Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirahmanirahim,
- hamdan katsiron toyyiban mubarokan fihi
- kama yuhibbu robbuna wa yardho,
- salamullahi alaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah ikhwan dan akhwat
- rahimakumullah di sore hari ini di hari
- penuh keberkahan dan juga insyaallah
- kita masih dalam menjalani ibadah puasa
- dan semoga apa yang kita jalani
- mendapatkan rahmat serta ridhonya Allah
- subhanahu wa taala. Sore hari ini
- bersama Ustadz Z M Bahmid tausiyah sore
- yang akan membahas tentang amanah Allah
- dalam kehidupan.
- Saya Muhammad Arifin ditemani oleh Ondi
- dan juga Bang Yusuf Subangkit di balik
- perangkat meja operator di sore hari
- ini. Acara ini langsung disiarkan dan
- juga dipancarluaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi Radio Silaturahim untuk Islam
- yang satu untuk Indonesia bersatu.
- Alhamdulillah bagi ikhwan dan akhwat
- rahimakumullah yang masih setia yang
- ingin nanti berinteraksi bersama kami
- bisa menghubungi di nomor ko
- di nomor telepon
- maksud kami di nomor telepon
- 08111999720
- atau menelepon langsung di nomor
- 0218451512.
- Dan ikhwan akhwat alhamdulillah guru
- kita telah hadir di tengah-tengah kita.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustadz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terkait dengan tema di sore hari ini
- Ustadz amanah Allah dalam kehidupan,
- apakah ibadah juga itu bagian dari
- amanah yang di
- sampaikan untuk manusia Ustadz, apakah
- demikian?
- Termasuk agama yang diberikan kepada
- kita adalah amanah yang terbesar
- Ehm.
- yang akan ditanya nanti oleh Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala.
- Jadi semua apa yang dalam kehidupan kita
- itu adalah amanah Allah Ta'ala. Anak,
- istri, harta,
- agama itu amanah Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala.
- Kehidupan kita pun itu amanah dari Allah
- Ta'ala.
- Kita diberikan kehidupan oleh Allah
- Ta'ala bukan kebetulan.
- Satu pemberian Allah yang merupakan
- amanah kepada kita.
- Baik Ikhwan Akhwat Fillah
- Rahimakumullah, pembahasan kita di sore
- hari ini insya Allah akan semakin
- mendalam yang akan disampaikan nanti
- oleh guru kita yakni Ustadz Z M Bahmid.
- Sekali lagi bagi Ikhwan Akhwat Fillah
- Rahimakumullah yang ingin berinteraksi
- bersama kami bisa menghubungi di nomor
- 08111999720
- atau menelepon di nomor 0218451512.
- Tafadhol Ustadz untuk memberikan
- penjelasan di sore hari ini.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah
- nahmaduhu wanasykuruhu wanasta'inu
- wanastaghfiruh.
- Tsummalhamdulillah kataba alainas shiyam
- fi syahri Ramadhan
- alladzi unzila fihil Qur'an hudan
- linnasi wa bayyinatin minal huda wal
- furqan.
- Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la
- syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan
- abduhu wa rasuluh arsalahu bil ayati wal
- ahkam.
- Allahumma shalli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammad shahibul burhan
- wa ala alihi wa ashhabihi ulil fadhli
- wal irfan.
- Allahumma rabbisyrahli sadri wayassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli.
- Allahumma ja'alna minalladzina amanu wa
- amilus shalihat
- watawasau bil haqqi watawasau bis
- Para pemirsa dan pendengar Radio
- Silaturahim yang dimuliakan Allah
- Subhana Wa Ta'ala.
- Segala puji dan puji bagi Allah Subhana
- Wa Ta'ala yang selalu menaburkan
- rahmatnya kepada kita sekalian.
- Hamba Allah yang mulia, para pendengar
- teristimewa yang berada di kendaraan
- menuju pulang.
- Mudah-mudahan Allahu Subhana Wa Ta'ala
- memudahkan perjalanannya.
- Dan
- Anda-anda dalam perjalanan mudah-mudahan
- bisa berbuka puasa dengan keluarga bin
- ni'mah wal afiyah insya Allah.
- Pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allahu Subhana Wa Ta'ala.
- Kita alhamdulillah sampai hari ini
- sudah memasuki pertengahan Ramadhan.
- Ini satu ni'mah dan iradah dari Allahu
- Subhana Wa Ta'ala.
- Jadi perlu kita sadari para pendengar
- sekalian yang dimuliakan Allah.
- Ketika Allah menghantarkan kita sampai
- ke bulan Ramadhan.
- Atau dengan kalimat yang lain ketika
- kita berada-ada ber kita berada di
- tengah-tengah
- atau di pertengahan bulan Ramadhan.
- Ini merupakan satu ni'mah dan iradah
- Allahu Subhana Wa Ta'ala.
- Karena banyak diantara saudara-saudara
- kita, teman kita mungkin, sahabat kita
- yang saat Ramadhan saat ini
- mereka telah berada di alam barzah atau
- dengan kalimat yang lain Allah telah
- pindahkan mereka ke alam ghaib.
- Kesempatan untuk beribadah, beristighfar
- kepada Allahu Subhana Wa Ta'ala telah
- terangkat.
- Itulah sehingga saya katakan ini satu
- ni'mah dari Allahu Subhana Wa Ta'ala.
- Sampainya kita di bulan Ramadhan bukan
- kebetulan.
- Dan belum tentu bukan karena kita pandai
- menjaga kesehatan.
- Banyak atletik atletik yang sehat, segar
- bugar, pintar menjaga kesehatan.
- Subhanallah.
- Qudrah dan iradah Allahu Ta'ala
- mereka dipindahkan Allah ke alam barzah.
- Dengan kalimat yang lain Allahu Ta'ala
- memberitahu kepada kita sekalian
- untuk Allah memindahkan kita dari
- kehidupan ini ke dalam kubur
- dia tidak harus tua
- dan dia tidak harus sakit
- orang sehat pun dia keluar waktu pagi
- dengan bermacam-macam rancangan dalam
- otaknya
- kembali ke rumahnya tinggal jenazah atau
- tinggal nama subhanallah
- inilah yang Allah subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita sekalian
- innal mautal ladzi tafaruna minhu
- fainnahu mulakikum
- kematian yang sekalian lari daripadanya
- tiap orang menghindar dari kematian
- Allah taala menyatakan
- fainnahu mulakikum
- nanti kendaraan maut akan datang
- menjemput anda
- subhanallah
- hamba Allah yang mulia para pendengar
- sekalian yang dimuliakan Allah subhanahu
- wa taala
- hari ini kita akan berbicara tentang
- amanah Allah subhanahu wa taala dalam
- kehidupan kita
- amanah
- mungkin kalau kita bertanya
- apa saja yang menjadi amanah dalam
- kehidupan kita subhanallah
- semua yang ada pada kita termasuk nafas
- kita yang naik turun
- jantung kita yang memompa darah itu
- semua amanah dari Allah subhanahu wa
- taala
- apalagi kalau kita berbicara tentang
- bentuk materi itu pun amanah dari Allah
- subhanahu wa taala
- Allah subhanahu wa taala
- menghidupkan kita sekalian itu bukan
- kebetulan
- dan tidak sia-sia
- sebab ada kadang-kadang di dalam
- perjalanan hidup
- dan ini biasanya kalimat ini sering saya
- dengar dari ibu-ibu yang sering ngomong
- kita sih tidak ada rencana untuk punya
- anak yang ketiga atau anak keempat atau
- anak kelima
- eh tiba-tiba
- muk muk nongol dia. Kebetulan, nah
- kira-kira begitu pembicaraan. Atau ada
- yang mengatakan
- sebenarnya ini kebetulan saja.
- Lahir anak yang ketiga atau anak yang
- keempat. Subhanallah. Ini kalimat yang
- sangat salah.
- Kalimat yang sangat menyimpang.
- Karena dalam Alquran Allah subhanahu wa
- taala mengingatkan kepada kita sekalian,
- afahasibtum
- annama khalaqnakum abatsa waannakum
- ilaina la turja'un.
- Apakah kalian manusia menyangka
- annama khalaqnakum abatsa bahwa
- sesungguhnya kami Allah menciptakan
- kalian ini main-main.
- Sia-sia. Kebetulan.
- Abatsa. Waannakum ilaina la turja'un.
- Dan apakah kalian menyangka bahwa kalian
- umat manusia dia beriman atau kufur.
- Ya, dia ateis ataupun dia agama apa
- saja. Allah taala menyatakan, dan apakah
- kalian menyangka
- annakum ilaina la turja'un bahwa kepada
- kami kalian tidak akan dikembalikan.
- Jadi tidak ada seorang manusia yang
- dilahirkan Allah subhanahu wa taala
- dalam kehidupan ini kebetulan, tidak
- ada.
- Justru itu dalam perjalanan hidup
- terkadang
- kaum perempuan, ibu-ibu
- suka sudah memakai alat KB,
- sudah minum obat KB,
- kemudian Allah subhanahu wa taala
- mentakdirkan dia masih hamil. Dan ada
- yang sempat digugurkan.
- Tapi pun dia tidak gugur. Masyaallah.
- Yang dianggap sudah bersih
- digugurkan oleh justru itu hamba Allah
- yang mulia.
- Masyarakat kita
- masih dan hukum kita masih melarang
- wanita untuk menggugurkan kandungan.
- Terkecuali kalau mereka dalam keadaan
- emergency yang memang harus digugurkan
- kandungannya menurut analisa dokter.
- Di negara kita itu kita masih dilarang.
- Di Amerika saja
- hanya beberapa state yang sedikit,
- beberapa provinsi yang sedikit saja
- yang masih membolehkan menggugurkan
- kandungan.
- Tapi
- beberapa state pun beberapa provinsi di
- Amerika itu masih melarang
- dan hukum melarang untuk mereka
- menggugurkan kandungan.
- Jadi hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala
- kita diciptakan Allah subhanahu wa taala
- bukan sia-sia, tidak kebetulan.
- Tapi semua itu adalah dengan satu
- iradah, rancangan Allahu subhanahu wa
- taala
- kita dihidupkan dan hidup kita ini
- merupakan amanah dari Allah subhanahu wa
- taala.
- Itulah sehingga Allahu subhanahu wa
- taala mengingatkan kepada kita tuma
- turaduna ila alimil ghaibi was syahadah
- fayunabbiuhum.
- Nah, di situlah amanah Allah taala akan
- dimintakan pertanggung jawab.
- Allah taala menyatakan kemudian kalian
- dikembalikan nanti kepada Allah
- fayunabbiukum artinya Allah taala mulai
- memutar kembali rekaman perjalanan
- kehidupan kita.
- Apa yang kita lakukan?
- Berapa lama kita beribadah? Berapa lama
- kita melakukan pelanggaran kepada Allah
- taala? Fayunabbiukum Allah taala akan
- menceritakan, mengabarkan kepada Anda
- memberitakan.
- Artinya dengan kalimat yang lain Allah
- akan replay kembali
- rekaman video yang direkam oleh kiraman
- katibin.
- Jadi kehidupan kita ini termasuk amanah
- dari Allahu subhanahu wa taala.
- Namun pada hari ini saudara-saudara
- hamba Allah yang mulia, para pendengar
- yang dimuliakan Allahu subhanahu wa
- taala
- ada bentuk-bentuk amanah yang merupakan
- materi. Nah, ini yang kita akan
- bicarakan karena bentuk amanah ini yang
- terkadang menjadikan manusia itu lupa
- tempat berpijak, dia lupa daratan.
- Lupa bahwa ini adalah pemberian Allahu
- subhanahu wa taala. Padahal di dalam
- Alquran berkali-kali Allah taala
- ingatkan.
- Walillahi mulkus samawati wal ard,
- walillahi ma fis samawati wa ma fil ard,
- wa kanallahu ghaniyan hamida.
- Allahu subhanahu wa taala menyatakan
- di langit dan bumi itu semua
- kepunyaan Allahu subhanahu wa taala.
- Termasuk emas yang kita gali, barang
- tambang itu kepunyaan kekuasaan Allahu
- subhanahu wa taala, kepemilikan Allahu
- taala.
- Rezeki yang kita dapatkan itu
- kepemilikan Allahu subhanahu wa taala.
- Allahu taala katakan walillahi ma fis
- samawati wa ma fil ard.
- Bukan hanya rezeki yang kita dapatkan di
- bumi.
- Di angkasa luar pun di planet-planet itu
- milik Allahu subhanahu wa taala.
- Jadi sebenarnya dengan kalimat yang lain
- tidak ada milik kita.
- Itu sehingga saya katakan
- kehidupan kita pun merupakan amanah dari
- Allahu subhanahu wa taala karena Allah
- hidupkan kita itu tidak sia-sia.
- Terkadang ketika Allah memberikan
- kelebihan-kelebihan dalam hidup kita.
- Di sinilah terkadang kita suka lupa
- tempat berpijak, lupa daratan.
- Dan memang banyak dalam perjalanan
- manusia.
- Di dalam hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, Rasulullah mengingatkan
- alyadul ulya
- khairun min yadus sufla.
- Tangan yang di atas artinya tangan yang
- memberi, yang suka memberi.
- Ya.
- Di ayat Alquran Allahu taala menyatakan
- wa anfiqhu
- mimma razaqnakum.
- Dan berinfaklah, berikanlah, bagilah
- kepada sesama manusia
- apa yang kami rezekikan kepada kalian.
- Nah, Rasulullah mengingatkan alyadul
- ulya, tangan yang di atas
- yang suka memberi
- yang suka berinfak
- itu lebih baik dari tangan yang di bawah
- yang suka menerima.
- Tidak akan mungkin kita menjadi tangan
- yang di atas
- kalau kita tidak mempunyai kemampuan
- untuk memberi.
- Tapi ketika Allah Ta'ala memberikan
- kemampuan kepada kita ya untuk memberi,
- jangan kita lupa daratan bahwa
- seakan-akan kemampuan yang kita punyai
- kelebihan ekonomi yang kita kuasai
- merupakan kepintaran dan kemampuan kita
- sendiri. Di situlah kadang-kadang
- manusia suka lupa tempat berpijak.
- Akhirnya apa yang terjadi? Akan muncul
- rasa sombong dan lupa diri. Angkuh dan
- lupa diri.
- Ujub kepada dirinya.
- Di dalam Alquran Allahu Subhana Wa
- Ta'ala menceritakan kepada kita sekalian
- tentang kisahnya
- Karun.
- Allahu Subhana Wa Ta'ala
- mengingatkan di dalam surat yang lain
- supaya kita jangan lupa daratan.
- Surat Zukhruf.
- Allah Ta'ala menyatakan ahum yuqsimuna
- rahmatta rabbika.
- Apakah mereka yang pintar
- yang rasa berkuasa
- yang rasa mampu
- ahum yuqsimuna rahmatta rabbika?
- Apakah mereka yang membagi-bagi
- rahmat Allahu Subhana Wa Ta'ala? Rahmat
- Allah Ta'ala ini luar biasa.
- Kekayaan yang kita dapatkan itu salah
- satu rahmat Allahu Subhana Wa Ta'ala
- yang sangat kecil.
- Pengetahuan yang kita dapatkan, kita
- dijadikan cendekiawan, kita disebut Kiai
- Haji, kita dipanggil Ustadz kita hafal
- Alquran, itu adalah kemampuan yang
- Allahu Subhana Wa Ta'ala berikan kepada
- kita.
- Maka Allahu Subhana Wa Ta'ala
- mengingatkan supaya kita jangan lupa
- daratan.
- Teristimewa kepada Allah ketika Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita,
- menempatkan kita dalam satu posisi.
- Pejabat.
- Biasanya hamba Allah yang mulia, kalau
- pejabat itu kan ada sopirnya, masya
- Allah.
- Dibukakan pintu untuknya.
- Ke mana-mana dia didudukkan paling
- depan.
- Kalau ada undangan, dia biasanya
- mendapat kursi yang VIP.
- Masya Allah.
- Ini semua amanah Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala.
- Bukan kepintaran Anda sehingga Anda
- menjadi pejabat, bukan.
- Tapi amanah Allah yang menitipkan kepada
- Anda liyabluwakum.
- Sebagaimana cobaan bagi kalian.
- Ayyukum ahsanu amala.
- Siapa di antara kalian yang paling baik.
- Amal-amal.
- Tindak tanduknya dalam kehidupan. Di
- dalam menyadari bahwa ini adalah amanah
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Justru itu
- Allah Ta'ala bertanya, seakan-akan
- bertanya kepada kita. Sebenarnya
- ayat Allah Ta'ala ini.
- Sekalipun
- sekaligus mengingatkan kepada kita.
- Memang ayat-ayat Allah dalam Alquran
- sebagai peringatan.
- Itulah sehingga Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala menyatakan fadzakkir.
- Fainna dzikra tanfa'ul mukminin.
- Berikanlah peringatan.
- Dan tentunya kita memberikan peringatan
- dengan dasar ayat-ayat Allah.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan
- ahum yaqsimuna rahmatan rabbika.
- Seakan-akan Allah Ta'ala.
- Mengingatkan kepada kita dengan
- peringatan yang cukup keras.
- Apakah mereka?
- Mereka yang berkuasa, yang kaya, yang
- pintar. Apakah mereka yang membagi-bagi?
- Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Yang membagi-bagi kelebihan-kelebihan
- dalam kehidupan ini.
- Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala
- menyatakan, "Nahnu qasamna
- bainahum ma'isyatahum fil hayati dunya."
- Kami Allahu Subhanahu wa Ta'ala
- yang membagi-bagikan, "Nahnu qasamna
- bainahum ma'isyatahum fil hayati dunya."
- Kami Allah yang membagi-bagi
- tingkatan kehidupan-kehidupan mereka.
- Kami yang membagi-bagikan kehidupan
- mereka dalam
- kehidupan dunia ini.
- Jadi ketika kita dijadikan pejabat oleh
- Allah Ta'ala,
- kita dijadikan seorang yang kaya raya
- oleh Allah Ta'ala,
- kita dijadikan seorang ilmuwan oleh
- Allah Ta'ala, apa kata Allah Ta'ala?
- "Nahnu qasamna bainahum." Kalau kita
- menyadari ayat ini, kita sadari, "Ya
- Allah, alhamdulillah."
- Saya mempunyai kemampuan untuk
- menganalisa, berpikir, ya,
- berceramah. Ini adalah satu pemberian
- Allah Ta'ala.
- Amanah dari Allahu Subhanahu wa Ta'ala.
- Allah Ta'ala menyatakan, "Nahnu
- qasamna." Kami Allah yang
- membagi-bagikan. Ayat ini sangat jelas,
- masyaallah.
- "Warafa'na ba'dahum fauqa ba'din
- darajat." Jadi berarti jelas di dalam
- ayat ini
- Allah Ta'ala menyatakan bahwa ada
- manusia-manusia yang dilebihkan Allah
- Ta'ala dalam kehidupan ini, ada yang di
- kurangi dikit oleh Allahu Subhanahu wa
- Ta'ala. Di dalam bentuk materi,
- ya, di dalam bentuk ilmu pengetahuan, di
- dalam bentuk posisi.
- Sebab kalau kita semua ingin jadi
- pejabat,
- umpama,
- Allah jadikan kita semua pejabat,
- siapa yang akan mencuci mobil Anda?
- Siapa yang akan mengangkat sampah Anda
- dari rumah?
- Kalau semua menjadi orang-orang yang
- kaya.
- Kalau umpamanya Allah Ta'ala ratakan
- semua menjadi manusia yang kaya, kita
- sendiri manusia yang bakal ruwet, kita
- yang bakal sibuk.
- Siapa yang akan bekerja kepada kita?
- Di mana Anda akan dapatkan pegawai?
- Semua mempunyai kemampuan, semua
- mempunyai kekayaan.
- Ini yang Allah Ta'ala menyatakan nahnu
- qasamna
- bainahum ma'isyatahum fil fil hayati
- dunya warafa'na ba'dahum fauqa ba'din
- darajat.
- Kami yang membagi-bagikan.
- Justru itu para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Mungkin banyak di dalam pengalaman kita,
- Ibu-ibu, Bapak-bapak yang ada di rumah
- yang mendengarkan siaran ini. Mungkin
- banyak di dalam
- ee perjalanan hidup kita, ketika Anda
- selesai SMA,
- masuk universitas,
- mungkin Anda mempunyai kemauan yang luar
- biasa ingin menjadi dokter.
- Anda mulai kuliah jadi di kedokteran.
- Di dalam perjalanan tidak semua yang
- kuliah di kedokteran itu berhasil.
- Ada tiba-tiba mereka dalam perjalanan
- merasa
- kayaknya tidak tidak
- tidak cocok saya berada di sini.
- Dia pindah jurusan yang lain. Begitu
- juga mungkin ada orang-orang yang
- mengambil engineering.
- Ya,
- jurusan insinyur.
- Di tengah perjalanan dia berubah.
- Malahan banyak yang lulus engineer yang
- bekerja di bank.
- Jadi terkadang dalam kehidupan kita itu,
- kita menginginkan sesuatu, tapi Allah
- Subhanahu wa Ta'ala arahkan kita ke
- tempat yang lain.
- Sehingga tadinya kita
- bercita-cita ingin menjadi dokter.
- Sesudah kita dewasa ternyata umpama kita
- menjadi seorang pedagang. Ini tidak
- terlepas dari apa yang Allah Ta'ala
- menyatakan, "Nahnu qasamna, kami Allah
- yang membagi-bagi
- nahnu qasamna bainahum ma'isyatahum fil
- hayati dunya. Kami yang membagi-bagi
- jalan-jalan kehidupan dan
- pemberian-pemberian dalam kehidupan
- kita. Dalam kehidupan dunia.
- Warafa'na ba'dahum fauqa ba'din darajat.
- Dan kami angkat
- sebagian daripada yang lain
- melebihi daripada yang lain. Bukan
- melebihi dalam soal kemuliaan, bukan.
- Melebihi dalam soal materi.
- Dalam soal posisi, ada yang lebih ada
- yang kurang.
- Kalau soal kemuliaan
- itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah
- ingatkan di ayat yang lain.
- Jadi sekalipun posisinya mungkin dia
- lebih tinggi, belum tentu dia di hadapan
- Allah lebih mulia daripada pegawainya.
- Coba kita perhatikan di ayat yang Allah
- Ta'ala menyatakan.
- Ya ayyuhannas, inna khalaqnakum min
- dzakarin wa untsa.
- Waja'alnakum syu'uban waqabaila
- lita'arafu.
- Wahai manusia, wahai kelompok manusia.
- Sesungguhnya kami telah menciptakan
- kalian dari asal-asalnya seorang lelaki
- dan seorang perempuan.
- Waja'alnakum syu'uban waqabaila
- lita'arafu.
- Dan kami jadikan kalian itu
- berbangsa-bangsa,
- bersuku-suku
- berlainan warna rambut, berlainan warna
- kulit, ya.
- Berlainan bentuk matanya.
- Ya, jadi
- berbeda-beda.
- Lita'arafu.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyatakan
- supaya kali kalian saling kenal mengenal
- satu sama yang lain.
- Dan juga sebagai tanda pengenal.
- Sebab kalau manusia diciptakan Allah
- Subhanahu wa Ta'ala semua sama, kita
- bakal ruwet mengenali anak kita sendiri.
- Bakal susah mengenali istri kita yang
- mana, kalau semua Allah Ta'ala ciptakan
- sama.
- Jadi Allah Ta'ala ciptakan dengan bentuk
- wajah yang berbeda.
- Ya, muka yang berbeda, bentuk mata yang
- berbeda.
- Kemudian bersuku-suku yang berbeda-beda.
- Allah Ta'ala menyatakan sebagai tanda
- pengenal untuk kalian kenal-mengenal
- satu sama yang lain.
- Tapi kalau soal kemuliaan,
- Allah Ta'ala katakan, "Inna akramakum
- indallahi atqakum."
- Yang paling mulia di antara kalian di
- sisi Allah.
- Yang paling mulia dalam pandangan Allah
- adalah yang derajat ketaatannya kepada
- Allah sangat tinggi.
- Siapa yang mempunyai derajat ketaatan
- yang tinggi, kita enggak tahu.
- Hanya Allah Ta'ala yang tahu.
- Allah Ta'ala yang menilai.
- Terkadang kita lihat seorang hamba Allah
- biasa-biasa.
- Tapi mungkin di hadapan Allah ketika dia
- menadahkan tangan,
- mungkin Arsy Allah Subhanahu wa Ta'ala
- bergoyang. Mungkin seluruh malaikat yang
- berada di langit mengaminkan doanya.
- Karena yang menadahkan tangan ini adalah
- seorang yang derajat ketaatannya kepada
- Allah sangat tinggi. Dan kita tidak
- tahu.
- Kalau ayat tadi Allah Ta'ala menyatakan
- "Warafa'na ba'dahum fauqa ba'din
- darajat." Itu di dalam posisi kehidupan,
- bukan dalam kemuliaan.
- Dalam posisi kehidupan.
- Ada yang Allah Ta'ala lebihkan, ada yang
- Allah Ta'ala kurangi.
- Tapi kalau soal kemuliaan, mungkin
- pegawai yang paling rendah di satu
- perusahaan, mungkin di hadapan Allah dia
- lebih mulia daripada direktur utama
- daripada perusahaan tersebut.
- Malahan tidak sedikit.
- Mungkin direktur utama di dalam satu
- perusahaan, di mata Allah tidak lebih
- daripada nilai sampah.
- Mungkin.
- Karena tindak tanduknya.
- Jadi ayat ini Allah subhanahu wa taala
- berbicara tentang Allah taala lebihkan
- di dalam kehidupan kita.
- Ada yang Allah taala jadikan sebagai
- pejabat.
- Sebagai cendekiawan, ilmuwan.
- Ya, ada yang Allah taala tentukan
- takdirnya, hidupnya.
- Sebagai seorang bawahan, pegawai,
- mungkin sopir.
- Tapi itu tidak mengurangi nilainya dia
- di hadapan Allah subhanahu wa taala.
- Hanya nilai di dalam
- pergaulan kita sehari-hari.
- Coba hamba Allah yang mulia.
- Para pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala. Kita kan kalau
- perhatikan kalau pejabat itu diundang di
- dalam satu acara, apalagi acara buka
- bersama, itu biasanya kan mereka
- mendapat tempat yang khusus.
- Ah, itu dimuliakan di dalam acara
- tersebut.
- Belum tentu di hadapan Allah mereka itu
- dimuliakan.
- Ada mungkin pegawai atau mungkin
- sopirnya.
- Sopirnya nunggu di luar.
- Diberikan makanan berbuka berbuka puasa
- itu beda dengan yang berada di dalam.
- Tapi mungkin di hadapan Allah yang
- berbuka puasa di luar, sopirnya itu
- lebih mulia dari mereka yang berada di
- dalam.
- Al alim indallah, pengetahuan ini hanya
- Allah taala yang tahu.
- Karena Allah taala mengatakan inna
- akrakum akramakum innallahi atqakum.
- Nah, para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Terkadang ketika Allah memberikan
- kelebihan kepada kita dalam kehidupan.
- Apa dia posisi?
- Apa dia harta?
- Kemampuan dalam ekonomi?
- Apa dia ilmu pengetahuan, ilmuwan?
- Terkadang juga para ilmuwan itu
- dielu-elukan oleh masyarakat, karena
- kemampuan mereka
- di dalam menganalisa sesuatu atau
- membawa sesuatu.
- Di situlah jangan kita anggap kita
- menjadi pejabat karena saya berhak untuk
- menjadi pejabat.
- Saya menjadi pejabat karena partai saya
- kuat. Tidak.
- Karena Allah subhanahu wa taala mencobai
- Anda dengan posisi sebagai seorang
- pejabat.
- Bukan karena kemampuan Anda. Banyak
- orang lebih pintar, lebih mampu
- daripada hamba Allah tersebut, tapi
- Allah taala tidak jadikan dia menjadi
- seorang pejabat.
- Demikian pula ketika kita diberikan oleh
- Allah subhanahu wa taala
- harta yang luar biasa.
- Karena kita berada di bulan Ramadan.
- Subhanallah.
- Biasanya di bulan Ramadan, masya Allah.
- Orang-orang yang diberikan kelebihan
- harta oleh Allah taala,
- kekuatan ekonomi oleh Allah taala.
- Allah taala menyuruh untuk dia
- mengeluarkan untuk duafa,
- fuqara wal masakin.
- Innama sadaqa lil fuqara wal masakin.
- Dan selanjutnya ayat ini Allah subhanahu
- wa taala menyatakan
- sesungguhnya zakat, sadaqa itu
- untuk kepada mereka yang fuqara wal
- masakin, ya.
- Dan kepada orang-orang yang
- eee
- fi sabilillah, yang terputus dalam
- perjalanan,
- ya, wa firriqab dan selanjutnya.
- Hamba Allah yang mulia.
- Di dalam sejarah Alquran,
- di dalam sejarah Alquran,
- Allah subhanahu wa taala menunjukkan
- bagaimana keangkuhan seseorang yang kaya
- raya luar biasa, kekayaannya sampai
- sekarang belum ada tertandingi.
- Tapi keangkuhan yang luar biasa.
- Akhirnya dibalikkan keadaannya oleh
- Allah subhanahu wa taala. Dan itu Allah
- subhanahu wa taala Allah subhanahu wa
- taala menceritakan dalam Alquran. Jadi
- yang perlu kita sadari ketika Allah Jadi
- yang perlu kita sadari ketika Allah
- memberikan kepada kita
- kemampuan di dalam soal harta,
- kita harus sadari bahwa itu adalah
- amanah dari Allah taala. Allah memilih
- kita untuk diberikan amanah Allah ini.
- Banyak kita berpikir.
- Banyak kita berpikir.
- Yang perlu banyak sabar ini orang yang
- miskin.
- Sebab kita kalau ada yang datang
- mengeluh kepada kita,
- ya, ingin pinjam duit, mengeluh tentang
- kesulitannya.
- Biasanya kan kalau kita nasehati
- kepadanya,
- ya, Bapak atau Ibu sabar.
- Insyaallah Allah taala akan berikan
- jalan keluar yang baik. Ini nasehat yang
- baik memang.
- Tapi kita pintar
- untuk menyuruh dia sabar.
- Kalau Allah taala cobai kita dengan
- kemiskinan seperti hamba Allah tersebut,
- belum tentu kita bisa sabar.
- Dan belum tentu kita masih bisa
- beribadah sepertinya.
- Yang perlu lebih banyak sabar ini adalah
- orang-orang kaya yang diberikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala kelebihan
- harta. Ini yang perlu lebih banyak
- sabar. Kenapa?
- Kalau para hamba-hamba Allah yang
- fukara,
- dia tahu rumah kita yang begitu indah,
- mobil kita yang berderet di depan mobil,
- dia datang mengetuk pintu ingin meminta
- hak Allah
- atau meminta sedekah, itu sangat normal.
- Dan terkadang dia datang pada waktu
- pagi.
- Dia datang terkadang pada waktu siang.
- Mungkin dia datang terkadang kita lagi
- istirahat tidur siang.
- Ada satu hal yang perlu kita ketahui
- hamba Allah yang mulia.
- Di dalam Alquran Allah taala menyatakan
- faamma saila fala tanhar.
- Yang datang meminta-minta kepadamu,
- wahai hamba Allah yang mempunyai
- kelebihan harta,
- ya,
- Allah taala katakan jangan
- Hadapi dengan kalimat-kalimat yang
- indah, kalimat-kalimat yang baik.
- Karena dia dicobai oleh Allah Ta'ala
- dengan kemiskinan.
- Anda
- dicobai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- dengan kekayaan,
- dengan kemampuan harta.
- Subhanallah, mungkin 10.000, 20.000,
- 50.000 mungkin tidak ada makna apa-apa
- bagi Anda.
- Tapi bagi dia
- masya Allah.
- Mari kita lihat
- peristiwa di
- yang Allah Ta'ala ceritakan dalam
- Alquran
- yang terjadi kepada hamba Allah yang
- bernama Qarun.
- Ya.
- Justru itu
- sampai saat ini manusia masih
- mengistilahkan
- kalau dia mendapat keuntungan yang besar
- secara tiba-tiba, kadang-kadang dia
- mengatakan "Saya mendapatkan harta
- Qarun." Masya Allah.
- Padahal bukan.
- Dia tidak mendapatkan harta Qarun.
- Dia mendapatkan rahmat dari Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala.
- Dia mendapatkan pemberian Allah, Allah
- mentakdirkan untuk mencobai kepadanya
- dengan keuntungan yang demikian besar.
- Qarun
- di dalam di zaman Nabi Musa.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala menceritakan
- dalam Alquran dengan ayat yang cukup
- panjang.
- Kalau kita membaca cerita ini hamba
- Allah yang mulia ayat Allah ini
- mudah-mudahan supaya kita-kita yang
- diberikan oleh Allah kelebihan harta
- mau merendah di hadapan Allah.
- Merendah di hadapan manusia.
- Merendah.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala sangat cinta
- kepada orang yang selalu merendah.
- Dan Allah lebih cinta lagi kepada orang
- kaya yang sederhana dan mau merendah.
- Tawaduk.
- Ketika Allah Subhanahu Wa bercerita
- dalam Alquran
- Innal Qaruna kana min qaumi Musa fabagha
- alaihi.
- Sesungguhnya Qarun ini daripada
- kelompoknya Nabi Musa. Malahan ada
- riwayat yang mengatakan bahwa Qarun ini
- adalah anak
- daripada keluarga dekatnya Nabi Musa
- alaihissalam.
- Jadi hampir-hampir masuk keponakannya
- Nabi Musa.
- Dan di ayat ini Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala menyatakan Innal Qarun
- kana min qaumi Musa fabagha alaihi.
- Tadinya dia ini pengikutnya Nabi Musa.
- Pengikut Nabi Musa.
- Dan juga dari kaumnya Nabi Musa.
- Fabagha alaihi.
- Allahu Subhanahu Wa Ta'ala menyatakan
- tapi dia
- berbalik arah.
- Berbalik arah. Kenapa dia berbalik arah?
- Subhanallah.
- Dia berbuat eh
- Subhanallah aniaya kepada dirinya
- sendiri.
- Kemudian Allahu Subhanahu Wa Ta'ala
- menyatakan Wa atainahum minal kunuzi ma
- innama mafatihahu
- latanuu'u bil usbatil ulil quwwah.
- Subhanallah.
- Dan Allahu Subhanahu Wa Ta'ala
- memberikan kepadanya perbendaharaan
- harta yang luar biasa.
- Coba kita perhatikan sistem yang
- diciptakan oleh Qarun
- di dalam menyimpan harta bendanya.
- Di zaman itu belum ada bank.
- Kita sekarang yang punya ratusan miliar,
- triliun sudah pasti dia akan letakkan di
- bank.
- Dan biasanya
- yang punya
- account yang cukup besar di bank
- tertentu kalau dia masuk ke bank
- tersebut, itu manajer banknya biasanya
- turun tangan untuk melayani kepadanya.
- Dan dia dilayani dengan pelayanan yang
- khusus, lain daripada yang lain. Karena
- apa? Uangnya dia banyak di bank
- tersebut.
- Dia dimuliakan di bank tersebut. Tapi
- belum tentu dia di hadapan Allah mulia.
- Tapi kekayaannya Qarun,
- di ayat ini Allah subhanahu wa taala
- menyatakan,
- kunci,
- kunci,
- yang akan membuka perbendaharaannya atau
- menutup, menyimpan perbendaharaannya
- harta benda daripada Qarun, dipikul oleh
- beberapa orang yang sangat kuat.
- Bayangkan berapa besar kuncinya.
- Kalau kuncinya sudah sedemikian besar,
- bayangkan bagaimana besar sistem
- pintu yang dia ciptakan untuk membuka
- dengan kunci yang sangat besar.
- Berarti sangat
- security-nya sangat tinggi.
- Kalau kita sekarang,
- ah, para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Kalau kita perhatikan di bank-bank yang
- sangat besar,
- yang mereka itu mempunyai safe, ah,
- depo, apa, safe box, ya. Biasanya kan
- disewakan.
- Safe box.
- Disewakan biasanya.
- Jadi kalau ada barang berharga kita di
- rumah,
- kita takut jangan kebakaran, dicuri
- orang, kita titip di
- bank.
- Emas, kalung, berlian, apa aja. Mereka
- itu mempunyai safety box.
- Artinya kotak-kotak yang cukup safe.
- Kalau kita perhatikan, kalau kita
- perhatikan,
- untuk masuk
- ke safety box tersebut yang ada di
- bank-bank yang besar, kalau bank-bank
- cabang yang kecil biasanya tidak ada.
- Apalagi kalau kita lihat di
- negara-negara luar.
- Untuk masuk di tempat tersebut, itu dia
- harus melalui beberapa security yang
- tertutup dengan pintu besi
- kemudian sudah tertutup dengan pintu
- besi
- ya yang dibuka pakai kunci biasa
- kemudian dia tertutup lagi dengan
- pintu yang kita harus menekan kode yang
- tertentu memakai kunci kemudian memutar
- dengan
- putarannya kayak kemudi kapal yang
- sangat besar
- bayangkan itu sistem safety yang mereka
- ciptakan untuk apa?
- untuk menjaga harta benda manusia yang
- ada di dalam
- Qarun
- menciptakan sistem safety-nya
- subhanallah kuncinya aja dipikul oleh
- beberapa orang yang sangat kuat itu di
- dalam Alquran Allah subhanahu wa taala
- nyatakan
- dan kalau dia berjalan dengan
- kelompoknya berjalan dengan perasaan
- angkuh
- kemudian
- biasanya kelompoknya dia sering
- menasihati kepadanya idz qaala lahu
- qaumuhu laa tafrah
- ketika kelompoknya sering menasihati
- kepadanya anda jangan terlalu gembira
- dengan kesombongan
- jangan terlalu berbangga diri dengan
- pemberian Allah subhanahu wa taala
- apa Qarun menjawab kepadanya
- kemudian kelompoknya mengatakan
- innallaha laa yuhibbul
- faarihin
- Allah subhanahu wa taala sangat tidak
- senang tidak
- menyenangi
- orang-orang yang menyombongkan diri
- artinya bergembira dengan perasaan
- sombong
- ya
- kemudian dinasihati kepadanya
- wabtaghi fiima aataakallahu daaral
- aakhirah
- walaa tansa nasiibaka minad dunyaa
- Allah subhanahu wa taala menyatakan
- Jadi di ayat ini sebenarnya dengan
- kekayaannya yang begitu berlimpah ruah
- masya Allah kelompoknya dia masih
- menasihati kepadanya.
- Dan jangan kita lupa tadinya ayat ini
- Allahu subhanahu wa taala menyatakan dia
- dari kelompoknya Nabi Musa.
- Sudah ada hubungan keluarga dengan Nabi
- Musa
- dan dia termasuk pengikutnya Nabi Musa
- tapi kemudian dia berbalik arah
- menganiaya dirinya sendiri
- karena merasa dirinya kaya.
- Nah ini banyak yang terjadi dalam
- kehidupan kita subhanallah.
- Banyak yang terjadi dalam kehidupan
- kita.
- Berapa banyak orang-orang kaya dalam
- kehidupan kita?
- Kalau dia mendengar satu ayat
- yang dia tidak senang, yang dia tidak
- setuju tidak segan-segan dia memprotes
- tentang ayat ini.
- Malahan banyak ketika memanggil
- penceramah
- ke tempatnya atau ke rumahnya
- itu biasanya diberikan pesan sponsor.
- Tidak usah membawa ayat-ayat yang
- berbicara tentang ini ini ini ini.
- Karena mereka sendiri takut kalau
- mendengar ayat-ayat tersebut.
- Subhanallah.
- Nah kelompoknya Qarun
- masih menasihati kepadanya.
- Jangan terlalu
- lupa daratan, jangan lupa tempat
- berpijak.
- Kemudian dinasihati oleh mereka. Allahu
- subhanahu wa taala sangat tidak senang
- kepada mereka-mereka yang lupa daratan
- kepada mereka-mereka yang terlalu
- melampaui batas
- di dalam menyombongkan diri.
- Kemudian dinasihati kepadanya wa taghi
- fiima ataka Allahu ad daral akhirah.
- Maka simpanlah sebagian
- apa yang kamu dapatkan yang Allah
- berikan kepadamu untuk rumahmu di
- akhirat.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Saya intermezzo dikit. Potong dikit
- sini.
- Biasanya ketika Allah Ta'ala memberikan
- kepada kita
- kelebihan ekonomi.
- Kita tentunya sangat cinta.
- Dan kalau ada yang bisa kita bawa sampai
- ke akhirat, tentunya kita akan bawa.
- Dan ternyata jalannya ada untuk kita
- membawa harta kita ke akhirat. Ada
- jalannya.
- Tapi bukan kita sendiri yang bawa.
- Kita numpang orang lain yang bawa.
- Siapa mereka ini yang kita bisa numpang
- untuk membawa harta kita ke akhirat?
- Fukara.
- Orang-orang miskin.
- Anak-anak yatim.
- Ya, kita membangun masjid.
- Ini sebenarnya kita
- menumpang kepada mereka untuk membawa
- hasil kita ke akhirat.
- Justru itu Rasul Shallallahu Alaihi
- Wasallam mengingatkan.
- Di dalam satu hadis Rasul Shallallahu
- Alaihi Wasallam, Rasulullah bertanya
- kepada sahabat-sahabatnya.
- Hadis Rasulullah dari Ibnu Mas'ud. Yang
- diriwayatkan oleh
- Bukhari, Imam Bukhari.
- Mana yang lebih kamu cintai?
- Hartamu?
- Atau harta yang akan diturunkan kepada
- ahli waris?
- Maka mereka menjawab, "Ya Rasulullah,
- tentunya kami lebih mencintai harta
- kita."
- Maka Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam
- mengatakan, "Kalau kalian mencintai
- harta kalian,
- maka percepatlah
- untuk kalian
- titip. Artinya dengan kalimat yang lain,
- kalian titip kepada mereka-mereka yang
- bisa membawa harta kita ke yaumul akhir.
- Siapa yang bisa membawa harta kita
- kepada ke yaumul akhir? Masjid.
- Tempat penampungan anak yatim.
- Fukara, orang-orang yang masakin.
- Orang-orang yang fakir.
- Orang-orang yang butuh bantuan.
- Kalau kita berikan kepada mereka, sama
- dengan kita menitip harta benda kita
- untuk mereka nanti kembalikan di yaumul
- akhir. Yang mengembalikan Allahu
- subhanahu wa taala.
- Justru itu di ayat ini Allahu subhanahu
- wa taala nyatakan.
- Wabtaghi fima ataka Allah ad daral
- akhirah.
- Sediakanlah atau dapatkan.
- Apa yang Allah berikan kepada kita. Nah,
- kita pemberian Allah itu luar biasa.
- Justru itu saya katakan.
- Jangan sekali-kali kita menganggap bahwa
- apa yang kita dapatkan itu bukan amanah
- Allahu subhanahu wa taala. Itu jelas
- amanah Allahu subhanahu wa taala.
- Pemberian Allahu taala.
- Sehingga Allahu taala katakan.
- Apa yang Allah berikan kepadamu.
- Sisihkan sebagian.
- Dengan kalimat yang lain, ente titipkan
- sebagian kepada orang-orang tertentu
- untuk membawa harta ini ke akhirat.
- Untuk mentransfer ke akhirat. Jadi Allah
- sudah berikan wewenang kepada mereka.
- Untuk membawa harta kita ke akhirat.
- Siapa mereka ini? Fukara.
- Wal masakin.
- Ibnu sabil.
- Orang yang terlantar.
- Yang.
- Putus kehabisan biaya dalam perjalanan.
- Penampungan-penampungan anak yatim yang
- perlu biaya. Berikan kepada mereka.
- Pembangunan yang perlu dibangun. Titip
- harta kita di tempat tersebut.
- Allahu subhanahu wa taala jamin kita
- akan menerima di akhirat.
- Sehingga Allahu taala katakan.
- Titipan kita ini merupakan rumah kita
- nanti di akhirat. Wabtaghi fima ataka
- Allah ad daral akhirah. Rumah yang di
- akhirat jangan kita lupa.
- Kalau kita tidak pergunakan semua hak
- kita ini menjadi hak waris.
- Dan kalau hak waris belum tentu mereka
- akan pergunakan dengan baik.
- Tidak ada yang kita bawa, tidak ada yang
- kita titip.
- Kemudian Allahu subhanahu wa ta'ala
- menyatakan,
- Wabtaghi fima atakal Allahu daral
- akhirah, wala tansa nasibaka minad
- dunya. Wala tansa nasibaka minad dunya.
- Ini ayat ini masya Allah, bagaikan pisau
- bermata dua.
- Artinya jangan sia-siakan kehidupanmu di
- dunia.
- Maksudnya dengan pemberian Allah ini
- banyak yang Anda bisa berbuat kebaikan
- dalam kehidupan dunia.
- Dan wala tansa nasibaka minad dunya,
- juga harta ini juga Anda pergunakan
- dalam kehidupan dunia ini, dengan cara
- yang baik.
- Kemudian Allahu subhanahu wa ta'ala
- menyatakan, Wa ahsin kama ahsanal Allahu
- ilaik.
- Sesudah Allahu subhanahu wa ta'ala
- bercerita tentang kebaikan Allah ta'ala,
- Allah ta'ala katakan, Wa ahsin kama
- ahsanal Allahu ilaik.
- Berbuat baik sebagaimana Allah ta'ala
- berbuat baik kepadamu.
- Apa kebaikan Allah kepada kita?
- Ya Allah, hamba Allah yang mulia.
- Ketika kita berada di alam rahim,
- tidak pernah kita bermunajat meminta
- kepada Allah ketika kita bayi, "Ya
- Allah,
- nanti di dunia berikan aku mata yang
- bisa aku melihat." Tidak pernah.
- Karena kita ketika di dalam alam rahim,
- kita belum bisa melihat.
- Ketika kita lahir pun, bayi itu begitu
- lahir, dia masih belum bisa melihat.
- Nanti sesudah beberapa hari, baru
- pandangannya mulai muncul.
- Artinya sudah mempunyai kemampuan
- kepadanya untuk memandang sesuatu.
- Yang pertama-tama berfungsi di alam
- rahim itu pendengaran.
- Waja'ala lakumussama'a, kata Allah.
- Kami datangkan kepadanya pertama
- pendengaran. Kita ketika di alam rahim
- tidak pernah kita minta kepada Allah,
- "Ya Allah,
- di alam rahim ini aku tidak bisa
- melihat.
- Tapi berikan kemampuan kepadaku ketika
- di alam dunia beri biarkan aku melihat."
- Tidak pernah.
- Tapi Allah berikan kepada kita kemampuan
- untuk melihat.
- Allah berikan kepada kita kemampuan
- untuk mendapatkan rezeki.
- Dan Allah yang menentukan hamba Allah
- ini
- cocoknya saya cobai kepadanya dengan
- sekian miliar.
- Hamba Allah ini cocoknya saya cobai
- kepadanya dengan kemiskinan.
- Ada orang bekerja dari tahun ke tahun,
- dari tahun ke tahun
- kondisinya miskin terus-menerus.
- Dan ketika dikatakan kepada Qarun,
- "Wa ahsin kama ahsanallahu ilaik."
- Nasihat daripada kaumnya ini Allah
- Ta'ala wahyukan kepada Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam sebab ini
- nasihat untuk kita juga yang diberikan
- kelebihan-kelebihan oleh Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala.
- Kemudian dikatakan,
- "Wala tabghil fasada fil ard."
- "Innallaha la yuhibbul mufsidin."
- Jangan dengan hartamu engkau berbuat
- fasad di muka bumi ini. Allah Ta'ala
- tidak menginginkan orang yang berbuat
- fasad. Kadang-kadang dengan fulus kita
- itu dalam kehidupan kita, kita ciptakan
- fitnah.
- Dengan fulus kita, kita akan menekan
- orang.
- Dengan fulus kita yang salah, kita bisa
- benarkan.
- Itu termasuk bentuk daripada fasad.
- Dan Allah Ta'ala katakan, "Innallaha la
- yuhibbul mufsidin." Ini yang dinasihati
- kepada Qarun.
- Apa yang dijawab oleh Qarun?
- Subhanallah.
- Qarun menjawab, "Qala innama utitu ala
- ilmin indi."
- Sesungguhnya
- aku mendapatkan semua ini, Allah
- memberikan ini kepadaku
- karena memang saya berhak menerimanya
- karena pengetahuan saya yang tinggi
- kemampuan saya untuk mendapatkan rezeki,
- kemampuan saya untuk menciptakan
- keuntungan
- nah ini banyak di dalam kehidupan kita
- banyak diantara mereka-mereka yang kaya
- raya yang lupa tempat berpijak
- kemudian dijawab oleh Allahu Subhana Wa
- Ta'ala
- awalam ya'lam annallaha qad ahlaka min
- qablihi minal qurun
- man huwa asyadd minhu quwwah wa aktsaru
- jam'a
- tidakkah awalam ya'lam tidakkah dia
- mengetahui
- bahwa Allah Ta'ala telah celakakan,
- telah hancurkan telah balikkan
- banyak diantara manusia-manusia yang
- mereka mempunyai kekuatan lebih daripada
- Qarun
- kemampuan dan kekayaan lebih daripadanya
- dibalikkan oleh Allahu Subhana Wa Ta'ala
- dan di dalam sejarah Qarun ini apa yang
- terjadi dengan harta bendanya dan dengan
- orang-orangnya sekaligus
- bahwa dalam riwayat dia memfitnah kepada
- Nabi Musa Alaihissalam
- memfitnah dengan seorang wanita yang
- hamil
- seakan-akan Nabi Musa yang menghamilkan
- kepadanya
- dan apa yang terjadi Allahu Subhana Wa
- Ta'ala membuka
- tempat yang dia berpijak
- dengan kunci-kunci dan perbendaharaan
- harta bendanya semua tempat yang dia
- berpijak, harta benda yang di mana
- berada Allah Ta'ala membuka tanah
- tersebut, dia masuk ke dalamnya dan
- tertutup kembali tanah tersebut, sampai
- saat ini belum ada yang menemukan harta
- Qarun
- nah hamba Allah yang mulia
- inilah ini adalah amanah Allah subhanahu
- wa taala kepada kita sekalian.
- Kemampuan kita.
- Ya.
- Harta kita, kehidupan kita amanah Allah
- subhanahu wa taala.
- Mari kita berbicara sedikit.
- Tentang bagaimana kita menitip kepada
- hamba-hamba Allah untuk membawa ke
- akhirat bersama kita.
- Membawa ke akhirat bersama kita.
- Kita dilarang oleh Allah subhanahu wa
- taala membawa harta benda. Kita sendiri
- yang bawa dilarang oleh Allah taala.
- Tapi Allah memberikan jalan keluar yang
- subhanallah lebih meringankan kepada
- kita. Titip kepada orang lain.
- Bantu fuqara, kita menitip harta kita
- untuk di yaumul akhir.
- Bantu kepada masakin.
- Nah, saudara-saudara sekalian.
- Kita diwajibkan oleh Allah subhanahu wa
- taala mengeluarkan zakat
- bukan 2 1/2%, minimumnya 2 1/2%,
- minimum.
- Minimum.
- 2 1/2%.
- Terkadang kita kalau Allah taala telah
- memberikan
- harta yang cukup banyak apalagi kalau
- sudah berbicara mungkin 100 miliar
- 2 200 miliar
- ketika dia akan mengeluarkan zakat dia
- berpikir subhanallah.
- Kalau 100 miliar
- 2 1/2 miliar saya harus keluarkan zakat.
- 2 1/2 miliar.
- 2 1/2 miliar kalau saya berikan sesuatu
- sudahlah bagi saja 50 miliar eh
- 5 miliar apa 500 juta.
- Yang 2 miliar yang penting sudah dibagi
- sedikit.
- Hati-hati.
- Saya balik.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan
- Zaku amwalakum bizakah.
- Bersihkanlah harta benda kalian itu,
- harta kalian itu dengan mengeluarkan
- zakat.
- Jadi kita ketika mengeluarkan zakat itu
- kita membersihkan harta kita.
- Membersihkan kotoran-kotoran yang ada
- dalam harta kita.
- Dan kalau kita perhatikan, sebab banyak
- sekarang kita kalau memberikan zakat
- subhanallah.
- Kalau kita perhatikan. Allah subhanahu
- wa taala di dalam Alquran itu tidak ada
- satu kalimat pun yang Allah taala
- mengatakan mengeluarkan zakat, tidak
- ada.
- Wa atiz zaka. Wa anfiq hu.
- Dan berikan, berikan. Kita artinya kalau
- berikan bukan hanya sekedar
- mengeluarkan, berikan. Kita mempunyai
- kewajiban mencari siapa yang berhak
- untuk kita berikan, itu.
- Dan kalau kita mau sebenarnya banyak
- yang kita bisa lakukan sedemikian rupa.
- Kantung-kantung yang sangat susah,
- banyak subhanallah.
- Kantung-kantung miskin itu luar biasa
- banyaknya.
- Kenapa kita tidak mempunyai waktu untuk
- mendatangi kepada mereka?
- Kita enggak punya waktu.
- Pergunakan pegawai kita.
- Untuk mendatangi kepada mereka.
- Sehingga Allah subhanahu wa taala
- mengetahui kita ada usaha untuk mencari
- mereka yang mahrum.
- Untuk kita keluarkan sebagian daripada
- harta benda kita.
- Hamba Allah yang mulia saudara-saudara
- sekalian yang dimuliakan Allah subhanahu
- wa taala.
- Saya berikan contoh kira-kira begini.
- Ketika kita. Enggak punya apa-apa, susah
- hidupnya susah.
- Kemudian ada seorang datang kepada kita
- dan mengatakan.
- Pak atau Bu.
- Saya akan berikan kepada Anda ini 2
- miliar.
- Memang enggak ada yang bakal berikan 2
- miliar, tapi ini hanya contoh saja.
- Kira-kira Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- ketika kita dalam perjalanan mencari
- rezeki, Allah Ta'ala mengatakan, "Wahai
- hambaku, aku akan memberikan kepadamu 2
- miliar."
- Kalau kita bisa berdialog langsung
- dengan Allah Ta'ala dan Allah Ta'ala
- katakan, "Tapi yang 2 miliar ini yang
- saya berikan, nanti saya titip
- 500
- ribu
- untuk tetangga-tetanggamu yang susah."
- Pasti kita akan mengatakan, "Ya Allah,
- jangankan 500 ribu, 700 ribu saya akan
- keluarkan."
- Sebab kalau 1 miliar
- dia harus keluarkan
- eh 250 juta.
- Eh, 25 juta kalau 1 miliar. 25 juta, itu
- minimum.
- Kalau dia punya 2 miliar
- berarti dia
- perlu keluarkan 50 juta.
- Umpama ketika dia dalam keadaan
- pas-pasan
- pas-pasan.
- Ini contoh.
- Dan ada seorang datang kepadanya dan
- mengatakan
- "Kayaknya saya melihat keadaan Anda ini
- susah.
- Saya ingin membantu Anda. Saya ingin
- memberikan 2 miliar, tapi tolong yang 50
- juta dibagi-bagikan kepada
- tetangga-tetanggamu yang susah. Bisa
- enggak?"
- Tentunya dia akan mengatakan, "Ya Allah,
- sangat bisa." Kalau perlu dia mencium
- tangan hamba Allah tersebut.
- Sebenarnya itu yang Allah Ta'ala lakukan
- kepada kita.
- Ketika kita masih dalam keadaan susah,
- sulit. Malah terkadang kita berpikir,
- "Kalau saya sudah diberikan Allah
- keleluasaan, bukan 2,5% yang saya
- keluarkan, 3%, 4%, 5% kalau perlu."
- Begitu Allah Ta'ala berikan
- dan Allah Ta'ala katakan yang 2,5% ini
- untuk fuqara wal masakin, begitu dia
- terima, dia mulai lihat, "Waduh, ini
- 2,5%-nya terlalu besar."
- Mungkin kalau dia masih punya 100 juta
- dia enggak terasa.
- Tapi ketika dia mulai
- mempunyai 2 miliar
- 10 miliar
- 50 miliar, 100 miliar
- dia mulai berpikir dua kali
- 2,5% ini agak besar nampaknya,
- subhanallah
- maka Allah subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita di dalam
- Alquran
- di ayat yang lain Allah taala menyatakan
- wala yahsabannalladzina yabkhaluna bima
- atahumullah
- bima atahumullah Allah taala menyatakan
- min fadhlihi
- huwa khairun lahu
- jangan sekali-kali kalian wahai
- manusia-manusia yang kaya raya yang
- sudah diberikan oleh Allah taala Allah
- taala menyatakan jangan sekali-kali apa
- yang Allah berikan kepadamu min fadhlihi
- daripada kurnia Allah subhanahu wa taala
- daripada rahmatnya jangan kalian bakhil
- dan kalian anggap itu baik
- sebab terkadang kita berpikir waduh ini
- keluarkan zakatnya terlalu banyak
- kalau ini sudah harus keluarkan zakat 50
- miliar
- sebenarnya kalau dia mau mencari dia mau
- membantu
- ini orang-orang kaya yang ada di
- Indonesia kalau zakatnya itu
- tersalur dengan baik
- masyaallah akan terobati kemiskinan di
- dalam negara kita ini
- subhanallah
- malahan Allah taala memperinci delapan
- golongan yang perlu kita cari yang perlu
- kita berikan kepada mereka
- jadi Allah taala menyatakan wala
- tahsabannalladzina yabkhaluna
- bima atahumullah min fadhlihi jangan
- mereka-mereka yang bakhil dengan apa
- yang Allah taala berikan kepada mereka
- jangan mereka anggap itu baik
- bal huwa syarrun lahum
- Allah subhanahu wa taala menyatakan
- malahan ini sangat jelek bagi mereka
- jadi seakan-akan ketika mereka mulai
- bakhil mengeluarkan zakat sama dengan
- dia menyimpan bom waktu.
- Hanya tinggal tunggu meledaknya saja.
- Kapan meledaknya?
- Urusan Allah Ta'ala.
- Bom waktu yang invisible, yang tidak
- bisa dilihat.
- Allah Ta'ala letakkan di dalam. Allah
- Ta'ala katakan, "Bal huwa syarrun lahu."
- Malahan itu merupakan sesuatu
- yang sangat-sangat jelek bagi mereka.
- Dan nanti di akhirat lagi, lain lagi.
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyatakan,
- "Sayutawwaquna ma bakhilu bihi yaumul
- qiyamah."
- Harta benda ini akan dileburkan oleh
- Allah Ta'ala dan dikalungkan ke
- lehernya.
- Na'udzubillah.
- Kita berikan contoh begini saja.
- Kalau Bapak mengambil uang tunai di
- bank,
- 1 miliar, umpamanya.
- 1 miliar atau 500 juta saja, jangan 1
- miliar. 500 juta.
- Sekalipun uang pecahan 100.000, bawanya
- agak sudah sulit.
- Bayangkan kalau semua harta benda ini
- dikalungkan Allah ke leher kita di
- yaumul qiyamah, na'udzubillah.
- Justru itu pemberian Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala kepada kita, lakukan dengan
- benar.
- Dhu'afa banyak di hadapan kita.
- Fuqara banyak di lingkungan kita.
- Dan ada hal hamba Allah yang mulia.
- Ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- membukakan hati kita,
- kita datangi kepada dhu'afa,
- kita datangi kepada fuqara,
- kita berikan kepada mereka.
- Coba Bapak perhatikan. Ada terkadang
- begitu dia menerima 100.000 lembar,
- 100.000 lembar.
- Begitu dia terima, diletakkan di
- dadanya.
- Padahal mungkin 100.000 100.000 ini
- tidak, bagi kita nilainya kecil.
- Tapi dia letakkan di dadanya dia, "Ya
- Allah." Kemudian dia katakan,
- "Alhamdulillah, alhamdulillah."
- Tangan kita yang kita berikan
- menjadikan dia bertahmid kepada Allah
- Subhanahu wa Ta'ala.
- Apalagi ketika dia berdoa untuk kita.
- Doa para fuqara, Subhanallah.
- Ini terkadang yang kita lupakan amanah
- Allah yang Allah titipkan kepada kita
- sekalian.
- Hamba Allah yang mulia.
- Sebagai penutupnya,
- saya ingin ceritakan satu hadis Rasul
- Shallallahu alaihi wasallam karena waktu
- yang terbatas.
- Kita ada tanya jawab yang kita akan
- tempuh.
- Ketika para orang-orang miskin,
- orang-orang yang dicobai oleh Allah
- dengan kemiskinan,
- mengirim utusan kepada Rasul Shallallahu
- alaihi wasallam.
- Kemudian ketika mereka datang kepada
- Rasulullah, mereka mengatakan,
- "Ya Rasulullah,
- sesudah memberikan salam tentunya
- mengatakan, "Ya Rasulullah,
- nahnu Rasulul fuqara.
- Ya Rasulullah, kami ini adalah utusan
- daripada orang-orang yang fakir,
- orang-orang yang dicobai oleh Allah
- dengan kemiskinan."
- Apa kata Rasul Shallallahu alaihi
- wasallam?
- "Ahlan bikum min qaumin
- yuhibbuhumullah.
- Selamat bagi kalian
- datang dari kelompok yang dicintai oleh
- Allah Ta'ala.
- Jadi orang miskin yang masih tetap
- beribadah,
- orang miskin yang taat kepada Allah itu
- kelompok yang Allah, yang Rasul
- Shallallahu alaihi wasallam menyatakan
- yuhibbuhumullah, kelompok yang dicintai
- oleh Allah, Habibullah.
- Kalau kita membantu kepada mereka, kita
- membantu kepada Habibullah.
- Jadi Rasulullah mengatakan, "Selamat.
- Kalian datang dari kelompok yang
- dicintai oleh Allah Ta'ala.
- Apa yang kalian inginkan?" Mereka
- katakan, "Ya Rasulullah, orang kaya bisa
- ke haji, orang kaya itu bersedekah,
- orang kaya itu memberikan ee
- zakat, orang kaya itu artinya kalau dia
- salatnya enak kira-kira sekarang
- orang-orang yang masya Allah rumah-rumah
- yang besar dengan kamar yang mewah,
- kamar mandi di dalam
- ruangan yang ber-AC karpet yang tebal
- masih malas salat
- banyak hamba-hamba Allah di luar yang
- dia mau berwudhu dia harus jalan 10
- meter keluar rumah, 5 meter keluar rumah
- untuk dia berwudhu
- dan dia masih bermunajat kepada Allah di
- malam hari dia masih keluar untuk
- berwudhu
- terkadang kita segala-galanya sudah ada
- dalam kamar sudah dimudahkan oleh Allah
- Ta'ala kita masih malas untuk bangun
- malam
- malas untuk berwudhu di malam hari
- jadi mereka mengatakan ya Rasulullah
- mereka ini enak
- tentunya pahala mereka itu lebih cepat
- lebih banyak
- Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam
- mengajarkan kepada mereka
- nanti di Yaumul Qiyamah
- Allah Ta'ala akan tempatkan orang-orang
- yang fakir ini
- di tempat yang istimewa
- dan Allah Ta'ala akan mengatakan kepada
- mereka dengan suara yang sangat lembut
- aku jauhkan dunia daripadamu aku jadul
- jauhkan kekayaan daripadamu bukan karena
- kebencianku
- tapi aku mencobai kalian dengan
- kemiskinan dan kalian sabar
- kemudian Allah Ta'ala mengatakan
- pandanglah di dalam ke ke
- eee
- di dalam pandanglah di dalam kesulitan
- Yaumul Mahsyar kegemparan Yaumul Mahsyar
- orang-orang yang pernah mengulurkan
- tangan kepadamu
- yang pernah menghapus air mata
- kesedihanmu angkatlah mereka
- bersama-sama letakkan bersama-sama
- kalian
- jadi berarti kita di Yaumul Akhir aja
- harta yang kita titip sama mereka belum
- apa-apa kita sudah mendapat syafaat dari
- mereka masya Allah
- untuk itu hamba Allah yang mulia.
- Di bulan yang dimuliakan oleh Allah
- Subhanahu wa Ta'ala, bulan Ramadan.
- Bulan yang Allah melipatgandakan semua
- amal ibadah kita.
- Perhatikanlah kaum dhuafa.
- Pergunakanlah harta kita itu dengan
- baik.
- Hitunglah zakat kita itu dengan baik.
- Supaya kita terlepas dari ancaman Allah
- Subhanahu wa Ta'ala. Dan supaya kita
- bisa nitip. Sebagian harta kita kepada
- mereka untuk mereka hantarkan ke
- akhirat.
- Mudah-mudahan.
- Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan
- kita.
- Hamba-hamba Allah yang selalu
- memperhatikan kaum dhuafa.
- Dan Allah melembutkan hati kita
- insyaallah.
- Untuk menjadikan al yadul ulya.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan maghfirahnya. Wa minallahi
- taufiq wal hidayah. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Demikianlah ikhwan dan akhwat sekalian
- rahimakumullah alhamdulillah tausiyah
- sore bersama Ustad Z M Bahmid. Terkait
- dengan amanah Allah dalam kehidupan. Dan
- bagi ikhwan dan akhwat sekalian
- rahimakumullah ingin bertanya
- berinteraktif bersama kami di sore hari
- ini bisa menghubungi kami di nomor
- 08111999720
- atau menelepon langsung di nomor
- 0218451512.
- Dan alhamdulillah.
- Kita langsung memasuki sesi kedua sesi
- tanya jawab. Yang pertama alhamdulillah
- datangnya dari Ibu Mila di Depok Pusat.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustad Z M Bahmid yang
- dimuliakan Allah.
- Saya mau tanya setiap bulan saya
- keluarkan zakat dari gaji saya. Akhir
- tahun zakat lagi.
- Dan apakah zakat dikeluarkan harus pada
- bulan Ramadan saja, Ustaz? Mohon
- pencerahannya. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Sebenarnya zakat ini bukan
- nanti harus bulan Ramadan.
- Zakat ini begitu genap
- 1 tahun kepemilikan kita, kalau ada
- sisanya.
- Kalau Anda sebagai gaji
- menerima gaji, kemudian tiap bulan
- begitu terima Anda mengeluarkan itu
- zakat, itu sebenarnya namanya sedekah.
- Ya.
- Tapi kalau umpamanya kita mau hitung
- zakat, ya bisa juga.
- Kalau nanti di akhir tahun
- kita umpamanya ada
- eh masih ada sisa duit
- dari gaji kita umpamanya ada sisa duit
- umpamanya tabungan 20 juta atau 200
- juta, tinggal kita ambil 2,5% dari situ.
- Kalau kita hitung berapa yang kita telah
- keluarkan per bulan dipotong, boleh
- silakan.
- Tapi yang paling baik, jadi kalau kita
- tiap bulan itu kita keluarkan, itu
- mungkin bentuk sedekah.
- Tapi paling baik itu kita tunggu sampai
- setahun supaya kita tahu berapa banyak
- yang kita mau keluarkan, tapi lebih
- banyak tentunya lebih baik. Insya Allah
- terjawab. Dan itu tidak harus di bulan
- Ramadan, bulan apa saja. Kenapa di bulan
- Ramadan banyak orang memilih untuk
- mengeluarkan zakat? Karena tentunya di
- bulan Ramadan satu
- eh orang-orang banyak membutuhkan, yang
- fuqara itu banyak membutuhkan untuk
- lebaran. Dan kedua tentunya yang
- mengeluarkan ini dia merasa fadilahnya
- lebih besar di bulan Ramadan dia
- beramal. Insya Allah terjawab.
- Baik, terima kasih, Ustaz, atas
- jawabannya. Dan selanjutnya pertanyaan
- dari Ahmad. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Apakah memperjuangkan syariat Islam agar
- diterapkan di negeri ini merupakan
- amanah yang Allah berikan kepada kita?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Masya Allah ini pertanyaan luar biasa,
- Saudara Ahmad.
- Memperjuangkan syariat Islam untuk
- diterapkan di satu tempat di mana saja
- di dunia ini itu adalah satu amanah dari
- Allah Ta'ala kepada kita, benar.
- Dan masya Allah kita perlu ngangkat
- topi.
- Kita perlu doakan kepada Habib Rizieq
- yang masya Allah
- memperjuangkan syariat Islam yang luar
- biasa. Insya Allah terjawab.
- Baik, terima kasih Ustaz. Dan
- selanjutnya pertanyaan, assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- Ketika kita lalai, bagaimana caranya
- agar cepat kita kembali kepada Allah
- Subhanahu wa Ta'ala? Mohon penjelasannya
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Memang kelalaian ini terkadang
- menjadikan kita lupa kepada Allah
- Subhanahu wa Ta'ala, lupa diri, tidak
- mengenal diri kita.
- Ya.
- Ada doa diajarkan oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam.
- Dan doa ini
- disuruh oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Tapi bukan berarti hanya saat itu kita
- boleh baca.
- Ketika Rasulullah menasihati kepada
- eee Muadz bin Jabal.
- Rasulullah mengatakan kepadanya, "Aku
- ajarkan kepadamu yang usahakan jangan
- kamu tinggalkan setelah selesai salat.
- Minta kepada Allah."
- Allahumma a'inni ala dzikrika wa
- syukrika wa husni ibadatika. Ini doa
- termasuk salah satu doa untuk menjauhkan
- kita dari kelalaian.
- "Ya Allah bantulah aku, Allahumma a'inni
- ala dzikrika. Bantulah aku untuk selalu
- mengingat kepadamu, berdzikir kepadamu."
- "Wa syukrika dan untuk selalu bersyukur
- kepadamu."
- "Wa husni ibadatika dan supaya ibadahku
- makin hari makin baik, ibadahku selalu
- lebih baik."
- Ini doa yang paling baik untuk meng
- eee mengatasi kelalaian kita.
- Jadi kepada saudara yang bertanya
- banyaklah minta kepada Allah Ta'ala. Di
- antaranya doa Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, "Ya muqallibal qulub
- tsabbit qalbi ala taatika, sabit qalbi
- ala dinika. Wahai yang membolak-balikkan
- hati manusia.
- Kokohkan hatiku
- untuk tetap taat kepadamu. Kokohkan
- hatiku untuk selalu dalam agamamu.
- Ah, itu dua doa untuk menghadapi
- kelalaian kita. Insya Allah terjawab.
- Perbanyak membaca doa tersebut.
- Baik, terima kasih, Ustaz, atas
- jawabannya. Dan selanjutnya,
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Pertanyaan datang dari nomor 081280
- sekian-sekian.
- Ustaz, mohon penjelasannya
- surat Al Kahfi dari ayat 15 sampai ayat
- 17. Terima kasih, Ustaz, atas
- penjelasannya.
- Dari ayat 15 sampai 17. Subhanallah.
- Haulai qaumun attakhazu min duni ilahan.
- Laula ya'tuna alaihim bisulthan.
- Bayyin faman adzlamu mimman iftara
- alallahi kadziba. Subhanallah.
- Di ayat ini Allahu subhanahu wa taala
- menyatakan
- haulai mereka itu
- Jadi ini
- sebenarnya ini ayat ini
- Allahu subhanahu wa taala menerangkan
- eh makna pada ini
- kaum kami ini telah menjadikan selain
- Dia Allahu subhanahu wa taala
- tuhan-tuhan untuk mereka sembah.
- Ya.
- Haum haulai qaumuna. Jadi mereka
- daripada kaum kami
- attakhazu min duni aliha.
- Mereka mengambil selain daripada Allahu
- subhanahu wa taala menjadi tuhan-tuhan
- mereka.
- Kemudian Allah taala menyatakan laula
- ya'tuna alaihim bisulthan.
- Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan
- yang terang tentang kepercayaan mereka?
- Jadi ini eh bercerita tentang kelompok
- yang sesat yang menyembah selain Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi apa alasan
- mereka
- untuk menyembah?
- Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- menyatakan
- famam adlamu mim man iftara alallahi
- kadziba
- siapa lagi yang lebih dzalim
- daripada kelompok yang selalu suka
- mengada-adakan dan membohong-bohongkan
- tentang ayat-ayat Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala atau berbohong terhadap Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala.
- Ayat ini panjang karena kita menghadapi
- maghrib
- dan kita
- ee saya sendiri ada undangan untuk
- berbuka puasa
- mudah-mudahan insya Allah kali lain kita
- akan lanjutkan
- untuk menerangkan lebih detail tentang
- ayat ini
- dan kalau ada yang salah kepada Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala saya mengharapkan
- maghfirahnya.
- Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu
- alla ilaha illallah wa anna Muhammadar
- Rasulullah nastaghfiruka wa natubu ilaik
- wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz atas
- tausiah di sore hari ini, semoga
- bermanfaat untuk kita semuanya. Amin ya
- rabbal alamin. Demikianlah Ikhwan wa
- akhwat sekalian rahimakumullah tausiah
- sore bersama Ustaz Z A Bahmid. Semoga
- apa yang beliau sampaikan bermanfaat
- untuk kita semuanya dan semoga semakin
- cintanya kita kepada Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala semakin dekat kita kepada
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Dari studio saya Muhammad Arifin yang
- bertugas ada Ondy dan juga Bang Yusuf
- Subangkit dan juga seluruh pejuang
- dakwah di sore hari ini mohon undur
- diri. Dari Ikhwan wa akhwat sekalian
- wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ya Nabi
- salamun
- alaik,
- ya Rasul
- salamun
- alaik,
- ya
- Habib
- salamun
- Shalawatullahi alaik.
- Lailahaillallah.
- Anta nurun.
- Haqqun.