Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Dipancar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi, Radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala,
- bagaimana kabar Anda di sore hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat, dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Senang sekali di sore hari ini kami
- dapat kembali menjumpai Anda dalam
- program tausiah sore bersama Ustaz ZM
- Bahmid edisi Senin di tanggal 22
- Juli 2024 Masehi. Tema yang akan beliau
- sampaikan adalah peranan hidayah dalam
- kehidupan seseorang. Baiklah ikhwan dan
- akhwat telah hadir guru kita di melalui
- sambungan Zoom. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, bagaimana kabar
- Ustaz? Sehat ya Ustaz? Ya. Alhamdulillah
- binikmah waliah. Alhamdulillah. Baik.
- Alhamdulillah. Baiklah, ikhwan dan
- akhwat, tanpa berlama-lama lagi mari
- kita dengarkan pemaparan yang akan
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Zaad M.
- Bahid. Tafadol. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Allahumma lakal hamdu hamdan
- katiran thayiban mubarakan fik.
- Alhamdulillah tumma innalhamdalillah
- nahmaduhu waskuruhu waastainuhu
- wastagfiruh wa naud nazubillahi minuri
- anfusina
- wamatialina man yahdillah fahual muhtad
- waman yudlil falan tajida lahu waliyan
- mursyida. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad an nabi rahmah wa ala
- alihi wasahbihi wasallama
- tasliman allahum rabbisrohli
- sadriassirli amri wahlul uqdatan
- lisaniqahu
- quli. Para pemirsa sekalian, pendengar
- yang mulia di mana aja Anda berada.
- para pendengar hadir
- silaturahim dan juga kepada mereka yang
- dalam perjalanan mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala selalu
- menaburkan hidayah kepada kita
- sekalian. Dan dalam perjalanan mereka
- yang mendengar siaran ini mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala menghantarkan
- sampai tujuan dengan sehat walafiat.
- Mari insyaallah kita sama-sama berbicara
- tentang hidayah. Makna daripada hidayah.
- Kalimat hidayah ini sangat common di
- dalam masyarakat. Sering kita dengar.
- Malahan ada orang-orang yang
- kadang-kadang menyalahgunakan kalimat
- hidayah. Saya berikan contoh begini.
- Ketika orang yang suka berbuat dosa atau
- ya seorang yang enggak mau salat, ada
- kadang-kadang wanita yang enggak mau
- nutup auratnya, enggak mau pakai
- jilbab. Kadang-kadang mereka mengatakan,
- "Saya belum dapat
- hidayah." Subhanallah. Atau ada yang
- mengatakan kalimat yang lain, "Nanti
- kalau sudah dapat hidayah baru saya
- berhenti berbuat munkar atau berbuat
- maksiat." Sering kita dengar
- kalimat. Padahal di dalam Al-Qur'an
- Allah Taala berbicara tentang hidayah
- lebih dari 200 kali. Masyaallah luar
- biasa. Lebih dari 200 kali. Karena
- sesungguhnya hidayah Allah ini akan
- menjamin keselamatan,
- kebahagiaan akan seseorang yang hidup ee
- mulai dari dunia sampai ke akhirat.
- Hidayah. Kalau kita terjemahkan dalam
- bahasa Indonesia, kebanyakan di dalam
- tafsir Al-Qur'an dipakai kalimat
- petunjuk.
- Tapi sebenarnya kalimat petunjuk ini
- tidak
- 100% mewakili makna daripada hidayah.
- Karena hidayah ini adalah mutlak hak
- Allah Subhanahu wa taala diberikan
- kepada siapa yang
- dikehendaki dan diangkat hidayahnya ini
- kepada siapa yang
- dikehendaki. Kan dalam Al-Qur'an Allah
- Taala ingatkan kepada kita dan juga
- kebanyakan di dalam kita berceramah para
- penceramah-penceramah selalu memulai
- dengan waman yahdillah.
- Fahua
- muhtad. Siapa yang diberikan hidayah
- oleh Allah Taala maka dia sesungguhnya
- mendapat petunjuk yang mutlak. Petunjuk
- yang tidak bakal dia
- sesat. Waman yudlil falan tajahu walian
- mursyida. Dan ada juga di kalimat yang
- lain waman
- yudillah. Dan siapa yang di sesatkan
- oleh Allah Taala maka dia tidak akan
- mendapat petunjuk lagi dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan ada beberapa sebab kenapa hidayah
- Allah itu diangkat. Hidayah dari Allah
- Taala yang sudah diberikan kepada
- seorang hamba Allah kemudian diangkat
- kembali dan kalau diangkat kembali dia
- dalam keadaan hamba Allah yang dalam
- kesesatan. Ada beberapa sebab.
- Ada pertama pernah seorang
- ditanya ee menanyakan kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, "Ya
- Rasulullah, mengapa kadang-kadang ada
- hamba Allah yang sudah mendapat
- petunjuk kemudian petunjuk ini, hidayah
- ini diangkat kembali oleh Allah
- Subhanahu wa taala?"
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menjawab kepadanya, "Di antara salah
- satu sebab, ya bukan bukan the only
- reason, bukan bukan sebab satu-satunya,
- salah satu sebab hamba-hamba Allah yang
- suka berdebat,
- berbantah-bantah, apalagi mendebat
- tentang ayat-ayat
- Allah. Itu salah satu sebab Allah Taala
- mengangkat hidayah."
- Jadi hidayah ini adalah petunjuk yang
- dari Allah Subhanahu wa
- taala. Dan ada di dalam Al-Qur'an Allah
- Taala
- ingatkan di antaranya sebab-sebab atau
- usaha kita untuk mendapatkan hidayah
- dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi Subhanallah.
- Baik. Ee hidayah dan ilham itu
- berbeda. Kalau ilham itu
- merupakan ya mungkin dari Allah
- Subhanahu wa
- taala. Tapi kalau hidayah itu kepastian
- dari Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi ilham itu juga saya berikan
- contoh begini.
- binatang ya mempunyai
- naluri dan naluri itu merupakan ilham
- dari Allah Subhanahu wa
- taala. Binatang. Tapi binatang tidak
- diberikan
- akal. Manusia diberikan
- akal. Dan akal manusia inilah yang perlu
- dituntun dengan hidayah dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Karena ada akal manusia yang Allah Taala
- berikan yang mereka pergunakan akalnya
- ini di tempat-tempat yang tidak redai
- oleh Allah Taala. Tidak diredai oleh
- Allah Taala. Malahan merupakan satu
- kemungkaran, merupakan satu fasad ya,
- bentuk fasad dari Allah sub eh bentuk
- fasad mereka kepada Allah subhanahu wa
- taala. Apa kurang hamba-hamba Allah yang
- berpendidikan
- tinggi mengadu domba
- manusia? Malahan ada yang mengadu domba
- muslimin. Oh,
- ada. Mereka mempergunakan kemampuan akal
- mereka.
- Tapi ketika akal ini dihidayahi oleh
- Allah Subhanahu wa taala dengan petunjuk
- petunjuknya
- hidayahnya, maka semua tingkah lakunya
- akan kelihatan sangat
- baik. Semua gerak langkahnya selalu
- menuju kepada kebaikan. Karena kalau
- Allah memberikan hidayah maka itu
- merupakan keselamatan dan kebahagiaan
- baginya di dunia dan akhirat.
- hidayah. Justru itu ada dalam salah satu
- ayat Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan
- begini. Wabasyir
- ibadi alladzina
- yastamiunal
- fayattabiuna
- ahsanahu ulaikalladina hadahumullah.
- Berikan berita gembira kepada
- hamba-hambaku. Kata
- Allah. Hamba-hamba yang gimana? Yang
- Allah Taala
- menyatakan alladzina
- yastamiunal. Mereka yang mau
- mendengarkan kaula ini bisa kita kal
- perkataan-perkataan,
- nasihat-nasihat ya, pendapat-pendapat.
- Tapi kemudian fayabiun ahsanahu kemudian
- dia pilih dan dia ikuti yang paling baik
- daripada nasihat ini atau daripada k
- maka Allah Taala
- nyatakanina hadahumullah inilah
- orang-orang yang Allah berikan hidayah
- kepada mereka.
- Jadi berarti kita bisa menafsirkan ayat
- ini. Kalau kita menginginkan hidayah
- dari Allah Subhanahu wa
- taala, datangi tempat-tempat yang baik.
- Dengarkanlah ceramah-ceramah yang baik.
- Dengarkanlah pendapat-pendapat yang baik
- yang menjurus kepada peribadatan kepada
- Allah Subhanahu wa
- taala. Karena manusia ini diciptakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala bukan
- hanya main-main, bukan hanya sia-sia.
- Sehingga di dalam Al-Qur'an Allah Taala
- ingatkan kepada kita
- sekalian dalam ayatnya yang Allah Taala
- menyatakan ayahsabul
- insan. Ada ayat yang lain lagi yang
- hampir mirip dengan ini maknanya. Nah,
- mari kita lihat kedua-dua ayat ini. Yang
- pertama Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan yaitu ketika Allah Subhanahu
- wa
- taala berbicara tentang mewahyukan
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam
- di dalam surah
- almukminun. Ayahsabul e itu dalam surah
- al-Qiyamah.
- Ahaibtum annama khalagnakum abata waakum
- turjaun. Sebab hamba Allah yang mulia,
- terkadang kita
- berpikir dan banyak manusia yang suka
- berpikir yang demikian ketika otak
- mereka itu sudah sangat kita anggaplah
- dalam pandangan manusia ya otak yang
- brilian.
- Tidak semua otak yang brilian itu
- diberikan Allah Taala
- hidayah. Kalau kita
- lihat, kita harus akui kalau kita lihat
- negara barat dalam
- teknologi mereka itu sangat
- maju. Dalam banyak hal mereka itu sangat
- maju dari
- kita. Karena di sana banyak
- manusia-manusia yang
- pintar. Manusia-manusia yang otak mereka
- brilian. manusia-manusia yang
- menciptakan sesuatu yang menakjubkan.
- Salah satu contoh mobil yang kita pakai
- tiap hari ya atau sepeda motor yang kita
- pakai, lampu yang kita
- pakai yang menciptakan itu dunia Barat.
- Jepang dunia Barat otak
- brilian. Tapi belum tentu otak brilian
- itu mereka mendapat hidayah dari Allah
- Taala. Malahan ada yang mempunyai otak
- yang sangat brilian. Mereka menjadi
- penantang Allah Subhanahu wa taala yang
- kita istilahkan dengan
- kalimat
- ee ateis, ateos
- ya,
- ateis. Dia tidak percaya bahwa nanti
- sesudah mati dia akan dimintakan
- pertanggung jawab oleh Allah subhanahu
- wa
- taala. Dia tidak percaya bahwa di alam
- kubur
- itu dia akan menikmati bagaikan taman
- surga.
- atau akan menjadikan lubang daripada api
- neraka. Mereka menganggap begitu mati
- selesai ya
- selesai. Ada kepercayaan hamba Allah
- yang mulia dan kebanyakan ini di
- India. Saya banyak tahu kepercayaan ini
- karena waktu di Amerika saya banyak
- bergaul dengan mereka orang
- India ya. Artinya karena di kerjaan
- mereka itu banyak.
- Ee dokter itu banyak orang India, tapi
- ada juga orang-orang India yang muslim
- banyak. Mereka itu mempunyai kepercayaan
- begitu. Seorang itu kalau dia meninggal
- dunia, maka dia akan dihidupkan kembali
- bisa sebagai kodok, bisa sebagai
- anjing ya, atau bisa sebagai burung yang
- indah yang dia bisa terbang ke
- mana-mana.
- Tapi burung yang indah. Saya tanya
- kepada mereka, gimana
- caranya? Mereka jawab, "Kalau kita
- berbuat
- jelek dalam kehidupan kita, maka nanti
- itu yang namanya reinkarnasi." Itu
- kepercayaan mereka. Reinkarnasi itu
- tidak
- ada. Reinkarnasi itu hanya ada pada
- pohon pisang.
- Ya, ketika kita tebang pohon pisangnya
- yang satu, selesaikan dia berbuah,
- selesai nanti tunasnya
- tumbuh. Jadi itu kita bisa istilahkan
- reinkarnasi. Jadi kita kalau tahanan
- pohon pisang itu enggak pernah habis.
- Karena sebelum pohon pisang ini
- berbuah, tunasnya mulai tumbuh.
- Begitu kita
- tebang pisangnya, pohon ini enggak bakal
- berbuah lagi. Nanti tunasnya yang tumbuh
- yang akan berikan buah. Jadi reinkarnasi
- itu kalau dalam Islam itu tidak
- ada. Hanya ada di dalam pohon pisang
- aja. Karena dia karena dia tubuh enggak
- pernah berhenti. Kenapa? Kepercayaan
- hamba-hamba Allah dalam
- reinkarnasi, kalau dia berbuat baik maka
- dia bisa dihidupkan kembali rohnya itu
- dimasukkan ke dalam burung. Jadi dia
- hidup sebagai burung yang bagus, yang
- indah. Dia bisa terbang ke sana. Itu
- pernyataan dari mereka. Tapi kalau dia
- berbuat ee tata cara yang
- jelek,
- maka Tuhan akan hidupkan dia. Mereka
- katakan Tuhan Allah Taala akan hidupkan
- dia mungkin menjadi
- qada, mungkin menjadi
- ulang. Itu kepercayaan daripada
- reinkarnasi. Subhanallah. Nah, Allah
- Subhanahu wa taala karena mereka itu
- tidak diberikan hidayah oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Tapi banyak di
- antara mereka itu yang menjadi
- dokter-dokter yang top di Amerika.
- Banyak yang menjadi engineer yang top di
- Amerika
- banyak. Tapi juga dokter-dokter yang top
- di Amerika banyak juga daripada
- orang-orang India yang muslim.
- Subhanallah. Masyaallah.
- Saya teringat ada Allah yarham satu
- dokter dari India, dokter mata itu
- kira-kira sekitar tahun-an dia sekarang
- sudah meninggal dunia. Namanya aja kalau
- kita dengar
- masyaallah namanya Hafidur Rahman.
- Masyaallah Hafidurrahman.
- dan dia salah seorang dokter yang ahli
- ee
- astagfirullahalazim ee ahli retina
- mata. Dan pada waktu di tempat yang saya
- tinggal waktu zaman itu hanya ada dua
- dokter di kota tersebut yang ahli retina
- mata. Mari kita kembali lagi kepada soal
- hidayah. Dan si dokter ini
- masyaallah namanya Hafidur
- Rahman. Dokter ini masyaallah
- masyaallah.
- Dia sangat aktif dengan jemaah tabligh
- dan saya sering ikut dengannya
- bersama-sama kadang-kadang pada waktu
- itu kalau dia akan memeriksa pasien
- selalu dia akan mengatakan
- bismillah
- arrahmanirrahim
- tawakalnya itu. Dok.
- Kalau orang Nasra saya enggak tahu, tapi
- kalau orang muslim selalu dia mulai
- dengan Tapi mungkin kalau orang Nasara
- dia membaca bismillah dengan tidak
- memperdengarkan dan malahan kalau dia
- tahu ini pasien yang muslim dia katakan
- dia katakan antum mulai dengan
- bismillah supaya Allah Taala permudah
- apa yang akan saya lakukan kepada itu.
- Masyaallah luar biasa. Rahimahullah dia
- telah meninggal dunia tahun 98.
- Dan hamba Allah yang mulia. Jadi hidayah
- kita kembali kepada Allah Taala
- mengingatkan di dalam dua ayat
- ini. Waakum
- turjaun. Apakah kalian menyangka manusia
- kalian ini diciptakan oleh Allah Taala
- ini sia-sianya main-main? Sesudah itu
- selesai-selesai.
- Kemudian di ayat yang lain di surat
- alqiyamah Allah Taala
- menyatakan
- insan. Apakah manusia menyangka
- meyakini bahwa dia akan ditinggalkan
- oleh Allah Taala begitu aja? Tidak akan
- dimintakan pertanggungjawab oleh Allah
- Taala.
- Dua ayat ini aja Allah Taala
- mengingatkan kepada
- kita dibandingkan dengan ayat-ayat yang
- lain yang Allah Taala
- menyatakanma
- turaduna gaibi
- wasyahadah funabbiukum
- bimtumalun. Kemudian kalian akan
- dikembalikan kepada
- Allah dan Allah Taala
- akan menceritakan kepada kita.
- Allah Taala akan memberitakan,
- menceritakan kepada kita apa aja yang
- kita lakukan di muka bumi dalam
- kehidupan
- kita. Kemudian pada saat itu Allah
- Subhanahu wa taala akan memintakan
- pertanggung jawab dengan semua nikmah
- yang Allah taala berikan kepada kita.
- Jadi kembali
- lagi bagaimana untuk mendapatkan
- keselamatan baik di dunia dan akhirat.
- Bagaimana kita bisa melewati pertanggung
- jawab yang akan dimintakan oleh Allah
- subhanahu wa taala bagi dunia dan
- akhirat? Yaitu ketika Allah taala
- memberikan hidayah kepada kita.
- Karena kalau kita berbicara hidayah
- Allah ya kalau umpama kita terjemahkan
- dalam bahasa
- Indonesia, saya bisa memberikan petunjuk
- sesuatu kepada seseorang.
- umpama orang datang bertanya kepada
- saya,
- umpama, Pak
- Ustaz,
- ee bagaimana caranya untuk umpama ini
- contoh aja, contoh bagaimana caranya
- untuk menjadi pilot pesawat, pilot
- pesawat umpama, maka saya akan berikan
- petunjuk kepadanya sangat naro, sangat
- terbatas hanya khusus bagaimana caranya
- dia untuk ke sekolah. mempelajari untuk
- menjadi pilot. Hanya itu
- aja. Kalau ada orang yang bertanya
- tentang ustaz, bagaimana untuk berbuat
- baik, saya akan memberitakan kepadanya
- dengan kemampuan saya yang terbatas.
- Cara-cara dan jalan untuk berbuat baik.
- Itu
- namanya menunjukkan kepadanya petunjuk
- kan. Tapi kalau petunjuk dari Allah
- Taala itu yang namanya hidayah. Jadi
- kalimat petunjuk itu kalau kita
- terjemahkan kalimat hidayah kita
- terjemahkan petunjuk itu hanya sekedar
- 40% memenuhi makna daripada hidayah.
- kita ketika apa berdoa kita minta kepada
- Allah apalagi orang yang rajin membaca
- qunut Allahummaahdina fiman
- hadait ya Allah berikanlah hidayah
- kepada
- kamat hidayah ini memang asalnya
- daripada kalimat
- haduk tapi karena bahasa Indonesia
- sangat terbatas satu-satunya yang yang
- agak Pas dengan kalimat hada itu
- petunjuk. Tapi petunjuk dari Allah Taala
- itu sangat luas menyeluruh kepada
- segala-galanya. Menyeluh menuntun kita
- dalam kehidupan
- dunia itu. Sehingga dalam Al-Qur'an
- Allah Taala ingatkan kepada
- kitaal kitabu hudan lil
- muttaqin. Ayat ini sering saya. Ini
- adalah
- Alquran yang tidak perlu kalian ragu.
- buang ragu-ragu jauh-jauh pasti menjadi
- petunjuk kepada orang-orang yang muttak
- itu. Nah, sekarang
- pertanyaannya tentunya kita semua
- menginginkan hidayah dari Allah
- Subhanahu Ketika kita peranan sebagai
- orang tua, jangan kita lupa kita
- sekolahkan anak kita itu dengan sekolah
- yang mahal sampai ke luar negeri.
- Terkadang kita bergantung kepada
- kepintarannya, kita lupa untuk mendoakan
- kepadanya. Doakan kepadanya.
- Ya Allah berikanlah hidayah kepada
- anak.
- Allahumahdihi bihidayat.
- Ya Allah berikanlah hidayah kepadanya
- dengan hidayah
- daripadamu. Jangan hanya bergantung
- dengan kepintaran anak pulang dari luar
- negeri dia telah
- membawa mungkin master of engineering
- ya, mungkin master apa atau mungkin juga
- dia datang dengan membawa titel
- doktor itu belum ada jaminan bahwa dia
- akan mendapat hidayah dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dan memang hidayah Allah Subhanahu wa
- taala ini
- subhanallah tentunya berbeda-beda kepada
- manusia. Bukan berbeda-beda hasilnya
- tapi berbeda. Ada yang Allah Subhanahu
- wa taala memberikan hidayah
- kepadanya menurut kemampuan akalnya.
- Justru itu hamba Allah yang
- mulia. Berarti Allah Subhanahu wa taala
- menunjukkan Al-Qur'an ini adalah salah
- satu sumber kalau kita menginginkan
- hidayah dari Allah Subhanahu wa taala
- dan hadis Rasud sallallahu alaihi
- wasallam.
- Nah, ayatnya Allah Subhanahu wa taala
- nyatakan dalam
- Al-Qur'an ketika Allah Subhanahu wa
- taala berbicara
- tentang apa yang kita harus
- lakukan supaya kita mendapatkan hidayah
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Dan para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Ada hamba-hamba
- Allah yang sudah mendapat pendidikan
- agama yang tidak
- main-main, tapi terkadang hidayah mereka
- diangkat oleh Allah Subhanahu wa taala.
- dalam kehidupan
- kita. Banyak yang kita
- lihat di
- akhir-akhir di akhir-akhir ee saat ini
- banyak yang kita
- lihat.
- Subhanallah hamba-hamba Allah yang
- mendapat mempunyai pendidikan agama yang
- luar
- biasa. Ada yang mendapat gelar doktor
- dan macam-macam. Tapi hidayah Allah jauh
- dari
- mereka. Terkadang dia menjual ayat-ayat
- Allah dengan harga yang
- murah. Dia menterjemahkan menurut apa
- keinginan daripada penguasa.
- Mungkin kita bertanya, mereka ini adalah
- hamba-hamba Allah yang mengerti agama,
- yang mendapat pendidikan agama sampai
- doktor. Tapi karena faktor kehidupan
- dunia, apakah itu sebagian hidayah sudah
- diangkat oleh Allah Taala atau Allah
- Taala telah menutup hati mereka?
- Wallahuamallah.
- Jadi para pendengar sekalian, hamba
- Allah yang
- mulia, di dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan juga
- kepada kita
- sekalian wakumur
- rasul
- whakumu. Apa yang sudah diberikan yang
- diberikan oleh Rasul maka kamu ambillah.
- Enggak usah berdebat, enggak usah
- berpikir, "Wah, hadis ini sudah
- ketinggalan zaman atau hadis ini sudah
- tidak cocok dengan sekarang." Kemajuan
- teknologi bukan berarti menjadikan hadis
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tidak
- berlaku. Berarti untuk mendapatkan
- hidayah ya dari Quran dan dari hadis
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dan yang peranan yang lain yang akan
- memudahkan kita tadahkan tangan kepada
- Allah supaya Allah selalu menjaga kita
- dalam
- hidayah. Kan ada ayat dalam Al-Qur'an
- yang Allah Taala
- ingatkan. Rabbana la tuzil
- qulubana ba'da id hadaitana.
- Ya Allah, jangan Engkau balikkan hati
- kami lagi sesudahkah Engkau memberikan
- hidayah kepada kami, memberikan petunjuk
- jalan yang istikamah kepada
- kita. Berarti kalau Allah Taala
- membalikkan hati mereka, berarti
- hidayahnya ini diangkat kembali oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Hamba-hamba Allah yang murtad ada
- banyak. Banyak yang murtad.
- Dia dibesarkan dalam suasana Islam,
- dibesarkan oleh orang tua muslim, tapi
- dia menjadi
- murtad. Jadi hamba Allah yang
- mulia, penanan hidayah dalam kehidupan
- kita luar
- biasa. Dan ketika Allah Taala mengangkat
- hidayah dari diri
- kita, tidak ada lagi petunjuk yang akan
- menyelamatkan kita di
- dunia. Mari kita lihat kebalikan.
- Bagaimana? Bagaimana Allah Subhanahu wa
- taala mengangkat hidayahnya dari
- seseorang dan apa yang akan terjadi
- kepadanya baik di dunia ataupun di
- akhirat.
- Dan ini hamba Allah yang mulia.
- ketika
- Subhanallah ketika Nabi Allah Adam Alaih
- Salam ketika Nabi Allah Adam alaih
- salam karena pelanggaran yang
- dilakukan ya kita sudah tahu semua ee
- ceritanya Ya, kisahnya ini pelanggaran
- yang dilakukan oleh Nabi Adam alaihi
- salam karena terbius dengan godaan
- iblis. Tapi sesudah itu dia cepat-cepat
- meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Rabbanaamna anfusana waam
- tagfirlana watarhamna lanakunanna minal
- khasirin. Artinya dia begitu merendah
- akui kekeliruannya yang dia lakukan.
- perintah Allah yang dia larang ya
- cepat-cepat menandahkan tangan kepada
- Allah dan itu Allah Taala bagikan dalam
- Al-Qur'an. Justru itu kita hamba Allah
- yang mulia kalau berbuat salah keliru,
- dosa cepat-cepat meminta ampun kepada
- Allah Taala.
- Jadi ketika Nabi Allah Adam alaihi salam
- diampunkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- kemudian Allah Taala menyatakan
- kepadanya dan ini dua kali dalam
- Al-Qur'an Allah Taala
- ingatkan minha
- jamian baukumin
- adukum turunlah kalian kamu ke dunia ke
- bumi akan berada di
- surga dan nanti keturunanmu
- Sebagian akan menjadi musuh kepada yang
- lain. Dan itu sudah kita
- lihat ya, antara muslimin aja ada banyak
- yang bermusuhan hanya karena masalah
- mazhab. Padahal salatnya sama ya,
- rakaatnya sama, nabinya sama. Tapi
- kadang-kadang ada yang menganggap dia
- paling benar, yang lain salah.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Turun kalian ke bumi dan
- nanti sebagian daripada kalian akan
- menjadi musuh kepada yang lain."
- Kemudian Allah Taala menyatakan,
- "Faimmaakum
- hudaya
- w." Nah, kita lihat ini peranan hidayah
- dalam kehidupan manusia.
- Turunlah kalian ke
- bumi dan
- nanti aku akan
- ikutkan faim yatiakum minni huda. Dan
- apabila ketika
- datang petunjuk dari kami, nah itu yang
- namanya hidayah, petunjuk dari kami.
- Petunjuk-petunjuk itu apa yang ada
- sekarang? Ini kan Allah berbicara kepada
- Nabi Allah Adam alaihi salam. Tapi untuk
- kita
- Al-Qur'an.
- Al-Qur'an fanial
- hudaya taba
- hudaya fala yadillu wala yaska. Dan
- mereka yang
- mengikuti hudahnya Allah di dalam
- Al-Qur'an, petunjuk Allah dalam
- Al-Qur'an, Allah Taala jamin kepadanya.
- Fala yadillu wala yasya. Allah Subhanahu
- wa taala tidak, dia tidak akan
- sesat dan tidak ada sengsara di dalam
- kehidupan dunia.
- Apalagi kita berbicara sudah di yaumul
- akhir. Dan itu jaminan dari Allah Taala
- dan Allah Taala ingatkan kepada
- kita. Innallaha la yukliful miad. Jadi
- para pendengar sekalian hamba Allah yang
- mulia, kalau kita benar-benar
- menginginkan hidayah Allah itu selalu
- ditaburkan Allah kepada
- kita. Jangan kita tinggalkan
- Al-Qur'an. Pelajarilah Al-Qur'an.
- Dan jangan kita anggap Al-Qur'an itu
- hanya sekedar ini hanya
- sekedar apa?
- Ee artinya seremoni untuk kematian atau
- akhirat. Subhanallah.
- Ada ayat di dalam
- Al-Qur'an yang Allah Taala ingatkan
- [Musik]
- begini. Siapa yang
- berpaling dari peringatanku?
- Ikri Quran itu termasuk namanya zikir.
- Tadi kalimat zikir ini
- banyak. Salat itu dinamakan oleh Allah
- Taala juga zikir. Quran dinamakan oleh
- Allah Taala zikir. Waikrun mubarakun
- anzalnau. Dan sesungguhnya ini
- Al-Qur'an. Allah Taala sebut Al-Qur'an
- namanya apa? Zikir ada zikrun
- mubarak. Ini adalah zikir Quran yang
- penuh dengan
- keberkahan. Dan Allah Taala ingatkan
- waman aikri. Siapa yang berpaling
- daripada
- peringatan-peringatanku, berpaling dari
- Al-Qur'an ya. Tapi ada kadang-kadang
- hamba Allah yang mulia.
- Kalau kita bertanya aja begini,
- Subhanallah, kepada
- muslimin
- ya yang duduk di
- pemerintahan, yang duduk di DPR ketika
- mereka
- korupsi, ketika mereka menutup telinga
- tentang rintihan
- rakyatnya, apakah mereka tidak percaya
- dengan Al-Qur'an? Mereka percaya.
- Tapi sebagian daripada mereka berpaling
- daripada peringatan Allah dalam
- Al-Qur'an. Kalau
- ditanya dia bakal marah kalau kita
- katakan ente enggak beriman kepada
- Al-Qur'an. Dia bakal marah. Dia bakal
- bilang, "Saya beriman kepada Allah. Saya
- juga orang
- muslim." Tapi kenapa mereka korupsi?
- Kenapa mereka mau membenarkan yang salah
- atau menyokong kepada yang berdosa,
- menyokong kepada yang
- munkar? Karena berpaling daripada
- Al-Qur'an. Maka Allah Subhanahu wa taala
- ingatkan,
- wamanikri
- fahu mereka yang berpaling dari
- peringatan-peringatan Allah
- Taala. Sebelum hidayah ini diangkat oleh
- Allah Taala, apa yang Allah Taala
- katakan?
- Allah berikan kepada mereka kehidupan
- yang
- sempit, kehidupan
- yang jangan kita berpikir hamba Allah
- yang mulia, jangan kita berpikir mereka
- yang kaya raya. Ya, makin berbuat tidak
- jujur, makin naik
- jabatannya. Ya, makin berbuat munkar,
- makin terkenal namanya.
- Makin banyak dia korupsi, makin dianggap
- manusia bersih. Ya, banyak dalam
- kehidupan kita itu yang terjadi sekarang
- ini itu
- demikian. Jangan kita menyangka bahwa
- janji Allah Taala ini tidak akan terjadi
- nanti di yaumul akhir. Di dunia Allah
- Taala menyatakan faahu
- maisanka. Kehidupan yang sangat sempit.
- kehidupan yang mungkin apa kalau kita
- katakan sekarang
- dalam kehidupan yang Allah Taala jadikan
- mereka itu tidur enggak bisa
- stres mungkin tidur dalam semalam hanya
- 1 jam 2
- jam bukan karena mereka bertahajud
- bukan karena mereka
- memikirkan
- apa cara-cara bagaimana untuk bisa lagi
- membangkang dengan apa yang Allah
- ingatkan dalam
- Al-Qur'an. Dan itu bukan hal mustahil
- juga terjadi kepada para hakim-hakim di
- pengadilan. Kalau ketika keadilan dijual
- dengan harga yang murah, dijual karena
- jabatan, Allah Taala nyatakan ini dia
- berpaling daripada Al-Qur'an, berpaling
- daripada hidayah Allah Taala.
- Allah Taala menyatakan faahu maka satu
- kepastian
- baginya
- fauatan satu kepastian baginya Allah
- subhanahu wa taala memberikan
- kepadanya kehidupan yang
- sempit, kehidupan yang penuh dengan
- bermacam-macam masalah, problem.
- itu di dunia baru di
- dunia dan itu satu kepastian dari Allah
- Subhanahu wa taala
- menyatakan wahsyuruh
- yaumalqiamati Allah Taala berbicara
- sekarang di yaumul
- akhir. Para pendengar sekalian yang
- mulia, ketika Allah berbicara di yaumul
- akhir, kubur itu gerbangnya yaumul
- akhir. Pintu gerbangnya yaumul akhir itu
- kubur. Dan kita direndam oleh Allah
- Taala di dalam kubur, gerbang yaumul
- akhir. Jadi sejak dari gerbangnya yaumul
- akhir, Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan
- kepadanya, bukan hal
- mustahil ketika dia memasuki gerbang
- yaumul
- akhir mungkin ya. Wallahuam. Hanya Allah
- yang lebih
- mengetu. Indikasi-indikasi kebutaan
- mulai didatangkan oleh Allah
- Taala. Ayat ini Allah Taala menyatakan
- wahsyuruhu
- yaumalqiamati. Dan ketika Allah Taala
- himpunkan mereka di Padang
- Mahsyar, dihimpun padang mereka dalam
- keadaan
- buta. Subhanallah.
- dalam keadaan
- buta. Dalam kegemparan yaumal mahsyar
- kemudian dia dalam keadaan
- buta. Maka dia masih memanggil kepada
- Allah. Rabbi lima hasartani a'ma waqad
- kuntu bir.
- Ya
- Rabb. Jadi dia masih mengakui, memanggil
- mencari kepada Tuhannya. Q rabbi lima
- hasanium. Kenapa engkau himpunkan aku
- dalam keadaan
- buta? Mari kita mundur sedikit ya.
- Kita mundur
- sedikit supaya kita mengerti siapa
- mereka-mereka ini yang a'ad berpaling
- daripada peringatan Allah dalam
- Al-Qur'an. Artinya tangga-tangga untuk
- mendapatkan hidayah sudah ada dalam
- Al-Qur'an. Tangga-tangga untuk kita
- mendapatkan surga sudah ada dalam
- Al-Qur'an. Tapi terkadang mereka itu
- hanya sekedar beriman aja kepada
- Al-Qur'an, tapi berpaling dengan
- peringatan-peringatan Allah dalam
- Al-Qur'an. Bagaimana mungkin hidayah
- Allah akan turun kepada mereka
- leluasa? Siapa mereka ini?
- Mereka
- salat, mereka
- umrah.
- Ya, tapi ketika mereka mendapat jabatan,
- amanah,
- kepercayaan, mereka
- sia-siakan. Mereka berpaling daripada
- peringkatan Allah
- dan dia korupsi semau-maunya. Dia
- berbuat baling semau-maunya.
- Dia membunuh orang semau-maunya demi
- untuk
- jabatannya. Dan itu terjadi banyak dalam
- kehidupan kita. Tapi kalau ditanya
- masyaallah mereka mengatakan mereka
- muslim. Mereka beriman kepada Allah,
- beriman kepada
- Al-Qur'an itu namanya a'ad anikri.
- Mereka
- berpaling dari peringatan-peringatan
- Allah dalam Al-Qur'an.
- Maka yang pertama Allah Taala menyatakan
- Allah akan berikan kepadanya
- maisyatanka kehidupan yang sangat-sangat
- sempit
- sangat.
- Artinya kehidupan yang penuh
- dengan
- komplikasi, complicated life, hidup yang
- penuh dengan komplikasi. Tapi
- kadang-kadang manusia tidak tahu. Dia
- hanya melihat dari kulitnya aja.
- dia hanya lihat dari jabatannya. Tapi
- mungkin hamba Allah Taala ini Allah
- Taala lagi adab dengan kehidupan yang
- sempit tidur enggak bisa ketakutan ee
- mengejar-ngejar kepadanya, macam-macam.
- Jadi sudah hidup di dunia Allah Taala
- sulitkan di yaumul akhir Allah
- Taala ketika menggiring dia di yaumul
- mahsyar dalam keadaan
- buta. Kemudian dia masih memanggil minta
- kepada Allah Taala.
- Qbi limani ama waqtu
- bir. Dia pandai mencari Allah Taala pada
- waktu
- itu. Di dunia ketika dia berpaling
- berbuat semau-maunya, dia lupa dengan
- kekuasaan Allah
- Taala. Apakah hamba-hamba Allah yang
- begini yang Allah Taala akan berikan
- hidayah kepadanya?
- Dia mengatakan, "Ya Rabb, kenapa saya
- dihimpunkan dalam keadaan buta sedangkan
- tadinya ketika hidup di dunia aku bisa
- melihat?" Artinya dengan kalimat yang
- lain. Ketika aku meninggal
- dunia, ya sebelumnya aku bisa melihat
- terang
- benderang, mataku tidak ada problem.
- Kenapa sekarang gak aku dalam keadaan
- buta?
- kuntu dan tadinya aku bisa melihat
- dengan
- jal Allah Taala menjawab panggilannya
- dia bukan enggak
- menjawabika
- ayatunaha inilah
- hasilnya karena ketika Anda di dunia
- sudah ada ayat-ayat yang tersedia
- untukmu, ayat-ayat di depanmu, ayat-ayat
- yang aku berikan kepadamu.
- Artinya ayat-ayat Allah ini diwahyukan
- kepada Rasulullah. Kemudian Al-Qur'an
- berada di hadapan kita. Ayat-ayat Allah,
- peringatan Allah ada di hadapan kita.
- Fanasitaha. Tapi Anda
- lupakan. Anda lupakan.
- Itu yang akan terjadi hamba Allah yang
- mulia kalau kita
- berpaling daripada Al-Qur'an. Padahal
- Al-Qur'an ini
- Subhanallah ini
- Al-Qur'an merupakan
- sesuatu yang sangat-sangat berharga
- dalam kehidupan seorang muslim karena
- akan menyelamatkan kehidupannya di dunia
- dan
- akhirat. Tapi terkadang Al-Qur'an kita
- hanya jadikan sebagai hiasan.
- Ya, hiasan. Terkadang kita letakkan
- Al-Qur'an yang 30 juz ini di atas
- lemari. Yang penting ada Al-Qur'an dalam
- rumah. Yang penting ada hiasan Al-Qur'an
- dalam
- dinding. Dan itu yang terjadi yang Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan saya zaman umati akan datang
- satu zaman kepada
- umatku. Laq minal Islam.
- is tidak akan ee akan datang kepada
- umatku. Dan ini sekarang terjadi
- sekarang
- ini lafqa minal
- Islam. Tidak akan
- nampak agama Islam itu yang
- benar terkecuali hanya namanya.
- Wama yafa minal Quran illa
- rasul. Dan tidak akan
- nampak kebenaran, keagungan, kebesaran
- daripada Al-Qur'an terkecuali hanya
- bentuk-bentuk hurufnya yang di apa
- namanya? dibikin sebagai
- kaligrafi dan itu dari jauh-jauh hari
- Rasul sallallahu alaihi wasallam sudah
- ingatkan kepada
- kita. Jadi hamba Allah yang mulia, para
- pendengar yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa
- taala jadikanlah diri kita bagian kepada
- Al-Qur'an merupakan sesuatu yang sangat
- agung. Sumber daripada Allah menurunkan
- hidayah kepada kita.
- Dan taatlah kepada Allah dan
- Rasulnya. Maka Allah Subhanahu wa taala
- akan memberikan hidayah yang luar biasa
- kepada kita. Dan hidayah ini akan
- berbentuk satu kebahagiaan di dunia dan
- akhirat. Keselamatan bagi kita di dunia
- dan
- akhirat. Alangkah ruginya kita hidup di
- dunia berapa lama?
- kita aja
- subhanallah kalau sudah 60 tahun rasanya
- yang yang lalu itu yang kita lewati 60
- tahun rasanya kayak kemarin rasanya baru
- belum lama
- terjadi. Kalau sudah di atas 50 tahun
- aja, di atas 50 tahun jangankan 60
- tahun, di atas 50 tahun aja makan sudah
- mulai berbat. Apalagi 60, apalagi 70.
- Sebentar lagi kita akan dipindahkan
- Allah ke alam
- barzakh. Itu kepastian dari Allah
- Taala. Maka jangan kita sediakan umur
- kita. Berusahalah untuk mendapatkan
- hidayah dari Allah sebesar muk, sebanyak
- mung karena hidayahnya ini
- mutlak di tangan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Sehingga Allah Taala menyatakan di dalam
- Al-Qur'an dalam Al-Qur'an itu Allah
- Taala ingatkan kepada kita.
- Innaka la tahdi man ahbta wakinnallaha
- yahdi man
- yasya. Tidak ada seorang pun yang bisa
- memberikan hidayah kepada orang
- sekalipun nabi nabi enggak bisa berikan
- hidayah kepada seorang.
- Sesungguhnya engkau tidak akan mungkin
- bisa memberikan hidayah kepada Jadi
- supaya kita tahu walakinallah yahdi man
- yasya. Allah hidayahi kepada siapa yang
- dia kehendaki. Untuk mendapatkan
- kehendak Allah Taala mintalah hidayah
- kepada Allah. Taatlah kepada Al-Qur'an.
- Taatlah akan perintah Allah. Taatlah
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Wahua alamu bil mtadin. Karena dia lebih
- mengetahui orang-orang yang mendapat
- hidayah yang akan diberikan hidayah.
- Siapa yang pantas, siapa yang
- tidak. Kalau ada yang salah kepada
- Allah, saya mengharapkan magfirahnya.
- Mudah-mudahan insyaallah kita selalu
- akan dijaga oleh Allah dengan siraman
- hidayah
- dari kalau ada yang salah kepada Allah
- saya mengharapkan
- magfirahnya. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Ikhwan dan akhwat, demikian tadi telah
- kita simak pemaparan yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Z Mahmid di
- kesempatan sore hari ini dengan tema
- tentang hidayah dan peranannya dalam
- kehidupan manusia. Kami akan jeda
- sejenak dan kami akan kembali ke ruang
- dengar Anda dengan menjawab beberapa
- pertanyaan yang sudah masuk. tetaplah
- bersama
- [Tepuk tangan]
- kami. Untuk Islam yang satu yang
- dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36, Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Terima kasih ikhwan dan
- akhwat telah menyimak siaran kami di
- sore hari ini bersama Ustaz Zadahmid.
- Peranan dan Hidayah Bagi Seseorang. Kami
- ingin menyapa pendengar kami ada Ibu
- Rukmini, kemudian Ibu Hani Suryani di
- Sukabumi, kemudian ada Bapak Ade Tejo
- dan juga beberapa pendengar lainnya dan
- beberapa pertanyaan juga sudah masuk.
- Ee kita akan awali pertanyaan pertama
- dari Bapak Ahmad di Jakarta, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, apakah yang dimaksud
- dengan konsep hidayah dalam konteks
- kehidupan sehari-hari dan mengapa
- penting untuk memahami perbedaannya
- dengan petunjuk-petunjuk lainnya? Terima
- kasih.
- Coba ulangi lagi. Konsep hidayah dalam
- konteks kehidupan sehari-hari dan
- mengapa penting untuk memahami
- perbedaannya dengan
- petunjuk yang tadi ustaz sampaikan.
- Begitu mungkin Ustaz ee redaksinya. Oke.
- Kalau kita berbicara konsep hidayah
- ya, konsepnya itu Allah Taala telah
- terangkan dalam Al-Qur'an, dalam hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam. Umpama
- umpama
- ya seorang akan melakukan satu
- pertunjukan tentunya ada
- konsepnya yang dia susun. Jadi kalau
- Anda berbicara tentang konsep
- hidayah, pelajari Al-Qur'an itu salah
- satu konsep
- hidayah. Ikuti apa yang Allah Taala yang
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- berikan. Dalam Al-Qur'an dikatakan
- wumul sebab ada kadang-kadang
- orang-orang mengatakan yang ini tidak
- ada dalam Al-Qur'an. Ini tidak ada
- larangan dalam Al-Qur'an. Ada
- larangan-larangan yang dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Jadi
- konsepnya itu sudah sangat jelas. Kita
- sebagai orang muslim maka konsep hidayah
- itu yaitu yang Allah Taala terangkan
- dalam Al-Qur'an. Apa yang kita harus
- perbuat, apa yang kita tidak harus
- perbuat, apa yang Allah taala arahkan
- kepada kita itu merupakan konsep dari
- Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi kalau kita selalu
- menginginkan taburan
- hidayah dijaga oleh Allah dalam diri
- kita, jaga baik-baik
- ibadah, jaga baik-baik kehidupan kita
- menurut cara-cara yang Allah Taala
- terangkan dalam Al-Qur'an.
- Dan itu
- merupakan jalan
- keselamatan,
- kenikmatan ya, keagungan dalam kehidupan
- dunia dan akhirat. Insyaallah terjawab.
- Baik, Ustaz. Terima kasih. Kemudian, Pak
- Ustaz ee pertanyaan
- selanjutnya datang dari Ibu siapa ini?
- Dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak
- Ustaz. Baik, pertanyaan pertanyaan
- adalah bagaimana konsep keadilan menurut
- Islam diterapkan dalam kehidupan
- sehari-hari dan bagaimana Allah
- Subhanahu wa taala memandang
- tindakan-tindakan yang bertentangan
- dengan keadilan. seperti yang disebutkan
- dalam ee yang seperti yang disampaikan
- oleh ustaz dalam tausiah ini.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayidina Muhammad.
- Jadi kalau kita berbicara tentang konsep
- keadilan, adil itu sebenarnya merupakan
- satu rancangan Allah Taala yang sudah
- ditetapkan kemudian diwahyukan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam untuk
- disampaikan kepada
- manusia. Kira-kira
- kira-kira apa yang kita tidak senang
- terjadi kepada diri kita?
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan, jangan kita lakukan kepada
- orang lain. Itu merupakan salah satu
- daripada konsep
- keadilan. Semua hamba
- Allah dia ingin
- supaya dia itu mendapat pelayanan dengan
- adil. Semua hamba
- Allah termasuk hakim di pengadilan.
- Kalau satu waktu umpama dia ketangkap
- basah tangan atau umpama dituduh korupsi
- atau dituduh menerima suap, dia
- menginginkan ketika dia diadili, diadili
- dengan
- adil. Karena keadilan ini merupakan
- salah satu yang Allah Taala wahyukan
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam
- supaya manusia itu selalu berbuat adil.
- Saya berikan contoh
- begini. Di dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala ingatkan begini.
- Eh, wasamaa rafaaha waal
- mizan all fil mizan. Allah mengajak
- kepada kita untuk melihat ini
- universe untuk melihat bumi, bulan,
- matahari dan segala-galanya yang beredar
- di atas kita.
- Bintang-bintang Allah Taala ingatkan dan
- langit ini ditinggikan. Artinya langit
- apa yang ada di atas semua ditinggikan.
- Bulan itu tinggi dari kita.
- Bintang-bintang kita enggak bisa capai
- ya. Matahari kita hanya bisa rasakan
- tapi kita enggak bisa ke sana. Terlalu
- jauh. Allah Taala jalankan semua ini
- karena Allah Taala menyatakan wawadal
- mizan. Karena Allah letakkan timbangan
- keadilan.
- Nah, adil dalam Al-Qur'an itu Allah
- Taala berbicara kadang-kadang disebut
- dengan mizan. Artinya
- adil, timbangan
- keadilan. Ya, ada juga kalimat adil, ada
- juga kalimat
- ee subhanallah wabihamdih
- subhanallahilazim.
- Lupa dalam Al-Qur'an yang Allah
- Subhanahu wa taala
- nyatakan ayat. Jadi Allah Taala
- istilahkan ini kalimat adil dengan miza
- adil itu Allah Taala yang desain
- keadilan itu
- seadil-adilnya. Dan Allah adalah zat
- yang maha
- adil. Semua kita kalau menerima keadilan
- yang
- benar, kita akan merasa senang. Kita
- akan merasa
- puas. Kalau orang menerima keadilan
- dengan baik, kita akan merasa puas.
- Begitu keadilan kita merasa tidak
- adil, maka salah satu dari dua, dia akan
- resah, dia akan berontak, dia akan
- melakukan
- sesuatu karena dia
- karena tidak artinya tidak dilayani
- dengan adil.
- Just itu kenapa dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam Rasulullah
- menyatakan gadian
- finar ya jadi dua pemutus di pengadilan
- itu. Jadi kalau
- umpama Rasulullah memberikan contoh
- begini sepertiga daripada para hakim,
- jaksa,
- polisi, sepertiga. hanya sepertiga yang
- akan masuk surga. Yang dua/3 semua di
- neraka. Karena
- apa? Apabila mereka berbuat tidak adil
- maka neraka kemb dan dari jauh-jauh hari
- Rasulullah sudah berikan perumpamaan
- bahwa lebih banyak nanti dalam kehidupan
- manusia hamba-hamba Allah itu berbuat
- tidak adil daripada mereka berbuat adil.
- Just itu yang paling berat ini para
- pemutus pengadilan karena mereka ini
- banyak tergoda dengan jabatan, tergoda
- dengan materi, terguna dengan
- macam-macam. Jadi konsep keadilan ini
- sebenarnya dalam Al-Qur'an itu sudah
- sangat jelas. Dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam sudah sangat
- jelas. Kepada anak-anak kita ajak kita
- harus berbuat adil.
- Ketika seorang datang kepada Rasulullah
- dan ingin melakukan memberikan hadiah
- kepada salah satu anaknya, Rasulullah
- bertanya kepadanya, "Apa engkau juga
- berikan hadiah kepada anak yang lain?"
- Dia dikatakan, "Tidak, ya." Maka
- Rasulullah mengatakan kepadanya, "Jangan
- engkau berbuat tidak adil kepada
- anak-anak. Berbuat adillah. Karena Allah
- adalah zat yang maha
- adil." Jadi, kalau kita mau berbicara
- konsep keadilan, semua kita sudah sangat
- jelas.
- Quran itu sangat jelas menerapkan
- bagaimana keadilan sendiri. Insyaallah
- terjawab. Baik, terima kasih Pak Ustaz
- atas jawabannya. Kemudian pertanyaan
- selanjutnya
- dari Ibu Ratna Dewi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dalam tausiah yang
- disampaikan oleh ustaz disebutkan bahwa
- ketika kita mencapai usia 60 tahun maka
- kita seharusnya semakin meningkatkan
- ketaatan kepada Allah karena memang
- sebentar lagi kita akan dikembalikan
- kepadanya. Lalu pertanyaannya adalah
- bagaimana kita bisa mempersiapkan diri
- kita secara spiritual dan emosional
- untuk menghadapi fase kehidupan
- selanjutnya dan apa yang bisa kita
- pelajari dari tausiah ini untuk
- menghadapi masa tua dengan penuh
- keimanan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ali Muhammad.
- Jadi begini saya koreksi dikit dulu ya.
- Iya.
- Bukan berarti saya katakan nanti umur 60
- tahun ya baru kita bukan. Saya katakan
- apalagi ketika sudah berumur 50 atau 60
- tahun. Jadi kita ini harus biasakan
- sejak dari kita
- muda ya. Biasakan dari
- muda. Sebab kadang-kadang kita kalau
- sudah
- tua sudah 50 tahun, 60 tahun sudah
- macam-macam penyakit mulai datang.
- itu merupakan satu peringatan dari Allah
- Taala
- ya. Di perusahaan-perusahaan aja sebelum
- 60 tahun sudah disuruh pensiun sekalipun
- dia enggak mau pensiun. Disuruh pensiun
- karena mereka tahu kemampuan otaknya ini
- sudah tidak sudah tidak seperti umur 40
- tahun, 35 tahun. Jadi ketika kita
- biasakan, biasakan kita dari muda hadapi
- ada apa-apa yang kita apanya ada
- benturan cobaan, benturan ketidakenak
- datang kepada kita ya. Benturan
- kemiskinan. Satu, jangan kita berputus
- asa dengan Allah. Kedua, kita kembalikan
- kepada Allah.
- Apalagi ketika Allah Taala memberikan
- kekayaan pada waktu kita masih
- muda. Kekayaan itu merupakan satu amanah
- cobaan dari Allah Taala. Jangan kita
- menganggap hanya orang-orang yang miskin
- dicobai oleh Allah Taala. Oh, kalau dia
- miskin kita katakan sabar. Ini cobaan
- dari Allah Taala. Yang kaya juga itu
- harus sabar karena ini adalah pemberian
- Allah. Allah Taala akan melihat ke mana
- dia akan belanjakan uangnya itu.
- Bagaimana dia akan bersedekah, bagaimana
- dia akan keluarkan zakat. Jadi biasakan
- diri kita mulai dari ketika kita masih
- muda mulai baligh dan tentunya orang tua
- kita
- berperan ketika umpama
- umpama orang tua kita ya kalau sekarang
- umpama kita sudah umur 30
- tahun tua kita tidak banyak mengajarkan
- agama kepada kita, tidak memberikan
- pendidikan agama 30 tahun dia sudah
- cukup matang untuk melihat mana yang
- salah mana yang benar.
- Mana yang perlu
- dia megang, mana yang tidak perlu, mana
- yang perlu dia harus pelajari, mana yang
- tidak perlu, mana yang perlu dia harus
- ikuti, mana yang perlu dia harus
- tolak. Sudah cukup akalnya Allah Taala
- berikan. Dan ketika ada
- benturan terima dengan rida. Kembalikan
- kepada Allah Taala.
- Karena di Quran Allah Taala sudah
- [Musik]
- ingatkan Allah Taala akan benturkan kita
- dengan cobaan
- bermacam-macam. Rasa takut, kekurangan
- harta, kematian, anak meninggal, suami
- meninggal, kembalikan kepada
- Allah. Ini semua adalah milik Allah
- Taala. Hm.
- dan kepadanya akan dikembalikan. Heeh.
- Dan kita terima dengan rida. Insyaallah
- kalau kita biasakan yang begini, ketika
- kita naik ke umur 60 tahun, kita sudah
- agak lebih tenang untuk berhubungan
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Iya.
- Karena kita telah membiasakan diri
- selalu berhubungan dengan Allah Taala,
- selalu menerima takdir Allah itu dengan
- baik. Tapi jangan berhenti, jangan
- berhenti dan berusaha.
- Nah, umpama ini
- umpama kalau kita banyak bergelimang
- dosa di umur 30 40 banyak beriman dosa
- Allah Taala ingatkan
- kepada ibadina asfah.
- Sampaikan kepada
- hamba-hambaku yang mereka menghabiskan
- umur mereka berkelimbang dengan
- dosa. Jangan berputus asa dengan rahmat
- Allah. Artinya kalau tadinya pada waktu
- muda kita enggak bisa baca Quran, pada
- waktu muda kita enggak pernah memegang
- Al-Qur'an.
- Begitu masuk umur 60 tahun baru kita
- mulai ingat, "Wah, sebentar lagi saya
- akan masuk ke alam barzah." Belum
- terlambat. Belajarlah Al-Qur'an
- sekalipun sudah
- umur, perbanyak baca Al-Qur'an,
- perbanyak zikrullah, dan tadahkan tangan
- meminta ampun kepada Allah. Karena Allah
- Taala menyatakan la tagnat min
- rahmatillah. Artinya, jangan putus asa
- bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa
- seseorang. H pasti insyaallah Allah
- mengampuni ketika dia tadahkan tangan
- dengan segala penyesalan. Amin.
- Insyaallah terjawab. Masyaallah. Baik,
- pertanyaan terakhir ya, Pak Ustaz.
- Silakan dari Ibu Siti Hidayati.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ibu Siti di
- Bekasi Utara.
- Ustaz, tadi Ustaz menyampaikan tentang
- masalah sempit. Ee mereka yang berpaling
- dari peringatan Allah akan diberikan
- kehidupan yang sempit. Lalu,
- bagaimana konsep kehidupan yang sempit
- ini dijelaskan dalam konteks kehidupan
- dunia dan akhirat dan apa contoh nyata
- yang bisa kita lihat di masyarakat?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa.
- Artinya kehidupan yang sempit ini
- kesempitan yang tidak
- terbatas. Ya, bisa Allah Taala
- memberikan kepadanya penyakit yang luar
- biasa ya sebelum dia meninggal dunia
- mungkin dia diadab oleh Allah dalam
- penyakit. Bisa Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan kehidupannya yang tidak
- tenang. Bisa Allah Taala menjadikan dia
- itu artinya terhina dalam di akhir
- umurnya.
- Banyak cara Allah Taala akan berikan
- kehidupan yang
- sempit. Dan contoh dalam kehidupan kita
- ini luar
- biasa. Sekarang ini kan sudah ada
- masyaallah sosial media ini luar biasa
- sekarang. Kalau dulu-dulu orang hanya
- bergantung dengan berita di televisi,
- berita di koran ya.
- Sekarang
- masyaallah ada pejabat-pejabat tinggi
- yang terhina. Namanya seakan-akan sudah
- tidak ada nilai lagi.
- Terhina di sosial
- media dengan menampilkan wajah mereka
- dengan
- macam-macam. Itu merupakan salah satu
- bentuk kehidupan yang sempit. Belum lagi
- bagaimana kehidupan mereka sehari-hari.
- Hidup dalam ketakutan ya atau mungkin
- hidup dalam keadaan stres, macam-macam.
- Dan itu sudah banyak kita perhatikan
- sekarang ini.
- Masyaallah, kehidupan yang seperti
- itu. Hanya kita tidak tahu apa yang
- Allah taala berikan kepada mereka di
- dalam kezaliman mereka. Berpaling dari
- Allah Subhanahu wa taala dan berbuat
- baik. Insyaallah terjawab
- baik. Alhamdulillah. Masih ada lagi
- pertanyaan? Sudah, Ustaz? Sudah.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah. Baik,
- Ikhwan dan akhwat. Demikian tadi ee satu
- pertanyaan terakhir dari Ibu Siti di
- Bekasi Utara dan kita akan tutup
- perjumpaan kita di sore hari ini dengan
- kesimpulan yang akan Ustaz sampaikan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali sayyidina Muhammad. Kesimpulannya
- hanya
- pendek. Sangat
- pendek ayat dalam Al-Qur'an.
- man amil sh
- minakarin un wahua
- mukminunahu ini berbicara di dunia
- kesimpulannya siapa yang beramal baik
- orang kalau dia beramal baik pasti dia
- ada hidayah dari Allah
- Taala minakarin baik dia laki atau
- perempuan
- Pak. Dan dia beramal baik ini karena dia
- beriman kepada Allah Taala. Pasti karena
- ada hidayah dari Allah
- Taala. Sebab orang kalau dia enggak ada
- hidayah, dia enggak mau beramal baik.
- Dia anggap sudah mati ya mati
- selesai. Allah Taala katakan Allah
- hidupkan dia wuhyannahu. Maka kami
- hidupkan
- dia hayatan thayibah dengan kehidupan
- yang
- baik. Kehidupan yang sangat baik.
- Jangan kita lihat orang yang kaya punya
- kedudukan, punya
- pengaruh. Mereka itu punya kehidupan
- yang baik. Belum
- tentu. Saya enggak tahu. Tapi ada orang
- yang pas-pasan, rumahnya sangat
- sederhana, tapi masyaallah dia tidur
- pulas, dia makan
- enak, ya. Dia merasa tidak terganggu,
- dia salat beribadah
- enak. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala selalu akan memelihara kita
- hidayahnya. Amin. Untuk berbuat baik
- dalam kehidupan kita. Allahum rabbana
- nasalukairat munkaratub masakin. Amin ya
- arhamarahimin. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahaillallah wa
- anna muhammadar rasulullah. Ntagfiruka
- ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah
- khairan ka sira Ustaz Zaad Hamid atas
- tausiahnya. Mudah-mudahan menjadi ee
- kebaikan buat beliau dan juga menjadi
- amal jariah bagi untuk beliau dan kita
- mendengarkan mudah-mudahan kita bisa
- mengambil pelajaran. Akhirul kalam,
- ikhwan dan akhwat, kami juga mohon undur
- diri dari ruang dengar Anda. Insyaallah
- jika kita ada usia, kita akan kembali
- bertemu pada hari Senin pekan depan
- dengan tema yang berbeda. Akhirul kalam
- kami mohon undur diri. Billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.