Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- sore hari ini kabar sehat walafiat
- Ustazah sehat walafiat alhamdulillah
- keluarga sehat semua, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah kita selalu mendoakan
- Ustaz ikhwan akhwat juga semoga Ustaz
- selalu diberikan kesehatan Allah
- subhanahu wa taala Ustaz ya. Amin. Dan
- para pendengar juga insyaallah
- masyaallah dengan nikmat kesehatan kita
- juga dilancarkan untuk aktivitas kita,
- Ustaz ya. Masyaallah. Dan Ustaz selalu
- memberikan ilmunya kepada kita semuanya
- Ustaz. Baik, Ustaz. Di sore hari ini
- tema yang akan dibahas yaitu mengenai
- apakah muslim yang taat perlu berpolitik
- seperti itu? Benar. Masyaallah. Ini
- seperti apa? Langsung saja tentunya kita
- akan dengarkan tausiah dan juga
- kajiannya bersama Ustaz ZMAHmid. Dan
- kita awali juga untuk program tausiah
- sore ini dengan kita membaca doa
- thaabbul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbi zidni
- ilman Allahummanfni bima alamtani
- waimni.
- Amin. Baik. Tafad Ustaz
- kajalik warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Tumma innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nasyukkuruhu wa nastainuhu wa
- nastagfiruh wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusina wamin sayiati a'malina.
- Man yahdillah fahuwal muhtad waman
- yudlil falan tajida lahu waliyan
- mursyida. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh arsalahu bil huda wainil haqq
- liirahu aladdini kullihi waqfa billahi
- syahida.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad ann nabi rahma wa ala
- alihi wasahbihi wasallama tasliman kira.
- faqala tabarakallahu wa taala
- auzubillahiminasyaitanirrajim walillahi
- ma fis samawati wa fil
- ard walaqad wasainalladina utul kitaba
- min qablikum wa
- iyakumittaqulah waain
- takfuru fainna lillahi ma fis samawati
- wa fil ardallahu ghanian hamida faqala
- rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- alaika bqwallah fainnaha jima
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala. Yang
- pertama-tama
- mudah-mudahan yang kita lakukan dalam
- hari raya kurban para pendengar sekalian
- yang dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala.
- Mudah-mudahan pengorbanan kita semua
- diterima oleh Allah subhanahu wa
- taala dan didekatkan kita kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Pendengar sekalian yang mulia, Mbak
- Allah yang
- mulia. Mungkin
- judulnya ya
- agak-agak miring-miring
- dikit. Apakah muslim yang taat perlu
- berpolitik? Masyaallah. Mari kita bahas
- dulu tentang politik. Politik ini
- sebenarnya apa?
- Politik
- ini di dalam kita hidup bernegara itu
- adalah bagian daripada kehidupan
- politik. Namun politik ini
- bagaikan air yang keluar dari tanah. Air
- itu ketika dia keluar dari tanah bersih.
- Kalau dia masuk ke penampungan yang
- bersih, airnya tetap
- bersih. Tapi kalau dia masuk ke tempat
- yang kotor maka airnya akan bercampur
- menjadi satu dengan kotoran. Jadi
- kira-kira politik demikian
- juga tergantung yang berpolitik ini
- siapa, bagaimana
- orangnya. Kita di dalam Islam itu ada
- tuntunan, ada hal-hal dalam kehidupan
- kita yang memang merupakan satu ideologi
- yang diciptakan oleh manusia. Selama
- ideologi ini tidak berseberangan dengan
- agama, maka boleh kita pakai. Tapi
- ketika ideologi ini sudah bertentangan,
- berseberangan dengan
- agama, maka itu kita harus jauhi. Karena
- agama ini bukan ideologi. Agama ini
- adalah sesuatu yang sangat fitrah
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- kepada nabi-nabinya termasuk kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam sebagai
- tuntunan kepada manusia supaya manusia
- itu jangan salah jalan, jangan salah
- tempat berpijak.
- Nanti dia akan berakhir dengan kerugian.
- Karena hamba Allah yang mulia, semua
- dalam perjalanan kehidupan kita tidak
- ada seorang pun yang akan hidup
- selama-lamanya. Apa dia berbentuk
- partai, dia berbentuk satu ideologi, dia
- berbentuk satu gagasan manusia ataupun
- termasuk manusia itu sendiri. Dia akan
- berakhir dengan kematian. di mana Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan kullu man
- alaiha semua yang ada dalam kehidupan
- dunia ini, apa dia
- ideologi ya apa dia satu pemerintahan
- apa dia individu akan berakhir dengan
- akan
- berakhir. Malah di ayat yang lain yang
- sering saya bawakan Allah Taala
- menyatakan tumma innakum ba'dalika
- lamayitun. Kemudian semua dalam segala
- perjuangan kita, kita akan berakhir
- menjadi jenazah. Kita akan mendapat
- titel yang baru dari Allah Taala. Nah,
- di situlah kita akan kembali kepada
- Allah untuk dimintakan pertanggung jawab
- oleh Allah Taala. Jadi, demikian juga
- dengan politik kita
- manusia banyak yang
- berpolitik. Partai-partai banyak yang
- berpolitik, termasuk ulama-ulama juga
- banyak berpolitik.
- Apakah seorang mukmin yang taat perlu
- dia
- berpolitik? Untuk menjawab
- ini, mari kita membuka lembaran-lembaran
- sejarah
- Al-Qur'an. Sebab kalau kita membuka
- perbendaharaan sejarah yang ditulis oleh
- tangan manusia, tergantung siapa yang
- menulis dan tergantung ideologi apa yang
- dia pergunakan untuk menulis.
- atau
- tergantung hamba Allah ini apa beriman
- atau tidak. Sebab terkadang
- tulisan-tulisan sejarah dari manusia ada
- aja yang dibelokkan, ada aja yang
- dilencengkan. Tapi kalau kita berbicara
- sejarah Al-Qur'an dengan kalimat yang
- lain, sejarah umat-umat sebelum kita,
- sejarah nabi-nabi sebelum kita yang
- diwahyukan oleh Allah Subhanahu wa taala
- kepada nabi-nabi sebelumnya dan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam. Itu
- adalah wahyu yang suci dari Allah yang
- tidak mungkin. Jangankan bilang
- melenceng dari kebenarannya, satu kata
- satu kalimat
- pun semuanya itu mengandung kebenaran.
- Karena itu adalah wahyu dari Allah
- Taala. Hamba Allah yang
- mulia, kalau kita berbicara tentang
- politik tidak bisa terlepas dengan kita
- berbicara tentang keadilan.
- Karena kalau politik ini dijalankan
- dengan cara yang baik, artinya dengan
- kalimat yang lain, dengan yang
- adil dan tentunya
- biasanya sebagaimana saya umpamakan tadi
- bagaikan air yang keluar dari tanah
- ketika kita memompa air dari tanah
- bersih. Dia masuk di penempungan yang
- bersih ini air akan terjaga
- bersih. Dia masuk di penampungan yang
- kotor, maka air ini akan menjadi kotor.
- Penampungan yang banyak kotoran, air ini
- akan bercampur dengan kotoran dan
- keluarnya air ini juga akan kotor.
- Demikian juga politik ini tergantung
- kepada
- manusianya, tergantung kepada
- organisasinya, tergantung kepada
- partainya.
- Hamba Allah yang
- mulia. Di dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa
- taala memerintahkan kepada kita bukan
- satu ayat, bukan dua
- ayat. Kira-kira sekitar 20 ee sekitar 35
- ayat di dalam Al-Qur'an Allah Taala
- berbicara tentang
- keadilan. Di mana Allah Taala menyatakan
- dilu fahua akrabul taqwa.
- Berbuat adillah, berlaku
- adillah. Karena keadilan ini merupakan
- saudara kandung, saudara kembar dari
- ketakwaan kita kepada Allah. Dengan
- kalimat yang lain, kalau kita sudah
- tidak berbuat
- adil, maka tergusur ketaat ketaatan kita
- kepada Allah. Ketakwa ketakwaan kita
- kepada Allah itu rusak.
- Itulah sehingga hamba Allah yang
- mulia sesungguhnya
- Al-Qur'an
- Al-Qur'an memberikan tuntunan kepada
- kita kalau kita masuk dalam politik
- untuk kita berhati-hati supaya jangan
- langkah-langkah kita berseberangan
- dengan perintah Allah di dalam
- Al-Qur'an. Politik itu sendiri tidak
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Mari kita lihat sejarah nabi-nabi
- sebelumnya. Apa mereka berpolitik?
- Subhanallah. Kita ambil contoh Nabi
- Allah Ibrahim Alaih
- Salam. Ibrahim Alaih Salam. Allah Taala
- menceritakan di dalam
- Al-Qur'an ketika Allah Taala
- memberikan petunjuk hidayah kepada
- Ibrahim Alaih Salam.
- Ketika Allah Taala menjadikan dia
- seorang
- nabi, maka Ibrahim melihat pada saat itu
- kekuasaan yang ada pada saat itu
- mengarahkan manusia untuk menyembah
- berhala-berhala, patung-patung berbentuk
- fisik
- patung-patungnya. Karena dalam kehidupan
- sekarang kita ini berhala itu bentuknya
- banyak. Terkadang politik itu kita
- jadikan sebagai berhala untuk kita
- sembah.
- Terkadang fulus kita jadikan sebagai
- berhala untuk kita
- sembah. Terkadang
- ideologi. Ideologi kita jadikan bagaikan
- berhala untuk kita sembah. Pokoknya
- benar atau tidak saya mengikuti ideologi
- ini, saya harus
- benarkan. Berseberangan dengan Al-Qur'an
- atau tidak karena saya mengikuti
- ideologi ini, saya harus benarkan.
- Jadi memang kalau dalam kehidupan kita
- bentuk-bentuk berhala itu
- banyak. Nah, Ibrahim Alaih
- Salam ketika dia melihat penguasa
- sendiri
- memelihara dan membesarkan kepada
- masyarakat yang ramai-ramai untuk
- menyembah berhala.
- Maka sekali waktu Ibrahim mengambil
- inisiatif. Kemudian semua
- berhala-berhalanya dihancurkan oleh
- Ibrahim tanpa diketahui oleh seorang
- pun. Terkecuali satu berhala yang
- ditinggalkan, berhala yang paling besar.
- Kemudian kapak yang menghancurkan
- berhala-berhala ini digantungkan di
- leher patung yang paling
- besar. Subhanallah.
- Ketika mereka dapatkan bahwa
- berhala-berhala mereka telah hancur,
- dihancurkan oleh
- Ibrahim, maka mereka saling bertanya
- satu sama yang lain. Di mana Allah Taala
- ceritakan dalam Al-Qur'an qu man faala h
- bialihatina innahu
- laminadimin. Maka mereka saling bertanya
- satu sama yang lain, siapa yang
- menghancurkan? Bukan
- patung-patung, tapi tuhan-tuhan kami
- siapa yang hancurkan?
- ideologi kami siapa yang
- rusakkan. Kemudian mungkin ada seorang
- dua
- orang yang mengetahui atau mengira-ngira
- menjawab kalu samna fatan yadkuruhum yuq
- lahu ibrahim.
- Jadi seakan-akan dia mengatakan, "Kami
- mendengar ada seorang anak muda yang
- menantang dengan ideologi untuk
- menyembah patung yang namanya
- Ibrahim." Nah, hamba Allah yang mulia,
- pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Pada saat itu
- penguasa
- penguasa yang melihat ideologi mereka di
- dalam penyembahan patung,
- patung-patungnya
- dihancurkan, maka mereka
- memerintahkan qalu fau bihi ala auninas
- laallahum
- yashhadun. Panggillah Ibrahim untuk
- diadili di hadapan
- manusia. Jadi hamba Allah yang mulia.
- Cara-cara mengadili
- seseorang secara
- terbuka disaksikan oleh
- masyarakat. Jadi seakan-akan ada
- pengadilan yang adil.
- Tapi nanti kita lihat
- intinya apakah ini hanya merupakan salah
- satu trik untuk menunjukkan ada
- pengadilan yang adil atau pengadilan ini
- penuh dengan
- kebohongan. Karena di ayat ini Allah
- Subhanahu wa taala
- menceritakan kalu fau bihi ala
- a'yuninas. Bawakanlah Ibrahim untuk
- diadili di depan mata-mata manusia.
- Jadi artinya supaya seakan-akan
- pengadilan ini secara
- terbuka, maka terjadilah pengadilan.
- Ibrahim
- diadili. Jadi ini hamba Allah yang
- mulia. Ketika Ibrahim diadili terjadi
- dialog. Inilah yang Ibrahim mau atau
- tidak mau masuk kerana
- politik. Karena dia memperjuangkan yang
- hak.
- Kebanyakan hamba Allah yang mulia, kalau
- kita perhatikan sejarah daripada
- nabi-nabi,
- kebanyakan adalah kebanyakan para
- nabi-nabi ini menjadi musuh nomor satu
- dari penguasa yang ada.
- Karena biasanya penguasa akan
- mempraktikkan segala bentuk kezaliman,
- ketidakadilan, ya mempertahankan
- kekuasaan.
- Sekalipun nabi-nabi yang ada pada saat
- itu akan
- dikorbankan. Jadi ketika Ibrahim
- diadili maka terjadi
- diog antara yang mengadili dan antara
- Ibrahim yang diadili.
- Ini adalah Allah Taala abadikan dalam
- Al-Qur'an menjadi wahyu kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Bukan hanya
- sekedar sebagai kisah dalam Al-Qur'an.
- Tidak. Tapi untuk kita mengambil
- pelajaran. Apalagi hamba Allah yang
- mulia ketika Allah Taala mengamanahkan
- kepada kita sebagai hakim di
- pengadilan ataupun sebagai jaksa,
- sebagai penuntut di pengadilan, jangan
- mengada-adakan sesuatu yang tidak-tidak
- karena nanti kita akan bertanggung jawab
- kepada Allah Taala. Tidak ada sesuatu
- itu akan hilang begitu aja. Tidak
- ada sekalipun satu kejadian yang tidak
- diketahui oleh manusia, tidak dicatat
- oleh manusia, tidak direkam oleh
- siapapun, Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan dalam Al-Qur'an, wa inna
- alaikum lahafidin kiraman katibin.
- Tiap-tiap
- kalian mempunyai
- penjaga-penjaga. Apa tugas
- penjaga-penjaga ini? Kiraman
- katibin yalamuna ma taf'alun.
- perekam-perekam yang sangat mulia yang
- mengetahui apa saja yang kalian
- perbuat. Jadi memang hamba Allah dalam
- kehidupan kita ini terkadang ada orang
- berbuat curang
- securang-curangnya, korupsi
- sebesar-besarnya tidak sempat diketahui
- manusia dan tidak sempat dipegang oleh
- tangan
- hukum. Di situlah berfungsinya apa yang
- Allah Taala menyatakan. Wa inna alaikum
- lhafidun.
- Jadi hamba Allah yang
- mulia, ketika Ibrahim telah dibawa di
- pengadilan, yang kita kenal dengan
- penguasanya adalah
- Namrud.
- Namrud. Maka mereka bertanya kepada
- Ibrahim Alaih Salam. Kita lihat dialog
- ini yang sangat indah. Masyaallah. Q
- anta faalta h bihatina ya
- Ibrahim. Jadi artinya dalam masalah ini
- mungkin yang bertanya ini penuntut umum.
- jaksa. Mereka bertanya, "Apakah Anda
- yang
- melakukan menghancurkan berhala-berhala
- kami?" Maka Ibrahim
- menjawab, "Khala bal fa'alahu
- kabiruhum hadza fasaluhum in kanu
- yhquun." Ibrahim
- menjawab, "Yang menghancurkan pasti yang
- patung yang
- besar karena kapak tergantung di
- lehernya. Bertanyalah
- kepadanya, siapa yang
- menghancurkan? Farajau ila anfusihim.
- Subhanallah. Maka mereka baru sadar dan
- kembali kepada diri mereka
- masing-masing. Laqad
- alimtaquun. Kemudian mereka berkata
- kepada Ibrahim, "Sesungguhnya engkau
- sudah
- mengetahui bahwa patung ini tidak bisa
- berbicara.
- Dan mereka juga sadari dalam diri mereka
- bahwa patung ini tidak bisa
- berbicara. Maka Ibrahim menjawab kepada
- mereka, "Qala fatbuduna minunillah ma
- yanfaukum saian wala yadurrukum."
- Ibrahim menjawab, "Kalian ini menjambah
- sesuatu yang tidak bisa ngomong, tidak
- bisa membawa mudarat, tidak bisa membawa
- manfaat
- apapun." Dan
- Ibrahim dengan kalimat yang agak
- merendahkan kepada
- mereka, tapi karena mereka tidak mau
- menerima kebenaran, padahal ini sangat
- jelas. Mereka sadari diri mereka bahwa
- patung ini enggak bisa berbicara.
- Tapi karena mereka tidak mau menerima
- kebenaran dengan kalimat yang lain,
- pengadilan ini hakimnya sudah
- dipengaruhi oleh
- penguasa. Penguasa sudah memerintahkan
- kepada hakim ini benar atau salah, salah
- atau benar, yang penting dia harus
- dihukum.
- Qu
- harquuh wuru alihatukum in kuntum
- failin. Maka mereka jatuhkan putusan
- Ibrahim harus dibakar dan mereka katakan
- kepada
- Ibrahim, "Nanti kalau Anda sudah
- dibakar, minta tolong kepada Tuhanmu. Bu
- Subhanallah. Hamba Allah yang mulia.
- Jadi kalau kita berbicara tentang apa
- seorang muslim yang taat bisa
- berpolitik sebenarnya merupakan
- kewajiban bagi kita umat
- Islam untuk aktif dalam politik tapi
- yang benar.
- untuk membawa masyarakat ke jalan yang
- benar, mengangkat masyarakat lebih
- mulia, mengangkat masyarakat
- itu keluar daripada
- kemiskinan, keluar daripada
- kemelaratan, untuk mengangkat masyarakat
- itu supaya hidupnya lebih sejahtera. Itu
- kalau seorang muslim yang baik untuk
- berpolitik. Kita balik kepada Ibrahim
- Alaih Salam.
- Karena mereka merasa terpojok dengan
- dialog yang terjadi, Ibrahim menyatakan
- yang
- benar. Kok kalian bertanya kepada saya,
- siapa yang menghancurkan berhala-berhala
- ini? Tanya kepada yang
- besar. Bukankah kapak tergantung di
- lehernya? Mereka sadari bahwa patung ini
- enggak bisa berbicara. Maka Ibrahim
- mengatakan, "Kenapa kamu sembah?"
- Jadi sebenarnya dalam masalah ini
- Ibrahim aktifkan dirinya untuk
- membawakan mereka ke jalan yang benar,
- jalan yang
- hak. Tapi mereka tidak mau terima.
- Karena
- apa?
- Mempertahankan ego sebagai
- penguasa. Sekalipun dalam dialog ini
- mereka tahu bahwa Ibrahim benar. Apa
- yang Ibrahim sampaikan benar. Kalau
- kalian tahu patung ini enggak bisa
- membawa mudarat dan manfaat, tidak bisa
- berbicara, kenapa kalian
- sembah kelain kalian? Kenapa kalian
- sembah selain Allah Subhanahu wa taala?
- Tapi tetap hamba Allah yang
- mulia.
- Putusannya jatuh putusan.
- Harriquu wuru alihatakum in kuntum
- fa'ilin. Bakar dia
- hidup-hidup. Itu putusan yang
- dijatuhkan. Tapi hamba Allah yang
- mulia, semua kita
- mengetahui akhir
- daripada kisah ini. Ini kisah Al-Qur'an.
- Ayat yang Allah Taala turunkan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam dalam
- Al-Qur'an. Dan ketika api sudah mulai
- dinyalakan, Allah Subhanahu wa taala
- memerintahkan langsung kepada api.
- Karena api ini merupakan salah satu
- makhluk Allah Subhanahu wa
- taala. Qulna.
- Maka kami Allah
- perintahkan, "Ya
- nar, kuni bardan wasalaman ala
- Ibrahim." Wahai api, jadilah dingin dan
- dingin membawa keselamatan kepada
- Ibrahim. Bardan wasalamat. Karena api
- ini sifatnya panas, sangat panas
- membakar.
- Kalau umpama sekedar dia rubah
- sifatnya dari sangat panas tentunya
- menjadi sangat
- dingin. Justru itu ada kalimat wasalaman
- bardan wasalaman. Sebab kalau dia rubah
- sifatnya, takutnya kepada perintah Allah
- Taala, ya naru bardan. Jadilah engkau
- dingin, maka api ini akan merubah
- sifatnya menjadi sangat
- dingin. Ibrahim juga akan meninggal
- dunia, akan
- beku. Allah Taala nyatakan bardan
- wasalaman. Dingin membawa
- keselamatan berarti
- sejuk. Berkobar api ini. Tapi Ibrahim di
- tengah-tengah api sejuk. Hamba Allah
- yang mulia.
- Mungkin kita banyak berpikir itu
- nabi. Karena memang kalau kita
- perhatikan sejarah
- nabi-nabi, kalau operation,
- penekanan, kezaliman sudah terlalu
- meraja lela, maka Allah Taala akan
- menurunkan
- mukjizah sebagai bukti bahwa mereka ini
- nabi dan juga mukjizat ini untuk
- menyelamatkan mereka.
- hamba Allah yang
- mulia. Dan bukan juga hal mustahil akan
- terjadi ketika hamba-hamba Allah sudah
- terlalu ditekan. Ketika para mukminin
- terlalu
- dizalimi, maka biasanya Allah Taala akan
- mendatangkan pertolongannya atau akan
- mendatangkan satu musibah yang sangat
- besar sebagai pelajaran kepada
- keseluruhan bangsa tersebut.
- Kalau tadi hamba Allah yang mulia adalah
- peristiwa di Nabi Allah Ibrahim Alaih
- Salam. Maka mari kita lihat peristiwa
- zaman Nabi Musa Alaih
- Salam supaya kita tahu bahwa nabi-nabi
- sebelum Rasul sallallahu alaihi wasallam
- juga mereka terlibat di dalam politik.
- Mereka berpolitik. Mereka berhadapan
- dengan penguasa yang zalim.
- Namun politiknya mereka berdasarkan
- ayat-ayat
- Allah, berdasarkan tuntunan Allah
- Subhanahu wa taala kepada mereka. Hamba
- Allah yang mulia, Nabi Musa Alaih
- Salam. Kisah yang paling banyak dalam
- Al-Qur'an itu kisah tentang Nabi Allah
- Musa Alaih
- Salam. Nabi Musa ini dibesarkan oleh
- Firaun. Dia hidup di dalam istana.
- Dia besar di dalam
- istana dan
- tentunya besarnya ini
- tentunya sudah pasti dia mendapat
- bimbingan dengan ideologinya
- Firaun karena dia besar dalam
- istana. Tapi kemudian dia berseberangan
- dengan Firaun sebelum dia menjadi
- nabi berseberangan dengan Firaun.
- Sehingga satu waktu ketika terjadi
- perkelahian antara kelompoknya Firaun
- dan Bani
- Israel, maka Musa memihak kepada Bani
- Israel. Padahal Musa ini dibesarkan di
- istana. Dia tahu bahwa dia ini dari
- kelompoknya
- Firaun. Tapi dia memihak kepada Bani
- Israel.
- Kemudian lelaki
- yang bermasalah dengan Bani Israel ini
- ditonjok oleh Nabi Musa Alaih Salam.
- Sekali tonjok rupanya dia meninggal
- dunia. Maka
- Firaun mengeluarkan
- perintah untuk menangkap Nabi Musa dan
- tembak di tempat kalau perlu bunuh di
- tempat.
- Jadi, Firaun telah mengeluarkan perintah
- ini kepada semua pejabat-pejabat tinggi
- negara tentunya termasuk kepada kepala
- kepolisian Firaun.
- Ya, karena perintah ini mungkin
- bocor. Datang seorang kepada Nabi Musa.
- Kemudian di dalam Al-Qur'an Allah Taala
- menceritakan hamba Allah ini datang
- kepada Nabi Musa dan mengatakan waja
- rajulun min aqsal
- Madinah yas'a qala ya Musa innal malaa
- yaamiruna bika
- liyagtuluka fakhruj inni laka minanashi.
- Maka seorang lelaki datang
- bergegas-gegas kepada Nabi Musa dan
- menasihati kepada Nabi Musa. Ya Musa,
- sesungguhnya semua pejabat-pejabat
- negara, semua alat-alat negara ya apa
- dia polisi militer telah diperintahkan
- untuk membunuh Anda di
- tempat. Kalau yang Musa innal malairuna
- bika liyaguluk.
- Jadi artinya dengan kalimat yang lain
- kalau ketemu dengan Nabi Musa tembak di
- tempat ya. Di zaman itu belum ada
- senjata
- api. Panah mungkin tombak mungkin apa,
- golok. Pokoknya ketemu dengan Nabi Musa,
- bunuh di tempat, tembak di
- tempat. Maka dia nasihatkan kepada Nabi
- Musa, "Engkau keluarlah dari sini.
- Subhanallah. Nabi Musa meninggalkan kota
- tersebut. Selanjutnya, hamba Allah yang
- mulia, kita tahu Nabi Musa kemudian
- ketemu dengan Nabi Syuaib. Kemudian
- dikawinkan dengan anaknya.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- memberikan wahyu kepada Nabi Musa ketika
- Nabi Musa melihat
- api. Yang poinnya saya ingin
- sampaikan ketika Nabi Musa telah
- menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa
- taala. Nabi Musa diperintahkan oleh
- Allah taala, "Adhab ila Firaun innahu
- tha."
- Pergilah Anda kepada
- Firaun. Dia ini sudah melewati batas,
- melampaui
- batas. Hamba Allah yang mulia, Nabi Musa
- sudah diperintahkan oleh Firaun kepada
- seluruh pejabat
- kerajaan, kepada semua alat-alat negara,
- pengawal-pengawalnya. Begitu ketemu Nabi
- Musa, bunuh di tempat, tembak di tempat.
- Kemudian Nabi Musa diperintahkan oleh
- Allah Taala untuk datang kepada
- Firaun. Bayangkan Nabi Musa ini untuk
- datang kepada Firaun dia harus melewati
- tentunya pintu gerbang. Dia harus
- melewati penjaga, dia harus melewati
- pengawal. Kalau sekarang itu ada
- pengawal di ring ring 3, ring du, ring
- satu baru ketemu. Subhanallah.
- Nabi Musa Alaih
- Salam ketika akan bertemu dengan
- Firaun untuk beradu argumentasi untuk
- mengingatkan kepadanya bahwa tindak
- tanduknya selama ini adalah
- berseberangan dengan
- kemanusiaan. Apa yang Nabi Musa minta
- kepada Allah Subhanahu wa taala?
- Dia tidak minta
- pengawal, dia tidak minta
- senjata, dia tidak minta kelompok
- untuk mengantarkan kepadanya atau
- meminta dari
- partainya yang dia minta kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Rabbisrohli
- sodri wa yassirli amri wahlul uqdatan
- min lisani yafqahu qua ini doa
- masyaallah doa dalam Al-Qur'an doanya
- Nabi Musa Alaih
- Salam Nabi Musa ini lidahnya agak cadel
- agak
- cadel karena pada waktu
- kecil di dalam riwayat itu waktu Nabi
- Nabi Musa masih kecil, Firaun
- itu janggutnya suka ditarik oleh Nabi
- Musa. Maka ketika Firaun agak marah dan
- Firaun mengatakan, "Jangan-jangan anak
- ini yang akan mencelakakan kita."
- Istrinya mengatakan, "Ini anak masih
- kecil." Maka istrinya memberikan sugesti
- kepada
- Firaun. Coba kita berikan kepadanya tiga
- macam.
- ee berikan dua macam
- makanan. Apa dia kurma atau bukan?
- Wallahualam. Dan bara yang masih
- menyala-nyala untuk membuktikan bahwa
- dia masih belum
- mengerti.
- Kemudian Nabi Musa mengambil mengambil
- barangnya dan langsung
- di antarkan ke mulutnya.
- Sehingga Firaun pada waktu itu
- mengatakan benar dia masih bayi, masih
- belum
- mengerti. Jadi
- lidahnya menjadi agak cadel. Maka yang
- dia mintakan kepada Allah Taala hanya
- doa yang pendek.
- Dia akan berhadapan dengan seorang yang
- pernah memerintahkan untuk membunuh
- semua anak-anak bayi Bani Israil yang
- lahir kalau dia lahir laki-laki.
- Termasuk Nabi Musa Alaih Salam di zaman
- itu. Nabi Musa ketika lahir diselamatkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Allah Taala memerintahkan kepada
- mengilhamkan kepada ibunya untuk
- memasukkan ke dalam peti dan
- menghanyutkan di air. Itulah sehingga
- di ambil oleh Firaun. Subhanallah.
- Petinya ini masuk sampai ke istananya
- Firaun. Karena belakang istananya Firaun
- sungai
- Nil. Di situlah Musa diambil, dipelihara
- dan besar di dalam istana.
- Hamba Allah yang
- mulia, maairal muslimin rahimakumullah.
- Nabi Musa Alaih
- Salam sudah diperintahkan oleh
- Firaun,
- pejabat-pejabat
- negara ya, alat negara kepolisian kalau
- ketemu tembak di
- tempat. Itu perintah langsung dari
- Firaun.
- Dan Nabi Musa diperintahkan oleh Allah
- Taala untuk datang menghadap kepada
- Firaun, menyampaikan langsung kepada
- Firaun. Hamba Allah yang
- mulia, itu bagian daripada
- politik untuk mengingatkan
- kepada penguasa, pejabat
- negara kepada Firaun. Firaun jangan kita
- lupa. Firaun ini pernah mengaku dirinya
- sebagai Tuhan. Ana rabbukumul a'la. Aku
- adalah Tuhan kalian yang maha
- tinggi. Tapi ketika dia akan meninggal
- dunia di dalam air, ketika dia akan
- tenggelam, baru dia akan mencari Allah
- subhanahu wa taala. Karena dia
- syahadah, melafazkan pengakuan.
- Tidak ada Tuhan melainkan dia Allah yang
- disembah oleh Bani Israil. Tapi sudah
- terlambat. Tapi ketika masa hidupnya dia
- lupa bahwa dia akan berakhir dengan
- kematian. Dan subhanallah hamba Allah
- yang mulia kalau kita membaca sejarah
- kita enggak usah membaca sejarah
- nabi-nabi. Kita lihat sejarah
- penguasa-penguasa sebelumnya.
- Markos dia jatuh hanya dengan seorang
- wanita.
- Markos.
- Syahiran jatuh hanya dengan seorang
- tua.
- Ludwik yang
- ke-16 dia jatuh karena rakyat
- beramai-ramai berontak membakar istana,
- mencari kepadanya dan membunuh
- kepadanya.
- Kalau kita lihat sejarah nabi-nabi
- Namrud, dia jatuh hanya dengan seekor
- nyamuk. Yang nyamuk ini masuk dari
- hidungnya atau dari telinganya.
- Wallahualam. Kemudian masuk sampai ke
- otaknya mengacak-acak
- otaknya sehingga dia memukul-mukulkan
- kepalanya ke tembok sampai dia mati.
- Firaun matinya tenggelam di
- air. Hanya dengan air.
- Subhanallah. Inilah sehingga Allah
- Subhanahu wa taala ingatkan di dalam
- Al-Qur'an kepada kita, waliulli ummatin
- ajal. Tiap-tiap satu organisasi,
- tiap-tiap satu kekuasaan, tiap-tiap satu
- kekuatan akan ada masa berakhirnya.
- Pendengar sekalian yang mulia, yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala. Kerajaan
- Konstantinopel,
- Konstantin itu sudah ada sejak sebelum
- Nabi Isa, Nabi Isa alaihi salam lahir
- sudah ada. Dan sesudah Nabi Isa
- diwafatkan oleh Allah Taala, diangkat
- oleh Allah Taala, itu kerajaan
- Konstantin masih ada.
- Dan yang mengejar-ngejar kepada Nabi Isa
- untuk
- dibunuh adalah kerajaan Konstantin
- sendiri. Nanti sesudah Nabi Isa
- meninggal 300 tahun
- lebih, baru pergantian seorang raja yang
- agak simpatik kemudian mengundang
- sehingga dijadikan ee
- dilakukanlah konferensi Nikea Nisea
- Konsili.
- Dan di situlah pada waktu itulah Nabi
- Isa dianak Tuhankan. Namun hamba Allah
- yang mulia pun kerajaan Konstantin
- hancur. Kerajaan Konstantin dihancurkan
- oleh seorang anak muda yang bernama
- Ahmad Alftih yang pada saat itu ibu kota
- mereka berada di Turki.
- Sehingga
- sebenarnya sejarah Turki itu yang
- dinamakan Istanbul itu sebenarnya
- namanya
- Islamul bukan Istanbul.
- Islamul artinya ketika sudah dikuasai
- oleh tentara muslimin keseluruhannya itu
- menjadi muslim maka mereka namakan
- Islam. Artinya keseluruhannya Islam.
- Ketika khalifah
- dijatuhkan oleh yang mereka namakan
- Bapak Republik Attaaturk, maka Ataturk
- mengganti nama Islamul karena dia tidak
- menginginkan ada nama Islam dengan
- kalimat
- Istanbul. Jadi hamba Allah yang mulia,
- para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Musa
- Alaih Salam datang kepada Firaun.
- Hamba Allah yang mulia, para pendengar
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala. Musa masih bisa sempat sampai
- berhadapan dengan
- Firaun. Kemudian Musa menyampaikan
- kepada
- Firaun bahwa Musa ini seorang nabi,
- seorang rasul.
- itu nanti kita lihat banyak dalam surah
- Thaha ya, dalam surah Al-Qasas banyak
- Allah Taala ceritakan tentang Nabi
- Musa. Nabi Firaun masih tetap
- mempertahankan
- ideologinya. Sehingga ketika Musa
- menunjukkan mukjizah demi mukjizah,
- Firaun hanya mengatakan ini sihir
- murahan. Sihir murahan.
- Kalau ini yang Anda tunjukkan kepada
- kita, saya bisa kumpulkan tukang-tukang
- sihir untuk bertanding dengan Anda. Dan
- Nabi Musa menerima tantangan
- tersebut. Sehingga ketika mereka telah
- berhadap-hadapan para tukang-tukang
- sihir bersaf-saf. Nabi Musa hanya
- sendirian dengan Harun saudaranya. Maka
- mereka bertanya kepada Nabi
- Musa itu dalam Al-Qur'an dalam surah
- Thaha. Apakah kami akan
- memulai ataukah engkau yang akan
- memulai? Qala faalqu Nabi Musa
- mengatakan silakan kalian mulai.
- Faalum
- wauhum yuk ilaihi
- minhimah. Sehingga ketika tali-tali dan
- tongkat mereka berubah menjadi jadi
- yukai menjadikan mata Nabi Musa itu
- menjadi khayal. Seakan-akan tongkat dan
- tali ini berubah menjadi
- anahaas. Seakan-akan ular yang berbisa.
- Hamba Allah yang
- mulia. Sekalipun dia seorang nabi tapi
- dia manusia.
- Di ayat tersebut Allah Taala
- menyatakan, "Faujasa fi nafsihifatan
- Musa." Maka timbul ketakutan di dalam
- dirinya Nabi Musa karena melihat ikan
- ular-ular yang sangat berbisa
- menari-nari di depannya Nabi
- Musa. Qulna la takhaf innaka antal a'la.
- Pada saat itu datang wahyu dari Allah
- Taala mengatakan kepada Nabi Musa,
- "Enggak usah takut, Anda berada di
- tempat yang lebih
- tinggi." Faalqi ma fi yaminika. Nah, ini
- hamba Allah yang mulia menunjukkan
- innallaha sesungguhnya Allah Subhanahu
- wa
- taala maha
- melihat, maha mendengar.
- Innallaha samiun bashir. Allah maha
- mendengar dan maha melihat. Nabi Musa
- mempunyai tongkat sebelah di tangan
- kanannya. Allah Taala nyatakan, "Faalqi
- ma fi
- yaminika." Lepaskan apa yang ada di
- tangan
- kananmu. Hamba Allah yang
- mulia, semua ini tidak terlepas
- daripada political situation antara Musa
- dan penguasa, yaitu Firaun. yang ingin
- Firaun menunjukkan bahwa ideologinya dia
- lebih benar daripada kebenaran yang
- dibawa oleh Nabi Musa Alaih
- Salam. Dan apa yang terjadi dalam
- pertandingan tersebut?
- Faulqi faulqi saharatu sujadan qalu
- amanna birabbi Haruna wa Musa. Maka
- tukang-tukang sihir ini, ahli-ahli sihir
- ini berbondong-bondong mereka
- bersujud dan mengatakan, "Kami beriman
- kepada Tuhannya Harun dan Tuhannya
- Musa." Tapi hamba Allah yang mulia.
- Itulah kebiasaannya sifat daripada
- penguasa. Firaun pada waktu itu menjadi
- marah dan mengatakan, "Kalian ini
- beriman sebelum aku perintahkan kepada
- kalian untuk beriman."
- Nah, dengan kisah ini kita bisa
- lihat ego
- penguasa dalam banyak hal baik sejarah
- sebelum kita selalu tidak mau
- mendengarkan akan kebenaran sekalipun
- mukjizah sudah diberikan oleh Allah
- Taala. Sebab ketika Nabi Musa melepaskan
- tongkatnya, tongkatnya ini memakan semua
- ular-ular yang ada. Maka tukang-tukang
- sihir ini sadar ini bukan sihir. Sebab
- kalau sihir tongkat dan talinya tidak
- bisa berbuat apa-apa. Hanya
- menakut-nakuti aja. Hanya
- mengkhayalkan
- Firaun bukannya dia menerima
- kebenarannya. Dia saksikan. Dia berada
- di tempat tersebut. Dia menyaksikan
- pertandingan antara tukang-tukang sihir
- yang bersaf-saf dengan Nabi Musa Alaih
- Salam. Tapi karena ego sebagai seorang
- penguasa, dia tidak mau menerima
- kebenaran. Untuk itu, hamba Allah yang
- mulia kepada saudara-saudaraku kaum
- muslimin, berpolitik tidak dilarang
- dalam Islam. Malahan kita sebagai orang
- muslim harus aktif di politik, tapi
- luruskan politik
- ini. Jadikanlah sebagai hamba Allah yang
- benar, yang hak, yang mempertahankan
- kebenaran-kebenaran yang Allah
- Taala arahkan kepada kita. Sehingga
- politik ini akan menjadi benar.
- Sebab kalau politik ini jatuh ke tangan
- yang curang, segala macam kecurangan
- akan dilakukan, segala bentuk
- ketidakadilan akan
- dilakukan. Dan apa yang akan terjadi,
- hamba Allah yang mulia, apabila dalam
- satu masyarakat, apabila dalam satu
- negara ketidakadilan sudah mulai meraja
- lela, maka keresahan akan timbul di
- masyarakat tersebut.
- itu akan
- terjadi. Tapi ketika
- keadilan nampak,
- ditegakkan, disuburkan keadilan,
- masyarakat akan
- tenang. Karena memang Allah Subhanahu wa
- taala memerintahkan kepada kita dalam
- Al-Qur'an.
- Allah memerintahkan kita untuk berbuat
- adil. Di dalam ayat Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala bercerita tentang
- keadilan. Allah taala memerintahkan kita
- untuk berbuat adil. Kurang lebih antara
- 35 sampai 40
- ayat tentang
- keadilan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Menunjukkan bagaimana ketika Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- berpolitik, tapi kejujurannya luar
- biasa. Pernah terjadi yang kita kenal
- dengan perjanjian Hudaibiyah.
- Perjanjian Hudaibiyah ini secara logika
- memang merugikan kaum
- muslimin. Tapi Rasul sallallahu alaihi
- wasallam seorang politik masyaallah
- karena dia dituntun oleh wahyu. Dia
- melihat jauh ke depan. di dalam
- perjanjian Hudaibiyah di
- antaranya kalau orang muslim melarikan
- diri ke kelompok musyrikin, maka
- kelompok musyrikin tidak perlu harus
- mengembalikan mereka. Tapi kalau
- kelompok musyrikin melarikan diri dan
- minta perlindungan kepada kelompok
- muslimin, maka kelompok muslimin harus
- mengembalikan mengembalikan kepada
- mereka. Ini kan tidak adil. Tapi Rasul
- sallallahu alaihi wasallam seorang
- politikal ulung. Masyaallah. Rasulullah
- menandatangani perjanjian
- tersebut. Ditandatangani oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sehingga pernah terjadi sekali waktu ada
- seorang yang datang meminta perlindungan
- kepada Rasul sallallahu alaihi
- wasallam dan dia dari kelompok
- musyrikin. Tinggal di daerah
- musyrikin. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengatakan kepadanya, "Dia
- harus kembali dan Rasulullah
- tetap memutuskan dia harus kembali."
- Ini menunjukkan bagaimana
- seorang politikal yang ulung tapi
- kejujurannya kepada Allah Subhanahu wa
- taala tidak
- tertertinggi. Rasulullah ikut berperang,
- memimpin
- perang lebih daripada 20 kali berperang.
- Apakah Rasulullah bukan seorang
- politikal? Seorang politikus yang ulung,
- seorang paling panglima perang. Tapi
- kejujuran, kebenaran selalu diterapkan
- oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Untuk itu, hamba Allah yang mulia, kalau
- Anda berpolitik, berpolitiklah yang
- jujur. Karena sebentar
- lagi, sebentar lagi tidak
- lama, sebentar
- lagi gelar jenazah akan Allah Taala
- berikan kepada
- kita. Gelar jenazah.
- Sekurang-kurangnya seorang itu kalau dia
- berpolitik sekurang-kurangnya mungkin
- umur 25 tahun ke
- atas. Bukankah pernah seorang Bukankah
- pernah ketika lagi
- duduk di gedung
- DPR, tiba-tiba ada yang meninggal dunia
- di tempat duduknya. Malaikatul maut
- masuk. Pada saat itu, hamba Allah yang
- mulia, alangkah ruginya ketika kita
- berpolitik dan tidak jujur dalam
- politik. Karena apa? Biasanya hamba
- Allah yang mulia,
- ketidakjujurannya para politikus karena
- membenarkan partainya sekalipun
- partainya salah. Membenarkan ideologi
- penguasa sekalipun penguasanya itu
- salah. Nah, ini Allah Taala memberikan
- contoh dalam Al-Qur'an tentang kisah
- Nabi Allah Musa Alaih Salam dan Ibrahim.
- Untuk itu hamba Allah yang mulia
- penutupnya Allah Taala ingatkan semua
- kepada kita sekalian. Wa ahsin kama
- ahsanallahu ilaik. Berbuat baiklah,
- berbuat
- jujurlah sebagaimana Allah Taala telah
- berbuat baik kepada
- kalian. In ahsantum. Allah Taala
- menyatakan, "Kalau kalian berbuat baik,
- kalian berbuat jujur, kalian benar di
- dalam berpolitik, kebenaran itu akan
- balik
- kepadamu." In ahsantum ahsantum
- lianfusikum. Kalau kalian berbuat baik,
- kebaikan itu akan balik kepada dirimu.
- Wain asum. Apabila Anda berbuat
- curang, berbuat
- maksiat, mencuri uang negara, nanti
- kejelekan itu akan balik
- kepadamu. Baik di dunia apalagi kita
- berbicara di akhirat. Kalau ada yang
- salah kepada Allah, saya mengharapkan
- magfirahnya. Waminallahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Ikhwan
- Akhwat, para pendengar Radio Silaturahim
- dan juga ikhwan akhwat Rasil Visual di
- mana pun Anda berada. Tentunya untuk
- ikhwan akhwat yang berada di Sukabumi di
- 96,9 LANSa FM dan juga di 612 Rasil
- Semarang dan juga di radio Silaturahim
- yang lainnya. Tentunya di kesempatan
- sore hari ini masih di acara tausia sore
- dan sudah kita simak bersama-sama kajian
- yang sudah disampaikan oleh guru kita
- yaitu bersama Ustaz Zaid M. Mbah Ahmid.
- Dan tema pada sore hari ini tentunya
- mengenai apakah muslim yang taat perlu
- berpolitik? Masyaallah. Baik, Ustaz.
- Kita lanjutkan, Ustaz, ya.
- Di tanya jawab, Ustaz. Sudah banyak
- sekali ini pertanyaan-pertanyaan yang
- masuk, Ustaz. Silakan mengenai tema di
- kesempatan sore hari ini. Namun sebelum
- kita bacakan, kita bacakan juga, Ustaz.
- Ada sebuah informasi tentunya untuk
- ikhwan akhwat.
- Ketahui. Baik untuk ikhwan akhwat para
- pendengar radio silaturahim yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala
- tentunya dari Indonesian Neuroscience
- Institute menyelenggarakan kegiatan
- seminar diagnosis dan tata laksana
- epilepsi yang mungkin boleh dicatat
- untuk ikhwana awat yang sudah
- dipersiapkan untuk kertas dan juga
- pulpennya. Dicatat di tanggal 3
- September 2018 yaitu bertempat di
- auditorium FKU.
- UIN ya, UIN Syarif Hidayatullah, Jalan
- Kertamukti, Pisangan, Cirende, Ciputat
- Timur ya. Untuk di ee Ciputa Timur benar
- di Tangerang Selatan. Untuk waktunya
- yaitu di jam pagi hingga 16.00 atau di 4
- sore ya. Dicatat untuk biaya infak-nya
- kita ada sesi 1 dan juga sesi duanya
- dengan infak
- Rp300.000. dan juga untuk sesi duanya
- dengan infak yaitu
- Rp100.000. Untuk ee kabar lebih
- lanjutnya bisa menghubungi langsung saja
- di nomor teleponnya dicatat di
- 0812
- 819 33 65. Diulang lagi di
- 0812 81933656.
- Dan di informasi selanjutnya untuk
- ikhwan akhwat pendengar radio
- silaturahim hadiri juga majelis taklim
- jemaah muslimin Jabod Tabik
- menyelenggarakan tablig akbar
- penggalangan kesatuan untuk pembebasan
- Al-Aqsa di tanggal 1 hingga tanggal 2
- September 2018. Dan untuk rangkaian
- acara dan juga tempat pelaksanaannya
- yaitu yang pertama ada Bakti Sosial di
- hari Sabtu di tanggal 1 September 2018
- beralamat di Masjid Baitul Muttaqin
- Pangeran Jayakarta Harapan Mulia Medan
- Satria Bekasi. Dan juga acara
- selanjutnya ada Longmart Cinta Al-Aqsa.
- Masih di hari Sabtu di tanggal 1
- September namun jamnya itu di jam. Malam
- ya atau di 20.00 00 hingga selesai yaitu
- beralamat masih sama di Masjid Baitul
- Muttaqin Pangeran Jayakarta dan juga
- acara selanjutnya di bazar dan expo di
- hari Sabtu Ahad di tanggal 1 hingga 2
- September 2016 di Masjid Nurul Islam
- Islamic Center Bekasi. Dan di acara
- selanjutnya yaitu acara tablig akbarnya
- di hari Ahad di tanggal 2 September 2018
- di jam .00
- pagi hingga selesai di Masjid Nurul
- Islam Islamic Center Bekasi. Untuk
- narasumbernya insyaallah akan dihadiri
- oleh K. H. Yaksullah Mansur dan juga K.
- H. Abdullah Hidayat Siroji dan juga Dr.
- Syarif Amin yaitu beliau direktur Alqus
- Foundation dan juga ada Ustaz Legisan
- Sam Tafsir entrepreneur Muslim dan juga
- ada Ustaz Amin Nuroni. Semoga bermanfaat
- informasi yang kami sampaikan dan
- langsung saja Ustaz pertanyaan yang
- sudah masuk ini banyak sekali Ustaz
- mengenai tema kita kesempatan sore hari
- ini ya. Ini dari hamba Allah Ustaz ee di
- Sukabumi. Ustaz ya. Eh, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala, saya
- ingin menanyakan Ustaz, kapan pertama
- kali sejarah Islam mencatat penggerakan
- politik? Apakah politik dunia dimulai
- dari Nabi Ibrahim ataukah sudah ada nabi
- sebelumnya yang berpolitik demi
- memperjuangkan keadilan? Syukran, Ustaz.
- Dari hamba Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalloli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali
- Muhammad. Yang tidak berpolitik itu
- hanya Nabi Adam. Oh, Nabi Adam. Tapi
- Nabi Nuh mulai dari Nabi Nuh, Nabi Nuh
- juga menghadapi penguasa dan masyarakat
- lingkungannya dia. Iya. Sehingga Nabi
- Nuh itu harus hijrah dengan perahu dia,
- membuat
- perahu. Jadi, sejak zaman Nabi Nuh dan
- nabi-nabi sesudahnya. Demikian juga
- dengan Nabi Luth. Nabi Luth itu yang
- pada saat dia menghadapi LGBT. Iya. Itu
- zaman Nabi Luth. Nabi Luth. Jadi memang
- nabi-nabi juga pada waktu mereka diutus
- oleh Allah Subhanahu wa taala adalah
- karena penguasa-penguasa pada waktu itu
- dengan kalimat yang lain. Dia harus dia
- berhadapan dengan penguasa adalah dia
- berpolitik dengan penguasa. Insyaallah
- terjawab. Masyaallah. Syukran Ustaz.
- jazakumullah khair atas jawabannya dan
- terima kasih untuk pertanyaannya dari
- hamba Allah ya di Sukabumi. Baik, dari
- Sukabumi kita ee beralih di Celeng sih,
- Ustaz. Ini masih dari WhatsApp, Ustaz
- ya. Ee asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi. Ini dari Ibu Ecih, Ustaz
- di Cilengsi ee ingin bertanya, Ustaz.
- Kalau kita berusaha mempertahankan
- keimanan kita dengan sekuat tenaga,
- Ustaz, apakah Allah Subhanahu wa taala
- juga akan membantu kita walaupun tidak
- sebagaimana Allah mendinginkan api untuk
- Nabi Ibrahim. Syukur ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali Muhammad. Ini pertanyaan masyaallah.
- Sudah
- pasti Allah Subhanahu wa taala akan
- membantu kepada orang-orang yang
- beriman. Satu ayat aja itu yang jelas
- bukan hanya membantu tapi memberikan
- jalan keluar yang sangat baik. Waman
- yattaqillaha yaj'allahu makhraja
- waarzughu min haitu la yahtasib. Kita
- kan kalau mempertahankan iman kita
- artinya itu menunjukkan ketakwaan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
- Allah Taala nyatakan di ayat ini,
- yaj'alahu makhraja. Dalam kesulitan
- apapun Allah Taala akan memberikan jalan
- keluar. Hanya terkadang kita kurang
- sabar ya. Seakan-akan kita bertanya
- fainallah? Allah Taala itu berada di
- mana? Sebab jangan kita lupa juga.
- Banyak
- ulama-ulama zaman sejak sebelum-sebelum
- kita banyak dipenjarakan oleh
- penguasa-penguasa.
- Banyak ulama-ulama yang
- ditangkap sedikit-sedikit
- diinterogasi. Tapi Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan, "Waman yattaqillah
- yaj'alahu makhraja." Mereka yang
- mempertahankan iman mereka dengan
- ketaatannya kepada Allah, Allah selalu
- akan memberikan jalan keluar. Jadi pasti
- Allah Taala akan berikan pertolongan. Di
- ayat yang lain Allah Taala menyatakan
- eh sakin fiubil mukminin liyadu imanan
- ma
- iman. Allah taala akan memberikan
- ketenangan, menurunkan ketenangan ke
- hati orang-orang yang beriman dan Allah
- Taala akan tambahkan imannya dengan iman
- yang sudah ada sehingga menjadi lebih
- kuat. Insyaallah terjawab. Masyaallah.
- Baik. Syukran Ustaz atas jawabannya.
- Baik, ee untuk ikhwan akhwat para
- pendengar di silaturrahim dipersilakan
- yang ingin memberikan pertanyaannya.
- Namun untuk layan SMS-nya kami tutup
- sementara dikarenakan lagi ada
- perbaikan. Jadi untuk ikhwan-akhwat yang
- ingin memberikan pertanyaan langsung
- saja melalui WhatsApp-nya ya. Masih di
- nomor yang sama tentunya di
- 0811999720. Baik Ustaz. Melanjutkan
- di pertanyaan selanjutnya Ustaz di
- WhatsApp dari Cilengsi. Melanjut ke
- Jonggol ya Ustaz. Ada dari Ibu Putri,
- Ustaz menanyakan, "Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Bagaimana cara
- berpolitik yang diridai Allah subhanahu
- wa taala di zaman sekarang ini, Ustaz?
- Karena sepertinya kita masyarakat awam
- dihadapkan pada pilihan bagai buah
- Simalakama. Syukran, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad.
- Sebenarnya bukan buah
- sialakama. Akan menjadi buah sialakama
- kalau iman kita goyang.
- Ya, sebenarnya kita ini sudah ada
- tuntunan dalam
- Al-Qur'an. Al-Qur'an ini Allah Subhanahu
- wa taala nyatakan hudan linnas wa
- bayyinati minal huda wal furqan.
- Petunjuk kepada manusia. Jadi bukan
- hanya kepada orang mukmin, kepada
- manusia. Jadi apalagi kita
- mukmin, Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita tentang
- bagaimana Al-Qur'an ini kita jadikan
- sebagai pedoman.
- Nah, kenapa terkadang orang berpikir
- buah sialakama? Saya berikan contoh
- begini. Kadang-kadang di dalam
- berpolitik itu ada faktor keuntungan.
- Ya, mungkin ada bagi-bagi rezeki
- sedikit, bagi-bagi duit.
- Terkadang kalau sudah dibagi duit, kita
- sudah malu atau segan untuk membicarakan
- yang
- benar. Karena kita berpikir, "Wah, nanti
- enggak dapat bagian, nanti enggak dapat
- proyek." Nah, itu namanya
- buah. Tapi kalau kita beriman yang
- benar, enggak ada
- buah. Kita tahu bahwa ini jalan yang
- benar yang kita perlu tempuh. Yang salah
- kita katakan salah, yang benar kita
- katakan benar. Kalau memang kita lihat
- umpama kita berada di dalam satu
- kelompok
- politik yang kebanyakan keseluruhnya ini
- kebanyakan berbuat salah
- munkar. Kita berusaha untuk merobah
- enggak bisa ya keluar tinggalkan tempat
- tersebut
- hijrah. Pertahankan iman kita. Tapi
- terkadang iman atau akidah kita tukar
- dengan harga yang
- murah. Yaruna biayatillahi tamanan
- qilan.
- Mereka menjual dan membeli ayat-ayat
- Allah dengan harga yang murah.
- mengorbankan akidah untuk keuntungan,
- mengorbankan akidah untuk jabatan,
- mengobarkan akidah untuk
- sesuatu supaya kita
- dipilih. Jadi kalau kita benar-benar
- berpegang kepada akidatul
- Islam, kita benar-benar beriman kepada
- Allah Taala, yang yang benar itu sudah
- jelas. Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Alhal yubayyin wal haram
- yubayyin
- wainahumahat." Yang benar, yang halal
- itu sudah nampak jelas. Yang salah itu
- nampak jelas. Di antara keduanya itu
- sesuatu yang meragukan. abu-abu. Kata
- Rasulullah, "Tinggalkan yang abu-abu."
- Kalau kita lihat abu-abu, jangan kita
- masuk ke lingkungan itu. Jadi
- sebenarnya sekalipun di zaman sekarang,
- hamba Allah yang
- mulia, tinggal kita yang memilih. Apa
- kita akan memilih tetap berpegang kepada
- akidah kita atau kita korbankan sedikit
- agidah kita untuk faktor keuntungan atau
- faktor jabatan atau faktor kedudukan?
- Insyaallah terjawab. Wallahuam. Baik,
- Ustaz. Nampaknya ini eh SMS terakhir,
- Ustaz. Terakhir di kesempatan sore hari
- ini karena kita sudah masuk di menit
- ke-25 lepas dari pukul 5.00 di sore hari
- ini. Dan Ustaz kesimpulannya ingin
- disampaikan untuk ikhwan akhwat
- pendengar radiatim tafadol Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali Muhammad wasallam. Hamba Allah yang
- mulia, kesimpulannya
- pendek. Kalau kita akan mengorbankan
- akidah, kita akan membangkang kepada
- Allah. Di dalam Al-Qur'an Allah taala
- nyatakan, tamatta bikufrika qilan innaka
- min ashabinar. Silakan nikmati
- pembangkanganmu kepada Allah. Ya,
- nikmati kira-kira kekufurannya kepada
- Allah Taala karena nanti Anda akan
- menjadi penghuni neraka. Jadi Allah
- Taala seakan- akan mengatakan tamatta
- bikufrika. Silakan nikmati betul-betul.
- Tapi Allah Taala menyatakan qalilan
- pendek. Mau berapa tahun kita hidup?
- Kalau kita jadi pejabat 35 tahun, umpama
- contoh 35 tahun, mau berapa tahun?
- Paling-paling 30 tahun. Itu pun kalau
- bisa sampai 30 tahun. Jadi, hamba Allah
- yang mulia, kesimpulannya jadilah
- politikal politikus yang jujur. Kalau
- kita berpolitik, berpolitiklah karena
- Allah Taala. Jangan berpolitik hanya
- untuk mengejar jabatan, mengorbankan
- masyarakat, mengejar keuntungan
- mengorbankan yang hak.
- Mudah-mudahan insyaallah kita menjadi
- manusia-manusia politikus yang jujur
- lillah wafillah. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahaillallah wa
- anna muhammadar rasulullah nastagfiruka
- watubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, tentunya kami ucapkan
- jazakullah khair kepada Ustaz Zid M.
- Bahmid yang telah memberikan ilmunya
- kepada kita semuanya. Semoga dapat
- bermanfaat bagi kita semuanya dan kita
- selalu doakan semoga Ustaz selalu
- diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu
- wa taala dan dilancarkan untuk segala
- aktivitasnya. Dan tentunya kami ucapkan
- terima kasih untuk ikhwan akhwat para
- pendengar radio silaturahim dan juga
- ikhwan akhwat terhasil visual di mana
- pun Anda berada yang menyimak acara kita
- di sore hari ini yaitu di acara tausiah
- sore bersama Ustaz Z M. Bahmi dalam tema
- mengenai apakah muslim yang taat perlu
- berpolitik. Baik tentunya kami ucapkan
- terima kasih yang telah memberikan
- pertanyaannya. Semoga pulsa dan maupun
- kuota yang dikeluarkan dicatat oleh
- Allah subhanahu wa taala dan digantikan
- dengan pahala yang berlipat ganda. Amin
- ya rabbal alamin. Dan juga kami ucapkan
- terima kasih untuk tentunya para pejuang
- dakwah kita. Ada Saudara Ondi melalui
- kameraman dan juga ada di meja operator
- ada Bang Yusuf Subangkit dan juga di
- switcher ada Neza dan juga produser kita
- ada Uni Upi. Semoga beliau selalu
- diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu
- wa taala dan semangat tentunya. Amin ya
- rabbal alamin. Baik, akhir kata saya
- Muhammad Anis Mualim mohon undur diri
- dari ruang dengar Anda. Dan kita tutup
- program tausiah sore ini dengan kita
- membaca doa kafaratul majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubu
- ilai taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Habib
- Yesus
- [Musik]