Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:08 Brazil 0:18 [Musik] 0:27 TV alhamdulilla wasatu wasalam 0:31 Ikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:34 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:36 taala. Masyaallah, 0:37 Ustaz. Jazakumullah khair, Ustaz. Apa 0:40 kabar, Ustaz? Ya Allah. Kembali lagi 0:43 bersama saya Isa Alkaf bersama Ustaz Fa 0:45 Abizawiyah, ada Ustaz ee Ustaz Algi dan 0:50 Ustaz Ondi di belakang kameramen. Kita 0:53 dalam acara tausiah siang. Senang sekali 0:56 bisa kembali menemani ikhwan akhwat 0:57 sekalian. 0:59 dalam rahmat dan lindungannya Allah 1:01 Subhanahu wa taala. Insyaallahu taala 1:03 sama-sama kita ngaji dengan tema-tema 1:05 yang menarik di hari Selasa siang ini 1:08 tentunya bersama Ustaz Fawas dan kita 1:11 masih dalam pembahasan insyaallah 1:13 tentang ee pembicaraan ya Ustaz ya. Iya 1:16 ucapan dan perkataan tentang perkataan 1:18 dan ucapan. Tapi Ustaz sehat ya Ustaz 1:20 ya? Alhamdulillah berkatum. Barkatikum. 1:22 Berkatak-berkatik. Berkatak-batak. Jadi 1:24 doi. 1:27 Nah, tadi ini tadi ini ada ee pendengar 1:30 atau mungkin pemirsa ya, sahabat yang 1:33 selalu menyimak kajian saya walaupun 1:35 beliau berbahasa Arab dan bahasa Jerman. 1:38 Masyaallah. Beliau tinggal di Austria. 1:40 Di Austria. Pengurus Masjid Asyura. 1:43 Masyaallah. Ya, ini masjid yang dipimpin 1:45 oleh salah satu guru mulia kita, Dr. 1:49 Adnan Ibrahim Alhaniani. Masyaallah di 1:52 Austria. Ini lagi bicara-bicara nih. 1:54 Barakallah. Insyaallah lancar semua, 1:55 Ustaz, kegiatan dakwahnya. Masyaallah. 1:58 Jazakumullah khair. Nah, Ustaz ini emang 2:00 tema ini cukup menarik, Ustaz. Ya, entar 2:03 kita diskusiin tapi buka dulu dengan 2:05 ummul Quran Fatihah. Ustaz singkat aja, 2:07 Ustaz. Masih di ini kan masih di masih 2:09 di tema besar perbaikan amal dimulai 2:12 dari perbaikan ucapan. Ah insyaallah 2:14 taala kita mulai dengan ummul Quran 2:16 suratul fatihah. Bermohon pada Allah 2:18 subhanahu wa taala mudah-mudahan Allah 2:21 tabarak taala jadikan kita semua 2:23 pendengar pemirsa Radio Silaturahim 2:25 Rasil TV di mana saja berada. Allah 2:27 jadikan kita min ahlil fatihah. Dan 2:29 mudah-mudahan para guru-guru kita, orang 2:31 tua yang sudah meninggal dunia, para 2:32 donator ya, radi silaturahim ya, para 2:35 pejuang dakwah radahim yang sudah 2:37 meninggal dunia, Allah subhanahu wa 2:39 taala mudah-mudahkan berikan rahmat dan 2:41 ampunan pada mereka semua. Allah jadikan 2:43 kuburnya raudah min riadil jannah. Ya, 2:45 belum lama kan dua dua pengisi rasil 2:48 kita kan meninggal dunia ya. Iya. 2:50 Terakhir Dr. Fuad Baraja. Mudahan Allah 2:52 Taala berikan husnul khatimah, Allah 2:54 jadikan kuburnya taman surga Allah 2:56 Subhanahu wa taala. Dan tak lupa kita 2:58 doakan untuk guru-guru kita yang masih 2:59 hidup khususnya founder silaturahim, 3:01 gurunda kita almurabbi al Ustaz Husein 3:03 bin Ham alattas. Guru kita Ustaz Hamzah 3:05 bin Aas Al-Attas. Abah kita Habib Umar 3:08 bin Ahmad Alattas, Al Habib Abdurrahman 3:09 bin Sy Alttas, Abuya Ghazali Musif, 3:12 kemudian Abina Kia. Muhammad Ihya 3:13 Ulumuddin, Aminah Syihabuddin atau 3:15 guru-guru kita yang berada di luar 3:16 negeri sana. Ada gurunda kita almurabbi 3:18 Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin 3:20 Hafid. Al Habib almurabbi Abu Bakar bin 3:22 Muhammad bin Fqih dari Batarim. Kemudian 3:24 juga untuk Abuya Ahmad bin Muhammad 3:26 Almaliki di Makkah, Al Habib Zain bin 3:29 Ibrahim bin Sumed di Madinah, Dr. Adnan 3:31 Ibrahim Al-Hani di Austria, kemudian eh 3:34 Sayid Kamal Bagir Al-Haidari yang berada 3:36 di Iraq, kemudian juga Dr. Fadil Shoh 3:39 Assamira Al Baghdadi dan ulama-ulama 3:41 kita lainnya. Mudah-mudahan Allah 3:43 tabaraka wa taala jadikan kubur mereka e 3:45 maf maaf Allah jadikan anugerah untuk 3:47 mereka sehat afiat zahiran wa batinan 3:49 panjang usianya bermanfaat untuk umat 3:52 Islamnya Allah jaga, Allah lindungi di 3:54 tengah fitnah badai fitnah yang sedang 3:55 melanda umat Islam di belahan penjuru 3:58 dunia khususnya di Timur Tengah ya di ee 4:02 Palestina, Liban, Yaman, Suriah. 4:06 Mudah-mudahan Allah angkat e fitnah dari 4:08 tengah kehidupan mereka. 4:10 Allah 4:12 inahuim 4:16 ajtinha nabi mustofa Muhammadin 4:19 sallallahu alaihi wasallam. Alfatihah. 4:25 Auzubillahiminasyaitanirubillahyirjim. 4:26 Bismillahirrahmanirrahim. 4:35 nahal 4:37 mustaqimina 4:39 anamtaai 4:43 girilaibfirli waliidaiya mukminina amin 4:47 ya rabbal alamin nah ustaz ini berkaitan 4:49 dengan tema hari ini ustaz kita 4:52 dihadapkan dengan satu masalah seorang 4:55 ee ulama yang kerap kali di kritik 4:58 banyak orang, Ustaz. Nah, dengan gaya 5:01 bahasanya beliau ee dengan gaya 5:04 penyampaiannya beliau, dengan gaya 5:06 dakwahnya beliau. Tapi sebenarnya ee 5:09 kalau kita lihat-lihat, kita sebut saja 5:11 ya namanya Gus Miftah lah. Kalau kita 5:14 lihat-lihat memang memang Gus Miftah ini 5:16 kan ee ceruk dakwahnya kan memang di 5:19 situ, Ustaz. Mungkin dia menyesuaikan 5:21 bahasa mereka. Tapi adakah 5:23 batasan-batasan Islam ini dalam 5:25 khususnya dalam berdakwah kita untuk 5:27 bagaimana mengatur kata-kata, bagaimana 5:30 kita menjaga kata-kata kita agar dakwah 5:33 kita tetap sampai tapi kita juga tidak 5:36 memiliki gap yang tidak terlalu jauh 5:38 dengan audiens yang kita punya, Ustaz. 5:41 Insyaallah tabarakallah. Syukran. 5:43 Jazakumullah khairan. Jaza Ustaz. Ee 5:47 sebetulnya kalau kita mau melihat tema 5:50 kita ini kan H sudah sampai di part 5:54 ke-11 nih ajib ya tentang perbaikan amal 5:59 dimulai dari perbaikan ucapan, kata-kata 6:01 ucapan perkataan ya. Jadi memang kalau 6:05 ada siapapun orangnya baik itu dai, baik 6:10 itu seorang ulama ya dan 6:14 tentunya bermacam sebutan ini memiliki 6:18 ee definisi. 6:21 Setiap orang yang mengajak orang kembali 6:23 kepada Allah disebut addi ilallah. H ya. 6:28 Setiap orang yang mengajak orang untuk 6:29 kembali kepada mengikuti ajaran yang 6:32 dibawa baginda Rasulillah disebutlah 6:34 addai ila rasulillah. Meskipun dia bukan 6:36 seorang ustaz gitu. Tidak. Oh nama dai 6:40 ini umum dan kewajiban seorang muslim 6:42 sebenarnya. Nah dan kita ini kan disebut 6:44 dengan umat terdakwah. Ah umat Nabi 6:47 Muhammad ini kan istimewa. Allah 6:49 berfirman dalam Al-Qur'an. Kuntumir 6:52 umtin 6:53 ukhrijat linas tamuruna biluf. 7:06 umunirufanha munkar. 7:09 Maknanya kita ini umat baginda Nabi 7:13 Muhammad umat akhir zaman memiliki 7:17 keistimewaan dengan label sebaik-baik 7:20 umat. Sekalipun ayat ini turunkan di 7:22 hadapan para sahabat ya. Tapi apabila eh 7:26 standar yang disebutkan oleh Al-Qur'an 7:28 tamuruna bil ma'ruf watanhaunail munkar 7:31 winuna billah diamalkan, dipraktikkan 7:34 oleh orang-orang setelah era sahabat ya 7:38 maka tentunya masuk dalam kategori khair 7:41 ummah juga. Karena Allah tabaraka wa 7:43 taala berfirman dalam suratul jumuah 7:46 ayat kedua Allah berfirman, "Bakdaan 7:49 audzubillahis samiil alim 7:52 minasyaitanirrajim. 7:54 Hualladzi baata fil ummiyina rasulan 7:58 minhum yatlu alaihim 8:01 ayatihi 8:03 wakihimumul kitab hikmata wainu minqlu 8:08 lafialim mubin wa akarina minhum wa 8:12 akharina minhum lamma yalhaqu bihim wahu 8:17 samiul alim. 8:19 Setiap umat Nabi Muhammad pasca era 8:23 kenabian, baik itu era sahabat maupun 8:26 era tabiin, atba tabiin ila yaumiddin. 8:30 Apabila mereka 8:32 mempraktikkan standar Al-Qur'an untuk 8:36 menjadi umat dakwah, mengajak orang 8:39 kembali kepada Allah dan mencontoh 8:41 baginda rasulnya. Mengajak orang untuk 8:44 mau membaca ya dan mentilawahkan 8:47 Al-Qur'an. yallimuhumul kitab yalu 8:51 alaihim ayatihi mentilawahkan ayat-ayat 8:53 Allah mengajarkan pada umat alkitab dan 8:56 hikmah dan mengajak mengajak orang diri 8:59 pribadi dan orang lain untuk melakukan 9:01 tazkiyatun nufus maka masuk dalam 9:04 kategori yang Allah maksudkan di ayat 9:06 ketiga dari Quran suratul jumah tadi wa 9:09 akharina ada riwayat ada adaah ni wa 9:12 akhirina ya lamma yalhaqu bihim lamma 9:16 yalhaqu bihim selama Kalau mereka 9:18 menyusul dan menapakilasi ya ee 9:22 amalan-amalan Nabi dan para sahabat, 9:25 maka mereka masuk dalam golongan itu 9:28 ya. Umat dakwah. Jadi setiap orang dari 9:31 umat Islam, dari pecinta Nabi Muhammad 9:34 yang beriman p Allah dan Al-Qur'an, 9:36 mengimani Rasulillah dan sunah sayidil 9:38 akwan, maka semua orang memiliki potensi 9:42 dan tuntunan serta tuntutan, maaf 9:45 tuntutan dari Allah sesuai dengan 9:47 tuntunan Al-Qur'an untuk walun minkum 9:51 ummatun yaduna ilalhair. Mengajak orang 9:54 untuk berbuat kebaikan. tidak mengajak 9:57 pada pahamnya, tidak mengajak pada 10:00 kelompoknya, tidak mengajak pada 10:02 mazhabnya, tidak mengajak kepada 10:04 manhajnya. Semua mengajak ilal khair, 10:08 mengajak kepada Al-Qur'an, mencontoh 10:11 sunah sayidil akwan, maka termasuk umat 10:14 dakwah. Nah, setiap individunya yang 10:17 punya peran apalagi profesi mengajak 10:19 orang untuk kembali kepada Allah disebut 10:21 addi, seorang 10:24 dai. Nah, maka setiap dai ini memiliki 10:28 standar-standar yang perlu di apa 10:30 namanya? Di ee 10:32 perhatikan dalam melaksanakan dakwah 10:35 ilallah. Ya, di antaranya 10:38 apa? Mengamalkan apa yang diucapkan. 10:41 Karena dalam 10:42 Quran Al-Qur'an surah Saf sendiri Allah 10:45 Subhanahu wa taala itu memberitahukan 10:49 kepada kita kabur maaktan indallah 10:51 antaquulu ma la taf'alun. Allah sangat 10:55 murka dengan orang-orang yang 10:57 menyampaikan ucapan tentang hal yang 11:00 baik namun tidak mengamalkannya. 11:03 Nah, sedangkan dalam pertemuan-pertemuan 11:05 yang lalu sudah kita renungkan beberapa 11:07 panduan ayat suci Al-Qur'an termasuk 11:09 Quran surah Al-Ahzab, Quran surah 11:13 An-Nisa untuk seseorang yang beriman 11:16 kepada Allah, bertakwa kepadanya 11:19 mengaplikasikan ketakwaan melalui 11:21 ucapan. Waulu qulan sadida. Nah, kalau 11:25 ucapan seseorang baik dia seorang dai 11:27 atau orang manaun dari kalangan umat 11:29 yang beriman. Karena ayat ini kan 11:31 panggilannya untuk orang beriman. Ya 11:33 ayyuhalladzina amanu. Alahzab ayat 70. 11:36 Ya ayyuhalladzina amanu 11:39 ittaqulah. Apa makna ittaqulah? Jadikan 11:42 Allah sebagai wiqayah dari murkanya 11:45 Allah. Jadikan Allah sebagai pelindung 11:48 dirimu dari murkanya Allah. Jadi jadikan 11:51 Allah pelindung dari Allah. Maknanya 11:54 jadikan Allah makna ittaqulah a 11:58 ij'alillah wiqayatan laka minallah namam 12:02 jadikan Allah sebagai tameng pelindung 12:04 dirimu dari murkanya Allah. Nah aplikasi 12:08 ketakwaan yang Allah inginkan dalam ayat 12:10 ini Al-Ahzab 70 adalah waqulu qulan 12:15 sadida. Sudah kita renungkan di 12:17 pertemuan yang lalu. Makna sadid itu 12:20 terjemahannya baik dan benar lurus. 12:23 tegas, lugas, tuntas, jujur itu semua 12:27 masuk dalam dalam apa? Framean sadid. 12:30 Namun ketahuilah bahwa makna sadid 12:33 asalnya adalah artinya sesuatu yang 12:37 sudah dibendung terlebih dahulu. Jadi 12:40 lan sadida ucapan yang sebelum terlontar 12:44 melalui lisan terlebih dahulu sudah 12:46 difilter, sudah dibendung, sudah 12:49 direnungkan, sudah dipikirkan 12:52 konsekuensi hukum dan logisnya. H itu 12:55 maknanya kaulan sadidah. Nah, apa yang 12:57 sedang ber apa ramai viral dibincangkan 13:00 saat ini kasus tadi seorang dai ya, 13:04 seorang 13:05 pendakwah yang bernama Gus Miftah tadi 13:08 ya. sekalipun sebetulnya enggak perlu 13:10 sebut namanya, cuma karena ini sudah 13:12 disebut namanya, saya izinkan saya 13:13 sebutkan namanya. Boleh jadi beliau ini 13:16 tidak meraikan, memperhatikan atau tidak 13:20 sempat mengingat, sadar tentang perintah 13:24 i Allah dalam al-ahzab tadi. Untuk 13:27 apa? Untuk berucap dan berkata yang baik 13:32 dan benar. yang sudah dibendung 13:35 ucapannya, yang sudah difilter ucapannya 13:39 sehingga ucapannya tidak mengganggu 13:41 orang lain, tidak menyakiti perasaan 13:43 orang lain, dan tidak berefek seperti 13:46 yang sekarang ini sedang ramai 13:47 dibincangkan. Iya. I ya. Sekalipun siapa 13:50 sih yang tidak tidak orang tidak salah, 13:52 semua orang memiliki potensi untuk ber 13:55 bersalah. Siapa sih orang yang sempurna? 13:57 Setiap orang tidak memiliki 13:58 kesempurnaan. He ya. Namun intinya ee 14:01 kita tidak membahas profil atau person 14:04 beliau, tapi intinya orang beriman 14:07 beriman kepada Allah diperintahkan oleh 14:10 Allah ya untuk apa? Untuk berkata dengan 14:14 perkataan yang sudah dibendung, dipikir, 14:19 difilter, dan sudah di sudah sadar 14:22 tentang konsekuensi hukum dan logis dari 14:25 setiap ucapannya. 14:27 Ya, terlepas beliau sekarang sudah minta 14:29 maaf lalu dikomentari lagi bentuk 14:31 permintaan maafnya hanya berpura-pura 14:33 itu bukan urusan kita ya. Tapi ini 14:35 sebuah pelajaran untuk beliau dan untuk 14:37 siapapun dai. Iya. Setiap orang-orang 14:39 yang mau mengajak orang lain kepada 14:41 Allah, apalagi sudah menjadikan sebuah 14:44 dakwah sebagai profesi tanda kutip ya, 14:46 profesi atau pekerjaannya ya, kesibukan 14:50 hariannya, rutinitasnya mengajak 14:52 orang-orang untuk kembali kepada Allah 14:54 hendaknya membuat sebuah maukif sikap 14:57 untuk berdiri di hadapan Al-Ahzab 70. 15:00 Untuk apa kiranya? Lebih dari untuk 15:02 lebih dari sekedar orang yang beriman 15:04 secara umum. Karena selain orang 15:06 beriman, orang-orang ini sudah 15:09 mempersiapkan memilih dakwah, memilih 15:12 mengajak orang lain kembali kepada Allah 15:14 Taala sebagai rutinitasnya. Maka 15:16 renungkan ayat ini, jadikan ayat ini 15:19 sebuah panduan utama. Qulu qulan sadida. 15:23 Wau qulan sadida. Kenapa? Karena Allah 15:26 berjanji saat seseorang sudah mau 15:29 mengikuti panduan 15:31 Al-Qur'an, memenuhi seruan apa namanya 15:34 Allah sang munzil Quran dengan mengikuti 15:38 panduan Allah untuk berkata dengan 15:40 ucapan yang sadid, Allah memberikan 15:42 sebuah janji dahsyat janjinya. Yuslih 15:45 lakum a'alakum. Maka Allah pasti 15:49 perbaiki untukmu amal 15:52 perbuatanmu. Itu Allah berikan janji. 15:54 Allahu Akbar. Yuslih lakum a'malakum. 15:57 Yuslih lakum a'malum. Pasti Allah ikut 16:02 serta 16:03 mempersaleh, memperbaiki, merawat, dan 16:07 menjaga amal-amal perbuatanmu. Lakum 16:10 untukmu. Demi kalian. Demi kalian. Allah 16:14 salehkan amal kalian. Allahu Akbar. Yang 16:17 berikutnya, wagfir lakum dzunubakum. 16:20 Dan Allah pasti berikan ampunan untuk 16:24 kalian terhadap kesalahan-kesalahan 16:27 kalian, dosa-dosa kalian Allah pasti 16:30 ampuni. Coba perbaikan amal, menjemput 16:34 ampunan semua bermula dari menjaga 16:39 ucapan dan perkataan. H. Nah, bila 16:43 setiap orang beriman terlebih seorang 16:45 dai mau mengikuti panduan Al-Qur'an pada 16:49 ayat 70 dan 71 ini, Allah beritahukan 16:53 itu merupakan puncak ketaatan. Jadi, 16:56 Subhanallah, puncak ketaatan dan kunci 16:58 kemenangan sejati semua bermula dari 17:00 menjaga ucapan. Waman yutiillaha 17:03 warasulahu faqad faza fauzan adima. 17:08 Siapa orang yang taat kepada Allah, 17:10 patuh kepada rasul-Nya, ya risalah yang 17:13 dibawa oleh Baginda Rasul dia ikuti 17:15 tanpa 17:16 tawar-tawar, faqad faza. Maka sungguh 17:19 orang tersebut telah meraih kemenangan, 17:21 lulus dari ujian. Arti faz lulus ya dari 17:25 uji ujian. Faza anil imtihan ya. Faqad 17:28 faza fauzan adima. Maka sungguh dia 17:31 telah meraih kemenangan, keberuntungan, 17:35 kelulusan dengan keuntungan, kemenangan, 17:39 dan apa? kelulusan yang begitu agung. 17:43 Maha benar Allah dengan segala 17:45 firman-Nya. Masyaallah. Masyaallah. Nah, 17:49 Ustaz ee jika kita kan kita lisan kita 17:52 kan berucap terus, Ustaz, ya. Sehari tuh 17:55 mungkin laki-laki 3.000 kata katanya 17:58 minimal 3.000 apa 5.000? Eh 5.000 ya 18:00 perempuan yang 5.000 katanya perempuan 18:02 R.000 perempuan R.000 Ya, kita 5.000 ya. 18:05 5.000 pas. Ya udah pasti berapa det 18:08 ya dari 5.000 kata mah kan pasti taz ada 18:11 yang salah. Ada yang salah dan seringki 18:14 kalau kita salah salahnya untuk diri 18:17 kita mah ya enggak enggak maksud kita 18:19 bisa memperbaiki diri tapi kadang-kadang 18:21 salahnya itu nyakitin hati orang gitu. 18:23 Allah Allah yang mana jadi tanggung 18:25 jawab kita di hari akhir nanti, Ustaz. 18:27 Ya itu cara tobatnya gimana Ustaz? 18:31 Ya memang 18:32 ee apa namanya? Minimal yang yang bisa 18:35 kita lihat dari kasusnya GM ini kan ee 18:37 orangnya sudah datang ke rumah yang 18:39 bersangkutan. Iya. Minta halal, minta 18:41 rida, minta maaf. Iya. Ya, itu bagian 18:43 dari itu. Iya. Memang kalau kaitannya 18:46 dengan hak adami, ada orang lain yang 18:48 kita ganggu perasaannya dengan ucapan 18:51 kita. Kemarin di pertemuan lalu sudah 18:53 kita baca tuh Quran surah Albaqarah tuh. 18:55 Iya. Ya, bahwa 18:58 lunuf lunuf wfir 19:02 wagfiratunirun 19:05 minqatin bagaimana Allah umpamakan 19:08 seorang yang rajin bersedekah, berbagi, 19:11 namun menyakiti perasaan orang yang 19:12 menerimanya atau mengungkit-ungkit 19:14 kebaikannya. Allahu Akbar. 19:21 ya 19:28 alaiul hisab. Dahsyat ini semua amal 19:32 perbuatan kebaikan hilang semua 19:34 gara-gara tidak menjaga ucapan. Iya. 19:37 Bahkan Allah berikan sebuah parameter 19:39 ucapan yang pantas. Belum lagi yang sad 19:42 belum lagi yang karim. Belum lagi yang 19:44 yang apa namanya yang baligh. Ini baru 19:47 ucapan yang makruf saja. Ucapan yang 19:49 makruf saja Allah 19:52 beritahukan lunuf wagfiratun. Dibaringi 19:55 memberikan rasa memberikan ampunan dan 19:57 maaf pada orang lain. Khairun min 20:01 shodqatin 20:02 yatbauha. Coba itu khairun min shodqatin 20:07 yatbauha. Hingga Allah katakan la 20:09 tubtilu shodqatikum bil manni wal. 20:12 Jangan kau batalkan. Bukan hilangan 20:14 pahala. Kalau hilangan pahala lain. Ini 20:19 ibtodqahum bil ini menghilangkan. 20:23 Jangankan pahala sedekahnya yang sudah 20:25 mengalir sekian 20:27 lama. Bukan hanya itu yang hilang 20:29 pahalanya, namun modal-modalnya hangus 20:32 semua. Waliyadzubillah. Ini dahsyatnya 20:36 ucapan. Lihatlah ada sebuah hadis yang 20:38 selaras dengan ayat Al-Qur'an ini 20:39 sebagai misdq bagi Al-Qur'an. 20:42 Ya, hadis itu kan punya peran utama kan 20:44 misdaq lil Quran. Iya. Ya kan bukannya 20:47 menambahkan ziada anil Quran ya atau 20:49 menghilangkan suatu yang apa namanya? 20:51 Menambah-nambahkan suatu yang tidak ada 20:52 dalam Al-Qur'an. Peran hadis adalah 20:54 misdaqun lil Quran. Lihat ada sebuah 20:56 hadis yang sahih yang merupakan misdq 20:58 bagi Al-Qur'an. Nabi kita Muhammad 21:00 disebutkan mengucapkan bersabda, "Man 21:04 kaana yukminu billahi wal yaumil akhir 21:08 falya khairan. 21:11 Auli pilihan bagi orang beriman dalam 21:14 dalam konteks ini hanya dua. Berkata 21:16 yang baik atau diam. 21:19 Tadi disebutkan menurut penelitian 21:21 laki-laki itu enggak kurang dari 5.000 21:23 kata satu harinya atau 3.000 kata. Kaum 21:27 wanita 20.000 kata. Nah, jadi 21:29 kadang-kadang kalau istri lagi ngoceh 21:31 mulu, Bib, ya udah diamin aja. Lagi 21:33 kebutuhannya, kebutuhannya belum 21:35 terpenuhi itu jatah kuotanya belum 21:36 habis. Ya kan 21:40 itu itu semua bila seorang beriman 21:44 kepada Allah tabaraka wa taala 21:46 pilihannya hanya dua di hadapannya. 21:48 Ucapkan ucapan yang baik. Falya khairan 21:52 qulan sadidah karimah ya ulan ma'rufah 21:57 aasmut atau diam. H karena besarnya 22:01 tanggung jawab setiap kata itu yang 22:02 Allah sebutkan dalam Quran surah QF. Ma 22:05 yalfidu minaiqibun 22:10 Allah. Dan semua akan dimintakan 22:13 pertanggung jawab oleh Allah Subhanahu 22:15 wa taala. Saking pentingnya ucapan tuh 22:16 ya Allah kirim malaikat buat nyat khusus 22:19 dua dua tuh atau satu tugasnya perannya 22:23 dua. Eh ya pemahaman ada ada yang sebut 22:27 raqib dan atid. Ada yang hanya memahami 22:30 raqibun wahua atid gitu kan. Raqib yang 22:33 begitu atid. H itu yang memahami arti 22:36 dua. Karena Allah sebelumnya berfirman. 22:49 Subhanallah. Khusus untuk mencatat 22:51 ucap-ucapan. Padahal setiap gerakan kita 22:54 semua ya sudah tercatat dalam kitabun 22:57 markum. 22:59 Kitabun mark. Tapi diperkuat lagi oleh 23:02 Allah Subhanahu wa taala. demi kita 23:04 menjaga lafaz ucapan yang terlontar 23:07 bahwa ada petugas khusus yang Allah 23:11 kirim untuk mengawal mengawasi setiap 23:15 ucapan-ucapan kita dan semuanya akan 23:18 dicatat dengan teliti fi kitabin marquum 23:21 dan akan ditanya oleh Allah subhanahu wa 23:25 taala apa yang terlontar terlontar dari 23:28 ucapan kita juga apa yang yang dilihat 23:31 oleh kedua mata kita juga apa yang 23:33 didengar oleh kedua telinga kita. 23:37 Innasama wal basar wal fuada 23:41 kulluika masula. Ya Allah. Makanyaat 23:44 baginda rasul enggak boleh sembarangan 23:46 mengambil sebuah sikap. Itulah 23:48 gambarannya. W takfu mahi ilm. Semua 23:52 harus berdasarkan ilmu. Ucapan, sikap, 23:55 dan perbuatan yang kita yang kita 23:56 lakukan. Pastikan berdasarkan ilmu. Dan 23:59 di pertemuan kita kali ini pun kita akan 24:01 bacakan beberapa ayat termasuk dalam 24:04 dalam konteksnya tema besar kita kan 24:07 perbaikan amal bermulai dari ucapan tapi 24:09 ada subtemanya terkait apa saja larangan 24:13 Allah ya dalam perkataan. Apa sih 24:17 perkataan yang diucapkan? Al-Qur'an 24:19 sudah menjelaskan dengan rinci. 24:21 Masyaallah. Masyaallah. Kan Allah 24:23 berfirman, waq 24:25 fakum ma ma alaikum. Allah yang 24:28 mentafsirkan, Allah yang merincikan apa 24:30 saja yang dilarang. Termasuk 24:32 ucapan-ucapan yang tidak boleh diucapkan 24:35 oleh setiap hambanya yang beriman kepada 24:37 Allah tabaraka wa taala. Masyaallah 24:39 menarik nih ucapan-ucapan yang dilarang 24:42 sama Allah subhanahu wa taala yang Allah 24:43 tulisin langsung secara detail di dalam 24:45 Al-Qur'an. Berarti kalau sudah ditulisin 24:47 haram banget kita ngucapinnya. Oh 24:48 tawar-tawar. Insyaallah setelah ini akan 24:50 kita dengarkan dari Ustaz Fawiah. 24:53 Insyaallah e jangan ke mana-mana tetap 24:57 bersama kami di Radio Silaturahim. 25:01 [Musik] 25:11 Brazil 25:20 [Musik] 25:30 TV masih bersama kami di Radio STM 7296M 25:35 bersama Ustaz Fawaziah bersama Alfqir 25:37 Alkaf, Mas Algi dan juga Mas Andi. 25:40 Masyaallah, kita membahas tentang 25:42 apa-apa saja yang diharamkan oleh Allah 25:44 Subhanahu wa taala untuk diucapkan. Kita 25:47 mulai beranjak ke ayat-ayat yang akan 25:49 dibacakan dan dijelaskan oleh Ustaz Faus 25:52 Abizawiyah. Simak ikhwan akhwat. Nanti 25:54 kalau ikhwan akhwat ada pertanyaan, 25:55 silakan kirimkan pertanyaan Anda di 25:56 0811999720. 26:01 Sekali lagi silakan kirimkan pertanyaan 26:03 Anda di 26:07 0811999720. Masih. Mari kita dengarkan 26:09 penjabaran dari Ustaz Fauz Abizuyah. 26:11 Tafadol Ustaz. Masyaallah. 26:13 Bismillahirrahmanirrahim. 26:16 Kita akan masuk dulu pada sebuah tema 26:20 yaitu larangan berkata atas nama Allah 26:24 tanpa dasar 26:26 ilmu. Dan perlu kita ketahui nama lain 26:29 dari Al-Qur'an adalah 26:32 al-ilmu. Maka berarti ketika Allah 26:35 Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an ada 26:39 pada lima ayat 26:41 memberitahukan sebuah larangan dan 26:44 bahayanya berkata atas nama Allah tanpa 26:48 dasar ilmu. Dapat kita simpulkan 26:51 bahwasanya setiap orang yang beriman 26:54 dilarang siapapun dirinya, apapun 26:57 pangkat 26:58 kedudukannya, masyarakat awam ataupun 27:01 yang khas, orang biasa maupun pejabat, 27:05 orang bodoh ataupun orang yang memiliki 27:08 label sebagai seorang yang berilmu 27:10 dilarang untuk berkata mengatasnamakan 27:14 Allah tanpa dasar yang terdapat dalam 27:18 Al-Qur'an ini. Ini makna jadi makna dari 27:21 firman Allah Subhanahu wa taala, 27:23 antaquulu alallahi ma 27:26 laun. Kita buka dalam Al-Qur'an surah 27:30 Al-Baqarah ayat 169. 27:33 Allah Subhanahu wa 27:36 taala memberikan sebuah 27:40 gambaran tentang bahayanya apabila 27:43 seorang manusia terlebih lagi orang yang 27:47 beriman mau menjadi pengikut 27:51 setan dan Allah Subhanahu wa taala 27:53 melarang hal itu. Wala tattabiu khutuati 27:58 setitan innahu lakum aduun mubin. Jangan 28:03 kalian 28:04 mengikuti atau menjadi pengikut setan 28:08 yang menjebak kalian, yang membinasakan 28:12 kalian, yang menjeruskan kalian dengan 28:16 tahapan-tahapannya. Jadi setan ketika 28:18 ingin merusak manusia terlebih orang 28:21 beriman ya, Sidi Isa itu ada beberapa 28:25 tahapan ya. Apa saja tahapannya? 28:30 Dan sebagaimana kita sudah paham bahwa 28:32 yang disebut dengan setan definisinya 28:35 adalah segala 28:36 sesuatu. Apapun bentuknya, siapapun 28:40 wujudnya yang ab'adana menjauhkan kita 28:44 dari Allah dan mengikuti panduannya. 28:48 Huitan ma 28:50 abadakail haqqi taala wadihi fahua. 28:55 Karena arti setan adalah diambil dari 28:57 kata-kata satana. atau diambil kata-kata 29:00 sat. Syata artinya ihraq, membakar. 29:03 Kalau setan artinya menjauh. Maka setan 29:07 artinya yang 29:09 menjauhkanmu atau yang menyebabkan 29:10 dirimu terbakar, terkena api. Ya, bila 29:14 kata setan diambil kata-kata sat ya sat 29:18 dan nunnya tambahan atau diambil kata 29:20 satana ya maka artinya mengikut wazan 29:24 fa'ala sitana yusyaitinu sitanatan 29:26 artinya segala sesuatu yang 29:29 menjauhkanmu. Apapun bentuknya, siapapun 29:32 wujudnya yang menjauhkan kita dari Allah 29:35 dan mengikuti panduannya dialah setan. 29:39 bisa berwujud diri kita sendiri, bisa 29:42 orang lain, bisa pemikiran, 29:45 interpretasi, pemahaman, ideologi, 29:48 ajaran yang menjauhkan kita dari Allah. 29:51 Itulah setan. Naam. Nah, setan ini 29:55 ketika merusak manusia karena Allah 29:56 berfirman, "Innahu lakum aduun mubin." 30:00 Innahu sungguh setan lakum bagi kalian 30:02 manusia, terlebih kita orang beriman 30:05 aduun mubinun, musuh yang nyata. 30:09 Kalau kita di kita ee buka lagi bedah 30:12 lagi kata aduun artinya segala sesuatu 30:14 yang yaadu ada yaadu artinya sesuatu 30:18 yang membawa dan menggiring dirimu 30:21 melampaui batas aturan itu kata-kata 30:23 aduun orangnya adalah aduun pekerjaannya 30:26 adalah yaadu menjauh melanggar batas 30:31 melewati batasan itu maknaa arti dari 30:33 makna aduun nah maka arti aduun adalah 30:36 Allah berfirman innahu Sungguh setan 30:39 lakum bagi kalian adalah 30:42 aduun wujud yang selalu mengajak dirimu 30:46 melampaui batas aturan Tuhan. Mubinun 30:49 yang begitu jelas dalam 30:52 ajakannya, dalam pelanggarannya. Allahu 30:55 Akbar. 30:58 Maka dalam Quran surah Alkahfi ketika 31:00 Allah gambarkan tentang setan ini ya 31:05 kan minal jinni faq amribih kata Allah 31:11 berikan perikatan 31:15 afatakidunahu 31:17 wurriyatahu 31:19 auliya 31:21 minuni wahum lakumu 31:29 Iblis itu golongan jin yang karakternya 31:34 ablasah ya. Iblis karakter setannya. Apa 31:39 kata Allah Subhanahu wa taala? Apakah 31:41 kau betul-betul mau menjadikan iblis 31:45 setan ini? 31:47 auliyauni. Kau jadikan iblis dan anak 31:50 keturunnya sebagai wali-waliwali kalian, 31:53 pelindung kalian, kepercayaan kalian, 31:56 teman dekat 31:58 kalian. Wahum lakum adu. Padahal mereka 32:01 itu hanya layak menjadi musuh bagimu. 32:05 Balimina badala. Maka sungguh 32:09 keburukan ya bagi orang-orang yang salah 32:13 dalam memilih siapa yang layak 32:15 menjadikan wali. Apakah Allah ya ataukah 32:19 iblis dan anak keturunannya? Wali 32:22 iyadzubillah minzalik. Nah, dalam 32:24 Albaqarah 169 Allah jalla jalaluhu wa 32:27 taala fiula menjelaskan tentang tahapan 32:31 bagaimana setan ya yang bahagiannya 32:35 adalah merupa e berwujud iblis ini 32:39 merusak kita, membinasakan kita. Yang 32:42 pertama adalah innama yammurukum 32:47 bisu. Setan ini selalu mengajak kita 32:51 untuk berbuat 32:52 asu. Apa itu asu? Perbuatan 32:56 buruk yang menodai kebersihan 33:00 hati, mengefek satu perbuatan yang buruk 33:03 dan dosa, noda bagi 33:06 jiwa. Namun efek buruknya hanya mengena 33:10 pelakunya saja. itu namanya asu. H 33:15 tidak ada melibatkan orang lain ya dan 33:17 tidak ada orang lain yang terkena efek 33:19 dari asu ini. Ini pertama. 33:22 Nah, bila sudah terkena seorang manusia 33:26 hamba-hamba Allah ini mengikuti langkah 33:29 setan yang pertama ini, maka setan akan 33:32 kembali mengajak, membisiki, 33:36 mengojok-ojok, menarik tangan kita dan 33:38 tubuh kita untuk naik ke level 33:40 berikutnya. Apa itu? Wal fahsya. Berbuat 33:46 fahisyah. Apa itu fahsya? Perbuatan 33:49 kotor, kejahatan, dosa yang merusak 33:53 kejernihan hati kita, memperburuk buku 33:56 catatan amal kita. Namun perbuatan 33:59 buruknya ini, 34:01 kejahatannya ini tidak hanya mengenal 34:04 satu orang pelaku, H namun melibatkan 34:06 orang lain atau mengorbankan pihak lain. 34:10 Hm. Itu namanya 34:12 fahsya. Level kedua dari apa namanya? 34:16 Rentetan mata rantai, godaan 34:20 setan. Berzina melibatkan dua pihak. 34:25 mencuri, merugikan pihak lain, korupsi, 34:29 kolusi, nepotism, gibah, namimah, 34:34 mengolok-olok ya ee melabelkan sesuatu 34:39 pada orang lain, ya memberikan label 34:41 yang tidak baik dan 34:43 seterusnya. Ini level yang kedua dari 34:46 alfahsya. H mengambil hak orang ya kan 34:51 dan 34:51 seterusnya. Merampok. 34:55 membegal ee membuat sebuah pungli 34:58 premanisme. Semua perbuatan fahsya 35:01 termasuk membuang sampah sembarangan itu 35:05 bagi dari fahsya. Karena merugikan alam, 35:08 merusak alam. Ada lagi yang namanya 35:11 merokok. Tuh merokok tuh merokok dari 35:15 masuk dalam kategori fahsya. Kenapa? 35:17 Karena efek buruknya bukan hanya menimpa 35:20 pelakunya yang menghisap rokok ataupun 35:22 pave tadi, tapi melibatkan perokok 35:25 pasif. Orang lain yang tidak ikut 35:27 merokok akan merasakan racun yang lebih 35:29 banyak dari orang yang menghisap rokok 35:32 secara 35:32 aktif. 35:34 Fahsya. Itu bagian level kedua ya. 35:38 Jebakan setan. Khutuwati setan. Iya. 35:40 Khutuati setan. Langkah-langkah. Yang 35:43 ketiga ini dia yang Allah larang. Dan 35:46 inilah larangan Allah yang 35:49 digaung-gaungkan, diojok-ojok, 35:51 diviralkan oleh setan agar manusia 35:55 mengerjakannya. Apa itu? Subhanallah. 35:57 Yang levelnya paling dahsyat ini, Said. 35:59 Rupanya ini rupanya. 36:02 Antaquulu alallah maam. 36:06 Antaquulu alallah ma 36:08 tamamun. Level yang ketiga dari jebakan 36:13 khutuwat ya. Setan. Setan adalah 36:17 antaquulu alallahi ma lau. Apa namanya? 36:21 Kalau bahasa Inggrisnya jebakan 36:23 Batman ya kan? Bukan Batman pakai Tapi 36:27 Batman. Batman setan ini adalah Batman. 36:30 Hm. Ya. Bet. Buruk. Buruk. Yang buruk 36:35 ya. Antaquulu alallah ma laun. berani 36:39 berkata mengatasnamakan 36:42 Allah sesuatu yang kamu tidak memiliki 36:46 ilmu tentangnya. 36:48 Ingat ya, Al-Qur'an adalah ilmu. Berarti 36:51 puncak 36:53 dari upaya setan menjerumuskan manusia 36:58 ingin sekali setan ini manusia berani 37:01 berkata atas nama 37:04 Allah tanpa dasar dalam Al-Qur'an. 37:08 Ini 37:09 bahayanya kan banyak nih orang sekarang 37:11 yang berani apa namanya mengatakan bahwa 37:15 orang yang berbeda dengan pahamnya 37:17 sebagai ahlun nar kan gitu ya. Iya ya. 37:20 Orang yang berbeda cara pandangnya 37:22 sebagai dolun 37:24 mudhil. Orang yang berbeda paham dengan 37:26 dia disebut sebagai 37:28 dajal. Coba itu h dengan mudahnya 37:31 melabelkan orang lain yang berbeda paham 37:34 dengannya. Contoh ana Asy'ariun. 37:37 Gir Asy'ari dolun mudil. Hm. 37:41 Ana 37:42 maturidiyun. Selain ana ahlul bidah, ana 37:47 wahabi, ana sunni, ana syiiyun. Yang 37:52 lain finar. 37:55 Lailahaillallah. Ketika mengatakan 37:57 sesuatu mengatasnamakan agama Allah 38:00 berarti otomatis dia mengatakan sesuatu 38:02 atas nama Al Allah. 38:07 Tapi perkataannya tidak ada dasarnya 38:09 dalam Al-Qur'an. Wali 38:11 iyadzubillah. Inilah puncak yang 38:14 diinginkan setan dari langkah-langkah 38:17 jebakannya agar manusia berani berkata 38:20 atas nama Allah tanpa dasar ilmu dari 38:26 Allah. Ilmu Allah dituangkan dalam kitab 38:29 sucinya yaitu Al-Qur'an. Maka berarti 38:32 berkata atas nama Allah ini wajib, ini 38:37 terlarang, ini haram, ini boleh tanpa 38:41 dasar dari 38:44 Al-Qur'an. 38:45 Itu level yang ketiga ya dari khutwat 38:51 sitya setitan. Innahu lakum aduun mubin 38:57 afattakidunahuatahu auliya minuni wahum 39:01 lakumuimina 39:03 badala. Kemudian di ayat yang ke-170 39:06 dari Quran surah Albaqarah ini sebagian 39:09 ulama tafsir mengatakan ada level 39:12 keempat. Sebagian mengatakan tidak. Ini 39:14 bentuk nyatanya dari level yang ketiga. 39:19 Apa itu? 39:21 yaitu waidza qila lahum apabila 39:24 dikatakan pada 39:27 mereka saya mereka ini mereka 39:29 orang-orang yang sudah terkena jebakan 39:32 setan tadi setan level pertama kedua dan 39:34 ketiga dikatakan dibilangin 39:38 dinasehatin waidza qila lahum 39:45 ittabiu 39:46 ittabiu ma anzalall 39:52 Allah innah wa inna ilaihi rojiun. Wala 39:55 haula wala quwwata illa billahil aliyil 39:57 adim. Wa hasbunallah wikmal wakil nikmal 40:01 maula wikmal nasir. 40:03 Ini 40:05 aplikasi dari kenyataan seseorang yang 40:10 sudah terkena jebakan setan 40:12 ini. Apa itu? karena sudah berani 40:16 mengatakan sesuatu atas nama Allah tanpa 40:19 ada dasarnya dalam kitab 40:21 Allah. Nah, ketika 40:24 dinasihatin, 40:25 diingatkan, diucapkan pada mereka, 40:28 "Ittabiu ma anzalallah." Wahai 40:32 saudaraku, ikutilah olehmu dengan 40:35 betul apa yang Allah telah turunkan 40:39 padamu, yaitu Al-Qur'an. 40:43 Dan kita tahu ya arti makna ittiba ya. 40:46 Kalau tabi mengikuti di belakang. Iya. 40:49 Kalau 40:50 ittiba mengikuti 40:53 perintah-perintahnya dengan penuh 40:55 kesungguhan. Jadi ketika ittabiu ma 40:57 anzalallah ikuti panduan-panduan apa 41:00 yang Allah Taala 41:02 turunkan ya. Yaitu dalam 41:05 Al-Qur'an penuh kesungguhan, penuh 41:08 keseriusan. Jangan tawar-tawar, jangan 41:11 tengok kanan kiri. Itu makna ittiba. Kan 41:14 sering banget nih kita ayo ittiba. 41:16 Ittiba, ittiba misal gitu ya. Ya. Itba 41:19 kepada rasul, ittiba kepada rasul. Yang 41:22 anehnya mengklaim ittiba tapi sesuatu 41:25 yang tidak ada dasar dalam Alqur 41:27 Al-Qur'an. Nah, gitu kan. Klaim ittiba 41:30 sampai-sampai urusan 41:32 celana disuruh ittiba. Bukan sekedar 41:35 penampilan ya. Ittiba itu ya Ustaz 41:38 bukan. jenggot semua dianggap 41:41 ittiba. Bahwa ittiba ittiba itu beda 41:44 dengan 41:45 tabiah. Ittiba itu beda dengan iqtida. 41:48 Setiap alfazul Quran ini memiliki makna. 41:51 Iya. Ittiba itu mengikuti sesuatu dengan 41:54 adanya prin perintah perintah dalam 41:57 Al-Qur'an. Sumber ittibanya apa yang 41:59 diikuti? Al-Qur'an maka mana 42:01 sumbernya? Itu itiba sampai bab jenggot. 42:04 Orang yang ngap jenggot dibilang ahli 42:06 bidah. 42:07 Orang yang buang kumis dibilang ahli 42:09 bidah. Orang yang enggak pakai tongkat 42:11 sekarang ada lagi nih lagi ramai nih. 42:13 Ittiba dalam masalah tongkat. Tongkat. 42:16 Iya. Setiap orang yang sudah umur 40 42:18 tahun ittibalah para rasul dengan ke 42:20 mana-mana pakai tongkat. 42:22 Lailahaillallah. Berarti yang enggak 42:23 pakai tongkat bahkan lebih usia dari 40 42:26 tahun disebut dengan orang yang tidak 42:28 berittiba kepada rasul. Orang yang tidak 42:30 berittiba kepada rasul atau sunahnya itu 42:33 disebut dengan ahli bidah. Berarti 42:35 sekarang banyak sekali kiai-kiai, 42:38 guru-guru yang ahli bidah. Kenapa? Sudah 42:41 umur 60 tahun tidak juga jalan membawa 42:44 tong tongkat 42:47 begitu kan? Iya. Iya. Padahal padahal 42:50 itu bukan ittiba. Padahal ittiba adalah 42:52 itu adalah iqtida. Mengikuti suatu 42:56 kebaikan tanpa ada perin perintah. 43:00 Karena apa? Berangkat dari mahabbah, 43:02 kecintaan. ingin meniru setiap orang 43:04 yang dia idolakan itu namanya iktid atau 43:07 sekedar tabiah. Ikut a belakang apa yang 43:10 diikutin namanya orang idola kan. Iya 43:11 senang. Oh saya dengar dengan dengan 43:12 Sayid Isa nih. Apa yang Sy Isa pakai 43:14 penampilannya saya tiru. Itu namanya 43:16 iqtida. Tapi dapat pahala juga 43:19 sebenarnya Ustaz bukan pahalanya dari 43:21 kecintaannya. Kecintaannya pahala 43:23 kecintaannya kepada suatu yang baik yang 43:25 diikut yang diamalkan oleh orangor lain. 43:28 Itu beda ittiba harus ada amrun sabiun. 43:33 itu namanya ittiba amun saabikun itu 43:35 perintah terlebih dahulu didahulu ada 43:38 perintah dari yang dia ikuti. Oke. 43:42 Dengan makna lebih sederhana, Ustaz. Itu 43:45 ma anzalallah berarti ikuti segala 43:47 panduan dan tuntutan Al-Qur'an. Jadi 43:48 ikuti tuntunannya juga tuntunan tuntutan 43:51 Al-Qur'an. Oke. Berarti makna itiba itu 43:53 menjalani apa yang Allah ajarkan dalam 43:55 Al-Qur'an harusnya ya? Tamam. Itu orang 43:58 yang sudah kena virus tadi tuh. Iya. 44:00 Virus apa tadi? virus mengikuti 44:02 langkah-langkah setan ketika 44:03 diperintahkan diingatkan untuk mengikuti 44:06 Al-Qur'an apa jawabnya? 44:08 Qolu mereka 44:10 berkata nih lagi-lagi ucapan kan i lihat 44:13 tuh ya ketika perbuatan sudah mulai 44:16 menyimpang diingatkan untuk mengikuti 44:19 Al-Qur'an ayo kembali pada Al-Qur'an 44:21 ikuti perintah Allah dalam Al-Qur'an 44:23 ikuti tuntutannya ya taati tuntutannya 44:26 ikuti tuntunannya itu makna ittiba iya 44:28 ya apa namanya mengikuti perintah ya dan 44:34 apa mencontoh tuntunan Ya. Qolu mereka 44:38 berkata, "Bal 44:40 nattabi'u." Tidak. Kami lebih percaya 44:45 diri, kami lebih pede untuk selalu 44:49 mengikuti ma 44:51 alfaina alaihi 44:54 abaana. Sesuatu yang sudah kami jadikan 44:58 kebiasaan dari apa yang kami lihat dari 45:01 orang-orang tua kami. Hm. 45:04 Ya, ma alfa alaihi 45:07 abana. Nah, sekarang Allah menjawab. 45:10 Sekarang pertanyaan muncul nih ya, Ustaz 45:12 Isa. Iya. Sebetulnya 45:15 bolehkah kebiasaan para 45:19 leluhur? Ya, bolehkah kebiasaan para 45:24 leluhur atau satu hal yang dianggap baik 45:28 oleh para leluhur itu jadi panutan kita 45:32 dalam berittiba? 45:33 Apa jawabnya 45:36 Al-Qur'an? 45:38 Boleh bila mereka para leluhur memiliki 45:43 kebiasaan, tuntunan dan ajaran yang satu 45:48 sesuai dengan 45:49 aksiomatis, hukum akal waras. 45:53 Yang kedua, bila kebiasaan mereka, 45:56 budaya mereka sesuai dengan apa yang 46:00 Allah pandukan dalam Al-Qur'an. Maka 46:04 dari itu Allah menjawab, "Awalau abauhum 46:07 la ya'qiluna saian wala yahtadun." 46:12 Apakah mereka mau mengikuti kebiasaan 46:15 leluhur 46:16 mereka, mengikuti salaf-salaf mereka? 46:20 sekalipun salaf mereka itu tidak 46:24 menggunakan akal dalam membuat satu 46:26 kebiasaan dan salaf-salaf mereka itu 46:30 tidak sesuai dengan panduan Quran. 46:33 Artinya bila kebiasaan salaf kita, 46:36 budaya orang tua leluhur kita sejalan 46:40 dengan 46:41 Al-Qur'an ya sekalipun tidak ada undang 46:44 apa ee panduan undang-undangnya. Iya. 46:46 Dan kedua, bila kebiasaan mereka sesuai 46:48 dengan ketetapan akal, maka boleh kita 46:52 ikuti. Bila tidak, maka tidak boleh 46:54 menjadikan panutan. Awalau abahum la 46:59 yaqilunaian wahtadun. Artinya kita 47:02 kembali ke tema kita bahwasanya 47:04 pertama utama yang dilarang oleh Allah 47:09 untuk kita orang beriman ucapkan apa? 47:12 Berkata atas nama Allah tanpa dasar 47:16 panduan ilmu Al Al-Qur'an. Masyaallah. 47:19 Lebih kurang dalam Al-Qur'an ini ada 47:21 lima kali terulang ya tentang larangan. 47:24 Hal ini terdapat dalam Albaqarah ayat 47:26 ayat 80, Albaqarah 169, Al-A'raf ayat 47:30 28, Al-A'raf ayat 33 dan surah Yunus 47:34 ayat 68. 47:37 Nah, masyaallah Ustaz, jazakumullah 47:39 khair, Ustaz, atas penjelasan dari 47:40 ayat-ayatnya. Barangkali ada waktu 15 47:42 menit buat tanya jauh, Ustaz. Oh, boleh 47:45 dari Khad ini dari pertama dari hamba 47:48 Allah di Bekasi. Asalamualaikum 47:50 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 47:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:52 wabarakatuh. Wahai hamba Allah. Di 47:55 antara dosa perkataan adalah gibah, 47:57 Ustaz, atau ngomongin orang lain. 47:59 Bagaimana cara tobatnya, Ustaz? Saya 48:03 malu banget kalau mau minta maaf sama 48:05 orang yang saya gibahin. Syukran. 48:07 Jazakumullah khairan. Jaz ini emang 48:09 paling susah nih kalau gibah ini. Iya, 48:11 Ustaz. Aduh. Apalagi kalau gibahnya 48:14 mengalir begitu saja dalam obrolan. Wah, 48:17 itu udah tadinya makan daging kan, makan 48:20 daging mayat orang kan sampai haus. 48:23 Kebanyakan makan daging kan. Makan 48:25 daging nauzubillahibal. Ini lagi 48:27 dihormati lagi. Lagi orang mati. Jadi 48:28 kanibal. Jadi kanibal. Sumanto versi 48:31 sekarang gibah itu karena tapi pasti 48:35 nyesal tuh. Habis gibah itu pasti 48:37 rasanya nyesal. Naam. Tapi beberapa 48:38 orang ee enggak nyesal, Ustaz karena 48:40 mungkin udah terlalu sering kali ya, 48:42 Giba ya. Iya. Udah kebiasaan. Nah, kalau 48:44 kita mau tobat dari dosa giban, gimana, 48:47 Ustaz? Apakah kita harus minta maaf? 48:49 Tapi aneh juga minta maaf dianya jadi 48:52 malah tambah memperkeruh silaturahim 48:53 jadinya, Ustaz. Dan itu se begitu. Itu 48:55 namanya istihlal. Heeh. Itu minta halal. 48:58 Jadi, penghapus dosa gibah. Pertama 49:01 menyesal semenyesal dengan tulus kepada 49:03 Allah Subhanahu wa taala. Minta ampun 49:05 pada Allah yang pertama dan berjanji 49:08 tidak mengulangi lagi. Bertobat taubatan 49:11 nasuha bukan tobatan 49:14 tomat bukan ada tobat tomat kan. Heeh. 49:17 Tobat sementara ini enggak tobatan 49:18 nasuha 49:20 tulus. Nah yang kedua karena terkait 49:22 dengan hak 49:24 manusia sebetulnya tidak ada jalan lain 49:27 kecuali 49:28 istihlal. Apa itu istihlal? Minta halal 49:32 dari orang yang kita gibahi. 49:35 [Musik] 49:37 Harus ya, Teteh. Harus. Waduh, 49:42 hati-hati gurih emang kalaui batu gurih 49:45 gurih. Ada enggak doa Ustaz biar kita 49:47 misalnya minta ampunan dosanya dia gitu 49:50 misalnya biar minta halang. Kalau memang 49:53 enggak memungkinkan. Iya. Dengan alasan 49:55 yang dapat diterima. Hm. Pertama kita 49:58 bersedekah berulang-ulang 50:00 mengatasnamakan dia. Ah, oke. J sedekah 50:04 sebagai bentuk kafarat ya kita niatkan 50:06 untuk orang tersebut. Dan sedekah 50:08 sebenarnya hukuman buat kita juga ya, 50:09 Ustaz ya. J biar kapok kan tuh harta noh 50:12 ongkos dari gibah yang sudah ini mahal 50:15 mahal. Kalau sekarang kita ke sana 50:16 orangnya enggak mau halalkan gimana? 50:18 Benar. ketemu orangnya Ji. Maaf Ji. Aneh 50:22 sudah setahun ini tiap majelis aneh nih. 50:24 Gibain ente gibahin habis ente kocak 50:27 banget ji. Habis ada mac ada aja 50:29 gebrakannya Ji. 50:32 Ana minta halal ya banget. Enak aja lu. 50:35 E enggak bisa lu mau halal bayar. He ya 50:39 gibahin gue lu. Iya iya. Kalau enggak ya 50:41 rusan sama Allah entar di harta kita deh 50:43 gitu. Misal gitu kan. Kalau suruh bayar 50:45 ya harus bayar. Bayar. Aduh. Aduh. ya 50:48 bentuknya sebagai fida ya kan tebusan 50:51 tebusan. Nah, kalau memang enggak 50:53 memungkinkan dengan bermacam alasan yang 50:56 sulit sekali untuk untuk kita lakukan, 50:58 kita minta ampun kepada Allah, doakan 51:00 magfirah untuk dirinya ya, rahmat untuk 51:02 orang tersebut dan sedekahlah. Tapi 51:05 kalau kita pendengar, Ustaz, kan dengar 51:07 kan dosa juga kan, Ustaz? Dengar kan 51:10 dosa juga tapi kita enggak nambahin 51:12 apa-apa gitu. Harus minta maaf ya 51:15 sebetulnya ya. Tapi minimal dosanya 51:16 enggak seperti yang berbicarakan kan. 51:18 Iya. Iya. Ya, karena itu kan hanya dapat 51:20 syarikat dalam bermaksiat bukan dalam 51:23 kontennya kan. Iya, benar. Dalam 51:24 majelis-majelasnya itu. Dalam majelisnya 51:26 bukan majelisnya. Kadang gini, Ustaz. 51:28 Kadang nih kondisi nih kita tuh 51:30 ngedengar curhatan orang. Heeh. Tapi 51:33 ternyata curhatannya itu isinya bicarain 51:35 aib orang. Tapi yang berkaitan dengan 51:37 diri dia. Kalau kita minta halal dari 51:40 orang yang bersangkutan, kita jatuhnya 51:41 jadi adu domba dong, Ustaz. Iya kan, 51:44 Ustaz? Misalnya Anda dapat cerita nih 51:46 dari Ondi misalnya Ondi tentang Mas Algi 51:48 gitu. Ondi cerita tentang keburukan Mas 51:51 Algi terhadap Ondi misalnya nauzubillah 51:53 minzalik ya. Kalau saya cerita minta 51:55 halal sama Mas Algi nanti jadi berantem 51:58 Algi dan Ondis. Bagaimana? Oh ya caranya 52:00 ada ada cara dong. Ada caranya. Oke ya 52:02 tentunya ada caranya. He ya kan kalau 52:05 dengar ini orang kita stop. Oke. Udah 52:08 deh ini kalau di namanya udah levelnya 52:10 nanti bukan curat lagi nih. Udah gibahin 52:12 orang. H udah ngibain orang udah. Iya 52:15 iya iya ya kalau gitu stop ya. Ana 52:18 kedapatan bagian dosanya nih gara-gara 52:20 ente ngomongin dia. Iya iya. Kalau emang 52:23 betul gitu ana ana ini deh ana temuin 52:24 aja sama dia deh. Nah ya nanti kan mau 52:26 catat tentang dia nih supaya anaak 52:27 enggak ikut ini. Bahkan ana dapat pahala 52:29 mendamaikan antara ente dengan dia. Ayo 52:31 kita k bertiga. Iya benar. Ente ceritain 52:33 depan depan dia apa 52:36 masalah? Apa kekasaran ente yang 52:38 tersimpan di benak apa di di 52:40 undang-undang ente ni undang-undang 52:41 tersebut itu namanya apa? islah dzatil 52:44 bain ya mendamaikan antara dua dua orang 52:47 dan salah juga Habib Sayid Isa iya Ustaz 52:50 para ulama ini di antaranya Al Imam 52:52 Nawawi ya dalam kitabnya Riyadus Shihin 52:56 ya untung ini ya ada memberikan definisi 52:59 bahwa ada ee menyebutkan hal buruk orang 53:03 lain Heeh tapi tidak mendapatkan nilai 53:06 keburukan dosa berghibah apa tuh Ustaz 53:09 ada enam perkara sampai ada sebuah 53:12 ee syairnya ya ditulis oleh para ulama 53:16 tentang apa namanya ee ada enam perkara 53:20 yang bukan yang tampilannya seperti 53:24 gibah ya tapi itu bukan gibah 53:26 ya di antaranya ee ada enam pertama 53:29 mutadallimun yaitu alqadhu laisa 53:32 giibatan fi sittatin ya kan mutadallimun 53:35 wa muarifun wa muhadzirun wa mujahiran 53:38 fisqan wa mustaftin wab 53:44 Enam perkara yang tampilannya seperti 53:47 gibah. H membicarakan aib orang. He tapi 53:50 itu tidak dinilai gibah dalam agama 53:52 kita. Apa itu 53:55 mutadallimun? Yang pertama orang yang 53:58 terzalimi mengadukan kezaliman orang 54:00 lain. Iya dong. Gimana cara kita 54:02 mengaduin kezaliman orang lain kalau 54:04 kita enggak ceritain keburukannya? Ya 54:06 kan? Gimana? Bisa enggak kira-kira? 54:07 Ngih. Mutalimun. Orang yang merasa 54:09 terzalimi. Dia mengadu mengadukan 54:12 masalahnya kepada orang lain yang dia 54:14 anggap bisa memberikan solusi. 54:16 Kira-kira mungkin enggak enggak 54:18 menceritakan aibnya orang lain? Ceritain 54:20 dong. Heeh. Heeh. Dari kata tadi itu 54:22 curhat tuh. Iya. Iya. Nah, kalau curhat 54:24 yang urusannya sudah ingin mencari 54:26 solusi tadi, "Oh, sudah stop stop stop 54:29 ana temuin aja deh ya. Ya, biar kita 54:31 omong baik-baik ya. Ah, apa yang jadi 54:33 undang-undang ente ini mutadallimun. 54:34 Yang kedua, muarifun. 54:37 orang 54:38 yang 54:39 memberitahukan ya tentang definisi 54:42 sesuatu. Oke. Ya kan hal yang buruk tapi 54:44 mesti dibicarakan muarifun. Yang ketiga 54:48 muhadzirun orang yang berikan warning 54:50 pada orang lain. Hati-hati ya ini si 54:53 fulan ini begini gini gini karena dia 54:55 sudah berani menampilkan keburukannya. 54:57 Antum jangan lewat situ. Iya nanti kena 54:59 kepalak sama dia tuh. He paham enggak 55:01 nih? Tadi muhadirun saya isya ente mauat 55:03 mau ke mana? Anda mau ke sana. Hati-hati 55:05 di sana ada begal tuh. Apalagi sekarang 55:08 lagi ramai nih. Begalnya pakai p 55:10 tampilan koko. Hati-hati katanya tuh 55:12 kalau malam malam lewat daerah Depok 55:15 katanya gitu kan ya. Ada dua motor 55:18 penampilannya seperti santri seperti 55:20 orang punya pulang pengajian malam hari. 55:22 He tak tahu dia nyelip depan ente yang 55:24 satu. Nah tak tahu malak ente. Nah ini 55:27 kan ketika memberitahukan hati-hati ya 55:29 isya lewat j lewat sana ada orang ada 55:31 pembegal. Heeh. Cirinya ini nih berarti 55:33 menceritakan orang lain kan. Iya. Tapi 55:35 dalam rangka muhadzirun memberikan 55:37 warning. Hati-hati jangan nanti ke sana. 55:40 Itu namanya gibah. Tapi tidak e qadah 55:43 tapi tidak dinilai dosa gi gib gi gibah. 55:45 Yang berikutnya yang ke berapa? Keempat. 55:48 Mujahiran fisqan. Enggak apa-apa 55:51 membicarakan keburukan orang lain yang 55:54 dia sudah senang bangga menampilkan 55:56 keburukannya. Hm. Itu jadi bangga tuh. 56:00 Enggak ada malalunya. Kalau orang ini 56:03 fitrah manusia yang namanya perbuatan 56:06 dosa pasti enggak 56:08 ingin apa? Ketahui oleh orangor lain. 56:11 Lihat sebuah definisi alitsmu dalam 56:13 hadis Nabi kita Muhammad. 56:16 Almu 56:19 firika watakfu anyat 56:22 alaikasu. Kan bilang gitu kan dalam 56:24 sebuah hadis. He ya. Iya. Yang namanya 56:27 dosa itu satu yang mengganjal dalam hati 56:31 kita nih karena kita pernah lakukan 56:32 perbuatan itu hal buruk. Tapi kita takut 56:36 hal itu diketahui orang la orang lain. 56:38 Itulah dosa. Nah, tapi ada orang yang 56:41 sudah mujahir bil fisqi. Woh, dengan 56:44 bangganya dia menampilkan auratnya, 56:47 menampilkan keburukannya. Dan aurat 56:49 serta keburukan itu memang sudah 56:51 fitrahnya ditutupin. Iya. Karena Allah 56:53 satirul hal. Iya. Ya kan? Di antara 56:55 doanya orang saleh kan. 56:56 Allah taksi ya 56:59 Allahun akhirah. Aku ini kata Allah 57:01 Taala adalah satirul hal menutup keadaan 57:04 buruk orang-orang hamba-hambaku. Nah 57:06 kadang ada manusia yang bangga 57:08 menampakkan keburukannya namanya mujahir 57:11 bil fisqi. Nah orang ini kita gibahin 57:16 boleh kita ngomongin karena sudah dia 57:19 dia sudah dia sudah bangga memviralkan 57:22 kemaksiatannya, kefasikannya. Ah, 57:24 berikutnya mustaftin orang yang minta 57:27 fatwa. Ketika saya datang ke seorang 57:30 ulama mufti seperti Ustaz Isa misalnya 57:32 Isa, antum faqih min fuqaha nam. Amin. 57:34 Amin. Ya, saya mau bertanya tentang satu 57:37 hukum agama. He ini berlaku antara saya 57:40 dengan saudara saya urusan waris 57:42 misalnya atau urusan pernikahan ya kan. 57:45 Nah, mau enggak mau kita bicarakan dong 57:47 kasusnya. Berarti keburukannya kita cita 57:49 juga. Iya. Dosa enggak nih? Tidak kan 57:51 minta fatwa. Karena kita minta fatwa 57:52 hukum. Oke. Dari seorang mufti. Nah, 57:56 berikutnya. Waman thabalata fi izarati 58:00 munkari. H. Orang yang minta tolong pada 58:03 orang lain untuk menghilangkan 58:05 kemungkaran. Contoh, saya datang dari 58:08 luar ke satu kampung antum di tengah 58:10 sana rupanya di belakang sana ada para 58:13 perampok, ada orang jahat dan 58:15 macam-macam. Saya lari ke sini untuk 58:17 minta tolong. 58:19 Nah, kalau saya minta tolong sama sama 58:20 antum dan orang-orang di sini, saya 58:23 ceritain enggak apa yang perlu ditolong? 58:25 Iya. Ente ngapa-kosan di sini? Hah? 58:28 Ngapa-ngapa ini? Ana minta tolong. 58:31 Tolong apa? Aduh, tapi ana takut 58:32 ngomongnya dosa. Mungkin begitu 58:34 kira-kira. Iya. Enggak mungkin. Enggak 58:35 mungkin dong. Ceritain dong. Karena kita 58:38 datang minta tolong untuk apa? 58:39 Menghilangkan kemungka kemungkaran. 58:41 Baik. Di sana ada orang kumpul-kumpul 58:42 bikin judi, bikin maksiat, tolong bantu 58:44 ana dong untuk menghilangkan itu. Mesti 58:46 ceritain dong di mana tempatnya, siapa 58:48 pelakunya, apa perbuatannya. Nah, ini 58:50 enam perkara yang tidak yang 58:52 membicarakan aib orang lain tidak 58:54 dinilai sebagai gibah. Alqadhuisa 58:57 gibatan fitin di antaranya apa? 59:00 Mutallimin wa muarifin wa muri wa 59:04 mujahiran fisqan wa mustaftin waba alata 59:08 fialati munkari. Itu gambarannya tentang 59:14 enam perkara yang tampilannya 59:16 membicarakan keburukan orang lain, namun 59:18 tidak dinilai sebagai gibah yang dosa 59:22 perbuatannya untuk dilakukan oleh 59:23 seorang beriman. Nah, ini pasti sama 59:25 pertanyaannya Pak Muhammad dari Jakarta 59:27 Timur keramajati. Eh, kebalik Keram Jati 59:29 Jakarta Timur, Ustaz. Kita kan hidup di 59:32 negara demokrasi. Apakah membicarakan 59:36 penguasa termasuk gibah? karena 59:38 kebijakannya yang barangkali ada salah 59:41 dengan kita. Syukran jazakumullah khair 59:43 ya. Kalau kesalahan itu masih 59:47 levelnya bisa untuk diperbincangkan di 59:50 sebuah lembaga. Iya ya. Nah itu namanya 59:54 kita sebisanya tutupin kekurangan atau 59:56 pribadinya ya person-nya. Kalau tapi 59:59 kalau kebijakannya kebijakan-kebijakan 1:00:01 yang sudah dia bangga. Iya untuk atau 1:00:03 kegiatannya kegiatannya. Nah, sudahudah 1:00:06 itu enggak ada beda seperti tadi orang 1:00:08 yang menampilkan auratnya dengan 1:00:10 kebanggaan. Ah, karena kan kebijakannya 1:00:12 berkaitan dengan kita, ya, Ustaz, ya. 1:00:14 Heeh. Tapi ingat ya, no person bukan in 1:00:18 person ya. Misalnya pejabat ini ah itu 1:00:20 dari Jawa misalnya atau dari Oh, itu 1:00:22 sudah personal udah person ya. Iya, 1:00:24 personalnya itu enggak boleh ya. Tapi 1:00:26 kan kita yang nilai kita nilai 1:00:28 kebijakannya 1:00:29 misalnya ada yang merugikan 1:00:31 itu mah wajib ya. Bukan gibah. Bukan 1:00:34 gibah jatnya, Ustaz. Tidak gibah gibah. 1:00:36 Ah, oke oke oke oke. Tapi kalau ini 1:00:38 dibiarkan maksudnya Ustaz dilepas gitu 1:00:41 kepada semua orang boleh membicarakan 1:00:44 kebijakan yang diambil sama pemerintah. 1:00:46 Tentunya ada mekanismenya kan. Oke. Ada 1:00:48 mekanismenya. Jadi yang yang mekanisme 1:00:51 jalurnya harus lewat jalur yang sudah 1:00:53 disepakati. Ya membicarakan itu juga 1:00:56 sudah enggak perlu karena mulut berbusa 1:00:58 juga enggak bakal bisa merubah keadaan 1:00:59 kan. Benar. Benar. Benar. Benar. Benar. 1:01:01 Sebenarnya kan ini ini ke apa kebijakan 1:01:03 yang dia hal itu sudah jelas-jelas 1:01:04 merugikan. Dia pun sudah tahu itu 1:01:06 merugikan tapi juga masih dikerjakan. 1:01:09 Contohnya misalnya ada pejabat yang 1:01:11 selama menjabat itu dilarang untuk 1:01:13 berkampanye. Iya ya kan untuk mengangkat 1:01:15 orang-orang sekitarnya bagian itu tahu. 1:01:18 Iya tapi masih juga dikerjakan. Karena 1:01:20 kita boleh menyerang itu, menyerang 1:01:22 sepak terjangnya dan kebijakan itu. H 1:01:25 palak boleh dong pejabat yang masih 1:01:26 resmi lalu berkampanye untuk kepentingan 1:01:30 dirinya, keluarganya dan dan orang-orang 1:01:32 sekitarnya enggak boleh. Enggak boleh. 1:01:34 Itu sudah ada undang-undangnya itu. 1:01:35 Berarti bukan gibah jatahnya. K gibah 1:01:37 kita ngomongin ini gimana sih si fulan 1:01:39 ya? Angkat-angat anaknya ikut kampanye 1:01:41 anak. Nah dalam calon si fulan enggak 1:01:43 itu namanya enggak gibah enggak ya. Oke. 1:01:44 Oke. Ustaz. Nah. Masyaallah. Karena itu 1:01:46 masuk dalam kategori orang yang mujahir 1:01:49 ya bil fisqi, orang yang memviralkan 1:01:52 dirinya sendiri ya tentang 1:01:55 kefasikannya. Naam. Itu mudah-mudahan 1:01:58 ada lagi ada Ustaz dari Abdullah. Dari 1:02:01 Abdullah ini Ustaz, "Ustaz, bagaimana 1:02:03 cara lepas dari kemaksiatan? Adakah doa 1:02:06 khusus supaya bisa lepas dari 1:02:08 kemaksiatan yang mana kita sudah merasa 1:02:10 bersalah tapi selalu saja terjebak ke 1:02:13 dalam kemaksiatan yang sama? Syukran 1:02:15 jazakumullah khair. Ini apalagi dosa 1:02:18 gibah tadi ya? Kalau gibah tuh kayaknya 1:02:20 enak, Ustaz. Kecanduan Ustaz ya. Guri. 1:02:23 Masyaallah. Nauzubillah minzalik. Namam. 1:02:25 Kiat untuk kita menjauh dari maksiat 1:02:27 pertama jaga asupan. 1:02:30 Jaga makanan. Iya. Termasuk asupan lihat 1:02:33 kali ya, Ustaz. Iya. Asupan nih makan. 1:02:35 Yang asupan dalam sih pandangan. Heh. 1:02:38 Penciuman. He. Perasa pendengaran. 1:02:42 Lima indeks itu tuh itu asupan semua. 1:02:44 pintu masuk untuk jadi asupan dalam diri 1:02:47 kita. Jaga asupan. 1:02:50 Ya. 1:02:50 Kedua, lihat jaga lingkungan. Tinggalkan 1:02:53 lingkungan yang dapat mengarahkan kita 1:02:55 kepada maksiat, kepada Allah. Iya. Ya. 1:02:58 Yang ketiga tadi ee jaga asupan, jaga 1:03:01 lingkungan. Jaga lingkungan ya dan jaga 1:03:03 diri kita dari sembarang bertemahan. 1:03:06 Oke. Itu lingkungan enggak bagus jangan 1:03:10 tinggalin deh. Pindah aja. Ah, begituun 1:03:12 teman-teman ya. itu semua. Nah, sekarang 1:03:15 masalahnya sekarang nih asupan yang 1:03:17 paling utama nih di tangan kita 1:03:18 sekarang. H selain makanan apa itu? 1:03:21 Gadget. Nah, itu itu yang perlu kita 1:03:24 jaga. Betuletul. Kadang waktu kita 1:03:26 mungkin sepertiga dalam sehari di gadget 1:03:28 kali. Habis bisa jadi kalau lagi libur 1:03:31 sekalipun kita awalnya gunakan untuk hal 1:03:33 yang baik. Iya. Tapi godaannya begitu 1:03:34 dahsyat. Betul. Betul. Betul. Dari kita 1:03:38 niat mau berbuat baik di gadget aja 1:03:40 mungkin jadinya perbuatan baiknya 10% 1:03:43 sisanya sisanya enggak boleh bisa buat 1:03:44 kalau enggak mubah kalau enggak mubah 1:03:47 menghibur diri kalau enggak dosa 1:03:49 nauzubillah ya mubah ya syuhat ya 1:03:51 makrnya ujungnya haram iya iya iya iya 1:03:54 yang pahalanya sedikit sekali n 1:03:56 pahalanya harus benar-benar melawan 1:04:00 bagaimana cara menahan diri dalam 1:04:03 menggunakan gadget 1:04:04 tersebut illa man rahimallah 1:04:07 rahimallah. Begitu bahayanya atau 1:04:10 alangkah berpengaruhnya lisan kita ini 1:04:13 yang tidak bertulang Allah kasih 1:04:15 terhadap kehidupan kita. Ik. Karena tadi 1:04:17 kan keperbaikan amal perbuatan dimulai 1:04:19 dari perbaikan ucapan. Tapi tahukah 1:04:21 kita? Sadarkah kita bahwa tidak mungkin 1:04:24 kita menjaga ucapan kecuali 1:04:27 asupan mesti kita jaga. H karena 1:04:31 perkataan dari mulut kan. Iya. Maka 1:04:33 asupan yang utama dari mana? lewatnya 1:04:35 masuk dari 1:04:37 mulut makan dan minum kita. Kalau makan 1:04:40 minum kita enggak kita jaga, lisan kita 1:04:43 susah 1:04:43 terjaga. Nah, kalau lisan enggak 1:04:45 terjaga, amal perbuatan juga tidak 1:04:48 terjaga, tidak 1:04:50 terkawal. Karena asupan dari mulut masuk 1:04:52 ke dalam perut orang dalam kita adalah 1:04:55 di sini ada kalbu. Hm. Hati kita susah 1:04:58 bersih kalau asupannya tidak bersih. 1:05:01 Allahu Akbar. Jazakumullah khair, Ustaz. 1:05:04 nasihatnya hari ini, Ustaz. Terima kasih 1:05:05 banyak sudah mendengar. Makasih, Kang 1:05:07 Ondi, makasih Mas Algi di meja operator. 1:05:10 Ee semoga bermanfaat buat kita semua. 1:05:12 Mudah-mudahan jadi wasilah hidayah buat 1:05:14 ikhwan akhwat yang mendengarkan. 1:05:15 Mudah-mudahan bisa merubah hidup kita. 1:05:17 Boleh disimak lagi, dimurajaah lagi di 1:05:20 YouTube Rasil TV dari mulai part 1. Dari 1:05:22 mulai part 1 sampai 11 ini. Dan masih 1:05:25 berlanjut, Ustaz. Masih ada berapa 1:05:27 episod? Oh, masih banyak episode ini. 1:05:29 Insyaallah kita ketemu lagi di 1:05:31 kesempatan berikutnya. 1:05:36 [Musik] 1:05:37 Amalaikum warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:40 wabarakatuh.