Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 [musik] Brail 0:20 [musik] 0:35 Asalamualaikum warahmatullahi 0:37 wabarakatuh. 0:38 Waalaikumsalam. Alhamdulillahiabbil 0:41 alamin wabihi nastain waa umun wdin 0:44 wasatu wasalam asrofili wal mursalin waa 0:49 alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:52 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:55 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:58 wasallim wabarik ala nabiyana Muhammadin 1:01 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 1:05 taala fil quranil karim. 1:07 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:10 Innallaha wa malaikatahu 1:13 yusuna alan nabi. Ya ayyuhalladzina 1:17 amanu shu alaihi wasallimu taslima. 1:20 Sadaqallahulim. Alhamdulillahiabbil 1:23 alamin. Masih dipancarkan dari jalan 1:25 Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur 1:28 Bekasi. Inilah radio Silaturahim dan 1:30 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 1:33 akhwat yang dimuliakan Allah subhanahu 1:36 wa taala. Bagaimana kabar Anda di hari 1:39 Jumat pagi ini? Semoga selalu dalam 1:41 keadaan sehat walafiat. Senang sekali 1:44 saya Fauzi Ridwanul Hak ditemani oleh 1:47 Ondi Saputra di Kameramen dan juga Alghi 1:49 Fakrzi serta Bapak Dodit dari Masjid 1:52 Silaturahim dapat kembali menemani 1:55 ikhwan akhwat dalam program Hikmah Pagi 1:58 Kajian Keluarga Islami edisi Jumat 8 2:02 Rabiul Awal 1448 2:05 Hijriah dan juga bertepatan dengan 2:07 tanggal 21 Agustus 2026 bersama guru 2:12 kita almukarram Ustaz Agus Sudarmaji. 2:16 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 2:17 kita. Kita sapa guru kita terlebih 2:20 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 2:22 wabarakatuh, Ustaz. 2:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:23 wabarakatuh, Bang Pozi. 2:25 Sehat, Ustaz? 2:25 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 2:27 Ini Jumat kedua, ya? 2:28 Jumat kedua, Ustaz. 2:29 Di bulan Rabiul 2:30 Rabiul Aal 2:31 awal. Alhamdulillah. 2:34 Alhamdulillah. Kita berada di bulannya 2:37 [mendengus] Rasulullah sallallahu alaihi 2:38 wasallam. ketika beliau dilahirkan dan 2:41 kita mengenang jasa-jasanya, mengenang 2:43 teladannya 2:45 insyaallah dan semoga kita bisa 2:47 meneladani 2:49 semua sunah-sunah dan akhlak baginda 2:52 Nabi Muhammad Rasulullah sallallahu 2:53 alaihi wasallam. Baik ikhwan akhwat dan 2:56 semoga kajian hikmah pagi ini dapat 2:58 menemani ikhwan akhwat di segala 3:00 aktivitas di hari Jumat di bulan Rabiul 3:04 Aal. Insyaallah semua kegiatan 3:07 ikhwat-akhwat semoga selalu diberkahi 3:10 Allah subhanahu wa taala, diberikan 3:12 rahmat, Allah curahkan rahmat, 3:15 kebahagiaan, dan juga kesehatan. 3:18 [menghela napas] 3:19 Dan bagi ikhwan akhwat yang ingin 3:21 berpartisipasi dalam kajiannya dapat 3:23 mengirimkan 3:25 pertanyaan Anda di nomor WhatsApp Rasil 3:28 0811999720. 3:32 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:35 dengan ustaz dapat menghubungi di 021845 3:40 1512. 3:43 Sebelum Jumat yang lalu atau beberapa 3:46 pekan yang lalu, Ustaz Agus sudah 3:47 membahas kepada kita tentang 3:50 sikap kemudahan dalam berkeluarga. 3:53 Semoga 3:54 keluarga yang sudah kita 3:58 ee hidup bersama ini kita mempunyai 4:02 dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa taala 4:04 dalam segala 4:06 dalam segala kegiatan, segala 4:08 aktivitasnya. Insyaallah. Dan saat ini 4:12 insyaallah Ustazah Agus akan membahas 4:14 kepada kita mengajarkan ilmu kepada kita 4:17 pada pagi Jumat ini dengan tema 4:20 menghayati tujuan keluarga. 4:23 menghayati tujuan keluarga sebagai 4:25 fondasi ketahanan keluarga. Nah, artinya 4:29 keluarga adalah 4:31 ee tiang atau pondasi ketahanan keluarga 4:34 yang harus kita 4:37 ee kita tanamkan, kita kuatkan. Nah, 4:40 nanti ilmunya apa saja kita akan dengar 4:43 sama-sama oleh Ustaz Agus. Sebelumnya 4:46 kita berdoa kepada Allah terlebih 4:47 dahulu. Bismillahirrahmanirrahim. 4:50 Bismillah rbanafirlana dunubana 4:52 waliwalidina warhamhuma kama rbayana 4:55 shogir rbisrohli sodri waassirli amri 4:59 wahlul uqdatan m lisani yafqohu qi 5:03 allahumma inna nas'aluka ilman nafian 5:05 warizq thyiban wa amalan mutaqobbalan 5:08 rbi zidna ilman warzuqna fahman 5:10 allahumma faqqihna fiddin waimna takwil 5:14 birahmatika ya arhamar rahim baik ikhwan 5:17 akhwat mari kita dengarkan ilmu yang 5:18 akan disampaikan oleh Ustaz Ustaz Agus 5:20 tentang menghayati tujuan keluarga 5:23 sebagai fondasi ketahanan keluarga. 5:25 Tafad Ustaz. 5:26 Bismillahirrahmanirrahim. 5:27 Asalamualaikum 5:29 warahmatullahi 5:31 wabarakatuh. 5:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:33 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 5:36 Alladzi hadana lihadza w kunna linahtadi 5:40 laula an hadanallah. Ashadu alla 5:43 ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa 5:47 ashadu anna muhammadan abduhu wa 5:49 rasuluhu la nabi ba'dah. Allahumma 5:52 sholli wasallim wabarik ala nabina 5:54 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 5:58 waman tabiahum ila yaumil qiamah. 6:02 Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun 6:05 la haula wala quwwata 6:08 illa billahil aliyil adzim. [berdehem] 6:10 Amma ba'du. 6:12 Q Allahu taala fil kitabihil karim. 6:15 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:19 Bismillahirrahmanirrahim. 6:23 Ya ayyuhalladzina amanutqulaha 6:28 haqqa tuqatih 6:30 wala tamutunna illa wa antum muslimun. 6:35 Sadaqallahzim. Amma ba'du. 6:37 Ikhwan dan akhwat yang Allah sayangi di 6:40 mana saja berada. 6:43 Di antaranya para 6:46 Bapak dan Ibu ya, para suami dan istri 6:50 juga anak-anakku 6:52 yang dapat dijangkau oleh siaran Rasil 6:55 ya. Alhamdulillah pagi ini kita 6:57 bersyukur pada Allah banyak-banyak 6:59 bersyukur karena nikmat Allah 7:02 tercurah tiada henti buat kita sekalian. 7:05 Alhamdulillah 7:08 dari nikmat kesehatan lahir dan batin 7:11 ya. Nikmat ketenangan dalam hidup, 7:13 nikmat terbebas dari 7:17 ancaman-ancaman orang-orang zalim ya. 7:20 Dan yang tertinggi adalah nikmat iman 7:22 dan Islam ya. 7:25 Berikutnya kita juga tak henti-henti 7:27 untuk mendoakan berselawat atas Nabi 7:30 sallallahu alaihi wasallam. 7:32 Semoga Allah mencurahkan selawat dan 7:35 salam, keberkahan, kemuliaan, keagungan 7:39 kepada beliau bersama keluarganya, para 7:42 sahabatnya, dan semua orang yang 7:43 mengikut sunah beliau gagar zaman. 7:46 Amin. 7:46 Ikwan sekalian, hari ini kita 7:49 menuju 7:51 pembahasan yang lebih 7:55 berkembang ya, tentang keluarga. Kalau 7:58 yang lalu bagaimana fondasi, 8:01 bagaimana [berdehem] sikap yang perlu 8:03 dibangun dalam keluarga. Sekarang kita 8:06 mulai bicara tentang fondasi berkeluarga 8:11 dan ini merupakan bagian terpenting dari 8:15 membangun ketahanan keluarga. 8:19 isu tentang 8:23 menurunnya 8:25 kualitas berkeluarga bahkan hancurnya 8:28 keluarga-keluarga 8:30 [berdehem] di dunia ini menjadi sorotan 8:33 dari ee badan dunia PBB ya Perserikatan 8:38 Bangsa-Bangsa. 8:40 Ikhwan danh sekalian, 8:43 Bahn 8:47 [batuk] 8:49 atau peratan PBB itu 8:52 ternyata dirangkum 8:57 pada pidato penutupan tahun dari Sekjen 9:01 ya, Sekretaris Jenderal PBB ya kan. PBB 9:05 ee tiap tahun melakukan pelaporan 9:09 tahunan annual report ya. Nah, salah 9:12 satu yang diangkat oleh beliau bahwa 9:16 perhatian terhadap keluarga ini mesti 9:18 ditingkatkan dan semua pihak terlibat 9:23 dalam 9:24 penguatan ketahanan keluarga. 9:30 Jadi bahwa laporan Sekjen PBB itu 9:32 mengatakan 9:34 keluarga-keluarga di dunia, jadi di 9:36 dunia di muka bumi itu banyak keluarga 9:39 ya. 9:41 Selain kita 9:45 tahu bahwa dunia itu ada penduduknya 6 9:49 miliar kurang lebih ya. 9:50 Iya. 9:51 Sekarang dari 6 miliar itu kemungkinan 9:54 sekitar sepertiganya adalah keluarga 9:57 ya. sepertiganya keluarga. Nah, dari 10:01 kurang lebih 2 miliar keluarga di dunia 10:04 itu 10:06 terjadi erosi 10:09 ketahanan keluarga. Jadi kekuatan 10:11 keluarga itu menjadi makin rapuh, makin 10:14 rapuh dan bisa hancur. 10:17 Maka terjadilah berbagai 10:21 krisis di dalam keluarga 10:25 sampai juga keluarga yang pecah, hancur 10:28 dengan 10:30 fenomena divorce atau perceraian yang 10:33 sangat tinggi di dunia ya, 10:37 termasuk di Indonesia. 10:40 Saya membuka data statistik, ternyata 10:42 perjalanan di Indonesia itu sangat 10:44 tinggi ya, 5,7 juta tahun lalu 2025. Itu 10:50 dahsyat sekali. 10:53 Nah, 10:56 kalau tidak diselamatkan keluarga ini 10:59 menjadi ya 11:04 benteng terakhir dari 11:09 kekuatan kemanusiaan di dunia. Boleh 11:13 kita simpulkan begitu. 11:16 humanity atau kemanusiaan di muka bumi 11:19 itu benteng terakhirnya itu adalah 11:22 keluarga. 11:25 Nilai-nilai kemanusiaan itu dibangun, 11:29 dirawat, dan dikembangkan utamanya di 11:32 tengah-tengah keluarga. 11:35 Contohnya 11:37 respek atau saling menghormati itu 11:40 bagian dari kemanusiaan. 11:44 Saling menghormati di antara sesama kita 11:46 dalam berinteraksi. 11:48 Saling menghormati dalam hal kepemilikan 11:51 kita tidak mengambil miliknya orang lain 11:53 dan sebaliknya. 11:55 Itu adalah kemanusiaan. Artinya 12:00 hal-hal yang berkenaan dengan menjaga 12:02 hak dan kewajiban 12:05 antar sesama manusia itulah inti dari 12:07 kemanusiaan. 12:10 Humanity. Dan humanity ini kalau hancur 12:13 maka dunia akan hancur rusak. 12:17 Kita kembali kepada Al-Qur'an juga bahwa 12:23 salah satu yang di khawatirkan oleh para 12:27 malaikat ketika Allah mendeklare 12:30 mengumumkan pada malaikat inni jailun 12:32 fil ardi khalifah. 12:36 Wahai para hambaku, malaikat-malaikat 12:38 dan yang lainnya. Aku 12:42 akan menciptakan 12:44 di muka bumi itu 12:47 khalifah, 12:50 wakilku, penggantiku di muka bumi itu 12:54 satu makhluk yang akan mendapatkan 12:56 penugasan yang sangat penting dengan 12:59 misi yang mustahil sebenarnya 13:03 dan diberi kapasitas untuk memimpin di 13:05 muka bumi. Tapi malaikat menyaksikannya. 13:13 Apakah engkau akan menciptakan di muka 13:16 bumi itu makhluk yang akan membuat 13:20 kerusakan di atasnya 13:23 dan juga menumpahkan darah di antara 13:25 mereka? 13:28 Allah kemudian menukas ini al'lamu maa 13:33 taklamun. Aku mengetahui apa yang tidak 13:35 kamu ketahui. Jadi malaikat sendiri 13:37 sudah memprediksi makhluk yang disebut 13:39 manusia itu berpotensi 13:43 untuk merusak bumi. 13:47 Ketika apa? Kemanusiaan di dalam diri 13:50 manusia itu hancur. 13:53 Nah, Allah sendiri menciptakan manusia 13:55 dengan potensi kemanusiaan itu 13:58 sebenarnya untuk tadi dua, 14:02 membuat perbaikan di muka bumi. Yang 14:05 kedua, mencegah terjadinya konflik yang 14:09 berakhir atau berujung kepada 14:11 pertumpahan darah. Jadi kalau disebut 14:13 manusia pembuat perang, iya. Tetapi 14:17 sebenarnya manusia punya kapasitas untuk 14:21 menghentikan perang. Perang tidak akan 14:23 mungkin terjadi kalau kemanusiaan 14:26 humanity di dalam diri setiap manusia 14:28 itu masih kuat. Terjadi erosi ya, 14:33 pelemahan-pelemahan. 14:34 Jadi erosi nilai-nilai kemanusiaan itu 14:36 dimulai dari mana? Dari keluarga. Karena 14:38 ketika keluarga tidak mampu untuk 14:41 membangun, 14:42 merawat, dan mengembangkan nilai-nilai 14:45 kemanusiaan dalam diri manusia. Ya, 14:47 karena apa? Keluarganya hancur. 14:51 Keluarga itu sendiri hancur. 14:54 Ini sebenarnya yang diinginkan oleh 14:56 setan. Setan itu menghancurkan bumi, 15:00 menghancurkan umat manusia, salah 15:02 satunya dengan menghancurkan keluarga. 15:05 Ya, ini satu kesimpulan yang yang kuat. 15:08 bahwasanya setan itu sangat senang 15:10 terjadi kehancuran dalam keluarga. 15:13 Pada pertemuan yang lalu kita sudah 15:16 membahas Quran sendiri mengatakan bahwa 15:19 setan itu tidak henti-hentinya setan ya, 15:21 iblis dan 15:24 bala pasukannya 15:28 berusaha tidak henti-hentinya untuk 15:31 merusak keluarga 15:34 dan puncaknya adalah memisahkan 15:37 pasangan suami istri. Ini adalah 15:40 prestasi tertinggi dari setan. Karena 15:44 sudah kalau sudah keluarga rusak hancur, 15:47 maka bukan kemanusiaan yang berkembang, 15:50 bukan perdamaian, bukan kedamaian dunia, 15:53 tetapi terjadi 15:57 permusuhan, kebencian, 16:00 bahkan kerusakan. Nah, ini jadi 16:02 masyaallah rusaknya keluarga 16:06 menjadi satu isu yang paling top di UN 16:10 ya e PBB selain isu perang 16:14 ini ee kita dapati pada 16:19 laporan akhir tahun 16:22 general sekretary atau Sekjen PBB tahun 16:25 2025 ya bahwa keluarga menghadapi satu 16:29 cabaran satu 16:32 dihempas 16:37 cabaran hidup atau dihempas 16:40 satu 16:42 hantaman yang disebut dengan 5 megend. 16:45 Pertama adalah 16:47 technological change atau perubahan 16:49 teknologi. 16:51 Yang kedua demographic change, perubahan 16:54 demografi. Yang ketiga, urbanization 16:57 atau urbanisasi. 16:59 Yang keempat, migration. migration 17:03 atau berpindahnya manusia dari satu 17:06 tempat ke tempat lain. Baru saja bulan 17:08 Juli yang lalu kita dihadapi 17:10 dihadapkan pada satu kasus di Ceta 17:14 yang milik masih milik Spanyol di 17:18 perbatasan dengan Maroko. 17:21 Kemudian banyak orang menyeberang ke 17:23 sana ya itu tidak tanggung-tanggungi 17:26 yang meninggal tuh 17:29 ratusan orang. 17:31 ya, ratusan orang yang meninggal 17:34 ya yang jadi ee pengungsi kita 80.000 17:39 orang itu migration. Terakhir adalah 17:43 climate change. Climate change ini juga 17:46 mempengaruhi ketahanan keluar dalam arti 17:47 apa? 17:50 Dengan adanya climate change perubahan 17:52 iklim, 17:55 maka 17:56 pertanian 17:58 juga terdampak. 18:01 Sehingga di balik climate change itu ada 18:05 hilangnya 18:06 perbekalan makanan dan hilangnya 18:10 maisyah penghidupan manusia. 18:13 Ini memang dahsyat sekali. Nah, ik 18:16 sekalian, 18:18 bagaimana kita seharusnya me me melihat 18:23 persoalan yang sangat penting ini? 18:25 isu erosinya ketahanan keluarga, 18:27 melemahnya ketahanan keluarga sedunia 18:30 ya, bukan cuma di Indonesia, sedunia. 18:33 Maka hendaknya kita kembali kepada 18:34 tuntunan Al-Qur'an. Ayo kita lihat 18:37 bagaimana kita mendengarkan 18:41 apa yang Allah dan nabinya inginkan 18:44 terhadap keluarga kita. Silakan, Bang. 18:46 Anisa ayat yang ke 18:47 29. 18:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 18:55 Ya ayyuhalladzina 18:58 amanu 19:00 athi 19:01 waur rasula wa ulil amri minkum 19:08 fain tanaz'tum 19:10 fi syaaiin 19:13 farudduhu ilallahi war rasuli in kuntum 19:19 tumminuna billah 19:23 In kuntum tumminuna billahi wal yaumil 19:29 akhir 19:31 dzalika khairu wa ahsanu tawila. 19:37 Wahai orang-orang yang beriman, taatilah 19:42 Allah dan taatilah rasulmu Nabi Muhammad 19:45 dan ulil amri pemegang kekuasaan 19:49 di antara kalian, di antaramu. Kemudian 19:52 jika ada di antaramu yang berbeda 19:56 pendapat tentang sesuatu, 19:59 maka kembalikanlah kepada Allah 20:02 Al-Qur'an dan Rasul sunahnya. Jika kamu 20:05 beriman kepada Allah dan hari kemudian 20:08 yang demikian itu lebih utama bagimu dan 20:11 lebih baik akibatnya. Sodqallah. 20:13 Sadaqallahulim. 20:14 Ikhwan sekalian, 20:17 ayat ini menjadi kunci keselamatan kita 20:22 dalam berbagai hal, salah satunya 20:24 berkeluarga. 20:28 Bahwa keselamatan keluarga itu dimulai 20:32 dari konsep keimanan. 20:36 Dengan dipanggilnya orang beriman, "Ya 20:39 ayyuhalladzina amanu," 20:41 maka boleh kita simpulkan sementara ini 20:45 hipotesis 20:47 bahwa lemahnya ketahanan keluarga 20:51 itu karena lemahnya keimanan masyarakat 20:54 dunia. 20:59 Terjadi berbagai dekadensi dalam hal 21:02 keagamaan ya. manusia sudah meninggalkan 21:05 agama. 21:07 Termasuk di negeri-negeri muslim ya ada 21:11 fenomena 21:13 anak-anak muda dan ini terjadi. Mereka 21:16 pun terlibat sebagai pelaku perceraian. 21:20 Itu karena 21:23 lemahnya keimanan. 21:26 Setelah dipanggil dengan orang-orang 21:29 beriman, 21:30 jadi kunci pembuka pertama adalah orang 21:32 beriman. Ya, [berdehem] 21:34 kalau kamu sudah punya iman, maka yang 21:37 kedua 21:39 adalah ketaatan. 21:41 Ketaatan. 21:44 Imanmu harusnya memudahkan kamu untuk 21:47 melangkah kepada tugas yang kedua yaitu 21:50 ketaatan. Ketaatan kepada siapa? Nah, 21:53 ini tiga hal. 21:55 Atiullah 21:56 kepada Allah. Taatlah kepada Allah, maka 22:00 hidupmu akan selamat. Yang kedua, 22:03 waatiur rasul. 22:05 Dan taatlah kepada sang rasul. Siapa 22:09 rasul? Para ulama menyebutkan 22:12 yang disebut rasul iya satu-satunya yang 22:15 menerima Al-Qur'an adalah rasul yang ada 22:19 saat itu, Rasulullah Muhammad sallallahu 22:21 alaihi wasallam. 22:23 Yang ketiga, 22:25 wa ulil amri minkum. Nah, ini menarik 22:29 ketika menyebut wa ulil amri minkum. 22:32 Dan orang-orang yang menjadi ulil amri 22:37 ya, orang yang menjadi pemimpin orang 22:40 beriman tidak disebut lagi dengan atiu 22:44 tapi melekat bersamaan dengan atiur 22:47 rasul. Artinya kamu boleh mentaati 22:51 pemimpin-pemimpin di antara orang 22:53 beriman, para amir, amirul mukminin, 22:56 para ee para imam ya itu selama mereka 23:01 mentaati Allah, mentaati Rasul. 23:05 Nah, itu yang kedua. Jadi, masyaallah 23:06 ini 23:08 kunci yang dahsyat dari Al-Qur'an bahwa 23:11 ini tidak s tidak saja ee solusi bagi 23:16 pelemahan 23:18 keluarga, tetapi juga semua pelemahan 23:20 karena di dunia ini pun sama. Pelemahan 23:23 ekonomi terjadi tidak terjadi? 23:29 Di mana-mana terjadi krisis ekonomi. 23:32 Karena apa? Manusia meninggalkan 23:34 keimanan. Yang kedua, ketaatan pada 23:37 Tuhan, pada Rasul dan kepada 23:41 pemimpinnya. Dan tidak ada pemimpin kita 23:43 sekarang, ya kan di dunia pemimpin Islam 23:46 sementara ini. Dan terakhir kalau kamu 23:50 berselisih ya ini pasti akan terjadi 23:52 perselisihan kan. 23:53 Iya. Waanaum. Di antara kamu, kamu 23:58 berselisih dalam banyak hal, termasuk 24:00 berselisih di keluarga. 24:04 Pasti akan ditemukan perselisihan di 24:06 manaun. Termasuk keluarga. Coba mana ada 24:09 keluarga sejak awal nikah sampai 24:11 berterusan 24:13 tidak hadir krisis, tidak hadir konflik, 24:16 tidak ada perselisihan pasti akan 24:18 terjadi. Tapi dikunci sama Al-Qur'an 24:22 dengan solusi. Waain tanaz'tum fisyaaiin 24:26 pada apapun. Farudduhu ilallahi wa 24:30 rasul. Nah, jadi kembalilah kepada Allah 24:34 dan rasul-Nya. Jadi kembali kepada Quran 24:37 dan sunah, kembali Quran dan Al-Hadis. 24:40 Ah, jadi ikhwan sekalian ini kata Quran 24:43 disebut 24:45 sebagai wujud keimanan kamu kepada hari 24:48 akhir dan merupakan 24:51 satu hal yang terbaik. Khairu takwila. 24:56 Jadi kehidupan manusia akan mencapai 24:59 kesempurnaannya kalau tadi menturuti 25:01 pertama imannya. 25:04 Yang kedua, ketaatannya. Yang ketiga, 25:07 ketika berselisih tidak ke mana-mana, 25:10 tidak mencari solusi dari barat atau 25:13 timur, tapi farudu faruduhu ilallahi 25:16 waasul. 25:18 Nah, jadi sekalian sekarang bagaimana 25:21 dengan keluarga-keluarga di dunia yang 25:23 oleh PBB disebut terancam ketahanan 25:26 keluarganya? Ya, 25:29 kita kembali kepada pemahaman tujuan 25:33 berkeluarga. The purpose of family 25:35 building, yaitu membangun keluarga itu 25:39 ada tujuannya. Ini ikhwan sekalian, 25:45 pemahaman seseorang terhadap tujuan 25:47 perjalanan apapun perjalanan kita kita 25:51 jalani 25:52 itu sangat penting yang akan membuat dia 25:56 mampu atau tidak menjalani perjalanan 25:58 itu dengan berhasil. 26:02 Ada orang baru jalan sebentar sudah 26:03 balik. Kenapa? Waduh, perjalanannya 26:06 sangat berat. Padahal tujuannya masih di 26:08 sana, masih jauh. 26:10 Hidup kita punya tujuan 26:13 ya. Pemahaman terhadap tujuan ini 26:16 mempengaruhi perilaku orang. Ini ada ada 26:18 risetnya. 26:20 Jadi kalau misalnya Bang Fauzi paham dia 26:25 jalan ke Bandung, 26:27 tujuan utamanya mana? Sampai di Bandung 26:30 dengan selamat. 26:32 Tetapi dia tahu perjalanan ke Bandung 26:35 itu perjalanan yang sulit. 26:38 di tengah jalan mungkin terjadi 26:40 kemacetan ya, apalagi masuk Bandung ya, 26:43 Bang. 26:43 Iya, 26:44 masuk Bandung tuh sudah dihadang antrian 26:47 kemacetan 26:50 dan seterusnya dan seterusnya. 26:52 Nah, pemahaman ini akan membuat orang 26:55 mampu bersabar 26:57 ya, karena di dalam dirinya sudah ada 26:59 kesadaran 27:01 hakikat dari perjalanan saya. Apa tuh 27:03 hakikatnya ada tujuannya jelas. Kemudian 27:07 sifat perjalanan itu juga sudah dia 27:10 ketahui 27:12 ya. Maka Islam memberikan panduan. 27:17 Kita sering mendengar nasihat-nasihat 27:19 pernikahan itu 27:22 mengajak kita menghayati bahra atau 27:27 kapal dalam perjalanan, ya kan. Nah, 27:31 kapal itu berjalan semakin meninggalkan 27:36 pelabuhan 27:38 awalnya, pelabuhan keberangkatannya ya, 27:41 pelabuhan 27:43 ee awalnya ya, pelabuhan dari asalnya 27:47 pelabuhan di itu terus 27:51 menjauh dari pelabuhan, menjauh dari 27:52 garis pantai 27:55 masuk ke perairan 27:59 terbuka. muka open eh ocean ya, open sea 28:05 bahkan masuk ke samudra luas. Kira-kira 28:09 anginnya makin hebat enggak? 28:10 Makin hebat. 28:11 Makin hebat. Ombaknya makin hebat. 28:14 Ini yang dihadirkan selalunya dalam 28:18 nasihat pernikahan tuh. Bahtera rumah 28:20 tangga 28:22 memasuki samudera terbuka. Sudah 28:27 di situ ada angin yang 28:30 kapan pun bisa berubah jadi badai 28:33 campur dengan hujan yang sangat lebat. 28:36 Jadi hujan yang lebat itu ada di tengah 28:38 laut, Bang. 28:40 Kalau di darat mungkin hujannya hujan 28:42 tidak terlalu di tengah laut 28:45 badai mengguncang ya kan. 28:49 Ombak yang tadinya cuma goncangan 28:52 sedikit bergulung-gulung. 28:55 tinggi 28:57 bisa 28:59 menelan kapal seberapun besarnya. 29:02 Heeh. 29:04 Belum lagi perjalanan itu 29:07 menghadapi karang yang 29:12 tersebar di sepanjang perjalanan. Ini 29:14 hakikat perjalanan hidup rumah tangga. 29:19 Dengan memahami hakikat perjalanan hidup 29:21 rumah tangga itu, sepasang suami istri 29:26 akan mempunyai kesiapan menghadapi 29:30 berbagai tantangan perjalanan bahterra 29:33 rumah tangga itu. 29:36 Ya, jadi 29:39 pernikahan-pernikahan itu diawali dengan 29:43 satu nasihat. 29:46 Fatazawadu 29:48 fainna kiradit takwa. Berbekallah kamu 29:51 untuk perjalanan yang panjang, 29:53 perjalanan yang masyaallah. 29:55 Perjalanan kita itu ke mana sih? 29:57 Keluarga itu ke akhirat dengan selamat. 30:03 Ini banyak orang nikah-nikah aja. Aku 30:04 suka sama kamu. Yuk kita nikah. Yuk. 30:09 Nikah ke mana? Kalau Islam ke penghulu, 30:12 ke kua? Kalau Kristen yang lainnya ke 30:14 pendetanya ke mana? Setelah itu 30:18 bingung mau ke mana. 30:21 Hancurnya 30:23 rumah-rumah tangga di tengah jalan itu 30:25 ada yang tidak sampai setahun sudah 30:27 hancur. 30:28 Ada yang 2 tahun sampai 5 tahun itu masa 30:31 kritis. 5 tahun, 10 tahun tetap kritis. 30:36 Bahkan ada yang menikah sudah 40 tahun 30:38 pun pisah. Karena apa? 30:42 begitu banyak ujian-ujian 30:44 dan prahara keluarga. 30:47 Nah, ikhwan sekalian, bagaimana 30:50 sebenarnya Islam itu 30:53 menghendaki keluarga itu dibangun? 30:57 Nah, ini bagian dari 30:59 memahami atau menghayati sesuai dengan 31:02 kita punya judul pagi ini, menghayati 31:05 tujuan berkeluarga. 31:08 Saya akan meringkas 31:11 dari berbagai kajian yang ulama, para 31:15 ulama kita 31:17 sudah tulis di berbagai kitab. 31:21 Tujuan keluarga yang utama itu adalah 31:24 ikhwan sekalian, beribadah. 31:27 Apapun ringkasan kesimpulan adalah 31:31 ibadah. 31:34 Ustaz, ada enggak orang berkeluarga 31:37 ingin mendapatkan keturunan? 31:41 Ada. [berdehem] Dan itu boleh. Boleh 31:43 dalam Islam. 31:45 Jadi, kamu mendapatkan keturunan 31:47 lewatnya keluarga harus. Karena kalau 31:50 kamu tidak berkeluarga, 31:52 kamu mau dapatkan keturunan dari mana? 31:56 Ya. 31:58 Boleh enggak, Ustaz, saya 32:01 ingin memperbaiki keturunan? 32:03 Boleh. Maksudnya apa? 32:06 Saya ini orang Asia, Ustaz. Ya kan? 32:09 Postur saya 32:11 kalau main bola itu ketemu sama 32:14 kesebelasan Eropa minder enggak? 32:17 Minder. Boleh enggak? Boleh. 32:18 Pertemuan antara gen Asia dan Eropa atau 32:21 gen Asia dan Afrika itu jadi bagus 32:23 keturunannya. Boleh enggak? Boleh. 32:25 Silakan. 32:28 Boleh enggak, Ustaz, saya kalau 32:29 memperbaiki ekonomi keluarga? Boleh 32:32 enggak? Boleh. Maksudmu apa? Saya ini 32:35 dari keluarga petani. 32:41 Pagi-pagi pulang petang 32:44 cuma segitu-gitu aja. Tapi lihat ada 32:45 orang-orang pengusaha, ada pedagang 32:48 misalnya. 32:49 Iya. Jadi kamu memperbaiki ekonomi 32:51 keluarga dengan menikah dengan keluarga 32:55 pedagang pengusaha boleh. Semua itu 32:59 boleh asal 33:02 kerangkanya ibadah. 33:05 Dan ibadah yang dimaksud di sini adalah 33:07 kita tadi taat 33:11 tunduk patuh kepada Allah. 33:14 Sebagaimana moto hidup kita kan. 33:17 inatiusuki 33:20 wa mahyaya waamati lillahi rabbil 33:24 alamin. Jadi sekalian, berkeluarga itu 33:27 tujuan ibadah. Karena apa? Banyak 33:30 tujuan-tujuan lain 33:33 tidak tercapai dalam berkeluarga. Maka 33:36 apakah ketidaktercapaian kegagalan 33:40 mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan 33:43 oleh banyak manusia itu? 33:47 terpenuhi alasan untuk berhenti 33:48 berkeluarga. Mungkin 33:51 pikiran manusia yang sederhana 33:54 mengatakan, "Ya, contoh tadi pertama 33:58 orang tujuannya minta atau mendapatkan 34:00 keturunan punya anak. Bahkan anaknya 34:04 tidak cuma sedikit, penginnya banyak. 34:05 Eh, yang dikasih oleh Allah apa? anaknya 34:08 cuma satu-satunya 34:13 atau bahkan tidak dikasih oleh Allah 34:15 sama sekali keturunan 34:18 ya qadarullah 34:20 meskipun dia sudah melakukan riset 34:22 sebelum menikah ya saya kepengin 34:24 menikahi perempuan ini karena apa? 34:26 Seperti kata Nabi pada pertemuan yang 34:28 lalu kita sebut ada dua 34:31 ada dua kapasitas yang kita lihat dari 34:33 seorang perempuan. 34:35 [mendengus] 34:35 pertama 34:37 ya al-wadud. Alwadud itu welas asih, 34:41 punya kasih sayang tidak tidak bengis, 34:44 tidak kasar kepada anak. Ya, ini 34:47 perempuan ini penuh kasih sayang. Yang 34:48 kedua, alwalud. Alwalud ini apa? 34:52 Potensinya punya banyak anak. Mungkin 34:56 dia lihat emak dia, nenek dia itu 35:00 keturunannya banyak. Wah, pasti ini 35:01 banyak. Tapi begitu dia menikah, 35:04 terjadilah ujian musibah. Ternyata istri 35:08 yang dari keturunan-keturunan banyak 35:10 anak itu cuma dikasih satu anak oleh 35:12 Allah. Bahkan tidak dikasih anak sama 35:14 sekali karena punya masalah dengan 35:16 rahimnya dan lain-lain. Apakah kemudian 35:19 berhenti berkeluarga? 35:21 Manusia dengan pikiran yang sederhana, 35:23 berhentilah di situ. Stop. Bercerai. 35:26 Tapi ternyata kalau kita kembalikan 35:29 kepada 35:31 tujuan utama berkeluarga, the purpose of 35:34 family 35:36 adalah untuk ibadah pada Allah. Apapun 35:38 ujiannya diterima dengan lapang dada, 35:41 dengan sabar. 35:43 Jadi, ikhwan sekalian, 35:46 banyak orang 35:48 tidak memahami ini. Ini adalah pondasi 35:51 terpenting. Karena apa? 35:54 Kita percaya bahwasanya semua amal kita, 35:58 semua perbuatan kita 36:00 yang sederhana maupun yang rumit 36:03 ya dari tingkat yang paling sederhana 36:06 seperti kita ee kesadaran ee tindakan 36:10 kita untuk makan. 36:13 Makan itu pekerjaan sederhana, Bang, ya. 36:15 Iya. 36:16 Sampai pekerjaan paling rumit apa? 36:18 Mencari makan, ya kan? Mudah mana 36:20 mencari makan atau makan? 36:21 Makan. 36:22 Mencari makan. 36:23 Eh, memakan makan. Makan sudah tersedia 36:26 di depan mata kita. Tapi mencari makan 36:29 supaya makanan tersedia dengan halal di 36:31 depan mata kita itu yang rumit. 36:34 Semua kegiatan kita [mendengus] 36:37 dasarnya adalah niat. Niat. 36:41 Annia ya. 36:44 Innamal a'malu bin niati. Sesungguhnya 36:48 semua amal itu tergantung niatnya. Ah, 36:50 masyaallah. 36:53 [tertawa] 36:53 Dan dalam berkeluarga itu amal dia apa? 36:56 Berkeluarga. 36:58 Perbuatan dia apa? Berumah tangga. 37:02 Maka kembalikan ke niatnya awal. Kalau 37:04 niatnya ibadah, apapun ujian dari Allah, 37:06 oke 37:09 [mendengus] ya. 37:11 Ah, banyak diskusi tentang ini. 37:14 [mendengus] Baru saja saya buka di satu 37:18 situs 37:19 bahwa di Tigar Raksa, di Tigar Raksa 37:22 berarti Banten sana ya, Tangerang sana 37:24 ada satu fenomena perceraian tinggi di 37:28 Tiga Raksa. Ini menurut data PA 37:31 Pengadilan Agama Tiga Raksa 37:34 itu karena maraknya judul. Judul itu 37:37 apa, Bang? Judi online. 37:39 Judi online. Oh, masyaallah. 37:43 Ada enggak hubungannya dengan 37:46 fondasi berkeluarga dengan memahami 37:48 tujuan berkeluarga? Ada. 37:51 Kalau orang 37:55 sudah sadar bahwa berkeluarga itu ibadah 37:58 dan dijalaninya kehidupan itu sebagai 38:00 suatu bentuk ibadah kepada Allah, 38:02 ketaatan, kepatuhan pada Allah, maka dia 38:04 akan jauhi judul. 38:07 Orang judul itu ada pertama karena dia 38:10 tidak paham ya. Ini kok judul di negeri 38:14 muslim terbesar di juga marak. Heran 38:16 kita ya. 38:17 Iya. 38:18 Mungkin dikiranya yang haram itu cuma 38:21 judi. Datang ke rumah judi 38:25 ya mau main judi pakai kartu atau pakai 38:28 rolet atau pakai sabung ayam itu haram. 38:31 Kalau judi online tidak haram. Saya 38:35 tidak tahu judi online bentuknya kayak 38:36 apa, Bang. 38:37 Enggak tahu. 38:37 Karena saya belum pernah lihat. 38:39 [tertawa] E mungkin judi online yang 38:41 saya pernah dengar itu judi bola-bola 38:45 ya. E 38:46 namanya judi. 38:47 Judi ya namanya judi ya. [tertawa] 38:49 Judi juga 38:50 atau berhadiah sayaembara berhadiah 38:52 apapun jadi judi tapi online enggak 38:55 kelihatan. tiba-tiba masukkan rekening 38:58 ya, transfer 39:02 semua itu ada operatornya dan operator 39:05 yang tidak kelihatan di sana itu juga 39:07 para penjudi kakap ya, kelas kakap 39:10 digital. 39:11 Nah, menurut pengadilan agama Tiga Raksa 39:14 ini yang menjadi sebab tingginya ya 39:19 perceraian di Tiga raksa. 39:21 Judi. Mengapa orang judi? Karena tadi 39:25 jauh dari ibadah. Kenapa tidak tidak ee 39:28 dekat dengan ibadah? Karena tidak 39:32 berusaha untuk kembali merenungi tujuan 39:35 ber keluarga. 39:37 Ya. Jadi tujuan berkeluarga ibadah. Maka 39:40 dia jalani semua aktivitas berkeluar itu 39:42 sebagai ibadah kepada Allah. Dan supaya 39:44 jadi ibadah harus pertama ada niat. Ya, 39:48 ibadah itu punya ni niat. Yang kedua, 39:51 ada ilmu. Karena dengan ilmu itu dia 39:55 bisa menjalani sesuatu 39:59 bernilai ibadah. Tidur ibadah, bukan 40:02 ibadah. 40:03 Tidur ibadah. Tapi supaya tidur bernilai 40:06 ibadah ada ilmunya tidak ada. Ya, coba 40:09 tidur, tidur biasa 40:12 dengan tidur yang bernilai ibadah ada 40:15 enggak bedanya? Ada. 40:17 Meskipun bedanya sedikit ya, sedikit aja 40:19 bedanya. Kalau tidur biasa langsung aja 40:23 kamu capek pulang dari pepergian jauh 40:26 atau dari kantor blek nutup mata di mana 40:28 pun. Di sofa, di tikar ya, di kasur, di 40:33 mana pun. Tapi tidur yang bernilai 40:36 ibadah ada ilmunya. Kamu belajar ya, 40:39 kamu buka tuntunan Quran dan sunah 40:41 bagaimana. Hayati hakikat tidur sebagai 40:45 ibadah kepada Allah. 40:47 Lakukan apa yang 40:50 disunahkan oleh Nabi tentang tidur. 40:52 Gimana tidur bisa ber ibadah? Bayangkan 40:55 kita cuma tidur merem, tapi sepanjang 40:58 kita tidur dari jam 10. malam misalnya 41:01 sampai jam .00 atau jam .00 pagi 41:04 itu 41:06 argometer pahalanya jalan terus. 41:08 H 41:09 bayangkan ya. Masyaallah. Jadi orang 41:12 tidur mencatatkan atau menambah rekening 41:16 pahala dia di akhirat itu ada sunahnya. 41:20 Maka itu disebut dengan ibadah dengan 41:21 apa? Ada ilmunya. Contoh pertama, tidur 41:24 dengan punya wudu. Ringan aja wudu, 41:27 enggak usah seperti ee mandi. 41:29 Pelan-pelan aja wudu ya. Ya, wudu ringan 41:33 saja. Mungkin juga cukup dengan satu 41:35 gelas air kecil ya. Kalau enggak ada mm 41:39 apa air yang yang normal ya dalam 41:42 bepergian misalnya atau tayamum. Saya 41:45 lagi di pesawat pengin tidur nih. 41:47 Tayamum dulu. Aku mau tidur ya nanti 41:50 sampai di tujuan 2 jam seteng atau 3 jam 41:53 sampai sana kok udah fresh kan. Tapi mau 41:56 tidur tayamum dulu. Ah bismillah. 41:59 Setelah tayamum apa? Doa mau tidur. Ya 42:01 enggak? 42:01 Iya. Syukur-syukur lagi. Makin banyak 42:04 sunah dilakukan, makin banyak itu 42:06 argument rekeningnya. 42:08 Rekening. 42:09 Mau tidur kalau malam tuh kita buka 42:12 tangan baca tiga qul. Qulhu, qul 42:16 azubirabbil falaq dan qul 42:17 azubirabbinnas. Kemudian diucapkan. Itu 42:19 ada sunahnya, ada contohnya Nabi. 42:22 Tertidurlah dia. Bangun-bangun rekening 42:24 pahalanya naik. Betul enggak, Bang? Nah, 42:27 seperti itu juga ibadah yang kita 42:30 lakukan dalam berkeluarga. 42:33 Judul atau pinjol ya. Sekarang pinjol 42:37 juga jadi ini pinjol tidak ada bunganya, 42:40 Ustaz. Iya. Tapi kalau kamu terlambat, 42:43 kamu kena penalti dan itu lebih dari 42:45 bunga. Benar enggak, Bang? 42:46 Betul. 42:47 Nah, Ikhwan sekalian, ini jadi ibadah 42:51 itu dimulai dari niat. Maka masyaallah 42:56 fondasi ketahanan keluarga secara islami 42:59 adalah menghayati tujuan berkeluarga dan 43:04 merujuk kepada tujuan itu supaya kita 43:07 mendapatkan 43:09 keselamatan, 43:11 kesejahteraan, 43:13 kebahagiaan dalam hidup kita. Ya, 43:16 insyaallah kalau Islam diterapkan dalam 43:18 dalam setiap keluarga, 43:21 kita yakin kok Allah itu akan 43:24 mencukupkan rezeki hambanya. Ya, Ustaz, 43:29 gimana ya? Saya sudah begitu rupa, 43:32 [mendengus] 43:33 kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, tapi 43:36 keluarga saya kayak gini terus 43:38 pas-pasan. Coba betul enggak kamu hidup 43:41 seperti itu? 43:43 Ya, mungkin ada 43:46 bagian-bagian dari hidupmu yang belum 43:48 sesuai dengan perintah Allah, belum 43:52 sesuai dengan tuntunannya Allah. Kamu 43:54 hidup tidak dengan ilmu, kamu sekedar 43:57 jalankan. Nah, dengan begitu kita tidak 44:00 hidup seperti itu. Marilah kita hidup 44:01 sesuai dengan tuntunan agama. Ya. Jadi 44:05 Allah tidak menghendaki 44:08 seorang muslim itu ya seorang muslim itu 44:12 hidupnya sengsara di dunia. Tidak ada. 44:14 Tidak ada. Saya jamin enggak ada di ayat 44:16 Quran 44:18 bahwasanya sebaik-baik kamu adalah orang 44:21 paling menderita hidupnya di dunia. Ada 44:23 enggak begitu, Bang? 44:24 Tidak ada. Ya, justru di Quran diajarkan 44:26 oleh Allah untuk berucap dengan doa. 44:30 Rabbana atina fid dunya hasanah wafil 44:34 akhirati hasanah waqina adzabanar. Tuh 44:38 ya kebaikan di dunia maupun di akhirat. 44:41 Nah, dengan begitu masyaallah kita 44:43 berusaha 44:45 ketahanan keluarga di setiap rumah 44:47 tangga itu ya dikuatkan lagi. 44:52 Kalau ada perselisihan, apa sih yang 44:54 membuat kamu berselisih? Nah, 44:57 perselisihannya apa? Perselisihannya 45:00 karena dunia atau karena apa? Kalau 45:03 karena dunia coba diselesaikan. 45:06 Karena banyak pelisihan keluarga yang 45:08 membuat perpecahan itu karena urusan 45:11 dunia dan urusan dunia bisa 45:14 diselesaikan. Ya, tidak ada urusan yang 45:17 tidak diselesaikan. Quran dan sunah 45:18 adalah 45:20 jawaban terhadap ee permasalahan kita 45:23 semua. Demikian, ikhwan sekalian. Semoga 45:25 Allah Subhanahu wa taala 45:28 menolong kita untuk menguatkan fondasi 45:30 keluarga kita. Dengan begitu keluarga 45:32 akan tumbuh menjadi 45:35 seperti pohon yang kokoh 45:38 yang akarnya 45:40 mencengkeram bumi dengan kuat, batangnya 45:44 menjulang ke langit, 45:48 daunnya rimbun dan sehat, dan buahnya 45:53 terus 45:56 keluar setiap musim ya, sepanjang tahun. 45:59 Ah, dengan begitu keluarga kita keluarga 46:01 yang insyaallah 46:03 sakinah, mawadah warahmah. Wallahuam 46:08 bisawab. [berdehem] 46:10 Wallahuam bawab. Demikian ikhwan akhwat 46:13 yang sudah kita simak dan [mendengus] 46:14 dengarkan ilmunya dari Ustaz Agus 46:16 tentang menghayati tujuan keluarga 46:19 sebagai pondasi ketahanan keluarga. Dan 46:22 ilmu ilmu yang kita dapat adalah segala 46:26 bentuk ketahanan dan keluarga. harus 46:29 bernilai ibadah. Ibadah itu dibangun 46:33 oleh niat dan juga ilmu. 46:36 Baik, Ikhwan Awat, kami akan segera 46:38 kembali tetap di radio silaturahim. 46:40 Terima kasih. 49:18 [musik] 49:22 Brazil [musik] 49:23 TV 49:42 alamin. Terima kasih Iwan Awat masih 49:43 bersama Radio Silaturahim. Saat ini Anda 49:46 sedang menyaksikan siaran live Hikmah 49:49 Pagi bersama Ustaz Agus Sudarmaji 49:51 tentang menghayati tujuan keluarga 49:55 sebagai pondasi ketahanan keluarga. 49:58 Sebelum kita lanjutkan dengan 50:01 tanya jawab dan diskusi bersama keluarga 50:04 dengan Ustaz Agus, kami izin untuk 50:08 membacakan 50:09 ee program 50:12 program Maulid Nabi di Majelis Umahat 50:15 Silaturahim. 50:17 Insyaallah akan diadakan di Masjid 50:19 Silaturahim tanggal 26 Agustus 50:24 2026 hari Rabu insyaallah. tanggal 900 50:29 eh pukul 09.00 sampai 11.00 yang akan 50:32 diisi oleh Ustaz Ahmad Jazuli Kholil. 50:36 Beliau adalah salah satu 50:39 narasumber hasil yang beliau bawakan 50:42 setiap hari Rabu sore. 50:46 Kami mengundang ikhwan akhwat yang 50:48 mempunyai waktu di hari Rabu tanggal 26 50:52 Agustus besok untuk menghadiri kajian 50:55 Majelis Umahat Silaturahim dengan tema 50:58 Mahabatur Rasul. 50:59 Para umahat ya. 51:00 Iya. 51:01 Bapak-bapaknya diundang enggak? Karena 51:03 umahat ini didampingi dan diantar oleh 51:07 bapak-bapaknya. Insyaallah 51:08 bapak-bapaknya juga hadir, Ustaz. 51:12 Namanya aja lumayan namanya. 51:15 Iya. Ee baik, sekarang kita akan 51:17 lanjutkan dengan diskusi. 51:22 Ada 51:24 Bapak Bondan Sajuti yang hadir menyimak. 51:27 Jazakumullah khairan kasiran, Ustaz. 51:28 Amin. 51:29 Kemudian ada Eyang Sri. Ya. 51:32 Asalamualaikum warahmatullahi 51:33 wabarakatuh. 51:33 Masyaallah yang seri ya. 51:35 Semoga Ustaz sehat selalu dan saya 51:38 alhamdulillah menyimak Ustaz. Kemudian 51:40 ada Ibu Yuli Lestari. 51:43 Alhamdulillah Ustaz saya menyimak kajian 51:47 hikmah Pagi keluarga Islami. Semoga 51:50 Ustaz selalu sehat. 51:51 Amin. Allahum amin. 51:53 Kemudian ada Ibu Ani Hani Hudaifah. 51:58 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 52:00 warahmatullahi wabarakatuh. 52:01 Waalaikumsalam. 52:03 Alhamdulillah, Ustaz hadir menyimak 52:04 tausiah pagi di Rasil Radio. Insyaallah 52:08 Ustaz Agus dan keluarga besar Rasil 52:10 sehat walafiat. 52:12 Amin. Allahum amin. 52:13 Ibu Retno juga hadir menyimak hikmah 52:15 Pagis. Semoga Ustaz selalu sehat. 52:19 Ibu Anggit juga menyimak. Waalaikumsalam 52:22 warahmatullahi wabarakatuh. 52:24 Alhamdulillah Ustaz terima kasih 52:26 ilmunya. 52:29 Kemudian 52:32 ee sebelum kita membacakan pertanyaan 52:35 dari 52:37 ikhwan akhwat, ada satu kasus, Ustaz. 52:42 Ada satu kasus di daerah Ciamis ini, 52:44 Ustaz. di mana dari segenap di masjid 52:49 ada dari imamnya, ada mungkin ada 52:51 ustaznya. Tapi di 52:56 daerah Ciamis ini di sebuah masjid yang 53:00 ada imamnya, ada ustaznya, kemudian ada 53:04 kepala dusunnya di di masjid tersebut 53:07 kemudian mengadakan acara di pelataran 53:10 masjid dan mengajak pemuda 53:14 untuk dipersilakan joget dan mabuk. Ini 53:18 ustaz kalau kita melihat 53:21 kepala dusun ini adalah ulil amri yang 53:24 disebutkan di surat An-Nisa ayat 9 ini. 53:27 Dan ini tidak sesuai dengan yang 53:29 diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. 53:32 Hm. Bagaimana ee krisis krisis ketahanan 53:38 mungkin di bisa dibilang keluarga, 53:39 Ustaz? 53:40 Iya. [berdehem] 53:41 Ataupun 53:42 ee masjid itu kan adalah keluarga jemah. 53:46 Apa? Bagaimana Ustaz melihat kasus ini? 53:49 [berdehem] 53:50 Pemuda-pemudanya juga 53:53 atau pemudanya ini tidak dibimbing oleh 53:57 keluarga yang di rumah. Bagaimana, 53:58 Ustaz? 53:58 Iya. 54:00 [mendengus] 54:02 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 54:04 Allahumma sholli ala 54:07 nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi 54:09 ajmain. Ikhwan sekalian, ini kasus ya. E 54:12 tapi saya ingin meluruskan dulu kadus 54:14 itu ulil amri. Tidak. H 54:16 ee kadus bukan ulil amri ya. Kadus cuma 54:20 orang yang dipercaya oleh orang kampung 54:23 itu ya untuk memimpin dusunnya ya 54:27 enggak? 54:27 Iya. Kalau oleh Amri itu konsep yang 54:30 spesial, khas 54:33 diangkat oleh umat ya dengan 54:37 kaidah-kaidah 54:39 hukum 54:40 yang sudah digariskan oleh agama kita 54:45 dengan prasyarat yang sangat ketat. 54:48 Kemudian dengan tugas yang juga 54:51 amanahnya sangat berat. Ya, 54:55 karena ulil amri tidak mungkin diangkat 54:58 kecuali dari orang beriman. Ya, Bang. I 55:01 kalau kayak gini kadusnya itu bermasalah 55:03 itu. 55:03 He. 55:04 Dan kita ee patut untuk menduga ini 55:07 justru orang-orang yang benci kepada 55:09 Islam, orang-orang yang ingin 55:12 menghancurkan marwah Islam melalui 55:15 [mendengus] 55:17 penggiringan opini bahwa sekarang masjid 55:19 boleh dijadikan tempat untuk bermaksiat, 55:22 joget-joget, 55:23 minum-minuman, bahkan ya. Nah, juga 55:26 sebelumnya satu 55:29 event anak muda 55:32 menggunakan sayembara membaca surah 55:35 Adduha ya kan dan mendapatkan satu botol 55:38 minuman keras. Itu juga kejahatan yang 55:41 menyinggung umat Islam ya. Ini umat 55:44 Islam kayak di 55:46 pancing-pancing untuk emosi, untuk 55:49 marah. Ya boleh enggak marah? Wajib 55:52 marah. 55:54 marah wajib, tersinggung wajib, tapi 55:56 caranya tindakannya tetap terkendali. 55:58 Ya, bawa aja ke jalur hukum. Iya, enggak 56:01 iya 56:01 bawa sudah jangan kita main hakim 56:04 sendiri. Bawa ke jalur hukum. Ya, 56:07 mudah-mudahan penegak hukumnya masih 56:09 bisa dipercaya. Begitu ya. Kalau enggak 56:11 bisa dipercaya, kita seran pada Allah. 56:14 Ada hukum yang kalau di dunia tidak ada 56:18 hukum yang bisa ditegakkan pasti hukum 56:20 di akhirat tegak 56:23 ya karena itu janji dari Allah Subhanahu 56:25 wa taala. Nah, tentang ee kasus di 56:28 Masjid Ciamis tadi itu sebenarnya salah 56:32 satu bagian dari lemahnya ketahanan 56:35 keluarga. 56:37 Ya, ini mohon maaf saya harus bahas ini 56:40 agak ee seksama buat para ibu terutama 56:45 juga Bapak-bapak sekalian. Mohon di 56:48 keluarganya itu betul-betul jadi 56:51 madrasah buat anak-anak kita. 56:54 Sekolah yang pertama tuh bukan kita 56:56 antar ke SD, SMP sampai berguruan 56:58 tinggi. Tidak. Sekolah yang pertama 57:00 adalah di keluarga. keluarga 57:04 terutama [mendengus] 57:05 ayah dan bunda ya. 57:08 Dan harus disadari nanti ayah dan bunda 57:10 pun akan menjadi pihak yang diminta 57:13 pertanggungjawaban di hadapan Allah. 57:15 Bagaimana melaksanakan 57:17 tarbiah atau pendidikan keluarga atau 57:18 tidak. 57:23 Kalau anak-anak diasuh dengan pengasuhan 57:26 yang benar menurut parenting islami ya 57:30 diberikan pendidikan akidah akhlak di 57:32 rumah dipelihara 57:35 supaya terjaga dengan salatnya ya 57:37 anak-anak kan kita muru almudakum 57:40 bisalah 57:41 bisalah ketika dia 7 tahun 57:46 ajaklah anakmu didiklah untuk salat 7 57:49 tahun kemudian kalau 10 tahun kamu boleh 57:51 agak disiplinkan dengan keras ya kan. 57:55 Nah, semua itu dari keluarga 57:58 bukan dari madrasah, bukan dari sekolah 58:02 apalagi dari kampus sudah kelamaan ya. 58:05 Ada masa-masa tertentu dalam 58:08 perkembangan anak ya itu wajib untuk 58:13 dibangun di situ 58:18 karakter yang baik. maka disebut dengan 58:21 critical period in development. 58:27 Ada satu periode yang kritis dalam 58:28 perkembangan 58:30 usia manusia di usia 5 sampai 7 tahun 58:34 itu kritis sekali ya. Maka kalau gagal 58:37 orang tua mendidik situ, saya enggak 58:39 tahu pondasinya sudah lemah. Nah, 58:42 termasuk yang ini nih anak-anak senang 58:45 diajet-joget ya. 58:47 Kemudian diiming-iming ini minuman mahal 58:50 loh, minuman mahal ya kan. Enggak 58:52 mungkin kamu bisa beli ini. Mumpung 58:54 gratis ada 58:56 donat ya. Dan ini biasanya bukan 58:59 orang-orang biasa. Ini pasti ada by 59:02 design. By 59:05 ya. By saya yakin itu by design. 59:09 Kejadian-kejadian yang sudah mengotori 59:11 masjid ya memancing umat Islam untuk 59:14 marah ini ya. Nah, jadi gitu, Bang. Ee 59:17 perspektif saya adalah waspada kembali 59:20 ke rumah dan di rumah anak-anak kita 59:22 bangun dengan karakter islami ya menjadi 59:25 orang-orang saleh. Nah, orang saleh ini 59:27 enggak bisa diganggu. 59:29 Orang saleh tidak bisa diganggu oleh 59:31 siapapun. Kalau sudah saleh ya 59:35 dikasih duit, dikasih apapun dia tidak 59:37 bergeming karena apa? kesalehannya itu 59:42 menguatkan dia dari kemungkinan untuk 59:45 menjadi budak duit. Ya, sekarang kan 59:47 semua sudah terpenjara, sudah tersandra, 59:50 ya kan? 59:53 Aparat maupun aparatur negara sekarang 59:55 sudah banyak yang tersandra. Betul 59:56 tidak? 1:00:00 Makan duit-duit yang tidak jelas, ya 1:00:02 kan? 1:00:04 dengan mudah dapat duit lah. Wong di 1:00:07 zaman seperti ini sebagian masyarakat 1:00:09 kita cari duit susah. 1:00:13 Pengin tahu susahnya cari duit tanya ke 1:00:16 driver ojol sekitar kita. 1:00:20 Kemarin saya digonjengi driver ojol. 1:00:23 Berapa, Bang? Sehari semalam. 1:00:25 Alhamdulillah, Ustaz. Ada aja rezeki. 1:00:27 Tapi susahnya bukan main. 100 sampai 100 1:00:32 sampai Rp200.000 Ibu itu pun tidak flat, 1:00:35 tapi dari pagi subuh sampai malam dia 1:00:36 harus pulang. Masyaallah. 1:00:39 Ih, ada sebentar orang 1:00:42 bahkan dikasih intensif insentif 1:00:45 6 juta sehari. Bayangkan itu penghasilan 1:00:47 ojol 2 bulan itu ya kan? 1:00:49 Iya. 1:00:52 Penghasilan ojol penarik eh ojek online 1:00:55 itu 2 bulan baru dapat 6 juta. Ini ada 1:00:59 orang dikasih insentif 6 juta sehari. 1:01:03 Duitnya pun dengan mudah ngucur begitu. 1:01:06 Ini dari mana juga 1:01:10 kalau bukan buyain semuanya untuk 1:01:12 menghancurkan tatanan masyarakat kita. 1:01:15 Dan ini ketahanan pertama adalah di 1:01:18 keluarga. Saya juga melihat begini. 1:01:21 [mendengus] 1:01:22 Ibu-ibu agak 1:01:24 lemah dalam hal mengendalikan waktu 1:01:26 anak-anak. Ya, saya masih melihat bakda 1:01:30 magrib kalau zaman kita masih 1:01:31 kecil-kecil dulu orang tidak ada yang 1:01:33 keluar dari rumah. Bakda magrib itu di 1:01:34 rumah. Betul enggak? 1:01:35 Iya, betul. 1:01:36 Belajar ya, kemudian baca Quran di rumah 1:01:40 tuh. 1:01:41 Bahkan di Jogja ada perubahan yang 1:01:44 sangat signifikan di zaman-zaman saya 1:01:47 masih kecil itu. 1:01:49 Ada beberapa kampung termasuk di 1:01:52 sepanjang aliran ee Sungai Code ya, Kali 1:01:56 Code itu sepakat tidak ada anak yang 1:02:00 keluar dari mas dari dari rumah antara 1:02:02 jam .00 sampai jam 08.00 malam. 1:02:05 Anak-anak semuanya belajar yang 1:02:07 ngaji-ngaji yang belajar belajar dan 1:02:09 Jogja menjadi terkenal dengan kota 1:02:11 pelajar kan. Iya. 1:02:14 Apa yang terjadi sekarang? Anak-anak 1:02:16 dibiarkan berkeliaran. 1:02:20 Kalau tidak berkeliaran fisiknya dari 1:02:22 rumah, di rumah tidak ke mana-mana 1:02:25 berkeliaran e berselancar dengan 1:02:28 gadetnya. Betul enggak? Betul. 1:02:30 Itu jam .00 Habis magrib enggak ada yang 1:02:33 namanya enggak ada cerita tadarus Quran 1:02:36 ya. 1:02:37 Semuanya sibuk dengan gadetnya. Bapak 1:02:40 ibunya sibuk dengan gadet anaknya. Apa 1:02:43 yang terjadi 20 tahun kemudian? 1:02:46 Maka masyaallah. Mari ayah bunda, kalau 1:02:49 kita punya anak-anak, punya cucu, kita 1:02:53 coba selamatkan mereka dulu dah ya. ee 1:02:57 rasil ini insyaallah didengar oleh 1 1:02:59 juta 1 juta pendengar. Alhamdulillah 1:03:04 ee listenership ataupun 1:03:08 apa namanya 1:03:09 pendengar hasil kurang lebih 1 juta 1:03:11 orang itu ada sat satu survei ya e 1:03:15 total ke atas. 1:03:17 Nah, kalau 1 juta orang membawa satu aja 1:03:19 orang lain ya keluarganya apalagi 1:03:22 seluruh anggota keluarga tiga orang aja 1:03:24 sudah ada 3 juta yang menjadi 1:03:26 orang-orang saleh dan salehah yang tidak 1:03:28 bisa dibeli ya tidak dibeli oleh apapun 1:03:32 ya. ini masyaallah kita memerlukan di 1:03:35 zaman kita sekarang ini kita memerlukan 1:03:37 orang saleh 1:03:40 melebihi perlunya masyarakat sebelum 1:03:43 kita 1:03:45 di zaman lampau, orang saleh sangat 1:03:47 penting untuk membangun dan memimpin 1:03:50 kita. Di zaman seperti ini lebih-lebih 1:03:52 orang saleh kita cari, tapi cari orang 1:03:54 saleh sekarang susah enggak? 1:03:55 Susah. 1:03:55 Susah. 1:03:58 Cari orang pintar banyak tidak? 1:04:00 Banyak. 1:04:00 Oh, banyak. 1:04:02 yang susah cari orang saleh. Maka 1:04:05 masyaallah kalau kita punya anak yang 1:04:07 saleh itu kita sujud syukur betul. Nah, 1:04:10 kita jaga ya. Ada anak saya anak 1:04:13 laki-laki 1:04:14 itu cerita bagaimana 1:04:17 susahnya menjalani hidup sebagai anak 1:04:20 SMA. 1:04:23 Hampir di semua 1:04:26 sekolah menengah atas itu diperkenalkan 1:04:29 dengan miras, diperkenalkan dengan 1:04:32 narkoba, diperkenalkan dengan ee judi 1:04:36 online, 1:04:37 pinjol ya. Anak-anak muda banyak ya. 1:04:39 Itu di sekolah, Ustaz. 1:04:40 Sekolah tuh. Masyaallah. 1:04:44 Kalau bukan dari keluarga yang mengawal 1:04:47 mereka melampaui masa kritis di SMA, 1:04:51 siapa lagi? 1:04:53 Mari jangan dilihat anak-anak itu biasa 1:04:55 saja tidak ada masalah aktif ada apa 1:04:58 anak kamu sekarang sedang apa kamu punya 1:05:01 masalah apa kamu sedang kerja apa ya 1:05:05 kalau tidak dibina oleh keluarga anak 1:05:08 kita dibina oleh orang di luar keluarga 1:05:10 dan ini resikonya besar demikian ikhwan 1:05:13 sekalian wallahuam bisawab 1:05:18 demikian ee pertanyaan belum 1:05:21 Ini ada pertanyaan dari hamba Allah di 1:05:23 Jakarta, Ustaz. Bagaimana menjaga 1:05:26 keutuhan keluarga, Ustaz, agar tetap 1:05:28 langgeng, agar bisa melewati berbagai 1:05:31 ujian. Ujian ego, ujian ekonomi, dan 1:05:35 ujian yang lainnya. Karena akhir-akhir 1:05:37 ini banyak berita perceraian, banyak 1:05:40 istri mengubat cerai. Resepnya apa, 1:05:42 Ustaz? Jazak. Bismillahirrahmanirrahim. 1:05:44 Ala Muhammad wa ba'du. Kita kembali 1:05:47 kepada Quran dan sunah. 1:05:49 Allahi karena 1:05:51 hampir semua perceraian 1:05:54 diawali dengan perselisihan 1:05:57 antara suami dan istri. Perselisih itu 1:06:01 pendapat inginnya suami begini, ingin 1:06:04 inginnya istri begini enggak ketemu. 1:06:07 Karena sama-sama bisa dikipas oleh 1:06:10 setan. Setan ngipas yang laki, setan 1:06:12 ngipas yang perempuan. Ketemu enggak? 1:06:14 Enggak. makin 1:06:17 makin jauh, makin tafaruk, makin 1:06:20 berpisah ya jaraknya tuh makin lebar. 1:06:24 Nah, kita sama Allah disuruh ayo kembali 1:06:28 didasari ketaatan tadi. Kamu mau taat 1:06:31 sama Allah apa mau taat sama egomu? Ya, 1:06:34 ada yang bilang, "Ustadz, saya ini 1:06:35 sebagai istri penginnya ngalah, tapi 1:06:37 suami punya ego." Ya, ya enggak ketemu. 1:06:40 Pasti akan terjadi itu perpecahan. 1:06:44 Suaminya ego, istrinya sudah ngalah, ya. 1:06:46 Apa sebaliknya suaminya sudah ngalah 1:06:49 banyak ini 1:06:51 istrinya wah punya karena punya geng ya. 1:06:54 Ini banyak saya ibu-ibu termasuk ibu-ibu 1:06:57 rumah tangga punya geng 1:07:01 main judi main. Wah, ngeri itu 1:07:05 karena banyak kasus ya. 1:07:07 Nah, kalau dua-duanya tidak bisa dibawa 1:07:11 ke dalam hancur pasti dipastikan hancur. 1:07:14 Maka pertanyaan tadi sangat bagus, 1:07:16 gimana ee menjaga keutuhan keluarga? 1:07:19 Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya. 1:07:21 Buang 1:07:23 egomu. Kamu mau mentaati Allah atau 1:07:25 mentaati egomu? syahwat 1:07:28 egomu. 1:07:30 Ya, 1:07:32 ego itu syahwat. Memperturutkan apa 1:07:37 mungkin ya? Ee ego itu berupa 1:07:41 kebanggaan, 1:07:43 ingin menang, 1:07:46 ingin dihormati, ingin didengar dan 1:07:49 diterima 1:07:51 pikiran dan kehendaknya. 1:07:53 Tapi kalau kita kembali rasulnya, yuk 1:07:56 ustaz enggak ketemu itu bawa orang 1:07:58 ketiga, ustaz atau ahli hukum Islam 1:08:01 insyaallah bisa membantu ya. Ya susah 1:08:04 carinya ustaz datang ke masjid cari Pak 1:08:07 Ketua DKM ustaz siapa yang di situ? 1:08:09 Masok di masjid enggak ada ya kan. Ayo 1:08:11 sama-sama. Kalau enggak ada, mungkin 1:08:13 sekitar kita ada orang yang saleh. Nah, 1:08:16 karena almuslimu alal muslim 1:08:19 saudaranya. 1:08:23 Jadi ee almuslim akhul muslim 1:08:27 ee almuslim akhul muslim setiap orang 1:08:31 punya masalah, setiap keluarga punya 1:08:33 masalah pasti pasti itu ya kalau ada 1:08:36 masalah ya Pak ya gimana egonya turunkan 1:08:41 dulu aku disuruh taat sama Allah sama 1:08:43 Rasulullah ya Allah berat ya kenapa 1:08:46 egoku harus diturunkan ya ustaz saya 1:08:49 sudah nurunkan ego. dia enggak 1:08:50 turun-turun. Nah, Bapak enggak usah 1:08:52 resah 1:08:55 ya. Pasti kalau orang itu insyaallah 1:08:58 dengar dengar Al-Qur'an ya selama selama 1:09:02 masih beriman ya. Tapi kalau sudah tidak 1:09:05 apa boleh buat ya. 1:09:08 Nah, jadi keutuhan keluarga itu 1:09:10 merupakan perjuangan besar di zaman 1:09:12 serba fitnah saat ini. Sangat besar, 1:09:14 Pak. 1:09:17 Tadi ada satu kajian yang saya baca ya, 1:09:21 riset 1:09:23 lemahnya 1:09:24 komitmen keluarga untuk membangun 1:09:28 ketahanan keluarga itu suami istri 1:09:30 mulai, wah enggak penting itu ngobrol. 1:09:33 Hah, enggak penting itu musyawarah. Ah, 1:09:36 ngapain si ngobrol? pakai udah begitu 1:09:38 istrinya apa? 1:09:40 Hancur itu. 1:09:43 Kita diajak musyawarah baikbaik enggak 1:09:45 ada ketemu sudah. Ayo kalau gitu 1:09:49 sudahudah aja datang ke KUA memang 1:09:51 terjadi ya sudah gitu ke KUA insyaallah 1:09:53 KUA yang akan melakukan mediasi. Kalau 1:09:55 itu enggak bisa juga di apa namanya di 1:10:00 mainkan dijalankan, apa boleh buat? ya 1:10:03 ikhtiar sudah keutuhan keluarga itu ada 1:10:07 prosesnya berdoa pada Allah ya makan ini 1:10:11 masalah makan bahaya 1:10:14 percerahan keluarga itu dipengaruhi 1:10:16 salah satunya adalah makan yang enggak 1:10:20 benar 1:10:22 ya makan yang enggak benarah ini makanya 1:10:25 masyaallah saya jangankan dikasih 1:10:28 insentif ya 6 juta sehari 1:10:31 dikasih Sepat 60 juta sehari saya tolak. 1:10:35 Karena apa? Duitnya enggak benar. 1:10:39 Duitnya enggak benar. Tuh 1:10:43 dengan begitu yang kita makan benar 1:10:44 enggak? Kok mempengaruhi hati, Ustaz? 1:10:46 Iya benar. 1:10:49 Kalau orang benar 1:10:52 bisnis yang dilakukan dengan benar, 1:10:54 insyaallah dia akan dikembalikan kepada 1:10:57 Allah. 1:10:58 bisnisnya naik dia syukur bisnisnya 1:11:00 turun enggak marah-marah. Kalau sekarang 1:11:02 kan enggak ada penutupan ya sekian 1:11:06 banyak apa dapur SPPG. Betul enggak, 1:11:08 Bang? 1:11:08 Betul. 1:11:09 Ribuan ditutup marah ngamuk karena apa? 1:11:12 Takut kehilangan itu. Oh iya. 1:11:14 Masyaallah. 1:11:16 Ya. Maka para sekalian, marilah di zaman 1:11:18 penuh fitnah 1:11:20 kita. Jangan jauh-jauh dari Allah dan 1:11:22 Rasul-Nya. Insyaallah itu yang selamat. 1:11:24 Wallahualam bissawab. Wallahuam bisaab. 1:11:26 Demikian hamba Allah semoga dapat 1:11:28 menjawab ee sebagai penutup ustaz 1:11:31 i. Bismillahirrahmanirrahim. Shallli ala 1:11:33 Muhammad wa ba'du ikhwan sekalian. 1:11:37 Allah itu sangat menyayangi setiap 1:11:39 keluarga yang dibangun di atas takwa. 1:11:46 Dan Allah sendiri dalam surah 1:11:49 ya An-Nisa ya disebutkan apabila 1:11:52 seseorang 1:11:54 itu 1:11:55 fakir maka akan dicukupkan. 1:11:58 Ya. Surah Andur juga ada ya. 1:12:00 Iya. 1:12:03 Sebenarnya hidup kita itu 1:12:06 akan dimudahkan oleh Allah. 1:12:10 Surah A'raf ya. 1:12:14 Ayat berapa, Bang? 906. 1:12:17 Ya. Nah, disebutkan di sana 1:12:20 apabila lau kana 1:12:24 kalau saja orang-orang ahlul qura 1:12:27 beriman bertakwa kepada Allah, maaf 1:12:29 fatahna alaihim barokat minasamawat wal 1:12:32 ard. 1:12:33 Akan dibukakan Allah pintu keberkahan 1:12:36 dari langit dan bumi. Masyaallah. 1:12:40 Ya. Jadi kita menghadapi banyak 1:12:42 kasus-kasus itu karena kita jauh dari 1:12:45 keimanan dan ketahuan kepada Allah. Maka 1:12:49 untuk membangun pondasi keluarga yang 1:12:51 kuat dan menjadi juga pondasi bagi 1:12:54 masyarakat yang kuat kembali kepada iman 1:12:57 dan takwa kepada Allah Subhanahu wa 1:12:59 taala. Dan jalani tujuan tujuan kita 1:13:03 berkeluarga adalah beribadah kepada 1:13:05 Allah Subhanahu wa taala. 1:13:08 Nah, dengan begitu kalau kita lagi 1:13:10 lapang, kita juga syukur sama Allah. 1:13:13 Kalau lagi sempit rezekinya disempitkan 1:13:16 oleh Allah, banyak kesulitan, banyak 1:13:17 kesusahan, banyak musibah, itu kita 1:13:20 hadapi dengan sabar, insyaallah itu yang 1:13:22 terbaik. Ya, ingat Allah itu paling 1:13:24 sayang dengan orang beriman ya. Tidak 1:13:27 mungkin Allah lepas tangan. 1:13:31 Ketika orang beriman tawakal kepada 1:13:32 Allah, menyerahkan urusnya pada Allah. 1:13:34 Nah, walah alallah fahua hasbuh. Barang 1:13:39 siapa yang bertawakal kepada Allah, 1:13:41 menyerahkan urusan kepada Allah, fahua 1:13:43 hasbuh, itu janjinya Allah. Surat atalaq 1:13:46 ayat 2 dan 3. Allah akan mencukupi 1:13:49 keperluan-keperluan dia. Fahua hasbuh 1:13:54 ya 1:13:56 wararzuquhu min haitsu lazib. dan akan 1:13:59 memberikan kecukupan dengan rezeki yang 1:14:02 hanya dia sendiri yang tahu datangnya 1:14:05 dari mana. Ya tempat yang tidak dia 1:14:07 kira. Ya. Jadi, Ikhwan sekalian marilah 1:14:12 di zaman ini memang hidup penuh dengan 1:14:15 tantangan, cobaan, ujian, 1:14:19 tapi kita punya Allah. 1:14:24 Allah maha kaya kan? I 1:14:26 Allah maha kaya. itu orang-orang yang 1:14:28 bergelimang harta, 1:14:30 yang menguasai triliunan duit rakyat. 1:14:34 Sebentar aja itu enggak lama. 1:14:37 Tujuh turunan dia makan. Siapa yang 1:14:38 makan? 1:14:40 Ya enggak lama itu. Tenang aja. 1:14:43 Kita akan lihat bergelimpangan dibuka 1:14:45 aib-aib orang-orang rakus, orang serakah 1:14:48 ya. Sebentar orang yang sabar insyaallah 1:14:52 menjalani hidup ini dengan selamat. 1:14:54 Rbana hablana min azwajina 1:14:59 walna lil muttaqina imbana. 1:15:07 Ya Allah ya rab jadikanlah kami dan 1:15:08 anak-anak keturunan kami ya Allah 1:15:11 orang-orang menjaga salat. Dengarkanlah 1:15:14 doa kami ya Allah karena salat mencegah 1:15:17 kami dari kekejian dan kemungkaran. 1:15:21 Rbana atina fid dunya hasanah wafil 1:15:24 akhirati hasanah waqinaabanar 1:15:27 jannah ma 1:15:29 yaiz yafar yaalaminallahu 1:15:31 ala Muhammad wahamdilamin 1:15:34 alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh 1:15:36 waalaikumsalam [mendengus] 1:15:37 warahmatullahi wabarakatuh jazakumullah 1:15:38 khairan kir ustaz demikian ikhwan akhwat 1:15:41 terima kasih atas segala partisipasinya 1:15:43 mohon maaf atas segala khilaf kita tutup 1:15:45 dengan subhanakallahumma wabihamdika 1:15:47 asadua ilahailla anag 1:15:51 warahmatullahi wabarakatuh.