Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah. Syukur alhamdulillah
- kita dikaruniai kesempatan untuk berada
- bersama-sama di sekat ruang yang memang
- seringkiali kita rindukan karena
- kehadirannya akan mampu memperluas
- cakrawala pandang kita. Tetapi untuk
- belakangan ini kita ingin sekali juga
- berbagi terkait dengan apapun yang
- dihadapi di dalam perjalanan hidup kita
- sebagai hamba Allah. di sekat ruang kali
- ini. Mudah-mudahan bahasannya akan
- membuat kita menjadi hamba-hamba Allah
- yang betul-betul mampu mensyukuri segala
- sesuatu bahkan juga berniat berencana
- untuk melakukan banyak hal yang dapat
- kita syukuri kelak. Sekali lagi,
- alhamdulillah wasyukurillah atas karunia
- Allah ini. Tidak lupa salam selawat kita
- sampaikan kepada junjungan kita, kekasih
- kita Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Ikhwan akhwat yang hadir
- adalah Ustaz Valentino Dini yang kita
- rindukan mudah-mudahan kehadirannya di
- Kamis-kamis genap akan dapat terus
- berlangsung ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. sungguh merupakan sebuah
- kebahagiaan mampu menghadiri acara ini
- dan berbagi karena belakangan apa yang
- ustaz alami sungguh sangat luar biasa.
- Bagaimana kalau ini menjadi bagian dari
- bahasan kita untuk Iya. Makanya kata
- Mahirzin itu alhamdulillah dulu ya.
- Lagunya pas banget. Subhanallah.
- Alhamdulillah. Jadi kita bicara tentang
- bahwa di dalam perjalanan hidup kita
- pasti akan datang keajaiban. Iya.
- Masyaallah. Seperti apakah itu? Dan ee
- yang jelas memang keajaiban adalah
- sesuatu yang sangat langka. Bahkan yang
- mendapatkannya, mendapatkan keajaiban
- ini adalah hamba-hamba yang sangat
- diridai oleh Allah. Seperti apakah
- gerangan bahasan kita? Silakan, Ustaz.
- Iya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Eh,
- inalhamdulillah. Eh, sebelumnya saya
- ingin ucapkan dulu jazakumullah khairan
- kasiron kepada semua ikhwan akhwat, para
- pendengar, para pemirsa, kemudian juga
- para teman-teman ee host, para operator
- ee pemilik ee Rasil dan teman-teman
- semualah ee
- atas doanya. Jadi kalau saya bilang ini
- keajaiban bertemunya antara tiga hal,
- Mbak Nuning ya. He pertama bertemunya
- antara
- ikhtiar ya. Ee kemudian yang kedua
- adalah doa. Yang ketiga adalah takdir
- Allah Subhanahu wa taala. Doa ikhtiar
- dan jadi saya sakit itu kan praktis
- sejak Januari ya. Jadi setahun sampai
- dengan Desember ini saya sakit itu 1
- tahun dengan macam-macam penyakitnya itu
- ya. Saya sudah pernah ceritakan dari
- mulai jatuh rusuk saya retak kemudian
- masalah tulang belakang, masalah ee
- sendi macam-macamlah. sampai akhirnya
- ketemu bahwa sesungguhnya sakit saya
- adalah jantung yang
- bocor. Ya, jadi berupaya untuk ke
- dokter, berupaya untuk alternatif ya
- ikhtiar saya tetap lakukan sampai
- akhirnya bertemu penyakit sesungguh saya
- adalah bocornya klep jantung dan harus
- dioperasi ya. Jadi tetap menggunakan
- medik juga tetap saya ke dokter ee
- keempat dokter jantung berbeda untuk ee
- cari pembantingnya ya. Kemudian ee tidak
- lupa meminta doa daripada keluarga,
- teman-teman sahabat ya ee karena pada
- akhirnya kan harus dilakukan operasi dan
- juga akhirnya takdir Allah bertemu ya
- bahwa ketika tiga upaya itu bertemu maka
- keajaiban itu muncul saya bisa hadir di
- sini ya. Jadi saya
- teringat hadis Rasulullah Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam mengatakan
- ala inil jasadi mudgah. Bahwa
- sesungguhnya dalam tubuh itu ada
- segumpal darah, segumpal
- daging. Jasada. Apabila dia baik maka
- baik seluruh kehidupannya. Wa fasadat
- fasad jasad. Apabila dia rusak maka
- rusak semua kehidupannya. Ala wahial
- qalb. Ketahui itu adalah qolbun. dan
- para mufasir juga para ulama, para
- ilmuwan mengatakan dengan QB itu salah
- satu terjemahan adalah jantung. Mak kan
- pernah saya sampaikan juga ee sebelum
- saya operasi itu nikmatani maulun fihima
- kir minanas. Dua kenikmatan yang
- kadang-kadang kita manusia ini lupa,
- lalai, tertipu. Asihah, kesehatan wal
- farakh dan waktu luang. ya, bahwa ketika
- saya sakit praktikally semua aktivitas
- saya berhenti. He. Ceramah berhenti ya,
- kemudian seminar berhenti, menulis
- berhenti, ngajar berhenti, bisnis
- berhenti. Totally semuanya stop. He.
- Jadi ee lebih fokus kepada pengobatan.
- Tapi memang saya bilang antara doa,
- ikhtiar dan takdir Allah tuh saya
- merasakan bertemu pada diri saya ya.
- Jadi ketika ketahui di sakit jantung itu
- saya ya cuman fafiru illallah kembali
- kepada Allah aja. Saya cuman melazimkan
- istigfar kemudian melazimkan juga
- selawat Nabi dan juga melazimkan membaca
- surah Al-Ikhlas sambil mengusap-usap
- bagian yang sakit. ya melazimkan itu
- saja dan
- subhanallah jadi
- praktis ketika
- divonis ee 4 bulan yang lalu saya sakit
- jantung, jantung saya
- bocor ee datang ke dokter jantung yang
- ke tiga. He. Dokternya tanya, "Bapak
- sudah punya PPJS atau belum?"
- He. Saya kan yang kayak-kayak gitu
- enggak terlalu ini menuning. Saya
- awalnya mindset saya tuh terap asuransi.
- Saya
- menolak nolak saya teransi. Pengalaman
- saya dulu saya beli asuransi kesehatan
- macam-macamlah yang canggih-canggih dari
- luar sana ya. Termasuk yang dari
- bank-bank turkumuka ini R juta, R juta
- gitu. Begitu dibeli seminggu kemudian ya
- saya ngambil yang family itu anak saya
- atau istri saya sakit masuk rumah sakit.
- He. Kemudian seminggu 2 minggu kemudian
- keluarlah biaya yang biayanya lebih
- besar dari itu. Sejak itu saya bilang,
- "Saya dari dulu sekarang meang
- menguransikan diri saya hanya kepada
- Allah saja, enggak pernah percaya kepada
- insurance." Tapi ketika dokter bilang
- itu, "Bapak segera diurus, Pak, karena
- perjalanan Bapak masih panjang." He.
- Jadi rupanya treatmen ee tanya-tanya
- sama teman-teman itu mereka yang dari
- tahap diagnosis sakit jantung sampai
- pada akhirnya memutuskan harus
- dioperasi. Itu butuh waktu itu antara 2
- en atau 2 bulan, 6 bulan atau 2 tahun.
- Proses operasi saya itu subhanallah saya
- bilang begitu ya istri saya bilang, "Mi,
- coba cari deh informasi tentang PPJS."
- He karena ini instruksi dokter kan. Iya.
- Udah ee paginya istri saya buka web-nya
- BPJS mencari informasi. Ketika dia lagi
- buka laptop itu handphone-nya berbunyi
- dianggap telepon. Ternyata yang telepon
- teman saya SMA. He. Yang saya tidak
- kenal juga siapa dia. Saya dulu kan
- ketua rohani Islam waktu di SMA. Nah,
- rupanya dia dapat telepon ee dapat nomor
- saya dari teman yang saya kenal. Yang
- telepon ini orang saya enggak kenal. Ee
- Bu ee Mbak Tanti dia panggil ini Ustaz
- udah punya PPJS belum? Belum. Tolong
- dong dikirimin ininya fotokopi KTP sama
- kakak. Heeh. Dipotret lah pagi-pagi itu
- dipotret sama istri saya, Kakak dan KTP.
- dipotet kirim yang ke penelepon ini.
- Sorenya orang itu datang ke rumah saya
- nganterin BPJSnya sudah selesai. Coba.
- Subhanallah. Saya tidak kenal orang ini.
- Bulan depannya itu istri saya ngurus mau
- bayar kan. Heeh. Enggak bisa
- dibayar. Rupanya nama saya dimasukkan ke
- dalam karyawan perusahaannya. Oh. Jadi
- seolah saya jadi pensiunan karyawan
- perusahaan beliau. Heeh. He. Jadi saya
- enggak bisa bayar. Yang bayarin
- perusahaannya. Masyaallah. Saya bilang
- berarti mereka yang bayar. Masyaallah.
- Ya. Jadi
- subhanallah. Setelah itu diurus sama
- dokternya dirujuk saya ke Rumah Sakit
- Cipto ya dari Depok. He. Dirujuk ke
- Cipto RSCM. Sampai di RSCM ya capeknya
- bolak-balik itu kalau pakai BPJS itu
- memang bolak-balik bolakbalik.
- Bolakbalik bolak-balik lama. Sehari
- cuman bisa satu. Katakan hari ini
- periksa darah aja. Hari ini periksa
- torak saja, hari ini gigi saja. Jadi
- sampai situ kurang lebih hampir 1 bulan
- setelah semua prosesnya selesai ya
- sampai di kateterisasi kan katerisasi
- sudah mau lapor terakhir itu ke bagian
- administrasi untuk minta jadwal
- operasi.
- Subhanallah. Ketika mau minta jadwal
- operasi saya ketemu dokter bedahnya.
- Dokter bedah. Asalamualaikum, Dok. Apa
- kabar? Eh, kabar lu lah lah gua aja sama
- dia tuh orangnya asik gitu kan. Gimana
- lu? Si dia bingung lihatin saya, Dok.
- Ini yang jantungnya bocor saya yang pal
- itu yang mau katupnya. Oh, i ya. Ya.
- Sudah. Terus gimana lu nih hasilnya? Oh,
- bagus semua nih. Bagus semua. Bantu nih.
- Semua saya bagus semua. He. Jadi kondisi
- badan prima lah. Jadi yang sakit satu
- sakit saya adalah klepnya bocor. Paripu,
- ginjal, paru apa kolesterol asam aman
- semua termasuk proses katalisasi.
- Pembuluh darahnya clear bersih, pembuluh
- jantungnya bersih. Ya udah kata
- dokternya ini dijadwalin aja nih.
- Jadwalin jadwalin dia petugas
- administrasinya. Petugas yang untuk
- penjadwalan operasi jantungnya. Ah
- pulang saya. Begitu
- pulang hari Jumat saya ditelepon dengan
- Pak Valentino. Pak Valentino, operasinya
- kita hari
- Senin 2 hari kan? Sebentar sekali orang
- nunggu berapa bulan sampai 2 tahun saya
- 2 hari nunggunya. He. Hari Senin
- operasinya Bapak kalau bisa hari Minggu,
- hari Ahad sudah di rumah sakit. Udah
- saya sudah siap ya untuk operasi itu
- sudah siap ya. Memang udah udah
- pasrahlah. Nah.
- Saya masuk subhanallahnya itu teman saya
- yang lain lagi, teman SMA juga dokter
- bedah jantung di situ.
- Jadi tiap hari dia datang cerita
- nengoklah ya sama teman-temannya kan
- teman-teman semua
- dilalahnya lagi
- subhanallah
- kepala pusat jantung ini PJT itu jantung
- terpadu itu direkturnya teman saya.
- Oh. Udah yang operasi kan 10 orang
- manuning. Heeh. Tiga dokter bedah, dua
- dokter ee bedah toraknya tiga dokter
- bedah jantung dua anestasinya ya tiga
- perawat. Rupanya dibriefing dulu. Saya
- dengar dari teman ini ee titip saudara
- gua nih gitu. Iya. Jadi saya dianggap
- saudara ini jadi ee special treatment
- lah. He. Dan subhanallah bukan sampai di
- situ. Ternyata juga
- sampai ini jadi atas sampai ke bawah itu
- tukang masaknya, ahli gizinya itu ketemu
- sama istri saya di bawah itu tantenya
- istri saya.
- Benar-benar bukan kebetulan ya dari atas
- sampai ke bawah. He ya. Jadi dia jenguk,
- "Bang Valen sakit jantung dioperasi ya.
- Mau makannya apa? Makannya ini pesan aja
- katanya. Terus gimana? Apa permintaan
- khususnya? Susunya ganti. Saya bilang
- saya enggak mau susu kedelai. Saya minta
- susu cokelat. Susu coklat. Buahnya apa?
- Buahnya minta ini. Makannya apa?
- Mintanya gini.
- Jadi subhanallah kayak ini sendiri.
- Masyaallah. Udah malamnya itu hari Ahad
- Ahad malam tuh datang dokternya.
- Dokternya itu
- eh mantan suami seorang artis. Yang
- artis itu teman saya.
- ya enggak sebut namanya lah gitu kan.
- Sudah dan dokter bedahnya yang akan
- ngebedah saya itu memang satuan di atas
- istri saya di UI ya. Istri saya
- kedokteran gigi dia kedokteran umum
- ketemu sana. Dia bilang ee Pak
- Valentino ini kita besok operasi jam 09
- atau pagi ini. Saya harus ee bacakan
- dulu, Pak resikonya.
- Mulai bacakan risiko yang pertama Bapak
- total lost memory.
- Jadi memori saya bisa hilang semua. Yang
- kedua, Bapak
- stroke. Yang ketiga, Bapak lumpuh. Yang
- keempat kerusakan ginjal. Yang kelima,
- kematian. Enggak ada yang bagus semua
- Mbak Nuni. Iya. Terus saya harus tanda
- tangan. Kan harus tanda tangan ya kan
- risiko operasinya kan. Nah, begitu
- tendangan saya baru berasa, "Waduh, gua
- tekan kematian ini." I ini tentangan
- kematian. Resikonya operasi kan enggak
- ada yang bagus.
- Udah saya dioperasi jam 09.00 dijemput
- .30 operasi. Jadi operasinya itu
- berjalan 6 jam. 6 jam. 6 jam. Rasanya
- cuma 5 menit. Jadi karena saya dibius 5
- menit setelah itu blank. Walaupun ketika
- akan ini, Pak, kita tidurkan ya, Bapak
- ya.
- Dan saya bilang saya, "Ya Allah, sambil
- baca apa? Selawat, baca ee Al-Ikhlas,
- saya mudah-mudahan saya bermimpi pada
- saat tidur itu mimpi ketemu Rasulullah."
- Iya, kan begitu ya. Ya sudah, siap mati
- aja deh gitu kan. Blank tapi nol enggak
- ada enggak. Bangun-bangun saya sudah 6
- jam ya. Jadi operasi 6 jam padahal
- rencananya saya dipingsankan itu 2* 24
- jam. 6 jam saya sudah sadar. Kadang
- kondisi saya lagi bagus badan ya. Di
- sebelah saya itu istri saya begitu sadar
- di ICU ya dia ngomong apa saya enggak
- tahu mulutnya bergerak tapi saya enggak
- dengar. Saya cuman bilang gini aja saya
- oke gini aja. Oke. Udah begitu sadar itu
- di ICU tuh saya langsung ingat sebelum
- dibawa ke rumah sakit kan dokternya
- bilang resikonya ini nih. Saya langsung
- validasi sendiri kan di badan saya ini
- selang banyak nih. Selang infus segala
- macam ya. ada 8 atau 9 yang ditusuklah
- gitu. Itu saya gerakkan kaki saya
- dua-duanya bisa bergerak. H
- alhamdulillah kagak lumpuh kan artinya
- kan. Jadi ini spontan begitu sadar
- langsung saya validasi langsung saya cek
- badan saya. Enggak tahu kenapa bisa
- begitu saya juga terus dalam keadaan
- banyak selang segala macam itu saya
- gerakkan tangan kanan saya begini-gini
- lemas gini bisa juga. Bisa bergerak
- begitu tangan saya yang kiri enggak bisa
- bergerak. Enggak bisa pun gerak tangan
- saya yang kiri. Udah istigfar aja saya.
- Astagfirullahalazim. Dalam hati baca
- qulhu Allahumma sholli ala Muhammad. Ee
- 5 10 menit kemudian bisa bergerak.
- Alhamdulillah. Terus saya punya anak
- berapa? Lima. Saya ingat anak saya yang
- pertama si ini kuliah di sini. Dua ini
- si ini di sini. Terus sampai k ingat. Oh
- berarti saya enggak memori saya bagus.
- sudah
- alhamdulillah 1 hari di ee ICU
- kemudian bawa ke ruang intermediate ya
- ee sudah langsung ruang perawatan 9 hari
- harusnya 5 hari. Jadi begitu diperiksa
- darah saya keenceran kasih obat lagi
- kekentalan. Hm. Kasih obat lagi
- keenceran lagi. Ya. Jadi sampai akhirnya
- 4 hari itu belum dapat enggak pas.
- Akhirnya saya ditransfusi darah.
- Ditransfusi mengerikan karena dua orang
- setelah saya itu operasi meninggal di
- hari yang sama. Iya. Karena dia ee punya
- masalah dengan ginjal. He. Satu lagi
- darah tinggi. Oke. Oke. Jadi memang
- risiko operasi jantung itu luar biasa.
- Kemarin saya datang tamu dari Malaysia
- jenguk saya kemarin nih. Baru ke rumah
- kemarin pagi itu dia harus dibypass
- jantungnya. Enggak mau dia. Kenapa? Dia
- baca operasi itu 95% berasin. Tapi yang
- kagak 5%. Yang dia pikirkan malah yang
- 5%-nya. Heeh. Dia takut takut operasi.
- Saya bilang, "Loh, Dato ini punya istri,
- Pak. Istrinya empat orang Malaysia.
- Kompak, akur tuh satu komplek dia
- takutnya mau operasi. Istrinya empat,
- anaknya 17." Heeh. Mungkin itu yang dia
- pikirin. Takut ya. Jadi ternyata ada ada
- resiko yang lebih besar. Jadi saya kan
- akhirnya buka YouTube segala macam tuh
- ya tentang surgery ee apa mitral he
- surgery kan masalah saya rusaknya di
- mitral itu di serambi kiri kiri ya
- serambi kirinya itu yang diganti. Jadi
- ee ini tadi saya baru kasih lihat Mbak
- Nuning. Jadi belahannya itu dari atas
- ini sampai di atas pusar kira-kira 20
- cent.
- Jadi prosesnya itu masuk dulu ini dokter
- mungkin dokter ee anestesi bikin pingsan
- kemudian dokter torak. Jadi torak saya
- itu dari sini sampai sini ya gerir ggaji
- ya ggaji dengan gaji mesin dibelah
- dibuka ya entah mungkin lima atau sampai
- dengan enam tulang rusuk ya dibuka.
- Begitu dibuka kalau pakai bahasa saya
- jantungnya dioprek.
- Iya. Nah, jantungnya dioprek. Nah,
- pembuluh yang darah yang mengombakkan
- jantung itu
- dicabut dipindah ke mesin. Jadi,
- jantungnya berhenti. He. Atau kalau
- pakai bahasa jantungnya mati, dia
- berhenti berdenyut. Maka yang kan darah
- harus terus jalan. Kalau enggak kan bisa
- kelumpuhan, kerusakan otak segala macam.
- Yang ngompa mesin jadi mesin. Kemudian
- dokter mengobati selama mengoperati
- selama 6 jam. Setelah 6 jam isi-isi
- cerita dia ditelepon. He dari ruang
- operasi saya di ICU, Bu. Operasinya
- sudah selesai walaupun sempat ada
- masalah dengan ritme jantung. Lemas
- istri saya itu ritmenya enggak normal.
- He lemas dia duduk. Tapi alhamdulillah,
- Bu bisa kita atasi. Wah, semangat lagi
- dia. Ibu bisa naik ke atas. Dia naik ke
- atas. Jadi prosesnya begitu dari jantung
- itu dicabut dipindahkan ke mesin. He.
- Setelah selesai operasi dari mesin itu
- pindahkan lagi ke jantung. Ohoh. Dan ke
- jantung nih. Jantungnya kan berhenti
- berdetak nih. Heeh. Dipukul-pukul gini.
- Tepuk-tepuk gini mulai atau
- dipukul-pukul suruh dia berdetak
- begitu. C kalau dia tidak berdetak saya
- bilang sama ist lu pulang jadi janda. Ya
- enggak berdetak lagi mau ke mana. Itu
- yang medikal betapa luar biasa.
- Kuasa itu punya Allah. Tepuk-tepuk
- bertetak lagi. Nah, selesai. Ini yang
- tadi tulang torak dada yang dibuka
- disambung lagi diikat pakai string. H.
- Ya. Nah, ini yang saya masih merasakan
- sakit masih sampai hari ini ngilu ya
- karena ya sudah dibuka disambung kan
- gitu. Iya. Itu sampai ee 2 3 bulan lah
- dia baru bisa ini ya. He. Jadi ngilu
- saya di depan sini sampai ke belakang
- linu ya diikat pakai ini. Jadi kalau bar
- bersin batuk berasa sekali berasa gitu
- kan. Kalau naik kendaraan guilakan tuh
- naik mobilnya berasa gitu kan. Udah ee
- selesai baliklah kita gitu kan. Jadi
- resiko. Tapi memang memang perlu
- kesiapan ya. Kalau saya memang sudah
- udah total surrender lah ya. sudah
- pasrahnya total aja mau apa terserah
- Allah lah gimana ya. Alhamdulillah itu
- sedang bertemunya antara ee ikhtiar ya
- kemudian doa. Doa semua teman-teman
- segala macam sama takdirnya Allah
- bertemu maka dia bisa berdetak lagi.
- Kalau enggak berdetak selesai sudah.
- Betul. Mau ke mana gitu kan. Pusatnya di
- sini sudah selesai bisa balik ke rumah.
- Sekarang masih seminggu tiga kali ke
- rumah sakit untuk rehabilitasi medik.
- Jadi namanya rehap medik itu kalau orang
- habis operasi jantung 50% fungsi
- tubuhnya drop. Dia harus dilatih dan
- latih bawah pengawasan dokter. Enggak
- bisa sendiri. Jadi harus latihan jalan,
- senam segala macam ditensi darahnya,
- minum obatnya seumur hidup obat
- pengencir darah. He. Jadi dia enggak
- boleh kental, tidak boleh sayur-sayuran
- hijau, buah hijau enggak boleh. Dia
- menyebabkan darah kental. Nah, ini
- sekarang saya kalau ke bandara ini lewat
- metal pasti bunyi karena klep jantung
- saya itu diganti dengan metal. Jadi,
- pasti akan memberikan tanda ketika ber
- ee berada di metal dan setiap jam . jam
- 3. pagi saya
- terbangun. Alhamdulillah. Jadi bisa
- qiamulail kan. Heeh. Jantungnya bunyinya
- seperti jam. Tik tik tik kedengaran itu
- ya. Kalau di tempat tidur sendiri tu,
- nah bunyi tuh tik ya kan yang ngompak
- darah itu bunyi kayak seperti bunyi
- jumperis.
- Tapi ee Bang Valdin sendiri yang dengar.
- Iya. Misalnya yang di sebelah gitu. Di
- sebelah kalau dia kupingnya nempel ke
- kasur dia dengar. Oh jadi ada getaran ee
- detakannya itu yang kita bisa simak ya.
- Heeh. Jadi kalau gini enggak kedengaran.
- Tapi kalau istri saya tuh di sebelah
- saya tidur dia kupingin dia dengar.
- Heeh. Ya, asal ada sentuhan. Iya, ada
- sentuhan dengan tik. Ya, lucu juga
- kadang. Ya Allah, betapa kuasanya. Coba
- manusia Allah kasihkan ilmu pengetahuan
- ya. Dia bikin krap jantung itu ya itu
- dari metal, bisa juga dari hewan, sapi
- atau babi. He. Nah, tapi daya tahannya
- itu sampai 10 tahun. Tapi kalau metal
- katti bisa seumur hidup. Oh, dari yang
- dari makhluk lain tadi hanya 10 tahun.
- Iya, 10 tahun. harus operasi lagi.
- Kebayang kan lagi. Udah ini jadi
- prosesnya itu begitu
- dibuka kan mau dikoreksi dulu,
- diperbaiki dulu, enggak bisa. He. Jadi
- diganti. Jadi statusnya saya ee klepnya
- diganti bukan diperbaiki. Jadi lucu juga
- kan. Begitu dibuka, wah ini harus
- perbaiki nih. Jadi sekarang di dalam
- tubuh Ustaz Fadin itu ada benda metal.
- Ada. Iya. metal. Kalau bahasa Inggrisnya
- itu ee apa? Mitral valve. Jadi kalau
- kita pengerban, minyak itu ada pipa itu
- klep itu pulve. Buka tutup, buka tutup.
- Nah, itu namanya pulve. Jadi dia namanya
- klep. Kalau kita orang awamnya katup
- jantung atau klep itu ya itu dia serambi
- ee kiri kanan tuh dia buka. Jadi
- fungsinya itu begitu selesai operasi ee
- berapa hari kemudian kan diperiksa lagi
- di Echo baru kelihatan di situ
- sebelahnya monitor saya. Ya,
- subhanallah. Waktu di Eko itu begitu
- masuk sebelum operasi nih dokternya
- begitu lihat nama saya Valentino Din kan
- dia bilang bapak yang nulis buku itu ya
- buku jangan mau sumulih orang gajian ya.
- Jadi dokternya itu udah saya diperiksa
- itu 1 seteng jam orang biasanya kan
- paling juga 10 menit 20 menit gitu kan
- saya 1 seteng jam
- I I will be do the best Pak katanya. Wah
- jadi ini detail banget. Heeh. Nah,
- begitu temu dia lagi, saya tanya begitu
- sambil
- diperiksa, "Dok, itu yang merah-merah
- itu apa?" "Oh, itu darah bersih, Pak."
- Jadi, jantung komba itu klepnya terbuka
- itu darah bersih mendistribusi ke
- seluruh tubuh. Nah, nanti kompak lagi
- darah kotor warnanya biru. Kalau di
- mesin itu di komputer terasa warnanya
- biru, itu darah kotor. Dia masuk ke
- paru-paru sama ke ginjal dicuci gitu
- kan. Nah, itu yang enggak bisa nutup
- lagi. Jadi, dia muarbolakbalik.
- Bolakbalik aja bolak-balik. N itu
- membuat sesak. Sesak, ya. Nah, itu yang
- dari situ awal ketahuan saya sakit
- jantung itu klep bocor. He. Tapi saya
- bilang kalau saya boleh nulis nih, saya
- bilang nih tulisan saya nih, apa yang
- saya alami itu eh second life.
- Iya. Kehidupan kehidupan kedua atau 6
- jam yang menentukan.
- Ya, mudah-mudahan tahun depan buku itu
- hadir sehingga enggak maksudnya agar
- orang bisa belajar banyak dari proses
- awal sampai ee yang terakhir. Karena
- terus terang saja keajaiban dan
- keberuntungan itu hanya diberikan kepada
- orang-orang yang tepat dan orang-orang
- pilihan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Iya. Tadi saya bilang teman saya dari
- Malaysia itu 95% berhasil, 5% gagal.
- Yang dia pusing yang 5% dia takut jadi
- untuk operasi jantung. Jadi, you are
- what you think, you are what you
- believe. Ya, kalau saya sudah ya sudah
- Allah kasih. Saya sudah usaha begini, eh
- saya alternatif begini, minum herbal
- begini. Ternyata ke dokter ya, dokter
- rekomendasi begini. Saya tanya, "Dok,
- kalau saya tidak operasi sekarang, He,
- apa risikonya untuk saya?" Apa dia
- bilang? Dia bilang, "Bapak bisa satu
- saat gagal jantung, bisa karena corona."
- Heeh. Ya, seperti orang kemarin ketemu
- juga beberapa teman-teman yang sakit
- jantung itu. He. Saya enggak sakit
- apa-apa, Pak. Tiba-tiba saya nyeri dada,
- saya keringetan nyeri dari dada tembus
- sampai belakang. Saya pingsan. Itu
- serangan jantung. Iya, serangan jantung
- itu. Itu dia perokok dan suka makan
- makanan padang.
- He. Kolesterol. Iya. Ini jadi koronan
- itu kan dia menyumbat pembuluh darahnya.
- Jadi darahnya enggak bisa di ini mampet
- kejang-kejang ya. Jadi bagi yang
- teman-teman ya mengalami itu enggak usah
- takut. Tetap obat medik aja berobat.
- Jangan dianggap sepele ya. Jangan
- dianggap sepele terus ya ngerokok
- berhentilah. Yang pandang-pandang
- kurangilah yang lemak-lemak. Yang
- lemak-lemak itu yang menyebabkan
- kolesterol. Iya kolesterol ya
- kurangilah. Sebab ya sakit itu mahal ya.
- Ya, tadi saya bilang hadis sudah saya
- bacakan dua nikmat yang kita lalai itu
- kita enggak bisa ngapa-ngapain. Praktis
- saya ini ya menata lagi saya mau usaha
- apa ya, mau kerja apa lagi ya,
- menghasilkan dari mana lagi. Jadi
- totally semuanya stop stuck.
- Betul-betul betul-betul ya. Untungnya
- kita waktu masih sehat kan saving ada
- gitu ya. Jadi masih masih bisalah gitu
- kan. Tapi kan enggak bisa begitu. Kita
- harus menata lagi melakukan apa lagi
- yang harus dilakukan ya. berbuat apa
- lagi ya? Ee pasti maksud Allah kan ada
- nih terhadap diri saya nih kan. Kita
- harus bikin apa lagi, berbuat apa lagi
- di sisa umur kita kan enggak tahu umur
- saya kan kalau ngikutin Rasulullah
- sekarang 47 ya 16 tahun lagi tuh kan
- begitu kalau seumur dengan Rasulullah
- enggak lama dan 10 20 tahun enggak
- terasa. Tadi saya di naik ee Gokar
- kemari itu supirnya umurnya 64.
- Wah, sudah lebih nih, Pak. Saya bilang,
- "Pak, Bapak J tah lebih nih," gitu. Iya,
- Pak Ustaz nih cari mau ibadah aja yang
- banyak katanya. Kan enggak tahu kematian
- itu kan baik ada sebab atau tidak ada
- sebab. He. Sakit atau enggak ada sakit,
- tua atau miskin ya, muda atau tua enggak
- ada kenal itu. He. Kalau saatnya
- selesai, selesai. Sudah
- waktunya kan gitu. Heeh. Tapi kan kita
- harus berusaha menjaga
- kesehatan ya. Kemudian juga e pola
- makan, pola tidur, berpikir gitu kan.
- Jangan stres ya semuanya. Nah kadang
- tapi kadang-kadang gimana ya ini kayak
- saya setelah gini kenapa dari dulu
- enggak muda begini begitu tuh kadang
- manusia itu begitu ya. Jadi memang
- manusia itu ya begitulah ketika
- mengalami baru dia ngeh gitu kan ya
- setelah kejadian baru dia tersadarkan.
- He. Nah, ini pelajaran-pelajaran ini
- baik untuk orang-orang yang sebelumnya
- kan gitu. kita punya anak apa punya
- saudara segala punya teman-teman gitu
- kan menjaga itu. Em Ustaz Fadin kalau di
- dalam perjalanan yang selama sakit ini
- begitu masih banyak orang-orang yang
- ingin bertanya terkait dengan perannya
- sebagai ee apa namanya? MTW, tentu ada
- lagi keinginan tambahan gimana caranya
- untuk membuat ini tetap lebih ee keren,
- lebih bercahaya. Anda tahu, Ikhwan
- Akhwat?
- rencana Ustaz Valentino Dinsi ini karena
- begitu banyaknya yang bertanya terkait
- dengan ee bisnis wirausaha muslim. Jadi
- mulai tahun depan mulai Januari di
- minggu kedua itu setiap hari Rabu beliau
- ini rasa syukurnya diaplikasikan,
- diimplementasikan untuk menyiapkan
- konsultasi bisnis di MTW-nya.
- setiap Rabu mulai dari Rabu kedua di
- bulan Januari. Subhanallah. Iya.
- Jadi sejak kita sakit kan semuanya
- berhenti. He. Dan sejak saya dipercaya
- oleh teman-teman dan para ulama dari 212
- itu kan kita mikirin masalah ekonomi
- umat nih. Betul. Ya udah waktunya habis
- banyak ke situ ya. Begitu sehat lagi
- saya ngomong mi kita mau ngapain lagi
- nih? Saya sudah lanjutkan lagi aja. He.
- Jadi insyaallah saya bilang mulai bulan
- Januari tahun 2019. He. Minggu kedua
- tapi ya minggu kedua. Ee tapi setelah
- itu tiap minggu, setiap Rabu selanjutnya
- setiap hari rebo jam .00 sampai jam .00
- sore di Ciracas ya di markasnya MTW. Di
- tempatnya MTW. Insyaallah kita kembali
- membuka ee ya untuk teman-teman yang
- konsultasi yang mau bicara dan segala
- macam. Karena kadang-kadang kalau enggak
- begitu ada yang datang hari ini, hari
- ini kan capek juga. He lebih baik kitain
- saja hari Rabu setiap Minggu jam . Siang
- sampai ya magrib lah gitu ya. Biarin
- datang ya. Dulu kan sempat sampai 70
- orang 50 orang ya datang saja datang ke
- MTW ketemu kita bisa diskusi tukar
- pikiran dan itu hanya mulai dari jam .00
- siang sampai jam magrib lah ya. Oh
- sampai magrib paling paling ya sampai
- .30 lah ya. Sampai 0.30 di Ciracas itu
- ya. Ciracas di MTW. Jadi kalau yang
- pakai Google itu ee pakai GPS bisa ketik
- Majelis Taklim Wirausaha. Majelis
- Taklim. Majelis Taklim Wirausaha ya.
- Alamatnya yang Ciracas ya. Ya. Yang di
- Ciracas ya. Kita kembalilah.
- Mudah-mudahan ee ini akan semakin
- sebagai obat juga bagi saya kan gitu.
- Berkontribusi kan keren ya. Iya.
- Insyaallah. Jadi benar ikhwan akhwat
- bahwa keajaiban adalah sesuatu yang
- langka bukan di terima oleh setiap orang
- atau semua orang. Hanya hamba Allah yang
- termasuk dalam keberuntungan mendapatkan
- rahmat ini. Satu di antaranya adalah em
- narasumber wirausaha muslim, sahabat
- kita Ustaz Valentino Udinsi. Kalau ada
- yang ingin ditanyakan, Anda boleh SMS ke
- atau ke WA
- 0811999720 atau Anda bisa juga telepon
- ke 845 1512. Insyaallah keajaiban yang
- dialami Ustaz Valentino Dini juga akan
- menjadi bagian dari keajaiban-keajaiban
- yang terjadi di perjalanan panjang kita.
- Tentu dengan catatan-catatan tersendiri
- ya. Baiklah, kami ingin sekali juga
- mengucapkan terima kasih kepada
- sahabat-sahabat kami yang ada di
- Sukabumi, di Batam, di Semarang, di
- Pontianak, dan di Banyuwangi. Satu lagi
- yang ada di Palembang. Baik, kami
- kembali sesudah ini.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Iya. Hidup sementara, sakit sementara,
- segala sesuatunya sementara. tetap
- bersama Ustaz Valentinudinsi yang tadi
- sudah berbagi terkait dengan
- keajaiban-keajaiban yang terjadi di
- dalam perjalanan hidup panjang kita ini.
- Dan ikhwan akhwat,
- beberapa em Ustaz Fadin beberapa yang
- masuk mengucapkan doa. Terima kasih dan
- banyak sekali yang berharap
- mudah-mudahan banyak membantu umat di
- dalam kewirausahaan dengan kesehatan
- yang kembali prima. Ya, misalnya ee dari
- sayangnya banyak hamba Allah yang tidak
- menyebutkan nama di sini, tapi satu di
- antaranya, Ustaz, asalamualaikum. Semoga
- penyakit yang diderita ustaz ini tidak
- mengurangi ustaz untuk terus berbuat
- kebaikan untuk umat khususnya di dalam
- kaitannya dengan wirausaha ini. Saya
- hanya bisa berdoa semoga panjang umur
- dan
- ee apa nih? Oh, dari Dr. Lukman di
- belakang namanya. Terima kasih Dr.
- Lukman dan juga teman-teman yang lain.
- Tapi eh kita jadi pengin tahu deh Anda
- Ustaz Valentino Dinsi ini kan yang
- mengalami biasanya yang lebih
- berdebar-debar itu belahan jiwanya atau
- buah hatinya. Bisa enggak digambarkan
- seperti apa mereka? Begitu ee dokter
- telepon itu, "Bu, operasin sudah
- selesai." ya. Heh. Meskipun sempat ada
- masalah dengan diri ber jantung, lemas
- dia
- itu. Jadi begitu meskipun kata meskipun
- ini Iya. Jadi sebelum masuk ruang
- operasi itu susternya lagi, "Bu, itu mau
- ini dulu dadada atau cium dulu Bapak?"
- Ah, nangis dia baru di situ. Dia baru
- nangis di situ. Tapi saya bilang, "Saya
- beruntunglah punya istri seperti beliau
- tuh kuat ya." Dia begitu saya masuk
- operasi itu dia konsensinya anaknya aja
- na yang besar ni Surabaya kan dua anak
- saya kuliah. Ayo salat duha doain abinya
- ya jangan cuman dua rakaat. Heeh. Ya.
- Jadi dia ingat ini yang ketika saya
- sudah sehat juga kan sering saya bilang
- sama istri saya tuh MI kalau Abi sembuh
- ya berarti ada maksud Allah lain tuh
- untuk tugas kita. Tapi kalau selesai
- selesai kita sampai di sini aja gitu kan
- ya. Enggak tahu gitu kan. Tapi kalau
- Allah sembuhkan saya, saya bilang pasti
- ada maksud besar Allah terhadap diri
- saya gitu kan. Enggak tahu mau ditugasin
- apa lagi sama Allah kan begitu. Saya
- berhuzun bilas saja ya. Itu di mangai
- yang juga ketika kemarin kita
- ngobrol-ngobrol sama teman-teman
- karyawan tuh sudah kita hidupkan lagi
- tuh majelis takim wirausaha
- konsultasi-konsultasi kepada umat.
- Takutnya dia ngingatin saya. Takutnya
- Abi ini ditolong Allah karena investasi
- masa lalunya kan kita berdakwah segala
- macam segala macam gitu kan untuk umat
- segala macam. Takutnya Allah sudah balas
- tuh dengan keajaiban yang kemarin terus
- berhenti stop. Nah jangan berhenti
- beramal lagi kat kan beramal lagi
- berbuat lagi supaya nikmat Allah tuh
- Allah tambah lagi. Lain syakartum
- laidanakum. Kalau kita bersyukur Allah
- tambah. Makanya saya coba ingat apa sih
- yang saya lakukan selama ini ya. terus
- aktivitas apa saja yang telah saya buat
- selama ini gitu kan kita hidup-hidupkan
- lagi hidupkan lagi kebiasaan-kebiasan
- berbuat amal lagi itu jadi amalnya
- dipupukan lagi dibuat lagi ya meskipun
- salah satu PRC yang terbesar itu adalah
- bagaimana membangun ekonomi umat ini
- sempat saya berpikir he
- ya ini kan kita sudah mulai ee sempat
- berpikir ini kayaknya membangun ekonomi
- umat ini utopia aja
- Ya, absurd. Karena berat ya situasi
- sudah sangat berat di mana seorang
- ekonomi dikuasin dan kapitalis
- asing-asing dan segala macam. Di satu
- sisi lagi juga umat Islam juga para
- ulama pimpinnya enggak bersatu juga gitu
- kan ya. Kalau demonya banyak 7 juta, 10
- juta gitu kan. Tapi ketika dibicara
- ekonomi sesuatu yang lain tetap aja
- belanjanya masih ke merah dan biru juga
- berat. Tapi memang ketika saya pelajari
- ya sempat saya terpengaruh gitu partai
- Islam kan banyak ya tapi umat Islam itu
- partai enggak pernah menang. Oke kita
- tunda dulu karena ada telepon masuk.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Halo, Mbak. Dengan siapa, Mbak? Sebentar
- saya kecilin radionya dulu, ya. Oke,
- silakan saja pertanyaannya. Enggak
- begitu terdengar. Iya. Ya, jadi sempat
- satu kali pangkon Masumi setelah itu
- selesai kan ya. Iya, silakan Mbak.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Iya Mbak
- silakan. Ee saya dengan Ibu Yohana
- dari Tangerang. Iya. Saya mendengar
- cerita
- Ustaz Valentino ya. Iya, Bu Yohana. Ee
- saya ee insyaallah saya ee akan lebih
- takut sama Allah dan lebih bersyukur.
- Betul. Dan saya mau tanya nih sama
- Ustaz, apa ada pesantren
- lansia? Sekarang kan pesantren banyak
- untuk anak-anak muda. Usia saya kan 73.
- Heeh.
- Supaya ee ada yang membimbing saya aja
- gitu. Gimana? Iya. Baik, Bu Yohana. Baik
- Ibu Yohana. Terima kasih.
- Iya, silakan. Jadi sempat
- ya saya punya kakak angkat itu kan Dekan
- FKM UI yang membuat BPJS yang merancang
- modelnya BPJS kita itu membuat ee
- pesantren rencana ya membuat pesantren
- untuk lansia semacam kayak orang-orang
- di Jepang itu. Kalau kita tuh
- orang-orang Jepang itu orang-orang Mika
- begitu tua kan jalan-jalan aja kerjanya
- ya. Jadi sempat berpikir kita mau buat
- itu di Sukabumi gitu ya. Jadi semacam
- apa ya ee orpan host lah kayak gitu ya.
- Khusus tapi modelnya pesantren untuk
- orang-orang tua di mana mereka di situ
- bisa ee menghafal Quran atau
- menghabiskan hidupnya gitu kan sambil
- belajar agama juga sempat. Tapi masih
- ini masih kemarin studinya teman-teman
- ke Jepang itu belum belum selesai. belum
- dapat saya untuk reportnya itu. Tapi
- doakan saja ya.
- Mudah-mudahan ya contohnya kalau kayak
- di eh kemarin saya itu ada pelatihan
- di
- ee daerah Sentul situ. He itu kan dia
- ada result bagus. Rupanya di situ
- orang-orang tua itu yang sudah dibuang
- sama anaknya kan duitnya banyak. He gitu
- kan. itu dia udah tinggal di situ
- duitnya kasih situ ya perawat-perawat
- itu ngurusin dia. Heeh. Jadi memang
- kalau dia sakit segala macam sama suami
- istri sudah tua itu ya jalan-jalan aja
- kan di di Sukabumi, di Bogor ya
- jalan-jalan. Jadi rupanya modelnya itu
- kekayaan dia serahkan dia dirawat terus.
- Nah cuman kan saya kebayang memang
- harusnya kita umat Islam itu seperti
- Taman namanya Bu Yohana. Yohana ini
- namanya sama nenek saya.
- Nenek saya Yohan Van Debur orang Belanda
- nenek saya ya. Jadi harusnya begitu
- diurus, dirawat, tapi juga secara
- spiritualitas perhatikan. Jadi bukan
- cuman ee health-nya doang, bukan cuman
- kesehatannya doang, tapi sampai
- spirituality-nya juga dijaga
- diperhatikan. Jadi apa yang disampaikan
- itu sempat terpikir kita ya, sempat juga
- sudah dimodeling gitu kan. Yang dukung
- ini kan juga ee ya teman dekan UI ya. He
- kan FKM tapi belum belum sampai
- terealisasi sampai sekarang nih. Nah,
- studinya belum selesai. Sempatnya sudah
- studi ke Jepang segala macam dan memang
- yang banyak itu modelnya di Jepang tapi
- memang khusus untuk orang-orang manula
- saja tapi kan tidak ada sentuhan
- spiritual. Sempat kita berpikir
- bagaimana spirituality. Jadi ya semuanya
- diperhatikan kayak gitu ya. Doakanlah
- mudah-mudahan nih dengan omongannya Ibu
- Yohanna ini men-trigger saya, merangsang
- saya untuk berpikir dan melanjutkan
- sesuatu yang pernah saya bicarakan
- dengan teman-teman setahun lalu.
- Terbayangya terbayangkan ya ikhwan
- akhwat kalau ada pesantren untuk lansia
- tetapi semuanya ee tinggal di daerah
- atau bisa juga katakan cuman 1 minggu
- atau 1 bulan saja gitu kan. Nah, sebulan
- di situ. Oh, jadi nyantrinya
- sebulan ke keluarga balik lagi bisa.
- Saya pikir ini menjadi satu model yang
- menarik ya. Memang belum ada di dunia
- belum ada ya. Iya. Siapa tahu ada yang
- mendengar dan kemudian membantu untuk
- terwujudnya ini semua. Insyaallah. Saya
- ingin sekali menyapa Mbak Hani. Mbak
- Hani bilang, "Assalamualaikum, Ustaz.
- Subhanallah. Masa-masa sulit yang tidak
- mudah untuk dilewati telah berlalu.
- Mudah-mudahan tinggal sehatnya ya,
- Ustaz. Allah berikan perlindungan dan
- rahmatnya selalu. Kemudian ini yang
- satunya dari hamba Allah tanpa nama,
- Ustaz Valentino Dinsi. Ayah saya
- kebetulan juga harus operasi tetapi
- penuh dengan ketakutan. Saya tadi
- mengajak beliau untuk mendengarkan.
- Mudah-mudahan ayah juga penuh semangat
- karena apapun yang terjadi tentulah yang
- terbaik untuk kita. Iya. Caranya
- bagaimana untuk membuat ayah saya agar
- berani maju ke depan? Ya, karena
- ketakutannya membuat kami tidak berani
- mengambil keputusan. Iya. Ya, dikuatkan
- saja. Saya teringat tidak begitu sakit
- begini. Memang ketika sakit inilah momen
- yang paling baik kita kembali kepada
- Allah kan. Itu langsung spiritualitas
- kita meningkat. Saya hanya ada tiga
- amalan aja tuh, Mbak. He. Jadi, begitu
- saya sakit ini, saya cuman bacanya itu
- satu. Qulhu, qulhu ahad, Allah somad.
- Itu kan surah al-Ikhlas. Iya. Tapi di
- Al-Qur'an kan tidak ada nama surah
- Al-Ikhlas. Itu enggak ada. Enggak ada
- ya. Qulhuallahu ahad Allah somad.
- Ternyata pernah saya baca dalam satu
- hadis juga bahwa tulisan qulhuallahu
- ahad Allah somad itu surah Al-Ikhlas itu
- ada di sayapnya malaikat. Heeh. Tulisan
- itu ya. Dan ada seorang sahabat kalau
- saya tidak salah nama Muad bin Jabal.
- Ketika dia meninggal ya itu arsnya Allah
- berguncang.
- He harusnya Allah berguncang ya dan
- langit itu gelap karena turun ribuan
- malaikat itu untuk menyambut
- rohnya. Sampai Rasulullah juga sempat
- mengejar itu. Enggak mau ketinggalan
- itu. Tanya kenapa? Karena salah satu
- amalan daripada sahabatnya ini adalah
- rajin membacanya qul huallahu ahad
- Allahusad.
- Ya. Jadi bejakan membaca itu ya.
- Kemudian selawat Allahumma shalli ala
- Muhammad. itu karena apa? Allahu anzal
- sakin fi qulubil mukminin. Allah yang
- memberikan rasa tenang ke dalam hati
- kita. Ya, kalau waswas itu kan dari
- setan alladzi yuwaswisu fi sudurinas
- minal jinnati wasnas. Jadi memang ya dia
- sebagai anak ya menguatkan ya. Kalau
- saya bisa memotivasi diri sendiri gitu
- kan. Dan tadi saya bilang punya pasangan
- yang luar biasa itu ya istri saya
- ngingetin. Saya enggak mau tadinya
- operasi. Enggak mau saya operasi. Takut
- saya juga operasi. Jadi sama seperti
- Bapak, Mbak Hani ya, istri saya
- untungnya dokter ya kan. Udah saya pakai
- alternatif ini dan ini dan itu gitu kan.
- Saya cari ke sini sampai berobat ke
- Cipanas. He cari tukang urut khusus
- jantung gitu kan ya. Tapi dia
- menguatkan, mengingatkan ya sudahlah ya.
- Makanya perlu ee punya pasangan yang
- saleh salehat gitu ya. Itu itu yang
- menguatkan kita. punya anak-anaknya
- doain orang tuanya didoain istrinya
- minta didoakan anaknya turut mendoakan
- biar Allah bukakan he bukakan hilangkan
- rasa takutnya terus Allah berikan
- kemudahan kan gitu minta kita doa sama
- teman-teman yang lain gitu kan zaman ah
- canggih kok WhatsApp aja kan saya pencet
- WhatsApp cekek-cek berapa puluh ribu
- orang kan heeh kita minta minta mohon
- maaf kan gitu mohon maaf pada teman Mbak
- terima juga kan mohon maaf segalacanya
- gitu kita minta itu aja kan namanya
- ikhtiar itu Iya. Ikhtiar. Jadi
- insyaallah lah ee jangan ee dianggap
- sepeleh, jangan kecil hati. Ee kalau
- memang ini jangan ditunda-tunda. Itu
- lihat keputusannya apa? Dokter. Kalau
- dokter itu kan dia bisa ngelihat secara
- ee apa ya? Karena pengetahuan kan ya. He
- iya. Dengan pengetahuan ya. Contohnya
- kayak diateterisasi
- ya. Kalau saya mau takut mah takut. Jadi
- kateterisasi itu kan untuk meriksa
- kondisi pembuluh jantung. He. Yang
- merasa saya profesor, Pak. Kita ambil
- dari tangan ya. Jadi dari tangan sini,
- Mbak. Pembuluh tangan. Heeh. Ya. Itu
- pengalaman dia 97% berhasil, 3%-nya
- gagal. He. Tiga kali saya ambil dari
- pembuluh
- tangan gagal. Jadi harus di jadi saya
- masuk yang 3% gagal. Coba kan. I. Terus
- akhirnya diambil dari selangkangan.
- Heeh. Masuk dari situ. Diambil dari
- situ. Nah, teman saya dia mikirin bukan
- yang 97 berhasilnya 3% yang 5%-nya itu
- yang takut ya. Jadi membuat rasa takut
- enggak? Kalau Allah saya bilang antara
- ikhtiar kita berusaha berusaha dengan
- mencari ya dokter-dokter yang kompeten
- kan. Saya empat dokter, empat dokter
- jantung. He he. Saya ini ini. Jadi biar
- ee keputusannya sama ya. ikhtiar kita
- minta doa teman, saudara, sahabat,
- keluarga segala macam sama ya tinggal
- takdirnya Allah. Iya. Sudah kalau itu
- bismillah enak. Baik, kita lanjutkan ke
- WA dari Rasyid
- ya. Bang Rasyid kirim salam, Ustaz.
- Ustaz boleh enggak sih buka pintu
- konsultasi bisnisnya itu jarak jauh?
- Kalau iya, ke mana dong menghubunginya?
- Iya, dulu begitu.
- Cuman ee saya sudah enggak kuat ini. He
- ya. Jadi fisik enggak kuat, pikiran
- enggak
- kuat. Jadi ee mana ya kemarin saya
- diundang diundang ke Natuna oleh suatu
- perusahaan minyak ya. Ya. Saya tolak tuh
- gitu ya. Enggak kuat kena tuna dari sini
- Pekanbaru, Pekanbaru nanti naik pesawat
- yang lebih kecil lagi nanti darat lagi.
- Seali. Ini pertanyaannya mirip juga
- dengan yang dikirim oleh Abu Izuddin di
- di Batam tentang keinginan konsultasi
- jarak jauhnya ini ya. Mudah-mudahan
- nanti seiring berjalan engak tahu
- mungkin ada ada teman-teman yang ahli di
- teknologi bisa nyiapkan platformnya,
- bisa menyiapkan katakan untuk
- YouTube-nya segala macam biasa-biasa
- saja kan cara masalahnya kan juga banyak
- di sini nanti kalau ada ya kan masalah
- itu kan harus ada timnya segala macam
- mudah-mudahan kita yang itu yang kita
- belum punya bukan waktu dekat tapi dalam
- jangka waktu yang mungkin kalau ada
- mungkin teman-teman yang bisa baik
- pertanyaan berikutnya dari hamba Allah
- diawali tentu saja dengan syukur alam
- Alhamdulillah, Ustaz Valentino Dinsi.
- Saya turut juga bersyukur, mengamini
- mudah-mudahan tetap sehat. Pertanyaan
- saya, apa yang muncul di dalam benak
- ketika selesai semuanya dan ini
- merupakan keajaiban dari Allah? Karena
- tadi kalau tidak keliru, Ustaz bilang
- dua yang ditangani di waktu yang sama
- meninggal ya, Ustaz? Iya. Iya. Ya, jadi
- saya akan terucap apa terlontar secara
- spontan saya kepada istri saya. Kalau
- Allah sembuhkan saya, he saya bilang
- pasti ada maksud-maksud besar Allah
- terhadap diri saya. Ya, kalau Allah
- selesaikan berarti selesai. He. Ya.
- Jadi, bagaimana cara kita mensyukuri
- nikmat itu? Ya, dengan kembali kita
- berdakwah ya, berjuang di jalan Allah.
- Dan alhamdulillah istri saya ngingatin
- itu juga. Debi ayo kita mulai lagi
- menata lagi dari nol. Ini betul-betul
- saya harus menata semuanya dari nol
- termasuk ekonomi dari
- nol praktically semuanya berhenti. Stop
- stuck semua aktivitas saya. Dulu saya
- masih nulis buku kan. Itu tadi makanya
- ustaz bilang ini kehidupan kedua. Iya
- saya nulis buku. Buku saya sudah 17 dulu
- saya bilang bukannya sombong. Waktu saya
- masih punya penerbit itu sebulan itu ya
- antara Rp50 juta R juta kecil Pak dapat
- aja. He begitu sakit stop berhenti
- semuanya. Untungnya kita sudah dulu ada
- tabungan saving segala macam aset gitu
- ya. Tapi kan begitu ini kita harus
- memulai lagi berpikir lagi dan
- alhamdulillah sekarang sudah bisa mikir.
- Bisa mikir apa lagi ya kita dulu apa
- yang kita lakukan sih dulu gitu kan ya.
- Jadi sering saya bilang kalau kalau kamu
- punya
- harta hartanya habis gitu kan. Heeh.
- Tapi jangan sedih.
- Karena ilmu untuk menghasilkan itu kan
- kamu
- tahu ya, kamu tahu kan dulu kita pernah
- punya penghasilan 50 100 juta sebulan
- dari apa bagaimana? dari apa bagaimana
- kita tahu tiba-tiba sekarang nol tapi
- kan kita tahu dulu pernah menghasilkan
- itu ya itu tinggal review lagi balik
- lagi sambil minta sama Allah lag ya
- istri saya langsung ingat-ingatin itu
- terus tuh ya minta sama Allah ya kita
- dulu saya bilang kita hidup ini kan
- mintanya enggak pernah sama manusia
- mintanya sama Allah aja Allah yang maha
- razak di minta aja sama Allah kalau
- keluarga istri saya takut aja kan punya
- aset tig lu jual aja tuh rumah Goyang di
- sini, di sini, sini jual. Kalau lu butuh
- anak masih kecil, istri saya mah senyum
- aja. Enggak usah dijawab sama dia. Kalau
- kita mah tenang aja, aja orang dari dulu
- kita mintanya sama Allah enggak pernah
- minta mah manusia dan kepepet-kepepet
- selalu ada jalan keluarnya. Itu makanya
- wtaqillah yajalahu
- mahzitsu siapa yang bertakwa kepada
- Allah, yakin pada Allah, Allah akan
- berikan dia jalan keluar dari seluruh
- masalah hidupnya. Diberikan rezeki di
- tempat yang tidak pernah diduga-duga.
- rezeki dari tempat yang tidak di dan
- saya merasakan hidup saya selama ini
- selalu mendapatkan rezeki yang tempatnya
- enggak pernah diduga. Bukan dari karena
- fixed income. Karena saya bekerja ya
- dulu bekerja di Garuda, bekerja jadi
- asistennya ketua MPR segala macam ini
- dan itu. Iya. Tapi saya tidak pernah
- punya uang yang cukup dengan pekerjaan
- itu. Tapi saya selalu merasakan bahwa
- Allah memberikan saya itu lebih banyak
- dalam kehidupan saya itu dari minhasif
- dari yang tak pernah saya duga-duga yang
- unpredictable. Lebih besarnya yang itu
- ketibang yang saya bekerja sebagai
- karyawan sebagai manajer. Enggak
- biasa-biasa aja itu yang unpredictable
- tadi itu ya. yang besarnya dari
- unpredictable sampai hari ini saya
- bilang sama istri saya kan ini kita
- sakit nih kita enggak ke
- mana-mana rezekinya datang sendiri tuh
- nyamperin mak kenapa para ulama itu,
- para sahabat itu Rasulullah tu pada
- tenang kenapa Ibnu Qayyim ditanya kenapa
- kamu begitu tenangnya kenapa karena aku
- tahu dua hal pertama umurku sudah Allah
- tentukan he sudah pasti kita kan sudah
- dicatat di laf Mahfuz Valentino O
- umurnya sampai sekian, tanggal sekian,
- bulan sekian, tahun sekian, jam sekian
- mati. Sudah pasti kan tuh. He. Yang
- kedua k para sahabat itu pada tabiin itu
- dan aku tahu rezeki itu tidak akan
- tertukar dan tidak akan diambil orang
- lain. He udah itu buat kita tenang aja.
- Sudah tahu kita pasti mati ya beramal
- untuk kematian. Sudah tahu rezeki kita
- enggak akan ketukar sama orang lain kan.
- Nah, makanya dia bilang udah berusaha
- aja. Hasilnya urusan Allah. Itu membuat
- ketenangan kita. Makanya pentingnya kita
- belajar agama kita mendengarkan rasil
- segala macam itu kan membuat hati kita
- menjadi yakin, menjadi tenang ya. Kalau
- kita sudah punya ketenangan itu yakinnya
- sudah sama Allah rezeki man ya sudah
- tenang aja nending. Iya. Apa yang mau
- dibikin pusing sih? Kan gitu. Iya.
- Meskipun bagi sementara itu bukan mudah.
- Oh berat. Tidak mudah untuk sampai ke
- level itu. Tidak mudah untuk bisa punya
- keyakinan itu. Tidak sehari dua hari.
- Ini ada dari Ibu Ami. Bersyukur
- mendengar Bapak Ustaz Valentino sudah
- sembuh kembali. Semoga dapat
- berkontribusi di Rasil. Amin. Doa dari
- semua teman-teman tentu banyak ya dari
- pendengar-pendengar Rasil di mana saja
- berada. Terima kasih banyak. Ini ada
- pertanyaan lagi-lagi tanpa nama. Ustaz
- Valentino Dinsi. keajaiban
- memang tanpa bisa diminta atau ditolak
- akan datang, tapi itu pasti sesuai
- dengan amal ibadah kita atau memberikan
- kita kesempatan untuk melakukan lebih
- banyak lagi. Kalau boleh tahu di saat
- kritis kemarin itu apa yang terlintas di
- dalam benak
- ustaz ingin melakukan sesuatu yang belum
- belum sempat dilakukan selama ini
- seperti apakah gerangan? Iya. Kalau saya
- kan tahunya itu keahlian saya cuma di
- bidang ekonomi, di bidang bisnis. Ya,
- kalau saya ingat ya kita ingin
- berkontribusi untuk umat, untuk dakwah
- ini ya, untuk bangsa
- Indonesia. Bahkan kalau saya memang
- susah ya, Mak. Saya itu memang selalu
- berpikir jauh ke
- depan. Saya sudah saya sudah ngeplot tuh
- anak saya lima ini begini, ini gini
- begini. Khusus yang keempat ini nama
- saya namakan Muhammad Ibrahim
- Abdurrahman ya. Muhammad Ibrahim doa
- Nabi itu namanya. Terus saya selalu
- doakan dia apa? Saya minta ya Allah
- khusus anak ini. Saya minta khusus anak
- ini. Saya minta nikahkan dia dengan
- zuriahnya Rasulullah. Nikahan dia dengan
- keturunannya Rasulullah ya. Dan jadikan
- dia dan anak
- keturunannya pendukung almahdi.
- Iya. Ya. Kita minta sama Allah gitu. Ya,
- jadi ya hidup sebentar enggak lama nanti
- yang lamanya kan di akhirat. He. Makanya
- beramal, beramal, beramal ya. Beramal,
- beramal untuk akhirat. Dunia sebentar
- ya. Saya ahlinya cuma di bidang ekonomi.
- Punya obsesi untuk bagaimana ekonomi
- walaupun saya katakan tadi berat ya,
- berat menghadapi situasi ini. Kemudian
- saya bilang saya belum selesai tadi tuh.
- itu bagaimana saya melihat kalau yang
- dianggap ekonomi umat yang berhasil itu
- zamannya SDI, syarikat dagang Islam. He
- ya kan? Host Cokro Aminoto. Iya. Tapi
- saya pernah menjumpai juga kisah bahwa
- syarikat dagang Islam itu yang
- mendirikan Cina juga. He.
- Makanya Ustaz ee Kak Mansur Suryegara
- nih yang bisa jawab nih. I kan benar
- enggak tuh syarikat dagang Islam itu
- yang mendirikan itu yang membi itu
- adalah Cina. He ya. Jadi, wah berat.
- Saya enggak tahu. Terus terang saya
- nulis bukukan membangun ekonomet
- berbasis masjid. Modelingnya sudah jadi.
- Tapi karena saya sakit belum sempat
- implementasikan. Saya enggak tahu
- kadang-kadang mulai dari mana ya Allah
- apa yang harus saya lakukan? Ya terserah
- Allah kita cuma minta sama Allah ya.
- Paling enggak kalau bahasa saya
- itu saya panggil ketemu Sand di Uno kan
- bilang San ya Ustaz waktu dia masih
- wakil gubernur gua pesan sama lu nih ya
- lu harus bikin orang kaya el 50 biji
- jangan lo doang sendiri yang kaya kita
- percuma loh sekarang jadi wakil gubernur
- palik nanti kalau nanti jadi gitu kan
- jadi ee wakil presid ya bagaimana
- orang-orang ini berpihak kepada umat ya
- jadi menjadikan Kan kita ini orang-orang
- berkontribusi kepada umat. Jadi seperti
- John F. Ken dikatakan, jangan bertanya
- apa yang kamu mau bisa negara bisa
- berikan pada kamu, tapi yang bisa kamu
- berikan negara pada kamu pada negara.
- Jangan tanya apa yang bisa kamu dapatkan
- dari Islam, tapi kamu bisa memberi
- kontribusi apa terhadap umat. Iya. Nah,
- saya merasa saya lakukan ini kan
- membangun ekonomi umat berbasis masjid,
- ekonomi umat ini merasa kadang-kadang
- belum ketemu tendem aja. Iya. Dan
- temannya belum ketemu. Jadi kalau cuman
- seorang Valentino yang melakukan yang
- enggak punya duit gitu kan pas-pasan
- energinya pas-pasan, karyawannya
- pas-pasan, berat pasti. He. Tapi saya
- cuman punya keyakinan aja. Suatu saat
- pasti Allah kirimkan. Kalau ditemukan
- sosok yang memang akan sangat meminta
- itu keren banget ya. Betul. Iya. Makanya
- kan saya dulu berharap dua orang orang
- yang saya kenal baik. Satu Sandi Unu,
- satu lagi Khairul Tanjung. He tapi
- ternyata ya harapan tinggal harapan.
- Belum mungkin dari yang lain belum.
- Makanya kita harus sampai sempat saya
- berpikir kalau enggak gitu nih gue
- ciptakan diri gua sendiri gitu. Jadi
- memang kita ini butuh orang-orang
- seperti Abdurrahman bin Auf. He. Atau
- seperti Utsman bin Affan ya yang duitnya
- cor cor cor cor cor ada. Terus itu aja
- untuk umat. Bagaimana dia Abdurrahman
- bin Auf itu nyumbang untuk umat. Sekali
- sumbang itu sekali sedekah itu 46
- miliar. Sekali sedekah 46 miliar. Bukan
- sekali doang berkali-kali kan. Nah, itu
- saya pikir sosok-sosok seperti itu yang
- kita tidak punya. Sementara untuk
- menggerakkan ekonomi umat itu perlu
- kapital yang besar. He. Dan enggak bisa
- cuman kencleng-kencleng patungan yang di
- enggak bisa itu. Enggak bisa ya. Jadi
- memang harus ada satu sosok besar ya,
- satu sosok orang yang saya bilang memang
- dia cintanya itu kepada akhirat tapi
- Allah titipkan dia kekayaan yang luar
- biasa yang dia gunakan kayan itu untuk
- dakwah untuk Islam. Kalau bahasa saya
- dengan itu dia membeli surganya dia.
- Iya. Ya kan harus dibawa mati sebetulnya
- kan itu membeli surga. Jadi ini hampir
- bisa dikatakan PR ya bagi ustaz. PR bagi
- saya PR ya harus diupayakan untuk bisa
- terjawab ya. Heeh. Iya. Ya. Makanya saya
- ketemu dengan teman-teman tuh ee GNPF
- segala macam. Berat saya bilang kita
- jalan begini. He. Kayak celek kayak
- celek satu-satu. Tapi harus harus
- dimulai dimulai. Saya enggak tahu di
- mana ujungnya tapi ya saya cuman
- berharap kepada Allah saja.
- Mudah-mudahan Allah kirimin kan saya
- sebut, "Ya Allah kirimkan aku dana,
- sarana, prasarana serta orang-orang yang
- membantuku menegakkan kalimatmu."
- Enggak bisa dijalan sendiri. Jadi memang
- harus ada makanya waktu
- dulu ee 212 2016 ya. He. Kan setelah itu
- 2 minggu kan kita ngumpul di Hotel
- Sofyan tuh. Iya. Nah, dan akhirnya saya
- dipilih jadi wakil ketua Dewan Ekonomi
- Syariah 212. He ketuanya siap antonia
- itu yang milik Habib Rizq segala macam
- itu. Ustaz Bahtian dan para kiai ulama.
- Saya bilang saat itu saya
- bilang kita ini umat Islam ya pada
- teman-teman juga yang umum hadiah
- sebelumnya pada tahun '98 99. Iya heeh.
- Kita umat Islam ini punya enggak sih
- cetak biru blueprint umat Islam 5, 10,
- 15, 20, 50, 100, 200 tahun ke depan akan
- jadi seperti apa sih blueprint-nya tuh
- seperti apa? Roadmap-nya bagaimana,
- milestone-nya bagaimana? Enggak ada.
- Saya bilang, "Saya sudah keliling semua
- tokoh-tokoh Islam, enggak ada. Kita
- masing-masing mikirin diri sendiri." H.
- Nah, ketika paca 212 di Hotel Sofan itu
- saya bilang, "Ustadz, teman-teman
- semuanya kiai, kita harus bikin tim tas.
- Force gugus tugas. Siapa yang nanganin
- ekonomi, siapa yang politik, yang
- teknologi, yang pendidikan, yang budaya
- sosial. Jadi harus dibentuk tim task,
- gugus tugas yang membagi-bagi peran itu
- sehingga bisa diukur, bisa dipantau
- dalam waktu setahun, 2 tahun, 5, 10, 15,
- 20. Kelihatan progresnya sampai hari ini
- enggak ada tim yang akan terbentuk
- insyaallah dari lingkaran orang-orang
- yang sama-sama pedulinya dengan Ustaz.
- Itu itu pentingnya itu insyaallah. Ya,
- tapi ya berharap aja kita pada Allah aja
- kan gitu. Sebab kalau kita cuma jalannya
- sendiri-sendiri, enggak ada tim kecil ya
- enggak bisa diukur Pak Nunin. Jadi saya
- bilang
- akhirnya cuman jadi utopia jadi kayak
- mimpi kita ini. Ya tapi kan semuanya
- boleh bermimpi harus jalan. Makanya
- harus ada yang memulai ya. Saya memulai
- saja dulu ke mana ujungnya urusan Allah
- gitu kan. Iya. Ya, begitu banyak orang
- yang mendoakan Ustaz Valentino Dini di
- WA yang ada di tangan saya ini,
- gadgetnya. Mudah-mudahan Ustaz memang
- segera dapat pulih bugar kembali,
- membantu bagaimana majelis taklim
- wirausaha menjadi semakin tumbuh
- kembang. kita akan ee tutup konklusi
- tentang keajaiban luar biasa yang pada
- hari belakangan ini menjadi bagian dari
- ee pemikiran dan perasaan Ustaz Valentin
- Odinsi. Iya. Saya teringat hadis
- Rasulullah tuh kata Rasulullah kan man
- roal munkaran barang siapa yang lihat
- kemungkaran ini kan kemungkaran di
- mana-mana nih ya banyak sekali memang ya
- falyughair biyadih maka rupa dengan
- tangan, dengan kekuasaan dengan power ya
- makanya itu yang saya bilang harus
- dibagi. Siapa nanganin politik? Siapa
- ekonomi? Siapa politik? Daya teknologi
- dibagi nih umat ini harus terbagi. Peran
- itu harus terbagi failam yastati. Kalau
- enggak sanggup pab lisan lisan pakai
- ngomong. He kalau yang punya kekuasaan
- kuasaan. Ya saya bisa ngomongat radio
- lewat tulisan kalian kita ngomong.
- Faillamati fabiqolbi. Kalau enggak
- sanggup juga ngomong enggak bisa ngomong
- sudah pakai hati aja. Walikafulan itu
- yang paling lemah.
- ya minimum minimum ya semua para pemirsa
- pendengar ya kita doakanlah
- mudah-mudahan Allah berikan solusinya
- berikan jalan saya terusang pada tahap
- enggak tahu mau ngapain ini he ya untuk
- ekonomi umat itu kalau cuman begini
- jalan sendiri enggak ada ini kapital
- terbatas orang terbat itu mimpi enggak
- bisa ini suatu yang besar harus itu ee
- alhaqqu e albatil bin nidam yagqlibu
- alil batil bila nizam kebatilan yang
- terstruktur ya yang terorganisir dengan
- baik dengan rapi akan bisa mengalahkan
- kebenaran kebaikan yang dia enggak
- terorganisir. Nah, kita lihat sekarang
- umat Islam begini padahal potensinya uh
- berapa juta 10 juta anggap kemarin R
- juta ya. Kemudian jumlah kita umat orang
- Indonesia itu 262 juta. 87,2% muslim 227
- juta muslim.
- Tapi seolah tidak berdaya, tidak berdaya
- di semua bidang di semuanya. Dan semakin
- ke sini semakin terasa makin. Makanya
- karena kita berjalan sendiri-sendiri
- makanya perlu ada orang besar ya tokoh
- besar yang semuanya besar semua
- dipercaya dan harus punya juga
- pasukan-pasukan yang punya kapital dan
- segala yang bisa kalau ibarat saya
- tukang jahit nih. He. Ternyata saya
- mencoba menjahit dari sisi ekonomi
- dengan keterbatasan ya berat juga terasa
- beratnya.
- beratnya ya. Mudah-mudahan ini semacam
- caller, semacam panggilan juga nih bagi
- teman-teman yang mendengar suara saya
- ini ya memang ini tidak bisa dilakukan
- sendiri ya. Harus terstruktur, harus
- rapi didukung ya ee semua dengan semua
- kemampuan yang kita miliki ya. Minimum
- doa, minimum doa antum semua ya.
- Mudah-mudahan Allah berikan kita ni
- pemimpin yang memang ee cinta kepada
- Allah dan rasulnya, cinta kepada
- masyarakat. bangsa dan negaranya dan
- bisa menjadikan ee diberikan
- kekuasaan-kekuasaan yang memang
- kekuasaan itu untuk mendekatkan diri
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- berat PR kita masih panjang, masih jauh
- ya. Kita sudah di akhir zaman ya. Kita
- cuman ya mulailah mulai minimum kirimkan
- doa-doa antum diselipkan di antara
- salat-salat kita. Doa-doa untuk para
- pemimpin-pemimpin kita ya, untuk
- saudara-saudara kita. Saya kira Nuning
- insyaallah. Oke, terima kasih Ustaz
- Valentinud yang sudah menyempatkan untuk
- berbagi dengan teman-teman e ikhwan
- akhwat di mana pun berada. Sekali lagi
- kalau memang umur kita sudah ditentukan
- dan rezeki kita takkan tertukar, maka
- tidak akan perlu mencemaskan atau
- mengkhawatirkan sesuatu yang membuat
- kita gampang melangkah ke depan. dan
- keajaiban yang dialami oleh Ustaz
- Valentino Dinsi di dalam proses ee
- datangnya ke apa ya gangguan di jantung
- ini juga merupakan keajaiban dan
- keberuntungan yang dikaruniakan Allah
- kepada hamba-hambnya dengan rahmatnya
- yang juga karena orang-orang yang
- mendapatkannya adalah orang pilihan.
- Mudah-mudahan rindu Ustaz Valentino Dini
- untuk mampu membangkitkan ekonomi umat.
- Meskipun dengan dukungan yang begitu
- banyak diharapkan dari orang-orang di
- luar sana bisa jadi termasuk satu di
- antaranya mungkin adalah Anda-anda yang
- saat sekarang tengah bersama-sama kami.
- Mari kita sama-sama berjuang.
- Mudah-mudahan kerinduan Ustaz Valentino
- Dinzi untuk mewujudkannya benar-benar
- dapat terwujud. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- aku
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- H
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- S
- [Musik]