Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh, Bang Insanudin. 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. 0:24 Sehat ya, Bang Insan ya? Kabarnya pagi 0:26 hari ini? 0:27 Alhamdulillah. Saya mohon maaf. kemarin 0:30 silaturahim tidak bisa hadir karena saya 0:34 mendapat musibah 0:36 keponakan 0:37 Oh, kenapa Bang 0:38 keponakan wafat jadi harus 0:41 innalillahi 0:42 kita selesaikan jadi saya enggak hadir 0:44 silaturahim kemarin tanggal 18 0:47 kami harus memakamkannya pada hari yang 0:49 sama gitu karena meninggalnya hari Jumat 0:51 menjelang magrib [berdehem] 0:54 baikbaik semoga husnul khatimah ya Bang 0:56 Hanudin ya 0:58 amin ya rabbal alamin saya mohon maaf 1:00 kepada semua pihak yang hadir di acara 1:02 ini 1:03 tanpa menghilangkan rasa hormat saya 1:05 mohon maaf saya tidak saya kepengin 1:07 sekali hadir bahkan sudah saya agendakan 1:09 tapi saya 1:10 alhamdulillah kemarin berjalan lancar 1:12 amin amin insyaallah sama-sama lancar 1:16 semangat terus yang penting ya 1:17 amin amin insyaallah aminyaallah 1:19 karena kemarin kan kita kayak ini ngasih 1:21 semangat terus gitu untuk narasumber 1:23 siaran dirasil insyaallah 1:27 masyaallah 1:28 Iya. Iya. 1:29 Bang Hanudin, kita ingin menyoroti 1:31 beberapa hal Bang Hanudin. 1:33 Kita ke dalam negeri dulu ketika 1:36 I 1:37 ee Selat Hormus itu sedang 1:39 panas-panasnya, ternyata ada juga yang 1:42 menyoroti ini Selat Malaka. Ini kan 1:46 muncul nih ya di beberapa pemberitaan. 1:49 Sebenarnya selat-selat yang ada di dunia 1:51 ini peran penting bagi perekonomian ee 1:54 global itu seperti apa? sampai akhirnya 1:57 Selat Malaka ee disinggung gitu ya. Ada 2:00 mulai dari Selat Malaka kalau dipajaki 2:02 itu bagaimana, lalu juga ee itu urusan 2:05 teritorial juga bagaimana karena 2:07 menyangkut juga di sini ada kepentingan 2:09 global yaitu Laut Cina Selatan ee laut 2:13 utara Indonesia gitu kalau kita bilang 2:15 gitu ya. Tapi kan namanya sudah Laut 2:16 Cina Selatan. Ternyata bukan hanya 2:19 faktor ekonomi, faktor militer juga ini 2:22 jadi ee pandangan serius gitu, apalagi 2:26 untuk negara-negara ee negara-negara 2:29 yang kekuatan militer besar gitu ya. 2:31 Indonesia berada di mana sebenarnya gitu 2:34 ya. Memanfaatkan arealnya nih kalau 2:36 bicara tentang areal kekuasaan dan 2:38 kedaulatan gitu ya, apakah betul-betul 2:41 sudah tidak bisa lagi ee memiliki 2:43 kedaulatan dalam hal itu? Lalu yang 2:45 kedua, Bang Insanudin ini eh ada 2:49 beberapa ee analis yang melihat perang 2:54 Amerika Serikat, Israel versus ee Iran 2:57 itu dilihat dari 3:00 bahaya AI militer. Nah, jadi kalau 3:05 dulu-dulu itu gitu ya, bagaimana 3:07 manusia itu dengan kepintarannya yang 3:10 menentukan sekarang 3:12 menggunakan alat bantu yaitu AI eh 3:15 militer. Sebenarnya Bang Is melihat ke 3:19 depan gitu ya, ini urusan militer yang 3:22 menggunakan kalau awalnya alat bantu 3:25 dengan AI tapi ke depannya dikhawatirkan 3:27 justru manusia sudah tidak bisa 3:29 menentukan karena nanti AI yang akan 3:30 berperan. Ini kan kita bicara masa depan 3:33 terus urusannya juga dengan AI masuk ke 3:35 dunia perang. Nah, ini seberapa bahaya 3:38 sebenarnya karena kan ini isu AI 3:40 berperan dalam perang ee yang saat ini 3:43 aja ee itu kan cukup menguat gitu. 3:46 Apalagi dilihat pangkalan Amerika 3:48 Serikat itu jadi pertanyaan, kenapa sih 3:51 banyak di negara-negara muslim teluk? 3:53 Kenapa harus banyak di situ? Gitu ya. 3:55 Nah, mungkin ini lebih luas tuh, Bang. 3:57 Nanti akan ee melihatnya ee lagi hal 4:00 ini. Lalu juga kalau bicara tentang 4:04 perang keos, apalagi kerusan-kerusan di 4:07 negara-negara ee berbagai negara gitu 4:10 ya, katanya ada agen-agen yang memang 4:13 sudah disiapkan oleh Amerika untuk 4:14 disebar ke seluruh negara. Agen-agen 4:18 ya, ada agensi C atau apa gitu ya. itu 4:20 katanya dari mulai unsur pemerintahan, 4:22 akademisi sampai ke akar rumput ditanam 4:24 di semua negara termasuk di Indonesia 4:26 yang bisa bikin mempengaruhi kebijakan 4:29 juga katanya. Begitu Bangudin tiga hal 4:31 ini Bangudin jadi obrolan kita di pagi 4:33 hari ini. Monggo mulai dari mana? 4:36 [berdehem] 4:36 Bismillahirrahmanirrahim. 4:39 Subhanakidina 4:53 Muhammadidina Muhammad. 4:56 Kita mulai dulu dengan 5:01 banyaknya pangkalan Amerika yang 5:03 tersebar di negara-negara muslim. 5:05 H 5:06 termasuk sekitar 150.000 5:10 tentara Amerika yang tersebar di 5:12 berbagai negara. 5:14 Banyak itu ya. 5:14 Di Cina, di Jepang, 5:18 bahkan ada penempatan juga di kawasan 5:20 Awai gitu ya. 5:23 Walaupun itu protektorat 5:26 country gitu ya. 5:28 Iya. 5:28 Ee 5:31 dia punya kepentingan ganda. 5:34 Hm. kepentingan 5:37 untuk memudahkan serangan 5:40 terhadap negara-negara Islam yang 5:42 mencoba melakukan perlawanan. Itu 5:44 kepentingan pertama. 5:46 Sekaligus 5:48 itu memberikan pesan kepada negara yang 5:53 dijadikan pangkal militer bahwa Amerika 5:56 punya kekuatan militer yang amat sangat 5:58 dahsyat. 5:59 Hm. 6:01 Tapi di balik itu sesungguhnya 6:04 pangkalan militer itu 6:07 sudah menjadi 6:09 ee negara dan negara. 6:12 Jadi ee 6:15 analisisnya 6:16 dia menunjukkan 6:19 betapa Amerika selalu menciptakan 6:22 situasi 6:24 yang mereka bilang sebagai menciptakan 6:26 keamanan, tapi sekaligus mengintimidasi. 6:31 ee misalnya ketika kemarin 6:35 Iran menyerang sejumlah pangkalan 6:37 militer Amerika di Arab Saudi, di UA, di 6:41 Qatar 6:43 gitu. 6:44 Mereka berpendapat 6:47 ternyata pangkalan militer itu gagal 6:50 melindungi kita. 6:52 H 6:54 dan dari sana mereka sadar bahwa biaya 6:57 yang mereka keluarkan untuk itu nyaris 7:00 tidak ada gunanya. 7:03 I 7:03 maka sekitar beberapa sebelum perang 7:06 muncul pernyataan beberapa menteri luar 7:09 negeri negara Teluk 7:12 agar Iran tidak menyerang pangkalan 7:14 militer 7:15 ee yang ada di negara mereka. 7:18 Yang menariknya mereka tidak menuding 7:19 kenapa mereka tidak bertanya pada diri 7:22 mereka kenapa mereka bersedia menjadi 7:23 pangkalan militer tapi meminta Iran agar 7:26 tidak menyerang pangkalan militer yang 7:27 ada di negeri mereka. Menarik kan? 7:29 Di cara-cara berpikir itu cara berpikir 7:32 mereka gitu. Itu pertemuannya di Riyad 7:33 waktu itu. 7:35 Jadi waktu itu pertemuan di Riyad 7:36 sebelum terjadi perang. 7:39 Tapi indikasi perang sudah terlihat. 7:42 Mereka bikin pertemuan dan mereka 7:43 meminta agar Iran tidak menyerang 7:44 pangkal militer yang berada di negeri 7:46 mereka. Tapi mereka tidak melihat, 7:49 tidak, tidak bermuhasabah diri. Kenapa 7:52 mereka menyediakan diri, menyediakan 7:54 negara mereka menjadi fakta militar. 7:58 Ee itu menggambarkan bahwa sesungguhnya 8:02 ee 8:03 Amerika telah menebar 8:07 ee peringatan kepada negara-negara 8:09 mencoba melakukan perlawanan terhadap 8:10 kepentingan Amerika pasti akan diserang 8:13 secara militer. Jadi pesannya itu gitu. 8:15 Hm. H [berdehem] 8:16 kesannya begitu dan sekaligus 8:19 memberikan gambaran mana Amerika ada 8:20 menjamin dan ternyata dua-duanya gagal. 8:23 Di satu sisi Amerika tidak bisa 8:24 mengamankan, tapi sisi lain juga ee 8:29 buingan tentang itu malah terbukti bahwa 8:31 Amerika memang kondisinya ee tidak bisa 8:35 dipegang seperti demo yang terjadi pada 8:39 hari Minggu kemarin ee di Teheran. 8:43 Ribuan masyarakat Teheran turun ke jalan 8:47 dan mendukung pemerintahan untuk tidak 8:48 membuat kesepakatan baru 8:51 dengan Amerika dengan satu alasan, 8:54 Amerika tidak pernah bisa di pegang. ya, 8:56 Amerika sekarang penuh dengan ingkar 8:58 janji. [tertawa] 9:01 Dan kalau kita [berdehem] lihat begitu, 9:04 maka ee negara-negara muslim tadi 9:06 sesungguhnya adalah negara-negara yang 9:09 sudah berhasil dikecohf gitu, sudah 9:11 berhasil dikelabui oleh e Amerika 9:14 dan entah kenapa mereka menikmati 9:16 dibodohi. 9:18 [tertawa] 9:19 Kutilah 9:22 saja kanwatelewat penguasa-penguasanya. 9:26 ya. Ee tapi rakyatnya juga tidak bisa 9:29 bikin apa-apa karena sistemnya begitu. 9:31 Sistem demokrasinya. Heeh. 9:32 Dalam bahasa yang lain tadi yang saya 9:34 bilang kita hanyut tersesat dalam 9:36 kebodohan yang terus-menerus dilakukan 9:39 dan mereka menikmati atas 9:41 itu sebenarnyaak 9:43 Indonesia. Cuma bedanya Indonesia tidak 9:44 pakai militer. 9:46 Nanti kita bahasin yang kedua itu kita 9:47 bahas. 9:48 Nah. 9:49 Iya. Iya. Kalau dalam perspektifnya 9:51 begitu, maka sesungguhnya 9:54 ee rencana pembicaraan kedua gitu ya ee 10:00 pada 10:01 ee karena 10:04 senjata rentan ini gitu ya, akan 10:06 berakhir ee Selasa malam atau kalau 10:10 waktu Indonesia berarti Rabu 10:12 tinggal berapa jam lagi itu? He 10:13 lagi ya. Tinggal ee mungkin sekitar 24 10:16 jam 10:17 ee jam lagi 10:18 24 jam kurang 10:20 ee itu nampaknya memang dalam kondisi 10:25 antara pembicaraan jangka pendek yang 10:27 tidak punya arti atau perang jangka 10:29 panjang. Nah, saya akan ngambil bahasan 10:34 bahasan ee kronologi. 10:37 Kalau perang ini dimulai oleh Amerika 10:40 dan Israel, kenapa justru Amerika dan 10:43 Israel yang menghendaki kejatan senjata? 10:46 Yang kedua, 10:47 kenapa mereka justru menghendaki 10:49 pembicaraan kedua? di tengah namanya 10:50 antara pembicaraan pertama dan menjelang 10:53 pembicaraan kedua, Amerika justru 10:56 menyerang kapal-kapal Iran dan 10:58 memblokade sejumlah pelabuhan Iran. Ah, 11:01 itu bukti bahwa tidak bisa dipegang. 11:04 Israel pun menyerang Libanon gitu ya, 11:07 menyerang habis-habisan. 11:09 Dalam bahasa lain itu bukti bahwa 11:10 sesungguhnya mereka memang tidak bisa 11:12 dipercaya. 11:14 Iya. Dan kalau sudah saya sudah ngomong 11:16 ke mana-mana, 11:18 bahkan dalam sebuah TV swasta sudah saya 11:20 sebut begitu ya. 11:22 Nah, kalau kita ngambil lebih lanjut 11:25 lagi cerita begini. Iran tentu dalam 11:27 posisi pembelajaran mahal. Pembelajaran 11:30 mahal yang dipegang oleh Iran adalah 11:32 gitu ya, 11:34 melihat perang Amerika di Afghanistan, 11:38 melihat perang Amerika di 11:43 Vietnam. 11:44 Vietnam 11:45 juga perang Amerika di Irak ya. Jadi 11:50 kalau kita ngambil dari perang perang 11:52 Vietnam, perang Irak, Afghanistan, 11:54 perang Vietnam kronologinya perang 11:56 Vietnam, 11:58 perang Afghan dan perang Irak. Tiga 12:01 perang. 12:02 Semua perang panjang yang terjadi di 12:04 tiga daerah itu ee hampir rata-rata. 12:07 Kalau di kalau di Irak cuma 8 tahun. He. 12:11 Kalau di Afghan 20 tahun. Di ee Vietnam 12:16 juga 20 tahun. 1955, 1975. 12:20 Hm. 12:21 Semua peperangan itu Amerika kalah. 12:26 Jadi belajar dari cerita perang panjang 12:29 kayak gitu 12:30 ee Amerika dalam sejarahnya adalah 12:34 negara kalah. 12:35 H. 12:37 tapi menguasai gitu 12:39 ee ya karena tadi bukan hanya bukan 12:43 hanya militer kan kalah 12:45 kalahnya dalam pengertian e militer 12:48 he 12:48 kalahnya dalam perang militer. Jadi A 12:50 itu makanya saya membuat buku yang saya 12:54 sebut dalam prahara bangsa 12:57 apa pengertian kemenangan bagi Amerika? 13:00 What is theory from usu ya? Apa makna 13:04 victory kemenangan itu bagi Amerika? 13:07 [berdehem] 13:09 Saya pernah sebut di RAL ada enam 13:11 indikator, tapi kalau kita bahas itu 13:12 panjang. Kita balik lagi ke ee dalam 13:15 situasi sekarang. 13:17 [berdehem] 13:17 Nah, kalau kita ngambilnya 13:19 ini adalah perang jangka panjang, maka 13:25 Iran akan bertahan 13:27 dan Iran tidak akan mudah menyerahkan 13:29 permintaan Amerika dua. Jelas 13:31 hentikan soal uranium yang gagal pada 13:33 serangan ee akhir Februari awal Maret. 13:37 Ee ganti rezim juga gagal gitu ya. 13:41 He. 13:42 Ee dan yang ketiga yang paling menarik, 13:45 basis atau landasan perang antara 13:47 Amerika dengan landasan perang Iran itu 13:50 berbeda. Walaupun kemudian ada sejumlah 13:54 media yang berani menuliskan tentang 13:56 Potes yang di tangannya tertulis kafir 13:58 gitu ya. 13:59 H 14:00 yang memicu akhirnya perang ini menjadi 14:02 dalam pemahaman banyak orang sebagai 14:04 perang agama. Sebenarnya kalau ngelihat 14:06 juga lihat aja kajian di sebelumnya 14:09 diil. 14:11 Bagaimana 14:13 PX ini menjadi penulis 14:18 American Crus? 14:20 Bagaimana Trump pernah menyatakan pada 14:23 2017 tentang judi Christianity. 14:27 Jadi ee sebenarnya bisa dilihat dalam 14:29 kerangka itu. Dalam kerangka itu kan 14:33 logika Iran yang sebenarnya kecil 90 14:36 juta ee dan kemudian Selat Hormus 14:40 tadinya aman-aman saja sesungguhnya kan 14:43 tidak layak diserang oleh Amerika 14:46 hanya karena kebetulan mereka hendak 14:48 menciptakan tekanan terhadap Cina, 14:51 tekanan terhadap musuh-musuh potensial 14:52 yang tidak bisa dikalahkan itu. Maka 14:55 mereka sebenarnya Amerika juga melakukan 14:56 perang proksi. 14:58 Ah, di situlah kemudian pada posisi 15:01 perang proksi itu duta besar Israel 15:05 untuk PBB menyatakan 15:07 Prancis, Cina, dan Pakistan 15:11 bermain dua kaki. Maka ada beberapa 15:14 media barat yang menyebut 15:16 Pakistan itu bukan bukan peacemaker 15:20 begitu. 15:21 [tertawa] 15:21 bukan pacemaker, 15:23 bukan paemaker gituer 15:25 apa? [tertawa] 15:27 Ah, Kak iya. Tentu saja ada hal-hal yang 15:30 ee menjadi ee ee titik temu posisi 15:35 Pakistan sebagai tempat berdialog. Ee 15:37 titik temu dengan Amerikanya seperti 15:39 apa, titik temu dengan Irannya seperti 15:41 apa Pakistan. Tapi juga ada titik yang 15:43 berseberangan bagi keduanya misalnya 15:46 gitu ya. Misalnya ketika Pakistan, 15:49 Pakistan menghadapi India misalnya, 15:51 Pakistan menggunakan pesawat buatan 15:53 Cina, 15:54 India menggunakan pesawat Amerika yang 15:56 kemudian dengan menggunakan kekuatan 15:59 jamming, nah ini nanti masuk ke 16:00 frekuensi nih, jamming, 16:02 pesawat Amerika F35 dikalahkan oleh 16:05 J15-nya Cina gitu. Nah, itu karena 16:07 kekuatan frekuensi. Nah, itu 16:09 itu kan didukung oleh kekuatan satelit 16:12 dan kekuatan AI. 16:14 Nah, 16:14 nah 16:16 ketika kita masuk pada posisi ini, Kam 16:18 baru saja meminta antropik 16:22 antropik ya 16:24 H 16:24 satu perusahaan AI 16:27 untuk memasuk kebutuhan militer Amerika 16:31 supaya serangan itu demikian presisi. 16:35 Iya. 16:35 Tapi Antropik menolak. 16:37 Antropik 16:38 Antropik ini basisnya Amerika juga ya. 16:40 Amerika. Pemiliknya Amerika. 16:41 Amerika juga. Padahal antropik mempunyai 16:43 kontrak jangka panjang dengan 16:45 Kementerian Pertahanan, dengan 16:47 Kementerian Perang Amerika 16:49 sehingga keluar keluar perintah 16:51 eksekutif dari Trump agar pemerintahan 16:54 tidak menggunakan AI antropiknya 16:56 Amerika. 16:58 Tapi ternyata ada juga ee instansi 17:01 pemerintah ditek di Kementerian 17:03 Pertahanan yang menggunakan mitos 17:06 sebagai bahasa landropik gitu. [tertawa] 17:10 Artinya apa? Artinya antropik yang tidak 17:13 mau digunakan tetapi diam-diam tetap 17:16 dipakai gitu ya. [berdehem] 17:19 Itu menunjukkan bahwa sesungguhnya ee AI 17:23 sudah begitu berperan jauh. Nah, ketika 17:25 masuk ke dalam AI berperan jauh dalam 17:27 militer di bukti bahwa daya analisis 17:32 manusia untuk kecepatan dan ketepatan 17:36 jika menggunakan algoritma yang demikian 17:39 gitu ya, 17:40 itu bisa mengalahkan pola pikir manusia, 17:43 bisa mengalahkan fokus manusia, bisa 17:46 mengalahkan kecepatan berpikir manusia. 17:49 Jadi akurasi, kecepatan, titik fokus itu 17:53 manusia bisa kalah dengan AI. Nah, itu 17:56 yang dipakai sebenarnya dalam rangka 17:57 itu. Bahkan kalau 17:58 kalau pakai istilah 18:01 antropik itu dipakai dalam rangka 18:03 mengawasi warga negara Amerika untuk 18:05 kepentingan militer gitu. 18:07 Nah, Bangudin karena ini Aljazirah 18:10 Aljizah bikin laporan jadi perusahaan AI 18:13 enggak disebut perusahaannya apa dengan 18:15 Pentagon itu sekarang mereka sedang 18:17 bersih tegang. ini tulisan jurnalisnya 18:19 Aljazirah gitu ya, apakah ada hubungan 18:20 di situ tadi? 18:22 Antropik 18:22 antropik ya. 18:23 Antropik 18:24 kok sampai pakai nama lainnya mitos. 18:27 Pakai nama lainnya mitos. Jadi 18:30 [berdehem] 18:30 nama perusahaannya antropik bersih 18:31 tegang itu karena 18:33 perusahaan itu e Antropik tidak mau 18:35 digunakan oleh 18:37 kepentingan militer Amerika gitu. 18:38 Artinya antropik tidak mau digunakan 18:40 untuk membunuh manusia gitu. Karena 18:42 ketika kemarin tem dipakai untuk 18:45 menyerang ee Iran itu ternyata fokusnya 18:49 persis nembak 170 sekolahan yang 18:52 mengakibatkan 170 anak-anak meninggal. 18:55 Nah, itu sudah masuk kejahatan 18:56 kemanusiaan. 18:58 Sudah masuk. Nah, antropik enggak mau 18:59 untuk itu gitu. Ee enggak mau dia ee 19:03 diperlakukan digunakan kepentingan itu 19:06 gitu. [berdehem] 19:07 Nah, Amerika adalah lembaga pemikir ya, 19:09 Bang ya. Kenapa 19:11 Amerika kan punya lembaga pemikir 19:13 biasanya mereka tuh 19:15 ee 19:16 kan semua pasokan kekuatan militer 19:19 dikorporasikan. Jadi kehadiran kehadiran 19:22 Jer Kusner, kehadiran Step Wkov, e Erik 19:27 Erik dan Baron Trump itu semuanya 19:29 kepentingan bisnis. Bisnis di kaitan 19:31 dengan militer 19:33 kan ada Atlantic Kil yang kita dengar. 19:35 Iya semua itu semua. Jadi nama-nama itu 19:38 dalam pembicaraan di di 19:42 ee kalangan ekstra terbatas gitu ya, di 19:45 kalangan yang tajam melihat perang ini, 19:47 itu melihatnya kenapa Trump tidak mau 19:50 menghentikan perang dan kenapa Trump 19:51 menggunakan bersama PED menggunakan 19:54 alasan agama sebenarnya karena ada 19:55 kepentingan kepentingan keluarga, 19:57 kepentingan pribadi dan kepentingan 19:59 keluarga. 20:00 Itu yang saya baru posting. Mungkin 20:01 angka juga terima kali lima alasan 20:03 kenapa posisinya itu gitu gitu. Sehingga 20:06 kalau dilihat orang hanya melihat 20:08 militer India secara kompleks, saya 20:10 bilang itu pengamatan usang. 20:13 Hm. 20:13 Ee karena sejak yang namanya Marshal 20:16 plan hingga hari ini 20:19 terutama ketika 20:22 ee Nixon Shock jatuh terjadi pada 15 20:24 Agustus 1971 20:26 eh Amerika tidak melulu menggunakan 20:29 military indor complex. 20:32 Mereka sudah menggunakan eh financial 20:36 military industra complex. Jadi 20:38 perpaduan antara industri militer dan 20:41 perpaduan industri keuangan untuk 20:44 menjaga posisi mereka sebagai adi kuasa, 20:48 adi [berdehem] kuasa global gitu ya. 20:50 Nah, nah dari konstruksi itu ketika kita 20:54 melihat misalnya perang ini ee ada tiga 20:59 musuh yang sulit sekali ditaklukkan oleh 21:01 Amerika. 21:03 Musuh itu adalah Cina, Rusia, dan Korea 21:05 Utara. Makanya 21:07 ee dalam kesempatan mendatang Trump akan 21:09 menggunungi Korea Utara Kim Jong Un 21:12 gitu. 21:12 Hm. dia akan memikir dan ee tadi ketika 21:18 masuk soal salat gitu ya, Amerika juga 21:21 melihat 21:24 bagaimana Taiwan diam-diam sudah 21:26 berhubungan dengan Beijing. [tertawa] 21:31 Nah, dari situlah kita melihat bahwa 21:34 posisi perangatnya 21:38 yang statusnya sudah mengguna 21:40 menggunakan mosaik defense gitu ya. M 21:43 Defense adalah 21:43 he 21:44 model 21:46 terstruktur peperangan yang tersebar, 21:50 struktur yang tersebar gitu ya. Struktur 21:53 yang tersebar sehingga setiap struktur, 21:54 setiap unit struktur bisa melakukan 21:56 perlawanan sampai dengan titik darah 21:58 penghabisan. Nah, itu yang dilakukan 21:59 oleh Iran. 22:00 Ah, itulah terjadi pada Salat Hormos. 22:03 Jadi walaupun ee 22:05 ee pelabuhan itu pelabuhan Iran di 22:08 blokade gitu ya dan satu kapal Iran 22:12 sudah ditembak menurut Amerika gitu ya. 22:14 Eh tapius tetap berada dalam kekuasaan 22:18 Iran. 22:19 Nah dari sana Iran menggunakan apa yang 22:21 disebut dengan 22:23 geography weon. 22:25 Jadi harm horm gitu ya. Jadi rata rumus 22:31 yang dijadikan sebagai senjata dan di 22:33 sana dunia terpukul. 22:36 Dunia terpukul. Jadi yang disebut dengan 22:37 geography weapon itu adalah salat dan 22:40 nanti 22:42 jangan salah laut merah juga akan 22:44 digunakan oleh Iran karena ada hoti di 22:46 sana. 22:47 Hm. Makanya sering orang bilang 22:50 strategis gitu ya, geografis mungkin 22:52 gitu ya. 22:54 Nah, ee jadi karena bisa jadi 22:58 ee sesungguhnya juga ketika ada orang 23:01 ingat enggak ketika saya debat di INWS 23:03 saya memasahkan tentang Salat Malaka 23:06 yang di kemudian dicoba dicounter oleh 23:11 Aiman dengan menyebut bahwa Salat Malaka 23:13 dikuasai oleh negara. 23:15 Saya bilang itu Anda enggak melihat 23:17 secara mendalam. ee bahkan ada salah 23:20 seorang tentara yang bahasanya ringan 23:23 menyebut 23:24 perilaku ya saya enggak ngelihat ada ada 23:27 sikap patriotik gitu ya. Maaf ya. 23:29 Iya. I 23:30 kalau ada seorang tentara yang tidak 23:32 saya lihat patriotik pada saya saya 23:33 memaskan 23:35 ee Salat Malaka. [berdehem] 23:38 Salat Malaka itu sepanjang hampir 700 km 23:42 tetap dikuasai oleh Indonesia. 23:46 Memang ada tiga negara. Ada Malaysia. 23:48 Halo. 23:50 Iya, 23:50 ada Malaysia, ada Singapura, 23:53 ada Indonesia. Tapi Indonesialah yang 23:55 menguasai selat terpanjang di situ. Itu 23:59 makanya ketika 24:01 terjadi tsunami Aceh 24:03 pada 26 Desember 2004 24:07 itu pendagunaan utama adalah Salat 24:09 Malaka. 24:12 Di situlah kemudian terjadi pemetaan 24:14 Salat Malaka oleh dua negara. 24:16 Siapa yang melakukan pemataan Salat 24:18 Malaka oleh dua negara? 24:19 Amerika. 24:20 Amerika dan Singapura. 24:22 Amerika dan Singapura. 24:23 Amerika menggunakan Singapura sebagai 24:25 proksi. 24:27 Singapura menggunakan Amerika sebagai 24:28 proksi untuk menguasai Selat Malaka. 24:32 Ah, itu peperangannya. 24:34 Jadi, di balik. Nah, saya saya ingin 24:37 menyampaikan sesuatu supaya 24:39 ee supaya kita punya pembelajaran mahal 24:42 pagi ini. 24:44 Kenapa saya tidak setuju dengan istilah 24:48 saya ulang, kenapa saya tidak setuju 24:50 dengan istilah free market mechanism, 24:54 mekanisme pasar bebas 24:56 kan basisnya adalah persaingan bebas. 25:02 konstruksi hari ini, konstruksi sosial 25:04 ekonomi hari ini, konstruksi ekonomi 25:07 politik hari ini, itu jelas-jelas 25:09 menggelar informasi, jelas-jelas 25:13 memberikan pesan bahwa yang disebut 25:15 dengan free market itu pasar bebas, itu 25:17 persaingan bebas itu adalah peperangan. 25:22 Saya ulang ya, saya ulang. He. Eh, 25:26 kenapa sejak saya di DPR gitu ya, hingga 25:31 hari ini saya tidak pernah setuju dengan 25:33 Isil persaingan bebas, premarket 25:35 mechanism. 25:37 Karena pada hakikatnya 25:38 tidak setuju, tidak setuju 25:40 persaingan bebas itu atau free market 25:43 mechanism itu yang kemudian diringankan 25:46 oleh sejumlah ekonom berpikir barat itu 25:49 ya itu dalam rangka pasar mencari 25:51 keseimbangan sendiri. Ah, itu bodohnya 25:54 mereka. Saya bilang bodohnya mereka 25:56 karena mereka menganggap pasar itu 25:58 netral. 26:00 Dalam praktik politik yang disebut 26:02 dengan free, yang disebut dengan 26:03 kebebasan itu pada hakikatnya adalah 26:06 peperangan. 26:08 Yang disebutkan kompetisi itu persaingan 26:10 itu pada hakikatnya adalah peperangan. 26:13 Artinya sesungguhnya kalau kita 26:15 mengambil apa yang disebut dengan free 26:16 competition, free market mechanism, pada 26:19 hak kita adalah perang ekonomi. Nah, 26:21 Iran menunjukkan itu bahwa prearket 26:23 mekanism itu tidak ada. Amerika juga 26:26 menunjukkan lagi-lagi bahwa premarket 26:27 mekanisme itu tidak ada karena 26:29 penentunya adal kekuatan politik. Siapa 26:32 yang menguasai kekuatan politik? Mereka 26:34 yang menentukan pasar. itu ceramah dan 26:37 kuliah saya ke mana-mana sejak yang 26:40 namanya 2004 untuk menjelaskan kepada 26:43 masyarakat yang sok-sokan pada free 26:44 market mechanism itu yang pada soksokan 26:47 dengan free competition itu 26:49 bahwa mereka punya cara pandang yang 26:51 salah. Itulah yang disebut dengan nah 26:54 ini sedang terjadi di Indonesia itu yang 26:56 disebut dengan kekerasan simbolik 26:58 Stockholm syndrome 27:00 dan penyederhanaan yang menyesatkan. 27:04 Jadi di situ gambarannya 27:07 yang sedang terjadi sekarang ini bukan 27:09 hanya perang militer, bukan hanya perang 27:11 keuangan, tapi juga perang peradaban 27:14 itu. Makanya kemudian ada sejumlah ada 27:16 beberapa media yang berani-beraninya 27:18 menulis tentang tulisan tangan yang ada 27:20 di PT sebagai kafir. 27:22 Walaupun dia tidak menyebut ini 27:23 persoalan perang agama, 27:25 tapi saya tahu itu maksudnya dia gak mau 27:26 mengasih tahu bahwa ada pesan bahwa di 27:29 balik ini adalah perang peradaban. Nah, 27:31 bagaimana kita sampai pada perang 27:32 peradaban? 27:34 Lihat bagaimana Trump akhirnya 27:37 kehilangan kepercayaan karena narasinya 27:40 berganti-ganti. 27:41 Nah, [berdehem] ketika narasinya 27:44 berganti-ganti itu tidak pernah 27:46 menimbulkan persepsi yang baik, persepsi 27:49 yang dipegang. 27:52 Teori perang peradaban dimulai dengan 27:55 narasi. Narasi dimulai dengan penggunaan 27:58 diksi. Istilah yang tepat. istilah yang 28:01 tepat 28:03 dinarasikan, 28:04 diamplifikasi 28:06 menimbulkan persepsi. Persepsi 28:08 menimbulkan keyakinan. Keyakinan dia 28:11 menjadi bentuk peradaban karena diyakini 28:13 untuk dijalankan. Begitu strukturnya. 28:16 Begitu strukturnya. Nah, pada konstruksi 28:19 sekarang di satu sisi ini menggambarkan 28:22 perang narasi, tapi di sisi lain juga 28:24 perang narasi yang tidak berbentuk. 28:27 Ah, bentuknya menjadi 28:29 peradaban yang tidak yang tidak 28:31 menemukan bentuknya karena sedang 28:33 mencari bentuk baru, karena sedang 28:34 mencari wajah baru. Kenapa? Karena semua 28:38 negara melihat bahkan dituding oleh 28:41 Imanel Makron, berhentilah bicara tiap 28:43 hari karena omongan Anda berubah ubah 28:45 dibalik yang sama Trump itu kapan istri 28:48 Anda menjadi transgenderam 28:50 sungguh-sungguh menjadi wanita dari 28:52 transgender pria gitu [tertawa] kan 28:54 begitu gitu 28:55 saling mengejeknya, saling menghinanya 28:57 begitu ya. 28:59 Dan 28:59 dari posisi yang dari posisi yang 29:02 berubah-ubah itu, itu menjadi bahan buat 29:04 Iran. Dan Iran memainkan bahasa-bahasa 29:07 Amerika yang tidak pernah bisa dipegang. 29:10 Nah, di situ artinya 29:11 di situ artinya lewat AI, 29:15 lewat AI terjadi dua hal sekaligus. Ini 29:19 juga pernah saya jelaskan di Roel 29:21 bagaimana keragaman kultur dan kesuatuan 29:25 kultur gitu ya. bagaimana keragaman 29:27 peradaban dan kesatuan peradaban 29:29 terbentuk lewat AI berbasis diksi dan 29:32 narasi yang dianalisis oleh algoritma 29:35 dan kemudian menimbulkan keyakinan dari 29:37 persepsi yang dibentuk. 29:39 Wah, itu menjadi perang pemikiran 29:41 dahsyat. Wah, itu yang sebenarnya sedang 29:43 terjadi. Maka saya menyebut 29:45 saya tidak yakin, saya tidak yakin 29:49 pertemuan di Pakistan Islam abad kali 29:51 ini akan juga menghadirkan satu 29:53 kesepakatan baru. Karena ada tiga hal 29:57 alasan saya. Iran sudah belajar tentang 30:00 tadi 30:01 perang jangka panjang, Amerika tidak 30:02 pernah menang. Yang kedua, I 30:05 Iran merasa Amerika selalu memposisikan 30:08 diri dengan multiple suitable standar. 30:11 Kalau Israel boleh punya nuklir, kenapa 30:13 dia tidak gitu. 30:15 Nah, 30:15 jadi dia belajar dari situ gitu. Itu 30:17 [berdehem] alasan-alasan itu. 30:19 Yang kedua, apa urusannya dengan sistem? 30:20 Kenapa Anda sibuk dengan sistem negara 30:22 lain? 30:23 Apa Anda memang punya hak untuk 30:24 melakukan invasi? 30:25 Di mana hak yang Anda pegang? Di mana 30:28 demokrasi yang Anda pegang? Apa artinya 30:30 Amerika betul-betul menerapkan multiple 30:32 suitable standard? 30:34 Dari kerangka itu saya enggak percaya, 30:37 saya enggak yakin dialog kedua ini gitu 30:39 ya, pembicaraan damai kedua ini di Islam 30:41 Muhammad akan melahirkan. Nah, nah di 30:43 situ muncul apa yang saya sebut sebagai 30:46 ketentuan hukum Allah, ketentuan Allah 30:48 akan terjadi. Segala sesuatu akan 30:50 dipergilirkan gitu. 30:52 [tertawa] 30:53 Kenapa tadi perang narasinya gagal gitu 30:56 ya, perang militernya gagal, perang 30:58 ekonominya gagal sehingga orang tidak 31:00 tahu mau ke mana. Ah, di situ dia saya 31:02 sebut sebagai dunia mengalami kegelapan. 31:05 Nah, 31:06 jadi dua-duanya tidak akan bersepakat, 31:08 Pangs. Dua-duanya tidak akan 31:12 Iya, pasti tidak akan sepakat karena 31:14 tidak ada kesepakatan kan istilahnya 31:16 kalau kata orang tidak ada kesepakatan 31:17 berarti tidak ada win-win solution gitu 31:20 ya. Dan dan memang sejak awal sejak awal 31:23 perang yang dilakukan oleh Amerika dan 31:25 Israel terhadap Iran bukan soal win-win 31:27 solution 31:29 karena kata kuncinya winos ceritanya 31:31 winos. Iya 31:32 winos kalah menang kalah gitu loh. 31:35 Amerika maunya menang dan Israel Iran 31:37 maunya kalah. Kalau mereka bilang mau 31:39 win-win itu karena membuktikan. Apalagi 31:41 kemudian 31:42 gagasan perang dari mereka terus dialog 31:44 juga ada gagas dari mereka. Itu 31:46 sesungguhnya disebut oleh beberapa tokoh 31:48 intelektual di Amerika. 31:49 Amerika telah kalah gitu melihat 31:53 Amerika telah kalah dengan berbagai 31:55 argumentasi. Makanya jangan gunakan 31:57 argumentasi military India secara 32:00 complex 32:01 argumentasi itu sudah lewat. Betul 32:03 Amerika punya hulu ledak nuklir yang 32:05 yang banyak gitu ya. Tapi untuk 32:08 menggunakannya Amerika bunuh diri. Sama 32:10 seperti ketika Amerika mengirim marinir 32:12 ke Statormos, Amerika bunuh diri. Nah, 32:15 sekarang dengan Amerika melakukan k 32:17 gini, Amerika juga bunuh diri. 32:19 Heeh. Heeh. Heeh. 32:20 Walaupun tetap kelompok-kelompok 32:22 tertentu memetik keuntungan di Amerika 32:24 sana gitu. Ada beberapa pihak yang tetap 32:26 memetik keuntungan dari perang ini. 32:28 Lihat. [berdehem] 32:31 Nah, dari situ karena ini perang bukan 32:33 hanya perang militer tapi perang perang 32:37 peradaban gitu ya. 32:39 Di situlah bisa kita aplikasikan di 32:42 Indonesia. 32:43 H. Nah, [berdehem] 32:46 sejak awal 32:48 ketika Orde Baru mulai berkuasa, 32:52 beberapa analis dari Amerika menyebut 32:56 elit modern di Indonesia dibangun 32:59 melalui dua hal. 33:02 H 33:02 ulang ya, ulang. 33:04 Sejak Orde Baru Berkuasa bahkan 33:06 persiapan menjemput Orde Baru berkuasa, 33:10 elit modern di Indonesia dibangun 33:13 melalui dua hal. 33:15 Yang pertama melalui orang, 33:17 melalui orang, melalui tokoh-tokoh. Ah, 33:20 di situ dihimpun lima tokoh. 33:23 Lima lima himpunan sosial. 33:25 Pertama, himpunan akademisi 33:29 yang menjadi teknokrat. Ulang. 33:31 Iya. 33:31 Himpunan akademisi yang menjadi 33:33 teknokrat 33:34 dan akademisi yang tetap ada di kampus 33:36 dalam rangka melakukan indoktrinasi. 33:39 Ya, satu. 33:41 Yang kedua, kemudian 33:44 birokrat. 33:46 Birokrat yang punya jabatan-jabatan 33:47 penting. 33:50 Pendengar Rasil yang saya hormati, 33:53 peristiwa ini 33:55 going on, sedang berjalan, ada current 33:58 position gitu ya. 34:00 Jadi pertama tadi saya bilang akademisi 34:02 yang menjadi teknokrat, akademisi yang 34:04 berada di kampus, yang kedua birokrat, 34:06 yang ketiga aparat pendek hukum 34:09 ya. Yang keempat di sini tokoh-tokoh 34:13 masyarakat, 34:14 baik tokoh-tokoh masyarakat di 34:17 rohaniawan atau tokoh-tokoh masyarakat 34:20 di ee mana-mana. Yang kelima melalui 34:23 media massa. 34:25 Hm. 34:25 Yang kelima melalui media massa. Nah, eh 34:30 lima himpunan sosial ini diserang 34:32 habis-habisan dalam tanda petik 34:34 diserangnya. ya diserangnya dengan cara 34:36 yang pernah saya sebut 34:39 brainwash. Bagaimana caranya 34:41 brandw? 34:42 Amerika memberikan fasilitas mereka 34:44 belajar di Amerika lalu kemudian mereka 34:47 menjadi kader. 34:49 Itu pernah terjadi pada cerita kehadiran 34:53 Obama di universitas Indonesia. 34:55 Indonesia ya. 34:57 Ketika dia menyebut tentang nasi goreng 34:59 enak, semua tepuk tangan, bakso enak 35:03 semua tepuk tangan. Lalu kalimat 35:05 berikutnya yang paling menarik. 35:07 Kalimat berikutnya menarik. 35:09 Walaupun kami sedang mengalami krisis 35:12 karena global financial crisis katanya, 35:15 tapi kami akan tetap memberikan beasiswa 35:17 kepada anak-anak Indonesia yang 35:19 berkualitas. Wah, di situ bukti dia 35:21 menggunakan top diplomacy. 35:23 Itu diplomasi lembut. 35:25 Artinya apa? Amerika tetap melanjutkan 35:27 pencucian otak bagi sejumlah anak 35:29 Indonesia. Dan ini pernah saya sampaikan 35:31 ke satu kelompok mahasiswa Indonesia di 35:34 Amerika gitu ya. Sehingga saya dalam 35:36 tanda petik 35:37 dihadapkan oleh sejumlah kumpulan 35:39 mahasiswa yang sekolah di sana untuk 35:40 mempertanggungjawabkan kajian-kajian 35:42 saya ya gitu ya. 35:43 Karena saya karena saya dituding sebagai 35:46 ahli teori konspirasi saya bilang 35:48 batalin lima hal saya baru Anda tuding 35:50 saya konspirasi atau enggak gitu. 35:53 [berdehem] 35:53 Dan mereka tidak bisa membatalkan lima 35:56 item yang saya sajikan. Tidak saya sebut 35:58 sekarang karena itu panjang. He. 35:59 Nah, sampai dengan sekarang hal itu 36:01 tetap terjadi di Indonesia. 36:04 H. 36:04 Nah, salah satunya itu tadi butir 36:06 pertama melalui orang melalui himpunan 36:08 sosial. Kedua, cara keduanya melalui 36:11 sistem. 36:12 Ah, sistemnya sudah mulai diterapkan 36:15 melalui yang namanya KNB, 36:20 perusahaan asing bebas, 36:22 moneter tunduk pada AMF, FB gitu kan. 36:25 [tertawa] Iya enggak? 36:26 Ah, Anda tunduk juga pada utang 36:29 yang tidak Anda ciptakan gitu. 36:31 Anda tidak menciptakan utang, tapi Anda 36:32 dipaksa untuk menciptakan utang. Nah, di 36:35 situlah keluar kajian saya 36:37 dalam jangka panjang yang terjadi adalah 36:39 kelumpuhan ekonomi. Lalu ketika saya 36:41 sebut di INWS bahwa dalam jangka panjang 36:44 rupiah tidak pernah menguat dan kemudian 36:46 ada yang bilang itu ee di Habibi pernah 36:49 menguat. 36:50 Ah, itu beda analisis. Saya analisis 36:53 jangka panjang, Anda menggunakan 36:54 analisis jangka pendek. Nah, ada 36:57 perbedaan dalam cara pand ekonomi 37:00 anal. 37:02 H. Nah, orang-orang ini dalam ini tadi 37:07 kan disebut going on. Berarti dia 37:09 bertahan di setiap pergantian 37:12 kepemimpinan. Siapapun presidennya di 37:15 kelompok ini ada orang-orang ini pasti 37:17 terus. 37:18 Nah, itu pertanyaan Angga bagian dari 37:21 dari tegaknya sistem barat di Indonesia. 37:24 Jadi ada lima ada lima unsur yang saya 37:26 pakai untuk penganalisis ee bagaimana 37:29 sesungguhnya tidak perlu terakk-antk 37:31 asing. Bahwa sesungguhnya sejumlah 37:33 kelompok di Indonesia adalah antek-antek 37:34 asing. 37:36 Tadi kan ada pebisnis ya sebut 37:38 dari lima kelompok kita ada pebisnis 37:40 gitu ya. Nah, ee yang pertama ketika 37:44 lima kelompok ini menerapkan sistem 37:47 berarti Indonesia sudah tunduk pada 37:48 sistem dan Indonesia pada sistem mereka 37:51 dan orang-orangnya menjalankan sistem 37:53 itu. Indonesia kalah dan itu berarti 37:55 Barat menang. Sebagian dari istilah 37:57 kemenangan. Jadi kemenangan itu tidak 37:59 perlu ditudikan dengan senjata. Cukup 38:01 dengan tegaknya sistem, cukup dengan 38:03 tegaknya kebijakan dan regulasi. Jadi 38:05 sistem 38:07 gitu ya dan itu termuat dalam konstitusi 38:09 itu makanya Undang-Undang Dasar 2002 38:12 adalah produk mereka gitu ya. Gitu ya. 38:15 Sejumlah orang menyebutnya yang berada 38:17 di Amerika itu bagian dari kerja NDI, 38:20 bagian dari cerita Newment for 38:22 Democratic, bagian dari Brooking 38:24 Institute gitu ya kerjanya. Makanya 38:25 Medan Air Bad kayak gitu gitu. Itu 38:27 sistem yang kedua tunduk pada kebijakan 38:30 dan regulasi gitu ya. Dan itu kelihatan 38:32 kebijakan-kebijakan 38:34 ee kalau Anda tanya AI apa perbedaan Sri 38:38 Mulyani dan Yudi Purbasadewa itu akan 38:41 dijawab oleh 38:44 pertanyaan harus lebih tajam. Iya betul 38:46 harus dijawab oleh dengan jujur. Ai 38:48 tanpa sungkan menjawabnya bahwa 38:50 kedua-duanya melindungi kepentingan 38:51 asing gitu loh. 38:53 Kalau dalam bahasa saya 38:55 kebijakan regulasinya adalah 38:56 financialization. 38:58 Istilah di Nursi pendek 39:00 financialization. Jadi yang pertama 39:02 sistem, yang kedua kebijakan regulasi, 39:04 yang ketiga standarisasi. 39:07 Standarisasi dibuktikan oleh FIT Rating, 39:09 oleh Modispur, 39:11 oleh E OEACD, oleh macam-macam. Misalnya 39:13 standarisasi teks rasio, misalnya 39:15 standarisasi tentang pasar modal, 39:17 misalnya standarisasi tentang 39:19 bagaimana pasar uang gitu loh. 39:22 Nah, kemarin kita bangga eh bagaimana 39:24 MSCI Stanley eh capital internasional 39:28 gitu ya. ee itu ee memprotes soal pasar 39:32 modal. Wah, kita bangga MSCI memponis 39:34 kita atau kemudian kita senang mau disur 39:36 menurunkan rating fit rating rating 39:39 menurunkan kredit rating itu 39:41 standarisasi 39:42 itu bagian dari cara mendikti. Itu yang 39:45 keempat gitu ya. 39:47 Standarisasi yang kelima baru bicara 39:49 kemudian dilengkapi dengan apa yang 39:51 disebut dengan akuntabilitas dan 39:52 reputasi. Nah, begitu bicara 39:54 akuntabilitas dan reputasi gitu ya, 39:56 itu akuntabilitas harus menurut mereka. 39:59 harus menurut mereka [berdehem] itu. 40:00 Makanya diterapkan apa yang disebut 40:03 dengan international financial report 40:05 system 40:07 yang sudah jadi undang-undang. Nah, 40:09 kebijakan kebijakan regulasi menjadi 40:10 undang-undang itu jumlahnya di Indonesia 40:13 sudah ratusan. 40:14 Undang-undang yang sudah berkiblat ke 40:16 barat itu jumlah undang-undangnya sudah 40:17 ratusan. 40:18 Kebijakannya juga begitu banyak. Nah, di 40:20 situlah menggambarkan adanya 40:22 akuntabilitas yang dibangun oleh sistem 40:24 mereka dengan reputasi yang mereka 40:26 tentukan. 40:27 Jadi kalau misalnya reputasinya 40:29 ketentuannya kan mereka menguasai 40:31 melihat media. H 40:33 media menciptakan reputasi, menciptakan 40:35 persepsi. Media menciptakan memberikan 40:37 citra punya kredibilitas. Seorang ekandi 40:40 itu tidak punya reputasi dan 40:42 kredibilitas di bidang keuangan. 40:43 Walaupun saya menantang perang ahli 40:45 moneter dan ahli fiskal kemarin di 40:46 sebuah stasiun TV swasta, mereka enggak 40:48 akan layani. 40:50 Mereka enggak akan layi. 40:52 Kenapa? Karena mereka sadar. Saya tidak 40:54 dalam sistem mereka. Saya tidak dalam 40:57 kebijakan regulogisi mereka kan gitu 40:59 kan. Saya tidak dalam standarisasi 41:01 mereka, saya tidak dalam posisi 41:02 akuntabilitas mereka, tapi saya tidak 41:04 masuk dalam reputasi mereka juga. Maka 41:07 mereka biarkan. Itu indikator 41:09 biarkan. 41:10 Nah, itu bisa kelihatan di seluruh 41:12 kebijakan perekomenan dan moneter kita 41:15 siapa orang-orang itu. 41:18 Nah, salah satu indikator pentingnya 41:19 sederhana. [berdehem] 41:21 Ketika Prabowo Subianto menang 20 dalam 41:24 tanda petik menang ya. menang di 2024. 41:28 Dia memanggil sejumlah orang ke 41:30 Kertanegara 46 4 dan 6. He 41:33 tepatnya di nomor empat. [berdehem] 41:36 Sri Mulyani termasuk orang yang 41:37 dipanggil. 41:39 Tapi begitu Sri Mulyani keluar dari 41:42 Kertanegara 4 41:43 diwawancarai oleh wartawan, kalimat 41:46 pertama yang dial yang disampaikan oleh 41:49 primur ini adalah saya tidak akan 41:51 mendirikan badan penerimaan negara. H 41:56 padahal itu kampanyenya Megawati, 41:59 kampanyenya Joko Widodo dan diulang lagi 42:02 oleh kampanyenya Prab Subianto. Kenapa? 42:05 Karena IMF Bank OECD tidak menghendaki 42:07 adanya badan penerima negara. 42:09 Kenapa mereka tidak menghendaki itu? 42:11 Karena itu dalam dalam rangka cara 42:14 mempermudah mendikte Indonesia. 42:17 Cukupat Menteri Keuangan didik, maka 42:19 semua selesai. Penerima negara teratur, 42:21 anggaran teratur, perbendaharaan 42:23 teratur, semua sistem teratur gitu loh. 42:26 [tertawa] 42:27 Dalam cukup pegang menteri keuangan aja 42:29 sudah selesai. 42:30 Tapi enggak mau ya, 42:31 apalagi Menteri Keuangan sebagai 42:34 koordinator koordinator dari komite 42:36 stabilitas sistem keuangan. 42:37 Nah, sudah selesai habis gitu. itu 42:39 kelihatan itu bukti 42:42 betapa kuat pengaruh Bank dan 42:44 lembaga-lembaga internasional mendikte 42:46 Indonesia 42:48 gitu loh ngelihatnya. [tertawa] 42:53 Saya kira begitu saya sudah salah 42:56 sebagai penutupin 42:58 kita tadi disinggungkan tentang 43:02 ee bagaimana perang dan kait 43:05 saya ingin penutang 43:07 dalam sejarah perang kan banyak 43:10 keputusan besar itu justru lahir dari 43:14 keraguan yang panjang gitu dari 43:16 pertimbangan yang matah 43:17 ya ada menunda mempertanyakan bahkan kan 43:20 enggak jadi atau menolak. Tapi kan AI 43:23 itu kan tidak mengenal keraguan Bang 43:25 Isnudin. Ia bekerja dalam kepastian 43:28 matematis sekali gitu. 43:30 Di titik ini ya akhirnya AI bisa jadi 43:32 ancaman yang lebih mengkhawatirkan 43:34 proses ini sering tanpa disadari ya 43:36 manusia kok jadi kehilangan tadi, jadi 43:39 kehilangan nalar, jadi kehilangan apa 43:41 yang ingin diingatkan oleh Bang sebagai 43:43 yang pertama dari tiga sejarah perang. 43:46 Perang Vietnam, perang Afghan, dan 43:48 perang Irak. 43:50 Amerika untuk jangka panjang kalah, 43:53 perang militer kalah. Yang kedua, 43:56 Amerika sedang mempertahankan posisi 43:58 adidaya 43:59 adidaya global gitu ya, aduasa global 44:03 dalam proses ee keuangan. 44:06 Walaupun praktik sekarang membuktikan 44:10 kekuasaan dolar dari 90% turun ke 80, 44:13 turun ke 70, turun ke 60, sekarang cuma 44:15 tinggal 56,7%. 44:19 Heeh. 44:20 Baik sebagai cadangan devisa maupun 44:21 dalam transaksi keuangan dan perdagangan 44:23 lain. Nah, itu mereka sedang 44:26 mempertahankan itu. Mereka 44:29 perang ini tidak melulu perang soal 44:31 militer. ini perang soal kekuasaan ee 44:34 secara menyeluruh seperti yang terjadi 44:38 seperti yang terlukis pada seperti yang 44:40 dipesankan pada bagaimana Rasulullah 44:44 ee hijrah ke Madinah. Lalu dengan 44:46 kekuatan sosial terbentuk kekuatan 44:48 politik. Kekuatan politik terbentuk 44:50 kekuatan ekonomi. Kekuatan ekonomi 44:52 terbentuk kekuatan peradaban. 44:55 Nah, ketika Islam dikalahkan, Allah 44:58 sedang mencari bukti siapa yang tetap 45:01 berjalan di Allah, di jalan Allah. Siapa 45:03 yang tetap membela ajaran Allah, 45:06 [berdehem] 45:07 siapa yang tetap dalam posisi intrah 45:09 yangumitamakum. 45:12 [berdehem] 45:13 Nah, artinya sesungguhnya ketika kita 45:15 melihat begini yang dipergilirkan itu 45:17 tidak bisa tidak. Tidak ada manusia yang 45:20 tidak tunduk pada waktu. 45:22 Tidak ada manusia yang tidak tunduk pada 45:24 waktu. Waktu itu mempergilirkan. Itu 45:26 artinya Allah mempergilirkan. Jadi 45:28 [berdehem] saya kira Iran akan bertahan. 45:31 Iran akan bertahan dan karena tudingan 45:34 duta besar Israel 45:36 terhadap Prancis, terhadap 45:40 Cina dan Pakistan sedemikian rupa, maka 45:43 sesungguhnya negara akan terpecah ee 45:47 dunia. dunia akan terpecah empat 45:50 penguasaan Asia, penguasaan 45:54 Eropa, penguasaan Amerika dan Amerika 45:56 Latin. Dan dari posisi empat benua itu 46:00 gitu ya, masing-masing punya kekuatan 46:02 sendiri-sendiri. Nah, e bagaimana bentuk 46:05 keseimbangan baru? Karena keseimbangan 46:07 juga merupakan sunah lemah gitu ya. 46:09 Pergiliran adalah sunah lemah. Ee 46:11 keseimbangan baru juga sunat lemah. 46:13 Persoalan pokoknya keseimbangan berbasis 46:15 apa sekarang? Nah, Amerika selama ini 46:17 menunjukkan keseimbangannya berbasis 46:19 paksaan, berbasis multi suitable 46:22 standar, berbasis materialisme, berbasis 46:25 sekularisme. Walaupun saya percaya juga, 46:28 saya juga eh 46:31 subhanallah 46:33 bahwa yang batil itu akan tetap ada 46:34 dalam rangka keseimbangan. Maka suka 46:37 tidak suka yang hak memang sudah tampil. 46:39 Nah, keseimbangan itu siapa yang tampil 46:40 berbasis hak? Saya tidak tahu siapa 46:43 kira-kira. Apakah Iran yang akan 46:45 merepresentasikan hak atau bukan? 46:47 Saya belum bisa ngjawab. Tapi paling 46:49 tidak kekuatan Iran sudah menunjukkan 46:51 yang hak adalah hak, yang batil adalah 46:52 batil. Yang ketiga kesimpulannya 46:55 gitu ya. Saya kira bangsa Indonesia 46:57 sudah terperosok 47:00 jauh karena kepimpinannya terperosok 47:02 jauh. 47:03 Saya ulang ya. Bangsa Indonesia sudah 47:05 terperosok jauh 47:06 karena kepemimpinannya terperosok jauh 47:08 gitu ya. Nah, dari sana ee kita kembali 47:11 ke Al-Qur'an bahwa Anda tidak bisa 47:13 memintakan pertanggungjawabkan pemimpin 47:15 ketika berhadapan dengan Allah. Sang 47:17 pemimpin bertanggung jawab sendiri, Anda 47:19 bertanggung jawab sendiri. Nah, dari 47:21 sana jangan ikut-ikutan terperosok. 47:25 Jangan ikut-ikutan hanyut tersesat 47:28 dalam kebodohan. Hanyut tersesat dalam 47:31 perlawanan terhadap Tuhan. 47:33 Jangan pernah hanyut tersesat dalam 47:35 perlawanan terhadap Tuhan. Ulang tiga 47:38 kali. Jangan hanyut tersesat dalam 47:40 perlawanan terhadap Tuhan. Siapa saja 47:42 yang hanyut tersesat dalam perlawanan 47:44 terhadap Tuhan, dia akan berakhir 47:47 terhina. 47:49 Subhanakallah wala haula wala quata 47:51 illa. Jadi saya mohon maaf gitu ya. 47:56 Saya mohon maaf betul kalau ucapan saya 47:59 tadi agak keras karena buat saya 48:04 harus menyampaikan itu untuk 48:05 menyelamatkan kita semua. 48:07 dari pertanggungjawabkan Allah yang 48:09 kemudian ternyata kita mau minta orang 48:11 lain bertanggungjawab itu enggak bisa. 48:13 Baikumalamualaikum 48:19 warahmatullah wabarakatuh. 48:20 Waalaikumsalam warahmatullah 48:22 wabarakatuh.