Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofiliya wal mursalin.
- Waa alihi wasahbihi ajmain. Amma ba'du.
- Masih dipancur luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimagis Cibubur
- Bekasi. Inilah Radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu, untuk Indonesia
- bersatu. Ikhwan akhwat para pendengar
- Radio Silaturahim di mana pun Anda
- berada. Bagaimana kabar Anda di sore
- hari ini? Semoga di sore hari ini kabar
- masih dalam keadaan sehat walafiat dan
- mudah-mudahan untuk ikhwan akhwat yang
- sedang mendengarkan di sore hari ini di
- radio silaturahim melalui kendaraannya
- yang sedang berpulang ya ke rumah mohon
- berhati-hati dan mudah-mudahan Allah
- subhanahu wa taala memberikan
- keselamatan bagi Anda. Amin ya rabbal
- alamin. Dan senang sekali rasanya
- Muhammad Anis Mualim dapat ee menjumpai
- dan juga menemani ikhwan akhwat
- pendengar Radio Salfim dan juga Rasil
- Visual di acara tausiah sore di edisi
- hari Senin di tanggal 11 Rabiul Awal
- 1440 Hijriah bertepatan di tanggal 19
- November 2018.
- Dan tentunya acara tausiah sore di
- kesempatan kali ini kita sudah hadirkan
- tentunya guru kita bersama Ustaz ZM.
- Mahmid. Kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar di
- sore hari ini? Sehat walafiat Ustaz?
- Alhamdulillah binikmah waliah.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Ini berkat doa para pendengar,
- Ustaz, ya. Insyaallah. juga ini
- mudah-mudahan suatu nikmat yang kita
- rasakan yaitu nikmat kesehatan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Nikmat yang
- besar itu. Masyaallah. Masyaallah.
- Mudah-mudahan kita selalu istikamah,
- Ustaz, dalam menjalankan ibadah-ibadah
- yang Allah perintahkan, Ustaz, ya.
- Masyaallah. Baik, Ustaz. Di sore hari
- ini pembahasan kita mengenai renungan
- perjuangan Rasulullah sallallahu alaihi
- Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ini
- terkait mengenai apa? Apa terkaitkan
- kita lagi menghadapi keadaan yang kita
- memerlukan perjuangan yang luar biasa.
- Masyaallah. untuk menegakkan dakwatul
- Islam. He. Supaya jangan hilang muslimin
- dari Indonesia. Masyaallah. Apalagi kita
- harus mempelajari dan harus mengetahui
- bagaimana perjuangan ee para sahabat dan
- juga ee Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam sallallahu alaihi wasallam. Dan
- itu adalah contoh yang terbaik yang
- enggak ada lebih baik dari itu.
- Masyaallah. Baik ikhwan Allah para
- pendengar dari silaturahim tentunya di
- sesi yang kedua kami akan membuka
- layanan tanya jawab. Dipersilakan ya
- untuk ikhwan akhwat yang ingin bertanya
- secara langsung mengenai tema kita di
- sore hari ini mengenai renungan
- perjuangan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Dipersilakan bisa menghubungi
- di Line telepon kita di
- 0218451512 dan juga untuk SMS dan
- WhatsApp-nya bisa mengirimkan di
- 0811999720. Baik, kita buka acara
- tausiah sore ini di dengan kita membuka
- doa thaabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- il allahum
- bimamzni ilman amin tafad ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh
- bismillahirrahmanirrahimahi rabbil
- alamin alhamdulillahil wahidil ahad
- alfardhus samad
- Alladzi laisahuidin wad walam yakun lahu
- kufuwan
- ahad. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu
- la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh arsalahu bil huda winil haq
- liyudhirahu aladdini kullihi wa kafa
- billahi syahida.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabina Muhammad an nabi rahmah wa ala
- alihi wasahbihi wasallama tasliman kira.
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Allahumma jaalna minalladina
- amanu wailus shihat wataw bilhaq
- watr. Amin ya arhamar rahimin. Waqala
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Alaika bitaqwallah fahajmaun
- khair. Para pemirsa pendengar radio
- silaturahim di mana aja Anda berada.
- Masyaallah, kita bertemu
- kembali di sore
- yang ditaburkan Allah kesehatan kepada
- kita sekalian. Insyaallah amin merupakan
- nikmah yang besar dalam kehidupan
- kita. Dan kepada para pendengar yang
- dalam perjalanan, mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala akan menghantarkan
- Anda sampai ke tempat tujuan. Amin.
- Dengan sehat walafiat.
- Amin. Pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa
- taala. Saat ini masyaallah di mana-mana
- kita mendengar dan melihat bagaimana
- umat
- Islam dengan semangatnya yang
- tinggi mengingati tentang Maulid Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam yang kita ingati tidak lain dan
- tidak bukan bagaimana kebesaran Allah.
- Bagaimana perjuangan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam sehingga kita yang belum
- pernah ketemu dengan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam tapi
- masyaallah risalatul Islam sampai kepada
- kita. Hidayatul Islam sampai kepada
- kita. Masyaallah. Alhamdulillah.
- Dan kita ini berada hidup di negara yang
- boleh dikatakan
- majoritinya beriman kepada Allah dan
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Namun hamba Allah yang
- mulia memang di dalam perjalanan hidup
- kita sebagai mukmin pasti
- benturan-benturan bermacam-macam akan
- kita hadapi. Apalagi benturan yang akan
- memadamkan cahaya Allah Subhanahu wa
- taala. Dan itu sudah terjadi sejak di
- zaman Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Karena hamba Allah yang
- mulia, kita di abad sekarang
- ini
- berhadapan dengan dua
- bentuk manusia-manusia yang ingin
- menghancurkan muslimin atau
- menghilangkan Islam dari bumi Indonesia.
- yaitu kelompok yang ingin memakan
- kekufuran
- kepada generasi-generasi
- mendatang dan ada juga yang
- al-munafikin. Dan di zaman Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, dua kelompok
- ini juga Rasul sallallahu alaihi
- wasallam berhadapan dua musuh besar yang
- ingin memedamkan cahaya Allah Subhanahu
- wa taala.
- Itulah sehingga Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan yuriduna yuridu yutfiu
- nurallahi
- bifwahihim. Mereka ingin memadamkan
- cahaya Allah artinya addinil
- Islam. Tapi Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan dalam Al-Qur'an sangat jelas.
- Wallahu yutim nur walau karihal
- musyrikun. Allah Subhanahu wa taala akan
- menjaga nurul Islam. Tapi Allah Taala
- tidak
- menjamin bahwa muslimin di
- Indonesia tidak ada jimennan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Muslimin di
- Indonesia akan
- terjaga. Terkecuali kita sendiri umat
- Islam yang harus berjaga, harus menjaga
- akan keagungan dan kebesaran agama Allah
- ini di bumi yang kita cintai, bumi
- Indonesia.
- Hamba Allah yang mulia, mari kita mundur
- ke belakang sedikit membuka lembaran
- sejarah. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam sebelum dia menerima wahyu yang
- pertama, sebelum dia diangkat menjadi
- nabi, tidak ada seorang hamba Allah pun
- di masyarakatnya Rasul sallallahu alaihi
- wasallam ketika dia hidup yang membenci
- kepada Rasulullah.
- Dan hampir tidak ada yang tidak memuji
- akhlaknya Rasulullah yang begitu
- indah. Al-halnya ya Rasulullah yang
- begitu terpuji. Sehingga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- diberikan gelar al-Amin.
- Jadi yang memberikan gelar al-Amin ini
- adalah masyarakat Quraisy yang pada
- waktu itu kebanyakan
- musyrikin. Baik dari kelompok musyrikin
- dan pada waktu itu kelompok munafikin
- mungkin belum
- muncul. Tapi Rasul sallallahu alaihi
- wasallam seorang hamba Allah yang
- dikenal dengan akhlaknya yang sangat
- indah,
- kejujurannya yang tidak bisa terjual
- dengan apapun juga.
- dan akhlaknya, pembawaannya kepada
- masyarakat,
- lingkungannya menarik dan menawan kepada
- mereka yang bergaul dengan Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Jadi Rasul
- sallallahu alaihi wasallam tidak
- mempunyai
- musuh sehingga pernah
- terjadi mungkin
- sekitar 10 tahun sebelum Rasul
- sallallahu alaihi wasallam diangkat
- menjadi nabi atau sebelum Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menerima
- wahyu yang pertama ketika terjadi banjir
- besar di kota
- Makkah Ka'bahnya rusak terbawa
- air akhirnya masyarakat Masyarakat
- Quraisy pada waktu
- itu membangun kembali Ka'bah
- tersebut sampai di akhir dan pada waktu
- itulah Ka'bah
- ditinggikan sampai terakhir ketika akan
- meletakkan Hajar al
- Aswad. Jadi peristiwa ini supaya kita
- lihat bagaimana kecintaannya masyarakat
- di lingkungan Rasulullah kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- terjadi pertengkaran di antara
- suku-suku yang ada pada saat itu. Karena
- tiap trib, tiap suku, tiap
- kabilah merasa bahwa
- mereka paling berjasa, berhak untuk
- mengambil ee untuk meletakkan Hajar al
- Aswad ini ke tempatnya. Jadi, tiap suku
- menganggap bahwa mereka yang lebih
- berhak untuk meletakkan Hajar al Aswad.
- Terjadilah pertengkaran pada saat
- itu yang hampir pertengkaran ini akan
- melebar. Kemudian ada seorang yang cukup
- berwibawa pada waktu
- itu dari Bani
- Quraisy. Kemudian
- dia
- mengatakan keributan tidak akan membawa
- hasil bagi kita sekalian.
- Bagaimana kalau kita memutuskan siapa
- yang pertama
- memasuki pintu Masjidil
- Haram,
- maka dia yang berhak untuk
- meletakkan Hajar al aswad
- tersebut. Subhanallah.
- Allah Subhanahu wa taala
- mentakdirkan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam yang kemudian muncul hamba
- Allah yang pertama yang memasuki pintu
- tersebut. Dan ketika para
- kabilah-kabilah melihat yang memasuki
- adalah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam semuanya sangat senang dan
- semuanya gembira.
- Peristiwa ini menunjukkan kepada kita
- bahwa saat itu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sangat
- dicintai. Tidak ada musuh dan tidak ada
- yang
- memusuhinya. Semua sangat senang kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam yang
- pada saat itu
- belum menerima wahyu dari Allah Taala.
- Dan ketika Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- masuk, semua mereka sangat gembira
- karena yang masuk adalah Muhammad
- al-Amin sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- meminta selendang daripada salah satu
- yang hadir. Kemudian selendang tersebut
- digelar oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Hajar al Aswad diletakkan di
- tengah-tengah selendang tersebut dan
- semua gabilah yang
- hadir disuruh oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam untuk memegang
- pinggir-pinggir daripada selendang
- tersebut. Diangkat sampai tempat yang
- dekat untuk tinggal meletakkan Hajar al
- Aswad. Kemudian Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam meletakkan Hajar al
- aswad di tempatnya. Dan semua sangat
- puas, semua sangat bergembira.
- Ini
- menunjukkan hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- Taala, Rasul sallallahu alaihi
- wasallam sangat disenangi oleh
- masyarakatnya, sangat dipuji oleh
- masyarakatnya dan mereka
- mengenal Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dengan gelar al-aminnya.
- Seorang hamba Allah yang mempunyai
- pengaruh di tengah masyarakat bukan
- karena sesuatu, tapi karena akhlaknya
- yang
- indah, karena senyumnya yang menarik
- kepada masyarakat di
- lingkungannya dan karena kejujurannya
- yang tidak pernah tergadaikan.
- Hamba Allah yang mulia, kalau kita
- melihat sejarah
- ini
- berarti sebelum seorang menjalankan nahi
- munkar dia bakal tidak akan ada
- musuh. Padahal di dalam Al-Qur'an Allah
- Taala terangkan kepada kita
- berkali-kali.
- Wal takun minkum ummatun yaduna ilal
- khair yamuruna bil ma'ruf wahail
- munkar waulaika humul
- muflihun. Di ayat yang lain Allah
- subhanahu wa taala
- nyatakanumir ummatin ukhrijat
- linasuruna bil maruf wathail munkar
- billah. Nanti kita bahas ayat ini
- belakangan. Hamba Allah yang mulia.
- Berarti kita tahu semua Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam seorang figur
- yang dikenal oleh semua masyarakat
- lingkungannya. Padahal Rasul sallallahu
- alaihi wasallam dikatakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an
- nabiyil ummi. Nabiil ummi itu
- artinya seorang yang tidak mendapatkan
- pendidikan di sekolah untuk tulis dan
- baca.
- Jadi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam tidak bisa menulis dan tidak
- bisa
- membaca, tapi disegani oleh masyarakat
- lingkungannya. Karena apa? Karena
- akhlaknya, karena kejujurannya. Jadi,
- hamba Allah yang mulia, kita lihat
- sejarah yang ini aja berarti seorang
- manusia di tengah
- masyarakat akan naik
- derajatnya, akan dihormati.
- akan
- dikagumi karena akhlak yang indah dan
- kejujurannya. Dan memang hamba Allah
- yang
- mulia mencari
- kejujuran, mencari kejujuran dalam
- kehidupan kita saat-saat ini.
- Subhanallah bagaikan mencari jarum di
- dalam
- jerami yang jujur masih ada. Bukan
- enggak ada. yang jujur masih ada tapi
- bagaikan mencari jarum di dalam
- jerami. Terkadang kejujuran kita itu
- tergadai dengan
- fulus, terkadang terkadai dengan
- jabatan. Justru itu dalam Al-Qur'an
- Allah Subhanahu wa taala mengingatkan
- kepada kita
- berulang-ulang tentang keadilan. Kita
- kalau berbicara keadilan adalah kita
- berbicara
- kejujuran. Seorang kalau dia jujur dia
- akan berbuat adil. Seorang yang berbuat
- adil adalah orang yang
- jujur. Ya ayyuhalladzina amanu kunu
- qawwamina
- bilqist. Wahai orang-orang yang beriman,
- tempatkanlah dirimu, tegakkanlah dalam
- kehidupanmu kejujuran, keseimbangan,
- keadilan.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala. Ketika Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menerima
- wahyu yang
- pertama, semua kita tahu wahyu yang
- pertama, yaqra bismi rabbikalladzi
- khalaq dan selanjutnya.
- Dan Rasul sallallahu alaihi wasallam
- masih menyampaikan dengan cara
- berbisik-bisik sampai datang perintah
- Allah Subhanahu wa taala untuk
- menyampaikan secara
- terbuka. Dan ketika Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyampaikan masih
- berbisik-bisik, masih belum ada
- musuh. Semua orang masih percaya, masih
- senang kepada Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Sampai satu waktu Rasul
- sallallahu alaihi wasallam naik di atas
- bukit di tengah-tengah kota Makkah.
- dan berteriak di atas
- bukit. Ya bani fulan, ya bani
- fulan, ya mahsyaral insan. Kira-kira
- demikian. Karena yang memanggil ini
- adalah Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang pada saat itu belum
- diketahui bahwa dia itu seorang
- rasul. Maka mereka datang
- berduyun-duyun.
- Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menyampaikan kepada mereka,
- "Apabila aku menyatakan ada musuh di
- balik gunung tersebut yang akan
- menyerang kepada kita, apakah kalian
- percaya?" Maka secara
- spontan mereka menjawab, "Tampak
- ragu.
- Engkau adalah pemuda yang kita belum
- pernah mengetahui, pernah berbohong. Dan
- apapun yang Anda akan sampaikan semua
- kami akan
- percaya. Begitu Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- memproklamasikan,
- memproklamirkan siapa Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian Rasul sallallahu
- alaihi wasallam
- menyatakan sesungguhnya aku adalah
- Rasulullah utusan dari Allah Taala.
- ingin menyelamatkan kalian dari api
- neraka. Aku mendapatkan wahyu dari Allah
- Taala. Dan
- selanjutnya salah seorang daripada
- pentolan Quraisy
- mengatakan, "Celakalah engkau, ya
- Muhammad. Apa hanya urusan ini engkau
- mengumpulkan kami di tempat tersebut?"
- Jadi hamba Allah yang mulia. Sejarah ini
- semua kita
- tahu. Tapi yang kita
- mengambil hikmah dan
- pelajaran. Begitu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam mulai mendakwahkan dinil
- Islam, pada waktu itulah mulai muncul
- musuh-musuh yang memusuhi kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Karena apa?
- ingin
- mempertahankan tradisi yang sudah
- berjalan. Apa tradisi ini tradisi
- koruptor? Apa tradisi ini tradisi tidak
- jujur? Apa tradisi ini untuk
- mengeksploit manusia, memperbudak
- manusia? Nah, ini yang mereka takutkan.
- Dan mulailah Rasul sallallahu alaihi
- wasallam berdakwah secara terbuka.
- Namun
- subhanallah hamba Allah yang
- mulia bermacam-macam benturan yang
- Rasulullah hadapi. Tadinya dia seorang
- yang dikenal sangat jujur, seorang yang
- dikenal seorang yang sangat lurus,
- dikenal seorang akhlak yang sangat
- indah, akhlak yang
- terpuji. Semua masyarakat tertarik
- kepadanya. Tapi begitu Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam mulai
- mendakwahkan
- Islam, ada yang berbalik 180
- derajat, ada yang berbalik 90
- derajat, artinya berbalik 180
- derajat yang tadinya hubungannya baik
- menjadi musuh kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sehingga ada yang mengatakan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- penyihir. Ada yang mengatakan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- dukun. Ada yang mengatakan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- gila. Padahal mereka sendiri mengenal
- siapa Muhammad
- Rasulullah. Sangat mereka kenal.
- bermacam-macam benturan yang mereka
- lakukan kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Ternyata benturan-benturan ini
- tidak mempan. Karena
- apa? Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mendakwahkan adinul haq, dinul
- Islam betul-betul untuk mencari keridaan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Itulah sehingga di antaranya Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan kepada
- kita di dalam Al-Qur'an. Allah taala
- mewahyukan ini kepada Rasulullah untuk
- kita.
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan,
- "Laqadana lakum fi rasulillahi uswatun
- hasanah limanana yarjullah walumul
- akirarallahu laqad kan
- lakum fi rasulillah uswatun hasanah."
- Sesungguhnya untuk kalian, untuk kita
- semua yang hidup sesudah Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam terhadap perjuangan diri
- Rasulullah, usaha Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dalam perjuangannya,
- dalam
- akhlaknya, dalam gaya hidupnya. Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan contoh
- yang paling baik uswatun hasanah. Tidak
- ada yang lebih baik dari itu. Jadi,
- hamba Allah yang mulia, sebenarnya kita
- ini berguru kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Rasulullah telah
- meninggal ribuan tahun, tapi hadis-hadis
- Rasulullah, kalimat-kalimat Rasulullah
- masih
- mengalir, masih hidup sampai sekarang.
- Hadis-hadis Rasulullah, artinya
- kalimat-kalimat Rasulullah masih ada,
- ayat-ayat Al-Qur'an masih ada.
- Rasulullah berguru kepada Allah
- Subhanahu wa taala dengan perantaraan
- Jibril. Sehingga di dalam ayat ini Allah
- Taala menyatakan terhadap perjuangan
- Rasulullah, tindak tanduk Rasulullah,
- akhlak Rasulullah, kejujuran Rasulullah
- itu menjadi contoh yang sangat baik bagi
- kita sekalian.
- Jangan kita mengambil ideologi-ideologi
- yang lain. Kemudian kita
- membanding-bandingkan apalagi
- membenturkan dengan ajaran Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Naudubillah.
- Padahal di ayat ini Allah Taala
- menyatakan sangat jelas. Laqad kana
- lakum fi rasulillah uswatun hasanah.
- Contoh yang paling baik menjadi ikutan
- yang paling baik bagi kita.
- Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Liman kana yarjullah wal
- yaumul
- akhir." Kepada
- mereka-mereka yang ingin perjumpaannya
- dengan Allah Taala, hubungannya dengan
- Allah Taala dan yakin tentang yaumul
- akhir. Jadi artinya kalau orang yang
- tidak yakin dengan yaumul
- akhir, dia tidak peduli hubungannya
- dengan Allah
- Taala. Normal kalau dia tidak mengikuti
- bagaimana contoh-contoh yang sudah
- ditunjukkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Wakarallah
- katiran. Jadi hanya orang-orang yang
- ingin hubungannya dengan Allah Taala.
- Hanya orang-orang yang yakin tentang
- yaumul akhir dan hanya orang-orang yang
- selalu mengingat kepada Allah,
- mendekatkan diri kepada Allah.
- Mereka-mereka inilah yang biasanya akan
- mengikuti contoh-contoh Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam. Para
- ulama-ulama ya, para ustaz-ustaz yang
- lurus, pengikut-pengikut para
- ulama yang selalu ingin mendekatkan diri
- kepada Allah.
- Biasanya mereka akan mengikuti
- jejak-jejak Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, Rasulullah memberikan
- contoh kepada kita bagaimana perjuangan
- Rasul sallallahu alaihi wasallam untuk
- menegakkan dinul
- Islam. Coba hamba Allah yang mulia kita
- renungkan sejenak.
- Masyarakat pada waktu itu masyarakat
- kota
- Makkah yang terdiri daripada beberapa
- suku. Ekonomi di tangan
- mereka, kekuasaan di tangan mereka,
- kekuatan di tangan mereka. Rasul
- sallallahu alaihi wasallam seorang diri.
- Dan
- subhanallah Rasul sallallahu alaihi
- wasallam bisa mengislamkan seluruh
- Jazirah
- Arab karena
- apa? Perjuangannya yang betul-betul
- hanya mengharapkan keridaan dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Sehingga pernah ketika Rasul sallallahu
- alaihi wasallam ke
- Thaif karena sudah terlalu terdesak di
- Makkah ke
- Thaf. Tapi apa yang Rasulullah dapatkan
- di Thaf?
- Subhanallah. Ditolak.
- Kemudian ketika Rasulullah akan
- kembali, masyarakat
- Thafkan anak
- muda dengan batu-batu yang berada di
- tangan-tangan mereka. Dan Rasulullah
- harus melewati jalan tersebut dan semua
- melempar dengan batu. Pada waktu itu
- Rasulullah pergi bersama ee Zaid Ibnul
- Haritah. Zaid Ibnu Haritah mencoba untuk
- menahan lemparan-lemparan batu. Jadi
- diolok-olok hamba Allah yang
- mulia. Benar kalau kita
- katakan kita enggak bakal mungkin
- seperti Rasulullah. Benar. Tapi di ayat
- ini Allah Taala nyatakan
- jejak-jejak perjuangan Rasulullah,
- akhlak Rasulullah. Allah Taala menyuruh
- kepada kita contoh yang terbaik untuk
- kita
- ikuti. Ketika itu datang Jibril kepada
- Rasulullah ketika Rasulullah telah
- melewati jalan tersebut dan di dalam
- riwayat ini dikatakan mulutnya agak
- berdarah. Jibril datang kepada
- Rasulullah membawa dua malaikah yang
- menjaga gunung yang berada di belakang
- Taif. Menawarkan kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Apabila Rasulullah bersuara sedikit aja
- untuk membalikkan gunung yang berada di
- belakang Thaif, karena malaikat ini
- mengatakan, "Aku, kami ditugaskan oleh
- Allah untuk menjaga gunung yang berada
- di belakang Thaif, di belakang kota
- Thaf. Kami akan balikkan gunung tersebut
- kepada
- penduduknya." Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan, "Innahum quumun la
- ya'lamun.
- Mereka ini kelompok gaum yang belum tahu
- saya
- siapa. Jadi mereka belum kenal bahwa
- Muhammad Rasul sallallahu alaihi
- wasallam membawa risalah untuk mereka
- untuk menyelamatkan mereka. Sehingga
- pada saat itu Rasulullah menadahkan
- tangan kepada Allah Taala. Kita lihat
- dalam doa ini karena keikhlasannya yang
- luar
- biasa. Ya Allah, ke mana Engkau akan
- serahkan diriku atau Engkau tempatkan
- diriku?
- Aku rida selama engkau masih tetap
- meridai kepadaku dalam perjuanganku.
- Subhanallah.
- Masyaallah.
- Kuncinya
- keikhlasan. Perjuangannya hanya
- mengharapkan keridaan Allah Taala. Nah,
- ini Allah Taala nyatakan di dalam
- Al-Qur'an. Laqad kanana lakum fi
- rasulillah uswatun hasanah.
- Coba kita balik kepada perjuangan kita
- saat ini. Masyaallah. Masyaallah.
- sampai di mana kita bisa pertahankan
- keikhlasan kita untuk
- menegakkan dinul Islam di negara yang
- kita
- cintai yang bibit dan akar-akarnya sudah
- tumbuh di negara kita ini. Majoritinya
- muslimin. Tinggal kita menjaga dan
- mempertahankan. Tapi hamba Allah yang
- mulia, benturan pasti ada.
- Dan musuh yang Rasulullah hadapi pada
- saat itu, yaitu kelompok musyrikin dan
- munafikin. Rasulullah menghadapi dua
- musuh yang besar, musyrikin dan
- munafikin. Dan kalau kelompok musyrikin
- sudah
- jelas-jelas mereka ini mengarahkan ujung
- tombak kepada Rasulullah, memusuhi
- kepada Rasulullah. Tapi kelompok
- munafikin lebih berbahaya
- lagi karena mereka melepas dua
- kaki kalau mereka bersama-sama dengan
- kaum muslimin. Subhanallah di dalam
- Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan dalam Al-Qur'an.
- Waid laquadina amanu q
- amanna wa
- kinihim in maakum innama nahnu
- mustahziun. Ini pernah kita bawakan 2
- minggu yang lalu. Kelompok
- munafikin kalau mereka berada di
- tengah-tengah orang-orang muslim dia
- akan mengatakan kita bersama-sama
- kalian. Kita berjuang bersama-sama.
- Ah, ini kelompok
- munafikin samar-samar, abu-abu, tapi
- susah
- nampaknya. Kemudian Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan, "Khalau ila
- syatinihim."
- Kalau mereka sudah balik kepada
- bos-bosnya mereka, atasan-atasan mereka
- yang menjadikan mereka menjadi
- mata-mata, menjadi ee alat untuk ee
- mengobok-obok muslimin dari dalam. Allah
- Taala istilahkan mereka-mereka ini
- siapa? Yang
- desainer-desainernya,
- perancang-perancangnya, sayatinihim,
- setan-setannya mereka. Allah Taala yang
- istilahkan dalam
- Al-Qur'an. Apa mereka katakan?
- U
- innama inna maakum innama nahnu
- mustahziun. Kami sebenarnya bersama-sama
- kalian. Kami taat kepada kalian. Kami
- hanya mengolok-olok, mengobok-obok
- kepada
- muslimin. Ini Allah Taala sudah
- contohkan sejak di zaman Rasul
- sallallahu alaihi wasallam sudah ada
- kelompok
- munafikin. Ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sebelum menjadi
- nabi, sebelum menjalankan amal makruf
- nahi
- munkar, tidak ada seorang pun yang
- mengarahkan ujung tombak kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Tidak ada yang mengarahkan permusuhan
- kepada
- Rasulullah. Begitu dakwah mulai
- berjalan, mulai muncul
- musuh-musuh ya
- aduallah, musuh-musuh Allah,
- kelompok-kelompok munafikin mulai
- menampakkan diri
- mereka. Mari kita balik kepada
- perjuangan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Kita lihat
- kembali Rasulullah menghadapi benturan
- luar
- biasa. Tapi di dalam perjuangan Rasul
- sallallahu alaihi wasallam ini,
- masyaallah pengikutnya mulai bertambah.
- sekalipun ada yang diazab, ada yang
- dijemur di matahari dan macam-macam,
- Rasulullah tidak
- mundur. Tidak menjadikan semangatnya
- ini turun atau
- hancur. Coba hamba Allah yang
- mulia berikan contoh yang sangat simpel
- aja.
- Kalau umpama Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengatakan, "Ya Allah, aku
- sudah tidak
- mampu. Aku ingin mundur daripada tugas
- Gusti." Kita akan menjadi apa sekarang?
- Kita tidak akan menjadi muslim.
- Mungkin kita masih
- animisme, tapi Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menunjukkan
- kegigihannya hanya mengharapkan keridaan
- Allah Taala supaya agama Allah ini
- menyebar ke seluruh
- penjuru. di dalam perjuangan Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Para
- kelompok-kelompok yang berkuasa ya,
- kelompok-kelompok yang memegang
- perekonomian kekuasaan yang berada di
- tangan mereka mulai mengutus
- utusan-utusan dengan tawaran-tawaran
- yang
- menggiurkan. Apa yang pertama yang
- mereka lakukan?
- Mereka mengirim utusan kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi utusan
- yang datang ini adalah pentolan-pentolan
- yang berpengaruh di tengah
- masyarakat. Bukan utusan seorang dua
- orang. Beberapa orang yang mempunyai
- pengaruh di masyarakat Quraisy pada saat
- itu datang kepada Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam. Dan di antaranya kalimat yang
- mereka tawarkan kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Mari kita bekerja
- sama sehingga kalau ajaran Anda ini ada
- nilai
- kebenaran, kita akan
- ikut beribadah bersama-sama
- Anda supaya kita juga kebagian daripada
- kebaikan tersebut.
- Tapi apa yang kami lakukan ini juga ini
- adalah peninggalan dari orang-orang tua
- kami. Maka marilah Anda beribadah juga
- dengan kami bersama-sama sehingga kalau
- ibadah kami ini ada kebenaran, Anda juga
- mendapat kebaikan dari masalah
- ini. Ini yang Allah Taala istilahkan
- dalam
- Al-Qur'an. Talbisunal haq bil
- batil. Mencampurbaurkan yang hak dengan
- yang batil. Kalau di zaman kita sekarang
- ini tawaran ini berbentuk
- apa?
- Subhanallah. Namanya
- dirubah, bajunya
- diganti. Yang sering kita dengar
- sekuler. Ya, ada
- lagi Islam liberal.
- mencemberburkan yang hak dengan yang
- batil. Dan memang musuh-musuh Islam yang
- namanya musyrikin, munafikin, mereka
- tahu kalau hamba-hamba Allah dia
- betul-betul beriman kepada Allah Taala,
- akidah mereka itu tidak bisa
- dibeli. Kejujuran mereka itu tidak bakal
- tergadaikan.
- apapun yang akan mereka korbankan mereka
- tidak peduli. Mereka menginginkan
- keridaan Allah Taala. Ini yang paling
- ditakuti oleh musuh-musuh
- Islam. Sehingga cara yang paling baik
- namanya itu apa? Soft
- landing. Ya, istilahnya soft
- landing. Kalau di istilah penerbangan
- itu ada namanya soft
- landing. Jadi pesawat itu kalau dia
- landing itu anginnya lagi kalem.
- Ya, dia landing, pilotnya berpengalaman,
- dia landing, penumpangnya tidak terasa.
- Itu namanya soft
- landing. Di dalam masyarakat kita juga
- dalam agama
- Islam ada musuh-musuh Islam yang ingin
- melakukan soft landing ke
- dalamnya. Dikirimlah kader-kadir
- mereka. Tawaran ini pernah terjadi di
- zaman Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi karena tawaran ini mereka ingin
- mencampurkan agama Allah ya adinil Islam
- dengan sesuatu yang
- batil. Berarti mereka mulai
- memasuki satu
- area yang mutlak adalah hak Allah
- Subhanahu wa taala. Pada saat itu Jibril
- datang memberikan jawaban kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Turunlah
- ayat surah yang kita semua surah yang
- pendek. Qul ya ayyuhal kafirun. Jawablah
- kepada mereka ya
- Rasulullah. Sampaikan kepada mereka ya
- Muhammad. Ya ayyuhal
- kafirun. Allah taala nyatakan ya ayyuhal
- kafirun. Wahai orang-orang yang
- membangkang tentang agama Allah yang
- kufur kepada Allah. La a'budu ma
- ta'budun. Ini jawaban firman Allah yang
- sangat tegas. Dan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menjawab kepada mereka
- sebagaimana yang Allah Taala firmankan
- kepadanya. Jawaban yang sangat
- jelas. Sampaikanlah
- wahai kelompok yang kufur kepada Allah
- Taala. La a'budu ma
- ta'budun. Aku tidak akan menyembah
- mengarahkan sesembahanku mengarahkan
- peribadatanku.
- apa yang kalian
- sembah. Nah, hamba Allah yang mulia,
- para pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala.
- Memang betul dalam kehidupan kita ini
- kalau kita
- muslim banyak yang iman-iman kita
- muslimin masyaallah tidak akan menyembah
- kepada yang lain. Tapi
- ideologi yang diselendupkan ke dalam
- ajaran
- Islam tanpa kita sadari
- terkadang tanpa kita sadari ini yang
- namanya soft
- landing. Kita mengikuti ideologi ini
- melebihi daripada kita mengikuti
- perintah-perintah Allah dalam
- Al-Qur'an. Itu artinya
- apa? Artinya kita mulai
- mengarahkan peribadatan kita condong
- kepada
- mereka.
- Subhanallah. Itulah sampai muncul
- nama-nama Islam itu dan ada
- tambahan-tambahan lagi di belakangnya.
- Innaddinaallahil Islam. Allah Taala
- menyatakan sesungguhnya agama di sisi
- Allah Taala Islam. Titik. Tidak ada
- Islam Sulawesi, tidak ada Islam Manado,
- tidak ada Islam Jawa, tidak ada Islam
- Sumatera. Islam dia Islam.
- Innaddinaallahil Islam. Sesungguhnya
- agama di sisi Allah Taala itu agama
- Islam.
- Jadi Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menjawab kepada mereka
- dengan surah
- tersebut.
- Kafirun. Qul ya ayyuhal kafirun. Di
- akhir daripada ayat ini Allah Taala
- menyatakan lakum dinukum waliadin.
- Bagi kalian silakan pertahankan agama
- kalian, ideologi kalian, keyakinan
- kalian. Bagiku tetap
- agamaku. Jawaban itu telah
- menunjukkan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam memberikan jawaban yang sangat
- firm, sangat
- tegas, sudah ada
- pembatas. Tidak mungkin kedua ini
- dicampurbaurkan. Maka utusan ini kembali
- dengan tangan hampa.
- Tapi kembalinya mereka subhanallah
- bekerja sama antara musyrikin dan
- munafikin. Kembalinya mereka
- ini bukan duduk berpangku tangan
- diam. Mereka merancang lagi apa yang
- bisa ditawarkan untuk mematahkan
- perjuangan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Jadi yang mereka inginkan sebenarnya
- menghentikan dakwahnya Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Itu aja yang mereka
- inginkan supaya
- apa?
- Ketidakadilan yang sudah merupakan
- tradisi berjalan
- terus. Tradisi
- koruptor berjalan
- terus. Perbudakan berjalan terus.
- Hamba Allah yang
- mulia, para
- perancang-perancang di zaman Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu, itu
- semua kita tahu dari dua kelompok besar,
- musyrikin dan munafikin. Dan umat Islam
- sekarang ini juga menghadapi dua
- kelompok besar ini, yaitu musyrikin dan
- munafikin. Dan memang yang paling
- berbahaya
- munafikin. Karena Allah Taala nyatakan
- dalam Al-Qur'an ketika dia berada di
- tengah-tengah kaum
- muslimin, mereka mengatakan, "Kami
- beriman sama dengan
- kalian." Tapi kalau dia sudah kembali
- kepada
- syatinihim, mereka mengatakan nahnu
- maakum.
- inna nahnu mustahziun. Kami hanya
- mengobok-obok,
- mengolok-olok kepada kaum
- muslimin. Jadi para
- ee
- pemikir-pemikir untuk menghentikan
- dakwatul
- Islam, mereka ingin memadamkan cahaya
- Allah Subhanahu wa taala.
- Datang lagi tawaran kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi tawaran
- ini yang datang tidak langsung kepada
- Rasul sallallahu alaihi
- wasallam melalui pamannya Abu Thalib.
- Karena mereka tahu salah satu pelindung
- kepada Rasulullah adalah Abu
- Thalib. Dan Abu Thalib sangat melindungi
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Jadi mereka
- berpikir bahwa yang bisa mempengaruhi
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam
- adalah pamannya. Jadi mereka memberikan
- tawaran yang sangat
- menggiurkan dan tawaran inilah yang
- dipakai oleh dunia-dunia
- Barat sampai saat
- ini. Tawaran inilah yang dipakai oleh
- penguasa-penguasa
- setempat untuk
- membungkamkan pendakwah-pendakwah yang
- betul-betul ikhlas untuk mencari
- keridaan Allah, untuk menghentikan usaha
- mereka.
- Padahal hamba Allah yang mulia, ketika
- seorang itu berdakwah tentang
- Islam, yang dia ingatkan ini sebenarnya
- untuk menegakkan keadilan, berbuat baik,
- menyembah kepada Allah Taala, beribadah
- kepada Allah
- Taala. Jangan mengganggu masyarakat
- lingkungan. Jangan berbuat makar dalam
- kehidupan. Hentikan segala bentuk
- kemungkaran. Sebenarnya isi daripada
- dakwatul Islam itu semua itu adalah yang
- tadi. Jadi mereka tawarkan kepada
- Rasulullah tiga tawaran yang sangat
- menggiurkan. Tawaran ini tidak lain dan
- tidak bukan adalah untuk membungkamkan
- menghentikan dakwah Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam. Mereka datang kepada pamannya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kemudian menawarkan kepada pamannya.
- Subhanallah.
- Dan di dalam riwayat
- ini, jadi ketika Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- kembali,
- pamannya lagi duduk dengan pemuka-pemuka
- Quraisy yang menawarkan tawaran
- tersebut. Kemudian pamannya menyampaikan
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Karena mereka telah
- menyampaikan kepada pamannya, maka
- pamannya menyampaikan kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian pamannya menyampaikan
- apa yang ditawarkan kepada
- mereka. Mereka ini menawarkan
- subhanallah apa yang menjadi impian
- dalam kebanyakan kehidupan manusia.
- tiga
- taahta, harta dan
- wanita. Ya Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, kami akan jadikan engkau
- menjadi raja di Jazirah Arab.
- Subhanallah.
- Artinya di zaman kita ini, kita angkan
- angkat Anda ini menjadi
- presiden atau menjadi wakil
- presiden dan kita akan jadikan
- engkau manusia yang terkaya di muka bumi
- di Jazir
- Arab. Yang kedua, yang dua ini baru dua
- ya. Allahu Akbar. Subhanallah. baru
- dua. Dalam kehidupan sekarang
- ini bukan sedikit harga diri
- terjual, akidah kadang-kadang juga
- tergadaikan karena apa? Ingin mencari
- tahta atau ingin mencari harta. Yang
- ketiga yang ditawarkan oleh mereka, "Dan
- kami
- akan menyediakan wanita-wanita yang
- tercantik."
- Ya, mungkin kalau ee istilah sekarang
- sekantik, sekretaris pribadi. Nah,
- seorang pejabat, seorang lelaki kalau
- dia mempunyai sekretaris pribadi
- perempuan,
- Subhanallah itu juga sudah jauh
- daripada ajaran Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Jadi tiga tahta, harta
- wanita. Hamba Allah yang mulia,
- pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala. Sebelum kita bahas
- ini, mari kita lihat apa jawaban Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Karena mereka menyampaikan kepada
- pamannya, pamannya menyampaikan kepada
- Rasulullah. Maka Rasulullah
- menjawab, "Walladzi nafsi biyadihi ya
- ammi." Dan
- demi dia Allah yang memegang
- nyawaku. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam seorang yang sangat sederhana.
- Rasulullah bukan seorang yang kaya.
- Rasulullah tidak mempunyai kedudukan
- pada saat itu. Malahan Rasulullah
- dimusuhi, diblokir,
- diasingkan, mau dibunuh, rencana mau
- dibunuh. Kemudian ditawarkan untuk
- menjadi penguasa di Jazirah Arab.
- Subhanallah. Kemudian ditawarkan menjadi
- manusia yang terkaya dan disediakan
- wanita-wanita yang cantik.
- Hamba Allah yang mulia, para pendengar
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala. Berapa banyak kita
- dengar pejabat-pejabat yang tersangkut
- skandal dengan
- perempuan, tersangkut skandal dengan
- korupsi. Korupsi apa ini? Harta.
- tersangkut skandal karena ingin berebut
- kekuasaan. Yang tiga-tiga ini ditawarkan
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Rasulullah menyatakan,
- "Walladzi nafsi
- biyadihi." Dan demi dia Allah yang
- memegang
- nyawaku.
- Laams ala yamini. Kalau mereka sanggup
- meletakkan matahari di tangan kananku,
- walqamari
- alar dan bulan di tangan
- kiriku untuk aku menghentikan dakwah
- ini. Menghentikan
- memberhentikan atrukal amr
- lauktahullahu. Subhanallah.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam berarti
- memulai ini dengan sumpah.
- Sama dengan kita kira-kira mengatakan,
- "Wallahi, demi
- Tuhan, demi Allah, demi Allah yang
- memegang
- nyawaku. Kalau matahari diletakkan
- tangan kananku, bulan bisa mereka
- letakkan tangan kiriku hanya untuk aku
- berhentikan dakwah ini. Dia mengatakan,
- "Aku tidak akan
- menghentikan sampai Allah menunjukkan
- kebenaran tentang cahaya dinul Islam
- atau aku terbunuh di dalam
- menjalankan
- tugasku untuk menyampaikan agama Allah."
- Masyaallah. Allahu Akbar. Allahu
- Akbar. Berarti hamba Allah yang mulia.
- Memang
- nampaknya mungkin kalau ada di zaman
- sekarang ini kita mengatakan, "Waduh,
- ini orangnya sudah agak sinting." Ini
- ditawarkan jadi presiden enggak mau,
- ditawarkan jadi wakil presiden enggak
- mau, ditawarkan harta berlimpah ruah
- enggak
- mau, hanya supaya bekerja sama dengan
- mereka. Jadi artinya dengan kalimat yang
- lain mereka tawarkan kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam untuk
- menghentikan dakwatil Islam supaya bisa
- bekerja sama dengan
- mereka. Dakwatul Islam seakan-akan
- dipendam. Kita tidak ragu dengan
- perjuangan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kita tahu keikhlasannya
- Rasulullah. Tapi umpama contoh, kalau
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- umpama walaupun tidak mungkin kalau
- terima kita enggak jadi muslim.
- Sekarang agama Islam sudah pudar saat
- itu. Wahyu-wah Allah
- terhenti. Tapi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- menunjukkan artinya kalimat matahari
- tangan kanan, bulan tangan kiri sama
- dengan seakan-akan seisi dunia dan
- planet-planet ini diberikan kepadaku,
- aku tidak akan
- gadaikan dengan ayat-ayat Allah. Aku
- tidak akan gadaikan dengan akidah yang
- Allah Taala ajarkan kepadaku. Kira-kira
- demikian. Itu contoh di zaman Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Tiga tawaran
- inilah yang dibolak-balik,
- dibumbu-bumbuin di zaman sekarang untuk
- menghentikan dakwah seseorang di dalam
- menyampaikan yang hak, di dalam
- menyampaikan satu
- kejujuran, di dalam menyampaikan satu
- statement yang benar-benar adil.
- Tiga inilah yang dibungkamkan oleh dan
- banyak mulut-mulut mereka
- terbungkam dengan ta yang pertama apa?
- Tahta diberikan posisi yang
- baik dan hamba Allah yang mulia.
- Subhanallah.
- Masyaallah. Saya teringat ada satu
- cerita
- pendek
- ketika ee Raja Konstantin di zaman Raja
- Konstantin namanya
- Augustin. Karena Raja Konstantinopel itu
- turun-temurun.
- Jadi ada seorang yang selalu suka
- mengkritik kepada raja, mengkritik
- secara terbuka di depan
- umum. Artinya di mana-mana kalau dia
- berbicara mengkritik kepada
- raja. Jadi laporan-laporan yang masuk
- kepada raja ini
- masyaallah ada laporan yang dibawa oleh
- orang yang ingin menjilat, dapat posisi
- dari raja macam-macam. Jadi laporan
- masuk.
- Kemudian si raja ini
- berpikir untuk menghentikan hamba Allah
- tersebut ya dipenjarakan atau
- dibunuh. Maka ada seorang penasihat yang
- cukup
- bijaksana. Dia sampaikan kepada raja
- Konstantin. Nah, di zaman itu seorang
- kalau mempunyai
- gajah dia termasuk seorang yang
- bangsawan yang cukup terangkat
- derajatnya. Artinya orang yang mampu
- yang kayak
- gajah. Jadi penasihat ini mengatakan
- kepada Raja
- Konstantin yaitu namanya pada waktu itu
- Raja Konstantin yang ke berapa saya
- enggak tahu. Tapi Agustin dalam riwayat
- ini. Kemudian raja ini mengatakan ee
- penasihat ini mengatakan kepada
- raja jalan yang paling
- baik hadiahkan dia seekor
- gajah dan berikan tunjangan kepadanya.
- tiap
- bulan. Karena makanannya gajah ini tidak
- gampang. Tapi kalau dia keluar naik di
- atas gajah itu biasanya menunjukkan
- kebangsawanannya dan orang-orang tahu
- ini adalah seorang yang kaya
- raya. Kemudian raja ini
- mengatakan, "Lalu kalau dihadiahkan
- seekor gajah, lalu apa manfaatnya? Dia
- akan tetap lebih leluasa berkoar-koar ke
- sana ke sini."
- Penasihatnya
- [Musik]
- mengatakan, "Wahai tuan
- raja, kalau kita hadiahkan dia seekor
- gajah, maka dia akan lebih sibuk untuk
- merawat gajah tersebut. Dan apabila kita
- memberikan tunjangan kepadanya tiap
- bulan, maka dia akan merasa bangga
- dirinya bahwa dia mampu untuk merawat
- gajah ini. Dan ketika dia keluar rumah
- dengan gajah, terasa bahwa dia ini
- seorang yang dihormati di tengah
- masyarakat. Raja Konstantin
- mengikuti nasihat daripada penasihatnya
- ini yang dianggap cukup bijaksana.
- Dihadiahilah gajah kepada hamba Allah
- tersebut. yang suka berkoar-koar
- mengkritik kepada
- raja. Seminggu sesudah dinasihati tidak
- pernah dengar lagi kritikannya. Sebulan
- sesudah itu tidak pernah kedengaran
- kritikannya. Dia sibuk menjaga gajah dan
- keluar dengan kebanggaannya dengan
- gajah. Hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala.
- Itulah
- termasuk salah satu cara-cara yang ingin
- memadamkan agama
- Allah untuk
- memadamkan suara daripada
- pendakwah-pendakwah, para
- mubaligh-mubaligh, para ulama-ulama
- untuk menyampaikan yang hak.
- Sibukkan dia dengan
- posisinya, sibukkan dia dengan
- harta, sibukkan dia dengan
- wanita, maka akan terbungka mulutnya.
- Tapi hamba Allah yang mulia, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam telah
- memberikan contoh. Jangan kita gadaikan
- akidah kita dengan
- jabatan. Jangan kita jual ayat-ayat
- Allah dengan harga yang murah. Ini
- contoh dicontohkan oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Contoh siapa lagi yang
- akan kita ambil kalau bukan Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam? Sudah tidak ada lagi yang
- lebih baik. Dan Allah Taala
- telah yakinkan kepada kita dalam
- Al-Qur'an. Laqad kan lakum fi rasulillah
- uswatun hasanah.
- limanana yarjullahu wal yaumul akhir
- wakarallahu jadi kalau kita ingin
- hubungan kita dengan Allah Taala tetap
- tersambung perjalanan kita ke
- akhirat dijakin oleh Allah Taala dan
- selalu kita akan dekat mendekatkan diri
- kepada Allah
- Taala. Jagalah akidah kita
- sebaik-baiknya. Jangan kita gadaikan.
- akidah kita dengan sesuatu yang murah,
- jabatan, harta, ataupun wanita.
- Pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa
- taala.
- Rasanya masih ada lagi yang akan kita
- sampaikan, tapi karena waktu yang
- membatasi kita. Kalau ada yang salah
- kepada Allah, saya mengharapkan
- magfirahnya. Waminallahi taufik wal
- hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah,
- ikhwan akhwat pendengar radio
- silaturahim sudah kita simak
- bersama-sama apa yang disampaikan oleh
- guru kita Ustaz Zaid M. Mbahmid dalam
- tema kita yaitu di renungan perjuangan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Mudah-mudahan kita mudah-mudahan segala
- bentuk amal kita selalu diterima oleh
- Allah subhanahu wa taala dan
- mudah-mudahan bentuk iman kita jangan
- sampai digadakan. Apalagi apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Zain Mahmid
- mengenai tadi takhta, harta dan wanita.
- Baik ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silatahim. Di sesi kedua kami akan
- membuka layan tanya jawab. Dipersilakan
- untuk ikhwan akhwat yang ingin bertanya
- secara langsung bisa langsung
- menghubungi di
- 0811999720 untuk SMS dan WhatsApp-nya.
- Telepon di
- 0218451512. Kami akan segera kembali
- tetap di radio silaturahim untuk Islam
- yang satu untuk Indonesia bersatu.
- Alhamdulillah.
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- He.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- untuk Indonesia bersatu masih
- dipancarluaskan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, Cibubu
- berbekasi. Dan terima kasih ikhwan amat
- pendengar Radio Silaturahim masih tetap
- setia tentunya di Radio Silaturahim. Dan
- sudah kita semak bersama-sama apa yang
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Z
- Mahmid di sesi yang pertama mengenai
- renungan perjuangan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Mudah-mudahan kita selalu istikamah ya
- dalam tentunya ajaran yang Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ajarkan
- kepada kita semuanya. Baik, di sesi yang
- kedua kami membuka untuk lain tanya
- jawab dan sudah banyak sekali Ustaz SMS
- yang masuk di sore hari ini. Kita
- langsung saja ee membacakan pertanyaan
- pertama ini, Ustaz dari Pak Dayat di
- Bogor. Ustaz, apakah kewajiban amar
- makruf nahi mungkar wajib bagi setiap
- muslim atau cukup hanya terwakili oleh
- sebagian saja? Sebagaimana firman Allah,
- "Kuntum kir umatin ukhrijat dan
- seterusnya." Ustaz, syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala Muhammad wa ala ali
- sayyidina
- Muhammad. Sebenarnya kewajiban untuk
- amal makruf nahi munkar
- ini artinya wajib untuk kita semua.
- Karena kalau kita lihat di ayat ee tapi
- tentunya kita mempunyai kemampuan
- berbeda-beda h dengan sekemampuan kita
- yang ada. Saya contoh aja salah satu
- hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam
- nyatakan begini. Man raa minkum
- munkaran. Fayiru
- biyadihi. Siapa di antara kalian yang
- melihat kemungkaran yang meraja lela,
- kezaliman, ketidakjujuran, ya
- kemungkaran
- umpama apa tempat-tempat mesum,
- tempat-tempat itu. Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyatakan, "Maka wajib
- bagi kalian untuk merubah dengan
- tangan." Merubah dengan tangan itu
- siapa? Penguasa. H ya. Kalau lurah di
- dalam kelurahannya ada yang enggak
- benar, nah dia wajib untuk merubah
- dengan tangan. Kita paling-paling
- mungkin memberikan laporan, Pak Lurah di
- situ itu ada. Ah, itu kita sudah berbuat
- nahi munkar. Munkar.
- Nah, kemudian Rasulullah mengatakan
- kalau tidak
- sanggup
- fabilisani menyampaikan itu kita
- menyampaikan itu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ketika mengajak untuk
- beriman kepada Allah Taala itu kan
- bisan. Karena pada saat itu Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tidak
- mempunyai kemampuan kekuatan dengan
- tangannya.
- Kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan, "Kalau tidak bisa
- dengan lisan fabiqalbih, maka dengan
- hatinya artinya kita memungkiri kita
- enggak senang itu." Tapi Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan wahiya adful iman. Yang itu
- adalah orang yang imannya paling rendah,
- paling lemah. Kita kan tidak mau menjadi
- orang muslim yang
- imannya artinya dikategorikan oleh Allah
- Taala sebagai orang yang paling lemah
- imannya. Kita enggak mau. Kita ingin itu
- iman yang benar. Just itu Nabi Adam
- pernah berdoa, "Allahumma inni as'aluka
- imanan yubasyiru qbi." Ya Allah, aku
- meminta kepadamu iman untuk menutupi
- hatiku dengan iman. Memenuhi hatiku
- dengan iman. Jadi sebenarnya kalau kita
- lihat hadis ini kewajiban bagi kita
- paling tidak itu sudah dengan lisan.
- Kalau kita bermasak bodoh, berdiam. Ada
- hadis yang lain Rasulullah menyatakan
- nanti kalau kita bermasak bodoh, kita
- ragu dengan ah udah deh yang penting
- bukan urusan saya. Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyatakan,
- "Ayabatallahu alaikum iqob minih."
- Nanti Allah Taala akan mengirim azab
- dari
- sisinya. Dan kalau azab sudah datang,
- sekalipun kita berteriak-teriak kepada
- Allah Taala, Allah Taala sudah tidak
- dengar sampai azab ini selesai. Coba
- kita lihat ayat yang lain. Allah Taala
- menyatakan ee kuntum khair ummatin
- ukhrijat linas. Kalian adalah
- sebaik-baiknya umat. Jadi kalau kita
- ingin menjadi sebaik-baiknya manusia,
- sebagai baik baik-baiknya golongan,
- Allah Taala katakan ada tiga syarat.
- Takmuruna bil ma'ruf. Mengajak manusia
- untuk berbuat baik. Mengajak manusia
- untuk berbuat adil. Mengajak manusia
- untuk beribadah yang
- benar. Watanhaunil munkar. Dan cegahlah
- kemungkaran. Watminuna
- billah. Dan beriman kepada Allah.
- Artinya kalau kita lakukan nahi munkar
- itu karena iman kita kepada Allah Taala.
- Insyaallah terjawab.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Baik, kami
- ucapkan syukr ustaz atas jawabannya dan
- terima kasih ya untuk padanya di Bogor.
- Baik, dari Bogor kita melanjutkan dari
- Semarang, Ustaz. Ini dari Bapak Teten,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- wabarakatuh. Ustaz, sebenarnya kita
- harus sadar melihat perjuangan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dan kita sebagai hambanya tidak cukup
- untuk bisa seperti baginda Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi kondisi
- saat ini, Ustaz, di Indonesia kita ingin
- sekali berjuang untuk dakwah Islam ini.
- Tapi bagaimana kita menghadapi
- hukum-hukum Indonesia saat ini, Ustaz?
- Yang dibolak-balikan, yang hak menjadi
- batil dan batil menjadi hak. Syukran,
- Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalloli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali Muhammad. Memang
- benar kita enggak bakal mungkin seperti
- Rasulullah. Betul.
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam itu diberikan perisai oleh
- Allah Taala dengan wahyu dari Allah
- Taala. Ya. Jadi sekalipun dia manusia
- seperti kita, tapi dia terima wahyu dari
- Allah Taala, Jibril biasanya mendampingi
- dia. Kita enggak ada.
- Tapi di ayat ini kan Allah Taala
- menyatakan perjuangan Rasulullah, akhlak
- Rasulullah perlu kita ikuti, kita ambil
- sebagai
- contoh. Dan jangan kita lupa,
- iblis dia sudah mendapat ee apa?
- Sertifikat dari Allah Taala. Dia enggak
- bakal pernah mati hidup
- selama-lamanya. Dan di mana-mana itu
- iblis selalu ada.
- Jadi para pemegang-pemegang hukum mereka
- juga terar kadang-kadang banyak iblis di
- lingkungan
- mereka sehingga mereka membolakbalikkan
- yang hak menjadi batil yang tapi kita
- sebagai umat Islam jangan kita berhenti
- untuk berusaha. Rasulullah berusaha
- mulai dengan seorang. Kita
- setidak-tidaknya sekarang ini masyaallah
- ada
- ulama-ulama, ada pengikut-pengikut.
- Muslimin masih banyak, ulama masih
- banyak. Yang menjadi masalah sekarang
- ini apa yang Allah Taala ingatkan dalam
- Al-Qur'an. Wasimu bihablillahi jamian
- wala tafarqu. Berpeganglah kalian semua
- kepada tali Allah. Jangan berpecah
- belah. Salah satu strategical movement
- yang dipakai oleh musuh-musuh Islam atau
- dipakai oleh mereka yang ingin
- memadamkan Islam adalah menghancurkan
- umat Islam, mengobok-obok umat Islam
- sehingga mereka sama mereka tidak
- bersatu dan akan saling cakar-mencakar
- satu sama yang lain sehingga mereka
- tidak pernah tidak perlu bekerja dua
- kali lagi. Biar umat Islam sama uslam
- Islam yang cakar mencakar satu sama yang
- lain. Jadi perjuangan kita tidak bisa
- berhenti. Karena sekalipun bagaimana
- usaha mereka selama kita masih berusaha,
- Allah Taala ingatkan dalam Al-Qur'an
- waru wa
- makarullah. Mereka boleh berencana
- sesuatu untuk menghancurkan,
- mengobok-obok muslimin.
- Tapi Allah Taala juga punya
- rencana membalas makar mereka.
- Dan Allah Taala sebaik-baiknya perencana
- untuk membalas makar mereka. Insyaallah
- terjawabyaallah. Baik, syukran Ustaz
- atas jawabannya. Baik, Ustaz. Ini kita
- melanjutkan kembali di pertanyaan
- selanjutnya ini dari Ibu Rina di
- Cipenjol. Ustaz eh Ustaz, saya pernah
- membaca sejarah mengenai Salahuddin
- al-Ayyubi yang merayakan Maulid Nabi
- dalam rangka membangkitkan semangat para
- pejuang fisabilillah. Akhirnya pasukan
- sang sultan pun berhasil membebaskan
- kembali Yerusalem. Nah, Ustaz, bagaimana
- nih, Ustaz, dengan kondisi umat Islam
- saat ini yang berpecah belah? Apakah
- masih ada semangat juang Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam pada zaman
- ini, Ustaz? Syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Saya kira semangat juang masih
- banyak, masih banyak. Tapi jangan kita
- lupa, tiap-tiap perjuangan pasti ada
- munafikin. Kalau kita membuka, kita
- lihat sejarah Rasul sallallahu alaihi
- wasallam pernah diikuti oleh
- pejuang-pejuang kita di Indonesia di
- dalam zaman mencari kemerdekaan.
- Cutnya,
- Diponegoro ya, terus Imam
- Bonjol. Mereka ini semua
- ketangkap karena ada munafikin-munafikin
- yang menjebah kepada mereka.
- Tapi
- subhanallah, perjuangan mereka ini
- dilanjutkan oleh Allah Taala,
- dimunculkan para pejuang-pejuang yang
- lain sampai kita bisa menikmati
- kemerdekaan sampai saat ini. Masyaallah,
- mereka sudah dipindahkan Allah ke alam
- barzakh. Jadi dengan kalimat yang lain,
- semangat juang jangan kita tinggalkan.
- Munafikin selalu bakal ada di samping
- kita. Kalau umpama kita
- menganggap, ada sebagian yang
- menganggap ee memperingati Maulid Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam, ada kan sebagian mengatakan
- bidah. Subhanallah.
- Subhanallah. Kita memperingati
- perjuangan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Kita mengikuti apa yang ayat
- Allah Taala menyatakan. Laqad kan lakum
- fi rasulillahi uswatun hasanah. Kalau
- kita perhatikan peringatan Maulid Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, mengapa?
- Membawa sejarah Rasul sallallahu alaihi
- wasallam untuk reinforce iman kita
- kembali, membangkitkan iman kita
- kembali.
- Kalau
- umpama
- memperingati perjuangan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam, kita pakai musik,
- disco, dansa-dansa, ini bukan cuma bidah
- lagi, dosa.
- Tapi dalam peringatan Maulid Rasul, apa
- yang mereka lakukan? Mereka berselawat
- kepada Rasulullah, membawa sejarahnya
- Rasulullah, mengingati dalam dakwah
- tersebut. Kan kita biasa lihat kalau
- perjuangan ee peringatan-peringatan
- daripada Maulid Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Terkadang ada empat kiai, lima
- kiai yang berbicara masyaallah untuk
- menghidupkan Nurul Islam, untuk
- membangkitkan kembali semangat bagaimana
- Rasulullah sehingga kita yang tidak
- pernah ketemu dengan Rasulullah bisa
- menjadi Islam, bisa menjadi
- mukmin. Jadi semangat juang jangan kita
- patahkan.
- Setidak-tidaknya kalau Anda tidak mau
- memperingati karena memperingati ee apa?
- Maulud Rasul memang bukan wajib. Betul.
- Tapi kalau kita tidak mau memperingati,
- jangan kita mencemuhkan orang yang
- memperingati perujangan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Jangan kita menganggap
- diri kita sudah paling benar. Jangan
- kita menganggap seakan-akan itu surga
- sudah warisannya kita. Subhanallah.
- Subhanallah.
- Insyaallah terjawab. Masyaallah.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Baik,
- Ustaz. Terima kasih atas jawabannya dan
- juga terima kasih pertanyaannya dari Ibu
- Rina di Cipenjo. Baik, Ustaz. Kita sudah
- di menit ke-30 lepas dari pukul 5. Di
- sore hari ini, Ustaz. Senang bahagia
- kita sudah di akhir acara Ustaz. Nah,
- ini mungkin di tema kita renungan
- perjuangan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Mungkin ada yang disampaikan,
- Ustaz, untuk kesimpulannya di sore hari
- ini. Penutupnya hamba Allah yang mulia.
- Bismillahirrahmanirrahim. Contoh telah
- ditinggalkan oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Telah dipaparkan Allah
- di dalam sejarah. Telah dipaparkan Allah
- dalam Al-Qur'an. Dan Allah menyuruh
- kepada kita untuk mengikuti, melihat,
- mempelajari perjuangan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Bukan sekedar hanya
- memperingati dan pelajari, mengikuti.
- Karena Allah Taala menyatakan,
- "Sesungguhnya terhadap diri Rasul
- menjadi contoh teladan yang sangat baik
- bagi kita." Untuk itu, hamba Allah yang
- mulia, jangan kita kagum dengan
- ideologi-ideologi yang lain. Lihatlah
- bagaimana perjuangan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam wasam.
- 1400
- tahun dakwatur rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Buktinya di Eropa umat
- Islam pertumbuhannya sangat pesat. Di
- Amerika Serikat umat Islam
- pertumbuhannya sangat pesat. Kita yang
- dilahirkan sebagai muslim itu sudah
- merupakan kemenangan yang pertama yang
- Allah berikan kepada kita. Kita
- dilahirkan daripada orang tua yang
- mukmin. Maka pertahankanlah ini
- sebaik-baiknya.
- Kalau Rasul sallallahu alaihi wasallam
- tidak berjuang dengan ikhlas untuk
- mencari keredaan Allah, tentunya ajaran
- Rasulullah sudah pudar, tidak sempat
- sampai kepada kita. Mudah-mudahan kita
- menjadi pahlawan-pahlawan Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam untuk melanjutkan menegakkan
- dinul haq. Kepada Allah saya
- mengharapkan
- magfirahnya. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahaillallah.
- Wa anna muhammadar rasulullah
- nastagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat para pendengar radio silaturahim
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Usai sudah
- acara tausiah sore kita di sore hari ini
- bersama Ustaz Z Mahmid. Pembahasan kita
- di sore hari ini mengenai renungan
- perjuangan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Mudah-mudahan kita dapat
- menerapkan semangat juang tentunya nabi
- kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam tentunya dengan kesabaran ee
- terciptalah dengan dengan kebaikan.
- Bagaimana semangat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dalam perjuangannya.
- Mudah-mudahan kita dapat apa?
- Meneladaninya. Baik, Ikhwan akhwat
- pendengar radio silaturahim yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ee
- terima kasih untuk yang telah memberikan
- pertanyaannya. Semoga pulsa yang
- dikeluarkan dicatat oleh Allah subhanahu
- wa taala. Amin. dan digantikan dengan
- pahala yang berlipat ganda. Dan terima
- kasih para pejuang dakwah kita yang
- berada di daerah yaitu di
- 612 AM Rasil Semarang dan juga di 104,3
- Sekm Batam dan di 96,9 Latansa FM
- Sukabumi. Dan terima kasih juga untuk
- Muhammad Ondi di kameraman dan juga
- switcher dan juga Muhammad Yusuf
- Subangkit di meja operator yang telah
- tentunya membantu untuk siaran kita di
- sore hari ini. Semoga beliau selalu
- diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu
- wa taala dan juga mudah-mudahan ustaz
- selalu diberikan kesehatan oleh Allah
- subhanahu wa taala dapat melangkahkan
- kakinya untuk melaksanakan tentunya
- ilmunya kepada kita semuanya. Baik
- ikhwan akhwat pendengar radio
- silaturahim. Akhir kata saya Muhammad
- Anis Mualim mohon uruh diri dari ruang
- dengar Anda. Kita tutup dengan kita
- membaca doa kafaratul majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu biik taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Rasul
- salam
- alaika ya
- nabi
- salam alaika.
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]