Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasul TV untuk Islam yang satu untuk
- Indonesia bersatu. Alhamdulillah
- wanawafillah rahimakumullah, terima
- kasih masih setia bersama kami dalam
- acara renungan kalbu bersama Ustaz
- Rahmatullah di malam hari ini dengan
- tema bersama Allah
- lenyap dalam pandangan makhluk menurut
- Syekh Abdul Qadir Jailani. Dan kita
- melanjutkan pertanyaan dari pendengar.
- Yang pertama dilanjutkan di nomor 2478,
- Ustaz.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam.
- Saya pendengar setia Radio Rasul sejak
- didirikannya Rasul sampai sekarang,
- alhamdulillah.
- Pak Ustaz, yang saya mau tanyakan
- bagaimana
- dengan zikir sir yang belajar mati
- sebelum kita mati atau menghidupkan roh
- kita? Terima kasih, Ustaz.
- Iya, di dalam
- surah Al-A'raf, surat 7 ayat 205
- disebutkan gini,
- Wazkur rabbaka fi nafsika. Ya,
- wazkur rabbaka fi nafsika. Wazkur,
- berzikirlah kepada Tuhanmu fi nafsika di
- dalam jiwamu.
- Eee
- tadarru'an wa khifatan
- dengan rasa rendah diri dan rasa takut.
- Wa dunal jahri, dan tidak bersuara. Itu
- namanya zikir sir.
- Jadi artinya sesungguhnya eee zikir yang
- tidak bersuara terus kemudian
- menghadirkan
- eee apa namanya Allah seolah-olah kita
- sedang berhadap-hadapan dengan Allah
- Yang Maha Agung, Yang Maha Mulia,
- sementara ini kayaknya enggak pantas
- kita berhadapan dengan Zat yang begitu
- Agungnya.
- Namun demikian, karena kita ini selaku
- eee hamba-Nya yang lemah, tentu saja
- memerlukan satu pertolongan dari zat
- yang Maha Agung tadi.
- Nah, maka eh apa namanya
- eh zikir ya itu yang dinamakan dengan
- zikir ihsan ya tadi. Nah, itulah
- sesungguhnya eh eh yang eh
- perasaan-perasaan yang semacam itulah
- yang dinamakan dengan zikir sir tadi.
- Jadi sesungguhnya itu adalah
- eh eh bagaimana perasaan jiwa ini
- menghadirkan Allah, kemudian kita eh
- memuji Allah, mensucikan Allah ya kan.
- Nah, di situlah sesungguhnya eh eh
- zikir-zikir sir tadi eh akan menggugah
- ya.
- Jadi eh jiwa tadi yang eh apa namanya
- yang tadinya lemah akan diberikan
- kekuatan oleh Allah subhanahu wa taala.
- Sehingga dengan demikian
- eh zikir tadi sesungguhnya pada
- hakikatnya adalah itu kan komunikasi dua
- arah, hubungan dua arah antara seorang
- hamba dengan Allah.
- Misalnya ketika kita misalnya
- subhanallah, subhanallah, Maha Suci
- Engkau ya Allah gitu.
- Maka eh
- ini akan dijawab oleh Allah subhanahu wa
- taala. Nah, jawaban Allah itu nanti akan
- berupa cahaya. Cahaya itulah yang masuk
- ke dalam jiwa. Sehingga dengan demikian
- sesungguhnya jiwa-jiwa yang tadi yang
- yang dimaksudkan mati, lemah yang
- dimaksud mati tadi itu lemah terus
- kemudian malas apa, itu akan bangkit
- kembali.
- Sehingga eh di dalam Alquran disebutkan
- eh bahwa wahai orang-orang yang beriman
- eh yukti kum kiflaini min rahmatiki,
- Allah akan berikan dua buah rahmat.
- Rahmat yang pertama wayaj'al lakum nuron
- tamsyuna bihi.
- Ya.
- Rahmat yang pertama Allah akan berikan
- cahaya. Dengan cahaya ini kamu bisa
- berjalan di permukaan bumi dengan benar.
- Di surat Al-Hadid surat 57 ayat 28.
- Sehingga artinya yang tadinya
- lemas-lemas, lemah itu menjadi
- bergairah, menjadi ee semangat gitu.
- Enggak pernah ee lemah, enggak pernah
- berduka cita, semuanya itu ada satu
- kekuatan yang memberikan dorongan dari
- dalam. Itu sesungguhnya
- ee cahaya yang Allah masukkan oleh
- karena
- ee penyebabnya ya tadi, zikir ihsan tadi
- itulah sesungguhnya yang akan memberikan
- kehidupan kepada jiwa. Dengan
- cahaya itu kamu bisa berjalan di
- permukaan bumi dengan benar, kata Allah
- subhanahu wa ta'ala. Wayagfirlakum.
- Kemudian rahmat yang kedua, ampunan dari
- Allah subhanahu wa ta'ala.
- Sehingga dengan demikian ee apa namanya
- zikrullah itu
- ee merupakan satu ee amalan yang akan
- menaikkan derajat
- dan Nabi mengatakan bahkan
- nilainya lebih tinggi daripada ee
- berperang di jalan Allah subhanahu wa
- ta'ala.
- Lebih tinggi daripada orang yang
- bersedekah dengan emas dan perak.
- Subhanallah.
- Nabi mengatakan yang semacam itu.
- Sehingga dengan demikian
- ee apa namanya zikrullah itu
- ee merupakan satu pusat ya, atau pintu
- gerbang.
- Semuanya melalui zikrullah. Ingin
- dicintai Allah, zikrullah.
- Ingin ee menyelesaikan masalah, semuanya
- zikrullah.
- Nah, semuanya itu adalah ee pusatnya ada
- pada zikrullah. Sehingga
- pantaslah Nabi sallallahu alaihi
- wasallam mengatakan bahwa zikir itu
- adalah merupakan satu
- amalan yang paling tinggi nilainya,
- tertinggi. Tidak ada yang melebihi
- tingginya daripada ee zikrullah.
- Barangkali itu, wallahu a'lam.
- Terima kasih Ustaz atas jawabannya. Ini
- juga ada pertanyaan di nomor 1581,
- Ustaz.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bacaan apa supaya selalu mengingat
- Allah? Dari Bapak Sunardi, Jakarta
- Timur. Mohon terima kasih.
- Iya.
- Ada amalan-amalan yang harus kita
- lakukan setiap hari.
- Ada amalan-amalan yang harus kita
- lakukan setiap saat.
- Ehm.
- Ehm.
- Kemudian ada amalan-amalan setiap hari
- itu, itu harus kita eh sudah tentukan
- jumlahnya gitu.
- Karena eh apa namanya, amalan-amalan
- zikrullah itu akan memberikan pengaruh
- kepada jiwa.
- Katakanlah kalau misalnya di dalam hadis
- Nabi sallallahu alaihi wasallam itu
- Allahumma sholli alaihi.
- bahwa Nabi itu setiap hari itu
- beristigfar 100 kali.
- Ehm.
- Nah.
- Paling tidak minimal 100 kali lah.
- Iya.
- Iya.
- Nabi itu sesungguhnya kan tidak punya
- dosa kan.
- Allahumma sholli alaihi.
- Nah, yang enggak punya dosa saja 100
- gitu.
- Ehm.
- Masa yang yang banyak dosa 100 juga.
- Ehm.
- Ya tentu harus lebih dari itu lah.
- Ehm.
- Ehm.
- Jadi eh kalau tadi dikatakan ya sudah
- berusaha istiqomah tapi agak lupa. Nah,
- ini yang harus kita harus kita eh apa
- namanya,
- ada hariannya,
- ada setiap saat.
- Kalau tadi dikatakan ada zikir mutlak,
- ada zikir muqayyad.
- Ehm.
- Misalnya zikir sehabis salat lima waktu,
- itu biasa misalnya subhanallah
- 33, alhamdulillah, Allahu Akbar. Nah,
- itu diulang. Berarti itu adalah eh
- zikir-zikir yang mengikuti eh salat
- fardhu.
- Kemudian ada zikir misalnya
- eh pagi dan sore.
- Nah.
- Ada misalnya salat malam.
- Ehm.
- Iya, ada zikirnya juga.
- Jadi, itu yang harus di eh lakukan
- secara
- eh apa namanya, enggak boleh bolong
- gitu.
- Ehm.
- Karena ketika bolong, ya nanti akan jadi
- lalai gitu.
- Ehm. Nah, itu. Kemudian yang kedua ada
- yang terus-menerus ya zikir tadi.
- Ya, kalau tadi dikatakan zikir sirri
- artinya zikir di dalam lubuk hati gitu.
- Nah. Di dalam lubuk hati ini selalu
- berzikir bisa subhanallah atau bisa
- lailahaillallah atau Allah Allah saja
- gitu. Nah, itu yang harus kita
- senantiasa eh menggemari di dalam lubuk
- hati ini. Karena
- eh apa namanya ketika itu dilakukan
- secara terus-menerus di dalam lubuk hati
- insyaallah yang namanya kelalaian itu
- akan dijaga oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- Karena sesungguhnya kelalaian itu kalau
- kita renungkan kenapa kita lalai atau
- kenapa kita lalas eh lalai eh malas
- karena eh zikirnya tadi itu lepas gitu.
- Ketika orang itu terus-menerus maka ini
- kekuatannya luar biasa gitu.
- Karena sesungguhnya yang membuat
- kemalasan itu selain itu adalah sifat
- dari hawa
- ah hawa hawa nafsu itu mempunyai sifat
- malas.
- Ya, kan?
- Jadi, ketika jiwa itu berzikir maka jiwa
- itu akan bisa mengendalikan hawa.
- Sehingga kemalasan-kemalasan yang
- dimiliki oleh hawa ini
- akan dikendalikan oleh jiwa ini.
- Sementara jiwa ini istikamah berzikir
- kepada Allah.
- Ya, sehingga kemalasan ini akan bisa
- diperkecil gitu.
- Tetapi ketika eh intensitas zikir kepada
- Allah jiwa ini menjadi melemah maka
- nanti yang bangkit adalah hawa.
- Nah, hawa ini pemalas. Hawa ini pemalas,
- lalai
- ya, eh maunya makan banyak, ya, tidur
- terus gitu. Ah, ini hawa. Nah, kemudian
- nanti pengaruh dari luar yang namanya
- setan itu setan ini nanti akan yang akan
- membisiki
- hawa ini gitu.
- Jadi, hawa dengan setan ini terjadi
- kerja sama, gitu.
- Sehingga dengan demikian, sesungguhnya
- kalau tadi disebutkan ee wamay yasyu an
- dzikir Rahman nuqoyyid lahu syaiton
- fahuwa lahu qorin, di surat 43 ayat 36
- itu, ya.
- Siapa yang berpaling dari mengingat
- Ar-Rahman, nuqoyyid lahu syaiton fahuwa,
- akan kami tentukan baginya setan dan
- setan itu kan selalu bersama-sama dengan
- orang yang tidak pernah berdzikir tadi.
- Jadi, itu ada setan ee bersama-sama
- dengan
- ee bersama-sama dengan ee kita. Nah,
- kita itu siapa sesungguhnya? Kita itu
- sesungguhnya adalah Hawa. Sementara
- jiwanya adalah lemah.
- Sehingga untuk me me
- apa namanya, bagaimana supaya kita ee
- selalu
- artinya dalam kondisi yang stabil, maka
- ya itu tadi, amalan-amalan dzikrullah
- itu juga harus stabil.
- Ketika ee dzikir ini tidak stabil, maka
- itu sama juga, jiwa akan tidak stabil,
- gitu.
- Barangkali itu, wallahu a'lam.
- Bagaimana dengan orang yang mencari
- nafkah yang waktunya di pagi hari sampai
- malam di kantor, tempat usaha, sedangkan
- dia hanya bisa fokus
- bersama Allah di waktu shalat, dzikir
- setelah shalat.
- Na'am.
- Hanya itu saja, Ustaz. Bagaimana?
- Ya, baik.
- A'udzubillahiminasysyaitonirrojim.
- Faidza qudiyatisholatu fantasyiru fil
- ardhi wabtaghu min fadhlillahi
- wadzukurullah katsiron la'allakum
- tuflihun.
- Apabila telah ditunaikan shalat,
- fantasyiru fil ardhi,
- bertebaranlah kamu di muka bumi,
- wabtaghu min fadhlillahi, mencari
- karunia Allah.
- Nah, pada saat mencari karunia Allah,
- artinya apa? Bekerja.
- Apakah sebagai karyawan, apakah sebagai
- ee apa namanya, pengusaha, apapun
- pekerjaannya,
- maka pada saat itu kata Allah,
- wadzukurullah katsiron la'allakum
- tuflihun, berdzikirlah kepada Allah
- dengan di
- kurullah katsiran la'allakum tushbihun."
- Berzikirlah kepada Allah dengan zikir
- yang sebanyak-banyaknya supaya kamu
- begitu.
- Insya Allah.
- Jadi sesungguhnya zikir ini eh eh tidak
- ada eh oh karena berzikir terus kemudian
- eh malas enggak bekerja, enggak enggak
- begitu.
- Jadi pada saat bekerja itulah berzikir,
- begitu.
- Sehingga
- eh apa namanya yang namanya zikrullah
- ini terkecuali salat ya. Kalau salat ini
- kan memang sudah ada waktunya, enggak
- bisa yang namanya misalnya salat zuhur
- oh kerja terus oh enggak ya harus
- berhenti.
- Artinya berhenti bekerja sementara
- melakukan salat zuhur habis itu kerja
- lagi. Nah pada saat bekerja berzikir
- saja terus. Nah ini perintah Allah di
- surat Al Jumu'ah ayat 10 itu.
- Sehingga sesungguhnya tidak ada alasan
- atau dengan kata lain
- eh wah kalau begitu eh eh lebih
- beruntung orang yang eh banyak waktunya
- artinya orang yang nganggur misalnya,
- enggak juga.
- Nah malah justru orang yang bekerja itu
- dapatnya dua.
- Iya kan? Bekerjanya eh mencari nafkah
- itu niat bahwa ini adalah perintah Allah
- itu sudah
- sama dengan jihad fisabilillah.
- Pada saat melakukan pekerjaan katakanlah
- mencari nafkah itu berzikir kepada Allah
- maka
- dia akan dapat dobel gitu.
- Sehingga tidak ada alasan
- bahwa oh berzikir eh harus di masjid,
- enggak di tempat kerjaan di manapun kita
- harus eh melakukan zikrullah itu.
- Sehingga dengan demikian
- yang namanya zikrullah itu tidak akan
- terhalang apakah pada saat kita bekerja
- bahkan pada saat mau tidur pun Nabi
- mengatakan
- supaya banyak berzikir kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Barangkali itu wallahu a'lam.
- Dari Bapak Syamsul Bahri di Sukabumi
- Ustaz.
- Iya.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Rahmatullah.
- Bagaimana jika kita lebih merasa dekat
- kepada Allah pada saat kesusahan dan
- juga dalam kelapangan terkadang kurang,
- apakah sikap ini karena iman kita sangat
- lemah? Bagaimana cara menjaga hati agar
- tetap istikamah di saat?
- Sesungguhnya
- kita berzikir kepada Allah itu
- dalam keadaan lapang, dalam keadaan
- sempit,
- dalam keadaan bekerja
- atau dalam keadaan istirahat. Artinya
- berzikir itu sesungguhnya dalam situasi
- dan kondisi apapun bisa dilakukan gitu.
- Nah, sehingga eh apa namanya
- pada saat misalnya Allah berikan ujian
- kesusahan, nah
- ketika kita istikamah melakukan
- zikrullah, amalan-amalan seperti yang
- sudah kita lakukan, maka itulah
- sesungguhnya yang akan eh menolong kita.
- Atau misalnya pada saat kita sakit
- misalnya ya, pada saat kita sakit. Tapi
- sebelumnya kita istikamah, kita
- istikamah baik eh salat, berzikir. Nah,
- pada saat sakit mungkin eh intensitas
- ibadah agak menurun karena badan sedang
- sakit. Maka pada saat badan sedang sakit
- ini tetap nilai itu akan diberikan oleh
- oleh Allah sebagaimana sehatnya tadi
- karena sebelum ini dia melakukan ibadah
- secara istikamah. Maka pada saat sakit
- tetap nilai itu akan diberikan oleh
- Allah subhanahu wa taala.
- Sehingga keistikamahan itu eh apa
- namanya harus dijaga manakala kita nanti
- sakit, maka nilai keistikamahan Allah
- tetap akan berikan kepada kita.
- Barangkali wallahualam.
- Iya, terima kasih, Ustaz, karena memang
- dibatasi waktu juga. Ada kesimpulan di
- malam hari ini, Ustaz, terkait dengan
- pembahasan kita?
- Iya.
- Tafadhol, Ustaz.
- Bersama Allah adalah merupakan eh
- sesuatu yang harus eh
- kita jadikan target di dalam hidup ini
- karena
- tanpa pertolongan Allah, tanpa
- kebersamaan Allah dengan kita, maka
- sesungguhnya manusia berada pada posisi
- yang sangat lemah.
- Nah, sementara kehidupan keseharian kita
- selalu kita akan dihadapkan kepada
- berbagai macam persoalan-persoalan
- kehidupan.
- Nah, pada hakikatnya sesungguhnya
- manusia tidak punya daya dan kekuatan
- apapun.
- Yang mempunyai kekuatan adalah Allah
- Subhanahu wa ta'ala.
- Sehingga dengan demikian kebersamaan
- dengan Allah merupakan sesuatu yang
- harus kita upayakan dengan
- sungguh-sungguh. Walladzina jahadu fina
- lanahdiyannahum subulana wa innallaha
- lamaal muhsinin.
- Orang-orang yang mencari jalanku pasti
- akan aku tunjukkan jalanku itu
- dan sesungguhnya Allah pasti bersama
- sama dengan orang yang
- bersungguh-sungguh tadi atau orang yang
- muhsinin tadi.
- Barangkali itu. Wallahu a'lam bishawab.
- Subhanaka Allahumma wabihamdika asyhadu
- alla ilaha illa anta astaghfiruka wa
- atubu ilaih. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz atas
- pencerahannya di malam hari ini.
- Demikianlah Ikhwan wal Akhwat
- rahimakumullah renungan kalbu bersama
- Ustaz Rahmatullah di malam hari ini.
- Kami mohon undur diri. Subhanaka
- Allahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha
- illa anta astaghfiruka wa atubu ilaih.
- Ila liqa. Ma'assalamah. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Aaa.
- Aaa.