Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:32 Bismillahirohmanirohim, Assalamualaikum 1:34 Warahmatullahi Wabarakatuh. 1:37 Allahuma sholi ala Sayyidina Muhammad wa 1:38 ali Sayyidina Muhammad. 1:41 Ya, alhamdulillah kita berjumpa lagi 1:42 hari ini hari Rabu tanggal 20 Jumadil 1:45 Awal 1444 Hijriah atau tanggal 1:49 14 Desember 1:51 2022. 1:52 Seperti biasa Radio Suluh Tarim kembali 1:54 menghadirkan acara tamu kita dan Anda 1:57 bisa lihat juga di YouTube. Silakan 2:01 para penikmat YouTube untuk mengikuti 2:03 acara ini, acara Tamu Kita. Kami 2:06 menghadirkan seorang pria ganteng 2:08 lahir nya di Plaju 2:11 tanggal 20 November tahun 59 SD nya di 2:15 Xaverius 2:17 SD nya Nasional Jambi, kemudian SMP nya 2:20 Xaverius Jambi, kemudian Immanuel Jambi, 2:23 pindah-pindah terus. SMA nya di SMA 2 2:26 Jambi 2:27 SMA 1 Jambi, kemudian SMA 2 Jambi, 2:31 kemudian kelas 3 nya SMA 11 Bulungan 2:33 Kebayoran Baru. 2:35 Kemudian kuliah penerbangan di Curug 2:39 angkatan 29 yaitu 78 sampai 80 2:43 usia nya sudah berapa sekarang? 2:47 tapi 2:48 tapi 2:49 tidak pakai kacamata 2:51 jadi baca koran, baca apa? baca koran 2:54 jelas ya, masyaallah 2:57 dia adalah seorang Kopri, Korpi 3:02 Korpi, apa itu? 3:05 kerani 3:07 beliau sendiri pilot 3:10 istri nya pramugari, anak nya pilot juga 3:12 Parhan dan Nadif juga 3:15 Faisal enggak? Faisal Sastra 3:18 Faizal kuliah Sastra Inggris 3:21 Assalamualaikum Kapten Abdul Aziz 3:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:25 wabarakatuh 3:26 Biar dulu lu ganteng nya enggak 3:26 hilang-hilang 3:28 saya lihat di Metro TV dan acara Kick 3:30 Andy di mana lagi tuh 3:33 di banyak di TV One di TV tuh sekarang 3:36 di Rasial, masyaallah 3:39 jadi apakah pilot itu selalu beristri 3:44 pramugari? ada enggak ada berapa ada 3:46 berapa banyak banyak ada banyak enggak? 3:53 tapi kalau jodoh rezeki, maut, bala, 3:55 semua dari Allah. Mmm. 3:57 Alhamdulillah. Jadi gimana ceritanya 4:00 tuh? Bisa dapetin Bukan dapetin jodoh 4:03 dasar. Bukan dapetin jodohin terberjodoh 4:06 dengan Mbak Dewi. 4:07 Jodoh ya alhamdulillah. 4:07 Ketemunya di pesawat. Ya di pesawatlah 4:10 mau terbang terbang bareng. Mmm. Ya 4:13 dia mau ikut saya. 4:15 Tahu-tahu langsung ke pesawat. Saya 4:16 bilang, "Mana pramugari junior tadi?" 4:18 "Udah ke pesawat." kata dia. "Kok enggak 4:20 lapor?" 4:21 "Dia takut telat." Ternyata dia 4:22 digantiin orang lagi reserve. 4:25 Sampai pesawat saya udah mau marah. 4:26 Begitu lihat, "Loh, ini yang tadi pagi 4:28 nyalamin, assalamualaikum kapten." 4:30 "Waalaikumsalam." "Oh, ya udah enggak 4:32 jadi marah deh." 4:34 Langsung orang bilang, "Kamu pakai apa 4:35 kok jadi enggak marah?" "Enggak tahu 4:37 Mbak, baik banget." kata dia. 4:38 Mmm. 4:39 Ya enggak tahunya jodohnya memang di 4:40 situ. 4:42 Oke, Kapten Pilot Abdul Aziz. Sudah jam 4:46 terbangnya sudah berapa? 4:48 31.000 lebih, nyaris 30.000. 4:50 31, keliling Indonesia? Indonesia sama 4:53 ada beberapa negara luar. Termasuk ya 4:56 bawa presiden ya? Presiden siapa yang 4:58 pernah dibawa? Eee, ya itu tugas di 5:01 Angkatan Udara dari tahun 95 bawa 5:03 Presiden K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus 5:06 Dur. Mmm. Kemudian Ibu Megawati 5:09 Soekarnoputri sampai terakhir bawa Bapak 5:13 Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono. Nah, 5:16 eee, yang sekarang saya persiapan 5:18 pensiun dan sekarang mengabdi di 5:20 Sriwijaya Air. Sesuai orang Palembang 5:22 mengabdi di Kerajaan Sriwijaya. 5:24 Insyaallah. 5:26 Cocok ya pas ya. 5:27 Iya, cocok alhamdulillah. 5:28 Ini sekarang 5:30 orang kan kalau dulu ditanya 5:32 cita-citanya apa? Dokter, pilot sama apa 5:35 ya? 5:36 Dokter, pilot 5:37 Insinyur. 5:38 Insinyur. 5:39 Sekarang masih masih itu enggak 5:40 pilihannya? 5:41 Pilot masih jadi pilihan anak-anak 5:43 sekarang enggak? Masih, justru pilot 5:45 juga banyak. Cuma karena sekarang kan 5:46 lagi 5:48 ya posisi kayak gini kerja susah mungkin 5:51 banyak juga pilot-pilot yang belum dapat 5:53 kerja Mas Kris, tapi ya inilah cobaan 5:56 insya Allah ada jalan yang terbaik dari 5:58 Allah. 5:58 Ehm. 5:59 Ya, karena airline banyak tapi 6:02 kadang-kadang nyari yang berpengalaman, 6:05 ya udah memang nasib dan itu 6:07 jodoh juga ya kerja di airline, mungkin 6:09 kita pengen di sini tapi Allah kasih di 6:11 sini. 6:11 Ehm. 6:12 Kayak kita pengen punya mobil ini, Allah 6:14 kasih mobil ini, ya udah 6:16 disyukuri aja bahwa yang penting kita 6:18 dapat kerja 6:20 eh ya kayak pengen punya rumah halaman 6:22 luas, ada rumah adat Palembang di 6:24 belakang, tapi dapatnya rumah sederhana 6:26 ya disyukuri. Nah, kalau kalau Om 6:29 Om aja sih enggak sederhana di Pondok 6:31 Indah di Boulevard-nya lagi. Ya, itu 6:33 rumah orang tua, rumah sendiri kan di 6:36 Lakeside aja. 6:37 Aduh. Alhamdulillah. Aduh, suka 6:39 ngerendah nih. 6:40 Bukan disyukuri aja, bukan merendah 6:42 disyukuri. Jadi 6:44 apa adanya aja, jangan kita kan wah saya 6:46 ini enggak punya ini, nanti Allah kasih 6:48 beneran. 6:49 Apa kabar? Wah, saya ini sakit nanti 6:51 sakit beneran. Apa kabar? Alhamdulillah. 6:53 Dengan alhamdulillah insya Allah kita 6:54 sehat. Dulu Kapten Abdul Aziz juga 6:58 pernah main film jadi dokter, justru 7:00 bukan jadi pilot. 7:01 Terakhir, terakhir itu filmnya Mas Monty 7:04 Tiwa. Ehm. 7:05 Di dia kontak Mas, eh 7:08 main ya film saya. Saya bilang casting 7:10 enggak? Enggak lah, bintang top masa 7:12 casting. 7:14 Sudah dia kirim skenario cuma sepotong 7:16 saya pelajari, loh kok jadi dokter, 7:17 dokter Haryono di film Sampai Ujung 7:19 Dunia. Enggak tahunya ceritain tentang 7:21 pilot, jadi Ringgo Martin jadi pilot, 7:24 Dwi Sasono jadi pelaut. Nah, siapa yang 7:26 bisa bawa Renata Kusmanto ke Belanda, 7:29 yang jadi ibunya Mbak Tutty Kirana lagi. 7:32 Nah, itu yang bisa bawa ke Belanda itu 7:34 yang dipilih. Nah, siapa yang dipilih 7:37 mari kita nonton walaupun produksi 2012. 7:39 Nah, di situ dapat peran jadi dokter. 7:42 Kaget juga tapi syuting dari sore 7:44 ke rumah 7:49 kan ada orang suka merokok-merokok gitu 7:51 tahu-tahu 7:53 selamat malam Dok satpamnya bilang saya 7:54 cuma hmm 7:56 dia bingung ini dokter spesialis jantung 7:58 kok merokok dia bingung 7:59 dia sangka dokter beneran padahal kita 8:01 lagi main film itulah enaknya jadi 8:03 pemain film bisa jadi apa saja Asal 8:06 Alhamdulillah Dan 8:08 seperti bintang film kita Mas Krisna He 8:10 Kapten Al Sersan Prambors 8:12 Nah alhamdulillah Kapten Abdul Aziz 8:15 Novin pandai meniru-nirukan suara 8:17 macam-macam mulai dari dialog 8:20 jangan jangan jangan buka kartu nanti 8:22 ketahuan 8:23 Cina Cina apalagi lah macam-macam lah 8:26 India Cina hmm dan orang banyak kejebak 8:30 lu pernah di prank juga tuh ya orang 8:31 teman-teman ya pakai suara perempuan ya 8:34 banyak Gimana tuh ceritanya? 8:36 disangka mau mau saya ajak makan malam 8:39 saya itu telepon 8:40 dia pakai suara lain 8:42 saya telepon sudah ngobrol-ngobrol saya 8:44 ke kamarnya yuk kita makan yuk 8:46 wah enggak jadi deh katanya 8:48 saya enggak enak badan dalam hati lu 8:50 aduh 8:51 perempuan sudah 8:52 pagi kita makan 8:54 bawain dia makan ngobrol dulu jangan 8:56 karena cewek yang tadi belum 8:57 datang-datang ya kan 8:59 cewek tadi belum datang kasih makan 9:02 balik lagi saya telepon lagi kamu ke 9:04 mana sih saya sampai enggak makan malam 9:06 katanya 9:07 ini saya dibeliin makan saya tunggu ya 9:09 sebentar 9:09 Suaranya gimana Jangan 9:12 langsung sudah itu sudah itu saya bilang 9:15 e 9:16 selamat malam Kapten ini dengan 9:19 Kapten seseorang lah kita enggak boleh 9:21 sebut namanya iya tadi saya lihat ada di 9:25 lobi pakai kumis keren pakai jaket oh 9:28 itu Aziz pramugara wah jelekin kurang 9:31 ajar 9:33 oh ini saingannya tidak sehat ini pakai 9:36 hukum rimba Oke, dia enggak tahu yang 9:38 kerjain kita. 9:40 Jadi kita ahli nge-prank dari sebelum 9:42 prank ngetop. Heeh. Jadi nobody knows. 9:45 Jadi ketahuan deh sekarang. 9:48 Banyak Mas Kris. 9:49 Jadi um kayak dulu kan terbang pesawat 9:53 X kita carter dari Far Eastern Air 9:55 Transport Taiwan. Heeh. 9:57 Nah, saya terbang sama kapten senior 9:59 yang cukup galak lah. 10:02 Tahu-tahu 10:03 teknisinya dari Taiwan. Enggak bisa 10:06 bahasa Indonesia, enggak bisa bahasa 10:07 Inggris. Dia turun 10:09 ngasih tahu kerusakannya. Ah, 10:12 gitu aja. 10:13 Saya bilang "Sensen, itu cuma relay." 10:18 Kamu jangan ngomong cang cong cang cong 10:19 entar dia marah. Oke, Cap. Dia marah 10:21 atau jawab? Jawab. Kamu bisa? Eh, jangan 10:24 salah. Kita sendiri dari sana loh. 10:27 Saya ngomong lah kasih tahu kerusakan 10:29 ini. Jadi respek dia. Heeh. 10:36 Jadi dengan bahasa kita jadi banyak 10:39 saudara Mas Kris. 10:40 Kalau pilotnya orang India gimana? 10:42 Ya itu Mycopilot kan Sriwijaya banyak 10:45 juga India. 10:46 Saya ajak tanya, saya ajakin bahasa 10:49 Hindi. Dia langsung "Kapten tum ne 10:51 barati are bhai me barati nehi magar me 10:54 Indonesia he." Jadi kita ngomong harus 10:56 gaya dia. 10:57 Gaya sambil geleng-geleng ya. Ya enggak 10:59 ketahuan. Dia sangka saya kapten dari 11:02 India ya. Bukan saya bilang saya 11:03 Indonesia saya bilang. 11:06 Saya bilang kampung kamu di mana? Di 11:07 sini. Oh, negara bagian ini ya, kotanya 11:09 ini ya ini. Bingung dia. Kenapa? 11:11 Dapatnya apa? Dari baca. Ingat perintah 11:14 Allah pertama kali Iqra. Masya Allah. 11:16 Jadi kita baca. 11:17 Sekarang sambil baca sambil nonton 11:19 YouTube dapat ilmu kan. Alhamdulillah. 11:21 Barakallah. Oke, silakan yang mau nonton 11:23 YouTube mau tanya juga boleh ya. Tanya 11:25 di YouTube silakan atau bertanya mulai 11:29 eh melalui apa namanya? Kalau mau tanya 11:31 langsung WA juga 11:32 WA juga boleh, tanya langsung boleh. Oh, 11:34 nanti kami akan membacakan nomor HP 11:37 Kapten Abdul Aziz. 11:39 Yang sudah berapa lama jadi pilot ya? 11:42 Dari tahun 80, masuk tahun ke-43 Mas 11:46 Krisna, alhamdulillah. 11:47 jam terbangnya sudah berapa? Ya, 31.000 11:49 lebih, hampir 32.000. 11:51 31.000, masyaallah. 11:53 Sudah bawa presiden juga ya? Bawa 11:55 presiden Indonesia tiga, presiden asing 11:57 yang berkunjung ke sini kita antar ke di 11:59 dalam negeri. Karena kan pesawat mereka 12:01 cuma bisa landing di Halim. 12:03 Untuk ke kota lain pakai angkatan udara. 12:05 Oke. Bravo TNI Angkatan Udara. Oke. Ini 12:09 kan tema kita 12:10 terbang itu ibadah. Ya. Bisa di 12:14 ceritakan? 12:15 Bisa lagi mana? 12:16 ibadah itu kan 12:18 eee kan beramal dan beribadah, itu kan 12:22 kita juga mensyukuri nikmat Allah, kita 12:24 pengen jadi pilot dikabulkan. Nah, 12:26 sekarang dapat tugas apapun kita 12:28 jalankan. 12:28 Anak-anak juga pilot juga. Pilot, ya. 12:31 Kan jadi pilot itu apalagi pilot VIP dan 12:35 VVIP itu kepercayaan Mas Kris, 12:37 kepercayaan itu lebih tinggi daripada 12:40 kepintaran atau keahlian. Kan kita sudah 12:42 dipercaya, jagalah kepercayaan itu. 12:44 Jadi bahwa sekarang ini walaupun sudah 12:46 enggak bawa VIP, bawa penumpang umum, 12:48 dia sudah mempercayakan kepada kita. 12:50 Ehm. Jadi kita jaga keamanan, 12:52 keselamatan, 12:55 kenyamanan. Ehm. Jadi istilahnya aman, 12:58 nyaman, nyampe. 13:01 Bravo TNI AU. 13:02 Ah, itu moto kita gitu. Terbang dengan 13:04 kami aman, nyaman, nyampe. Ada kendala 13:07 misalkan cuaca, kita bisa hindari. 13:10 Kemudian kita sampaikan, insyaallah 13:11 nanti mendarat jam sekian, cuacanya 13:14 alhamdulillah baik. 13:16 Kenapa? Kita bersyukur kepada Allah, 13:18 kita loh bukannya klise ngomong gini 13:19 dari dulu. 13:21 Saya kasih salam juga ya enggak 13:23 sungkan-sungkan karena assalamualaikum 13:24 warahmatullahi wabarakatuh is beda 13:26 daripada selamat pagi, selamat siang. 13:29 Nanti yang selamat paginya doang. 13:31 Siangnya doang. Sementara kan 13:32 assalamualaikum kan salam sejahtera 13:34 untukmu warahmatullah 13:36 rahmat Allah wabarakatuh, berkah Allah 13:40 untukmu. 13:41 Jadi kan doain yang yang kita sampaikan 13:44 at 13:44 orang kan balesnya kan waalaikumsalam, 13:46 demikian pula salam sejahtera untukmu. 13:49 Warahmatullah rahmat Allah dan berkah 13:51 Allah juga untukmu. Jadi itu doa. 13:55 Makanya kalau menyampaikan apa eh 13:58 mendarat jam berapa kita bilang insya 13:59 Allah mendarat jam sekian. 14:03 Eh tidak ada perbedaan waktu. Jadi kita 14:05 jelaskanlah selama penerbangan kita akan 14:07 cuacanya begini. 14:09 Gitu terima kasih terbang bersama kami. 14:12 Oke, ini sudah ada pertanyaan masuk nih. 14:15 Dari Mbak Tita, "Assalamualaikum Kapten 14:18 Aziz orangnya ganteng, rumahnya di 14:20 Pondok Indah, anaknya pilot juga. Waduh 14:22 lengkap nih." 14:26 Eh eh Bang Aziz, saya mau tanya apakah 14:30 betul orang kalau di pesawat lebih 14:32 banyak berdoa dibanding kalau naik 14:34 kendaraan lain? Betul enggak? Kalau 14:36 berdoa itu kan kita ya itu kan orang 14:39 bilang. 14:40 Yang masuk surga ustaz atau pemimpin 14:43 agama. Kalau lagi ceramah kan maaf 14:45 ngomong kan ada yang masih ngantuk. 14:47 Tapi kalau terbang 14:48 cuaca jelek kita seatbelt on weather 14:52 semua pasti doa. Mau agama apapun enggak 14:55 enggak 14:56 Alangkah indahnya berdoa tuh jangan 14:58 kalau cuaca jelek aja. Bagus pun 15:01 bersyukur. Ya Allah semoga bagus terus. 15:04 Kalau tahu cuaca jelek ah ini ada 15:06 cobaan. Kayak di dalam hidup kita lah 15:08 kan ada turun naik. 15:09 Kalau mungkin enggak ada cobaan kita 15:11 tidak setegar ini. 15:13 Kalau kita dizalimin orang, difitnah 15:15 orang, diiriin orang, syukuri. 15:18 Tanpa mereka menzalimi kita, kita tidak 15:20 tegar. Tanpa kita difitnah orang 15:23 kita enggak bersih. Dia dengan otomatis 15:25 ngasih pahalanya ke kita, ambil dosa 15:27 kita. Kalau diiriin secara tidak 15:28 langsung dia ngangkat derajat kita, 15:30 nurunin derajat dia. Itu janji Allah. 15:33 Jadi jangan marah kalau diiriin, 15:35 difitnah, dizalimi. Nah, sekarang 15:37 buktinya kita jadi lebih tegar. 15:40 Cita-cita jadi pilot sipil, pilot 15:42 militer Allah kabulkan. Satu lagi pengin 15:44 jadi komando pasukan gerak cepat 15:47 Angkatan Udara. Allah kasih walaupun 15:49 sebagai warga kehormatan 15:51 komando. 15:54 Oke. Kapten Azis itu kan di WA suka ada 15:56 video-video yang 15:59 pesawatnya itu 16:01 ini kok bisa dimatiin? 16:03 Dimatiin aja ya? Heeh. Apa pesawatnya 16:06 itu zig zag itu 16:08 belok-belok itu ini ya? Itu hoax itu. 16:11 Hoax itu ya? Itu hoax itu. Itu apa 16:13 namanya? Eh, animasi. 16:14 Animasi. Apalagi 16:16 betul itu. Apalagi dibilang pesawat 16:18 Garuda Indonesia mendarat di Iran. 16:21 Baru dengar saya mendarat di Iran. 16:23 Kita enggak ada Indonesia kan enggak ada 16:25 penerbangan Ke sana ya? Oke. 16:28 Nah, kan 16:30 kalau landing itu suka ada pilotnya enak 16:32 bawanya, apa jatuhnya des des. Ada yang 16:34 kasar gitu. 16:35 Nah, tergantung Mas Azis. Jadi itu 16:36 tergantung pilotnya itu. Bukan 16:38 tergantung pesawat tapi gimana? 16:39 bisa, pesawatnya bisa, jadi cuaca di 16:42 situ. Jadi misalkan 16:45 anginnya sekian kencang speed-nya tambah 16:48 eh, kecepatannya kita tambahin. Ada 16:50 koreksi ya. Jadi jadi semua ada ilmu. 16:53 Jadi 16:54 ya itu tadi 16:55 dengan ilmu yang ada kita amalkan, 16:58 amalkan dengan ikhlas lillahi taala 17:00 insya Allah jadinya bagus. 17:02 Dulu pesawat pertama yang dibawa pesawat 17:03 apa? Waktu sekolah penerbang di Curug 17:06 pertama Beechcraft Sundowner mesin satu. 17:08 Ke mana itu bawa? 17:09 Enggak, latihan soal latihan. Soal 17:11 latihan. Pertama kali 17:12 Keliling-keliling Banten aja? Bukan 17:14 keliling. Jadi pertama ke area kemudian 17:17 next belajar take off landing. Jadi ada 17:19 silabus yang kita ikutin. Nah, kemudian 17:21 setelah lulus dari penerbang Curug masuk 17:24 ke Merpati Nusantara dapat pesawat de 17:26 Havilland Twin Otter 17:27 Hmm. 17:28 yang 20 seat. Itu pesawat eh untuk 17:30 terbang di pedalaman, penerbangan 17:32 perintis. 17:33 11 tahun di penerbangan perintis, Mas 17:35 Res. Jadi bandara itu ya lihat di peta 17:37 aja belum tentu ada, tapi kita mendarat. 17:39 Dari mulai di Irian, 17:42 Sulawesi, Maluku, 17:44 Kalimantan sampai Sumatera kayak dari 17:47 Padang ke Rokot. Landasannya pendek. 17:50 Twin Otter tuh sudah memang dia short 17:52 take off landing, tapi mendarat di situ 17:54 pendek banget. Tapi ya alhamdulillah. 11 17:57 tahun setelah itu sempat juga bawa 17:58 Vickers Viscount VC-8, 4 mesin sebagai 18:02 co-pilot, tapi terbangnya di kiri. 18:05 Belum sempat kapten pesawatnya phase out 18:06 pindah ke Fokker 27. 18:08 Hmm. 18:09 Dari Fokker 27 Fokker 28. Nah, sejak di 18:11 Fokker 28 jadi instruktur, 18:13 kemudian kami mengabdikan diri juga di 18:15 TNI Angkatan Udara sebagai instruktur 18:17 penerbang di Skadron Udara 17 Lanud 18:19 Halim. Oke, Iwan dan Aat masih di acara 18:22 tamu kita di mana kami menghadirkan 18:24 Kapten Abdul Aziz. Siap. 18:27 Beliau usianya sudah 18:29 Hmm, 36. 36 18:31 63 tahun tapi masih enggak pakai 18:34 kacamata. Jadi baca koran, baca koran 18:37 enggak usah pakai kacamata masih bisa 18:38 ya. 18:39 Oh, sudah 31.000 lebih jam 18:42 penerbangannya. 18:44 32 18:46 ribu jam penerbangan ya. Masya Allah. 18:50 Eh, kan kalau di 18:53 bola itu ada yang pemain favorit, ada 18:55 penyanyi favorit kan. 18:57 Kalau Kapten Aziz punya enggak pilot 18:59 favorit? 19:00 Ada pilot favorit? 19:02 Ya, dulu waktu sebelum jadi pilot lihat 19:06 senior-senior yang sudah jadi pilot 19:07 duluan. 19:09 Bagus cara bawanya atau apa? Cara 19:11 gagahnya? 19:12 Oh, karena kenal. Nah, kalau bawa gagah 19:14 kita kan jarang bisa lihat pilot di 19:16 kokpit kan untuk masuk kokpit kan itu 19:18 istilahnya tuh steril area kan. 19:21 Jadi paling lihat dia lagi jalan. 19:24 Bawa tas sama pramugari pakai kacamata, 19:27 wih keren banget 19:30 Iya, cita-cita dari kecil cita-citanya 19:31 mau menjadi pilot ya? 19:32 pesawat lewat lari sambil 19:35 Ibu saya ama 19:37 Ya Allah, ngapain Nak? Lihat pesawat 19:38 lewat Mah. 19:39 Dari kecil, kalau mau naik pesawat baru 19:43 dipanggil udah lari duluan. 19:45 Jadi memang cita-citanya udah pengen 19:47 jadi pilot, pilot sipil atau pilot 19:49 militer 19:50 Allah kasih dua-duanya lagi, kurang 19:52 syukur apa Mas Kris? Alhamdulillah. 19:55 Iya, disyukuri. Ada yang tanya, selama 19:58 perjalanan itu dari airport satu ke 20:00 airport lain, apa saja yang dilakukan 20:02 oleh pilot di dalam pesawat, dalam 20:05 kabin? 20:07 Ya, kalau kita terbang kan tugas kita di 20:08 kokpit. Iya, di kokpit. Apa saja yang 20:10 dilakukan di sana? 20:12 terbang dari mulai take off 20:15 landing 20:15 Kalau penerbangannya ke luar negeri 20:16 sampai 16 jam atau 18 jam itu 20:18 jauh-jauh gitu biasanya dua set, habis 20:21 sekian jam ikut aturan gantian. 20:23 Yang dua istirahat, ini terbang cruising 20:26 aja, nanti udah dekat bandara gantian 20:27 lagi. 20:29 Seperti itu, itu ada sistemnya Mas Kris, 20:31 tergantung jenis pesawat 20:33 dan ada aturan untuk jam eh berapa jam 20:36 berapa jam gitu. Assalamualaikum Kapten 20:39 Aziz, Kapten Aziz, kalau ada pesawat 20:40 jatuh punya pengaruh enggak 20:43 terhadap 20:45 emosi atau bagaimana? 20:46 Insya Allah enggak Mas, karena apa? 20:48 Karena ya itu tadi balik kepada 20:50 kita ingat kan jodoh, rezeki, maut, bala 20:53 kan Allah sudah tentukan. 20:55 Bukan hanya terbang, kalau Allah sudah 20:56 mau panggil kita lagi duduk pun, jadi 20:58 itu kan ada lagunya bila Israil datang 21:01 memanggil jasad terbujur di pembaringan 21:04 seluruh tubuh 21:05 Dinyanyiin dong. Enggak, jangan lah. 21:07 Jangan dinyanyiin. 21:08 Pemalu banget sih. 21:09 Kalau nyanyi nanti Ya emang Kayak bukan 21:11 kalau dulu kan Izrail 21:14 datang memanggil jasad terbujur. Untung 21:18 kalau jasad terbujur, kalau lagi terbang 21:20 kan kita enggak tahu kalau lagi nyetir 21:22 apa enggak tahu. Ehm. Karena kan kullu 21:24 nafsin zaikatul maut, innalillahi wa 21:27 inna ilaihi rajiun. Kalau sudah waktunya 21:29 Kalau sampai waktuku tiada seorang yang 21:32 bisa merayu. Wah, itu sajak. Aku 21:35 katanya. 21:36 Chairil Anwar ya. 21:38 Oke, assalamualaikum Kapten Abdul Aziz 21:42 dari Ibu Windina di Duren Sawit. 21:45 Eh, boleh info eh berapa kisaran biaya 21:48 sekolah penerbangan di Indonesia? Waduh. 21:51 Nah, untuk sekarang ini eh sekolah 21:54 terbang tuh 21:56 ada berapa yang baru mulai lagi sejak 21:58 ada apa? 22:01 Ada Covid ya. Jadi banyak yang stop. 22:04 Nah, ini mungkin ada yang mulai tapi 22:05 untuk biaya itu terakhir itu sekitar 700 22:09 juta sampai selesai, sampai dapat 22:11 commercial pilot license. Tapi kalau 22:14 mau sekolah yang agak ini masuk pendidik 22:17 apa eh sekarang PPI Politeknik 22:20 Penerbangan Indonesia di Curug Ehm. atau 22:22 masuk ke Akademi Angkatan Udara 22:25 nanti ya tapi Akademi Angkatan Udara 22:27 tergantung ini hasil kita bisa ke 22:30 penerbang atau ke korp lain. 22:32 Oh. 22:33 Itu mungkin biayanya lebih kecil. Oke, 22:35 demikian ya Mbak Wina. 22:37 sekitar 700 22:39 juta lah, insyaallah. Kalau di luar 22:40 negeri lain lagi Mas Kris. Ehm. 22:42 Cuma sekarang ini sementara 22:45 eh banyak pilot yang masih belum dapat 22:47 kerja. Kenapa? Ya, karena kondisi juga. 22:51 Ehm. Jadi airline baru mau bangkit. Nah, 22:53 nanti insyaallah kalau anaknya Ibu tadi 22:56 sekolah dengan izin Allah dapat kerja. 22:59 Anak saya juga kan masih nunggu kerja 23:02 juga. 23:03 Oke. 23:05 Kemudian dari Visa Fitriana. 23:08 Om Aziz, suami saya juga Curug 31. 23:11 Oh, iya. Kalau kami 23:12 Kami 29. 29, ya? Dekat. 23:16 Kemudian eh 23:17 mau 23:18 Tangsel Monitor, Pak Joko. 23:21 Assalamualaikum, Kapten Aziz ingin 23:22 bertanya masa-masa yang paling indah 23:24 sekolah pilot di Curug, boleh 23:25 diceritakan apa pas masa paling indah? 23:27 Wah, semua cuma alhamdulillah ya karena 23:30 kita orang bersyukur jadi semuanya cuma 23:32 indah dan indah sekali. 23:35 Ya, yang paling indah itu waktu dilepas 23:37 terbang solo, Mas Kris. Ehm. Jadi kita 23:39 kan pertama main instruktur. 23:42 Habis itu dicek, nah kemudian 23:43 instrukturnya turun kita bawa sendiri. 23:45 Nah, di situ puncaknya jadi pilot itu 23:48 waktu solo flight. Ehm. Jadi istilahnya 23:50 gini, kalau sudah solo flight kita bisa 23:52 bawa sendiri itu pesawat insyaallah 23:53 karir selanjutnya lancar. Ehm. Gitu. 23:58 Oke, kemudian 24:02 Kapten Abdul Aziz, saya mau bertanya 24:04 alasan apa pesawat tidak boleh lewat 24:05 area Ka'bah, Pegunungan Tibet, Istana 24:08 Buckingham? 24:10 Oh, kalau Ka'bah kan sudah ada aturan 24:13 dari pemerintah sama kan istilahnya tuh 24:16 ya wallahualam bishawab. 24:18 Mungkin enggak boleh ngelihat di atas 24:19 itu kan Baitullah walaupun cuma lambang 24:22 bukan kita yang bukan yang kita sembah. 24:25 Untuk keseragaman kita. 24:27 Mungkin dari pemerintah Arab Saudi Arab 24:28 Saudi sendiri itu restricted area. 24:31 Sama juga kayak istana, jadi Istana 24:33 Buckingham ista it is istana negara 24:36 juga. Enggak boleh, ya? Enggak boleh. 24:38 Jadi dia bilang res jadi 24:40 boleh terbang di atas ketinggian sekian. 24:42 Jadi tergantung negara masing-masing ada 24:43 aturannya. Itu regulation untuk safety 24:46 dan security. Ehm. 24:50 Eh dari Arman Ibrahim, Kapten bisa 24:52 menirukan suara-suara pernah enggak 24:54 ngerjain operator ATC dengan suara 24:56 perempuan. 24:58 Pernah terbang ke Singapura kan, jadi 25:00 Good morning Singapore radar Alpha 201. 25:03 Alpha 201 Singapore radar you identified 25:06 mem katanya. 25:08 Eee 25:09 when ready descend to 4000 and 25:11 radar vector for 25:13 ILS runway 02 Paya Lebar. 25:16 Roger 25:17 report again leaving flight level 25:19 260 for ILS approach runway 02 Paya 25:23 Lebar. Thank you. Ah. Disangkanya wah 25:26 ini pilotnya perempuan gitu. 25:27 Kadang-kadang gitulah. 25:29 Tapi kan buat lucu Mas bukan buat 25:30 ngerjain. 25:33 Dari Bapak Surya. 25:35 Bapak Surya selalu mau tahu Kapten Aziz 25:38 pernah membawakan pesawat rombongan 25:40 umroh haji atau umroh 25:42 ngedengerin 25:44 suaranya enggak asing pernah 25:45 mendengarkan waktu saya berangkat haji. 25:48 Nah kalau untuk sampai bawa pesawat 25:51 sampai ke Jeddah itu belum. Tapi bawa 25:54 rombongan yang pulang dari haji atau 25:57 umroh sampai Jakarta pulang ke daerahnya 26:00 ya saya sering bawa jemaah umroh maupun 26:02 jemaah haji. 26:04 Kita kan 26:05 para jemaah haji dan calon haji 26:07 rahimakumullah 26:09 kita berdoa juga kasih talbiyah ya 26:13 kasih bimbinganlah. Ini banyak alumni 26:15 Curug pada dengar ya. Assalamualaikum 26:17 Kapten Aziz. 26:18 Waalaikumsalam. 26:18 Kapten kenal enggak sama Kapten 26:20 Christian Bisara Curug 11? Kenal banget 26:24 itu Bapak Guru Christian Bisara. 26:27 Dia manjat Christian Tandirerung Bisara. 26:31 Nama lengkap pun masih ingat. Jadi itu 26:33 instruktur baik walaupun belum pernah 26:35 jadi murid beliau tapi murid di luar 26:37 penerbangan kami murid beliau. 26:40 Oke kemudian dari Bapak Avianto Ciputat. 26:43 Assalamualaikum Kapten Abdul Aziz yang 26:46 ganteng. 26:47 Masya 26:50 analisa Kapten Azis tentang hilangnya MH 26:53 370? 26:55 Sampai saat ini masih jadi misteri. 26:58 Sampai-sampai saya pernah punya 26:59 pengalaman ketemu orang 27:01 suami istri kalau kepergian 27:04 dia selalu 27:06 pisah penerbangan. Suaminya duluan lalu 27:09 istrinya belakangan atau sebaliknya. 27:12 Mohon dijawab. Nah, itulah Mas Kris. 27:14 Sekarang kan orang kan kadang jangan 27:16 pergi atau gini deh 27:18 bapak sama anak kakak adik enggak boleh 27:21 terbang dalam satu pesawat. Sekarang 27:23 gimana apa bedanya kalau kita naik mobil 27:26 satu keluarga? Kalau sudah waktunya atau 27:28 kita di rumah lah satu keluarga 27:30 gempa 27:32 kayak 27:33 ya doa buat korban gempa di manapun. 27:37 Unpredictable, makanya kita harus 27:40 eee 27:41 apa ya? 27:43 Ya sadar bahwa ajal itu di tangan Allah. 27:45 Jadi jangan harus pisah-pisah. Nah, yang 27:48 tadi ditanyain sama 27:49 Avianto 27:50 Mas Avianto 27:51 itu tentang Malaysian 370. 27:53 Avianto Ah, iya. Itu saya sampai 27:55 diwawancara TV One tuh sehari empat 27:57 kali. Ehm. Pagi, siang, sore, malam. 28:00 Saya bilang kan sama temanya eee 28:02 pertanyaannya lain. Saya bilang gini 28:04 MH 370 itu misteri. 28:07 Sebenarnya ada yang tahu. Ehm. Dan 28:11 bisa suatu saat akan terbuka atau tidak 28:15 akan terbuka. Saya terakhir tutup dengan 28:17 wallahualam bissawab. Akhirnya orang 28:19 bilang wah itu Kapten wallahualam 28:21 bissawab. Lah memang benar. 28:23 Siapa yang bisa menentukan coba? 28:25 Memang wallahualam bissawab. Kita harus 28:27 yakin. Kita enggak tahu gitu loh. 28:30 Pertanyaannya seperti itu. 28:32 Ehm. 28:34 Oke, Kapten ingin bertanya masa-masa 28:36 yang paling indah. Oh, tadi sudah tanya 28:38 ya. Ehm. Indah terus pokoknya. Indah 28:41 terus ya? 28:42 Indah dan indah sekali. Ehm. 28:43 Jadi Allah kasih hidup cuma dua macam 28:45 enak dan enak sekali, Mas Kris. Syukuri 28:47 aja. 28:49 Kapten, mana lebih enak ketika take off 28:51 atau waktu landing? Perasaannya 28:54 bagaimana? 28:55 Kalau enak 28:56 semua enak. Oh. Tapi 28:58 take off landing itulah masa krisis, apa 29:00 kritis, sori. Waktu take off. Take off 29:02 dan landing. Jadi, take off itu kan kita 29:04 dari kecepatan pelan sampai cepat sampai 29:07 sudah suatu saat speed tertentu kita 29:09 harus rotate atau tarik untuk take off. 29:13 Speed-nya akan bertambah. Nah, di situ 29:15 kalau terjadi apa-apa kan jadi kita 29:18 situational awareness-nya harus lebih 29:21 high gitu, harus lebih jaga. 29:23 Nah, kalau landing 29:25 itu juga take off kan perhitungan angin 29:27 cuaca depan. Nah, kalau mau landing itu 29:29 kan 29:30 juga gitu dari cepat pelan pelan pelan 29:33 pelan sampai kita landing touch. Nah, 29:35 dengan smooth itu ya ada caranya 29:38 tergantung orangnya, tergantung pesawat, 29:41 tergantung cuaca. Jadi 29:44 yang apa, yang harus kita lebih 29:47 hati-hati itu waktu take off dan 29:48 landing. Bukan berarti lagi cruising 29:50 enggak. Jadi, tetap situational 29:51 awareness tadi bahasa Inggrisnya bingung 29:53 gitu. 29:54 Kita soalnya kurang bisa. 29:57 Jadi, tetap aja, Mas, tapi low. Tetap 29:58 kita jaga semua. 30:01 Kapten Aziz, saya kalau naik pesawat 30:03 suka deg-degan kalau pramugarinya 30:05 disuruh duduk. 30:07 Pramugari disuruh duduk berarti 30:09 duduk berarti cuacanya lagi enggak 30:10 bagus. 30:11 Jadi, duduk atau kalau dia mau landing 30:13 juga duduk. Kan Oh, gitu. Iya, kalau mau 30:15 landing kan mereka duduk juga. Jagain. 30:17 Sebelum take off juga duduk. Hmm. Nanti 30:20 sudah seatbelt off, mereka serve. Hmm. 30:23 Apa kasih makanan, minuman, apa. Semua 30:26 landing lagi duduk. Kalau misalkan cuaca 30:28 jelek, ya mereka duduk. 30:29 Hmm. Dan itu 30:31 ya memang resiko, Mas Kris. Apa sih 30:33 hidup ini enggak ada resiko? 30:35 Hmm. 30:36 Jadi, itu bagian dari tugas kita. Kalau 30:38 kita terbang deg-degan 30:40 kalau yakin Allah akan melindungi kita, 30:42 kenapa harus ditekan? Masya Allah. 30:46 Kalau sudah waktunya dipanggil, mau apa 30:47 lagi? 30:48 Oke. 30:51 Kapten pilot itu 30:54 sering ada penumpang yang menggunakan HP 30:56 padahal sudah take off. Sebetulnya 30:58 penggunaan HP di dalam pesawat bagaimana 31:00 peraturannya? Nah, 31:02 kalau ikut aturan regulation, begitu 31:04 masuk pun kita harus matiin He eh. 31:06 handphone. 31:07 Tapi kan sudah ada foto-foto. 31:09 dikhawatirkan 31:10 atau kita masuk matikan kita pakai 31:13 flight mode. He eh. 31:14 Jadi enggak bisa hubungan. Dikhawatirkan 31:17 mengganggu 31:19 frekuensi navigasi dan komunikasi, 31:21 dikhawatirkan. 31:23 Tapi untuk itu kan protection. 31:25 Tapi untuk bukti gara-gara HP 31:27 kecelakaan, insya Allah belum terjadi 31:29 lah. He em. Maaf kalau saya salah ya. He 31:32 em. So far, tapi saya konsekuen. Begitu 31:34 masuk kokpit, saya matiin handphone. 31:37 Kalau toh mau foto, 31:39 ya kita 31:40 pasang di flight mode. 31:42 Jadi enggak enggak hubungan, cuma buat 31:45 kamera aja. Jadi enggak ganggu eh untuk 31:48 ke apa, untuk telepon, untuk WhatsApp 31:51 gitu loh. 31:52 Di Indonesia begitu sampai di suatu 31:57 airport 31:58 Iya. 31:58 begitu sampai landing eh ketika apa 32:01 namanya taksi ya? Iya, landing, taksi 32:04 ya. Langsung handphone pada bunyi. 32:07 Jadi artinya belum boleh diaktifkan 32:09 sudah Enggak. Sudah sudah sudah sudah 32:11 sudah sudah. Iya, kalau ikut aturan 32:13 memang enggak boleh. Makanya tapi saya 32:14 kasih tahu pramugari bahwa kalau ada 32:16 yang main handphone, karena pernah 32:18 kejadian ya, saya enggak sebut nama, 32:20 enggak sebut di mana, 32:22 pramugari negor He em. Baik-baik. 32:24 Marah penumpangnya. Pejabat ya? Pejabat. 32:27 Pasti pejabat. 32:29 Pasti. Oh dia tuh, "Kamu enggak tahu 32:31 siapa saya?" Ya enggak tahu lah, orang 32:33 enggak kenal. He em. 32:35 Udah itu malah malah nuntut krunya 32:38 malah yang disalahin krunya. Makanya 32:41 saya bilang tegur saja. 32:42 Kasih tahu, mohon matikan handphone. 32:45 Kalau dia masih pakai, ya sudah silakan 32:46 saja, biarkan saja. 32:47 Ehm. Insya Allah enggak apa-apa. 32:50 Karena dikhawatirkan mengganggu 32:52 frekuensi, navigasi, dan komunikasi. Itu 32:55 saja. 32:56 Tapi so far, insya Allah. Maaf kalau 32:58 saya salah. Ini kita ngobrol kosong 33:00 saja. Ehm. Yang pengalaman saya begitu. 33:03 Sebab apa? Begitu landing kan orang kan 33:05 bunyi tet tet tet karena mau pengin 33:06 ngasih tahu sudah landing itu. Nah, 33:08 kalau sudah taxi, insya Allah lebih 33:10 amanlah. Insya Allah enggak apa-apa. 33:12 Yang dikhawatirkan 33:13 nanti frekuensi, jadi komunikasi 33:15 terganggu atau navigasi, alat navigasi. 33:18 Sekarang alat navigasi sudah oke banget 33:20 Mas, sudah pakai GPS. 33:22 Approach-nya juga pakai 33:24 area navigation, segala macam. Sudah 33:26 sudah majulah. Insya Allah enggak 33:28 apa-apa. 33:29 Assalamualaikum Kapten Aziz. Bagaimana 33:31 kok segar terus? Kami sebagai penumpang 33:34 kadang-kadang turun satu capek benar. 33:36 Kalau padahal kok tetap gagah, bagaimana 33:38 tuh? Bisa begitu? Kayak gitu kan kita 33:41 terbang harus istirahat cukup. 33:43 Ehm. Makan, minum cukup. Kesehatan 33:45 dijaga. 33:47 Sama yang penting lagi, hati bersih. 33:49 Ehm. 33:50 Dengan hati bersih, insya Allah kita 33:52 segar terus. Mohon ya Allah, minta 33:54 sehat, minta bahagia, sehat lahir batin. 33:59 Itu saja. Jadi, kalau capek pasti ada. 34:01 Nanti paling sampai kamar baru capek, 34:03 baru kelihatan kerasa capek. 34:05 sampai rumah. Ehm. Jadi, kalau lagi 34:06 terbang itu karena kita enjoy, kita 34:08 menikmati Ehm. tugas kita. Jadi, tugas 34:12 itu seolah-olah bukan kita diperintah. 34:14 Kita yang pengin Mas Kris. 34:16 Bagi perokok nih. 34:18 Kita ibarat itu kerja itu 34:20 kita ada rokok nih. Kita pengin banget 34:23 ngerokok, tapi enggak punya. Ehm. Mas 34:25 Kris atasan saya, perintah ngerokok. 34:28 Siap, dari tadi pengin. Dari tadi 34:30 pengin. 34:31 Ehm. Ehm. Kepingin ngerokok, dikasih 34:33 rokok. Nikmat kan luar biasa. Lagi 34:35 nikmatin gitu masa mikir Mas Kris mau 34:37 bayarin kita. 34:38 Tahu-tahu 34:40 lagi jalanin kenikmatan kita, itulah ya 34:42 nikmat Allah luar biasa. Tidak ada 34:45 keraguan. Sampai di surah Ar-Rahman 34:47 disebut berapa kali Mas? Fabiayyi alaai 34:49 rabbikumaa tukadzdzibaan. Ngetes nih, 34:51 berapa kali disebut? 16 kali. 31. Oh, 31 34:54 kali. Kita hafal. Bukan bukan bukan 34:57 bukan ngetes tapi bercanda ini. 34:59 Ya, surah Ar-Rahman. Itu jadi 35:02 kita kan sudah pengen, dikasih 35:06 masa minta bayaran? Tahu-tahu dikasih 35:08 lagi. Ya Allah, nikmat berkali-kali. 35:11 Makanya kalau ada supir kan yang jemput 35:13 antar ngeluh, "Wah, Kapten gaji kita nih 35:15 gini gini gini." Saya tanya, "Mas, di 35:17 rumah mobil ada berapa?" 35:19 "Ya enggak punya lah, Kapten." Nah, 35:21 enggak punya mobil kamu bawa mobil, 35:23 pakai AC, ada musik, ngantar pramugari, 35:26 ngantar pilot, bisa komunikasi, bisa 35:28 silaturahmi. 35:30 Kamu lihat di rumah tadi, rumah saya 35:31 tadi, ada berapa pesawat terbang? Enggak 35:33 ada. Tapi saya terbang. Even the owner 35:36 of the airline cannot fly. 35:38 Kita yang nerbangin. 35:40 Itu pun kita syukuri, Mas. 35:42 Kita enggak punya pesawat tapi kita 35:44 Istilahnya gini deh, kasarannya. 35:46 Kalau perlu saya bayar untuk bawa 35:47 pesawat. Nah, ini sekarang bawa pesawat 35:49 dibayarin orang. Nikmatnya 35:51 berlapis-lapis. Kurang syukur apa lagi? 35:54 Baik baik, eh Mas Krisna tadi kata mau 35:57 nyebutin nomor HP-nya Kapten Aziz. Oke. 36:00 Boleh. 36:01 Saya akan bacakan. 36:02 Siapkan pulpen sama kertas. 36:05 Kapten Abdul Aziz. Hamid. Abdul Aziz 36:08 Hamid. Harus lengkap. 36:09 Hamid. Pondok Indah. 36:11 0811 36:14 kemudian 99 36:18 kemudian 40 36:20 80 36:20 80 36:21 0811 36:24 99 36:25 40 36:27 80 usianya sudah 63 tapi masih gagah 36:31 masih ganteng Alhamdulillah masya Allah 36:33 istrinya dulu pramugari anaknya sekarang 36:36 juga pilot dua orang pilot 36:38 gitu dua orang pilot ya Farhan Farhan 36:40 Nadif 36:40 Farhan dan Nadif 36:42 Faizan kuliah 36:43 oh 36:44 Faizan kuliah kuliah sastra Inggris oke 36:48 biar enggak kayak bapaknya Inggrisnya 36:49 cuma yes no sama oke bisa aja 36:53 kalau orang-orang India tuh ngomong 36:55 Inggrisnya gimana 36:56 good morning ladies and gentlemen this 36:58 is your pilot speaking from the flight I 37:00 welcome you on board this Boeing 777 Air 37:04 India flight number Air India 432 37:07 destination Bangalore 37:09 something like that lah just joking lah 37:11 Mas 37:13 kalau lagu India yang 37:16 temanya tuh menghormati ibu ada enggak 37:18 rata-rata apalagi lagu India tuh temanya 37:20 apa 37:21 ya banyak Mas menghormati ibu 37:23 menghormati negara misalnya gimana 37:27 ya kayak 37:29 apa ya ah jangan menghormati ibu 37:31 ayo dong ayo jadi ingat ibu sama ingat 37:33 orang tua jadinya ya lagu India sih 37:35 India yang mana aja deh ya paling yang 37:38 kalau orang tahunya India everything 37:40 kuch kuch hota hai padahal enggak cuma 37:42 itu kan banyak saya bilang itu zaman 37:45 zaman sudah saya lewat saya tuh 37:47 yang suka tuh the sixties sama the 37:50 seventies 37:51 tapi begini Mas saya bisa bahasa 37:53 Mandarin bisa bahasa Hindi dikit lah 37:55 enggak banyak 37:56 belajarnya orang nanya dari mana sih 37:58 sangkanya sekolah bukan dari bioskop hmm 38:01 saya tuh kaki bioskop di Jambi 38:03 pulang sekolah mainnya di bioskop oh 38:05 gitu dari mana belajar makanya nilai 38:08 raport masya Allah 38:10 saya pecinta red devil daripada blue 38:13 angels 38:15 jadi banyak merahnya daripada hijau 38:17 makanya tapi gurunya gini 38:19 Aziz kamu tuh mau jadi apa gitu mau jadi 38:22 pilot Pak hah 38:24 guru Mas perempuan waktu istirahat 38:27 kabur. 38:28 Main perahu. Ambil jambu. Sudah mau 38:31 pulang baru balik kelas. Astaghfirullah, 38:33 gurunya perempuan orang Padang 38:35 marah-marah nangis-nangis sampai ngadu 38:37 ke Bapak kan Bapak kepala Pertamina 38:38 sana. 38:40 Ya Allah Azim, dari mana kau? Mau jadi 38:43 apa, Nak? Jadi pilot, Bu. 38:45 Sembarangan saja kau ngomong, tapi Allah 38:47 dengar, Allah kabulkan. 38:50 Malaikat. 38:51 Padahal asal ngomong, Mas. Selalu 38:52 konsisten pengen jadi pilot pilot gitu 38:54 ya? Iya. 38:55 Gambar pilot, pesawat. 38:57 Punya punya mainan ini 38:58 pesawat-pesawatan? 38:59 Kecil, weh mainan pesawat melulu. 39:02 Sampai yang rodanya di belakang 39:04 begini saya pindahin cabut depan. Malah 39:07 beratung gitu. 39:10 Bapak saya bilang, "Kau ngapain 39:11 pindah-pindahin itu?" Jadi minta beli 39:13 mainan pesawat. Gambar pesawat, 39:16 helikopterlah, pesawat tempurlah, enggak 39:18 tahulah asal gambar saja namanya gambar 39:20 anak-anak. 39:21 Tapi sudah termotivasi kepenginnya dari 39:23 kecil, Mas. 39:25 Ya alhamdulillah nih 39:27 kesampaian walaupun dengan segala cobaan 39:30 dan 39:31 halangan rintangan tapi kita jalan saja 39:33 maju terus, bismillah. 39:36 Assalamualaikum Kapten Azis, di kabin 39:38 ada toilet enggak? Ya adalah pasti. Ada, 39:42 ada kan di pesawat ada kan jadi ada yang 39:45 di depan satu, di belakang dua 39:47 tergantung ada yang cuma di belakang 39:48 satu tergantung tipe pesawat. Ada toilet 39:51 pasti. 39:53 Dari Lisa alhamdulillah Bekasi Barat 39:55 ikut nyimak masyaallah tamu kita keren 39:57 banget, keren orangnya, keren 40:00 kata-katanya. Terima kasih Lisa, terbang 40:03 itu ibadah masyaallah bekerja itu ibadah 40:05 ya. Iya. Kan ibadah juga bisa dilihat 40:08 karena di ketinggian melihat awan itu 40:10 kan juga Di situlah, Mas Kris, orang 40:13 kadang-kadang kan dia merasa tinggi di 40:15 atas. 40:15 Ehm. 40:16 Ehm. Melihat ke bawah 40:18 Jadi ada filosofinya nih ya. Iya, kita 40:19 kita melihat ke bawah tuh kecil. 40:21 Ehm. 40:22 Ada yang sombong kan, lihat orang di 40:23 bawah kecil. Dia enggak sadar. 40:26 Orang di bawah melihat dia "Ah, lu juga 40:28 kecil." gitu. 40:28 Ehm. 40:29 Makanya jangan punya sifat sombong. 40:32 Ehm. 40:33 Jangan. 40:34 Sifat sombong cuma punya Allah, enggak 40:35 boleh. Ehm. Itu kalau terbang di atas 40:37 kita malah mensyukuri. Cuma kalau 40:39 terbang kan sekarang tinggi banget, jadi 40:41 ketutup awan. Cuma kalau lagi cuaca 40:43 bagus dari jauh landasan kelihatan. 40:45 Ehm. 40:46 Karena terbang sekarang kan instrumen, 40:47 Mas. Kita ikutin aja. Dari take off 40:50 ikutin aja. Sampai landing ketinggian 40:51 tertentu landasan kelihatan landing 40:53 enggak kelihatan naik lagi. Ada prosedur 40:55 semua. Jadi 40:57 malah bersyukur. Ada satu waktu itu saya 40:59 diajak terbang F-16 sama Marsekal Tatang 41:02 Harlian Syah. Sudah pensiun juga 41:03 sekarang, adik saya. 41:05 Dia bilang "Kakanda lagi terbang ini 41:07 kesempatan kita zikir." 41:09 Subhanallah, alhamdulillah, wa la ilaha 41:11 illallah, Allahu Akbar. Alhamdulillah 41:14 lancar aja. Dan karir beliau pun sampai 41:16 bintang tiga. 41:17 Masya Allah. 41:18 Jadi ingat, anak beliau pun tiga orang 41:20 juga jadi pilot semua malah. 41:22 Ya itulah. Kalau saat waktu sholat 41:25 ketika terbang di kabin bagaimana? 41:27 Sholat di mana? 41:27 Di kokpit. Di kokpit? 41:29 Iya, lah tayamum. Ehm. Tidak ada alasan 41:32 untuk ninggalin. 41:32 Sambil duduk? Sambil duduk. Pesawat 41:34 belok, ya belok lah. Makanya saya bilang 41:38 orang nyembah Ka'bah, bukan. 41:41 Kita kalau tempat kita enggak tahu di 41:42 mana Ka'bah, masa kita enggak sah? 41:43 Ehm. 41:44 Apalagi 41:45 Ka'bah tuh sekarang miring, harus pindah 41:47 ini. Bangunan dirubah. Astaghfirullah. 41:50 Mas Kris, ada satu kota Ehm. 41:52 di Suriname, Paramaribo. 41:55 Mas Kris sudah pernah dengar bahwa 41:56 masjid 41:56 Ehm. 41:57 seberangan, satu ngadep ke barat, satu 41:59 ngadep ke timur. 42:00 Kok bisa begitu? Nah. Di Suriname? 42:02 Kenapa begitu? Orang-orang Jawa yang 42:04 dikirim ke sana, Indonesia belum merdeka 42:06 sama Belanda dikirim untuk kerja di 42:08 Suriname. Mereka itu muslim? Muslim. 42:11 Nah, tapi sama pemerintah kolonial tetap 42:14 saja boleh tetap agama lu mau pilih 42:16 agama apa bebas. 42:17 Karena di Jawa 42:19 kalau salat ngadep ke barat. 42:21 He eh. 42:22 Bikinlah masjid ngadep ke barat. 42:23 Barat. Orang tua-tua. 42:25 Dengan berjalannya zaman 42:28 maju gini, ternyata dari Suriname ke 42:30 Mekah itu lebih dekat ke ngarah timur. 42:32 He eh. 42:33 Bikinlah ke arah timur, tapi yang 42:35 tua-tua tetap ke barat. 42:37 Satu ke sana, satu ke sana. Kayak gitu. 42:41 Ini kejadian. Sampai orang bilang 42:43 Captain, how many times you visit 42:45 Paramaribo? I said I've never been 42:46 there. How do you know that? 42:48 That's very special story. Saya bilang 42:50 enggak baca buku lah, iqra tadi. Jadi 42:53 dapat ilmu tuh 42:54 apa sajalah kita pelajari, enggak rugi 42:56 kok. 42:58 Mau ilmu agama, biar kita ngerti. 43:01 Jangan menyalahkan, oh mengapa mereka 43:03 ibadah gini. Nah, tugas kita 43:05 kalau memang bertanya tentang Islam, 43:07 kita baca dulu. 43:09 Jadi kita kasih tahu kayak 43:11 kayak ahli-ahli perbandingan agama, 43:13 Syekh Ahmad Deedat, Dr. Zakir Naik, ada 43:16 terakhir Brother Lim Jui Sun dari 43:18 Malaysia. He eh. 43:20 Pernah kita wawancara juga ya? Pernah di 43:22 sini ya, wawancara. Nah, itu dia dari 43:24 agama sebelumnya. Jadi dia ngerti banget 43:26 Islam dan dia pelajari. Nah, makanya 43:28 sebagai kita yang Islam dari lahir 43:30 enggak mau pelajari Islam kan jadi kayak 43:31 buta saja. 43:33 Salat ya salat. Puasa puasa. 43:38 Minum. 43:40 Beruang, lemas. Bukan itu, Allah lihat 43:42 kita. 43:43 Apapun yang kita buat, tanggung jawab 43:45 kita sama Allah. 43:46 Kalau nakal 43:48 laki-laki atau manusia wajar, tapi 43:50 jangan jahat. 43:51 Nakal dan jahat dua hal yang berbeda. He 43:53 eh. 43:54 Jahat tuh urusan kita sama Allah. Kalau 43:56 eh nakal. Kalau jahat kan 44:00 merugikan orang lain. 44:02 Nakal ya silakan saja tanggung jawab. 44:03 Kalau berani tanggung jawab, go ahead 44:05 lah. Kita juga enggak mau menggurui 44:06 orang. 44:08 Oke. Any question? Wih, asalamualaikum 44:11 Kapten Aziz. Kapten Aziz kenapa kalau 44:13 kita safety kita tidak boleh membawa 44:15 gunting? 44:18 Itu urusannya safety dan security, takut 44:22 ya kan sejak kejadian 911 kan 44:24 pemeriksaan juga 44:26 enggak boleh ini, enggak boleh itu, tapi 44:29 sebaiknya kalau bawa gunting ya taruh 44:31 aja di dalam koper 44:33 yang dibagasikan, enggak masuk kabin. 44:35 Dikhawatirkan gunting itu mungkin 44:37 senjata buat nyerang 44:39 eh atau buat apa ya zaman sekarang tuh 44:43 kayak gitulah yang dikhawatirkan ada 44:46 hijack atau gitu kan, tapi ada pernah 44:48 kejadian Mas Chris. 44:50 Jadi begitu naik pesawat 44:52 ketemu temannya dia kan 44:54 hijack gitu, uh apa takutnya temannya 44:58 namanya si Jack. 44:59 Loh hah ada apa nih? Jadi begitu naik 45:02 dia lihat eh my friend hijack 45:05 what? 45:06 Wah numpak kelang kabut, katanya dia 45:08 enggak gorok temannya makanya 45:10 jadi ngelihat sesuatu itu harus pelajari 45:12 dulu. 45:14 Sorry. 45:15 Jangan langsung di langsung divonis gitu 45:17 loh. 45:19 Mungkin karena itu bawa gunting enggak 45:20 boleh mungkin dikhawatirkan nanti jadi 45:22 hijack. Iwan Arat masih di acara Tamu 45:25 Kita di mana kami menghadirkan Kapten 45:27 Abdul Aziz Hamid 45:29 Ya, biar lengkap. yang lahirnya di Plaju 45:31 tanggal 20 November dari kecil memang 45:33 cita-citanya sudah 45:35 kepingin jadi pilot 45:37 bahkan akhirnya menikah dengan seorang 45:39 pramugari dan anaknya pun yang dua ini 45:42 Parhan sama Nadif Hamid juga jadi pilot. 45:46 Sama satu lagi Mas Chris, motivasi. 45:49 Jadi pilot, jadi apapun jangan nyari 45:53 duit. Oh, jangan nyari duit jadi 45:55 Biar duit nyari kita. Oh, jadi Kasih 45:57 beban buat dia. 45:58 Motivasinya ibadah. Ibadah lillahi taala 46:00 sama kita senang, 46:01 Sudah kita senang, hobi. Hmm. Ya. 46:05 Jalankan ikhlas lillahi ta'ala. Waktu 46:07 saya mengabdi di TNI. 46:08 Angkatan Udara. Never think about money. 46:11 Let's money think about you. 46:12 Hmm. Jadi jangan dikasih beban uang. 46:14 Hmm. Lu cari gua dong. Hmm. Jangan gua 46:17 cari lu mulu. Kalau kita mikirin duit 46:19 mulu, pening kepala kita. Biar uang 46:20 pikirin saya dong. Jadi kita pikir kerja 46:23 kita, silaturahmi kita. 46:25 Uang yang nyari kita gitu loh. 46:28 Yes. Eee, assalamualaikum. Wah, keren 46:31 berhasil tamu kita. Sudah ganteng. 46:34 Alhamdulillah, syukurillah. Pasir. 46:36 Anjir, pasir. 46:37 pintar nyanyi, pintar baca Quran, baik 46:40 lagi, sayang istri, sayang anak. Eee. 46:43 Sayang. Ada ada gangguan enggak 46:45 sepleteran-sepleteran gitu? Ya, namanya 46:47 hidup ini Mas, apa sih yang enggak ada 46:49 godaan? 46:50 Hmm. 46:50 Iya kan? 46:53 Kan ada lagunya insan yang mengerti, 46:56 pastilah bersyukur. 46:59 Maha Suci Allah, Maha Pengatur nikmat 47:03 dan godaan beraneka ragam katanya. Itu 47:07 lagunya Muchsin zaman baheula. 47:09 Sampai Muchsin saja, Bang Muchsin itu 47:11 bingung. Heeh. Dia bilang, "Eh." 47:13 "Ente pilot kok masih ingat lagu ana?" 47:15 Mau lagu yang mana? Iya. Even kayak 47:18 saudara kita Y Achmad Albar. Itu lagu 47:21 lomba cipta lagu remaja. 47:23 Iya kan dapat juara dua. Yang pertama 47:25 kan Kapten Chalid. Hmm. Lagu. 47:28 Geram. 47:29 Yang kedua kan Jelaga. Hmm. Masih ingat 47:32 lagunya? Saya masih ingat. Coba gimana 47:34 gimana? 47:34 Iya. 47:36 Insan dengar resahnya. Itu apa 47:39 kata-katanya itu kata-kata Melayu 47:40 tinggi. 47:41 Hmm. 47:42 Yang itu. Yang menyinta itu merdeka. 47:47 Nah, itu yang bilang. Sebetulnya yang 47:48 terakhir yang kan ada yang lupa juga 47:50 lah. Tapi kalau lihat teks, I can sing. 47:53 Heeh. Ada yang lupa-lupa. 47:55 Yang yang yang saya ingat tuh, yang "Oh, 47:58 lentera birumu, lentera cerah ceria. 48:03 Jangkau lah cita-citamu, jiwa. Oh, 48:08 bahagia." Itu 48:10 Bang Iwan lupa. Kita, saya bilang kan 48:12 saya penggemar, 48:14 makanya mau minta tanda tangan, dia 48:15 bilang. Gila, komandan minta tanda 48:17 tangan. 48:19 Ya. 48:19 Kapten Azis dulu pernah jadi bintang 48:21 iklan juga ya? Produk apa sih itu? Brisk 48:24 atau apa? Iklan Brisk pernah, Green Sand 48:26 Sandy tahun '84, '85. 48:29 Pernah juga. Sudah itu jadi foto model 5 48:32 Jala, makanya. 48:34 Allah tuh kasih tuh mintanya cuma pilot 48:36 sipil atau militer 48:39 atau pasukan gerak cepat, dikasih bonus 48:42 narasumber. 48:44 Alhamdulilah gimana kita enggak 48:45 bersyukur, Mas. Masya Allah. Kalau 48:47 sampai enggak bersyukur, wah terlalu. 48:49 Ehm. Sungguh terlalu, katanya. 48:52 E Kapten Azis, anak-anak menjadi pilot 48:54 juga itu atas saran dari ayahnya atau 48:57 mereka sendiri yang mau jadi pilot? 48:59 Saya 49:01 bebaskan sama anak-anak. Cuma 49:03 kadang-kadang ada fitnah. Wah, itu jadi 49:05 pilot pasti dipaksa bapaknya. 49:07 Saya bilang kalau dipaksa bapaknya juga, 49:09 pasti dia enggak lulus. 49:13 Apalagi dia bisa meraih 49:15 level bahasa Inggris bagus, lah hasilnya 49:19 bagus. Tapi ada yang fitnah bahwa wah, 49:22 jangan-jangan disuruh orang tuanya, 49:24 terpaksa. Ada yang ngomong gitu. Tapi ya 49:27 itulah. 49:28 Kita doa, Allahuma ini audzubika minal 49:31 jubni wal bukhli, wa audzubika min 49:33 fitnatid dunya wa min adzabil qabri wa 49:36 min adzabil akhirati, innaka ala kulli 49:39 syaiin qadir. Jauhkanlah dari fitnah 49:40 dunia. 49:42 Tapi ada saja. 49:44 Ya, itulah cobaan kita, Mas Kris. Yang 49:46 harus kita hadapi. 49:47 Kalau kita enggak mungkin difitnah orang 49:49 itu langsung wah, gini-gini, enggak. 49:51 saja. 49:52 Namanya juga fitnah. 49:54 Tanggung saja sendiri gitu. 49:56 Nah, anak-anak tuh saya kasih motivasi, 49:59 mereka sekolah, tes, 50:01 lulus, bisa, sehat. Kalau enggak bisa, 50:06 ya enggak akan jadi. Kita paksa kayak 50:08 apa juga dan saya bukan tipe paksa dan 50:10 saya alhamdulillah enggak marah sama 50:12 anak. Hmm. Sampai tanya, 50:14 anak-anak dikerasin? Iya, gimana mau 50:16 dikerasin? Mereka lulusan Madrasah 50:18 Aliyah Negeri tiga-tiganya, anak 50:19 baik-baik. Didikan ibunya. Kalau didikan 50:22 bapaknya wallahualam. Bapaknya pergi 50:24 melulu. 50:25 Masyaallah. Oke. 50:28 Eh. 50:31 Kapten Aziz, 50:33 hobinya apa? Selain menyanyi dan 50:36 olahraga. 50:38 Hobi, nyanyi, olahraga. 50:42 Apa lagi? 50:43 Terus kok dia ada yang nanya juga, kok 50:44 badannya enggak enggak gendut sih? 50:46 Bagaimana menjaga menjaga tubuh supaya 50:48 tetap atletis? Sialan. 50:51 Ya gini, Mas Kris. 50:52 Jadi, istilahnya tuh 50:55 kan 50:56 makanlah selagi kau lapar, berhentilah 50:58 sebelum kenyang. 51:00 Dan habiskanlah makanan, jangan mubazir. 51:03 Sudah itu, ya 51:05 dikurangilah kayak sekarang. Boleh sih 51:07 makan, mau makan kambing, makan apa, 51:09 tapi kita yang ngatur sendiri. 51:11 Jadi, buah-buahan, sayur-sayuran, makan 51:14 yang halal, 51:16 yang yang bikin badan sehatlah. 51:19 Ya, olahraga yang enggak maksimum sih. 51:22 Kalau olahraga yang kayak badminton, 51:24 voli sudah enggak inilah, Mas Kris. 51:26 Paling jalan, push up, sit up gitu saja. 51:29 Oke. 51:31 Assalamualaikum Assalamualaikum Kapten 51:33 Aziz. Kapten Aziz kan sudah berbagai 51:35 kota di Indonesia. Apa pendapat Kapten 51:37 Aziz mengenai Indonesia dan 51:39 kota-kotanya? Indonesia, my lovely 51:42 country, the best in the world, always 51:45 in my heart, katanya. 51:46 Indonesia tanah air beta. Kita ini coba 51:49 kurang apa nikmat Allah? Berbagai-bagai 51:52 suku bangsa bisa bersatu dalam satu 51:55 bahasa Indonesia. 51:58 Agama apapun hidup di Indonesia rukun 52:01 damai. 52:02 Walaupun ada fitnah sana, fitnah sini, 52:04 itu oknum. Don't talk about oknum. 52:07 Sudah itu soal keindahan. Di sini panas, 52:09 tidak terlalu panas. 52:11 Dingin, tidak terlalu dingin. 52:13 Makanya waktu saya pergi 52:16 ibadah rukun Islam kelima tahun '86 52:20 dia bilang, "Wah, ini." Saya bilang, 52:21 "Eh, kalau enggak perintah Allah 52:23 walillahi ala nasihiji baitihi 52:24 manistatoa ilaihi sabila." Haram jauh 52:27 ada gua mau ke sini. 52:28 Panas hampir 50 derajat. Indonesia panas 52:32 berapa paling Mas Ris? 32, 33 lah. 32, 52:34 33. Itu coba dingin, minus. 52:38 Naik gunung sana. Coba, panas tidak 52:41 terlalu panas, dingin tidak terlalu 52:43 dingin. Tongkat kayu dan batu jadi 52:45 tanaman. 52:46 Ada yang keriting, ada yang putih ya. 52:48 Keriting ada. 52:49 hitam. 52:49 Dari putih sampai hitam, dari keriting 52:53 sampai lurus. Ada semua. 52:55 Coba makanan apa 52:57 yang di Indonesia kita bisa nikmatin 52:59 semua. Gimana kita enggak bersyukur? 53:01 Gemah ripah loh jinawi, itulah 53:04 Indonesiaku. 53:07 Assalamualaikum Ustaz Aziz. Ustaz Aziz 53:08 bisa jadi khotbah salat Jumat enggak? 53:11 Masya Allah. 53:12 Kalau itu belum berani. 53:14 Tapi kalau untuk ngobrol sambil kita itu 53:18 lebih-lebih mengena. Kalau salat Jumat 53:20 kan kita tergantung waktu. 53:23 Sudah itu orang lihat belum lagi kan 53:26 banyak juga di belakang kita khotbah, 53:27 nanti dia gini. 53:29 Ngantuk. Coba kalau kita terbang, 53:31 seatbelt on. Kagak ada yang ngantuk. 53:33 Astaghfirullahalazim. 53:37 Yang ini 53:38 baca buku kitab suci apa? 53:40 Nah, itu. Jadi kita kalau mau ngobrol 53:43 saja sambil ngobrol. Kalau khotbah Jumat 53:45 kan resmi banget. Oke. 53:47 juga bukan ustaz. Ehm. 53:49 Assalamualaikum Kapten Aziz. 53:51 Assalamualaikum. 53:52 Di pesawat itu ada 53:55 kertas doa, apa? 53:57 Ya. Itu doa untuk agama apa saja? 53:59 Semua agama. Jadi, yang berlaku di 54:01 Indonesia, agama Islam, 54:03 Ehm. 54:04 Protestan, Katolik, Buddha, Hindu, 54:06 Konghucu. 54:07 Ehm. 54:08 Ya, itu saja. 54:10 Enam agama itu. Ehm. Ada. Dan tergantung 54:13 airline, ada 54:14 doanya versi gini, versi gini. 54:17 Itu sebenarnya panduan. Sebenarnya doa 54:20 itu, kalau kita orang Islam, 54:22 minta apa saja, mau pakai bahasa apa 54:24 saja, Allah ngerti kok. 54:27 Eee kemudian dari Amelia 12. Pak Pilot 54:30 Aziz, dengan perbedaan waktu antar 54:32 negara, contohnya dari Indonesia ke 54:34 Eropa, itu sudah jauh banget 54:36 perbedaannya. Ya. Ada apa? 54:40 Tidak penyesuai-penyesuai 54:42 Ada apa? Tidak penyesuaian waktu? 54:44 Maksudnya gimana? 54:45 Eee enggak ada masalah tidak untuk 54:46 perbedaan waktu, ya. 54:48 Paling gini, Mas Kris. Enggak usah 54:49 jauh-jauh deh. 54:51 Enggak usah jauh-jauh ke Eropa, ke 54:52 Amerika. Kita dari Jakarta nih, terbang 54:55 ke Irian atau Papua sekarang. Saya lebih 54:57 senang Irian karena ikut Republik 54:59 Indonesia anti N. Nah. 55:02 Itu beda dua jam. 55:05 Kita kan di Jakarta nih, 55:07 jam 11.00 masih segar, di sana sudah jam 55:09 01.00. 55:10 Besoknya, 55:12 bangun jam 05.00 subuh, 55:14 di sini masih jam 03.00. 55:15 Itu kalau di luar negeri terbang itu 55:16 sudah-sudah luar negeri itu. Kalau di 55:18 Eropa, Iya. Indonesia, 55:20 makanya dari Sabang sampai Merauke itu 55:22 tiga waktu. 55:25 Waktu Indonesia Barat, Waktu Indonesia 55:27 Tengah, Waktu Indonesia Timur, beda 55:29 sejam-sejam. 55:30 Sementara di Eropa itu kan 55:32 take off dikit, lain negara, lain 55:34 negara. Eh, maksudnya mungkin Ibu tadi, 55:36 Mbak tadi bertanya 55:38 apakah pengaruh? Ya, tergantung kita 55:40 lah. Jadi, kita 55:43 mungkin di Jakarta kita belum waktunya 55:45 tidur di sana harus tidur gitu loh. 55:47 Heeh. 55:48 Ya, itu tadi pertama penyesuaian. Tapi, 55:50 kan 55:51 di mana bumi dipijak, eh dipijak, di 55:54 situ langit dijunjung. Nah. Dari Yusra 55:57 Bahtiar, "Assalamualaikum 55:58 adok sepupu saya." Hah? Hah, adok sepupu 56:02 saya. 56:03 Maksudnya gimana? Adok apa adik? 56:05 Nih. Yusra Bahtiar. Heeh. 56:07 Assalamualaikum Kapten Aziz. 56:08 "Adok sepupu saya." Maksudnya apa? 56:11 Adik sepupu saya mungkin ya. 56:13 Adok enggak tahu nih kemana apa nih. Oh, 56:15 mungkin enggak tahu. 56:15 Assalamualaikum warahmatullah. Seneng 56:17 banget dengerin Rasil hari ini dari Ibu 56:19 Nurul Bariah. Ah, Nurul Bariah. 56:24 "Minta fotonya Abdul Aziz dong." Abdul 56:27 Kak Kak Aziz Sab 56:28 Hah? Aziz Sab. Minta adok. 56:30 Minta foto minta foto Abdul Aziz. 56:33 Oh, lihat aja di di YouTube ya. Di 56:35 YouTube. Heeh. 56:36 Tinggal difoto aja ya. Waduh, jadi 56:38 terkenal kita nih Mas Rasil Radio 56:40 Silaturahim. 56:41 yang nanya nomor teleponnya. Udah 56:43 dikasih tahu. Eee Kapten Abdul Aziz 56:46 Hamid ini nomor teleponnya. Silakan 56:48 dicatat. Siapkan pulpen sama kertas. 56:51 Jalal Korpri, korban pramugari. Atau 56:54 ngorbanin pramugari atau ngorbanin 56:56 pramugari. 56:56 karena istrinya adalah pramugari. 56:58 Nomornya 0811 57:02 kemudian 99 57:05 kemudian 40 57:07 80. 0811 57:10 kemudian 57:12 99 57:15 kemudian 40 80. 57:18 0811994080. 57:23 Kapten Abdul Aziz 57:25 Hamid. Nah, thank you very much. 57:27 Oke. 57:28 Jadi, kacamatanya ini aja Mas Rasil. 57:29 Wois, ya elah. Tambah keren aja 57:32 kacamatanya. 57:33 To say I love you. 57:38 Terusin dong, nyanyi kok 57:40 setengah-setengah sih. 57:41 Iya lah, ini kan kita kan 57:43 istilahnya talk show tamu kita, 57:45 nyanyinya kalau full kan nanti habis di 57:47 nyanyi. 57:49 Bisa aja. Oke, Kapten Ajis kita sayang 57:52 sekali sudah dibatasi oleh waktu, terima 57:54 kasih atas kehadirannya di Rasil. Ada 57:56 terakhir yang mau disampaikan untuk 57:57 adik-adik yang mau 58:00 jadi pilot apa? Syaratnya apa? Syarat 58:03 jaga kesehatan. 58:04 Terus IPA IPS IPA Sekarang alhamdulillah 58:07 tidak ada IPA IPS. Oh gitu. As long as 58:11 you can pass the examination sama bahasa 58:14 Inggris. Bahasa Inggris tinggi minimal? 58:17 Ya, kesehatan. Kesehatan ya. Ya, tinggi 58:19 itu 160, tapi ada juga 158. Bisa ya. Ya, 58:24 yang penting kakinya 1 meter. Oh, oke. 58:27 Enggak tahu sekarang syaratnya gimana, 58:28 yang penting satu. 58:30 Doa, usaha, restu orang tua, sama 58:33 nafkahkan sebagian rezeki yang Allah 58:35 kasih. Wa mimma razaqnahum yunfiqun, 58:37 insyaallah. 58:39 Maka karena moto saya, the only way to 58:41 buy the happiness is to give the 58:42 happiness. Apabila engkau bahagiakan 58:44 orang, kau akan lebih bahagia dari orang 58:46 yang engkau bahagia. Masyaallah, mantap. 58:49 Jadi sekarang preparation-nya itu jaga 58:51 kesehatan, belajar sama hormati orang 58:53 tua, hormati guru. He em. Sama salam 58:56 silaturahim untuk 58:58 para 59:00 para dulu para pemirsa ya. Pendengar, 59:03 pendengar dan pemirsa. 59:04 Pendengar dan pemirsa. Kalau dulu para 59:05 pirsawan dan pirsawati, 59:08 inilah Radio Republik Indonesia tereng 59:10 teng teng. 59:12 Terima kasih, wabillahi taufik 59:13 walhidayah, kurang lebih mohon maaf 59:16 lahir batin kalau ada salah-salah kata, 59:19 baik 59:20 salah penyampaian maupun salah ngomong, 59:23 mohon maaf lahir batin. Oke. 59:24 Warahmatullah, waalaikumsalam, 59:26 wassalamualaikum warahmatullahi 59:27 wabarakatuh. 59:28 Waalaikumsalam, warahmatullahi 59:29 wabarakatuh. 59:30 Demikian tadi Iwan Ahmad bincang-bincang 59:32 kita dengan Kapten Abdul Aziz Hamid. 59:36 Seorang pilot yang sudah memiliki jam 59:39 terbang 31, 32.000 jam terbang. 59:42 32.000 flying hours. 59:44 Oke, sudah keliling-kelilinglah ke mana 59:45 juga pernah membawa presiden-presiden 59:47 kita. 59:48 Baik, saya Muhammad Krisna, kemudian 59:50 Neza dan Anis Mualli mohon pamit. 59:52 Wabillahi taufik walhidayah, 59:53 assalamualaikum warahmatullahi 59:54 wabarakatuh. Waalaikumsalam.