- pemanfaatan waktu kita baik, maka kita
- akan sehat secara mental dan juga secara
- jasmani. Tetapi kalau kita merasa lemah,
- kurang, tidak berdaya, tidak kreatif,
- tidak ada inovasi di dalam hidupnya,
- maka pandemi Covid-19 ini memang
- betul-betul musibah bagi diri. Untuk itu
- kita dengan bersama-sama tingkatkan
- komunikasi, tingkatkan produktivitas,
- tingkatkan kreativitas, bersama-sama
- kita bisa melakukan ya. Ee banyak juga
- yang saya dengar juga Ibu-ibu dan bahkan
- Bapak-bapak mulai produksi hal yang dulu
- ketika kita masih merajut, menyulam,
- menjahit, membuat hiasan-hiasan di
- rumah, membahagiakan anggota keluarga.
- Jadi sentuhan manis dari anggota
- keluarga itu ee saling membahagiakan
- sangat penting.
- Saya kira itu ya untuk keluarga di zaman
- sekarang kita bisa mewujudkan
- cita-citanya juga.
- Iya. Jangan menyerah, jangan putus asa.
- Karena pertolongan dan rahmat Allah itu
- selalu terbuka. Begitu ya, Bu ya?
- Iya, betul. Betul.
- Tergantung kitanya nih bagaimana gitu
- mau meraihnya.
- Baik, Bu Amani, kita akan jeda dulu di
- sesi pertama ini. Nanti kita akan lanjut
- di sesi kedua dengan menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk
- dari pendengar ya, Bu Aman ya.
- Iya. Baik, siap. Ya, kami juga ini
- menyapa beberapa pendengar yang ternyata
- mereka bisa ee menyaksikan via YouTube.
- Ada ini yang di Subang, yang di Madiun,
- yang di Batam, di mana-mana saja nih ee
- yang bisa mengak YouTube.
- Dan juga kami mengundang Anda, Ikhwan
- Afwat untuk bergabung. Silakan sampaikan
- pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor
- WhatsApp Prasil di 0811999720.
- Kami akan jeda dan kami akan kembali di
- sesi kedua dengan menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk.
- tetaplah bersama Kak
- [musik]
- [musik]
- Brail TV
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Terima kasih masih bersama kami dalam
- bincang rasil bersama Ibu Prof. Amani
- Lubis. Kita membahas mengenai ketahanan
- keluarga di masa transisi dan pasca
- pandemi. Ikhwan akhwat, di sesi kedua
- ini kita akan menjawab pertanyaan yang
- sudah masuk. Di antaranya yang pertama
- ini dari Bunda di Jakarta. Halo Bu
- Amani, suara saya bisa didengar ya? Ya,
- ya, Ustaz Angga silakan.
- Baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Bu Amani. Masyaallah,
- terima kasih ilmunya hari ini sangat
- bermanfaat.
- Di saat pandemi seperti ini memang
- berpengaruh pada semua sendi kehidupan.
- Bahkan terima rapot pun itu online Bu,
- virtual gitu ya. Nah, dalam hal menjaga
- ketahanan ekonomi saat ini banyak
- orang-orang yang memutuskan untuk
- berdagang. Nah, tapi ujung-ujungnya
- banyak yang kecewa karena banyak yang
- tidak laku daya beli yang tidak ada dan
- menurun. Nah, bagaimana menghadapi
- kondisi seperti ini, Bu Amani? Karena
- seorang istri ingin membantu suaminya
- dalam hal mencari nafkah. Terima kasih,
- Bu Natia di Jakarta.
- Baik, terima kasih ya Ibu yang sudah
- bertanya. Terima kasih. Mudah-mudahan
- sehat selalu. Semua anggota keluarga
- juga sehat dan ee ee kita semua bisa
- hidup dan melalui
- masa krisis ini dengan baik. Insyaallah
- ee bagus sekali ide bahwa kita semua
- anggota keluarga harus memikirkan ee
- ekonomi keluarga dan Ibu sudah
- berinisiatif ee memasak dan berjualan
- inginnya supaya ketika berdagang ini ee
- laku banyak yang membeli dan tidak
- kecewa. Tapi kalau semua orang
- berpikiran begitu Bu ya satu RT misalnya
- semuanya mau berjualan, siapa yang mau
- beli? gitu. Berarti ee perlu kita cari
- lagi hobi-hobi apa yang ada dalam diri
- kita, kemahiran apa, atau bahkan belajar
- ilmu baru gitu supaya ada hal yang
- memang spesifik ya, yang khusus. Lalu
- orang cari kebutuhan yang ee dari mereka
- lalu ibu ee siapkan. Artinya ibu
- sediakan apa yang dibutuhkan. Maka ee
- saya kira memasak pun juga kuliner
- Indonesia kan sangat kaya ya dan orang
- Indonesia juga sangat punya tingkat
- rasanya juga tinggi. Hari ini mau masak
- e dan makan ala Sumatera Barat, besok
- ala Sumatera Utara, besok ala ee
- Sulawesi Utara. Apa saja nanti ala Jawa
- Barat, ala Sumatera Barat, ala
- Kalimantan Barat. Sangat indah. Jadi ee
- kita sangat kaya kuliner ee bisa
- kreativitas bisa muncul di sana. Maka
- kita berkenalan ee dengan cara
- penyajian, kemasan, produksi itu semua
- ilmu yang sangat bermanfaat dan harus
- kita tingkatkan, bukan yang biasa-biasa
- kita lakukan di rumah. Ya. Jadi kalau
- memang niat serius untuk meningkatkan ee
- apa kemasan dan juga cara memasak dari
- yang ada supaya menjadi hal yang baru.
- Karena kita itu sifat manusia memang
- mencari hal yang baru, rasa taste yang
- ee baru dengan penampilan yang menarik
- begitu. Saya kira sangat ke ee sangat
- dibutuhkan. Kalau keadaan darurat memang
- apa saja dibeli ya, seperti 3 bulan lalu
- warung-warung tutup, toko tutup, bahkan
- ee tidak kita takut keluar rumah, maka
- apapun yang ada itu kita beli. Tetapi
- ketika sekarang ini kita sudah mulai
- juga banyak yang kreatif, tentu saingan.
- Jadi, coba tingkatkan lagi bidang-bidang
- apa yang bisa Ibu lakukan. memang ee
- yang untuk menghasilkan. Tetapi
- kerja sukarela itu insyaallah kalau kita
- membantu sesama tidak usah menanti upah
- keberkahan dari Allah. Saya ini sudah ee
- sering saya alami dan juga ee saya lihat
- sendiri di lingkungan saya, di kampus,
- di lingkungan keluarga, di ee tetangga
- dan lainnya.
- Ternyata ada keluarga yang memang ingin
- sekali ee membantu, sukarela, ada
- pekerjaan di sana, dia datang tidak lagi
- melihat profesinya ee misalnya dia
- insinyur atau dia guru. Tetapi ternyata
- ya tadi itu ayo bersatu bikin saya
- semalam saya lihat di TV ada istilahnya
- kampung tangguh sesama bekerja tidak
- nunggu upah tetapi bisa ada hasil yang
- bisa dimakan untuk sendiri bahkan
- dibagi-bagi ke lingkungan
- nanti produksi meningkat bisa dijual dan
- itu laku dan hasilnya bisa dibagi
- bersama. Saya kira memang perlu
- kesabaran, kreativitas. Insyaallah
- dengan upaya bersama kita bisa bertahan.
- Ibu-ibu saya dorong untuk ke menambah
- hobi. Ya, tadi saya sebut bukan hanya
- memasak. Kalau semuanya memasak, siapa
- yang beli? Kan semua punya masakan.
- Tetapi kita perlu pakaian, kita perlu ee
- tadi hal-hal yang indah mengenai masker,
- mengenai sarung tangan, kita bisa bikin
- di rumah dengan anggota keluarga lalu
- kita pasarkan. Sekarang ee orang
- Indonesia juga bukan hanya pintar makan
- ya, tetapi juga gaya ber ee pakaian,
- seni, membatik, merajut, menyulam,
- menenun. itu semua. Saya kira sekarang
- ini waktunya juga untuk dibalkan
- ya. Terima kasih
- ya. Semoga terjawab. Kita ke pertanyaan
- selanjutnya ini dari Umi Rose di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bu Amani semoga selalu
- sehat.
- Mengenai
- efek pandemi terhadap keluarga, saya
- membaca berita angka perceraian semakin
- tinggi. Seperti disinggung tadi oleh Bu
- Amani, kalau dalam hal berumah tangga
- saya dengan suami mengandalkan
- komunikasi dan kepercayaan.
- Namun pasca pandemi ini semuanya akan
- berubah. Akhirnya kita mengatur lagi
- perubahan dalam hal dalam berkeluarga
- dan juga mendidik anak. ujian mendidik
- anak sekarang anak saya sudah tidak
- semangat lagi untuk sekolah, lebih
- senang di rumah, bahkan ingin selamanya
- belajar di rumah. Nah, mohon nasihat
- dari Bu Amani dari kondisi keluarga
- kami. Terima kasih Rasil, semoga selalu
- jaya.
- Ya, terima kasih. Tentu masalah ee
- pendidikan anak itu adalah kewajiban
- kita semua. Bukan hanya Ibu dan Bapak
- yang bertanya, tetapi keluarga semuanya.
- bagi masyarakat bahkan kewajiban negara
- ya kewajiban negara akhirnya untuk
- menjaga pendidikan supaya maju dan juga
- tidak menurun. Nah, tapi memang situasi
- 3 bulan 4 bulan kalau bagi anak-anak
- yang masih sekolah memang jadi malas ya.
- Ee kreativitas kita juga kita tumbuhkan.
- sekarang ada libur. Berapa ee lama
- begitu sampai bulan apa nanti buka
- sekolah ya, apakah Juli atau Agustus
- Juli mungkin. Maka kita sekarang kita
- cari upaya-upaya kreatif untuk ke ee
- menenangkan para siswa, anak-anak kita
- tercinta. Jadi tenangkan agar kita
- persiapkan untuk masa sekolah yang akan
- datang. Apakah itu dengan jarak jauh
- juga atau harus pergi sekolah tapi dia
- sudah terbiasa dengan ee menjaga
- kesehatannya. Maka upaya-upaya ini cara
- kita yang kreatif memang sangat ee
- diperlukan ya. Ee di masa persiapan
- untuk sekolah supaya anak jangan terbawa
- sifat malas yang sekarang ini. Kita
- perlu coba ibu saya usul ya perhatikan
- Allah. Saya senang sekali dengan ee alam
- yang hijau, suasana
- tenang di pegunungan, lalu
- indahnya laut, sungai, alam Indonesia,
- mungkin di hutan, di pesisir ini sangat
- indah. Jadi, Ibu ajak anak-anak pergi
- seperti rekreasi lalu belajar dari alam
- ya. Jadi, ibu juga meningkatkan wawasan
- bagaimana mengajarkan anak tentang alam,
- lalu berdialog dengan ee anak-anak dan
- juga kita sambil menikmati udara segar
- lalu suasana menyenangkan. Ya, sekarang
- saya mungkin bisa menasehhati. Kita
- rekreasi yuk. Ee jadi ee saya lihat juga
- taman-taman sudah mulai dibuka tapi
- jangan berbondong-bondong. Justru kita
- cari tempat yang sepi, jangan yang
- misalnya Monas ee ramai, yuk kita ke
- sana. Oh, jangan begitu. Ee lalu
- misalnya kebun binatang sudah dibuka,
- yuk berbondong-bondong ke sana. Tidak
- demikian. Tetapi kita ee bisa manfaatkan
- halaman rumah. Mungkin kita bikin
- piknik, kita camping di halaman rumah,
- ee tinggal beli tenda. Dulu saya ingat
- waktu anak-anak saya kecil begitu tidak
- bisa kamping ke pegunungan ya di halaman
- rumah saja kita pasang tenda kecil-kecil
- kita buat rumah-rumahan kita cerita
- meningkatkan e daya khayal dan juga
- kreativitas anak-anak. Nah, kalau
- anak-anak yang sudah ABG yaitu perlu
- hobi. Tingkatkan hobi. Dulu kita masih
- muda-muda itu ditanya hobinya apa?
- Sekarang kalau ditanya anak-anak hobinya
- apa? Mungkin enggak tahu cuma bisa
- pegang HP ya. Hobinya apa? Sudah jarang
- yang mau Iya.
- Ee radio misalnya ya, mau membenarkan ee
- lampu mungkin bikin lampu sorot untuk
- belajar sendiri bikin ee saya itu ee
- hal-hal yang sangat penting dalam
- keluarga. Ada satu kegiatan fisik yang
- menghasilkan tadi. Ayo kita sama-sama
- nguras kolam ikan, kita pikirkan
- filternya bagaimana, ininya bagaimana.
- Ya, bapaknya dulu yang bekerja atau
- ibunya dulu yang bekerja, anak-anak
- ikut. Jadi ee memang ee komunikasi dan
- kepercayaan tadi itu betul Ibu, bahwa ee
- kita ee saling percaya.
- Jangan menimbulkan hal-hal yang
- mencurigakan. Wah, saya sibuk sendiri
- dengan gadet lah. Nanti suaminya nanya,
- istrinya nanya. Tapi kalau kita
- ceritakan, "Oh, iya tadi saya komunikasi
- begini-gini ada ibu yang mau buat
- pelatihan ee bagaimana mendaur ulang
- sampah. Makanya saya nih setengah jam
- dulu ya pakai gadget saya ingin
- mengikuti bagaimana atau ingin ee
- membudidayakan sesuatu. Jadi kalau
- dilihat anggota keluarga mau belajar
- ilmu baru untuk ketahanan keluarga,
- anak-anak akan ikut insyaallah.
- Lagi-lagi kita perlu kreativitas,
- inovasi, jangan pasrah dan jangan.
- Saya kira itu.
- Iya. Terima kasih Bu Amani dan juga
- penanya semoga terjawab. Sayang sekali
- kita sudah dibatasi oleh waktu Bu Amani
- ya. Insyaallah ini kita berjumpa lagi di
- kesempatan yang lain dan sebagai penutup
- Bu Amani dari perjumpaan kita kali ini
- apa?
- Ee baik ee alhamdulillah terima kasih
- atas ee kesempatan yang sudah diberikan
- kita saling ee bertausiah, saling
- mengingatkan untuk kebaikan dan ini ee
- Allah subhanahu wa taala ee selalu
- mengingatkan kita kepada ayat yang
- sering kita baca.
- Eh
- yang surat Alasri yazubillahyairim
- bismillahirrahmanirrahim
- inal insinawqallahulim
- ee masa adalah penting masa pandemi
- lebih penting untuk kita perhatikan.
- Jangan dibuang, jangan dihilangkan.
- Justru kita harus saling mengingatkan
- untuk yang positif, untuk yang optimis,
- untuk bersabar dan juga untuk ee
- mengungkapkan kebenaran. Ee untuk itu
- dari segi
- agama, keluarga ini penting. Ketahanan
- keluarga sangat penting. Pertama untuk
- ee ditingkatkan terus keimanan dan
- ketakwaan.
- Beribadah di rumah dengan khusyuk dengan
- anggota keluarga. Lalu kita bisa saling
- berdialog, komunikasi apa yang
- dibutuhkan oleh anggota keluarga. Lalu
- kita penuhi. Tingkatkan hobi dengan cara
- menambah wawasan ilmu di berbagai
- bidang. Cintai alam semesta ini, alam
- lingkungan hidup kita. Karena kita bisa
- belajar banyak dari alam kita. Semakin
- banyak kita memberi, maka akan semakin
- banyak kita memperoleh. Keberkahan hanya
- dari Allah, bukan dari upaya manusia
- semata. Maka kita percaya Allah maha
- pengasih, Allah maha penyayang. Kita
- harus berupaya juga sekuat tenaga. Saya
- kira itu keluarga-keluarga Indonesia
- semoga makin tangguh, kuat, dan bisa
- menyelesaikan permasalahan yang ada.
- Masa COVID ini adalah bala dan waba.
- Kita mohonkan kepada Allah agar diangkat
- segera dari bumi Nusantara dan dari bumi
- secara umum. Saya kira itu. Terima kasih
- atas perhatiannya.
- Baik, terima kasih banyak Ibu Amani.
- Insyaallah kita jumpa lagi di kesempatan
- lain waktu. Demikianlah ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bincang rasil kita bersama Ibu Prof. Dr.
- Amani Lubis. Semoga apa yang beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita semua.
- Kami undur diri. Beliau taufik wal
- hidayah. Subhanallah wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaih. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.